Category: Tokocrypto

  • Inilah yang Harus Anda Ketahui Tentang Blockchain

    Blockchain adalah jenis basis data (database) yang relatif baru yang telah menjadi solusi trendi untuk menyimpan informasi digital dengan lebih aman. International Data Corporation bahkan baru-baru ini memperkirakan bahwa perusahaan dan pemerintah akan menghabiskan US$2.1 miliar pada teknologi blockchain selama tahun 2018, lebih dari dua kali lipat apa yang dibelanjakan pada tahun lalu. Tetapi, jika Anda bertanya kepada mereka atau bahkan kepada orang-orang yang bekerja dengan blockchain sekalipun untuk mendefinisikan teknologi ini, maka Anda mungkin akan mendapatkan respon yang beragam dan masih banyak yang kesulitan dalam menjawabnya. Untuk itu, artikel ini hadir agar Anda yang masih bingung dapat perlahan-lahan memahami tentang teknologi blockchain ini. Apakah blockchain ada hubungannya dengan Bitcoin? Ya. Blockchain pertama adalah database tempat setiap transaksi Bitcoin disimpan. Sejak Bitcoin dimulai pada tahun 2009, blockchain telah datang untuk menyimpan lebih dari 160 gigabyte data tentang transaksi Bitcoin antara dua dompet digital. Mengapa ini disebut blockchain? Dalam dokumen asli yang menjelaskan Bitcoin, basis data baru mata uang virtual itu tidak disebut sebagai blockchain. Tapi, dari waktu ke waktu nama tersebut kemudian digunakan karena semua transaksi yang masuk ke jaringan dikelompokkan ke dalam blok data dan kemudian dirantai bersama menggunakan perhitungan matematika canggih. Menurut para akademisi, sistem ini pada dasarnya telah ada sebelum Bitcoin, namun Bitcoin membawanya menjadi terkenal seperti sekarang ini. Bagaimana blockchain berbeda dari database lain yang digunakan untuk menyimpan transaksi? Sebagian besar database yang digunakan untuk menyimpan catatan keuangan dikelola oleh lembaga pusat. JPMorgan Chase, misalnya, bertanggung jawab untuk melacak berapa banyak uang di semua akun pelanggannya. Dengan basis data blockchain Bitcoin, buku besar (ledger) disimpan dan diperbarui secara bersama oleh semua komputer yang terhubung ke jaringan Bitcoin. Sifat blockchain Bitcoin yang dikelola secara bersama-sama ini dapat diperbandingkan dengan Wikipedia, yang bergantung pada jaringan kontributor penulis yang luas, bukan satu penulis. Dikarenakan rekamannya yang disimpan secara bersama inilah, maka tidak ada satu pun komputer atau lembaga yang bertanggung jawab. Sifat bersama dari blockchain Bitcoin itu kemudian digunakan untuk menciptakan mata uang virtual, karena pencipta Bitcoin yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto ingin menciptakan mata uang tanpa otoritas pusat yang terlibat. Apakah semua proyek blockchain terkait dengan Bitcoin dalam beberapa cara? Tidak. Sebagian besar blockchain tidak ada hubungannya dengan Bitcoin. Setelah blockchain Bitcoin telah beroperasi selama beberapa tahun — berhasil menyimpan setiap transaksi Bitcoin dan bertahan dari berbagai serangan peretas — banyak programmer dan pengusaha yang bertanya-tanya apakah rancangan blockchain Bitcoin dapat direplikasi untuk membuat jenis buku besar yang aman lainnya, yang tidak terkait dengan Bitcoin. Apakah blockchain hanya digunakan untuk mencatat transaksi mata uang virtual? Tidak. Sebagian besar upaya awal untuk meniru blockchain Bitcoin dilakukan oleh para programmer yang ingin menciptakan mata uang virtual dengan karakteristik yang sedikit berbeda dari Bitcoin. Dan itu membutuhkan database mereka sendiri untuk menyimpan semua transaksi. Seiring waktu, beberapa mata uang virtual baru ditambahkan juga fitur baru yang signifikan yang akhirnya memperbarui konsep blockchain sehingga dapat menangani lebih banyak jenis informasi. Contohnya saja, mata uang virtual yang paling berharga selain Bitcoin adalah Ether, yang berjalan pada blockchain Ethereum. Selain mencatat transaksi mata uang virtual, blockchain Ethereum dapat merekam dan mengeksekusi program sederhana. Hal ini dimungkinkan, misalnya, membuat program pada blockchain Ethereum yang akan memindahkan Eter antara dompet hanya setelah kejadian tertentu. Tidak hanya itu, baru-baru ini, banyak perusahaan dan pemerintah yang juga tertarik menggunakan blockchain untuk menyimpan data yang tidak ada hubungannya dengan transaksi mata uang virtual, atau transaksi apapun. Bank membangun blockchain yang dapat melacak pembayaran antar rekening. Pemerintah bereksperimen dengan menggunakan blockchain untuk menyimpan catatan dan penilaian properti. Itulah 5 dari 10 hal yang harus Anda ketahui tentang Blockchain. Untuk Anda yang ingin mendapatkan lebih banyak informasi lain seputar berita cryptocurrency dan blockchain, Anda dapat mengakses beberapa artikel lain di situs www.coindaily.co.id.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Jenis-jenis Karya Seni yang Anda Perlu Ketahui!

    Bahasan seputar dunia kesenian memang tidak berujung, terlebih lagi soal seni rupa dan ketenaran seni visual di zaman sekarang. Namun, masih banyak orang yang belum tahu bahwa ternyata seni rupa berbeda dengan seni visual. Nah, agar Anda tidak ikut terkecoh, simak penjelasan mengenai perbedaan dari kedua kategori seni tersebut disertai jenis-jenis karya seni berikut ini!

