Tag: amerika serikat

  • Donald Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga 2 Poin

    Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia dan mendesak agar suku bunga dipangkas dua poin. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara bersama Larry Kudlow di program “Kudlow” di FOX Business pada Selasa.

    Trump menilai bahwa penurunan suku bunga akan berdampak signifikan terhadap biaya pinjaman pemerintah federal dan dapat memperbaiki kondisi fiskal negara.

    “Negara ini seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia. Kita yang menjaga dunia tetap berjalan,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

    Klaim Pangkas 2 Poin Bisa Hapus Defisit

    Trump mengaitkan kebijakan suku bunga dengan beban pembayaran bunga utang pemerintah. Ia menyebut bahwa setiap penurunan satu poin suku bunga setara dengan penghematan sekitar 600 miliar dolar AS.

    “Setiap satu poin itu 600 miliar dolar. Jika kita turun dua poin, kita tidak akan punya defisit lagi,” ujarnya.

    Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), yang saat ini masih mempertahankan pendekatan hati-hati terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

    Kritik Keras untuk Jerome Powell

    Dalam wawancara tersebut, Trump juga melontarkan kritik tajam terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Ia menyebut Powell “sangat buruk” dan menilai suku bunga seharusnya sudah diturunkan lebih cepat.

    “He’s so bad. Suku bunga seharusnya sudah dipotong. Kita seharusnya dua poin lebih rendah,” kata Trump.

    Trump juga memuji Kevin Warsh, sosok yang dikaitkan sebagai calon kuat dalam pembahasan kepemimpinan Federal Reserve. Ia menyatakan bahwa Warsh kemungkinan akan menjadi figur yang berpengaruh dalam arah kebijakan moneter ke depan.

    Baca juga: Trump Umumkan Calon Bos The Fed, Pasar Keuangan Dunia Panik

    Dow Tembus 50.000, Trump Sebut Bukti Kekuatan Ekonomi

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Selain membahas suku bunga, Trump juga menyoroti pencapaian pasar saham, termasuk penutupan indeks Dow Jones di atas 50.000 untuk pertama kalinya. Ia menyebut capaian tersebut sebagai bukti kekuatan ekonomi Amerika Serikat di masa pemerintahannya.

    Trump mengatakan bahwa sebelumnya banyak pihak menganggap indeks Dow mencapai 50.000 pada akhir masa jabatan sebagai “keajaiban,” namun kini angka tersebut telah tercapai lebih cepat dari perkiraan.

    Ia juga menyinggung turunnya harga energi sebagai faktor yang membantu menekan biaya hidup. Trump mengklaim harga bensin di beberapa wilayah, seperti Iowa, sempat berada di kisaran 1,85 dolar per galon, dan di wilayah lain turun di bawah 2 dolar per galon.

    Tarif dan Perdagangan dengan Swiss

    Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyinggung kebijakan tarif, termasuk sengketa perdagangan dengan Swiss. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat sebelumnya mengalami defisit perdagangan sebesar 42 miliar dolar AS dengan Swiss.

    Trump mengaku sempat memberlakukan tarif 30% terhadap impor dari Swiss, yang kemudian dinaikkan menjadi 39%. Namun, berdasarkan kerangka perdagangan yang diumumkan tahun lalu, tarif tersebut akhirnya diturunkan menjadi 15% untuk sejumlah produk tertentu.

    Dorong Sistem Lama: Kabar Baik Harusnya Naikkan Pasar

    Trump juga mengkritik dinamika pasar saat ini yang menurutnya terlalu sensitif terhadap isu inflasi. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu berarti inflasi tinggi dan pasar tidak seharusnya turun hanya karena kabar baik memicu kekhawatiran kebijakan moneter lebih ketat.

    “Kita harus kembali ke sistem lama. Kalau ada kabar baik, pasar harus naik. Kalau ada kabar buruk, pasar turun,” ujarnya.

    Wawancara tersebut menegaskan kembali posisi Trump yang konsisten mendesak kebijakan moneter yang lebih longgar, sembari mengkritik kepemimpinan The Fed saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pernyataan ini menambah sensitivitas pasar terhadap risiko intervensi politik pada kebijakan moneter. Jika narasi penurunan suku bunga makin dominan, aset berisiko bisa terdorong (risk-on). Namun bila pasar melihatnya sebagai ancaman terhadap independensi bank sentral, yield bisa naik karena premi risiko kebijakan meningkat.

    Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CLARITY Act Lolos di Komite Senat AS, Majunya Regulasi Kripto

    Upaya Amerika Serikat untuk menghadirkan kejelasan regulasi aset kripto memasuki babak baru setelah Komite Pertanian Senat AS secara resmi meloloskan Cryptocurrency Market Structure Act, yang dikenal sebagai CLARITY Act.

    Seperti dilansir dari Coincu pada Minggu (1/2), Rancangan undang-undang ini disahkan melalui voting yang sangat ketat, 12 suara berbanding 11, mencerminkan perpecahan politik yang tajam antara Partai Republik dan Demokrat.

    Seluruh senator dari Partai Demokrat menolak RUU tersebut, sementara Partai Republik solid memberikan dukungan.

    Perbedaan sikap ini memperlihatkan bahwa meski ada dorongan kuat untuk kejelasan regulasi kripto, isu politik dan kepentingan domestik masih menjadi faktor penentu arah kebijakan.

