Tag: altcoin

  • Aset Tokenisasi Wall Street Masuk 165 Blockchain via LayerZero

    Protokol interoperabilitas LayerZero resmi mengintegrasikan Canton Network, menjadikannya sebagai protokol pertama yang aktif di jaringan blockchain institusional tersebut.

    Integrasi terbaru yang dilakukan LayerZero Labs dengan Canton Network menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam evolusi industri kripto, khususnya di sektor tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA).

    Melalui integrasi ini, LayerZero resmi menjadi protokol interoperabilitas pertama yang aktif di Canton, membuka jalur bagi aset-aset tokenized untuk mengalir dari jaringan privat institusional ke lebih dari 165 blockchain publik.

    Baca Juga: LayerZero (ZRO) Melejit 31%, Sinyal Bullish Mulai Terbentuk

    Mendobrak Batas Interoperabilitas

    Sebagaimana dikutip dari Cryptobriefing, upaya yang dilakukan LayerZero ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis.

    Selama ini, Canton Network dikenal sebagai infrastruktur blockchain yang digunakan oleh institusi keuangan besar untuk mengelola aset seperti obligasi pemerintah (Treasuries), digital cash yang diterbitkan bank, hingga berbagai instrumen pasar modal on-chain.

    Namun, salah satu keterbatasan utama dari sistem ini adalah isolasi likuiditas, aset yang ada di dalamnya sulit mengakses pasar kripto yang lebih luas. Dengan hadirnya LayerZero sebagai jembatan interoperabilitas, batas tersebut mulai runtuh.

    Aset yang sebelumnya hanya beredar di lingkungan tertutup kini berpotensi diperdagangkan, digunakan sebagai jaminan (collateral), atau diintegrasikan ke dalam aplikasi DeFi di berbagai blockchain publik.

    Transformasi ini mencerminkan pergeseran besar dalam narasi industri. Jika sebelumnya kripto dan keuangan tradisional (TradFi) berjalan di jalur terpisah, kini keduanya mulai terhubung melalui infrastruktur yang lebih matang.

    Lebih Dekat dengan Public Chains

    LayerZero tidak lagi sekadar berperan sebagai protokol bridging antar chain kripto, melainkan mulai menempati posisi sebagai penghubung antara sistem keuangan teregulasi dan ekosistem blockchain terbuka.

    Tim Research Tokocrypto menilai perkembangan ini sebagai katalis penting bagi ekosistem LayerZero dan token ZRO.

    “Ini salah satu katalis paling serius buat ZRO karena arah LayerZero jelas bergeser dari sekadar bridging antar ekosistem kripto ke penyambung infrastruktur keuangan teregulasi dengan public chains. Kalau narasi ini benar-benar dieksekusi, ZRO bisa makin diposisikan sebagai middleware penting di era tokenisasi aset dunia nyata, bukan cuma token bridge biasa.”

    Dari sisi pasar, implikasinya cukup luas. Integrasi ini membuka peluang bagi masuknya likuiditas institusional ke dalam ekosistem kripto dengan cara yang lebih terstruktur dan compliant.

    Institusi keuangan yang sebelumnya ragu masuk ke DeFi karena faktor regulasi kini memiliki jalur yang lebih aman untuk berinteraksi dengan blockchain publik.

    Selain itu, investor kripto juga berpotensi mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap instrumen keuangan tradisional dalam bentuk tokenized, seperti obligasi pemerintah atau produk fixed income lainnya. Ini menciptakan peluang diversifikasi baru tanpa harus keluar dari ekosistem on-chain.

    Baca Juga: Harga ZRO Hari Ini Melejit 18%, LayerZero Jadi Magnet Pasar Kripto

    Tantangan Dan Peluang

    Integrasi LayerZero dengan Canton Network menandai langkah besar dalam evolusi industri kripto, khususnya dalam menghubungkan aset dunia nyata dengan ekosistem blockchain publik.

    Dengan membuka akses ke lebih dari 165 jaringan, LayerZero tidak hanya memperluas fungsi interoperabilitasnya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai penghubung utama antara keuangan tradisional dan digital.

    Meski demikian, proses adopsi tidak akan terjadi secara instan. Integrasi antara sistem privat yang sangat diatur dengan blockchain publik tetap menghadapi tantangan, terutama dari sisi regulasi, compliance, serta kebutuhan akan transparansi dan keamanan yang tinggi.

    Namun, arah yang ditunjukkan oleh langkah ini jelas: industri sedang bergerak menuju integrasi yang lebih dalam antara TradFi dan DeFi.

    Jika implementasi berjalan sesuai rencana, LayerZero berpotensi menjadi salah satu pemain kunci dalam era tokenisasi global.

    Dengan semakin banyaknya institusi yang mengeksplorasi tokenisasi dan kebutuhan akan likuiditas lintas jaringan, peran protokol interoperabilitas seperti LayerZero diperkirakan akan semakin krusial.

