Category: Tokocrypto

  • Perbandingan Pasar Bitcoin dan Forex

    Tidak perlu jauh-jauh untuk untuk menilai pasar keuangan terbesar dan tenar di dunia, yakni aset kripto (Bitcoin Cs) dan forex alias valas. Volume perdagangan di pasar mata uang fiat itu mencapai US$6,6 triliun setiap hari. Sedangkan total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto mencapai US$444,6 miliar saat ini.

    Baca Juga: Deutsche Bank: Mata Uang Digital Bank Sentral Akan Gantikan Uang Tunai!

    Dengan angka-angka tersebut, tidaklah mengejutkan bahwa kedua sektor pasar bernilai itu menjadi sangat popular di era digital. Tetapi, bagaimana sebenarnya perbandingan keduanya. Lalu, manakah yang paling menguntungkan di iklim ekonomi saat ini?

    Ada beragam kesamaan antara kedua pasar tersebut, terutama keduanya langsung berurusan dengan objek bernilai atau mata uang alias currency, karena objek itu bisa digunakan untuk menukar objek lainnya, misalnya barang dan jasa.

    Selain itu, kedua pasar itu memiliki tingkat volatilitas yang mirip, di mana mata uang fiat dan aset kripto mengalami fluktuasi harga signifikan dalam kurun waktu 24 jam.

    Hal lain, kedua pasar itu bisa diakses secara online, misalnya melalui platform daring dan akun demo forex ini.

    Sebagai sebuah cara yang praktis, hal ini menyebabkan uang fiat dan aset kripto popular, seperti Bitcoin, semakin dapat diakses oleh pemula dan trader paruh-waktu.

    Kemajuan teknologi menghilangkan banyak halangan yang sebelumnya mengelilingi pasar modal ini dan menghubungkan akses terhadap perangkat analisa serta beragam indikator teknikal.

    Kendati serupa, ada pula perbedaan mencolok antara pasar valas dan pasar aset kripto. Salah satu perbedaan utama adalah terkait likuiditas, atau seberapa mudahnya suatu aset bisa dibeli dan dijual.

    Soal ini, mata uang fiat memiliki likuiditas sangat tinggi, sementara sifat aset seperti Bitcoin yang memiliki jumlah terbatas dan kurs tinggi menjadikannya lebih sulit diperdagangkan.

    Di level fundamental, kedua aset juga memiliki respons berbeda terhadap bermacam faktor geopolitik dan makroekonomik.

    Artinya, cara trader memperdagangkan aset-aset ini bergantung kepada kondisi pasar secara umum.

    Baca Juga: PayPal Persilahkan Warga AS Beli Bitcoin di Aplikasinya

    Peluang Cuan
    Dampak makroekonomi sangat menarik, terutama mengingat sifat ekonomi sekarang yang volatil, yang terdampak oleh pemilu AS dan pandemi COVID-19.

    Faktor-faktor berdampak dramatis terhadap nilai mata uang global, yang dilemahkan oleh permintaan yang menurun serta tindakan quantitative easing yang meminimalisir pemasukan kapital di seluruh dunia.

    Sebaliknya, aset kripto seperti Bitcoin mulai mencerminkan kinerja emas selama pandemi. Hal ini menyoroti Bitcoin sebagai aset safe-haven dan alat simpan nilai di masa ekonomi yang volatil.

    Bitcoin memiliki banyak kesamaan dengan emas, termasuk jumlahnya yang terbatas dan relatif tahan banting terhadap kondisi makroekonomi yang berpengaruh terhadap mata uang fiat.

    Mengingat hal tersebut, dapat dikatakan aset kripto menawarkan jalur lebih sesuai untuk untung di iklim saat ini, selama investor memiliki akses terhadap pasar aset kripto untuk membeli Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Karya Seni Rupa Murni dan Potensinya di Dunia NFT

    Apakah Anda sering mengunjungi pameran seni rupa? Jika sering, maka sudah saatnya Anda mengetahui bahwa bentuk karya seni yang Anda temui kemungkinan besar terdiri dari dua jenis, yaitu karya seni rupa murni dan karya seni rupa terapan. Keduanya memang serupa, tapi tidak sama, lho. Yuk, simak penjelasan lengkapnya beserta perkembangannya dalam adopsi NFT!

    Pengertian Karya Seni Rupa Murni

    Mengutip dari Kompas.com, karya seni rupa murni adalah karya seni rupa yang diciptakan dengan mengutamakan keindahan dan estetika dari karya seni itu sendiri dibandingkan dengan fungsi. Umumnya, seniman menciptakan jenis karya seni rupa ini untuk memuaskan dirinya sendiri, dengan memanfaatkan aliran serta gaya yang dimiliki oleh seniman itu sendiri.

    Dikarenakan karya seni ini cenderung dibuat dengan preferensi seniman, maka seringkali apresiasi seni yang bisa dilakukan terhadap seni rupa murni hanya dengan menikmati visual yang disajikan saja. Sebab, seni rupa murni tidak dibuat untuk memenuhi tugas tertentu dan berfungsi bagi kehidupan sehari-hari.

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Meski selalu berdampingan, seni rupa murni dan terapan adalah dua hal yang berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan di antara keduanya:

    1. Definisi

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seni rupa murni merupakan jenis seni rupa yang lebih memfokuskan pada nilai keindahan dan sifatnya cenderung bebas atau freehand, sesuai dengan keinginan seniman. 

