Tag: altcoin

  • Fungsi OpenClaw: Digunakan untuk Apa di Ekosistem Web3?

    Kebanyakan AI yang kamu pakai hari ini seperti ChatGPT, Gemini, atau mungkin Grok, semuanya bekerja dengan pola yang sama yakni kamu bertanya, dan mereka jawab. Sisanya, kamu perlu melakukan hal teknis seperti eksekusi secara manual.

    OpenClaw sebagai AI Agent bekerja secara berbeda, sebab berjalan sebagai proses latar belakang yang aktif terus-menerus di mesin atau server kamu. Begitu kamu mengirim perintah via chat, OpenClaw tidak hanya bisa merespons namun ia juga bisa merencanakan langkah, lalu mengeksekusinya secara langsung.

    Di dunia Web3, kemampuan eksekusi ini yang membuatnya menarik. Membuka peluang untuk trader tidak perlu lagi membuka dashboard, atau memantau pasar secara terus menerus untuk mendapatkan berita terbaru. Berikut beberapa fungsi OpenClaw yang bisa digunakan di ekosistem web3!

    Trading dan Manajemen Portofolio Otomatis

    Salah satu fungsi yang paling banyak dipakai komunitas crypto adalah mengotomasi transaksi berdasarkan kondisi yang kamu definisikan sendiri dalam bahasa biasa.

    Lewat dengan OpenClaw, kamu bisa mengirim perintah seperti: “Kalau harga ETH turun di bawah $2.000, pindahkan 30% posisiku ke USDC.” OpenClaw akan memantau harga secara terus-menerus dan mengeksekusi swap di DEX begitu kondisi itu terpenuhi, tanpa membuat kamu perlu menatap layar sepanjang hari.

    Otomasi Posisi di Prediction Market

    Di platform seperti Polymarket, kecepatan masuk posisi sering menentukan apakah kamu mendapat harga bagus atau tidak. Saat berita besar keluar, harga pasar bergerak dalam hitungan detik, dan kadang jauh lebih cepat dari kemampuan manusia untuk membaca, memutuskan, dan mengeksekusi manual.

    Dengan skill Polyclaw dari Chainstack misalnya, OpenClaw dapat memantau feed berita dan sentimen media sosial secara real-time. Begitu ia mendeteksi perkembangan relevan untuk posisi yang kamu pantau, ia mengevaluasi probabilitas dan menyesuaikan atau menutup posisi di Polymarket secara otomatis menggunakan sistem CLOB di jaringan Polygon.

    Monitoring Wallet dan Riset On-chain

    Agen OpenClaw dapat memantau wallet tertentu, melacak pergerakan dana whale, menganalisis aliran token di berbagai protokol, dan mengirimkan ringkasan laporan berkala via Telegram atau Discord. 

    Melakukan monitoring pergerakan whale di wallet tertentu, aliran dana besar ke atau dari exchange, dan perubahan posisi di protokol DeFi yang kamu pantau jadi salah satu pekerjaan yang mudah dilakukan oleh OpenClaw.

    Cara kerjanya bisa dilakukan oleh OpenClaw seperti dengan mengambil data dari API seperti CoinGecko, DeFiLlama, atau langsung dari node blockchain yang kamu konfigurasi, lalu memformatnya menjadi pesan singkat yang mudah dibaca pada waktu yang kamu tentukan.

    Bagi trader dan para pelaku industri kripto yang sering melakukan riset, ini berarti informasi market intelligence yang biasanya membutuhkan tim analitik kini bisa dijalankan oleh satu agen yang aktif 24/7.

    Yield Farming dan Manajemen Likuiditas

    Yield farming yang menguntungkan biasanya membutuhkan pemantauan konstan dan perpindahan dana yang cepat antar protokol karena yield yang berubah-ubah. Jika dilakukan secara manual, tentunya hal tersebut akan cukup melelahkan.

    OpenClaw bisa mengotomasi seluruh alur ini, misalnya dengan memantau APY di pool Aave, Compound, atau protokol lain yang kamu daftarkan. Begitu ada pool yang menawarkan yield signifikan lebih tinggi dari posisi aktifmu, ia bisa mengusulkan atau langsung mengeksekusi perpindahan dana sesuai dengan parameter risiko yang sudah kamu tentukan sebelumnya.

    Agar lebih aman, kamu bisa pastikan untuk tetap memegang kontrol penuh. OpenClaw bisa dikonfigurasi untuk selalu meminta konfirmasi manual sebelum memindahkan dana di atas jumlah tertentu, sehingga kamu tidak perlu khawatir agen bertindak terlalu jauh di luar rencana.

    Interaksi dengan NFT & Token ERC-721/1155

    Melalui skill CoinFello yang dikembangkan bersama MetaMask, agen OpenClaw dapat berinteraksi dengan NFT, seperti memantau floor price, mendeteksi listing baru di harga tertentu, hingga mengeksekusi pembelian atau penjualan otomatis.

