Category: Tokocrypto

  • Anda Trader Crypto? Pahami Serba-Serbi Indikator VWAP

    Sebagai seorang trader pemula, Anda mungkin ingin mengetahui harga rata-rata dari sebuah aset kripto. Untuk mengetahui nilai rata-rata sebuah aset kripto, Anda perlu melakukan analisis teknis menggunakan indikator VWAP. 

    Indikator ini akan membantu Anda dalam mengetahui tren pasar keuangan. Apa itu VWAP dan apa saja manfaat yang didapatkan para trader jika menggunakan indikator ini? Simak penjelasan berikut!

    Apa itu VWAP Indicator?

    VWAP adalah kependekan dari Volume Weighted Average Price yang berarti sebuah tolak ukur trading untuk menunjukkan informasi harga rata-rata yang sudah diperdagangkan sepanjang hari. Harga rata-rata tersebut ditentukan berdasarkan volume dan harga aset kripto.

    Oleh trader, VWAP digunakan sebagai alat konfirmasi tren dan membangun aturan perdagangan di sekitarnya. Misalnya, ketika harga berada di atas VWAP, mereka mungkin akan memilih posisi membeli/buy. Sebaliknya, jika harganya berada di bawah VWAP, mereka akan lebih memilih posisi menjual/sell

    Dari segi tampilan grafik, VWAP tampak mirip dengan Simple Moving Average. Namun, keduanya menghitung hal yang berbeda. VWAP menghitung jumlah dari harga yang dikalikan dengan volume, kemudian dibagi dengan total volumenya. Sementara itu, Simple Moving Average menghitung jumlah harga penutupan pada periode tertentu, kemudian membaginya dengan banyak periode.

    grafik vwap

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Hammer Candlestick dalam Trading Kripto

    Manfaat VWAP Indicator bagi Trader

    Para trader institusi menggunakan VWAP untuk berbagai manfaat seperti berikut ini:

    1. Indikator keluar masuk pasar

    Demi mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mereka memasuki atau keluar dari pasar. Hal ini berguna untuk meminimalisir risiko kerugian. Biasanya, trader akan menjual asetnya ketika harga berada di atas VWAP dan membeli ketika harga berada di bawah.

    2. Mengetahui trend pasar

    Sementara itu, untuk trader individual, VWAP memberikan informasi mengenai kepastian tren yang sedang terjadi di pasar. Indikator ini bisa digunakan untuk rentang waktu apa pun, seperti intraday atau detik, menit, jam, minggu, bulan, tahun, atau dekade. Jika Anda melakukan trading mingguan, jumlah nilai yang terakumulasi dimulai dari hari pertama trading pada minggu tersebut.

    Kelemahan VWAP Indicator

    Namun, VWAP memiliki sejumlah batasan. Nilainya didasarkan pada nilai historis dan tidak memiliki kualitas prediksi atau perhitungan secara inheren. Karena VWAP berlabuh ke kisaran harga pembukaan di hari tersebut, seiring berjalannya waktu, indikator akan menunjukkan ketertinggalan. 

    Hal ini terlihat dari perhitungan VWAP pada periode satu menit setelah 330 menit, yang akan sering menyerupai rata-rata pergerakan 390 di akhir perdagangan. Sebagai tambahan informasi, 330 menit merupakan panjang sesi perdagangan biasa.

    VWAP indicator

    Formula dan Cara Menggunakan VWAP indicator

    Untuk menghitung VWAP (Volume Weighted Average Price), Anda perlu menjumlahkan sejumlah dana yang diperdagangkan pada setiap transaksi. Kemudian, bagilah dengan total saham yang diperdagangkan. Berikut ini lima langkah yang perlu Anda lakukan untuk menghitung VWAP:

    1. Temukan harga rata-rata aset yang diperdagangkan selama lima menit periode awal terlebih dahulu. Anda cukup menambahkan harga aset ketika harga tinggi, rendah, dan tutup. Kemudian, bagi tiga.

    2. Kemudian, kalikan hasil rata-rata aset kripto tersebut dengan volume periode yang Anda tentukan. Anda bisa mencatatnya pada spreadsheet di bawah kolom PV.

    3. Bagilah PV dengan volume periodenya. Hasil dari pembagian inilah yang disebut dengan nilai VWAP.

    4. Untuk menghitung nilai VWAP sepanjang hari, tambahkan terus nilai PV dari setiap periode di nilai sebelumnya.

    5. Setelah itu, bagilah total hasil yang Anda dapat dengan total volume hingga titik tertentu. Agar pencatatan lebih mudah, buatlah kolom untuk PV dan volume kumulatif. Kedua nilai tersebut akan menghasilkan nilai VWAP jika dibagi satu sama lain.

    Itulah penjelasan mengenai indikator VWAP, manfaat, serta cara menghitungnya. Menggunakan indikator ini bisa menjadi bantuan untuk Anda mengetahui tren pasar agar mampu membuat strategi untuk masa depan investasi dan trading Anda. Namun, indikator VWAP juga masih memiliki keterbatasan. Ada baiknya jika Anda juga memahami indikator lainnya agar bisa terhindar dari risiko kerugian.

    Selain itu, pastikan Anda berinvestasi pada platform yang sudah tepercaya, seperti Tokocrypto. Di platform ini, Anda akan mendapatkan berbagai informasi terkini mengenai mata uang kripto, cukup dengan klik tautan ini

    Yuk, dapatkan beragam informasi menarik lainnya dengan follow Twitter dan Instagram Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk bergabung di komunitas Tokocrypto, ya!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Ether (ETH) Tembus Daftar Top 100 Aset Dunia

    Harga aset kripto Ether (ETH) yang melonjak dalam beberapa pekan terakhir, per 7 Januari 2021, mengangkat Ethereum memasuki daftar top 100 aset yang diperdagangkan berdasarkan kapitalisasi pasar, dihitung oleh CompaniesMarketCap.com

    Baca Juga: 4 Analisis Fundamental Privacy Coin

    Ethereum melampaui 12 perusahaan dan menduduki peringkat 88, antara Bristol-Myers Squibb di posisi 89 dan Anheuser-Busch di posisi 87.

