Tag Archives: altcoin

3 Altcoin Berpotensi Picu Likuidasi Besar di Akhir Maret 2026!

Pasar kripto memasuki pekan terakhir Maret dengan sentimen fear yang kembali meningkat, mendorong banyak trader altcoin membuka posisi short secara agresif. Namun, di tengah tekanan tersebut, sejumlah altcoin justru menunjukkan potensi berlawanan yang dapat memicu likuidasi besar pada posisi short.

Dilaporkan BeInCrypto, tiga aset yang menjadi sorotan adalah Solana (SOL), Hyperliquid (HYPE), dan Bittensor (TAO), yang masing-masing memiliki katalis kuat di tengah kondisi pasar yang masih tidak stabil.

Solana (SOL) Berpotensi Picu Likuidasi Hingga $680 Juta

Data liquidation map menunjukkan adanya ketidakseimbangan besar antara posisi long dan short pada Solana. Jika harga SOL naik kembali ke level $96, potensi likuidasi posisi short diperkirakan bisa mencapai hingga $680 juta.

Beberapa faktor mendukung potensi rebound ini. Pertama, terjadi perubahan signifikan pada arus exchange sejak 17 Maret, dengan outflow harian mencapai 700.000 SOL. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor saat harga melemah.

Kedua, volume perdagangan di DEX Solana melonjak 103% dalam sepekan terakhir hingga mencapai $138,4 miliar, menjadi level tertinggi dalam satu tahun. Peningkatan aktivitas ini menunjukkan permintaan yang kembali menguat.

Baca juga: 4 dari 10 Altcoin Nyaris di Titik Terendah, Pasar Kripto Sedang Tertekan?

Hyperliquid (HYPE) Diuntungkan Kondisi Global

Hyperliquid juga menunjukkan pola serupa, di mana potensi likuidasi posisi short lebih dominan. Jika harga HYPE menembus level $42, potensi likuidasi diperkirakan dapat melampaui $60 juta.

Salah satu pendorong utama adalah pertumbuhan pasar HIP-3, yang memungkinkan perdagangan aset non-kripto seperti minyak, logam, dan indeks saham secara 24/7. Dalam tujuh hari terakhir, volume perdagangan HIP-3 mencapai sekitar $14,39 miliar, dengan open interest sebesar $1,73 miliar.

Selain itu, ketegangan geopolitik global turut meningkatkan minat terhadap instrumen alternatif seperti yang ditawarkan oleh Hyperliquid.

Bittensor (TAO) Didorong Sentimen dan Institusi

Bittensor (TAO) juga mencatat peningkatan minat yang signifikan dari investor. Data menunjukkan bahwa diskusi komunitas terkait TAO meningkat 112% dalam 30 hari terakhir, dengan total mention mencapai 3,86 juta dalam 24 jam.

Peningkatan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk penyebutan Bittensor oleh CEO Nvidia Jensen Huang dalam podcast, serta langkah Grayscale yang membuka produk investasi berbasis TAO.

Selain itu, pertumbuhan subnet dalam ekosistem Bittensor juga menunjukkan peningkatan dari sisi pendapatan dan aktivitas komunitas. Jika harga TAO menembus $307, potensi likuidasi short diperkirakan mencapai $27 juta.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kondisi pasar saat ini menunjukkan dinamika yang kompleks, di mana sentimen makro yang negatif justru berhadapan dengan katalis spesifik pada beberapa altcoin.

Menurut mereka, meningkatnya posisi short di tengah fear market membuka peluang terjadinya short squeeze, terutama jika didukung oleh faktor fundamental seperti peningkatan aktivitas jaringan dan akumulasi investor.

Namun demikian, Tim Research Tokocrypto mengingatkan bahwa volatilitas tetap tinggi, terutama dengan adanya faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi dan geopolitik global. Tanpa manajemen risiko yang baik, posisi short maupun long sama-sama berpotensi menghadapi tekanan.

Mereka juga menekankan pentingnya memperhatikan level kunci serta momentum pasar, karena pergerakan harga dalam kondisi seperti ini cenderung cepat dan tidak linear.

Pasar Menunggu Arah Selanjutnya

Dengan kombinasi antara tekanan pasar dan katalis positif pada beberapa aset, pergerakan altcoin dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat fluktuatif.

Pelaku pasar kini mencermati apakah potensi short squeeze benar-benar akan terjadi, atau justru tekanan makro akan kembali mendominasi dan menahan kenaikan harga.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Nasib XRP di Tangan SEC, Harga Siap Volatil

Harga XRP mengalami tekanan menjelang keputusan penting dari Securities and Exchange Commission (SEC) terkait ETF spot yang dijadwalkan pada 27 Maret. Dalam perdagangan terbaru, XRP turun sekitar 3,52% ke level 1,40 dolar AS, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar di tengah kondisi pasar kripto yang melemah.

Dilaporkan Coingape, secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global juga turun sekitar 2% menjadi 2,36 triliun dolar AS, dengan tekanan jual dipicu oleh sentimen negatif dan likuidasi di berbagai aset utama.

Keputusan SEC Jadi Penentu Arah XRP

Tanggal 27 Maret menjadi momen krusial bagi XRP karena SEC akan memberikan keputusan akhir terkait sejumlah pengajuan ETF spot. Keputusan ini dinilai dapat menjadi titik balik yang menentukan arah pergerakan harga ke depan.

