Tag: altcoin

  • Ethereum Nyaris Akhiri Tren Merah 6 Bulan: Masihkah Berisiko?

    Ethereum (ETH) berada di momen krusial setelah mencatat kenaikan tipis 2,93% sepanjang Maret 2026. Jika bertahan, ini akan menjadi bulan hijau pertama sejak Agustus 2025, mengakhiri tren penurunan selama enam bulan berturut-turut yang memangkas lebih dari 50% nilainya.

    Namun, dengan hanya beberapa hari tersisa di bulan ini, tekanan pasar justru meningkat. Pergerakan harga terbaru menunjukkan bahwa peluang Ethereum untuk mempertahankan performa positif masih jauh dari aman.

    Paruh kedua Maret mulai menghapus kenaikan

    Meskipun awal Maret menunjukkan performa positif, kondisi berubah drastis sejak pertengahan bulan. Pada grafik 4 jam, Ethereum bergerak dalam pola falling channel sejak 16 Maret, saat harga mencapai puncak di $2.380.

    Sejak itu, harga turun hingga menyentuh $1.970, atau terkoreksi sekitar 18%. Saat ini, ETH berada di kisaran $2.020 dan masih berada dalam tren penurunan di dalam channel tersebut. Artinya, kenaikan yang terjadi di awal bulan perlahan mulai tergerus.

    Dilaporkan BeInCrypto, tekanan ini menjadi sinyal bahwa momentum bullish mulai melemah, terutama menjelang penutupan bulan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi on-chain, masalah ETH sekarang bukan sekadar harga tertahan, tapi dukungan internalnya mulai menipis.

    “Ketika whale mengurangi posisi bersamaan dengan melemahnya dip-buying, pasar kehilangan dua bantalan penting sekaligus dan itu bikin struktur bulan hijau ini terlihat jauh lebih rapuh daripada kelihatannya.

    Whale jual, minat beli melemah

    Dari sisi on-chain, tekanan juga terlihat dari pergerakan investor besar. Dalam 48 jam terakhir, whale Ethereum tercatat melepas sekitar 180.000 ETH, menurunkan total kepemilikan dari 122,91 juta menjadi 122,73 juta ETH.

    Di saat yang sama, indikator Money Flow Index (MFI) menunjukkan divergensi bearish. Meskipun harga sempat naik, volume pembelian justru menurun sepanjang Maret. Ini menandakan bahwa setiap penurunan harga tidak lagi direspons dengan pembelian yang kuat seperti sebelumnya.

    Kombinasi aksi jual whale dan melemahnya minat beli membuat fondasi harga Ethereum semakin rapuh.

    Level $1.970 jadi penentu arah

    Saat ini, level krusial yang menjadi perhatian adalah area $1.970. Level ini telah menjadi support utama sejak awal Maret.

    Jika Ethereum turun dan ditutup di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat. Target penurunan berikutnya berada di $1.910 dan $1.830. Bahkan, jika level $1.830 ditembus, harga bisa melanjutkan koreksi hingga ke area $1.650.

    Sebaliknya, untuk meredakan tekanan, ETH perlu kembali naik dan bertahan di atas $2.050. Jika berhasil, target berikutnya adalah area $2.110 yang menjadi batas atas channel saat ini.

    Pasar menunggu penentuan akhir bulan

    Dengan kondisi saat ini, Ethereum berada di persimpangan penting. Level $1.970 menjadi batas antara keberhasilan mencetak bulan hijau pertama dalam tujuh bulan, atau justru melanjutkan tren penurunan menjadi tujuh bulan berturut-turut.

    Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah Ethereum selanjutnya, di tengah tekanan yang masih kuat dari sisi teknikal dan on-chain.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Onyxcoin Pindah ke Layer-1: Goliath Mainnet Resmi Mengudara

    Onyxcoin telah memasuki fase baru dalam pengembangan ekosistemnya setelah peluncuran Goliath mainnet versi publik sejak 27 Maret 2026.

    Langkah ini menandai transisi penting dari tahap pengembangan menuju jaringan yang siap digunakan secara luas oleh pengguna dan developer.

    Sebagaimana dikutip dari Coinmarketcal, peluncuran ini diposisikan sebagai salah satu milestone teknikal paling signifikan dalam roadmap Onyxcoin, membuka peluang baru mulai dari staking hingga pembangunan aplikasi di atas jaringan baru tersebut.

    Baca Juga: Onyxcoin Catat Lonjakan 67% dan Jadi Peraih Keuntungan Tertinggi

    Dari Pengembangan ke Adopsi Nyata

    Selama ini, Onyxcoin masih berada dalam fase pengembangan dengan berbagai pengujian dan penyempurnaan infrastruktur. Dengan hadirnya Goliath mainnet, proyek ini secara resmi memasuki fase operasional.

    Mainnet publik memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan jaringan, melakukan transaksi, serta memanfaatkan berbagai fitur yang sebelumnya hanya tersedia dalam lingkungan terbatas.

    Selain itu, peluncuran ini juga membuka jalan bagi developer untuk mulai membangun aplikasi berbasis blockchain di atas ekosistem Onyxcoin. Ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan utilitas nyata bagi token XCN.

    Potensi Staking dan Ekosistem Baru

    Salah satu daya tarik utama dari Goliath mainnet adalah potensi aktivasi fitur staking. Dengan adanya staking, pemegang XCN dapat berpartisipasi dalam keamanan jaringan sekaligus memperoleh insentif.

    Lebih jauh lagi, mainnet ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekosistem, termasuk integrasi dengan berbagai layanan Web3, DeFi, hingga aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Jika berhasil menarik minat developer dan pengguna, Onyxcoin berpotensi meningkatkan adopsi serta memperkuat posisi XCN di pasar kripto yang semakin kompetitif.

