Tag Archives: academy

Apa Itu Jasmy (JASMY)? – Tokocrypto News

Jasmy, sebuah platform blockchain, menonjol dengan fokusnya pada keamanan data serta layanan pembagian di era Internet of Things (IoT) dan metaverse. Komitmennya terhadap perlindungan data pengguna dan visi membangun dunia Metaverse yang terdesentralisasi menjadi landasan bagi peningkatan nilai pembagian data.

Pengantar

Menurut Bloomberg Industry Research Institute, pasar metaverse diperkirakan akan mencapai nilai $800 juta dalam dua tahun mendatang. Dengan prospek pertumbuhan yang begitu besar, Jasmy memposisikan diri sebagai pendukung utama bagi pengguna metaverse dalam mengambil kendali atas data mereka dalam tren teknologi yang baru.

Tantangan Data dan Metaverse Meskipun konsep metaverse semakin populer, namun relatif baru dalam pengembangannya. Minat yang meningkat terhadap topik ini membawa perhatian besar bagi para penjelajah metaverse. Aspek penting dari metaverse adalah integrasi berbagai elemen ekonomi digital, pembayaran, dan komersial. Dalam konteks ini, nilai konten yang dibuat oleh pengguna menjadi semakin signifikan. Namun, tantangan besar muncul dalam hal penyimpanan dan keamanan data, terutama dalam konteks blockchain.

Jasmy: Solusi untuk Metaverse

Berdiri sejak tahun 2016 di Tokyo, Jepang, oleh Kazumasa Sato, seorang mantan karyawan Sony, Jasmy bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut. Fokusnya adalah pada pengembangan keamanan data dan layanan pembagian data di era metaverse dan IoT. Jasmy memungkinkan pengguna untuk sepenuhnya mengendalikan dan memonetisasi data mereka, sejalan dengan visi desentralisasi.

Dengan teknologi yang dimilikinya, aplikasi metaverse yang dibangun di atasnya dapat dengan mudah bertukar data, menjadikan Jasmy sebagai solusi penyimpanan terdesentralisasi yang cocok untuk aplikasi metaverse. Dengan munculnya Web 3.0 dan meningkatnya kebutuhan akan demokrasi data, Jasmy memiliki potensi untuk memberikan kontribusi unik dalam pengembangan metaverse.

Fitur Utama Jasmy

Jasmy memiliki serangkaian fitur teknologi utama yang mendukung pencapaian visinya:

  1. Penyimpanan Metadata: Melalui kombinasi IoT, enkripsi, dan penyimpanan terdistribusi, Jasmy memungkinkan pengguna untuk menyimpan berbagai jenis data dengan mudah, termasuk kode, teks, gambar, video, dan audio. Hal ini dilakukan melalui loker data pribadi dan penyimpanan file menggunakan InterPlanetary File System (IPFS), yang mendistribusikan data di seluruh jaringan peer-to-peer.
  2. ID Identitas: Jasmy menawarkan solusi identitas terdesentralisasi yang unik dan tidak dapat diubah, memberikan akses langsung kepada pengguna terhadap data dan identitas virtual mereka yang tercatat di blockchain.
  3. Dunia Game yang Imersif: Protokol Jasmy memungkinkan pembuatan dan penyimpanan aset game metaverse dalam bentuk Non-Fungible Token (NFT), seperti karakter, perlengkapan, dan skin, yang dapat diperdagangkan di pasar kripto dan NFT sekunder, menciptakan nilai dari data pengguna.
  4. Perangkat dan Peralatan IoT: Dalam konteks metaverse, pengalaman pengguna sangat tergantung pada teknologi IoT dan peralatan VR. Jasmy mendukung integrasi perangkat IoT, sensor, AR, dan VR dengan protokolnya.

Token Metaverse Jasmy

JasmyCoin (JASMY), sebuah token utilitas ERC-20, merupakan mata uang kripto tata kelola dari ekosistem Jasmy. JASMY memiliki berbagai kegunaan, termasuk memberi insentif kepada pemain dalam game Jasmy, pembelian aset dalam metaverse, staking dalam pool likuiditas, mengakses data di loker data Jasmy, serta berpartisipasi dalam mekanisme tata kelola melalui voting terhadap proposal.

Kesimpulan

Jasmy menawarkan solusi yang penting dalam dua aspek blockchain yang krusial: metaverse dan kedaulatan data. Dengan keterlibatan yang kuat dalam kedua domain ini, platform ini memiliki potensi untuk memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metaverse yang aman dan terdesentralisasi.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa yang Dimaksud dengan Yield Guild Games (YGG)?

Yield Guild Games (YGG) merupakan sebuah guild game yang mengutamakan konsep play-to-earn di ranah blockchain. YGG sendiri merupakan sebuah komunitas yang berinvestasi dalam aset NFT dan menghubungkan para gamer blockchain dari berbagai penjuru dunia. Misi utama mereka adalah membangun jaringan antara pemain dan investor yang saling mendukung untuk memulai serta berkembang di dunia game berbasis NFT.

Pengantar

Seiring dengan kesuksesan Axie Infinity, industri game blockchain play-to-earn (P2E) telah mengalami perkembangan pesat. Walaupun tren P2E telah menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia, namun game NFT masih di luar jangkauan bagi sebagian besar pemain, terutama di negara-negara berkembang.

Yield Guild Games hadir sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan ini, dengan membangun sebuah komunitas P2E serta menawarkan solusi bagi para pemain untuk memasuki dunia game berbasis NFT.

Pengertian Yield Guild Games (YGG)

Yield Guild Games (YGG) merupakan sebuah Organisasi Otonom Terdesentralisasi (DAO) yang menginvestasikan dana dalam non-fungible token (NFT) yang digunakan dalam game blockchain. Game ini adalah bagian dari konsep yang lebih besar yang dikenal sebagai metaverse.

Istilah metaverse mengacu pada berbagai aspek dunia digital yang dibangun di atas teknologi blockchain, termasuk lahan digital, aset digital, dan lain sebagainya. Ide untuk menciptakan sebuah komunitas global game play-to-earn pertama kali muncul pada tahun 2018. Gabby Dizon, salah satu pendiri dan CEO YGG, memperhatikan bahwa game blockchain sedang menjadi tren di Asia Tenggara. Pada saat itu, banyak pemain game yang ingin mencoba permainan NFT populer seperti Axie Infinity, namun terkendala oleh keterbatasan finansial dalam membeli karakter NFT yang diperlukan dalam permainan tersebut.

Dengan kesadaran bahwa game blockchain bisa menjadi alat yang kuat bagi mereka yang tinggal di negara-negara berkembang, Dizon mulai meminjamkan karakter Axie miliknya kepada pemain lain yang tidak mampu membelinya sendiri. Pengalaman ini menginspirasinya untuk mendirikan Yield Guild Games bersama Beryl Li pada tahun 2020, dengan tujuan membantu para pemain dalam ekosistem NFT dan game blockchain untuk tumbuh dan berkembang.

Bagaimana Yield Guild Games Beroperasi?

Yield Guild Games menggabungkan dua konsep utama, yaitu Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) dan NFT, untuk menciptakan sebuah ekonomi metaverse di blockchain Ethereum. DAO YGG merupakan protokol sumber terbuka yang diatur oleh smart contract.

DAO ini bertujuan untuk mencapai berbagai tujuan, mulai dari pelaksanaan keputusan tata kelola yang dipilih oleh komunitas, penerbitan reward, hingga memfasilitasi penyewaan NFT. YGG terdiri dari beberapa SubDAO yang masing-masing beranggotakan sekelompok pemain dari game NFT tertentu atau berasal dari lokasi geografis tertentu. Setiap SubDAO memiliki serangkaian aturan sendiri untuk mengelola aktivitas dan aset game play-to-earn yang dimilikinya.

Model ini memungkinkan para pemain dari game NFT yang sama untuk bekerja sama guna memaksimalkan keuntungan dalam permainan mereka. Model ini juga memfasilitasi para anggota guild untuk menyewa dan menggunakan aset yang dimiliki oleh komunitas untuk mendapatkan reward dalam permainan. Sebagai imbalannya, pihak yang meminjamkan NFT melalui DAO dapat berbagi sebagian dari penghasilan yang diperoleh oleh para pemain.

Di YGG, semua NFT dan aset digital disimpan di dalam YGG Treasury yang dikendalikan oleh komunitas. Treasury ini menyediakan NFT kepada setiap SubDAO dan mencakup aset play-to-earn dari beberapa game blockchain.

Beasiswa YGG

Untuk meningkatkan nilai dan utilitas NFT game, DAO YGG menggunakan program penyewaan NFT yang dikenal sebagai beasiswa. Konsep ini awalnya diperkenalkan oleh komunitas Axie Infinity sebagai bentuk insentif bagi pemilik NFT dan pemain play-to-earn.

Di Axie Infinity, pemilik karakter Axie dapat meminjamkan aset game mereka untuk membantu pengguna baru memulai permainan, sebagai ganti persentase dari reward yang diperoleh dalam permainan tersebut. Proses ini diatur melalui smart contract blockchain sedemikian rupa sehingga hanya penerima beasiswa yang dapat menggunakan NFT dalam permainan. Hanya manajer yang dapat melakukan perdagangan atau transfer NFT.

YGG juga memberikan beasiswa kepada para pemain baru dengan model bagi hasil, yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan aset NFT untuk memulai permainan dan mendapatkan reward. Penerima beasiswa tidak perlu mengeluarkan uang di muka, tetapi mereka harus berbagi sebagian dari penghasilan mereka dengan manajer. Selain dari NFT, para pemain baru juga akan menerima pelatihan dan panduan dari komunitas manajer.

Beasiswa YGG tidak terbatas pada NFT di Axie Infinity. Treasury YGG juga memiliki lahan virtual di The Sandbox dan League of Kingdoms, serta mobil virtual di F1 Delta Time, di antara beberapa game play-to-earn lainnya.

SubDAO

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, DAO YGG terutama terdiri dari SubDAO. SubDAO dapat diibaratkan sebagai komunitas lokal dalam DAO YGG utama. Komunitas lokal ini terdiri dari para pemain dari game P2E tertentu atau berasal dari lokasi geografis tertentu. Sebagai contoh, terdapat SubDAO khusus untuk para pemain Axie Infinity, SubDAO untuk para pemain The Sandbox, SubDAO lainnya untuk para pemain di wilayah Asia Tenggara, dan sebagainya. Dengan mengelompokkan para pemain ke dalam berbagai SubDAO, mereka dapat berdiskusi mengenai strategi bermain dan saling membantu untuk memaksimalkan kinerja mereka.