    Sebaliknya, seni rupa terapan merupakan jenis seni rupa yang mengutamakan nilai teknis dan penerapannya dalam kehidupan. Meski begitu, seni rupa terapan juga tetap memperhatikan nilai estetika, hanya saja tidak sedominan seni rupa murni.

    2. Tujuan

    Seni rupa murni memiliki tujuan yang cenderung lebih personal, yaitu untuk memenuhi kepuasan senimannya. Hal ini sesuai dengan nilai yang ditanamkan saat menciptakan karya seni rupa murni, yaitu mencapai keindahan sesuai dengan preferensinya. Seni rupa yang satu ini tidak bertujuan untuk menjadi sebuah karya seni yang fungsional.

    Sementara itu, seni rupa terapan berbanding terbalik. Seni rupa terapan justru dibuat berdasarkan tujuan yang ditetapkan di awal. Tujuannya bisa bermacam-macam tergantung pada kemampuan dan kebutuhan sang seniman, tetapi umumnya untuk komersial dan menjadi sesuatu bisa diterapkan dalam kehidupan.

    3. Bentuk

    Dari segi bentuk, seni rupa murni yang banyak ditemukan adalah berupa lukisan, patung, pahatan, kriya, gerabah, koreografi, hingga masih banyak lagi. 

    Di sisi lain, seni rupa terapan biasanya berbentuk fotografi, arsitektur, ukiran, batik, seni grafis, hingga fashion. Berbeda dengan seni rupa murni, bentuk seni rupa terapan lebih bersifat komersial dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Jika melihat beberapa waktu ke belakang, adopsi NFT sedang gencar-gencarnya dilakukan di seluruh dunia. Selain menandakan bahwa masyarakat sudah mulai terbuka dengan teknologi blockchain, hal ini juga menandakan adanya perubahan bagi dunia seni.

    Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya penjualan NFT yang ada di seluruh dunia. Dilansir dari DappRadar, volume penjualan NFT di seluruh dunia pada Q3 2021 tercatat senilai 10,3 miliar USD, naik 10 kali lipat dari Q1 dan Q2.

    Para seniman yang tertarik untuk menerbitkan NFT secara bersamaan harus mendigitalisasi karya seni miliknya. Meski begitu, hal ini tidak menutup kesempatan bagi para seniman rupa dan konvensional untuk ikut bergabung dan mengadopsi NFT. Hal ini diawali dengan tokenisasi karya seni rupa murni milik Andy Warhol, seniman pop-art ternama, berjudul “14 Small Electric Chairs” pada tahun 2018.

    14 Small Electric Chairs

    Mengutip situs Gemini, lukisan senilai 5.6 juta USD ini berhasil digitalisasi ke blockchain dibantu dengan lelang 30% bagian dari lukisan oleh Maecenas, kemudian menghasilkan penjualan senilai 1.7 juta USD.

    Para kolektor dapat membeli sebagian dari karya seni tersebut dengan BTC, ETH, juga ART koin. Para kolektor memiliki kepemilikan atas sebagian lukisan tersebut, lengkap dengan kode unik yang akan menjamin keasliannya.

    Peristiwa lain yang juga mendorong peningkatan adopsi NFT adalah penjualan seni digital karya Beeple, berjudul “Everydays: The First 5000 Days”, dalam bentuk NFT di Christie’s pada Maret 2021 lalu. NFT tersebut berhasil terjual di Christie’s seharga 69 juta USD, lho! Berkat peristiwa tersebut, adopsi NFT terus meningkat sampai sekarang dan juga merambah ke dunia seni rupa murni atau fine art.

     Francesco Clemente

    Selain digitalisasi fine art menjadi NFT, kini juga sudah ada NFT marketplace yang secara khusus dibuat untuk para seniman rupa murni yang ingin terjun ke dunia NFT, bernama ArtOfficial. Marketplace ini merupakan hasil kerja sama antara gallerist Vito Schnabel dan biro konsultan VaynerNFT. Koleksi NFT yang diluncurkan di Art Official berasal dari lukisan hasil karya fine artist ternama asal Italia, Francesco Clemente. 

    Masa Depan Seni Rupa Murni dalam NFT

    Tidak bisa dipungkiri, karya seni rupa murni telah ada sejak lama dan menjadi objek pertukaran dan jual-beli oleh para kolektor juga pegiat karya seni. Melihat kehadiran NFT, tidak menutup kemungkinan bagi fine artists untuk merilis karya seni miliknya dalam bentuk digital atau NFT, khususnya karya seni lukisan. 

    Mengingat banyak sekali fine artists yang terus-menerus hidup dalam seni konvensional, tidak ada salahnya untuk mencoba peruntungan di NFT. Dengan NFT, seniman konvensional bisa merasakan sensasi pameran dan penjualan karya seni yang tentunya lebih cepat dan praktis berkat peran teknologi blockchain.

    Akan tetapi, dalam migrasi dari fine art ke NFT, diperlukan perubahan sikap dan pandangan dari para seniman rupa juga kolektor seni konvensional. Dengan NFT, para kolektor tidak bisa lagi menilai suatu karya seni hanya dari keterampilan dan bahan baku yang digunakan saja. Sebab, akan banyak hal baru yang ternyata berpengaruh dalam menentukan value dari karya seni NFT. 