    Event Material, Tapi Sudah Diantisipasi Pasar

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa peluncuran ini merupakan event yang benar-benar material karena menyangkut realisasi produk inti, bukan sekadar wacana.

    “Ini salah satu event yang benar-benar material karena menyangkut delivery produk inti, bukan cuma sesi ngobrol kosong. Tapi karena tanggalnya sudah diketahui jauh hari dan ekspektasi pasar sudah sempat dibangun, efek paling realistis tetap kombinasi antara dorongan naratif jangka pendek dan risiko sell-the-news setelah mainnet resmi hidup,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, meskipun peluncuran ini penting secara fundamental, dampaknya terhadap harga tidak selalu langsung positif dalam jangka pendek.

    Risiko Sell-the-News

    Fenomena sell-the-news sering terjadi di pasar kripto, di mana harga naik menjelang event besar karena ekspektasi, lalu justru turun setelah event tersebut benar-benar terjadi.

    Dalam kasus Onyxcoin, tanggal peluncuran yang sudah diketahui sebelumnya membuat pasar memiliki waktu untuk “price in” ekspektasi tersebut.

    Jika tidak ada kejutan tambahan seperti kemitraan besar, lonjakan pengguna, atau adopsi langsung pasca peluncuran, maka harga XCN berpotensi mengalami tekanan setelah mainnet resmi berjalan.

    Faktor Penentu Setelah Launch

    Setelah Goliath mainnet aktif, perhatian pasar akan bergeser dari narasi ke eksekusi. Beberapa faktor kunci yang akan menentukan keberhasilan jangka panjang antara lain:

    • Jumlah pengguna aktif di jaringan
    • Aktivitas staking dan partisipasi komunitas
    • Jumlah aplikasi yang dibangun di atas mainnet
    • Kemitraan strategis dengan proyek lain

    Tanpa pertumbuhan nyata di aspek-aspek tersebut, euforia peluncuran bisa cepat mereda.

    Antara Harapan dan Realita

    Peluncuran mainnet selalu menjadi momen penting bagi proyek blockchain, karena menunjukkan bahwa proyek tersebut telah mencapai tahap implementasi nyata.

    Namun, pasar kripto dikenal sangat dinamis dan seringkali bereaksi berlawanan dengan ekspektasi awal.

    Dalam jangka pendek, XCN berpotensi mendapatkan dorongan dari sentimen positif. Namun dalam jangka menengah hingga panjang, performanya akan sangat bergantung pada seberapa sukses Onyxcoin membangun ekosistem di atas Goliath mainnet.

    Baca Juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?

    Peluncuran Goliath mainnet oleh Onyxcoin menjadi langkah besar menuju adopsi yang lebih luas. Ini bukan sekadar update teknis, tetapi transisi menuju penggunaan nyata di dunia blockchain.

    Meski demikian, investor perlu mewaspadai potensi volatilitas, terutama dengan adanya risiko sell-the-news.

    Pada akhirnya, keberhasilan XCN tidak hanya ditentukan oleh peluncuran mainnet, tetapi oleh apa yang terjadi setelahnya, yaitu adopsi, utilitas, dan pertumbuhan ekosistem secara berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Proyek Wajib Transparan Soal Market Maker

    Binance kembali mengambil langkah tegas dalam meningkatkan transparansi pasar kripto dengan merilis pedoman baru terkait peran market maker dalam proses listing token.

    Dalam kebijakan terbaru ini, Binance mewajibkan setiap proyek untuk mengungkap identitas market maker, termasuk badan hukum yang terlibat serta detail kontrak kerja sama.

    Selain itu, bursa juga secara eksplisit melarang praktik profit-sharing dan guaranteed return yang selama ini kerap menjadi area abu-abu dalam industri.

    Langkah ini menandai upaya serius Binance untuk memperbaiki integritas pasar, khususnya pada fase awal perdagangan token baru.

    Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

    Wajib Transparansi: Siapa Market Maker di Balik Token?

    Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah kewajiban bagi proyek untuk mengungkap secara jelas siapa pihak market maker yang mereka gunakan.

    Market maker sendiri memiliki peran penting dalam menyediakan likuiditas dan menjaga stabilitas harga di pasar.

    Namun, kurangnya transparansi selama ini sering membuka celah untuk manipulasi harga dan volume perdagangan.

    Dengan aturan ini, Binance ingin memastikan bahwa hubungan antara issuer token dan market maker tidak lagi tersembunyi dari publik maupun regulator.

    Larangan Skema “Abu-Abu”

    Selain transparansi, Binance juga melarang secara tegas dua praktik yang dinilai berisiko tinggi:

    • Profit-sharing: Pembagian keuntungan antara proyek dan market maker
    • Guaranteed return: Jaminan keuntungan tertentu kepada market maker

    Kedua skema ini sering dianggap sebagai potensi konflik kepentingan, karena dapat mendorong manipulasi harga demi mencapai target profit tertentu.

    Dengan melarang praktik tersebut, Binance berupaya menciptakan mekanisme pasar yang lebih fair dan berbasis permintaan nyata.

    Aturan Ketat untuk Peminjaman Token

    Binance juga memperketat aturan terkait peminjaman token kepada market maker.

    Dalam pedoman baru, setiap perjanjian pinjaman harus menjelaskan secara rinci bagaimana token tersebut boleh digunakan.

    Menurut laporan Coindesk, tujuan aturan ini adalah untuk mencegah penyalahgunaan, seperti dumping besar-besaran atau manipulasi likuiditas yang merugikan investor ritel.

    Jika ditemukan pelanggaran, Binance menegaskan akan mengambil tindakan cepat, termasuk blacklist terhadap market maker yang terlibat.

    Perspektif Industri: Menyasar Area Gelap

    Tim riset dari Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai langkah penting dalam membersihkan salah satu area paling problematik di industri kripto.

