Category Archives: Tips Properti

Lantai Keramik Pecah Masih Bisa Tersambung Lho, Pakai Cara Ini


Jakarta

Menggunakan lantai keramik di rumah memang berisiko rawan pecah saat terkena benturan keras atau diberi tekanan yang terlalu besar.

Penyebab lain lantai keramik dapat rusak adalah proses pemasangan keramik yang tidak benar. Ciri keramik yang tidak terpasang sempurna adalah terdengar kosong saat diketuk menggunakan benda tumpul karena di bawahnya tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat.

Selain itu, penyebab lainnya adalah suhu yang tinggi. Meski keramik didesain tahan terhadap perubahan suhu, tetapi tidak bisa dipungkiri jika keramik diletakkan di lokasi sumber panas perlahan akan muncul guratan retak dan saat diberi tekanan lebih keramik akan sepenuhnya pecah.


Keramik yang pecah memiliki ujung-ujung yang tajam karena terbuka. Garis pecahan keramik ini berbahaya untuk pejalan kali yang melintas tanpa alas kaki. Selain itu dari segi estetika juga mengganggu.

Perbaikan lantai keramik yang pecah tidak melulu harus dibongkar dan diganti dengan yang baru. Semua tergantung dengan besarnya kerusakan dan modal yang dimiliki. Mengganti lantai keramik yang pecah juga tidak membutuhkan proses yang sulit. Beberapa kasus ada yang hanya perlu diberi lem. Mengutip dari Home Decor Bliss berikut beberapa tips memperbaiki keramik yang pecah agar tersambung kembali.

  1. Bersihkan Retakan

    Memasang kembali retakan keramik, kamu perlu melihat jalur retakannya dan potongan yang terpisah. Cara mudah untuk melihat jalur retakannya adalah dengan membersihkannya terlebih dahulu.

    Pertama, gunakan amplas atau pengikis lainnya ke dalam retakan dan kikis bagian yang terlalu tajam. Kedua gunakan pembersih cair atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran yang menempel di keramik.

  2. Oleskan Epoxy pada Retakan

    Cara memperbaiki keramik yang pecah adalah menggunakan epoxy. Tata cara mencampurkan epoxy tertera pada kemasan. Setelah itu siapkan karton atau alat yang khusus untuk meratakan permukaan. Tuang epoxy ke bagian retakan keramik tersebut dan tunggu hingga mengeras.

    Untuk retakan yang lebih tipis, gunakan dengan tusuk gigi. Untuk retakan yang lebih lebar, gunakan alat yang memiliki permukaan yang rata. Hindari penggunaan pisau saat mengaplikasikan epoxy karena akan cepat mengeras.

  3. Kikis Bagian yang Kelebihan

    Apabila saat menuangkan epoxy terlalu banyak dan menyebar ke bagian yang lain, kamu bisa mengikis bagian tersebut agar terlihat lebih rapih. Lakukan dengan cepat sebelum epoxy mengeras. Lalu biarkan epoxy di dalam celah keramik yang pecah mengering.

  4. Cat Retakan yang Telah Ditutup Epoxy

    Langkah terakhir setelah epoxy mengering adalah mengecat bagian atasnya agar terlihat seperti baru. Pilih warna cat yang mirip dengan keramik yang terlihat mengkilap atau berbahan dasar minyak karena tidak mudah pudar saat terkena air. Gunakan kuas tipis untuk mengecatnya.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Alasan Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang


Jakarta

Sering kita lihat saat membangun rumah, tukang bangunan telah menyiapkan wadah besar air berisi keramik. Mereka merendam keramik yang baru saja datang sebelum dipasang di dalam rumah. Sebenarnya apa tujuan keramik direndam di dalam air?

Merendam keramik di dalam air bertujuan untuk mengecek daya serap air pada permukaan belakang keramik. Perendaman keramik ini juga dapat mempermudah pemasangannya nanti.

Keramik yang tidak direndam ke dalam air justru akan menyerap kelembapan dari campuran semen. Hal ini menyebabkan keramik tidak melekat dengan baik setelah dipasang sebab terdapat celah antara ubin keramik dengan bagian sambungan semen. Akibatnya lantai keramik akan terlihat cekung dan mudah pecah.


Menurut Home Digest, ada beberapa jenis keramik yang tidak perlu direndam terlebih dahulu sebelum dipasang seperti alas lantai dari batu. Sementara untuk jenis keramik yang berbahan dasar tanah liat merah dan putih perlu dimasukkan ke dalam air sebelum dipasang.

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan keramik menurut situs Mulia Ceramics adalah kaolin (tanah liat) dan air, sehingga perlu direndam di dalam air.

Cara Merendam Keramik

Untuk mengetahui daya serap keramik, ternyata ada ketentuan yang harus diperhatikan dalam merendam keramik diantaranya sebagai berikut.

