Tag: amerika serikat

  • Donald Trump Kaji Kebijakan 401(k), Dana Pensiun Warga AS Pakai Kripto?

    Pasar kripto sedang bergejolak. Bitcoin kembali menembus level $116.000, didorong oleh rencana Presiden AS Donald Trump untuk memungkinkan investasi aset alternatif, termasuk cryptocurrency, ke dalam program pensiun 401(k).

    Kebijakan ini dipandang sebagai terobosan besar dalam mendemokratisasi akses ke aset digital, sekaligus membuka peluang miliaran dolar dari dana pensiun warga Amerika ke dalam kripto.

    Bitcoin & Kripto Melonjak Usai Pengumuman

    Pada Kamis lalu, Bitcoin mencatat kenaikan harga +1–2%, dipicu sentimen positif dari rencana eksekutif Trump.

    AS menjadi lebih terbuka terhadap integrasi kripto dalam investasi jangka panjang, menjadikan Bitcoin kembali kian menarik sebagai opsi portofolio pensiun.

    Baca Juga: Donald Trump Akan Luncurkan Dompet Kripto dan Platform Perdagangan?

    Apa Isi Eksekutif Order Trump?

    Trump telah menandatangani eksekutif order yang memerintahkan Departemen Tenaga Kerja untuk meninjau ulang regulasi tentang investasi alternatif, seperti private equity, real estate, dan kripto, dalam rencana pensiun klasik seperti 401(k) dalam 180 hari ke depan.

    Tujuannya adalah memperluas akses ke opsi investasi baru bagi 90 juta peserta 401(k) senilai $12–12,5 triliun, sebuah lompatan besar menuju inklusi aset digital secara massal.

    Respon Pasar & Industri:

    • Pelaku Institusi Merespon Positif
      Beberapa perusahaan seperti BlackRock dan Fidelity dilaporkan bersiap meluncurkan produk pensiun yang memasukkan kripto, sementara asset manager besar seperti Blackstone menyambut perubahan kebijakan ini.
    • Peringatan dari Regulator
      Para ahli dan senator seperti Elizabeth Warren memperingatkan risiko tinggi: volatilitas, biaya tinggi, dan kurangnya likuiditas aset alternatif bisa merugikan investor pensiun.
    • Aspek Fidusia Perlu Dijaga
      Sebagian besar 401(k) diatur oleh Undang-Undang ERISA. Order ini menugaskan pencipta regulasi seperti SEC dan Treasury untuk merumuskan pedoman yang menjaga tanggung jawab pencari dana pensiun tetap aman.

    Kenapa Penting untuk Dunia Kripto?

    • Legitimasi & Akses Pasar Besar
      Jika diizinkan, kripto bukan lagi investasi sampingan, melainkan pilihan mainstream di masa depan keuangan pensiun. Ini membuka pintu bagi aliran modal besar dan adopsi institusional serius.
    • Signal Pasar Bullish
      Respons pasar langsung positif: Bitcoin dan altcoin naik, menegaskan bahwa perubahan kebijakan bisa menjadi katalis utama bagi tren jangka menengah hingga panjang.

    Tantangan yang Harus Dihadapi

    • Regulasi Belum Final
      Order ini sifatnya baru sebatas arah kebijakan, tapi detail teknis masih harus dirumuskan oleh regulator dalam beberapa bulan ke depan.
    • Risiko Investor Ritel
      Banyak peserta 401(k) belum paham betul risiko kripto. Perlu edukasi kuat agar tidak terjadi investasi keliru terhadap aset berisiko tinggi.
    • Tanggung Jawab Fidusia
      Manajer rencana pensiun harus memastikan keputusan investasi tetap adil untuk peserta, tanpa terjebak hype sesaat.
    Elemen Penjelasan
    Kebijakan Trump tanda tangan eksekutif order untuk investasi kripto & aset alternatif dalam 401(k).
    Nilai Pasar Potensi akses ke dana pensiun senilai $12–12,5 triliun.
    Pasar Respon Bitcoin menyentuh $116K lebih cepat pasca berita.
    Risiko Volatilitas, biaya mahal, tanggung jawab hukum khusus untuk pensiunan.
    Langkah Lanjutan Regulasi masih disusun oleh DOL, SEC, dan Treasury.

    Baca Juga: Regulasi Pajak Kripto Indonesia Menguat, Trump Ingin Bebas Pajak AS

    Langkah Trump ini menjadi momen penentu bagi kripto. Jika diadopsi, investor bisa memasukkan Bitcoin dan aset digital ke rencana pensiun, sekaligus mendorong legitimasi dan adopsi massal.

    Namun, jalan ke sana masih panjang: dibutuhkan regulasi jelas, perlindungan investor, dan kesiapan industri untuk menyajikan produk investasi yang transparan dan aman.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Larangan Imbal Hasil Stablecoin: UU GENIUS, Alternatif Tokenisasi TradFi

    Undang-Undang Guaranteeing Essential National Infrastructure for Ubiquitous Stablecoins (GENIUS) yang baru disahkan di Amerika Serikat disambut dengan antusiasme sebagai tonggak besar dalam pengakuan regulasi terhadap stablecoin. Namun, sorotan tajam muncul terhadap salah satu ketentuannya yang melarang penerbit stablecoin untuk memberikan imbal hasil atau bunga atas kepemilikan token mereka.

    Dilaporkan Cointelegraph, ketentuan ini dinilai dapat mengurangi daya tarik stablecoin, khususnya dibandingkan dengan instrumen keuangan tradisional seperti money market funds (MMF) yang mulai ditokenisasi dan menawarkan fleksibilitas serta imbal hasil kepada pengguna.