    “Langkah ini menunjukkan Binance sedang mencoba menutup salah satu area paling gelap dalam pasar kripto: hubungan kotor antara issuer dan market maker yang bisa memelintir volume serta harga,” tutur Tim Research Tokocrypto.

    “Kalau penegakannya benar-benar keras, aturan ini bisa meningkatkan integritas listing baru, tapi juga berisiko membuka betapa busuknya praktik likuiditas semu yang selama ini dibiarkan hidup,” imbuhnya.

    Pernyataan ini menyoroti bahwa meskipun aturan baru membawa potensi perbaikan, implementasinya akan menjadi kunci utama keberhasilan.

    Dampak ke Pasar Kripto

    Kebijakan ini berpotensi memberikan dampak luas terhadap ekosistem kripto, terutama bagi proyek baru yang ingin listing di Binance.

    Di satu sisi, aturan ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dengan memastikan bahwa harga dan volume lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

    Namun di sisi lain, proyek yang selama ini bergantung pada praktik likuiditas buatan mungkin akan kesulitan memenuhi standar baru ini.

    Hal ini juga bisa menyebabkan penurunan jumlah listing dalam jangka pendek, karena hanya proyek dengan struktur yang lebih transparan dan profesional yang mampu memenuhi persyaratan.

    Menuju Pasar yang Lebih Sehat

    Langkah Binance ini mencerminkan tren yang lebih besar di industri kripto: pergeseran menuju transparansi dan akuntabilitas.

    Seiring meningkatnya perhatian regulator global, bursa kripto dituntut untuk menerapkan standar yang lebih tinggi guna melindungi investor dan menjaga stabilitas pasar.

    Jika kebijakan ini berhasil diterapkan secara konsisten, bukan tidak mungkin akan menjadi standar baru yang diikuti oleh bursa lain.

    Baca Juga: Dituding Terkait dengan Iran, Binance Gugat Wall Street Journal!

    Aturan baru Binance terkait market maker menjadi sinyal kuat bahwa industri kripto sedang bergerak menuju fase yang lebih matang.

    Dengan menutup celah manipulasi dan meningkatkan transparansi, perusahaan berupaya menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih adil dan terpercaya.

    Namun, seperti yang disoroti pelaku industri, tantangan terbesar bukan pada aturan itu sendiri, melainkan pada seberapa konsisten dan tegas aturan tersebut ditegakkan di lapangan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,98% ke $0,177, Likuiditas Tipis

    Harga Pi Network kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir dengan penurunan 1,98% ke level $0,177.

    Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stabil hingga sedikit menguat, sehingga menunjukkan bahwa pergerakan Pi cenderung dipengaruhi faktor internal.

    Berbeda dengan aset besar seperti Bitcoin yang cenderung bergerak datar, Pi justru melemah, menandakan adanya tekanan spesifik yang tidak berasal dari sentimen pasar secara umum.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

    Likuiditas Rendah Jadi Penyebab Utama

    Merujuk pada laporan Coinmarketcap pada Senin (30/3), faktor utama di balik penurunan ini adalah likuiditas yang rendah dan kondisi pasar yang tipis (thin market).

    Dengan volume perdagangan sekitar $15,1 juta dibandingkan kapitalisasi pasar sebesar $1,76 miliar, rasio turnover Pi hanya berada di kisaran 0,86%.

    Angka ini tergolong sangat rendah, yang berarti order book cenderung dangkal. Dalam kondisi seperti ini, bahkan tekanan jual yang tidak terlalu besar bisa menyebabkan pergerakan harga yang signifikan.

    Artinya, pergerakan harga Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh aliran transaksi jangka pendek dibandingkan faktor fundamental.

    Tidak Ada Katalis Jelas

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain likuiditas, faktor lain yang menonjol adalah tidaknya ada katalis signifikan yang memicu penurunan harga.

    Tidak ditemukan pengumuman besar, kemitraan baru, atau sentimen negatif yang dapat menjelaskan pergerakan ini. Bahkan secara sosial, diskusi komunitas cenderung netral tanpa adanya lonjakan sentimen negatif.

    Menariknya, Pi juga tidak mengikuti arah pasar secara keseluruhan. Hal ini memperkuat indikasi bahwa penurunan lebih bersifat isolated move yang dipicu oleh dinamika internal pasar.

    Tanpa katalis eksternal, harga menjadi lebih rentan terhadap fluktuasi acak.

    Struktur Harga Masih Rapuh

    Dari sisi teknikal, struktur harga Pi saat ini masih tergolong lemah, meskipun belum sepenuhnya masuk ke tren bearish yang kuat.

    Level kunci yang perlu diperhatikan antara lain:

    • Support utama: $0,17
    • Support lanjutan: $0,16
    • Resistance terdekat: $0,185

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,17, maka ada peluang untuk konsolidasi dalam rentang $0,17 hingga $0,185.

    Namun, jika level ini ditembus, risiko penurunan lebih dalam menuju $0,16 akan semakin besar.

    Penutupan harian di bawah $0,17 akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan bearish mulai menguat.

    Volume Jadi Kunci Arah Selanjutnya

    Salah satu indikator terpenting yang perlu diperhatikan ke depan adalah volume perdagangan.

    Saat ini, volume yang rendah menunjukkan kurangnya partisipasi pasar. Untuk mengonfirmasi arah tren yang lebih kuat, baik naik maupun turun, dibutuhkan peningkatan volume yang signifikan.

    Sebagai acuan, kenaikan volume di atas $30 juta per hari dapat menjadi sinyal bahwa likuiditas mulai membaik dan pergerakan harga memiliki dasar yang lebih kuat.

    Tanpa dukungan volume, pergerakan harga berisiko tetap volatil dan tidak stabil.

    Bearish Hati-Hati

    Secara keseluruhan, kondisi pasar Pi saat ini dapat dikategorikan sebagai cautiously bearish.

