Tag: amerika serikat

  • Cara Dapat Beasiswa di University of Pennsylvania, Simak!



    Jakarta

    University of Pennsylvania (UPenn) sedang ramai dibahas di media sosial. Kampus yang terletak di Amerika Serikat ini memang termasuk ke dalam universitas top.

    Berdasarkan pemeringkatan QS WUR 2025, UPenn menjadi kampus terbaik di dunia urutan ke-11. UPenn mempunyai 52 program sarjana dan 15 program pascasarjana.

    Selain itu, kampus UPenn menyediakan berbagai beasiswa bagi mahasiswanya. Baik beasiswa dari pemerintah, organisasi, alumni, perusahaan, dan masing-masing negara asal (mahasiswa internasional).


    Lantas, bagaimana cara mendapatkan beasiswa di UPenn? Mengutip berbagai sumber, ini langkah-langkahnya:

    Lewat Beasiswa Dalam Negeri

    Cara lazim dicoba oleh mahasiswa untuk meraih beasiswa di UPenn adalah lewat bantuan yang disediakan Pemerintah Indonesia sendiri. Berikut beberapa beasiswa dalam negari dengan pilihan kampus UPenn:

    1. Beasiswa LPDP

    Beasiswa LPDP disediakan oleh pemerintah RI lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jika detikers ingin meraih beasiswa pendanaan di UPenn bisa mencoba daftar beasiswa LPDP.

    Dikutip dari laman LPDP, kampus UPenn termasuk perguruan tinggi tujuan paling banyak dipilih. UPenn menduduki urutan ke-13 sebagai kampus luar negeri paling banyak dipilih dalam beasiswa LPDP.

    2. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) merupakan skema beasiswa yang disediakan oleh Kementerian Agama dan LPDP bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengembangakan karier, pengalaman, dan jaringan kampus di dalam dan luar negeri.

    Ada berbagai banyak pilihan program dalam BIB yakni S1, S2, S3, kemitraan, dan double degree. Pelamar beasiswa BIB bisa memilih UPenn sebagai pilihan kampus luar negeri.

    3. Beasiswa Indonesia Maju

    Beasiswa Indonesia Maju (BIM) juga menyediakan banyak pilihan kampus tujuan luar negeri bagi mahasiswa Indonesia. Salah satunya University of Pennsylvania.

    BIM bisa dicoba untuk beberapa kalangan seperti calon guru SMK, dosen, dan pelaku budaya. Salah satu syarat untuk mendapat beasiswa BIM adalah sudah diterima di UPenn dibuktikan lewat Letter of Acceptance.

    Lewat Beasiswa dari Pemerintah AS

    Pemerintah AS menyediakan dana pendidikan bagi mahasiswa internasional termasuk Indonesia. Bantuan tersebut disalurkan lewat beasiswa Fulbright.

    Beasiswa Fulbright bisa dicoba bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi master maupun doktoral. UPenn pun termasuk ke dalam salah satu pilihan kampus di beasiswa ini lho.

    Lewat Beasiswa Langsung di UPenn

    Mengutip laman resminya, UPenn menyediakan berbagai beasiswa untuk mahasiswa sarjana hingga pascasarjana. Berikut beberapa beasiswa yang tersedia:

    1. Penn Grant

    Penn Grant ditujukan bagi mahasiswa sarjana. Beasiswa ini dapat membiayai kuliah mahasiswa hingga semester 8.

    2. Named Scholarship

    Beasiswa jenis ini dibiayai oleh para alumni UPenn. Named Scholarship berlaku bagi mahasiswa S1.

    3. Graduate Grants and Scholarships

    Beasiswa ini tersedia di 12 sekolah pascasarjana UPenn, tapi dengan kuota terbatas. Penilaian beasiswa berdasarkan pada prestasi akademis dan profesional. Informasi lebih lengkapnya bisa dilihat di https://srfs.upenn.edu/financial-aid/grants-and-scholarships ya.

    Itulah beberapa cara memperoleh beasiswa di University of Pennsylvania. Semoga membantu ya!

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


    Jakarta

    Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

    Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

    Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


    College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

    Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

    College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

    Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

    Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

    “Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

    Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

    “UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

    Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

    “Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

    Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

    Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

    “Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

    “Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

    Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

    “Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

    Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

    “Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

    Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

    Melanjutkan Riset

    Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

    Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

    Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

    Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

    Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

    “Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

    “Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

    Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Besaran Uang Saku Beasiswa LPDP di 65 Negara, Tertinggi Capai Rp39 juta



    Jakarta

    Beasiswa LPDP 2025 telah dibuka hingga 17 Februari mendatang. Sebelum mendaftar, peminat bisa cek besaran uang saku Beasiswa LPDP di 65 negara berikut.

    Beasiswa LPDP merupakan beasiswa di bawah naungan LPDP Kementerian Keuangan yang menawarkan bantuan studi Master dan Doktor. Cakupan bantuan yang akan didapat termasuk biaya pendidikan dan uang saku yang sesuai dengan standar hidup di negara tujuan.

    Berdasarkan Buku LPDP Scholarship Funding Components (April) 2024, negara dengan bantuan uang saku terbanyak adalah Amerika Serikat yang mencapai USD 2.500 atau Rp39 juta. Disusul dengan Inggris GBP 1.600 atau Rp31 juta, Belgia EUR 1.300 atau Rp30 juta, dan Australia AUD 2.800 atau Rp29 juta.


    Berapa besaran uang saku Beasiswa LPDP di negara lainnya? Simak di bawah ini.