    Meroket 62 persen sekedar di tahun 2021, harga ETH menembus US$1.200 pertama kali sejak bulan Januari 2018 dan tampak akan melampaui titik tertinggi yang dicetak pada 13 Januari tahun tersebut.

    Reli tahun ini menambah kapitalisasi pasar ETH sebanyak US$53 juta, cukup untuk mengalahkan sejumlah konglomerasi ternama, termasuk Wells Fargo, AstraZeneca, Philip Morris, Morgan Stanley dan Citigroup.

    Bitcoin, satu-satunya aset kripto lain yang berada dalam daftar tersebut, melonjak peringkatnya, melebihi Visa, Berkshire Hathaway, Alibaba dan baru-baru ini Tencent, hingga menduduki peringkat 10.

    Dengan kapitalisasi pasar US$12,19 trilyun, emas menduduki peringkat pertama dengan selisih US$10 trilyun, disusul oleh Apple yang berada di posisi ke-2.

    CompaniesMarketCap.com melacak valuasi perusahaan terbuka di seluruh dunia dan membuat daftar sesuai urutan besarnya kapitalisasi pasar. Situs tersebut meliputi kapitalisasi pasar perusahaan, logam mulia, exchange-traded fund dan aset kripto dalam satu daftar.

    Kendati demikian, aset berbeda tidak bisa dibandingkan secara langsung. Perhitungan bagi kapitalisasi pasar ditentukan dengan mengalikan harga saham dengan total sahamnya.

    Baca Juga: Menimbang Ramalan Bitcoin Rp3 Milyar Tahun Ini

    Dalam kasus aset kripto, kapitalisasi pasar ditentukan dengan mengalikan harga aset dengan suplai total. Kapitalisasi pasar logam mulia diukur dengan mengalikan harga dengan suplai total, sehingga hanya merupakan estimasi.

    Agar Ethereum bisa mengalahkan Bitcoin dalam peringkat kapitalisasi pasar, harganya harus meroket lima kali lipat menjadi US$6.100 sementara harga Bitcoin tetap sama tanpa mempertimbangkan perubahan suplai yang akan terjadi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Melewati Harga di 2018, Ini Tiga Penyebabnya

    Sentimen positif masih terus terlihat mengelilingi Ethereum selama beberapa pekan terakhir dengan harganya yang berhasil menembus $1.200 pertama kali sejak 2018. Diprediksi bahwa apresiasi ini terjadi akibat tiga faktor penting yang tidak hanya mengelilingi Ethereum, namun pasar crypto secara menyeluruh.

    Baca Juga: 4 Analisis Fundamental Privacy Coin

    Ethereum Melewati $1.200

    Nilai Ethereum dikabarkan telah berhasil mencapai $1.229 menurut data dari Bitstamp sebelum harganya terkoreksi. Harga tersebut merupakan sebuah pencapaian akibat selama tiga tahun, Ethereum selalu gagal untuk menembus $1.200.

    Mata uang crypto ini telah berhasil naik lebih dari 60% dalam satu pekan terakhir yang membawa kapitalisasi pasarnya hingga $139 Miliar. Dengan tempo apresiasi ini banyak pihak yang memprediksi bahwa Ethereum akan sangat mudah menembus harga tertingginya sejak 20018 yaitu pada $1.432.

    Banyak pihak yang memprediksi bahwa Ethereum akan mencapai harga tersebut dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disebabkan sedang banyaknya sentimen positif yang berputar di sekitar Ethereum.

    Bitcoin Menjadi Pendorong Utama Pasar

    Dengan 2021 yang membawa sentimen positif terhadap Bitcoin, saat ini pengaruhnya terhadap pasar crypto semakin menguat. Saat ini Bitcoin telah berhasil menembus $37.000 dan sedang berjalan menuju harga tertinggi barunya lagi.

    Dalam satu bulan terakhir, Bitcoin berhasil naik lebih dari 100% akibat banyaknya dorongan dari investor institusional dan persediaan yang menipis. Ethereum dan aset crypto lainnya telah merasakan manfaat dari apresiasi ini akibat mereka juga terangkat.

    Baca juga: Ethereum Tembus $1.000, Diduga Cerminan dari Bitcoin

    Saat ini terdapat sentimen baru lagi yang akan mengangkat Ethereum naik lebih tinggi yaitu perpindahan fokus dari Bitcoin ke Ethereum oleh investor institusional. Hal ini disebabkan Bitcoin sudah dikelilingi terlalu banyak pemain besar yang membuat mayoritas institusi mencari aset crypto bagus yang lainnya.

    Sehingga kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada Ethereum mengingat kapitalisasinya yang besar di pasar crypto yaitu pada urutan kedua setelah Bitcoin. Namun, di luar sentimen ini terdapat pengaruh lain yang dapat mendorong Ethereum untuk terus naik.

    Kontrak Berjangka Ethereum Segera Diluncurkan

    Chicago Mercantile Exchange atau CME Group juga dikabarkan telah mengakui adanya ketertarikan yang lebih dalam terhadap Ethereum. Sehingga saat ini mereka sedang berencana untuk meluncurkan kontrak berjangka baru dengan Ethereum sebagai aset yang mendasarinya.

    Dikabarkan bahwa peluncuran produk baru tersebut akan dilaksanakan pada Bulan Februari 2021. Mulai dari 8 Februari 2021, trader akan diberikan kesempatan untuk mulai mengambil posisi di pasar derivatif tersebut.

    Produk kontrak berjangka tersebut akan bernama CME CF Ether Reference Rate. Tujuan dari peluncuran produk tersebut adalah untuk memberikan akses jangkauan yang lebih mudah untuk terjun ke dunia Ethereum.

    Seperti yang terjadi pada Bitcoin, pasar derivatif umumnya dapat memberikan dampak terhadap pergerakan pasar spot. Sehingga, dengan adanya pasar future atau kontrak berjangka ini, Ethereum dapat memiliki dorongan positif tambahan yang akan mengangkat harganya mencapai ATH baru.