Setiap SubDAO mengelola aktivitas dan aset permainannya masing-masing dengan serangkaian aturan dan persyaratan yang berbeda, tetapi mereka masih berkontribusi pada hasil keseluruhan dari DAO YGG. Di dalam SubDAO, terdapat pemimpin komunitas, dompet, dan token SubDAO.

Pemilik token dapat berbagi hasil dari permainan berdasarkan kontribusinya. Mereka juga dapat memberikan saran dan melakukan voting terhadap keputusan tata kelola yang terkait dengan SubDAO, seperti apakah akan membeli lebih banyak NFT dalam permainan atau bagaimana cara mengelola aset mereka.

Apa itu Token YGG?

Yield Guild Games (YGG) adalah token ERC-20 yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk berpartisipasi dalam tata kelola DAO YGG. Total pasokan token ini adalah sebesar 1 miliar, dan 25 juta YGG telah dijual melalui Penawaran DEX Perdana (IDO) di SushiSwap pada tahun 2021.

Sebagai dukungan bagi komunitas, 45% dari total pasokan ini akan didistribusikan kepada pengguna secara bertahap selama empat tahun. Sebagai token platform asli, YGG digunakan untuk membayar layanan di jaringan. Token ini juga dapat di-stake untuk mendapatkan reward di brankas YGG atau digunakan untuk membuka konten eksklusif di saluran Discord YGG.

Selain itu, pemilik YGG dapat mengusulkan dan memberikan suara terhadap keputusan yang terkait dengan teknologi, produk, proyek, distribusi token, dan struktur tata kelola guild secara keseluruhan. Saran yang berhasil diterapkan pada DAO akan diberikan reward dalam bentuk token YGG.

Brankas YGG

DAO YGG mengadopsi pendekatan yang berbeda dalam farming hasil dibandingkan dengan sebagian besar platform staking DeFi. Biasanya, token di-stake untuk mendapatkan bunga dengan tarif tetap. Di YGG, setiap brankas mewakili program reward token dari aktivitas tertentu yang dijalankan oleh YGG.

Sebagai contoh, satu brankas dapat memberikan hasil berdasarkan kinerja program beasiswa, sementara brankas lain memberikan reward kepada staker berdasarkan program ternak Axie. YGG juga berencana untuk mengembangkan brankas indeks super terpadu yang mewakili semua aktivitas penghasil hasil di ekosistemnya. Brankas ini akan memberikan reward kepada staker berdasarkan pendapatan guild dari langganan, merchandise, penyewaan, pertumbuhan perbendaharaan, dan kinerja indeks SubDAO.

Pemilik token dapat melakukan staking untuk aktivitas yang didukung, dan reward akan didistribusikan secara proporsional berdasarkan jumlah YGG yang di-stake melalui smart contract. Bergantung pada cara brankas diprogram, reward juga dapat berupa token YGG, Ether (ETH), atau stablecoin.

Penutup

Melalui model bagi hasil yang unik, YGG telah berhasil membangun sebuah komunitas terdesentralisasi yang aktif di dunia nyata. YGG memberikan kesempatan bagi para peserta untuk tumbuh dan berkembang di dunia virtual ini melalui ekonomi game yang inovatif.

Dengan munculnya proyek-proyek metaverse, guild NFT seperti Yield Guild Games akan terus mendapatkan manfaat dari kedatangan para pendatang baru serta penggemar kripto yang tertarik untuk menjelajahi game NFT play-to-earn sebagai alternatif sumber penghasilan.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu DePIN dalam Dunia Kripto?

DePIN memperluas prinsip decentralisasi blockchain ke infrastruktur nyata seperti jaringan energi dan rantai pasokan. Ini memanfaatkan teknologi blockchain dan IoT untuk menciptakan sistem otonom dan transparan.

DePIN dapat menawarkan keamanan, efisiensi, dan transparansi yang ditingkatkan dalam infrastruktur fisik, demokratisasi akses ke sumber daya seperti energi dan transportasi. Ini juga dapat memberdayakan partisipasi ekonomi melalui transaksi peer-to-peer dan hadiah token.

Pendahuluan

Dari keuangan hingga seni, blockchain telah merevolusi berbagai aspek kehidupan kita. Namun, revolusi ini tidak hanya terbatas pada dunia digital. Blockchain juga digunakan dalam berbagai bidang di dunia fisik, yang terkait dengan konsep DePIN – jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi.

Apa Itu Decentralized Physical Infrastructure Networks (DePIN)?

DePIN mengacu pada penerapan teknologi blockchain untuk infrastruktur dan sistem fisik. Ini berusaha memanfaatkan teknologi blockchain dan lainnya untuk menciptakan jaringan terdesentralisasi untuk infrastruktur fisik seperti jaringan energi, rantai pasokan, sistem telekomunikasi, transportasi, dan lainnya.

Bagaimana DePIN Bekerja

DePIN melibatkan desentralisasi kontrol jaringan menggunakan teknologi blockchain. Biasanya, ini bergantung pada kombinasi teknologi blockchain dan Internet of Things (IoT).

Blockchain berfungsi sebagai buku besar yang aman dan transparan yang mencatat transaksi dan pertukaran data dalam jaringan. Ini memastikan kepercayaan dan transparansi dengan menyediakan catatan tidak berubah dari semua transaksi. Sementara itu, IoT terdiri dari perangkat terhubung yang mengumpulkan dan bertukar data secara real time. Dalam sistem DePIN, perangkat-perangkat ini berkomunikasi satu sama lain dan dengan database blockchain, memungkinkan interaksi otonom dan responsif dalam infrastruktur fisik.

DePIN menggunakan blockchain untuk mendistribusikan otoritas di seluruh jaringan, dan ini dapat diterapkan pada berbagai bidang, termasuk energi, rantai pasokan, telekomunikasi, penyimpanan data, transportasi, dan real estat.

Dalam energi, misalnya, grid terdesentralisasi dapat memungkinkan perdagangan energi peer-to-peer, dengan semua interaksi tercatat secara transparan di blockchain. Kontrak pintar dapat mengotomatisasi transaksi, mempromosikan efisiensi dan penggunaan energi terbarukan. Dalam beberapa kasus, pengguna juga dapat menerima hadiah cryptocurrency sebagai insentif untuk mendorong partisipasi dan pertumbuhan.

Mengapa DePIN Penting

Keamanan dan efisiensi

DePIN dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi infrastruktur fisik dengan menghilangkan titik kegagalan tunggal dan mengurangi risiko pemalsuan atau manipulasi. Dengan teknologi blockchain, transaksi dan pertukaran data diamankan oleh kriptografi, dan database terdistribusi membantu melindungi terhadap serangan atau akses tidak sah.

Transparansi

Dalam industri seperti manajemen rantai pasokan, DePIN dapat memberikan transparansi dan jejak yang lebih besar. Dengan mencatat setiap langkah dari proses produksi dan distribusi pada blockchain, perusahaan dapat memastikan keaslian dan integritas produk mereka. Ini dapat membantu mencegah penipuan, pemalsuan, dan kegiatan ilegal lainnya.

Demokratisasi sumber daya

DePIN memiliki potensi untuk demokratisasi akses ke sumber daya penting seperti energi dan transportasi. Alih-alih bergantung pada penyedia terpusat, individu dan komunitas dapat berpartisipasi langsung dalam produksi, distribusi, dan penggunaan sumber daya ini. Misalnya, dengan grid energi terdesentralisasi, pemilik rumah dapat menghasilkan dan menjual listrik berlebih kepada tetangga mereka, menciptakan ekosistem energi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Pemberdayaan ekonomi

Dengan mendesentralisasikan kontrol atas infrastruktur fisik, DePIN dapat memberdayakan individu dan komunitas secara ekonomi. Ini dapat memungkinkan transaksi peer-to-peer dan mendorong partisipasi melalui hadiah token. Ini dapat menciptakan peluang baru untuk kewirausahaan dan inovasi, terutama di komunitas yang kurang dilayani atau terpinggirkan.

Contoh Proyek DePIN

Filecoin (FIL)

Filecoin mengatasi kebutuhan akan solusi penyimpanan terdesentralisasi dengan memanfaatkan teknologi blockchain. Ini memungkinkan pengguna untuk menyewakan ruang penyimpanan yang tidak digunakan dan mendapatkan cryptocurrency sebagai imbalannya. Jaringan penyimpanan terdesentralisasi ini memastikan keamanan, keberagaman, dan ketersediaan data melalui jaringan terdistribusi penyedia penyimpanan.

Render (RNDR)

Render adalah proyek DePIN yang berfokus pada menawarkan solusi rendering GPU terdesentralisasi. Ini menghubungkan operator node yang ingin memonetisasi daya komputasi GPU mereka yang tidak digunakan dengan seniman yang perlu meningkatkan pekerjaan dan aplikasi rendering 3D yang intensif. Selain jaringan komputasi GPU terdesentralisasi, Render menawarkan platform bagi seniman dan pengembang untuk membangun layanan dan aplikasi.

The Graph (GRT)

The Graph adalah protokol terdesentralisasi untuk mengindeks dan menanyakan data blockchain. Ini fokus pada mengatur data sambil membuatnya mudah diakses oleh semua orang. Graph Explorer memungkinkan pengembang untuk mencari, menemukan, dan mempublikasikan semua data publik yang mereka butuhkan untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (DApps).

Tantangan dan Prospek Masa Depan Meskipun DePIN menjanjikan, ia juga menghadapi beberapa tantangan. Hambatan regulasi, masalah skalabilitas teknis, dan kekhawatiran interoperabilitas adalah beberapa hambatan utama bagi adopsi luas. Selain itu, mengintegrasikan teknologi blockchain dengan sistem fisik memerlukan langkah-langkah keamanan yang kuat dan antarmuka yang ramah pengguna.

