Category Archives: Tokocrypto

Ketua Fed: CBDC AS Dan Stablecoin Bisa Berjalan Bersama

Terlepas dari kondisi pasar crypto yang sedang merana karena koreksi berkepanjangan sejak November 2021. Ada kabar menarik yang datang dari stablecoin dan mata uang digital bank sentral, atau CBDC, yang berasal dari AS.

Belum lama ini.  Ketua Fed AS, Jerome Powell, membahas kemungkinan Federal Reserve untuk mengeluarkan CBDC.

Senator Republik Pat Toomey. Seorang advokat crypto yang terkenal, bertanya apakah Fed yang mengeluarkan CBDC akan menghalangi keberadaan “stablecoin yang diatur dengan baik dan dikeluarkan secara pribadi”.

Baca jugaBagaimana Pergerakan Bitcoin dan Ethereum? TA 12 Januari

“Tidak, tidak sama sekali,” jawab Powell.

Ini adalah sikap yang jauh lebih tidak hawkish terhadap stablecoin daripada Powell sampaikan tahun lalu. Pada bulan Juli, dia menyarankan bahwa manfaat utama CBDC adalah untuk menggantikan crypto, termasuk stablecoin.

Namun demikian, stablecoin adalah topik hangat di kalangan regulator saat ini. Baik pemimpin industri dan anggota kongres menyajikan sudut pandang yang saling bertentangan tentang masalah ini selama dengar pendapat bulan lalu.

Sementara industri menganggap stablecoin sebagai pelengkap sistem keuangan. Maxine Waters menyarankan bahwa mereka bisa menjadi ancaman bagi dolar AS. Beberapa bahkan menduga bahwa stablecoin dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas.

Ada pertanyaan lain tentang utilitas praktis dari stablecoin yang dikeluarkan secara pribadi jika CBDC ada. Namun, penerbitan CBDC tampaknya masih jauh. Powell sebelumnya telah menyatakan bahwa dia lebih suka “melakukan ini dengan benar daripada melakukannya dengan cepat,” meninggalkan ruang bagi Tether, Pax, dan USDC untuk beroperasi tanpa kehadirannya.

Baca jugaBank of America Prediksi Solana Kalahkan Pangsa Pasar Ethereum

The Fed berencana untuk merilis laporan yang menyelidiki pro dan kontra dari implementasi CBDC dalam beberapa minggu ke depan.

Prioritas utama the FED bukan cryptocurrency. Tetapi, fokus terhadap inflami dimana Amerika memiliki inflasi yang tertinggi selama 40 tahun, yakni di 7%.

Ketua terus memberi sinyal bahwa Fed akan memprioritaskan menaikkan suku bunga sesegera mungkin untuk memerangi masalah ini.

Tentu saja, ini adalah nada menarik bagi penerbit stablecoin karena AS, tidak akan menghalau perkembangannya, yang justru akan hidup berdampingan dengan CBDC. Ini sangat menarik.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analis Prediksi 3 Faktor Ini Buat $YFI Melonjak Lebih Tinggi

Token Yearn Finance (YFI) mengalami volatilitas tinggi selama beberapa hari terakhir. Jika dilihat dari grafik di bawah ini, token tersebut turun ke posisi terendahnya di kisaran $7.500 sebab tekanan dan kontroversi di pasar.

Baca Juga: Inilah 4 Pilihan Investasi Kripto dengan Modal Kecil

Dalam beberapa jam setelah menyentuh posisi terendah ini, YFI berhasil melonjak drastis ke kisaran $18.000. Ini artinya token YFI berhasil relly lebih dari 100% dari posisi terendahnya tersebut.

Aksi ini menyuburkan kembali sektor DeFi dan DEX yang semula sempat redup sebab beberapa kontrovesi yang ada di dalamnya.

Lantaran token “blue chip” DeFi ini mendapatkan momentum yang diprediksi berkelanjutan, ada kemungkinan kuat ini merupakan permulan dari adanya pembalikan tren yang akan mendorong harga naik lebih lanjut.

