Category: Tokocrypto

  • Deutsche Bank: Mata Uang Digital Bank Sentral Akan Gantikan Uang Tunai!

    Deutsche Bank (DB), lembaga perbankan terbesar di Jerman, yakin keberadaan mata uang digital bank sentral (CBDC) akan menggantikan uang tunai di masa depan.

    Deutsche Bank Research menerbitkan laporan baru berjudul “What we must do to rebuild” pada 10 November lalu. Laporan tersebut berisikan estimasi ekonomi dan proposal dalam membantu ekonomi global yang dilanda pandemi virus corona.

    Baca Juga: Robert Kiyosaki: Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

    Revolusi Mata Uang Digital

    Laporan tersebut menyatakan pandemi Covid-19 ini telah mempercepat revolusi uang digital. Menurut pihak DB, revolusi ini pada akhirnya akan memungkinkan CBDC seperti yuan digital China atau e-krona Swedia untuk menggantikan uang tunai dalam jangka panjang.

    Selain itu, DB juga meminta pemerintah dan perusahaan swasta lain di Jerman untuk mencari alternatif selain kartu kredit, dengan menyatakan:

    “Pembatasan sosial yang dilakukan di seluruh dunia dan sikap jaga jarak sosial meningkatkan penggunaan kartu dibandingkan dengan uang tunai. Untuk merespon lebih lanjut, perusahaan dan pembuat kebijakan seharusnya merancang alternatif pada kartu kredit dan menghapus biaya perantara. […] Untuk saat ini, sistem pembayaran digital regional harus diutamakan. Dalam jangka panjang, mata uang digital bank sentral akan menggantikan uang tunai. “

    Laporan ini juga memperingatkan para pemangku kebijakan Eropa terkait dengan risiko yang ada jika mereka tidak dengan segera mengembangkan proyek mata uang digital mereka sendiri sebagai respon terhadap kemajuan sistem pembayatan di China dan Swedia.

    Baca juga: Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral 

    Pihak bank juga berpendapat, ketertinggalan ini akan memaksa penerapan kebijakan yang seharusnya dilakukan penggerak pertama:

    “Jika negara lain tidak mengejar hal ini, mereka mungkin akan terpaksa mengadopsi mata uang digital dan kebijakan negara lain sebagai media pembayaran.”

    Solusi Mata Uang Digital

    DB juga  meminta Eropa mengembangkan solusi mata uang digital untuk memperkuat Euro dan geopolitik yang ada. “Untuk melakukan ini, kita harus memiliki solusi pembayaran Eropa yang independen,” tulis Deutsche Bank Research.

    Meskipun Deutsche Bank mendorong percepatan pengembangan mata uang digital global, sejumlah negara belum mau terburu-buru untuk menerbitkan CBDC.

    Pada bulan Oktober 2020, Jerome Powell dari Federal Reserve Amerika Serikat menyatakan, AS tidak memiliki kekhawatiran terkait dengan negara lain yang sudah menerbitkan CBDC. Ketua Fed itu mengatakan, pemerintah AS tidak akan membuat keputusan untuk mengeluarkan dolar digital sampai risiko terkait CBDC seperti serangan dunia maya dan privasi rampung.

    Selain itu, pejabat di Selandia Baru dan Rusia juga menyatakan sikap yang sama dan menyatakan akan mengambil pendekatan lebih dalam.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lagi Tren Naik, Polygon Berpotensi Reli 30%

    Harga Polygon terlihat siap untuk naik setidaknya 30% setelah pola analisis teknis menunjukkan bullish, ditambah potensi persetujuan proposal EIP-1559 yang juga mendukung upaya MATIC untuk meraih level tertinggi baru sepanjang masa.

    Dijuluki EIP-1559, proposal pembaruan tersebut awalnya terungkap sebagai bagian dari upgrade London Hard Fork di jaringan Ethereum pada 5 Agustus silam.

    Proposal tersebut secara efektif mulai menghancurkan, atau membakar sebagian besar dari biaya yang dibayarkan kepada penambang melalui ETH.

    Trader dan investor menaikkan tawaran mereka untuk ETH sebelum dan sesudah peningkatan EIP-1559. Kemudian mencatat bahwa itu yang mendorong Ethereum menjadi aset deflasi untuk pertama kalinya dalam sejarah.

    Baca jugaKetua Fed: CBDC AS Dan Stablecoin Bisa Berjalan Bersama

    Polygon Bisa Reli 30% dan Raih ATH

    Polygon merupakan protokol layer-2 yang dibangun untuk mengukur masalah skalabilitas di blockchain Ethereum. Pada 14 Desember tahun lalu jaringan telah meluncurkan implementasi pengujian EIP-1559.

    Setelah peluncuran uji net, harga MATIC naik hampir 30% menjadi $2,35, yang mencakup kenaikan singkat ke rekor tertingginya di dekat $3.

    Pergerakan Harga Polygon

    Secara teori, pasokan yang lebih rendah terhadap permintaan yang meningkat akan membuat aset lebih berharga di mata penawarnya. Referensi ekonomi klasik ini telah membantu meningkatkan permintaan aset crypto raksasa seperti Bitcoin (BTC) sebelumnya.

