Category: Tokocrypto

  • 6 Cryptocurrency Ini Melonjak Lebih dari 2.000%

    Para pemilik mata uang crypto ini mungkin saat ini sedang menikmati keuntungan yang dihasilkan dari crypto tersebut. Pasalnya, 6 mata uang crypto, ZAP, AAVE, BAND, UBT, CVT, dan YFI meningkat lebih dari 2.000% sepanjang tahun ini. Angka ini jelas mengungguli Bitcoin yang juga naik sebesar 154% sejak awal tahun 2020.

    Bahkan, ZAP dan AAVE berhasil meningkatkan nilai mereka dengan masing-masing nilai 6.000% dan 4.000% sepanjang tahun ini.

    Baca Juga: Si Kembar Winklevoss: Bitcoin Akan Kalahkan Emas

    Harga Koin Melonjak Lebih dari 4.000%

    ZAP, mata uang kripto yang beroperasi di platform Ethereum, mengalami peningkatan persentase terbesar sepanjang tahun sejauh ini. Pada awal tahun, harga ZAP hanya sebesar $0,002 atau setara dengan Rp28,29. Namun, sekarang nilainya menjadi $0,111 atau setara Rp1.569. Ini berarti aset tersebut bertumbuh sebesar lebih dari 6.300% sepanjang tahun ini.

    Token Aave, AAVE, berada di urutan kedua. Aave merupakan protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memungkinkan orang meminjamkan dan meminjam aset kripto yang berbeda. Harga token protokol saat ini ada di kisaran $80 atau Rp1,1 juta padahal awal tahun ini nilainya hanya sebesar $0,018 atau Rp254. Ini berarti harga AAVE telah meningkat sebesar 4.288% sejak awal tahun 2020.

    Koin Terbaik dari yang Terbaik

    Token BAND dari Band Protocol berada di urutan ketiga, mengikuti ZAP dan AAVE dengan margin yang besar.

    Baca Juga: CEO BlockFi: Milenial Berperan Tingkatkan Adopsi Bitcoin Masa Depan

    Selama musim panas, BAND mengalami lonjakan harga dari $3,9 pada 27 Juli, menjadi $14,1 pada 10 Agustus. Harganya kemudian turun ke kisaran $6 pada bulan Oktober, dan terus naik sejak saat itu.

    Saat ini dengan harga $6,54, maka BAND telah mencatat kenaikan harga 2.727% tahun ini sejak mulai dari $0,236.

    Tepat seletah BAND adalah token UBT Unibright. Token ini bekerja dalam mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam bisnis yang ada atau biasanya disebut sebagai “token utilitas”. UBT saat ini dihargai $0,530, dengan kapitalisasi pasar hampir mencapai $79 juta. Sejak 1 Januari lalu, harga UBT mengalami kenaikan sebesar 2.665%.

    Selanjutnya, ada Token CVT CyberVein. CyberVein adalah penyedia layanan data besar yang menyediakan solusi kota pintar di seluruh dunia. CVT membuka tahun pada harga $0,005. Dengan harga saat ini $0,012 berarti mewakili peningkatan sebesar 2.295% sejak 1 Januari.

    Lalu yang terakhir ada, token Yearn Finance (YFI) berada di urutan terakhir dalam daftar. YFI adalah token tata kelola utama jaringan Yearn Finance yang merupakan produk DeFi. Tidak seperti token lainnya, YFI baru muncul pada pertengahan tahun 2020, tetapi dapat menorehkan catatan kenaikan yang sangat tinggi.

    Bayangkan saja nilainya pada Juli 2020 masih berada di kisaran $1.000 dan sempat membuat heboh komunitas crypto dan DeFi lantaran nilainya yang naik ke $43.000 dua bulan kemudian.

    Meskipun nilainya saat ini berada di kisaran $24.743 ini berarti nilainya telah mencapai lebih dari 2.141%!

    Antusiasme dan adopsi crypto yang semakin luas akan membuat semakin banyak crypto lain yang juga berpeluang menghasilkan keuntungan yang besar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Dia Berbagai Keunggulan Bitcoin yang Wajib Kamu Tahu

    Bitcoin telah menjadi hal yang sangat dikagumi sejak adanya penemuan internet. Selama lebih dari 25 tahun, para kriptografer dan inovator telah mencoba untuk menghasilkan mata uang digital terdesentralisasi yang aman, tetapi tidak ada yang berhasil sampai ditemukannya Bitcoin

    Ada banyak alasan mengenai hal ini, tetapi tahukah kamu apa manfaat dari mata uang Bitcoin? Berikut adalah beberapa di antaranya untuk memberi gambaran yang lebih baik tentang apa yang dibawa Bitcoin ke dunia.

    Bitcoin Tanpa Izin

    Mata uang tradisional, seperti Rupiah memerlukan izin untuk digunakan, mulai dari bank, lembaga keuangan hingga pemerintah. Bitcoin tidak memerlukan izin dari siapa pun dan gratis serta terbuka untuk digunakan secara global.

    Bitcoin Kebal terhadap Penyitaan

    Tidak ada yang bisa menyita Bitcoin seseorang sejak melakukan pembelian. Kenapa? Itu karena Bitcoin tidak ditempatkan di bank sentral atau perusahaan mana pun. Kamu bisa berperan menjadi bank sendiri dengan Bitcoin.

    Ilustrasi mata uang digital, Bitcoin.

    Ilustrasi mata uang digital, Bitcoin.

    Baca Juga: Minat Aset Kripto Melonjak, PM Thailand Ingatkan Cerdas Berinvestasi

    Bitcoin Tahan terhadap Sensor

    Menggunakan algoritma komputasi yang disebut proof-of-work (PoW), tidak ada yang dapat memblokir atau menyensor transaksi Bitcoin. Mata uang digital ini menganut konsep desentralisasi, sementara mata uang tradisional diatur dan diawasi oleh lembaga tertentu. Ini yang menjadi perbedaan utamanya. 

    Bitcoin Terdesentralisasi

    Jaringan didistribusikan secara global di antara ribuan node (komputer) dan jutaan pengguna di mana pemiliki Bitcoin tidak harus bergantung pada pihak ketiga yang tepercaya.