    Jika eksekusi integrasi ini berjalan sesuai rencana, LayerZero berpotensi menjadi salah satu infrastruktur inti dalam era baru keuangan digital, di mana aset dunia nyata tidak hanya ditokenisasi, tetapi juga dapat bergerak bebas di seluruh ekosistem blockchain global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Tersembunyi XRP: Awal dari Tren Bullish?

    Kinerja XRP menunjukkan tanda-tanda perbaikan dari sisi risk-adjusted return, setelah sebelumnya mengalami periode volatilitas tinggi dan momentum pasar yang lemah dalam beberapa bulan terakhir.

    Data terbaru dari Binance mengungkapkan bahwa rata-rata return 30 hari XRP berada di kisaran 0,00063. Angka ini memang relatif kecil, namun sudah berada di zona positif dan mencerminkan adanya pemulihan bertahap dalam kinerja jangka pendek.

    Sharpe Ratio Kembali Positif

    Dilaporkan Crypto Quant, indikator Sharpe Ratio XRP saat ini tercatat sekitar 0,0267. Nilai ini menunjukkan bahwa imbal hasil yang diperoleh masih lebih tinggi dibandingkan risiko yang diambil, meskipun belum berada dalam kategori kuat.

    Secara historis, Sharpe Ratio XRP sempat berada di zona negatif atau mendekati nol sepanjang Oktober hingga akhir Desember 2025. Kondisi tersebut mencerminkan lemahnya performa aset dengan risiko yang relatif tinggi.

    Memasuki awal 2026, indikator mulai menunjukkan perbaikan seiring stabilisasi harga XRP setelah sempat mengalami tekanan tajam pada awal Februari, di mana Sharpe Ratio sempat jatuh ke level negatif signifikan.

    Baca juga: XRP Konsolidasi, Data Ini Picu Sinyal Bahaya

    Maret Jadi Titik Balik

    Peningkatan yang lebih jelas terlihat pada Maret 2026, ketika rata-rata return 30 hari mulai naik lebih signifikan. Hal ini turut mendorong Sharpe Ratio kembali ke zona positif.

    Perkembangan ini mengindikasikan bahwa pasar mulai menemukan keseimbangan baru, dengan peningkatan imbal hasil yang tidak diikuti oleh lonjakan risiko yang berarti.

    Peluang Bullish, Tapi Belum Kuat

    Nilai Sharpe Ratio saat ini menunjukkan bahwa XRP berada dalam fase pemulihan yang bertahap. Jika indikator ini terus meningkat, maka peluang terbentuknya tren bullish yang lebih stabil akan semakin besar, terutama jika return terus naik sementara risiko tetap terkendali.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun demikian, potensi pembalikan tetap perlu diwaspadai. Jika Sharpe Ratio kembali turun ke zona negatif, hal tersebut dapat menjadi sinyal meningkatnya volatilitas serta melemahnya momentum pasar.

    XRP saat ini menunjukkan perbaikan kualitas imbal hasil terhadap risiko, namun masih dalam tahap awal. Investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan indikator ini sebagai salah satu sinyal penting dalam membaca arah pasar ke depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • LINK Berpotensi Meledak di April Usai Koreksi 6 Bulan

    Setelah enam bulan berturut-turut mencatatkan penurunan, Chainlink (LINK) akhirnya menunjukkan tanda pemulihan dengan munculnya candle hijau bulanan. Meski demikian, harga LINK masih bergerak di bawah level psikologis US$10, dengan pergerakan sideways sepanjang Maret yang dinilai investor sebagai fase akumulasi.

    Sejumlah data on-chain terbaru mengindikasikan adanya sentimen positif yang berpotensi mendorong pemulihan harga LINK pada April mendatang.

    Akumulasi Whale Meningkat Tajam

    Dilaporkan BeInCrypto, aktivitas pembelian oleh investor besar (whale) menjadi salah satu sinyal utama. Data Arkham Intelligence mencatat beberapa transaksi besar dalam sepekan terakhir, termasuk pembelian 217.000 LINK senilai sekitar US$2 juta melalui transaksi over-the-counter (OTC), serta 83.000 LINK senilai US$800.000 di Binance.

    Selain itu, satu alamat besar juga tercatat membeli 384.000 LINK atau sekitar US$3,49 juta dari B2C2 Group dan Galaxy Digital.

    Kenaikan aktivitas ini diperkuat oleh data Santiment yang menunjukkan jumlah wallet yang memegang minimal 1.000 LINK meningkat menjadi 25.420 — level tertinggi sejak Desember 2025.

    Tren ini mengindikasikan bahwa investor menengah hingga besar cenderung menambah kepemilikan, bukan melakukan aksi jual.

    Baca juga: Chainlink Aktifkan Transfer cbBTC ke Monad

    Arus Dana Institusional Terus Mengalir

    Minat institusi terhadap Chainlink juga terlihat dari produk keuangan tradisional. Pada Maret 2026, total aset bersih ETF spot LINK di Amerika Serikat mencapai rekor baru sebesar US$93,74 juta.