    Perbedaan antara Seni Rupa vs Seni Visual

    Melihat fenomena yang terjadi, masih banyak orang yang masih menganggap bahwa seni rupa dan seni visual merupakan satu hal yang sama. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang sudah mengetahui kedua jenis karya seni tersebut berbeda, tetapi masih belum tahu pasti apa perbedaan di antara keduanya.

    Setelah ditinjau dari beberapa aspek, ternyata perbedaan antara seni rupa dan seni visual dapat dibedakan berdasarkan tiga hal, yaitu: 

    1. Berdasarkan Pengertian

    Seni rupa cenderung dibuat atas dasar nilai estetika dan keindahan tanpa mementingkan nilai fungsional, sementara seni visual merupakan bagian dari seni kreatif yang dibuat agar bisa menjadi sebuah wadah apresiasi bagi orang yang melihatnya.

    2. Berdasarkan Fungsi

    Dikarenakan seni rupa tidak mementingkan nilai fungsional, maka tidak dapat dianggap sebagai seni terapan maupun seni dekoratif yang memiliki baik nilai estetika maupun fungsional. Sementara itu, seni visual dapat mencakup seni terapan dan juga seni dekoratif.

    3. Berdasarkan Bentuk Karya Seni

    Bentuk karya seni rupa hanya terbatas pada gambar, lukisan, fotografi, dan printmaking. Sementara, bentuk karya seni visual lebih bervariasi, mulai dari arsitektur, film-making, hingga desain grafis. 

    Jenis-jenis Karya Seni Visual

    Setelah membahas perbedaan antara seni rupa dan seni visual, saatnya untuk membahas lebih dalam mengenai seni visual itu sendiri beserta penerapannya. Seperti kategori seni lainnya, seni visual juga memiliki jenis karya seni yang bentuknya sangat beragam disertai dengan ciri khasnya masing-masing, yakni:

    1. Seni Visual 2D

    Seperti namanya, jenis karya seni visual 2D berarti hanya terdiri dari dua dimensi saja, yaitu panjang dan juga lebar. Umumnya, jenis karya seni ini diterapkan pada bidang datar, seperti contohnya kertas dan kanvas. Walaupun dalam bidang datar, tetapi para seniman tetap mengutamakan hasil karya yang menarik untuk dilihat. Misalnya adalah lukisan, batik, ilustrasi, dan masih banyak lagi.

    2. Seni Visual 3D

    Jenis karya seni visual 3D merupakan karya seni yang dibentuk dari tiga dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Ketiga dimensi tersebut membuat jenis karya ini memiliki tiga hal, yaitu bentuk, ruang, dan juga volume. Oleh karena itu, seni visual 3D biasanya dapat dilihat dan dinikmati dari arah mana saja. Sebagai contoh dari jenis karya seni ini adalah patung, gerabah, hingga kriya.

    3. Sinematografi

    Pada awalnya, sinematografi dikenal sebagai ilmu yang menjadi bagian dalam pembentuk sebuah film. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, sinematografi juga dapat didefinisikan sebagai jenis karya seni yang mengutamakan elemen visual dan dibuat untuk berkomunikasi ataupun menyampaikan pesan. Seperti namanya, jenis karya seni ini diterapkan pada media gambar bergerak dan juga film.

    NFT sebagai Peluang bagi Seni Visual

    Jika membahas masa depan seni visual, dapat dikatakan bahwa seni visual memiliki masa depan yang cerah. Pasalnya, di era yang sudah didominasi kecanggihan teknologi ini, para seniman visual tidak hanya bergantung pada pameran dan penjualan karya secara offline saja. Kini, seniman dapat terjun ke dunia kesenian yang baru yaitu Non-Fungible Token (NFT).

    NFT merupakan bentuk kepemilikan digital atas suatu hal, contohnya seni digital hingga musik, dengan informasi yang terdesentralisasi dan terdistribusi sehingga hal tersebut terjamin keasliannya. Selain dikoleksi, NFT juga dapat diperjualbelikan di marketplace dan tiap catatan transaksi dan perpindahannya akan terekam dalam teknologi blockchain layaknya cryptocurrency.

    Perbedaan NFT dengan karya seni biasa adalah NFT tidak memiliki sistem “beli putus”. Maksudnya, para seniman digital dapat mengatur persentase royalti sejak awal. Sehingga, meskipun karya seni miliknya sudah berkali-kali pindah tangan, pemasukan seniman akan terus mengalir. NFT juga memberi kesempatan yang merata bagi para seniman, selama seniman tersebut memiliki karya seni yang menarik dan konsisten dalam berkarya.

    Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis karya seni visual dan prospeknya di masa depan. Beberapa seniman ternama juga sudah mulai merambah ke dunia NFT, lho, seperti Beeple hingga Mad Dog Jones. Para seniman visual yang ingin mencoba peruntungan di dunia NFT tak perlu khawatir, kini Indonesia sudah memiliki marketplace NFT yaitu TokoMall. Untuk lebih lengkapnya, kunjungi www.tokomall.io dan daftarkan diri Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga BTC Melejit di Angka 191 Juta

    Diberitakan, PayPal telah mengumumkan pada hari Rabu kemarin, bahwa mereka akan masuk ke pasar cryptocurrency.

    Perusahaan pembayaran digital raksasa ini mengatakan, pelanggan mereka akan dapat menggunakan cryptocurrency untuk berbelanja di pedagang mana pun di jaringannya yang besar mulai dari awal 2021.

    Pembayaran akan diselesaikan melalui mata uang fiat, mirip dengan banyak solusi pedagang crypto yang ada seperti BitPay. Ini berarti pedagang akan menerima fiat, karena PayPal akan menangani konversinya.

