Category: Tempat makan

  • Di Kebon Jeruk, Ada Nasi Liwet Viral hingga Kopitiam buat Makan Sedap


    Jakarta

    Mencari tempat makan siang yang enak dan memuaskan di kawasan Kebon Jeruk tidaklah sulit. Kamu bisa mampir ke 5 tempat yang menawarkan nasi liwet viral sampai kopitiam Hong Kong ini.

    Tak hanya di daerah Jakarta Selatan, di Kebon Jeruk, Jakarta Barat juga banyak tempat makan enak yang bisa disambangi. Pilihan makanannya juga beragam, mulai dari kuliner tradisional sampai makanan khas China.

    Beberapa tempat makan di kawasan Kebon Jeruk ini cocok menjadi tujuan para karyawan atau mahasiswa yang ada di sekitarnya untuk makan siang. Selain menawarkan makanan yang enak, harganya juga masih terjangkau.


    Kalau ada di kawasan Kebon Jeruk dan ingin makan siang enak, tidak perlu bingung lagi. Kamu bisa mampir ke 5 tempat makan ini.

    Berikut rekomendasi tempat makannya!

    1. Nasi Liwet Pawon

    Nasi Liwet PawonNasi Liwet Pawon yang viral di Kebon Jeruk. Harganya Rp 20.000 an saja. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tempat makan nasi uduk satu ini tidak perlu diragukan lagi kenikmatannya. Warungnya selalu ramai pembeli bahkan dari sebelum buka. Mereka juga menerima pesanan via online. Oleh karena itu, kalau mau makan ke sini sebaiknya datang lebih awal atau melakukan pemesanan via WhatsApp terlebih dahulu.

    Nasi Liwet Pawon menawarkan beberapa pilihan lauk, mulai dari ayam goreng, ikan, hingga kulit goreng. Selain nasi uduk, bisa pilih nasi tutug oncom juga.

    Seporsi Rp 20.000 sudah komplet, ada nasi (nasi liwet atau tutug oncom), ayam goreng atau ikan goreng, tempe mendoan, ikan asin, lalapan, terong goreng, dan tiga macam sambal (sambal bawang, terasi, dan kecap).

    Paket nasi kulit gorengnya lebih murah dibanderol sebesar Rp 15.000 dan seporsinya juga sudah komplet. Kalau kurang puas, bisa tambah kulit goreng, tempe mendoan, atau tahu goreng secara porsian.

    Jika tertarik bisa mampir ke lokasi Gg. P1 No.Depan, Kb. Jeruk, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530.

    2. Soto Tangkar Pak Min

    Jika mencari makan siang yang berkuah segar, bisa mampir ke warung Soto Tangkar Pak Min. Soto tangkar ini disebut-sebut mendapat rating bintang 5 di aplikasi ojek online.

    Soto tangkar khas Bogor ini disajikan dengan kuah full santan yang rasanya gurih dan sedikit pedas. Semangkuk terdiri dari tulang muda hingga potongan daging. Harganya sekitar Rp 18.000 sampai Rp 25.000.

    Lokasinya di Jl. Raya Kb. Jeruk No.9 6, RT.6/RW.1, Kb. Jeruk, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530.

    3. Ayam Taliwang H.Moerad

    Di kawasan Kebon Jeruk juga ada tempat makan ayam taliwang legendaris, sudah buka sejak tahun 1967.

    Ayam taliwang dikenal punya cita rasa otentik dan bumbu yang meresap sampai ke dalam daging. Meskipun pakai ayam kampung, tekstur dagingnya tetap lembut.

    Supaya makin lengkap bisa tambah sayur plecing kangkung dan sambal tomatnya. Kalau pesan satu ekor harga ayam taliwangnya dibanderol sekitar Rp 80 ribuan.

    Jika tertarik bisa mampir ke lokasi di Jl. Sasak III No.3, RT.3/RW.8, Klp. Dua, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat. B

    4. Three Uncles

    Three Uncles : Cha Siu Noodle dan General Wong's Chicken Halal ala Hong KongThree Uncles : Cha Siu Noodle dan General Wong’s Chicken Halal ala Hong Kong Foto: detikFood

    Sajian chinese food modern ala Hong Kong juga bisa ditemukan di Kebon Jeruk, tepatnya di restoran Three Uncles. Restorannya mirip kedai kopi atau kopitiam jadul ala Hong Kong.

    Kalau ke sini bisa pesan hidangan HK-Cha Siu Wonton Noodle yang seporsinya dibanderol seharga Rp 52.000. Menu mie ini disajikan dengan potongan bebek panggang di atasnya.

    Yang Chow Three Uncles atau nasi goreng ala Hong Kong ini juga bisa dipesan. Harga seporsinya Rp 45.000, disajikan dalam porsi royal.

    Ada juga menu General Wong’s Chicken atau tumisan daging ayam gurih sebagai pelengkap.

    Jika ingin menikmati makanan di sini, bisa langsung mampir ke Jl. Panjang No.5c, RT.6/RW.11, Kb. Jeruk, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530.

    5. Sambal Seruit Lampung

    Puas Nyeruit Sambal Asli Lampung yang Pedas Segar di Tempat IniSambal seruit Lampung juga bisa ditemukan di Kebon Jeruk. Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Di Kebon Jeruk juga ada tempat makan yang menyajikan sambal seruit khas Lampung asli.

    Kalau makan di sini, nasi, lauk-pauk, dan sambalnya diletakkan di atas cobek besar, sehingga bisa dinikmati oleh 3-5 orang sekaligus. Untuk lauk pauknya ada ikan bakar, ayam, tempoyak, lalapan, dan masih banyak lagi.

    Sambal seruit yang jadi andalan di sini. Diolah menggunakan bahan khusus yaitu tomat rampai yang asli dikirim langsung dari Lampung.

    Selain nasi sambal, mereka juga menawarkan hidangan pindang ikan patin yang rasa asamnya lebih lembut dan ada sedikit sentuhan pedas segar.

    Jika tertarik makan di sini bisa mampir ke Jl. Lapangan Bola No.30,Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Di Bekasi Ada Mie Singapura dan Mie India Rp 20 Ribuan yang Nikmat


    Jakarta

    Warung kaki lima ini menawarkan hidangan mie unik. Bukan mie ayam biasa, di sini kamu bisa menikmati racikan mie Singapura hingga India dengan harga sangat terjangkau!

    Menikmati mie enak tidak hanya bisa di restoran mewah, tapi juga di warung tenda. Pasalnya di Bekasi ada warung kaki lima yang menawarkan racikan mie menarik.

    Pilihannya mulai dari racikan mie asal China, Singapura, sampai India. Harga per porsinya juga sangat ramah di kantong. Tak heran jika warung tenda ini selalu ramai dikunjungi pelanggan dari baru buka (sore hari) sampai malam hari.


    Bukan Mie AyamBukan Mie Ayam, tempat makan berbagai macam olahan mie yang harganya terjangkau. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Salah satu cabangnya berlokasi di kawasan Grand Galaxy Bekasi. Warung tenda-nya tidak begitu besar, kurang lebih ada 10 meja yang per mejanya bisa ditempati oleh 4 orang.

    detikFood mencicipi beberapa menu mie di tempat ini. Berikut rekomendasinya!

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Bukan Mie Ayam
    Alamat Jl. Boulevar Raya Bar. No.50, RT.001/RW.002, Jaka Setia, Kec. Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17147
    Instagram @bukan_mie_ayam
    Jam Operasional Setiap hari, pukul : 17.00 – 23.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 5.000 – Rp 24.000
    Tipe Kuliner Olahan mie
    Fasilitas
    • Area tempat makan
    • Parkiran luas

    1. Warung tenda dengan menu mie variatif

    Bukan Mie AyamBukan Mie Ayam merupakan warung tendaan yang menawarkan hidangan mie variatif. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Seiring berjalannya waktu, banyak usaha kuliner yang menawarkan menu ala restoran tetapi versi kaki lima. Dijualnya hanya menggunakan gerobak atau warung tenda. Begitu juga dengan gerai ‘Bukan Mie Ayam’ di Bekasi ini yang tawarkan aneka racikan mie ala restoran, tetapi dengan versi ekonomis atau kaki limaan.

    Sesuai namanya, warung makan tenda ini memang tidak menjual mie ayam. Mereka justru menjual beberapa varian mie asal negara-negara lain, seperti racikan mie asal China, Singapura, sampai India.