    Ini menimbulkan pertanyaan, dapatkah harga MATIC juga alami reli dengan cara yang sama? Salah satu pendiri Mineplex, Alexander Mamasidikov, berpikir ya.

    Mamasidikov mengatakan pada sesi wawancaranya dengan media, jika EIP-1559 akan berdampak positif pada harga MATIC bahkan dengan mudah mendorong Polygon reli menuju rekor tertinggi saat ini setelah peningkatan teknis.

    “Dalam periode pemulihan harga, investor sering kali mencari fitur teknis dan fundamental untuk dijadikan sandaran untuk mendukung koin, dan Polygon mengacungkan keduanya” katanya.

    Mamasidikov kemudian menambahkan,jika Polygon tetap menjadi versi Ethereum yang lebih baik dalam hal biaya transaksi yang lebih rendah, ini juga merupakan kesenangan bagi investor ritel sehubungan dengan harganya yang rendah saat ini jika dibandingkan dengan ETH atau jaringan smart contract lainnya.

    Sejak Juli 2021, MATIC telah alami tren naik yang lebih tinggi dan dikonfirmasi oleh setidaknya dua tertinggi reaktif dan dua terendah reaktif.

    Namun memang, token MATIC baru-baru ini alami garis tren rendah di rentan harga $1,89 sebagai support. Sebuah pergerakan yang diikuti dengan retracement bullish menuju $2,50.

    Sekarang, harganya bertindak sebagai resistance serta mendorong MATIC naik ke level $2,50.

    Tren Naik dari Pergerakan Harga Polygon

    Baca JugaMarket Pulih, Polygon Tetapkan Harga Tertinggi!

    Meskipun demikian, MATIC mungkin mencoba penembusan di atas resistance $2,44 karena ditunjang oleh proposal EIP-1559 pada 18 Januari mendatang.

    Langkah ini akan menempatkan Polygon pada jalur yang menguji target kenaikan sementara di dekat $3, yang kira-kira merupakan lompatan 30%.

    Sementara itu, jika faktor EIP-1559 bermain lebih lama dari yang diantisipasi, harga MATIC sepertinya dapat mencoba kenaikan lanjutan menuju $3,52.

    Sebaliknya, penolakan di $2,44 dapat membuat Polygon menguji ulang support dari tren naik untuk penembusan negatif.

    Pergerakan seperti itu akan berisiko membatalkan setup bullish, seperti yang dibahas di atas. Semua ini terkait dengan mengekspos MATIC ke koreksi menuju $1,77 atau lebih rendah.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Robert Kiyosaki: Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

    Robert Kiyosaki, pengusaha dan motivator ternama mengakui Bitcoin mampu mengalahkan kinerja emas dan perak. Pernyataan itu menegaskan lagi dukungannya terhadap Bitcoin, selain emas yang dia unggulkan sejak tahun 1971 sebagai store-of-value asset.

    Baca Juga: Perusahaan Investasi: Blockchain Akan Memimpin Globalisasi Digital

    “Bitcoin naik mengalahkan emas dan perak. Artinya sekarang Anda harus membelinya sebanyak yang Anda mampu. Dolar AS merana dan perak masih terjangkau. Selama dolar AS jatuh, bukan harga yang jadi pertimbangan untuk membelinya, tetapi seberapa banyak emas, Bitcoin dan perak yang kaumliki,” kata Kiyosaki melalui Twitter, 13 November 2020 lalu.

    Faktanya memang demikian, selama tahun 2020, emas hanya mampu tumbuh 50 persen. Sedangkan Bitcoin lebih disukai, hingga berkinerja baik hingga lebih dari 100 persen. Kini Raja Aset Kripto itu naik tinggi lebih dari US$16.000 per BTC.

    Bukan kali itu saja Kiyosaki berkicau mendukung Bitcoin, bahkan hampir setiap hari, termasuk di Kanal Youtube-nya.

    Yang terbaru sebelum itu, pada 4 November 2020 terkait pilpres AS, dia mengatakan siapapun nanti yang menang, tetaplah membeli emas, perak dan Bitcoin.

    “Bitcoin lahir pada tahun 2009, musuh nyata The Fed dan Kementerian Keuangan. Tetaplah membeli emas, perak dan Bitcoin,” kata penulis buku Rich Dad, Poor Daditu.

    Kaitan Bitcoin dengan melemahnya kinerja bank pernah ia utarakan pada Agustus 2020 lalu. Dia menyarankan lebih pro Bitcoin lagi, karena menurutnya bank akan mengalami krisis.

    Kiyosaki sangat terkenal dengan sikap moderatnya terhadap teknologi digital, khususnya yang terkait dengan teknologi keuangan alias fintech. Selain emas yang tetap ia sokong sejak ia berusia muda, kehadiran Bitcoin yang kian popular di kalangan generasi milenial saat turut mendapatkan dukungan Kiyosaki.

    Bahkan jauh sebelum resesi akibat pandemi COVID-19, Kiyosaki sudah jauh-jauh memprediksi ada gonjang-ganjing ekonomi akibat kegagalan bank sentral dan pasar saham yang memang sudah retak.