    Banyak airdrop yang sering dijadikan lahan untuk farming oleh sebagian orang, biasanya membutuhkan interaksi rutin di puluhan wallet secara paralel. Aktifitas seperti bridging kecil, swap di DEX, interaksi dengan protokol tertentu ini jika dilakukan secara manual tentunya akan cukup memakan waktu.

    OpenClaw dapat mengotomasi seluruh rutinitas tersebut, dan karena berjalan secara lokal di device yang kamu miliki, sesi browser yang dikelolanya lebih sulit dideteksi sebagai bot dibanding skrip cloud. Kamu cukup mendefinisikan wallet mana yang ingin diaktifkan, protokol apa yang menjadi target, dan frekuensi interaksi yang diinginkan lalu biarkan OpenClaw yang mengerjakannya.

    Itu dia beberapa fungsi OpenClaw di ekosistem web3. Meskipun terlihat sangat membantu, pastikan pertimbangkan aspek keamanan dan privasi mengintegrasikannya ke rutinitas trading yang kamu miliki.

    Selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan dan pastikan gunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga Pi Network Hari Ini: Naik Tipis 1,22%, Kenaikan Lemah

    Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan tipis dalam 24 jam terakhir, naik sebesar 1,22% ke level $0,173, menurut catatan Coinmarketcap pada Sabtu (4/4).

    Meski terlihat positif, pergerakan ini belum cukup kuat untuk mengubah struktur tren secara signifikan, terutama karena tidak didukung oleh katalis fundamental maupun lonjakan volume yang berarti.

    Kenaikan Pi terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif datar. Bitcoin (BTC) sebagai acuan utama hanya naik sekitar 0,38%, sementara total kapitalisasi pasar kripto global meningkat tipis sekitar 0,28%.

    Ini menunjukkan bahwa pergerakan Pi lebih bersifat mengikuti arus pasar (beta-driven), bukan karena faktor spesifik dari proyek itu sendiri.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

    Kenaikan Tanpa Katalis Kuat

    Secara struktural, kenaikan harga Pi saat ini mencerminkan partisipasi pasar yang masih rendah.

    Tidak ada lonjakan aktivitas derivatif, rotasi sektor, atau sentimen sosial yang signifikan yang biasanya menjadi pendorong utama reli yang lebih kuat.

    Bahkan, volume perdagangan Pi justru mengalami penurunan tajam sebesar 38,88% menjadi sekitar $12,1 juta.

    Penurunan volume di tengah kenaikan harga umumnya menjadi sinyal bahwa pergerakan tersebut kurang solid dan rentan terhadap pembalikan arah.

    Dalam konteks ini, kenaikan Pi lebih mencerminkan kondisi pasar yang “naik pelan” tanpa keyakinan tinggi dari pelaku pasar.

    Level Kunci Jadi Penentu Arah

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 4 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 4 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Dari sisi teknikal, Pi saat ini berada di area krusial. Level support terdekat terlihat di sekitar $0,169, yang merupakan titik terendah dalam 24 jam terakhir.

    Selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka.

    Di sisi atas, resistance terdekat berada di kisaran $0,177, yang juga menjadi level tertinggi dalam tujuh hari terakhir.

    Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area ini dengan dukungan volume yang meningkat, maka peluang breakout akan semakin besar.

    Namun tanpa peningkatan volume yang signifikan, setiap upaya mendekati resistance berpotensi berujung pada penolakan harga.

    Ketergantungan pada Pergerakan Bitcoin

    Seperti banyak altcoin lainnya, arah pergerakan Pi sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin.

    Selama BTC mampu bertahan di atas level psikologis $66.000, kondisi pasar cenderung tetap stabil dan mendukung pergerakan naik bertahap.

    Sebaliknya, jika Bitcoin kembali melemah, Pi berisiko besar kembali masuk ke fase konsolidasi atau bahkan mengalami koreksi lanjutan.

    Hal ini menunjukkan bahwa Pi saat ini belum memiliki kekuatan independen yang cukup untuk bergerak secara signifikan tanpa dukungan pasar secara keseluruhan.

    Outlook: Netral dengan Bias Positif Tipis

    Secara keseluruhan, outlook jangka pendek Pi berada dalam kondisi netral dengan kecenderungan sedikit positif.

    Kenaikan 1,22% memang memberikan sinyal awal pemulihan, tetapi belum didukung oleh faktor-faktor penting seperti volume, katalis, atau momentum teknikal yang kuat.

    Dalam kondisi seperti ini, pasar cenderung bergerak sideways dengan volatilitas terbatas.

    Investor disarankan untuk mencermati pergerakan di sekitar level support $0,169 dan resistance $0,177 sebagai indikator arah selanjutnya.

    Jika Pi berhasil menembus resistance dengan volume yang meningkat, maka peluang untuk keluar dari fase konsolidasi akan terbuka.

    Namun jika gagal dan turun di bawah support, harga berpotensi kembali ke kisaran pergerakan sebelumnya.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,176, Gagal Tembus Resistance

    Kenaikan harga Pi Network saat ini lebih mencerminkan pergerakan pasar secara umum dibandingkan perubahan fundamental yang signifikan. Tanpa dukungan volume dan katalis yang jelas, reli ini masih tergolong rapuh.