    Penurunan harga yang terjadi bukan disebabkan oleh sentimen negatif besar, melainkan oleh kelemahan struktural dalam likuiditas pasar. Hal ini membuat harga lebih mudah tertekan, bahkan oleh aktivitas trading yang relatif kecil.

    Di sisi lain, belum adanya katalis positif membuat potensi pemulihan juga terbatas dalam jangka pendek.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3,24% Saat Pasar Naik, Likuiditas Tipis

    Penurunan harga Pi Network ke $0,177 mencerminkan kerentanan aset ini dalam kondisi likuiditas rendah.

    Tanpa dukungan volume dan katalis baru, pergerakan harga cenderung tetap rapuh dan mudah berubah arah.

    Fokus utama pasar saat ini adalah apakah level $0,17 mampu bertahan. Jika ya, konsolidasi bisa terjadi. Namun jika tidak, tekanan bearish berpotensi berlanjut ke area yang lebih rendah.

    Bagi investor, kondisi ini menuntut kehati-hatian lebih, terutama dalam menghadapi volatilitas yang dipicu oleh faktor non-fundamental.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Worldcoin Jual Token Rp1 Triliun: Harga Ambruk 97%!

    Organisasi di balik proyek Worldcoin, World Foundation, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan penjualan token WLD senilai $65 juta melalui skema over-the-counter (OTC).

    Transaksi ini dilakukan oleh anak perusahaannya, World Assets Ltd, kepada empat pihak privat dengan harga rata-rata $0,2719 per token, di tengah kondisi harga yang masih berada dekat titik terendah sepanjang sejarah.

    Dana untuk Operasional dan Produksi “Orb”

    Dilaporkan BeInCrypto, World Foundation menyatakan bahwa dana hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung operasional inti, termasuk riset dan pengembangan, ekspansi ekosistem, serta produksi perangkat pemindai iris mata yang dikenal sebagai “Orb”.

    Untuk mengurangi tekanan jual di pasar, sekitar $25 juta dari token yang dijual akan dikunci selama enam bulan, sehingga tidak langsung beredar hingga akhir September 2026.

    Pola Penjualan Berulang Picu Kekhawatiran

    Meski disebut sebagai langkah strategis, data on-chain menunjukkan bahwa penjualan ini bukan kejadian tunggal. Dalam dua tahun terakhir, entitas yang terafiliasi dengan Worldcoin secara konsisten menjual token melalui market maker seperti Flow Traders dan Wintermute.

    Bahkan dalam sembilan hari terakhir saja, tercatat penjualan mencapai 226,43 juta WLD dengan nilai sekitar $63 juta dalam bentuk USDC, menandakan adanya tekanan suplai yang terus berulang di pasar.

    Baca juga: Worldcoin Meledak 50%! Inilah Daftar Identity Token yang Sedang Panas

    Harga WLD Tertekan di Tengah Tekanan Pasokan

    Penjualan berkelanjutan ini terjadi saat harga WLD mengalami tekanan berat. Token tersebut sempat menyentuh level terendah sepanjang masa sebelum pulih tipis ke kisaran $0,27.

    Jika dibandingkan dengan puncaknya di $11,72 pada Maret 2024, harga WLD kini telah turun lebih dari 97%, mencerminkan kombinasi tekanan dari sisi suplai dan sentimen pasar yang melemah.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa aksi penjualan yang konsisten ini menciptakan overhang supply yang signifikan di pasar. “Ketika distribusi token terus terjadi tanpa diimbangi pertumbuhan demand yang kuat, maka tekanan harga akan sulit dihindari dalam jangka menengah,” ujar tim riset.

    Lebih lanjut, mereka menyoroti bahwa strategi OTC memang efektif untuk menghindari tekanan harga jangka pendek, namun tidak menghilangkan dampak struktural terhadap pasar. “OTC hanya memindahkan tekanan dari visible market ke latent supply. Ketika lockup berakhir, potensi distribusi lanjutan tetap menjadi risiko,” tambahnya.

    Tim Research Tokocrypto juga menekankan bahwa pasar saat ini semakin sensitif terhadap proyek dengan pola distribusi agresif. “Investor kini lebih memperhatikan sustainability tokenomics. Tanpa keseimbangan antara distribusi dan utilitas, kepercayaan pasar akan sulit pulih,” jelas mereka.

    Tantangan Regulasi dan Masa Depan Proyek

    Di luar faktor pasar, Worldcoin juga menghadapi tekanan dari regulator global terkait isu privasi biometrik. Proyek ini mengusung konsep “proof of humanness”, namun pengumpulan data iris mata memicu kekhawatiran di berbagai yurisdiksi.

    Kombinasi antara tekanan harga, distribusi token yang berkelanjutan, serta tantangan regulasi membuat Worldcoin berada dalam fase krusial. Ke depan, keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan membangun kembali kepercayaan pasar dan menjaga keseimbangan suplai di ekosistemnya.

    Baca Juga: Billions.Network Tantang Worldcoin dengan ID Digital


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AI Kini Bisa Eksekusi Transaksi Kripto

    Trust Wallet kembali mendorong inovasi di sektor kripto dengan meluncurkan Trust Wallet Agent Kit, sebuah infrastruktur baru yang dirancang untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) langsung ke dalam aktivitas transaksi blockchain.

    Langkah ini menandai pergeseran penting dalam evolusi wallet kripto: dari sekadar alat penyimpanan aset digital menjadi platform eksekusi pintar berbasis AI yang tetap mempertahankan prinsip self-custody.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Trust Wallet (TWT)

    AI Bisa Eksekusi Transaksi Nyata

    Melalui Agent Kit, Trust Wallet memungkinkan agen AI untuk melakukan transaksi kripto secara langsung di lebih dari 25 blockchain.

    Namun yang membedakan, seluruh aktivitas tersebut tetap berada dalam batas izin yang ditentukan oleh pengguna.