    Besaran Uang Saku Beasiswa LPDP di 65 Negara

    1. Afrika Selatan: uang saku USD 800 atau Rp12,5 juta.
    2. Amerika Serikat: USD 2.000-USD 2.500 atau Rp26 juta atau Rp39 juta
    3. Arab Saudi: uang saku SAR 2.650 atau Rp11 juta.
    4. Argentina: uang saku USD 700 atau Rp11 juta
    5. Australia: AUD 2.500-AUD 2.800 atau Rp25 juta-Rp28 juta
    6. Austria: uang saku EUR 1.100 atau Rp19 juta
    7. Belanda: uang saku EUR 1.500 atau Rp25 juta
    8. Belarus: uang saku USD 450 atau Rp7 juta
    9. Belgia: uang saku EUR 1.300 atau Rp30 juta
    10. Brazil: uang saku BRL 2.500 atau Rp8 juta
    11. Brunei Darussalam: uang saku BND 570 atau Rp6 juta
    12. Bulgaria: uang saku BGN 850 atau Rp7 juta
    13. Chile: uang saku USD 1.400 atau Rp22 juta
    14. Denmark: uang saku EUR 1.300 atau Rp22 juta
    15. Estonia: uang saku EUR 700 atau Rp12 juta
    16. Filipina: uang saku PHP 35.100 atau Rp10 juta
    17. Finlandia: uang saku EUR 1.200 atau Rp10 juta
    18. Hongkong: uang saku HKD 11.000 atau Rp22 juta
    19. Hongaria: uang saku EUR 670 atau Rp11 juta
    20. India: uang saku INR 29.000 atau Rp5 juta
    21. Inggris: uang saku GPB 1.250-GPB 1.600 atau Rp24 juta-Rp31 juta
    22. Iran: uang saku EUR 820 atau Rp14 juta
    23. Irlandia: uang saku EUR 1.300 atau Rp22 juta
    24. Islandia: uang saku USD 1.550 atau Rp24 juta
    25. Italia: uang saku EUR 1.100 atau Rp19 juta
    26. Jepang: uang saku JPY 155.000-170.000 atau Rp16 juta-Rp18 juta
    27. Jerman: uang saku EUR 1.400 atau Rp24 juta
    28. Kanada: uang saku CAD 1.900 atau Rp22 juta
    29. Korea Selatan: uang saku KRW 1.300.000 atau Rp15 juta
    30. Kroasia: uang saku EUR 550 atau Rp9 juta
    31. Latvia: uang sakuEUR 540 atau Rp9 juta

    32. Lebanon: uang saku USD 1.150 atau Rp18 juta
    33. Lithuania: yang saku EUR 625 atau Rp10 juta
    34. Luksemburg: uang saku EUR 1.220 atau Rp21 juta
    35. Makau: uang saku MOP 7.800 atau Rp15 juta
    36. Malaysia: uang saku MYR 2.300 atau Rp7 juta
    37. Maroko: uang saku EUR 540 atau Rp9 juta
    38. Meksiko: uang saku USD 1.100 atau Rp17 juta
    39. Mesir: uang saku USD 758 atau Rp12 juta
    40. Norwegia: uang saku NOK 12.000 atau Rp28 juta
    41. Pakistan: uang saku USD 410 atau Rp16 juta
    42. Perancis: uang saku EUR 1.500 atau Rp25 juta
    43. Polandia: uang saku EUR 610 atau Rp10 juta
    44. Portugal: uang saku EUR 800 atau Rp13 juta
    45. Qatar: uang saku QAR 5.190 atau Rp22 juta
    46. Rusia: uang saku USD 575-USD 876 atau Rp9 juta-Rp13 juta
    47. Selandia Baru: uang saku NZD 2.000-NZD 2.300 atau Rp19 juta-Rp22 juta
    48. Singapura: uang saku SGD 2.000 atau Rp23 juta
    49. Cyprus: uang saku EUR 650 atau Rp11 juta
    50. Slovenia: uang saku EUR 650 atau Rp11 juta
    51. Spanyol: uang saku EUR 1.150 atau Rp19 juta
    52. Sudan: uang saku USD 700 atau Rp11 juta
    53. Swedia: uang saku SEK 10.700 atau Rp16 juta
    54. Swiss: uang saku CHF 2.050 atau Rp37 juta
    55. Taiwan: uang saku USD 900 atau Rp14 juta
    56. Thailand: uang saku THB 21.500 atau Rp9 juta
    57. China: uang saku CNY 5.700 atau Rp12 juta
    58. Turki: uang saku EUR 420 atau Rp7 juta
    59. UAE: uang saku AED 5.250 atau Rp22 juta
    60. Uzbekistan: uang saku USD 620 atau Rp10 juta
    61. Vietnam: uang saku VND 10.790.000 atau Rp7 juta
    62. Yordania: uang saku USD 500 atau Rp8 juta
    63. Yaman: uang saku USD 700 atau Rp11,4 juta
    64. Yunani: uang saku EUR 550 atau Rp9 juta
    65. Oman: uang saku USD 860 atau Rp14 juta

    Itulah daftar besaran uang saku Beasiswa LPDP di 65 negara tujuan. Ada negara impianmu, detikers?

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Menag Mau Kirim Ulama ke Maroko Pakai Beasiswa, Belajar Ini



    Jakarta

    Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan RI akan mengirim ulama untuk belajar di Maroko. Mereka akan dibekali dengan dukungan beasiswa.

    “Insya Allah, bidang pengadilan ulama, kita akan mengirimnya ke Maroko,” kata Nasaruddin Umar, dikutip dari laman resmi Kemenag.

    Pada Kamis (6/2/2025), Menag bertemu dengan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadia Benabdellah, di kantor pusat Kemenag, Jakarta. Salah satu pembahasannya yakni kerja sama RI-Maroko terkait pertukaran ulama dan santri untuk untuk memperkuat pemahaman Islam moderat.


