Category: Tokocrypto

  • Lagi! Robert Kiyosaki Sarankan Beli Bitcoin

    Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, berpendapat soal tiga aset pelindung terhadap inflasi, yaitu perak, emas dan Bitcoin. Kiyosaki dikenal sebagai penulis yang mengusung pentingnya pendidikan keuangan dan membangun kekayaan melalui investasi aset, properti serta bisnis.

    Kiyosaki telah berulang kali mengkritik tanggapan Federal Reserve terhadap masalah ekonomi akibat pandemi. Ia mendesak para pengikutnya untuk melindungi diri dari inflasi tinggi di masa depan dengan cara membeli perak, emas dan Bitcoin.

    Dalam podcast oleh Anthony Pompliano pada April 2020 lalu, Kiyosaki diwawancara mengenai aset perlindungan terhadap inflasi. Ia mengatakan emas dan perak adalah uang dari Tuhan, Bitcoin adalah uang “open source” dari rakyat.

    Pada 26 November 2020 lalu, Kiyosaki mengatakan kepada 1,4 juta pengikutnya di Twitter bahwa Bitcoin akan “meroket ke bulan” dan juga menyarankan membeli perak jika harganya jatuh ke US$19 per ons dan emas bila harganya mencapai US$1.750 per ons.

    Kendati Kiyosaki menyukai ketiga aset tersebut, ia mengakui Bitcoin memiliki kinerja jauh di atas perak dan emas.

    Ia mengatakan lebih baik membeli Bitcoin sebanyak mungkin sekarang, sebab dolar mulai mati. Seiring runtuhnya dolar, yang penting adalah seberapa banyak emas, perak dan Bitcoin yang dimiliki investor.

    Kemudian pada Agustus 2020, ketika Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$11.770 dan emas sekitar US$2.032 per ons, Kiyosaki memrediksi Bitcoin akan menjadi kuda yang lebih cepat.

    Baca Juga: AllianceBernstein: Bitcoin adalah Store of Value Jangka Panjang

    “Emas naik 35 persen di 2020. S&P hanya naik 3 persen. Perak masih terbaik, 30 persen di bawah all time high, dan terbatas kuantitasnya, digunakan di industri serta dapat dibeli oleh investor dengan dana terbatas. Tetapi Bitcoin bisa menjadi kuda paling cepat,” cuit Kiyosaki.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Elon Musk VS Mcdonald, Coin MEME Ini Naik 285.000%

    Upaya adopsi dari aset-aset crypto terus dilakukan meski pasar secara keseluruhan masih dilanda badai koreksi yang menciptakan ketakutan tersendiri di benak sebagian investor ritel.

    Belum lama ini, CEO Tesla Elon Musk telah mengatakan di media sosial Twitter. Bahwa dirinya akan makan “Happy Meal” (salah satu produk makanan) di TV jika McDonald’s menerima cryptocurrency Dogecoin (DOGE) sebagai metode pembayaran.

    Ini adalah sebuah langkah yang memberi tekanan pada raksasa makanan cepat saji untuk merangkul mata uang crypto dari salah seorang terkaya di dunia.

    Baca jugaAnalisa Harga Bitcoin dan Ethereum 26 Januari, Masih Bearish!

    Cuitan itu itu muncul tak lama setelah aksi jual pasar cryptocurrency yang membuat ruang kehilangan sekitar $600 miliar nilainya. BTC kehilangan sekitar 26% dari nilainya selama 30 hari terakhir, dan Dogecoin sendiri kehilangan sekitar 25%.

    Aksi jual tersebut membuat McDonald’s menggoda komunitas cryptocurrency dengan cuitan yang menanyakan orang-orang yang menjalankan akun Twitter crypto bagaimana keadaan mereka setelah aksi jual.

    Tak lama setelah tweet McDonald’s keluar, Musk menembak salah satu tweetnya sendiri. Mengatakan dia akan makan Happy Meal di TV jika perusahaan menerima cryptocurrency sebagai metode pembayaran.

    McDonald membalas cuitan ini jika Tesla menerima Grimacecoin, sebuah coin meme. Namun, tidak ada balasan dari Elon musk.

    Apa yang terjadi dengan Grimacecoin? Harga coin meme ini naik 285.000%, naik dari $0.0007 menjadi $2 di ATH dan sangat cepat turun ke $0.60 pada hari yang sama.