Namun, meskipun tantangan ini, masa depan DePIN terlihat menjanjikan. Saat teknologi terus berkembang dan berinovasi, proyek DePIN kemungkinan akan mengatasi rintangan ini dan membuka peluang baru untuk infrastruktur fisik terdesentralisasi. Dengan memberdayakan individu dan komunitas untuk membentuk infrastruktur dan sumber daya mereka sendiri, DePIN memiliki potensi untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia fisik.

Kesimpulan

DePIN, atau jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi, merevolusi infrastruktur nyata dengan menerapkan teknologi blockchain dan IoT, memastikan otonomi dan transparansi. Ini dapat menawarkan keamanan, efisiensi, dan transparansi yang ditingkatkan sambil mendemokratisasi akses ke sumber daya penting seperti energi dan transportasi.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa yang Dimaksud Pasar Spot Dalam Perdagangan Kripto?

Pasar spot adalah arena perdagangan di mana instrumen keuangan, seperti mata uang kripto, valuta asing, saham, atau obligasi, diperdagangkan secara langsung. Transaksi dalam pasar spot umumnya melibatkan pembelian atau penjualan aset dengan pengiriman yang hampir segera. Perdagangan semacam ini bisa terjadi di bursa spot yang terpusat atau dalam bentuk perdagangan langsung antara para pelaku pasar, yang dikenal sebagai perdagangan over-the-counter (OTC). Dalam perdagangan spot, pelaku hanya dapat menggunakan aset yang dimilikinya tanpa memanfaatkan leverage atau margin.

Bursa spot yang terpusat memiliki peran penting dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi, keamanan aset, penyimpanan, dan berbagai faktor lainnya yang mendukung proses perdagangan. Sebagai imbalannya, bursa ini mengenakan biaya transaksi kepada para pelaku pasar. Di sisi lain, bursa spot yang terdesentralisasi menawarkan layanan serupa, tetapi melalui kontrak pintar (smart contract) dalam blockchain.

Pengantar

Perdagangan spot memberikan jalan yang cukup sederhana untuk berinvestasi dan berdagang. Bagi banyak orang yang memulai dengan investasi kripto, langkah pertama mereka seringkali terjadi melalui transaksi spot di pasar spot. Contohnya, bisa berupa pembelian BNB dengan harga pasar dan kemudian menyimpannya untuk jangka panjang.

Pasar spot ada untuk berbagai kelas aset, termasuk mata uang kripto, saham, komoditas, valuta asing, dan obligasi. Mungkin Anda lebih familiar dengan konsep pasar spot dan perdagangan spot daripada yang Anda kira. Beberapa pasar terkenal, seperti NASDAQ atau Bursa Efek New York (New York Stock Exchange, NYSE), termasuk dalam kategori pasar spot.

Apa itu Pasar Spot?

Pasar spot adalah arena keuangan tempat aset diperdagangkan secara langsung dan dengan cepat. Para pembeli memperoleh aset dengan menggunakan mata uang fiat atau instrumen bursa lainnya dari para penjual. Pengiriman aset tersebut seringkali dilakukan hampir seketika, walaupun hal ini bisa berbeda-beda tergantung pada aset yang diperdagangkan.

Pasar spot juga sering disebut sebagai pasar tunai karena transaksi dilakukan secara langsung. Ada berbagai bentuk pasar spot, baik yang dikelola oleh bursa tempat terjadinya perdagangan maupun yang dilakukan secara langsung antara para pelaku pasar (over-the-counter, OTC). Pembelian dan penjualan langsung antar individu tanpa melalui bursa disebut perdagangan OTC, yang akan kita bahas lebih lanjut.

Apa yang Dimaksud dengan Perdagangan Spot?

Para pedagang spot bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga aset dengan membeli saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi. Mereka juga bisa mengambil posisi jual (short) terhadap pasar, yang artinya mereka menjual aset dengan harapan bisa membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah di masa mendatang.

Harga saat ini dari suatu aset disebut harga spot. Dengan menggunakan market order di bursa, seorang pedagang dapat membeli atau menjual asetnya segera dengan harga spot terbaik yang tersedia. Namun, tidak ada jaminan bahwa harga spot akan tetap sama saat order dieksekusi. Selain itu, terkadang volume yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi order dengan harga yang diinginkan. Sebagai contoh, jika seseorang ingin membeli 10 ETH dengan harga spot tetapi hanya tersedia 3 ETH, maka sisa order harus diisi dengan harga yang berbeda.

Harga spot berubah secara real-time seiring dengan eksekusi order. Sedangkan perdagangan spot di luar bursa memiliki mekanisme yang berbeda. Dalam perdagangan OTC, Anda bisa menegosiasikan jumlah dan harga langsung dengan pihak lain tanpa harus bergantung pada buku order.

Tergantung pada jenis asetnya, pengiriman dalam perdagangan spot bisa dilakukan hampir seketika atau dalam beberapa hari setelah transaksi terjadi (biasanya dalam T+2 hari). T+2 mengacu pada tanggal perdagangan ditambah dua hari kerja. Dahulu, saham dan ekuitas memerlukan transfer sertifikat fisik, sedangkan dalam perdagangan valuta asing, mata uang seringkali ditransfer melalui uang tunai, rekening, atau setoran. Namun, dengan kemajuan teknologi, pengiriman aset saat ini hampir selalu dilakukan secara digital. Misalnya, pasar kripto beroperasi 24/7, memungkinkan perdagangan yang hampir instan. Namun, perdagangan peer-to-peer (P2P) atau OTC mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk penyelesaian transaksi.

Bursa versus Over-the-Counter

Perdagangan spot tidak terbatas pada satu tempat saja. Meskipun kebanyakan orang melakukan perdagangan spot melalui bursa, Anda juga bisa berdagang langsung dengan para pedagang lain tanpa melalui perantara bursa. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jenis perdagangan seperti ini disebut perdagangan over-the-counter (OTC). Setiap jenis pasar spot memiliki karakteristiknya sendiri.

Bursa Terpusat

Bursa memiliki dua jenis utama: bursa terpusat dan bursa terdesentralisasi. Bursa terpusat adalah platform yang mengelola perdagangan aset seperti mata uang kripto, valuta asing, dan komoditas. Bursa berperan sebagai perantara antara para pelaku pasar dan juga sebagai penjaga aset yang diperdagangkan. Untuk menggunakan bursa terpusat, Anda harus mendanai akun Anda dengan mata uang fiat atau kripto yang akan diperdagangkan.

Bursa terpusat yang serius harus memastikan bahwa semua transaksi berjalan lancar. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab untuk mematuhi regulasi, prosedur KYC (Know Your Customer), menetapkan harga yang adil, menjaga keamanan, dan melindungi kepentingan pelanggan. Sebagai kompensasi atas layanan ini, bursa akan mengenakan biaya transaksi, listing, dan aktivitas perdagangan lainnya. Karena itu, bursa terpusat dapat menghasilkan keuntungan baik saat pasar sedang naik maupun turun, selama masih ada pengguna dan volume perdagangan yang cukup.

Bursa Terdesentralisasi

Bursa terdesentralisasi (DEX) adalah jenis bursa yang paling umum di dunia kripto. DEX menawarkan banyak layanan yang sama dengan bursa terpusat, namun transaksi dilakukan melalui teknologi blockchain. Dalam sebagian besar kasus, pengguna DEX tidak perlu membuat akun dan dapat berdagang secara langsung satu sama lain tanpa harus menyimpan aset di bursa.

Perdagangan dilakukan langsung dari dompet pengguna melalui kontrak pintar. Kontrak ini adalah potongan kode yang dieksekusi secara otomatis di blockchain. Banyak pengguna lebih suka menggunakan DEX karena memberikan lebih banyak privasi dan kebebasan daripada bursa tradisional. Namun, ada beberapa pengorbanan yang harus diterima, seperti kurangnya prosedur KYC dan dukungan pelanggan yang terbatas.

Beberapa DEX menggunakan model buku pesanan, seperti yang terlihat di Binance DEX. Namun, ada juga perkembangan terbaru dalam bentuk Automated Market Maker (AMM), contohnya PancakeSwap dan Uniswap. AMM juga menggunakan kontrak pintar, tetapi menggunakan model yang berbeda dalam menentukan harga. Pembeli menggunakan dana yang ada di dalam kolam likuiditas untuk melakukan pertukaran aset mereka. Penyedia likuiditas ini akan membebankan biaya transaksi kepada siapa pun yang menggunakan kolam likuiditas tersebut.

Over-the-Counter

Di sisi lain, ada perdagangan over-the-counter yang kadang-kadang disebut sebagai perdagangan di luar bursa. Dalam perdagangan OTC, aset keuangan dan sekuritas diperdagangkan secara langsung antara broker, pedagang, dan dealer. Transaksi OTC menggunakan berbagai metode komunikasi, termasuk telepon dan pesan instan.

Perdagangan OTC memiliki keunggulan karena tidak memerlukan buku pesanan. Ketika Anda melakukan perdagangan dengan aset yang likuiditasnya rendah, seperti koin dengan kapitalisasi pasar kecil, melakukan order dalam jumlah besar di bursa dapat menyebabkan slippage. Dalam banyak kasus, bursa tidak bisa menyediakan semua aset yang Anda butuhkan dalam jumlah yang diinginkan. Oleh karena itu, Anda mungkin harus menerima harga yang lebih tinggi untuk menyelesaikan order. Dalam situasi seperti ini, perdagangan OTC seringkali dapat memberikan harga yang lebih baik.

Penting untuk diingat bahwa aset yang likuiditasnya tinggi seperti BTC pun bisa mengalami slippage jika order terlalu besar. Oleh karena itu, perdagangan BTC dalam jumlah besar juga bisa mendapatkan manfaat dari perdagangan OTC.

Apa Perbedaan antara Pasar Spot dan Pasar Futures?

Sudah kita ketahui bahwa pasar spot melibatkan perdagangan instan dengan pengiriman yang hampir segera, sementara pasar futures melibatkan kontrak yang berakhir pada tanggal di masa mendatang. Pihak pembeli dan penjual setuju untuk memperdagangkan aset dalam jumlah dan harga tertentu di masa mendatang. Saat kontrak jatuh tempo pada tanggal penyelesaian, biasanya pihak pembeli dan penjual memilih penyelesaian tunai daripada pengiriman fisik aset.

Apa Perbedaan antara Perdagangan Spot dan Perdagangan Margin?