    Baca Juga: RUU CLARITY Act Masuk Fase Kritis, DeFi dan Stablecoin Jadi Sorotan

    Apa Itu CLARITY Act?

    CLARITY Act dirancang untuk memberikan kerangka hukum yang lebih jelas terkait struktur pasar kripto di Amerika Serikat.

    Salah satu fokus utama RUU ini adalah memperjelas pembagian kewenangan antara lembaga regulator, seperti Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC), yang selama ini kerap tumpang tindih dalam mengawasi aset digital.

    Dengan kejelasan tersebut, industri kripto diharapkan memiliki kepastian hukum yang lebih baik, mulai dari klasifikasi aset digital hingga aturan bagi bursa, broker, dan pelaku pasar lainnya.

    Bagi pelaku industri, CLARITY Act dipandang sebagai langkah penting untuk mendorong inovasi sekaligus melindungi konsumen, tanpa mengekang perkembangan teknologi blockchain.

    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Voting Tipis dan Penolakan Demokrat

    Meski berhasil lolos, hasil voting 12-11 menandakan bahwa dukungan terhadap CLARITY Act jauh dari kata bulat.

    Seluruh anggota Demokrat di Komite Pertanian Senat menolak RUU ini dengan alasan utama kekhawatiran konflik kepentingan, khususnya yang dikaitkan dengan dugaan keterlibatan keluarga mantan Presiden Donald Trump dalam industri kripto.

    Isu ini menjadi sorotan tajam dalam perdebatan, di mana Demokrat menilai regulasi yang disahkan tanpa pengawasan ketat berpotensi menguntungkan pihak-pihak tertentu secara tidak adil.

    Di sisi lain, Partai Republik menilai fokus utama CLARITY Act adalah menciptakan kepastian hukum, bukan mengatur aktor politik tertentu.

    Perbedaan pandangan ini mencerminkan bagaimana regulasi kripto di AS tidak hanya menjadi isu ekonomi dan teknologi, tetapi juga alat tarik-menarik politik.

    Bukan Kemenangan Final

    Tim Research Tokocrypto menilai lolosnya CLARITY Act di tingkat komite sebagai sinyal positif, namun belum dapat dianggap sebagai kemenangan final bagi industri kripto.

    “Lolosnya CLARITY Act di komite adalah langkah maju untuk kejelasan regulasi aset digital di AS. Namun, perpecahan partisan yang ketat dan kontroversi konflik kepentingan menandakan bahwa perjalanan menuju undang-undang final akan penuh hambatan,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Menurut mereka, pasar akan sangat memperhatikan tahapan berikutnya, terutama saat RUU ini memasuki voting penuh di Senat, di mana dinamika politik bisa berubah drastis.

    Dampak Potensial ke Pasar Kripto

    Dalam jangka pendek, lolosnya CLARITY Act di komite dapat memberikan sentimen positif moderat bagi pasar kripto, khususnya aset yang memiliki eksposur besar ke pasar AS.

    Kejelasan regulasi sering dipandang sebagai katalis jangka panjang untuk adopsi institusional.

    Namun, hasil voting yang tipis menunjukkan bahwa ketidakpastian masih tinggi.

    Investor kemungkinan akan bersikap wait and see hingga ada kejelasan apakah RUU ini mampu melewati tahap berikutnya atau justru terhambat oleh perlawanan politik.

    Selain itu, isu konflik kepentingan yang mencuat berpotensi memperpanjang proses legislasi dan memicu amandemen tambahan, yang bisa mengubah substansi RUU.

    Jalan Panjang Menuju Undang-Undang Final

    Secara historis, banyak RUU kripto di AS yang kandas atau mengalami revisi signifikan sebelum akhirnya disahkan.

    CLARITY Act kini menghadapi tantangan serupa. Meski mendapat dukungan kuat dari Partai Republik, resistensi Demokrat membuat peluang kompromi menjadi kunci keberhasilan.

    Bagi industri kripto global, perkembangan ini tetap penting untuk dipantau.

    Amerika Serikat masih menjadi pusat likuiditas dan inovasi kripto dunia, sehingga arah kebijakan regulator AS dapat berdampak luas ke pasar internasional.

    Baca Juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

    Lolosnya CLARITY Act di Komite Pertanian Senat AS menandai kemajuan nyata dalam upaya menghadirkan kejelasan regulasi kripto.

    Namun, voting tipis 12-11 dan perpecahan partisan yang tajam menunjukkan bahwa proses legislasi masih panjang dan penuh tantangan.

    Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada pembahasan lanjutan dan voting penuh di Senat.

    Apakah CLARITY Act akan menjadi fondasi regulasi kripto AS, atau justru terhambat oleh dinamika politik, masih menjadi tanda tanya besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Sitaan AS Tak Dijual, Siap Jadi Senjata Strategis Negara

    Pemerintah Amerika Serikat selangkah lebih dekat merealisasikan U.S. Strategic Bitcoin Reserve setelah Departemen Kehakiman AS (Department of Justice/DOJ) menegaskan bahwa Bitcoin sitaan dalam kasus Samourai Wallet tidak akan dijual ke pasar.

    Konfirmasi ini disampaikan oleh Patrick Witt, Executive Director President’s Council of Advisors for Digital Assets, yang menyebut DOJ telah memverifikasi status aset tersebut sesuai dengan Executive Order 14233. Dalam aturan tersebut, seluruh Bitcoin hasil penyitaan federal wajib ditahan dan tidak dilikuidasi.