    Bagi pelaku pasar, fokus utama saat ini adalah konfirmasi arah.

    Apakah Pi mampu mempertahankan momentum dan menembus resistance, atau justru kembali melemah mengikuti pola konsolidasi yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Volume XRP Terendah 2026, Akankah Level $1,40 Bertahan?

    Aktivitas transaksi XRP di Binance turun ke level terendah sejak pertengahan 2025, menandakan melemahnya minat jangka pendek di pasar. Kondisi ini terjadi di tengah pasar kripto yang masih bergerak tanpa arah akibat tekanan geopolitik global.

    Aktivitas XRP Turun Drastis

    Data terbaru menunjukkan bahwa dalam 30 hari terakhir, transaksi deposit XRP berada di sekitar 310.500, sementara penarikan mencapai 329.400. Selisih negatif sekitar 18.900 transaksi mencerminkan arus keluar bersih dari exchange.

    Menurut analisis CryptoQuant, penurunan ini tidak hanya menunjukkan outflow, tetapi juga penurunan signifikan dalam total aktivitas pasar. Dibandingkan periode sebelumnya di 2025 yang sempat mencatat lebih dari 6 juta transaksi dalam 30 hari, angka saat ini jauh lebih rendah.

    Minat Trading Jangka Pendek Melemah

    Penurunan aktivitas ini mengindikasikan berkurangnya minat spekulatif dan trading jangka pendek. Pasar XRP saat ini cenderung berada dalam fase stagnan, dengan tekanan beli dan jual yang sama-sama melemah.

    Kondisi ini biasanya berkorelasi dengan volatilitas yang lebih rendah, karena tidak adanya dorongan kuat dari sisi permintaan maupun penawaran.

    Baca juga: Whale XRP Tarik Rp9 Triliun dari Exchange: Sinyal Bullish Kuat!

    Outflow Bisa Jadi Sinyal Akumulasi

    Meski aktivitas menurun, dominasi penarikan dibanding deposit bisa menjadi indikasi lain. Perpindahan aset dari exchange ke wallet pribadi sering dikaitkan dengan strategi penyimpanan jangka panjang atau akumulasi.

    Hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor mungkin tetap percaya pada prospek XRP, meskipun aktivitas trading sedang lesu.

    Tekanan Harga dan Minat Institusi Masih Terbatas

    Dalam sepekan terakhir, harga XRP tercatat turun hampir 3%. Meski demikian, kapitalisasi pasarnya masih mampu melampaui BNB, dengan nilai sekitar $81 miliar.

    Di sisi institusi, ETF XRP spot hanya mencatat inflow harian kecil sebesar $64.610 pada 2 April, sementara secara mingguan masih mengalami outflow sebesar $3,56 juta. Ini menunjukkan bahwa minat investor institusi masih terbatas di tengah kondisi global yang tidak pasti.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Ripple Tetap Kuat Secara Fundamental

    Di tengah lemahnya aktivitas pasar, Ripple justru mendapatkan sentimen positif dari sisi fundamental. Lembaga pemeringkat KBRA memberikan rating BBB kepada Ripple Prime, unit broker milik Ripple.

    Penilaian ini didukung oleh pertumbuhan bisnis, ekspansi layanan, serta kekuatan finansial perusahaan yang ditopang cadangan kas besar dan kepemilikan XRP dalam jumlah signifikan.

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa penurunan aktivitas XRP mencerminkan fase konsolidasi pasar, bukan semata-mata sinyal negatif. “Turunnya transaksi menunjukkan berkurangnya aktivitas spekulatif, yang sering terjadi saat pasar memasuki fase menunggu arah baru,” jelas tim.

    Namun, mereka melihat adanya sinyal yang perlu diperhatikan. “Outflow dari exchange bisa mengindikasikan akumulasi oleh investor jangka panjang. Jika didukung sentimen positif dari sisi fundamental, kondisi ini berpotensi menjadi dasar pergerakan harga berikutnya,” tambahnya.

    Aktivitas yang menurun dan minat investor yang masih terbatas, XRP saat ini berada di fase krusial. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen makro, pergerakan pasar kripto secara keseluruhan, serta perkembangan fundamental dari Ripple itu sendiri.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Algorand Meroket 20% di Tengah Market Lesu: Efek Apa?

    Harga Algorand (ALGO) melonjak lebih dari 20% pada Jumat (3/4), menjadikannya aset dengan performa terbaik di pasar kripto hari ini. Lonjakan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung stagnan akibat meningkatnya tensi geopolitik global.

    Algorand Jadi Top Gainer di Tengah Ketidakpastian

    Berdasarkan data terbaru, harga ALGO sempat menyentuh level tertinggi dalam sembilan minggu di $0.122 sebelum stabil di sekitar $0.121. Kenaikan ini menempatkan Algorand sebagai top gainer di antara aset kripto berkapitalisasi besar, baik secara harian maupun mingguan.

    Kinerja ini cukup kontras dengan mayoritas pasar kripto yang bergerak terbatas akibat kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah.