    Pada tanggal 14 Januari, Tesla juga menerima DOGE setelah kontroversi BTC pada tahun lalu. Saat itu, harga DOGE naik cukup signifikan.

    Baca jugaFacebook dan Instagram Berencana Mengintegrasikan Marketplace NFT

    Elon Musk, tampaknya, lebih mendukung DOGE ketimbang BTC sebagai sarana pembayaran.

    Tidak hanya Elon Musk, pemilik tim basket Maverick- Mark Cuban, juga menerima DOGE sebagai sarana transaksi di website Maverick.

    Tesla secara singkat menerima pembayaran Bitcoin tahun lalu setelah menginvestasikan $1,5 miliar dalam cryptocurrency andalannya. Perusahaan  menjatuhkan BTC sebagai metode pembayaran tak lama setelah masalah lingkungan dan belum memulai kembali menerima Bitcoin sejak saat itu.

    Tentu saja, ini adalah langkah menantang yang sangat menarik untuk dipantau, karena tanggapan McDonald’s akan sangat dinantikan oleh para investor.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dapatkah Cardano Bersaing Dengan Ethereum di Bidang Smart Contract?

    Telah banyak korban yang kehilangan banyak waktu dan dana hanya untuk sebuah perantara, sebelum akhirnya mereka mencapai kesepakatan. Untuk mengatasai fenomena tersebut maka hadirlah smart contract agar perantara hilang dan sistem bisa bekerja lebih transparan.

    Dari sekian banyaknya smart contract yang ada di sistem blockchain, ada dua aset kripto yang selalu bersaing menjadi yang terbaik yaitu Cardano dan Ethereum. Meskipun kedatangannya lebih dulu Ethereum, Cardano ternyata adalah saingan berat Ethereum. Bahkan sampai mendapat julukan “Ethereum Killer”.

    Anda pasti bertanya-tanya, jika mereka bersaing manakah yang akan lebih unggul? Cardano atau Ethereum? Untuk bisa mengetahui jawabannya, berikut kami akan uraikan penjelasan mengenai Cardano dan Ethereum.

    Mengenal Apa itu Cardano 

     

    Cardano

    Ilustrasi Cardano pesaing Ethereum dalam smart contract.

    Cardano merupakan platform blockchain yang sudah ada sejak tahun 2017. Platform ini menciptakan native token yang disebut dengan ADA. Platform ini hadir berkat Charles Hoskinson, yang sekaligus merupakan co-founder dari Ethereum. 

    Hal penting dari setiap platform blockchain ialah algoritma yang digunakan platform tersebut dalam membuat blok dan memvalidasi proses transaksi. Sistem Cardano berjalan dengan menggunakan protokol konsensus Proof-of-Stake Ouroboros

    Baca Juga: Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

    Cardano sendiri dibuat dengan tujuan untuk bisa menjadi platform pengembangan aplikasi terdesentralisasi pada multi-asset ledger dan smart contract Cardano dapat terverifikasi. 

    Sebagai informasi, Cardano merupakan blockchain pertama yang menggunakan sistem peer-reviewed, yakni produk yang dirilis merupakan hasil ulasan dari para tim ahli yang ada di organisasi Cardano.

    Mengenal Ethereum

    Ilustrasi Ethereum pesaing Cardano untuk smart contract.

    Ilustrasi Ethereum pesaing Cardano untuk smart contract.

    Ethereum atau ETH merupakan salah satu platform blockchain yang telah ada sejak tahun 2015. Adapun Founder dari platform ini yaitu Vitalik Buterin. Ethereum memiliki bahasa pemrograman sendiri yaitu Solidity.

    Ethereum mampu mengolah transaksi dengan waktu yang lebih singkat dari pada Bitcoin. Bagaimana tidak, platform ini mampu mengelola hingga 30 tps sedangkan Bitcoin hanya mampu 7 tps saja.

    Ethereum dapat dijadikan sebagai aset, namun tujuan utama diciptakannya Ethereum yaitu agar bisa menjadi platform aplikasi yang telah terdesentralisasi. Ethereum juga merupakan decentralized ledger yang memiliki fungsi untuk memverifikasi dan mencatat setiap proses transaksi.

    Selain itu, Ethereum bisa digunakan sebagai metode pembayaran dan sebagai media smart contract. Smart contract merupakan fitur utama dari Ethereum. Dengan Ethereum, user dapat membuat smart contract dengan lebih efesien.

    Baca Juga: Inilah Alasan, Mengapa Ethereum (ETH) akan Melonjak pada Bulan Juli?