Beberapa manajer aset besar seperti Grayscale, 21Shares, Bitwise, WisdomTree, dan Franklin Templeton tengah menunggu persetujuan. Grayscale bahkan berencana mengonversi produk trust XRP senilai 2,1 miliar dolar AS menjadi ETF spot.

Jika disetujui, potensi arus dana institusional diperkirakan bisa mencapai hingga 8 miliar dolar AS, yang sebagian besar berasal dari dana pensiun dan akun investasi jangka panjang.

Baca juga: Transaksi XRP Meledak 3x Lipat, Tapi Harga Masih Diam?

Partisipasi Retail Terus Meningkat

Di tengah volatilitas pasar, data menunjukkan bahwa jumlah wallet XRP terus bertumbuh. Alamat dengan kepemilikan kecil di bawah 100 XRP telah mencapai rekor baru sebanyak 5,66 juta wallet.

Selain itu, terdapat sekitar 2,01 juta wallet dengan kepemilikan antara 100 hingga 100.000 XRP, serta lebih dari 32.000 wallet besar dengan saldo di atas 100.000 XRP. Data ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi investor ritel secara global.

Tekanan Harga Masih Terlihat

Secara teknikal, XRP masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan level resistensi di 1,45 dolar AS. Harga saat ini bergerak di bawah area support 1,40 dolar AS, yang mengindikasikan dominasi penjual dalam jangka pendek.

Indikator MACD juga menunjukkan sinyal bearish, dengan garis sinyal bergerak di bawah garis utama, memperkuat tren penurunan yang sedang berlangsung.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam waktu dekat, level support di sekitar 1,38 dolar AS menjadi area penting untuk dipantau. Jika level ini ditembus, harga berpotensi turun lebih lanjut ke kisaran 1,35 dolar AS.

Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen positif, XRP perlu kembali menembus level 1,45 dolar AS. Jika mampu bertahan di atas 1,50 dolar AS, peluang kenaikan menuju 1,55 dolar AS akan semakin terbuka.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keputusan SEC terkait ETF XRP akan menjadi katalis utama yang menentukan arah pasar dalam jangka pendek hingga menengah. Menurut mereka, saat ini pasar berada dalam fase wait and see, di mana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu kepastian regulasi.

Dari sisi fundamental, peningkatan jumlah wallet menunjukkan bahwa minat terhadap XRP masih terjaga, terutama dari investor ritel. Namun, dalam jangka pendek, tekanan harga masih akan dipengaruhi oleh sentimen makro dan arus likuiditas global.

Ke depan, pelaku pasar disarankan untuk mencermati level support dan resistance utama serta perkembangan regulasi sebagai faktor utama dalam menentukan arah pergerakan XRP.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Transaksi XRP Meledak 3x Lipat, Tapi Harga Masih Diam?

Aktivitas jaringan XRP Ledger mengalami lonjakan signifikan dalam satu tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan jumlah transaksi harian kini mendekati 3 juta, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan sekitar 1 juta transaksi per hari pada pertengahan 2025.

Peningkatan ini menjadikan periode saat ini sebagai salah satu fase paling aktif dalam sejarah jaringan XRP, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antara aktivitas jaringan dan pergerakan harga.

  • Aktivitas Jaringan Capai Level Tertinggi

Dilaporkan News BTC, data yang dipublikasikan Evernorth menunjukkan bahwa lonjakan aktivitas mulai terlihat sejak awal 2026. Pada Februari 2026, rata-rata transaksi harian mencapai sekitar 1,3 juta, naik dari sekitar 800.000 transaksi pada Mei 2025.

Memasuki Maret 2026, jumlah transaksi harian bahkan sempat menyentuh angka 3 juta. Angka ini jauh melampaui puncak sebelumnya di pertengahan 2025 yang berada di sekitar 1 juta transaksi per hari.

Meski demikian, perjalanan pertumbuhan ini tidak terjadi secara linear. Sepanjang 2025, aktivitas transaksi sempat mengalami fluktuasi, bahkan turun hingga di bawah 700.000 transaksi harian sebelum kembali pulih.

Baca juga: XRP Bisakah Terbang 10%? Sinyal Bahaya dari Pergerakan Whale

Harga Belum Ikuti Lonjakan Aktivitas

Di tengah lonjakan aktivitas jaringan, harga XRP justru masih bergerak dalam kisaran terbatas di sekitar 1,4 dolar AS. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara peningkatan utilitas jaringan dan valuasi pasar.

Namun, beberapa analis menilai bahwa kesenjangan ini tidak akan bertahan dalam jangka panjang. Peningkatan penggunaan jaringan biasanya menjadi salah satu indikator fundamental yang dapat memengaruhi harga di masa depan.

Menurut Tim Resesarch Tokocrypto, divergensi antara aktivitas jaringan yang meledak dan harga yang masih stagnan biasanya menarik karena menandakan utilitas naik lebih cepat daripada repricing pasar.

“Tapi untuk XRP, lonjakan transaksi saja belum otomatis bullish kalau tidak diikuti arus modal, penggunaan yang berkualitas, dan katalis regulasi yang benar-benar memperkuat demand investor jangka panjang,” tuturnya.

Faktor Regulasi dan Institusi Jadi Penentu

Head of Research Grayscale Investments, Zach Pandl, menyatakan bahwa kejelasan regulasi di Amerika Serikat dapat menjadi faktor penting dalam menentukan valuasi XRP ke depan. Ia menyoroti bahwa produk investasi berbasis XRP telah menarik minat besar dari investor.