    Mie di sini juga disajikan dengan dua macam pilihan, yaitu berkuah dan versi kering atau dry. Harganya sangat terjangkau, seporsinya mulai dari Rp 14.000 sampai Rp 24.000 saja.

    Kamu bisa tambah ekstra topping, seperti kulit crispy, bakso ikan, smoke ayam, ayam katsu, daging, hingga ayam casiu yang harganya mulai dari Rp 5.000 saja.

    2. Singapore Mie yang creamy pedas

    Bukan Mie AyamSalah satu menu andalan, Mie Singapura yang harganya Rp 24 ribu saja. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Proses pesan menu di sini lewat kasir dan langsung bayar. Kalau sudah, kamu bisa menunggu sebentar di meja, dan akan dipanggil jika pesanan sudah siap. Untuk kondimen, seperti tambahan pangsit goreng, sambal, atau cabai rawit bisa diambil sendiri sepuasnya di meja sebelah kasir.

    Salah satu menu yang kami coba yaitu Singapore Mie. Semangkuk dibanderol dengan harga Rp 24.000, sudah lengkap dengan tambahan ayam asin cincang, potongan fish cake atau semacam otak-otak goreng, dan pokcoy.

    Untuk harga Rp 24.000 menurut kami porsinya royal. Mereka menggunakan tipe mie lebar keriting ala mee pok Singapura. Meskipun disajikan kering atau tanpa kuah, kami tetap bisa merasakan tekstur bumbu mie yang creamy. Sebab, mie Singapura ini memang diracik menggunakan bumbu telur asin.

    Bukan Mie AyamPakai mie lebar yang dimasak dengan bumbu telur asin sedap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Dimakan begitu saja sudah enak, karena racikan bumbunya pas dan meresap. Soal rasa, cenderung gurih, seperti rasa telur asin, tetapi tidak berlebihan dan tidak sampai bikin eneg. Ada sentuhan rasa pedas yang cukup kuat, tetapi munculnya perlahan di sekitar lidah. Jadi tampaknya kurang cocok dinikmati oleh kamu yang tidak bisa makan pedas.

    Toppingnya juga disajikan pas. Ayam cincangnya punya rasa gurih yang tidak berlebihan. Sayuran pokcoynya segar, tidak layu atau alot. Begitu juga dengan potongan fish cake atau otak-otak gorengnya yang memberi sentuhan kebikmatan lebih pada mie Singapura ini.

    3. Indian Style mie yang lebih berempah

    Bukan Mie AyamIndian Style Mie satu ini juga tak kalah nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Warung Bukan Mie Ayam juga punya menu mie bergaya India. Ada dua pilihan, yaitu Indian Style yang rasanya original atau Indian Spicy untuk versi lebih pedas. Keduanya sama-sama disajikan berkuah dan harganya Rp 19.000 saja.

    detikFood memesan versi originalnya yaitu Indian Style. Semangkuk mie disajikan dengan topping tahu, bakso ikan, dan juga pokcoy.

    Berbeda dengan mie Singapura, versi India menggunakan mie yang lebih kecil, pipih, dan agak keriting. Disajikan bersama kuah kari yang teksturnya tidak begitu kental, tetapi juga tidak cair.

    Bukan Mie AyamAda kondimen tahu dan juga bakso ikannya sebagai pelengkap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Rasa mie beserta kuahnya seperti rasa kuah kari India, yang sentuhan rempahnya lebih menonjol. Ada sedikit sensasi pedas hangat dari rempah-rempahan kari tersebut. Namun rasa karinya masih tergolong ringan, jadi tidak bikin eneg meski dimakan banyak.

    Bakso ikannya menambah kenikmatan mie India ini. Ukurannya tidak begitu besar, tetapi kenyal lembut dan rasa ikannya tidak amis. Tahunya juga sangat nikmat dimakan dengan mie ini.

    4. Collagen Szechuan dengan racikan ala China

    Bukan Mie AyamCollagen Szechuan mie di sini juga punya cita rasa tak kalah nikmat loh. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau kamu suka yang berkuah tetapi terasa lebih ringan di mulut, bisa pesan Collagen Szechuan. Seporsinya dibanderol Rp 24.000 saja.

    Mie ala China ini disajikan dengan topping ayam cincang asin, telur, dan pokcoy. Pakai mie yang lebih kecil dan pipih seperti mie India.

    Kuahnya pakai kuah collagen szechuan yang dimasak selama 12 jam. Rasa gurih dan pedasnya ringan di mulut, tetapi tetap ada sentuhan pedas getir khas cabai szechuan.

    5. Lumpia ayam udang sebagai pelengkap

    Bukan Mie AyamAda menu lumpia udang ayam sebagai pelengkap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau kurang puas dengan mie di sini, bisa pesan camilannya. Ada Lumpia Ayam Udang dan Dimsum. Keduanya bisa dibeli per 1 pcs, 3 pcs, dan 5 pcs. Harganya sama, dibanderol mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 20.000.

    detikFood pesan Lumpia Ayam Udang yang bisa dinikmati dalam versi kukus atau goreng. Kalau mau makan dalam bentuk kukusan, kamu bisa ambil sendiri lumpianya dalam dandang rotan yang ada di sebelah kasir.

    Ukuran lumpia menurut kami cukup besar. Kulit tahunya agak tipis dengan isian cincangan daging ayam dan udang yang padat. Rasanya tidak amis, tetapi tekstur cincangan dagingnya masih terasa. Cocok menjadi pendamping mie kering atau dry mienya. Kalau untuk mie kuah, sepertinya lebih baik pesan lumpia ayam udang yang digoreng.

    Untuk minuman pendamping, Bukan Mie Ayam hanya punya pilihan terbatas, yaitu Air Mineral (Rp 5.000), Lemon Tea (Rp 8.000), dan Ice Tea (Rp 5.000).

    Bukan Mie Ayam cabang Galaxy buka setiap hari pukul 17.00 sampai 23.00 WIB. Detikers tertarik mampir?

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Kopi Legendaris di Pekanbaru, Ada yang Eksis Sejak 1950!


    Jakarta

    Kopi legendaris ternyata juga bisa ditemui di Pekanbaru. Tempatnya berupa warung kopi sederhana yang telah eksis puluhan tahun. Paling tua ada yang sejak 1950!

    Penikmat kopi yang akan mengunjungi Pekanbaru, Riau, patut mampir ke beberapa gerai kopi legendaris. Di sini cita rasa klasik menunya tetap terjaga.

    Warung kopi legendaris di Pekanbaru itu sudah bertahan selama puluhan tahun. Diketahui juga kalau ada gerai kopi tertua sejak 1950-an.


    Berikut 5 rekomendasi kopi legendaris di Pekanbaru yang patut dicoba:

    1. Kopi Kimteng

    Kopi Kimteng adalah kedai kopi populer di Pekanbaru, Riau. Lokasinya ada di Jalan Senapelan No 22 A-B-C. Kedainya cukup luas dengan pilihan menu yang beragam.

    Kedai kopi satu ini ternyata juga sudah legendaris sejak 1950-an. Menu klasik seperti kopi hitam panas dan roti bakar srikayanya menjadi andalan.

    Racikan kopi di kedai ini juga masih klasik, berupa kopi tubruk. Selain kopi hitam juga ada variasi kopi susu. Harga per gelasnya mulai dari Rp 10.000-an.

    Tak hanya menu klasik, tapi Kopi Kimteng juga menyediakan sajian lezat lain. Kamu bisa mencicipi mie ayam jamur, bubur ayam, hingga aneka gorengan.

    2. Kopi Kola-kola

    Kedai kopi legendaris lainnya di Pekanbaru, Riau, Kopi Kola-kola. Lokasinya juga di Jalan Ir. H. Juanda, Senapelan.

    Kedai kopi ini sudah berdiri sejak 1985. Seperti kedai kopi lainnya, Kola-kola juga menyediakan variasi kopi hitam, kopi susu, dan lainnya.

    Racikan kopi susu di sini juga masih tradisional. Proses menyeduhnya menggunakan teknik seduh tubruk. Harga per cangkirnya mulai dari Rp 8.000.

    3. Kopi Laris

    Kedai Kopi Laris juga termasuk yang legendaris di Pekanbaru, Riau. Kedai kopi ini juga sudah eksis sejak 1950-an. Lokasinya ada di Jalan Dr. Leimena No.26, Senapelan, Pekanbaru.