    DeFi Juga Mendorong Ethereum

    Walau fenomena ketertarikan terhadap DeFi telah terlihat turun sejak musim panas tahun lalu, saat ini ekosistemnya terlihat mulai menjarah ke segmen konsumen yang lebih luas. Hingga hari ini, dikabarkan bahwa mayoritas koin DeFi di peringkat 20 teratas mengalami apresiasi yang beberapa melebihi apresiasi Ethereum.

    Baca juga: 10 Proyek DeFi yang Perlu Diperhatikan di 2021

    Mengingat mayoritas proyek DeFi dibangun dengan jaringan Ethereum, dampak dari apresiasi koin-koin tersebut akan memberikan dorongan untuk harga Ethereum. Menurut data dari CoinMetrics, jika terjadi fenomena ketertarikan yang signifikan seperti beberapa bulan yang lalu, Ethereum akan terdampak untuk terus naik.

    Hingga saat ini dapat dilihat bahwa jumlah total nilai yang terkunci di jaringan DeFi telah menyentuh nilai tertinggi sepanjang masa. Sehingga seluruh sentimen tersebut berpotensi mengangkat Ethereum yang kemungkinan akan melebihi ATH-nya dengan mudah.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Analisis Fundamental Privacy Coin

    Analisis fundamental terhadap aset kripto berkategori privacy coin amatlah penting, karena tidak semua aset kripto benar-benar “privacy” seperti yang diklaim sang pembuatnya.

    Ada banyak aset kripto yang mengklaim sebagai privacy coinNamun sebenarnya hanya segelintir saja yang secara sungguh-sungguh dapat melindungi privasi penggunanya. Ini adalah faktor-faktor utama yang harus dianalisa ketika meninjau mekanisme privasi pada sebuah aset kripto.

    Baca Juga: Grayscale Menghapus XRP, Bagaimana Nasib Harga XRP?

    Ingatlah, bahwa teknologi blockchain pada dasarnya diancang untuk menciptakan sebuah sistem pencatatan data yang transparan dan aman, namun tetap dapat melindungi identitas asli para penggunanya dengan menggunakan mekanisme digital signature dan public key.

    Namun seiring dengan perkembangan penggunaan aset kripto, public key menjadi sangat mudah dilacak, hingga bisa mengetahui siapa identitas asli orang dibalik transaksi.

    Kelemahan fundamental itulah yang mendorong dirancangnya blockchain dan aset kripto yang lebih menghormati privasi dalam transaksi. Rancangan ini bertolak pada pemahaman bahwa privasi adalah hak paling asas milik manusia.

    Akan tetapi, meningkatkan privasi di sebuah sistem blockchain yang telah didesain untuk transparan dan terbuka untuk diaudit oleh siapa saja, tidaklah mudah.

    Berikut sejumlah aspek dalam menganalisis fundamental tingkat privasi sebuah aset kripto, berasaskan rancangan teknologi blockchain-nya.

    Pertama, apakah mekanisme privacy tersebut tertanam pada blockchain-nya, atau hanya pada layer-layer di atasnya seperti integrasi wallet dengan TOR dan lain-lain.

    Beberapa privacy coin mengklaim menyediakan privasi, tetapi sama sekali tidak memiliki sistem privasi apa pun di blockchain-nya.

    Melindungi alamat IP atau TOR saja tanpa membangun fitur privasi pada tingkat blockchain tidaklah cukup, seperti yang dipaparkan dalam penelitian oleh Alex Biryukov, Dmitry Khovratovich dan Ivan Pustogarov dan dipublikasikan oleh University of Luxemburg ini.

    Kemudian soal fakta, bahwa jaringan TOR dapat diblokir secara menyeluruh seperti yang terjadi di Inggris ini, membuat mekanisme seperti ini sangat riskan untuk digunakan.

    Baca Juga: Visa Dukung Simplex Terbitkan Kartu Debit Kripto

    Kedua, Apakah mekanisme privacy diciptakan oleh seorang ahli kriptografi dan telah diulas oleh para pakar lainnya? Atau hanya ide satu dua orang programmer tanpa pengalaman di bidang kriptografi dan information security yang kemudian dipromosikan tanpa divalidasi atau diaudit oleh pihak lain?

    Seorang ahli kriptografi berpengalamanpun sangat mungkin melakukan kesalahan atau menemukan metode yang ternyata memiliki kelemahan yang signifikan.

    Seperti RSA misalnya, yang padahal telah digunakan oleh banyak pengembang blockchain.

    Ketiga, Apakah mekanisme privacy-nya original, atau hanya rebrand dari teknologi yang sudah ada sebelumnya?

    Menggunakan teknologi privacy yang sudah ada bukan merupakan sebuah masalah, namun seringkali sebuah pengembang privacy coin enggan mengakuinya, karena akan menurunkan nilai jual dari aset kripto yang mereka terbitkan.

    Dalam hal ini, terdapat beberapa kasus di mana sebuah privacy coin secara sengaja tidak mengatakan mereka menggunakan teknologi yang telah dipakai dan dikembangkan oleh pengembang lain.

    Hal ini juga patut diperhatikan karena pengembang tersebut mungkin akan kurang memahami arah pengembangan teknik privacy yang ia salin tersebut atau tidak memiliki pemahaman sebaik tim yang sebenarnya mengembangkan teknik itu dari awal. Ini sangat mungkin terdapat error yang mereka tidak sadari.   

    Keempat, Apakah mekanisme privacy tersebut melibatkan suatu trusted setup, atau privacy dicapai tanpa melibatkan centralized trust? Pasalnya, trusted setup dapat menjadi sebuah celah yang signifikan untuk dapat mengungkap identitas asli dibalik transaksi yang terjadi.

    Menurut penulis, jika kita kaji dengan cara di atas, dari puluhan aset kripto yang mengaku sebagai privacy coin, akan hanya tersisa beberapa gelintir saja yang dapat dikategorikan memiliki fundamental yang bagus dengan tiga teratas, yakni Firo, Monero dan ZCash.

    Firo misalnya memiliki nilai yang paling tinggi, karena memiliki anonymity set yang paling tinggi yakni 2^16 yang bahkan sebuah quantum computer pun sepertinya akan kesulitan untuk membedah identitas asli setiap transaksi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Panduan Swing Trading dalam Investasi Kripto untuk Pemula

    Trend Trading dan Day Trading dapat dengan mudah menjadi strategi trading kripto paling populer. Di seluruh dunia, di pasar yang berbeda, ribuan trader terlibat pada kedua strategi tersebut. 

    Strategi trading fundamental berpotensi menghasilkan banyak keuntungan dan dapat bekerja dengan banyak jenis aset. Cryptocurrency adalah jenis aset yang dapat kamu perdagangkan.

    Dalam panduan ini, kami akan menjelaskan dasar-dasar Swing Trading dalam konteks ekosistem kripto. Kami harap ini dapat membantu kamu mendapatkan tumpuan awal dalam trading kripto. 

    Apa itu Swing Trading?

    Dalam pengertian tradisional, Swing Trading adalah strategi trading spekulatif yang digunakan oleh para trader di pasar yang berbeda dengan berbagai aset. Trader akan memegang aset yang dapat diperdagangkan di mana saja antara beberapa hari hingga beberapa minggu.

    Swing Trading berbeda dengan Day Trading, di mana aset disimpan tidak lebih dari sehari, dan Trend Trading, di mana seorang trader dapat memiliki aset selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun berdasarkan tren pasar. 

    Ilustrasi candlestick pattern di investasi aset kripto.

    Ilustrasi candlestick pattern di investasi aset kripto.

    Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

    Karena strategi Swing Trading berjangka dapat menimbulkan beberapa keuntungan dan kerugian. Memahami manfaat/batasan dari strategi ini penting untuk diketahui dari aset yang kamu pilih untuk Swing Trading. Mempertimbangkan betapa fluktuatif dan tidak terduganya aset kripto, kamu harus ekstra rajin saat berencana untuk melakukan swing-trade mata uang kripto atau investasi lain.

    Kelebihan dari Swing Trading

    Beberapa alasan mengapa trader lebih memilih Swing Trading daripada trading harian dan trend trading adalah:

    Swing Trading tak perlu selalu dipantau

    Tidak seperti trading harian, Swing Trading tidak memerlukan perhatian terus-menerus dari trader. Sementara rata-rata day trader mungkin menghabiskan beberapa jam per hari di depan meja, melewati angka, swing-trader tidak harus melakukan itu. Asalkan trader telah melakukan penelitian yang cukup sebelum berinvestasi dalam aset, Swing Trading membutuhkan beberapa jam kerja setiap minggu.

    Bikin trading lebih mudah

    Jumlah usaha yang diperlukan untuk Swing Trading juga relatif lebih rendah daripada Day Trading. Dalam kebanyakan kasus, trader akan bergantung pada Analisis Teknikal, menggunakan data historis dan grafik harga untuk menentukan tindakan manajemen aset. Hal itu merupakan pilihan yang lebih nyaman dan tidak memerlukan banyak pekerjaan dari trader.

    Ilustrasi candlestick pattern di investasi aset kripto.

    Ilustrasi candlestick pattern di investasi aset kripto.

    Tawarkan potensi keuntungan jangka pendek

    Swing Trading aset apa pun menawarkan potensi keuntungan jangka pendek yang lebih baik. Artinya, ketika berfokus pada kumpulan aset yang dikuratori dengan baik, Swing Trading dapat menghasilkan jumlah keuntungan yang baik dalam jangka waktu yang relatif lebih kecil. Itulah mengapa Swing Trading lebih disukai oleh mereka yang ingin mengembangkan pendapatan bulanan dari trading.

    Kontrol yang lebih baik atas risiko pasar

    Dibandingkan dengan trading harian dan trading jangka panjang, Swing Trading memberikan kontrol yang lebih baik atas risiko pasar. Kamu juga harus mempertimbangkan sedikit aset saja untuk di Swing Trading daripada ratusan aset. Dengan begitu, trader dapat menggunakan Analisis Teknikal dan Analisis Fundamental untuk fokus pada investasi dan membuat keputusan trading yang tepat.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Kekurangan dari Swing Trading

    Strategi Swing Trading membutuhkan sedikit lebih banyak perhatian atau kebijaksanaan dari trader. Berikut ini adalah kekurangan dari Swing Trading yang harus kamu perhatikan. 

    Risiko holding jangka panjang

    Karena periode holding yang panjang, aset yang terlibat dalam Swing Trading mengikut pada risiko pasar lainnya. Misalnya, posisi trading dapat berubah secara drastis dalam semalam atau selama akhir pekan. Hal tersebut tidak terjadi dalam trading harian karena trader tidak menyimpan aset dalam semalam.

    Trader tak bisa pantau detail pasar

    Keterbatasan lain dari Swing Trading adalah terkadang gagal memperhatikan tren pasar yang lebih menonjol. Karena ide inti Swing Trading adalah menahan aset selama beberapa minggu dan mendapatkan keuntungan maksimal, strategi ini tidak mempertimbangkan potensi keuntungan jangka panjang.

    Sementara, Swing Trading tidak membutuhkan waktu sebanyak Day Trading, trader perlu memiliki pemahaman pasar yang lebih dalam. Mereka juga membutuhkan pengalaman yang cukup dengan Analisis Teknikal dan Analisis Fundamental. 

    Sekarang setelah kita melihat kelebihan dan kekurangan dari Swing Trading, akankah kita memeriksa berbagai aspek aset kripto Swing Trading?

    Ilustrasi tips investasi aset kripto yang aman dan cuan.

    Ilustrasi tips investasi aset kripto yang aman dan cuan.

    Baca juga: Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dengan Kripto

    Swing Trading Kripto

    Swing Trading mencoba menangkap perbedaan nilai dalam periode menengah dan menghasilkan keuntungan darinya. Namun, ketika ide ini diterapkan ke konteks aset kripto, ada beberapa masalah. Masalah yang sering terjadi sebagian besar karena sifat pasar crypto yang bergejolak secara keseluruhan. Bitcoin, aset kripto paling populer, adalah contoh terbaiknya. 