    Nasaruddin Umar mengatakan para ulama Indonesia bisa belajar banyak sistem pendidikan Islam di Maroko. Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut, negara tersebut memiliki sejarah panjang terkait kajian Islam berbasis tasawuf.

    Pembahasan Beasiswa Kuliah ke Maroko

    Pada pertemuan tersebut, Nasaruddin Umar dan Ouadia Benabdellah juga menegaskan komitmen untuk menaikkan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Maroko, di samping Amerika Serikat dan Mesir.

    “Pihak LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) bertanya pada saya, ‘kenapa Maroko?’ Maroko adalah negara yang sangat istimewa,” kata Menag.

    Nasaruddin Umar menilai sistem pendidikan pada bidang studi keislaman di Maroko lebih efisien dibandingkan dengan beberapa negara lain.

    Program magister di Maroko juga dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun, sedangkan program doktoral maksimal empat tahun. Durasi studi ini menurut Menag lebih cepat dibandingkan di negara lain.

    “Jika kita bandingkan dengan Maroko, master program membutuhkan 2 tahun. Dan PhD program, maksimum empat tahun. Saya rasa itu sangat intensif,” ucapnya.

    Sementara itu, Ouadia Benabdellah menyatakan Pemerintah Maroko siap meningkatkan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk mendukung penguatan kerja sama bidang pendidikan.

    “Ketika saya tiba di sini (Indonesia), ada 15 beasiswa yang diberikan oleh Maroko ke Indonesia. Setelah 4 tahun, sekarang ada 50 beasiswa. Kita bisa lakukan lebih dari itu. Karena kita percaya dalam memperkuat hubungan ini,” ucap Ouadia Benabdellah.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Garuda ACE Dibuka Lagi, Pelatihan Riset & Bahasa Inggris Mahasiswa S1-S2


    Jakarta

    Program beasiswa Garuda Academic of Excellence 2.0 (Garuda ACE) membuka pendaftaran untuk gelombang 2. Masa pendaftaran berlaku hingga 10 Juni 2025.

    Beasiswa Garuda ACE adalah beasiswa dalam bentuk kelas pelatihan riset internasional dan kelas pelatihan bahasa Inggris intensif masing-masing tiga bulan. Khusus kelas pelatihan riset dibuka untuk bidang ilmu atau teknik komputer dan yang terkait, seperti ilmu atau teknik informasi, data, elektro, dan telekomunikasi.

    Program disediakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Penerima beasiswa adalah mahasiswa sarjana (S1) atau magister (S2).


    Beasiswa ini memberi peluang bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi atau riset S2/S3 di kampus luar negeri. Keuntungan lainnya, mahasiswa yang menjalani kelas pelatihan ini dapat mengkonversinya ke dalam SKS, tugas akhir, atau riset.

    Apa saja syarat mendaftar Beasiswa Garuda ACE 2025? Mengutip laman resmi beasiswa, berikut ketentuannya.

    Beasiswa Garuda ACE 2025

    Beasiswa pemerintah ini meliputi:

    • Biaya pelatihan riset dan bahasa Inggris
    • Biaya paket internet
    • Biaya transportasi dan per-diem untuk pertemuan tatap muka
    • Tes TOEFL dan GRE
    • Biaya masuk program Magister/PhD

    Syarat Daftar Beasiswa Garuda ACE 2025

    • Mahasiswa aktif jenjang S1 atau S2 yang mengambil program ilmu atau teknik komputer dan terkait seperti ilmu dan teknik informasi, data, elektro dan telekomunikasi
    • Siap mengikuti program pelatihan selama enam bulan
    • Siap melanjutkan studi/riset di perguruan tinggi setidaknya selama 1,5 tahun
    • Membuat resume dan video presentasi proyek
    • Mempunyai keinginan dan keyakinan untuk melanjutkan studi dan riset dalam program PhD (kombo magister+doktor) di negara maju seperti Amerika, negara-negara di Eropa, dan Australia, yang biasanya akan dibiayai penuh oleh kampus internasional tersebut, atau setidaknya melewati program PMDSU yang juga dikelola oleh Ditjen Dikti.

    Program Beasiswa Garuda ACE 2025

    Berikut rancangan pelaksanaan pelatihan pada program Beasiswa Garuda ACE 2025:

    • Peserta akan melakukan pelatihan riset selama tiga bulan dan pelatihan bahasa Inggris selama tiga bulan
    • Pelatihan akan dilakukan secara intensif selama 25-35 jam per minggu
    • Pelatihan riset akan diberikan oleh perguruan tinggi dari Amerika Serikat dan dimotori oleh profesor diaspora Indonesia
    • Pelatihan riset akan dilaksanakan secara online (daring) jarak jauh. Peserta ACE hanya memerlukan komputer dan akses Internet dari kota masing-masing.
    • Perguruan tinggi Amerika Serikat akan memberikan transkrip non-gelar dan sertifikat kepada peserta ACE, yang memuat IPK/IP yang didapatkan dari kelas pelatihan riset ini
    • Pelatihan bahasa Inggris akan diberikan oleh lembaga bahasa dalam negeri dengan target peserta mendapatkan skor TOEFL yang tinggi

    Tata Cara Pendaftaran Beasiswa Garuda 2025 dan Ketentuan

    • Membuat resume dengan template yang bisa diunduh dengan klik DI SINI
    • Resume ditulis dalam bahasa Inggris dengan format PDF dan besar file tidak boleh lebih dari 10 MB
    • Mengunggah transkrip resmi dari perguruan tinggi dengan file tidak lebih dari 10 MB
      • Transkrip nilai diharapkan dalam bahasa Inggris
      • Jika pendaftar adalah mahasiswa magister, maka transkrip S1 dan S2 bisa digabungkan ke dalam Google Drive
    • Membuat presentasi 15 menit dan mengunggahnya di YouTube
      • Presentasi dalam bahasa Inggris dan tidak boleh membaca naskah dalam bentuk Power Point
      • Isi presentasi adalah soal proyek terbesar yang pernah dilakukan baik proyek luar kelas atau proyek magang

    Untuk lebih jelasnya, pelamar dapat mempelajari contoh presentasi pada link DI SINI.