  1. Kedalaman Air

    Menurut Hanse Ceramics Tile, saat merendam lantai keramik, air harus melebihi ketebalan dan ukuran dari keramik tersebut. Sebelum merendam, pastikan keramik sudah bersih dari debu yang menutupi permukaannya agar penyerapannya maksimal saat direndam.

  2. Posisi Keramik

    Saat memasukkan keramik ke dalam air, pastikan glasir (permukaan) keramik menghadap ke atas. Menurut Kepala Program Keahlian Kriya Keramik, SMKN 2 Jepara, Agus Salim yang dikutip dari situs Vokasi Kemendikbud pada Senin (12/2/2024) glasir adalah teknik pewarna pada kerajinan keramik yang terbuat dari campuran kuarsa kapur dan oksida pewarna besi atau tembaga.

    Jika glasir keramik menghadap ke bawah, sudut ubin keramik mudah pecah jika terkena benturan. Penempatan keramik saat diangkat dari air juga menggunakan cara yakni menghadap ke atas. Hal ini untuk menghindari porselen yang membungkus keramik terkelupas.

  3. Jenis Air

    Ketentuan jenis air yang digunakan untuk merendam keramik adalah air jernih yang tidak panas atau hangat. Tidak perlu ditambahkan dengan cairan pembersih apa pun apalagi yang mengandung minyak.

  4. Lama Keramik Direndam

    Umumnya keramik direndam di dalam air selama 20-30 menit tergantung dengan ketebalan dan jumlahnya. Pastikan pula tidak ada gelembung udara yang keluar dari permukaan air.

Setelah selesai direndam, keramik perlu diangkat dan dipindahkan ke tempat yang kering. Pastikan keramik masih dalam keadaan lembap saat hendak dipasang ke lantai atau dinding.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mengenal Bangunan Bersejarah Lawang Sewu di Semarang, Apa Benar Punya 1.000 Pintu?


Jakarta

Lawang Sewu merupakan salah satu gedung bersejarah yang cukup terkenal di Indonesia. Berdiri di Kota Semarang, Jawa Tengah, Lawang Sewu merupakan bangunan sejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda.

Dalam bahasa Jawa, kata ‘lawang’ artinya pintu. Sementara itu, kata ‘sewu’ bermakna seribu. Namun, apakah benar Lawang Sewu memiliki seribu pintu?

Jumlah Pintu di Lawang Sewu Ternyata Kurang dari Seribu

Melansir situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Senin (12/2/2024), Lawang Sewu ternyata tidak memiliki seribu pintu. Jumlah asli pintu yang dimiliki oleh bangunan ini adalah 928 pintu. Artinya, bangunan ini kurang memiliki 72 pintu jika harus disesuaikan dengan namanya.


Namun, pada dasarnya, ‘sewu’ ternyata juga merupakan kata yang mewakili angka yang banyak pada zaman dahulu. Selain itu, dilansir dari situs Center of Excellence Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (12/2/2024), Lawang Sewu juga memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar sehingga masyarakat setempat sering menganggapnya sebagai pintu.

Sejarah Lawang Sewu

Berdiri di atas lahan seluas 18.232 meter persegi, Lawang Sewu mulanya merupakan kantor administrasi kereta api Belanda yang bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Bangunan ini berlokasi di jantung kota, tepatnya di Jalan Pemuda No. 160, Sekayu, Semarang, Jawa Tengah.

Lawang Sewu dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1900-an. Setelah masa kolonial Belanda berakhir, Lawang Sewu diambil alih oleh Jepang sebagai markas tentara dan kantor transportasi bernama Riyuku Sokyoku tahun 1942.

Bangunan ini menjadi saksi bisu peristiwa pertempuran lima hari pada tanggal 15-19 Oktober 1945. Pertempuran ini terjadi antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) dan tentara Jepang.

Saat itu, Lawang Sewu menjadi markas tentara Jepang. Sementara itu, AMKA berada di Wilhelminaplein atau Kawasan Taman Tugu Muda yang berdiri tepat di seberang Lawang Sewu.

Dirancang oleh Arsitek yang Berbeda

Lawang Sewu terdiri dari lima bangunan dan dirancang oleh arsitek yang berbeda-beda. Awalnya, Lawang Sewu dirancang Ir. P. de Rieu, seorang arsitek asal Belanda. Gedung C merupakan bangunan yang pertama kali dibuat dan difungsikan sebagai kantor percetakan karcis kereta api pada tahun 1900.

Rancangan pembangunan kemudian dilanjutkan oleh Prof. J. Klinkhamer dan B. J. Oundag setelah Ir. P. de Rieu meninggal dunia. Kedua arsitek ini membangun gedung A sebagai kantor utama NIS. Pembangunan dimulai pada Februari 1904 dan rampung pada Juli 1907.

Selanjutnya, Lawang Sewu diperluas dengan dibangunnya gedung B, D, dan E seiring berkembangnya kantor kereta api Belanda. Gedung B masih dibangun oleh Prof. J. Klinkhamer dan B. J. Oundag. Sementara itu, gedung D dan E dirancang oleh Thomas Karsten yang merupakan arsitek termuda.