    Selama bertahun-tahun, para trader telah mencoba memprediksi pola pertumbuhan aset Bitcoin dan menghasilkan beberapa keuntungan. Namun, hampir setiap saat, faktor yang belum pernah terjadi sebelumnya mempengaruhi harga BTC, menyebabkan nilainya berubah secara drastis. Tentu, ada stablecoin. Namun, ide intinya kurang lebih sama.

    Oleh karena itu, kamu harus memperhatikan beberapa faktor sebelum melakukan Swing Trading.

    Fokus Komprehensif

    Di dunia kripto, kamu tidak dapat fokus pada satu aset untuk mendapatkan keuntungan yang banyak. Bagaimanapun juga sebenarnya dapat memperdagangkan satu aset, akan tetapi harus memiliki pemahaman yang komprehensif tentang kondisi market. Dengan begitu, kamu akan memahami bagaimana aset yang telah diinvestasikan berinteraksi dengan investasi lain, termasuk Bitcoin.

    Risiko Lebih Tinggi

    Saat kamu berencana untuk Swing Trading kripto, Anda harus siap kehilangan apa yang diinvestasikan. Dengan kata lain, trader sering disarankan untuk tidak berinvestasi lebih dari yang mereka mampu untuk kehilangan.

    Kesimpulan

    Jika Anda memahami aspek-aspek ini, Anda dapat memikirkan cara terbaik untuk Swing Trading crypto. Pastikan kamu memilih platform perdagangan yang menawarkan dukungan dan dokumentasi tepat waktu untuk membantu kamu memulai dengan Swing Trading dan strategi perdagangan crypto lainnya. Anda juga harus melihat apakah platform memungkinkan kamu untuk memilih di antara berbagai aset kripto yang layak dari pasar. 

    Lagi pula, mempertajam portofolio kripto kamu adalah cara yang efektif untuk menjaga semuanya tetap terkendali. Tetapi, sekali lagi, kamu perlu menghabiskan lebih banyak waktu untuk menganalisa. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Grayscale Menghapus XRP, Bagaimana Nasib Harga XRP?

    XRP mulai kehilangan kekuatannya di ruang crypto dalam beberapa minggu terakhi karena gugatan SEC terhadap Ripple yang telah menyebabkan dampak buruk pada kinerja cryptocurrency dan posisinya dimata para investor.

    Laporan terbaru telah mengungkapkan beberapa kasus berbagai bursa teratas yang menghapus XRP dari layanan perdagangan mereka, sehingga mengakibatkan penurunan harga yang signifikan.

    Baca Juga: Tom Lee: Harga Bitcoin Bisa Lebih dari US$40 Ribu Pada Tahun Ini

    Menyusul laporan hari Selasa dari OTC Markets, perusahaan manajemen aset digital terbesar di dunia, Grayscale Investments, telah bergabung dalam daftar investor institusi yang menghapus XRP dari daftar crypto di kustodiannya.

    Dengan kata lain, Grayscale telah menjadi investor institusi terbaru yang menghapus XRP karena perusahaan dilaporkan telah menjual semua aset XRP dalam Grayscale Digital Large Cap Fund, dengan demikian, menggunakan hasil yang dihasilkan dari penjualan untuk membeli token tambahan dari Komponen Fund yang tersisa seperti Bitcoin dan ETH.

    Berdasarkan laporan tersebut, langkah untuk menghapus XRP dari daftar aset digital dalam portofolio Fund dilakukan oleh pengumuman sebelumnya yang dibuat oleh partisipan resmi Grayscale, Genesis Global Trading Inc.

    Baca Juga: Meneropong Potensi Blockchain dan Dapps di Tahun 2021

    Perusahaan mengumumkan akan menghentikan sementara perdagangan untuk XRP efektif mulai 15 Januari. Langkah untuk menghapus XRP sejalan dengan tinjauan triwulanan IMF. Dokumentasi Fund mengungkapkan;

    “Manajer dapat memutuskan untuk mengecualikan aset digital dari portofolio Reksa Dana meskipun memenuhi Kriteria Penyertaan Dana, termasuk, tetapi tidak terbatas pada jika Partisipan Resmi tidak memiliki kemampuan untuk memperdagangkan atau mendukung aset digital tersebut.”

    Pialang cryptocurrency di AS seperti Binance US, Coinbase, eToro mengumumkan akan men-delist XRP. Pialang Uphold akan mengambil keputusan tentang XRP ketika pengadilan sudah mengambil keputusan.

    Sejauh ini, grafik XRP turun dari Rp 8000 hingga Rp 3000-an, dan trading sideways sampai saat ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Hedging dalam Trading Kripto yang Bisa Tekan Risiko Kerugian

    Dalam trading kripto, ada sebuah strategi yang bisa dilakukan untuk mengamankan profit. Strategi tersebut bernama hedging. Secara etimologis, hedging memiliki arti lindungi nilai. Sementara secara terminologis, artinya adalah tindakan untuk mengurangi ketidakpastian dari pergerakan harga aset di masa depan. Para investor yang mengerti soal hedging akan merasakan banyak keuntungan karena strategi ini bisa melindungi investor dari risiko kerugian. Jadi, apa itu hedging dan apa saja jenisnya?

    Apa itu hedging?

    Dalam dunia investasi, istilah hedging merujuk pada suatu hal yang bisa dilakukan investor untuk mengurangi atau menghilangkan risiko kerugian. Namun, hal ini juga berarti bahwa hedging bisa membatasi potensi keuntungan yang mungkin akan didapatkan oleh investor dan trader.

    Tidak hanya membantu investor menghindari kerugian, hedging juga memungkinkan investor untuk mengenali risiko atau bahaya dalam kegiatan investasi, sehingga investor bisa mengambil langkah antisipasi dan membuat strategi investasi yang tepat.