    Adapun langkah rinci pendaftaran dapat dilihat DI SINI.

    Jadwal Seleksi Beasiswa Garuda 2025

    • Penutupan pendaftaran gelombang 2: 10 Juni 2025
    • Tahap seleksi: Juni 2025
    • Pengumuman: 25 Juni 2025
    • Program dimulai: waitlist

    Itulah informasi mengenai pendaftaran Beasiswa Garuda ACE 2025. Jika masih penasaran dengan program ini, detikers bisa lihat lebih jelasnya DI SINI ya.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Program BPI Pathway Luar Negeri 2024 Tahap 2 Diputus, Bagaimana Nasib Dosen?



    Jakarta

    Sejumlah dosen penerima beasiswa (awardee) Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Doktor Luar Negeri Pathway 2024 Tahap 2 mendatangi Grha Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (26/5/2025) untuk menggelar aksi damai dan audiensi dengan pihak kementerian.

    Mereka meminta kejelasan nasib 42 awardee usai program BPI Pathway ini diputus. Program BPI Pathway 2024 adalah beasiswa persiapan (pathway) doktor luar negeri bagi dosen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan/Pendidikan Profesi Guru (LPTK/PPG) atau vokasi.

    Dosen penerima beasiswa persiapan ini antara lain menjalani program penguatan bahasa Inggris untuk mendukung peluang mendapat pernyataan diterima tanpa syarat (Letter of Acceptance) dari kampus.


    Dikutip dari sosialisasinya di kanal YouTube USAID Teman LPDP pada 17 Juni 2024 lalu, beasiswa persiapan doktor ini merupakan kerja sama Kemdiktisaintek dengan United States Agency for International Development (USAID), badan bantuan luar negeri dan bantuan pembangunan dari pemerintah Amerika Serikat.

    Jika sudah mendapat LoA Unconditional dari kampus AS, maka penerima beasiswa akan didanai studi program doktor sampai lulus sesuai ketentuan. Pemberangkatan ke kampus AS dijadwalkan terbang paling lambat Desember 2025.

    Berdasarkan panduan pendaftaran resminya, dosen peserta beasiswa BPI Pathway 2024 yang sudah menjalani persiapan (pathway) diminta mengajukan LoA Unconditional dari tiga perguruan tinggi di AS. Jika tidak dapat LoA, dosen harus bersedia mengundurkan diri dari program beasiswa.

    Perwakilan penerima Beasiswa BPI Pathway Batch 2 Adrian Damora mengatakan, kendati kebijakan politik AS membuat program beasiswa persiapannya terhenti di tengah jalan, para dosen lanjut persiapan mandiri, termasuk memenuhi syarat bahasa Inggris dari kampus tujuan.

    Mereka mengharapkan tetap dapat mengajukan LoA Unconditional dari perguruan tinggi luar negeri dan mendapat pendanaan beasiswa kuliah program doktor setelah persiapan tersebut.

    Ia mencontohkan, sejumlah awardee mengeluarkan uang pribadi untuk penguatan bahasa Inggris di kampung Inggris. Adrian sendiri yang seorang dosen Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh membayar biaya tes dan ongkos dengan uang pribadi untuk dapat ikut tes bahasa Inggris TOEFL iBT yang tersedia di Medan.

    Sejumlah awardee juga telah mendaftar ke kampus luar negeri dengan uang sendiri. Beberapa di antaranya juga telah mendapatkan LoA Unconditional. Namun, ia menyayangkan saat mengetahui bahwa hasil pertemuan terakhir dengan Kemdiktisaintek antara lain yakni penerima Beasiswa BPI Pathway Doktor Luar Negeri 2024 Batch 2 akan diberi skema baru dari Kemdiktisaintek berupa beasiswa joint degree program doktor. Tiga tahun di dalam negeri, satu tahun pengalaman di luar negeri.

    Sementara itu, 26 orang awardee Batch 1 sebelumnya telah berangkat ke berbagai kampus di AS, Australia, dan Selandia Baru.

    “Harapan kami adalah, ini (awardee Batch 2 yang sudah punya LoA Unconditional) tetap diberangkatkan ke luar negeri. Negaranya kami pun sebenarnya tidak harus ke US gitu ya,” kata Adrian pada detikEdu, Senin (26/5/2025).

    “Teman-teman ada yang bahkan sudah punya LoA dari New Zealand, Malaysia, dan sebagainya.Kalau bisa digunakan LoA itu akan lebih bagus. Tinggal dicairkan beasiswa (program gelar doktornya),” imbuhnya.

    Adrian menggarisbawahi, sesuai sosialisasinya, beasiswa BPI Gelar diadakan oleh Pemerintah Indonesia dengan pendanaan bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Untuk itu, ia menilai pendanaan studi doktor bagi awardee beasiswa pathway (persiapan) tetap dapat dilanjutkan.

    USAID Tutup dan Nasib Beasiswa BPI Pathway

    Sejak Donald Trump menjabat Presiden AS lagi mulai 20 Januari 2025, bantuan USAID dipangkas pada berbagai program di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Ia juga mengupayakan penutupan badan pembangunan internasional AS.