    Cardano vs Ethereum

    Setelah mengenal secara singkat Cardano dan Ethereum, mungkin Anda merasa penasaran jika keduanya bersaing akan lebih unggul yang mana. Berbicara mengenai perbandingan Cardano dengan Ethereum, ternyata Cardano tidak jarang dijadikan sebagai pengganti alternative Ethereum.

    Hal tersebut terjadi karena platform ini bisa digunakan pada aplikasi yang serupa, seperti smart contract. Selain itu, kedua platform ini juga memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membangun sistem yang terdesentralisasi.

    Di balik itu semua, Cardano dan Ethereum memiliki konsensus blockchain yang berbeda. Jika Cardano menggunakan konsensus Proof-of-Stake, sedangkan Ethereum menggunakan konsensus Proof-of-Work.

    smart contract

    Ilustrasi smart contract.

    Kemampuan Proof-of-Work pada Ethereum sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Agar blockchain Ethereum tetap berjalan, jaringan miners akan melakukan penghitungan yang kompleks.

    Sedangkan pada konsensus Proof-of-Stake yang dimiliki Cardano, tidak lagi membutuhkan miner untuk penghitungan karena Cardano memiliki validator. Dengan adanya validator, proses validasi tidak akan memakan banyak energi sehingga sumber daya menjadi lebih hemat.

    Ouroboros atau Proof-of Stake hanya memerlukan bebeapa pemegang token ADA agar bisa memvalidasi transaksi dan menjaga koneksi jaringan dengan baik. Itu artinya, transaksi dapat berjalan dengan murah dan cepat. Dengan demikian, Cardano dianggap lebih unggul.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Withdrawal di Ethereum 2.0 Dapat Segera Diluncurkan?

    Withdrawal atau penarikan Ether (ETH) hasil staking di Ethereum 2.0 diperkirakan akan tersedia pada Q1 2021. Informasi ini didapatkan dari sebuah postingan blog layanan staking Rocket Pool.

    Phase 0 peluncuran Eth2 Beacon Chain pada 1 Desember lalu berhasil dilakukan. Peristiwa ini melibatkan 900.000 Ether yang disimpan oleh pemegang saham. Sayangnya, proses Phase 0 kemarin belum menyediakan layanan withdrawal dan menunggu hingga Phase 1.5 rampung. Pada awal rencana, Phase 1.5 diprediksi akan selesai pada awal 2022 mendatang.

    Baca Juga: AllianceBernstein: Bitcoin adalah Store of Value Jangka Panjang

    Namun, minggu lalu, pengembang Ethereum Danny Ryan memperkenalkan proposal baru terkait dengan “Kontrak penarikan sederhana (tapi ekspresif)”. Ini berarti pengguna akan dapat melakukan penarikan Ether mereka segera.

    Jika proposal tersebut diterapkan, Danny memperkirakan “80% kasus penggunaan kontrak penarikan akan terpenuhi”. Namun, ia juga mengakui, solusi ini tidak akan membuka fungsionalitas lengkap terkait fasilitas withdrawal ini

    “Ada fitur dengan potensi lebih canggih yang tidak dapat dibangun dengan skema sederhana sampai pembacaan Beacon Chain diterapkan, tetapi saya pikir sebagian besar desain dapat diselesaikan.”

    Salah satu utilitas yang didukung proposal Ryan adalah kemampuan staking pool untuk memulai pembayaran, yang selanjutnya meningkatkan sifat desentralisasi Ethereum.

    Withdrawal pada Eth2

    Rocket Pool merupakan platform staking terdesentralisasi berbasis di Australia yang dirancang untuk memungkinkan investor yang memiliki kurang dari 32 ETH dapat mengumpulkan dana mereka untuk bergabung melakukan staking. Terkait layanan withdrawal ini, ia mengindikasikan platform sedang menunggu layanan smart contract withdrawals untuk dapat digunakan bahkan sebelum jaringan utama resmi beroperasi.

    Dalam postingan blog hari ini, pendiri David Rugendyke menjelaskan, lantaran layanan withdrawal belum bisa didukung di Eth2 saat ini, “untuk mendemokratisasi staking di lingkungan saat ini, proyek harus menggunakan kustodian terpusat untuk mengontrol validator withdrawals keys.”