    Artinya, kontrol tetap sepenuhnya berada di tangan user, bukan pada AI atau pihak ketiga. Ini menjadi poin krusial di tengah meningkatnya kekhawatiran soal keamanan dan kustodi dalam integrasi AI ke dunia kripto.

    Selain itu, toolkit ini terhubung dengan Model Context Protocol (MCP), sebuah standar yang memungkinkan AI memahami konteks dan bertindak sesuai parameter yang telah ditentukan.

    Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga dapat beroperasi secara lebih kontekstual dan adaptif.

    Dukungan Wallet Lama dan Ekosistem Terbuka

    Menurut laporan Bitcoin Magazine, Agent Kit juga mendukung dua mode utama: agent wallet dan koneksi langsung ke wallet yang sudah ada.

    Integrasi ini dimungkinkan melalui WalletConnect, yang memungkinkan pengguna menghubungkan Trust Wallet mereka tanpa perlu migrasi aset.

    Pendekatan ini membuat adopsi menjadi lebih mudah, karena pengguna tidak harus meninggalkan ekosistem yang sudah mereka gunakan.

    Trust Wallet tampaknya sadar bahwa hambatan terbesar dalam adopsi teknologi baru adalah friksi pengguna.

    Dengan tetap mempertahankan kompatibilitas lintas blockchain dan wallet, Agent Kit diposisikan sebagai fondasi infrastruktur yang fleksibel dan scalable.

    Self-Custody Tetap Jadi Prioritas

    Di tengah tren meningkatnya penggunaan layanan kustodian pihak ketiga, Trust Wallet justru mengambil arah sebaliknya.

    Agent Kit dirancang sebagai solusi self-custody yang ramah AI, di mana pengguna tetap memegang kendali penuh atas aset mereka.

    Tidak ada transfer kontrol ke entitas eksternal, bahkan saat AI digunakan untuk mengeksekusi transaksi. Ini bisa menjadi nilai jual utama, terutama bagi pengguna yang mengutamakan keamanan dan desentralisasi.

    Pendekatan ini juga selaras dengan prinsip dasar Web3, di mana kepemilikan aset dan kontrol data tetap berada di tangan individu.

    Dampak ke Token TWT

    Peluncuran Agent Kit juga berpotensi memberikan sentimen positif terhadap token native Trust Wallet, yaitu Trust Wallet Token. Namun, seperti biasa di pasar kripto, narasi kuat saja tidak cukup tanpa adopsi nyata.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ini membuka peluang baru bagi TWT untuk naik kelas dalam ekosistem.

    “Trust Wallet sedang mencoba naik kelas dari sekadar dompet jadi lapisan eksekusi AI untuk user retail. Kalau adopsinya jalan, TWT bisa ikut terangkat sebagai proxy ekosistem wallet-AI, meski pasar tetap perlu bukti pemakaian nyata sebelum kasih valuasi premium yang serius,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Dengan kata lain, TWT bisa menjadi representasi dari pertumbuhan sektor wallet berbasis AI, tetapi valuasi jangka panjang tetap bergantung pada seberapa besar penggunaan Agent Kit di dunia nyata.

    Menuju Era Wallet + AI

    Integrasi AI ke dalam wallet kripto membuka berbagai kemungkinan baru. Mulai dari otomatisasi trading, manajemen portofolio cerdas, hingga interaksi berbasis perintah natural language.

    Namun, tantangan tetap ada. Selain aspek keamanan, adopsi juga bergantung pada seberapa intuitif teknologi ini bagi pengguna awam.

    Trust Wallet tampaknya mengambil langkah awal yang strategis dengan menjaga keseimbangan antara inovasi dan kontrol pengguna. Jika berhasil, Agent Kit bisa menjadi fondasi bagi generasi baru aplikasi kripto berbasis AI.

    Baca Juga: Integrasi dengan WalletConnect, TokoMall Permudah Proses Koleksi NFT art

    Peluncuran Trust Wallet Agent Kit menunjukkan bahwa masa depan wallet kripto tidak hanya soal penyimpanan, tetapi juga eksekusi dan kecerdasan.

    Dengan menggabungkan AI dan self-custody, Trust Wallet mencoba menciptakan standar baru dalam industri.

    Namun seperti semua inovasi di kripto, keberhasilan akhirnya akan ditentukan oleh adopsi nyata di lapangan.

    Untuk saat ini, Agent Kit menawarkan gambaran menarik tentang bagaimana AI dan blockchain bisa bekerja berdampingan—tanpa mengorbankan prinsip desentralisasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network kNaik 3,17% ke $0,182, Dibayangi Tren Bearish

    Harga Pi Network menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan 3,17% ke level $0,182, sedikit mengungguli pergerakan pasar kripto secara keseluruhan yang naik sekitar 1%.

    Meski terlihat positif di permukaan, pergerakan ini dinilai lebih sebagai rebound jangka pendek dibandingkan sinyal pembalikan tren.

    Tekanan bearish masih mendominasi, terutama karena minimnya katalis kuat dan lemahnya volume perdagangan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

    Kenaikan Dipicu Sentimen Pasar (Beta-Driven)

    Sebagaimana dikutip dari Coinmarketcap pada Minggu (29/3), kenaikan harga Pi terjadi seiring dengan menguatnya kapitalisasi pasar kripto global sekitar 0,96%.

    Ini menunjukkan bahwa pergerakan Pi lebih didorong oleh sentimen pasar secara umum (beta-driven), bukan faktor spesifik dari aset itu sendiri.

    Bahkan jika dibandingkan dengan Bitcoin yang naik sekitar 1,06%, Pi memang sedikit outperform. Namun, keunggulan ini belum cukup untuk mengindikasikan momentum bullish yang solid.

