Category: Pluang

  • Apa Itu Koreksi dan Apa Pengaruhnya Terhadap Investasi Kamu?

    Dalam investasi, koreksi adalah penurunan 10% atau lebih pada harga sekuritas dari harga puncak terbaru. Pengertian koreksi ini dapat terjadi pada aset individual, seperti saham atau obligasi individual, atau indeks yang mengukur sekelompok aset.

    Aset, indeks, atau situasi pasar dapat jatuh terkoreksi secara singkat atau untuk periode berkelanjutan, sekian hari, minggu, bulan, atau bahkan lebih lama. Akan tetapi, koreksi pasar rata-rata berumur pendek dan berlangsung antara tiga dan empat bulan.

    Investor, trader, dan analis menggunakan metode charting untuk memprediksi dan melacak pengertian koreksi ini. Koreksi adalah situasi yang dapat dipicu banyak faktor.

    Faktor makroekonomi skala besar hingga ke persoalan dalam rencana manajemen perusahaan dapat menjadi alasan koreksi beragam aset, dari saham, indeks, hingga pasar yang dipengaruhi.

    Dalam dunia investasi, koreksi diibaratkan seperti laba-laba di bawah tempat tidur. Kamu tahu koreksi itu akan terjadi, ada di sana, mengintai, tetapi tidak tahu kapan itu akan muncul berikutnya.

    Baca juga: Bursa Saham Sedang Terkoreksi, Kenali Pola Investasi Saham dengan Cara Ini

    Apa itu koreksi? Ketahui pengertian koreksi

    pengertian koreksi
    Sumber: Visual Capitalist

    Berdasarkan laporan CNBC pada 2018, rata-rata koreksi untuk S&P 500 berlangsung empat bulan dan nilainya turun sekitar 13% sebelum keadaan ekonomi kembali pulih.

    Mudah untuk memperkirakan mengapa investor pemula barangkali khawatir dengan pengertian koreksi ini ataupun menghadapi penyusutan 10% atau lebih besar di aset portofolio mereka.

    Bagi kebanyakan investor, bagi pasar untuk jangka panjang, koreksi hanyalah lubang kecil di jalan menuju tabungan pensiun. Untuk investor jangka panjang, koreksi ini tidak akan terlampau mengkhawatirkan karena mereka percaya bahwa pada akhirnya pasar akan pulih.

    Dalam proses charting koreksi, investor ataupun analis pasar memproyeksikan koreksi berdasarkan analisis pasar dengan membandingkan satu indeks pasar dengan yang lain.

    Lewat metode ini, seorang analis dapat menemukan bahwa indeks berkinerja buruk dapat diikuti oleh indeks serupa yang juga berkinerja buruk. Tren kemiripan ini dapat menjadi tanda bahwa koreksi pasar akan segera terjadi.

    Tinjauan analisis teknis terkait dukungan dan resistensi harga dapat membantu memprediksi kapan pembalikan dapat terjadi. Atau justru situasi akan berkonsolidasi mengarah menjadi koreksi.

    Pengertian koreksi teknis terjadi ketika aset atau seluruh pasar mengalami inflasi berlebih. Analis menggunakan chart atau grafik untuk melacak perubahan dari waktu ke waktu dalam suatu aset, indeks, atau pasar.

    Beberapa alat yang digunakan oleh para analis untuk meninjau pengertian koreksi ini ialah Bollinger Bands, envelope channels, dan trendlines (garis tren) untuk menentukan di mana harus mengharapkan penguatan ataupun resistensi harga.

    Baca juga: Outlook Negatif S&P Bisa Tekan IHSG, Cermati Saham Emiten yang “Aman” Kala Pandemi

    Mempersiapkan investasi dalam menghadapi koreksi

    Sebelum terjadinya koreksi pasar, saham individu mungkin tampak kuat atau bahkan berkinerja baik. Selama periode koreksi, aset individu berkinerja buruk karena kondisi pasar yang buruk. Koreksi adalah situasi yang dapat dipicu banyak faktor.

    Akan tetapi, penting dicatat, bahwa koreksi menciptakan waktu yang ideal untuk membeli aset bernilai tinggi dengan harga diskon. Ini dapat dilakukan sejauh investor mempertimbangkan risiko terkait pembelian.

    Melindungi investasi dari koreksi memang terkesan sulit. Namun, ini dapat dilakukan. Untuk menghadapi penurunan harga ekuitas, investor dapat menetapkan stop-loss order atau stop-limit order.

    Strategi pertama otomatis dipicu ketika harga mencapai tingkat yang telah ditetapkan investor. Namun, transaksi mungkin tidak dapat dieksekusi pada tingkat harga tersebut jika harga jatuh dengan cepat.

    Stop order selanjutnya menetapkan harga target yang ditentukan dan harga batas luar untuk trading. Penerapan stop loss dalam menghadapi pengertian koreksi ini menjamin di mana stop-limit berhadapan dengan penjaminan harga.

    Banyak broker akan mengizinkan stop order berakhir setelah suatu periode koreksi berhasil dilalui.

    Baca juga: Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang

    Berinvestasi selama koreksi berlangsung

    Sementara koreksi dapat mempengaruhi semua jenis ekuitas, koreksi lebih sering terjadi pada beberapa ekuitas tertentu. Saham-saham kecil dengan kapitalisasi tinggi di sektor yang terbilang volatile, seperti sektor teknologi, cenderung bereaksi paling kuat.

    Sektor-sektor lain terbilang lebih buffer. Saham-saham consumer goods, misalnya, cenderung bertahan akiat siklus bisnis. Ini lantaran saham-saham jenis ini melibatkan produksi atau penjualan kebutuhan primer.

    Diversifikasi aset dapat menawarkan perlindungan dalam situasi koreksi. Terutama jika melibatkan aset yang bertentangan dengan aset yang terkoreksi. Aset berwujud nyata seperti komoditas atau real estat adalah opsi alternatif pendamping untuk aset keuangan seperti saham.

    Meski koreksi pasar dapat menjadi tantangan, dan penurunan 10% secara signifikan dapat merugikan banyak portofolio investasi, pengertian koreksi dianggap cukup sehat untuk menjaga kestabilan pasar.

    Untuk pasar, koreksi dapat membantu menyesuaikan dan mengkalibrasi ulang penilaian aset yang mungkin menjadi tinggi secara berkelanjutan. Bagi investor, koreksi dapat memberikan peluang untuk mengambil keuntungan dari potongan harga aset.

    Setelah menelusuri pengertian koreksi, kamu sudah tahu dong trik-trik untuk memantau dan mengatasi jika terjadi koreksi pada asetmu?

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Beli Crypto di Indonesia 2025: Panduan Lengkap Fitur, Aset Populer, dan Keamanan OJK

    Artikel ini adalah panduan definitif bagi Anda, mulai dari membedah jenis aset crypto potensial, memahami fitur canggih seperti staking hingga 12,5% APY dan recurring buy, hingga memastikan keamanan dana di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    1. Lanskap Aset Crypto: Dari Bitcoin hingga DeFi

    Sebelum menekan tombol beli, langkah pertama yang krusial adalah memahami apa yang sebenarnya Anda beli. Aset crypto bukan hanya Bitcoin, ini adalah semesta teknologi yang luas dengan karakteristik risiko dan utilitas yang berbeda-beda.

    Blue Chip dan Altcoin Utama: Fondasi Portofolio

    Kategori ini berisi aset dengan kapitalisasi pasar terbesar dan adopsi terluas, sering dianggap sebagai jangkar portofolio.

    • Bitcoin (BTC): Aset digital pertama dan terbesar. Sering disebut sebagai “emas digital” karena suplainya yang terbatas, Bitcoin menjadi pilihan utama untuk lindung nilai.
    • Ethereum (ETH): Lebih dari sekadar mata uang, Ethereum adalah platform untuk smart contract, DeFi, dan NFT. Pembaruan jaringan berkelanjutan (seperti Ethereum Merge) terus meningkatkan efisiensinya.
    • Altcoin Potensial: Aset seperti Binance Coin (BNB), Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Ripple (XRP) menawarkan utilitas blockchain yang spesifik, mulai dari kecepatan transaksi tinggi hingga biaya operasional yang rendah.

    Memecoin dan Stablecoin: Spekulasi vs Stabilitas

    • Meme Coin: Aset seperti Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB) digerakkan oleh kekuatan komunitas dan sentimen media sosial. Meskipun menawarkan volatilitas tinggi yang menarik bagi trader jangka pendek, risikonya juga setara.
    • Stablecoin: Aset seperti Tether (USDT) nilainya dipatok 1:1 dengan mata uang fiat (USD). Ini berfungsi sebagai tempat parkir dana yang aman saat pasar sedang bearish tanpa harus mencairkan ke Rupiah. Perhatikan pasangan perdagangan atau pair IDR/USD/USDT saat trading untuk efisiensi kurs konversi.

    Sektor Baru: DeFi dan Lending

    Bagi investor tingkat lanjut, sektor Decentralized Finance (DeFi) dan Crypto Lending menawarkan peluang bunga. Namun, sektor ini menuntut pemahaman teknis lebih dalam karena adanya risiko bug atau kesalahan dalam kode protokol yang bisa menyebabkan kerugian.

    2. Cara Membeli dan Bertransaksi Crypto: Panduan Langkah demi Langkah

    Banyak pemula sering mencari panduan spesifik seperti tutorial transaksi crypto di mesin pencari. Pada dasarnya prinsip transaksi berlaku universal di semua platform legal yang beroperasi di Indonesia, termasuk Pluang. Berikut alur standarnya:

    1. Registrasi dan KYC: Unduh aplikasi pilihan Anda dan selesaikan proses KYC (Know Your Customer). Siapkan KTP dan foto selfie. Proses verifikasi ini wajib untuk mematuhi regulasi Bappebti dan OJK guna mencegah pencucian uang.
    2. Deposit Fiat: Lakukan deposit fiat (Rupiah) melalui transfer bank atau e-wallet. Platform terbaik biasanya menawarkan fitur deposit dan penarikan instan untuk memudahkan mobilitas dana Anda.
    3. Analisis Order Book: Masuk ke menu crypto dan pilih aset. Perhatikan order book crypto dan market depth untuk melihat antrean jual dan beli yang tersedia. Data ini membantu Anda menilai likuiditas aset tersebut, semakin tebal order book, semakin mudah Anda membeli atau menjual tanpa menggeser harga pasar.
    4. Eksekusi Order:
    • Market Order: Gunakan ini jika Anda ingin membeli instan di harga pasar saat itu juga.
    • Limit Order: Gunakan ini jika Anda ingin membeli di harga spesifik yang lebih rendah dari harga pasar.
    • Advanced Order: Manfaatkan fitur ini untuk manajemen risiko yang lebih presisi, seperti stop loss.
  • Withdraw: Jika Anda ingin mencairkan keuntungan, gunakan fitur withdraw atau withdrawal untuk menarik dana kembali ke rekening bank terdaftar Anda.
  • 3. Fitur dan Keunggulan Platform Crypto Modern

    Platform investasi modern seperti Pluang kini menawarkan lebih dari sekadar tempat jual-beli. Fitur-fitur ini dirancang untuk memaksimalkan keuntungan pasif dan kenyamanan pengguna.