Melihat dari sudut pandang makro, pasar crypto sedang dalam keadaan yang mendukung keadaan kenaikan harga ini. Sebab, Bitcoin dan Ethereum berada di jalur rally kuat dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Joe Biden dan Persediaan Bitcoin: 5 Analisis Bitcoin Minggu Ini

Selama BTC tetap stabil, investor biasanya akan memindahkan asetnya ke yang lain untuk mencari keuntungan lebih.

Yearn Finance Bertahan dengan Banyak Investor Masuk ke Ranah DeFi

Pada saat penulisan, token YFI diperdagangkan di kisaran $14.600. Harga ini masuk ke dalam koreksi, yang sebelumnya rebound dari kisaran $12.500 ke $15.500.

faktor YFI melonjakTidak hanya harga yang kembali menujukan tanda-tanda bangkitnya, Total Value Locked (TVL) dalam ruang DeFi juga mencapai $12,23 miliar. Angka ini mendekati angka all-time-high yang pernah tercipta.

Analis Prediksi Harga YFI Bisa Lebih Tinggi Lagi

Seorang analis melihat adanya 3 tren yang menunjukan YFI akan bisa melonjak ke lebih tinggi lagi di minggu-minggu ke depan. Ia juga menambahkan, aksi harga YFI minggu ini akan berpengaruh besar pada naik atau tidaknya YFI nanti.

“#1 minggu penuh risiko, #2 perdagangan btc dengan risiko, #3 altcoins diperdagangkan dengan penggujian tinggi vs btc”

Analis ini memprediksi ketiga tren di atas dapat membuat token-token blue chipskembali menuju kejayaannya.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengamat: Bitcoin Bisa Kembali Sentuh $20,000 Awal Tahun Depan

Sejumlah pengamat aset kripto sepakat, bahwa penguatan hebat Bitcoin selama beberapa pekan terakhir akan diikuti oleh penguatan lebih hebat di masa mendatang. Pengamat lain malah meramalkan Bitcoin bisa kembali sentuh US$20 ribu pada tahun ini atau awal tahun 2021.

“Pada dasarnya, Bitcoin saat ini jauh lebih kuat daripada tiga tahun lalu, karena sejumlah faktor. Misalnya halving , peningkatan adopsi institusi, penggunaan dalam transaksi barang dan jasa, termasuk perusahaan publik AS yang berinvestasi di Bitcoin, kemudian PayPal yang menyediakan layanan jual-beli aset kripto,”kata Nicholas Pelecanos dari NEM, dilansir dari Forbes, 7 November 2020.

Kata Pelecanos lagi, secara historis, Bitcoin berkinerja sangat baik pada akhir dan awal tahun. Jadi, dia tidak akan terkejut jika Bitcoin bisa harga tertinggi sepanjang massa, [yakni US$20 ribu] pada tahun ini atau di awal 2021.

Pengamat lain, yakni Glen Goodman, menyoroti data terbaru dari Google Trends yang mencerminkan minat pencarian terhadap Bitcoin yang sedang melonjak, dibandingkan jauh beberapa pekan yang lalu.

Dalam rentang 90 hari yang terakhir secara global, sejak 8 Agustus 2020 hingga 17 Oktober 2020, tren minat cenderung menurun, dari skor 74 menjadi 45. Namun, setelah medio Oktober 2020 itu, minat naik drastis, menjadi 100, sebagai skor tertinggi pada data Google Trends.

Bagi Goodman, data itu mencerminkan arus minat pengguna Bitcoin dari kalangan retail. Bahkan ia mengakui itu sangat bagus bagi pasar Bitcoin, daripada lebih banyak dari kalangan institusi atau arus utama.

“Orang yang terlambat datang ini adalah ‘tangan lemah’ yang cenderung panik dan menjual saat tanda bahaya pertama. Ini adalah fenomena yang sama yang kita lihat di semua pasar aset, bukan hanya aset kripto. Perkembangan Bitcoin dan aset kripto lain yang lambat dan stabil justru akan menghasilkan kenaikan harga yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga: Tokocrypto Resmi Luncurkan Aplikasi Perdagangan Aset Kripto

Sebelumnya, nada prediksi serupa datang dari Mike McGlone, Analis di Bloomberg Intelligence pada 5 November 2020 lalu, melalui satu kajian khusus dan mendalam.