    Koin yang awalnya didukung akan mencakup Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Bitcoin Cash (BCH) dan Litecoin (LTC), kata perusahaan itu.

    Perusahaan ini pun menggandeng Paxos untuk memberikan layanan tersebut, dan memperoleh lisensi mata uang crypto bersyarat dari Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York, atau yang biasa disebut dengan BitLicense.

    Selain pembayaran cryptocurrency, pengguna PayPal juga akan dapat membeli crypto langsung melalui aplikasi. Dengan demikian, PayPal akan menampilkan dompet mata uang crypto, memungkinkan pengguna membeli, menjual, dan menahan crypto melalui aplikasi PayPal.

    Mode Global Holdings

    Mode Global Holdings, perusahaan fintech yang telah terdaftar di Bursa Efek London, kini menjadi perusahaan besar lainnya yang masuk kedalam ranah Bitcoin.

    Ini menambah daftar investor institusi dan perusahaan besar yang telah tertarik dan menggunakan crypto untuk dijadikan aset cadangan perbendaharaan ditengah kekhawatiran ekonomi hyang terus merosot di masa pandemi ini.

    Mode telah menjadi perusahaan publik pertama di Inggris yang menukar sebagian dari cadangan kasnya dengan Bitcoin, menurut siaran pers pada hari Rabu kemarin.

    Mode mengatakan bahwa mereka telah mengalokasikan 10% dari cadangan kasnya ke cryptocurrency teratas sebagai aset cadangan treasury-nya. Pembelian tersebut merupakan bagian dari “tujuan jangka panjang perusahaan untuk melindungi aset investor dari penurunan nilai mata uang.”

    Alasan perusahaan terutama bergantung pada kemampuan Bitcoin untuk memaksimalkan nilai pengembalian dari penggalangan dana baru-baru ini. Mode mencatat bahwa suku bunga di Inggris Raya saat ini berada pada titik terendah dalam sejarah 0,1%. Oleh karena itu, perusahaan berupaya untuk melakukan diversifikasi dari instrumen pasar uang berbunga rendah.

    Baca Juga: Bahama Luncurkan Mata Uang Digital Bank Sentral Sendiri!

    Bagaimana selanjutnya?

    Ada dua kemungkinan, harga BTC akan terus naik tanpa menutup gap di Rp 180 juta-an, yang kemungkinan akan menembus Rp 200 juta.Kemungkinan kedua adalah harga BTC menutup ke Rp 180 juta-an dan berkonsolidasi disana dan kenaikan harga besar-besaran akan terjadi. Bahkan, lebih besar dari situasi pertama.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Penjelasan Lengkap Agar Terhindar dari Rug Pull

    Squid Game, serial asal Korea Selatan yang tayang September 2021 lalu berhasil menarik perhatian khalayak belakangan ini. Nggak cuma sampai situ saja, drama ini pun turut mengilhami lahirnya token pada aset kripto bernama SQUID. Seiring dengan hype-nya drama tersebut, banyak orang yang akhirnya berbondong-bondong membeli SQUID. Namun, kabar mengejutkan datang, karena SQUID token ini disinyalir sebagai salah satu rug pull, atau salah satu penipuan di dalam industri kripto. 

    Dilansir dari BBC News, token SQUID sebagai “cryptocurrency play-to-earnini dapat digunakan untuk bermain game online yang terinspirasi oleh serial Squid Game. Tak butuh waktu lama, token SQUID yang semula hanya diperdagangkan 1 sen, dalam waktu yang kurang dari seminggu mampu melonjak tajam menjadi US$2.856. Fantastis, kan

    Namun, masih dilansir dari sumber yang sama, BBC telah melaporkan, pengembang token ini sebenarnya banyak dikritik oleh para ahli aset kripto karena mereka tidak mengizinkan orang untuk menjual kembali token mereka. Dan, ya! Akhirnya token ini telah kehilangan nilainya karena sudah dinyatakan sebagai rug pull

    Lantas, apa sih sebenarnya rug pull itu? Dan bagaimana cara yang dapat kita lakukan untuk menghindari penipuan semacam kasus token Squid Game ini? 

    Simak selengkapnya!

    Pengertian Rug Pull dan Cara Kerjanya

    Jika ditelisik dari segi bahasa, rug pull ini berarti menarik karpet. Nah, istilah ini bisa diartikan dengan mengambil dukungan dari orang secara tiba-tiba. 

    Lebih lengkapnya, rug pull adalah salah satu modus penipuan dalam industri aset kripto, di mana developer menarik para “calon pembeli” ke dalam proyek palsu mereka, menghasilkan uang dari penjualan, dan kemudian lari begitu saja dengan membawa dana dari para investor.  

    Adapun celah yang dipakai oleh para penipu ialah kebebasan dari ekosistem Decentralized Finance (DeFi), di mana pada sistem keuangan terbuka yang didukung oleh smart contract ini memperbolehkan para developer membuat token mereka sendiri menggunakan Ethereum, dan mencantumkannya di DEX. 

    Selanjutnya, developer ini pun menarik perhatian para investor untuk membeli token mereka. Nah, dalam kasus token SQUID ini tentunya khalayak ramai secara tidak langsung terserap seiring dengan popularitas Squid Game yang masih menarik banyak pihak. 

    Setelah banyak investor bergabung untuk membeli token tersebut dengan token Ethereum asli miliknya dengan harapan token SQUID bisa dijual kembali, developer pun menarik semua token dari kolom likuiditas. Dan di tahap inilah, para investor benar-benar kehilangan aset mereka. 