Dibangun dari Bata sebagai Simbol Kemakmuran

Lawang Sewu dibangun menggunakan batu bata keramik berwarna oranye. Batu bata sendiri saat itu merupakan simbol kekayaan, kemakmuran, dan kasta tertinggi. Batu bata merupakan material bangunan yang langka dan tergolong mahal pada saat itu.

“Zaman dulu satu batu bata ini ditaksir mencapai 300 ribu harganya. Dan yang unik, cetakannya ada yang melengkung,” kata Aris, salah seorang pemandu wisata, dilansir dari situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Senin (12/2/2024).

Kasta yang tinggi ini juga ditampakkan pada jumlah pintu yang banyak. Selain untuk membuat sirkulasi udara menjadi bagus, pintu yang banyak ini menggambarkan citra orang Belanda yang sangat mereka jaga.

Lawang Sewu Saat Ini

Lawang Sewu kini difungsikan menjadi sebuah museum setelah dilakukan berbagai pemugaran dan renovasi. Museum Lawang Sewu menampilkan beragam koleksi benda yang berhubungan dengan kereta api, mulai dari seragam masinis, alat komunikasi, lemari karcis, hingga mesin cetak tanggal untuk karcis kereta.

Lawang Sewu kini menjadi salah satu destinasi wisata yang kaya akan sejarah. Lawang Sewu dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Harga tiket masuk ke Lawang Sewu pun terbilang mewah, yaitu Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Kamar Mandi Berbau Tak Sedap? Bisa Jadi Ini Sebabnya


Jakarta

Kamar mandi yang segar dan bersih merupakan keinginan semua orang. Hal tersebut karena kamar mandi yang segar dan bersih akan nyaman saat digunakan. Namun, kenyamanan tersebut sering kali terganggu akibat bau yang tidak sedap.

Apakah kamu pernah mengalami situasi ini? Jika ya, kamu tidak sendirian. Kebanyakan orang pernah menghadapi masalah bau tak sedap, seperti bau kotoran, di kamar mandi mereka. Namun, apa sebenarnya penyebabnya?

Penyebab Kamar Mandi Berbau Tak Sedap

Melansir Mr. Rooter, Senin (12/2/2024), berikut beberapa alasan umum mengapa kamar mandi bisa berbau tidak sedap, seperti limbah.


1. Saluran Pembuangan Tersumbat

Saluran pembuangan yang tersumbat bisa menjadi penyebab utama bau tak sedap di kamar mandi. Kotoran dan rambut yang terperangkap dalam saluran bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang pada akhirnya akan menyebabkan bau yang tidak sedap.

2. Saluran Pembuangan Tercemar

Saat saluran pembuangan di sekitar area kamar mandi tercemar, gas limbah bisa terdorong kembali ke dalam rumah. Hal ini akan menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Ini biasanya terjadi setelah hujan deras. Untuk mencegahnya, penting untuk memasang katup backflow (backflow valve) pada saluran pembuangan agar kotoran tidak masuk kembali ke dalam kamar mandi.

3. P-Trap Kering atau Rusak

P-trap merupakan belokan berbentuk U pada pipa saluran pembuangan kamar mandi dan pipa lainnya di rumah. P-Trap adalah bagian penting dari sistem saluran air yang mencegah gas limbah masuk ke rumah, khususnya kamar mandi.

Namun, jika P-Trap kering atau rusak, gas limbah bisa bocor ke dalam kamar mandi. Untungnya, kamu bisa mengatasinya dengan menjalankan air keran selama beberapa menit atau memanggil tukang ledeng jika perlu.

4. Kebocoran Gas pada Saluran Pembuangan Toilet yang Rusak

Segel lilin di sekitar toilet yang rusak bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Penting untuk segera memperbaikinya untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

5. Septic Tank Penuh

Jika rumahmu menggunakan septic tank, pastikan untuk memeriksanya secara berkala dan teratur. Septic tank yang penuh juga bisa menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi.

6. Pertumbuhan Bakteri

Lingkungan yang lembap dan gelap di dalam saluran pembuangan adalah tempat yang sempurna bagi pertumbuhan bakteri. Kondisi ini bisa menimbulkan bau yang tidak sedap di dalam kamar mandi. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan larutan pemutih untuk membersihkan toilet secara teratur.

Cara Mengatasi Bau Tak Sedap di Kamar Mandi

Melansir The Spruce, Senin (12/2/2024), ada beberapa cara sederhana lainnya yang bisa kamu coba untuk mengatasi masalah bau tak sedap di kamar mandi. Berikut adalah beberapa tips yang perlu kamu ketahui.

1. Gunakan Pengharum Udara

Tempatkan pengharum udara di dekat kamar mandi untuk menetralisir bau tak sedap. Namun, pastikan untuk tidak mengandalkan pengharum udara secara berlebihan.