Ia memrediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai lebih dari US$35 ribu per BTC pada tahun 2021, berbanding harga 3 November 2020, US$13.700 per BTC.

“Pasokan tahunan Bitcoin akan turun menjadi kurang dari 2 persen pada tahun depan. Jika Bitcoin Halving sebelumnya berfungsi sebagai penunjuk arah, maka pada tahun 2021 akan menjadi tahun naik yang kuat. Jika Bitcoin naik hanya seperempat dari sekitar 1.375 persen pada tahun 2017, tahun setelah pasokan harian Bitcoin baru turun menjadi 1.800 BTC, maka harga Bitcoin akan melebihi US$35.000 pada tahun 2021 berbanding sekitar US$13.700 per BTC pada 3 November 2020,” tegas McGlone, 4 November 2020.

Volatilitas Rendah Berdampak Positif
McGlone juga menyoroti pengaruh volatilitas Bitcoin yang rendah terhadap apresiasi harga Bitcoin yang tinggi.

bitcoin kembali sentuh $20,000
Tingkat volatilitas harga Bitcoin yang semakin rendah, sejak tahun 2010. Sumber: Bitinfocharts.com.

Volatilitas Bitcoin yang menurun yang berbanding terbalik dengan aset lain menunjukkan bahwa Bitcoin semakin unggul dan lebih cenderung terapresiasi jika pola masa lalu adalah panduannya. Grafik kami menggambarkan volatilitas Bitcoin 180 hari turun mendekati titik terdalam 2015, di sekitar 36 persen. Dan untuk pertama kalinya jatuh di bawah Indeks Saham Nasdaq 100. Dari Oktober 2015, ketika volatilitas mencapai titik terendah 2017, Bitcoin meningkat sekitar 8.000 persen,” tulis McGlone menyiratkan penguatan harga Bitcoin yang terus menerus.



Sumber : news.tokocrypto.com

PewDiePie Promosikan Game Crypto serupa Pokemon-Go

Gamer dan YouTuber PewDiePie dalam salah satu videonya mempromosikan sebuah game mirip Pokemon-Go yang bisa memberikan crypto ke para pemainnya.

PewDiePie telah mendemonstrasikan game berbasis Augmented-Reality baru bernama Wallem yang memungkinkan pemain untuk mengumpulkan crypto.
Game ini memiliki fitur dompet cryptocurrency dan pemain dapat mengumpulkan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan cryptocurrency lainnya.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Trading Binary dan Trading Aset Kripto

Sebelumnya YouTuber ini juga pernah mempromosikan sebuah platform live streaming berbasis blockchain bernama DLive, meski setelah itu ia kembali lagi ke habitat YouTube nya.

Pewdiepie menunjukkan game berburu harta karun berbasis blockchain ini kepada para subscribers di channel YouTube nya. Game Wallem menggunakan peta 3D dan teknologi augmented reality (AR), untuk menempatkan objek virtual di dunia nyata.

Dalam game ini terdapat dompet cryptocurrency dan memungkinkan penggunanya untuk menemukan dan mengumpulkan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan cryptocurrency lainnya, yang dapat ditransfer ke dompet eksternal dan kemudian dijual di bursa.

“Anda bisa berjalan-jalan di luar dan mendapatkan token. Berdasarkan tempat tinggal Anda, mereka akan muncul di sekitar Anda,” jelas PewDiePie dalam video tersebut.

Game Wallem, yang tersedia di iOS dan Android, memberi penghargaan kepada pemain dengan token ERC-20 berbasis Ethereum yang disebut Pteria (PTE,) dan menampilkan acara khusus dengan hadiah dari merek-merek besar termasuk Armani dan Motta.

Tidak hanya itu, game ini juga masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut. Penemunya, Andrea Bempensante, mengatakan bahwa versi game yang akan datang akan memungkinkan pemain untuk mencuri token dari pemain lainnya.