Menurutnya, jika regulasi seperti CLARITY Act disahkan, hal tersebut dapat memicu penyesuaian harga yang signifikan tidak hanya untuk XRP, tetapi juga aset kripto lainnya.

Peran Institusi Mulai Terlihat

Minat institusi terhadap XRP juga mulai terlihat melalui langkah Evernorth, yang pada Oktober 2025 mencapai valuasi 1 miliar dolar AS untuk mengembangkan strategi treasury berbasis XRP.

Berbeda dengan pendekatan tradisional yang hanya menyimpan aset, Evernorth juga berupaya meningkatkan nilai XRP per saham melalui aktivitas seperti lending institusional dan keterlibatan dalam ekosistem DeFi.

Arah Selanjutnya Masih Ditentukan Pasar

Lonjakan aktivitas jaringan XRP menunjukkan adanya peningkatan penggunaan yang signifikan. Namun, tanpa dukungan faktor eksternal seperti regulasi dan arus dana institusional yang berkelanjutan, dampaknya terhadap harga masih belum sepenuhnya terealisasi.

Pelaku pasar kini mencermati apakah peningkatan utilitas ini akan diikuti oleh pergerakan harga dalam waktu dekat, atau justru tetap tertahan dalam fase konsolidasi.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Foundation Jual ETH Rp160 Miliar, Strategi Baru?

Ethereum Foundation dilaporkan telah menjual 5.000 Ether (ETH) senilai sekitar 10,2 juta dolar AS melalui transaksi over-the-counter (OTC) kepada BitMine Immersion Technologies. Transaksi ini dilakukan dengan harga rata-rata sekitar 2.042,96 dolar AS per ETH sebagai bagian dari strategi pengelolaan treasury organisasi.

Dikutip Cointelegraph, langkah ini menjadi bagian dari upaya Ethereum Foundation dalam menjaga keberlanjutan operasional serta mendukung pengembangan ekosistem Ethereum.

Penjualan untuk Dukung Operasional dan Ekosistem

Dalam pernyataannya, Ethereum Foundation menyebut bahwa dana hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas inti, termasuk riset dan pengembangan protokol, inisiatif pertumbuhan ekosistem, serta program hibah komunitas.

Transaksi ini dilakukan melalui wallet multisignature resmi milik Ethereum Foundation, menegaskan transparansi dalam pengelolaan aset organisasi.

BitMine Perkuat Posisi sebagai Pemegang ETH Besar

BitMine, perusahaan publik yang terdaftar di NYSE American dengan kode BMNR, menjadi pihak pembeli dalam transaksi ini. Perusahaan yang dipimpin oleh Tom Lee tersebut saat ini telah menjadi salah satu pemegang Ethereum terbesar di kalangan korporasi.

BitMine diketahui memiliki lebih dari 4,5 juta ETH dengan nilai sekitar 9,3 miliar dolar AS, dan terus melakukan akumulasi sejak pertengahan 2025 dengan pendekatan yang mirip strategi akumulasi Bitcoin oleh perusahaan besar lainnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini lebih penting sebagai sinyal manajemen treasury yang disiplin daripada bearish event biasa, karena penjualannya dilakukan lewat OTC sehingga tidak langsung membanjiri order book pasar.

“Tapi pesannya tetap jelas: Ethereum Foundation masih aktif memonetisasi sebagian treasury untuk membiayai operasional, jadi pasar harus membaca langkah ini sebagai bagian dari kerangka treasury yang lebih luas, termasuk staking sekitar 70.000 ETH, bukan sekadar headline jual-beli sesaat,” jelasnya.

Baca juga: Whale Ethereum Borong Diam-Diam? Data Ini Bikin Pasar Kaget

Transaksi OTC Kedua oleh Ethereum Foundation

Penjualan ini merupakan transaksi OTC kedua yang dilakukan Ethereum Foundation kepada pembeli korporasi. Sebelumnya, pada Juli 2025, organisasi ini menjual 10.000 ETH kepada SharpLink Gaming dengan nilai sekitar 25,7 juta dolar AS.

Kedua transaksi tersebut merupakan bagian dari kebijakan pengelolaan treasury yang diperkenalkan pada Juni 2025. Dalam kebijakan tersebut, Ethereum Foundation secara berkala mengonversi sebagian aset ETH menjadi dana fiat guna memastikan ketersediaan dana operasional jangka panjang.

Strategi Treasury dan Rencana Staking

Ethereum Foundation menargetkan penggunaan sekitar 15% dari total treasury setiap tahunnya untuk mendukung operasional, sambil menjaga cadangan dana untuk beberapa tahun ke depan.

Selain itu, organisasi ini juga mulai mengalokasikan sebagian asetnya untuk staking, dengan rencana menempatkan sekitar 70.000 ETH ke dalam validator menggunakan infrastruktur open-source.

Fokus pada Desentralisasi dan Pengembangan Jangka Panjang

Dalam perkembangan terbaru, Ethereum Foundation juga merilis mandat baru yang menegaskan perannya dalam ekosistem Ethereum. Organisasi tersebut menekankan pentingnya desentralisasi, privasi, serta ketahanan terhadap sensor.