    Ketika itu ia menyarankan publik untuk memulai kembali mengakumulasi emas secara besar-besaran termasuk perak yang tergolong kurang popular.

    Dan pada Agustus 2020 lalu, kita menyaksikan harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dan perak melonjak gila-gilaan akibat resesi ekonomi yang belum pernah ada sebelumnya setelah tahun 2008, akibat pandemi parah.

    Di sisi lain, Bitcoin sebagai kelas aset baru yang sifat langkanya mirip seperti emas dan perak, didukung penuh oleh Kiyosaki. Sudah berulangkali dia bicara soal dukungannya itu di Twitter dan di beragam kesempatan, bahkan di channel Youtube-nya.

    Dia juga pernah bilang bahwa krisis akan menimpa sejumlah bank-bank besar, masih terkait dampak resesi saat ini. Oleh sebab itu, katanya masyarakat sangat disarankan mengakumulasi lebih lagi terhadap emas dan Bitcoin.

    “Mengapa Buffett keluar [menjual sebagian sahamnya] dari bank? Bank bangkrut. Krisis perbankan besar akan tiba tak lama lagi. Apakah kelak Bank Sentral AS dan Kementerian Keuangan akan mengambil alih sistem perbankan dan menggelontorkan lebih banyak uang kepada warga. Mungkin bukan waktunya memikirkan itu. Berapa banyak emas, perak dan Bitcoin yang Anda miliki?” kata Kiyosaki, 21 Agustus 2020 lalu.

    Pernyataan Kiyosaki itu mengacu pada langkah taipan Warren Buffett belum lama ini yang menjual sebagian sahamnya di sejumlah bank besar dan berinvestasi di perusahaan tambang emas, Barrick.

    Ia kembali menegaskan itu pada 22 Agustus lalu: “Buffett membeli untuk Menjual. Dia menjual [saham] CocaCola, Asuransi Geico, pisau cukur Gillette. Dia sekarang menjual emas Barrick. Emasnya berharga US$1000 untuk menambang. Dijual seharga US$2000. Barrick memiliki banyak emas untuk dijual di masa masa depan. Cerdas! Berapa banyak Bitcoin, emas dan perak yang harus Anda jual di masa depan?” 

    Baca Juga: Perbandingan Pasar Bitcoin dan Forex

    Sentimen Kuat dan Buas
    Selama tahun 2020 memang terbukti emas kalah dibandingkan Bitcoin. God’ Money itu hanya tumbuh 50 persen, sedangkan Bitcoin mampu tumbuh lebih dari 100 persen. Kini Raja Aset Kripto itu naik tinggi lebih dari US$16.000 per BTC.

    Beberapa aset kripto lain, seperti Ether (ETH), Cardano (ADA), Ripple (XRP) harganya diproyeksikan akan terus menguat di masa depan.

    Pun dari segi fundamental pun sangat apik, karena bank-bank mulai melirik aset kripto sebagai bagian dari layanannya kepada nasabah.

    Sebut saja di Korea Selatan, Swiss dan khususnya di Amerika Serikat, akibat restu oleh Badan Pengawas Dolar AS (OCC).

    Sejumlah bank-bank besar di AS sendiri malah terus menggenjot teknologi blockchain-nya sendiri agar sistem transfer uang mereka sama efisien dengan aset kripto masa kini.

    Lihat pula PayPal, Square dan MicroStrategy yang kian erat memeluk Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasang Sabuk Pengaman! Harga BTC Akan Terus Ngegas Hingga Desember 2021

    Bila kita flashback di 2017 lalu, tahun tersebut adalah tahunnya Bitcoin di mana koin digital ini mengalami kenaikan harga hingga berbulan-bulan dan mencapai level tertingginya di $20.000/BTC.

    Bitcoin saat ini berada di awal kenaikannya menuju menuju harga tertingginya. Namun menurut analis Willy Woo, pergerakan kenaikan harga Bitcoin belum mencapai titik tertingginya pada Desember 2021 nanti. Tentunya prediksi harga Bitcoin ini berbeda pandangan dengan berbagai prediksi yang dikemukakan di luar sana yang mengungkapkan bahwa harga BTC akan mencapai puncaknya dan berpotensi memecahkan rekor harga tertinggi sepanjang masa setelah 15 bulan pasca Bitcoin Halving atau tepatnya sekitar pertengahan 2021.

    Baca Juga: Berikut Tools yang Perlu Dikuasai Saat Trading Bitcoin

    Dalam salah satu dari banyak diskusi di Twitter baru-baru ini pada 11 November, pencipta Woobull, Willy Woo, mengungkapkan sebuah bukti bahwa kenaikan harga Bitcoin baru saja dimulai.

    Woo: RSI Bitcoin “baru saja pemanasan”

    Di sebuah tweet-nya, Willy Woo mengupload grafik yang menunjukkan bahwa RSI Bitcoin dianggap sama olehnya. Bila dibandingkan dengan RSI Bitcoin di awal 2017 dan saat ini.

    “Lingkaran hijau menunjukkan posisi kita dalam siklus makro ini. Awal dari bull run utama.”

