Tag: altcoin

  • ONDO Perluas Akses Institusional: Tokenized Saham dan ETF

    Ondo Finance semakin memperkuat posisinya di sektor real-world assets (RWA) setelah menghadirkan akses institusional ke platform Ondo Global Markets melalui integrasi strategis dengan Talos dan dukungan likuiditas dari Gate.io.

    Langkah ini membuka pintu bagi institusi keuangan untuk mengakses lebih dari 260 aset tokenized, termasuk saham, ETF, dan produk berbasis komoditas, di lebih dari 30 negara di luar Amerika Serikat.

    Baca Juga: Ondo Finance: Produk dan Potensi Masa Depan

    Akses Lebih Luas untuk Institusi

    Dengan integrasi ini, berbagai pelaku institusional seperti bank, broker, Exchange, dan asset manager dapat mengakses pasar tokenized equities dengan lebih mudah, tanpa perlu membangun infrastruktur dari nol.

    Talos sendiri dikenal sebagai platform infrastruktur trading yang banyak digunakan institusi, sehingga integrasi ini secara signifikan mengurangi friksi distribusi, salah satu hambatan utama dalam adopsi aset tokenisasi.

    Ondo Global Markets menawarkan berbagai instrumen investasi yang telah ditokenisasi, termasuk saham global, Exchange-Traded Funds (ETF), hingga produk berbasis komoditas.

    Dengan pendekatan ini, investor institusional dapat memperoleh eksposur terhadap aset tradisional melalui infrastruktur blockchain, yang menawarkan transparansi lebih tinggi, settlement lebih cepat, dan akses lintas batas.

    Sebagaimana dikutip dari BeInCrypto, Model ini menjadi bagian dari tren besar tokenisasi aset dunia nyata yang semakin berkembang di industri kripto.

    Pertumbuhan Pesat: Volume dan TVL

    Sejak diluncurkan pada September 2025, Ondo Global Markets menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Beberapa metrik utama yang berhasil dicapai:

    • Volume transaksi: lebih dari US$13 miliar
    • Total Value Locked (TVL): lebih dari US$700 juta

    Angka ini menunjukkan bahwa minat terhadap tokenized assets terus meningkat, terutama dari kalangan institusi yang mencari alternatif investasi yang lebih efisien.

    ONDO Semakin Kuat di Narasi Tokenisasi

    Dengan ekspansi ini, ONDO semakin diposisikan sebagai salah satu pemain utama dalam narasi tokenized equities.

    Berbeda dengan banyak proyek lain yang masih berada di tahap awal, ONDO sudah menunjukkan produk yang berjalan, volume transaksi nyata, dan adopsi institusional.

    Hal ini memberikan fondasi yang lebih kuat bagi valuasi token dalam jangka panjang.

    Perspektif Industri: Bullish dari Sisi Distribusi

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, integrasi dengan Talos menjadi faktor kunci dalam meningkatkan potensi adopsi.

    “Ini bullish untuk ONDO karena mengurangi friksi distribusi ke institusi—bagian yang selama ini paling sulit dalam narasi RWA. Kalau Talos benar-benar membawa flow institusional ke tokenized equities Ondo, ONDO bisa makin diperlakukan sebagai proxy paling matang untuk tema tokenisasi saham dan ETF, bukan sekadar token governance tanpa demand nyata,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pandangan ini menekankan pentingnya akses distribusi dalam menentukan keberhasilan proyek RWA.

    Dampak ke Industri RWA

    Langkah Ondo ini juga mencerminkan tren yang lebih luas dalam industri kripto, di mana tokenisasi aset tradisional mulai mendapatkan momentum.

    Beberapa implikasi yang mungkin terjadi diantaranya adalah meningkatnya adopsi tokenized stocks oleh institusi, integrasi lebih dalam antara pasar tradisional dan blockchain, dan munculnya standar baru dalam perdagangan aset.

    Jika tren ini berlanjut, tokenisasi dapat menjadi salah satu use case terbesar blockchain di masa depan.

    Tantangan ke Depan

    Meski terlihat menjanjikan, ONDO tetap menghadapi sejumlah tantangan, antara lain regulasi lintas negara, likuiditas pasar sekunder, hingga edukasi institusi.

    Selain itu, keberhasilan integrasi dengan Talos akan sangat bergantung pada seberapa besar arus dana institusional yang benar-benar masuk ke ekosistem.

    Baca Juga: Ondo Finance (ONDO) Naik 10,9% dalam Sehari, TVL Capai $1 Miliar

    Integrasi Ondo Global Markets dengan Talos dan Gate menjadi langkah strategis dalam membuka akses institusional ke tokenized equities.

    Dengan lebih dari 260 aset dan jangkauan global, Ondo semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor RWA.

    Jika adopsi institusional terus meningkat, ONDO berpotensi menjadi salah satu token yang paling diuntungkan dari tren tokenisasi aset di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Hari Ini Turun $0,174, Tertekan Sentimen Pasar Kripto Global

    Harga Pi Network (PI) kembali mencatat pelemahan dalam 24 jam terakhir, turun sebesar 0,83% ke level $0,174, menurut catatan Coinmarketcap pada Kamis (2/4).

    Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang secara umum juga mengalami tekanan, dengan kapitalisasi pasar global turun sekitar 2,42%.

    Meski terkoreksi, pergerakan Pi terbilang relatif lebih stabil dibandingkan Bitcoin yang mengalami penurunan lebih dalam hingga 2,68% pada periode yang sama.

    Hal ini menunjukkan bahwa Pi masih bergerak sejalan dengan tren pasar, namun dengan volatilitas yang sedikit lebih rendah.

    Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

    Tertekan Sentimen Risk-Off Pasar

    Penurunan harga Pi Network saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan perkembangan internal proyek.

    Kondisi pasar kripto secara keseluruhan tengah berada dalam fase “risk-off”, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

    Sentimen ini juga tercermin dari indeks Fear & Greed yang berada di level 27, menandakan kondisi “Fear” atau ketakutan di kalangan pelaku pasar.

    Dalam situasi seperti ini, aset kripto (terutama yang tidak memiliki katalis positif dalam jangka pendek), cenderung mengikuti arah pasar utama.

    Pi Network menjadi salah satu contohnya, di mana pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh dinamika global ketimbang faktor fundamental internal.

    Minim Katalis, Volume Ikut Melemah

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 2 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 2 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Salah satu faktor utama yang menahan potensi kenaikan Pi adalah minimnya katalis positif. Tidak ada pengumuman besar, kemitraan strategis, maupun perkembangan signifikan yang dapat mendorong sentimen pasar terhadap aset ini.

    Selain itu, volume perdagangan Pi tercatat sebesar $17,4 juta, turun sekitar 3,12%. Penurunan volume ini mengindikasikan rendahnya minat transaksi dan kurangnya keyakinan dari pelaku pasar untuk mengambil posisi baru.

    Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa pergerakan harga Pi saat ini lebih bersifat pasif, mengikuti tekanan pasar yang lebih luas tanpa dorongan internal yang berarti.

    Analisa Teknikal: Uji Support Kritis

    Secara teknikal, level $0,17 menjadi area support penting yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek.

    Jika harga mampu bertahan di atas level ini, maka Pi berpotensi bergerak sideways atau konsolidasi di kisaran $0,17 hingga $0,18.

    Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus di bawah support tersebut, maka potensi penurunan ke level $0,165 yang merupakan titik terendah dalam 7 hari terakhir, menjadi semakin terbuka.

    Dalam kondisi pasar seperti sekarang, pergerakan harga sangat sensitif terhadap perubahan sentimen. Oleh karena itu, level support dan resistance menjadi acuan utama bagi trader dalam mengambil keputusan.

    Ketergantungan pada Pergerakan Bitcoin

    Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi yang lebih kecil, Pi Network cenderung mengikuti arah pergerakan Bitcoin.

    Jika Bitcoin berhasil pulih dan menunjukkan tren bullish, maka peluang rebound untuk Pi juga akan meningkat.

    Sebaliknya, jika tekanan pada Bitcoin terus berlanjut, maka Pi berisiko mengalami koreksi lanjutan.

    Selain itu, indikator penting lain yang perlu diperhatikan adalah pergerakan total kapitalisasi pasar kripto.

    Jika market cap global mampu kembali menembus level $2,3 triliun, hal ini dapat menjadi sinyal awal kembalinya minat beli dari investor.

    Outlook Jangka Pendek

    Dalam jangka pendek, outlook Pi Network cenderung netral hingga bearish. Tanpa adanya katalis baru, arah pergerakan harga akan sangat bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan.

    Beberapa skenario yang mungkin terjadi:

    • Bullish ringan: Jika support $0,17 bertahan dan pasar mulai stabil
    • Sideways: Pergerakan terbatas di kisaran $0,17–$0,18
    • Bearish lanjutan: Jika support ditembus, potensi turun ke $0,165

    Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan dinamika pasar global sebelum mengambil keputusan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 5,86%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

    Penurunan harga Pi Network ke level $0,174 mencerminkan tekanan pasar kripto yang lebih luas, bukan karena faktor internal proyek.

    Minimnya katalis dan turunnya volume perdagangan membuat aset ini bergerak pasif mengikuti tren pasar.

    Dengan sentimen yang masih didominasi ketakutan, level $0,17 menjadi kunci penting dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Jika mampu bertahan, peluang konsolidasi terbuka. Namun jika tidak, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategi Perpetual Futures Crypto yang Umum Digunakan Trader

    Perpetual futures menjadi salah satu instrumen favorit di pasar kripto karena kontraknya tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan bisa mengambil peluang baik saat harga naik maupun turun.

    Agar lebih terarah, banyak trader menggunakan beberapa strategi dasar yang sudah cukup umum dipakai di crypto futures, khususnya perpetual. Berikut beberapa strategi yang sering digunakan.

    Baca juga: Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate dan Mekanismenya

    1. Scalping

    Durasi: Detik – Menit

    Scalping berfokus pada keuntungan kecil yang diambil berulang kali dalam waktu sangat singkat. Trader mendapatkan keuntungan dari memanfaatkan celah liquiditas di order book, momentum harga sesaat setelah aksi beli besar di spot, atau perbedaan harga antar-exchange. 

    Strategi ini membutuhkan konsentrasi penuh dan eksekusi yang cepat. Cocok bagi yang bisa memantau layar secara intensif. 