Perdagangan margin tersedia di beberapa pasar spot, tetapi berbeda dengan perdagangan spot. Dalam perdagangan spot, Anda harus membeli aset sepenuhnya dengan segera dan menerima pengiriman. Sementara itu, perdagangan margin memungkinkan Anda meminjam dana dari pihak ketiga dengan membayar bunga, sehingga memungkinkan Anda untuk membuka posisi yang lebih besar. Meskipun demikian, meminjam dana juga meningkatkan potensi keuntungan, tetapi juga memperbesar risiko. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati untuk tidak kehilangan seluruh modal awal Anda.

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Spot

Setiap jenis perdagangan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan memahaminya, Anda dapat mengelola risiko dengan lebih baik dan berdagang dengan lebih percaya diri. Perdagangan spot adalah salah satu jenis yang lebih sederhana, tetapi tetap memiliki keunggulan dan kelemahan.

Kelebihan Pasar Spot

  1. Harga bersifat transparan dan hanya bergantung pada permintaan dan penawaran di pasar. Ini berbeda dengan pasar futures yang sering kali memiliki beberapa harga referensi. Misalnya, harga mark dalam pasar futures Binance bergantung pada informasi lain seperti tarif pendanaan, indeks harga, dan moving average. Di beberapa pasar tradisional, harga mark juga dapat dipengaruhi oleh suku bunga.
  2. Perdagangan spot mudah dilakukan karena aturan, risiko, dan reward yang sederhana. Misalnya, saat Anda menginvestasikan $500 dalam BNB di pasar spot, Anda bisa dengan mudah menghitung risiko berdasarkan harga masuk dan harga saat ini.
  3. Anda bisa “mengatur dan melupakan”. Berbeda dengan perdagangan derivatif dan margin, Anda tidak perlu khawatir akan terlikuidasi atau mendapat margin call dalam perdagangan spot. Anda bisa masuk atau keluar dari perdagangan kapan pun Anda mau. Anda juga tidak perlu terus memantau investasi Anda kecuali jika Anda ingin melakukan perdagangan jangka pendek.

Kekurangan Pasar Spot

  1. Bergantung pada aset yang diperdagangkan, pasar spot bisa memberikan tanggung jawab untuk menyimpan aset secara fisik, yang mungkin tidak nyaman bagi beberapa individu atau perusahaan. Sebagai contoh, jika Anda membeli minyak mentah secara spot, Anda harus menerima pengiriman fisik minyak tersebut. Dalam kasus mata uang kripto, memiliki token atau koin berarti Anda harus bertanggung jawab atas keamanannya. Dengan perdagangan derivatif futures, Anda masih bisa mendapatkan eksposur pada aset-aset tersebut tanpa harus menyimpannya secara fisik.
  2. Untuk beberapa aset, individu, atau perusahaan, stabilitas sangat penting. Misalnya, perusahaan yang beroperasi di pasar internasional mungkin memerlukan akses ke mata uang asing melalui pasar valuta asing. Bergantung pada pasar spot bisa membuat perencanaan pengeluaran dan pendapatan mereka menjadi tidak stabil.
  3. Potensi keuntungan dalam perdagangan spot biasanya lebih sedikit dibandingkan dengan perdagangan futures atau margin, meskipun Anda dapat menggunakan modal yang sama untuk memperdagangkan posisi yang lebih besar.

Kesimpulan

Perdagangan spot di pasar spot adalah salah satu metode yang paling umum digunakan oleh orang-orang untuk berdagang, terutama bagi para pemula. Meskipun sederhana, akan selalu lebih baik untuk memiliki pengetahuan yang lebih dalam tentang kelebihan, kelemahan, dan strategi yang mungkin terkait dengannya. Selain memahami dasarnya, mencoba untuk menggabungkan pengetahuan Anda dengan analisis teknis, fundamental, dan sentimen yang dapat diandalkan akan memberikan manfaat lebih besar dalam perdagangan Anda.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy



Sumber : news.tokocrypto.com

Penjelasan Tentang Apa Itu Bollinger Band?

Apa itu Bollinger Band (BB)? Sebuah alat bantu trading yang dirancang pada awal 1990-an oleh John Bollinger, seorang analis finansial dan pedagang. Bollinger Band telah menjadi alat yang sangat digunakan untuk analisis teknikal (Technical Analysis – TA), yang pada dasarnya adalah sebuah alat pengukur fluktuasi yang mengindikasikan apakah pasar sedang bergejolak atau tenang, serta kondisi over-beli atau over-jual.

Konsep di balik indikator Bollinger Band adalah untuk menampilkan sebaran harga di sekitar nilai rata-rata. Lebih spesifik lagi, indikator ini terdiri dari sebuah band atas (upper band), band bawah (lower band), dan garis tengah pergerakan rata-rata (middle band / middle moving average line). Kedua band tersebut bereaksi terhadap pergerakan harga, melebar saat fluktuasi tinggi (meninggalkan garis tengah) dan menyempit saat fluktuasi rendah (menuju garis tengah).

Formula standar Bollinger Band menggunakan garis tengah sebagai pergerakan sederhana rata-rata selama 20 hari (simple moving average / SMA), di mana band atas dan bawah dihitung berdasarkan fluktuasi pasar relatif terhadap SMA (disebut sebagai deviasi standar). Konfigurasi standar untuk indikator Bollinger Band adalah sebagai berikut:

  • Garis Tengah: Pergerakan sederhana rata-rata 20 hari (simple moving average / SMA)
  • Band Atas: 20 hari SMA + (20 hari deviasi standar x2)
  • Band Bawah: 20 hari SMA – (20 hari deviasi standar x2)

Konfigurasi standar BB menggunakan periode 20 hari dan menetapkan band atas dan bawah pada deviasi standar (x2) dari garis tengah. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa sekitar 85% data harga bergerak di antara kedua band tersebut, meskipun pengaturan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan dan strategi perdagangan.

Bagaimana Menggunakan Bollinger Band dalam Trading?

Meskipun Bollinger Band banyak digunakan dalam pasar keuangan tradisional, mereka juga dapat diterapkan dalam pengaturan perdagangan mata uang digital. Namun, penting untuk diingat bahwa ada berbagai cara untuk menggunakan dan menginterpretasikan indikator BB, namun sebaiknya tidak digunakan sebagai alat tunggal dan tidak boleh diandalkan sebagai indikator pembelian/jual. Bollinger Band dapat digunakan bersama dengan indikator analisis teknikal lainnya.

Dengan pemahaman ini, kita dapat membayangkan bagaimana seseorang dapat menginterpretasikan data yang diberikan berdasarkan Bollinger Band.

Jika harga bergerak di atas moving average dan melewati batas atas Bollinger Band, ini mungkin menunjukkan bahwa pasar telah menjadi terlalu optimis (kondisi over-beli). Di sisi lain, jika harga mencapai atau melewati batas atas band beberapa kali, ini mungkin menandakan tingkat resistensi yang signifikan.

Sebaliknya, jika harga sebuah aset turun secara signifikan dan mencapai atau melampaui batas bawah band beberapa kali, kemungkinan besar pasar dalam kondisi over-jual atau menemukan level support yang kuat.

Oleh karena itu, pedagang dapat menggunakan Bollinger Band (bersama dengan indikator TA lainnya) untuk menetapkan target pembelian atau penjualan mereka, atau untuk mendapatkan gambaran tentang kapan pasar mungkin over-beli atau over-jual.

Selain itu, ekspansi dan kontraksi Bollinger Band dapat berguna ketika mencoba memprediksi tingkat fluktuasi pasar. Band ini akan melebar saat aset mengalami fluktuasi tinggi (ekspansi) atau menyempit saat harga stabil (kontraksi).

Oleh karena itu, Bollinger Band lebih cocok digunakan untuk perdagangan jangka pendek sebagai alat untuk menganalisis fluktuasi pasar dan mencoba memprediksi pergerakan berikutnya. Beberapa pedagang menganggap bahwa ketika band melebar, pasar mungkin sedang mengalami periode konsolidasi atau pergantian tren. Di sisi lain, ketika band menyempit, pedagang cenderung percaya bahwa pasar bersiap untuk pergerakan yang signifikan.

Ketika harga berkisar, Bollinger Band cenderung menyempit menuju garis tengah moving average. Biasanya (meskipun tidak selalu), fluktuasi rendah dan deviasi sempit terjadi sebelum pergerakan besar, yang biasanya terjadi saat fluktuasi kembali tinggi.

Bollinger Bands vs Keltner Channels

Tidak seperti Bollinger Band yang menggunakan SMA dan deviasi standar, versi modern dari indikator Keltner Channels (KC) menggunakan Average True Range (ATR) untuk menetapkan lebar channel di sekitar 20-hari exponential moving average (EMA). Oleh karena itu, formula Keltner Channel akan terlihat seperti ini:

  • Garis Tengah: 20 hari exponential moving average (EMA)
  • Garis Channel Atas: 20 hari EMA + (10-day ATR x2)
  • Band Bawah: 20 hari EMA – (10-day ATR x2)

Secara umum, Keltner Channel cenderung lebih sempit daripada Bollinger Band. Oleh karena itu, ini lebih sesuai untuk mengidentifikasi pembalikan tren dan kondisi pasar over-beli/over-jual dengan lebih jelas. Selain itu, Keltner Channel biasanya memberikan sinyal over-beli/over-jual lebih awal daripada Bollinger Band.

Di sisi lain, Bollinger Band lebih baik dalam merepresentasikan fluktuasi pasar karena lebih fleksibel dalam ekspansi dan kontraksinya. Lebih lanjut, dengan menggunakan deviasi standar, Bollinger Band lebih mampu menghindari sinyal palsu karena lebih lebar dan sulit ditembus.

Antara Bollinger Band dan Keltner Channel, Bollinger Band lebih populer. Namun, kedua indikator tersebut baik – terutama untuk pengaturan perdagangan jangka pendek – dan dapat digunakan bersama untuk memberikan sinyal yang lebih akurat.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa yang Dimaksud dengan Airdrop Kripto?

Airdrop kripto adalah salah satu strategi pemasaran yang diadopsi oleh startup kripto guna mempromosikan proyek dan tokennya. Prosesnya melibatkan distribusi mata uang kripto asli kepada pengguna atau calon pengguna secara gratis. Terkadang, pengguna diharuskan untuk menyelesaikan aktivitas promosi sederhana sebelum dapat mengklaimnya, seperti mengikuti akun media sosial proyek dan membagikan postingannya.