    Baca juga: Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya dalam Mendapatkan Cuan

    Jadi, sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia NFT, pegiat karya seni rupa murni harus tetap memiliki perencanaan yang matang dan sesuai dengan segala pertimbangan yang ada, ya! Bagi Anda para fine artists yang tertarik dengan NFT, cari tahu lebih lanjut dengan mengunjungi www.tokomall.io dan registrasi akun TokoMall Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Survei: Pandemi Covid-19 Tingkatkan Minat Beli Bitcoin

    Data survei dari Grayscale Investments menunjukkan pandemi virus Covid-19 berperan dalam keputusan investor baru untuk membeli Bitcoin.

    Ketika harga Bitcoin naik menuju $18.000, trader mencoba untuk mengamankan level all time high, lonjakan investor institusional yang mengikuti  Bitcoin (BTC) terus berlanjut.

    Baca Juga: Mata Uang Digital Justru Diprediksi Buat Bitcoin Melambung!

    Kali ini, investor institusional dan ritel sama-sama tertarik untuk mengakumulasi Bitcoin, dan data dari pasar turunan kripto menunjukkan investor institusional mendorong volume Bitcoin ke level tertinggi baru.

    covid-19 tingkatkan minat beli bitcoinVolume BTC futures berdasarkan bursa. Sumber: Digital Asset Data

    Menurut penelitian dari Grayscale Investments, yang saat ini memegang lebih dari $9,8 miliar aset yang dikelola, pandemi virus ini mungkin menjadi pendorong utama reli Bitcoin saat ini.

    Baca juga: Grayscale Kini Miliki Setengah Juta Bitcoin!

    Menurut survei tahunan perusahaan, 83% dari semua investor Bitcoin baru memulai investasi aset ini dalam 12 bulan terakhir, saat infeksi COVID-19 masih belum memuncak. 38% dari semua investor Bitcoin yang diwawancarai bergabung dalam empat bulan terakhir. 63% mengatakan bahwa gangguan ekonomi yang disebabkan oleh COVID-19 secara positif memengaruhi keputusan mereka untuk membeli BTC.

    Bitcoin Menjadi Arus Utama

    Survei Grayscale juga menunjukkan bahwa Bitcoin menjadi lebih umum dengan masyarakat umum dan kelas investor. Prospek di antara mereka yang belum berinvestasi di Bitcoin telah berubah drastis sejak 2019. Pada tahun 2020, 55% investor yang diwawancarai menyatakan minatnya untuk memperoleh atau beli Bitcoin, peningkatan yang substansial dari 36% pada tahun 2019.

    Hampir setengah dari peserta survei percaya bahwa cryptocurrency akan dianggap sebagai media pertukaran utama pada akhir dekade ini.

    Tren investor yang tertarik pada narasi penyimpanan nilai Bitcoin kemungkinan akan meningkat. Ada kemungkinan bahwa adopsi arus utama dapat datang lebih cepat daripada yang diharapkan oleh kebanyakan pakar dan investor.

    Akankah Minat Beli Bitcoin Turun Setelah COVID-19 Hilang?

    Pertanyaan tentang bagaimana harga Bitcoin akan bereaksi terhadap pemberantasan COVID-19 adalah pertanyaan yang valid di benak sebagian investor. Menurut Jonathan Hobbs, penulis The Crypto Portfolio dan mantan pengelola dana aset digital, efek pandemi akan terasa lama setelah dikendalikan.

    “ Ketika dunia akhirnya sembuh dari Covid-19, ekonomi masih akan dililit hutang. Dan bank sentral akan terus mencetak uang untuk mencoba dan menggelembungkan hutang tersebut. Ini seperti yang telah mereka lakukan sejak krisis keuangan 2008. Ini berarti narasi kelembagaan Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi kemungkinan akan berlanjut lama setelah pandemi selesai, ” katanya dilansir dari Cointelegraph.

    Stimulus ekonomi besar-besaran dan perluasan kebijakan moneter akibat dampak negatif virus Covid-19 telah mengubah lanskap ekonomi di masa mendatang.

    Salah satu hal positif utama yang diidentifikasi oleh investor adalah proses investasi Bitcoin yang mudahdan kemampuannya untuk mendapatkan nilai ketika ada volatilitas di pasar tradisional. Faktor-faktor ini kemungkinan besar akan terus bertahan, bahkan ketika pandemi berakhir.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masa depan NFT dan Peluang Besar yang Menjanjikan

    Belakangan ini, NFT selalu saja menjadi buah bibir, entah itu di media sosial maupun melalui pemberitaan. NFT dianggap sebagai sebuah metode investasi masa depan. Benarkah demikian? Selain itu, bagaimana perkembangan dan masa depan NFT nantinya, termasuk di Indonesia? Mari simak pembahasannya berikut ini!

    Membahas soal masa depan NFT tak akan lengkap tanpa membahas sejarahnya. NFT pertama yang terlacak di dunia adalah “Quantum” yang diciptakan Kevin McCoy pada 2014 dan dipresentasikan pada konferensi Seven on Seven New Museum, New York. Saat itu, NFT dianggap sebagai sebuah teknologi untuk monetisasi grafik.

     masa depan NFT - Kevin McCoy

    NFT Pertama di Dunia, “Quantum” (2014) oleh Kevin McCoy

    Sejak saat itu, NFT terus berkembang. Pada 2015, proyek NFT pertama yang bernama Etheria diluncurkan. Meski begitu, NFT baru benar-benar terdengar oleh publik pada akhir tahun 2017 saat proyek CryptoKitties viral. CryptoKitties merupakan proyek NFT berbasis online game atau NFT game. Dalam game tersebut, para pemain bisa bertukar kucing dalam dunia virtual.