    Ia juga menambahkan masalah kepercayaan terkait dengan hal ini “tidak boleh mengorbankan nilai inti kami dan mempertaruhkan simpanan pengguna”. Rugendyke menyebut solusi yang diajukan Ryan sebagai “langkah fantastis” dan mendukung langkah tersebut agar dapat segera terealisasi.

    Baca Juga: Taat Peraturan, Coinbase Pro Tutup Layanan Margin Trading

    Layanan Staking Ethereum Pihak ke-3

    “Rocket Pool akan memilih untuk tetap medukung peluncuran setelah penerapan smart contract withdrawalsdilakukan, untuk mematuhi sifat non-kustodian, trustlesssebagai solusi staking yang sudah kami rencanakan selama dua tahun yang lalu. Peristiwa ini diharapkan terjadi pada Q1 tahun 2021 dan kami berharap untuk ikut meluncurkannya bersamaan dengan perstiwa tersebut.”

    Perusahaan Blockchain Consensys juga mencatat, solusi dari Danny Ryan bukanlah satu-satunya. Proposal “Simple Withdrawal Contract” dari pengembang Ethereum Jeff Coleman juga hadir memberikan solusi terkait masalah penarikan. Layanan stakingEthereum, salah satu pendiri Attestant, Jim McDonald’s, memiliki proposal lain yang disebut “Simple Transfers of Excess Balance”.

    Perusahaan saham LiquidStake telah mengambil pendekatan yang berbeda, memungkinkan pemegang saham untuk mengambil pinjaman USDC pada ETH yang dipertaruhkan untuk memberikan likuiditas yang lebih baik kepada pengguna. Coinbase juga telah mengumumkan dukungan untuk taruhan Eth2, namun mereka akan menyediakan likuiditas untuk pengguna:

    “Sementara token Eth2 yang di-stake tetap terkunci pada Beacon Chain, Coinbase juga akan mengaktifkan perdagangan antara Eth2, ETH, dan semua mata uang lainnya yang mendukung penyediaan likuiditas bagi pelanggan kami.”

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AllianceBernstein: Bitcoin adalah Store of Value Jangka Panjang

    Divisi penelitian perusahaan manajemen aset, AllianceBernstein, asal New York berubah sikap. Kali ini mereka menegaskan bahwa Bitcoin berperan besar dalam portofolio investor, khususnya sebagai store of value jangka panjang.

    Baca Juga: Lima Koin Teratas Mulai Bangkit dari Sell Off!

    AllianceBernstein cukup ternama dengan total aset dikelola mencapai US$631 milyar. Dalam catatan penelitian yang diberikan kepada kliennya, Kepala Tim Strategi Portofolio Bernstein Research, Inigo Fraser Jenkins, mengatakan pihaknya sebelumnya tidak menganggap Bitcoin sebagai instrumen investasi, pada Januari 2018 silam ketika harga Bitcoin mulai longsor dari harga tertingginya.

    Tetapi, perubahan kebijakan akibat pandemi, tingkat utang dan opsi diversifikasi bagi investor, perusahaan akhirnya mengakui Bitcoin memegang peran penting dalam alokasi aset untuk periode jangka panjang.

    Jenkins menjelaskan, berkurangnya volatilitas harga Bitcoin menjadikannya menarik, baik dari sisi alat simpan nilai (store of value) dan sebagai alat pertukaran.

    Selama pandemi, korelasi Bitcoin dengan aset besar lain meningkat. Di sisi lain, Bitcoin adalah aset likuid yang bisa dijual cepat, seperti yang terjadi saat market crash pada Maret 2020 lalu, lalu rebound tak kalah cepatnya.

    “Dari sudut pandang empiris, berkurangnya volatilitas Bitcoin menjadikannya lebih menarik, tetapi korelasi yang meningkat menunjukkan arah sebaliknya,” sebut Fraser Jenkins.

    Soal perlindungan terhadap inflasi, Bitcoin kiranya mirip seperti emas. Kendati demikian, aset kripto tersebut tidak akan bergerak sepenuhnya untuk melawan inflasi dalam mata uang fiat

    Isu lain seperti penggunaan aset kripto dalam tindak kriminal dan konsumsi energi penambangan Bitcoin yang berat disebut sebagai kekhawatiran mengenai aset itu, dan juga soal pengawasan pemerintah.