    Aktivitas internal jaringan juga turut memberi sedikit dorongan. Beberapa perkembangan seperti fase kedua migrasi jaringan serta laporan transfer sekitar 50 juta PI antar wallet foundation menjadi latar belakang pergerakan ini, meski dampaknya terbatas.

    Artinya, kenaikan ini lebih mencerminkan “ikut naik” bersama pasar, bukan karena kekuatan fundamental baru.

    Minim Katalis, Volume Justru Turun

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Salah satu indikator penting yang menahan optimisme adalah volume perdagangan yang turun hingga 31,61% dalam 24 jam terakhir.

    Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak didukung oleh partisipasi pasar yang kuat.

    Selain itu, tidak ada berita besar seperti listing exchange, kemitraan strategis, atau pengumuman utilitas baru yang biasanya menjadi pemicu lonjakan harga signifikan.

    Sentimen komunitas juga cenderung netral. Diskusi lebih banyak berfokus pada potensi jangka panjang dibandingkan faktor jangka pendek yang bisa mendorong harga.

    Ini berarti, tanpa katalis tambahan dan dukungan volume, kenaikan ini rentan mengalami koreksi.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Secara teknikal, struktur harga Pi masih lemah dan berada dalam tekanan tren turun yang lebih besar. Beberapa level penting menjadi acuan dalam jangka pendek:

    • Resistance terdekat: $0,189
    • Support kuat: $0,175
    • Support lanjutan: $0,171 dan $0,159

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,175, ada peluang untuk menguji resistance di $0,189. Namun, jika gagal dan turun di bawah $0,171, maka potensi penurunan ke area $0,159 semakin terbuka.

    Untuk mengubah bias menjadi lebih bullish, Pi perlu mencatatkan penutupan harian di atas $0,210—level yang saat ini masih cukup jauh.

    Event Penting: Deadline 6 April

    Faktor lain yang patut diperhatikan adalah agenda penting dari jaringan Pi, yaitu upgrade node wajib ke Protocol 21 yang dijadwalkan pada 6 April 2026.

    Upgrade ini menjadi momen krusial karena kegagalan dalam implementasi atau partisipasi jaringan dapat memicu tekanan tambahan pada harga. Sebaliknya, jika berjalan lancar, bisa menjadi katalis positif jangka pendek.

    Outlook: Rebound dalam Tren Turun

    Secara keseluruhan, kenaikan harga Pi Network saat ini lebih tepat disebut sebagai counter-trend bounce di tengah tren bearish yang masih dominan.

    Tidak adanya katalis kuat, ditambah volume yang melemah, membuat reli ini belum memiliki fondasi yang solid untuk berlanjut.

    Kenaikan ini lebih mencerminkan pantulan teknikal dalam tren turun yang lebih besar, bukan perubahan fundamental yang signifikan. Tanpa dukungan volume dan katalis baru, pergerakan seperti ini biasanya tidak bertahan lama.

    Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 26%, Tekanan Jual Besar Picu Koreksi Tajam

    Harga Pi Network memang menunjukkan performa positif dalam 24 jam terakhir, namun masih jauh dari aman untuk disebut bullish reversal.

    Fokus pasar kini tertuju pada dua hal utama, yaitu kemampuan harga bertahan di atas level support kunci dan dampak dari upgrade jaringan pada 6 April.

    Jika kedua faktor ini tidak mendukung, maka tren turun berpotensi kembali mendominasi dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 3%, Tertekan Arus Keluar ETF Bitcoin

    Harga Pi Network kembali melemah dalam 24 jam terakhir, turun sekitar 3,08% ke level $0,177 menurut catatan Coinmarketcap pada Sabtu (28/3).

    Penurunan ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto secara luas yang dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off global, sekaligus menunjukkan tingginya korelasi Pi terhadap pergerakan Bitcoin sebagai aset utama.

    Secara umum, pergerakan harga Pi Network kali ini tidak didorong oleh katalis spesifik dari dalam ekosistemnya, melainkan lebih sebagai efek lanjutan dari tekanan makro yang memukul hampir seluruh aset berisiko, termasuk kripto.

    Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

    Tekanan Makro Jadi Pemicu Utama

    Penurunan harga Pi sejalan dengan pelemahan pasar kripto global yang juga turun sekitar 3%.

    Faktor utama di balik kondisi ini adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta lonjakan harga minyak yang mendekati $110 per barel.

    Kondisi tersebut memicu pergeseran sentimen investor ke arah lebih defensif.

    Salah satu indikator yang paling terlihat adalah arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di AS yang mencapai sekitar $171 juta dalam satu hari, yang tercatat sebagai jumlah terbesar dalam tiga minggu terakhir.

    Alhasil, arus keluar ini memberikan tekanan tambahan pada harga Bitcoin, yang kemudian menyeret altcoin seperti Pi.

    Dalam konteks ini, Pi kembali menunjukkan karakter sebagai aset high-beta, bergerak searah dengan Bitcoin, tetapi dengan volatilitas yang lebih tinggi.

    Tekanan Internal Perkuat Penurunan

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain faktor eksternal, Pi juga masih menghadapi sejumlah tekanan dari dalam ekosistemnya.

    Salah satu yang paling disorot adalah proses migrasi token yang masih berlangsung, yang secara bertahap meningkatkan suplai beredar di pasar.

    Peningkatan suplai ini berpotensi menciptakan tekanan jual tambahan, terutama ketika tidak diimbangi oleh permintaan baru yang cukup kuat. Dalam kondisi pasar yang sedang melemah, faktor ini menjadi semakin signifikan.

    Dari sisi teknikal, struktur harga Pi juga menunjukkan kelemahan. Aset ini masih bergerak dalam pola penurunan (descending structure), dengan level support penting di sekitar $0,17 yang kini mulai teruji.

    Ketidakmampuan Pi untuk mempertahankan level ini dapat membuka ruang penurunan lebih lanjut.