    Popularitas NFT mencapai puncaknya pada tahun 2021, diawali dengan seniman digital ternama yaitu Beeple yang merilis NFT art pertamanya dengan judul “Everyday: The First 5000 Days”. Berkat popularitasnya tersebut, blockchain yang menjadi buku besar’ bagi NFT pun makin pesat perkembangannya hingga melahirkan tiga raksasa, yaitu Ethereum, Flow, dan Tezos. Kini, NFT menjadi alat untuk memperdagangkan aset digital, terutama yang berhubungan dengan seni atau NFT art.

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Apakah NFT Art Menguntungkan Seniman?

    Apakah NFT Art Menguntungkan Seniman?Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, NFT kini digunakan sebagai alat komodifikasi aset digital yang berhubungan dengan seni. Lalu, apakah dengan begitu seniman akan diuntungkan dengan adanya NFT?

    Jawabannya, ya. NFT membuka peluang bagi para seniman termasuk digital artist untuk menjual karyanya secara langsung. Selain itu, NFT juga memberikan esensi penting karya seni, yaitu orisinalitas. Aset digital yang dijual dengan NFT tidak bisa digandakan karena sudah tersimpan dalam blockchain.

    Akan tetapi, bukankah karya digital dapat di-copy dan diunduh siapa saja? Nah, di sinilah letak keunikan NFT. Meski suatu karya bisa diperbanyak, tapi yang bisa dianggap orisinil hanya ada satu di dunia, dikarenakan dalam karya tersebut telah dipatenkan sebuah kode unik yang membuat karya tersebut otentik. Ibarat lukisan “The Starry Night” milik Van Gogh yang sudah direplikasi dan bahkan diubah medianya berulang kali, yang bisa dikatakan asli adalah tetap yang tersimpan di Museum of Modern Art.

    Masa Depan NFT di Sektor Lain

    Lalu, bagaimana dengan masa depan NFT? Benarkah NFT juga akan merambah ke sektor lain? 

    Selain digital art, kini NFT sudah mulai diterapkan pada beberapa hal lain, seperti musik dan bahkan interaksi sosial. Sebab, kepemilikan NFT sangat unik. Di satu sisi, NFT bisa memberikan kuasa kepada kolektor atas objek yang diciptakan oleh kreator. Namun, di sisi lain, kepemilikan tersebut juga terbatas. Berikut adalah beberapa rencana penerapan NFT pada beberapa sektor lain, beserta gambaran masa depannya.

    1.NFT dalam Real Estate

    NFT dalam Real EstateSelama ini, industri real estate dianggap sebagai sebuah investasi yang menjanjikan dan minim risiko. Namun, jika melihat situasi saat ini, sektor real estate rasanya sudah memasuki masa saturasi. Dapat dilihat dengan semakin sedikitnya luas tanah yang bisa dibangun dan risiko penipuan semakin besar. Dengan demikian, migrasi ke NFT bisa menjadi solusi.

    Dengan memindahkan sertifikat bangunan atau kontrak pembangunan real estate ke NFT dan menyimpannya dalam blockchain, investor bisa meminimalisir risiko penipuan. Di masa depan, bukan tidak mungkin lagi jika sertifikat bangunan konvensional akan berubah menjadi sebuah aset digital  yang tersimpan dalam blockchain.

    2. Kehidupan Sosial

    Sektor berikutnya yang berpotensi merasakan efek NFT adalah kehidupan sosial manusia. Bagaimana bisa? Saat ini, sudah terdapat  perusahaan yang mulai tertarik untuk menciptakan ‘dunia alternatif’ melalui Metaverse, gagasan milik pendiri Facebook yaitu Mark Zuckerberg. 

    Metaverse merupakan sebuah dunia virtual yang penggunaannya diharapkan bisa mendekati pengalaman di dunia nyata. Pasalnya, Metaverse akan memanfaatkan kelima teknologi yaitu media sosial, game online, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), hingga kripto. 

    Dalam Metaverse, Anda bisa menciptakan “‘kehidupan baru’”, berinteraksi dengan orang lain secara virtual tetapi dengan rasa yang nyata, hingga mengeksplor dunia baru tersebut. 

    Dikarenakan akan memanfaatkan teknologi kripto, Metaverse sendiri dinilai bisa mendorong penggunaan NFT ke jumlah yang lebih masif. 

    Jika penggunaan NFT diibaratkan dalam Metaverse, nantinya NFT akan berperan sebagai aset di dunia nyata. Seperti misalnya, untuk membeli avatar di Metaverse, Anda bisa menjual NFT art. Selain itu, nda juga dapat mengajak teman virtual untuk mendengarkan NFT music bersama-sama di rumah virtual.