    Baca Juga: Perusahaan Australia Ini Beralih ke Bitcoin dari Emas

    Jenkins berpendapat, jika jadi ada isu lain untuk Bitcoin di masa depan. Pandemi membuat pemerintah lebih berkuasa dan berperan mengelola ekonomi, sehingga jika aset kripto semakin besar, regulator bisa merasa terganggu oleh kehadirannya.

    “Aset kripto berperan dalam alokasi aset, selama mereka legal,” tegas Jenkins.

    Bernstein Research menyarankan investor menyimpan Bitcoin sebanyak 1,5 hingga 10 persen dari portofolio investasi, tergantung kepada imbal hasil bulanannya.

    “Hasil alokasinya rendah, tetapi dalam kerangka optimasi sederhana ini, alokasi terhadap aset lain bisa mencapai nol, sehingga Bitcoin tampaknya signifikan,” pungkas Jenkins.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Seperti Facebook dan Instagram, YouTube Disebut Akan Menerapkan NFT Ikut Twitter

    Seperti Facebook dan Instagram, YouTube disebut-sebut akan menerapkan NFT ikut langkah Twitter. Hal itu tergambar dalam pernyataan CEO YouTube, Susan Wojicki kepada beberapa Youtube creator.

    Belum lama ini Facebook dan Instagram (Meta Platform) disebut-sebut akan ikut meramaikan dunia NFT (non-fungible token) yang bertenaga blockchain-kripto. Twitter sudah duluan dan YouTube disebut-sebut akan menyusul.

    Baca jugaInilah Top Manajer di Bulan Januari 2022 dari Covesting

    Facebook, Instagram, Youtube Masuk NFT Ikut Twitter? 

    Hal itu diwartakan oleh Financial Times berdasarkan pernyataan sejumlah sumber anonim, Kamis (20/1/2022).

    “Rencana ini masih tahap awal dan bisa saja berubah. Penerapan NFT itu memungkinkan pengguna menampilkan NFT sebagai gambar profil mereka, serta mengerjakan purwarupa agar pengguna bisa menerbitkan NFT baru. Bahkan ‘orang dalam di Meta sedang merembugkan peluncuran toko NFT sendiri,” tulis media berpengaruh itu berdasarkan sumber.

    Kendati masih terlalu dini untuk mengatakan ini adalah pasti, setidaknya benang merahnya sudah muncul sejak awal. Misalnya pada akhir Oktober 2021 lalu, Bos Meta Mark Zuckerberg menyebutkan bahwa metaverse pada akhirnya akan mendukung penggunaan ‘digital item’ yang kurang lebih mirip NFT saat ini untuk pakaian, sepatu, hingga perhiasan virtual, seperti yang lazim diperjualbelikan di metaverse Decentraland.

    Kemudian pada Desember 2021, Adam Mosseri Bos Instagram bahwa perusahaan secara aktif mengeksplorasi NFT dan bagaimana pihaknya bisa lebih mudah diakses oleh khalayak yang lebih luas.

    Melihat korelasi dan kekinian NFT di konteks blockchain dan kripto, sulit rasanya bagi Meta ketika benar merangkul NFT, tidak akan diperkaya dengan teknologi baru itu untuk mengembangkan bisnis metaverse-nya.

    YouTube Ikut Kereta Api NFT Seperti Twitter?

    Setelah kabar Facebook dan Instagram mungkin melakukan pengayaan NFT di platform-nya, beberapa hari lalu Twitter secara resmi meluncurkan NFT untuk gambar profil akun Twitter para penggunanya. Hanya saja fitur baru itu masih terbatas bagi para pengguna perangkat bersistem operasi iOS.

    YouTube (dikendalikan oleh Google/Alphabet) adalah platform terbaru yang mengincar masuk ke NFT. Dalam sebuah surat baru kepada pembuat konten tentang prioritas 2022 YouTube, CEO Susan Wojicki mengatakan perusahaan sedang menjajaki bagaimana para creator dapat mengambil manfaat dari ‘digital collection‘ satu istilah yang sangat lekat dengan NFT.

    NFT Facebook Instagram Youtube
    Susan Wojicki, CEO YouTube.

    Dalam surat itu, dilansir dari Engadget, Wojicki mengatakan bahwa Web 3.0 menjadi sumber inspirasi bagi YouTube. Wojicki enggan menrinci bagaimana NFT diterapkan di situs berbagi video itu. Tetapi yang pasti, ia menekan bahwa teknologi itu bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi pembuat konten.