    Staking dan Earn (Passive Income)

    Jangan biarkan aset Anda menganggur di dompet. Manfaatkan fitur earn atau staking pada aset tertentu (seperti stablecoin atau ETH). Ini adalah metode untuk mendapatkan imbal hasil tambahan (bunga) hanya dengan menyimpan aset, di luar potensi keuntungan dari kenaikan harga aset itu sendiri.

    Otomatisasi Investasi dengan DCA

    Salah satu strategi terbaik untuk melawan volatilitas pasar adalah konsistensi. Fitur DCA/recurring buy/pembelian berkala memungkinkan Anda membeli aset secara otomatis (misalnya: Rp100.000 setiap minggu). Strategi Dollar Cost Averaging Strategy ini terbukti efektif untuk mendapatkan harga rata-rata pembelian yang baik dalam jangka panjang tanpa perlu memantau grafik setiap hari.

    Layanan Premium dan Analisis Cerdas

    Untuk trader dengan volume transaksi besar, beberapa platform menyediakan layanan premium OTC (Over-the-Counter) agar transaksi besar tidak mengguncang harga pasar publik. Selain itu, akses ke fitur penilaian analis, berita terbaru, dan prediksi harga yang bersumber dari portal global kredibel seperti Benzinga, The Motley Fool, dan MarketWatch sangat krusial. Keputusan investasi harus didasarkan pada data (data-driven), bukan sekadar ikut-ikutan.

    Anda juga bisa memanfaatkan simulasi dengan kalkulator profit aset crypto (sering tersedia sebagai fitur estimasi di aplikasi) untuk memproyeksikan potensi keuntungan berdasarkan modal awal dan durasi investasi yang direncanakan.

    4. Keamanan dan Kepercayaan: Standar Baru OJK

    Keamanan adalah faktor non-negosiasi dalam investasi aset digital. Sejak tahun 2024, pengawasan aset crypto di Indonesia beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menciptakan standar kepercayaan yang jauh lebih tinggi dan terintegrasi dengan sektor keuangan lainnya.

    Regulasi dan Perlindungan Aset

    Pastikan platform yang Anda pilih mematuhi aturan OJK dan Bappebti (khususnya untuk aset berjangka). Salah satu standar keamanan tertinggi saat ini diterapkan oleh Pluang, yang bekerja sama dengan kustodian Fireblocks. Fireblocks menggunakan teknologi keamanan aset digital berbasis MPC (Multi-Party Computation). Teknologi ini memecah kunci akses menjadi beberapa bagian, sehingga menghilangkan risiko titik kegagalan tunggal (single point of failure). Ini jauh lebih aman dibandingkan menyimpan aset di exchange biasa tanpa asuransi atau kustodian yang jelas.

    Keamanan Akun Pengguna

    Sebagai pengguna, Anda wajib mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) sebagai lapisan pertahanan pertama. Jika Anda memilih untuk memindahkan aset ke dompet digital non-kustodian (self-custody), Anda bertanggung jawab penuh menjaga kerahasiaan kunci pribadi (private key). Kehilangan kunci ini berarti kehilangan akses selamanya. Platform tepercaya akan selalu menyeimbangkan kebutuhan privasi dan anonimitas pengguna dengan kepatuhan hukum anti-pencucian uang yang ketat.

    5. Dukungan Pelanggan dan Komunitas

    Investasi bisa menjadi perjalanan yang sepi dan membingungkan, namun tidak jika Anda berada di ekosistem yang tepat.

    • Komunitas crypto: Bergabunglah dengan komunitas crypto resmi dari platform investasi Anda. Ini adalah tempat untuk melakukan diskusi mendalam tentang tren pasar, berbagi strategi, dan mempelajari kasus penggunaan nyata dari teknologi blockchain.
    • Informasi Tim Pengembang: Akses langsung ke pembaruan dari tim pengembang proyek crypto (seringkali dibagikan lewat whitepaper atau community update) membantu Anda menilai fundamental proyek tersebut.
    • Fitur Komprehensif: Carilah platform yang menawarkan dukungan komunitas terbesar dan layanan bantuan yang responsif. Informasi terbaru sering kali beredar lebih cepat di komunitas sebelum masuk ke berita arus utama.

    6. Tips, Tutorial, dan Edukasi: Dari Pemula ke Pro

    Untuk meningkatkan kemampuan trading dari sekadar spekulasi menjadi investasi terukur, manfaatkan sumber daya edukasi yang tersedia.

    • Riset dan Analisis: Jangan hanya membeli karena hype. Pelajari faktor penawaran dan permintaan yang menggerakkan harga. Luangkan waktu membaca whitepaper proyek untuk memahami solusi dan teknologi blockchain di baliknya.
    • Analisis Teknikal: Pelajari cara membaca pola trend pergerakan harga dan pentingnya indikator volume perdagangan. Volume sering kali mendahului pergerakan harga; volume tinggi memvalidasi kekuatan tren.
    • Sentimen Pasar: Beberapa platform canggih menampilkan statistik jual-beli pengguna lain. Data ini bisa menjadi indikator sentimen pasar, apakah mayoritas investor sedang optimis atau pesimis.
    • Pusat Edukasi: Jika Anda mencari referensi belajar, Pluang Academy menyediakan materi yang relevan untuk pasar lokal. Mulai dari kamus istilah, tutorial transaksi, hingga strategi manajemen risiko tingkat lanjut tersedia untuk Anda pelajari.

    7. Risiko dan Manajemen Portofolio

    Meskipun potensi keuntungan crypto sangat menarik, risikonya juga nyata dan harus dikelola dengan bijak.

    • Volatilitas crypto: Harga aset digital bisa berubah drastis dalam hitungan menit. Siapkan mental dan strategi untuk menghadapi fluktuasi ini.
    • Diversifikasi: Jangan pernah menaruh semua telur dalam satu keranjang. Lakukan diversifikasi portofolio dengan menggabungkan kelas aset yang berbeda. Di Pluang, Anda bisa dengan mudah mengalokasikan dana ke crypto, emas digital, dan saham AS dalam satu aplikasi (multi-asset investing).
    • Biaya: Perhatikan struktur biaya. Cari platform dengan biaya transaksi rendah dan transparan. Biaya yang tinggi akan menggerus margin keuntungan Anda, terutama jika Anda melakukan transaksi frekuensi tinggi.

    Kesimpulan

    Aktivitas beli crypto di tahun 2025 membutuhkan mitra teknologi yang tepat. Anda memerlukan platform yang menggabungkan kemudahan deposit fiat, fitur otomatisasi canggih seperti recurring buy dan staking, serta keamanan tingkat institusi dengan kustodian Fireblocks di bawah pengawasan OJK.

    Pluang hadir sebagai solusi lengkap yang menjawab kebutuhan investor modern ini, memungkinkan Anda mengakses Bitcoin, Ethereum, dan aset global lainnya dalam satu aplikasi yang aman dan terpercaya. Mulailah perjalanan investasi Anda dengan riset yang matang, disiplin strategi, dan platform yang tepat.



Sumber : pluang.com

  • Apa Hubungan Antara Risiko dan Tingkat Pengembalian Investasi?

    Apa sih hubungan antara return dan risiko dalam investasi? Mengapa keduanya saling berhubungan? Dengan memahami hubungan antara return dan risiko dalam investasi, ini akan memudahkanmu untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi.

    Kita telah mengetahui ada beberapa kelas aset seperti, emas, obligasi, dan ekuitas. Ketika kita memiliki aset-aset tersebut, penting untuk mengerti bagaimana membedakan mereka dari segi return dan risiko. Karena akan memudahkan kamu untuk menyesuaikan target dan proses investasi.

    Apa Itu Return dan Risiko?

    Return dan risiko adalah dua konsep yang selalu timbul ketika berbicara mengenai investasi. Di satu sisi, Return adalah istilah yang merujuk pada pengembalian atau kerugian berinvestasi selama periode tertentu. 

    Return bisa dinyatakan dalam bentuk nominal, yakni uang yang dihasilkan atau hilang yang tercermin dalam perubahan nilai mata uang dalam satu jangka waktu khusus. Namun, selain itu, Return juga bisa dinyatakan dalam bentuk persentase, yang dihitung berdasarkan rasio laba terhadap “modal awal” investasi.

    Sementara itu, risiko adalah istilah finansial yang merujuk pada kejadian atau sesuatu yang bsia menghambat seorang investor untuk mencapai return yang ia inginkan. Ketika terpapar risiko, investor bisa kehilangan sebagian atau justru seluruh modal investasi yang ia ia miliki.

    Dengan demikian, return dan risiko adalah dua hal yang masing-masing saling bertentangan satu sama lain. Namun, keduanya adalah hal esensial ketika kamu ingin menyiapkan rencana investasi.

    Return dan Risiko: Apa Hubungannya?

    Ketika kamu menyusun diversifikasi portofolio, kamu juga sedang menggabungkan beberapa instrumen investasi untuk mencapai targetmu. Nah, apakah perpaduan investasi yang tepat untukmu? Biasanya, dua faktor yang sangat berpengaruh adalah return dan risiko.

    Return atau imbal hasil, adalah ekspektasi akan uang yang dihasilkan dari investasimu. Sementara risiko adalah kemungkinan yang akan terjadi ketika imbal hasil sebenarnya berbeda dari yang diharapkan, dan juga jumlahnya. Dengan kata lain, risiko adalah jumlah volatilitas yang terkait pada sebuah investasi.

    Contoh Return dan Risiko

    Kamu memberi seorang teman uang sejumlah Rp100,000 dan dia akan mengembalikannya sebesar Rp110,000 dalam setahun. Imbal hasil yang kamu harapkan adalah Rp10,000.

    Ketika temanmu sudah pasti akan mengembalikan uangmu sebesar Rp110,000, maka ini termasuk investasi yang berisiko rendah (tergantung seberapa percaya kamu dengan temanmu).

    Tetapi, jika temanmu menggunakan uang tersebut untuk membuka sebuah usaha dan mereka akan mengembalikanmu sejumlah Rp120,000 apabila usahanya menguntungkan. Maka tingkat risikonya akan bertambah.

    Kamu mengharapkan imbal yang lebih tinggi (Rp20,000 dibandingkan Rp10,000) tetapi kamu bisa tidak mendapatkan apa-apa pada akhirnya jika usaha tersebut gagal – dan ini merupakan perbedaan yang besar.

    Jadi, seperti itulah risiko. Selalu ada return dan risiko pada tiap jenis investasi.

    Baca juga: Memulai Investasi yang Tepat Bagi Pemula, Bagaimana Caranya?

    Empat Jenis Kelas Aset Utama

    • Ekuitas: Jenis investasi yang merupakan kepemilikan di sebuah perusahaan, atau bisa juga disebut saham.
    • Obligasi: Investasi seperti utang. Misalnya kamu membeli obligasi, artinya kamu memberi pinjaman kepada perusahaan (atau pemerintah) dan kamu akan mendapatkan imbal dalam bentuk bunga. Serta modal awal yang akan dikembalikan di akhir waktu yang ditentukan.
    • Investasi Alternatif: Kategori ini mencakup investasi dalam bidang properti, komoditas, emas. Kadang, kelas aset ini memiliki risiko yang lebih tinggi dari ekuitas dan obligasi. Tapi, imbal yang diharapkan memiliki pola dan tren yang berbeda dari ekuitas dan obligasi. Jadi, kelas aset ini cocok sebagai diversifikasi.
    • Kas: Betul sekali, uang kas. Tapi dalam kelas aset, kas juga termasuk investasi jangka pendek yang likuid. Misalnya deposito jangka pendek di bank, karena aksesnya mudah.