    Data menunjukkan arus masuk dana (inflow) terjadi secara konsisten setiap minggu tanpa adanya arus keluar. Hal ini mencerminkan permintaan institusional yang tetap kuat terhadap eksposur LINK.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur on-chain LINK sekarang jauh lebih sehat daripada kelihatannya dari harga yang masih lesu.

    “Saat whale beli agresif, wallet besar bertambah, ETF terus menyerap, dan exchange reserve turun bersamaan, pasar sebenarnya sedang membangun tekanan beli tersembunyi yang biasanya jadi fondasi recovery yang lebih serius,” jelasnya.

    Pasokan di Bursa Menyusut

    Di sisi lain, data CryptoQuant menunjukkan cadangan LINK di bursa terus menurun dan kini berada di angka 127,3 juta token.

    Penurunan suplai di exchange biasanya menandakan berkurangnya tekanan jual. Jika dikombinasikan dengan akumulasi investor besar, kondisi ini dapat menciptakan tekanan beli yang mendorong harga naik.

    Level Support Kritis Jadi Penentu

    Secara teknikal, LINK saat ini berada di zona support penting yang telah bertahan sejak 2019. Analis menilai bahwa jika level ini mampu dipertahankan, maka struktur harga berpotensi berbalik arah menjadi bullish.

    Zona support jangka panjang secara historis sering menjadi titik awal pemulihan harga yang signifikan.

    Risiko Tetap Mengintai

    Meski indikator terlihat positif, pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian makroekonomi. Laporan terbaru menunjukkan volume perdagangan altcoin turun hingga 85%, seiring pergeseran minat investor ke Bitcoin.

    Kondisi ini berpotensi membatasi kenaikan harga LINK, meskipun skenario pemulihan terjadi pada April.

    Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • McLaren Ekspansi Blockchain, Bagikan Aset Digital Gratis

    McLaren Racing resmi bergabung dengan Hedera Council, sebuah langkah yang menandai ekspansi serius tim balap legendaris ini ke dunia blockchain.

    Dilaporkan Coin Turk, keputusan ini menempatkan McLaren sebagai bagian dari pengambil keputusan dalam pengembangan jaringan Hedera, sejajar dengan perusahaan-perusahaan besar global lainnya. Dengan basis penggemar yang tersebar di lebih dari 180 negara, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa industri motorsport mulai mengarah ke integrasi teknologi Web3.

    Sebagai bagian dari kolaborasi ini, McLaren langsung meluncurkan program digital collectibles yang bisa diklaim secara gratis oleh penggemar. Koleksi ini akan dirilis sepanjang musim balap 2026 dan terhubung langsung dengan event besar seperti Formula 1 dan IndyCar.

    Dimulai dari Grand Prix Australia, dilanjutkan China dan Jepang, setiap collectibles dirancang untuk memperkuat pengalaman fans dengan pendekatan yang lebih interaktif. Menariknya, akses dibuat lebih mudah karena pengguna bisa mengklaim tanpa harus memiliki wallet crypto, cukup melalui login biasa berbasis web.

    Baca Juga: Alpine F1 Token (ALPINE) Bikin Kaget, Naik 180%! Siap Jadi Sultan?

    Koleksi Digital Gratis Jadi Strategi Baru Gaet Fans Global

    Program ini bukan sekadar gimmick, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun komunitas digital. Pemilik collectibles akan mendapatkan akses ke konten eksklusif serta aktivitas komunitas berbasis blockchain, terutama melalui Discord.

    McLaren melihat ini sebagai cara baru untuk menciptakan keterlibatan yang lebih dalam antara tim dan penggemar, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain ke audiens yang lebih luas.

    Tim Research Tokocrypto mengatakan ini jelas adopsi, bukan gimik logo tempel. Saat brand sebesar McLaren masuk sampai level governance dan loyalty program on-chain, blockchain mulai dipakai sebagai rel hubungan pelanggan global, bukan sekadar alat spekulasi aset digital.

    Dampak Lebih Luas, Web3 Masuk ke Dunia Olahraga Elite

    Kolaborasi antara McLaren dan Hedera juga mencerminkan tren yang lebih besar di industri olahraga, di mana teknologi blockchain mulai digunakan untuk membangun loyalty program, aset digital, hingga sistem interaksi baru dengan fans.

    Hedera sendiri menargetkan posisinya sebagai jaringan blockchain yang efisien dan siap digunakan oleh perusahaan besar. Kehadiran McLaren memperkuat posisi tersebut, sekaligus membuka peluang baru bagi inovasi di sektor olahraga.

    Ke depan, McLaren juga akan terlibat dalam berbagai aktivitas blockchain lainnya, termasuk partisipasi dalam HederaCon di Miami yang bertepatan dengan Formula 1 Miami Grand Prix 2026. Langkah ini semakin menegaskan bahwa masa depan interaksi fans tidak lagi hanya di tribun atau layar TV, tetapi juga di dunia digital yang terdesentralisasi.

    Baca Juga: Fans Token Alpine F1 Ngebut, Apa Rahasianya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SOON Tutup soonBase L3, Alihkan Fokus ke AI Capital Market

    Proyek kripto SOON resmi mengumumkan penghentian jaringan soonBase L3 yang akan berlaku mulai 26 Maret.