    Leverage yang digunakan biasanya moderat (3x–10x) agar tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi kecil.

    2. Swing Trading

    Durasi: 2 – 14 Hari

    Swing trader biasanya mengambil posisi long atau short dan menahannya selama beberapa hari untuk menangkap pergerakan harga jangka menengah. Karena perpetual futures tidak punya tanggal kedaluwarsa, posisi bisa dibiarkan berjalan selama margin aman. 

    Trader bisa menggunakan analisis teknikal seperti Fibonacci retracement, moving average crossover, dan RSI divergence, dikombinasikan dengan katalis fundamental seperti upgrade jaringan atau rilis makro ekonomi untuk memanfaatkan pantulan harga dari level low ke high dan sebaliknya.

    Karena durasinya yang tidak singkat, strategi ini tidak selalu memerlukan pemantauan konstan seperti scalping.

    3. Trend Following

    Durasi: Hari – Minggu

    Trend following adalah strategi mengikuti arah tren utama pasar, baik saat bullish maupun bearish. Trader dapat membuka posisi searah tren yang sudah dikonfirmasi dan menahan posisi selama tren berlanjut.

    Trader biasanya menggunakan indikator sederhana seperti Moving Average Crossover (EMA 9 x EMA 21), MACD, atau Fibonacci Retracement.

    Strategi ini cocok saat pasar menunjukkan tren jelas karena memungkinkan target keuntungan lebih besar per trade dibanding scalping atau swing, namun tetap memerlukan disiplin. Penempatan stop loss, dan penggunaan trailing stop untuk mengunci profit dapat menjadi salah satu cara risiko saat trading dengan trend following.

    4. Hedging

    Durasi: Situasional

    Hedging adalah strategi defensif yang bertujuan melindungi nilai portofolio dari pergerakan harga yang merugikan. 

    Caranya dengan membuka posisi berlawanan di pasar futures terhadap aset yang sudah dimiliki di spot. Misalnya, jika kamu memegang 1 BTC di spot dan khawatir harga turun jangka pendek, kamu bisa membuka posisi short BTC di perpetual futures dengan ukuran setara. 

    Jika harga turun, kerugian di spot dikompensasi oleh keuntungan dari posisi short futures. Strategi ini umum dipakai oleh long-term holder saat pasar menunjukkan sinyal bearish jangka pendek.

    Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

    5. Range Trading

    Durasi: Jam – Hari

    Range trading sendiri merupakan strategi yang memanfaatkan pergerakan harga antara level support dan resistance. Trader membuka posisi long di dekat support dan short di dekat resistance untuk menangkap pergerakan harga layaknya pantulan bola dari atas ke bawah dan sebaliknya.

    Strategi ini membutukan identifikasi zona harga yang jelas, konfirmasi pola candlestick, dan indikator seperti RSI atau stochastic untuk mendeteksi kondisi overbought/oversold.

    Keunggulannya adalah frekuensi peluang yang relatif tinggi saat pasar tidak trending, namun risiko termasuk false breakout

    Durasi: Berkelanjutan

    Ini adalah strategi lanjutan yang memanfaatkan mekanisme funding rate perpetual futures. Saat funding rate positif tinggi (artinya banyak trader long), trader bisa membuka posisi short di perpetual futures sekaligus membeli aset di spot, sehingga menerima pembayaran funding rate tanpa eksposur arah harga.

    Strategi ini populer di kalangan trader institusional karena menghasilkan yield yang relatif konsisten, terlepas dari naik-turunnya harga. Namun memerlukan modal yang cukup besar dan pemahaman mendalam tentang dinamika funding rate.

    Itu dia beberapa contoh strategi dasar crypto perpetual futures yang sering digunakan oleh para trader. Apa pun pilihanmu, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading, dan pastikan menggunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin RWA Siap Meledak di April: Whale Mulai Akumulasi Masif!

    Di tengah kondisi pasar altcoin yang masih tertekan, beberapa token berbasis Real World Assets (RWA) justru mulai menunjukkan sinyal positif. Kombinasi antara penguatan teknikal dan aktivitas whale membuat tiga token ini menjadi sorotan menjelang April 2026.

    Stellar (XLM) mulai bentuk pola bullish

    Dilaporkan BeInCrypto, Stellar menjadi salah satu token yang menarik perhatian setelah mencatat lebih dari $1,2 miliar nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringannya. Dukungan regulasi dari SEC dan CFTC serta peluncuran produk institusional turut memperkuat posisinya.

    Secara teknikal, XLM sedang membentuk pola inverse head and shoulders, yang sering dianggap sebagai sinyal pembalikan tren. Jika harga mampu menembus area $0,176 hingga $0,189, potensi kenaikan hingga sekitar 20% menuju $0,229 terbuka.

    Baca Juga: Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin

    Zebec (ZBCN) didorong akumulasi whale

    Zebec Network menjadi salah satu token dengan performa terbaik dalam 30 hari terakhir, mencatat kenaikan sekitar 14%. Kenaikan ini didukung oleh akumulasi whale yang meningkat sebesar 3,52%, menunjukkan adanya keyakinan dari investor besar.

    Dari sisi teknikal, ZBCN juga menunjukkan sinyal bullish dengan potensi crossover pada indikator EMA. Jika harga mampu bertahan di atas level kunci, maka peluang kenaikan lanjutan masih terbuka.

    Quant (QNT) paling solid secara teknikal

    Quant menjadi token dengan struktur paling kuat di antara ketiganya. Selain mencatat kenaikan di berbagai timeframe, aktivitas whale juga menunjukkan akumulasi yang konsisten sejak akhir Maret.

    Secara teknikal, QNT menunjukkan bullish divergence pada RSI serta membentuk pola cup and handle. Jika harga menembus area $84, potensi kenaikan hingga sekitar $110 bisa terjadi.

    Analisa Tim Research Tokocrypto, ini setup onchain yang bersih: smart money menambah eksposur justru saat momentum bearish melemah.

    “Kalau akumulasi whale bertahan dan harga mampu menembus area kunci di atas US$75,65 lalu US$84,33, QNT punya jalur paling kredibel untuk memimpin rotasi RWA di awal April,” jelasnya.

    Pasar masih lemah, tapi peluang tetap ada

    Meskipun ketiga token ini menunjukkan sinyal positif, kondisi pasar secara keseluruhan masih belum stabil. Oleh karena itu, pergerakan harga tetap perlu dikonfirmasi oleh peningkatan volume dan sentimen pasar yang lebih luas.

    Namun, kombinasi antara adopsi aset dunia nyata, dukungan institusional, serta aktivitas whale menjadikan XLM, ZBCN, dan QNT sebagai aset yang patut diperhatikan di bulan April.

    Baca juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dompet Whale LINK Tembus Rekor, Sinyal Rebound ke $12?

    Di tengah kondisi pasar altcoin yang masih tertekan, pergerakan tidak biasa justru mulai terlihat pada token Chainlink (LINK).

    Menurut Crypto Quant, data terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas whale yang berpotensi menjadi sinyal awal perubahan arah pasar.

    Penarikan besar dari exchange mulai meningkat

    Salah satu indikator utama yang diamati adalah arus keluar (outflow) dari exchange. Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi lonjakan penarikan LINK dari Binance, khususnya pada transaksi besar.

    Tercatat, dua lonjakan harian menunjukkan lebih dari 8.000 LINK ditarik hanya dari 10 transaksi terbesar dalam satu hari. Pergerakan seperti ini biasanya dikaitkan dengan aktivitas whale yang memindahkan aset ke penyimpanan pribadi.

    Dalam banyak kasus, langkah ini sering diartikan sebagai indikasi berkurangnya niat jual dan kecenderungan untuk menyimpan aset dalam jangka menengah.

    Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

    Rata-rata outflow terus naik

    Tidak hanya lonjakan sesaat, tren jangka menengah juga menunjukkan peningkatan aktivitas. Rata-rata bulanan outflow dari 10 transaksi terbesar naik dari sekitar 2.000 LINK per hari menjadi hampir 2.600 LINK sejak pertengahan Februari.

    Kenaikan ini mencerminkan bahwa aktivitas whale tidak hanya sporadis, tetapi mulai meningkat secara konsisten.

    Di tengah pasar yang lemah, pola seperti ini menjadi perhatian karena bisa mengindikasikan adanya akumulasi oleh pemain besar.

    Dikutip Tim Research Tokocrypto, secara onchain ini biasanya dibaca sebagai tanda awal akumulasi atau penurunan niat jual jangka menengah, karena aset dipindahkan ke penyimpanan non-exchange.

    “Belum cukup untuk membalik tren LINK sendirian, tapi intensifikasi whale outflow seperti ini jelas sinyal yang layak dipantau ketat,” ujarnya.

    Sinyal awal atau hanya pergerakan sementara?

    Meskipun peningkatan aktivitas whale sering dianggap sebagai sinyal positif, kondisi saat ini masih perlu disikapi dengan hati-hati. Dalam beberapa kasus sebelumnya, lonjakan akumulasi tidak selalu berhasil membalikkan tren penurunan harga.

    Namun, pergerakan ini tetap menjadi indikator penting untuk dipantau. Jika tren penarikan terus berlanjut dan diikuti dengan peningkatan permintaan, maka potensi perubahan arah harga bisa semakin terbuka.

    Untuk saat ini, aktivitas whale pada LINK menjadi salah satu sinyal menarik di tengah pasar yang masih lesu, apakah ini awal dari akumulasi besar atau hanya pergerakan sementara, masih perlu dikonfirmasi dalam beberapa minggu ke depan.

    Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pertarungan Sengit di $1,40: Volume Spot XRP Naik

    Pergerakan terbaru XRP menunjukkan dinamika pasar yang tidak biasa, dengan perbedaan arah antara pasar spot dan derivatif. Kondisi ini menciptakan potensi pergerakan harga yang menarik dalam jangka pendek.

    Permintaan spot menguat signifikan

    Dilaporkan Crypto Quant, data menunjukkan bahwa Binance Spot CVD (Cumulative Volume Delta) mengalami peningkatan besar dari sekitar -$250 juta pada akhir Februari menjadi +$238 juta di akhir Maret. Artinya, terjadi pergeseran sekitar $488 juta yang mencerminkan meningkatnya aktivitas beli di pasar spot.

    Kenaikan ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali masuk secara langsung ke XRP, memberikan sinyal awal adanya minat beli yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

    Pasar derivatif masih menunjukkan kehati-hatian

    Di sisi lain, kondisi berbeda terlihat di pasar derivatif. Binance Perpetual CVD justru terus melemah, turun dari sekitar -$1,57 miliar menjadi -$1,79 miliar dalam periode 25 hingga 31 Maret.

    Penurunan ini menunjukkan bahwa aktivitas di pasar perpetual masih didominasi oleh tekanan jual. Dengan kata lain, trader derivatif belum sepenuhnya percaya terhadap kenaikan yang terjadi di pasar spot.

    DIjelaskan Tim Reseach Tokocrypto, ini divergence onchain-derivatives yang cukup menarik untuk XRP: demand spot mulai pulih, tapi futures trader belum percaya sepenuhnya.

    “Kalau gap ini terus melebar, XRP bisa punya ruang upside jangka pendek lewat squeeze, namun selama perpetual flow masih negatif, struktur pasar tetap rapuh dan rawan reversal cepat,”ungkapnya.

    Baca juga: Sinyal Death Cross XRP Terdeteksi, Prediksi April Masih Bearish?

    Leverage kembali naik, potensi volatilitas meningkat

    Dari sisi leverage, terjadi perubahan signifikan. Open Interest yang sebelumnya turun tajam hingga -28% kini berbalik naik ke atas +5%, mencerminkan pemulihan sekitar 33 poin persentase.

    Kembalinya leverage ke pasar menandakan bahwa trader mulai kembali membuka posisi, yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga dalam waktu dekat.

    Risiko short squeeze mulai terbuka

    Menariknya, peta likuidasi menunjukkan bahwa sebagian besar level likuidasi berada di atas harga saat ini. Hal ini mengindikasikan adanya dominasi posisi short di pasar.

    Jika harga XRP naik, maka posisi short tersebut berisiko terlikuidasi, yang dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut dalam bentuk short squeeze.

    Pasar terbelah, peluang pergerakan terbuka

    Secara keseluruhan, XRP saat ini berada dalam kondisi pasar yang terbelah. Di satu sisi, permintaan spot menunjukkan penguatan, namun di sisi lain, trader derivatif masih bersikap defensif.

    Kondisi seperti ini sering kali membuka peluang kenaikan jangka pendek, terutama jika tekanan short mulai terpicu. Namun, selama kedua sisi pasar belum sejalan, pergerakan XRP kemungkinan akan tetap volatil dalam waktu dekat.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana di Titik Nadir: Sanggupkah Bertahan di Atas $80?

    Solana (SOL) kembali berada di titik krusial setelah mengalami koreksi sekitar 11% usai gagal menembus level $93.

    Dilaporkan Cointelegraph, dalam beberapa hari terakhir, harga terus menguji area support $80, memicu kekhawatiran apakah level ini mampu bertahan atau justru akan ditembus menuju $75.

    Penurunan aktivitas DEX tekan sentimen pasar

    Salah satu faktor utama tekanan terhadap SOL adalah turunnya aktivitas di decentralized exchange (DEX). Volume DEX Solana tercatat turun ke $55,5 miliar, level terendah sejak September 2024.

    Dampaknya, pendapatan jaringan (network fees) juga ikut melemah, turun 42% dari $30 juta pada Januari menjadi sekitar $18,5 juta di Maret. Penurunan ini menunjukkan berkurangnya aktivitas trading di ekosistem Solana, yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan jaringan.

    Selain itu, dominasi Solana mulai tergerus oleh Ethereum, terutama setelah ekosistem layer-2 seperti Arbitrum, Base, dan Optimism semakin berkembang dan meningkatkan pangsa pasar Ethereum di sektor DEX.

    Tim Research Tokocrypto menilai setup onchain yang campuran tapi lebih condong rapuh: demand trading dan fee melemah jelas, namun monetisasi aplikasi inti masih bertahan lebih kuat dari narasi bearish murni.

    “Selama volume DEX belum pulih, SOL tetap rawan tes ulang area bawah, tetapi kualitas revenue DApps membuat skenario jatuh lurus ke US$75 tidak sebersih headline panik yang beredar,” jelasnya.

    Baca juga: Solana di Ambang April: Bertahan di $80 atau Terjun ke $67?

    Fundamental masih kuat, jadi penahan penurunan

    Meski tekanan terlihat dari sisi volume, Solana masih menunjukkan kekuatan dari sisi fundamental. Dalam 30 hari terakhir, Solana bahkan menghasilkan lebih banyak network fees dibanding Ethereum, meskipun total value locked (TVL) masih tertinggal jauh.

    Lebih penting lagi, Solana memimpin dalam jumlah DApps dengan pendapatan tinggi. Tercatat ada 13 DApps di jaringan Solana yang menghasilkan lebih dari $1 juta dalam 30 hari terakhir, lebih banyak dibandingkan Ethereum yang memiliki 11 DApps.

    Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem Solana masih aktif dan menarik bagi developer, sehingga memberikan dukungan terhadap harga di tengah tekanan jangka pendek.

    Level $80 jadi penentu arah selanjutnya

    Saat ini, level $80 menjadi batas penting bagi pergerakan SOL. Jika level ini bertahan, maka ada peluang bagi harga untuk stabil dan mencoba rebound.

    Namun, jika support ini ditembus, potensi penurunan ke area $75 semakin terbuka. Meski demikian, kekuatan fundamental dari ekosistem Solana menunjukkan bahwa tekanan harga tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi jaringan secara keseluruhan.

    Untuk saat ini, pasar berada dalam fase menunggu. Apakah penurunan volume akan berlanjut, atau justru fundamental kuat Solana mampu menahan tekanan dan menjaga harga tetap stabil.

    Baca Juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aave V4 Resmi di Ethereum: Era Baru Likuiditas Terintegrasi

    Aave kembali membuat gebrakan di sektor DeFi dengan meluncurkan Aave V4 secara resmi di jaringan Ethereum mainnet.

    Dilansir dari Cryptobriefing, upgrade ini menghadirkan perubahan fundamental dalam cara likuiditas dikelola, sekaligus membuka potensi baru bagi pengembangan aplikasi keuangan terdesentralisasi.

    Peluncuran ini menandai langkah besar Aave dalam berevolusi dari sekadar protokol lending menjadi infrastruktur likuiditas yang lebih modular dan fleksibel.

    Baca Juga: Aave Perkenalkan Pembaruan Aavenomics, Apa yang Baru?

    Arsitektur Hub-and-Spoke: Likuiditas Lebih Efisien

    Salah satu inovasi utama dalam Aave V4 adalah penggunaan arsitektur hub-and-spoke, yang membagi likuiditas ke dalam tiga liquidity hub utama: Core, Prime, dan Plus.

    Pendekatan ini memungkinkan likuiditas tidak lagi terfragmentasi dalam pool terpisah seperti pada versi sebelumnya, melainkan menjadi lapisan bersama yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai use case DeFi.

    Dengan sistem ini, efisiensi modal berpotensi meningkat karena aset dapat digunakan secara lebih fleksibel di berbagai skenario, termasuk lending, borrowing, hingga strategi DeFi lanjutan.

    Rollout Bertahap dengan Cap Konservatif

    Meski membawa inovasi besar, Aave memilih pendekatan rollout bertahap dengan menetapkan supply dan borrow cap yang konservatif.

    Strategi ini bertujuan untuk mengurangi risiko sistemik, memberikan waktu adaptasi bagi pengguna, hingga memastikan stabilitas protokol sebelum ekspansi lebih luas.

    Pendekatan hati-hati ini mencerminkan fokus Aave pada keamanan dan keberlanjutan, terutama mengingat kompleksitas arsitektur baru yang diperkenalkan.

    Aave Pro: Antarmuka Baru yang Lebih Canggih

    Sebagai bagian dari upgrade, Aave juga memperkenalkan Aave Pro, sebuah antarmuka baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih komprehensif.

    Melalui Aave Pro, pengguna dapat memantau interest rates secara real-time, mengelola health factor posisi mereka, dan melihat risk premium di berbagai liquidity hub.

    Fitur ini menjadi penting karena arsitektur baru membawa kompleksitas tambahan, sehingga transparansi data menjadi kunci dalam pengambilan keputusan pengguna.

    Transformasi Menuju Infrastruktur Likuiditas

    Dengan Aave V4, protokol ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai platform pinjam-meminjam, tetapi mulai bertransformasi menjadi lapisan likuiditas bersama untuk ekosistem DeFi.

    Konsep ini membuka peluang integrasi dengan berbagai aplikasi lain, termasuk derivatif on-chain, structured products, dan protokol yield optimization.

    Jika berhasil, Aave dapat menjadi fondasi utama bagi berbagai inovasi finansial di blockchain.

    Perspektif Industri: Upgrade Besar Tapi Bertahap

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, peluncuran ini merupakan langkah strategis yang signifikan, namun dampaknya kemungkinan tidak instan.

    “Ini upgrade besar karena Aave tidak lagi cuma mengandalkan pasar lending yang silo, tapi mulai mengubah likuiditas jadi lapisan bersama untuk use case DeFi yang lebih modular. Kalau eksekusinya mulus, AAVE bisa makin mengunci dominasi di lending onchain, tapi cap konservatif berarti ekspansi volume kemungkinan bertahap, bukan langsung meledak,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pandangan ini menegaskan bahwa meskipun potensinya besar, pasar tetap perlu waktu untuk mengadopsi dan memvalidasi model baru ini.

    Dampak ke Token AAVE

    Dari sisi token, peluncuran Aave V4 berpotensi memberikan dorongan positif, terutama jika diikuti oleh peningkatan penggunaan dan likuiditas.

    Namun, dengan adanya batasan awal yang konservatif, lonjakan volume kemungkinan tidak terjadi secara langsung.

    Investor cenderung akan memantau beberapa indikator utama, yaitu pertumbuhan TVL di masing-masing hub, aktivitas borrowing dan lending, serta adopsi Aave Pro oleh pengguna.

    Baca Juga: Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru

    Peluncuran Aave V4 di Ethereum menjadi tonggak penting dalam evolusi DeFi, dengan membawa pendekatan baru dalam pengelolaan likuiditas.

    Dengan arsitektur hub-and-spoke dan integrasi likuiditas, Aave berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu protokol lending terbesar di industri.

    Namun, dengan strategi rollout yang konservatif, dampak terhadap pasar kemungkinan akan terjadi secara bertahap, seiring meningkatnya adopsi dan kepercayaan pengguna terhadap sistem baru ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aster Pangkas Suplai 97%: Strategi Baru Lawan Inflasi Token

    Aster mengambil langkah drastis dalam mengubah struktur tokenomics dengan memangkas emisi token hingga sekitar 97%.

    Keputusan ini diambil dengan menghentikan skema monthly ecosystem unlock yang sebelumnya mencapai 78,4 juta ASTER per bulan, dan menggantinya dengan model distribusi baru berbasis staking-only rewards.

    Langkah ini langsung menjadi perhatian pasar karena berpotensi menciptakan tekanan suplai yang jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

    Baca Juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX

    Emisi Turun Drastis

    Dalam struktur baru, distribusi token ASTER kini dibatasi hanya sekitar 450.000 ASTER per epoch mingguan.

    Menurut laporan Cryptobriefing, jika dihitung dalam skala bulanan, angka ini berkisar antara 1,8 juta hingga 2,25 juta ASTER.

    Bandingkan dengan model lama yang mencapai puluhan juta token per bulan, perubahan ini jelas sangat signifikan.

    Penurunan emisi sebesar ini mengindikasikan tekanan jual dari token unlock berkurang drastis, inflasi token menurun tajam, sehingga potensi kelangkaan meningkat

    Dalam bahasa sederhana, Aster mencoba menciptakan supply shock melalui kebijakan tokenomics yang lebih ketat.

    Peralihan ke Staking-Only Rewards

    Model baru ini juga menandai perubahan arah insentif dalam ekosistem Aster.

    Alih-alih mendistribusikan token secara luas melalui unlock rutin, proyek kini hanya memberikan reward kepada pengguna yang aktif melakukan staking.

    Pendekatan ini memiliki beberapa tujuan, seperti mendorong partisipasi jangka panjang, mengurangi spekulasi jangka pendek, dan menjaga stabilitas harga.

    Namun, model ini juga membawa tantangan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara partisipasi pengguna dan likuiditas pasar.

    Dampak ke Dinamika Pasar

    Pemangkasan emisi biasanya dianggap sebagai sinyal bullish karena mengurangi tekanan suplai. Dalam kasus Aster, dampaknya bisa cukup signifikan mengingat skala pemotongan yang mencapai 97%.

    Beberapa efek yang mungkin terjadi akibat perubahan tokenomics ini utamanya pada harga yang berpotensi menguat akibat berkurangnya suplai baru.

    Pasalnya, volatilitas menurun jika tekanan jual berkurang dan minat staking meningkat karena menjadi satu-satunya sumber reward

    Namun, penting untuk dicatat bahwa pengurangan suplai saja tidak cukup untuk menjamin kenaikan harga.

    Perspektif Industri: Bullish Tapi Perlu Validasi

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini jelas memberikan dampak positif dari sisi suplai, namun tetap membutuhkan validasi dari sisi permintaan.

    “Ini perubahan tokenomics yang jelas bullish ke sisi suplai karena tekanan inflasi bulanan dipotong brutal tanpa perlu narasi muluk-muluk. Tapi pasar tetap akan menilai apakah staking-only rewards cukup buat menjaga partisipasi dan likuiditas ASTER, karena supply shock yang sehat tidak otomatis berarti demand ikut muncul,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Secara tidak langsung, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada respons pasar.

    Tantangan: Likuiditas dan Partisipasi

    Salah satu risiko utama dari model staking-only adalah potensi penurunan likuiditas di pasar.

    Jika terlalu banyak token terkunci dalam staking, maka volume perdagangan bisa menurun, spread harga bisa melebar, dan akses keluar-masuk posisi menjadi lebih sulit.

    Selain itu, proyek juga harus memastikan bahwa reward staking cukup menarik untuk menjaga partisipasi pengguna.

    Jika tidak, ekosistem bisa mengalami penurunan aktivitas meskipun suplai berkurang.

    Supply Shock vs Demand Reality

    Konsep supply shock memang menarik secara teori, namun dalam praktiknya tetap harus diimbangi dengan pertumbuhan demand.

    Beberapa faktor yang akan menentukan keberhasilan strategi ini antara lain adalah adopsi proyek secara keseluruhan; penggunaan token dalam ekosistem; dan kepercayaan komunitas.

    Tanpa faktor-faktor tersebut, pengurangan suplai bisa jadi hanya memberikan dampak sementara.

    Baca Juga: ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

    Langkah Aster memangkas emisi token hingga 97% menjadi salah satu perubahan tokenomics paling agresif dalam waktu terakhir.

    Dengan beralih ke model staking-only rewards, proyek ini berusaha menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan berorientasi jangka panjang.

    Namun, seperti yang diingatkan pelaku industri, keberhasilan strategi ini tidak hanya ditentukan oleh pengurangan suplai, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan permintaan yang berkelanjutan.

    Ke depan, pasar akan memantau apakah kombinasi antara supply shock dan mekanisme staking ini mampu benar-benar meningkatkan nilai dan utilitas ASTER secara nyata.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun ke $0,174, Tertekan Sentimen Likuiditas Tipis

    Pergerakan harga Pi Network dalam 24 jam terakhir menunjukkan tekanan ringan, dengan penurunan sekitar 0,78% ke level $0,174.