    Dari sini, bisa disimpulkan bahwa popularitas NFT masih akan terus berjalan, lho. Bahkan, bisa dibilang baru dimulai. Ingin menjadi bagian dari perkembangan masa depan NFT di Indonesia? Tidak sulit, kok, Anda bisa bergabung sebagai Official Partner (kreator) dan juga Creator (kolektor) di TokoMall. Ayo daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • YFI Bisa “Moon” Karena Membentuk Pola yang Sangat Bullish

    YFI, token tata kelola dari Yearn.finance, telah melihat beberapa volatilitas yang sangat besar selama beberapa hari dan minggu terakhir, dengan pembeli yang mengirimkannya meroket lebih dari 100% dari posisi terendah baru-baru ini sementara sekarang mencoba untuk menahannya di atas level Resistance yang penting.

    Tekanan jual di Resistance ini telah bertahan kuat selama beberapa hari dan minggu terakhir, dengan perlawanan keras dari pembeli untuk memicu beberapa pergerakan turun saat mencapai level ini.

    Baca Juga: Mata Uang Digital Justru Diprediksi Buat Bitcoin Melambung!

    Namun, kenaikan menunjukkan tanda-tanda kekuatan besar hari ini dan sekarang bergerak untuk mengubah level ini menjadi Support. Bertahan di atasnya dapat memungkinkan sektor DeFi yang dikumpulkan untuk mendorong lebih tinggi, karena YFI telah menjadi indikator patokan untuk fragmen pasar ini.

    Seorang trader pun juga mencatat bahwa pola Bullish secara historis mendukung prospek teknis YFI saat ini.

    Dia percaya bahwa ini bisa berarti bahwa crypto DeFi ini siap untuk melihat beberapa kenaikan yang signifikan dalam waktu dekat, berpotensi mengarah ke wilayah bawah level $ 20.000.

    Setelah Resistance disini tertembus, crypto tersebut akan dapat melihat kenaikan parabola yang memungkinkannya untuk menetapkan level tertinggi baru.

    Saat berbagi pemikirannya tentang kemanakah YFI akan membentuk trend dalam waktu dekat, seorang analis menjelaskan bahwa dia mengamati level Resistance dikawasan $ 20.000 yang lebih rendah.

    Baca Juga: Apa Yang Bisa Kita Beli Dengan Bitcoin?

    Dia mencatat bahwa penembusan di atas level ini (yang digambarkan di $ 18.808.44) bisa mengirimnya terbang menuju level tertinggi sebelumnya.

    “Jumlahkan seperti ini untuk $ YFI pada jangka menengah. Kami menghancurkan area target itu dan kami pergi ke bulan sekali lagi.”

    YFI membentuk pola bullish

    Secara garis besar, level $18.000 kini menjadi titik kunci terdekat bagi harga untuk memvalidasi potensi trend Bullish-nya, dimana selama level ini mampu berperan sebagai Support, potensi kenaikan lanjutan pun masih tersaji dipasar yang akan mampu bergerak lebih tinggi lagi setelah mampu menembus level pada gambar diatas.

    Namun, jika BTC mendadak turun, maka semua altcoin akan ikut turun. Jika anda HODL, masih bukan waktu yang tepat untuk membeli altcoin. Namun, jika anda seorang trader veteran, ini adalah waktu yang bagus.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Alasan, Mengapa Ethereum (ETH) akan Melonjak pada Bulan Juli?

    Pembaruan yang terus dilakukan jaringan Ethereum tampaknya memberi sinyal hijau bagi cryptonya, Ether (ETH), untuk mengalami lonjakan pada beberapa bulan mendatang.

    Diketahui, Twitter sangat antusias dengan tren deflasi dari Ether, dimana pengguna Twitter “CryptoGucci” telah membagikan data di balik pengurangan signifikan dalam penerbitan ETH, memperkirakan bahwa inflasi Ethereum turun hampir 70% sejak EIP-1559 diluncurkan.

    “Dengan kata lain, ETH telah memasuki fase deflasi, dan pembakaran token membuat jumlahnya menjadi langka. Ini adalah kebalikan dari inflasi, begitu umum dengan mata uang fiat.”

    Baca jugaBagaimana Situasi BTC dan ETH 19 Januari? Teknikal Analisis

    Setelah merging dilakukan pada bulan Juli, penerbitan atau penambangan ETH akan turun menjadi 90%, dan itu akan menjadi salah satu peristiwa Bullish terbesar dalam sejarah crypto nomor dua tersebut.

    Saat ini, Ethereum berada dalam fase deflasi untuk minggu pertama berturut-turut. Dengan kata lain, lebih banyak ETH yang dihancurkan daripada yang dibuat dalam seminggu terakhir.

    Sejak Agustus, ketika EIP-1559 diperkenalkan bersama dengan mekanisme pembakaran Ethereum, ia telah menghancurkan Lebih dari 1,5 juta Ether.

    Dengan kata lain, ETH senilai lebih dari $5 Miliar telah dihancurkan dalam waktu kurang dari enam bulan. Tingkat penerbitan Ethereum juga baru-baru ini turun di bawah Bitcoin untuk pertama kalinya.

    ETH siap untuk melakukan upgrade Merge pada bulan Juli untuk roadmap Ethereum 2.0. Penggabungan akan secara drastis mengurangi penerbitan ETH menjadi hanya sedikit dan juga akan mengantarkannya ke konsensus Proof-of-Stake (PoS), mengakhiri hadiah blok untuk penambang Proof-of-Work (PoW).

    Sesuai dengan agregator data Ethereum ‘Watch the Burn’, lebih dari 5.910 ETH telah dihancurkan dibandingkan dengan koin yang diproduksi dalam pekan yang berakhir 18 Januari. Itu setara dengan offset penerbitan mingguan bersih sebesar $18,8 juta. Offset penerbitan mingguan kira-kira 15.500 ETH atau $51 juta pada 17 Januari.