    Kesimpulan

    Dalam berinvesyasi, sang investor perlu memahami konsep return dan risiko. Seperti sebelum membeli barang lain yang bernilai besar, pastikan kamu mengetahui risiko di belakangnya. Selain itu, sebuah portofolio yang ideal akan diatur berdasarkan keseimbangan antara return dan risiko.

    Misalnya, kamu berencana untuk membeli rumah dalam waktu 3 tahun dan mungkin kamu juga tidak mau menempatkan uangmu pada aset berisiko. Kamu mau tabunganmu tersedia sewaktu kamu telah siap membayar uang muka rumah.

    Jadi, kamu ini mengoptimalkan keamanan, dan juga imbal yang lebih sedikit. Portofolio kamu mungkin dialokasikan lebih cenderung pada obligasi yang rendah risiko serta uang kas, dan hanya sedikit pada ekuitas.

    Sedangkan jika kamu berinvestasi untuk sebuah tujuan dalam 10 tahun lagi, kamu mungkin tidak masalah dengan risiko saat ini, mengingat horizon investasimu masih panjang.

    Jadi, untuk memaksimalkan imbalmu, mungkin kamu akan mengalokasikan lebih banyak ekuitas pada portfoliomu, lalu obligasi dan sedikit kas.

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta ratusan aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

    Download Aplikasi Pluang di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Serba-serbi Index Future, Ketahui Cara Kerja Kontrak Berjangka dalam Investasi

    Index future atau indeks berjangka merupakan produk turunan (investasi efek derivatif) dari efek utama, baik bersifat penyertaan maupun utang. Beberapa jenis produk derivatif ini di antaranya kontrak opsi saham (KOS) ataupun kontrak berjangka indeks efek (KBIE).

    Indeks pasar saham terdiri dari sekeranjang saham yang menunjukkan pergerakan umum harga saham. Saham yang membentuk indeks ini harus memenuhi kondisi tertentu. Di antaranya kapitalisasi pasar yang tinggi, likuiditas yang baik, dsb.

    index future

    Index future atau indeks berjangka memungkinkan pedagang untuk menguangkan pergerakan umum dalam harga saham. Sebagai efek derivatif, kontrak berjangka adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying berupa indeks, saham, atau obligasi di masa mendatang.

    Dalam Bursa Efek Indonesia (BEI), kontrak berjangka indeks efek (KBIE) merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham.

    Saat ini, ada lima KBIE yang diperdagangkan di BEI, yakni Mini LQ45 Futures, LQ45 Futures Periodik, Mini LQ45 Futures Periodik, Japan (JP) Futures, dan LQ45 Futures.

    Bagaimana dengan index future dalam tataran global? Simak ulasan berikut ini.

    Baca juga: Semua yang Perlu Kamu Tahu tentang Perdagangan Berjangka Komoditi

    Bagaimana index future di tataran global dan apa saja jenis-jenisnya?

    Index future atau indeks berjangka, sebagaimana semua kontrak di masa depan, memberi kekuatan pada trader atau investor terkait komitmen untuk memberikan nilai tunai berdasarkan indeks dasar pada tanggal mendatang.

    Kecuali jika kontrak dibatalkan sebelum berakhir, trader wajib memberikan nilai tunai pada saat kontrak dihitung berakhir.

    Index future melacak harga suatu aset atau sekelompok aset pada masa mendatang. Fungsi indeks berjangka adalah sebagai derivatif, berarti berasal dari aset dasar atau indeks. Trader menggunakan produk ini untuk bertukar berbagai instrumen.

    Instrumen dasar index future dapat berupa ekuitas, komoditas, dan mata uang. Untuk contoh global, misalnya, indeks S&P 500 yang melacak harga saham 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat.

    Seorang investor dapat membeli atau menjual indeks berjangka pada S&P untuk berspekulasi terkait apresiasi atau depresiasi indeks.

    Beberapa index future yang paling populer didasarkan pada ekuitas. Setiap produk dapat menggunakan kelipatan berbeda untuk menentukan harga kontrak berjangka.

    Contohnya, nilai kontrak berjangka S&P 500 adalah 250 kali nilai indeks S&P 500. Kontrak berjangka E-mini S&P 500 memiliki nilai 50 kali dari nilai indeks.

    Selain S&P 500, indeks berjangka juga tersedia untuk Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Nasdaq 100 bersama dengan E-mini Dow (YM) dan E-mini NASDAQ 100 (NQ).

    Baca juga: OJK dan Bappebti, Bagaimana Kewenangan Dua Lembaga Regulator Ini?

    Margin dan indeks berjangka dalam index future

    Kontrak berjangka yang mengkerangkai index future tidak mengharuskan trader atau investor untuk memasang seluruh nilai kontrak saat memasuki trading.

    Sebaliknya, mereka mengharuskan pembeli untuk mempertahankan sebagian kecil dari jumlah kontrak dalam akun mereka, yang disebut sebagai margin awal (initial margin).

    Harga indeks berjangka dapat berfluktuasi secara signifikan hingga kontrak berakhir. Karena itu, trader mesti memiliki cukup dana di akun mereka untuk menutupi potensi kerugian ini, yang dikenal sebagai margin pemeliharaan (maintenance margin).

    Margin pemeliharaan merupakan jumlah minimum dana yang harus dimiliki suatu akun untuk memenuhi setiap klaim di masa mendatang.

    Baik New York Stock Exchange (NYSE) dan Financial Industry Regulatory Authority, Inc. (FINRA) membutuhkan minimum 25% dari total nilai perdagangan sebagai saldo minimum akun.

    Namun, beberapa broker akan menuntut lebih dari margin 25% ini. Ketika nilai trading naik sebelum kontrak berakhir, broker dapat meminta dana tambahan agar disetorkan demi menambah nilai pada rekening. Ini disebut sebagai margin call.

    Baca juga: Investasi Emas Non-Fisik dalam Bentuk Emas ETF vs Emas Berjangka, Apa Bedanya?

    Keuntungan dan kerugian dari indeks berjangka

    Index future menyatakan bahwa pemegang setuju untuk membeli indeks pada harga tertentu pada tanggal yang akan datang. Biasanya kontrak diselesaikan setiap triwulan, kendati ada beberapa kontrak tahunan juga.

    Indeks ekuitas berjangka adalah penyelesaian tunai yang berarti tidak ada pengiriman aset dasar pada akhir kontrak. Jika pada saat kontrak berakhir harga indeks lebih tinggi dari harga yang disepakati dalam kontrak, pembeli telah memperoleh untung. Begitu pula sebaliknya.

    Keuntungan ditentukan oleh perbedaan antara harga masuk dan keluar kontrak. Seperti halnya perdagangan spekulatif, ada risiko bahwa pasar bisa bergerak ke posisi mana pun. Sementara itu, akun trader harus menyimpan dana atau margin serta margin call untuk mengimbangi risiko kerugian.

    Dalam berinvestasi index future, investor harus memahami bahwa banyak faktor dapat mendorong harga indeks pasar termasuk kondisi ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perusahaan.

    Spekulasi adalah strategi yang umum diterapkan. Investor berpengalaman akan menggunakan indeks berjangka untuk berspekulasi pada arah indeks.

    Alih-alih membeli saham individu atau aset, investor dapat bertaruh pada arah index future sekelompok aset di masa mendatang. Inilah yang memungkinkan index future diperjualbelikan dengan kemungkinan untung lebih besar di masa mendatang jika prediksi tepat.

    Sumber: Investopedia, Economy Okezone

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Trading Terpercaya di Indonesia: Panduan Memilih Platform, Regulasi, dan Cara Mulai

    1. Apa Itu Trading Terpercaya

    Trading terpercaya adalah aktivitas jual beli instrumen keuangan yang dilakukan melalui platform berizin, diawasi regulator, serta menerapkan standar keamanan informasi yang jelas. Ia memprioritaskan legalitas, transparansi biaya, dan tata kelola yang memisahkan dana nasabah dari dana operasional. Tujuannya bukan sekadar mengejar imbal hasil, tetapi mengelola risiko secara terukur.

    Trading terpercaya juga berbeda dari skema bodong yang kerap menjanjikan profit pasti atau bonus tidak masuk akal. Platform tepercaya tidak pernah menjamin keuntungan. Mereka justru mendorong literasi, mengungkap biaya secara transparan, dan menyediakan fitur pengendalian risiko seperti stop loss serta verifikasi dua faktor. Dengan demikian, trader memiliki dasar kuat untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab penuh atas strategi yang dipilih.

    Di atas itu semua, trading terpercaya berfokus pada mitigasi risiko. Baik pemula maupun trader berpengalaman perlu menimbang volatilitas pasar, memahami karakteristik aset, serta menyesuaikan eksposur dengan profil risiko. Pendekatan disiplin membantu Anda bertahan dalam berbagai kondisi pasar, bukan hanya saat tren sedang menguat.

    1. Manfaat dan Risiko Trading

    Trading menawarkan akses ke berbagai pasar, likuiditas tinggi, dan potensi keuntungan yang menarik. Banyak platform kini menyediakan bahan edukasi, alat analisis teknikal, dan notifikasi pasar sehingga proses belajar menjadi lebih cepat. Bila dikelola dengan rencana yang jelas, trading dapat melengkapi strategi investasi jangka panjang sekaligus memberi fleksibilitas bagi pengguna yang aktif.

    Di sisi lain, risikonya nyata. Harga bisa berfluktuasi tajam dalam waktu singkat, apalagi pada aset yang diperdagangkan 24 jam seperti crypto. Penggunaan leverage meningkatkan potensi imbal hasil sekaligus memperbesar risiko. Ada pula risiko operasional dari platform seperti gangguan sistem atau proses penarikan dana yang tidak lancar. Karena itu, rencana, manajemen risiko, dan disiplin eksekusi menjadi fondasi. Tetapkan batas kerugian, gunakan position sizing, dan hindari keputusan impulsif.

    1. Regulasi dan Pengawasan di Indonesia

    Di Indonesia, saham dan reksa dana berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. Investor wajib memeriksa perizinan entitas dan produk yang ditawarkan melalui situs resmi OJK. Selain itu, sejak 2024 aset crypto juga resmi berada di bawah pengawasan OJK, bukan lagi Bappebti. Perubahan ini memperjelas kerangka pengawasan dan meningkatkan kepastian bagi pengguna.

    Untuk instrumen forex dan komoditas berjangka, pengawasan berada di bawah Bappebti. Platform yang menawarkan produk derivatif berjangka wajib memegang izin yang relevan, dan pengguna sebaiknya meninjau dokumen lisensi serta kepatuhan yang dipublikasikan. Cara praktis mengecek legalitas ialah dengan mengunjungi situs OJK atau Bappebti, lalu mencocokkan nama badan hukum, alamat, dan nama aplikasi yang Anda gunakan.

    1. Ciri dan Kriteria Platform Trading Terpercaya

    Platform trading terpercaya menampilkan legalitas yang jelas. Nama perusahaan, izin usaha, dan entitas pengelola dipublikasikan secara terbuka. Transparansi biaya juga krusial, mencakup komisi, spread, biaya penarikan, hingga aspek pajak yang relevan. Platform yang andal menyediakan fitur inti seperti akun demo, alat charting yang mumpuni, jenis order lengkap, dan notifikasi real time untuk membantu eksekusi yang disiplin.