    Kedainya cukup besar dengan warna bangunan kuning mencolok membuatnya mudah dicari. Menu kopi di sini juga menarik, mulai dari kopi aren, kopi jagung, hingga kopi ginseng.

    Harga kopi per porsinya dibanderol mulai dari Rp 7.000 – Rp 25.000. Di antaranya ada kopi O, kopi susu, hingga caramel macchiato.

    4. Kopi Indah Ria

    Kedai Kopi Indah Ria ternyata juga sudah ada sejak 1950-an. Lokasinya ada di kawasan Senapelan, tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda No. 108. Kedainya terbilang sederhana dengan dekorasi yang agak jadul.

    Sajian kopi di sini sangat klasik dan terkenal nikmatnya. Berupa kopi tubruk yang bisa dikreasikan menjadi sajian kopi hitam biasa atau kopi susu yang nikmat.

    Harga per cangkir kopi dibanderol mulai dari Rp 10.000-an. Selain menu kopi, Kopi Indah Ria juga terkenal dengan sajian kwetiau gorengnya.

    5. Kopi Megaria

    Masih berdekatan dengan Kopi Indah Ria, kedai legendaris satu ini berlokasi di kawasan yang sama. Namannya Kedai Kopi Megaria yang eksis sejak 1970-an.

    Kopi tubruk di sini juga terkenal nikmatnya. Bisa juga ditambahkan susu kental manis, kalau tak menyukai kopi hitam yang pekat rasanya. Harga per porsi racikan kopi klasik ini dibanderol dari Rp 10.000-an.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Asri! 5 Kafe Suasana Alam di Bogor yang Cocok buat Healing


    Jakarta

    Kafe-kafe di Bogor bisa menjadi tujuan pas untuk hangout seru di akhir pekan. Beberapa kafe menawarkan suasana alam yang asri dengan menu minuman dan makanan yang tak kalah menarik.

    Kalau belum punya rencana apapun di akhir pekan, kamu bisa mampir ke Bogor. Di kota hujan ini banyak kafe-kafe yang menarik untuk dikunjungi, terlebih beberapa kafe menawarkan suasana alam yang cocok untuk healing dan santai sejenak bersama keluarga atau teman.

    Kamu bisa menikmati sejuknya udara Bogor dengan pemandangan asri dari pegunungan hingga sawah. Makanan yang ditawarkan oleh kafe-kafe ini juga tidak kalah menarik untuk dicoba.


    Berikut rekomendasi 5 kafe suasana alam di Bogor yang bisa disambangi!

    1. Kedai Kopi Rumasa

    Kafe suasana alam di BogorKedai Kopi Rumasa tawarkan suasana alam dengan pemandangan sawah. Foto: Instagram @rumasa_bogor

    Kedai Kopi Rumasa bisa menjadi salah satu tujuan karena menawarkan suasana tenang dengan pemandangan sawah hijau yang menyejukkan mata. Area duduknya luas, bisa pilih di outdoor maupun indoor.

    Selain suasana nyaman, kedai kopi ini juga menawarkan minuman dan makanan yang menarik dicoba.

    Untuk minuman kopi, ada menu andalan Kopi Susu Rumasa. Mereka juga punya menu kopi lainnya, seperti Espresso, Kopi Tubruk, hingga Espresso Lychee Fusion. Bagi yang tidak ingin minum kopi bisa pesan Matcha Latte, Choco Speciality, hingga Es Kelapa Rumasa.

    Sebagai pelengkap bisa pesan makanan ringan, seperti Kaya Toasted atau Pisang Goreng Pontianak. Makanan berat, seperti Nasi Goreng Rumasa, Chicken Garlic Matah, hingga Dori Asam Manis juga tersedia di sini.

    Harga menunya dibanderol mulai dari Rp 25.000. Lokasinya bisa ditemukan di Cibalung, Cijeruk, Bogor Regency, West Java. Buka setiap hari pukul 08.00 – 21.00 WIB.

    2. Kafe Alam Bogor

    Kafe suasana alam di BogorSelain suasana alam yang asri, di kafe ini bisa sekaligus menikmati seduhan kopi Luwak bakar. Foto: Instagram @kafealam_

    Sesuai namanya, kafe ini memang dikelilingi oleh hutan pinus dengan pemandangan alam yang asri. Kafenya juga buka 24 jam, sehingga cocok jadi tempat sarapan, makan siang, santai sore, atau bahkan makan malam.

    Salah satu menu yang unik di sini adalah Kopi Bakar Luwak yang dimasak dalam teko dibakar pakai tungku tanah liat. Harganya Rp 40.000 per cangkir.

    Selain itu, di sini juga ada beberapa menu makanan pendamping, seperti surabi yang bisa disajikan asin atau manis.

    Jika tertarik, bisa mampir ke Kafe Alam Resto & Penginapan di Jalan Kp.Cipare,Rt 03/12, Pancawati, Kec. Caringin, Kabupaten Bogor. Buka setiap hari, 24 jam.

    3. KM Zero Sentul

    Tempat hangout satu ini bergaya restoran tradisional Nusantara yang pemandangannya langsung ke arah gunung. Area makannya luas, asri, dan sejuk. Cocok menjadi tempat kumpul bareng keluarga.

    Menu makanan dan minumannya beragam. Kalau untuk makanan beratnya bergaya masakan Sunda, seperti pepes ayam, ikan goreng, ayam goreng, dan lain sebagainya. Tetapi mereka juga puya camilan, seperti surabi dan ketan aneka rasa.

    MInumannya juga variatif, mulai dari beberapa macam racikan kopi Indonesia, seperti Kopi Hambalang, Kopi Klepon, Kopi Aren, aneka kopi seduhan manual, hingga kopi soda segar.

    Harga menu minuman dan makannya dibanderol mulai dari Rp 25.000 saja.

    Jika tertarik bisa mampir ke lokasi Curug Jl. Air Terjun, Sentul Bidadari, Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor Regency, West Java 16810. Weekday buka setiap pukul 09.00-19.00 WIB dan Weekend pukul 09.00-21.00 WIB.

    4. Kopi Tepian

    Kafe suasana alam di BogorKopi Tepian juga menawarkan pemandangan asri langsung ke sungai dan hamparan sawah hijau. Foto: Instagram @kopitepian.sentul

    Di kawasan Sentul, Bogor ada kafe suasana alam yang bisa jadi tujuan. Kafe ini punya pemandangan langsung ke sungai dan hamparan sawah hijau yang akan memanjakan mata.

    Untuk menunya mereka punya hidangan tradisional, seperti nasi goreng, sop iga, sampai iga penyet.

    Kalau mau santai menikmati kopi di sini juga bisa. Ada menu Le Moco, yaitu kopi dengan lemon dan cinnamon yang pahit asam, segar. Kalau mau yang agak manis, di sini juga tersedia kopi susu pandan.

    Lokasi tepatnya ada di Kampung Babakan Ngantay RT 02/RW 08 Karang Tengah, Sentul, Kec. Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Buka setiap hari pukul 08.00 -18.00 WIB.

    5. Kopi Tubing

    Suasananya terjaga alami. Sawah, bukit, gemericik sungai, hijau daun, angin dan sejuknya udara di ketinggian 600 mdpl. Super lengkap sambari pesan kopi hangat dan kriyuk barbeque chiken wings.Kafe sejuk yang tawarkan makanan da minuman enak, seperti kopi hangat dan kriyuk barbeque chiken wings. Foto: Ari Saputra

    Kafe dan restoran ini sangat hits di Bogor karena lokasinya di kaki Gunung Salak.

    Kafe ini cocok jadi tempat hangout atau healing sejenak karena menawarkan pemandangan gunung Salak serta hamparan sawah hijau. Suasananya tentu asri, sehingga sangat nyaman untuk nongkrong lama di sini.

    Menu makanannya juga sangat variatif, mulai dari aneka salad, sup, camilan, pizza, makanan utama, sampai dessert.

    Menu minumannya juga tak kalah beragam. Ada Es Kopi Susu Tubing, Hazelnut Latte, Cube Coffee, hingga Affogato. Minuman non kopinya juga lengkap, seperti Strawberry Tea hingga Mojito Mint Tea.

    Harga menunya dibanderol sekitar Rp 20.000 sampai Rp 50.000an.

    Lokasinya di Jl. Gn. Menir, Ciasihan, Kec. Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16810. Buka setiap hari pukul 09.00-20.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Antre 1 Jam! Donat Ayam Pop hingga Belgian Choco Viral Ada di Sini


    Jakarta

    Gerai donat baru di Panglima Polim ini mencuri perhatian. Mereka menawarkan varian donat unik, salah satunya rasa ayam pop. Saking viralnya, antrean donat ini sampai satu jam!