    Keputusan ini menjadi langkah strategis yang cukup signifikan, mengingat pengguna diminta untuk segera menarik aset mereka sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan.

    Setelah tanggal tersebut, jaringan tidak lagi akan dipelihara secara aktif, dan proses penarikan aset hanya dapat dilakukan secara manual, sebuah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko operasional bagi pengguna yang terlambat melakukan migrasi.

    Baca Juga: Token SoonVerse (SOON) Meroket 57%: Market Cap Tembus $720 Juta

    Pengguna Diminta Segera Tarik Aset

    Dalam pengumuman resminya, tim SOON menegaskan bahwa seluruh pengguna harus menarik aset mereka melalui bridge resmi sebelum jaringan ditutup sepenuhnya.

    Coinmarketcal menyebut, terdapat beberapa poin penting dari proses ini, termasuk penarikan yang hanya dapat dilakukan secara otomatis sebelum tenggat.

    Kemudian setelah shutdown, proses akan menjadi manual sehingga risiko keterlambatan dan kompleksitas meningkat pasca-penutupan.

    Langkah ini menunjukkan bahwa penghentian soonBase L3 bukan sekadar pengurangan aktivitas, melainkan benar-benar penghentian operasional.

    Mainnet Tetap Aman, Ekosistem Tidak Sepenuhnya Mati

    Meski penutupan L3 bisa memicu kekhawatiran, tim SOON memastikan bahwa SOON Mainnet tetap berjalan normal.

    Selain itu, svmBNB tidak terdampak karena infrastruktur inti proyek masih aktif. Artinya, shutdown ini bersifat selektif dan tidak mencerminkan kegagalan total proyek.

    Sebaliknya, langkah ini lebih mengarah pada konsolidasi sumber daya dan fokus pengembangan.

    Pergeseran Strategi ke AI Capital Market

    Di saat yang sama dengan pengumuman shutdown, SOON juga mengungkapkan bahwa mereka akan mengalihkan fokus ke pengembangan AI Capital Market, sebuah narasi yang saat ini sedang naik daun di industri kripto dan teknologi.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa proyek tidak berhenti, melainkan mengubah arah pengembangan dan mengalokasikan ulang sumber daya sambil mengikuti tren pasar yang lebih relevan.

    Integrasi AI dalam sektor keuangan kripto menjadi salah satu tema besar yang mulai menarik perhatian investor global.

    Dampak ke Sentimen Pasar

    Penutupan jaringan seperti soonBase L3 biasanya memiliki dampak ganda terhadap pasar:

    Dampak Negatif:

    • Kekhawatiran terhadap stabilitas proyek
    • Persepsi kegagalan eksperimen teknologi
    • Tekanan jual jangka pendek

    Dampak Positif:

    • Fokus yang lebih jelas pada pengembangan inti
    • Efisiensi penggunaan sumber daya
    • Potensi narasi baru yang lebih kuat (AI)

    Dengan kata lain, pasar kemungkinan akan bereaksi secara campuran terhadap berita ini.

    Reset Strategi, Bukan Kematian Proyek

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini lebih tepat dilihat sebagai penyesuaian strategi daripada sinyal negatif permanen.

    “Ini event yang campur aduk: penutupan L3 jelas bisa memicu kekhawatiran soal eksperimen yang gagal dan bikin volatilitas sentimen jangka pendek, apalagi user dipaksa keluar dari jaringan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Tapi karena mainnet inti tetap hidup dan tim justru mengonsolidasikan sumber daya ke narasi AI yang lagi panas, efek akhirnya lebih cocok dibaca sebagai reset strategi daripada kematian ekosistem total.

    Pandangan ini menekankan bahwa konteks keseluruhan proyek harus diperhatikan sebelum menarik kesimpulan.

    Tren Lebih Luas: Konsolidasi di Industri Kripto

    Langkah SOON mencerminkan tren yang lebih luas di industri kripto, di mana banyak proyek mulai menghentikan produk yang kurang efisien.

    Sebagian besar proyek kini mengalihkan fokus ke sektor dengan pertumbuhan tinggi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

    AI, tokenisasi, dan real-world assets (RWA) kini menjadi area utama yang menarik perhatian.

    Risiko yang Perlu Diperhatikan

    Meski memiliki potensi positif, beberapa risiko tetap ada, yaitu:

    • Ketidakpercayaan dari pengguna lama
    • Tantangan dalam eksekusi strategi baru
    • Ketergantungan pada narasi AI yang masih berkembang

    Keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada implementasi nyata, bukan hanya perubahan arah.

    Baca Juga: SOON Melejit 41%, Dorong Token ke Rekor Tertinggi Baru

    Penutupan soonBase L3 oleh SOON merupakan langkah strategis yang menandai pergeseran fokus proyek menuju sektor AI Capital Market.

    Meski berpotensi memicu volatilitas jangka pendek, langkah ini tidak berarti akhir dari ekosistem SOON.