    Kualitas edukasi adalah pembeda lain. Materi belajar, kelas, dan artikel panduan membantu pengguna membuat keputusan yang lebih matang. Dalam hal keamanan, perhatikan ketersediaan 2FA, enkripsi data, sertifikasi ISO 27001, dan audit berkala. Pengalaman pengguna yang stabil, aplikasi ringan, layanan pelanggan responsif, serta proses deposit dan penarikan yang mulus juga menjadi indikator penting. Di Pluang, seluruh prinsip ini dihadirkan melalui pengawasan regulator, sertifikasi ISO/IEC 27001:2013, dan tata kelola yang memisahkan dana nasabah di rekening kustodian berizin.

    1. Memilih Platform Sesuai Aset dan Gaya Trading

    Pemilihan platform perlu diselaraskan dengan aset dan gaya trading. Untuk saham dan reksa dana yang cocok bagi strategi pertumbuhan atau dollar-cost averaging, regulasi OJK memberikan kerangka perlindungan yang jelas. Aset crypto yang diperdagangkan 24 jam memiliki volatilitas tinggi, sehingga cocok untuk pengguna yang siap dengan disiplin manajemen risiko, dan kini diawasi OJK.

    Trader aktif yang memilih forex dan komoditas berjangka biasanya mempertimbangkan eksekusi cepat dan spread kompetitif. Produk ini berada di bawah pengawasan Bappebti. Sementara itu, emas digital kerap dimanfaatkan sebagai lindung nilai portofolio dan cocok bagi strategi jangka menengah hingga panjang. Pluang menyediakan akses multi-aset dalam satu aplikasi sehingga Anda dapat menyesuaikan pilihan dengan tujuan dan profil risiko.

    1. Checklist Audit Cepat Sebelum Pakai

    Sebelum menggunakan platform apa pun, lakukan audit cepat. Pertama, cek izin di situs OJK atau Bappebti dan pastikan nama aplikasi sesuai dengan badan hukum yang tercantum. Kedua, uji setoran kecil dan penarikan untuk melihat kecepatan serta biaya. Ketiga, tinjau kebijakan keamanan, termasuk cara penyimpanan aset, penggunaan kustodian berizin, dan praktik segregated account. Keempat, baca ulasan resmi dan pantau status operasional, termasuk pemberitahuan insiden bila pernah terjadi. Rangkaian langkah ini membantu Anda menyaring platform yang benar-benar layak dipakai.

    1. Kenapa Memilih Pluang untuk Trading Terpercaya

    Pluang menghadirkan satu aplikasi multi-aset yang memudahkan Anda mengakses saham AS, ETF, crypto, emas digital, dan reksa dana. Bagi pengguna dengan kebutuhan berbeda, fitur lanjutan seperti auto-invest, futures, leverage, dan options trading tersedia untuk mendukung strategi yang lebih variatif. Edukasi finansial juga menjadi fokus melalui Pluang Academy dan kanal analisis pasar.

    Dari sisi regulasi, Pluang beroperasi di bawah pengawasan penuh OJK dan lembaga terkait. Sejak 2024, seluruh aset crypto di Indonesia yang tersedia di Pluang berada di bawah pengawasan OJK. Struktur entitasnya jelas, meliputi PT PG Berjangka yang berizin sebagai pialang berjangka di bawah OJK dan Bappebti, PT Pluang Emas Sejahtera sebagai penyelenggara perdagangan emas digital berizin Bappebti, PT Bumi Santosa Cemerlang sebagai penyedia aset crypto yang berizin dan diawasi OJK, dan PT Sarana Santosa Sejati sebagai agen penjual reksa dana berizin OJK.

    Keamanan dana dan aset menjadi prioritas. Dana nasabah disimpan secara terpisah di rekening kustodian berizin seperti Bank BCA, CIMB Niaga, dan Bank Artha Graha Internasional. Untuk aset internasional, Pluang bekerja sama dengan kustodian global seperti Alpaca Securities LLC, BMO Harris Bank yang berperingkat AA, dan Fireblocks yang menggunakan teknologi MPC. Pluang juga memiliki sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 yang menjamin keamanan informasi dan perlindungan data pelanggan. Di sisi kepatuhan pajak, laporan pajak dapat diunduh langsung dari aplikasi sehingga proses pelaporan di SPT menjadi lebih mudah.

    1. Langkah Memulai Trading yang Aman

    Mulailah dengan menetapkan tujuan, profil risiko, dan jangka waktu. Setelah itu, pilih aset serta platform berizin sesuai regulasi yang berlaku. Buat akun dan selesaikan proses KYC, aktifkan 2FA, serta amankan kata sandi. Setorkan dana secukupnya dan gunakan nominal kecil di awal untuk menguji sistem dan disiplin eksekusi. Jika tersedia, manfaatkan akun demo untuk menguji strategi dasar sebelum terjun dengan dana riil. Selanjutnya, eksekusi rencana dengan konsisten, gunakan stop loss, dan catat jurnal trading. Lakukan evaluasi berkala untuk memperbaiki strategi dan mengontrol emosi.

    1. Strategi Dasar untuk Pemula

    Dollar-cost averaging bisa menjadi jalan aman untuk mengakumulasi aset secara berkala tanpa harus menebak puncak dan dasar harga. Bagi yang lebih aktif, pendekatan trend following sederhana dengan fokus pada level support dan resistance dapat membantu membaca momentum. Disiplin pada position sizing sangat penting, batasi risiko per transaksi satu hingga dua persen dari modal. Terakhir, lakukan diversifikasi agar risiko tidak menumpuk pada satu aset saja. Pluang memudahkan diversifikasi lintas aset dalam satu aplikasi sehingga implementasinya lebih praktis.

    1. Biaya, Pajak, dan Kepatuhan

    Pahami semua komponen biaya sebelum mulai. Perhatikan komisi, spread, biaya pendanaan posisi leverage, dan biaya tarik dana. Untuk crypto, transaksi beli tidak dikenakan pajak, namun transaksi jual dikenakan pemotongan PPh Pasal 22 sebesar 0,21 persen dari nilai transaksi sesuai PMK 50/2025. Keuntungan dari penjualan emas digital dikenakan pajak penghasilan, dan wajib dilaporkan dalam SPT.

    Reksa dana tidak dikenakan pajak berdasarkan PPh Pasal 4 Ayat 3. Keuntungan atas saham AS, futures, options, dan USD Yield mengikuti tarif progresif PPh Pasal 17. Dividen luar negeri yang telah dipotong 15 persen tetap wajib dilaporkan sebagai penghasilan dalam SPT. Selain itu, PPN 12 persen berlaku untuk biaya transaksi saham dan futures sesuai PMK 131/2024. Di Pluang, Anda dapat mengunduh laporan pajak langsung dari aplikasi, memilih tahun pajak dan jenis aset, lalu mengirimkannya ke email terdaftar. Meski fasilitasi tersedia, tanggung jawab pelaporan tetap ada di tangan pengguna.

    1. Sinyal Bahaya yang Wajib Dihindari

    Waspadai janji profit pasti, iming-iming bonus tidak masuk akal, atau skema titip dana. Hindari platform dengan izin tidak jelas atau hanya mengklaim lisensi luar negeri tanpa dasar. Perhatikan juga domain yang mirip situs resmi, harga yang tidak wajar, serta praktik yang terkesan manipulatif. Penundaan penarikan tanpa alasan, tekanan FOMO, afiliasi yang menutupi risiko, dan testimoni palsu adalah tanda bahaya lain yang harus dihindari. Trading terpercaya berdiri di atas transparansi dan kepatuhan, bukan sensasi.

    1. Contoh Use Case Pilihan Platform

    Bagi pemula yang fokus belajar, pilih platform dengan akun demo, materi edukasi lengkap, dan biaya yang transparan. Trader aktif di forex atau komoditas berjangka dapat mengutamakan eksekusi cepat, stabilitas sistem, dan spread kompetitif di bawah regulasi Bappebti. Investor crypto 24 jam memerlukan biaya kompetitif, likuiditas memadai, dan keamanan kuat yang kini berada di bawah OJK. Sementara penabung emas digital umumnya menginginkan proses beli jual yang mudah, transparan, dan terkelola rapi sebagai lindung nilai. Pluang memfasilitasi seluruh use case ini dalam satu aplikasi sehingga peralihan antar aset berjalan mulus.

    1. Perbandingan Singkat Kriteria Platform
    Kategori Aset Regulator Utama Fokus Saat Memilih
    Saham & Reksa Dana OJK Legalitas MI dan APERD, biaya transaksi, kualitas riset, kemudahan DCA, laporan pajak
    Crypto OJK Keamanan dan kustodian, biaya kompetitif, likuiditas, edukasi, fitur kontrol risiko
    Forex & Komoditas Berjangka Bappebti Izin pialang berjangka, kecepatan eksekusi, spread, stabilitas platform, manajemen leverage
    Emas Digital Bappebti Transparansi harga, kemudahan jual beli, penyimpanan aman, bukti kepemilikan
    1. Tips Penting agar Konsisten

    Mulailah dari akun demo untuk menguji strategi, lalu naikkan eksposur secara bertahap saat sudah percaya diri. Kenali profil risiko dan tetapkan batas kerugian harian agar tidak terbawa emosi. Manfaatkan fitur edukasi dan riset sebelum menekan tombol beli atau jual. Hindari overtrading, taati rencana, dan evaluasi biaya secara berkala untuk memastikan struktur biaya tetap efisien. Pluang menyediakan materi edukasi dan alat analisis agar proses belajar berlangsung terarah.

    1. Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

    Banyak pengguna terjebak mengejar biaya terendah tanpa memeriksa legalitas dan keamanan platform. Kesalahan lain adalah tidak menggunakan stop loss, menempatkan posisi terlalu besar, atau masuk pasar saat volatilitas tinggi karena FOMO. Ketika tidak mencatat jurnal, Anda akan sulit mengevaluasi kesalahan dan memperbaikinya. Disiplin dan dokumentasi membantu menjaga konsistensi hasil.

    1. FAQ Singkat seputar Trading Terpercaya

    Bagaimana cara memastikan legalitas platform? Cek izin di situs OJK atau Bappebti sesuai aset yang ditawarkan, lalu cocokkan nama badan hukum dengan aplikasi yang Anda gunakan. Jangan hanya mengandalkan promosi atau testimoni.

    Apakah crypto diawasi OJK? Ya, sejak 2024 pengawasan crypto berada di OJK. Perubahan ini memperkuat kepastian pengawasan dan mendorong standar perlindungan yang lebih baik bagi pengguna.

    Perlukah laporan pajak? Ya. Di Pluang, laporan pajak dapat diunduh melalui aplikasi. Pilih tahun pajak dan jenis aset, lalu kirim ke email terdaftar. Gunakan laporan tersebut untuk mengisi SPT, karena kewajiban pelaporan tetap ada pada pengguna sesuai ketentuan PPh Pasal 17 dan aturan khusus yang berlaku.