    Donat masih menjadi makanan yang hits di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya gerai donat baru hadir Jakarta dan langsung ramai diantre pelanggan. Salah satu yang belakangan ini mencuri perhatian adalah Fore Donut yang baru buka di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

    Setelah sukses di cabang pertamanya di Supermal Karawaci, Tangerang, kini Fore Donut hadir di tengah kota Jakarta. Gerai tersebut menempati bangunan lama yang dulunya adalah Fore Experience. Mereka pun mengubah konsepnya menjadi gerai yang khusus menawarkan menu donat.


    Seperti di cabang Karawaci, di Panglima Polim Fore Donut juga ramai diantre pelanggan. detikFood sempat ikut antre kurang lebih 1 jam sampai kami bisa memilih dan membayar donat pilihan kami. Untungnya sistem antrenya tergolong rapi.

    Kami juga mencoba beberapa menu donat Fore, mulai dari yang manis sampai gurih, seperti Ayam Pop.

    Begini pengalaman dan rasa donatnya!

    1. Donat dengan 27 varian rasa

    Fore DonutFore Donut menawarka donat dengan 27 varian rasa. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Donat yang ditawarkan oleh Fore cukup berbeda dari donat pada umumnya. Disebut-sebut mereka menggunakan adonan yang berbahan dasar hasil fermentasi alami dari labu kabocha, ubi madu, dan ubi ungu. Oleh karena itu, donat Fore dikenal lebih sehat dengan tekstur dan rasa yang unik.

    Saat ini tersedia 27 varian rasa yang bisa dicoba. 3 di antaranya adalah varian gurih.

    Tipe donat yang ditawarkan juga variatif, ada yang bentuknya seperti donat original dengan bagian tengah bolong maupun donat bergaya bomboloni.

    Harga donatnya dibanderol mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 24.000.

    2. Waktu antre kurang lebih 1 jam

    Fore DonutBegini suasana Fore Donut di kawasan Panglima Polim sekitar pukul 10.00 Pagi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Gerai Fore Donut di Panglima Polim sudah mulai buka sejak pukul 07.00 pagi. Sampai tutup pun tampaknya gerai donat ini tidak pernah sepi pembeli.

    detikFood sendiri mampir ke gerai Fore Donut pukul 10.00 pagi. Antriannya sudah panjang dan penuh, sehingga kami diarahkan untuk mengambil nomor terlebih dahulu dan mencari tempat duduk.

    Sekitar 20 menit, nomor antrean kami akhirnya dipanggil sehingga kamu bisa langsung masuk ke barisan antrian. Namun perjuangannya masih panjang karena kami masih perlu antre berdiri kurang lebih 40 menit sebelum akhirnya bisa memilih donat.

    Untungnya staff di Fore Donat sangat informatif dan ramah. Sebelum mulai memilih donat, akan ada staff yang memberi penjelasan terlebih dahulu terkait T&C (Terms and condition) pembelian donat tersebut termasuk promo pembelian 6 gratis 6.

    Fore DonutFore Donut saat ini sedang ada promo beli 6 gratis 6. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Saat kami mampir pada hari Kamis (21/11) promo tersebut masih berlaku. Namun promo ini hanya terhitung per kepala. Jadi satu orang maksimal hanya boleh membeli satu promo atau 12 donat (6 beli, 6 gratis). Jika ambil lebih dari 12, harga donat lainnya tersebut akan terhitung sebagai harga satuan.

    Karena variannya banyak, pelanggan dipersilahkan untuk keliling terlebih dahulu kurang lebih 4 menit sebelum menentukan pilihan. Sebab, donat yang sudah diambil tidak dapat dikembalikan. Kalau sudah selesai pilih, bisa langsung melakukan transaksi di kasir.

    Donatnya dikemas dalam satu box memanjang. Satu box berisi 6 buah donat dan masing-masing donat dipisahkan dengan semacam kertas roti supaya tidak saling menempel.

    3. Donat Ayam Pop dan Kaleo yang unik

    Fore DonutFore Donut punya varian Ayam Pop yang unik dan ternyata enak, Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    detikFood membeli 12 donat dari promo tersebut yang total billnya sekitar Rp 141.000. Varian yang kami beli juga variatif, mulai dari yang manis sampai gurih.

    Tentu kami tidak melewatkan varian unik mereka, seperti Ayam Pop (Rp 24.000) dan Ayam Kaleo Donat (Rp 24.000). Keduanya termasuk varian bomboloni. Ukuran donatnya menurut kami tergolong cukup kecil.

    Karena terbuat dari adonan fermentasi labu, jadi bagian dalamnya agak krem kuning. Tekstur donatnya menurut kami lembut, berserat, ringan, dan tipe yang langsung kempes. Saat digigit, teksturnya juga terasa kenyal atau chewy.

    Untuk varian ayam pop, ada bumbu sambal tambahan yang bisa disemprotkan terlebih dahulu ke bagian dalam donat. Donat ini diberi topping ayam suwir yang teksturnya sangat halus. Di bagian dalam donat juga diisi dengan ayam suwir yang melimpah.

    Sambal ayam popnya menurut kami punya rasa gurih pedas yang ringan. Makan donat ini sensasinya seperti menikmati roti dengan isian lemper.

    Fore DonutTersedia donat varian Ayam Kaleo juga untuk variasi gurih. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Donat ayam kaleo yang justru rasanya lebih medok. Bagian atas sampai dalam donatnya dipenuhi dengan cincangan ayam berbumbu kari berempah. Bumbu karinya juga terasa cukup kuat. Meskipun begitu, isian ayam kaleonya tetap menyatu sempurna dengan rasa dan tekstur donat.

    4. Donat PB & J hingga Belgian Choco tak kalah nikmat

    Fore DonutFore Donut menawarkan rasa donat PB & J dan Belgian Chocolate untuk varian manis. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Untuk varian manis, kami mencoba PB & J (Rp 18.000) serta Belgian Choco donut (Rp 24.000). Kedua varian ini juga termasuk bomboloni donat dengan ukuran dan tekstur yang sama seperti varian sebelumnya.

    PB & J donat diisi dengan selai kacang dan atasnya diberi selai stroberi dalam tube sedotan. Jadi sebelum dimakan, selai stroberinya bisa disemprotkan terlebih dahulu ke dalam donat.

    Menurut kami rasa selai kacangnya pas, tidak begitu gurih maupun manis. Ada pun sedikit sentuhan asam segar dari tambahan selai stroberinya.

    Varian Belgian Chocolate juga tak kalah nikmat. Diisi dengan coklat belgia yang melimpah, lumer, dan rasa manis pahitnya pas. Menyatu sempurna dengan adonan donatnya yang juga tak kalah enak.

    Ada beberapa varian lain yang kami coba, seperti Tiramisu Temptation, Berry Cheesy, Matcha on Clouds, hingga Choco Hazelnut.

    5. Fore classic ring tak boleh dilewatkan!

    Fore DonutSelain tipe bomboloni, Fore Donut juga tawarkan donat classing ring. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    detikFood juga mencoba beberapa varian Fore Classic Ring. Mulai dari Signature Chocolate (Rp 15.000), Cheese cake (Rp 18.000), Burnt Cheese Ring (Rp 15.000), dan Creme Brulee (Rp 15.000).

    Menurut kami tekstur donat ringnya cenderung lebih garing daripada bomboloni. Namun tidak kering dan keset di tenggorokan. Tetap empuk dan lembut.

    Tekstur donat tersebut pun cocok dipadukan dengan berbagai variasi topping. Mulai dari Signature Chocolate yang coklatnya melimpah dan rasa coklatnya pekat.

    Kalau mau yang teksturnya agak berbeda bisa pesan Cheese Cake. Donat ini diolesi dengan cream cheese yang gurih, manis, segar dan remahan cheesecake nikmat. Creme Brulee dan Burnt Cheese Ring juga tak kalah nikmat. Memadukan rasa manis, gurih, dengan sensasi pahit seperti karamel.

    Kalau tertarik bisa mampir langsung ke Fore Donut cabang Panglima Polim, Jakarta Selatan. Buka setiap hari pukul 07.00 – 22.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Kuliner Legendaris di Jatinegara Ini Mantap Rasanya, Ada yang Sejak 1948!