    Hedging sangat penting untuk dikuasai setiap investor, terutama untuk mereka yang berinvestasi aset kripto. Hal ini dikarenakan volatilitas dan ketidakstabilan mata uang kripto. Selain itu, dominasi Bitcoin dalam dunia mata uang kripto juga membuat hedging menjadi hal yang penting. Altcoin mengikuti harga Bitcoin, sehingga jika harga Bitcoin jatuh, kemungkinan besar Altcoin juga akan jatuh. 

    apa itu hedging dan jenisnya

    3 Jenis hedging yang umum digunakan

    Setelah mengetahui apa itu hedging, Anda juga perlu mengetahui jenis-jenisnya. Terdapat tiga jenis strategi hedging yang umum digunakan oleh para investor dan trader untuk mengamankan profit, yakni diversifikasi, short-selling, dan futures.

    1. Diversifikasi

    Diversifikasi adalah sebuah strategi di mana investor melakukan investasi pada instrumen yang berbeda-beda. Diversifikasi juga bisa diartikan sebagai variasi aset yang tidak memiliki keterhubungan satu sama lain sehingga ketika salah satu aset sedang mengalami penurunan nilai, maka aset lainnya tidak terpengaruh atau bisa saja mengalami peningkatan.

    Namun, bukan sekadar membedakan berbagai jenis aset, diversifikasi juga membutuhkan strategi. 

    Dalam hal mata uang kripto, diversifikasi bisa dilakukan dengan memiliki mata uang yang lebih stabil, seperti Bitcoin atau Ethereum dan mata uang kripto dengan risiko tinggi, yaitu Altcoin. Dengan kombinasi ini, ketika Altcoin sedang mengalami penurunan, Anda tidak akan mengalami kerugian yang terlalu tinggi karena masih ada Bitcoin yang nilainya cenderung lebih stabil.

    Baca Juga: Maksimalkan Profit Dengan Strategi Swing Trading!

    2. Short-selling

    Short-selling adalah strategi yang lebih sulit dilakukan jika dibandingkan dengan diversifikasi. Short-selling merujuk pada trader atau investor yang mengambil posisi untuk menjual aset mereka ketika mereka percaya bahwa nilainya akan turun untuk sementara. 

    Dengan strategi ini, trader bisa menjual aset dan membelinya kembali saat harga lebih rendah. Hal ini akan mengamankan keuntungan dan daya beli.

    Cara menggunakan strategi ini adalah dengan melihat tanda dari tren potensial pada grafik harga mata uang kripto. Jika trader melihat ada tanda penurunan tren pasar, mereka bisa meminjam kripto tertentu pada bursa atau broker dan menjualnya kembali di pasar.

    Ketika harga aset kripto turun, mereka bisa kembali membayar aset kripto yang sama dengan harga yang lebih terjangkau dan mengembalikannya ke bursa atau broker tempatnya meminjam aset. Namun, jika harganya meningkat, trader harus membeli kembali aset tersebut dengan harga yang lebih tinggi.

    Baca juga: Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dengan Kripto

    3. Future

    Future adalah sebuah kontrak antara dua atau lebih partisipan yang setuju untuk menjual atau membeli sebuah aset di masa yang akan datang pada waktu yang telah ditentukan dan disepakati sebelumnya. Kontrak ini merupakan bagian dari instrumen derivatif, termasuk Options, Swaps, dan Contracts for Difference (CFD). 

    Melalui penjelasan mengenai apa itu hedging serta jenis-jenisnya, diharapkan hal ini bisa membantu Anda dalam menyusun strategi untuk meminimalisir kerugian ketika investasi atau trading mata uang kripto. Apapun jenis investasinya, tentu Anda perlu berhati-hati dalam melangkah agar terhindar dari kerugian. 

    Selain itu, penting pula untuk berinvestasi pada platform yang menyediakan fitur dan informasi terlengkap, seperti Tokocrypto. Yuk, simak informasi terkini seputar dunia kripto hanya di website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta komunitas Tokocrypto!

    Salam to the moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tom Lee: Harga Bitcoin Bisa Lebih dari US$40 Ribu Pada Tahun Ini

    Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors mengatakan, bahwa harga Bitcoin bisa lebih dari US$40 ribu (Rp564 juta) pada tahun ini. Prediksi Lee pada Desember 2019, bahwa tahun 2020 Bitcoin berkinerja lebih baik memang jadi kenyataan.

    Pada 30 Desember 2020 lalu, David Grider Direktur Strategi Aset Digital di Fundstrat Global Advisors, telah menaikkan target harga enam hingga dua belas bulan untuk Bitcoin menjadi US$40.000. Namun, Tom Lee mengharapkan harga Bitcoin jauh lebih tinggi daripada tahun 2021.

    Menurut laporan yang diterbitkan oleh Barron’s pada hari Rabu (30/12/2020), Grider menulis dalam sebuah catatan kepada kliennya.

    “Reli lanjutan akan terjadi hingga tahun depan. Kami tetap bullish dan menaikkan target harga Bitcoin kami dari US$25.000 menjadi US$40.000. Kami merekomendasikan investor yang ingin menambah investasi Bitcoin-nya mengingat kinerja baru-baru ini dan valuasi yang lebih tinggi,” sebut Grider.

    Kemarin, 31 Desember 2020, Melissa Lee, pembawa acara “Fast Money” di CNBC bertanya kepada Thomas LeeCo-Founder, Managing Partner dan Kepala Riset di Fundstrat, apa pendapatnya tentang prediksi harga Grider.

    Lee menjawab, “Angka itu berasal dari David Gride, tapi saya pikir dalam angka bulat, tahun 2021 akan menjadi seperti 2017, yang berarti Bitcoin akan bekerja lebih baik pada 2021 daripada pada tahun 2020, jadi naik lebih dari 300 persen.“

    Dia pun menambahkan, bahwa nilai Bitcoin relatif berbandingkan nilai dolar AS, jika dolar melemah, tetapi Bitcoin menahan nilainya, maka harga Bitcoin naik.