    Keputusan ini sekaligus membantah spekulasi yang sebelumnya beredar di berbagai media bahwa Bitcoin hasil penyitaan telah atau akan dijual, menyusul pengakuan bersalah pengembang Samourai Wallet dalam kasus hukum yang menjerat mereka.

    Kekhawatiran Aksi Jual Pemerintah Mereda

    Selama bertahun-tahun, praktik umum pemerintah AS adalah menjual aset kripto sitaan melalui lelang atau pasar terbuka. Langkah tersebut kerap menimbulkan tekanan jual mendadak dan meningkatkan volatilitas harga Bitcoin.

    Namun, DOJ memastikan pendekatan itu kini berubah. Bitcoin sitaan Samourai Wallet akan tetap tercatat sebagai aset pemerintah AS dan berpotensi digunakan sebagai bagian dari cadangan strategis nasional.

    Kebijakan ini sejalan dengan pandangan sejumlah tokoh industri, termasuk CEO ARK Invest Cathie Wood, yang sebelumnya memproyeksikan Bitcoin sebagai aset cadangan strategis jangka panjang.

    Baca juga: Pemerintah AS Rencana Akuisisi Bitcoin, Hentikan Penjualan Aset Sitaan

    Perubahan Paradigma Pengelolaan Aset Digital

    Dilaporkan Coingape, keputusan menahan Bitcoin sitaan menandai pergeseran besar dalam cara pemerintah AS memandang aset digital. Bitcoin tidak lagi diperlakukan semata-mata sebagai barang sitaan untuk segera dijual, melainkan sebagai sumber daya strategis yang setara dengan komoditas dan cadangan negara lainnya.

    Sejumlah anggota parlemen sebelumnya juga mengkritik praktik penjualan Bitcoin sitaan, termasuk Senator Cynthia Lummis yang menyoroti minimnya pengawasan serta dampaknya terhadap pasar.

    Dengan kebijakan baru ini, pemerintah AS dinilai dapat mengurangi tekanan jual dari dompet Bitcoin milik negara yang selama ini diawasi ketat oleh investor global.

    Dampak Global Mulai Terlihat

    Langkah DOJ ini memperkuat koordinasi antara lembaga penegak hukum dan cabang eksekutif dalam menjalankan kerangka Strategic Bitcoin Reserve. Koordinasi semacam ini sebelumnya dinilai tidak konsisten.

    Pengaruh kebijakan AS juga diperkirakan meluas ke tingkat global. Sejumlah negara kerap menjadikan kebijakan Amerika Serikat sebagai acuan, termasuk Taiwan yang dilaporkan tengah merancang strategi cadangan Bitcoin berbasis aset sitaan.

    Jika pendekatan ini diadopsi secara luas, penahanan aset digital sitaan alih-alih melikuidasinya dapat menjadi standar baru global, sekaligus memperkuat posisi Bitcoin sebagai kelas aset strategis yang sah di tingkat negara.

    Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • RUU CLARITY Act Masuk Fase Kritis, DeFi dan Stablecoin Jadi Sorotan

    Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) kripto Amerika Serikat, CLARITY Act, memasuki fase krusial setelah para senator mengajukan 137 amendemen menjelang proses markup di Komite Perbankan Senat. Isu imbal hasil (yield) stablecoin dan regulasi DeFi menjadi titik gesekan utama yang berpotensi menentukan arah regulasi kripto ke depan.

    Draf CLARITY Act setebal 278 halaman dirilis pada Senin malam waktu setempat, setelah melalui lima bulan diskusi bipartisan. Mayoritas pelaku industri kripto baru melihat naskah lengkap tersebut pada Selasa. Batas waktu pengajuan amendemen yang jatuh pada pukul 17.00 hari yang sama memicu lonjakan usulan perubahan dari berbagai senator.

    Yield Stablecoin Jadi Isu Paling Diperdebatkan

    Salah satu perdebatan paling tajam muncul terkait pemberian yield pada stablecoin. Senator Angela Alsobrooks dan Thom Tillis mengajukan amendemen bipartisan untuk memperjelas aktivitas apa saja yang memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil. Tujuannya adalah mempertegas batas antara model yield yang diperbolehkan dan struktur yang dinilai melanggar aturan.

    Isu ini dinilai krusial karena menyentuh langsung model bisnis penerbit stablecoin dan dapat berdampak signifikan pada pasar kripto secara luas.

    Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!

    DeFi Disorot Usai Tekanan Industri

    Selain stablecoin, decentralized finance (DeFi) juga menjadi sorotan. Senator Pete Ricketts dan Cynthia Lummis mengusulkan revisi bahasa regulasi DeFi, menyusul penolakan dari industri terhadap pasal baru yang dinilai menimbulkan ketidakpastian hukum bagi protokol terdesentralisasi.

    Langkah ini diambil untuk meredam kekhawatiran bahwa regulasi baru dapat memperlakukan protokol DeFi layaknya entitas terpusat.

    Etika Pejabat dan Amendemen Warren

    Senator Chris Van Hollen mengajukan usulan untuk mencegah pejabat pemerintah memperoleh keuntungan dari bisnis kripto, termasuk aturan anti-touting yang mewajibkan pengungkapan kepentingan finansial bagi pihak yang mempromosikan aset kripto.

    Namun, sebagian amendemen etika ini diperkirakan tidak akan langsung diputuskan dalam tahap markup, mengingat keterbatasan kewenangan Komite Perbankan. Isu tersebut kemungkinan akan dibahas pada tahap lanjutan di Senat.