    Jakarta

    Meski jarang tersorot, kuliner legendaris di kawasan Jatinegara tidak pernah kehilangan pelanggan setianya. Dari bakery jadul sampai ayam goreng klasik bisa ditemukan di sini.

    Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner paling tua dan sibuk di Jakarta Timur. Di balik deretan pasar, gang sempit, dan kawasan pemukiman yang padat, di sini hadir berbagai makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun.

    Beberapa di antaranya bahkan sudah berdiri sejak era 1940-an dan 1950-an, tetap setia dengan racikan turun-temurun yang tak berubah.


    Dari jajanan pasar yang dijual di gang kecil, olahan sate kambing yang enak, hingga jajanan kaki lima yang antreannya tak pernah surut.

    Berikut 7 rekomendasi tempat makan legendaris di Jatinegara yang bertahan sejak puluhan tahun lalu:

    1. Ayam Goreng Ibu Haji

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiAyam Goreng Bu Haji, Kuliner Legendaris di Jatinegara. Foto: Site Culinary/Visual

    Ayam Goreng Ibu Haji menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Jatinegara, karena restoran ini sudah berdiri sejak 1948. Meski sempat terbakar pada 1998, kedai ini tetap bertahan dan menjaga cita rasa yang sama. Menu yang ditawarkan sederhana, hanya ayam goreng bumbu kuning dan sayur asem, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak pelanggan kembali.

    Potongan ayam kampung berukuran besar dimasak dengan bumbu ungkep kuning cerah yang meresap sampai ke dalam. Rasa gurih ayam semakin nikmat saat dicocol sambal ulek merah dan disantap bersama sayur asem segar.

    Selain ayam goreng, tersedia empal goreng dengan serundeng yang tak kalah populer. Harga seporsi ayam kampung masih terjangkau, sekitar Rp 25.000.

    2. Siomay Wawa

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiSiomay Wawa. Foto: Site Culinary/Visual

    Siomay Wawa menjadi jajanan favorit di Jatinegara sejak era 1990-an. Berlokasi di dalam Gang Banten, Pasar Jatinegara, siomay ini kembali viral setelah banyak diulas di media sosial.

    Untuk adonan siomay ini terbuat dari campuran ayam dan udang yang bentuknya sekilas menyerupai dimsum, tapi tetap disebut siomay karena proses dan penyajiannya.

    Selain siomay di sini juga menjual ngohiong yang padat dan lembut. Karena tingginya permintaan, pembeli kini harus memesan minimal satu hari sebelumnya. Harga siomay per porsi berada di kisaran Rp 30.000 dengan jam operasional pukul 05.00-17.00.

    Aromanya yang khas dan teksturnya yang kenyal membuat Siomay Wawa tetap menjadi pilihan banyak warga sekitar yang mencari jajanan jadul yang enak.

    3. Combro Bu Aminah

    Gurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang LegendarisGurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang Legendaris Foto: detikFood

    Combro Bu Aminah atau Terminal Combro, kini menjadi buruan para pencinta jajanan tradisional di Jatinegara. Berlokasi di Gang Tai, kios ini sudah berdiri sejak 1980-an dan semakin populer setelah banyak diliput media serta food vlogger.

    Ciri khasnya ada pada adonan singkong padat yang diisi oncom berbumbu gurih pedas. Sensasi cabai rawit di dalamnya memberi kejutan yang membuat banyak pelanggan ketagihan. Meski lokasinya tersembunyi, pembeli terus berdatangan hingga kini harus memesan H-1 agar kebagian.

    Selain combro, tersedia juga misro, getuk, ongol-ongol, dan roti goreng dengan harga sekitar Rp 3.500. Rasanya yang autentik membuat jajanan sederhana ini tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Banyak warga datang karena rasa yang dianggap tidak berubah sejak dulu.

    4. Toko Roti Gelora

    Nostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 TahunNostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Toko Roti Gelora merupakan salah satu jejak kejayaan bakery lawas era 1980-an yang masih bertahan hingga kini. Berada di dalam gang padat pemukiman Bali Mester, letaknya memang tidak mencolok sehingga pengunjung harus jeli mencari. Namun lokasi tersembunyi ini tidak mengurangi popularitasnya, terutama setelah viral di media sosial.

    Toko yang sudah berdiri lebih dari 75 tahun ini tetap mempertahankan racikan roti khas dengan kualitas yang konsisten. Menu utamanya adalah roti tawar, disusul roti manis, roti gandum, roti sobek, dan roti pisang. Selain roti, tersedia butter cookies dengan berbagai rasa, seperti Vanilla Ring, Danish, dan Speculaas.

    Usaha ini kini dikelola oleh Pak Ridwan, generasi kedua pemilik Roti Gelora. Harga rotinya masih terjangkau mulai dari Rp 15.000.

    5. Siomay Super Pak Aceng

    5 Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba!Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba! Foto: Site Culinary

    Siomay Super Pak Aceng di Cipinang Raya menjadi salah satu jajanan yang selalu diminati pembeli. Dijual sejak 1980-an, siomay ini terkenal karena mampu menjual ribuan butir hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Ukuran siomaynya besar, mirip dengan siomay premium di restoran.

    Menunya lengkap, mulai dari kentang, pare, siomay tahu goreng dan putih, hingga kol gulung lembut. Setiap potongan disajikan dengan siraman bumbu kacang, perasan jeruk nipis, dan kecap manis. Harga per biji hanya Rp 4.000.

    Tekstur siomaynya kenyal, terutama siomay telur yang menjadi favorit pelanggan. Aroma bumbu kacangnya yang wangi membuat banyak orang rela antre panjang. Kelezatannya membuat jajanan kaki lima ini tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.

    6. Sate Kambing H. Giyo

    Sate Kambing H. Giyo sudah menjadi ikon kuliner di kawasan Jatinegara sejak 1985. Beroperasi dengan gaya Solo, sate ini terkenal karena potongan dagingnya yang besar namun tetap empuk. Daging kambing dipanggang dengan olesan kecap dan rempah khas sehingga menghasilkan aroma sedap dan rasa manis gurih. Sensasi daging yang lembut menjadikan sate ini favorit banyak pelanggan setia.

    Selain sate, tersedia juga tongseng kambing dengan kuah kental, sop kambing, serta tengkleng yang kaya rempah. Harga satu porsi sate berkisar Rp 55.000.

    Tempat makan sate ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati olahan kambing yang tidak berbau prengus. Kedai ini menjadi salah satu tempat makan wajib saat berkunjung ke Jatinegara.

    7. Soto Sapi Ni’mat

    Kelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 TahunKelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Soto Sapi Ni’mat Betawi yang berdiri sejak 1952 menjadi salah satu soto paling legendaris di Jatinegara. Warung sederhana ini konsisten menyajikan satu menu yaitu soto Betawi berkuah santan murni tanpa susu, menggunakan santan dari kelapa pilihan, dan racikan rempah turun-temurun.

    Daging sapi, kikil, dan tulang muda dimasak dua kali agar empuk, lalu disajikan bersama sambal rawit dan acar. Seporsi soto dihargai Rp 26.000, atau Rp 32.000 jika termasuk nasi. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini mampu menghabiskan 15-25 kilogram daging per hari.

    Tidak tersedia di aplikasi ojek online, pengunjung harus datang langsung untuk menikmati soto legendaris ini. Aroma gurih kuah santannya membuat banyak pelanggan kembali.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Kuliner Legendaris di Jatinegara Ini Mantap Rasanya, Ada yang Sejak 1948!


    Jakarta

    Meski jarang tersorot, kuliner legendaris di kawasan Jatinegara tidak pernah kehilangan pelanggan setianya. Dari bakery jadul sampai ayam goreng klasik bisa ditemukan di sini.

    Jatinegara dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner paling tua dan sibuk di Jakarta Timur. Di balik deretan pasar, gang sempit, dan kawasan pemukiman yang padat, di sini hadir berbagai makanan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun.

    Beberapa di antaranya bahkan sudah berdiri sejak era 1940-an dan 1950-an, tetap setia dengan racikan turun-temurun yang tak berubah.


    Dari jajanan pasar yang dijual di gang kecil, olahan sate kambing yang enak, hingga jajanan kaki lima yang antreannya tak pernah surut.