    Dengan mainnet tetap berjalan dan arah baru yang lebih relevan dengan tren industri, keputusan ini lebih tepat dilihat sebagai upaya reset strategi.

    Bagi investor dan pengguna, periode ini menjadi momen penting untuk memantau bagaimana SOON mengeksekusi visinya di sektor AI, apakah mampu menjadi katalis pertumbuhan baru, atau justru menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 3,10% ke $0,183, Tertekan Sentimen Makro

    Harga Pi Network kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir, turun 3,10% ke level $0,183, menurut catatan Coinmarketcap pada Jumat (27/3).

    Pelemahan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang sedang lesu, dipicu oleh faktor makro global seperti kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

    Pergerakan Pi terlihat sejalan dengan pelemahan Bitcoin yang turun sekitar 2,4%, menandakan bahwa aset ini masih sangat bergantung pada sentimen pasar secara keseluruhan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 0,88% di Tengah Pasar Flat, Likuiditas Jadi Faktor

    Tekanan Makro Jadi Pemicu Utama

    Penurunan harga Pi tidak terjadi secara terisolasi. Total kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun sekitar 2,6% dalam periode yang sama, mencerminkan tekanan luas pada aset berisiko.

    Beberapa faktor utama yang mendorong kondisi risk-off ini antara lain:

    • Lonjakan harga minyak dunia yang menembus $94 per barel
    • Ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait negosiasi AS–Iran yang mandek
    • Kekhawatiran inflasi global yang kembali meningkat

    Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung menarik dana dari aset berisiko seperti kripto dan beralih ke instrumen yang lebih aman.

    Artinya, Pi bertindak sebagai aset high beta, yang cenderung bergerak searah dengan pasar, tetapi dengan volatilitas lebih tinggi saat tekanan meningkat.

    Tekanan Teknikal dan Likuiditas Tipis

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain faktor makro, tekanan juga datang dari sisi teknikal. Harga Pi saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan (moving average) jangka menengah, yang mengindikasikan momentum bearish dalam jangka pendek.

    Di sisi lain, struktur pasar Pi yang relatif tipis turut memperbesar dampak penurunan harga. Dengan rasio turnover yang rendah, likuiditas di pasar ini tergolong minim.

    Akibatnya, order jual dalam jumlah kecil bisa mendorong harga turun lebih dalam sehingga tidak ada cukup tekanan beli untuk menahan penurunan. Volatilitas pun menjadi lebih tinggi dibanding aset besar.

    Ini berarti, tanpa katalis positif, Pi sangat rentan terhadap tekanan eksternal dan pergerakan pasar global.

    Tidak Ada Katalis Internal

    Berbeda dengan beberapa fase sebelumnya, tidak ada berita, pengumuman, atau perkembangan signifikan dari ekosistem Pi yang dapat mendukung harga dalam jangka pendek.

    Ketiadaan katalis ini membuat pergerakan harga Pi sepenuhnya bergantung pada sentimen pasar kripto, pergerakan Bitcoin, hingga arus modal global.

    Tanpa dorongan internal, Pi hanya mengikuti arus pasar dan lebih mudah terdampak sentimen negatif.

    Outlook Jangka Pendek: Waspadai Level Kunci

    Dalam jangka pendek, pergerakan Pi diperkirakan akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish.

    Level penting yang perlu diperhatikan:

    • Support: $0,175
    • Resistance: $0,19

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,175, maka potensi konsolidasi sideways masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, Pi berisiko turun lebih dalam menuju area $0,17.

    Di sisi lain, pemulihan akan sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin untuk bertahan di atas level krusial $69.000.

    Arah pasar masih sangat ditentukan oleh pergerakan Bitcoin sebagai pemimpin pasar.

    Faktor yang Perlu Dipantau

    Beberapa indikator penting yang dapat memengaruhi pergerakan Pi ke depan meliputi:

    • Stabilitas harga Bitcoin di area $69.000–$70.000
    • Perkembangan geopolitik global
    • Data inflasi AS (PCE)
    • Perubahan volume perdagangan Pi

    Lonjakan volume dapat menjadi sinyal awal perubahan momentum, baik ke arah bullish maupun bearish.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 1,17% di Tengah Pasar Stabil, Minim Katalis

    Penurunan harga Pi Network sebesar 3,10% mencerminkan tekanan luas di pasar kripto akibat sentimen makro yang negatif.

    Tanpa adanya katalis internal, Pi bergerak sebagai aset high beta yang sangat sensitif terhadap pergerakan pasar global.

    Dalam kondisi saat ini, risiko penurunan masih terbuka, terutama jika Bitcoin gagal mempertahankan level support utamanya. Namun, jika pasar global mulai stabil, Pi berpotensi kembali bergerak dalam fase konsolidasi.