    Baca jugaTokocrypto Market Signal 26 Januari 2022: Prediksi Aset Kripto Datangkan Cuan

    “Selama setahun terakhir dunia kripto, NFT dan bahkan DAO dilihat sebagai peluang yang sebelumnya tak terbayangkan untuk menumbuhkan hubungan antara creator dan penggemar mereka. Kami selalu fokus untuk memperluas ekosistem YouTube untuk membantu content creator memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang, termasuk seperti NFT,” kata Wojicki.

    Jika YouTube mengizinkan content creator untuk menjual NFT langsung kepada penggemar mereka, itu akan menjadi keuntungan besar bagi teknologi, yang telah tumbuhdalam popularitas selama setahun terakhir, tetapi belum diadopsi secara luas oleh platform sosial konvensional.

    Meta Kembangkan Komputer Super Baru untuk Kebut Metaverse

    Masih terkait metaverse, perusahaan Meta belum lama ini menyatakan mengembangkan komputer super bertenaga kecerdasan buatan yang diklaim tercepat di dunia. Menurut Mark Zuckerberg untuk membangun metaverse yang baik, dibutuhkan daya komputasi yang sangat besar ​​mencapai triliunan operasi per detik.

    Untuk membangun komputer super ini, Meta menggandeng nVidia yang juga sudah bersiap masuk metaverse lewat piranti lunak Omniverse.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Facebook dan Instagram Berencana Mengintegrasikan Marketplace NFT

    Tampaknya, apa yang menjadi pusat keramaian saat ini. Seperti token non-fungible (NFT), terus menarik minat pemain besar untuk turut menyediakan layanan terkait sektor yang sedang panas-panasnya tersebut.

    Diketahui, Facebook dan Instagram dilaporkan berencana mengintegrasikan marketplace NFT ke dalam platform media sosial mereka.

    Menurut laporan dari The Financial Times, Meta, pemilik di balik dua raksasa teknologi tersebut, berusaha untuk bergabung dengan banyak perusahaan lain yang mengendarai gelombang adopsi NFT.

    Baca jugaSeperti Facebook dan Instagram, YouTube Disebut Akan Menerapkan NFT Ikut Twitter

    FT mengatakan bahwa tim di Facebook dan Instagram sedang mempersiapkan fitur untuk memungkinkan pengguna mencetak NFT mereka sendiri dan menampilkannya sebagai foto profil.

    Dua sumber FT juga mengatakan bahwa Meta sedang mempersiapkan pasar NFT yang lengkap, meskipun rincian proyek masih terbatas hingga saat ini.

    Pelukan Meta di sektor ini terjadi tak lama setelah sesama raksasa media sosial Twitter mulai mengizinkan pengguna iOS untuk menampilkan NFT di foto profil mereka.

    Facebook membuat petunjuk besar pertama tentang pintu masuk ke pasar NFT pada bulan Agustus ketika kepala Keuangan Facebook David Marcus mengatakan perusahaan itu “pasti memikirkannya”.

    “Memikirkan metaverse sebagai lingkungan yang sepenuhnya digital sebenarnya sangat membantu ketika Anda merancang produk yang harus tahan terhadap masa depan. Ketika saya melihat apa yang akan dibutuhkan di metaverse, itu benar-benar pergerakan nilai yang mulus, dan untuk itu, kami membutuhkan infrastruktur baru, interoperabilitas, karena Anda ingin memiliki banyak dompet yang dapat berpartisipasi dalam metaverse.

    Baca jugaApakah Bitcoin Sudah Bottom?

    Dan saya pikir memiliki uang yang dapat diprogram dan memiliki kontrak cerdas di atas blockchain yang dibangun dengan sengaja akan menjadi transformasional untuk metaverse. Karena jika Anda seorang pencipta, jika Anda membuat NFT. Anda mungkin ingin menyewa NFT Anda atau menjual NFT Anda. Anda harus menyimpan NFT Anda. Dan Anda dapat memikirkan semua jenis model bisnis baru di sekitar ini yang tidak mungkin dilakukan dengan infrastruktur pembayaran saat ini dan tanpa kontrak pintar.”

    Tentu saja, ini adalah sinyal baru yang akan semakin membakar minat terhadap NFT, yang diperkirakan masih akan terus menjadi hype di sepanjang tahun 2022 ini karena akan bersamaan dengan melesatnya game blockchain di mata para investor dan pemain. Kita lihat saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Investasi Cryptocurrency Dapat Memaksimalkan Uang Kamu!