    “RSI Bitcoin baru saja melakukan pemanasan. Vertikal merah adalah halvening, memberikan impuls guncangan pasokan naik.” RSI menunjukkan perilaku harga selama periode tertentu. Perhitungannya melibatkan penutupan rata-rata yang lebih tinggi dan lebih rendah selama periode tersebut.

    harga BTC meningkat

    Woo menggunakan RSI 365 hari miliknya sendiri, dan cara membacanya mengikuti dari posisinya selama pembaruan sebelumnya pada bulan Juli. Pada saat itu, Bitcoin mengakhiri periode yang disebut kompresi RSI, yang disertai serangkaian titik terendah dan tertinggi yang lebih rendah untuk harga BTC.

    Pada bulan Juli lalu, Woo memperkirakan bahwa kenaikan akan dimulai pada Q4 tahun 2020 dan mencapai 2021 – yang sejauh ini memang menjadi kenyataan. Saat ini, Woo menyarankan bahwa fase bullish baru yang terbentuk akan berakhir dalam waktu  sekitar 1 tahun.

    Baca Juga: Aneh Bin Ajaib! Koin DeFi Sedang Buntung, Tapi Jumlah User Baru Malah Meningkat

    “Pilihan saya Desember 2021, di mana pada bulan tersebut pemegang Bitcoin bisa menjual aset digitalnya untuk bayar pajak.” Jawab Willy Woo, saat ditanya perihal kemungkinan puncak tertinggi Bitcoin.

    Dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan Bitcoin dianggap anomali. Lantaran, dalam periode tersebut mengalami koreksi harga. Dalam dunia trading, biasanya koreksi harga saat kondisi uptrend bisa disebabkan oleh adanya trader yang melakukan aksi ambil untung atau menjual Bitcoin yang dimiliki.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 7 Kesalahan Yang Dibuat Oleh Trader Bitcoin Baru

    FOMO adalah singkatan dari Fear Of Missing Out (takut ketinggalan kereta). FOMO dapat mengarahkan Anda untuk membuat keputusan trading yang mengerikan. Pedagang Bitcoin baru seringmembeli pada saat lonjakan harga, kemudian mereka kehilangan uang mereka ketika trend Retrace (perbalikan harga).

    Trader berpengalaman membeli penurunan, ketika orang lain takut, dan menjual dengan harga yang jauh lebih tinggi selama lonjakan Bullish. Pasar Bitcoin terbuka selama 24/7/365, jadi Anda selalu bisa menunggu waktu yang tepat untuk melakukan trading, pasar tidak akan ke mana-mana, jangan FOMO.

    Trading adalah cara Anda dapat menghasilkan banyak uang dalam waktu singkat, namun Anda dapat kehilangannya dengan mudah. Jangan menggunakan terlalu banyak leverage jika Anda tidak tahu persis apa yang Anda lakukan.

    Beberapa exchanger menawarkan sebanyak 100x margin trading, tetapi jika Anda kekurangan modal, atau diperdagangkan lebih dari yang Anda mampu untuk kehilangan, Anda dapat berakhir dalam masalah sangat, sangat cepat. Trading Anda tidak boleh lebih dari 2-5% dari total akun / bankroll Anda, dan Anda seharusnya tidak memiliki lebih banyak leverage 3x-5x jika Anda seorang trader baru.

    Baca Juga: 2 Investasi Terbaik yang Membawa Anda Kaya Raya

    4.Membiarkan Rasa Takut dan Serakah Menguasai Fikiran

    Jika Anda memiliki kecemasan yang luar biasa atau keserakahan tentang posisi Anda, itu adalah tanda bahwa Anda mungkin melakukan trading apa yang Anda tidak mampu kehilangan, dan emosi yang diperkuat ini dapat menyebabkan Anda memacu saat keputusan tidak rasional.

    Alasan kami memiliki rencana perdagangan adalah agar emosi tidak membuat kami bereaksi negatif terhadap pergerakan harga yang tidak terduga. Jika Anda merasa takut atau terlalu rakus, itu harus menjadi peringatan bahwa Anda melakukan sesuatu yang salah.

    5.Terus-Terusan Melihat Chart Harga

    Jika Anda terus-menerus terpaku pada layar komputer untuk memantau grafik Bitcoin, itu akan cenderung membuat diri Anda stres. Stres tidak baik untuk Anda atau orang-orang di sekitar Anda. Ini juga tidak memberi Anda Satoshi ekstra untuk masalah Anda.

    Berjalan-jalan, mencari udara segar, menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih, Anda harus dapat bersantai jika Anda telah berhenti, tidak menggunakan terlalu banyak pengaruh, terjebak pada rencana perdagangan, dan tidak mempertaruhkan apa yang Anda tidak mampu dan kalah. Perdagangkan pergerakan harga makro jangka panjang, bukan perdagangan jangka pendek di mana volatilitas dapat menghapus uang dan mimpi Anda.

    6.Tidak Sabaran

    Pasar sering memasuki zona tanpa-perdagangan di mana trend sideways tidak menawarkan banyak peluang untuk perdagangan yang menguntungkan. Anda selalu dapat hanya duduk dan menunggu waktu Anda untuk pengaturan atau penembusan sempurna sebelum mengambil perdagangan berikutnya.