    Outlook Jangka Pendek: Waspadai Level Kritis

    Dalam jangka pendek, pergerakan Pi masih cenderung bearish selama harga bertahan di bawah area resistance sekitar $0,19.

    Level ini menjadi batas penting untuk menentukan apakah pasar bisa mulai stabil atau justru melanjutkan tren penurunan.

    Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus support $0,17 secara meyakinkan, maka potensi penurunan lanjutan ke area $0,15 menjadi semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika Pi mampu bertahan dan kembali menembus $0,19, hal ini bisa menjadi sinyal awal pemulihan.

    Namun demikian, arah pergerakan Pi tetap sangat bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan, terutama stabilitas Bitcoin. Selama Bitcoin belum menemukan titik keseimbangan yang kuat, altcoin seperti Pi kemungkinan akan tetap berada dalam tekanan.

    Sentimen Pasar Masih Mendominasi

    Pergerakan terbaru ini menegaskan bahwa harga Pi Network masih lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global dibandingkan perkembangan internalnya.

    Tanpa adanya katalis kuat seperti pembaruan besar atau peningkatan adopsi signifikan, Pi cenderung mengikuti arah pasar yang lebih luas.

    Meski roadmap pengembangan jaringan tetap berjalan, termasuk rencana upgrade node ke versi 23.0 dalam beberapa bulan ke depan, dampaknya terhadap harga dalam jangka pendek masih terbatas jika tekanan eksternal belum mereda.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

    Penurunan harga Pi Network kali ini mencerminkan kombinasi antara tekanan makro global dan faktor internal yang belum sepenuhnya terselesaikan.

    Dengan struktur teknikal yang masih lemah dan suplai yang terus bertambah, Pi berada dalam posisi rentan di tengah kondisi pasar yang tidak kondusif.

    Ke depan, level $0,17 menjadi titik krusial yang perlu diperhatikan. Sementara itu, stabilitas Bitcoin akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah tekanan terhadap Pi akan berlanjut atau mulai mereda.




    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Akses Emas Tokenisasi Kian Luas

    Perusahaan stablecoin terbesar, Tether, resmi memperluas jangkauan produk emas tokenized miliknya, XAUt, dengan meluncurkannya di BNB Chain.

    Langkah ini langsung diperkuat oleh dukungan dari Binance yang menambahkan berbagai pasangan perdagangan (spot pair), termasuk USDT, BTC, USDC, TRY, dan U.

    Ekspansi ini menjadi tonggak penting bagi adopsi aset berbasis emas di dunia kripto, sekaligus memperkuat narasi real-world assets (RWA) yang semakin dominan di pasar.

    Baca Juga: Tether Angkat Simon McWilliams sebagai CFO

    XAUt: Pemimpin Pasar Emas Tokenized

    Produk Tether Gold (XAUt) saat ini merupakan token emas terbesar di dunia kripto, dengan kapitalisasi pasar sekitar $3,2 miliar.

    Menurut laporan Cryptobriefing, potensi XAUt untuk ‘bersinar’ cukup besar karena didukung oleh sekitar 1.800 batang emas fisik yang disimpan di vault Swiss. Apalagi, XAUt menguasai sekitar 60% pangsa pasar global gold-backed stablecoin.

    Dengan basis fundamental tersebut, XAUt telah menjadi jembatan antara aset fisik tradisional dan ekosistem digital.

    Integrasi ke BNB Chain: Game Changer Distribusi

    Masuknya XAUt ke BNB Chain membawa dampak signifikan dari sisi distribusi dan aksesibilitas.

    BNB Chain dikenal sebagai salah satu jaringan dengan pengguna aktif terbesar yang punya ekosistem DeFi dan trading yang luas, serta biaya transaksi relatif rendah.

    Dengan integrasi ini, pengguna kini dapat mengakses emas tokenized langsung dari wallet on-chain, memperdagangkan XAUt secara lebih mudah, dan menggunakan XAUt dalam berbagai aplikasi DeFi.

    Artinya, XAUt tidak lagi hanya menjadi produk niche, tetapi mulai masuk ke arus utama pasar kripto.

    Binance Perkuat Likuiditas

    Dukungan dari Binance menjadi faktor kunci dalam ekspansi ini. Dengan penambahan berbagai pasangan trading, likuiditas XAUt berpotensi meningkat secara signifikan.

    Pasangan yang ditambahkan meliputi XAUt/USDT, XAUt/BTC, XAUt/USDC, XAUt/TRY, dan XAUt/U. Langkah ini memungkinkan trader untuk:

    • Mengakses eksposur emas tanpa keluar dari ekosistem kripto
    • Melakukan hedging terhadap volatilitas pasar
    • Diversifikasi portofolio secara lebih efisien

    Momentum Emas dan Narasi Safe Haven

    Ekspansi ini juga terjadi di tengah meningkatnya minat terhadap aset safe haven seperti emas. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global, investor cenderung mencari instrumen yang lebih stabil.

    Dengan XAUt, investor mendapatkan eksposur terhadap harga emas, likuiditas tinggi seperti aset kripto, serta fleksibilitas penggunaan dalam ekosistem digital.

    Ini berarti, XAUt berada di persimpangan antara tradisional finance dan DeFi, menjadikannya produk yang semakin relevan.

    Katalis Adopsi Nyata

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini merupakan katalis penting bagi pertumbuhan XAUt.

    “Ini katalis yang cukup kuat buat XAUt karena distribusinya naik kelas dari sekadar produk niche menjadi instrumen yang makin dekat ke arus utama trading kripto,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Menurutnya, saat emas fisik, safe-haven trade, dan RWA bertemu di BNB Chain, XAUt punya peluang besar buat menarik likuiditas baru dari trader yang ingin eksposur gold tanpa keluar dari ekosistem on-chain.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa ekspansi distribusi menjadi kunci dalam mendorong adopsi aset tokenized.