    1. Kesimpulan

    Trading terpercaya berawal dari legalitas, keamanan, dan disiplin. Pilih platform yang diawasi OJK atau Bappebti sesuai dengan jenis aset, pahami struktur biaya, dan siapkan rencana manajemen risiko. Pluang dapat menjadi opsi terintegrasi yang menyediakan multi-aset, keamanan bersertifikasi ISO 27001, edukasi komprehensif, serta laporan pajak yang mudah diakses.

    Mulailah dari nominal kecil, patuhi aturan pajak, dan lakukan evaluasi rutin. Dengan pendekatan yang terukur dan pemilihan platform yang tepat, peluang untuk membangun kinerja jangka panjang menjadi lebih terbuka, sekaligus menjaga ketenangan Anda dalam menghadapi dinamika pasar.



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Standard and Poor, Perusahaan Pemeringkat Indeks Saham Global

    Standard and Poor Index atau yang umum dikenal sebagai indeks S&P adalah indeks saham paling populer dan termasuk yang terbesar di Amerika Serikat, selain NASDAQ Composite dan Dow Jones Industrial Average.

    Indeks pasar saham adalah indikator mengenai kekuatan ekonomi suatu negara. Di AS, ketiga indeks saham tersebut adalah yang paling banyak memutar pasar saham.

    standard and poor index

    Selain ketiga indeks ini, masih ada sekitar 5.000 indeks lain yang membentuk pasar ekuitas AS. Sementara indeks saham Standard and Poor Index alias S&P 500 dikenal sebagai pengukuran terbaik.

    Indeks S&P disusun berdasarkan nilai saham 500 perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar di bursa saham Amerika Serikat. Sekitar 80% nilai total pasar saham AS termuat di indeks ini.

    S&P 500 meliputi berbagai sektor, termasuk industri, energi, IT, keuangan, hingga consumer goods. Perusahaan yang tercakup dalam indeks di antaranya Adobe System Inc, Google, Amazon, Berkshire Hathaway, Boeing Company, hingga Johnson & Johnson.

    Baca juga: Serba-serbi Indeks S&P 500, Bursa Saham dengan Pengukuran Terbaik di AS

    Memahami bagaimana kerja indeks Standard & Poor’s

    Standard & Poor memiliki kantor cabang di 26 negara, terkenal di seluruh dunia untuk berbagai macam produk investasinya dan patokan pertimbangan pasar saham.

    Berdiri dengan nama Standard Statistics Co. pada 1923, Standard & Poor merilis indikator pasar saham pertamanya yang kala itu memuat 223 perusahaan. Nama perusahaan ini berganti jadi Standard & Poor’s pada 1941 setelah merger dengan Poor’s Publishing.

    Penggabungan perusahaan ini juga meningkatkan indeks saham dengan muatan 416 perusahaan sebelum mencapai angka 500 pada 1957.

    Pada 2012, Standard & Poor’s kembali melakukan gebrakan. Standard and Poor Index selanjutnya menggabungkan operasi indeksnya dengan Indeks Dow Jones untuk memimpin pasar industri ini.

    McGraw-Hill Cos. membeli S&P ada 1966 dan pada 2016 McGraw Hill Financial mengganti namanya menjadi S&P Global. Perusahaan ini memiliki lebih dari 1.400 analis kredit dan lebih dari 1,2 juta peringkat kredit telah dikeluarkan untuk pemerintah, perusahaan, sektor keuangan, dan sekuritas.

    Kini Standard & Poor indikator utama analisis risiko kredit, yang mencakup berbagai industri, berbagai tolok ukur, kelas aset, dan geografi. Mereka juga mengeluarkan peringkat kredit pada utang perusahaan publik dan swasta, serta pemerintah.

    Rentang skalanya dari AAA hingga D. Mereka dapat memprediksi peringkat utang jangka pendek dan memberi peringkat prospek dengan tenor enam bulan hingga dua tahun.

    Baca juga: Outlook Negatif S&P Bisa Tekan IHSG, Cermati Saham Emiten yang “Aman” Kala Pandemi

    Standard and Poor Index 500

    Indeks S&P 500 diluncurkan pada Maret 1957. Ini adalah indeks pertama yang diterbitkan setiap hari dan merupakan patokan umum untuk menentukan kapabilitas keseluruhan pasar saham AS.

    Standard and Poor Index terkenal lantaran memuat indeks paling terkenal di AS: S&P 500. Indeks S&P 500 adalah indeks yang memuat 500 perusahaan paling unggul di bursa saham Amerika Serikat. Saham dalam indeks ini dikurasi berdasarkan kapitalisasinya.

    Selain itu, komite konstituen indeks ini juga mempertimbangkan berdasarkan faktor-faktor termasuk likuiditas, public float, klasifikasi sektor, kelayakan finansial, dan sejarah penjualannya.

    Pada umumnya, indeks ditimbang berdasarkan kecondongan ke pasar (market-weighted) atau kecondongan ke harga (capitalization-weighted). Karena itu, setiap saham dalam indeks diwakili secara proporsional dengan total kapitalisasi pasar.

    Dengan kata lain, jika total nilai pasar dari keseluruhan 500 perusahan di Standard and Poor Index turun 10%, maka nilai indeks pun ikut turun 10%.

    Ketepatan dalam perkiraan kapitalisasi menjadikan indeks ini sebagai tolok ukur kinerja untuk berbagai reksadana dan ETF. Indeks populer lainnya yang ditawarkan S&P Global mencakup berbagai sektor pasar dan kapitalisasi pasar berbeda.

    Penawaran kapitalisasi besar dari Indeks S&P Dow Jones meliputi S&P SmallCap 600, S&P MidCap 400, S&P Composite 1500, dan S&P 900. Masing-masing indeks Standard and Poor Index ini mewakili pasar saham berdasarkan subsektornya.

    Sumber: Investopedia, Investopedia

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Aplikasi Trading Terbaik di Dunia: Rekomendasi, Cara Memilih, dan Tips Aman

    1. Gambaran Umum: Apa Itu “Aplikasi Trading Terbaik”?

    Istilah aplikasi trading terbaik di dunia sering terdengar, namun “terbaik” selalu bergantung pada aset yang Anda perdagangkan, tujuan finansial, serta pengalaman Anda. Bagi sebagian orang, terbaik berarti biaya paling efisien untuk trading harian. Bagi yang lain, terbaik berarti fitur edukasi lengkap, kemudahan deposit dalam rupiah, atau akses ke banyak kelas aset dalam satu aplikasi. Karena itu, memahami kebutuhan Anda adalah langkah pertama yang paling penting.

    Di pasar global maupun Indonesia, kategori utama aplikasi mencakup saham global, crypto, forex, reksa dana, dan emas digital. Masing-masing kategori punya karakteristik yang berbeda, baik dalam hal regulasi, volatilitas, maupun cara penentuan biaya. Selain itu, faktor penentu “terbaik” biasanya dirangkum dalam lima hal, yaitu kepatuhan regulasi, struktur biaya, kelengkapan fitur trading, keamanan, dan kemudahan penggunaan.

    Dalam konteks Indonesia, kejelasan regulasi dan perlindungan pengguna menjadi sorotan utama. Aset crypto kini berada di bawah pengawasan OJK, bukan Bappebti. Sementara itu, reksa dana diawasi OJK, dan emas digital berizin Bappebti. Pluang, sebagai contoh platform multi-aset, menghadirkan akses ke saham AS dan ETF, crypto, reksa dana, dan emas digital dalam satu aplikasi, sehingga memudahkan Anda membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi.

     

    1. Cara Memilih Aplikasi Trading Sesuai Kebutuhan

    Mulailah dengan menetapkan tujuan finansial Anda. Apakah fokus Anda trading harian saham AS, membangun eksposur jangka panjang ke ETF, mengelola posisi crypto, atau mencari diversifikasi lewat emas digital dan reksa dana. Menentukan aset utama akan menyaring pilihan sejak awal karena setiap aplikasi biasanya unggul di area berbeda.

    Selanjutnya, cek regulasi dan perizinan. Untuk pengguna Indonesia, pastikan entitas yang Anda gunakan legal dan jelas pengawasannya. Aset crypto diawasi OJK, reksa dana berada di bawah OJK, dan emas digital berizin Bappebti. Pluang beroperasi melalui entitas berizin dan diawasi regulator terkait, sehingga menjaga kepastian hukum dan perlindungan pengguna.

    Bandingkan biaya secara menyeluruh. Perhatikan komisi, spread, biaya konversi valas, biaya tarik dana, serta biaya lain yang mungkin muncul saat trading aktif. Baca syarat dan ketentuan agar Anda memahami biaya total, bukan hanya angka headline. Di sisi lain, evaluasi fitur inti seperti jenis order lanjutan, alat charting, watchlist, price alert, hingga dukungan API bila Anda membutuhkan otomasi.

    Keamanan tidak bisa ditawar. Pastikan ada 2FA, pengelolaan dana di segregated account, audit berkala, serta sertifikasi keamanan seperti ISO/IEC 27001. Pluang menerapkan standar keamanan informasi ISO/IEC 27001:2013 dan menyimpan dana nasabah secara terpisah di bank kustodian berizin, bekerja sama pula dengan mitra kustodian global untuk aset internasional. Terakhir, uji kemudahan pakai mulai dari antarmuka, alur setoran dan penarikan, stabilitas server, kecepatan eksekusi, hingga akses edukasi dan dukungan pelanggan lokal yang responsif.

    1. Aplikasi Trading Populer di Dunia per Kategori

    Pada kategori saham global dan investasi, Anda akan menemukan aplikasi seperti Pluang yang menyediakan akses ke saham AS dan ETF, serta dukungan fitur edukasi dan setoran dalam rupiah. Di sisi lain, ada pula platform investasi lain yang fokus pada akses saham dan ETF AS, serta TradingView sebagai alat charting kelas dunia yang banyak dipakai trader untuk analisis teknikal lintas pasar. Bagi pengguna Indonesia, ketersediaan IDR, laporan pajak yang mudah, serta dukungan lokal sering menjadi pembeda penting.

    Untuk trading crypto, contoh global seperti Binance dan Coinbase dikenal luas karena pilihan aset dan ekosistemnya. Namun, bagi pengguna Indonesia, opsi lokal yang diawasi OJK seperti Pluang menjadi relevan karena aspek kepatuhan, dukungan pembayaran lokal, dan proses KYC yang menyesuaikan regulasi dalam negeri.

    Pada forex, MetaTrader 5 merupakan platform populer yang didukung berbagai broker, sementara nama besar seperti OANDA dan CMC Markets dikenal karena riset dan alat analisisnya. Apa pun pilihannya, pastikan Anda memeriksa lisensi broker yang menyediakan akses platform tersebut, biaya riil, serta kecocokan fitur dengan strategi Anda. Singkatnya, tiap aplikasi unggul di area berbeda, jadi fokuslah pada kesesuaian dengan kebutuhan dan profil risiko Anda.

    1. Perbandingan Fitur dan Biaya Inti

    Untuk memudahkan gambaran awal, berikut perbandingan ringkas fitur inti lintas kategori. Gunakan ini sebagai starting point sebelum Anda menggali lebih dalam ke biaya rinci dan syarat masing-masing platform.