    Berikut 7 rekomendasi tempat makan legendaris di Jatinegara yang bertahan sejak puluhan tahun lalu:

    1. Ayam Goreng Ibu Haji

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiAyam Goreng Bu Haji, Kuliner Legendaris di Jatinegara. Foto: Site Culinary/Visual

    Ayam Goreng Ibu Haji menjadi salah satu kuliner paling legendaris di Jatinegara, karena restoran ini sudah berdiri sejak 1948. Meski sempat terbakar pada 1998, kedai ini tetap bertahan dan menjaga cita rasa yang sama. Menu yang ditawarkan sederhana, hanya ayam goreng bumbu kuning dan sayur asem, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak pelanggan kembali.

    Potongan ayam kampung berukuran besar dimasak dengan bumbu ungkep kuning cerah yang meresap sampai ke dalam. Rasa gurih ayam semakin nikmat saat dicocol sambal ulek merah dan disantap bersama sayur asem segar.

    Selain ayam goreng, tersedia empal goreng dengan serundeng yang tak kalah populer. Harga seporsi ayam kampung masih terjangkau, sekitar Rp 25.000.

    2. Siomay Wawa

    10 Kuliner Legendaris di Jatinegara, Ada Combro hingga Soto BetawiSiomay Wawa. Foto: Site Culinary/Visual

    Siomay Wawa menjadi jajanan favorit di Jatinegara sejak era 1990-an. Berlokasi di dalam Gang Banten, Pasar Jatinegara, siomay ini kembali viral setelah banyak diulas di media sosial.

    Untuk adonan siomay ini terbuat dari campuran ayam dan udang yang bentuknya sekilas menyerupai dimsum, tapi tetap disebut siomay karena proses dan penyajiannya.

    Selain siomay di sini juga menjual ngohiong yang padat dan lembut. Karena tingginya permintaan, pembeli kini harus memesan minimal satu hari sebelumnya. Harga siomay per porsi berada di kisaran Rp 30.000 dengan jam operasional pukul 05.00-17.00.

    Aromanya yang khas dan teksturnya yang kenyal membuat Siomay Wawa tetap menjadi pilihan banyak warga sekitar yang mencari jajanan jadul yang enak.

    3. Combro Bu Aminah

    Gurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang LegendarisGurih Renyah Combro di Dalam Gang Tai Jatinegara yang Legendaris Foto: detikFood

    Combro Bu Aminah atau Terminal Combro, kini menjadi buruan para pencinta jajanan tradisional di Jatinegara. Berlokasi di Gang Tai, kios ini sudah berdiri sejak 1980-an dan semakin populer setelah banyak diliput media serta food vlogger.

    Ciri khasnya ada pada adonan singkong padat yang diisi oncom berbumbu gurih pedas. Sensasi cabai rawit di dalamnya memberi kejutan yang membuat banyak pelanggan ketagihan. Meski lokasinya tersembunyi, pembeli terus berdatangan hingga kini harus memesan H-1 agar kebagian.

    Selain combro, tersedia juga misro, getuk, ongol-ongol, dan roti goreng dengan harga sekitar Rp 3.500. Rasanya yang autentik membuat jajanan sederhana ini tetap bertahan di tengah maraknya kuliner modern. Banyak warga datang karena rasa yang dianggap tidak berubah sejak dulu.

    4. Toko Roti Gelora

    Nostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 TahunNostalgia Jajan Roti Jadul di Toko Roti Gelora yang Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Toko Roti Gelora merupakan salah satu jejak kejayaan bakery lawas era 1980-an yang masih bertahan hingga kini. Berada di dalam gang padat pemukiman Bali Mester, letaknya memang tidak mencolok sehingga pengunjung harus jeli mencari. Namun lokasi tersembunyi ini tidak mengurangi popularitasnya, terutama setelah viral di media sosial.

    Toko yang sudah berdiri lebih dari 75 tahun ini tetap mempertahankan racikan roti khas dengan kualitas yang konsisten. Menu utamanya adalah roti tawar, disusul roti manis, roti gandum, roti sobek, dan roti pisang. Selain roti, tersedia butter cookies dengan berbagai rasa, seperti Vanilla Ring, Danish, dan Speculaas.

    Usaha ini kini dikelola oleh Pak Ridwan, generasi kedua pemilik Roti Gelora. Harga rotinya masih terjangkau mulai dari Rp 15.000.

    5. Siomay Super Pak Aceng

    5 Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba!Siomay Enak dan Legendaris di Jatinegara yang Wajib Dicoba! Foto: Site Culinary

    Siomay Super Pak Aceng di Cipinang Raya menjadi salah satu jajanan yang selalu diminati pembeli. Dijual sejak 1980-an, siomay ini terkenal karena mampu menjual ribuan butir hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Ukuran siomaynya besar, mirip dengan siomay premium di restoran.

    Menunya lengkap, mulai dari kentang, pare, siomay tahu goreng dan putih, hingga kol gulung lembut. Setiap potongan disajikan dengan siraman bumbu kacang, perasan jeruk nipis, dan kecap manis. Harga per biji hanya Rp 4.000.

    Tekstur siomaynya kenyal, terutama siomay telur yang menjadi favorit pelanggan. Aroma bumbu kacangnya yang wangi membuat banyak orang rela antre panjang. Kelezatannya membuat jajanan kaki lima ini tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.

    6. Sate Kambing H. Giyo

    Sate Kambing H. Giyo sudah menjadi ikon kuliner di kawasan Jatinegara sejak 1985. Beroperasi dengan gaya Solo, sate ini terkenal karena potongan dagingnya yang besar namun tetap empuk. Daging kambing dipanggang dengan olesan kecap dan rempah khas sehingga menghasilkan aroma sedap dan rasa manis gurih. Sensasi daging yang lembut menjadikan sate ini favorit banyak pelanggan setia.

    Selain sate, tersedia juga tongseng kambing dengan kuah kental, sop kambing, serta tengkleng yang kaya rempah. Harga satu porsi sate berkisar Rp 55.000.

    Tempat makan sate ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati olahan kambing yang tidak berbau prengus. Kedai ini menjadi salah satu tempat makan wajib saat berkunjung ke Jatinegara.

    7. Soto Sapi Ni’mat

    Kelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 TahunKelezatan Soto Betawi Legendaris di Jatinegara Berusia 73 Tahun Foto: detikFood

    Soto Sapi Ni’mat Betawi yang berdiri sejak 1952 menjadi salah satu soto paling legendaris di Jatinegara. Warung sederhana ini konsisten menyajikan satu menu yaitu soto Betawi berkuah santan murni tanpa susu, menggunakan santan dari kelapa pilihan, dan racikan rempah turun-temurun.

    Daging sapi, kikil, dan tulang muda dimasak dua kali agar empuk, lalu disajikan bersama sambal rawit dan acar. Seporsi soto dihargai Rp 26.000, atau Rp 32.000 jika termasuk nasi. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini mampu menghabiskan 15-25 kilogram daging per hari.

    Tidak tersedia di aplikasi ojek online, pengunjung harus datang langsung untuk menikmati soto legendaris ini. Aroma gurih kuah santannya membuat banyak pelanggan kembali.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Menu Sarapan Kukusan Lagi Viral, Begini Isian dan Rasanya


    Jakarta

    Tren sarapan sehat kini kembali digemari masyarakat. Salah satunya menu sarapan kukusan dan rebusan yang beragam isinya.

    Tren sarapan sehat berbasis kukusan tengah berkembang pesat di media sosial dan diminati terutama oleh Gen Z (1997-2012).

    Menu sederhana seperti ubi, singkong, pisang, talas, hingga jagung rebus kini dianggap sebagai pilihan sarapan yang lebih ringan, bergizi, dan praktis ketimbang nasi uduk atau gorengan.


    Popularitas tren ini bahkan mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menilai semakin banyak anak muda memilih opsi makan pagi yang lebih sehat dan terjangkau.

    Banyak penjual kukusan bermunculan di berbagai titik keramaian. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain, menyediakan paket kukusan kisaran harga dari Rp 10.000. Berikut beberapa ulasan menarik seputar tren sarapan kukusan yang sedang viral.

    1. Konsep Menu Kukusan

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Berawal dari media sosial seperti TikTok dan Instagram, banyak orang yang mulai tertarik untuk sarapan kukusan. Ditambah banyak penjual kukusan mulai bermunculan sehingga popularitas makanan tradisional ini mulai diminati kembali.

    Menurut salah satu penjual kukusan, Santi, yang berjualan di dalam Pasar 8 Alam Sutra, Tangerang Selatan, tren kukusan ini memang awalnya mulai dikenal dari media sosial.