    Didorong Sentimen Positif dari Google Quantum AI

    Dilaporkan Crypto News, salah satu faktor utama kenaikan harga ALGO adalah penyebutan Algorand dalam riset Google Quantum AI. Dalam laporan tersebut, Algorand disebut memiliki keunggulan dalam keamanan pasca-kuantum (post-quantum security) melalui teknologi Falcon signature.

    Eksposur dari institusi teknologi besar seperti Google dinilai meningkatkan kepercayaan investor serta menarik minat baru terhadap proyek ini.

    Dukungan Adopsi: Revolut Buka Staking ALGO

    Selain itu, platform finansial global Revolut kini telah mengaktifkan fitur staking untuk Algorand. Dengan basis pengguna lebih dari 70 juta, langkah ini membuka akses luas bagi investor untuk melakukan staking langsung melalui aplikasi.

    Peningkatan aktivitas staking ini berpotensi mengurangi suplai yang beredar di pasar, sehingga turut mendorong kenaikan harga.

    Baca juga: Pasar Jenuh, 40% Altcoin Sentuh Harga Terendah: Sinyal Bottom?

    Efek Rebound Setelah Sentuh Titik Terendah

    Kenaikan harga ALGO juga dipengaruhi oleh aksi beli setelah harga sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sepanjang masa hanya lima hari lalu. Kondisi ini membuat Algorand menjadi target strategi buy the dip bagi investor.

    Secara teknikal, ALGO telah menembus pola falling wedge pada grafik harian, yang biasanya menjadi indikasi pembalikan tren ke arah bullish. Indikator Supertrend juga telah berubah menjadi hijau, sementara Chaikin Money Flow menunjukkan angka positif 0,19, menandakan dominasi pembeli.

    Pergerakan harga Algorand (ALGO/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Algorand (ALGO/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Level resistance terdekat berada di $0.139. Jika berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan kenaikan hingga $0.225. Namun, jika turun di bawah $0.085, skenario bullish dapat gugur.

    Tim Research Tokocrypto menilai lonjakan Algorand saat ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang kuat. “Sentimen dari Google Quantum AI memberikan validasi teknologi yang signifikan, sementara dukungan staking dari Revolut meningkatkan utilitas dan permintaan riil terhadap ALGO,” jelas tim.

    Lebih lanjut, mereka menambahkan bahwa momentum ini juga diperkuat oleh kondisi teknikal. “Breakout dari pola falling wedge menunjukkan potensi pembalikan tren. Namun, investor tetap perlu memperhatikan resistance kunci karena reli cepat seperti ini rentan terhadap koreksi jangka pendek,” tambahnya.

    Kombinasi katalis positif dan sinyal teknikal yang mendukung, Algorand menjadi salah satu aset yang mencuri perhatian di tengah pasar yang relatif lesu. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati risiko volatilitas dalam jangka pendek.

    Baca juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Base Bidik Ekonomi AI Agent 2026: Jadi Settlement Layer Utama!

    Jaringan layer-2 besutan Coinbase, yakni Base, mulai mengarahkan visinya ke masa depan yang lebih ambisius.

    Menurut laporan Cointelegraph, tahun 2026 diposisikan sebagai momentum penting untuk membangun infrastruktur pasar yang dirancang khusus bagi ekonomi berbasis AI agent atau agentic economy.

    Langkah ini mencerminkan evolusi baru dalam industri kripto, di mana integrasi antara kecerdasan buatan dan blockchain mulai bergerak dari sekadar konsep menuju implementasi nyata.

    Baca Juga: Gawat! Solana Curiga Base Mau Mengambil Alih Ekosistem Mereka

    Infrastruktur untuk AI Agent

    Dalam roadmap terbarunya, Base mengembangkan sejumlah komponen kunci yang dirancang untuk mendukung aktivitas AI agent di jaringan blockchain. Beberapa di antaranya meliputi:

    • Smart accounts berbasis agent (agent-native)
    • Akses melalui CLI (command-line interface) dan MCP
    • Payment rails online untuk transaksi otomatis
    • Dukungan untuk berbagai instrumen seperti spot trading, perpetuals, hingga prediction markets

    Dengan pendekatan ini, Base ingin menciptakan ekosistem di mana AI agent dapat beroperasi secara mandiri: melakukan transaksi, mengelola aset, hingga berinteraksi dengan berbagai protokol tanpa intervensi manusia secara langsung.

    Lonjakan RWA dan Stablecoin

    Ambisi Base juga didukung oleh pertumbuhan signifikan di sektor aset dunia nyata (real-world assets/RWA).

    Nilai on-chain RWA dilaporkan melonjak hingga 240% dalam 12 bulan terakhir, mencerminkan meningkatnya minat terhadap tokenisasi aset tradisional seperti obligasi, properti, dan instrumen keuangan lainnya.

    Di sisi lain, kapitalisasi stablecoin juga mengalami kenaikan sebesar 32%, menegaskan peran penting stablecoin sebagai fondasi likuiditas dalam ekosistem kripto.