    Jangan berlebih-lebihan, dan jangan berdagang hanya demi perdagangan selama kondisi pasar yang tidak optimal. Ini dapat menyebabkan kematian dengan skenario pemotongan kertas di mana banyak perdagangan kecil, waktu yang tidak tepat melikuidasi akun Anda sedikit demi sedikit.

    7.Melawan Trend

    Banyak pedagang yang tidak berpengalaman gagal untuk menyadari bahwa ketika pasar sedang trend, perdagangan melawan trend sangat berisiko. Pedagang tanpa pengalaman tidak tahu bagaimana mengatur waktu keluar dan entri mereka untuk mengambil keuntungan jangka pendek dari perubahan harga, dan pedagang baru tidak boleh mencoba ini.

    Pedagang harus mengidentifikasi apakah pasar bergerak naik, turun atau sideways dan berdagang sesuai dengan momentum pasar. Melawan momentum pasar adalah cara pasti untuk dilikuidasi dan bangkrut!

    Trading Bitcoin sangat volatil, maka itu orang dapat kaya dan miskin secara mendadak.

    Berhati-hatilah ketika anda melakukan trading dalam bentuk apa-pun.

    Saya mempunyai satu aturan, yaitu HANYA TRADING APA YANG ANDA MAMPU HILANG.Jika anda punya tabungan Rp 1 juta, lakukan trading 10-20% dari uang itu.

    Sebagian orang menyatakan trading adalah judi, namun, untuk sebagian orang, trading adalah melihat chart dan mengambil KEPUTUSAN BENAR.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Optimis Nilai Ether (ETH) Dapat Berlipat Ganda di Masa Depan!

    Beberapa tren teknis juga menunjukan mata uang terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar ini akan terus naik di bulan-bulan mendatang. Analis memprediksi ini akan terjadi terlepas dari mata uang crypto lainnya seperti Bitcoin yang digadang-gadang akan meroket menuju ke level all-time-high-nya segera.

    Baca Juga: Berikut Tools yang Perlu Dikuasai Saat Trading Bitcoin

    Sentimen pasar Ether (ETH) memperkirakan kisaran $400 atau Rp5,6 juta akan menjadi level support yang nantinya akan menjadi batu loncaran ETH menuju $800 atau Rp12 juta.

    Seorang analis juga percaya bahwa tren jangka panjang Ethereum akan tetap positif. Hal ini mengacu pada grafik makro ETH, ditambah dengan eksposur yang terjadi pada aset saat ini.

    Grafik di bawah ini menunjukan Ethereum memiliki resistance makro hingga angka $800-$900. Area ini merupakan rally pada awal 2018,

    nilai tether berlipat ganda

    “Berhenti menyandingkan ETH dengan BTC, (ETH) itu dibawah USD. Tren HTF sangat bullish memasuki tahun 2021, saya sangat berharap kita dapat kesempatan untuk membeli dikisaran $350 sebelum akhirnya naik ke $600-$800… Saya punya banyak keuntungan untuk dihabiskan.”

    Ethereum 2.0 Dorong Nilai Ether (ETH) Lebih Tinggi

    Vilatik Buterin beberapa hari lalu mengirimkan 100 transaksi untuk masing-masing 32 Ether atau total 3.200 Ether untuk peluncuran kontrak deposit pada Ethereum 2.0. Dengan pengembangan sistem, jaringan nantinya akan memberlakukan prinsip proof-of-stake (PoS) yang sebelumnya merupakan proof-of-work (PoW).

    Saat ini, peserta sudah dapat melakukan deposit dengan minimal 32 Ether yang nantinya akan di stake melalu Ethereum 2.0. Hal ini dilakukan sambil menunggu jaringan luncur ke publik secara resmi pada Desember mendatang.

    Berita Terkait: Sempat Sulit Diakses, Ternyata Ethereum Lakukan Hard Fork

    Peluncuran Genesis memerlukan 16,384 validator untuk dapat menyimpan dana setara dengan 524.288 Ether ke dalam kontrak. Jika hal itu sudah terpenuhi, Beacon chain, inti dari Ethereum 2.0 akan bisa dinikmati langsung oleh publik.

    Dengan adanya perpindahan prinsip dan pengembangan jaringan, para analis optimis harga Ether nantinya akan melonjak ke harga yang lebih tinggi lagi. Ditambah, antusias pengguna dan komunitas semakin menghangatkan sentimen pasar yang positif ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perusahaan Investasi: Blockchain Akan Memimpin Globalisasi Digital

    Xiao percaya bahwa sebelum pandemi, globalisasi mampu menguntungkan banyak orang, termasuk China, Wall Street, dan perusahaan multinasional.