Baca Juga: Hindari Sanksi AS, Iran Gunakan Bitcoin untuk Impor

Selain itu, Game ini juga memungkinkan penggunanya untuk mengumpulkan NFT atau non-fungible token dalam bentuk skin. PewDiePie pun menjual ” PewDiePie skin” miliknya sendiri sebagai token non-fungible (NFT).

NFT dan dunia virtual berbasis blockchain saat ini sedang ramai nih. Hanya dalam seminggu terakhir, hampir $ 1,5 juta telah dihabiskan untuk penjualan NFT.

Pada bulan Mei, L’Atelier, sebuah perusahaan riset yang merupakan bagian dari grup perbankan internasional Prancis BNP Paribas, mengidentifikasi pasar platform game senilai $ 100 miliar seperti Fortnite dan Minecraft, dan dunia virtual seperti Decentraland. Dan sekarang, bahkan para YouTuber arus utama pun ikut-ikutan.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank of America Prediksi Solana Kalahkan Pangsa Pasar Ethereum

Dalam catatan penelitiannya baru-baru ini, analis Bank of America Alkesh Shah memperkirakan bahwa Ethereum akan terus kehilangan pangsa pasar jaringannya dan perlahan disaingi Solana.

SOL naik lebih dari 2.200% diatas performa ETH tahun lalu. Dengan blockchain aslinya muncul sebagai salah satu pesaing utama untuk platform smart contract.

Namun, pasangan SOL/ETH turun 8% di awal 2022, dengan seluruh pasar mengalami koreksi yang signifikan.

Shah juga meyakini bahwa Solana dapat menjadi Visa ekosistem aset digital.

Baca JugaSuku Bunga Belum Jadi Naik, Crypto Diprediksi Membaik

Meskipun Ethereum lebih terdesentralisasi, Shah mengklaim bahwa itu tidak cukup terukur, yang menaikkan biaya transaksi. Oleh karena itu, analis percaya bahwa skalabilitas adalah pertukaran yang wajar.

Solana Bisa Menjadi Visa Ekosistem Aset Digital

Shah menyebut ‘Solana bisa menjadi Visa ekosistem aset digital’ bukan tanpa alasan.

Hal itu diklaim sang analis setelah melihat potensi yang ada pada blockchain Solana dengan 400 dApps di dalamnya yang bisa menampung semuanya, mulai dari peer-to-peer exchange hingga NFT marketplace.

Sementara Ethereum dinilai kurang pantas diklaim dengan gelar tersebut, namun dapat menjadi blockchain untuk ‘transaksi dan identitas, penyimpanan, serta kasus penggunaan chain berpasokan bernilai tinggi,’ tulisnya.

Laporan lain kemudian datang dari Crypto veteran, yang ternyata telah lama membandingkan transaksi per detik (TPS) yang mungkin dilakukan dalam blockchain dan yang dilakukan di jaringan kartu kredit.

Visa mengatakan secara teoritis dapat menangani setidaknya 24.000 TPS tetapi rata-rata sekitar 1.700. TPS yang paling sering dibicarakan untuk Ethereum adalah 15. Itu tidak banyak, mengingat tuntutan dApps yang terus-menerus on-chain.

Dengan tempat terbatas, biaya transaksi di jaringan biasanya diukur dalam dua digit dalam Dollar.

Sementara banyak proyek mencoba memecahkan masalah skalabilitas Ethereum, termasuk melalui sidechain di Polygon dan rollup di Arbitrum.

Namun hasil mengungkapkan, kemacetan tidak akan berkurang secara signifikan hingga peluncuran penuh Ethereum 2.0.

Sementara Solana, dinilai dapat mengalahkan Ethereum dan Visa dengan dengan batas teoretis 65.000 TPS yang ditetapkan dengan harga sepersekian sen.