    Bitcoin memiliki persediaan terbatas: Hanya ada 21 juta Bitcoin yang dibuat, dan dihasilkan dari pertambangan pada tingkat yang dapat diprediksi. Artinya Bitcoin bisa langka dan deflasi.

    Bitcoin Lebih Terbuka dan mudah digunakan

    Siapa pun dapat berkontribusi untuk mengembangkan Bitcoin di berbagai bidang, termasuk membuat software atau infrastruktur berdasarkan sistem mata uang digital ini. Transaksi Bitcoin termasuk instan dan cepat, karena merupakan mata uang digital peer-to-peer sebagaimana diuraikan dalam whitepaper asli Satoshi Nakamoto. Selain itu juga persen biaya transaksinya sangat murah, daripada jaringan pembayaran pusat seperti PayPal, Visa, atau Mastercard.

    Bitcoin Satu Arah

    Transaksi Bitcoin tidak ada risiko tagihan balik karena setelah ia dikirim, transaksi tidak dapat dibatalkan. Bitcoin mirip dengan uang tunai, begitu kamu memberi seseorang uang tunai, tidak bisa mendapatkannya kembali (kecuali mereka mengembalikannya).

    Bitcoin Uang Digital

    Bitcoin digunakan di seluruh dunia untuk membayar hal-hal seperti kopi, makanan, elektronik, perjalanan, dan banyak lagi. Beberapa bahkan suka menyebutnya uang internet ajaib, karena semua sifatnya yang menakjubkan, dan kemampuannya untuk tidak dibelanjakan secara ganda.

    Ilustrasi mata uang digital, Bitcoin.

    Ilustrasi mata uang digital, Bitcoin.

    Baca Juga: Apa itu Teknologi Quantum Computer yang Jadi Ancaman Cryptocurrency?

    Bitcoin Memberikan Anonimitas

    Jika digunakan dengan benar, Bitcoin dapat digunakan sebagai mata uang anonim yang bebas. Saat kamu menggunakan Bitcoin, tidak perlu memberikan email, nama, nomor jaminan sosial, atau informasi identitas lainnya saat melakukan transaksi peer-to-peer.

    Bitcoin hanyalah angka, 1 dan 0, dan transaksi menggunakan jaringan internet serta alamat wallet. Jika tidak digunakan dengan benar, Bitcoin bisa menjadi pseudo-anonim yang memberi orang lebih banyak privasi daripada menggunakan mata uang tradisional.

    Hanya Butuh Jaringan Internet

    Kamu dapat membeli dan menjual Bitcoin dari smartphone atau komputer. Tidak hanya itu, bisa juga dapat menggunakannya untuk membayar barang langsung dari dompet Bitcoin di perusahaan yang menerimanya sebagai bentuk pembayaran.

    Orang lain yang tidak dapat mengakses sistem perbankan tradisional dapat menggunakan Bitcoin sebagai gantinya. Mereka hanya membutuhkan perangkat yang dapat terhubung ke internet.

    Bitcoin Sangat Transparan

    Semua informasi mengenai pasokan uang Bitcoin tersedia bagi siapa saja. Setiap transaksi yang dilakukan dengan Bitcoin juga tersedia untuk dilihat siapa pun. Meskipun, informasi pribadi disembunyikan, kamu dan orang lain dapat melihatnya di situs blockchain.com.

    Bitcoin Ciptakan Kebebasan Finansial

    Bitcoin bisa memberi kamu kebebasan finansial untuk bertransaksi secara global menggunakan semua properti yang disebutkan di atas. Dengan demikian, Bitcoin memberikan stabilitas ekonomi dan kebebasan baru bagi dunia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Si Kembar Winklevoss: Bitcoin Akan Kalahkan Emas

    Si Kembar Winklevoss, Cameron dan Tyler mengatakan, kelak kapitalisasi pasar Bitcoin akan mengalahkan emas, ketika harga Raja Aset Kripto itu US$500 ribu per BTC.

    Baca Juga: Ekspatriat Nigeria Pakai Bitcoin untuk Hindari Mahalnya Transfer Uang via Bank

    Menurut pemilik bursa aset kripto Gemini asal AS itu, kalahnya kapitalisasi pasar emas ketika kelak harga Bitcoin mencapai US$500.000 per BTC.

    Selayaknya sebuah ramalan penuh keyakinan, si kembar yang pernah jadi musuh Mark Zuckerberg soal konsep dasar Facebook itu mencatat, bahwa US$500.000 per BTC didasarkan pada asumsi bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin akan meningkat 40 kali lipat untuk melampaui kapitalisasi pasar emas sekitar $ US$9 triliun.

    Cameron merujuk pada sejumlah fakta bahwa penambahan pasokan fiat money saat ini mengkhawatirkan banyak pihak soal inflasi yang buruk di masa depan. Menurut Cameron, inflasi ini akan terus mendorong masyarakat untuk membeli emas dan Bitcoin.

    Baca Juga: CEO BlackRock: Bitcoin Bisa Menjadi Aset Global

    “Jika orang ingin membeli Bitcoin dan ini memang masih sangat baru, maka perlu jembatan di antaranya, yakni perbankan,” kata Cameron Winklevoss, menyinggung perihal keterlibatan bank di masa depan soal aset kripto itu.

    Cameron menyatakan bahwa Bitcoin menawarkan keunggulan yang signifikan dibandingkan emas sebagai komoditas moneter, seperti kemudahan transfer dan kekebalannya terhadap kekuatan eksternal yang memengaruhi laju produksinya.

    “Perhatikanlah Bitcoin dan aset kripto dan didiklah diri Anda sendiri, karena ini adalah uang terbesar dan revolusi teknologi sejak Internet itu sendiri. Ini bukan lagi main-main dan akan bertahan. Dan sekarang itu sedang dimulai,” sebut Cameron yakin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Minat Aset Kripto Melonjak, PM Thailand Ingatkan Cerdas Berinvestasi

    Tingginya minat investasi aset kripto di Thailand mengejukan Perdana Menteri, Prayuth Chanocha. Ia berharap orang-orang yang berinvestasi dalam kripto, terutama investor muda untuk tetap berhati-hati dan cermat.

    Ratchada Thanadirek, wakil juru bicara kantor perdana menteri Thailand, mengatakan Chanocha mengetahui bahwa masyarakat Thailand yang memasuki dunia kerja telah berbondong-bondong untuk berinvestasi dalam aset kripto karena keuntungan spektakuler dalam waktu singkat. 