Ada berbagai jenis airdrop, dan setiap proyek kripto memiliki persyaratan sendiri. Namun, tujuan umum dari airdrop adalah untuk meningkatkan kesadaran dan minat terhadap proyek secara keseluruhan. Beberapa airdrop akan langsung mengirimkan kripto ke dompet pengguna, sementara yang lain memerlukan klaim manual.

Siapa pun yang memiliki dompet mata uang kripto dapat menerima atau mengklaim airdrop, namun, penting untuk selalu waspada terhadap penipuan. Ada banyak airdrop penipuan yang dapat mencuri dana dari dompet Anda saat Anda mencoba untuk mengklaim atau mentransfer token gratis tersebut. Pastikan untuk memverifikasi keaslian proyek sebelum mengklaim airdrop. Selalu berhati-hati saat airdrop mengharuskan Anda untuk menghubungkan dompet Anda ke situs web airdrop.

Pengantar

Dengan banyaknya penambahan koin baru, investor dan pedagang kripto seringkali kesulitan dalam melacak semua proyek baru yang muncul. Inilah sebabnya mengapa beberapa proyek kripto menawarkan airdrop sebagai cara untuk menonjolkan diri dan meningkatkan kesadaran. Namun, tidak semua airdrop adalah sah. Mari kita jelajahi bagaimana cara kerjanya dan langkah-langkah yang bisa diambil untuk melindungi diri dari penipuan airdrop.

Apa itu Airdrop Kripto?

Airdrop kripto adalah pengiriman aset digital dari sebuah proyek kripto ke beberapa dompet. Konsepnya adalah untuk mendistribusikan koin atau token kepada pengguna atau calon pengguna sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran terhadap proyek tersebut.

Token ini diberikan secara gratis, namun beberapa airdrop mengharuskan pengguna untuk menyelesaikan tugas tertentu sebelum mereka dapat mengklaimnya. Airdrop kripto menjadi populer selama ledakan ICO (Initial Coin Offering) pada tahun 2017, dan masih digunakan sebagai strategi pemasaran oleh banyak proyek kripto saat ini.

Bagaimana Cara Kerja Airdrop Kripto?

Ada berbagai jenis airdrop kripto, tetapi umumnya airdrop terdiri dari sejumlah kecil mata uang kripto yang didistribusikan ke beberapa dompet (biasanya di Ethereum atau Binance Smart Chain). Meskipun jarang terjadi, ada juga proyek yang membagikan NFT (Non-Fungible Token) sebagai airdrop, bukan kripto biasa.

Beberapa proyek akan melakukan distribusi tanpa meminta apa pun dari pengguna, sementara yang lain akan meminta mereka untuk menyelesaikan tugas tertentu sebelum mereka dapat mengklaimnya. Tugas ini sering kali melibatkan mengikuti akun media sosial, berlangganan buletin, atau memiliki jumlah koin minimum di dompet. Namun, tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan token dalam setiap airdrop.

Dalam beberapa kasus, airdrop hanya akan diberikan kepada dompet yang berinteraksi dengan platform proyek sebelum tanggal tertentu. Contoh dari hal ini adalah 1INCH dan Uniswap, yang memberikan airdrop kepada dompet yang berinteraksi dengan protokol tersebut sebelum tanggal tertentu. Namun, tidak seperti airdrop biasa, nilai dari airdrop tersebut bisa mencapai ribuan dolar.

Mengapa Proyek Kripto Melakukan Airdrop?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, proyek blockchain memberikan token secara gratis sebagai upaya untuk mendapatkan adopsi yang lebih luas dan mengembangkan jaringan mereka. Jumlah pemilik yang lebih tinggi sering kali dianggap sebagai metrik yang positif, dan membantu membuat proyek menjadi lebih terdesentralisasi dari segi kepemilikan token. Airdrop kripto juga memotivasi penerima untuk menggunakan dan mempromosikan proyek tersebut, serta membantu menumbuhkan basis pengguna awal sebelum proyek tersebut terdaftar di bursa kripto.

Di sisi lain, airdrop juga dapat memberikan kesan pertumbuhan yang keliru. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan faktor lain saat mengevaluasi adopsi proyek. Misalnya, jika ratusan ribu alamat memiliki token tertentu tetapi tidak ada yang benar-benar menggunakannya, proyek tersebut mungkin tidak memiliki komunitas yang aktif atau berpotensi menjadi penipuan.

Apakah Airdrop Kripto dan ICO Sama?

Meskipun airdrop kripto dan ICO merupakan konsep yang berbeda, keduanya melibatkan proyek mata uang kripto baru. Airdrop tidak memerlukan investasi dari peserta, sementara ICO merupakan metode pengumpulan dana.

Dalam ICO, tim proyek menjual token untuk mengumpulkan dana dari investor. ICO mulai populer pada tahun 2014 ketika Ethereum mengadakan acara ICO untuk mendukung pengembangannya. Pada tahun 2017, ICO mengalami ledakan dengan ratusan proyek baru yang mengadopsi metode ini. Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang ICO, baca artikel “Apa Itu ICO (Initial Coin Offering)?”

Jenis Airdrop

Seperti yang telah dijelaskan, ada berbagai cara untuk melakukan airdrop mata uang kripto. Selain dari airdrop standar yang mentransfer kripto ke beberapa dompet, ada beberapa jenis lain. Contoh umumnya adalah airdrop bounty, eksklusif, dan pemilik.

Airdrop Bounty

Airdrop bounty mengharuskan pengguna untuk menyelesaikan tugas tertentu, seperti membagikan postingan tentang proyek di Twitter, mengikuti Telegram resmi proyek, atau membuat postingan dan memberi tag pada beberapa teman di Instagram. Untuk mengklaim airdrop bounty, Anda biasanya akan diminta untuk mengisi formulir dengan alamat dompet dan memberikan bukti bahwa Anda telah menyelesaikan tugas tersebut.

Airdrop Eksklusif

Airdrop eksklusif hanya mengirimkan kripto ke dompet yang ditentukan. Biasanya, penerima memiliki sejarah yang kuat dengan proyek, seperti menjadi anggota komunitas aktif atau merupakan pendukung awal dari proyek tersebut.

Pada bulan September 2020, bursa terdesentralisasi (DEX) Uniswap memberikan airdrop 400 UNI kepada setiap dompet yang telah berinteraksi dengan protokol tersebut sebelum tanggal tertentu. Token governance ini memberikan hak kepada pemiliknya untuk melakukan voting terhadap keputusan yang berkaitan dengan pengembangan proyek di masa depan.

Airdrop Pemilik

Airdrop pemilik mendistribusikan token gratis kepada pengguna yang memiliki mata uang digital dalam jumlah tertentu di dompet mereka. Tim proyek biasanya akan mengambil “snapshot” dari kepemilikan kripto pengguna pada tanggal dan waktu tertentu. Jika saldo dompet mencapai jumlah minimum yang ditetapkan, penerima dapat mengklaim token gratis sesuai dengan kepemilikan mereka pada saat snapshot diambil.

Kebanyakan proyek baru melakukan airdrop token kepada pemilik dompet Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), atau Binance Smart Chain (BSC), karena mereka memiliki komunitas terbesar dalam industri ini. Sebagai contoh, Stellar Lumens (XLM) melakukan airdrop 3 miliar XLM kepada pemilik BTC pada tahun 2016, dan airdrop tersebut terbatas hanya bagi pengguna di jaringan Bitcoin.

Bagaimana Cara Mengklaim Airdrop?

Seperti yang telah dijelaskan, prosesnya akan bervariasi dari proyek ke proyek lain. Namun, hal terpenting yang Anda butuhkan untuk mengklaim airdrop adalah dompet mata uang kripto. MetaMask adalah dompet kripto yang populer dan mudah digunakan. Setelah itu, Anda dapat memeriksa apakah dompet Anda telah menerima token gratis. Jika tidak, Anda kemungkinan harus berinteraksi dengan situs web untuk mengklaim airdrop.

Bagaimana Cara Menghindari Penipuan Airdrop?

Mengetahui apakah sebuah airdrop sah atau merupakan penipuan bisa sulit. Anda harus selalu melakukan riset sendiri sebelum mendaftar untuk airdrop apa pun, terutama jika Anda diminta untuk menghubungkan dompet Anda ke situs web. Terkadang, penipu akan melakukan airdrop token ke beberapa dompet, tetapi ketika Anda mencoba untuk mentransfer token ini ke bursa kripto atau dompet lain, Anda mungkin akan menemukan bahwa dompet Anda telah dikosongkan.

Dalam kasus lain, penipu akan mengumumkan airdrop palsu yang berujung pada situs web phishing. Mereka akan menipu Anda untuk menghubungkan dompet ke situs web yang tampak sangat mirip dengan aslinya. Segera setelah Anda menghubungkan dompet dan menandatangani transaksi, token lain milik Anda akan diambil dari dompet Anda. Ini sering kali terjadi dengan akun Twitter dan Telegram palsu yang tampak sangat mirip dengan yang resmi.

Beberapa penipuan airdrop termasuk meminta Anda untuk mengirim kripto ke alamat dompet yang tidak dikenal untuk mendapatkan token gratis sebagai imbalannya. Airdrop yang sah tidak akan pernah meminta dana atau frase kunci privat Anda. Berhati-hatilah terhadap email atau pesan langsung yang mengklaim sebagai airdrop.

Sebagai langkah pengamanan tambahan, Anda dapat membuat dompet baru dan alamat email baru khusus untuk menerima airdrop saja. Hal ini dapat memastikan bahwa dana di dompet pribadi Anda aman dari upaya phishing yang terkait dengan airdrop. Dan yang terpenting, jangan pernah membagikan frase kunci privat Anda kepada siapa pun.