    Apakah Bitcoin mampu kembali menembus $70.000, atau justru turun di bawah $69.000 yang dapat memperpanjang tekanan pada altcoin seperti Pi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PUMP Turun 18%, Waktunya Serok? Cek Sinyal Buyback Ini

    Pump.fun (PUMP) saat ini diperdagangkan di level $0.0018, mencoba pulih setelah mengalami penurunan sebesar 18% dari area $0.0022 ke titik terendah $0.0016. Meskipun terlihat ada upaya rebound, sejumlah indikator on-chain dan teknikal menunjukkan bahwa jalan menuju pemulihan penuh masih penuh tantangan. Level psikologis berikutnya di $0.0020 belum berhasil ditembus, menandakan bahwa tekanan jual masih cukup dominan di pasar.

    Holder Lama Terus Jualan, Tanpa Tanda Berhenti

    Data dari Glassnode menunjukkan bahwa sejak 18 Februari hingga 25 Maret 2026, long-term holders (LTH) PUMP terus melakukan aksi jual setiap hari tanpa satu pun hari akumulasi bersih.

    Volume penjualan harian bahkan mencapai kisaran -2 miliar hingga -14 miliar token, dengan tekanan terbesar terjadi di akhir Februari dan pertengahan Maret. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor lama yang biasanya menjadi indikator kepercayaan pasar justru belum melihat harga saat ini sebagai peluang masuk.

    Tekanan Beli Melemah, Momentum Mulai Hilang

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Money Flow Index (MFI) memperkuat sinyal tersebut. Setelah sempat menyentuh area oversold di level 10 pada Februari, MFI naik hingga di atas 75 pada awal Maret, menandakan tekanan beli yang kuat.

    Namun, per 25 Maret, MFI turun ke level netral 49.93. Penurunan ini terjadi secara bertahap tanpa adanya rebound signifikan, mengindikasikan bahwa minat beli mulai melemah dan belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan jual dari holder lama.

    Tim Research Tokocrypto melihat bahwa kondisi PUMP saat ini mencerminkan fase distribusi yang belum selesai. Tekanan jual dari long-term holders menunjukkan adanya pergeseran sentimen dari akumulasi ke exit liquidity.

    Selain itu, MFI yang stagnan di area netral mengindikasikan pasar berada dalam kondisi equilibrium lemah, di mana buyer dan seller saling menahan tanpa dominasi yang jelas. Dalam situasi seperti ini, biasanya dibutuhkan katalis eksternal atau lonjakan permintaan baru untuk mengubah arah tren secara signifikan. Tanpa adanya faktor tersebut, potensi pergerakan sideways atau bahkan penurunan lanjutan masih cukup besar dalam jangka pendek.

    Baca Juga: Pump.fun Ekspansi Fitur, Dukung Perdagangan Token Lintas Launchpad

    Pertumbuhan Address Baru Jadi Harapan Terakhir

    Di tengah tekanan bearish, satu indikator masih memberikan sedikit harapan, yaitu pertumbuhan alamat baru. Jumlah address dengan saldo non-zero meningkat dari sekitar 117,000 menjadi 118,200 sepanjang periode Februari hingga Maret.

    Pertumbuhan ini mulai melambat dalam beberapa hari terakhir. Jika tren ini terus melemah atau bahkan berbalik turun, maka potensi masuknya modal baru akan semakin terbatas, yang dapat memperlambat atau menggagalkan pemulihan harga.

    Level Kritis: Bertahan atau Turun Lebih Dalam

    Secara teknikal, PUMP saat ini bergerak di sekitar level support penting $0.0018, yang juga bertepatan dengan level Fibonacci 23.6%. Harga masih berada di bawah EMA 20 hari yang menurun, menandakan tren jangka pendek masih bearish. Jika harga turun di bawah $0.0018, maka potensi penurunan ke $0.0017 sebagai level terendah sebelumnya semakin terbuka.

    Di sisi lain, skenario pemulihan membutuhkan penembusan di atas $0.0021 (Fibonacci 61.8%). Jika berhasil, target berikutnya berada di $0.0022 hingga $0.0025. Namun, untuk mencapai level tersebut, dibutuhkan peningkatan signifikan dalam pertumbuhan address baru dan kembalinya tekanan beli ke pasar.

    Baca Juga: PUMP Anjlok 75%, Dugaan Dump Jutaan Dolar oleh Insider Menguat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • HYPE Naik 60%! Sinyal Short Squeeze Menuju ATH Baru?

    Harga Hyperliquid (HYPE) menunjukkan pemulihan setelah sempat terkoreksi dari reli besar yang mendorong kenaikan hingga lebih dari 60% sejak awal tahun. Dalam 24 jam terakhir, HYPE kembali menguat lebih dari 6% dan diperdagangkan di sekitar $40.

    Meski sempat mengalami tekanan, kombinasi sinyal teknikal dan pergerakan pasar menunjukkan bahwa potensi kenaikan lanjutan masih terbuka, bahkan menuju level tertinggi baru (all-time high).

    Pullback Terjadi Setelah Sinyal Melemah

    Dilaporkan BeInCrypto, koreksi harga HYPE sebelumnya dipicu oleh munculnya hidden bearish divergence pada indikator RSI, yang menandakan melemahnya momentum meskipun harga sempat terlihat kuat.