Ke depan, Ethereum Foundation akan lebih fokus pada pengembangan protokol inti, riset jangka panjang, keamanan siber, serta pengembangan alat bagi developer, sembari secara bertahap mengurangi pengaruh langsung terhadap jaringan.

Langkah penjualan ETH ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasional dan pengembangan ekosistem Ethereum secara global.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik Tipis di Tengah Pasar Lesu, Sinyal Awal Rebound?

Pergerakan harga Pi Network (PI) menunjukkan ketahanan relatif di tengah tekanan pasar kripto.

Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap mencatat Pi naik sekitar 0,80% ke level US$0,194, sementara pasar kripto secara keseluruhan justru turun sekitar 1,22%.

Kenaikan ini menarik perhatian karena terjadi saat aset utama seperti Bitcoin (BTC) mengalami pelemahan.

Namun, di balik pergerakan positif ini, muncul pertanyaan penting: apakah ini tanda awal pemulihan atau sekadar efek narasi komunitas?

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 5,98%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

Pergerakan Melawan Arus Pasar

Dalam kondisi pasar yang cenderung risk-off, altcoin biasanya ikut tertekan. Namun, Pi justru mampu bergerak berlawanan arah, meskipun kenaikannya relatif kecil.

Fenomena ini mengindikasikan adanya dukungan spesifik terhadap PI yang tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi pasar global.

Namun, pergerakan ini belum tentu mencerminkan kekuatan fundamental, melainkan bisa jadi dipengaruhi oleh faktor lain di luar data teknis dan ekonomi.

Narasi Komunitas Jadi Penopang Utama

Salah satu faktor utama yang mendorong ketahanan harga Pi adalah narasi yang berkembang di komunitas.

Dalam beberapa waktu terakhir, media sosial dipenuhi dengan pembahasan mengenai visi jangka panjang Pi sebagai “mata uang dasar” (base currency) dalam ekosistem digital.

Selain itu, beberapa narasi lain yang turut beredar meliputi:

  • Pengembangan dApps dalam ekosistem Pi
  • Proses migrasi jaringan yang berkelanjutan
  • Potensi adopsi di masa depan

Narasi-narasi ini menciptakan sentimen positif yang mampu menahan tekanan jual, meskipun tidak didukung oleh katalis berita besar dalam jangka pendek.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Volume Rendah Jadi Sinyal Peringatan

Meski harga naik, ada satu indikator penting yang perlu diperhatikan: volume perdagangan.

Dalam 24 jam terakhir, volume PI justru turun hampir 40% ke sekitar US$22,1 juta. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak didukung oleh partisipasi pasar yang kuat.

Kondisi ini biasanya menandakan minat beli yang terbatas, kurangnya konfirmasi tren, dan risiko koreksi yang lebih tinggi

Tanpa lonjakan volume, pergerakan harga cenderung rapuh dan mudah berbalik arah.

Tidak Ada Katalis Fundamental Baru

Selain narasi komunitas, tidak ditemukan faktor fundamental baru yang signifikan dalam periode ini, seperti:

  • Listing di bursa besar
  • Kemitraan strategis
  • Pembaruan teknologi utama

Absennya katalis ini memperkuat asumsi bahwa pergerakan harga saat ini lebih bersifat spekulatif dan berbasis sentimen.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Dalam jangka pendek, ada beberapa level penting yang menjadi fokus trader:

  • Support utama: US$0,19
  • Support lanjutan: US$0,185
  • Resistance terdekat: US$0,20 – US$0,205

Jika Pi mampu bertahan di atas US$0,19, peluang untuk menguji resistance di area US$0,20 masih terbuka. Namun, kegagalan mempertahankan level ini dapat memicu penurunan ke kisaran US$0,18.

Breakout yang lebih meyakinkan baru akan terlihat jika harga mampu menembus US$0,205 dengan dukungan volume tinggi.

Outlook Jangka Pendek: Netral dengan Bias Bullish Ringan

Melihat kondisi saat ini, Pi berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan netral hingga sedikit bullish.

Artinya, meskipun ada potensi kenaikan, tren tersebut masih rentan dan sangat bergantung pada peningkatan volume perdagangan, perubahan sentimen pasar, hingga munculnya katalis fundamental baru.

Ketergantungan pada Sentimen dan Pasar

Sebagai altcoin dengan karakteristik unik, Pi sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni sentimen komunitas dan arah pasar kripto secara umum.

Jika Bitcoin kembali melemah, tekanan terhadap Pi kemungkinan akan meningkat. Sebaliknya, jika pasar membaik dan volume meningkat, Pi berpotensi melanjutkan kenaikan.

Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

Kenaikan tipis harga Pi Network di tengah pasar yang melemah menunjukkan adanya ketahanan berbasis narasi komunitas. Namun, tanpa dukungan volume dan katalis fundamental, pergerakan ini masih tergolong rapuh.

Bagi investor, fase ini menjadi momen untuk bersikap hati-hati. Level support di US$0,19 menjadi kunci dalam menjaga momentum, sementara breakout di atas US$0,205 dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

Ke depan, pasar akan menunggu satu hal penting: apakah Pi mampu mengubah narasi menjadi aksi nyata yang dapat mendukung tren jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kamino Bahas RWA, Harga Masih Minim Fundamental?

Proyek DeFi Kamino dijadwalkan tampil dalam diskusi live bertajuk “23.5 Degrees” pada 17 Maret bersama sejumlah pelaku industri, termasuk Solstice, phtEvenstrong, dan ProofOfTravis.