    Sementara itu, Senator Elizabeth Warren menaikkan tensi dengan mengajukan lebih dari 20 amendemen, termasuk proposal pelarangan total yield stablecoin serta upaya membatalkan panduan pro-kripto yang dikeluarkan Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) tahun lalu.

    Markup Jadi Penentu Arah Regulasi

    Beberapa amendemen bahkan keluar dari substansi kripto. Senator Jack Reed, misalnya, mengajukan amendemen yang mendukung Ketua Federal Reserve Jerome Powell di tengah penyelidikan Departemen Kehakiman, menunjukkan bahwa proses markup juga dimanfaatkan untuk pesan politik yang lebih luas.

    Direktur Eksekutif White House Crypto Council, Patrick Witt, menyatakan bahwa ketentuan etika akan ditambahkan setelah RUU lolos dari komite dan sebelum pemungutan suara pleno Senat, menandakan potensi perubahan lanjutan.

    Di sisi lain, Ketua Komite Pertanian Senat John Boozman mengumumkan penjadwalan ulang markup dengan target 27 Januari, sementara teks RUU terbaru diperkirakan akan dirilis sepekan sebelumnya.

    Dengan ratusan amendemen yang masuk, hasil markup CLARITY Act diprediksi akan menjadi penentu seberapa besar dampaknya terhadap industri dan pasar kripto global.

    Baca juga: Trump Media Siap Rilis ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Donald Trump Angkat Tokoh Pro-Kripto Jadi Ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS

    Baru-baru ini Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengangkat Michael Selig sebagai Ketua ke-16 Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC). 

    Selig merupakan seorang tokoh pro-kripto dengan latar belakang mendalam di sektor regulasi keuangan, dengan diangkatnya Michael Selig oleh Presiden Donald Trump, kini dream team untuk regulator kripto AS semakin lengkap dengan Ketua SEC Paul Atkins dan “Crypto Czar” di Gedung Putih, David Sacks yang sudah terlebih dahulu dilantik. 

    Langkah ini digadang-gadang tidak hanya mencerminkan komitmen pemerintahan Trump terhadap kripto, tetapi juga berpotensi mengubah lanskap regulasi global untuk aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum kedepannya. Sebab Amerika Serikat memiliki pengaruh besar terhadap lanskap industri kripto.

    Siapa itu Michael Selig?

    Michael Selig bukanlah nama baru di dunia regulasi keuangan AS. Karirnya dimulai pada 2014 ketika ia bergabung dengan CFTC sebagai law clerk untuk J. Christopher Giancarlo, yang kemudian menjadi Ketua CFTC di era pertama kepemimpinan Trump. 

    Setelah meninggalkan CFTC, Selig kemudian beralih ke praktik swasta di firma hukum internasional, di mana ia memberikan konsultasi kepada berbagai institusi keuangan, platform perdagangan, dan pengembang aset digital mengenai kepatuhan terhadap undang-undang sekuritas dan komoditas.

    Pengalamannya ini membuatnya memahami secara mendalam tantangan yang dihadapi industri kripto, termasuk ketidakpastian regulasi yang sering mendorong entitas kripto lari ke luar AS—contohnya seperti Tether yang lebih memilih El Salvador sebagai kantor pusatnya karena ramah regulasi kripto. 

    Pada awal 2025, Selig kembali ke ranah pemerintahan sebagai chief counsel di Crypto Task Force SEC, sekaligus sebagai penasihat senior untuk Ketua SEC Paul Atkins. Saat menempati posisi ini, ia terlibat langsung dalam pengembangan kebijakan kripto, termasuk harmonisasi regulasi antar lembaga untuk mendorong inovasi tanpa harus mengorbankan perlindungan investor.

    Pandangan Selig terhadap kripto cenderung progresif. Ia percaya bahwa sebagian besar aset digital harus diklasifikasikan sebagai komoditas, bukan sekuritas, sehingga berada di bawah yurisdiksi CFTC daripada SEC. Selain itu, Selig pro terhadap stablecoin, tokenisasi aset, dan perdagangan spot kripto, yang dianggap sebagai langkah krusial untuk menjadikan AS sebagai pusat kripto dunia.

    Baca juga: RUU P2SK Ancam Industri Kripto Lokal, Apa Isinya?

    Apa Dampaknya Bagi Pasar Kripto?

    Pengangkatan Selig diketahui untuk menggantikan Caroline Pham, yang menjabat sebagai Acting Chairman selama hampir satu tahun dan memimpin inisiatif  “Crypto Sprint” yang merupakan inisiatif untuk mempercepat implementasi rekomendasi regulasi aset digital.

    Di bawah Pham, CFTC meluncurkan perdagangan spot kripto dengan leverage di platform seperti Bitnomial, menerima Bitcoin, Ether, dan USDC sebagai kolateral, serta memberikan no-action relief kepada operator prediction market seperti Polymarket dan PredictIt. 

    Selig diharapkan melanjutkan momentum ini, terutama dengan undang-undang CLARITY Act yang telah lolos DPR AS pada Juli 2025 dan menunggu persetujuan Senat, yang akan memberikan CFTC kewenangan atas pasar spot komoditas digital. Selain itu, ia akan mendorong integrasi blockchain dalam derivatif melalui rulemaking yang ditargetkan pada 2026.