    Baca jugaTerungkap! Ghozali “Everyday” Akan Terbitkan NFT Bergaya 3 Dimensi

    Menurut perkiraan oleh penyedia Data Ultrasound Money, ETH dihancurkan dengan kecepatan 10 ETH setiap menit, yang secara agregat lebih dari 100.300 ETH dihancurkan hanya dalam seminggu terakhir. Penghancur terbesar adalah OpenSea, yang menyumbang 17.625 ETH, diikuti oleh transfer ETH dengan 9.599 ETH, dan Uniswap v3 dengan 6.249 ETH.

    Rata-rata 6,47 ETH telah dibakar setiap menit sejak EIP-1559 ditayangkan.

    Tentu saja, ini adalah prospek menarik bagi pertumbuhan harga Ether, sehingga diperkirakan ini akan sangat melambung pada pertengahan tahun ini. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mata Uang Digital Justru Diprediksi Buat Bitcoin Melambung!

    Brian Kelly dari CNBC mengatakan bahwa dirinya percaya mata uang bank sentral dapat membuat Bitcoin dan pasar mata uang crypto melonjak ke harga yang lebih tinggi lagi.

    Dalam episode terbaru dari Fast Money, CEO dari perusahaan investasi mata uang digital BKCM itu mengatakan perbedaan mencolok antara pasokan tetap Bitcoin dan uang yang saat ini dicetak seakan tidak ada habisnya oleh pemerintah. Terlebih, sistem ini sepertinya tidak akan berbeda ketika mata uang fiat tersebut berubah menjadi digital.

    Berita Terkait: Ini 6 Alasan Bitcoin Lebih Baik dari Fiat

    Dolar, Euro, dan Yuan Digital Faktor Bitcoin Melambung

    “Terkait euro atau yuan atau dolar digital, (mereka) ini sebenarnya bukanlah saingan Bitcoin, karena proposisi nilai inti Bitcoin adalah ia memiliki pasokan tetap. Saya tidak dapat membayangkan ketika Bank Sentral Eropa (ECB) mengeluarkan mata uang digital yang memiliki pasokan tetap. Bahkan, menurut saya, akan lebih mudah bagi mereka untuk mencetak lebih banyak uang secara digital. Saya sebenarnya berpikir itu akan menambah risiko bagi pemegang mata uang fiat dan hal ini membuat alasan mengapa Bitcoin adalah produk seperti emas digital.”

    Brian Kelly tidak mengatakan secara spesifik terkait dengan tujuan dari harga Bitcoin, tetapi ia percaya rally pasca-halving terakhir pada Bitcoin belum berakhir.

    Baca Juga: Deutsche Bank: Mata Uang Digital Bank Sentral Akan Gantikan Uang Tunai!

    Ia juga menambahkan bahwa kemunduran yang ada pada Bitcoin mungkin disebabkan dari penjualan yang dilakukan oleh orang-orang yang membeli Bitcoin pada tahun 2017-2018.

    Dalam jangka panjang, ia memprediksi total nilai pasar keseluruhan Bitcoin akan mencapai lebih dari 3 miliar USD.

    “Biasanya, keuntungan baru akan didapatkan setahu setelah halving berlangsung, tetapi kali ini bahkan dengan waktu tujuh bulan kita sudah memasuki masa keuntungan tersebut…”

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terungkap! Ghozali “Everyday” Akan Terbitkan NFT Bergaya 3 Dimensi

    Sultan Gustaf Al Ghozali, mahasiswa asal Semarang yang sukses mendulang uang milyaran rupiah dengan berjualan lebih dari 900 foto selfie bertenaga NFT, mengungkapkan bahwa dirinya akan menerbitkan NFT lain, bergaya 3 dimensi.

    Hal itu terungkap secara eksklusif di Youtube Channel “Waktunya Investasi Bitcoin (WIB)” Sabtu (15/1/2022) lalu. Channel ini dikelola oleh Blockchainmedia.id (PT Blockchain Media Indonesia).

    “Saya berniat membuat NFT yang berbeda dengan NFT selfie saya sebelumnya, yakni NFT yang mewakili gambar bergaya 3 dimensi,” sebut Ghozali di video itu. Menjawab pertanyaan Vinsensius Sitepu, Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id.

    Namun Ghozali enggan mengungkapkan lebih jauh gambar seperti apa yang akan dijadikannya NFT.

    Pun ia memastikan penerbitan NFT 3 dimensi itu tidak dalam waktu dekat, akan tetapi dipersiapkan setelah ia lulus kuliah. Ghozali saat ini duduk di semester ke-7 di Universitas Dian Nusantoro, Semarang.

    Baca jugaCrocs dan SEGA Bersiap Masuk NFT? Ini Tandanya

    Anomali Ghozali Berejeki Bak Gozilla

    Rejeki nomplok bak Gozilla yang diterima Ghozali pada fitrahnya anomali, karena sulit dijelaskan dengan akal sehat. Bagaimana tidak, pemuda lemah lembut itu, bukanlah orang terkenal sebelumnya, apalagi selebritas dan seniman fine art.

    Dengan duit milyaran rupiah, dan didapatkan dalam waktu sangat singkat. Praktis dia mengalahkan semua capaian para kreator NFT lainnya yang sudah lebih senior.