    Setelah breakout dari pola inverse head and shoulders pada 10 Maret, harga HYPE naik dari sekitar $25 hingga mendekati $43, hampir mencapai target teknikalnya. Namun, sinyal divergence tersebut menjadi peringatan bahwa reli mulai kehilangan tenaga.

    Koreksi yang terjadi kemudian membawa harga turun sebelum akhirnya stabil kembali di sekitar $40.

    Sinyal Baru Buka Peluang Kenaikan

    Di tengah koreksi tersebut, kini muncul sinyal bullish divergence baru pada timeframe harian. Pola ini sering kali menjadi indikasi awal dari potensi rebound harga.

    Selain itu, arus dana di pasar spot menunjukkan perubahan signifikan. Setelah sempat terjadi inflow besar ke exchange, kini net flow berubah menjadi negatif sekitar $818 ribu, yang mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor.

    Perubahan ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda dan minat beli kembali meningkat.

    Baca juga: Token HYPE Melonjak, Potensi Naik 90% ke Rekor Harga Baru

    Potensi Short Squeeze Menguat

    Data pasar derivatif menunjukkan bahwa posisi short masih mendominasi, dengan potensi likuidasi mencapai sekitar $29 juta dalam tujuh hari terakhir. Posisi short yang besar ini menciptakan peluang terjadinya short squeeze.

    Jika harga HYPE berhasil menembus level $45, maka likuidasi berantai pada posisi short dapat terjadi, yang berpotensi mendorong harga naik lebih cepat.

    Kondisi ini menciptakan dinamika menarik, di mana mayoritas trader bertaruh pada penurunan, sementara pasar spot justru menunjukkan akumulasi.

    Level Kunci Menuju All-Time High

    Untuk melanjutkan tren naik, HYPE perlu menembus level $41 sebagai konfirmasi awal. Selanjutnya, resistance di $43 menjadi area penting sebelum menuju level krusial di $48.

    Jika $48 berhasil ditembus, potensi kenaikan ke $51, $54, hingga $66 terbuka, yang sekaligus akan mencetak rekor harga tertinggi baru.

    Namun, jika harga gagal bertahan di atas $36, maka potensi koreksi ke area $25 kembali meningkat.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa struktur pasar HYPE saat ini menunjukkan kombinasi menarik antara tekanan short yang tinggi dan akumulasi di pasar spot.

    Menurut mereka, kondisi seperti ini sering menjadi pemicu pergerakan tajam, terutama jika didukung oleh breakout di level resistance kunci.

    Namun, mereka juga mengingatkan bahwa volatilitas akan tetap tinggi, mengingat adanya konflik antara sinyal bearish jangka pendek dan potensi bullish dari sisi struktur pasar.

    Tim Research Tokocrypto menyarankan agar pelaku pasar memperhatikan level teknikal utama serta perkembangan arus dana, karena kedua faktor ini akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

    Dengan sinyal teknikal yang saling berlawanan namun didukung oleh potensi short squeeze, HYPE kini berada di fase krusial.

    Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus resistance utama dan mempertahankan momentum beli di tengah tekanan dari posisi short yang masih besar.

    Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Open Interest Kontraksi 20%, Trader Mulai Wait and See

    Pasar derivatif XRP di Binance menunjukkan perubahan signifikan setelah terjadi penurunan tajam pada tingkat leverage dan open interest. Kondisi ini menandakan adanya “reset” besar dalam struktur pasar, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga ke depan.

    Dilaporkan Crypto Quant, data terbaru menunjukkan bahwa tekanan spekulatif yang sebelumnya mendominasi kini mulai mereda, membuka peluang bagi terbentuknya tren yang lebih stabil.

    Leverage Turun Tajam, Risiko Likuidasi Menyusut

    Estimated Leverage Ratio (ELR) XRP di Binance turun drastis dari sekitar 0,59 pada pertengahan Juli 2025 menjadi hanya 0,13 saat ini. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya penggunaan leverage oleh trader, yang sebelumnya menjadi salah satu pemicu volatilitas tinggi.

    Dengan leverage yang lebih rendah, risiko terjadinya likuidasi besar secara tiba-tiba juga ikut menurun. Hal ini membuat pergerakan harga menjadi lebih “bersih” dari tekanan spekulatif jangka pendek.

    Baca juga: XRP Konsolidasi, Data Ini Picu Sinyal Bahaya

    Open Interest Ikut Menyusut

    Selain leverage, open interest XRP di Binance juga mengalami penurunan signifikan hingga berada di kisaran 375 juta dolar AS, jauh di bawah level tertinggi sebelumnya.

    Penurunan ini menunjukkan bahwa banyak posisi derivatif telah ditutup, baik oleh trader yang keluar dari pasar maupun yang terkena likuidasi di fase sebelumnya.

    Kombinasi penurunan leverage dan open interest ini menandakan bahwa pasar kini tidak lagi “overcrowded”.

    Pasar Masuk Fase Reset

    Kondisi ini sering disebut sebagai fase reset, di mana pasar membersihkan posisi spekulatif berlebihan sebelum membentuk tren baru.