    Baca Juga: Ini Dia Larangan-larangan Saat Melakukan Investasi Bitcoin

    Cara Agar Terhindar dari Rug Pull

    Nggak bisa dipungkiri, menjamurnya peminat dari investasi aset kripto dapat memunculkan oknum penipu di dalam industri ini. Berikut kami hadirkan cara agar terhindar dari penipuan rug pull khususnya bagi Anda investor aset kripto pemula: 

    1. Periksa Jumlah Likuiditas Developer

    Layaknya seperti pengertian likuiditas pada umumnya yaitu kemampuan perusahaan untuk menunjukkan posisi keuangan maupun kekayaan mereka, likuiditas developer patut Anda periksa sebelum melakukan investasi. 

    Langkah ini bisa dilakukan dengan melihat siapa yang menjadi pemegang token teratas. Hasil awal yang dilihat memanglah berupa burn address, nah, Anda bisa menghapus persentase dari total dan selanjutnya memeriksa pemegang token terbesar dan distribusinya.

    2. Cari Pool dengan Jumlah Likuiditas yang Besar

    Riset yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari pool yang memiliki likuiditas besar setidaknya dengan angka US$ 50.000 di dalamnya. Karena developer yang menipu tidak akan mau memasukkan nominal besar ke dalam suatu proyek abal-abal mereka. 

    3. Cross Check Orang di Balik Layar

    Pengecekan orang di balik layar ini bisa dilakukan dengan semudah memeriksa nama-nama orang tersebut pada pencarian Google, atau khususnya pada LinkedIn. Apabila proyek tersebut memiliki tim dengan nama-nama yang kompatibel dan memang punya impact besar di dunia kripto, makan Anda bisa mempercayainya. Namun, jika tidak, hal ini patut dipertimbangkan. 

    4. Cek melalui GitHub

    Sejatinya GitHub merupakan hub berbasis kode untuk mengembangkan proyek DeFi. Dengan mengeceknya di sini, Anda bisa mencari tahu suatu proyek untuk melihat perkembangan di dalamnya. Apabila proyek ini tidak aktif ataupun merupakan cabang dari proyek lain, maka hal ini patut dicurigai.  

    Pada akhirnya, langkah preventif yang bisa dilakukan agar terhindar dari rug pull dan penipuan industri aset kripto lainnya adalah dengan melakukan riset yang mendalam terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Anda bisa mengecek white paper token tersebut maupun situs web. 

    Selain itu, up to date dengan informasi dunia kripto juga diperlukan, lho! Makanya, yuk, kunjungi Tokonews dari Tokocrypto untuk tahu berita terbaru dan tips lainnya mengenai dunia kripto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Filecoin Mencapai Kapasitas 1 Exabyte!

    Dalam acara diskusi beberapa saat lalu, CEO dan pendiri Protocol Labs Juan Benet mengindikasikan jaringan Filecoin melampaui ekspektasi pengembang terkait dengan daya penyimpan jaringan.

    Proyek yang berhasil menggalang dana lebih dari $200 Juta pada ICO 2017 silam, resmi dirilis ke publik pada Oktober tahun 2020. Sejak saat itu, menurut Benet, jaringan blockchain terdesentralisasi ini menyewakan dan meminjamkan tempat penyimpanan berbasis cloud dan telah mencapai kapasitas melebihi satu exabyte. Hal ini lebih besar dibandingkan penyimpanan seperti Dropbox saat IPO 2018 silam.

    Baca juga: Filecoin, Proyek ICO Rp3,7 Triliun, Akhirnya Rilis ke Publik!

    Filecoin Capai Kapasitas 1 Exabyte Penyimpanan

    Benet menyampaikan, awalnya jumlah ini bukan hal yang mustahil untuk dicapai dan bahkan banyak yang meragukan kemampuan Filecoin. Namun, dengan pencapaian ini, pengembang berhasil membuktikan kemampuan jaringan bahkan melebih ekspektasi awal.

    “Anda mungkin tidak akan pernah memiliki jaringan terdesentralisasi lebih dari beberapa petabyte… (Namun,)  sekarang kami berhasil melewati satu exabyte.”

    Pencapaian ini termasuk ke dalam pencapaian luar biasa. Sebagai perbandingan, Twitter menghasilkan sekitar 4,3 petabyte setahun, atau 0,0043 exabyte. Perusahaan data Zeenea memperkirakan pada Maret 2019, Netflix menyimpan 60 petabyte film dan acara TV, atau enam persen dari kapasitas Filecoin saat ini.

    Baca Juga: Nic Carter: Kenaikan Harga Bitcoin karena Potensi Inflasi

    Di luar itu, masih ada banyak kelebihan kapasitas di jaringan yang bergantung pada aktivitas penambangan. Menurut statistik penyimpanan Filecoin, pada 19 November 2020, data yang tersimpan di dalam jaringan sudah melebih 761 gigabyte.

    filecoinSelanjutnya, Benet dan tim Protocol Labs berencana untuk mulai memindahkan aplikasi ke dalam jaringan. Mereka sedang dalam tahap pembangunan tempat tersebut dan menantikan para “pemain” masuk ke dalam protokol.sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Kripto Metaverse Terbesar Saat Ini

    Jika menilik perjalanan kripto selama beberapa tahun terakhir, Anda akan melihat perkembangannya yang begitu pesat. Mulai dari kemunculan Bitcoin (BTC) sebagai mata uang kripto pertama, investasi token yang tidak bisa dipertukarkan bernama NFT, hingga pembangunan dunia virtual Metaverse.

    Meski sempat mendatangkan banyak keraguan, nyatanya Metaverse semakin populer saat ini. Berbagai brand ternama mulai mengucurkan dana pada beberapa platform Metaverse, membuat produk digital NFT, hingga membeli lahan virtual di berbagai platform Metaverse. Jika Anda juga tertarik untuk mengetahui lebih dalam soal Metaverse atau berinvestasi pada salah satu platform, simak informasi lima kripto Metaverse terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar berikut ini.