Event ini mengangkat sejumlah tema populer di industri kripto saat ini, seperti stablecoin yield, fixed income, leveraged lending, hingga real-world assets (RWA) dalam satu ekosistem blockchain.

Namun, meski topiknya relevan dengan tren pasar, belum ada indikasi adanya peluncuran produk baru, listing token, atau perubahan tokenomics yang diumumkan bersamaan dengan event tersebut.

Baca Juga: Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin

Fokus pada Narasi, Bukan Produk

Materi promosi “23.5 Degrees” menekankan pada diskusi strategis dan pertukaran ide seputar masa depan DeFi, khususnya dalam menggabungkan berbagai instrumen keuangan dalam satu chain.

Menurut laporan Coinmarketcal, beberapa topik utama yang diangkat meliputi optimalisasi yield dari stablecoin, integrasi fixed income di DeFi, strategi leveraged lending, dan potensi return dari aset dunia nyata (RWA).

Tema-tema ini memang sedang menjadi perhatian pasar, terutama dengan meningkatnya minat terhadap RWA sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan blockchain.

Namun, tanpa adanya implementasi nyata atau pengumuman konkret, event ini lebih bersifat edukatif dan naratif.

Bukan Katalis Fundamental

Dalam konteks pasar kripto, tidak semua event memiliki dampak langsung terhadap harga atau valuasi token.

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa event ini termasuk kategori dengan dampak paling lemah dibandingkan event lain dalam periode yang sama.

“Untuk KMNO, ini event yang paling lemah di batch ini karena lebih dekat ke promosi narasi dan thought-leadership daripada katalis fundamental nyata. Masih bisa memicu perhatian spekulatif ringan kalau tema RWA dan yield lagi panas, tapi tanpa produk atau angka penggunaan yang jelas, dampaknya kemungkinan pendek dan cepat pudar,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pasar cenderung membutuhkan data konkret, seperti peluncuran fitur baru atau peningkatan aktivitas pengguna untuk memberikan respons yang lebih signifikan.

Potensi Efek Jangka Pendek

Meski tidak memiliki katalis fundamental, event seperti ini tetap berpotensi memicu pergerakan jangka pendek, terutama jika sentimen pasar sedang mendukung.

Beberapa kemungkinan dampak yang akan terjadi antara lain:

  • Kenaikan minat spekulatif: Trader bisa memanfaatkan momentum narasi
  • Peningkatan visibilitas proyek: Kamino mendapat eksposur lebih luas
  • Volatilitas ringan: Pergerakan harga tanpa dukungan fundamental kuat

Namun, efek ini biasanya tidak bertahan lama jika tidak diikuti oleh perkembangan nyata.

Tren RWA dan Yield Masih Jadi Magnet

Salah satu alasan event ini tetap relevan adalah karena topik yang diangkat sedang menjadi tren utama di industri kripto.

RWA, misalnya, dianggap sebagai salah satu sektor dengan potensi pertumbuhan besar karena menghubungkan aset dunia nyata dengan blockchain, menawarkan sumber yield yang lebih stabil, dan menarik minat investor institusional.

Begitu juga dengan strategi yield dan fixed income di DeFi, yang semakin diminati di tengah volatilitas pasar. Namun, pasar kini semakin selektif sehingga narasi saja tidak cukup tanpa bukti implementasi.

Tantangan untuk Kamino

Bagi Kamino, tantangan utama adalah mengubah narasi menjadi produk nyata yang dapat digunakan dan diukur.

Beberapa indikator yang akan menjadi perhatian ke depan diantaranya adalah total value locked (TVL), aktivitas pengguna, volume transaksi, dan integrasi dengan protokol lain.

Tanpa peningkatan pada metrik ini, sulit bagi proyek untuk mempertahankan perhatian pasar dalam jangka panjang.

Baca Juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian

Partisipasi Kamino dalam diskusi “23.5 Degrees” menunjukkan upaya untuk tetap relevan dalam narasi besar DeFi, khususnya di sektor yield dan RWA.

Namun, tanpa pengumuman konkret, dampaknya terhadap harga token KMNO diperkirakan terbatas. Kemungkinan, outlook jangka pendeknya akan netral dengan potensi spekulasi ringan.

Bagi investor, event ini lebih cocok dilihat sebagai indikator arah pemikiran proyek, bukan sebagai pemicu perubahan fundamental.

Ke depan, pasar akan menunggu langkah nyata dari Kamino, karena dalam dunia kripto, eksekusi tetap menjadi faktor penentu utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 5,98%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

Harga aset kripto Pi Network (PI) mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir, turun 5,98% ke kisaran US$0,189.

Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan, yang tercatat turun sekitar 1,82% pada periode yang sama.

Koreksi PI yang lebih dalam dibandingkan pasar menunjukkan bahwa pergerakan token ini sangat sensitif terhadap perubahan sentimen, terutama karena faktor likuiditas yang relatif rendah.

Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

Pergerakan Mengikuti Pasar, Namun Dampaknya Lebih Besar

Secara umum, Coinmarketcap mencatat penurunan harga PI selaras dengan pergerakan pasar yang sedang dalam mode risk-off.

Ketika investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, altcoin dengan likuiditas tipis biasanya menjadi yang paling terdampak.

Dalam kasus PI, rasio perputaran (turnover ratio) yang hanya berada di sekitar 0,0178 menunjukkan bahwa kedalaman order book masih terbatas.