2. Jaga Ventilasi yang Baik

Pastikan kamar mandi memiliki sirkulasi udara yang baik dengan menjaga kipas ventilasi berfungsi dan pintu serta jendela terbuka ketika kamar mandi tidak digunakan. Ini membantu udara segar beredar dengan baik di dalam ruangan.

3. Selalu Jaga Kebersihan Handuk

Handuk yang kotor atau basah bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Pastikan untuk menggantung handuk dengan baik setelah digunakan dan mencucinya secara teratur.

4. Nyalakan Lilin

Lilin bisa membantu menetralisir bau di kamar mandi. Pilih lilin tanpa aroma atau beraroma sesuai keinginanmu.

5. Bersihkan Secara Teratur

Jaga kebersihan kamar mandi dengan membersihkannya secara teratur. Ini termasuk membersihkan bak mandi, toilet, wastafel, dan lantai secara berkala.

Demikianlah penyebab dan cara mengatasi kamar mandi yang berbau tidak sedap. Mengetahui penyebab bau limbah di kamar mandi adalah langkah pertama untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kamar mandi tetap segar dan bersih. Semoga informasinya bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Rumah Warisan Tak 100% Jatuh ke Ibu Setelah Ayah Meninggal, Begini Aturannya



Jakarta

Orang tua yang meninggal seringkali meninggalkan warisan, termasuk salah satunya dalam bentuk rumah.

Dalam aturan yang berlaku di Indonesia, harta warisan yang ditinggalkan ternyata tak langsung otomatis 100% jatuh ke pasangan yang ditinggalkan, baik suami atau istri. Rupanya, anak kandung yang ditinggalkan juga punya hak untuk mendapat bagian dalam warisan tersebut.

Apabila menggunakan Hukum Waris Perdata Barat di mana berlaku KUHPerdata, maka perlu disampaikan terlebih dahulu pemahaman dasar dari golongan ahli waris menurut KUHPerdata.


Golongan tersebut terdiri dari golongan I, II, III, dan IV, yang diukur menurut jauh-dekatnya hubungan darah dengan si Pewaris, di mana golongan yang lebih dekat menutup golongan yang lebih jauh, yaitu :

a) Golongan I : suami/Isteri yang hidup terlama, dan anak/keturunannya;
b) Golongan II : orang tua dan saudara kandung pewaris;
c) Golongan III : keluarga dalam garis lurus ke atas sesudah orang tua Pewaris;
d) Golongan IV : paman/bibi dari Pewaris, baik dari pihak ibu maupun dari pihak ayah, atau keturunan dari paman/bibi sampai derajat ke enam dihitung dari Pewaris dan saudara dari nenek dan kakek beserta keturunannya sampai derajat keenam dihitung dari Pewaris.

Misalnya, orang tua A sudah meninggal dan mewariskan sebuah rumah kepada tiga anaknya, yaitu A, B, dan C. Jika menggunakan KUHPerdata, maka masing-masing anak mendapatkan jatah yang sama, yaitu 1/4 bagian.

A, B, dan C masing-masing memiliki keluarga. Namun, C sudah meninggal.

Karena warisan yang ditinggalkan berupa rumah, A mengambil inisiatif untuk menjualnya dan membagikan uang hasil penjualannya itu kepada ahli waris lainnya.

Karena C sudah meninggal, maka yang berhak mendapat warisan dari orang tuanya adalah anak-anaknya. Anak dari C berhak mendapatkan itu karena ia merupakan ahli waris pengganti.

Sebab, jika anak-anak Pewaris ini meninggal lebih dulu dari Pewaris, maka yang menggantikan kedudukan orang tuanya, adalah anak/keturunannya, yaitu sebagai Ahli Waris Pengganti.

Dalam catatan detikNews yang dikutip Senin (12/2/2023), Ahli Waris karena penggantian tempat diatur dalam Pasal 841 dan 842 KUH Perdata adalah sebagai berikut:

Pasal 841 KUH Perdata:
“Penggantian memberikan hak kepada orang yang mengganti untuk bertindak sebagai pengganti dalam derajat dan dalam segala hak orang yang digantikannya.”

Pasal 842 KUH Perdata:
“Penggantian yang terjadi dalam garis lurus ke bawah yang sah, berlangsung terus tanpa akhir. Penggantian itu diizinkan dalam segala hak, baik bila anak-anak dan orang yang meninggal menjadi ahli waris bersama-sama dengan keturunan-keturunan dan anak yang meninggal lebih dahulu, maupun bila semua keturunan mereka mewaris bersama-sama, seorang dengan yang lain dalam pertalian keluarga yang berbeda-beda derajatnya.”

Lebih lanjut, J. Satrio dalam bukunya Hukum Waris (hal. 56) menyatakan:

Ahli waris karena penggantian tempat adalah ahli waris yang merupakan keturunan/keluarga sedarah dari pewaris, yang muncul sebagai pengganti tempat orang lain, yang seandainya tidak mati lebih dahulu dari pewaris.