    Baca jugaApa Saja Tren NFT 2022?

    Decentraland (MANA)

    Platform Metaverse yang memiliki jumlah kapitalisasi pasar terbesar saat ini adalah Decentraland (MANA), yakni mencapai $5,123,130,400. Dengan jumlah kapitalisasi pasar tersebut, Decentraland (MANA) mengungguli pesaingnya, yakni Axie Infinity dan The Sandbox.

    Permainan yang membangun dunia virtual dengan menggabungkan elemen realitas virtual dan teknologi Blockchain ini terus mengalami peningkatan sepanjang 2021. Pada awal 2021, Anda hanya perlu mengeluarkan US$0,08 untuk membeli satu MANA. Namun, performanya terus meningkat sepanjang tahun 2021 hingga mencapai rekor tertingginya, yakni US$5,41 pada November. Hingga saat ini, harga MANA kembali mengalami fluktuasi dan menyentuh angka $2,80.

    Di dalam Decentraland, Anda bisa melakukan berbagai kegiatan sebagaimana kegiatan Anda di dunia nyata, seperti berbelanja, bermain, bertemu dengan teman, hingga membeli tanah virtual. Barang dan tanah virtual yang Anda miliki dalam permainan ini berbentuk NFT yang dinamakan LAND. Untuk membelinya, Anda perlu memiliki MANA, yaitu token asli dari Decentraland.

    Axie Infinity (AXS)

    Posisi kedua ditempati oleh Axie Infinity (AXS). Jauh sebelum Facebook mengumumkan perubahan namanya menjadi Meta dan memfokuskan visi-misi perusahaan untuk menjadi perusahaan berbasis Metaverse, Axie Infinity (AXS) sudah hadir membawa inovasi dan perubahan.

    Meski kapitalisasi pasar Axie Infinity (AXS) berada di bawah Decentraland (MANA), yakni senilai $4,258,828,717, harga Axie Infinity (AXS) berada jauh di atas Decentraland (MANA). Untuk membeli satu token AXS, Anda perlu mengeluarkan uang sekitar US$69,67. Harga tersebut meningkat sangat jauh jika dibandingkan dengan awal tahun 2021 di mana AXS dibanderol dengan harga US$0,5. Bahkan pada awal November tahun lalu, AXS mencapai rekor tertingginya, yaitu US$160,36.

    The Sandbox (SAND)

    Setelah Decentraland (MANA) dan Axie Infinity (AXS), posisi ketiga ditempati oleh The Sandbox (SAND), sebuah Metaverse dengan tampilan yang akan mengingatkan Anda pada game Minecraft. The Sandbox sukses bertengger di urutan ketiga dengan kapitalisasi pasar sebesar $4,094,107,911, sedikit di bawah Axie Infinity (AXS).

    Pada awal Januari 2022, SAND dibanderol dengan harga US$4,45. Namun, jika Anda menilik setahun ke belakang, SAND meningkat hingga 1.120% dalam enam bulan terakhir, lebih tinggi dari MANA yang naik sebanyak 323% dan AXS yang meningkat 24%. The Sandbox sempat mencapai harga tertingginya pada November 2021, yaitu US$8,4, lalu kembali turun dan menutup tahun di harga US$5,8.

    Baca jugaNFT untuk Sektor Musik, Apa Saja Manfaatnya?

    The Sandbox sendiri adalah sebuah permainan yang dirilis pada 2011. Sama seperti Decentraland, di dalam permainan ini Anda juga bisa melakukan berbagai aktivitas, termasuk jual-beli tanah.

    Theta Network (THETA)

    Theta Network (THETA) berada di posisi keempat dengan jumlah kapitalisasi pasar sebesar $3,982,376,251 dan harga THETA US$3,99. Theta Network merupakan sebuah platform video streaming yang beroperasi di atas jaringan Blockchain. Theta Network beroperasi sebagai jaringan terdesentralisasi di mana pengguna dapat berbagi bandwidth dan sumber daya komputasi secara peer-to-peer.

    Diawali dengan harga US$1,8 pada Januari 2021, THETA sempat melonjak tinggi hingga mencapai harga US$14,28 pada April 2021. Namun, harganya kembali turun dan cenderung stabil hingga sisa tahun 2021.

    Enjin Coin (ENJ)

    Posisi terakhir ditempati oleh Enjin Coin (ENJ), sebuah perusahaan yang menyediakan ekosistem produk game berbasis Blockchain yang saling terhubung. Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,895,897,042, Enjin Coin (ENJ) berhasil mengalahkan salah satu saingannya, SushiSwap.

    Diawali dengan harga US$0,16 pada Januari 2021, ENJ mengalami fluktuasi harga yang cukup signifikan. ENJ sempat mencetak rekor tertinggi pada 2021 dengan menyentuh harga US$4,68 di bulan November.

    Itu dia lima kripto Metaverse dengan kapitalisasi pasar terbesar. Hingga saat ini, Metaverse masih terus mengalami perkembangan dan akan terus tumbuh selama beberapa tahun ke depan. Dengan kemajuan teknologi, tidak menutup kemungkinan perkembangan tersebut akan lebih cepat dari yang diprediksi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin vs Altcoins Kembali Memanas di Tahun 2020

    Debat Bitcoin vs Altcoins memanas sekali lagi! Hal ini disebabkan karena raja cryptocurrency, Bitcoin yang mendominasi pasar dengan selisih yang sangat jauh.

    Saat ini pangsa pasar raja cryptocurrency Bitcoin, telah mencapai dua kali lipat dari posisi terendahnya atau naik sebesar 33 persen. Hal tersebut menjaga dominasi Bitcoin pada pasar cryptocurrency tetap utuh. Sementara di sisi lain, berbagai macam altcoin telah kehilangan kekuatan mereka karena masalah pendanaan dan tidak adanya rasa ingin tahu publik.