Baca juga5 Prediksi Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022

“Solana memprioritaskan skalabilitas, tetapi blockchain yang relatif kurang terdesentralisasi dan aman memiliki pengorbanan, diilustrasikan oleh beberapa masalah kinerja jaringan sejak awal,” tulis Shah dalam catatannya. Merujuk pada pemadaman jaringan di September lalu dan beberapa masalah yang lebih kecil.

Shah mencatat keunggulan SOL lain yang berpotensi mengalahkan pangsa pasar Ethereum seperti kemampuannya untuk memberikan throughput tinggi, biaya rendah, dan kemudahan penggunaan menciptakan blockchain yang dioptimalkan untuk kasus penggunaan konsumen seperti pembayaran mikro, DeFi, NFT, jaringan terdesentralisasi (Web3), dan game.

Lantas, dengan performanya apakah Solana benar-benar bisa menjadi Ethereum Killer di masa depan?

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Prediksi Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022

Aset kripto meme Dogecoin (DOGE) akan mendapat pembaruan situs dan landasan teknik. Kendati didukung oleh Elon Musk, DOGE kesulitan mencapai rekor tertinggi kembali.

DOGE yang meningkat 3.500 persen dalam satu tahun menjadikannya aset kripto yang menarik perhatian. DOGE menjadi kripto paling ditelusuri di tahun 2021 menurut data Google Trends.

Apakah DOGE mampu mempertahankan prestasi tersebut? Berikut adalah lima prediksi DOGE:

Pertama, DOGE akan mendapat tampilan baru yang mencakup rancangan ulang situs Dogecoin serta sumber wawasan yang bernama Dogepedia.

Landasan teknis DOGE akan diperbarui agar pengembang dapat bekerja lebih mudah dengan DOGE. Selain itu, tim DOGE mengembangkan GigaWallet yang memudahkan integrasi aset tersebut tanpa kesulitan.

Baca jugaMondar-mandir di Gerai Metaverse Samsung di Decentraland

Kedua, Elon Musk akan terus mendukung DOGE. Pria yang dijuluki Dogefather itu senantiasa menyuarakan dukungan bagi DOGE di media sosial. Musk berpendapat DOGE adalah aset bagi rakyat yang mudah dibelanjakan dibanding Bitcoin (BTC).

Cuitan Musk merupakan dorongan besar bagi kesuksesan DOGE. Musk bahkan membicarakan DOGE di acara Saturday Night Live yang menyebabkan DOGE mencapai rekor tertinggi.

Ketiga, pedagang akan menerima DOGE. Menurut situs Cryptwerk, sekitar dua ribu pedagang ritel telah menerima DOGE. Jumlah ini kian meningkat termasuk Tesla yang menerima DOGE untuk pembayaran.

Bioskop AMC mulai menerima aset kripto, dan DOGE akan didukung mulai Maret 2022. Investor milyarder Mark Cuban juga menerima DOGE sebagai alat pembayaran pembelian merchandise tim olahraga Dallas Maverick.

Keempat, aset kripto meme lain akan bersaing dengan DOGE. Fenomena aset kripto meme cukup baru sebagai bagian budaya populer yang beririsan dengan instrumen investasi.

Munculnya aset-aset meme lain berarti DOGE perlu bersiap bersaing di masa depan. Sebagai contoh, Shiba Inu (SHIB) meroket dan melebih performa DOGE secara signifikan.

DOGE memiliki komunitas yang loyal tetapi sulit mempertahankan reputasi sebagai pemberontak bila DOGE menduduki jajaran aset kripto teratas.

Baca jugaMark Cuban: Apakah Bitcoin Layak Sebagai Sarana Transaksi?

Kelima, DOGE akan meneruskan pererbutan merk. Pendiri DOGE tidak mendaftarkan merk sebab aset ini diciptakan sebagai lelucon pada awalnya.

Pesaing DOGE memanfaatkan hal ini dan mendaftarkan Dogecoin Foundation serta domain doge.org. Tim DOGE memiliki tantangan mengklaim kepemilikan legal atas nama Dogecoin.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mark Cuban: Apakah Bitcoin Layak Sebagai Sarana Transaksi?