    Namun, Perdana Menteri menyarankan investor untuk mempertimbangkan risiko ketika berinvestasi di kelas aset digital ini. Dia mencatat bahwa cryptocurrency bergerak spekulatif serta fluktuatif.

    Baca Juga Apa itu Teknologi Quantum Computer yang Jadi Ancaman Cryptocurrency?

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Investor Aset Kripto harus Cermat

    Chanocha juga mendesak investor untuk memahami risiko ketika berinvestasi dan dapat menerima kerugian apa pun. Mereka harus meneliti dan mempertimbangkan investasi dengan cermat sebelum membuat keputusan. 

    Pemerintah Thailand menyarankan orang tua untuk berhati-hati saat membuka akun perdagangan untuk anak-anak mereka, menekankan bahwa investasi oleh anak di bawah umur harus dipantau secara ketat. Hal terpenting, mereka tidak boleh tertipu oleh hype dan harus memilih penyedia layanan yang dilisensikan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) negara tersebut. 

    “Perdana Menteri senang bahwa generasi baru tertarik untuk berinvestasi. Tapi semua investasi berisiko. Nilai sendiri apakah Anda dapat menerima risiko yang mungkin timbul, termasuk memverifikasi bahwa penyedia layanan itu sah. Jangan terkecoh dengan iklan perusahaan untuk berinvestasi di aset digital,kata Ratchada

    “Generasi muda adalah generasi baru, termasuk orang tua, didorong agar melakukan penelitian sebelum berinvestasi setiap saat untuk memahami karakteristik risiko investasi.”

    Baca Juga Alasan Pendiri Cardano Charles Hoskinson Dekati Pemerintah Burundi

    Saat ini, data dari SEC Thailand menunjukkan bahwa ada 1,49 juta akun perdagangan aset digital di mana 311.000 di antaranya aktif, dengan nilai perdagangan harian rata-rata 6,6 miliar Baht ($ 198 juta). Sekitar 3% trader adalah anak muda di bawah 20 tahun dan sekitar 47% berusia di bawah 30 tahun. Perdana Menteri juga memperingatkan publik, serta investor kripto untuk berhati-hati saat menggunakan layanan tanpa izin karena tidak dilindungi oleh hukum.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Teknologi Quantum Computer yang Jadi Ancaman Cryptocurrency?

    Mungkin saat ini istilah quantum computer masih terasa asing di masyarakat dan menjadi pertanyaan di benak mereka. Pada dasarnya, quantum computer memiliki keterikatan dengan perangkat untuk bisa mendapatkan informasi di komputer. 

    Beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi, seperti Google, IBM dan Intel saat ini sedang berlomba-lomba untuk bisa menciptakan quantum computer. Hal ini karena perangkat ini digadang-gadang mampu menyempurnakan super computer yang saat ini memiliki kecepatan yang sangat tinggi. Jadi, sebenarnya apa itu quatum computer?

    Mengenal Quantum Computer

    Berdasarkan pengertiannya, quantum computer merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memproses informasi dengan menggunakan prinsip mekanika kuantum. Dengan demikian, komputasi ini memiliki sifat yang berbeda jauh dengan komputasi klasik.

    Selain itu, quantum computer dilengkapi dengan prosesor yang berbeda dengan komputer klasik. Proses komputasi quantum computer menggunakan sistem kuantum seperti atom, ion, foton, atau electron. Sementara itu, proses komputasi klasik hanya menggunakan chip berbasis silicon.

    Baca Juga Alasan Pendiri Cardano Charles Hoskinson Dekati Pemerintah Burundi

    Ilustrasi quantum computer yang diprediksi ancam cryptocurrency.

    Ilustrasi quantum computer yang diprediksi ancam cryptocurrency. Foto: Getty Image

    Karakteristik Tekonologi Quantum Computer

    Ada beberapa karakter khas yang dimiliki oleh teknologi quantum computer yang membuat tekniknya berbeda dari komputasi biasanya, diantaranya sebagai berikut:

    1. Quantum computer memanfaatkan fenomena dalam fisika kuantum dalam teknik komputasinya.
    2. Quantum computer menggunakan qubits yang bisa meningkatkan kemampuannya jauh lebih cepat dari komputer klasik.
    3. Komputer kuantum tidak banyak mengonsumsi energi.
    4. Komputer kuantum dipercaya dapat mengatasi masalah komputasi dengan lebih cepat.

    Superposisi Quantum Computer

    Keadaan superposisi merupakan kondisi pada saat kondisi bit sedang bernilai nol dan 1 pada waktu yang sama. Keadaan ini sering digunakan untuk proses komputasi pada quantum computer. 

    Perumpamaan sederhananya begini, andaikan saja anak Anda sedang bermain di teras rumah. Kemudian, dia melompat ke kiri dan ke kanan secara bergantian, karena tidak akan bisa melompat ke kiri dan ke kanan secara bersamaan.

    Namun, jika anak Anda merupakan quantum computer, kedua hal tersebut dapat dilakukan secara bersamaan. Hal ini disebut dengan superposisi. Arah kiri dan kanan tersebut bisa diumpamakan sebagai nilai nol dan nilai 1.

    Ilustrasi quantum computer yang diprediksi ancam cryptocurrency.

    Ilustrasi quantum computer yang diprediksi ancam cryptocurrency.

    Manfaat Quantum Computer

    Pada awalnya, quantum computer ini ditujukan untuk menyelesaikan tugas sulit bisa terselesaikan dengan lebih efisien mengguanakan algoritmanya. Menurut Morgan Stanley yang dilansir dari Investopedia, menyatakan meskipun komputer biasa telah cukup piawai dalam memainkan kalkulus, quantum computer memiliki kemampuan lebih dari itu.

    Quantum computer dikatakan memiliki keahlian lebih dalam menyortir dan mencari bilangan prima serta mengoptimasi segala sesuatu. Hal ini membuat beberapa perusahaan besar seperti IBM, Intel, HP, Toshiba, dan perusahaan teknologi lainnya berusaha mengembangkan teknologi ini.

    Berdasarkan penuturan IBM yang merupakan perusahaan teknologi besar, komputasi kuantum saat ini bisa berpotensi dijadikan sebagai bahan bakar terobosan baru dalam bidang sains, teknologi, serta keuangan. 

    Baca Juga Daftar 10 Perusahaan Tambang Kripto yang Wajib Kamu Tahu

    Contoh kecilnya ialah seperti dalam bidang obat-obatan. Kemungkinan nantinya akan dapat diciptakan obat yang memungkinkan diagnosis penyakit bisa didapatkan dengan lebih cepat, dan masih banyak lagi fungsi komputer kuantum ini dalam berbagai bidang lainnya.

    MIT Technology Review melaporkan, jenis komputasi yang saat ini sudah umum digunakan tidak akan ditinggalkan begitu saja. Hal ini karena, sistem komputasi saat ini lebih mudah dan ekonomis untuk digunakan.

    Beberapa perusahaan yang sudah berhasil mengembangkan teknologi ini, kini sedang berusaha mengembangkan baterai dengan daya yang lebih kuat sekaligus lebih ringan untuk digunakan pada mobil elektrik.

    Ilustrasi penambang kripto

    Ilustrasi penambang kripto.

    Quantum Computer Jadi Ancam Peretasan Cryptocurrency ?

    Cryptocurrency diamankan oleh teknologi yang disebut kriptografi. Sistem initerdesentralisasi, melindungi transaksi online dan mengacak komunikasi untuk siapa pun. Teknologi ini bekerja dengan menggabungkan kunci publik, yang dapat dilihat siapa saja, dengan kunci pribadi yang hanya dapat dilihat oleh Anda. 

    Jika kemajuan saat ini berlanjut, quantum computer akan dapat memecahkan kriptografi kunci publik, yang berpotensi menciptakan ancaman serius bagi dunia kripto, di mana beberapa mata uang bernilai ratusan miliar dolar berputar di sana. Jika enkripsi rusak, hacker dapat menyamar sebagai pemilik sah mata uang kripto, NFT, atau aset digital sejenis lainnya.

    Sebuah laporan dari New Scientist mengungkapkan, quantum computer, secara teori, dapat memecahkan penambangan Bitcoin, tetapi mungkin tidak dalam waktu dekat, karena mereka harus sekitar satu juta kali lebih besar daripada sekarang. Jadi, dalam praktiknya, cryptocurrency kemungkinan tidak akan berisiko dari peretas yang menggunakan komputer kuantum selama kira-kira satu dekade.

    Baca Juga Vladimir Putin Isyaratkan Dukungan Terhadap Cryptocurrency



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Keuntungan Staking ETH di Ethereum 2.0

    Peluncuran Ethereum 2.0 tahap pertama pada 1 Desember 2020 lalu, menandai transformasi blockchain-aset kripto nomor dua itu kelak menjadi blockchain Proof-of-Stake. Versi baru ini diklaim lebih efisien, aman dan dapat diperbesar skalanya dibanding versi saat ini.

    Kendati versi 2.0 ini akan butuh waktu lama untuk dibangun seutuhnya, fase pertama yang disebut Phase 0 sudah berjalan apik dan mencerminkan sambutan baik dari ekosistem. Dengan adanya fase ini, muncul kegunaan baru bagi Ether (ETH), yaitu staking.

    Baca Juga: CEO BlackRock: Bitcoin Bisa Menjadi Aset Global

    Beberapa hari yang lalu sudah ada total 900.129 ETH (sekitar US$532 juta) yang di-staking di Ethereum 2.0. Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk mengamankan jaringan. Berkat partisipasi dari 21.291 validator, Ethereum 2.0 sudah berhasil memroses 100 epoch untuk menciptakan blok-blok baru.

    Node validator aktif rata-rata mendapatkan imbalan 0,00403 ETH/hari, atau sekitar US$2,36 per hari. Angka ini kemungkinan akan menurun seiring meningkatnya jumlah node validator yang tergabung. Setiap hari, maksimal 900 validator baru dapat bergabung ke Ethereum 2.0, dan ada ribuan yang mengantre.

    Harga aset kripto Ether (ETH) sendiri telah meningkat 364 persen sejak awal tahun 2020. Kendati demikian, aset kripto di sektor DeFi yang dibangun di atas jaringan Ethereum lebih menguntungkan lagi. Contohnya YFI, yearn.finance besutan Andre Cronje, meroket lebih dari 2.300 persen. Sektor DeFi secara keseluruhan untung 456 persen tahun ini terhadap dolar AS.

    Tetapi tidak semua bisa untung. Token Compound (COMP) longsor 55 persen setelah sebelumnya mengalami peningkatan signifikan. Sifat perdagangan token Ethereum dan DeFi yang volatil mengakibatkan investor mencari imbalan lebih stabil.

    Baca Juga: Perusahaan Australia Ini Beralih ke Bitcoin dari Emas

    staking eth
    Jumlah total ETH yang distaking pada Ethereum 2.0 (Beacon Chain), per 4 Desember 2020. Sumber: Ethereum.org.

    Itulah sebabnya staking pada Ethereum 2.0 menjadi peluang yang menggiurkan, setidaknya lebih mirip deposito di bank yang memberikan pendapatan pasif.

    Sebagai jaringan Proof-of Stake, imbalan pada Ethereum 2.0 berbentuk ETH dan mengiktut kurva distribusi menurun yang bergantung kepada partisipasi dan jumlah peserta. Imbalan per epoch per tahun menyaingi imbalan yang ditawarkan sejumlah proyek DeFi.

    Imbalan Ethereum 2.0 mulai dari 20 persen untuk staker awal, tetapi akan menurun seiring bertambahnya node validator, hingga ke angka 4,5 sampai 7 persen per tahun.

    Sebagai perbandingan, imbalan dari proyek DeFi terpercaya berada di kisaran 5 hingga 7 persen per tahun.

    staking eth
    Kalkulator cuan staking ETH di Ethereum 2.0. Sumber: Ethereum.org.

    Untuk proyek-proyek ini, semakin tinggi imbalan yang didapatkan, maka semakin besar risiko peranti lunak yang bisa terjadi.

    Staking pun melibatkan risiko. ETH yang disimpan node validator, yakni minimal 32 ETH bisa dipotong sebanyak separuh jika tidak mematuhi aturan jaringan.