    Namun, hal ini tidak membuat gentar pengembang Altcoins. Secara kumulatif Altcoin-Altcoin yang mungkin sudah bernilai ratusan bahkan ribuan dollar ini, tetap menjanjikan bahwa mereka akan dapat mengungguli Bitcoin atau setidaknya menggeser posisi Bitcoin saat ini.

    Sementara itu dalam menanggapi hal ini, Max Keiser, pada salah satu ‘Keiser Report’ dan salah satu bull BTC paling awal menyatakan bahwa Altcoin itu tidak memiliki nilai bawaan.

    Baca juga: Harga Bitcoin Tak Akan Jatuh Lagi ke US$6 Ribu, Tapi Naik Menjadi US$100 Ribu

    Bitcoin Mungkin Lebih Kuat Daripada Altcoin

    Dalam wawancara terakhir dengan London Actual, Max Keiser tampaknya memperdalam sentimennya mengenai Bitcoin vs Altcoins, hal ini dirasa jika dibandingkan Bitcoin, Altcoins hampir tidak memiliki nilai.

    Agar pendapat Keiser mengenai Bitcoin vs Altcoins ini tidak menambah panas isu yang sedang beredar, hal tersebut merupakan jawabannya saat ditanya oleh pewawancara, Brian Rose. Pertanyaan tersebut mengenai apakah ada mata uang crypto lain yang “sepadan dengan Bitcoin”, kemudian dengan suara biasa saja dan ekspresi tenang Keiser menjawab “Tidak”.

    Selain itu, ia menyatakan bahwa tidak ada koin crypto yang dapat melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Bitcoin atau yang dapat Bitcoin lakukan dalam beberapa waktu ke depan.

    Dia juga menambahkan bahwa keamanan Bitcoin dari sebagian besar energi hash dan bagian besar di pasar crypto membuat Bitcoin menjadi pertaruhan yang lebih baik daripada altcoin apa pun

    Sentimen Luas Bitcoin vs Altcoins

    Keiser bukan satu-satunya yang menggembar-gemborkan sentimen mengenai altcoin lebih “tidak berwarna” dibandingkan dengan Bitcoin, terlepas dari perkembangan teknis dan miliaran dolar pendanaan.

    Selain itu, dalam debat Bitcoin vs Altcoins dengan Kevin Rose, salah satu pendiri Digg, sebuah situs web media digital belakangan ini menjadi penasihat TechCrunch, menyatakan bahwa sekitar 99 persen orang yang terlibat dalam sebuah proyek hanya mengejar keuntungan finansial. Selain itu, ada banyak sampah juga di dalam proyek-proyek tersebut. Seluruh situasi ini pada akhirnya akan menciptakan skenario yang tidak menguntungkan, hal ini disebabkan akan banyak proyek-proyek berkualitas tinggi yang terseret ke bawah, yang pada akhirnya justru akan mencemari ruang cryptocurrency.

    Informasi selengkapnya dapat dibaca di sini

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT untuk Sektor Musik, Apa Saja Manfaatnya?

    Kehadiran NFT dapat membawa perubahan bagi industri musik, terutama bagi persoalan hak cipta dan royalti. Berbeda dengan berkas audio biasa, NFT musik dapat diperjualbelikan dan meraih royalti dari setiap penjualan di pasar sekunder.

    NFT di industri musik dapat berbentuk audio atau video lagu, sampul album, tiket konser dan merchandise lainnya. Musisi dapat menentukan produk yang ingin ditawarkan ke penggemar kemudian memilih blockchain untuk mencetak NFT itu.

    Platform NFT musik mencakup TONE, Opulous, OpenSea dan lainnya. Musisi lalu memberitahu penggemar tentang rilis NFT ini dan menjualnya sesuai nilai yang diharapkan.

    Baca jugaPemerintah Tiongkok Dukung NFT, Ini Jalurnya!

    Sebab tidak dapat diduplikasi, NFT musik dapat dijual satu kali melalui lelang. Pemenang lelang mendapatkan berkas lagu satu-satunya dan menjualnya kembali dengan untung. Musisi pencipta tetap mendapat bagian royalti melalui data dalam NFT itu.

    Musisi yang sudah meluncurkan NFT termasuk DJ 3LAU dengan Ultraviolet Collection yang meraih penjualan US$11,6 juta hanya dari pelelangan 33 NFT. Musisi asal Kanada, Grimes, menjual karya digital senilai US$6 juta.

    Selain penghasilan, NFT dapat membantu musisi dalam berbagai hal.

    Pertama, peraihan royalti. Musisi yang menciptakan NFT akan memperoleh penghasilan dari penjualan sekunder. Hal ini menjawab masalah musisi yang tidak mendapat bagian royalti atau sekedar mendapat uang receh dari layanan streaming.

    Kedua, meniadakan perantara. Kontrak dengan label rekaman acapkali bermasalah. Musisi yang mandiri meraih uang dari platform streaming. Tokenisasi ini dapat membantu musisi mendapat uang dari penjualan musik langsung kepada penggemar.

    Ketiga, membangun basis penggemar. Musisi dapat menambah penggemar dengan memberikan akses kepada NFT terkait karya musisi itu serta menjangkau audiens yang baru.

    Musisi bisa meraup cuan dengan memberikan pengalaman unik, seperti peluang untuk bertemu secara virtual atau bahkan tatap muka. Hal ini dilakukan rapper Snoop Dogg dalam metaverse SandBox di blockchain Ethereum.

    Baca jugaInilah Alasan, Mengapa Ethereum (ETH) akan Melonjak pada Bulan Juli?