Akibatnya, tekanan jual yang relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang lebih tajam dibandingkan aset dengan likuiditas tinggi.

Hal ini menjelaskan mengapa PI mencatat penurunan hampir 6%, sementara kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hanya turun kurang dari 2%.

Tidak Ada Katalis Negatif Spesifik

Berbeda dengan beberapa koreksi besar yang biasanya dipicu oleh berita negatif atau peristiwa tertentu, penurunan harga PI kali ini tidak disertai dengan katalis spesifik dari dalam proyek.

Tidak ditemukan indikasi peretasan atau insiden keamanan, pembaruan tokenomics yang kontroversial, atau pembukaan kunci token besar (token unlock).

Volume perdagangan bahkan justru turun sekitar 18,10% menjadi sekitar US$33 juta, yang menandakan bahwa tekanan jual tidak didorong oleh kepanikan massal, melainkan lebih oleh kurangnya minat beli.

Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa penurunan PI lebih bersifat beta-driven: mengikuti arah pasar, daripada dipicu faktor fundamental internal.

Sentimen Pasar Masih Lemah

Indikator sentimen seperti CMC Fear & Greed Index yang berada di level 29 (kategori fear) mencerminkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati.

Dalam fase seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur pada altcoin berisiko tinggi, memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, dan menunggu konfirmasi tren sebelum masuk kembali.

Bagi PI, kondisi ini menjadi tantangan karena token dengan likuiditas rendah biasanya membutuhkan sentimen positif yang kuat untuk dapat bangkit.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

Dari perspektif teknikal jangka pendek, terdapat beberapa level harga yang menjadi perhatian pasar:

  • Support terdekat: US$0,185
  • Support berikutnya: US$0,175
  • Resistance awal: US$0,195

Jika harga PI mampu bertahan di atas US$0,185, skenario konsolidasi dalam kisaran sempit antara US$0,185–US$0,195 masih mungkin terjadi.

Namun, jika level ini ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga mendekati US$0,175.

Sebaliknya, pemulihan momentum baru dapat dipertimbangkan jika harga berhasil kembali menembus dan bertahan di atas US$0,195.

Sensitivitas Tinggi terhadap Bitcoin

Sebagai altcoin dengan basis pengguna yang besar namun likuiditas terbatas, pergerakan PI juga sangat bergantung pada arah Bitcoin (BTC).

Jika BTC berhasil stabil atau kembali naik, sentimen pasar biasanya akan membaik dan memberikan ruang bagi altcoin untuk pulih.

Namun, jika BTC melanjutkan tren turun, tekanan terhadap PI kemungkinan akan tetap tinggi.

Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi atau Lanjut Turun?

Dengan tidak adanya katalis positif dalam waktu dekat, arah harga PI dalam jangka pendek kemungkinan besar akan tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan.

Skenario yang paling mungkin:

  • Bullish ringan: Konsolidasi di atas US$0,185 dan perlahan naik
  • Bearish: Breakdown di bawah US$0,185 yang membuka jalan ke US$0,175

Investor dan trader disarankan untuk memantau perubahan sentimen pasar, volume perdagangan, serta pergerakan Bitcoin sebagai indikator utama.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

Penurunan hampir 6% pada harga Pi dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi antara sentimen pasar yang melemah dan struktur likuiditas yang masih tipis.

Tanpa katalis fundamental yang jelas, PI saat ini bergerak lebih sebagai aset beta tinggi yang mengikuti arah pasar kripto secara umum.

Selama likuiditas belum membaik dan sentimen masih berada di zona takut, volatilitas tinggi kemungkinan akan tetap menjadi karakter utama pergerakan harga PI dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Bisakah Terbang 10%? Sinyal Bahaya dari Pergerakan Whale

Harga XRP kembali mencatatkan kenaikan signifikan setelah sempat melonjak sekitar 10%, menjadikannya aset dengan performa terbaik di antara 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. Di saat yang sama, data on-chain menunjukkan dua sinyal yang berlawanan: kembalinya aktivitas whale dan meningkatnya cadangan XRP di exchange Binance.

Kombinasi dua faktor ini memunculkan pertanyaan baru di pasar terkait arah pergerakan harga XRP ke depan.

Cadangan XRP di Binance Capai Level Tertinggi

Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan bahwa cadangan XRP di Binance telah naik hingga sekitar 2,78 miliar token, mencapai level tertinggi sejak November 2025. Sebelumnya, cadangan sempat turun dari lebih dari 2,8 miliar XRP menjadi sekitar 2,55 miliar pada Februari, yang mengindikasikan berkurangnya suplai yang siap diperdagangkan.

Kenaikan cadangan di exchange umumnya diartikan sebagai peningkatan suplai likuid di pasar spot. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti akan terjadi tekanan jual secara langsung, karena juga bisa mencerminkan meningkatnya aktivitas trading atau persiapan investor menghadapi pergerakan pasar.

Paus Kembali Masuk, Aliran Modal Berbalik Positif

Di sisi lain, indikator Whale Flow untuk XRP menunjukkan perubahan signifikan. Rata-rata pergerakan 30 hari (30DMA) berbalik menjadi positif pada Maret 2026, setelah sebelumnya berada di zona negatif selama empat bulan sejak November 2025.