    Di luar perbandingan awal, pertimbangkan parameter tambahan seperti minimum deposit, dukungan IDR, akun demo, tipe order, stabilitas sistem, kualitas layanan pelanggan, serta sertifikasi keamanan. Untuk pengguna Indonesia, integrasi metode pembayaran lokal dan ketersediaan laporan pajak yang bisa diunduh dari aplikasi seperti di Pluang akan sangat membantu.

    1. Rekomendasi Berdasarkan Profil Pengguna

    Bagi pemula, aplikasi terbaik biasanya yang antarmukanya simpel, biaya transparan, serta menyediakan edukasi langkah demi langkah. Fitur seperti akun demo, watchlist, dan price alert membantu belajar tanpa tekanan. Pluang, melalui Pluang Academy dan materi edukasi, memudahkan pemula memahami dasar-dasar investasi lintas aset.

    Untuk trader aktif, fokuskan pada biaya rendah, eksekusi cepat, serta ketersediaan order lanjutan dan alat charting yang andal. Jika Anda membutuhkan otomasi, pastikan ada dukungan API atau integrasi alat pihak ketiga. Stabilitas server dan dukungan pelanggan yang responsif saat volatilitas tinggi juga krusial.

    Investor jangka panjang umumnya mencari biaya efisien, akses ke produk seperti ETF, reksa dana, dan fitur auto-invest. Dengan fitur setoran berkala dan diversifikasi lintas aset, pengelolaan portofolio menjadi lebih praktis. Pluang menyediakan akses saham AS dan ETF, reksa dana, serta auto-invest sehingga cocok untuk strategi akumulasi.

    Bagi diversifier multi-aset, aplikasi yang menggabungkan saham AS, crypto, emas, dan reksa dana dalam satu tempat sangat menghemat waktu dan biaya. Pluang menempatkan semua kelas aset tersebut dalam satu aplikasi yang diawasi regulator, sehingga mempermudah pemantauan portofolio dan pelaporan pajak.

    1. Cara Memulai Trading di Aplikasi

    Unduh aplikasi tepercaya, daftarkan akun, dan selesaikan KYC sesuai ketentuan. Pastikan data sesuai identitas agar proses setoran, penarikan, dan pelaporan pajak berjalan lancar. Manfaatkan promo atau biaya preferensial bagi pengguna baru bila tersedia, namun tetap prioritaskan keamanan dan kepatuhan.

    Setor dana menggunakan metode pembayaran lokal yang Anda kenal, lalu uji nominal kecil terlebih dulu untuk memastikan alur deposit dan trading. Aktifkan 2FA, PIN, dan verifikasi perangkat untuk mengurangi risiko akses tidak sah. Jika aplikasi menyediakan akun demo, gunakan untuk menguji strategi dan menetapkan ukuran posisi yang sesuai toleransi risiko.

    Sebelum membuka posisi, pasang alert harga dan biasakan disiplin dengan stop loss serta take profit. Setelahnya, review kinerja secara berkala, catat biaya aktual, dan unduh laporan transaksi dari aplikasi. Pluang memudahkan pengguna mengunduh laporan pajak langsung dari aplikasi, sehingga proses pengisian SPT menjadi lebih praktis.

    1. Keamanan, Legal, dan Pajak di Indonesia

    Dalam lanskap Indonesia, aspek legal dan keamanan wajib menjadi prioritas. Aset crypto kini diawasi OJK, bukan Bappebti. Emas digital berizin Bappebti, sementara reksa dana dan layanan penunjang lain berada di bawah OJK. Pluang beroperasi melalui entitas berizin, dengan dana nasabah ditempatkan di segregated account pada bank kustodian berizin, serta bekerja sama dengan mitra global tepercaya untuk aset internasional. Pluang juga memiliki sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 yang memastikan standar tinggi untuk keamanan informasi.

    Dari sisi pajak, beberapa ketentuan penting perlu Anda ketahui. Transaksi jual crypto dikenakan PPh 22 final sebesar 0,21 persen dari nilai transaksi sesuai PMK 50/2025. Reksa dana tidak dikenakan pajak berdasarkan PPh Pasal 4 Ayat 3. Keuntungan dari saham AS, futures, options, dan produk berbasis dolar mengikuti tarif progresif PPh Pasal 17, yaitu 5 sampai 35 persen sesuai lapisan penghasilan. Dividen luar negeri yang telah dipotong 15 persen tetap wajib dilaporkan dalam SPT. Selain itu, PPN 12 persen berlaku untuk biaya transaksi saham dan futures sesuai PMK 131/2024. Laporan pajak di Pluang dapat diunduh langsung dari aplikasi sehingga memudahkan pelaporan.

    Untuk praktik aman, gunakan 2FA, periksa izin dan pengawasan OJK pada layanan yang Anda gunakan, simpan dana di rekening atas nama sendiri, serta waspadai tautan palsu dan phishing. Hindari berbagi OTP atau data sensitif apa pun kepada pihak yang tidak berwenang.

    1. Kenapa Memilih Pluang?

    Pluang adalah super-app multi-aset untuk pengguna Indonesia, menghadirkan akses saham AS dan ETF, crypto, emas digital, dan reksa dana dalam satu aplikasi. Dengan satu login, Anda bisa menyusun portofolio lintas kelas aset secara praktis dan menyesuaikan strategi sesuai kondisi pasar.

    Dari sisi kepatuhan, Pluang beroperasi dengan pengawasan regulator terkait. Aset crypto di Pluang berada di bawah pengawasan OJK. Emas digital disediakan oleh entitas berizin Bappebti, dan reksa dana dipasarkan oleh agen penjual berizin OJK. Struktur kustodi Pluang memisahkan dana nasabah dalam segregated account di bank kustodian berizin seperti BCA, CIMB Niaga, dan Bank Artha Graha Internasional, serta bermitra dengan kustodian global seperti Alpaca Securities LLC, BMO Harris Bank, dan teknologi penyimpanan Fireblocks untuk aset internasional.

    Keamanan menjadi fondasi layanan Pluang. Sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 memastikan standar manajemen keamanan informasi yang ketat, mulai dari infrastruktur hingga perlindungan data pelanggan. Di sisi fitur, Pluang menyediakan auto-invest, akses futures dan leverage tertentu, opsi trading, serta laporan pajak yang dapat diunduh langsung dari aplikasi. Materi edukasi berkelanjutan melalui Pluang Academy, News & Analysis, dan dukungan pelanggan lokal membuat Pluang relevan bagi pemula hingga trader berpengalaman. Dengan misi membuka akses setara terhadap peluang finansial, Pluang menjadi solusi tepercaya untuk membangun kekayaan secara bertahap di Indonesia.

    1. Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

    FOMO dan overtrading adalah jebakan klasik. Tanpa rencana yang jelas, trader cenderung mengejar pergerakan harga sesaat dan mengabaikan disiplin risiko. Buat aturan masuk dan keluar, lalu patuhi dengan konsisten agar hasil jangka panjang lebih terkendali.

    Banyak pengguna juga mengabaikan biaya dan slippage. Padahal, akumulasi komisi, spread, dan biaya konversi valas dapat memangkas imbal hasil dari waktu ke waktu. Transparansi biaya dan evaluasi berkala akan membantu Anda mengoptimalkan strategi.

    Trading tanpa manajemen risiko sering berakhir pada kerugian besar. Gunakan stop loss, atur ukuran posisi wajar, dan hindari leverage berlebihan. Jangan lupa memeriksa izin dan legalitas platform. Pastikan ada pengawasan OJK untuk crypto dan regulator terkait untuk produk lain.

    Kesalahan lain adalah memakai dana darurat atau berutang untuk trading. Risiko pasar bisa menghantam kapan saja, sehingga modal harus berasal dari dana yang siap risiko. Terakhir, lalai mengaktifkan 2FA dan pengamanan perangkat membuka celah bagi penyalahgunaan. Investasikan waktu untuk mengamankan akun sebelum menambah modal.

    1. Metodologi Penilaian “Terbaik”

    Penilaian “terbaik” dalam artikel ini berlandaskan kriteria yang relevan bagi pengguna Indonesia. Aspek yang dinilai meliputi kepatuhan regulasi, biaya total kepemilikan, kelengkapan kelas aset, fitur inti dan order lanjutan, stabilitas sistem dan kecepatan eksekusi, keamanan teknis dan kustodi, kualitas riset serta edukasi, hingga layanan pelanggan.

    Kami mengutamakan uji coba langsung dan perbandingan biaya nyata, dilengkapi evaluasi umpan balik pengguna. Relevansi untuk pasar Indonesia menjadi kunci, termasuk ketersediaan setoran IDR, metode pembayaran lokal, laporan pajak yang mudah, dan kejelasan pengawasan OJK untuk crypto. Dengan demikian, rekomendasi yang Anda baca tidak hanya populer secara global, tetapi juga praktis digunakan di Indonesia.

    1. FAQ Singkat

    Apakah aplikasi global bisa dipakai di Indonesia? Bisa, asalkan tidak melanggar ketentuan lokal dan Anda memahami implikasi pajak serta mekanisme setoran dan penarikan. Namun, untuk kemudahan KYC, dukungan IDR, dan kepastian kepatuhan, aplikasi yang beroperasi melalui entitas berizin di Indonesia seperti Pluang umumnya lebih praktis.

    Lebih baik pakai aplikasi all-in-one atau khusus satu aset? Jika Anda ingin portofolio terdiversifikasi, aplikasi all-in-one seperti Pluang memberi kemudahan manajemen dalam satu tempat. Jika Anda trader yang membutuhkan fitur spesifik sangat mendalam pada satu aset, aplikasi khusus bisa lebih optimal. Pilihan terbaik kembali ke tujuan dan gaya Anda.

    Berapa modal awal yang ideal untuk pemula? Mulailah kecil dan bertahap. Nominal awal sebaiknya tidak mengganggu keuangan harian. Gunakan setoran kecil untuk menguji alur deposit, eksekusi, dan penarikan, lalu tingkatkan saat Anda semakin paham biaya, fitur, dan risiko.

    Bagaimana cara mengecek izin dan pengawasan OJK? Periksa informasi perizinan pada situs resmi platform, baca kebijakan legal di aplikasi, dan rujuk situs atau kanal resmi OJK. Untuk crypto, pastikan jelas bahwa layanan berada di bawah pengawasan OJK. Untuk produk lain seperti reksa dana dan emas digital, pastikan entitas terkait memegang izin sesuai peraturan yang berlaku.

    1. Kesimpulan

    Tidak ada aplikasi yang terbaik untuk semua orang. Aplikasi trading terbaik di dunia adalah yang paling selaras dengan aset pilihan Anda, strategi, dan toleransi risiko. Gunakan kriteria objektif seperti regulasi, biaya total, fitur yang benar-benar Anda butuhkan, stabilitas, dan keamanan untuk menilai setiap opsi.

    Bagi pengguna Indonesia, utamakan kepatuhan pada OJK untuk crypto, biaya yang transparan, dukungan setoran IDR, serta perlindungan data dan dana melalui standar keamanan yang jelas. Dalam konteks ini, Pluang layak dipertimbangkan sebagai solusi multi-aset yang aman dan praktis, dengan pengawasan regulator, sertifikasi ISO 27001, segregated account, serta kemudahan laporan pajak yang bisa diunduh langsung dari aplikasi. Dengan pendekatan yang disiplin dan informasi yang tepat, Anda bisa memilih aplikasi yang paling cocok dan melangkah lebih percaya diri dalam mengelola portofolio investasi.