    “Saya baru berjualan sekitar satu bulan di sini. Saya sendiri pun terinspirasi jual kukusan seperti ini karena lihat orang-orang pada penasaran coba sarapan kukusan ini di TikTok,” ujar Santi kepada detikFood (21/11/2025). Ia menamai dagangannya ini dengan brand ‘Kookusan’ (kukusan).

    Sama seperti penjual lainnya, Santi menawarkan beberapa jenis menu kukusan yang bisa dipilih pembeli. Ada Jagung Merah, Jagung Putih, Jagung Kuning Madu, Telur Omega 3, Ubi Ungu, Ubi Kuning dan Ubi Putih. Tak ketinggalan menu pelengkap seperti Pisang, Labu Kuning, Kacang Edamame dan Kacang Lurik. Kisaran harga per buahnya dari Rp 3.000 – Rp 6.000 saja.

    2. Menu Sarapan yang Lebih Sehat

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Meski baru berjualan selama satu bulan, Santi mengaku bahwa animo pembeli di Pasar 8 Alam Sutra ini cukup besar. Pada hari pertama ia berjualan, bahkan dagangannya habis dalam hitungan jam karena banyak orang yang penasaran ingin mencoba menu kukusan ini.

    “Sehari saya bawa jagung dan ubi-ubian itu sekitar 5-20 kg. Semuanya ini saya bersihkan dulu, lalu saya kukus tanpa tambahan garam atau gula. Jadi bisa dibilang kukusan ini memang menu sarapan yang sehat dan bergizi, karena tidak ada tambahan bumbu atau penyedap apapun,” lanjut Santi.

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Di Kookusan ini Santi menjual dagangannya per paket atau bisa juga dibeli satuan. Untuk paket regular harganya Rp 19.000, dapat enam jenis kukusan, yaitu jagung kuning serta aneka ubi.

    Untuk kisaran harga kukusan, Santi mengakui bahwa harga yang dipatoknya memang lebih mahal dibandingkan penjual lainnya. Ini dikarenakan ia harus sewa lapak di dalam pasar, sehingga harga jualnya pun perlu disesuaikan.


    3. Nutrisi Menu Sarapan Kukusan

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Sebagai penjual kukusan, Santi juga belajar tentang nutrisi yang terkandung dalam makanan yang dijualnya. Ia banyak membaca manfaat dan nutrisi dari jagung, ubi sampai labu sehingga ketika ada pembeli yang bertanya tentang nutrisi dan kesehatan dagangannya ia bisa menjawab.

    “Seperti jagung kuning ini contohnya, jagung rebus ini memiliki beragam manfaat kesehatan berkat kandungan karbohidrat, serat, vitamin, mineral, dan antioksidannya. Jagung cocok buat sarapan orang-orang yang lagi diet, karena bisa mengontrol berat badan soalnya jagung rebus itu rendah lemak serta kalori. Serat di jagung juga menjaga pencernaan tetap lancar dan membantu mencegah sembelit,” ungkap Santi.

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Selain itu Santi juga mengemas menu kukusannya dengan kotak putih dan kertas makanan yang berwarna-warni sehingga menarik perhatian pembeli. Santi menggunakan panci modern yang lebih ringan dan memiliki panas merata, jadi labu sampai jagung tetap hangat dan lembut.


    4. Diapresiasi Menteri Kesehatan

    Jajanan kukusan kini kembali diminati. Makanan yang dikukus juga punya sejumlah manfaat dibandingkan metode lain seperti digoreng.Jajanan kukusan kini kembali diminati. Makanan yang dikukus juga punya sejumlah manfaat dibandingkan metode lain seperti digoreng. Foto: Andhika Prasetia

    Selain mendapat sambutan hangat dari banyak orang, tren sarapan sehat ini juga disambut baik oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Dikutip dari detikHealth (20/11/2025), Budi membut unggahan di media sosial untuk mengapresiasi tren sehat ini.

    “Aku baru beli nih kayak gini (paketan kukusan), harganya sekitar Rp 10 ribuan. Ternyata sudah banyak orang jualan makanan sehat seperti ini,” ungkap Budi Sadikin dalam unggahan Instagram miliknya.

    Sampai kini penjual kukusan semakin menjamur, tak hanya di Jakarta saja, menu kukusan bisa ditemukan di Tangerang, Bandung, sampai Pekanbaru.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngiler! Ini 5 Spot Kuliner Bandung yang Sering Didatangi Artis & Pejabat


    Jakarta

    Kuliner di Bandung memang selalu menarik perhatian. Beberapa tempat bahkan sudah dikenal sebagai favoritnya artis hingga pejabat untuk makan. Berikut daftarnya!

    Sejak lama Bandung dikenal sebagai surga kuliner. Kuliner yang bisa ditemukan di Bandung pun beragam, mulai dari makanan atau jajanan tradisional Sunda hingga kafe kekinian. Tak heran kalau ke Bandung banyak warga lokal langsung tertuju untuk berburu kulinernya.

    Bahkan beberapa tempat makan disebut-sebut menjadi favoritnya para artis hingga pejabat karena rasa menunya yang menggugah selera. Mulai dari warung makan ayam goreng, bakso, hingga lontong kari.


    Berikut daftar 5 kuliner Bandung yang jadi favoritnya pada artis hingga pejabat!

    1. Rumah Makan Wangi Seruni

    Kuliner bandung favorit artis dan pejabatRumah makan ini terkenal dengan hidangan ayam goreng kremesnya yang berempah. Foto: Instagram @rm.wangiseruni

    Rumah Makan Wangi Seruni dikenal sebagai salah satu spot kuliner yang lagi viral di Bandung. Tempat makan ini pun sudah beberapa kali didatangi para artis, mulai dari Ariel Noah, Melki Bajaj, hingga Raffi Ahmad.

    Mereka spesial menawarkan ayam goreng berbumbu rempah yang meresap sampai ke dalam daging. Ada taburan kremesan rempah krispi yang memberi sentuhan unik. Selain ayam goreng, sop seruni, tumis bunga bawang, hingga perkedel bisa dipesan sebagai pelengkap.

    Harga menu makanan dan minumannya dibanderol mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 55.000 saja.

    Mereka punya dua cabang di Bandung yaitu di Jl. Cimanuk No.42 Bandung dan Jl. Cisangkuy No.20 Bandung. Buka setiap hari pukul 09.00-22.00 WIB.

    2. Bakso Tjap Haji

    Gurih Mantap! Bakso Spesial dengan Tetelan Oseng Buatan 'Tjap Haji'Bakso Tjap Haji juga menawarkan kenikmatan yang banyak disukai oleh para artis dan pejabat. Foto: detikFood

    Kedai bakso ini tergolong sebagai kuliner legendaris di Bandung karena baksonya sendiri sudah diproduksi sejak 1996.

    Bakso Tjap Haji turut dikenal dengan variasi bakso, mie ayam, dan tetelan koyor yang jadi topping favorit banyak pelanggan.

    Tempat makan bakso ini menjadi sangat populer usai dikunjungi oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Beberapa artis lain juga sempat mampir makan di sini, seperti Yuki Kato, Rachel Vennya, hingga Rian D’Masiv.

    Untuk menu andalannya yaitu Paket Bakso Spesial 1 (Rp 50.000). Isiannya lengkap ada bakso telur, bakso urat, bakso cincang, bakso halus kecil, pangsit goreng, dan pilihan bihun atau mie. Disajikan dengan kuah bening beraroma kaldu sapi yang cukup kuat.

    Supaya lebih lengkap, bisa pesan Oseng Tetelan dan Oseng Koyor yang jadi tipping favorit. Disajikan terpisah, tetapi bisa dimakan bersama bakso, mie ayam, atau dengan nasi putih.

    Bakso Tjap Haji di Bandung bisa disambangi di Jl. Burangrang No.21, Malabar, Bandung. Buka setiap hari pukul 10.00-21.00/22.00 WIB.

    3. Mie Kocok Persib Gorowok

    Berawal dari jualan pikulan, kini Mie Kocok Persib Gorowok telah menjadi favorit banyak orang. Bahkan beberapa artis hingga food vlogger, seperti Uya Kuya dan Nex Carlos juga langganan makan di sini.

    Penggunaan resep turun temurun membuat mie kocok ini semakin disukai. Ciri khasnya punya rasa kuah kaldu sapi yang gurih dengan pelengkap topping kikil dan iga di dalamnya.