    Keempatmemberikan peluang kepada artis baru. Kemudahan sektor NFT musik membuka kesempatan bagi musisi baru sebab mereka dapat merilis secara mandiri tanpa persetujuan perusahaan rekaman.

    Saat ini, hanya ada sedikit musisi yang menjajaki peluang melalui teknologi terbaru ini. Tetapi dengan pengetahun yang meningkat dan permintaan dari penggemar, musisi dapat meraih untung dari penjualan musik memakai NFT.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meski Turun Tajam, Ini Alasan Bitcoin Masih Bullish

    Bitcoin alami crash beberapa hari lalu. Penurunan tersebut bahkan sempat menginjak Rp43 juta dari nilai tertinggi ke rendahnya. Ditambah, kejadian ini hanya kurang dari 3% dari nilai all-time-high Bitcoin dan membuat likuiditas besar-besaran di beberapa bursa ternama.

    Para analis menjabarkan beberapa alasan terkait dengan penurunan Bitcoin ini.

    Baca Juga: Fidelity: Institusi Semakin Mengadopsi Bitcoin

    1. Leverage yang Berlebihan

    CEO Stack Funds, Matthew Dibb masuk ke dalam jajaran korban dari likuiditas besar-besaran perdagangan leverage dalam bursa derivatif yang terjadi di seluruh bursa utama.

    Menurut sumber data Bybit, posisi derivatif senilai hampir $2 miliar dilikuidasi dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah itu, lebih dari $1,6 miliar telah ditutup dalam 12 jam terakhir.

    Lepasnya perdagangan dengan leverage ini diharapkan oleh banyak pihak, mengingat biaya memegang posisi buy di pasar perpetual future atau dikenal sebagai tingkat pendanaan meningkat tajam ke level tertinggi bulanan hingga 0,098% dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menjadi tanda dari adanya overleveraging atau overheating di pasar. Tingkat pendanaan ini ditentukan dan dibayarkan setiap delapan jam.

    bitcoin tetap bullishMenurut data Glassnode, dengan penurunan harga Bitcoin ini, tingkat pendanaan telah turun kembali menjadi 0,011%. Ini membuat pemegang leverage berlebih keluar pasar secara “paksa”.

    2. Pullback Teknis

    Jika melihat grafik teknis, rally Bitcoin dari $10.000 menjadi $19.400 selama tujuh minggu terakhir dinilai terlalu bersemangat.

    Hal tersebut mengingat, momentum bagi Bitcoin begitu kuat sehingga raja crypto tersebut secara konsisten diperdagangkan di atas MA 10 hari selama rally. Meski ada overbought pada indeks kekuatan relatif (RSI) 14 hari.

    bitcoin tetap bullishTerlebih, rally berlebih akan cenderung menguntungkan para spekulan yang mencari keuntungan secara berkala. Mata uang crypto biasanya akan mengalami beberapa pullback selama pasar bullish sebelumnya.Penurunan harga ini akhirnya membawa Bitcoin masuk ke bawah rata-rata 10 hari dan memungkinkan RSI menyesuaikan kembali dengan bullish yang ada.

    “Ini pullback yang sehat,” ujar Stack Funds Dibb.

    Menurut analis grafik, rally harga dengan adanya penurunan secara reguler akan membuatnya berkelanjutan daripada rally terus menerus.

    Baca Juga: Cypherpunk Holdings Miliki Bitcoin Terbanyak ke-9 Dunia

    3. Faktor Lain Perkuat Aksi Jual

    Menurut trader dan analis Alex Kruger alasan penurunan harga ini terkait dengan rencana Departemen Keuangan AS yang dikabarkan akan dapat melacak pemilik dompet cryptocurrency yang dihosting sendiri.

    Dilansir dari CoinDesk, Alex Kruger menyatakan,

    “(Masalah peraturan) ini, dengan latar belakang euforia dan leverage tinggi yang tidak berkelanjutan untuk jangka panjang menyebabkan penurunan terbesar selama 24 jam sejak Maret lalu.”

    Tidak hanya itu, bursa pertukaran crypto terkemuka OKEx yang sempat dibekukan terkait masalah hukum dan menutup layanan withdrawal, kembali membuka layanan tersebut kepada pengguna.

    Sui Chung, CEO CF Benchmarks menjelaskan,

    “Sebagian besar bitcoin beku (di OKEx) telah diperdagangkan sekitar 70%. Ada banyak keuntungan yang belum direalisasikan yang terkunci di sana. (…) setelah koin-koin ini bebas bergerak, kemungkinan akan ada banyak trader yang menjualnya dengan dolar atau stablecoin lainnya untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini menambah tekanan besar penjualan (bitcoin).”

    Pasar Bitcoin Masih Bullish

    “Penurunan harga terbaru hanyalah sedikit gangguan dari tren bullish yang lebih besar,” ujar Alex Kruger.

    Pasar Bitcoin masih menunjukan faktor makro yang bersifat bullish. Misalnya saja, peningkatan partisipasi perusahaan institusional yang terus berlanjut, pencetakan uang besar-besaran oleh Federal Reserve di Amerika, dan pencarian imbal hasil tetap untuh meskipun harga turun.

    Sentimen bullish juga tetap kuat meski jumlah koin tersimpan di beberapa bursa ternama mencapai nilai terendahnya sejak Agustus 2018.

    bitcoin tetap bullishGrafik dari Glassnode di atas mengindikasikan investor melihat penurunan harga saat ini sebagai pullback besar, tetapi masih yakin terkait dengan prospek jangka panjang mata uang crypto.Ditambah, hilangnya posisi leverage berlebihan di pasar membuat rally di pasar dapat terus berlanjut.