    “Tetapi efek yang lebih penting adalah, tahun ini, kami melihat banyak likuiditas bank sentral. Dolar benar-benar kuat, tetapi kelemahannya sekarang benar-benar akan membuat orang berpikir bagaimana Anda menyimpan sesuatu pada aset lain agar nilai uang Anda sehat. Saya rasa Bitcoin adalah aset digital yang ingin mereka pegang untuk menjaga nilainya,” kata Lee.

    Prediksi 2019 Menjadi Nyata di 2020
    Pada akhir Desember 2019 Tom Lee pernah menegaskan bahwa pada tahun 2020 Bitcoin akan berkinerja lebih baik. Sebagai sebuah prediksi, setidaknya ia benar dan di ujuang tahun 2020, Raja Aset Kripto itu berhasil menembus lebih dari US$28.000, lalu hari ini pada Tahun Baru lebih dari US$29.000 per BTC.

    Kala itu Lee mengatakan pelemahan harga Bitcoin sejak Juli 2019 dapat dimaklumi. Sebab, tekanan datang dari regulator dari sejumlah negara. Tapi, Lee berpendapat bahwa Bitcoin bisa berkinerja lebih baik pada tahun 2020.

    Katanya, pelemahan dan sikap resisten datang melalui sidang senat dan DPR Amerika Serikat yang mempersoalkan proyek Libra yang melibatkan Facebook dan beberapa perusahaan swasta ternama lainnya. Pemerintah Amerika Serikat juga secara-terangan tidak menyukai Bitcoin.

    “Saya tidak melihat pertumbuhan adopsi Bitcoin yang besar sejak Juli 2019. Namun, dalam beberapa tahun ke depan, saya melihat adopsi yang lebih besar akan terjadi terhadap aset kripto dan Bitcoin, khususnya terkait dengan Bitcoin Reward Halving. Untuk saat ini pasar modal tradisional sedang di puncak tertingginya. Dan investor cenderung tidak membeli Bitcoin, karena dianggap lebih berisiko tinggi. Dan Tiongkok sendiri memberikan penegasan yang sangat kuat kepada dunia, bahwa mereka mendukung soal aset digital/aset kripto, yang merupakan produk dari teknologi blockchain,” kata Lee kepada CNBC, Rabu (27/11/2019.

    Di samping itu, Lee mengatakan bahwa penurunan 50 persen baru-baru ini tidak mengubah prospek jangka panjang untuk Bitcoin. Prospeknya tetap positif. Memang, sejumlah analis mencatat bahwa tahun-tahun di mana Bitcoin berkinerja sangat baik, berkorelasi dengan tahun-tahun yang kuat pada indeks S&P 500 dan indeks aset lainnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berteknologi Tinggi, Intip Serba-Serbi Zilliqa Coin Berikut!

    Terus berkembang, kini dapat Anda temui banyak aset kripto yang memiliki teknologi lebih baik dari pada aset kripto generasi pertama seperti Bitcoin atau Ethereum. Salah satunya ialah Zilliqa coin. Walaupun terbilang baru, setidaknya koin ini menghadirkan teknologi yang lebih unggul dibanding Ethereum, khususnya pada kecepatan transaksinya. 

    Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

    Kenalan dengan Zilliqa Coin

    Zilliqa Coin (ZIL) diciptakan oleh peneliti asal National University of Singapore, Amrit Kumar dan Dong Xinshu yang diluncurkan pada Juni 2017. Memang pada Initial Coin Offering (ICO) yang berlangsung pada 27 Desember 2017 sampai 10 Januari 2018, Zilliqa masihlah berjalan di atas blockchain Ethereum. Pada ICO ini, Zilliqa berhasil mengumpulkan dana lebih dari $22 juta dalam ETH, lho! Barulah pada tahun 2019, Zilliqa membuat jaringan blockchain-nya sendiri. 

    Berdasarkan data yang ada di Coinmarketcap, saat ini setidaknya sudah 59% koin yang beredar di seluruh dunia dari jumlah persediaan yang ada sebanyak 21 miliar ZIL coin. Setidaknya saat ini (20/01/22),  ZIL coin menduduki peringkat 104. 

    Bagaimana Cara Zilliqa Coin Bekerja?

    Ilustrasi Ziliqa coin.

    Ilustrasi Ziliqa coin.

    Zilliqa dianggap memiliki teknologi yang lebih unggul dibanding terdahulunya karena mampu memproses transaksinya dengan cepat. Tertulis pada whitepaper-nya, kecepatan transaksinya bisa mencapai hingga 1000 kali dari blockchain Ethereum, lho!

    Kenapa Zilliqa Bisa Lebih Unggul Seperti itu, ya?

    Zilliqa merupakan koin pertama yang didukung oleh teknologi canggih yang bernama sharding. Di mana setiap shard memproses transaksi menjadi bagian-bagian lebih kecil yang kemudian menghasilkan antrian transaksi minimal dan disiarkan ke jaringan, sehingga meningkatkan jumlah kinerja jaringan (transaksi per second).  Nah, hal inilah yang membuat koin Zilliqa bisa cepat memproses transaksinya.

    Bagaimana Jaringan Zilliqa Diamankan?

    1. pBFT

    Jaringannya diamankan oleh mekanisme konsensus pBFT (practical Byzantine Fault Tolerance). Ini berarti bahwa dua pertiga dari semua node (simpul)  yang ada harus setuju bahwa setiap catatan yang ada adalah benar untuk kemudian ditambahkan ke blockchain. Tiap shard blockchain Zilliqa bergantung pada sekelompok node untuk mengonfirmasi sub bagian dari semua transaksi. Barulah ketika pecahan mencapai konsensus, kelompok node kedua melakukan konfirmasi hasil kolektif shard tersebut dan menambahkan blok baru ke blockchain.

    Baca Juga:  Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin! 

    2. Scilla

    Selain itu, Zilliqa punya bahasa pemrograman sendiri, yakni Scilla (Smart Contract Intermediate-Level Language). Scilla adalah bahasa pemrograman yang fokusnya pada keamanan yang tujuannya agar secara otomatis dapat mengenali dan menghilangkan kerentanan keamanan  tingkat bahasa dan memfasilitasi verifikasi formal keamanan smart contract melalui bukti matematis.