Berdasarkan ketentuan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa yang berhak menggantikan tempat anak Pewaris (jika anak Pewaris telah meninggal lebih dahulu) sebagai ahli waris adalah keturunan sedarahnya, yaitu anak-anaknya. Dengan ketentuan mereka secara bersama-sama bertindak dengan derajat yang sama dan hak yang sama dengan ahli waris lainnya, yaitu anak-anak Pewaris yang masih hidup.

Maka dari itu, para Ahli Waris yang berhak mendapatkan uang hasil penjualan rumah orang tua A (Pewaris), adalah:

– 2 (dua) orang Anak Pewaris yang masih hidup.
– Anak-anak dari C, Anak Pewaris yang telah meninggal dunia lebih dulu dari Pewaris (cucu dari Pewaris) berdasarkan penggantian, jika orang tuanya telah meninggal lebih dulu dari Pewaris.

(abr/dna)



Sumber : www.detik.com

Pakar Ingatkan Tutup Dudukan Toilet Setelah Dipakai! Alasannya Bikin Merinding



Jakarta

Kita selalu diajarkan untuk selalu menutup dudukan toilet setelah digunakan. Selain hal ini merupakan etika umum, para ahli juga memperingatkan agar tidak membiarkan bagian dudukan toilet terbuka (terutama saat menyiram).

Alasannya, hal ini dapat menyebabkan Toilet Plume.

Apa itu Toilet Plume?

Dikutip dari situs resmi Mirror UK, Senin (12/2/2024), air di dalam toilet dapat bercampur dengan limbah, baik itu urin atau kotoran. Partikel kecil dari campuran tersebut akan memancar ke udara ketika kita menyiramnya. Nah, penyebaran partikel inilah yang sering disebut dengan istilah Toilet Plume.


Hal ini sangat berbahaya sebab kotoran manusia dapat mengandung sejumlah bakteri penyebab penyakit, termasuk E. dan Staphylococcus.

Pada 2019, para peneliti di University College Cork menguji partikel udara pada toilet umum selama seminggu. Mereka menemukan bahwa menutup dudukan toilet dapat mengurangi jumlah limbah yang tercecer saat proses penyiraman sebesar 30-60 persen.

Eleanor Potter dari Plumb World, mengatakan jika setelah menggunakan toilet orang harus selalu ingat untuk mendorong dan menutup tutup dudukan sebelum flush atau menyiramnya. Dia mengatakan ini akan membantu untuk mencegah kontaminasi ke permukaan lainnya seperti seperti handuk, lantai, dan bahkan bak mandi.

“Jelas bahwa hal sesederhana menutup dudukan toilet bisa berdampak besar pada kebersihan dan keselamatan kesehatan kita secara keseluruhan,” tambahnya. “Meski tampak sepele, hal ini bisa mengurangi penyebaran kuman dan infeksi di dalam rumah”

Tips Membersihkan Dudukan Toilet

Memang menyiram toilet dengan bagian dudukan yang tertutup bisa mempercepat penumpukan endapan mineral. Pengendapan ini biasanya menjadi noda kuning kecoklatan. Meskipun noda ini tidak berbahaya bagi kesehatan, namun noda tersebut tidak sedap untuk dipandang.

Namun kamu tak perlu risau, seorang ahli kebersihan Nancy Ememery di Drench punya solusi mudah untuk menjaga toilet kamu tetap bersih. Dia merekomendasikan membuat campuran pembersih dengan bahan alami berupa baking powder dan cuka putih.

“Kamu dapat membiarkannya bekerja selama lima menit, kemudian bilas dan bersihkan dengan kain mikrofiber, noda kuning pun terangkat,” tambahnya. Untuk noda kerak kuning yang lebih gelap’, kamu bisa mengulangi prosesnya sampai bersih.

Demikian alasan mengapa dudukan toilet tidak boleh dibiarkan terbuka. Semoga bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mudah! Begini Cara Membersihkan Noda Cat pada Karpet


Jakarta

Ketika kamu mengecat ruangan, tak jarang cat jatuh dan tercecer mengenai beberapa benda dan permukaan di dalam ruangan, salah satunya karpet.

Jika tidak segera dibersihkan, noda cat akan mengeras dan susah dibersihkan. Selain itu noda cat juga akan mengurangi keindahan tampilan karpet. Namun, kamu tak perlu risau karena ada cara mudah menghilangkan noda cat pada karpet.

Dikutip dari Southern Living, Senin (12/2/2024),Samantha Hodges, Direktur Pemasaran Digital di Rugs.com, mengatakan membersihkan noda cat dari karpet hanya memerlukan beberapa peralatan seperti kain lap putih, sabun pencuci piring, pisau, air, dan cairan pembersih khusus.


Cat Berbasis Air

Untuk cat berbasis air, kamu bisa segera membersihkan saat karpet terkena cat. Dengan segera membersihkannya, dapat mencegah kerusakan pada bahan karpet. Setelah itu, serap sebanyak mungkin tumpahan cat dengan kain lap.