    Sumber : pluang.com

  • Baru Belajar Investasi? Ketahui 5 Contoh Kelas Aset dan Cara Mengelolanya

    Dalam mengelola portofolio investasi, kamu akan dihadapkan dengan berbagai pilihan asset className (kelas aset). Apa itu kelas aset?

    Kelas aset adalah pengelompokan investasi dengan karakteristik yang sama dan terkait dengan hukum dan peraturan yang sama. Asset className terdiri dari instrumen atau produk investasi dengan kecenderungan serupa di pasar.

    asset className
    Sumber: Fidelity Inernational

    Secara historis, apa itu kelas aset ditentukan ke dalam tiga jenis. Yakni asset className utama adalah ekuitas (saham), pendapatan tetap (obligasi), dan cash equivalent atau instrumen pasar uang (money market).

    Saat ini, perkembangan kelas aset ini termasuk melingkupi real estate, komoditas, maupun komoditas berjangka (futures), serta derivatif keuangan lainnya, dan bahkan cryptocurrency.

    Investasi dalam asset className ini mencakup instrumen berwujud dan tidak berwujud yang diperjualbelikan oleh investor untuk tujuan menghasilkan pendapatan tambahan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

    Baca juga: Takut Kekayaan Tergerus Waktu? Ini 4 Diversifikasi Portofolio yang Paling Cocok Untukmu!

    Berbagai kategori asset className

    Sederhananya, asset className adalah pengelompokan sekuritas keuangan yang sebanding. Misalnya, IBM, MSFT, AAPL dikelompokkan dalam asset className berupa stok/saham.

    Banyak analis pasar dan penasihat keuangan membagi asset className ini ke dalam lima kategori berikut ini:

    #1 Saham atau ekuitas

    Ekuitas adalah kepemilikan saham yang diterbitkan oleh perusahaan publik. Di AS, saham-saham ini diperdagangkan di bursa saham seperti NYSE dan NASDAQ. Sementara, di Indonesia, saham-saham ini diperdagangkan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Potensi keuntungan dari kelas aset ini diperoleh dari kenaikan harga saham atau dengan menerima dividen.

    Asset className berupa ekuitas sering dibagi lagi dengan kapitalisasi pasar menjadi saham-saham berkapitalisasi kecil, saham berkapitalisasi menengah, hingga kapitalisasi besar (blue-chip stocks). Di Indonesia, blue-chip stocks ini masuk dalam kategori LQ45.

    #2 Obligasi atau investasi pendapatan tetap lainnya

    Investasi pendapatan tetap adalah investasi dengan tingkat pengembalian dalam bentuk bunga/kupon. Investasi ini umumnya dianggap berisiko daripada berinvestasi di ekuitas atau asset className lainnya.

    #3 Money market dengan uang tunai/cash equivalents

    Keuntungan pasar uang terkait likuiditasnya. Dana/modal yang disimpan dalam bentuk uang tunai atau setara kas tentu dapat dengan mudah diakses kapan saja.

    #4 Real estate atau aset berwujud lainnya

    Real estate dan berbagai aset fisik dianggap sebagai asset className yang menawarkan perlindungan terhadap inflasi. Sifat aset ini membuat aset ini dianggap sebagai aset yang “lebih nyata”.

    Dalam hal itu, jenis aset ini berbeda dari aset yang hanya ada dalam bentuk instrumen keuangan seperti investasi derivatif.

    #5 Futures (investasi berjangka) dan derivatif keuangan lainnya

    Kategori aset ini mencakup kontrak berjangka, pasar valas, options (opsi), dan deretan derivatif keuangan lainnya yang kini makin berkembang.

    Derivatif adalah instrumen keuangan yang didasarkan pada, atau berasal dari, aset dasar. Misalnya, opsi saham adalah turunan dari saham.

    Opsi saham adalah kontrak yang memberikan hak kepada karyawan perusahaan untuk membeli saham perusahaan dalam jangka waktu tertentu dengan harga tertentu pula. Biasanya opsi saham menawarkan harga yang lebih murah dari harga saham di pasar saham.

    Baca juga: Mengenal Compound Interest, Konsep Bunga Lipat Ganda dalam Investasi

    Strategi memilih dan mengelola asset className

    apa itu kelas aset

    Dari lima kategori asset className tersebut, kategori masih bisa dipecah lebih detail lagi. Sama seperti halnya “buah” yang memiliki “rasa” berbeda untuk setiap variannya. Begitu pula, satu jenis asset className, misalnya saham, sekalipun juga memiliki ragam kategori.

    Suatu saham dapat dikategorikan berupa saham nasional atau saham asing, startup atau perusahaan multinasional, berdasarkan nilai atau pertumbuhan, dsb. Begitu pula kelas aset lainnya dapat dikategorikan ke subkategori tertentu lagi.

    Secara umum, manajer investasi mengelola asset className dengan menggunakan langkah-langkah berikut ini:

    #1 Menentukan jenis kelas aset (asset className) yang akan dimasukkan atau dikeluarkan dari portofolio;

    #2 Melakukan pertimbangan apakah masing-masing kelas dalam portofolio tergolong normal, over, atau overweight, proses ini disebut sebagai policy atau asset allocation;

    #3 Secara strategis menetapkan penyesuaian dalam mengelola portofolio, untuk memperoleh excess return dari fluktuasi harga jangka pendek atau dikenal sebagai market timing;

    #4 Memilih secara selektif saham atau obligasi dalam masing-masing asset className untuk memperoleh tingkat keuntungan yang superior, atau dikenal juga sebagai proses security selection

    Langkah demi langkah ini diperlukan untuk mencari tahu pengelolaan dana yang paling tepat apabila investor memilih jenis asset className tertentu dan memutuskan untuk memasukkannya ke dalam portofolio mereka.

    Selanjutnya, secara berkala manajer investasi akan melakukan evaluasi terhadap strategi asset allocation tersebut. Dalam proses ini, menimbang-nimbang asset className akan menjadi poin utama strategi.

    Sumber: Investopedia, Nerd Wallet, Corporate Finance Institute, Blog Kontan

    Simak juga:

    Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

    Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Aplikasi Trading yang Terdaftar di Bappebti: Cara Cek Legalitas, Contoh, dan Tips Memilih

    Memilih aplikasi trading yang terdaftar di Bappebti memberi kepastian bahwa aktivitas Anda berlangsung di bawah kerangka hukum yang jelas. Untuk pialang berjangka, forex, dan emas digital, status “terdaftar di Bappebti” berarti perusahaan memiliki izin resmi sebagai pialang atau penyelenggara, terhubung dengan bursa berjangka dan lembaga kliring, serta tunduk pada pengawasan dan audit berkala. Di sisi lain, penting dicatat bahwa sejak 2024, aset crypto berada di bawah pengawasan OJK, sehingga platform crypto merujuk pada perizinan dan tata kelola yang ditetapkan OJK, bukan lagi Bappebti. Dengan aplikasi berizin, Anda mendapatkan perlindungan dana nasabah, transparansi biaya, serta akses mekanisme penyelesaian sengketa jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Dengan demikian, aspek legalitas bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi keamanan dan kenyamanan bertransaksi.

    1. Peta Regulasi Singkat di Indonesia

    Untuk crypto, pengawasan kini berada di OJK. Artinya, tata kelola, manajemen risiko, hingga standar perlindungan konsumen mengikuti aturan OJK. Platform yang menyediakan perdagangan crypto wajib memastikan struktur kepatuhan, keamanan data, dan pelaporan sesuai ketentuan OJK. Sementara itu, pialang berjangka dan forex diatur oleh Bappebti. Entitas ini wajib menjadi anggota bursa berjangka dan lembaga kliring yang relevan, sehingga transaksi berjalan dalam ekosistem yang terstandarisasi dan diawasi. Adapun emas digital berada di bawah izin Bappebti, sehingga pengguna sebaiknya hanya bertransaksi dengan pedagang emas digital resmi yang tercantum di situs Bappebti. Memahami peta regulasi ini membantu Anda menilai legalitas aplikasi sesuai jenis produknya.

    1. Jenis Aplikasi Trading yang Terdaftar dan Contoh Populer

    Aplikasi di Indonesia umumnya terbagi dalam beberapa kategori. Pertama, platform crypto yang diawasi OJK. Anda bisa menemukan status perizinan dan informasi terbaru dengan mengecek pengumuman dan daftar entitas berizin di kanal resmi OJK. Kedua, pialang forex dan berjangka berizin Bappebti. Kategori ini lazim menyediakan akses ke instrumen berjangka dan derivatif lain, serta sering menjadi rujukan bagi pemula hingga pengguna menengah karena menawarkan edukasi dan pendampingan. Ketiga, super app multi-aset seperti Pluang yang memadukan berbagai kelas aset dalam satu aplikasi, mencakup crypto, saham AS dan ETF, emas digital, serta reksa dana. Perpaduan ini memudahkan diversifikasi dan manajemen portofolio.

    1. Kriteria Memilih Aplikasi Trading yang Aman dan Nyaman

    Keamanan menjadi prioritas utama. Pilih aplikasi dengan 2FA, enkripsi yang baik, kerja sama dengan kustodian tepercaya, serta sertifikasi keamanan seperti ISO 27001. Dari sisi biaya, perhatikan spread, komisi, biaya penarikan, dan komponen biaya lain agar Anda memahami total biaya transaksi. Selain itu, lihat kelengkapan produk dan fitur, mulai dari variasi aset, tipe order, kemampuan charting, materi edukasi, hingga fitur lanjutan seperti auto-invest atau copy fitur jika tersedia. Terakhir, nilai layanan yang diberikan, termasuk responsivitas customer support, stabilitas aplikasi, serta kualitas konten edukasi berbahasa Indonesia agar proses belajar dan pengambilan keputusan Anda berjalan mulus.

    1. Kenapa Memilih Pluang untuk Trading Multi-Aset

    Pluang memposisikan diri sebagai platform multi-aset tepercaya yang beroperasi di bawah pengawasan regulator Indonesia. Untuk perizinan dan pengawasan, aset crypto di Pluang berada di bawah OJK, emas digital berizin Bappebti, sementara entitas berizin Pluang mencakup PT PG Berjangka, PT Pluang Emas Sejahtera, PT Bumi Santosa Cemerlang, dan PT Sarana Santosa Sejati. Pluang juga memastikan keamanan dana melalui rekening terpisah di bank kustodian berizin seperti BCA, CIMB Niaga, dan Bank Artha Graha Internasional. Untuk aset internasional, Pluang bekerja sama dengan kustodian global seperti Alpaca Securities LLC, BMO Harris Bank yang berperingkat AA, serta menggunakan teknologi keamanan MPC dari Fireblocks. Standar keamanan informasi Pluang tersertifikasi ISO/IEC 27001:2013, ditunjang stabilitas sistem 99,9% untuk pengalaman pengguna yang andal.

    Dari sisi produk dan fitur, Pluang menyediakan crypto, saham AS dan ETF, emas digital, serta reksa dana, lengkap dengan fitur auto-invest, futures, leverage, dan options bagi pengguna yang membutuhkan fleksibilitas strategi. Soal kepatuhan pajak, Pluang memudahkan pengguna dengan fitur unduh laporan pajak langsung dari aplikasi, sehingga Anda dapat menyusun dan melaporkan SPT dengan lebih praktis sesuai ketentuan yang berlaku.