    Baca juga: Trump Siap Teken RUU Kripto, Regulasi Digital Baru AS Dimulai

    Pengangkatan Selig juga dipandang sebagai kabar positif bagi industri kripto. Karena dengan regulasi yang lebih jelas dan ramah inovasi, kedepannya dapat mendorong pertumbuhan startup blockchain, dan meningkatkan adopsi institusional.

    Jika kamu tertarik untuk mencoba melakukan investasi di aset kripto seperti Bitcoin, kamu bisa menggunakan exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto — mulai dengan deposit Rp50.000 saja kamu bisa memiliki aset digital masa depan lho! Ayo daftar di sini dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan kode TEMUTOKO!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Wilmerhale: Michael Selig Confirmed as CFTC Chairman: Six Issues to Watch in 2026. Diakses 25 Desember 2025

    CryptoBriefing: Pro-Bitcoin Michael Selig officially sworn in to lead CFTC. Diakses 25 Desember 2025

    Coindesk: Senate confirms Trump crypto-friendly nominees to take over CFTC, FDIC. Diakses 25 Desember 25



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AS Buka Konsultasi Publik Aturan Stablecoin via GENIUS Act

    Pemerintah Amerika Serikat kembali memperjelas arah regulasi stablecoin dengan membuka masa komentar publik atas rancangan aturan baru yang akan menentukan batas kewenangan antara regulator federal dan negara bagian.

    Inisiatif ini dipimpin oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat sebagai bagian dari implementasi kerangka legislasi yang lebih luas di bawah GENIUS Act.

    Dalam proposal tersebut, pemerintah federal membuka ruang bagi negara bagian untuk tetap berperan dalam pengawasan stablecoin, namun dengan batasan yang cukup ketat.

    Negara bagian diperbolehkan mengawasi penerbit stablecoin dengan kapitalisasi pasar di bawah US$10 miliar, selama rezim regulasinya dianggap “setara” dengan standar federal.

    Langkah ini mencerminkan pendekatan hibrida, memberikan fleksibilitas di level lokal, namun tetap menjaga kontrol pusat atas risiko sistemik yang lebih besar.

    Baca Juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

    Standar Ketat untuk Menjaga Stabilitas

    Rancangan aturan ini menegaskan bahwa tidak semua model stablecoin akan mendapatkan ruang.

    Untuk dapat beroperasi di bawah pengawasan negara bagian, issuer wajib memenuhi sejumlah persyaratan ketat yang berfokus pada stabilitas dan transparansi.

    Stablecoin harus didukung cadangan penuh 1:1 dengan kas atau aset yang sangat likuid, memastikan bahwa setiap token yang beredar memiliki jaminan yang jelas.

    Selain itu, issuer diwajibkan melakukan pelaporan bulanan secara rutin, mematuhi regulasi anti pencucian uang (AML) dan sanksi, serta dilarang melakukan praktik rehypothecation, yakni penggunaan ulang aset cadangan untuk tujuan lain yang berisiko.

    Kerangka ini secara eksplisit menutup celah bagi model stablecoin yang selama ini mengandalkan struktur cadangan kompleks atau praktik yang kurang transparan.

    Menyaring Model Bisnis di Industri Stablecoin

    Laporan dari Cointelegraph menyoroti bahwa pendekatan ini bukan sekadar soal pembagian kewenangan, tetapi juga upaya menyaring model bisnis dalam industri stablecoin.

    Tim Research Tokocrypto menilai arah kebijakan ini sudah cukup tegas dalam menentukan siapa yang akan diuntungkan dan siapa yang akan tersingkir.

    “Arah regulasinya jelas: stablecoin boleh tumbuh di level negara bagian, tapi sandbox-nya sempit dan nggak ada ruang buat model cadangan abal-abal. Kerangka ini menguntungkan issuer yang sudah siap patuh dan transparan, sekaligus menekan model yield-bearing atau struktur agresif yang selama ini hidup dari area abu-abu hukum,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa regulasi baru tidak hanya berfungsi sebagai pengaman sistem, tetapi juga sebagai filter bagi inovasi yang dianggap terlalu berisiko.

    Keseimbangan antara Inovasi dan Risiko

    Dengan membuka masa komentar publik, Departemen Keuangan AS memberi kesempatan bagi pelaku industri, regulator lokal, dan masyarakat untuk memberikan masukan sebelum aturan ini difinalisasi.

    Proses ini penting mengingat kompleksitas ekosistem stablecoin yang melibatkan berbagai kepentingan, mulai dari inovasi teknologi hingga stabilitas keuangan.

    Pendekatan yang diambil menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin sepenuhnya mematikan inovasi di level negara bagian. Namun, ruang eksperimen yang diberikan tetap dibatasi secara ketat untuk mencegah potensi krisis yang bisa merembet ke sistem keuangan yang lebih luas.

    Dalam konteks ini, batas kapitalisasi US$10 miliar menjadi garis pemisah yang jelas. Stablecoin yang tumbuh melampaui ambang tersebut kemungkinan akan berada di bawah pengawasan federal yang lebih ketat, mencerminkan kekhawatiran terhadap dampak sistemiknya.

    Implikasi bagi Masa Depan Stablecoin

    Rancangan aturan ini berpotensi membentuk ulang lanskap stablecoin di Amerika Serikat.

    Issuer yang sudah mengedepankan transparansi dan kepatuhan kemungkinan akan semakin diuntungkan, sementara model yang mengandalkan imbal hasil tinggi atau struktur kompleks akan menghadapi tekanan regulasi yang lebih besar.