Saat melakukannya, jangan menggosoknya tapi coba dengan menepuk permukaan karpet. Menepuk-nepuk tumpahan dapat membantu menarik noda ke atas dan keluar dari permukaan karpet sehingga mencegahnya semakin merembes ke dalam serat. Sebaliknya, menggosok tumpahan cat hanya akan membuatnya menyebar ke permukaan lain dan menempelkannya lebih dalam ke serat karpet.

Untuk tumpahan cat yang telah meresap ke karpet, beri sedikit air dan ulangi langkah ini sampai tumpahan cat cukup bersih.

Sementara itu, untuk membersihkan semua sisa cat yang tertinggal,kamu dapat mencampurkan sabun dan air. Pastikan hanya menggunakan beberapa tetes air saja saat mencampurnya dengan air. Oleskan larutan pada area karpet yang terkena noda cat dan tepuk-tepuk kembali menggunakan kain lap bersih. Jangan lupa membilasnya dengan air bersih dan mengeringkannya.

Cat Berbasis Minyak

Cara pembersihan mirip dengan cat berbasis air, tumpahan cat berbasis minyak pun harus segera dibersihkan dengan cara menepuk-nepuk menggunakan kain lap setelah tumpahan terjadi. Untuk membersihkan sisa tumpahan cat, gunakan pisau mengikis noda cat minyak jika sudah mengeras.

Selanjutnya, campurkan beberapa tetes sabun cuci piring dengan air yang telah disiapkan. Aduk hingga merata dan oleskan pada sisa cat yang belum hilang. Tepuk-tepuk kembali menggunakan kain lap bersih. Hindari menggunakan air terlalu banyak agar noda cat tidak menyebar. Setelah itu, bilas serta keringkan karpet.

Demikian tips hilangkan noda cat pada karpet. Semoga bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tahapan, Syarat, dan Proses Pembuatan Sertifikat Tanah Secara Mandiri dan PTSL


Jakarta

Sertifikat tanah adalah salah satu dokumen penting dan berharga yang harus dimiliki oleh setiap orang yang mempunyai aset bangunan dan tanah.

Tanpa sertifikat tanah, nilai properti yang mereka miliki akan menjadi rendah dan cenderung sulit dijual. Selain itu, apabila terjadi perebutan wilayah, pemiliknya tidak dapat membela haknya apabila ada pihak yang ingin mengalihfungsikan lahan tersebut.

Sertifikat tanah tentu harus diurus oleh pemiliknya. Cara pengajuannya terdapat dua macam yaitu secara pribadi melalui bantuan dari notaris yang ditunjuk dan melalui program pemerintah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang tidak dipungut biaya.


Sebagai informasi, pendaftaran PTSL yang tidak dipungut biaya hanya berlaku untuk penyuluhan, pemeriksaan tanah, pengumpulan data yuridis, pengumpulan data fisik, pengesahan data yuridis dan fisik, penerbitan SK Hak, penerbitan sertifikat, dan supervisi dan laporan.

Di luar itu, akan ada pungutan biaya yang besarannya berbeda tiap daerah. Ketentuan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, meliputi Menteri ATR/BPN, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Kategori I (Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur): Rp 450.000

Kategori II (Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat): Rp 350.000

Kategori III (Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Timur): Rp 250.000.

Kategori IV (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Selatan): Rp 200.000.

Kategori V (Jawa dan Bali): Rp 150.000.

Syarat Mendaftarkan Sertifikat Tanah

Mengajukan Sendiri

Melansir dari situs Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumen (PPID) kota Semarang pada Senin (12/2/2024), syarat pembuatan sertifikat tanah sebagai berikut.

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Surat.
  2. Bukti Pelunasan Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan Tahunan (SPPT PBB).
  3. Bukti surat tanah dan bangunan seperti Sertifikat Asli Hak Guna Bangunan (SHGB), Akta Jual Beli (AJB), surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), surat Pernyataan Kepemilikan.
  4. Lahan, fotokopi Letter C, akta jual beli tanah, surat riwayat tanah, surat pernyataan tidak sengketa.

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)

Menurut situs PPID Kabupaten Tegal, syarat dokumen untuk PTSL sebagai berikut.

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
  2. Surat permohonan pengajuan peserta PTSL.
  3. Pemasangan tanda batas tanah yang telah disepakati dengan pemilik tanah yang berbatasan.
  4. Bukti surat tanah (Letter C, Akta Jual Beli, Akta hibah).
  5. Bukti setor dan BPHTB dan PPh (kecuali bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang dibebaskan dari keduanya).
  6. Tahapan Membuat Sertifikat Tanah

Tahapan Pendaftaran Sertifikat Tanah

Mengajukan Mandiri

Cara mendaftarkan sertifikat tanah secara mandiri tidak jauh berbeda dengan PTSL, tetapi menurut PPID Semarang pada setiap prosesnya akan dikenakan biaya yang tertera sebagai berikut.