Perubahan ini menandakan bahwa investor besar telah beralih dari fase distribusi menjadi akumulasi. Jika tren ini berlanjut, tekanan beli dari whale berpotensi menyerap suplai tambahan yang masuk ke exchange tanpa memberikan tekanan signifikan terhadap harga.

Baca juga: XRP Salip BNB Lagi! Tapi Leverage Naik, Risiko Diam-Diam Mengintai

Struktur Pasar Mulai Berubah

Kombinasi meningkatnya cadangan di exchange dan kembalinya akumulasi whale mengindikasikan adanya potensi perubahan struktur pasar XRP. Likuiditas yang tersedia di exchange dapat memberikan ruang bagi aktivitas perdagangan yang lebih tinggi, sementara permintaan dari investor besar dapat menjaga stabilitas harga.

Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran 1,58 dolar AS, yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Februari. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada keseimbangan antara suplai di exchange dan kekuatan akumulasi dari whale.

Arah Selanjutnya Masih Menjadi Tanda Tanya

Pelaku pasar kini mencermati apakah kembalinya whale dapat mempertahankan harga di level tinggi, atau justru peningkatan suplai di exchange akan menjadi tekanan tambahan dalam jangka pendek. Dinamika ini diperkirakan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pergerakan XRP dalam beberapa waktu ke depan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, buat struktur pasar XRP, ini bukan sinyal yang sebersih akumulasi karena bertambahnya cadangan di exchange biasanya meningkatkan potensi tekanan jual atau minimal kesiapan trader untuk rotasi cepat.

“Memang ini tidak otomatis berarti dump langsung, tapi jelas mengurangi kesan supply squeeze yang sebelumnya sempat mendukung narasi bullish XRP,” jelasnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Satu Perusahaan Kuasai 3,8% ETH, Raup Rp2,7 Triliun

Perusahaan publik Bitmine Immersion Technologies kembali menjadi sorotan setelah mempercepat akumulasi Ethereum (ETH) dalam beberapa pekan terakhir. Langkah agresif ini membuat total cadangan ETH perusahaan melonjak hingga mencapai 4,596 juta ETH, setara dengan sekitar 3,81% dari total suplai Ethereum secara global.

Langkah ini menegaskan peran perusahaan sebagai salah satu pemain institusional terbesar dalam ekosistem Ethereum, di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap akumulasi aset kripto oleh korporasi besar.

Akselerasi Pembelian Ethereum oleh Bitmine

Ketua Bitmine, Tom Lee, mengungkapkan bahwa perusahaan menambah 60.999 ETH hanya dalam satu minggu terakhir, meningkat signifikan dibandingkan rata-rata sebelumnya yang berada di kisaran 45.000 hingga 50.000 ETH per minggu. Salah satu transaksi terbaru termasuk pembelian 5.000 ETH secara over-the-counter (OTC) langsung dari Ethereum Foundation.

Dilaporkan Cointelegraph, transaksi tersebut dirancang untuk membantu Ethereum Foundation membiayai operasional tanpa harus menjual aset di pasar terbuka, sehingga meminimalkan tekanan jual terhadap harga ETH.

Dengan total kepemilikan mencapai jutaan ETH, nilai gabungan aset kripto, kas, dan investasi lain milik Bitmine kini diperkirakan mencapai sekitar 11,5 miliar dolar AS.

Staking Jadi Sumber Pendapatan Besar

Dari total kepemilikan tersebut, sekitar 3.040.515 ETH atau sekitar 66% telah di-stake. Nilai aset yang di-stake ini diperkirakan mencapai sekitar 6,6 miliar dolar AS dengan asumsi harga ETH di kisaran 2.185 dolar AS.

Aktivitas staking tersebut menjadi sumber pendapatan signifikan bagi perusahaan, dengan estimasi menghasilkan sekitar 180 juta dolar AS per tahun. Ke depan, Bitmine berencana memperluas aktivitas staking melalui peluncuran jaringan validator bernama Made in America Validator Network (MAVAN).

Respons pasar terhadap strategi ini terlihat positif, dengan saham Bitmine (BMNR) ditutup naik hampir 14% ke level 23,39 dolar AS.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini penting secara onchain karena menunjukkan ETH makin diperlakukan seperti aset treasury produktif, bukan cuma cadangan pasif.

“Kalau perusahaan publik terus mengakumulasi dan men-stake ETH dalam ukuran sebesar ini, tekanan supply likuid bisa makin ketat dan narasi corporate treasury untuk Ether akan terlihat semakin serius, bukan sekadar side story di bawah bayang-bayang Bitcoin,” tuturnya.

Baca juga: Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

Korporasi Kuasai Lebih dari 5% Suplai Ethereum

Secara keseluruhan, kepemilikan Ethereum oleh entitas publik juga menunjukkan tren yang signifikan. Data terbaru mencatat sekitar 30 perusahaan publik di tujuh negara menguasai total sekitar 6,6 juta ETH, atau setara 5,47% dari total suplai Ethereum.

Namun, dalam 30 hari terakhir, hanya sebagian kecil perusahaan yang meningkatkan kepemilikan mereka. Bitmine menjadi yang paling agresif dengan tambahan 269.824 ETH, jauh melampaui perusahaan lain seperti SharpLink dan Eightco.

Di sisi lain, Eightco juga menarik perhatian setelah menggalang dana sebesar 125 juta dolar AS untuk ekspansi di sektor blockchain dan kecerdasan buatan, dengan Bitmine sebagai investor utama sebesar 75 juta dolar AS.