    Di sisi lain, negara bagian masih memiliki peluang untuk menjadi pusat inovasi, meski dalam ruang yang lebih terbatas. Kompetisi antar yurisdiksi lokal bisa tetap terjadi, namun dalam koridor yang lebih terstandarisasi.

    Pada akhirnya, langkah ini mencerminkan upaya regulator untuk menemukan titik keseimbangan antara mendorong inovasi dan menjaga stabilitas.

    Bagi industri kripto, ini menjadi sinyal bahwa era regulasi yang lebih terstruktur semakin dekat—dan hanya pemain yang siap beradaptasi yang akan mampu bertahan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Waspada! Serangan AS-Israel Bisa Banting Harga Bitcoin

    Harga Bitcoin kembali menghadapi tekanan setelah konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Meski sebelumnya sempat menguat di atas 71.000 dolar AS, aset kripto terbesar ini kini berisiko mengalami penurunan seiring lonjakan harga minyak global akibat serangan terbaru ke fasilitas energi Iran.

    Perkembangan ini terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan jeda serangan selama lima hari sebagai bagian dari upaya deeskalasi.

    Serangan Energi Picu Lonjakan Harga Minyak

    Dilaporkan Coingape, harga minyak dunia kembali melonjak, dengan Brent crude menembus 102 dolar AS per barel dan WTI naik lebih dari 3% ke level 91 dolar AS. Kenaikan ini dipicu oleh serangan terbaru AS dan Israel terhadap infrastruktur energi Iran, termasuk fasilitas gas dan pembangkit listrik.

    Situasi semakin kompleks setelah Iran membantah adanya pembicaraan damai, serta melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal ke wilayah Israel dan negara Teluk yang menjadi basis militer AS.

    Selain itu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dilaporkan mulai mempertimbangkan keterlibatan langsung dalam konflik, yang berpotensi memperluas eskalasi dan mengganggu pasokan energi global.

    Baca juga: 3 Altcoin Berpotensi Picu Likuidasi Besar di Akhir Maret 2026!

    Bitcoin Tertekan di Tengah Ketidakpastian

    Kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik cenderung mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman, sehingga berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin.

    Meski Bitcoin sempat naik sekitar 4% dalam 24 jam terakhir ke kisaran 70.911 dolar AS, tekanan mulai terlihat kembali. Indikator Coinbase Premium Index juga berubah menjadi negatif, yang mengindikasikan adanya tekanan jual dari investor di pasar Amerika Serikat.

    Di sisi lain, data menunjukkan open interest di pasar futures Bitcoin meningkat, menandakan masih adanya minat dari trader derivatif meskipun kondisi pasar tidak stabil.

    Risiko Koreksi ke Level $68.000

    Pelaku pasar kini mencermati kemungkinan Bitcoin kembali turun ke level 68.000 dolar AS jika tekanan makro terus berlanjut. Kenaikan volume perdagangan hingga 60% dalam 24 jam terakhir menunjukkan meningkatnya aktivitas, namun belum tentu mencerminkan arah yang jelas.

    Beberapa analis juga mengingatkan bahwa siklus pasar Bitcoin masih berpotensi mengikuti pola historis, dengan kemungkinan fase bearish berlanjut hingga akhir tahun.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa pergerakan Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama geopolitik dan harga komoditas seperti minyak.

    Menurut mereka, lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan global dapat meningkatkan tekanan inflasi, yang pada akhirnya memperkecil peluang pelonggaran kebijakan moneter. Hal ini menjadi faktor negatif bagi aset berisiko, termasuk kripto.

    Namun demikian, Tim Research Tokocrypto juga melihat bahwa lonjakan volatilitas ini membuka peluang trading jangka pendek, terutama bagi pelaku pasar yang mampu memanfaatkan pergerakan cepat akibat sentimen global.

    Mereka menekankan bahwa investor perlu mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta indikator pasar seperti aliran dana institusional dan sentimen derivatif untuk menentukan strategi yang tepat.

    Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian

    Dengan konflik yang berpotensi meluas dan belum adanya kepastian terkait upaya damai, pasar kripto diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

    Pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi global, yang kini menjadi faktor utama dalam membentuk sentimen investor.

    Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Data Ekonomi AS Ini Tentukan Nasib Bitcoin pada Akhir Maret!

    Harga Bitcoin memasuki pekan ini di kisaran 68.000 dolar AS di tengah tekanan sentimen pasar yang masih lemah. Indeks Crypto Fear and Greed bahkan berada di level 8, yang menunjukkan kondisi extreme fear di kalangan investor.

    Dilaporkan BeInCrypto, sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat dijadwalkan pekan ini dan dinilai berpotensi besar memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap pergerakan pasar kripto.

    Flash PMI Jadi Penentu Awal Sentimen

    Data Flash Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor manufaktur dan jasa yang dirilis pada Selasa akan menjadi indikator awal kondisi ekonomi AS di bulan Maret.

    PMI sektor jasa menjadi perhatian utama karena mencerminkan sebagian besar aktivitas ekonomi. Jika hasilnya lebih kuat dari ekspektasi, maka kemungkinan penundaan penurunan suku bunga akan meningkat, yang berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin.

    Sebaliknya, jika PMI manufaktur turun di bawah level 50, hal ini menandakan kontraksi ekonomi dan dapat memicu sikap defensif dari investor di pasar global.