  1. Mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di daerah masing dengan membawa dokumen yang dibutuhkan.
  2. Isi formulir dan lakukan verifikasi dokumen dengan petugas BPN.
  3. Setelah mendapatkan Surat Tanda Terima Dokumen (STT) dan Surat Perintah Setor (SPS) bayarkan biaya pendaftar sekitar Rp 50.000.
  4. Urus biaya untuk pengukuran tanah dan pendaftaran sertifikat tanah agar petugas BPN yang melakukan pengukuran. Jumlah biaya pengukuran tanah ini akan dikirimkan via SMS.
  5. Dalam proses pengukuran ini pemilik rumah atau tanah harus hadir di lokasi sebagai saksi.
  6. Urus pembuatan surat keputusan sertifikat tanah dari kantor BPN.
  7. Tunggu BPN melakukan pemeriksaan tanah. Pada proses ini BPN juga akan memasang batas tanah. BPN juga akan mengenakan biaya di tahap ini dengan rumus perhitungan (Luas Tanah= 500 X Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan pemeriksaan tanah (HSBKPA)) + Rp 350.000.
  8. Setelah proses semua pemeriksaan oleh BPN selesai, lakukan pelunasan untuk semua jasa dan tunggu hingga sertifikat tanah dari BPN keluar.

Pengajuan Melalui Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)

Melansir dari Instagram resmi Kementerian ATR/BPN pada Senin (12/2/2024) berikut cara mengurus PTSL.

  1. Pastikan daerah tempat tinggal atau tanah yang ingin diajukan termasuk wilayah yang menyediakan PTSL. Untuk mengetahuinya bisa ditanyakan melalui kepala desa.
  2. BPN setempat akan mengadakan penyuluhan yang harus diikuti oleh masyarakat yang menginginkan sertifikat tanah. Dalam acara ini akan hadir Panitia Ajudikasi PTSL, Satgas.
  3. Fisik dan Satgas Yuridis hingga aparat desa/kelurahan/kecamatan/pemerintah daerah.
  4. Serahkan surat pernyataan pemasangan batas.
  5. Lalu pemasang batas akan dilakukan.
  6. Kumpulkan data fisik (pengukuran bidang tanah dan satuan rumah) dan data yuridis. Data fisik (Status penguasaan tanah dan bangunan di mata hukum).
  7. Setelah hasilnya diumumkan, sertifikat akan diberikan kepada pendaftar.

Lama Proses Pembuatan Sertifikat Tanah

Pembuatan sertifikat tanah secara mandiri dan metode PTSL membutuhkan waktu 14 hari setelah dokumen dan pemeriksaan pengukuran bidang tanah selesai. Mengutip dari detikFinance, Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengatakan standar waktu proses pembuatan sertifikat tanah untuk perorangan paling lama 98 hari.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Dos and Don’ts Saat Nyalakan Genset di Rumah Biar Nggak Bahayakan Nyawa


Jakarta

Pemadaman listrik mendadak bisa menjadi salah satu situasi darurat bagi banyak keluarga. Untuk mengatasi listrik yang padam, kita biasanya menggunakan genset.

Genset sendiri merupakan perangkat yang menggabungkan generator listrik dengan mesin penggerak untuk menghasilkan tenaga listrik. Dengan genset, kita bisa melakukan aktivitas yang menggunakan listrik saat terjadi pemadaman.

Meskipun begitu, penting untuk memahami risiko dan tindakan keselamatan yang perlu diambil saat menggunakan genset. Kesalahan dalam penggunaan genset bisa mengakibatkan risiko serius, termasuk kebakaran, keracunan karbon monoksida, dan elektrokusi.


Waduh! Serem juga, ya! Biar lebih paham, yuk simak apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam penggunaan genset, salah satunya tidak dinyalakan di dalam rumah. Berikut penjelasannya dilansir dari situs Germania Insurance, Senin (12/2/2024).

Apa yang Boleh Dilakukan pada Penggunaan Genset

1. Pilih Ukuran yang Tepat

Sesuaikan ukuran genset dengan kebutuhan daya rumahmu untuk menghindari overloading.

2. Pastikan Penggunaan Bahan Bakar yang Benar

Periksa bahan bakar yang tepat yang digunakan sesuai dengan spesifikasi genset.

3. Biarkan Genset Dingin Sebelum Diisi Bahan Bakar

Pastikan genset telah mati dan dingin sebelum mengisi bahan bakar untuk mencegah risiko kebakaran.

4. Pasang Alarm CO di Rumah

Detektor karbon monoksida perlu dipasang di rumah untuk mendeteksi gas beracun yang dihasilkan oleh genset.

5. Bergantian Menggunakan Perangkat

Untuk menghindari overloading, bergantilah penggunaan perangkat yang terhubung ke genset.

6. Lakukan Pemeriksaan Rutin

Ingatlah untuk melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin terhadap genset untuk memastikan kesiapan dan keselamatan penggunaannya.