    Sejak kemunculan Bitcoin dkk, masyarakat banyak memanfaatkan cryptocurrency sebagai media trading dan investasi yang dapat menumbuhkan uang dengan cepat. Walaupun banyak juga masyarakat yang mengalami hal sebaliknya yakni buntung karena bermain Bitcoin.

    Ini adalah sebuah risiko yang memang perlu ditanggung oleh masing-masing investor ketika berinvestasi cryptocurrency. Hal ini dikarenakan saat kamu berinvestasi, sebenarnya kamu layaknya sedang berbisnis sehingga untung atau rugi yang diperoleh perlu diperhitungkan secara matang-matang sebelum memutuskan ingin berinvestasi atau tidak.

    Baca Juga: Bitcoin Mungkin akan Mengalami Volatilitas Harga Besar pada Awal Desember

    Setidaknya, ada 3 alasan utama mengapa masyarakat banyak menempatkan dananya di cryptocurreny walaupun sebenarnya mereka tahu risiko dari investasi cryptocurreny itu sendiri:

    Investasi Cryptocurrency Pengembalian yang Menggiurkan

    Sebagai investor, kamu memiliki tugas untuk mencari peluang sebanyak-banyaknya. Oleh sebab itu, cryptocurrency bisa dijadikan opsi terbaik lantaran memiliki tingkat pengembalian yang tinggi.

    Kamu bisa memaksimalkan cuan dari cryptocurrency bila membelinya saat harga murah. Kamu bisa mengetahuinya dengan indikator teknis yakni menggunakan MA5 atau MA20. Bila harga rata-rata di bawah MA5 atau MA20 berarti harga cryptocurrency tersebut cukup murah dan berlaku sebaliknya. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan cuan dengan menambang baik itu secara solo mining maupun menggunakan cloud mining yang saat ini sudah banyak tersedia.

    Cryptocurrency Tidak Diatur oleh Lembaga

    Investor lebih memilih cryptocurrency sebagai media investasi lantaran jenis aset ini tidak diatur oleh pemerintah maupun lembaga. Sehingga, bebas dari faktor-faktor ekonomi misalnya sistem moneter dan sebagainya.

    Baca Juga: Melihat Grafik Historis, Analis Prediksi Bitcoin Bull Run 2020 Baru Dimulai

    Prediksi Gila Harga Bitcoin

    Alasan terakhir adalah harga Bitcoin bisa terus meroket hingga beberapa tahun ke depan. Bahkan, harga Bitcoin diprediksi akan terus bullish hingga pertengahan 2021 nanti. Ini adalah optimisme investor dan juga para pengamat cryptocurrency yang memiliki keyakinan bahwa Bitcoin akan menembus harga tertingginya sepanjang sejarah di atas $20.000.

    Inilah 3 alasan utama mengapa cryptocurrency dapat dijadikan sebagai tempat untuk memaksimalkan dan menumbuhkan uang yang dimiliki. Alhasil, Bitcoin dkk bisa dijadikan sebagai store of value yang kebal akan inflasi dibanding hanya menyimpan uang di tabungan biasa dengan bunga tidak lebih dari 1%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lima Koin Teratas Mulai Bangkit dari Sell Off!

    Lima koin teratas BTC, ETH, XRP, litecoin, dan chainlink telah menunjukkan kebangkitannya setelah aksi jual minggu ini.

    Harga BTC naik menjadi lebih dari $18.000 setelah jatuh ke $16.000 pada hari Kamis karena ETH, XRP, Litecoin, dan chainlink mencatatkan  swing yang lebih liar.

    Baca Juga: Meski Turun Tajam, Ini Alasan Bitcoin Masih Bullish

    Kenaikan dipimpin oleh XRP, yang mengalami kenaikan lebih dari 10% selama 24 jam terakhir, diikuti Bitcoin, Ethereum, litecoin, dan chainlink naik sebesar sekitar 5%.

    Gabungan nilai cryptocurrency sudah berayun sekitar $100 miliar minggu ini setelah Bitcoin hampir mencapai level tertingginya sepanjang masa hampir $20.000 saat 2017 lalu.

    Aksi jual, yang membuat harga Bitcoin menurun 10% dalam hitungan jam, dianggap oleh pengamat pasar Bitcoin dan cryptocurrency adalah hanyalah koreksi sementara saja.