    1. Risiko dan Praktik Terbaik Saat Trading

    Pergerakan harga di pasar bersifat volatil, terutama pada instrumen berisiko tinggi dan saat menggunakan leverage. Mulailah dengan nominal kecil, gunakan manajemen risiko yang disiplin, dan hanya menempatkan dana yang siap Anda tanggung risikonya. Terapkan rencana trading yang jelas agar keputusan eksekusi tidak emosional, sertakan batasan seperti stop-loss dan take-profit. Jaga keamanan akun dengan mengaktifkan 2FA, melindungi frasa pemulihan, dan menggunakan whitelist penarikan bila tersedia. Hindari FOMO dan verifikasi sumber informasi, jangan mudah mengikuti grup sinyal tanpa rekam jejak yang kredibel.

    1. Pajak Singkat untuk Trader Indonesia

    Untuk transaksi crypto, pembelian tidak dikenai pajak, namun transaksi jual dikenakan pemotongan PPh Pasal 22 sebesar 0,21% dari nilai transaksi sesuai PMK 50/2025. Keuntungan dari penjualan emas digital merupakan penghasilan yang wajib dilaporkan dan dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Reksa dana tidak dikenakan pajak berdasarkan PPh Pasal 4 Ayat 3. Sementara itu, keuntungan dari saham AS, futures, options, dan produk USD Yield mengikuti tarif progresif PPh Pasal 17. Jika Anda menerima dividen luar negeri yang telah dipotong pajak 15%, tetap laporkan sebagai penghasilan di SPT. Untuk biaya transaksi tertentu, terdapat PPN 12% sesuai PMK 131/2024, sehingga sebaiknya Anda mengecek rincian sesuai produk yang digunakan. Di Pluang, Anda bisa mengunduh laporan pajak dari menu Akun, memilih tahun dan jenis aset, lalu mengirimkan laporan ke email terdaftar untuk memudahkan pelaporan.

    1. FAQ Singkat yang Sering Ditanyakan

    Apakah aplikasi crypto harus terdaftar di Bappebti? Tidak. Sejak 2024, crypto berada di bawah pengawasan OJK. Karena itu, pastikan platform crypto yang Anda gunakan mengikuti ketentuan OJK dan menampilkan informasi perizinan yang jelas.

    Bagaimana memastikan broker internasional legal di Indonesia? Gunakan hanya entitas lokal yang memiliki izin Bappebti untuk layanan pialang berjangka dan forex. Cek nama PT dan nomor izin di situs Bappebti agar tidak tertipu oleh klaim yang tidak berdasar.

    Apa beda OJK dan Bappebti? OJK mengawasi jasa keuangan, termasuk platform crypto dan agen penjual reksa dana. Bappebti mengawasi pialang berjangka serta penyelenggara emas digital. Setiap produk merujuk ke regulator yang berbeda sesuai ruang lingkupnya.

    Apakah nomor izin bisa berubah? Ya. Nomor izin, status, atau nama entitas dapat berubah karena pembaruan regulasi atau korporasi. Karena itu, selalu cek ulang di situs resmi OJK dan Bappebti sebelum bertransaksi.

    1. Kesalahan Umum Saat Memilih Aplikasi

    Banyak pengguna terpaku pada bonus atau iming-iming keuntungan, lalu mengabaikan aspek izin, struktur biaya, serta keamanan. Kesalahan lain adalah tidak mencocokkan nama perusahaan di aplikasi dengan nama PT pada dokumen izin resmi, sehingga rentan menggunakan layanan yang tidak berizin. Ada juga yang mengabaikan risiko leverage dan tidak memasang batasan risiko, atau melewatkan proses KYC dan pengaturan keamanan dasar seperti 2FA. Menghindari kesalahan-kesalahan ini akan membuat pengalaman trading Anda jauh lebih aman dan terukur.

    1. Kesimpulan

    Gunakan hanya aplikasi trading berizin. Untuk crypto, pastikan pengawasan OJK. Untuk pialang berjangka, forex, dan emas digital, pastikan entitasnya terdaftar di Bappebti. Lakukan verifikasi izin secara mandiri, pahami struktur biaya, dan prioritaskan keamanan serta fitur yang sesuai kebutuhan. Jika Anda mencari satu aplikasi untuk mengelola beragam aset, Pluang dapat menjadi pilihan multi-aset yang tepercaya, diawasi OJK, didukung entitas berizin, memiliki keamanan kuat berstandar ISO/IEC 27001:2013, serta menyediakan laporan pajak yang bisa diunduh langsung dari aplikasi. Dengan langkah yang tepat, Anda bisa bertransaksi lebih percaya diri dan fokus membangun portofolio yang sehat.



    Sumber : pluang.com

  • Investasi Saham Sesuai Kondisi Pasar, Bagaimana Caranya?

    Bull market vs bear market adalah istilah yang lazim digunakan di dunia saham. Bear market adalah kondisi pasar saham di mana harga saham sedang mengalami tren melemah atau turun.

    Sementara, bull market merupakan lawannya, yakni kondisi yang menggambarkan pasar saham di mana harga saham sedang mengalami tren penguatan atau naik.

    bull market vs bear market

    Asal istilah bull market vs bear market ini sendiri sebenarnya tidak berhubungan dengan pasar saham. Istilah bear market didasarkan pada teknik beruang bertarung dengan musuhnya, yakni banteng atau bull

    Sementara beruang menghujamkan cakar ke bawah, banteng menyerudukkan tanduknya ke atas. Teknik pertarungan antara beruang dan banteng ini yang menjadi inspirasi istilah bull market vs bear market untuk menggambarkan kondisi dan situasi pasar saham.

    Bear market menunjukkan indikasi kecenderungan saham menurun, sementara bull market kebalikannya yakni mengindikasikan harga saham sedang mengalami kenaikan.

    Penyebutan ini didasarkan pada kebiasaan pemburu di Inggris pada abad ke-17 yang menjual kulit beruang sebelum mereka menangkapnya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan short sellers di pasar saham. Mereka menjual saham bahkan sebelum memilikinya.

    Baca juga: Jangan Trading Saham Kalau Belum Baca Sejarah Pasar Modal Indonesia Ini!

    Karakteristik bull market vs bear market

    bear market

    Meski kondisi naik atau turunnya pasar saham ditandai oleh arah harga saham, beberapa karakteristik berikut ini perlu diperhatikan oleh investor dalam memprediksi kenaikan atau penurunan saham.

    #1 Penawaran dan permintaan efek

    Dalam pasar bullish, kami melihat permintaan yang kuat dan pasokan yang lemah untuk sekuritas. Dengan kata lain, banyak investor yang ingin membeli sekuritas, sementara sedikit yang tertarik untuk menjual.

    Akibatnya, harga saham akan naik karena investor bersaing untuk mendapatkan ekuitas/modal yang tersedia dalam pasar modal.

    Dalam pasar bearish, yang terjadi adalah sebaliknya. Lebih banyak orang mencari untuk menjual daripada membeli. Permintaan secara signifikan lebih rendah daripada penawaran dan, sebagai akibatnya, harga saham turun.

    Jadi, bull market vs bear market dalam pasar saham akan tampak jelas terkait penawaran dan permintaan efek dari para investor.

    #2 Psikologi investor terkait bull market vs bear market

    Karena perilaku pasar dipengaruhi dan ditentukan oleh bagaimana tiap orang beraktivitas di pasar saham, maka psikologi dan sentimen investor akan mempengaruhi apakah pasar naik atau turun.

    Kinerja pasar saham dan psikologi investor cenderung saling bergantung. Dalam pasar bullish, investor rela berpartisipasi dengan harapan mendapatkan untung.

    Selama pasar bearish, sentimen pasar negatif karena investor mulai memindahkan uang mereka dari ekuitas dan mengarahkannya ke sekuritas pendapatan tetap. Alias, memindahkan dananya ke “wadah” yang menawarkan imbal hasil yang jelas.

    Singkatnya, penurunan harga pasar saham mengguncang kepercayaan investor, menyebabkan mereka menyimpan uang di luar pasar saham. Pada gilirannya, ini menyebabkan penurunan harga umum di pasar saham dan arus keluar meningkat.

    Ini bisa diamati dalam situasi COVID-19 saat ini, ketika IHSG dan bursa saham global cenderung anjlok dipengaruhi psikologi dan sentimen negatif investor terhadap situasi.

    #3 Perubahan dalam kegiatan ekonomi

    Karena bisnis yang sahamnya diperdagangkan di bursa adalah perusahaan dalam ekonomi skala lebih besar, maka pasar saham dan ekonomi keseluruhan cenderung saling terkait.

    Pasar bearish dikaitkan dengan keadaan ekonomi yang lemah karena sebagian besar bisnis tidak dapat mencatatkan laba yang besar. Penurunan laba ini, tentu saja, secara langsung mempengaruhi cara pasar menilai saham.

    Dalam pasar bullish, kebalikannya terjadi karena orang memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan dan bersedia membelanjakannya. Pada gilirannya, keadaan bullish ini mendorong dan memperkuat perekonomian.

    Baca juga: 5 Trik Ringkas Main Saham dengan Modal Kecil Biar Cuan Gede

    Jadi apa yang perlu dilakukan dalam bull market vs bear market?

    investasi saham

    Kendati bear market menggambarkan kondisi pasar saham yang lesu atau dengan harga saham cenderung menurun, kamu masih bisa memperoleh keuntungan dalam pasar ini.

    Salah satu teknik yang umumnya dilakukan investor adalah dengan melakukan short selling. Ini adalah teknik menjual saham dengan mekanisme investor atau trader meminjam dana untuk menjual saham yang belum dimiliki dengan harga tinggi dan berharap akan membelinya kembali serta mengembalikan pinjaman saham ke pialangnya di saat harga saham turun.

    Teknik ini bisa dilakukan dengan menjual saham yang dipinjam dan membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah. Dengan teknik ini, investor akan memperoleh keuntungan dari selisih antara harga saat saham dijual dengan harga pembelian saat perdagangan ditutup.

    Bagaimanapun, terdapat teknik berbeda untuk mengatasi situasi pasar saham bull market vs bear market.

    Sementara dalam pasar bullish, hal ideal yang harus dilakukan investor adalah mengambil keuntungan dari kenaikan harga dengan membeli saham di awal tren jika memungkinkan dan menjualnya ketika telah mencapai puncaknya.

    Selama pasar bull, kerugian harus kecil dan sementara; seorang investor biasanya dapat secara aktif dan percaya diri berinvestasi dalam lebih banyak ekuitas dan probabilitas lebih tinggi untuk menghasilkan pengembalian.

    Jadi, bagaimana, kamu sudah siap belum untuk cuan dalam mengatasi situasi bull market vs bear market?

    Sumber: Investopedia, Simulasi Kredit

    Simak juga:

    Takut Investasi karena Istilah Rumit? Simak Kamus Investasi Emas Ini!

    Gaji Pas-pasan? Pertimbangkan 4 Hal Ini untuk Mengambil Utang Produktif

    Enam Cara Investasi Emas bagi Pemula

    Perusahaan Incaranmu Melantai di Bursa Saham? Ini Tips dan Trik Membeli Saham IPO

    Selain Saham Apple, Ini 10 Saham Terbesar Milik Warren Buffett!



    Sumber : pluang.com