Harga Ethereum dan Arah Pasar

Ethereum saat ini diperdagangkan di kisaran 2.342 dolar AS, naik hampir 11% dalam 24 jam terakhir, meskipun masih mengalami penurunan sekitar 21% sejak awal tahun. Kapitalisasi pasar Ethereum tercatat sekitar 282 miliar dolar AS dengan suplai beredar mencapai 120,7 juta ETH.

Aksi agresif Bitmine dan meningkatnya dominasi korporasi dalam kepemilikan ETH menjadi indikator penting yang terus dipantau pelaku pasar, terutama dalam melihat potensi pergerakan harga dan struktur kepemilikan aset kripto ke depan.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

Lonjakan harga Pi Network kembali mencuri perhatian pasar kripto.

Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap mencatat PI naik signifikan sebesar 11% ke level $0,199, mengungguli pergerakan pasar yang relatif datar.

Kenaikan ini tidak terjadi tanpa alasan. Faktor utama di balik reli tersebut adalah keberhasilan implementasi Protocol 20, sebuah upgrade besar yang membuka jalan bagi kemampuan smart contract di jaringan Pi.

Langkah ini dinilai sebagai titik balik penting yang dapat mengubah posisi Pi dari sekadar proyek komunitas menjadi platform yang lebih fungsional dalam ekosistem Web3.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 6,88% ke $0,189, Didod9jg Rotasi Altcoin Global

Upgrade Protocol 20 Jadi Pemicu Utama

Upgrade Protocol 20 yang rampung pada 19 Maret menjadi katalis utama lonjakan harga. Pembaruan ini memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) di atas jaringan Pi, sebuah fitur yang selama ini menjadi standar di blockchain besar lainnya.

Dengan hadirnya smart contract, Pi kini memasuki fase baru yang sering disebut sebagai “programmable blockchain”.

Di komunitas, sentimen positif langsung meningkat. Banyak pengguna melihat upgrade ini sebagai awal dari utilitas nyata yang selama ini ditunggu-tunggu.

Implikasi utamanya membuka peluang pengembangan dApps, meningkatkan utilitas jaringan, dan memperkuat narasi jangka panjang proyek.

Namun, seperti biasa dalam dunia kripto, hype perlu dibuktikan dengan eksekusi nyata.

Faktor Pendukung: Tokenomics dan Sentimen Pasar

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain upgrade teknologi, ada beberapa faktor lain yang turut memperkuat kenaikan harga Pi:

1. Tekanan Jual yang Lebih Rendah

Setelah pelepasan sekitar 16 juta token pada 20 Maret, jadwal unlock berikutnya relatif lebih ringan, dengan rata-rata harian di bawah 5,5 juta token.

Ini berarti tekanan jual dari sisi suplai cenderung menurun dalam jangka pendek.

2. Outperform Bitcoin

Saat Bitcoin hanya naik tipis sekitar 0,6%, Pi justru melonjak dua digit. Hal ini menunjukkan adanya coin-specific momentum yang kuat.

3. Rotasi ke Altcoin

Pasar juga menunjukkan tanda-tanda pergeseran ke altcoin, dengan meningkatnya minat terhadap aset berisiko lebih tinggi.

Kombinasi faktor ini menciptakan kondisi ideal bagi reli jangka pendek Pi.

Level Kunci: Uji Resistance $0,20–$0,21

Secara teknikal, Pi kini berada di titik krusial. Area $0,20–$0,21 menjadi resistance utama yang harus ditembus untuk melanjutkan tren naik.

Level penting:

  • Support kuat: $0,176
  • Resistance utama: $0,20 – $0,21
  • Support lanjutan: $0,17

Jika harga mampu bertahan di atas $0,176, peluang untuk menguji kembali resistance terbuka lebar.

Namun, kegagalan menembus $0,20 bisa menjadi sinyal kelelahan pasar, yang berpotensi memicu koreksi jangka pendek.

Masih Butuh Validasi Nyata

Meski upgrade Protocol 20 membawa angin segar, tantangan utama ke depan adalah implementasi nyata.

Pasar kini akan menunggu aktivitas developer di jaringan Pi, peluncuran dApps pertama, dan peningkatan penggunaan nyata.

Tanpa indikator ini, reli harga berisiko hanya menjadi euforia sesaat.

Selain itu, upgrade berikutnya (v21) juga sudah diantisipasi, yang bisa menjadi katalis tambahan jika dieksekusi dengan baik.

Outlook Jangka Pendek: Bullish dengan Risiko

Secara keseluruhan, Pi saat ini berada dalam fase momentum positif, didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental awal.

Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap masa depan Pi, tetapi tetap perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap volatilitas tinggi.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

Lonjakan harga Pi Network sebesar 11% menandai respons positif pasar terhadap upgrade Protocol 20, yang membawa kemampuan smart contract ke dalam ekosistemnya.

Namun, seperti banyak reli berbasis hype di pasar kripto, keberlanjutan tren ini akan sangat bergantung pada realisasi utilitas di dunia nyata.

Kunci utama saat ini adalah apakah Pi mampu menembus level $0,21 dan mempertahankan momentum, atau justru kembali terkoreksi setelah euforia mereda.

Bagi investor, fase ini menjadi momen penting untuk mengamati apakah Pi benar-benar memasuki era baru, atau hanya mengalami lonjakan sementara berbasis sentimen.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com