    Setiap node validator harus memilih spesifikasi dari lima tim berbeda yang memakai bahasa pemrograman berbeda.

    Setiap spesifikasi ini bisa memiliki kerentanan yang belum diketahui, kendati uji coba berjalan mulus pada tahun ini.

    Selain itu, staking pada Ethereum 2.0 berarti ETH partisipan tertahan (locked) hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, setidaknya pada tahun 20222, mengingat ETH yang diperdagangkan adalah yang di-staking pada jaringan Ethereum 2.0 yang masih baru.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Mulai Tunjukan Biaya Gas dan Total Biaya Rendah!

    Ada banyak optimisme terkait dengan peluncuran Ethereum 2.0 dan migrasi dari model verifikasi Proof-of-Work ke Proof-of-Stake.

    Jika melihat kembali kegunaan dan fungsionalitas dari jaringan Ethereum, ini sama ketika melihat penggunaan massal blockchain utama lainnya seperti Bitcoin.

    Baca Juga: CEO BlackRock: Bitcoin Bisa Menjadi Aset Global

    Dibandingkan harga terdahulu, saat ini Ethereum secara signifikan telah mampu membuat transaksi di dalam jaringan menjadi lebih murah dibandingkan dengan Bitcoin, mengenakan biaya rata-rata Rp425 untuk transaksi Ethereum biasa.

    Biaya Lebih Rendah Untuk Pengguna, Lebih Banyak Nilai untuk Validator

    Menurut Crypto Fees, saat ini jaringan Ethereum hanya memproduksi biaya di kisaran $1,6 juta dibandingkan dengan Bitcoin $895.000. Serta, rata-rata biaya tujuh hari, Ethereum mencatatkan $2,43 juta dibandingkan dengan Bitcoin $1,97 juta.

    Perbandingan penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah biaya transaksi dalam melakukan transaksi Bitcoin serta jumlah total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Seperti yang dinyatakan di atas, rata-rata biaya Ethereum dari beberapa minggu terakhir adalah sekitar Rp4.250 dan hanya perlu waktu sebentar untuk menyelesaikan sebuah transaksi (dengan asumsi biaya gas cukup tinggi).

    Di sisi lain, pengguna Twitter @antiprosynth menunjukkan, biaya transaksi Bitcoin rata-rata sekitar Rp82.000, dan dapat memakan waktu hingga satu jam sebelum transaksi benar-benar diverifikasi dan diselesaikan.

    Saat mempertimbangkan perbedaan harga biaya transaksi utama antara Bitcoin dan Ethereum, penting untuk dipahami meskipun harga transaksi Ethereum jauh lebih rendah, total biaya yang dibayarkan jauh lebih tinggi daripada Bitcoin.

    Metrik ini mengindikasikan jumlah transaksi yang terjadi di jaringan Ethereum secara besar-besaran melebihi Bitcoin, dan menghasilkan biaya yang jauh lebih banyak kepada validatornya sekaligus membebankan biaya yang lebih sedikit kepada penggunanya untuk melakukan transaksi ini.

    Baca Juga: Ini Cara DeFi Diadopsi Semakin Luas Lagi!

    Dampak Ethereum 2.0

    Lantaran Ethereum baru-baru ini mengganti mekanisme verifikasi bukti kepemilikan, lebih banyak pengguna akan dapat mengambil bagian dalam melakukan stake dan validasi agar membuat keamanan lebih kuat.

    Fokus dari migrasi dari ETH 1.0 ke ETH 2.0 adalah untuk mengurangi biaya transaksi serta waktu transaksi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vladimir Putin Isyaratkan Toleransi Terhadap Cryptocurrency

    Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengisyaratkan dukungan terhadap cryptocurrency dan menarik lebih banyak perhatian dari regulator di seluruh dunia, di tengah kekhawatiran mereka bahwa kripto dapat digunakan untuk pencucian uang dan aktivitas kriminal.

    Cryptocurrency memiliki hak untuk tetap eksis dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran,” kata Putin dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang diterbitkan di situs web Kremlin. Namun, dia memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk berbicara tentang penggunaan mata uang digital untuk memperdagangkan minyak dan komoditas lain yang merupakan bagian terbesar dari ekspor Rusia.

    Rusia telah mencari alternatif untuk perdagangan dolar, sejak terkena sanksi setelah aneksasi Krimea pada tahun 2014. Putin menuduh Amerika Serikat menggunakan mata uangnya sebagai senjata. Pendukung kripto berpendapat bahwa mata uang terdesentralisasi pada akhirnya akan menggantikan mata uang fiat yang dikeluarkan oleh bank sentral.

    Bank Rusia telah berulang kali memperingatkan investor bahwa pasar kripto sangat fluktuatif dan bahwa mata uang digital tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran di negara tersebut. Bahkan, Bank Sentral Rusia melarang pengunaan dan penambangan cryptocurrency.

    Toleransi Putin terhadap cryptocurrency datang, ketika Gedung Putih berencana untuk meluncurkan inisiatif luas untuk meninjau dan mengoordinasikan kebijakan kripto dalam pemerintahan Presiden Joe Biden, yang dapat mengarah pada peraturan baru. Tidak seperti di China yang melarang semua transaksi kripto pada bulan September.

    Apa Itu Bitcoin Berjangka?

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca Juga Daftar Token Aset Kripto dengan Nama Klub Sepak Bola Terpopuler

    Industri Kripto di Russia

    Ada beberapa negara di dunia yang sama bersemangatnya dengan cryptocurrency dan teknologi blockchain seperti  Rusia. Negara Beruang Merah itu adalah rumah bagi sejumlah besar pengembang dan pengusaha yang ingin mengeksplorasi dan juga mendapat untung dari gerakan kripto dan blockchain. Dengan pemikiran ini, mudah untuk melihat mengapa komunitas kripto Rusia memainkan peran penting dalam ekonomi aset digital global.

    Selama era initial coin offering (ICO) 2016 hingga 2018, Rusia menjadi salah satu pembangkit tenaga listrik industri kripto. Status Penawaran ICO yang tidak diatur mendorong investor baru dan mendorong startup di Rusia untuk mengeksplorasi cara-cara baru untuk mengintegrasikan teknologi kripto dan blockchain ke dalam praktik sehari-hari.

    Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, adalah salah satu tokoh paling terkenal yang membuktikan keahlian Rusia dalam kancah kripto dan blockchain, meskipun dia orang Rusia-Kanada. Perlu dicatat bahwa keberhasilan dan perluasan fungsionalitas platform Ethereum sebagian memicu kegilaan kripto dan ledakan ICO pada waktu itu.

    Di puncak perkembangan kripto di Rusia, regulator mulai mengambil langkah tegas untuk merumuskan kerangka kerja untuk mengatur aset digital. Salah satu momen terkenal di tahun 2017 adalah ketika Presiden Rusia, Vladimir Putin bertemu dengan Buterin, menandakan yang sebagian orang anggap itu sebagai dukungan terhadap cryptocurrency.

    Mengenal Altcoin Season dan 5 Altcoin Terpopuler di 2021

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Russia Belum Serius Mengatur Regulasi Tentang Kripto

    Negara dengan komunitas kripto yang kuat akan membangun lingkungan yang ramah dan mendukung bagi investor dan peserta dalam industri kripto. Sayangnya ini tidak terjadi di Russia. Sementara aset digital tetap legal di Rusia, kerangka peraturan untuk kelas aset agak dibatasi. RUU yang disahkan pada Januari 2021, mengklasifikasikan aset digital terdesentralisasi sebagai jenis kepemilikan.

    Pada dasarnya, membeli barang atau membayar layanan dengan cryptocurrency seperti Bitcoin atau Ether adalah ilegal. RUU itu juga melarang pejabat Rusia memiliki aset digital. Secara khusus, startup dapat menerbitkan sekuritas digital berbasis blockchain jika mereka dilisensikan dengan benar oleh Bank Sentral Rusia. Selain itu, karena aset digital diklasifikasikan di sebagai properti, maka akan dikenakan pajak.

    Baca Juga Mengenal eNaira, Mata Uang Digital Nigeria yang Hebohkan Dunia

    Meskipun Rusia meloloskan undang-undang cryptocurrency pertamanya pada Januari 2021, ekonomi negara itu  tetap tidak diatur dan penuh dengan ketidakpastian. Menurut Yury Pripachkin, Presiden Asosiasi Kripto Ekonomi, Kecerdasan Buatan, dan Blockchain Rusia (RACIB), aturan kripto Rusia saat ini adalah “setengah-setengah”, dan tidak ada usaha untuk melakukan pendekatan sistem.

    Pripachkin berpendapat bahwa undang-undang kripto Rusia “Tentang Aset Keuangan Digital” memberikan dasar hukum yang luas untuk cryptocurrency tetapi tidak mendefinisikan konsep industri yang signifikan seperti kontrak pintar atau mengatur aktivitas seperti penambangan kripto, distribusi, dan regulasi. 

    Mengenal Tokocrypto Pasar Kripto Terbaik di Indonesia

    Tokocrypto adalah pedagang aset digital kripto pertama yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Kamu dapat membeli dan menjual berbagai kripto di pasar Tokocrypto, selain itu kamu juga bisa menjual karya seni NFT kamu di Toko Mall. Kamu bisa langsung mendaftar melalui aplikasi Tokocrypto dengan menginstallnya di Google Playstore maupun di Apple App Store.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO BlackRock: Bitcoin Bisa Menjadi Aset Global

    Larry Fink, CEO Blackrock, perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, mengatakan bahwa Bitcoin bisa tumbuh menjadi aset bernilai berskala global. Sebelumnya, jelang akhir November 2020, hal senada disampaikan oleh CIO Blackrock, yakni Rick Rieder.

    Lagi-lagi perusahaan raksasa memberikan sentimen positif terhadap Bitcoin, yang sejak 30 November 2020 lalu sudah menembus rekor harga tertinggi sepanjang masa.

    Apresiasi positif itu datang dari Larry Fink, CEO Blackrock. Dilansir dari CNBC belum lama ini, menurutnya, Bitcoin jelas-jelasa menarik perhatian banyak orang, kendati pasar aset kripto masih relatif kecil dibandingkan pasar jenis aset lain.

    Baca Juga: Analis Prediksi Bitcoin Segera Menuju $20.000 dan Melampauinya

    Blackrock diketahui sebagai salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan publik MicroStrategy yang sebelumnya mengumumkan berinvestasi di Bitcoin senilai triliunan rupiah.

    Pernyataan CEO itu disampaikan ketika ia berbincang dengan Mark Carney, Gubernur Bank Sentral Inggris di Council on Foreign Relations. Dewan itu adalah organisasi nirlaba yang menerbitkan dan melakukan penelitian tentang kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat. Dewan didirikan pada 1921 dan bermarkas di New York City.

    Kata Fink, kelas aset yang masih baru itu, [Bitcoin] bisa tumbuh menjadi aset berskala global.

    “Bitcoin memikat perhatian dan imajinasi banyak pihak. Pasar memang masih belum teruji dan masih kecil jika dibandingkan dengan pasar kelas aset lain. Sejumlah investor besar dari kalangan perusahaan berinvestasi ke Bitcoin. Apakah Bitcoin bisa tumbuh dalam pasar berskala global? Ya, mungkin saja,” kata Larry Fink.

    CNBC melansir pernyataan Fink, bahwa kepemilikan Bitcoin dan beberapa jenis aset kripto lainnya berdampak kepada pemegang dolar AS khususnya di luar Negeri Paman Sam. Itulah yang berdampak pada kurang relevannya sejumlah aset lain yang bernilai dolar.

    Fink bahkan mempertanyakan, apakah aset kripto, termasuk Bitcoin yang sedang tumbuh ini kelak bisa mengubah kebutuhan dolar AS sebagai mata uang cadangan global?

    Sebelum Fink ada pernyataan bullish lainnya milyarder pengelola hedge fund Stanley Druckenmiller dan Paul Tudor Jones II yang telah mengalokasikan sebagian aset mereka ke Bitcoin.

    BlackRock adalah pengelola aset terbesar di dunia dengan total aset dikelola mencapai US$7,4 trilyun.

    Blackrock di Indonesia

    Blackrock juga punya andil besar di pasara Indonesia. Dilansir dari Bisnis.com, perusahaan itu mengempit kepemilikan di saham berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps RI.