    Heusser dari Crypto Broker mengharapkan raja crypto Bitcoin untuk berkonsolidasi di kisaran saat ini hingga $19.000 sebelum akhirnya melanjutkan trennya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Fitur Baru Adobe Photoshop untuk Anda Kreator NFT!

    Berbagai fitur Adobe Photoshop selama ini sudah banyak membantu para digital art designer dalam menciptakan karya mereka. Software desain ini memang punya segudang fitur yang bisa membantu para kreator untuk menghasilkan karya yang berkualitas, termasuk kreator NFT.

    Melihat perkembangan NFT yang semakin pesat, Adobe pun tergerak untuk menambahkan fitur yang mendukung para kreator NFT. Seperti apa fitur terbaru Adobe Photoshop yang ditujukan khusus untuk para kreator NFT ini? Berikut ulasan selengkapnya!

    Kolaborasi Adobe Photoshop dengan NFT Marketplace

    Pada penghujung bulan Oktober 2021 lalu, Adobe Photoshop mengumumkan melalui blog Adobe tentang penjajakan mereka di ekosistem NFT. Adobe meluncurkan beberapa fitur baru untuk Photoshop yang memudahkan para kreator ‘menandai’ karya mereka.

    Selain pengumuman mengenai fitur Adobe Photoshop, postingan tersebut juga menyebutkan soal proyek kerja sama Adobe dengan beberapa NFT marketplace besar dunia seperti OpenSea, KnownOrigin, dan SuperRare. Nantinya, karya yang dibuat melalui Photoshop dan dipamerkan di marketplace tersebut akan memiliki kredensial khusus sebagai tanda kepemilikan karya.

    Keuntungan bagi Kreator NFT

    fitur Adobe Photoshop nft Keuntungan bagi Kreator NFTApa keuntungan dari fitur Adobe Photoshop ini bagi para kreator NFT? Masih dalam postingan yang sama, Adobe menyebutkan bahwa fitur baru Photoshop akan memudahkan kreator dalam memberikan kredensial pada karya yang mereka buat.

    Selain itu, kerja sama Adobe dengan NFT marketplace besar dunia juga diharapkan bisa memberikan exposure yang lebih besar kepada kreator NFT, terutama kreator yang masih belum diketahui banyak orang.

    Dari sisi kolektor NFT, hadirnya fitur baru dari Adobe Photoshop ini juga akan sangat membantu. Adanya kredensial yang dibubuhkan pada karya NFT bisa memudahkan pelacakan. Kolektor akan lebih mudah mengetahui orisinalitas karya tanpa harus melakukan tracking yang memakan waktu lama.

    Baca Juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    Fitur Terbaru Adobe Photoshop untuk kreator NFT

    Sekarang mari membahas satu per satu fitur baru yang ditawarkan oleh Adobe Photoshop khusus untuk para kreator NFT beserta cara kerjanya.

    1. Content Credentials

    Fitur pertama yang ditawarkan bernama Content Credentials. Apa yang bisa dilakukan dengan fitur ini? Dengan Content Credentials, Anda para kreator NFT bisa memberikan identitas unik pada karya yang dibuat melalui Adobe Photoshop. Selain itu, Anda juga bisa menautkan kredensial karya pada website Behance yang merupakan platform portofolio digital dari Adobe.

    Fitur Terbaru Adobe Photoshop untuk kreator NFT

    Sumber: https://blog.adobe.com/

    Fitur Adobe Photoshop ini akan menyimpan identitas karya yang dibuat melalui Photoshop dalam sebuah database. Sebagai pelengkap, Adobe juga meluncurkan sebuah website resmi yang memungkinkan kolektor untuk memverifikasi keaslian karya NFT bernama Verify.

    Untuk memudahkan pembuatan kredensial melalui Content Credentials ini, kreator sebaiknya menautkan akun Adobe mereka dengan profil media sosial atau dompet crypto mereka. Jadi, saat kreator menjual karyanya, sistem akan langsung mencocokkan dengan data dompet crypto yang sudah didaftarkan. Jika cocok, berarti karya tersebut asli. Namun, jika tidak, bisa jadi ada kemungkinan replikasi karya.

    2. Prepare as NFT

     fitur Adobe Photoshop nftSebagai sebuah software design yang digunakan banyak orang, Adobe Photoshop memang terus mengembangkan fitur mereka. Untuk menyesuaikan perkembangan tren desain yang mulai dipengaruhi ekosistem NFT, Adobe pun meluncurkan fitur-fitur baru yang berhubungan dengan NFT.

    Selain Content Credentials, Adobe Photoshop juga akan meluncurkan fitur lain yang disebut-sebut akan membantu para desainer untuk mempersiapkan karya mereka agar bisa menjadi NFT. Fitur yang belum punya nama resmi ini akan didukung oleh Inter-Planetary System.

    Harapannya, fitur baru ini mampu mengatasi permasalahan yang kerap dihadapi para kreator NFT saat menggunakan Adobe Photoshop. Salah satunya adalah masalah penjiplakan karya. Beberapa kreator menemukan bahwa karya yang di-mint melalui software Adobe bisa ditiru oleh kreator lain tanpa ada solusi untuk menemukan siapa kreator asli karya tersebut.

    Dengan adanya fitur Adobe Photoshop terbaru ini, diharapkan proses kreatif para kreator NFT akan menjadi lebih mudah. Risiko yang kerap dihadapi seperti masalah penjiplakan karya pun nantinya bisa diminimalisir.

    Sudah punya karya untuk dijadikan aset digital NFT? Anda bisa coba langsung pamerkan di TokoMall. TokoMall merupakan inovasi oleh TokoCrypto untuk menghadirkan ekosistem NFT di Indonesia. Di TokoMall, kreator bisa menjual karyanya dengan satuan harga ETH. Tunggu apa lagi? Daftar segera di TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com