    Namun, globalisasi juga akan memakan banyak korban seperti kelas menengah dan pekerja industri di banyak negara maju. Dia menjelaskan bahwa:

    Namun, Xiao percaya bahwa setelah globalisasi digital tanpa batas COVID-19, ini akan menguntungkan negara-negara berkembang dan negara-negara maju. Dia menjelaskan:

    “Dengan bantuan teknologi digital, tenaga kerja dapat diperjualbelikan mulai sekarang, dan karyawan tidak perlu pindah dari Amerika Serikat ke China, meskipun industri ini pindah ke China. Lalu ada pendidikan. Internet English Teaching telah mengubah hal-hal yang tidak dapat diperdagangkan menjadi hal-hal yang dapat diperdagangkan.”

    Ia juga berpendapat bahwa globalisasi digital akan berdampak pada sistem manajemen organisasi banyak perusahaan, dengan lebih banyak perusahaan yang akan memindahkan operasinya secara online.

    Baca Juga: Amankan Masa Depan Anda dengan Investasi Bitcoin

    Cara yang biasa dipakai perusahaan untuk mengukur kinerja mereka akan menjadi kurang penting, dan kerangka kerja penetapan tujuan yang baru dapat menggantikannya sebagai struktur manajerial yang paling penting. Dia mengatakan bahwa kerangka kerja seperti itu akan disebut “Tujuan dan Hasil Utama”, atau OKR. Xiao pun mengatakan:

    “Karena kita perlu melakukan satu hal bersama dalam ruang dan waktu yang berbeda. Kami harus transparan dan menyelaraskan tujuan kami, jadi kami membutuhkan alat OKR.”

    Dia juga mengklaim bahwa dampak digitalisasi lainnya akan membuat bisnis mengalami perombakan total dalam cara mereka melakukan praktik usaha mereka.

    Xiao mengatakan bahwa revolusi industri telah mencapai tingkat utilitas marjinal yang semakin berkurang. Dalam ilmu ekonomi, hukum utilitas marjinal yang semakin menurun menyatakan bahwa utilitas marjinal barang atau jasa menurun seiring dengan meningkatnya pasokan yang tersedia.

    Pelaku ekonomi mencurahkan setiap unit barang atau jasa yang berurutan untuk mencapai tujuan yang semakin berkurang, dan blockchain hadir untuk mengatasinya.

    Negara tirai bambu sangat berpengaruh terhadap harga Bitcoin dan seluruh cryptocurrency. Secara historis, apa yang mereka katakan akan membuat harga naik atau turun drastis.

    Seperti ketika presiden Tiongkok mengatakan bahwa mereka akan menggunakan teknologi blockchain, harga BTC naik Rp 50 juta-an dalam 1 minggu pada tahun 2019.

    Pada tahun 2018, mereka juga mengatakan bahwa mereka melarang penjualbelian cryptocurrency. Tahun 2018 adalah tahun yang sangat jelek untuk industri cryptocurrency.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Biar Sehat, Ripple Buy Back XRP Setara Rp464 Miliar

    Alasannya sih, agar pasar aset kripto XRP menjadi sehat. Oleh sebab itu Ripple pun lakukan langkah buy back XRP senilai US$46 juta (setara Rp464 miliar).

    Aksi buy back itu adalah kali pertama terjadi, digelar pada kuartal ketiga tahun 2020 ini, walaupun Ripple sendiri sudah memiliki hampir separuh dari pasokan beredar XRP.

    Ripple mengatakan, pembelian itu dilakukan agar pasar menjadi sehat. Seperti pasar saham, aksi buy back mengacu pada penciptaan minat terhadap XRP dan dengan demikian diharapkan bisa menaikkan harganya, karena pasokan di pasar menjadi berkurang.

    Terpantau di pasar saat ini, harga XRP naik 3,55 persen dalam 24 jam terakhir, di kisaran Rp3.690. Dalam rentang 3 bulan pasar XRP masih melemah, dari Rp4.100 per 10 Agustus 2020.

    Baca Juga: PewDiePie Promosikan Game Crypto serupa Pokemon-Go

    Kondisi itu jauh lebih lumayan dialami rivalnya di 10 besar aset kripto berkapitalisasi pasar besar versi Coinmarketcap, seperti Ether (ETH), Bitcoin Cash (BCH), Binance Coin (BNB) dan Litecoin (LTC).

    ripple buy back xrp

     

    ripple buy back xrp

    Seorang juru bicara Ripple mengatakan kepada The Block bahwa perusahaan dapat terus membeli XRP untuk juga mendukung produknya yang baru diluncurkan, Line of Credit, yang memungkinkan pelanggan On-Demand Liquidity (ODL) untuk membeli XRP secara kredit dari Ripple. Solusi ODL memanfaatkan XRP untuk transfer dana.

    “Dalam jangka panjang, Ripple sedang membangun kapabilitas ODL baru untuk secara dinamis mendapatkan sumber likuiditas XRP dari pasar terbuka, tidak hanya Ripple,” kata juru bicara tersebut.

    Penjualan di kuartal III Ripple juga terkait dengan solusi ODL-nya. “Penjualan terkait ODL termasuk penjualan XRP untuk mendukung ODL (termasuk Line of Credit) dan infrastruktur utama,” kata juru bicara tersebut.