Kesimpulan

Airdrop kripto memungkinkan proyek kripto untuk menonjol dan mendapatkan daya tarik di dunia kripto. Ini juga bisa menjadi cara yang baik bagi penggemar kripto untuk mengembangkan portofolio mereka melalui token baru. Namun, airdrop palsu cenderung lebih banyak beredar daripada yang asli. Oleh karena itu, selalu berhati-hati dan pastikan untuk melakukan riset sendiri sebelum berpartisipasi.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy



Sumber : news.tokocrypto.com

Dasar-Dasar Konsep Level Support dan Resistance

Mempelajari konsep support dan resistance merupakan langkah awal yang esensial dalam memahami analisis teknikal di pasar keuangan. Konsep ini relevan di berbagai pasar, termasuk saham, forex, emas, dan mata uang kripto.

Meskipun terlihat sederhana, namun memahami secara mendalam kedua konsep ini memerlukan waktu dan praktek yang cukup. Identifikasi support dan resistance bisa menjadi subjektif, dan keduanya bereaksi secara berbeda terhadap perubahan kondisi pasar.

Oleh karena itu, sangat penting bagi para pedagang untuk memahami berbagai jenisnya dan menguasai penggunaannya dalam analisis chart. Panduan ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih lanjut dalam hal tersebut.

Apa yang Dimaksud dengan Support dan Resistance?

Secara sederhana, support dan resistance adalah level-level di mana harga cenderung memantul atau terhenti. Support adalah level di mana harga cenderung mencapai “lantai” dan memantul kembali naik, sementara resistance adalah level di mana harga mencapai “langit-langit” dan kemudian memantul turun.

Dalam konteks ini, support dapat dianggap sebagai zona permintaan, sedangkan resistance adalah zona penawaran. Meskipun secara tradisional support dan resistance sering diwakili dalam bentuk garis pada grafik, namun dalam kenyataannya, mereka lebih cenderung menjadi area atau bidang. Hal ini penting untuk dipahami karena pasar tidak terikat oleh hukum fisik yang menghalangi harga untuk menembus level tertentu.

Mari kita lihat contoh dari level support. Ketika harga secara konsisten memantul dari area tertentu di mana aset dibeli, rentang support terbentuk. Para pedagang yang berusaha mendorong harga lebih rendah tidak berhasil, sehingga harga kemudian memantul kembali ke atas, potensial memulai uptrend baru.

Harga memantul di area support sebelum breakout.
Harga memantul di area support sebelum breakout.

Sekarang, mari kita amati level resistance. Pada saat harga berada dalam tren turun, namun setiap kali mencoba untuk rebound, harga gagal menembus area yang sama beberapa kali. Inilah yang kemudian membentuk level resistance karena pembeli tidak mampu mendorong harga lebih tinggi, sehingga tren turun tetap berlanjut.

Harga tidak mampu menembus area resistance.
Harga tidak mampu menembus area resistance.

Bagaimana Trader Menggunakan Level Support dan Resistance?

Para analis teknikal menggunakan level support dan resistance untuk mengidentifikasi area-area penting pada chart harga. Kedua level ini menandakan kemungkinan reversal atau jeda dalam tren yang sedang berlangsung.

Peran psikologi pasar sangat penting dalam pembentukan support dan resistance karena para pedagang dan investor cenderung mengingat level harga yang signifikan dan berperan dalam aktivitas perdagangan. Area support dan resistance yang ditandai secara jelas sering kali menarik minat banyak pedagang, sehingga meningkatkan likuiditas pasar.

Support dan resistance juga merupakan konsep kunci dalam manajemen risiko. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengkonfirmasi zona-zona ini secara konsisten dapat membuka peluang perdagangan yang menguntungkan. Ketika harga mencapai area support atau resistance, ada dua kemungkinan yang mungkin terjadi: Hakan memantul dari area tersebut atau menembusnya dan melanjutkan pergerakan tren ke arah berikutnya.

Memasuki perdagangan di sekitar level support atau resistance sering kali merupakan strategi yang menguntungkan karena memungkinkan penempatan order stop-loss yang relatif dekat. Dengan demikian, jika harga kemudian melawan posisi perdagangan yang diambil, kerugian yang dialami dapat diminimalkan.

ndeks US Dollar (DXY) berbalik sebelum mencapai 100.
Indeks US Dollar (DXY) berbalik sebelum mencapai 100.

Selain itu, penting untuk memperhatikan bagaimana level support dan resistance bereaksi terhadap perubahan konteks. Sebagai aturan umum, area support yang telah ditembus dapat berubah menjadi resistance ketika diuji kembali, dan sebaliknya. Pola ini dikenal sebagai support-resistance flip, dan pengujian ulang area tersebut dapat memberikan peluang yang menguntungkan untuk memasuki posisi perdagangan.

Keberhasilan dalam memahami dan menggunakan level support dan resistance juga bergantung pada kekuatan masing-masing level tersebut. Semakin sering harga menguji ulang area support atau resistance, semakin besar kemungkinan level tersebut untuk ditembus. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan sejarah harga yang relevan dan menganalisis kekuatan dan kelemahan setiap level support dan resistance.

Jenis-jenis Support dan Resistance

Selain dari support dan resistance yang muncul secara alami dari aktivitas harga, ada juga jenis-jenis lain yang didasarkan pada faktor-faktor psikologis atau indikator teknikal. Salah satu jenisnya adalah support dan resistance psikologis, yang tidak selalu terkait dengan pola teknikal tertentu, tetapi lebih pada bagaimana manusia cenderung memahami dan merespons angka-angka bulat atau level-level harga yang signifikan.

Garis tren juga dapat bertindak sebagai support dan resistance ketika harga bergerak dalam pola tren tertentu. Pola-pola klasik seperti garis tren naik atau turun dapat membantu pedagang mengidentifikasi area-area potensial untuk memasuki atau keluar dari posisi perdagangan.

Garis tren bertindak sebagai support dan resistance pada S&P 500.
Garis tren bertindak sebagai support dan resistance pada S&P 500.

Indikator teknikal seperti moving average juga sering digunakan sebagai support dan resistance. Moving average dapat memberikan gambaran tentang arah tren pasar dan membantu pedagang mengidentifikasi potensi titik pembalikan atau jeda dalam tren yang sedang berlangsung.

Selain itu, level-level yang dihasilkan oleh Fibonacci retracement tool juga sering digunakan sebagai support dan resistance. Level-level Fibonacci, seperti 61,8% atau 23,6%, sering kali menjadi titik-titik penting di mana harga dapat memantul atau terhenti.

Moving average 200 minggu bertindak sebagai support terhadap harga Bitcoin.
Moving average 200 minggu bertindak sebagai support terhadap harga Bitcoin.

Strategi Trading dengan Konsep Support dan Resistance

Penting untuk memahami bahwa level support dan resistance yang paling andal sering kali terjadi ketika beberapa faktor atau strategi yang berbeda bertemu, sebuah konsep yang dikenal sebagai confluence. Ketika level-level support dan resistance memenuhi berbagai kriteria yang telah kita diskusikan sebelumnya, peluang untuk perdagangan yang sukses cenderung lebih tinggi.

Sebagai contoh, ketika seorang pedagang menemukan zona support yang didukung oleh area resistance sebelumnya, moving average yang penting, dan level Fibonacci yang signifikan, peluang untuk harga memantul dari zona tersebut menjadi lebih tinggi.

Namun demikian, penting untuk diingat bahwa tidak ada jaminan bahwa level-level support dan resistance akan selalu bekerja seperti yang diharapkan. Masing-masing perdagangan memiliki risiko tersendiri, dan penting untuk selalu memperhitungkan kemungkinan berbagai skenario yang mungkin terjadi.

Penutup

Dalam perdagangan, pemahaman yang baik tentang konsep support dan resistance sangat penting. Mereka tidak hanya bertindak sebagai penanda potensi reversal atau jeda dalam tren, tetapi juga membantu para pedagang mengelola risiko dan melindungi modal mereka. Dengan memahami berbagai jenis support dan resistance, serta strategi untuk mengidentifikasi dan mengkonfirmasinya, para pedagang dapat meningkatkan peluang mereka untuk mencapai kesuksesan dalam pasar keuangan yang dinamis.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Analisis Fundamental (FA)?

Beragam alat dan metode yang digunakan oleh para trader dan investor, entah itu saham atau kripto. Secara umum, ada dua kategori teknik yang bisa kita kelompokkan: Analisis fundamental atau fundamental analysis (FA) dan analisis teknikal atau technical analysis (TA). Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang dasar-dasar analisis fundamental.

Apa itu Analisis Fundamental?

Analisis fundamental adalah cara yang digunakan oleh investor dan trader untuk menilai nilai intrinsik suatu aset atau bisnis. Mereka melakukan penilaian ini dengan mempelajari faktor-faktor internal dan eksternal dengan cermat untuk menentukan apakah aset atau bisnis yang dipertimbangkan itu dinilai terlalu tinggi (overvalued) atau terlalu rendah (undervalued). Kesimpulan dari analisis ini dapat membantu merumuskan strategi yang lebih baik untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

Misalnya, jika Anda tertarik pada suatu perusahaan, Anda bisa mempelajari hal-hal seperti pendapatan, neraca, laporan keuangan, dan arus kas perusahaan tersebut untuk menilai kesehatan keuangan mereka. Anda juga bisa melihat lebih luas ke aspek organisasi untuk melihat pasar atau industri tempat perusahaan itu beroperasi. Siapa pesaingnya? Siapa target pasar perusahaan itu? Apakah mereka memperluas jangkauan mereka? Anda bahkan bisa melihat aspek-aspek ekonomi yang lebih luas untuk melihat faktor-faktor seperti suku bunga dan inflasi.

Pendekatan yang disebutkan di atas disebut sebagai pendekatan bottom-up: Anda mulai dengan mengamati perusahaan yang Anda minati, dan kemudian memahami posisinya dalam ekonomi yang lebih luas. Namun, Anda juga bisa menggunakan pendekatan top-down, di mana Anda mulai dengan hal-hal yang lebih umum atau pandangan yang lebih luas.

Tujuan utama dari analisis ini adalah untuk memperkirakan harga saham dan membandingkannya dengan harga saat ini. Jika perkiraannya lebih tinggi dari harga saat ini, Anda mungkin menyimpulkan bahwa saham itu undervalued. Jika lebih rendah dari harga pasar, maka mungkin saham itu overvalued. Dengan data dari analisis, Anda bisa membuat keputusan apakah akan membeli atau menjual saham perusahaan tertentu.

Analisis Fundamental (FA) vs. Analisis Teknikal (TA)

Bagi trader dan investor yang baru mengenal mata uang kripto, forex, atau pasar saham, seringkali mereka bingung memilih pendekatan mana yang harus diambil. Analisis fundamental dan analisis teknikal sangat berbeda dan mengandalkan metode yang berbeda untuk menganalisis hal-hal yang berbeda. Namun, keduanya memberikan data yang relevan untuk perdagangan. Jadi, mana yang lebih baik?

Mungkin lebih masuk akal untuk melihat kelebihan dari masing-masing metode ini. Pada dasarnya, analis fundamental percaya bahwa harga saham tidak selalu mencerminkan nilai sebenarnya dari saham tersebut – ini adalah prinsip yang mendasari keputusan investasi mereka.

Di sisi lain, analis teknikal percaya bahwa pergerakan harga di masa depan dapat diprediksi dari tindakan harga dan data volume masa lalu. Mereka tidak terlalu memperhatikan faktor-faktor eksternal, dan lebih fokus pada grafik harga, pola, dan tren di pasar. Tujuan mereka adalah untuk mengidentifikasi titik-titik ideal untuk masuk dan keluar dari posisi.

Pendukung hipotesis pasar efisien percaya bahwa analisis teknikal (TA) tidak bisa secara konsisten mengungguli pasar. Mereka berpendapat bahwa pasar keuangan sudah memperhitungkan semua informasi yang diketahui tentang aset (yang “rasional”), dan data historis juga sudah diakomodasi. Versi yang “lebih lemah” dari hipotesis ini tidak menolak analisis fundamental, tetapi versi yang “lebih kuat” mengatakan bahwa secara prinsip, mustahil untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, bahkan dengan penelitian yang teliti.

Dapat dimengerti bahwa tidak ada strategi yang lebih baik secara objektif antara dua analisis ini, karena keduanya memberikan wawasan yang berharga ke berbagai bidang. Beberapa orang mungkin lebih memilih gaya perdagangan tertentu, tetapi dalam praktiknya, banyak trader menggunakan kombinasi keduanya untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas. Ini berlaku baik untuk perdagangan jangka pendek maupun investasi jangka panjang.

Indikator Populer dalam Analisis Fundamental

Kita tidak akan menemukan candlestick, MACD, atau RSI dalam analisis fundamental – sebagai gantinya, ada beberapa indikator spesifik dalam FA yang digunakan. Di bagian ini, kita akan membahas beberapa yang paling populer.

Earnings per share (EPS)

Earnings per share atau laba per saham adalah ukuran kemakmuran perusahaan, memberi tahu kita berapa banyak laba yang dihasilkan dalam setiap saham yang beredar. Perhitungannya sederhana:

(laba bersih – dividen pilihan) / jumlah saham

Misalnya, jika sebuah perusahaan tidak membayar dividen, dan laba bersihnya adalah $1 juta, dengan 200.000 saham yang beredar, maka EPSnya adalah $5. Meskipun rumusnya sederhana, EPS bisa memberi kita wawasan tentang potensi investasi. Bisnis dengan EPS yang lebih tinggi atau meningkat biasanya lebih menarik bagi investor.

Ada juga laba per saham terdilusi, yang memperhitungkan beberapa faktor yang dapat meningkatkan jumlah total saham. Misalnya, jika karyawan diberikan opsi untuk membeli saham perusahaan, jumlah saham yang lebih tinggi akan membagi laba bersih, sehingga EPS terdilusi mungkin lebih rendah dari EPS sederhana.

Seperti semua indikator, EPS sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya metrik untuk menilai investasi. Lebih baik jika digunakan bersamaan dengan indikator lainnya.

Rasio price-to-earnings (P/E)

Rasio harga terhadap pendapatan atau price-to-earnings (P/E ratio) menilai bisnis dengan membandingkan harga saham dengan EPS-nya. Rumusnya sederhana:

harga saham / pendapatan per saham

Misalnya, jika setiap saham diperdagangkan seharga $10 dan EPS adalah $5, maka rasio P/E adalah 2. Apa artinya ini? Tergantung pada hasil penelitian lebih lanjut.

Banyak investor menggunakan rasio P/E untuk menilai apakah saham itu overvalued (jika rasio lebih tinggi dari biasanya) atau undervalued (jika rasio lebih rendah). Sebaiknya membandingkan rasio P/E dengan rasio P/E dari bisnis sejenis. Aturan ini tidak selalu berlaku, jadi sebaiknya digunakan bersamaan dengan teknik analisis lainnya.

Rasio price-to-book (P/B)

Rasio harga terhadap nilai buku atau price-to-book (P/B ratio) memberi tahu kita bagaimana investor menilai perusahaan dalam hubungannya dengan nilai bukunya. Nilai buku adalah nilai bisnis seperti yang didefinisikan dalam laporan keuangan (biasanya aset dikurangi kewajiban). Rumusnya adalah:

harga per saham / nilai buku per saham

Misalnya, jika nilai buku perusahaan adalah $500.000 dan ada 200.000 saham yang beredar, maka nilai buku per saham adalah $2,5. Jika saham diperdagangkan seharga $10, rasio P/B adalah 4. Rasio di bawah 1 menunjukkan bahwa bisnis memiliki nilai lebih tinggi dari yang diakui pasar saat ini.

Rasio P/B lebih cocok untuk penilaian bisnis dengan aset fisik yang signifikan.

Rasio price/earnings-to-growth (PEG)

Rasio harga terhadap pendapatan terhadap pertumbuhan atau price/earnings-to-growth (PEG ratio) adalah perpanjangan dari rasio P/E, yang memperhitungkan tingkat pertumbuhan. Rumusnya adalah:

rasio harga terhadap pendapatan / tingkat pertumbuhan pendapatan

Tingkat pertumbuhan pendapatan adalah perkiraan pertumbuhan pendapatan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Jika kita memperkirakan pertumbuhan rata-rata 10% selama lima tahun ke depan untuk perusahaan tertentu, dan rasio harga terhadap pendapatan adalah 2, maka PEG rasionya adalah 0,2.

Rasio PEG di bawah 1 umumnya menunjukkan bahwa perusahaan tersebut undervalued, sementara di atas 1 menunjukkan overvalued.

Analisis Fundamental dan Kripto

Indikator-indikator yang disebutkan di atas mungkin tidak selalu berlaku untuk mata uang kripto. Sebaliknya, ada beberapa indikator yang digunakan oleh trader aset kripto.

Rasio network value-to-transactions (NVT)

Rasio NVT sering disebut sebagai rasio P/E-nya pasar mata uang kripto, dan telah menjadi indikator penting dalam FA kripto. Rumusnya adalah:

nilai jaringan / volume transaksi harian

NVT mencoba untuk menafsirkan nilai jaringan suatu proyek berdasarkan volume transaksi yang diprosesnya. Aset dengan rasio NVT yang lebih rendah biasanya dianggap undervalued, sementara yang lebih tinggi mungkin overvalued.

Alamat aktif

Beberapa trader menggunakan jumlah alamat aktif di jaringan untuk mengukur seberapa sering suatu proyek digunakan. Meskipun ini tidak selalu dapat diandalkan sebagai indikator tunggal, namun, itu bisa memberikan informasi tentang aktivitas jaringan.

Rasio price-to-mining-breakeven

Rasio ini digunakan untuk menilai koin-koin Proof of Work, yang ditambang oleh peserta jaringan. Ini memperhitungkan biaya yang terlibat dalam proses penambangan. Rumusnya adalah:

harga pasar koin / biaya penambangan koin

Rasio ini memberi informasi tentang kondisi jaringan blockchain saat ini. Rasio di bawah 1 menunjukkan bahwa penambangan koin itu tidak menguntungkan.

Whitepaper, tim, dan roadmap

Metode yang populer dalam menilai nilai mata uang kripto dan token melibatkan penelitian terhadap proyek tersebut. Whitepaper memberi Anda pemahaman tentang tujuan proyek, tim memberi Anda gambaran tentang kemampuan mereka, dan roadmap memberi Anda wawasan tentang apakah proyek tersebut sesuai rencana.

Pro dan Kontra Analisis Fundamental

Pro Analisis Fundamental

Analisis fundamental merupakan metode yang kuat untuk menilai bisnis dengan cara yang tidak bisa disaingi oleh analisis teknikal. Bagi investor, mempelajari berbagai faktor kualitatif dan kuantitatif adalah penting dalam perdagangan.

Siapa pun bisa melakukan analisis fundamental karena mengandalkan data bisnis yang tersedia dan teknik yang telah diuji. Namun, di pasar kripto, data mungkin tidak selalu tersedia, dan hubungan yang kuat antara aset-aset dapat membuat FA kurang efektif.

Jika dilakukan dengan benar, analisis ini bisa membantu mengidentifikasi saham yang undervalued dan siap untuk naik dari waktu ke waktu. Investor terkenal seperti Warren Buffett telah menunjukkan bahwa penelitian yang teliti bisa memberikan hasil yang luar biasa.

Kontra Analisis Fundamental

Meskipun analisis fundamental mudah dilakukan, melakukan analisis yang baik membutuhkan waktu dan pekerjaan. Menentukan “nilai intrinsik” sebuah saham memerlukan banyak pertimbangan dan proses belajar.

Analisis ini juga mengabaikan kekuatan dan tren pasar yang besar, yang bisa diidentifikasi oleh analisis teknikal. Saham yang tampaknya undervalued tidak selalu meningkat nilainya di masa mendatang.

Kesimpulan

Analisis fundamental adalah praktik mapan yang digunakan oleh banyak trader sukses. Dengan menyempurnakan strategi, investor dapat memperkirakan nilai sebenarnya dari saham, mata uang kripto, dan aset lainnya, serta memahami bisnis dan industri secara lebih baik.

Dengan menggabungkan analisis fundamental dan analisis teknikal, trader bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang aset dan bisnis mana yang dapat dimanfaatkan. Kombinasi FA dan TA sering digunakan di pasar tradisional dan kripto.

Namun, di pasar kripto, Anda harus memahami bahwa FA mungkin tidak selalu efektif. Selalu lakukan penelitian Anda sendiri, dan pastikan Anda memiliki strategi manajemen risiko yang solid.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Lebih Jauh Threshold Network (T)?

Threshold Network (T) adalah konsep yang mendukung kedaulatan pengguna di dalam ekosistem web3 melalui penerapan teknologi kriptografi ambang batas (threshold cryptography) pada jaringan node terdesentralisasi.

Saat ini, pengguna sering kali dihadapkan pada dilema antara privasi dan kenyamanan. Untuk mendapatkan layanan atau fasilitas tertentu, kita sering kali harus mengorbankan privasi dengan mengungkapkan data pribadi seperti lokasi, nomor jaminan sosial, riwayat pembelanjaan, dan lain sebagainya. Dampak dari kompromi ini bisa sangat nyata dan merugikan, seperti kebocoran data kredensial login, penyusupan ke akun bank, manipulasi jumlah penonton melalui profil data, dan algoritme yang mengenali kita lebih baik daripada diri kita sendiri. Tetapi, bagaimana jika ada cara untuk menghindari ini?

Threshold Network bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan memanfaatkan teknologi kriptografi ambang batas. Pendekatan ini memungkinkan aset digital untuk lebih bermanfaat tanpa perlu melibatkan otoritas terpusat.

Bagaimana Threshold Network Bekerja?

Teknologi kriptografi ambang batas membagi operasi sensitif ke beberapa entitas independen, seperti node dalam jaringan. Untuk berhasil melakukan operasi, dibutuhkan ambang batas atau jumlah minimum entitas yang perlu bekerja sama. Konsep ini tidak hanya meningkatkan keamanan dan ketersediaan sistem informasi, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pihak terpercaya tunggal yang bisa menyebabkan kegagalan sistem.

Meskipun ada kemungkinan adanya entitas jahat di dalam jaringan, sistem akan tetap beroperasi dengan aman selama jumlah minimum peserta yang mematuhi aturan tetap terpenuhi. Sebagai contoh, dalam sistem kustodian yang terpusat, satu entitas jahat saja sudah cukup untuk merusak keseluruhan sistem. Tetapi dengan kriptografi ambang batas, Threshold Network dapat melindungi dari titik kegagalan tunggal tersebut.

Ekosistem Threshold

Threshold Network merupakan hasil penggabungan antara NuCypher dan Keep Network, menciptakan satu jaringan terdesentralisasi yang menyediakan layanan kriptografi ambang batas bagi aplikasi web3. Layanan yang ditawarkan oleh Threshold Network termasuk layanan proxy re-encryption untuk manajemen rahasia yang dikendalikan oleh pengguna, kontrol akses dinamis, dan tBTC v2, sebuah jembatan terdesentralisasi antara Bitcoin dan Ethereum yang memungkinkan pertukaran aset secara permissionless.

Proxy Re-encryption (PRE)

Saat ini, platform Web3 yang dibangun di atas blockchain publik bisa menimbulkan risiko privasi bagi pengguna. Untuk mengatasi masalah ini, Threshold Network menawarkan solusi dalam bentuk layanan Proxy Re-encryption (PRE), yang merupakan protokol enkripsi yang memungkinkan pengguna untuk mempertahankan privasi data mereka dalam aplikasi terdesentralisasi.

PRE adalah middleware kriptografi yang memungkinkan entitas proksi untuk mengubah data terenkripsi dari satu kunci enkripsi ke kunci enkripsi lainnya tanpa mengungkapkan data teks biasa. Node dalam Threshold Network berperan sebagai entitas proksi ini dan menggunakan kriptografi ambang batas untuk mengenkripsi ulang data dengan aman dan kooperatif sesuai dengan persyaratan akses yang ditetapkan oleh pemilik data.

PRE memungkinkan pengguna untuk menyimpan data terenkripsi di mana pun, sementara mempertahankan kemampuan untuk membagikan data tersebut dan mengendalikan akses secara kriptografis. Melalui PRE, aplikasi web3 dapat menjaga privasi pengguna sambil tetap beroperasi di blockchain publik.

tBTC v2

Sebelumnya, solusi untuk menghubungkan Bitcoin ke Ethereum memerlukan pengguna untuk mempercayai pihak ketiga untuk melakukan pertukaran token. Tetapi dengan tBTC v2, sebuah jembatan terdesentralisasi sepenuhnya antara Bitcoin dan Ethereum, pengguna dapat mengakses DeFi dan aplikasi web3 lainnya tanpa perlu memercayai pihak ketiga.

tBTC v2 menggunakan sekelompok operator independen yang dipilih secara acak untuk mengamankan Bitcoin yang disetorkan melalui kriptografi ambang batas. Operator ini bekerja sama untuk mengelola akses atau tindakan apa pun terkait dengan Bitcoin pengguna. Dengan memastikan mayoritas operator setuju, tBTC v2 terhindar dari risiko kontrol tunggal atau manipulasi. Selain itu, tBTC v2 bersifat permissionless, memungkinkan akses terbuka untuk semua orang tanpa adanya batasan.

DAO Threshold dan Token T

Threshold Network dijalankan oleh komunitas dan dikelola melalui DAO, yang terdiri dari tiga cabang utama: DAO Pemilik Token, DAO Staker, dan Dewan Terpilih. Token T menggerakkan ekosistem Threshold, memungkinkan pemilik token untuk berpartisipasi dalam keputusan tata kelola dan menjalankan node terdesentralisasi di jaringan. Selain itu, terdapat juga guild yang dipimpin oleh komunitas untuk mengelola berbagai aspek dalam ekosistem Threshold.

Kesimpulan

Threshold Network memberikan layanan kriptografi ambang batas yang mendukung kedaulatan pengguna di blockchain. Dengan layanan seperti PRE dan tBTC v2, Threshold Network memungkinkan pengguna untuk mempertahankan privasi mereka sambil tetap mengakses berbagai aplikasi web3 dan DeFi. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web Threshold.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenal Kripto Aevo (AEVO): Inovasi di Dunia Derivatif Terdesentralisasi

Dalam dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi), Aevo muncul sebagai platform yang menjanjikan dengan menghadirkan solusi inovatif dalam perdagangan derivatif. Sebagai bursa derivatif terdesentralisasi (DEX), Aevo tidak hanya fokus pada opsi dan perdagangan abadi tetapi juga beroperasi di atas teknologi canggih Aevo Layer 2 (L2), yang berbasis pada Ethereum roll-up menggunakan OP Stack. Peluncurannya pada tanggal 6 Maret 2024 menandakan langkah maju dalam ekosistem DeFi, menargetkan untuk membangun aplikasi super DeFi yang dimulai dari perdagangan derivatif.

Teknologi dan Infrastruktur

Aevo L2 mendukung operasi Aevo Exchange dengan menyediakan infrastruktur yang efisien dan berbiaya rendah, menggunakan Celestia untuk Ketersediaan Data. Ini memastikan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah bagi pengguna, menambah daya tarik Aevo sebagai platform pilihan untuk perdagangan derivatif.

Produk dan Layanan

Aevo menawarkan beragam produk perdagangan, termasuk perdagangan perpetual (perps) di lebih dari 60 pasar, perdagangan opsi, dan perdagangan pra-peluncuran. Ini memberikan peluang bagi trader dari berbagai kalangan untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan instrumen finansial yang berbeda sesuai dengan strategi mereka.

  • Aevo L2: Aevo Exchange berjalan pada rantai Aevo L2, sebuah roll-up Ethereum berdasarkan OP Stack
  • Aevo Exchange: Pesanan di Aevo Exchange dikirim ke buku pesanan off-chain, tetapi diselesaikan di rantai Aevo L2.
Ilustrasi Aevo (AEVO). Sumber: Aevo.
Ilustrasi Aevo (AEVO). Sumber: Aevo.

Baca juga: Kenal Dogwifhat (WIF): Memecoin yang Menggemparkan Dunia Kripto

Token asli Aevo (AEVO) memainkan peran penting dalam ekosistem, memungkinkan pemegangnya untuk berpartisipasi dalam tata kelola jaringan, staking, dan mendapatkan diskon biaya perdagangan serta hadiah. Token ini berbasis ERC-20, dengan pasokan maksimal 1 miliar dan 110 juta token beredar per 13 Maret 2024.

Fitur Utama AEVO

  • Utilitas: AEVO dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, termasuk pembayaran, staking, dan partisipasi dalam tata kelola proyek.
  • Integrasi Dunia Nyata: Aevo bermitra dengan berbagai perusahaan dan organisasi untuk membawa kripto ke dunia nyata.
  • Ekosistem Berkelanjutan: Aevo berkomitmen untuk membangun ekosistem yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Informasi Token AEVO

  • Pasokan Maksimum: 1 miliar AEVO
  • Pasokan yang Beredar: 110 juta AEVO
  • Konsensus: Proof-of-Stake (PoS)
  • Blockchain: Ethereum

Pencapaian dan Roadmap

Sejak diluncurkannya, Aevo telah mencatat pencapaian penting seperti peluncuran perdagangan opsi ETH, perdagangan berjangka abadi, dan mencapai volume perdagangan harian hingga $1 miliar. Ke depannya, Aevo berencana untuk mengembangkan lebih lanjut fitur-fiturnya, termasuk peluncuran insentif perdagangan dan strategi Aevo, serta pembangunan ekosistem untuk Aevo L2.

Kolaborasi Strategis

Aevo berkolaborasi dengan Socket, Conduit, dan Celestia untuk mendukung fungsi-fungsi kritis seperti penyetoran dan penarikan lintas rantai serta ketersediaan data, menunjukkan komitmen Aevo untuk menyediakan solusi perdagangan derivatif yang terintegrasi dan efisien.

Kesimpulan

Aevo menawarkan pendekatan baru dalam perdagangan derivatif terdesentralisasi dengan memanfaatkan teknologi canggih dan menyediakan berbagai produk perdagangan. Dengan infrastruktur yang kuat, ekosistem ekonomi yang merangsang partisipasi pengguna, dan rencana pengembangan yang ambisius, Aevo berpotensi menjadi pemain kunci dalam ekosistem DeFi, mendorong inovasi dan kemudahan akses ke perdagangan derivatif untuk semua.

Aset kripto Aevo (AEVO) dengan pasangan trading USDT, BNB & BTC (AEVO/USDTAEVO/BNB, & AEVO/BTC) Perdagangan ini akan tersedia mulai tanggal 13 Maret 2024 pukul 17.00 WIB.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com