    Dampak bagi Pasar Kripto

    Peluncuran XAUt di BNB Chain membawa beberapa implikasi penting:

    1. Peningkatan Adopsi RWA

    Aset dunia nyata seperti emas semakin terintegrasi ke dalam ekosistem kripto.

    2. Diversifikasi Instrumen Trading

    Trader memiliki lebih banyak pilihan selain aset volatil seperti Bitcoin atau altcoin.

    3. Kompetisi di Sektor Tokenized Assets

    Produk serupa kemungkinan akan muncul untuk bersaing di pasar yang sama.

    Baca Juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital

    Langkah Tether membawa XAUt ke BNB Chain, didukung oleh listing di Binance, menandai fase baru dalam adopsi emas tokenized di dunia kripto.

    Dengan kombinasi likuiditas tinggi, distribusi luas, dan narasi safe haven, XAUt berpotensi menjadi salah satu instrumen utama dalam kategori RWA.

    Jika tren ini berlanjut, emas tokenized tidak hanya menjadi alternatif investasi, tetapi juga bagian integral dari ekosistem keuangan digital global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Integrasi Chronicle ke Fund BUIDL

    Raksasa manajer aset global, BlackRock, kembali memperkuat posisinya di sektor real-world assets (RWA) dengan menambahkan lapisan verifikasi baru ke produk on-chain andalannya, BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL).

    Menurut laporan The Block, kali ini BlackRock menggandeng Chronicle untuk menghadirkan sistem verifikasi data yang lebih transparan dan dapat diaudit secara independen.

    Langkah ini menjadi tonggak penting dalam evolusi tokenized fund, dari sekadar eksistensi di blockchain menuju infrastruktur keuangan digital yang benar-benar siap digunakan oleh institusi besar.

    Baca Juga: BlackRock Lepas $250 Juta ETH, Akankah Harga Ethereum Terkoreksi?

    BUIDL: Tokenized Fund Terbesar di Pasar

    BUIDL saat ini merupakan salah satu dana on-chain terbesar di dunia, dengan total aset sekitar US$1,7 miliar.

    Portofolio utamanya terdiri dari US Treasury, instrumen overnight repo, dan aset likuid berisiko rendah.

    Produk ini dirancang untuk memberikan eksposur ke instrumen pasar uang tradisional, namun dengan efisiensi dan transparansi blockchain.

    Chronicle: Lapisan Verifikasi Baru

    Integrasi Chronicle memungkinkan BUIDL menghadirkan data holding-level yang dapat diverifikasi secara independen oleh berbagai pihak, termasuk investor institusional, protokol DeFi, hingga manajer aset dan alokator modal.

    Fitur utama yang ditawarkan meliputi transparansi komposisi aset secara real-time, verifikasi ketersediaan dana, validasi integritas data, serta informasi “freshness” atau pembaruan data.

    Artinya, investor tidak lagi hanya mengandalkan laporan berkala, tetapi dapat memverifikasi kondisi dana secara langsung di blockchain.

    Jembatan antara DeFi dan TradFi

    Langkah ini juga memperkuat posisi BUIDL sebagai jembatan antara dunia keuangan tradisional (TradFi) dan decentralized finance (DeFi).

    Dengan adanya verifikasi granular, BUIDL kini lebih kompatibel untuk digunakan dalam protokol DeFi sebagai collateral, strategi yield berbasis institusi, dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

    Hal ini menjawab salah satu tantangan terbesar dalam adopsi RWA, yaitu kepercayaan terhadap data dan transparansi.

    Evolusi Tokenized Fund

    Sebelumnya, banyak proyek tokenisasi hanya berhenti pada tahap “membawa aset ke blockchain”. Namun, tanpa transparansi dan standar data yang memadai, adopsinya terbatas.

    Dengan integrasi Chronicle, BUIDL menunjukkan evolusi baru:

    1. Phase 1: Tokenisasi aset
    2. Phase 2: Likuiditas on-chain
    3. Phase 3: Verifikasi dan audit real-time

    Dengan demikian, tokenized fund kini bergerak menuju standar infrastruktur keuangan institusional yang sesungguhnya.

    Fondasi Baru untuk RWA

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini merupakan bentuk adopsi nyata yang akan berdampak besar pada industri.

    “Ini adopsi yang sangat nyata karena tokenized fund mulai bergerak dari sekadar “ada di chain” menjadi “bisa diaudit dan dipakai” dengan standar data yang lebih mirip infrastruktur institusional sungguhan,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Menurutnya, saat BlackRock menambah lapisan verifikasi seperti ini, pasar sedang melihat fondasi teknis untuk RWA yang bukan cuma likuid, tapi juga makin dapat dipercaya oleh modal besar.

    Garis besarnya, transparansi tetap menjadi kunci utama untuk menarik modal institusional dalam skala besar.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Integrasi ini membawa beberapa implikasi strategis:

    1. Meningkatkan Kepercayaan Investor

    Data yang dapat diverifikasi secara independen mengurangi risiko informasi asimetris.

    2. Mendorong Adopsi Institusional

    Standar transparansi yang lebih tinggi membuat produk lebih menarik bagi institusi besar.

    3. Memperkuat Narasi RWA

    Tokenisasi aset dunia nyata semakin dianggap sebagai sektor serius dalam kripto.

    4. Standar Baru Industri

    Proyek lain kemungkinan akan mengikuti model verifikasi serupa.

    Baca Juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust

    Langkah BlackRock menambahkan Chronicle ke BUIDL menandai evolusi penting dalam dunia tokenized finance.

    Dengan menghadirkan transparansi dan verifikasi data yang lebih mendalam, BUIDL kini tidak hanya menjadi produk on-chain, tetapi juga infrastruktur keuangan yang siap digunakan secara luas.

    Jika tren ini berlanjut, tokenized fund berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam integrasi antara DeFi dan TradFi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com