    Data Ketenagakerjaan Bisa Ubah Arah Pasar

    Pada Kamis (227/3), laporan Initial Jobless Claims akan menjadi indikator penting kondisi pasar tenaga kerja. Data sebelumnya menunjukkan angka 205.000 klaim, lebih rendah dari ekspektasi.

    Jika klaim pengangguran meningkat, hal ini dapat memperkuat peluang pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed, yang secara historis cenderung mendukung kenaikan harga Bitcoin.

    Namun, jika data kembali menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja, narasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama akan kembali menguat dan berpotensi menekan pasar kripto.

    Baca juga: Bitcoin Tembus $70.000 Dipicu Isu Damai AS-Iran

    Inflasi dan Sentimen Konsumen Jadi Penutup

    Pada Jumat (28/3), pasar akan mencermati data Consumer Sentiment dan ekspektasi inflasi dari University of Michigan. Kenaikan ekspektasi inflasi dapat menjadi sinyal negatif bagi pasar, karena The Fed kemungkinan akan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

    Selain itu, data cadangan minyak AS yang dirilis pada Rabu juga menjadi faktor tambahan yang perlu diperhatikan. Penurunan cadangan minyak dapat mendorong kenaikan harga energi, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi secara global.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa pekan ini menjadi salah satu periode krusial bagi pergerakan Bitcoin, karena kombinasi data ekonomi dan komentar pejabat The Fed dapat secara langsung memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga.

    Menurut mereka, Bitcoin saat ini berada dalam fase sensitif terhadap data makro, di mana setiap perubahan ekspektasi kebijakan moneter dapat memicu pergerakan harga yang signifikan dalam waktu singkat.

    Tim Research Tokocrypto juga menambahkan bahwa jika data ekonomi menunjukkan pelemahan, peluang pemangkasan suku bunga akan meningkat dan dapat menjadi katalis positif bagi Bitcoin. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperpanjang tekanan terhadap pasar kripto.

    Dalam kondisi ini, pelaku pasar disarankan untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan momentum dari setiap rilis data, karena volatilitas diperkirakan akan meningkat.

    Pasar Menunggu Arah dari Data Ekonomi

    Sepanjang Maret, Bitcoin bergerak dalam rentang 62.000 hingga 76.000 dolar AS. Empat rilis data ekonomi pekan ini berpotensi menjadi penentu apakah harga akan menembus batas atas atau justru mengalami koreksi lebih dalam.

    Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, arah pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada bagaimana data ekonomi tersebut memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed dan sentimen investor global.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus $70.000 Dipicu Isu Damai AS-Iran

    Harga Bitcoin melonjak tajam dan berhasil menembus kembali level psikologis 70.000 dolar AS setelah muncul kabar adanya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya pasar sempat tertekan akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

    Berdasarkan data terbaru, Bitcoin naik lebih dari 4% dari posisi terendah intraday di sekitar 67.000 dolar AS, seiring meredanya ketegangan global.

    Bitcoin Rebound Usai Sinyal Damai

    Dilaporkan Coingape, lonjakan harga Bitcoin terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya telah melakukan pembicaraan yang “produktif” dengan Iran dalam dua hari terakhir. Ia juga menginstruksikan penundaan serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari ke depan.

    Pernyataan tersebut menandai perubahan signifikan dalam konflik yang telah berlangsung selama empat minggu. Sebelumnya, pasar sempat terguncang setelah ancaman serangan lanjutan dari AS, yang menyebabkan Bitcoin turun hingga menyentuh level 67.000 dolar AS.

    Kini, dengan adanya indikasi deeskalasi konflik, pasar kripto merespons positif dan kembali menunjukkan penguatan.

    Baca juga: Sinyal Besar? Perusahaan Kesehatan Akumulasi Bitcoin

    Dampak Geopolitik ke Pasar Kripto

    Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap perkembangan geopolitik global. Ancaman konflik yang meningkat sebelumnya sempat memicu aksi jual, sementara kabar pembicaraan damai langsung mendorong sentimen positif.

    Selain Bitcoin, aset kripto lainnya juga mengalami kenaikan seiring membaiknya kondisi pasar secara keseluruhan.

    Laporan juga menyebutkan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran mencakup sejumlah poin penting, termasuk isu program nuklir Iran. Kedua negara dikabarkan akan melanjutkan dialog dalam beberapa hari ke depan.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa lonjakan Bitcoin ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin dipandang sebagai aset yang sensitif terhadap dinamika makro global, khususnya geopolitik.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut mereka, pergerakan harga saat ini bukan hanya dipengaruhi oleh faktor internal pasar kripto, tetapi juga oleh sentimen global seperti konflik dan kebijakan internasional. Deeskalasi konflik cenderung meningkatkan risk appetite investor, yang kemudian mendorong aliran dana kembali ke aset berisiko seperti kripto.

    Namun demikian, Tim Research Tokocrypto mengingatkan bahwa volatilitas masih berpotensi tinggi, mengingat situasi geopolitik belum sepenuhnya stabil. Jika pembicaraan damai berlanjut dan menghasilkan kesepakatan konkret, pasar berpotensi melanjutkan penguatan.

    Sebaliknya, jika terjadi eskalasi kembali, tekanan terhadap harga Bitcoin dan aset kripto lainnya juga dapat muncul dalam waktu singkat.

    Pasar Masih Menunggu Kepastian

    Pelaku pasar kini mencermati perkembangan lanjutan dari negosiasi antara AS dan Iran sebagai faktor utama yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.

