Yuk, Kenalan Lebih Akrab dengan Indonesia Stock Exchange!

Written by

in

Baca juga: IHSG Anjlok 4,04% di Level 5.311, Perlukah BEI Terapkan Protokol Krisis?

Sejarah IDX: Perjalanan Panjang dari Zaman Kolonial Hingga Saat Ini

Cikal bakal IDX berhulu sejak zaman kolonialisme Belanda, alias jauh sebelum Indonesia merdeka pada 1945. Hal ini ditandai dengan bursa efek pertama di Jakarta, saat masih bernama Batavia, pada 1912. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial.Hanya saja, perkembangan pasar modal tidak sesuai harapan setelah masa tersebut. Bahkan, ada kalanya kegiatan pasar modal harus vakum yang disebabkan beberapa faktor, misalnya perang dunia ke I dan II. Pada masa itu, pemerintah Indonesia pun telah mengambil alih pula pemerintahan kolonial Belanda, sehingga operasi bursa efek tak berjalan lancar.

Akhirnya, pemerintah Indonesia di bawah Presiden Soeharto kembali mengaktifkan pasar modal pada 1977 melalui Bursa Efek Jakarta (BEJ). Kala itu, BEJ dijalankan di bawah Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) dan ditandai dengan penawaran umum perdana PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama.Pada 1989, BEJ akhirnya memiliki “saudara baru” yakni Bursa Efek Surabaya (BES), sebuah perseroan terbatas milik PT Bursa Efek Surabaya. Tiga tahun kemudian, BEJ pun mengalami swastanisasi, sehingga seluruh bursa efek di Indonesia resmi dikelola oleh swasta.Akhirnya, kedua bursa efek tersebut pun bergabung dan membentuk Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2007.

Peran Indonesia Stock Exchange (IDX)

Sobat Cuan, pasti kalian ingin tahu apa peran Indonesia Stock Exchange. Secara rinci tugas perusahaan ini adalah sebagai berikut:

  • Fasilitator Perdagangan Efek
  • Menyediakan sarana untuk perdagangan efek
  • Membuat peraturan terkait kegiatan di bursa
  • Mencatat semua instrumen efek
  • Melakukan upaya likuiditas instrumen.
  • Melakukan transparansi terkait informasi bursa.
  • Pengontrol Jalannya Transaksi Efek
  • Memantau kegiatan transaksi efek yang terjadi
  • Mencegah terjadinya manipulasi harga tidak wajar yang dilarang oleh undang-undang.
  • Menangguhkan perdagangan untuk emiten saham yang terbukti melanggar ketentuan (suspending).
  • Mencabut efek di bursa yang yang terbukti melanggar ketentuan (delisting)

Cara Kerja Indonesia Stock Exchange (IDX)

Perusahaan yang tercatat di IDX adalah perusahaan yang terbuka untuk publik (go public). Artinya, saham perusahaan tersebut dapat dibeli atau dimiliki oleh publik. IDX akan memfasilitasi semuanya sampai perusahaan tersebut terjun di pasar bursa.

Namun untuk mencapai proses itu, perusahaan tercatat harus memenuhi persyaratan atau listing dari BEI. Pada dasarnya, perusahaan dengan modal besar dan memiliki potensi menjadi perusahaan besar akan mudah terdaftar.

Indeks Saham di Indonesia Stock Exchange (IDX) Saat Ini

Selain itu, kinerja seluruh saham di IDX diukur dalam suatu indeks yang disebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Apakah itu?

Sebelum memahaminya, Sobat Cuan harus paham mengenai pengertian indeks saham. Yakni, ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi secara berkala.

Nah, kalau di BEI, IHSG ini mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di papan utama dan papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.

IHSG awalnya diperkenalkan pada 1982, saat BEI masih berbentuk BEJ. Dalam perhitungannya, IHSG menggunakan metode rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham di bursa atau Market Value Weighted Average Index.

IHSG dihitung dengan membagi nilai pasar dengan nilai dasar, yang kemudian dikalikan 100%. Adapun, nilai dasar adalah kumulatif jumlah saham pada hari dasar dikali dengan harga pada hari dasar. Sementara itu, nilai pasar adalah kumulatif jumlah saham yang tercatat dikali dengan harga pasar.

Lantas, apa sih tujuan dari IHSG itu sendiri? Berikut adalah beberapa manfaatnya:

  1. Mengukur sentimen pasar
  2. Menjadi tolak ukur portofolio
  3. Proksi dalam mengukur dan membuat model pengembalian investasi (return), risiko sistematis, dan kinerja yang disesuaikan dengan risiko
  4. Proksi untuk kinerja kelas aset pada alokasi aset.

Selain IHSG, Saat ini BEI memiliki 37 indeks saham lainnya, misalnya IDX80, LQ45, IDX30, IDX Quality30, IDX Value30, IDX Growth30, IDX ESG Leaders, IDX High Dividend 20, IDX BUMN20, Indeks Saham Syariah Indonesia/Indonesia Sharia Stock Index (ISSI), hingga  KOMPAS100, BISNIS-27, MNC36, Investor33, infobank15, dan SMinfra18.

Jumlah Emiten di BEI beserta Top 10 Emiten Big Caps

Saat ini, pada Mei 2021, tercatat ada 738 perusahaan yang melantai di BEI.

Sebanyak 10 emiten masuk dalam barisan perusahaan dengan kapitaliasi pasar besar atau emiten big caps pada tahun 2020. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada 30 Desember 2020, posisi teratas masih ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk. Perusahaan dengan kode saham BBCA ini, memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp826 triliun atau naik 1,34% dari tahun sebelumnya.

Berikut daftar 10 emiten big caps tahun 2020 beserta kapitalisasi pasarnya, antara lain:

    1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), Rp826 triliun
    2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), Rp509 triliun
    3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), Rp328 triliun
    4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), Rp292 triliun
    5. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), Rp280 triliun
    6. PT Astra International Tbk. (ASII), Rp244 triliun
    7. PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), Rp175 triliun
    8. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), Rp162 triliun
    9. PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), Rp114 triliun
    10. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), Rp112 triliun

Baca juga: Apa Itu Jakarta Futures Exchange?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Sumber: IDX, MarketBisnis



Sumber : pluang.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *