Tag: Altcoin Season Index

  • Pasca Likuidasi Massal, Pasar Berbalik Arah, Altcoin Siap Balas Dendam?

    Setelah salah satu peristiwa likuidasi terbesar tahun ini, pasar kripto kini menunjukkan tanda-tanda perubahan arah. Altcoin Season Index turun tajam ke level 35/100, menandakan bahwa dominasi Bitcoin masih kuat, namun arus modal mulai bergerak ke aset berisiko lebih tinggi.

    Setelah Likuidasi $19 Miliar, Altcoin Mulai Bangkit

    Dilaporkan AMBCrypto, dalam waktu 24 jam, lebih dari $19 miliar posisi leverage dilikuidasi, menghapus 1,6 juta trader dari pasar. Kapitalisasi total pasar kripto (tidak termasuk BTC dan ETH) sempat jatuh bebas, sebelum akhirnya stabil di kisaran $1 triliun.

    Menariknya, menurut Joao Wedson, CEO Alphractal, dana yang sebelumnya terperangkap di Bitcoin kini “mengalir cepat ke altcoin lainnya.”

    Jika tren ini berlanjut, minggu depan bisa menjadi awal dari lonjakan altcoin tak terduga, seiring para trader mencari peluang baru setelah badai likuidasi.

    Dominasi Bitcoin Mulai Mendingin

    Metrik Altcoin Season Index pada 14 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 14 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Dominasi Bitcoin Kembali Menguat, Altcoin Season Mulai Memudar!

    Dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) merosot ke 60,45%, turun tajam dari lonjakan awal pekan ini. Ini menjadi sinyal bahwa sebagian trader mulai beralih dari Bitcoin dan kembali mengeksplorasi altcoin.

    Penurunan dominasi ini penting: bila tren berlanjut, likuiditas dari Bitcoin dapat mengalir ke aset lain, membuka ruang bagi reli altcoin yang lebih kuat dalam beberapa pekan mendatang.

    Ethereum Menjadi Pemimpin Pemulihan

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 14 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 14 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sebagai altcoin terbesar di pasar, Ethereum (ETH) tampaknya kembali mengambil peran sebagai barometer utama. Awal pekan ini, perusahaan mining besar Bitmine dilaporkan membeli ETH senilai $480 juta, menarik lebih dari 128.000 ETH dari bursa seperti FalconX dan Kraken.

    Langkah besar ini menandakan kepercayaan investor institusional terhadap potensi pemulihan pasar altcoin. Meskipun Altcoin Season Index masih berada di 47, tanda-tanda awal akumulasi mulai terlihat.

    Jika Ethereum terus memimpin arus masuk modal, ini bisa menjadi sinyal awal kebangkitan altcoin yang lebih luas, dan mungkin awal dari “mini altcoin season” berikutnya.

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indeks Altcoin Sentuh 46, Likuiditas Turun, ETF Solana Jadi Katalis?

    Sinyal awal musim altcoin mulai muncul. Menurut data terbaru dari CoinMarketCap (CMC), Altcoin Season Index kini berada di angka 46, mendekati ambang batas penting yang menandakan potensi pergeseran dominasi pasar dari Bitcoin ke altcoin.

    Dilaporkan AMBcrypto, indeks ini digunakan untuk mengukur momentum pasar dengan meninjau performa 100 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. Ketika indeks melampaui angka 75, pasar umumnya dianggap telah memasuki altcoin season, fase di mana sebagian besar altcoin mengungguli Bitcoin. Namun, dengan posisi saat ini di 46, pasar masih berada dalam fase transisi yang penuh kehati-hatian.

    Metrik Altcoin Season Index pada 10 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 10 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Dominasi Bitcoin Stagnan, ETH Didorong Jadi Pemimpin Rotasi

    Analis dari Swissblock mencatat bahwa dominasi Bitcoin (BTC) saat ini masih terkonsolidasi di bawah 60%, menandakan potensi bagi Ethereum (ETH) untuk memimpin pergerakan berikutnya.

    “Jika dominasi BTC tetap datar di bawah 60%, likuiditas berpeluang mengalir ke altcoin, dan ini saatnya ETH menunjukkan kepemimpinannya,” jelas laporan Swissblock.

    Seperti siklus sebelumnya, reli pasangan ETH/BTC sering menjadi sinyal awal dari dimulainya musim altcoin. Namun, sejak akhir Agustus, pasangan ini justru melemah, menghambat peluang terjadinya reli luas di pasar altcoin.

    Likuiditas Jadi Kunci: Perhatikan Dominasi USDT

    Selain dominasi Bitcoin, faktor likuiditas stablecoin juga menjadi indikator utama.
    Antara April hingga Agustus 2025, dominasi USDT turun dari 6% ke 4%, dan mendorong reli besar-besaran altcoin, termasuk lonjakan spektakuler pada Hyperliquid (HYPE).

    Namun sejak akhir Agustus, dominasi USDT kembali naik ke 4,5%, sebelum melemah sedikit ke 4,3%.

    Kenaikan dominasi stablecoin ini mencerminkan kewaspadaan investor yang memilih menahan posisi dalam USDT dibanding beralih ke altcoin.

    “Untuk membuka peluang breakout musim altcoin, dominasi USDT idealnya turun lagi ke kisaran 4% atau lebih rendah,” kata laporan tersebut.

    Baca juga: Altcoin Season 2025: Bukan di Blockchain, Tapi di Bursa Saham

    ETF Altcoin Bisa Jadi Pemicu Lonjakan Berikutnya

    Analis Swissblock, Henrik Zeberg, menilai bahwa fase baru reli altcoin bisa terjadi dalam empat minggu ke depan, bertepatan dengan kemungkinan persetujuan ETF altcoin oleh otoritas AS untuk proyek seperti Solana (SOL), Ripple (XRP), dan Cardano (ADA).

    Zeberg menilai bahwa faktor makro seperti ETF baru, peningkatan volume perdagangan DeFi, serta tren rotasi likuiditas dapat menjadi katalis utama untuk mendorong altcoin keluar dari fase konsolidasi.

    Namun, analis CryptoQuant, JA Maartunn, memberi catatan penting: open interest altcoin kini telah menembus $70 miliar, melampaui $43 miliar milik BTC. Kondisi serupa pernah terjadi pada akhir 2024 — diikuti oleh penurunan 30% Bitcoin yang mengakhiri reli altcoin kala itu.

    “Kondisi open interest yang terlalu panas sering menjadi tanda pasar sedang jenuh dan butuh koreksi,” tulis Maartunn.

    Sinyal Awal Sudah Ada, Tapi Hati-Hati Overheat

    Dengan Indeks Musim Altcoin CMC di level 46, pasar menunjukkan tanda-tanda kesiapan menuju fase altcoin, tetapi masih dibayangi oleh kehati-hatian investor dan potensi koreksi jangka pendek.

    Jika dominasi BTC tetap stabil di bawah 60%, USDT turun di bawah 4%, dan ETF altcoin disetujui, maka Oktober hingga November 2025 bisa menjadi periode penting untuk memulai reli baru di pasar altcoin, dengan ETH berpotensi menjadi pemimpin utamanya.

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dominasi Bitcoin Kembali Menguat, Altcoin Season Mulai Memudar!

    Pasar kripto kembali menunjukkan pergeseran menarik. Altcoin Season Index kini turun ke level 45, menandakan investor mulai kembali berpihak pada Bitcoin setelah periode panjang dominasi altcoin.

    Data terbaru juga menunjukkan tren penurunan yang konsisten, dari 72 sebulan lalu, 63 minggu lalu, hingga 40 kemarin, sebelum akhirnya sedikit naik ke 45 hari ini. Pergerakan ini mengindikasikan pasar sedang berada dalam fase transisi dari euforia altcoin menuju masa penguatan Bitcoin.

    Memahami Altcoin Season Index

    Altcoin Season Index digunakan untuk menilai seberapa banyak altcoin yang mengungguli performa Bitcoin dalam periode tertentu. Ketika nilainya berada di atas 75, pasar biasanya berada dalam “altcoin season,” yaitu masa di mana token-token selain Bitcoin mendominasi.

    Namun dengan angka yang kini hanya 45, pasar menunjukkan bahwa Bitcoin kembali memimpin, sementara altcoin kehilangan sebagian besar momentumnya. Bagi banyak investor, ini menjadi sinyal untuk kembali mencari stabilitas di aset utama kripto tersebut.

    Metrik Altcoin Season Index pada 13 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 13 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Pola Historis: Bitcoin Naik, Altcoin Menyusul

    Dilaporkan OneSafe, sejarah pasar kripto memperlihatkan pola yang berulang: setiap kali dominasi Bitcoin meningkat, fase konsolidasi altcoin pun terjadi. Namun setelah Bitcoin mencapai puncaknya, altcoin sering kali mengalami reli besar. Contoh paling nyata terjadi pada akhir 2017 dan pertengahan 2021, ketika lonjakan Bitcoin diikuti oleh ledakan harga altcoin. Dengan tren indeks saat ini yang menurun, bisa jadi pasar sedang membangun fondasi menuju fase altcoin berikutnya.

    Baca juga: Aster dan SKYAI Bersaing Sengit! Ini Daftar Altcoin Paling Panas Hari Ini

    Bitcoin Kokoh dengan Kapitalisasi $2,29 Triliun

    Menurut data terbaru dari CoinMarketCap, Bitcoin kini memiliki kapitalisasi pasar sebesar $2,29 triliun dan mendominasi 58,79% dari total pasar kripto. Meski harga sempat terkoreksi sekitar 6% dalam sepekan terakhir, Bitcoin tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan makroekonomi global. Sementara itu, banyak altcoin besar berjuang mempertahankan minat investor, menunjukkan bahwa pasar saat ini lebih condong ke arah Bitcoin Season.

    Masih Ada Harapan untuk Altcoin

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 13 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 13 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meskipun tren jangka pendek tampak menantang, para analis percaya kebangkitan altcoin belum sepenuhnya berakhir. Jika dominasi Bitcoin nantinya turun kembali ke kisaran 40–50%, sektor-sektor seperti DeFi, NFT, dan proyek blockchain inovatif berpotensi kembali memimpin pergerakan pasar. Pola historis menunjukkan bahwa setiap kali pasar memasuki fase “Bitcoin Season,” biasanya hal itu diikuti oleh peluang besar bagi altcoin dengan fundamental kuat.

    Strategi untuk Investor

    Investor disarankan untuk tetap berhati-hati namun oportunis. Saat ini, pendekatan yang seimbang antara Bitcoin sebagai aset defensif dan altcoin berpotensi tinggi dapat menjadi strategi paling efektif. Memantau pergerakan Altcoin Season Index menjadi kunci untuk memahami kapan momentum akan beralih kembali ke altcoin.

    Siapkah Pasar Menuju Fase Berikutnya?

    Penurunan Altcoin Season Index ke level 45 menunjukkan pergeseran nyata menuju dominasi Bitcoin. Namun sejarah membuktikan bahwa fase seperti ini sering kali menjadi awal dari kebangkitan altcoin berikutnya. Investor yang cermat akan melihat ini bukan sebagai akhir, melainkan awal dari siklus baru di pasar kripto.

    Apakah Anda akan tetap bersama Bitcoin, atau mulai mengintai peluang di altcoin sebelum semuanya terlambat?

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Season Kandas: Indeks Turun ke 33, BTC dan ETH Terjun Bebas!

    Pasar kripto kembali berguncang hebat, altcoin season kandas? Harga Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin anjlok tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran terhadap Tiongkok. Sentimen ini langsung memicu kepanikan dan mendorong investor berbondong-bondong menjual aset kripto mereka.

    Menurut data CoinMarketCap, Bitcoin (BTC) terjun ke level $104.000, menghapus hampir seluruh kenaikan “Uptober” yang sempat membawa harga ke rekor tertinggi baru (ATH) di atas $126.000. Ethereum (ETH) ikut terjun ke $3.400, sementara Dogecoin (DOGE) jatuh bebas hingga menembus $0,11, jauh di bawah level psikologis $0,20.

    Dampak Cuitan Trump: Dari Perang Dagang ke Krisis Kripto

    Dilaporkan Tradingview, gejolak ini bermula dari unggahan Trump di platform Truth Social, di mana ia menyatakan bahwa AS akan mengenakan tarif 100% terhadap semua produk Tiongkok mulai 1 November, serta menerapkan kontrol ekspor terhadap perangkat lunak penting dari negara tersebut.

    Langkah tersebut memicu ketakutan akan perang dagang besar-besaran, yang langsung berdampak pada pasar saham dan kripto. Bitcoin yang sempat stabil di kisaran $116.000 langsung jatuh begitu pengumuman itu dirilis. Ethereum dan Dogecoin pun mengikuti tren negatif, memperdalam koreksi pasar kripto global.

    Altcoin Season Resmi Tamat?

    Metrik Altcoin Season Index pada 11 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 11 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Indeks Altcoin Season Index kini berada di level 33/100, menandakan bahwa dominasi pasar beralih kembali ke Bitcoin Season.

    • Kemarin: 35
    • Minggu lalu: 61
    • Sebulan lalu: 65

    Penurunan drastis ini menunjukkan bahwa sebagian besar altcoin kini tertinggal jauh dari performa Bitcoin, sinyal kuat bahwa fase “musim altcoin” telah berakhir untuk sementara waktu.

    Baca juga: Altcoin Season 2025: Bukan di Blockchain, Tapi di Bursa Saham

    $20 Miliar Menguap: Likuidasi Terbesar Sejak FTX dan COVID Crash

    Data dari CoinGlass mengungkapkan bahwa lebih dari $20 miliar likuidasi terjadi dalam 24 jam terakhir, menjadikannya salah satu peristiwa likuidasi terbesar dalam sejarah kripto, bahkan melebihi kehancuran pasar akibat pandemi COVID-19 dan kebangkrutan FTX.

    Likuidasi besar-besaran ini dipicu oleh penurunan mendadak harga Bitcoin dan Ethereum, yang menyeret altcoin lain seperti Dogecoin, Solana, dan XRP ke zona merah.

    Rumor dan Spekulasi: Bursa Kripto Jadi Biang Kerok?

    Salah satu pendiri BitMEX, Arthur Hayes, menuding bahwa bursa kripto (CEX) mungkin berperan dalam penurunan ini. Dalam unggahannya di platform X (Twitter), Hayes menyebut bahwa likuidasi otomatis agunan dari posisi margin silang di beberapa bursa besar bisa menjadi pemicu kejatuhan harga altcoin secara serentak.

    “Rumornya, posisi margin silang dari CEX besar dilikuidasi otomatis. Itulah sebabnya banyak altcoin ambruk bersamaan,” tulis Hayes.

    “Selamat bagi mereka yang berani membeli di bawah, kemungkinan besar kita tak akan melihat harga seperti itu lagi untuk altcoin berkualitas tinggi,” tambahnya.

    Sementara itu, analis kripto Kevin Capital menilai bahwa masalah teknis di Robinhood, Coinbase, dan Binance memperburuk keadaan. Menurutnya, banyak investor tidak bisa membeli kripto saat harga jatuh ke titik terendah, sehingga volume pembelian tidak mampu menahan tekanan jual.

    Pasar Masih Rawan, Investor Diminta Waspada

    Dengan Altcoin Season Index turun ke level terendah dua bulan terakhir dan ketegangan geopolitik yang meningkat, sentimen pasar kripto kini berada di wilayah bearish.
    Meskipun beberapa analis menyebut penurunan ini bisa menjadi peluang akumulasi jangka panjang, risiko volatilitas ekstrem masih tinggi, terutama jika kebijakan perdagangan AS–China terus memanas.

    Investor disarankan untuk memantau kondisi makroekonomi dan kebijakan global secara ketat sebelum mengambil posisi baru di pasar kripto.

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TOTAL3 Hampir Tembus! Apakah Ini Tanda Awal Altseason Berikutnya?

    Pasar kripto kembali memanas! Bitcoin (BTC) yang baru saja menembus rekor baru di $125.559 tampaknya mulai membuka jalan bagi “altcoin season” berikutnya.

    Sejumlah analis percaya bahwa grafik kapitalisasi pasar altcoin, dikenal sebagai TOTAL3, kini berada di ambang penembusan besar yang bisa memicu lonjakan harga spektakuler seperti tahun 2020.

    Sinyal Awal Altseason: Indeks Turun ke 47/100

    Data terbaru dari Altcoin Season Index menunjukkan nilai 47/100, turun dari 67 minggu lalu. Meskipun tampak melemah, penurunan ini justru menandakan fase akumulasi tenang sebelum ledakan besar. Trader mulai mengalihkan perhatian dari Bitcoin ke altcoin, menantikan fase parabolik berikutnya.

    Metrik Altcoin Season Index pada 9 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 9 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Kilas Balik: Ketika TOTAL3 Memicu Reli 1.000% di 2020

    Dilaporkan Coinpedia, analis terkenal Bull Theory menyoroti kemiripan struktur pasar saat ini dengan awal altseason legendaris tahun 2020–2021.

    Kala itu, grafik TOTAL3 (yang menghitung kapitalisasi pasar semua kripto kecuali Bitcoin dan Ethereum) membentuk basis selama hampir dua tahun. Begitu breakout terjadi, pasar melonjak 1.000% dalam waktu kurang dari setahun, menciptakan gelombang keuntungan besar di seluruh altcoin — dari Ethereum hingga proyek-proyek DeFi baru.

    Persiapan 2025: Pola Sama, Skala Lebih Besar

    Kini di tahun 2025, pola yang sama tampak kembali terbentuk.
    TOTAL3 telah membangun struktur multi-tahun dengan higher lows, menandakan bahwa pembeli institusional dan ritel diam-diam mengakumulasi altcoin. Level kunci yang kini diamati para analis berada di $1,2 triliun, sementara TOTAL3 saat ini berada tepat di bawahnya, sekitar $1,14 triliun.

    “Jika TOTAL3 menembus level $1,2 triliun, kita bisa melihat kapitalisasi pasar altcoin melonjak ke $5–$7 triliun. Itu akan menjadi altseason sejati,” kata Bull Theory.

    Baca juga: Altcoin Season 2025: Bukan di Blockchain, Tapi di Bursa Saham

    Faktor Pendukung: Likuiditas, ETF, dan Regulasi

    Kondisi makro pasar saat ini juga memperkuat peluang altcoin.
    Likuiditas global meningkat seiring pelonggaran kebijakan moneter di AS, Jepang, dan China, sementara regulasi aset digital mulai lebih jelas di banyak negara.

    Selain itu, ETF Ethereum (ETH) mulai menyerap miliaran dolar dana institusi, sebuah tanda bahwa minat terhadap altcoin besar terus meningkat.

    Saat Bitcoin mendominasi likuiditas di level tertinggi, modal diperkirakan akan segera bergeser ke altcoin — seperti pola yang terjadi setiap kali BTC mencapai puncaknya dalam siklus pasar sebelumnya.

    Ethereum Siap Jadi Pemicu Utama

    Menurut analis kripto Moustache, fase ini bukan penurunan, melainkan konsolidasi sebelum ledakan.

    Ia menambahkan: “Begitu Ethereum menembus di atas $5.000, siklus super altcoin bisa dimulai kapan saja.”

    Dengan Ethereum yang bersiap menembus level psikologis besar dan TOTAL3 berada tepat di ambang breakout, banyak yang percaya bahwa awal Altseason 2025 hanya tinggal menghitung hari.

    Grafik, data, dan sentimen pasar semuanya menunjuk ke arah yang sama, altcoin season berikutnya mungkin sudah di depan mata.

    Setiap lonjakan di TOTAL3 berpotensi menjadi pemicu besar yang mengantarkan pasar ke siklus pertumbuhan paling agresif sejak 2020.

    Apakah kamu sudah siap menghadapi Altseason 2025?

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Season 2025: Bukan di Blockchain, Tapi di Bursa Saham

    Para penggemar kripto mungkin masih menunggu datangnya “altcoin season”, masa di mana token-token alternatif melonjak gila-gilaan setelah reli Bitcoin. Namun, menurut analis pasar Alana Levin, mantan rekan Boston Consulting Group (BCG) dan kini mitra investasi di Variant Fund, musim altcoin kali ini justru terjadi di Wall Street, bukan di blockchain.

    Levin menyebut bahwa “musim altcoin” tahun ini tidak terjadi pada token-token kripto, melainkan pada saham-saham perusahaan kripto yang diperdagangkan secara publik seperti Coinbase, Robinhood, Galaxy Digital, hingga Circle.

    “Modal institusional saat ini mendominasi, dan mereka lebih nyaman masuk lewat ekuitas yang teregulasi ketimbang membeli token altcoin langsung,” jelas Levin.

    Modal Institusional Kuasai “Musim Altcoin” Baru

    Biasanya, setelah reli Bitcoin, investor ritel akan mengalihkan keuntungan ke altcoin — menciptakan rotasi modal yang memicu lonjakan harga di pasar. Namun, pola klasik itu kini berubah.

    Dilaporkan BeInCrypto, dominasi Bitcoin masih tinggi di 58%, naik sejak November 2022, dan belum menunjukkan tanda-tanda menurun. Sementara itu, institusi besar justru menyalurkan dana ke saham kripto teregulasi, bukan ke token on-chain.

    Persetujuan ETF Bitcoin dan Ethereum, serta dorongan tokenisasi aset dari Nasdaq dan proyek “Project Crypto” dari SEC AS, membuat ekuitas kripto menjadi instrumen legal dan aman bagi lembaga keuangan besar.

    “Membeli altcoin langsung bisa berada di luar mandat investasi institusi. Tapi membeli saham seperti Coinbase atau Circle? Itu sudah masuk dalam kerangka kerja mereka,” tambah Levin.

    Metrik Altcoin Season Index pada 8 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 8 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Altcoin Season Makin Dekat? Indeks Capai 68 Saat Bitcoin Tembus $120K

    Data Bicara: Saham Kripto Ungguli Token

    Statistik tahun 2025 mendukung klaim tersebut. Saham-saham kripto mencatatkan kinerja yang jauh lebih fantastis dibandingkan token digital:

    • Coinbase (COIN): naik 53%
    • Robinhood (HOOD): melonjak 299%
    • Galaxy Digital (GLXY): meningkat 100%
    • Circle (CRCL): meroket 368% sejak IPO Juni 2025

    Sebagai perbandingan, Bitcoin hanya naik 31%, Ethereum 35%, dan Solana 21% sepanjang tahun.

    Menurut Jon Ma, CEO Artemis, ini bukan hanya euforia pasar, melainkan juga fundamental bisnis yang kuat. Coinbase melaporkan laba bersih sekitar $1,5 miliar, dan Robinhood mencapai $1,2 miliar per tahun, angka yang belum bisa disaingi proyek blockchain mana pun.

    “CeFi saat ini jauh mengungguli DeFi dalam hal performa dan profitabilitas,” kata Ma. “Kebanyakan aktivitas ritel kripto masih terjadi di platform terpusat seperti Coinbase dan Robinhood.”

    Ekuitas Kripto Meniru Pola “Altseason” Klasik

    Menariknya, Levin menilai reli saham kripto ini meniru pola klasik musim altcoin — di mana hanya segelintir proyek yang benar-benar menarik arus modal besar.

    “Di siklus awal kripto, hanya puluhan token yang mendominasi. Sekarang, hal yang sama terjadi di pasar saham: hanya beberapa perusahaan kripto publik yang menjadi pusat perhatian investor,” tulis Levin.

    Ia juga memperkirakan akan ada rotasi dalam ekuitas, seperti pergeseran minat dari penerbit stablecoin ke bursa aset digital, layaknya tren token yang berubah dari DeFi ke koin AI atau gaming.

    Dengan semakin banyaknya IPO perusahaan kripto yang akan datang, fenomena ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan.

    Kesimpulan: “Musim Altcoin” Sudah Tiba Tapi Tak Seperti yang Kita Kira

    Baik Levin maupun Ma sepakat bahwa pusat gravitasi pasar kripto telah bergeser.
    Institusi kini menjadi kekuatan utama, dan mereka memilih jalan yang lebih aman: ekuitas teregulasi di Wall Street.

    Jadi, meskipun banyak trader masih menunggu altseason di pasar token, musim alternatif sebenarnya sudah berlangsung, hanya saja terjadi di bursa saham, bukan di blockchain.

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indeks Altcoin Sentuh 59, Tanda Bull Run Baru Sudah Dimulai?

    Indikasi pergantian momentum semakin kuat. Altcoin Season Index kini berada di level 59, menandakan fase bullish yang solid dan potensi besar bagi Ethereum serta token-token lain di bawahnya.

    “Musim altcoin kali ini bukan hanya tentang euforia, tapi juga tentang kepercayaan dan transparansi yang belum pernah ada sebelumnya,” tambah Analis kripto veteran, Mags.

    “Ethereum sedang menguji puncak historis, sementara kapitalisasi pasar altcoin mencetak rekor baru. Volume perdagangan juga mulai beralih ke token yang lebih kecil,” katanya.

    Altcoin utama seperti XRP, Solana (SOL), Binance Coin (BNB), Cardano (ADA), dan Dogecoin (DOGE) mulai menunjukkan pergerakan kuat, sinyal klasik bahwa Altseason sudah mulai menghangat.

    Metrik Altcoin Season Index pada 7 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 7 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Altcoin Season Makin Dekat? Indeks Capai 68 Saat Bitcoin Tembus $120K

    Bitcoin Cetak Rekor, Tapi Momentum Mulai Menipis

    Bitcoin memang baru saja memecahkan rekor baru di $125.500, tapi sinyal di pasar menunjukkan bahwa giliran altcoin bersinar sudah tiba.

    Bitcoin (BTC), sang raja kripto, kembali membuat sejarah dengan menembus level $125.500, rekor tertinggi sepanjang masa yang menegaskan dominasi aset ini di pasar. Namun, analis veteran Mags menilai bahwa reli Bitcoin mungkin mulai mendekati batasnya.

    Menurutnya, kenaikan BTC selanjutnya akan terbatas, sementara peluang besar justru muncul dari altcoin yang masih tertinggal jauh dari puncak historisnya. Berdasarkan pola pergerakan sebelumnya, Mags memperkirakan Bitcoin dapat mencapai puncak di kisaran $154.000–$207.000 sebelum momentum pasar beralih ke altcoin.

    Mags, yang pertama kali membeli Bitcoin di harga $16.200 dan kini menikmati kenaikan lebih dari 670%, mengaku akan menjual sekitar 20% kepemilikannya, bukan karena pesimis, melainkan karena melihat potensi lebih besar di pasar altcoin.

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Season Makin Dekat? Indeks Capai 68 Saat Bitcoin Tembus $120K

    Pasar kripto kembali memanas! Bitcoin baru saja menembus level psikologis US$120.000, namun sorotan utama justru datang dari Altcoin Season Index yang kini berada di level 67. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa modal mulai berotasi ke altcoin, dan peluang altcoin season semakin nyata.

    Bitcoin Masih Jadi Pemimpin, Tapi Altcoin Menggeliat

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kenaikan BTC ke atas US$121.000 didorong oleh arus masuk besar dari ETF, dengan BlackRock menambahkan lebih dari 3.451 BTC senilai US$412 juta. Ethereum juga tak mau kalah dengan tambahan 14.864 ETH oleh Fidelity. Namun, meski Bitcoin masih memimpin reli, pasar mulai memperhatikan pergerakan altcoin.

    Altcoin Season Index, indikator yang mengukur dominasi altcoin dibanding Bitcoin—sudah di level 67, mendekati ambang 75 yang menandai “altcoin season penuh.” Artinya, investor mulai melirik aset selain BTC untuk mencari potensi imbal hasil lebih besar.

    Metrik Altcoin Season Index pada 3 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 3 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Altcoin Season Index Sentuh Zona 63, Beri Sinyal Awal Bullish?

    Lonjakan Altcoin & Meme Coin

    Dilaporkan 99Bitcoins, beberapa altcoin mulai mencuri perhatian:

    • Avalanche (AVAX) makin ramai dibicarakan setelah entitas terkait AVAT mengumumkan merger senilai US$675 juta untuk rencana listing di Nasdaq pada 2026.
    • Meme coin kembali bikin heboh:
      • SPX6900 melonjak 31% hanya dalam dua hari.
      • Useless Coin (USELESS) naik 57% dalam sepekan dengan volume perdagangan mencapai US$76 juta.
      • Token baru bernama “4” di BSC sempat mencapai kapitalisasi US$190 juta hanya dalam hitungan hari.

    Semua ini menunjukkan bahwa pasar altcoin bukan sekadar ikut-ikutan reli Bitcoin, melainkan mulai membangun momentum sendiri.

    Whales Masuk ke ASTER

    Selain itu, aksi paus juga memperkuat sentimen positif. Dalam 24 jam terakhir, seorang whale membeli 2,74 juta ASTER senilai US$5 juta, meningkatkan total kepemilikannya menjadi lebih dari 3 juta ASTER. Langkah ini memicu spekulasi bahwa altcoin tersebut bisa menjadi salah satu kuda hitam di awal Oktober.

    Kesimpulan: Altcoin Season Tinggal Selangkah Lagi?

    Dengan Altcoin Season Index di 67, tren jelas mulai bergeser. Bitcoin mungkin masih jadi primadona di Oktober, tapi jika tren berlanjut, altcoin bisa segera mengambil alih spotlight. Investor kini menunggu, apakah angka indeks akan menembus 75 dalam waktu dekat, sinyal resmi dimulainya altcoin season yang selalu ditunggu para trader.

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus US$ 100.000, Ini Pemicunya


    Jakarta

    Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan rekor baru tembus US$ 100.000. Momentum ini dinilai menunjukkan level resistensi psikologis, sekaligus membentuk level support baru yang kuat.

    CEO INDODAX Oscar Darmawan mengatakan hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan politik dan meningkatnya adopsi institusional dan pola musiman seperti Santa Claus Rally.

    “Kenaikan Bitcoin ke harga US$ 100.000 menandai tonggak sejarah dalam perjalanan pasar aset kripto. Ini adalah bukti nyata dari meningkatnya kepercayaan terhadap teknologi blockchain dan adopsi aset digital secara global. Pasar kripto kini menjadi instrumen investasi keuangan yang semakin diakui, baik oleh investor ritel maupun institusi besar,” ujar Oscar dalam keterangan resmi, Jumat (6/12/2024).


    Selain Bitcoin, Altcoin seperti Ethereum (ETH), Ripple (XRP) dan Solana (SOL) juga mencatatkan kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

    Altcoin Season Index berada di angka 80, mengonfirmasi bahwa Altcoin Season tengah berlangsung.

    “Angka ini mencerminkan semakin banyaknya Altcoin yang menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan Bitcoin dalam periode 90 hari terakhir. Ethereum, Ripple, dan Solana adalah contoh utama yang semakin menarik perhatian investor,” tutur Oscar.

    Berdasarkan catatan INDODAX, Ethereum kini diperdagangkan di atas US$ 3.900, didukung oleh lonjakan minat institusional dan peningkatan volume pada pasar berjangka yang mencapai US$ 25 miliar atau sekitar 5% dari total market cap Ethereum.

    Kemudian Ripple (XRP) mengalami lonjakan dari US$ 0,5 di 1 November 2024, lalu sempat naik hingga US$ 2,9 pada 3 Desember 2024.

    Lalu Solana (SOL) juga menjadi sorotan, di mana koin ini mencatatkan harga di atas US$ 240 dengan pertumbuhan hampir 100% dari Oktober-November 2024.

    Dengan peningkatan volume perdagangan dan sentimen positif menjelang tahun baru, Oscar melihat momentum ini akan berlanjut hingga 2025. Meski begitu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian mengingat volatilitas pasar kripto sangat tinggi.

    “Sejarah menunjukkan bahwa periode akhir tahun sering kali didorong oleh optimisme yang lebih besar dan ini terlihat jelas di pasar kripto. Dengan peningkatan volume perdagangan dan sentimen positif menjelang tahun baru, kami bisa melihat momentum ini berlanjut hingga 2025,” terang Oscar.

    (aid/hns)



    Sumber : finance.detik.com