    Emiten yang masuk dalam koleksi manajer investasi kenamaan asal Amerika Serikat itu bisa menjadi cetak biru bagi pelaku pasar dalam menyusun portofolio.

    Jelang akhir November 2020, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS). Salah satu pihak yang akan ditemui yakni Blackrock untuk membahas kelanjutan sovereign wealth fund (SWF).

    Baca Juga: Bank DBS: Adopsi Bitcoin oleh Perusahaan Meningkat

    Luhut memproyeksi SWF atau lembaga pengelola investasi (LPI) dapat menghimpun dana hingga US$100 milyar atau sekitar Rp1.400 triliun dalam 1 tahun hingga 2 tahun ke depan. Peraturan Pemerintah (PP) pembentukan badan itu kini tengah dalam finalisasi.

    Sejalan dengan misi itu, Luhut membidik sejumlah investor mulai dari The Blackstone Group dan Blackrock yang akan ditemui di sela kunjungan kerjanya di AS. Tujuannya, untuk menanamkan modal di SWF Indonesia.

    Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com melalui Bloomberg, Blackrock saat ini mengempit kepemilikan di saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps. Portofolio mereka tersebar setidaknya di sembilan saham dengan kapitalisasi terbesar saat ini.

    Untuk PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya, Blackrock tercatat mengempit kepemilikan 2,95 miliar lembar pada kuartal III/2020. Selanjutnya, kepemilikan di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencapai 1,53 miliar lembar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar 10 Perusahaan Tambang Kripto yang Wajib Kamu Tahu

    Penambangan kriptografi merupakan cari lain untuk mendapatkan keuntungan dari cryptocurrency, selain dari investasi. Menurut penelitian industri, dengan CAGR 16,8%, pasar penambangan kripto global dapat tumbuh hingga hampir $ 2,6 miliar pada tahun 2026.

    Beberapa nama baru telah muncul di bidang pertambangan kripto, karena bisnis ini memanfaatkan pembangkit listrik untuk mengatasi masalah lingkungan yang sering dikaitkan dengan pemborosan energi. Dalam hal ini, mari kita lihat 10 nama industri pertambangan cryptocurrency yang terpopuler di dunia dan sahamnya ada di Nasdaq. 

    1. HIVE Blockchain Technologies (NASDAQ: HIVE)

    Berkantor pusat di Vancouver, Kanada, HIVE adalah perusahaan pertambangan cryptocurrency publik terkemuka yang terdaftar di Toronto Venture Exchange pada tahun 2017, tetapi sekarang memiliki daftar ganda di Nasdaq. Perusahaan ini juga memiliki pusat operasional tambang kripto di Islandia dan Swedia yang digunakan untuk menjalankan operasi penambangan cryptocurrency, termasuk Bitcoin dan Ethereum

    HIVE memilih lokasi di sana untuk mencapai suhu yang lebih dingin dan mengakses energi terbarukan yang bernilai rendah dan mudah dimanfaatkan sepenuhnya untuk pertambangan. Pada kuartal Juni lalu, HIVE mencatat $ 37,2 juta dalam penjualan dokumen dan $ 18,6 juta dalam pendapatan Internet, sambil meningkatkan penambangannya.

    Ilustrasi perusahaan penambang kripto

    Ilustrasi perusahaan penambang kripto.

    2. Stronghold Digital Mining (NASDAQ: SDIG)

    Stronghold Digital Mining memposisikan diri sebagai salah satu perusahaan penambangan cryptocurrency pertama yang terintegrasi secara vertikal dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Stronghold mengubah limbah batubara yang tersisa dari penambangan menjadi energi untuk operasi penambangan. 

    Perusahaan juga menawarkan insentif pajak dan kredit energi terbarukan. Mereka saat ini mengoperasikan 3.000 penambang yang didukung oleh pembangkit listrik yang beroperasi di Pennsylvania.

    Setelah mengamankan $ 100 juta dalam pendanaan baru, Stronghold berharap dapat mengembangkan pembangkit listrik lain yang berfokus pada lingkungan, serta dapat meningkatkan total hashrate dari 185 petahash per detik (PH/s) menjadi 2.100 PH/s pada bulan Desember 2021.

    Baca Juga Strategi Jitu agar Selalu Cuan di Investasi Aset Kripto

    3. Marathon Digital (NASDAQ: MARA)

    Pendapatan Digital Marathon meroket lebih dari 1000% pada tahun 2020, karena harga kripto melonjak. Perusahaan yang berbasis di Las Vegas ini, ingin membangun operasi penambangan terbesar di Amerika Utara dengan salah satu biaya rendah, berkat akses ke energi yang murah. 

    Perusahaan juga sudah menempatkan “pusat data penambangan Bitcoin” di Hardin Power Station, dengan pembangkit listrik 105 MW di Montana. Perusahaan ini memiliki kapasitas hingga 30.000 rig penambangan Kripto yang akan menghasilkan 3.320 PH/s.

    Marathon Digital mengembangkan kapasitas penambangan yang disebut MaraPool, yang merupakan pool gabungan penambang kripto dengan sumber daya komputasi mereka, melalui jaringan untuk meningkatkan prospek kinerja tambang dalam menemukan blok dan menambang kripto. MaraPool sepenuhnya diaudit oleh pihak ketiga, dan telah dirancang untuk menawarkan transparansi yang lebih besar kepada anggotanya.

    Ilustrasi penambang kripto

    Ilustrasi penambang kripto.

    4. Canaan (NASDAQ: CAN)

    Tidak seperti beberapa nama lain dalam daftar ini, Canaan menawarkan paparan perangkat keras superkomputer yang digunakan untuk penambangan kripto. Perusahaan China ini, sedang mengikuti segmen yang sedang booming, karena semakin banyak pemain pertambangan kripto yang berinvestasi dalam peralatan untuk mendorong operasi mereka. 

    Didirikan pada tahun 2013, Canaan yang berbasis di Beijing fokus dalam server blockchain dan solusi mikroprosesor sirkuit terpadu (ASIC) khusus aplikasi. Perusahaan baru-baru ini melaporkan penjualan kuartalan tertinggi dalam sejarahnya, dengan total penjualan bersih tumbuh lebih dari 500% pada kuartal Juni 2021, sementara daya komputasi untuk total penjualan meroket karena permintaan mesin penambangan bitcoin melonjak.