Di saat Bitcoin (BTC) dianggap sebagai emas digital oleh sebagian investor, yang juga sebagai lindung nilai dari inflasi. Seorang investor dan milyarder tech ini justru tidak berpandangan seperti itu.

Belum lama ini, Pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban, berpendapat bahwa crypto utama ini tidak dapat dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Dia sekali lagi berpendapat bahwa Dogecoin (DOGE) lebih cocok untuk menjadi alat pembayaran daripada Bitcoin.

Selama beberapa tahun terakhir, miliarder Amerika Mark Cuban telah menunjukkan sikap kontroversial terhadap Bitcoin. Pada awal 2020, dia jelas bukan pendukung Bitcoin, dengan mengatakan lebih mudah untuk berdagang pisang daripada BTC.

Kemudian, dia mulai berganti pandangannya, dan tahun lalu dia menggambarkannya sebagai “kepercayaan” keuangan, yang lebih baik daripada emas.

Baca JugaPergerakan Harga Mingguan SOL, MANA dan DOT

Bertentangan dengan komentar negatif sebelumnya, ia kemudian menyoroti aset tersebut sebagai aset yang mudah untuk diperdagangkan, disimpan dan dibuat.

Kemarin, bentrokan verbal baru-baru ini dengan tokoh YouTube Preston Pysh di Twitter, dimana Pysh mengatakan Dogecoin sudah turun 80% setelah Mark tweet pada tahun 2021.

Belum lama ini, tim NBA-nya mulai menerima Bitcoin dan pembayaran crypto lainnya untuk tiket permainan dan barang dagangan di toko online-nya.

Namun, pemilik klub menjelaskan bahwa para penggemar tidak tertarik untuk membelanjakan Bitcoin mereka. Karena mereka lebih memilih untuk memegang aset dalam jangka panjang, mengharapkan harganya meningkat seiring waktu.

Di sisi lain, banyak yang menggunakan Dogecoin untuk pembelian karena mereka memiliki sikap yang sama sekali berbeda terhadap token meme tersebut.

“Kami menjual ribuan dan ribuan dolar per bulan selama musim sepi, dan begitu musim dimulai, saya berharap itu terjadi per minggu di Dogecoin – dan itu benar-benar karena mudah dibelanjakan, itu tidak begitu dihargai orang-orang tidak ingin memegangnya selamanya.”

Baca juga6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

Dia menekankan bahwa Dogecoin adalah cara untuk memahami bagaimana aset digital berfungsi, bukan alat investasi yang sukses.

Sebelum itu, Mark Cuban juga pernah kena rug-pul pada koin Titan tahun lalu.

Tentu saja, Bitcoin mungkin lebih dipandang sebagai aset investasi. Alih-alih sebagai alat transaksi karena potensi bertumbuhnya yang masih dipandang sangat besar. Kita lihat saja!



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Grayscale: 5 Tren Crypto yang Harus Diamati Tahun Ini

Disetiap tahun, ada beberapa tren yang tentu berbeda dan berlanjut untuk tahun berikutnya karena perhatian investor sangat beragam, terutama dalam menyikapi peluang yang tersaji dari suatu tren.

Belum lama ini, Michael Sonnenshein, kepala eksekutif Grayscale Investments, telah memaparkan tren yang harus diperhatikan saat pasar crypto menggeliat di tahun 2022.

Sonnenshein mengatakan dalam sebuah surat baru kepada investor bahwa dia yakin ekonomi digital masih dalam tahap awal.

Baca jugaPergerakan Harga Mingguan SOL, MANA dan DOT

Ia pun berpikir bahwa, penting bagi investor untuk memantau perkembangan infrastruktur crypto di tahun baru.

“Ketika ekonomi crypto dan pasar keuangan yang ada menjadi semakin terjalin, ini kemungkinan akan memberikan beberapa peluang investasi jangka panjang yang paling menarik, dan Grayscale berfokus pada mengidentifikasi dan menyediakan akses awal yang mulus ke protokol yang merupakan tulang punggung ekosistem ini.”

Sonnenshein juga menambahkan bahwa telah menjadi tantangan untuk memilah-milah proliferasi protokol crypto baru.