    “Harga BTC bisa menunjukkan fluktuasi yang tajam, jadi hal utama yang perlu diketahui adalah tahapan ini diperlukan untuk melanjutkan reli,” kata Alex Kuptsikevich, analis keuangan senior FxPro.

    “Indikator teknis telah berada di wilayah overbought yang ekstrim untuk waktu yang lama. Reli mulai tersendat menuju $20.000. Ini adalah level psikologi dan teknis yang serius dari resistensi untuk pasar, dan tidak ada keraguan bahwa hambatan ini akan terjadi dan menguji optimisme investor.”

    koin teratasBitcoin telah mengalami kenaikan sebesar 40% hingga November, didorong oleh kepopulerannya yang berkembang sebagai emas digital. Karena bunga bank-bank besar yang masih kalah jauh dengan tingkat pengembalian yang diberikan oleh Bitcoin. Oleh karenanya, bank-bank besar di Wall Street, dan sekumpulan investor terkenal memberikan nama kepada Bitcoin sebagai emas digital “lindung nilai potensial terhadap inflasi”.

    Baca Juga: Rumor Peraturan Baru, CEO Coinbase “Amerika Akan Tertinggal Soal Crypto”

    Reli Bitcoin dipicu oleh perusahaan pembayaran raksasa PayPal yang berencana menambahkan layanan pembelian dan penjualan Bitcoin. Hal ini menyebabkan cryptocurrency yang memiliki nilai yang lebih kecil, termasuk koin teratas di pasar seperti XRP, ETH, Ripple, litecoin, dan chainlink melonjak. Di bulan November ini saja, XRP sudah mengalami kenaikan sebesar 150%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Akan Menguat Mengikut Pasar Modal

    Korelasi Bitcoin (BTC) dengan pasar modal AS mencapai rekor tertinggi. Bila pasar saham pulih kembali, maka hal itu dapat mengangkat BTC dan aset kripto lain.

    Berbeda dengan sebelumnya, BTC bergerak beriringan dengan saham saat dua-duanya mengalami kelesuan. Tetapi korelasi tersebut justru dapat membawa kelegaan bagi BTC bila saham menguat.

    Koefisien korelasi 40-hari bagi BTC dan indeks saham Nasdaq 100 hampir mencapai 0,66. Angka ini merupakan rekor tertinggi menurut data yang dikompilasi oleh Bloomberg sejak tahun 2010.

    Baca jugaManajer Dana Raksasa Ini Ajukan ETF Terkait Teknologi Blockchain

    Selain itu, korelasi serupa turut terjadi dengan indeks S&P 500 dan mencapai rekor pula.

    Pakar strategi Ed Yardeni, presiden Yardeni Research, mengutarakan ide bahwa sentimen terhadap pasar modal akan segera mengalami pemulihan kembali. Hal ini dapat berakibat kepada penguatan saham setelah masa kelesuan akhir-akhir ini.

    Saham yang menguat dapat turut mendongkrak Bitcoin dan aset kripto lain.

    “Saham seharusnya pulih selama beberapa bulan ke depan seiring pasar obligasi menjadi stabil dan keuntungan perusahaan terus bertambah berkat ekonomi global yang menguat,” jelas Peter Berezin, kepala strategi global BCA Research Inc.

    Ia menambahkan, hal tersebut dapat mendorong kripto ke atas, walau sementara.

    Aset kripto terpeleset di tengah berita pengurangan stimulus dari Federal Reserve yang sebelumnya mendongkrak aset spekulatif selama masa pandemi. Valuasi senilai lebih dari US$1 trilyun telah terhapus dari kapitalisasi pasar aset kripto sejak puncaknya di bulan November.

    Saat ini, Bitcoin terus mengalami tren menurun dan jatuh hingga ke harga US$36.506.

    Chris Weston, kepala riset Pepperstone Financial Pty Ltd, berkata sektor kripto terlampau berada di area oversold. Kendati demikian, momentum menurun memang kuat dan reli ke atas akan menjadi peluang bagi spekulan untuk menjual.

    Baca juga Google Kembangkan Kartu Bitcoin (BTC)

    Berezin bersikap skeptis terhadap Bitcoin secara keseluruhan kendati ia melihat adanya penguatan singkat bila saham pulih. Target jangka panjang Berezin bagi Bitcoin hanyalah US$5 ribu.

    “Investor yang ingin melindungi terhadap resiko perlu mempertimbangkan membeli Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) daripada BTC, Litecoin (LTC) dan Dogecoin (DOGE),” pungkas Berezin.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com