    Kombinasi antara RWA dan stablecoin ini menjadi pilar utama bagi Base untuk membangun settlement layer yang mampu mendukung transaksi dalam skala besar, termasuk untuk kebutuhan AI agent.

    Menjadi Settlement Layer Ekonomi Agentic

    Dengan berbagai pengembangan tersebut, Base secara terbuka memposisikan dirinya sebagai settlement layer bagi ekonomi agentic, sebuah sistem di mana AI agent berperan sebagai pelaku ekonomi aktif.

    Dalam skenario ini, AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga entitas yang dapat melakukan aktivitas ekonomi secara mandiri, seperti melakukan pembayaran, trading, atau mengelola portofolio.

    Jika berhasil, pendekatan ini dapat mengubah cara interaksi dalam ekosistem digital, sekaligus membuka peluang baru dalam efisiensi dan otomatisasi.

    Dari Narasi ke Eksekusi

    Meski terlihat menjanjikan, strategi Base tetap menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal eksekusi dan adopsi. Pasar kripto dikenal sangat kompetitif, dan banyak proyek dengan narasi besar gagal membuktikan utilitas nyata.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa pendekatan Base cukup menarik, namun tetap membutuhkan validasi dari sisi penggunaan.

    “Ini bukan sekadar narasi AI tempelan, karena Base mencoba mengaitkan pembayaran, tokenisasi, dan account abstraction ke use case agent economy yang konkret. Kalau eksekusinya jalan, Base bisa memperkuat posisi sebagai L2 dengan utilitas paling dekat ke distribusi user Coinbase, tapi pasar tetap akan menuntut bukti traffic dan activity nyata, bukan cuma roadmap futuristik,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Dengan demikian, keberhasilan Base akan sangat bergantung pada kemampuannya menghadirkan aktivitas nyata di jaringan, bukan hanya sekadar visi jangka panjang.

    Posisi Strategis Base

    Sebagai bagian dari ekosistem Coinbase, Base memiliki keunggulan distribusi pengguna yang signifikan. Integrasi langsung dengan platform exchange besar ini memberikan akses ke jutaan pengguna yang dapat menjadi katalis adopsi.

    Selain itu, sebagai jaringan berbasis Ethereum, Base juga mendapatkan manfaat dari ekosistem developer yang luas serta kompatibilitas dengan berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Hal ini menempatkan Base dalam posisi strategis untuk menjadi salah satu pemain utama dalam gelombang inovasi berikutnya di industri kripto.

    Baca Juga: Coinbase Tolak RUU Kripto AS Terkait Yield Stablecoin

    Ambisi Base untuk membangun infrastruktur bagi AI agent pada 2026 menandai arah baru dalam perkembangan blockchain.

    Dengan fokus pada integrasi pembayaran, tokenisasi, dan otomatisasi berbasis AI, Base berupaya menjadi settlement layer utama dalam ekonomi digital masa depan.

    Namun, seperti halnya inovasi besar lainnya, keberhasilan strategi ini akan sangat ditentukan oleh eksekusi dan tingkat adopsi di dunia nyata.

    Jika mampu menghadirkan utilitas yang konkret, Base berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu layer-2 paling relevan di era AI-driven economy.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 2,99% ke $0,170, Likuiditas Tipis

    Harga Pi Network kembali mengalami tekanan dalam perdagangan 24 jam terakhir, menurut catatan Coinmarketcap pada Jumat (3/4).

    Aset kripto ini tercatat turun sebesar 2,99% ke level $0,170, mencerminkan kondisi pasar yang masih diliputi sentimen hati-hati (risk-off) serta faktor internal berupa likuiditas yang relatif rendah.

    Penurunan ini bahkan lebih dalam dibandingkan pelemahan pasar kripto secara umum, di mana kapitalisasi pasar global hanya turun sekitar 0,44% dalam periode yang sama.

    Sementara itu, Bitcoin hanya mencatat penurunan ringan sekitar 0,47%, menunjukkan bahwa Pi bergerak sebagai aset dengan sensitivitas tinggi terhadap tekanan pasar.

    BacaJuga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

    Likuiditas Rendah Jadi Faktor Utama

    Salah satu faktor paling dominan dalam penurunan harga Pi adalah kondisi likuiditas yang tipis.

    Dengan volume perdagangan sekitar $20,76 juta dan rasio turnover hanya 0,0121, pasar Pi tergolong dangkal (thin market).

    Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual yang relatif kecil pun dapat memicu penurunan harga yang signifikan.

    Hal ini terlihat dari pergerakan Pi yang turun hampir enam kali lipat dibandingkan Bitcoin, meskipun arah pergerakannya sama-sama bearish.

    Fenomena ini sering disebut sebagai karakteristik “high-beta asset”, di mana aset cenderung memperbesar pergerakan pasar—baik naik maupun turun.

    Minim Katalis, Harga Ikuti Arus Pasar

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain likuiditas, faktor lain yang memengaruhi harga Pi adalah minimnya katalis positif.

    Tidak terdapat berita besar, pengumuman kemitraan, atau aktivitas on-chain signifikan yang dapat mendorong sentimen pasar terhadap Pi.

    Akibatnya, pergerakan harga lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika pasar kripto secara keseluruhan. Dalam kondisi seperti ini, aset tanpa dukungan sentimen positif cenderung mengikuti tren utama yang saat ini masih cenderung lemah.

    Data juga menunjukkan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam sentimen sosial maupun aktivitas derivatif yang dapat menjadi indikator adanya pergeseran minat investor.

    Sentimen Pasar Masih Negatif

    Indeks Fear & Greed yang berada di level 27 (Fear) menunjukkan bahwa pelaku pasar masih berada dalam mode defensif. Investor cenderung menghindari risiko dan lebih selektif dalam menempatkan dana.

    Dalam situasi ini, altcoin seperti Pi Network biasanya menjadi yang paling terdampak, karena dianggap memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan aset utama seperti Bitcoin.

    Level Kunci: $0,170 Jadi Penentu

    Secara teknikal, level $0,170 kini menjadi support krusial bagi pergerakan Pi dalam jangka pendek. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, maka ada peluang untuk konsolidasi di kisaran $0,17 hingga $0,18.

    Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah level tersebut, maka potensi penurunan ke area $0,165 menjadi skenario yang perlu diwaspadai.

    Selain itu, pergerakan Bitcoin juga menjadi indikator penting. Jika BTC gagal kembali menembus level $66.800, tekanan terhadap altcoin kemungkinan akan terus berlanjut.

    Outlook Jangka Pendek

    Dalam jangka pendek, prospek Pi Network masih cenderung netral ke bearish. Beberapa skenario yang mungkin terjadi antara lain:

    • Konsolidasi: Jika support $0,170 bertahan
    • Rebound terbatas: Jika volume meningkat dan pasar stabil
    • Koreksi lanjutan: Jika support ditembus, menuju $0,165

    Investor disarankan untuk memantau volume perdagangan sebagai indikator utama perubahan tren. Lonjakan volume bisa menjadi sinyal awal masuknya minat beli baru.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik ke $0,189, Didorong Rotasi Altcoin

    Penurunan harga Pi Network sebesar 2,99% ke $0,170 menunjukkan dampak kombinasi antara likuiditas rendah dan tekanan pasar kripto global.

    Tanpa katalis positif, aset ini cenderung bergerak mengikuti arah pasar dengan volatilitas yang lebih tinggi.

    Level $0,170 kini menjadi titik krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika mampu bertahan, peluang konsolidasi terbuka. Namun jika tidak, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi SOL April: Peluang Reli vs Risiko Dump Masif 37 Juta Token

    Solana (SOL) kembali menunjukkan sinyal menarik setelah sempat bergerak datar sepanjang Maret. Saat ini, harga berada di sekitar $84, dengan beberapa indikator teknikal mulai membentuk pola yang mirip dengan sebelum reli 21% yang terjadi awal Maret lalu.

    Namun, di balik potensi kenaikan tersebut, terdapat hambatan besar yang bisa menggagalkan momentum.

    Sinyal bullish mulai muncul, pola lama terulang

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Smart Money Index (SMI) mulai mendekati titik crossover yang sebelumnya memicu kenaikan signifikan pada Maret. Saat itu, setelah SMI menembus garis sinyal, harga SOL melonjak lebih dari 21% dalam waktu singkat.

    Selain itu, indikator RSI juga menunjukkan hidden bullish divergence, di mana harga membentuk higher low sementara RSI membentuk lower low. Pola ini biasanya menjadi sinyal awal rebound, dan sejauh ini sudah diikuti kenaikan sekitar 6%.

    Kombinasi dua indikator ini membuka peluang bahwa Solana bisa mengulangi pola kenaikan sebelumnya, jika sinyal terkonfirmasi.

    Tembok supply besar jadi penghalang utama

    Meski sinyal bullish mulai terlihat, tantangan terbesar justru datang dari sisi supply. Data menunjukkan adanya cluster besar sebesar 37,7 juta SOL di rentang harga $85 hingga $88.

    Area ini menjadi zona krusial karena banyak investor membeli di level tersebut, sehingga berpotensi melakukan aksi jual saat harga kembali mendekati titik impas.

    Artinya, setiap kenaikan menuju area ini kemungkinan akan menghadapi tekanan jual yang cukup besar.

    Tim Research Tokocrypto menerangkan ini setup onchain yang menarik tapi belum bersih: smart money flow mulai konstruktif, namun overhead supply-nya sangat padat dan bisa mematikan pantulan dengan cepat.

    “Kalau SOL gagal menyerap klaster suplai itu, skenario rally ulangan mudah berubah jadi distribusi dan membuka jalan kembali ke area bawah,” jelasnya.

    Level kunci tentukan arah selanjutnya

    Untuk melanjutkan kenaikan, SOL perlu menembus beberapa level penting. Area pertama berada di sekitar $84,95, diikuti $87,38. Namun, level paling krusial ada di $89,82.

    Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, maka seluruh tekanan supply dianggap terserap, membuka peluang kenaikan menuju $97,75 dan membatalkan struktur bearish saat ini.

    Sebaliknya, jika gagal menembus area tersebut, risiko penurunan tetap terbuka. Jika harga turun di bawah $78,77, pola head and shoulders akan terkonfirmasi, dengan potensi penurunan hingga $64.

    Pasar di titik penentuan

    Saat ini, Solana berada di fase penentuan. Di satu sisi, indikator teknikal menunjukkan potensi kenaikan. Namun di sisi lain, tekanan supply yang besar bisa menjadi penghalang serius.

    Pergerakan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi kunci apakah SOL mampu melanjutkan momentum bullish atau justru kembali masuk ke fase koreksi.

    Baca Juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Jenuh, 40% Altcoin Sentuh Harga Terendah: Sinyal Bottom?

    Pasar altcoin saat ini menunjukkan kondisi yang tidak biasa, dengan sekitar 38–40% aset berada di dekat level terendah sepanjang sejarah (all-time low/ATL).

    Dilaporkan Crypto Quant, fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini tanda akhir tekanan pasar, atau justru awal fase penurunan baru?

    Dominasi Bitcoin semakin kuat, altcoin tertinggal

    Dalam kondisi pasar saat ini, Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi tanpa tren naik yang kuat. Namun, berbeda dengan BTC, altcoin justru mengalami tekanan yang lebih dalam.

    Hal ini terlihat dari penurunan signifikan pada rasio volume perdagangan antara altcoin dan Bitcoin di centralized exchange (CEX). Penurunan ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi investor dari altcoin ke Bitcoin, mencerminkan sikap pasar yang lebih berhati-hati (risk-off).

    Dengan kata lain, aliran modal lebih banyak mengarah ke aset yang dianggap lebih stabil, sementara altcoin kehilangan daya tariknya.

    Baca juga: 3 Altcoin RWA Siap Meledak di April: Whale Mulai Akumulasi Masif!

    Banyak altcoin rugi, tanda kelelahan pasar?

    Sekitar 38% altcoin saat ini berada di dekat level ATL, yang berarti sebagian besar investor masih berada dalam posisi rugi secara belum terealisasi.

    Secara historis, kondisi seperti ini sering muncul pada fase akhir bear market, ketika tekanan jual mulai melemah karena sebagian besar pelaku pasar sudah keluar atau menahan kerugian.

    Fenomena ini sering disebut sebagai “sell-side exhaustion”, di mana tekanan jual mulai habis. Namun, kondisi ini belum cukup untuk memastikan pembalikan tren.

    Menurut Tim Reseach Tokocrypto, secara onchain dan market structure, ini memperkuat tesis bahwa pasar masih berada di rezim BTC-led consolidation.

    “Altcoin memang terlihat mendekati zona sell-side exhaustion, tetapi tanpa pemulihan volume dan arus modal baru, kondisi “murah” itu belum cukup untuk memicu rebound yang berkelanjutan,” terangnya.

    Pemulihan masih butuh satu hal penting

    Meskipun altcoin terlihat mendekati titik dasar secara struktural, pemulihan belum dapat terjadi tanpa masuknya modal baru dan peningkatan aktivitas trading.

    Selama volume perdagangan altcoin masih rendah dan minat investor belum kembali, pergerakan harga cenderung tetap lemah.

    Selain itu, jika Bitcoin mengalami pelemahan signifikan, altcoin berpotensi mengalami tekanan yang lebih besar karena sifatnya yang lebih berisiko.

    Pasar terbelah, arah masih belum jelas

    Saat ini, pasar kripto menunjukkan struktur yang tidak seimbang. Bitcoin relatif stabil, sementara altcoin sudah mengalami penyesuaian harga yang jauh lebih dalam.

    Skenario utama yang terlihat adalah konsolidasi yang dipimpin oleh Bitcoin. Namun, jika volume altcoin mulai meningkat bersamaan dengan berkurangnya jumlah aset di level ATL, maka potensi perubahan tren bisa mulai terbentuk.

    Untuk saat ini, pasar masih berada dalam fase menunggu, di mana altcoin berada di titik kritis antara potensi pemulihan atau tekanan lanjutan.

    Baca juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Volatil, Investor Serbu Tether Gold (XAU₮) sebagai Pelindung Aset

    Minat terhadap emas kembali melonjak di tengah ketidakpastian global, bahkan kini merambah lebih dalam ke ekosistem kripto. Produk gold spot yang baru, XAU₮ diluncurkan di Binance langsung mencatat volume signifikan hanya dalam beberapa hari.

    Volume tembus $80 juta dalam waktu singkat

    Setelah resmi diperkenalkan, perdagangan gold spot XAU₮ di Binance menunjukkan respons pasar yang sangat cepat. Volume harian sudah melampaui $40 juta, dan secara kumulatif mencapai hampir $80 juta per 30 Maret.

    Sebelumnya, produk gold futures di Binance juga mencatat kesuksesan besar dengan total volume lebih dari $80 miliar sejak awal 2026. Kini, pasar spot mulai menunjukkan potensi yang tidak kalah kuat.

    Hal ini menandakan bahwa minat investor terhadap emas tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang ke platform digital.

    Baca juga: Tether Gold (XAU₮): Solusi Stabil di Tengah Volatilitas Kripto

    Geopolitik dorong kembali minat ke emas

    Dilaporkan Crypto Quant, lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya terkait konflik di Iran. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global dan meningkatkan risiko inflasi.

    Dalam situasi seperti ini, emas kembali dipandang sebagai aset lindung nilai yang lebih stabil. Meskipun sempat mengalami koreksi sekitar 15%, permintaan terhadap emas tetap kuat karena dianggap mampu menjaga nilai di tengah ketidakpastian.

    Kurangnya visibilitas terhadap arah ekonomi global juga menjadi faktor yang terus mendorong minat terhadap aset safe haven ini.

    Tim Research Tokocrypto menilai ini sinyal penting bahwa aset safe haven tradisional mulai mendapatkan distribusi yang lebih nyata di infrastruktur exchange kripto.

    “Kalau tren ini berlanjut, integrasi emas ke ekosistem exchange bisa menjadi jembatan kuat antara arus modal defensif dan pasar aset digital, terutama saat ketidakpastian geopolitik terus tinggi,” jelasnya.

    Integrasi emas dan kripto semakin nyata

    Masuknya emas ke dalam ekosistem kripto melalui platform seperti Binance menunjukkan adanya perubahan besar dalam lanskap keuangan. Investor kini memiliki lebih banyak opsi untuk mendapatkan eksposur terhadap aset tradisional melalui infrastruktur digital.

    Fenomena ini juga mencerminkan semakin dekatnya hubungan antara pasar keuangan tradisional dan kripto, di mana batas antara keduanya mulai semakin kabur.

    Dengan tren ini, emas tidak lagi hanya menjadi aset konvensional, tetapi juga bagian dari inovasi finansial yang berkembang di dunia digital.

    Baca juga: Tokenized Gold: Solusi Investasi Emas yang Fleksibel dan Modern


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale XRP Tarik Rp9 Triliun dari Exchange: Sinyal Bullish Kuat!

    Pergerakan besar kembali terjadi pada XRP setelah gelombang penarikan dana dalam jumlah besar muncul di akhir Maret 2026. Aktivitas ini menjadi yang paling signifikan sejak lonjakan besar pada awal Februari, memicu perhatian pelaku pasar terhadap potensi perubahan arah harga.

    Lonjakan outflow besar dalam dua hari

    Pada 27 Maret, Binance mencatat penarikan sebesar 85 juta XRP (sekitar $113,9 juta), sementara Coinbase mencatat 138 juta XRP (sekitar $184,9 juta). Total outflow hari itu mencapai hampir $298,8 juta.

    Dilaporkan Crypto Quant, tiga hari kemudian, pada 30 Maret, aktivitas serupa kembali terjadi. Binance mencatat 49 juta XRP keluar (sekitar $65,7 juta), sementara Coinbase mencatat 170 juta XRP (sekitar $227,8 juta). Total gabungan mencapai sekitar $293,5 juta dalam satu hari.

    Jika digabungkan, dalam dua sesi tersebut terjadi penarikan sekitar 442 juta XRP dengan nilai mendekati $592,3 juta.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, outflow sebesar ini berarti suplai whale dipindahkan menjauh dari exchange, bukan dibiarkan tersedia sebagai likuiditas jual instan.

    “Secara onchain ini cenderung konstruktif untuk XRP jangka pendek karena menunjukkan pengetatan supply di exchange tepat saat aktivitas whale kembali hidup setelah periode yang lebih tenang,” analisanya.

    Baca juga: Pertarungan Sengit di $1,40: Volume Spot XRP Naik

    Lebih besar dari rata-rata, sinyal whale kembali aktif

    Meskipun angka ini masih di bawah lonjakan ekstrem 530 juta XRP pada 6 Februari, aktivitas akhir Maret ini jauh lebih besar dibandingkan rata-rata penarikan sepanjang Maret yang hanya sekitar 50 juta XRP per hari.

    Lonjakan ini menunjukkan bahwa aktivitas whale kembali meningkat setelah periode yang relatif lebih tenang.

    Dalam konteks pasar, pergerakan seperti ini biasanya menjadi sinyal penting karena mencerminkan perubahan strategi dari pemain besar.

    Dampak terhadap supply dan potensi harga

    Penarikan besar dari exchange umumnya diartikan sebagai pengurangan tekanan jual jangka pendek, karena aset tidak lagi berada di platform yang siap diperdagangkan.

    Dengan berkurangnya likuiditas di sisi jual, kondisi ini berpotensi mendukung stabilitas harga atau bahkan membuka peluang kenaikan jika permintaan meningkat.

    Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap bergantung pada faktor lain seperti sentimen pasar dan permintaan baru yang masuk.

    Untuk saat ini, lonjakan outflow XRP di akhir Maret menjadi sinyal kuat bahwa pergerakan whale kembali aktif, dan ini bisa menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan dalam beberapa minggu ke depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com