    Ilustrasi Ziliqa coin.

    Ilustrasi Ziliqa coin.

    3. Proof of Work

    Terakhir, dilansir dari Invesnesia, blockchain Zilliqa menggunakan Proof of Work untuk menentukan identitas node dan melakukan sharding. Namun, perlu diingat, ia tidak menggunakan PoW ini hingga konsensus. Adapun keuntungan yang didapat dari hal tersebut adalah pengembang tidak perlu mengeluarkan biaya energi PoW yang tinggi. Setidaknya untuk node Zilliqa bisa berjalan hanya dengan biaya 1/10 dari sebuah node Ethereum.

    Beli Zilliqa Coin di Tokocrypto

    Anda tertarik untuk beli Zilliqa coin? Tenang, Anda bisa membelinya di Tokocrypto. Tepat 16 Januari 2021, Tokocrypto telah resmi menambahkan koin ini ke dalam platform-nya. Ini dia, caranya!

    1. Pertama-tama, daftarkan diri Anda dan selesaikan KYC-nya.
    2. Setelah berhasil, isi saldo terlebih dahulu dan jangan lupa mengkonversikannya ke BIDR (bisa juga ke USDT, BUSD, ataupun USDC).
    3. Lalu, pilih menu Pasar, dan sesuaikan dengan BIDR di kolom “Fiat Pasar”.
    4. Pilih Zilliqa coin.
    5. Pilih metode transaksi yang Anda mau. Anda bisa memilihnya menggunakan “Batasan Order” yang di mana Anda bisa menentukan harga sendiri atau “Order Pasar” di mana harga ini adalah harga yang berlaku di pasar saat itu juga.
    6. Masukan jumlah koin beserta nominal yang diinginkan. Jangan lupa untuk mengeceknya kembali dengan seksama.
    7. Terakhir, klik “Beli”. 

    Gimana, mudah kan? Yuk, daftarkan diri Anda segera dan selesaikan KYC-nya hanya di Tokocrypto dan nikmati investasi, jual, dan beli Zilliqa coin serta aset kripto lainnya dengan mudah dan aman! Ingin diskusi dan belajar tentang kripto? Gabung komunitas resmi Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Litecoin Geser XRP dalam Kapitalisasi Pasar, Ini Penyebabnya

    Litecoin dan XRP terlihat baru saja bertukar posisi dalam urutan kapitalisasi pasar setelah Litecoin naik secara signifikan. Apresiasi dari Litecoin terlihat terjadi bersama dengan XRP yang masih terus turun walau saat ini sudah berkonsolidasi.

    Banyak pihak yang terlihat senang dan terkejut akibat kabar pertukaran posisi ini akibat sentimen XRP yang masih negatif. Namun banyak pihak yang masih bertanya, apa penyebab dari pertukaran posisi ini.

    Baca Juga: Riset: Hanya 4,2 Juta Bitcoin yang Likuid, Tanda Kenaikan Besar Lagi?

    Litecoin Menggeser XRP

    Secara singkat, pertukaran posisi ini terjadi akibat adanya apresiasi pada Litecoin dan depresiasi pada XRP. Pertukaran ini terlihat terjadi pada Hari Minggu kemarin, dimana Litecoin naik sekitar 12% dan XRP turun sekitar 25%.

    Saat itu, kapitalisasi pasar Litecoin naik menjadi $9,95 Miliar yang membawanya untuk mengalahkan kapitalisasi pasar XRP. Pada saat itu, perbedaan kapitalisasi pasar hanya berbeda $1 Juta yang membuat kondisinya rentan.

    Baca juga:XRP Makin Terpuruk, Adakah Harapan Untuk Bangkit?

    Hasilnya, pergantian posisi ini tidak bertahan lama akibat saat ini kapitalisasi pasar XRP sudah naik kembali. Saat ini perbedaan kapitalisasi sudah terlihat signifikan, dimana kapitalisasi XRP berada di $10,4 Miliar dan Litecoin di $9,86 Miliar.

    Hasilnya saat ini urutan kembali normal dimana XRP menduduki peringkat ke empat dan Litecoin menduduki peringkat ke lima. Kembalinya bergeser posisi ini terlihat terjadi akibat XRP yang naik dan mulai berkonsolidasi.

    Dikabarkan bahwa pergantian posisi ini disebabkan oleh adanya dua sentimen yang berbeda sehingga kedua koin terpengaruh secara signifikan. Perbedaan kedua sentimen ini diakibatkan satu sentimen berasal dari fundamental dan satu sentimen dari eksternal.

    Sentimen Pengaruh Pergeseran Posisi

    Untuk XRP sentimen yang terlihat masih sama yaitu kasus persidangan dengan SEC atau Securities and Exchange Commision. Hingga saat ini mayoritas pasar masih menunggu keputusan tuntutan dan nasib XRP ke depannya.

    Nasib XRP juga dibuat semakin buruk akibat banyaknya perlakuan delisting dari beberapa bursa besar secara internasional. Hasilnya saat ini sentimen terhadap XRP masih sangat negatif, namun harganya berhasil konsolidasi setelah turun sekitar 73% sejak adanya tuntutan.

    Untuk Litecoin, saat ini harganya masih terlihat positif walau sedang terkoreksi. Apresiasinya yang membawa posisinya naik diprediksi pasar terjadi akibat sentimen positif yang dibawa Bitcoin.

    Baca juga:Michaël van de Poppe: Bitcoin Berpotensi Mengangkat Altcoins

    Saat Bitcoin naik, dari $20.000 hingga saat ini, Cointelegraph menemukan bahwa terjadi apresiasi yang cukup signifikan dalam pasar crypto. Signifikansi ini terlihat dari volume perdagangan yang terus naik terutama di akhir Desember 2020.

    Oleh karena itu, mengingat Bitcoin masih punya kekuatan untuk naik setelah pemulihannya kemarin dan XRP yang masih terjerat kasus, kemungkinan Litecoin geser XRP kembali masih dapat terjadi. Tetapi kemungkinan besar hal ini dapat terjadi setelah Bitcoin naik kembali melewati $34.000.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com