    5. Riot Blockchain (NASDAQ: RIOT)

    Berkantor pusat di Colorado, AS dan dengan operasional di New York, Riot Blockchain adalah salah satu penambang Bitcoin publik terbesar di Amerika. Perusahaan telah berinvestasi dalam operasi penambangan Bitcoin seiring dengan pertumbuhan skalanya. Fasilitasnya di New York diselenggarakan oleh Coinmint, basis data mata uang digital terbesar di dunia dimana energi diambil dari 88% nol emisi.

    Awal tahun ini, Riot mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Whinstone US, pemilik dan operator fasilitas penambangan dan penyimpanan Bitcoin terbesar di Amerika Utara yang berbasis di Texas. Dalam beberapa hari terakhir, perusahaan mengumumkan pengembangan teknologi chiller 200 MW di fasilitas ini untuk meningkatkan produktivitas dan tingkat hash rate. Pada akhir tahun 2022, Riot mengharapkan untuk memiliki tim penambangan lebih dari 80.000 yang dikerahkan sepenuhnya.

    Baca Juga Mengenal Apa itu Golden Cross, Panduan Lengkap untuk Pemula

    6. BIT Mining (NYSE: BTCM)

    BIT Mining yang berbasis di Hong Kong adalah perusahaan penambangan cryptocurrency yang tidak hanya melakukan operasi penambangan, tetapi juga memiliki eksposur ke manufaktur mesin penambangan hingga operasi pusat data. Adapun yang terakhir, ia memiliki seluruh kumpulan penambangan dan aset terkait yang dioperasikan melalui BTC.com, salah satu nama paling populer di industri kripto.

    Bulan lalu, perusahaan menandatangani kesepakatan $ 12,1 juta dengan Viking Data Center untuk mengembangkan fasilitas penambangan kripto 85 MW di Ohio, AS, yang dijadwalkan selesai pada Februari 2022. Tindakan keras terhadap penambang cryptocurrency di China telah memprovokasi sejumlah penambang, termasuk BIT Mining yang mengancam akan keluar dari pasar China.

    7. BIT Digital (NASDAQ: BTBT)

    BIT Digital adalah generator aset digital skala besar yang berfokus pada ketahanan dan operasi penambangan global, dengan tingkat hash maksimum saat ini 1920 PH/S. Perusahaan penambangan kripto yang berbasis di New York ini, memiliki salah satu tim penambangan terbesar yang terdaftar di AS yang berjumlah 32.500, dengan mayoritas penambang menggunakan energi bebas karbon.

    Selama kuartal Juni tahun 2021 lalu, BIT Digital menambang hampir 563 Bitcoin. Perusahaan juga memindahkan operasinya dari pasar China dan menandatangani perjanjian pendanaan $80 juta dengan Blockfusion untuk meningkatkan hashrate-nya.

    Ilustrasi penambang kripto

    Ilustrasi penambang kripto.

    8. Bitfarms (NASDAQ: BITF)

    Bitfarms adalah perusahaan infrastruktur blockchain yang berbasis di Toronto dengan salah satu jaringan penambangan cryptocurrency terbesar di Amerika Utara. Lebih dari lima fasilitas di Quebec dan infrastruktur 82 MW yang dibangun, 99% operasi penambangan Bitcoin mereka didukung oleh pembangkit listrik tenaga air terbarukan, dengan biaya rata-rata hanya $0,04/kWh dan tingkat hash 1600 PH/S.

    Sebagai pembeda, Bitfarms adalah perusahaan yang terintegrasi secara vertikal melalui kontraktor listrik yang dimiliki sepenuhnya oleh Volta Electrique, dan jaringan kontraktor listriknya sendiri. Mengenai jaringan pipa, Bitfarms berencana untuk membangun tambahan 105 MW kapasitas infrastruktur selama beberapa bulan ke depan.

    9. Hut 8 Mining (NASDAQ: HUT)

    Hut 8 Mining fokus pada penambangan Bitcoin dan Ethereum dan berhasil menambang 326 BTC pada Agustus 2021, dengan nilai output rata-rata 10,5 BTC per hari.

    Untuk kuartal kedua tahun 2021 lalii, Hut 8 Mining membukukan penjualan 33,55 juta Dolar Kanada, 250% lebih tinggi dari pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Performa juga meningkat dengan jumlah yang sama. Sementara beberapa penambang Bitcoin menjual BTC yang mereka tambang, Hut 8 Mining mengambil pendekatan yang berbeda. Hut 8 Mining adalah pemilik pertama Bitcoin yang menambang sendiri di Amerika Utara dan meminjamkan BTC-nya untuk menghasilkan minat pada aset tersebut.

    Perusahaan sedang memperluas operasinya, dengan tingkat hash yang meningkat menjadi 1.370 PH/s, sementara diperkirakan akan mencapai di atas 2.500 PH/s pada akhir tahun 2022. Hut 8 Mining menargetkan operasinya bisa memakai tenaga listrik yang dihasilkan oleh campuran tenaga surya, angin dan energi gas alam. Hal tersebut membantu perusahaan mencapai biaya rig penambangan terendah, di antara penambang BTC yang diperdagangkan secara publik pada $0,022 per kWh.

    10. Greenidge Generation (NASDAQ: GREE)

    Greenidge Generation adalah perusahaan lain yang berbasis di New York yang aktif di ruang kripto. Perusahaan mengoperasikan fasilitas pembangkit listrik netral karbonnya sendiri yang merupakan jantung dari bisnis penambangan Bitcoin-nya. 

    Perusahaan ini menghasilkan sekitar 44 MW listrik untuk lebih dari 15.000 penambang, tetapi dengan pembangkit yang memiliki kapasitas 106 MW, itu juga memasok listrik berlebih ke jaringan negara. Dari Januari hingga Juni 2021, hampir 60% listrik yang dihasilkan perusahaan digunakan untuk penambangan Bitcoin.

    Pada September 2021 lalu, Greenidge dapat menambang 729 Bitcoin dengan hasil awal menunjukkan pendapatan sebesar $ 33 juta hingga $ 37 juta. Di waktu yang sama, perusahaan juga mengumumkan pembelian 10.000 alat penambang lagi untuk fasilitas baru yang direncanakan di Carolina Selatan.



    Sumber : news.tokocrypto.com