    Sementara USAID tidak dapat ditutup tanpa persetujuan kongres di AS, Trump menunjuk Departemen Luar Negeri AS untuk bertanggung jawab mengelola program-program USAID yang tersisa mulai 1 Juli 2025. Namun, belum jelas program mana saja yang akan diurus, dilansir Independent.

    Respons Kemdiktisaintek >>>

    Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Henri Togar Hasiholan Tambunan mengatakan Program Pathway (persiapan) merupakan salah satu program kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek dengan pemerintah AS melalui USAID untuk menyelenggarakan pelatihan Bahasa Inggris sebagai rangkaian dari Program Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek (yang kini pecah tiga, salah satunya jadi Kemdiktisaintek).

    Program ini berlangsung selama 12 bulan terhitung sejak bulan Oktober 2024 sebagai durasi awal pelatihan persiapan. Ia menambahkan, pada perkembangannya, terdapat kebijakan baru oleh Pemerintah Amerika Serikat.

    Merujuk pada dokumen yang diterbitkan oleh Presiden AS tertanggal 20 Januari 2025 mengenai “Evaluasi Ulang dan Penyelarasan Bantuan Luar Negeri Amerika Serikat” tercantum pada poin ketiga, bahwa AS telah memerintahkan penghentian sementara selama 90 hari terhitung sejak Executive Order (EO) tersebut dikeluarkan perihal segala kewajiban dan pencairan dana bantuan untuk pembangunan ke negara-negara asing, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga internasional sambil menunggu tinjauan atas program untuk efisiensi program yang sesuai dengan kebijakan AS.

    Selanjutnya, USAID berhenti beroperasi semenjak Executive Order 1419 tertanggal 20 Januari 2025 dan sampai hari ini belum ada kejelasan untuk program USAID di seluruh dunia, termasuk melaksanakan program Pathway (Persiapan) dan memberikan rekomendasi untuk peserta Pathway.

    Henri mengatakan, Kemdiktisaintek sebagai salah satu mitra yang bekerja sama dengan USAID menjadi pihak yang terdampak oleh kebijakan Pemerintah AS, khususnya terkait penghentian sementara USAID selaku pelaksana program Pathway (persiapan).

    “Konsekuensi dari penghentian ini adalah program Pathway (Persiapan) sebagai bagian dari program yang berada di bawah pendanaan USAID, tidak dapat dilanjutkan seperti yang telah disepakati,” tulisnya pada detikEdu, Senin (26/5/2025).

    Ia membenarkan bahwa Kemdiktisaintek kini program beasiswa doktoral skema joint degree bagi awardee Beasiswa BPI Pathway 2024 Batch 2.

    “Kemdiktisaintek tetap berkomitmen mendukung pengembangan kualitas SDM bagi dosen dengan memberikan kesempatan melalui program beasiswa doktoral dalam negeri dengan skema Joint Degree (JD) yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan di dalam negeri dan memiliki pengalaman studi di luar negeri sesuai dengan kesepakatan dan ketersediaan program studi pada setiap perguruan tinggi,” sambungnya.

    Adrian mengatakan, pihaknya kini tengah menjajaki komunikasi dengan Komisi X DPR terkait nasib awardee Beasiswa BPI Pathway Doktor Luar Negeri 2024 Batch 2.

    Ia pun mengungkapkan pada 12 Februari 2025 para dosen mengadakan pertemuan daring dengan pejabat dari Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek yaitu Anton Rahmadi dan Septien Prima Diassari.

    Adrian mengklaim, para pejabat tersebut meyakinkan peserta bahwa hak beasiswa tidak hangus dan tetap diberikan sebagaimana hainya awardee BPI Pathway Luar Negeri Tahap 1 sebanyak 26 orang yang sukses berangkat ke berbagai perguruan tinggi di AS, Australia, dan Selandia Baru.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Peluang Riset di AS, Pendaftaran Program Diperpanjang!


    Jakarta

    Pendaftaran Fulbright US-ASEAN Visiting Scholar Program diperpanjang. Semula dibuka sampai 1 Desember 2025, periode pendaftaran kini berlangsung hingga 15 Desember 2025.

    Program American Indonesia Exchange Foundation (AMINEF) – Fulbright Indonesia ini membuka kesempatan bagi akademisi dan peneliti RI untuk mengembangkan atau memperbarui penelitian bersama rekan di universitas terakreditasi di Amerika Serikat. Peserta program juga bisa meneliti bersama lembaga penelitian nirlaba AS, baik negeri maupun swasta.

    Visiting scholar dalam program ini akan meneliti dan berkontribusi pada isu-isu prioritas yang berdampak pada hubungan AS-ASEAN, isu prioritas ASEAN, dan/atau yang berimplikasi jelas bagi seluruh kawasan ASEAN. Program ini memprioritaskan penelitian tentang topik-topik hubungan AS-ASEAN yang memiliki signifikansi regional, bukan yang bilateral.


    Pendaftar yang terpilih akan berangkat ke AS untuk riset selama 3-4 bulan pada paruh pertama 2027 di AS. Sebelumnya, cermati dan penuhi persyaratan berikut.

    Hibah Riset US-ASEAN Visiting Scholar

    Hibah ini meliputi:

    • Tunjangan bulanan antara USD 3.164 – USD 4.805 (Rp 52,7 juta – Rp 80,1 juta) per bulan, tergantung pada kota di AS
    • Tiket pesawat kelas ekonomi pergi-pulang direct, serta tunjangan transit dan bagasi USD 600 (Rp 10 juta)
    • Tunjangan profesional dan pemukiman USD 2.233 (Rp 37,2 juta)
    • Biaya laboratorium atau penelitian universitas yang memenuhi syarat, pertimbangan kasus per kasus
    • Biaya laboratorium dan penelitian universitas yang memenuhi syarat hingga USD 3.000 (Rp 50 juta), jika diperlukan

    Sebagai catatan, tidak ada komponen hibah yang disediakan untuk tanggungan. Adapun jelang akhir program sekitar Maret 2027, peserta biasanya akan berkumpul di Washington, DC.

    Syarat Program Riset US-ASEAN Visiting Scholar

    • Warga negara Indonesia
    • Berdomisili di Indonesia selama pencalonan dan proses seleksi berlangsung
    • Bersedia kembali ke Indonesia usai menyelesaikan program riset di AS
    • Merupakan staf pengajar universitas, Kementerian Luar Negeri, pejabat pemerintah, profesional sektor swasta, perwakilan lembaga think tank, atau personel dari organisasi lain yang berfokus pada isu-isu AS-ASEAN
    • Memiliki rekam jejak prestasi akademis atau profesional yang signifikan
    • Mahir berbahasa Inggris
    • Diutamakan yang belum memiliki pengalaman terkini dan substansial di Amerika Serikat
    • Tidak sedang mengajar, belajar, atau melakukan riset di AS
    • Belum pernah menerima hibah Fulbright dalam 5 tahun terakhir
    • Belum pernah ke AS sebagai J-1 Exchange Visitor kategori profesor atau peneliti dalam 2 tahun terakhir
    • Bukan pegawai, anggota keluarga pegawai, atau tanggungan pegawai AMINEF, Kedutaan Besar (Kedubes) AS, atau US Department of State

    Bidang Riset

    • Pendaftar dapat mengangkat topik yang mendukung inisiatif ASEAN dan tujuan AS di kawasan ASEAN, seperti dukungan terhadap:
      • Integrasi ekonomi dan pasar keuangan regional
      • Keamanan dan kebijakan AI
      • Integrasi teknologi
      • Perluasan kerja sama maritim
      • Pendidikan
      • Teknologi pangan
      • Ilmu informasi
      • Jurnalisme
      • Hukum
      • Administrasi publik
      • Kesehatan masyarakat
      • Perdagangan
      • Investasi
    • Program dan topik yang dipilih harus mencerminkan bidang prioritas Sekretariat ASEAN dan Misi AS untuk ASEAN
    • Program dan topik pilihan harus dapat mencerminkan prioritas dan relevansi bagi negara yang mengajukan nominasi
    • Diprioritaskan bagi proyek penelitian bercakupan regional, dan/atau memiliki implikasi yang jelas bagi seluruh kawasan ASEAN.

    Dokumen Persyaratan

    • Formulir pendaftaran
    • Pernyataan proyek riset sepanjang 3-5 halaman
    • Daftar pustaka, maksimal 3 halaman
    • Curriculum vitae (CV), maksimal 6 halaman
    • Surat undangan dari institusi tuan rumah di AS lebih disukai; tidak wajib saat pendaftaran, tetapi wajib disertakan sebelum seleksi akhir/keberangkatan
    • Tiga surat rekomendasi
    • Salinan transkrip akademik dan ijazah dalam bahasa asli dan terjemahannya dalam bahasa Inggris
    • Salinan dokumen identitas yang sah, yakni KTP atau paspor

    Cara Daftar

    • Buat akun di https://stu.aminef.or.id/grantee/
    • Unduh dan cermati Instruksi Pengisian Aplikasi Daring Program Beasiswa Fulbright US – ASEAN Visiting Scholar
    • Isi dan lengkapi pendaftaran, progres dapat disimpan untuk dilanjutkan kemudian
    • Selesaikan proses pendaftaran dan kirimkan lamaran.

    Informasi hibah riset US-ASEAN Visiting Scholar dari Aminef-Fulbright Indonesia ini dapat dicek lebih lanjut dengan klik di SINI dan akun Instagram @fulbrightindonesia. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Ratusan Pelari Jelajahi Keindahan Alam Gunung Gajah


    Jakarta

    GTR Ultra 2025 kembali digelar untuk tahun ketiga dan sukses mencuri perhatian para pelari lintas alam dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

    Diselenggarakan di Lapangan Dusun Kayuwangi, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada tanggal 7 Oktober 2025, event ini menjadi bagian dari kalender resmi ITRA National League 2025 dan UTMB Index Races 2025, menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang trail run bergengsi di Indonesia.

    Tahun ini sebanyak 800 pelari dari 90 kota di Indonesia dan 20 pelari internasional dari Vietnam, China, Jepang, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat ikut menantang diri di lintasan yang menakjubkan di sisi utara Gunung Gajah.


    Dengan slogan GTR Ultra 2025 #WhyNot!, para peserta disuguhi lintasan dengan pemandangan spektakuler, mulai dari panorama Gunung Telomoyo, Gunung Gajah, hingga Rawa Pening. Kategori lomba tetap mempertahankan empat jarak diantaranya 7K, 12K, 30K, dan 52K, di mana kategori 30K dan 52K memberikan Point ITRA serta UTMB Index bagi para finisher.

    Kategori 52K menjadi tantangan utama dengan start pukul 00.00 WIB, melewati tiga puncak gunung yaitu Gunung Gajah, Telomoyo, dan Sokorini, serta Bukit Sepakung dan Gumuk Reco sebelum mencapai garis finis.

    Menariknya, tahun ini GTR Ultra menambahkan kategori Pelajar dan Mahasiswa untuk jarak 7K dan 12K. Inisiatif ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap olahraga alam sekaligus gaya hidup sehat.

    Tak hanya memacu adrenalin, GTR Ultra 2025 juga membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal. Lebih dari 200 pelari menginap di homestay warga, sementara BUMDes Desa Gedong mencatat omzet lebih dari Rp50 juta selama event berlangsung.

    Dukungan kuat datang dari Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, melalui Kelompok Kerja Event Alam dan Petualangan. Bahkan, Fahmi Octaviano, Ketua Pokja Event Alam dan Petualangan, turut hadir dan melepas peserta di garis start.

    Kini, GTR Ultra tak hanya menjadi bagian dari Festival Telomoyo, tetapi juga resmi masuk dalam agenda tahunan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, membawa semangat baru untuk memajukan pariwisata dan ekonomi daerah.

    Melalui semangat “Why Not!”, GTR Ultra 2025 berhasil menunjukkan bahwa olahraga dan pariwisata bisa berjalan beriringan, menumbuhkan semangat petualangan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • NASA Pertama Kali Bikin Hijab Khusus untuk Astronaut Nora Al Matrooshi

    Arab Saudi

    NASA mengembangkan hijab khusus untuk astronaut setelah Nora Al Matrooshi lulus mengikuti program pelatihan NASA. Siapa sosok Nora Al Matrooshi?

    Nora Al Matrooshi mencuri atensi publik karena ia menjadi wanita Arab pertama yang lulus dari program Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat atau NASA. Wanita yang berusia 30 tahun itu menjelaskan, NASA mengembangkan strategi untuk menjaga rambutnya tetap tertutup saat mengenakan setelan dan helm ruang angkasa ikonik, yang dikenal secara resmi sebagai Unit Mobilitas Extravehicular atau EMU.

    “Setelah kamu masuk ke EMU, kamu mengenakan topi (dilengkapi dengan mikrofon dan speaker), yang menutupi rambutmu,” kata Nora Al Matrooshi kepada AFP, dilansir dari France24.


    Foto Nora al-Matrooshi baru saja menjadi wanita Arab pertama yang lulus dari program pelatihan astronot NASA. Sosok Nora al-Matrooshi juga mencuri atensi karena NASA menciptakan hijab khusus untuk astronot berhijab yang akan dikenakan oleh NoraFoto Nora al-Matrooshi baru saja menjadi wanita Arab pertama yang lulus dari program pelatihan astronot NASA. Sosok Nora al-Matrooshi juga mencuri atensi karena NASA menciptakan hijab khusus untuk astronot berhijab yang akan dikenakan oleh Nora. Foto: Dok. Instagram @astronaut_nora.

    Tantangan datang pada saat Nora Al Matrooshi melepas hijab yang biasanya ia pakai, sebelum dia mengenakan helm khusus tersebut. Hal tersebut semakin pelik karena hanya bahan khusus yang dapat dipakai di dalam EMU.

    “Para insinyur pakaian akhirnya menjahit hijab darurat untuk saya, sehingga saya bisa memakainya, masuk ke dalam pakaian, dan kemudian mengenakan topi komunikasi, dan kemudian melepasnya dan rambut saya akan tertutupi. Jadi saya sangat, sangat menghargai mereka melakukan itu untuk saya,” ucap Nora.

    Foto Nora al-Matrooshi baru saja menjadi wanita Arab pertama yang lulus dari program pelatihan astronot NASA. Sosok Nora al-Matrooshi juga mencuri atensi karena NASA menciptakan hijab khusus untuk astronot berhijab yang akan dikenakan oleh NoraFoto Nora al-Matrooshi baru saja menjadi wanita Arab pertama yang lulus dari program pelatihan astronot NASA. Sosok Nora al-Matrooshi juga mencuri atensi karena NASA menciptakan hijab khusus untuk astronot berhijab yang akan dikenakan oleh Nora. Foto: Dok. Instagram @astronaut_nora.

    Nora Al Matrooshi akan siap untuk melangkah ke luar angkasa bersama rekan-rekan astronautnya, dengan pakaian yang sudah dirancang khusus oleh NASA. NASA berencana mengirim Nora ke bulan pada 2026 untuk misi Artemis 3.

    “Saya pikir menjadi astronot itu sulit, terlepas dari apa agama atau apa latar belakang kamu,” jelas Nora.

    Nora Al Matrooshi merupakan insinyur mesin yang pernah bekerja di industri minyak, menjadi inspirasi bagi wanita berhijab lainnya untuk terus menggapai impian.

    “Saya tidak berpikir menjadi seorang Muslim membuatnya lebih sulit. Tetapi menjadi seorang Muslim membuat saya sadar akan kontribusi nenek moyang saya, para cendekiawan dan ilmuwan Muslim yang datang sebelum saya yang sedang mempelajari bintang-bintang. Saya menjadi astronaut hanya membangun warisan dari apa yang mereka mulai ribuan dan ribuan tahun yang lalu,” ungkap Nora.

    Astronaut UEA Mohammad Al Mulla dan Nora Al Matrooshi.Astronaut UEA Mohammad Al Mulla dan Nora Al Matrooshi. Foto: NASA/James Blair.

    Setelah dua tahun kerja keras termasuk berlatih spacewalks, Nora Al Matrooshi bersama rekannya dari Emirat, Mohammad AlMulla dan 10 orang lainnya di kelas pelatihan, sudah memenuhi syarat sebagai astronot. Kelompok itu, yang dikenal sebagai “The Flies,” sekarang memenuhi syarat untuk misi NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), peluncuran Artemis ke Bulan. Dan jika semuanya berjalan dengan baik, mereka bahkan bisa terbang ke Mars.