7. Simpan Cukup Bahan Bakar

Pastikan kamu memiliki persediaan bahan bakar yang cukup dan aman untuk digunakan dalam jangka waktu tertentu.

8. Baca Buku Panduan

Jika ragu, selalu baca buku panduan atau konsultasikan pada ahli listrik untuk petunjuk lebih lanjut.

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan pada Penggunaan Genset

1. Jangan Operasikan Genset di Tempat Basah

Hindari penggunaan genset di area yang basah atau terkena hujan untuk mencegah risiko korsleting.

2. Jangan Operasikan Genset di Dalam Ruangan

Hindari penggunaan genset di dalam ruangan untuk menghindari keracunan karbon monoksida yang mematikan.

3. Jangan Pasang Genset Dekat Ventilasi

Jauhkan genset dari pintu, jendela, atau ventilasi untuk mencegah masuknya gas beracun ke dalam rumah.

4. Jangan Mencolokkan Genset ke Stopkontak Dinding

Jangan mencolokkan genset ke stopkontak dinding karena bisa menyebabkan backfeeding yang berbahaya.

5. Jangan Lupakan Perlindungan Asuransi

Pastikan genset yang kamu miliki terlindungi dengan asuransi untuk menghindari kerugian finansial dalam kasus kerusakan atau kecelakaan.

Demikianlah penjelasan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dalam penggunaan genset di rumah. Dengan mengikuti panduan keselamatan tersebut, kamu bisa mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keamanan keluarga selama pemadaman listrik darurat.

Keselamatan adalah prioritas utama dalam penggunaan genset dan pemahaman akan tindakan yang perlu diambil bisa menghindari bahaya yang tidak diinginkan. Semoga informasinya bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Warna Cat Dinding yang Dibenci Nyamuk


Jakarta

Jika kemarin kita sudah pernah membahas warna dinding yang dapat mengundang banyak nyamuk, kali ini kita akan membahas warna dinding yang tidak disukai nyamuk.

Gangguan nyamuk membuat tidak nyaman. Selain nyamuk sering meninggalkan bekas gigitan kemerahan, spesies nyamuk tertentu dapat menularkan penyakit mematikan, seperti malaria dan demam berdarah.

Kamu bisa mengusirnya dengan cara mengecat rumah dengan warna yang tidak disukai nyamuk. Dikutip dari Tom’s Guide, Selasa (13/2/2024), menurut para ilmuwan dari University of Washington, ada warna tertentu yang dapat mengusir nyamuk dan ada warna lain yang menarik mereka.


Studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penciuman nyamuk, responnya dipengaruhi terhadap isyarat atau warna visual. Namun, preferensi warna ini hanya terjadi jika ada karbon dioksida (CO2), yang kita embuskan saat bernapas.

Meskipun nyamuk merespons napas, keringat, dan suhu tubuh kita, dengan menghilangkan warna yang menarik perhatian nyamuk dapat membantu mengusir mereka dari rumah.

Berikut ini beberapa warna yang dibenci nyamuk yang bisa kamu aplikasikan pada dinding rumah.

1. Biru

Nyamuk diketahui cenderung menyukai warna yang lebih gelap, penelitian ini mengungkapkan warna biru tidak disukai oleh nyamuk. Warna biru tua, warna biru yang lebih terang sebenarnya memantulkan lebih banyak panas dan cahaya, yang tidak disukai nyamuk.

2. Ungu

Ungu juga merupakan warna yang tidak disukai nyamuk terutama karena ungu punya panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya tampak. Ini berguna jika kamu mengecat dinding dan menaruh furnitur berwarna ungu pada ruangan kamu.

3. Putih

Umumnya, nyamuk menjauhi warna terang yang memantulkan panas. Ini menjadikan putih sebagai pencegah nyamuk yang ideal. Faktanya, warna putih sering dijadikan objek kontrol yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk memasangkan setiap warna di ruang uji dengan benda putih untuk membandingkan hasilnya. Penelitian menunjukkan bahwa bahkan dengan CO2 yang disemprotkan di ruang uji, nyamuk menghindari benda berwarna putih.

4. Hijau

Mungkin terdengar aneh, karena nyamuk biasanya terbang di sekitar pekarangan rumah atau hinggap di tanaman berwarna hijau. Namun ternyata penelitian menunjukkan nyamuk akan berusaha menghindari warna hijau.

Selama penelitian, seorang peneliti meletakkan tangan kosong mereka di luar ruang uji, tempat nyamuk tertarik. Namun, ketika peneliti yang sama memasukkan tangan mereka ke dalam ruang uji dengan mengenakan sarung tangan hijau, nyamuk mengabaikannya, dan terbang melewatinya. Bahkan saat disemprot dengan CO2 untuk menarik mereka lebih banyak, nyamuk tetap tidak tertarik dengan warna hijau.

Demikian 4 warna dinding yang tidak disukai nyamuk. Semoga bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com