    Masyurnya Ghozali diperkuat dengan pemberitaan media massa, baik di dalam dan di luar negeri, termasuk diundang sebagai narasumber di akun Youtube Deddy Corbuzier pada 17 Januari 2022 lalu.

    Keanomalian ini pun semakin kental, karena gambar yang direpresentasikan oleh token di blockchain itu hanyalah gambar dirinya sendiri.

    Namun, nilai hype-nya tentu saja dari ketekunannya mengumpulkan semua gambarnya selama kurun waktu 5 tahun, mulai 2017 hingga 2021.

    Pun lagi, berdasarkan pengakuannya di video WIB itu, awalnya sekadar eksperimen sembari iseng-iseng mengetahui cara kerja NFT itu.

    “Saya sebenarnya tak menduga. Karena semua foto itu sebenarnya akan dibuatkan menjadi video time lapse. Tapi, akhirnya saya memutuskan menerbitkan NFT-nya masing-masing di OpenSea dan mencari tahu apakah pasar meliriknya,” katanya

    Ghozali tak menyangka, pasar menyambutnya positif, karena masuk ketegori unik dan langka, bahwa seorang pemuda yang “bukan siapa-siapa”, ‘nyeleneh’ menerbitkan NFT atas gambarnya sendiri.

    Dan Ghozali memastikan, sebagai bagian dari eskperimen dan kembara kripto-nya itu, ia kerap mempromosikan ke media sosialnya, termasuk forum-forum terkait NFT di Indonesia. Dan buahnya sudah ia rasakan sendiri, hingga memantik orang lain membuat NFT mirip gayanya, hingga membajak fotonya sendiri menjadi NFT yang berbeda.

    Baca jugaApa Itu SandBox (SAND) Crypto?

    Di sisi lain, capaian Ghozali, apapun alasan bahwa ini memang anomali dan cenderung absurd, mahasiswa yang satu ini berhasil mendorong adopsi kripto oleh publik secara luas dan pada akhirnya mengikat perkembangan NFT lebih apik lagi.

    Setidaknya pun, absurditas ini selaras dengan kelemahan teknologi NFT itu sendiri, bahwa duplikasi dan replikasi tidak bisa dihindari (baca replikasi gambar NFT Ridwan Kamil ini), termasuk kecurigaan bahwa ada entitas tertentu di balik pembelian ini alias adanya sponsorship.

    Selamat sekali lagi untuk Ghozali. Warga kripto +62 menantikan karyamu selanjutnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Citibank: Bitcoin Bisa Sentuh US$300 Ribu, Desember 2021

    Bank raksasa internasional Citibank mengungkapkan bahwa harga Bitcoin bisa menyentuh  US$300 ribu per BTC pada Desember 2021.

    Ramalan agresif oleh bank raksasa itu “dibocorkan”, pada Sabtu 14 November 2020 oleh akun Twitter “Alex, @classicmacro”. Ramalan itu dalam tertuang dalam satu laporan khusus yang ditujukan Citibank kepada klien institusi.

    Baca Juga: Beli Bitcoin Tahun 2013, Senator Ini Konsisten Dukung Aset Kripto

    bitcoin

    Laporan yang diedarkan sangat terbatas itu berjudul sangat spesifik, yakni “Bitcoin: The 21 st Century Gold” yang disusun oleh Tom Fitzpatrick (Managing Director Citibank untuk Wilayah New York).

    Baca Juga: Pasang Sabuk Pengaman! Harga BTC Akan Terus Ngegas Hingga Desember 2021

    Fitzpatrick merujuk pada grafik mingguan Bitcoin dan menggunakan analisis teknikal (TA) dari tertinggi dan terendah sebelumnya, untuk menentukan sasaran US$318.000 pada Desember 2021.

    “Analisis teknikal semacam itu nilainya kecil. Sejauh ini tidak ada akurat dalam memrediksi target dengan technical analysis. Namun, yang kita tahu adalah harga kemungkinan akan terus naik,” komentar ClassicMacro.

    Eksekutif Citibank bank itu menggunakan “langkah eksponensial” Bitcoin 2010-2011 sebagai “tanda besar yang mengingatkan” pada pasar emas tahun 1970.

    bitcoin

    Emas telah mengalami 50 tahun kisaran harga US$20-35 yang dibatasi, sebelum penembusan terjadi setelah perubahan kebijakan fiskal oleh pemerintahan Nixon pada tahun 1971.

    Pemisahan emas dari mata uang fiat, pandemi COVID-19 dan keinginan bank sentral untuk mengejar kebijakan pelonggaran kuantitatif yang agresif dapat menyebabkan ledakan pertumbuhan harga Bitcoin di masa depan, menurut Fitzpatrick.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mirip Animal Crossing, Begini Cara Main Game Alice Crypto

    Hadirnya teknologi blockchain ternyata membawa banyak perubahan dalam kehidupan, dari mulai cryptocurrency seperti Bitcoin hingga ke dunia game. Sudah banyak game berbasis blockchain, salah satunya adalah game Alice crypto yang disebut-sebut mirip dengan Animal Crossing. Di game ini, Anda bisa bermain sambil mengumpulkan aset kepemilikan. Ingin tahu lebih lengkapnya? Simak penjelasannya berikut!