“Seperti yang telah kami lakukan sejak 2013, kami akan terus mengidentifikasi peluang yang paling menarik dan memperluas penawaran kami sesuai dengan itu, baik yang berfokus pada token tertentu, serta dana yang lebih beragam dan tematik.”

Sang CEO tersebut juga memperkirakan bahwa Web3 akan melihat “eksplorasi dan adopsi arus utama yang kuat,” di sepanjang tahun ini, yang katanya menghadirkan peluang investasi yang menarik.

Dia juga percaya token non-fungible (NFT) akan terus berkembang pada tahun 2022.

“Kami berharap dapat melihat perpaduan dunia fisik dan digital lebih jauh, terutama seputar topik, seperti keaslian, asal usul, kepemilikan dan banyak lagi – dan lintas sektor, termasuk mode, musik, game, real estat dan tiket. Tim kami sangat memperhatikan evolusi NFT.”

Baca juga6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

Sonnenshein juga menyimpulkan bahwa regulator dan pembuat kebijakan lebih terlibat dengan crypto di saat ini daripada sebelumnya.

“Ini memungkinkan percakapan untuk beralih ke bagaimana teknologi baru ini, ketika dilengkapi dengan kerangka peraturan yang sesuai dan dapat berkembang, menjaga perusahaan crypto di Amerika Serikat dan menetapkan standar global untuk regulasi crypto.”

Tentu saja, ini semua telah menjadi dasar yang baik bagi pasar crypto untuk mencoba pulih dari koreksi hebatnya, yang tentu sangat ditunggu-tunggu oleh para investor. Kita lihat saja!

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

Dogecoin (DOGE) merupakan aset kripto yang sangat diminati pada tahun 2021 menurut Google. Tetapi popularitas DOGE mulai melemah setelah menurun lebih dari 75 persen dari rekor tertinggi pada bulan Mei silam.

Berikut adalah enam aset kripto yang berpotensi melampaui kapitalisasi pasar DOGE tahun ini:

Pertama, Algorand (ALGO) adalah aset kripto smart contract yang menjadi alternatif Ethereum (ETH). Ethereum mengalami persoalan biaya transaksi tinggi dan kemacetan jaringan, sehingga Algorand mulai diminati.

Baca jugaApakah Kripto Decentraland (MANA) Layak Investasi?

Pasalnya, ALGO dapat distaking pada sejumlah platform termasuk bursa kripto Coinbase. Staking membantu keamanan jaringan dan memberikan imbal hasil kepada investor.

Kedua, Polygon (MATIC) merupakan sidechain bagi Ethereum yang berfungsi untuk menguatkan performa. Polygon menggunakan beragam cara untuk membuat Ethereum menjadi lebih cepat dan hemat sehingga membantu pengembang mencari solusi bagi proyek mereka.

Ketiga, Cosmos (ATOM) adalah platform smart contract yang berfokus kepada interoperabilitas. Kesinambungan antar kripto adalah tantangan yang besar dan Cosmos berusaha menjawabnya.

Dengan peringkat kapitalisasi pasar ke-30 terbesar, Cosmos memiliki banyak ruang untuk menjadi besar dan menyusul dengan DOGE yang berada di peringkat ke-12.

Keempat, The Graph (GRT) adalah alat yang membantu smart contract. Smart contract membutuhkan informasi akurat untuk berjalan secara otomatis, dan inilah peran The Graph.

The Graph merupakan alat indeks data yang membantu aplikasi desentralistik mengakses data tersebut. Performa GRT pada tahun 2020 cukup bagus tetapi kini berada di bawah DOGE.

Kelima, Helium (HNT) menghadirkan desentralisasi bagi infrastruktur nirkabel. Jaringan pengguna individual memberikan akses bagi gawai Internet of Things (IoT). Pengguna dapat meraih token HNT dan berkontribusi kepada jaringan dengan cara mengelola hotspot dalam jaringan tersebut.