    Meski terlihat minor, pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar kripto secara keseluruhan yang sedang mengalami pelemahan tipis.

    Penurunan ini terjadi seiring dengan koreksi pada total kapitalisasi pasar kripto global yang turun sekitar 0,31%.

    Di saat yang sama, Bitcoin sebagai aset kripto utama juga mencatat penurunan sekitar 0,53%, memperkuat indikasi bahwa pergerakan Pi lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar secara luas dibanding faktor internal.

    Dalam kondisi seperti ini, Pi Network cenderung bergerak mengikuti arah pasar (beta-driven), bukan karena adanya katalis spesifik dari proyek itu sendiri.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 1,17% di Tengah Pasar Stabil, Minim Katalis

    Pergerakan Beta: Mengikuti Arah Pasar Kripto

    Fenomena yang terjadi pada Pi Network saat ini dikenal sebagai beta movement, di mana harga aset bergerak mengikuti tren pasar utama. Ketika Bitcoin dan market secara umum melemah, altcoin seperti Pi biasanya ikut terdampak.

    Hal ini menunjukkan bahwa saat ini Pi Network masih memiliki korelasi tinggi terhadap pergerakan pasar kripto global.

    Tanpa adanya berita besar atau update signifikan dari proyek, harga cenderung “mengalir” mengikuti sentimen makro.

    Bagi investor, kondisi ini menandakan bahwa analisis terhadap Pi tidak bisa dilepaskan dari pergerakan Bitcoin dan total market cap kripto.

    Likuiditas Rendah Perbesar Volatilitas

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain faktor pasar, Coinmarketcap melaporkan (1/4) bahwa terdapat aspek lain yang memperkuat penurunan harga Pi, yaitu likuiditas yang rendah.

    Data menunjukkan rasio turnover (volume terhadap market cap) hanya berada di angka sekitar 0,00944, yang tergolong sangat rendah.

    Dalam kondisi likuiditas tipis seperti ini, bahkan transaksi dengan volume kecil dapat memicu pergerakan harga yang lebih besar dari biasanya. Artinya, tekanan jual ringan saja sudah cukup untuk mendorong harga turun.

    Fenomena ini cukup umum terjadi pada aset dengan volume perdagangan terbatas. Dampaknya, volatilitas menjadi lebih tinggi dan harga lebih sensitif terhadap perubahan kecil dalam aktivitas trading.

    Level Support $0,17 Jadi Penentu Arah Selanjutnya

    Secara teknikal, level $0,17 kini menjadi area support penting bagi Pi Network. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, maka peluang konsolidasi dalam jangka pendek masih terbuka.

    Namun, jika support tersebut ditembus, maka potensi penurunan lanjutan menuju area $0,165 menjadi skenario yang perlu diwaspadai.

    Di sisi lain, untuk membalikkan tren menjadi lebih positif, Pi perlu menembus level resistensi di sekitar $0,18 secara konsisten.

    Tanpa dorongan tersebut, pergerakan harga kemungkinan akan tetap berada dalam fase sideways dengan kecenderungan bearish ringan.

    Sentimen Pasar Masih Dihantui Ketakutan

    Indikator sentimen seperti Fear & Greed Index saat ini berada di level 30, yang menunjukkan kondisi “fear” atau ketakutan di pasar.

    Angka ini menggambarkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati dan belum siap mengambil risiko besar.

    Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual biasanya lebih dominan dibandingkan minat beli. Hal ini turut menjelaskan mengapa pergerakan Pi Network masih tertahan dan belum menunjukkan momentum kenaikan yang signifikan.

    Peran Bitcoin Jadi Kunci Pergerakan Altcoin

    Sebagai aset kripto utama, pergerakan tetap menjadi faktor kunci yang memengaruhi altcoin, termasuk Pi Network. Saat Bitcoin melemah, sebagian besar altcoin cenderung ikut terkoreksi.

    Sebaliknya, jika Bitcoin mampu stabil (misalnya bertahan di atas level psikologis seperti $67.000) maka hal ini bisa memberikan dukungan bagi altcoin untuk membentuk dasar harga.

    Karena itu, investor Pi Network disarankan untuk tidak hanya memantau pergerakan token tersebut, tetapi juga perkembangan Bitcoin dan kondisi pasar secara keseluruhan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Tertekan Arus Keluar ETF Bitcoin

    Tekanan Ringan, Outlook Netral Cenderung Bearish

    Penurunan harga Pi Network dalam 24 jam terakhir lebih mencerminkan kondisi pasar kripto yang sedang melemah secara umum, bukan karena faktor fundamental dari proyek itu sendiri.

    Dengan likuiditas yang masih rendah, pergerakan harga Pi cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kecil di pasar.

    Dalam jangka pendek, arah pergerakan harga Pi Network akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di atas support $0,17.

    Outlook saat ini netral cenderung bearish ringan dengan level kunci:

    • Support: $0,17 → $0,165
    • Resistance: $0,18

    Selama belum ada katalis baru, Pi Network kemungkinan akan tetap bergerak mengikuti arah pasar kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com