    Teknologi Blockchain dan Perluasannya ke Dunia Gaming

    Di era sekarang, teknologi blockchain sangat marak digunakan, khususnya dengan hal yang berkaitan dengan dunia cryptocurrency. Cryptocurrency atau yang lebih dikenal dengan aset kripto ini sedang booming dalam beberapa tahun ke belakang, karena dianggap dapat mewadahi aktivitas investasi masyarakat dan membawa keuntungan yang besar. 

    Selain cryptocurrency, blockchain juga mulai merambah dengan pengembangannya ke dunia game. Penggunaan teknologi blockchain ke dalam dunia gaming dianggap membawa banyak perubahan besar. Hal ini juga mendorong banyak pengembang proyek yang melakukan ekspansi dengan menciptakan game berbasis blockchain, sambil menggabungkan dengan crypto yang juga berbasis blockchain.

    Namun, seiring perkembangannya, game berbasis blockchain cenderung bersifat niche dan dirasa kurang berhasil menarik perhatian masyarakat awam, termasuk komunitas gaming yang lebih luas. Hingga akhirnya muncul satu game yang bernama My Neighbor Alice, sebuah game berbasis blockchain yang memiliki daya tarik bagi masyarakat luas. 

    Kenalan dengan Game Alice Crypto atau My Neighbor Alice

    Bagi Anda yang gemar bermain game Animal Crossing, Stardew Valley, hingga Minecraft, game Alice crypto ini pasti cocok untuk Anda mainkan. Game Alice crypto atau yang lebih dikenal dengan nama My Neighbor Alice, merupakan sebuah game yang berbasis teknologi blockchain. 

    Game yang diciptakan oleh studio game Antler Interactive ini memungkinkan para pemain untuk membangun pulau virtual dan mendekorasinya dengan beragam item yang disediakan di dalam game. Selain itu, pemain juga dapat melakukan aktivitas lain seperti memancing hingga berkebun.

    Sekilas, My Neighbor Alice memang memiliki tampilan dan aktivitas serupa dengan game Animal Crossing. Perbedaannya terletak pada elemen keuangan yang terdesentralisasi (DeFi), menyebabkan game ini tergolong lebih niche. Selain itu, item dalam game juga didominasi oleh Non-Fungible Token (NFT) dan dapat dimiliki secara penuh oleh pemain. Bentuk dan tingkatan NFT dalam game juga beragam, seperti aset lahan biasa yang dijual bebas hingga item dekorasi yang limited edition.

    My Neighbor Alice dianggap sebagai game blockchain yang bisa menarik masyarakat awam untuk bermain, karena memiliki tampilan dan jalan cerita yang menarik. Ditambah lagi, game ini bisa mewadahi para pemain yang ingin mengoleksi atau memperdagangkan aset kripto berupa NFT. Hingga saat ini, game ini masih dalam tahap pengembangan, rencananya akan selesai dan tersedia untuk umum pada awal tahun 2022.

    Sekilas tentang Gameplay dan Cara Bermain My Neighbor Alice

    Selayaknya game multiplayer-builder pada umumnya, My Neighbor Alice mengusung tema dunia terbuka, sehingga para pemain dapat secara bebas mengunjungi banyak tempat dan berpindah pulau. Sambil melakukan perjalanan, pemain juga dapat berinteraksi dengan sesama pemain.

    Tiap pemain diwakili oleh sebuah avatar yang nantinya bisa didandani sesuai dengan keinginan. Selanjutnya, para pemain dapat langsung membeli sejumlah lahan yang nantinya akan menjadi pulau virtual dan dimiliki sepenuhnya oleh pemain. Selain itu, game juga akan memberikan seperangkat quest atau tugas yang harus diselesaikan. Setelah berhasil, pemain akan diberikan reward oleh game.

    Sambil bermain, para pemain juga dapat merancang dan mendekorasi pulau tersebut dengan berbagai aset, seperti bangunan, tanaman, hingga hewan. Nah, setiap aset yang dimiliki pemain inilah yang merupakan NFT, sehingga dapat dijual kembali atau diperdagangkan di marketplace NFT yang ada di dalam game maupun di blockchain lain.

    Dalam permainan, pemain dapat memanfaatkan token ALICE yang merupakan token tata-kelola (Governance Token) dari keseluruhan ekosistem game My Neighbor Alice. Terdapat 4 fungsi utama penggunaan token ALICE di dalam game, yaitu sebagai tata-kelola game, pembelian aset di dalam game, serta sebagai reward atas partisipasi pemain di event game dan lama durasi staking.

    Jika Anda ingin mendapat profit lebih, Anda bisa menyewakan aset NFT yang dimiliki kepada pemain lain untuk periode tertentu. Selain itu, Anda bisa memilih opsi lain yaitu NFT collateral dan membuat akun anda terasosiasi dengan NFT tertentu. Tujuannya agar Anda bisa mendapatkan sejumlah persentase hasil penjualan NFT tersebut dalam bentuk token ALICE.

    Itulah penjelasan mengenai game Alice crypto, game berbasis blockchain dengan cerita yang menarik dan menggunakan NFT sebagai aset dalam game. Seperti yang kita ketahui, NFT sedang booming di Indonesia terutama dalam aspek seni digital. Kini, telah hadir marketplace NFT di Indonesia yaitu TokoMall. Bagi Anda yang ingin menggali lebih jauh tentang serba-serbi NFT, daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com