    Dengan berkurangnya tekanan dari posisi leverage tinggi, pergerakan harga ke depan cenderung lebih dipengaruhi oleh permintaan riil dibandingkan aktivitas derivatif.

    Situasi ini juga dapat mengurangi volatilitas ekstrem yang biasanya dipicu oleh likuidasi berantai.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa penurunan leverage dan open interest pada XRP merupakan perkembangan yang positif dari sisi struktur pasar.

    Menurut mereka, pasar yang lebih “ringan” dari leverage berlebihan cenderung lebih sehat dan tidak mudah terguncang oleh pergerakan mendadak.

    Namun, mereka juga menekankan bahwa kondisi ini bukan berarti harga akan langsung naik. Justru, fase reset sering kali menjadi periode konsolidasi sebelum arah tren yang lebih jelas terbentuk.

    Tim Research Tokocrypto menambahkan bahwa pelaku pasar perlu memperhatikan apakah arus dana baru mulai masuk setelah fase ini, karena hal tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.

    Menunggu Arah Baru XRP

    Dengan kondisi pasar derivatif yang kini lebih stabil, XRP berada dalam fase krusial untuk menentukan langkah selanjutnya.

    Pergerakan harga ke depan akan sangat bergantung pada munculnya katalis baru, baik dari sisi fundamental maupun sentimen pasar, yang dapat mendorong permintaan dan membentuk tren baru.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Bangkit Tembus $2.000! Analis Bidik Level Kunci Reversal

    Ethereum (ETH) menunjukkan sinyal pemulihan setelah mencatat kenaikan hampir 3% dan kembali ke level sekitar 2.160 dolar AS. Pergerakan ini memicu spekulasi bahwa aset kripto terbesar kedua tersebut mulai keluar dari fase bearish dan berpotensi memasuki tren baru.

    Sejumlah indikator teknikal dan on-chain turut memperkuat pandangan bahwa Ethereum sedang berada di titik penting dalam siklus pergerakannya.

    Sinyal Awal Perubahan Tren Muncul

    Dilaporkan NewsBTC, analis pasar menilai bahwa pergerakan terbaru Ethereum menunjukkan potensi perubahan tren dari bearish ke bullish. Salah satu indikasi utama adalah terbentuknya pola ascending triangle pada grafik mingguan.

    Pola ini sering dikaitkan dengan potensi breakout ke atas, terutama ketika harga mulai mendekati titik puncak (apex). Sebelumnya, ETH sempat memantul dari level 1.800 dolar AS yang bertepatan dengan garis support pola tersebut.

    Kondisi ini dinilai serupa dengan pola pada siklus sebelumnya yang sering diikuti oleh kenaikan harga.

    Indikator On-Chain Perkuat Sinyal

    Dari sisi on-chain, indikator MVRV sempat turun di bawah 0,8 saat harga menyentuh support, yang secara historis sering menjadi sinyal beli.

    Selain itu, indikator SuperTrend juga berbalik ke arah bullish untuk pertama kalinya sejak Mei tahun lalu, yang menunjukkan adanya perubahan momentum dari tekanan jual ke potensi dominasi pembeli.

    Kombinasi indikator ini memperkuat pandangan bahwa fase konsolidasi Ethereum mungkin mulai berakhir.

    Baca juga: Supply Ethereum di Bursa Anjlok ke Titik Terendah!

    Level Resistance Jadi Penentu

    Dalam jangka pendek, level 2.356 dolar AS menjadi target awal yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik. Selanjutnya, area 2.647 dan 3.639 dolar AS menjadi target menengah yang berpotensi menjadi titik resistance berikutnya.

    Untuk jangka panjang, level 4.632 dolar AS hingga 5.624 dolar AS disebut sebagai zona ekspansi yang dapat membuka peluang menuju level tertinggi baru.

    Namun demikian, kegagalan mempertahankan support di sekitar 1.800 dolar AS dapat kembali memicu tekanan jual.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 26 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 26 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa sinyal teknikal dan on-chain Ethereum saat ini menunjukkan adanya potensi perbaikan struktur pasar, namun masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.

    Menurut mereka, pola ascending triangle dan indikator seperti MVRV serta SuperTrend memang memberikan indikasi positif, tetapi pergerakan harga tetap sangat bergantung pada kondisi makro dan sentimen pasar secara keseluruhan.

    Tim Research Tokocrypto juga menekankan bahwa breakout yang valid harus disertai dengan peningkatan volume dan arus dana yang konsisten, agar dapat membentuk tren yang berkelanjutan.

    Selain itu, mereka mengingatkan bahwa volatilitas masih berpotensi tinggi, sehingga investor perlu memperhatikan level support dan resistance utama dalam mengambil keputusan.

    Pasar Menanti Konfirmasi Breakout

    Dengan berbagai sinyal yang mulai mengarah ke potensi bullish, Ethereum kini berada dalam fase krusial yang dapat menentukan arah tren berikutnya.

    Pelaku pasar akan mencermati apakah ETH mampu menembus level resistance kunci dan mempertahankan momentum, atau justru kembali terkoreksi dalam fase konsolidasi yang lebih panjang.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com