    Dengan kondisi pasar yang masih dipengaruhi sentimen global, arah Bitcoin diperkirakan akan tetap volatil sambil menunggu kepastian lebih lanjut dari perkembangan geopolitik tersebut.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulasi Kripto AS Mandek, Pasar Kembali Tak Pasti

    Upaya pemerintah Amerika Serikat untuk membangun kerangka regulasi yang lebih jelas bagi industri kripto kembali menghadapi hambatan waktu.

    Pimpinan United States Senate dilaporkan tidak memperkirakan bahwa RUU struktur pasar kripto akan disahkan sebelum bulan April.

    Pernyataan tersebut disampaikan oleh John Thune, salah satu pimpinan Senat AS, yang menilai proses legislasi untuk aturan pasar kripto masih membutuhkan waktu tambahan.

    Hal ini menunjukkan bahwa pembahasan regulasi kripto di Amerika Serikat masih bergerak relatif lambat meskipun tekanan dari industri dan pelaku pasar terus meningkat.

    Bagi banyak perusahaan kripto, kepastian regulasi menjadi faktor penting untuk menentukan strategi bisnis, investasi, dan ekspansi di pasar Amerika Serikat.

    Baca Juga: Indiana Dorong RUU Pro-Kripto ke Gubernur, Usung Tiga Poin Utama

    RUU Market Structure Kripto Masih Dibahas

    RUU struktur pasar kripto merupakan salah satu inisiatif legislasi yang bertujuan untuk menciptakan kerangka hukum yang lebih jelas bagi aset digital di Amerika Serikat.

    Menurut laporan Cointelegraph, regulasi ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan mendasar dalam industri kripto, seperti:

    • Bagaimana aset kripto diklasifikasikan secara hukum
    • Lembaga mana yang memiliki kewenangan pengawasan utama
    • Aturan perdagangan dan perlindungan investor
    • Standar kepatuhan bagi perusahaan kripto

    Selama ini, industri kripto di AS sering menghadapi ketidakjelasan regulasi karena adanya tumpang tindih kewenangan antara berbagai regulator, termasuk U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

    RUU market structure diharapkan dapat memperjelas pembagian tanggung jawab antara lembaga-lembaga tersebut.

    Industri Kripto Menunggu Kepastian Regulasi

    Banyak perusahaan kripto dan investor institusional menilai bahwa Amerika Serikat membutuhkan kerangka regulasi yang lebih jelas agar industri dapat berkembang secara lebih stabil.

    Tanpa aturan yang pasti, perusahaan kripto sering menghadapi risiko hukum yang tinggi ketika menjalankan operasi di negara tersebut.

    Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan kripto bahkan memilih untuk memperluas operasi ke yurisdiksi lain yang dianggap lebih ramah terhadap industri blockchain.

    Karena itu, proses legislasi yang lambat berpotensi membuat AS kehilangan sebagian momentum dalam kompetisi global untuk menarik inovasi di sektor kripto.

    Dampak Penundaan bagi Pasar

    Penundaan pembahasan RUU ini juga berdampak pada sentimen pasar dan keputusan investasi.

    Banyak investor institusional menunggu kepastian regulasi sebelum meningkatkan eksposur mereka terhadap aset kripto atau perusahaan berbasis blockchain di Amerika Serikat.

    Menurut analis dari **Tokocrypto, ketidakpastian regulasi yang berkepanjangan dapat memperlambat pertumbuhan industri.

    “Secara regulasi, penundaan seperti ini penting karena memperpanjang ketidakpastian bagi pelaku industri yang menunggu kejelasan hukum. Semakin lama pembahasan tertunda, semakin besar risiko pasar tetap bergerak dalam abu-abu kebijakan yang bisa menahan investasi, ekspansi, dan kepastian operasional di AS,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menyoroti bahwa kejelasan hukum merupakan salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan industri kripto.

    Persaingan Regulasi Global

    Sementara Amerika Serikat masih membahas regulasi kripto, beberapa negara dan kawasan lain sudah lebih dulu mengadopsi kerangka hukum yang relatif jelas.

    Sebagai contoh, European Union telah mengesahkan regulasi Markets in Crypto-Assets Regulation (MiCA) yang memberikan panduan komprehensif bagi perusahaan kripto yang beroperasi di wilayah Eropa.

    Langkah tersebut membuat banyak perusahaan melihat Eropa sebagai salah satu wilayah dengan kepastian hukum yang lebih baik untuk bisnis kripto.

    Jika proses legislasi di AS terus tertunda, beberapa analis khawatir negara tersebut dapat tertinggal dalam perlombaan global untuk menjadi pusat inovasi blockchain.

    Baca Juga: Kongres AS Siapkan Undang-Undang Kripto untuk Program 401(k)

    Masa Depan Regulasi Kripto di AS

    Meskipun belum diperkirakan akan lolos sebelum April, pembahasan RUU market structure kripto tetap menjadi prioritas bagi banyak anggota Kongres AS.

    Para pembuat kebijakan di Washington menyadari bahwa industri kripto telah berkembang menjadi sektor ekonomi yang signifikan dengan dampak global.

    Karena itu, banyak pihak berharap bahwa proses legislasi ini pada akhirnya dapat menghasilkan kerangka regulasi yang seimbang—mampu melindungi investor sekaligus mendukung inovasi teknologi.

    Bagi pelaku industri kripto, perkembangan regulasi di Amerika Serikat akan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi arah pasar global dalam beberapa tahun ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com