    Ripple menjual XRP senilai US$35,84 juta kepada pelanggan ODL di kuartal III secara bersih, dibandingkan dengan XRP senilai US$32,55 juta untuk mengarahkan institusi di kuartal II . Tidak ada penjualan terprogram, yaitu, penjualan XRP ke bursa aset kripto, di kuartal III .

    Sebelumnya dikabarkan, bahwa Ripple telah membuka kantor pusat regional baru di Dubai International Financial Center, yang memiliki sistem hukum dan kerangka peraturan independennya sendiri.

    Baca Juga: DFX Resmi Luncurkan Sistem Pengawasan Bursa Aset Kripto

    Ripple juga sedang mempertimbangkan memindahkan markasnya dari Amerika Serikat, karena merasa iklim aset kripto di Negeri Paman Sam kurang mendukung perkembangan bisnisnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Joe Biden dan Persediaan Bitcoin: 5 Analisis Bitcoin Minggu Ini

    Presiden Amerika Terpilih, Joe Biden, hingga persedia Bitcoin di pasaran mempengaruhi harga Bitcoin beberapa waktu ini.

    Analisis dari faktor-faktor tersebut mengindikasikan aksi harga BTC yang akan terjadi selama beberapa minggu ke depan.

    Baca Juga: Amankan Masa Depan Anda dengan Investasi Bitcoin

    Hasil Pemilu AS

    Perhatian pasar tertuju pada hasil pemilihan umum presiden di Amerika Serikat. Analis memperkirakan sentimen pasar akan terlihat ketika pembukaan Wall Street pada Senin ini.

    Pada pembukaan pasar, Jepang memimpin kenaikan pada pasar saham yang mencapai level tertinggi selama 29 tahun terakhir. Peristiwan ini kemudian dinamakan sebagai “bouncing Biden”, lantaran pengaruh terpilihnya presiden Amerika Serikat Joe Biden terhadap pasar dunia.

    Di sisi lain, Bitcoin sempat berada di nilai tertingginya pada kisaran Rp229 Juta, sebelum turun beberapa persen sebelum akhirnya pulih kembali ke kisaran Rp217 Juta.

    joe biden dan bitcoinHasil pemilihan umum ini sebenarnya belum usia, pasalnya presiden pertahana Donald Trump mengklaim akan menantang perhitungan suara. Hal ini menyebabkan beberapa kebingungan, ditambah belum matangnya sentimen pasar yang ada.Jika melihat prospek jangka panjang, para analis merasa Bitcoin dan emas akan menjadi aset “safe havens” terlepas dari kandidat mana yang akan memimpin AS ke depannya. Sebab, inflasi sudah menjadi bagian dari permasalahan ekonomi AS.

    Baca Juga: Analis Optimis Nilai Ether (ETH) Dapat Berlipat Ganda di Masa Depan!

    Dikutip dari Cointelegraph, Jerome Powell, ketua Federal Reserve, mengindikasikan adanya stimulus keungan lebih lanjut, dengan efek meningkatkan jumlah utang yanga dan menurunkan nilai dolar.

    Melihat hal tersebut, Michael Saylor selaku CEO MicroStrategy berpendapat pada cuitan pribadinya di Twitter,

    “Bitcoin adalah jaringan kripto yang dominan, diciptakan untuk menjadi aset safe havenyang ideal dan menjaga energi moneter dalam jangka waktu yang lama tanpa kehilangan daya. Itu membuat #BTC menjadi solusi dari masalah lindung nilai bagi setiap investor. Hanya sedikit orang yang baru mengerti hal ini.”

    Pandemi Corona di Eropa

    Lambatnya pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi di dunia, membuat Bitcoin sempat menginjakan kakinya di level terendah di kisaran Rp58 Juta per BTC.

    Namun, lantaran sifatnya yang online, Bitcoin berhasil pulih dan bahkan melonjak lebih dari 70% dari nilai terendahnya tersebut. Beberapa analis dan tokoh besar seperti CEo Real Vision Raoul Pal dan salah satu pendiri Gemini, Tyler Winklevoss meramalkan ini baru menjadi permulaan untuk Bitcoin dan memprediksi Bitcoin akan lebih tinggi lagi di Q1 tahun 2021.

    Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear and Greed) Capai Nilai Tertinggi

    Indeks ini bisanya digunakan untuk melihat sentimen pasar, terutama investor. Menurut indeks ini, koreksi harga di atas Rp200 Juta sudah lebih melambat.

    Jika melihat nilainya, indeks ini menandai nilai tertinggi sejak Juni 2019 pada Senin lalu ketika Bitcoin melonjak menuju level tertingginya di kisaran Rp205 Juta. Padahal dua minggu lalu indeks ini masih berada di posisi netral.

    Para analis menganggap semakin dekat nilainya dengan angka 100, akan ada kemungkinan koreksi pasar yang cukup kuat yang akan terjadi.

    joe biden dan bitcoinMemperhatikan indeks pada hari Jumat lalu, analis pasar dari Cointelegraph, Michaël van de Poppe mengatakan nilai terendah saat ini ada pada kisaran Rp167 Juta, sebelum bisa mencapai Rp235 Juta.Ada beberapa level yang menurutnya harus diperhatikan berdasarkan nilai USD

    “Level yang harus diperhatikan; $13.700-14.100, $12.800-$13.200, dan $11,500-12.000 jika pasar memulai untuk koreksi.”