Baca jugaPendiri Reddit: Lima Tahun Lagi, Game Kripto Berkuasa

Keenam, Enjin (ENJ) termasuk token gaming dan metaverse yang sangat booming akhir-akhir ini. Industri NFT mencakup beragam kolektibel digital seperti seni, musik dan game.

Tetapi investor yang tidak aktif di sektor ini sulit mengetahui game atau metaverse mana yang akan menangkap pangsa pasar paling besar. Alih-alih memburu tren berikutnya, investor dapat membeli infrastruktur proyek-proyek metaverse.

Enjin merupakan platform NFT yang memudahkan proses penciptaan dan pengelolaan NFT.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Buka Kesempatan Magang Kampus Merdeka Buat Mahasiswa

Jakarta – Dalam industri teknologi, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama untuk tumbuh dan bersaing di kancah nasional hingga global. Guna memperkuat sinergitas membangun ekosistem untuk mengembangkan talenta digital di Indonesia, Tokocrypto mendukung program Kampus Merdeka yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. 

Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengungkap melalui program ini, Tokocrypto menyediakan program magang selama 6 bulan bagi talenta muda Indonesia yang akan dibimbing menjadi talenta unggul dan berkualitas. Peserta terpilih akan mendapatkan pengalaman kerja secara mendalam, mulai dari sesi mentorship, pengembangan hard-skill dan soft-skill bersama para karyawan Tokocrypto.

“Menciptakan talenta digital Indonesia yang kredibel dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak. Inilah yang menjadi motivasi utama Tokocrypto bergabung dalam program Kampus Merdeka, sebagai sebuah strategi untuk mengedukasi, memberdayakan serta mendukung SDM unggul,” kata Manda.

Baca Juga: Tokocrypto dan ASRI Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Indonesia

Program Magang Tokocrypto x Kampus Merdeka.

Ilustrasi Program Magang Tokocrypto x Kampus Merdeka.

Tokocrypto Buat Kurikulum Khusus Terkait Literasi Aset Kripto dan Blockchain

Tokocrypto menghadirkan 39 posisi untuk mendukung program Kampus Merdeka. Selain itu, perusahaan telah melakukan kajian dan penyesuaian kurikulum terkait literasi aset kripto dan blockchain agar nantinya para peserta terpilih dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kini berkembang begitu pesat.

“Berdasarkan data, Indonesia sendiri masih membutuhkan sembilan juta talenta digital hingga 2035 mendatang atau sekitar 600.000 talenta digital per tahun. Melalui program magang ini, Tokocrypto ingin membuka kesempatan kepada peserta untuk terlibat langsung dalam ekosistem blockchain dan industri aset kripto di Indonesia, sehingga diharapkan #SiapLebih mengasah kemampuan teknis dan juga menambah wawasan yang lebih luas lagi.”

Dalam setiap posisi magang, peserta juga akan mengasah keterampilan penting yang bermanfaat untuk mengembangkan karier di masa mendatang, seperti design thinking, kepemimpinan, serta keterampilan komunikasi dan presentasi. Peserta yang menyelesaikan program akan memenuhi syarat untuk mendapatkan 20 SKS dan benefit lainnya.

Baca Juga:DeFi dan NFT Masih akan Moncer di Tahun 2022, Apa Saja Proyek yang Bagus?

Program magang Tokocrypto x Kampus Merdeka.

Ilustrasi program magang Tokocrypto x Kampus Merdeka.

Cara Daftar Program Magang Kampus Merdeka di Tokocrypto

  1. Minta persetujuan dari kampus.
  2. Akses kampusmerdeka.kemdikbud.go.id, lalu buat akun terlebih dahulu.
  3. Cari program magang dari Tokocrypto, dengan memasukan kata “Tokocrypto” di kolom pencarian perusahaan.
  4. Kamu harus ikuti seluruh proses seleksi.
  5. Jika dinyatakan lulus, kamu dapat melaksanakan kegiatan magang sesuai arahan supervisor dan dosen pembimbing magang.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait program Tokocrypto x Kampus Merdeka Internships Program bisa membuka link berikut ini.



Sumber : news.tokocrypto.com