    Semangkuk mie kocok terdiri dari mie kuning, tauge, kikil sapi, iga sapi, dan kuah kaldu sapi. Semakin nikmat dimakan bersama taburan pangsit goreng berukuran kecil.

    Harga mie kocok yang ditawarkan dibanderol sekitar Rp 30.000 sampai Rp 42.000 tergantung isian topping.

    Jika tertarik bisa mampir ke lokasi Jl. A. Yani No.262, Kacapiring, Kec. Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat 40271. Buka setiap hari pukul 10.00 – 16.00 WIB.

    4. Warung Mak Eha

    Legendaris di Pasar Cihapit! Warung Mak Eha Tawarkan Gepuk dan Pepes NikmatWarung legendaris ini juga banyak disambangi artis dan pejabat. Terkenal menawarkan masakan rumahan sedap. Foto: detikcom

    Tentu belum lengkap rasanya pergi ke Bandung tanpa mampir ke warung Sunda. Warung Mak Eha menjadi salah satu yang terkenal dan legendaris di Bandung karena sudah berdiri sejak tahun 1947.

    Warung Nasi Mak Eha menawarkan beragam menu yang bisa bikin pelanggan kalap. Sebagian besar menu yang ditawarkan adalah masakan rumahan, seperti gepuk, babat, limpa, gorengan udang, gorengan jagung, hingga telur balado.

    Di antara banyaknya menu, gepuk yang opaling jadi andalan. Gepuknya punya tekstur sangat empuk dan berbumbu manis gurih.

    Kenikmatan makanan di sini sekaligus kesederhanaan Mak Eha membuat warungnya menarik perhatian para pesohor. Artis hingga politisi, seperti Melly Goeslaw, Puan Maharani, Dewi Lestari, hingga Gibran Rakabuming pernah mengunjungi warung ini.

    Warung Nasi Mak Eha juga jadi favoritnya Ridwan Kamil hingga mendiang pakar kuliner Bondan Winarno.

    Kalau tertarik bisa mampir ke lokasi Ps. Cihapit, Jl. Cihapit No.8A, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114. Buka Selasa-Minggu pukul 06.00 – 15.00 WIB.

    5. Lontong Kari Kebon Karet

    Kuliner bandung favorit artis dan pejabatLontong Kari Kebon Karet termasuk salah satu andalannya Ridwan Kamil. Foto: Instagram @lontongkarikebonkaret

    Lontong Kari Kebon Karet menjadi salah satu kuliner Bandung yang menggugah selera.

    Seporsinya terdiri dari lontong, daging lembut, telur rebus, emping, taburan kacang serta bawang goreng. Lalu disiram kuah santan yang gurih, sedikit manis, dan ada sentuhan rempah khas. Sejak tahun 1966 dibuka. lontong kari di sini konon menggunakan resep turun temurun.

    Warung Lontong Kari ini pun telah disambangi oleh banyak artis hingga pejabat. Beberapa bahkan menjadi langganan di sini, seperti Ridwan Kamil dan Ahmad Heryawan.

    Jika tertarik bisa mampir ke Jl. Otista Gg Kebon Karet no 28. Buka setiap hari pukul 07.00 – 19.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Jajan Tanpa Ribet! 7 Kuliner Enak yang Mudah Diakses dari MRT


    Jakarta

    Tak jauh dari stasiun MRT, banyak tempat makan enak yang dapat disinggahi. Jaraknya bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

    Selain mempersingkat perjalanan, tiap stasiun MRT juga dikelilingi deretan kuliner yang menggugah selera. Mulai dari hidangan rumahan hingga menu internasional.

    Tidak hanya mudah dijangkau karena berada dalam radius beberapa ratus meter dari stasiun, setiap tempat makan juga memiliki karakter dan keunikan menunya masing-masing.


    Banyak tempat makan di sekitar MRT yang juga viral karena kualitasnya yang layak dicoba. Mulai dari rasa yang enak, menu variatif, hingga harga yang bersahabat.

    Baca juga: Duh! Restoran Ini Diprotes Gegara Chef Potong Kepiting di Atas Lap

    Berikut ini 7 tempat makan dekat stasiun MRT:

    Jajan Tanpa Ribet! 7 Kuliner Enak yang Mudah Diakses dari MRTTak jauh dari Stasiun MRT Blok M, ada tempat makan pasta enak di dalam Taman Literasi Martha Tiahahu. Foto: Google Review

    1. Pasta by The Park

    Pasta by The Park menawarkan berbagai hidangan bergaya Western seperti pasta, sandwich, hingga dessert lembut yang cocok untuk dinikmati kapanpun. Menu andalannya pasta creamy dan aglio olio dengan topping variatif yang sayang dilewatkan.

    Dari segi harga, Pasta by The Park tergolong ramah di kantong, dengan menu mulai sekitar Rp 38.000. Lokasinya di Taman LIterasi Blok M, cukup berjalan kaki 3 menit dari Stasiun MRT Blok M.

    2. RM Lokiin

    RM Lokiin menyajikan makanan rumahan yang terasa sederhana tapi penuh cita rasa. Pilihan lauknya beragam, mulai dari ayam goreng, sambal pedas, tumisan sayur, hingga aneka olahan ikan.

    Harga lauk pauknya dibanderol mulai dari Rp 20.000an per porsi. Lokasinya yang berada di kawasan Melawai yang bisa ditempuh sejauh 300 meter berjalan kaki dari Stasiun MRT Blok M.

    3. HAKA Dimsum

    HAKA Dimsum populer dengan hidangan dimsum kukus dan goreng seperti siomay, hakau, mantau, hingga ceker pedas. Hidangan pendamping seperti bubur ayam atau mie kuah juga banyak dipesan bagi yang ingin makanan lebih mengenyangkan.

    Di HAKA Dimsum menu-menu enaknya bisa dipesan mulai dari rp 15.000an per porsi. Jaraknya yang sangat dekat dengan Stasiun MRT Blok M dapat ditempuh dengan 2 menit berjalan kaki.

    Jajan Tanpa Ribet! 7 Kuliner Enak yang Mudah Diakses dari MRTAda soto betawi enak yang bisa ditemui tak jauh dari Staiun MRT Blok A. Foto: Google Review

    4. Soto Jakarta Bang Madi

    Soto Jakarta Bang Madi menawarkan soto Betawi dengan kuah gurih yang bisa dipilih antara versi bening atau santan. Kuah kaldunya yang kaya rempah membuat soto ini menjadi menu yang pas dinikmati kapan pun.

    Harga sotonya mulai dari Rp 25.000. Lokasinya berada dekat Stasiun MRT Blok A, cocok menjadi pilihan makan cepat sebelum atau sesudah naik MRT.

    5. Warung Teteh

    Warung Teteh dikenal dengan nasi liwet ala Sunda yang disajikan pada daun pisang, menghadirkan aroma khas yang menggugah selera. Lauk pendampingnya cukup beragam, seperti ayam goreng, sambal terasi, tahu-tempe, dan sayur lalapan.

    Harga lauk pauk di sini berkisar mulai Rp 25.000an. Lokasinya dekat dengan MRT Blok A, cukup ditempuh dengan berjalan kaki selama 7 menit ke arah Radio Dalam.

    6. Roti Bakar Eddy

    Menu roti bakarnya terkenal dengan topping melimpah seperti cokelat, keju, hingga kornet. Tempat ini cocok untuk sarapan, makan malam ringan, atau sekadar camilan saat lapar.

    Harga menu di Roti Bakar Eddy rata-rata di bawah Rp 50.000. Lokasinya berada sekitar 350 meter antara Stasiun MRT Asean dan Blok M menjadikannya mudah diakses pejalan kaki.

    Jajan Tanpa Ribet! 7 Kuliner Enak yang Mudah Diakses dari MRTMakan seafood yang sedap juga bisa di dekat Stasiun MRT Haji Nawi. Foto: Google Review

    7. Santiga Seafood Abeng

    Hidangannya terkenal dengan bumbu kaya dan porsi besar yang cocok untuk makan bersama. Santiga Seafood Abeng menawarkan beragam menu seafood seperti cumi, ikan bakar, udang saus padang, hingga kepiting.

    Harga makanan di sini sekitar Rp 100.000-200.000 tergantung jenis pesanan. Lokasinya dekat MRT Haji Nawi yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 3 menit.

    Baca juga: N.O.B: Di Sini Ada Dirty Latte dan Matcha Latte Ekstrem Bersuhu -86 Derajat Celcius

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com