    “Saya ingin mendorong umat manusia lebih jauh dari sebelumnya. Saya ingin umat manusia kembali ke bulan, dan saya ingin umat manusia melangkah lebih jauh melampaui bulan. Dan saya ingin menjadi bagian dari perjalanan itu,” ujar Nora.

    Nora Al Matrooshi mengunggah berbagai kegiatannya sebagai astronaut melalui Instagram @astronaut_nora. Dia juga aktif dalam misi kemanusiaan terutama menyuarakan untuk membela Palestina.

    Foto Nora al-Matrooshi baru saja menjadi wanita Arab pertama yang lulus dari program pelatihan astronot NASA. Sosok Nora al-Matrooshi juga mencuri atensi karena NASA menciptakan hijab khusus untuk astronot berhijab yang akan dikenakan oleh NoraFoto Nora al-Matrooshi baru saja menjadi wanita Arab pertama yang lulus dari program pelatihan astronot NASA. Sosok Nora al-Matrooshi juga mencuri atensi karena NASA menciptakan hijab khusus untuk astronot berhijab yang akan dikenakan oleh Nora. Foto: Dok. Instagram @astronaut_nora.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Ini Perbedaan Aturan, Raket, dan Lapangannya

    Jakarta

    Olahraga raket menjadi olahraga yang paling diminati berbagai kalangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Beberapa jenis olahraga raket yang banyak digandrungi mulai dari pickleball, padel, hingga tenis.

    Meskipun sekilas terlihat mirip, ketiga olahraga ini memiliki perbedaan yang signifikan, baik dari segi perlengkapan, ukuran lapangan, hingga aturan dasar.

    detikers perlu memahami perbedaan ketiganya agar bisa menentukan minat dan preferensi masing-masing. Berikut detikSport telah merangkum perbedaan olahraga pickleball, padel, dan tenis.


    Apa itu Pickleball, Padel, dan Tenis?

    Pickleball, padel, dan tenis memiliki sejarah dan pengertian yang berbeda-beda. Pickleball merupakan olahraga yang berasal dari Amerika Serikat pada abad pertengahan 1960-an. Olahraga ini dimainkan dengan lapangan seukuran bulu tangkis dengan jaring tenis yang dimodifikasi. Permainan ini dapat dimainkan secara ganda dan tunggal.

    Sementara itu, padel ditemukan pada tahun 1969 oleh Enrique Corcuera sebagai perpaduan antara tenis dan squash. Permainan ini dimainkan di ruangan tertutup dengan dinding kaca dan raket yang memiliki lubang kecil pada permukaannya.

    Tenis sendiri mulai populer pada abad ke-12 sebagai permainan bola tangan yang disebut dengan “jeu de paume” di Prancis dan biasa dimainkan oleh kaum bangsawan sebelum akhirnya menarik perhatian berbagai kalangan hingga sekarang. Permainan ini dimainkan di atas permukaan tanah berumput, tanah liat, atau lapangan keras.

    Ukuran Lapangan

    Perbedaan yang signifikan dapat dilihat dari ukuran lapangan. Pada pickleball, ukuran lapangan identik dengan lapangan bulu tangkis ganda yaitu 13,4 x 6,1 meter dengan area yang terbuka dan tanpa dinding.

    Sementara itu, tenis memiliki lapangannya yang lebih besar, yaitu sekitar 23,77 x 8,23 meter untuk tunggal dengan area yang terbuka. Untuk padel, ukuran lapangan dikelilingi oleh dinding kaca dengan ukuran sekitar 20 x 10 meter.

    Perlengkapan yang Digunakan

    Perlengkapan pada permainan pickleball, padel, dan tenis pada umumnya terdiri dari raket, bola, dan lapangan yang dibatasi oleh net. Namun perbedaan perlengkapan dapat dilihat dari jenis raket dan bola yang digunakan.

    Pada pickleball, raket didesain lebih padat dan tanpa senar, bolanya terbuat dari plastik berongga dan berlobang-lobang, berfungsi untuk menghasilkan pantulan yang lebih lambat, sesuai dengan aturan permainan dimana servis pada pickleball harus memantul sekali sebelum sampai ke area lawan.

    Sementara pada tenis, raket yang digunakan memiliki senar yang kencang dan besar, bolanya terbuat dari karet yang memungkinkan pantulan lebih tinggi dan cepat.

    Pada padel, raket yang digunakan lebih tebal dibandingkan pickleball, tanpa senar, dan memiliki lubang kecil. Bola pada padel hampir mirip dengan tenis, namun memiliki tekanan udara yang rendah, sehingga menghasilkan pantulan yang lebih lambat dan pelan.

    Aturan Dasar Permainan

    Perbedaan yang signifikan juga terlihat dari aturan dasar masing-masing olahraga, terutama pada teknik servis yang digunakan. Pada pickleball, servis dilakukan harus secara underhand, tidak memantul, dan memiliki aturan khusus seperti The Kitchen, yaitu zona tujuh kaki yang dekat dengan net. Zona ini melarang pemain untuk memukul bola di zona tersebut dan bola harus memantul dua kali saat memulai servis.

    Sedangkan pada padel, servis juga dilakukan secara underhand dengan memantulkannya sekali ke lantai atau ke dinding untuk dikembalikan. Sementara pada tenis, servis dilakukan dari atas kepala (overhead) dengan kekuatan yang tinggi, tidak ada pantulan, dan hanya fokus pada kekuatan dan jangkauan ke area lawan.

    Itulah beberapa perbedaan signifikan dari ketiga olahraga raket, pickleball, padel, dan tenis. Bagaimana detikers, sudah bisa membedakannya dengan benar?

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com