    Perusahaan Institusional Tetap Simpan Bitcoin dalam Jangka Panjang

    Volatilitas Bitcoin sangat tinggi dalam seminggu terakhir, apalagi jika dilihat dari pasar berjangka Bitcoin.

    Terdapat “kesenjangan” yang muncul ketika perdangan berjangka, mengingat ada semacam gap yang muncul antara pasar spot dan juga futures Bitcoin.

    Sementara itu, dilihat dari CME Bitcoin berdasarkan Grup, terdapat rekor minat terbuka dalam beberapa hari terakhir mencapai $934 Juta pada hari Jumat dengan volume perdagangan harian $764 juta.

    Dilihat dari laporan Commitments of Traders (COT) pada Jumat lalu, menunjukan ada dana lindung nilai pada harga Bitcoin saat ini.

    Di saat yang sama, investor institusional tetap menyimpan Bitcoin untuk waktu jangka panjang dengan nilai bullishnya saat ini.

    Kurangnya Pasokan Bitcoin, Tingkatkan Prospek Nilai Bitcoin

    Persedian Bitcoin yang kian menipis, dengan permintaan yang kian tinggi setiap harinya membuat prospek nilai Bitcoin menjadi semakin diuntungkan.

    Setelah gelombang banyaknya institusi besar yang menjadikan Bitcoin sebagai aset, adopsi Bitcoin semakin dekat.

    Tekanan ini diprediksi akan menaikan nilai Bitcoin terhadap USD ke depan. Seperti yang ditulis oleh Saifedean Ammous di buku berjudul “The Bitcoin Standard”,

    “Ada dua cara mengatasi kekurangan uang: 1- Bank Sentral menyediakan likuiditas; 2. Harga Makin Naik. Tidak ada cara yang benar atau salah; Selalu akan ada kosenkuensinya!”

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin di Harga $ 15.000 Kini Lebih Besar dari PayPal, Coca-Cola, Netflix, dan Disney

    Pada awal September tahun ini, kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC) berada di sekitar $ 190 miliar ketika harga BTC berada di sekitar level $ 10.000.

    Namun, dalam dua bulan terakhir, harga Bitcoin naik melewati level $ 15.000 yang membuat kapitalisasi pasar Bitcoin melonjak dari $ 190 miliar menjadi sekitar $ 280 miliar. Hal ini telah membuat Bitcoin kini lebih berharga daripada kebanyakan perusahaan besar AS.

    Baca Juga: Tokocrypto Resmi Luncurkan Aplikasi Perdagangan Aset Kripto

    Jika valuasi Bitcoin dibandingkan dengan perusahaan publik di AS, itu akan menyamai perusahaan terbesar ke-18.

    Perusahaan terbesar ke-17 di AS adalah Home Depot dengan kapitalisasi pasar $ 306 miliar. Verizon tertinggal di belakangnya dengan penilaian $ 242 miliar, meninggalkan celah besar di antaranya yang tentu bisa diisi oleh BTC seandainya crypto utama ini adalah sebuah perusahaan.

    Perusahaan yang dilampaui Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir termasuk beberapa nama besar seperti Netflix, PayPal, BofA, Coca-Cola, Salesforce, dan Disney.

    Dan juga, Bitcoin saat ini masih berada di belakang tiga lembaga keuangan terbesar di AS berdasarkan valuasi, yaitu Visa, Mastercard, dan JPMorgan. Dan agar BTC dapat melampaui ketiganya, harganya harus mencapai level $ 23.000, atau kapitalisasi pasar $ 426 miliar.

    Namun, harga BTC harus mencapai sekitar $ 120.000 agar Bitcoin dapat mengejar Apple, perusahaan paling berharga di dunia dengan kapitalisasi pasar sebesar $ 2 triliun.

    Sementara itu, analis mengantisipasi BTC untuk rmembentuk rally sepanjang tahun 2020 dan di awal 2021, mengharapkan BTC memasuki penemuan harga dan mencapai level tertinggi baru sepanjang masa (ATH).

    Baca Juga: ETH 2.0 Akan Datang, Apakah Bagus Untuk Membeli ETH Sekarang?

    Dalam jangka panjang, investor dan analis cryptocurrency mengatakan bahwa persepsi Bitcoin sebagai penyimpan nilai yang tahan lama akan mendorong penilaiannya.

    Tyler Reynolds, mantan alumni Google dan Morgan Stanley, mengatakan bahwa pasokan tetap Bitcoin membuatnya menarik sebagai aset lindung nilai terhadap pengeluaran pemerintah. Dia menuliskan :

    “Karena saat ini sedang terbentuk, kenaikan berikutnya akan dipimpin oleh BTC dengan narasi yang telah dikatakan oleh OG sejak 2011: Batas pasokan keras Bitcoin menjadikannya SoV yang tahan lama karena pemerintah mendevaluasi mata uang fiat mereka untuk mendukung pengeluaran pemerintah yang tidak dibatasi.”

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com