    Mengapa Larangan Imbal Hasil Menjadi Kontroversial?

    Pasal kunci dalam UU GENIUS melarang penerbit stablecoin memberikan hasil (yield) kepada investor, baik ritel maupun institusional. Hal ini, menurut Temujin Louie, CEO Wanchain, bukanlah kemenangan penuh bagi ekosistem kripto. Dalam komentarnya kepada Cointelegraph, Louie menyatakan bahwa larangan tersebut “sebenarnya melindungi keuntungan utama reksa dana pasar uang,” yang saat ini menjadi alternatif unggulan dari dunia TradFi (keuangan tradisional).

    Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani UU GENIUS pada 18 Juli 2025. Di saat yang sama, para analis mulai menyoroti bagaimana money market fund yang ditokenisasi bisa menjadi “jawaban” Wall Street terhadap pertumbuhan stablecoin.

    Tokenisasi MMF: Ancaman atau Solusi?

    Menurut Teresa Ho, ahli strategi dari JPMorgan, tokenisasi MMF membuka potensi baru seperti penggunaannya sebagai agunan margin. Hal ini memungkinkan instrumen keuangan tradisional untuk bersaing langsung dengan stablecoin dari sisi fungsionalitas — tetapi dengan satu keunggulan utama: adanya imbal hasil.

    Baca juga: UU GENIUS Disahkan Trump, Apa Dampaknya ke Regulasi Kripto AS?

    Paul Brody, Global Blockchain Leader di EY, menambahkan bahwa MMF tokenisasi dan deposito tokenisasi memiliki peluang besar untuk berkembang di ranah on-chain, justru karena stablecoin kehilangan daya tarik imbal hasil. “Dana pasar uang yang ditokenisasi bisa sangat mirip secara fungsional dengan stablecoin, namun dengan perbedaan mencolok: mereka memberikan bunga kepada penggunanya,” ujarnya.

    Meski begitu, Brody tetap menggarisbawahi bahwa stablecoin memiliki keunggulan sebagai aset pembawa (bearer assets) yang mudah digunakan di berbagai aplikasi DeFi dan sistem keuangan on-chain tanpa batasan akses dan kontrol yang kompleks.

    Lobi Industri Perbankan Diduga di Balik Ketentuan Ini

    Larangan imbal hasil dalam UU GENIUS bukan datang tanpa alasan. Sejumlah pengamat menduga bahwa lobi industri perbankan memegang peranan penting dalam pembentukan kebijakan ini.

    Austin Campbell, profesor NYU sekaligus konsultan blockchain, mengungkapkan bahwa lembaga-lembaga keuangan secara aktif melobi untuk memblokir stablecoin berbunga guna melindungi model bisnis konvensional perbankan. Setelah bertahun-tahun hanya menawarkan bunga minimal kepada nasabah, bank tentu khawatir kehilangan daya saing apabila stablecoin diperbolehkan memberikan hasil yang lebih tinggi dan instan.

    Meski begitu, pasar aset digital AS telah mengenal stablecoin dengan imbal hasil dalam format sekuritas. Sebagai contoh, pada Februari 2025, SEC menyetujui stablecoin penghasil imbal hasil pertama, yaitu YLDS yang diterbitkan oleh Figure Markets, dengan tawaran yield 3,85% saat peluncuran.

    Penutup: Momentum Tokenisasi TradFi?

    UU GENIUS memang memberikan kepastian hukum untuk stablecoin, namun larangan imbal hasil menjadi titik kritis dalam kompetisi antara stablecoin dan instrumen keuangan tradisional yang ditokenisasi. Di tengah perkembangan pesat tokenisasi aset, terutama MMF, kita mungkin akan melihat pergeseran minat investor dari stablecoin tanpa yield ke alternatif on-chain yang memberikan hasil nyata.

    Apakah hal ini akan menghambat adopsi stablecoin secara luas? Atau justru mempercepat integrasi TradFi ke dalam dunia blockchain? Jawabannya mungkin akan ditentukan oleh kemampuan regulator dan pelaku industri untuk menemukan keseimbangan antara inovasi dan stabilitas sistem keuangan.

    Baca juga: Aturan Stablecoin GENIUS: Maju, Penerbit Asing Buram


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • UU GENIUS Disahkan Trump, Apa Dampaknya ke Regulasi Kripto AS?

    Presiden Donald J. Trump secara resmi menandatangani Undang-Undang GENIUS menjadi undang-undang pada 18 Juli 2025, menandai tonggak penting dalam perjalanan regulasi industri kripto di Amerika Serikat. Undang-undang ini bertujuan memberikan kejelasan hukum bagi pelaku industri aset digital, terutama stablecoin, sekaligus memperkuat posisi AS sebagai pusat global inovasi keuangan berbasis blockchain.

    Didukung secara bipartisan, Undang-Undang GENIUS disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan suara 308-122 dan Senat dengan suara 68-30. Dalam sambutannya, Trump menyebut regulasi ini sebagai “validasi besar-besaran” bagi masa depan industri kripto. “Saya berjanji bahwa kami akan mengembalikan kebebasan dan kepemimpinan Amerika dan menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia, dan itulah yang telah kami lakukan,” ujarnya.

    Baca juga: Trump Siap Teken RUU Kripto, Regulasi Digital Baru AS Dimulai

    Keuntungan GENIUS Act

    Salah satu poin utama dari Undang-Undang GENIUS adalah mandat cadangan 100% bagi stablecoin yang didukung oleh Dolar AS. Artinya, setiap stablecoin yang beredar harus dijamin penuh oleh aset likuid atau obligasi pemerintah jangka pendek, untuk menjamin transparansi dan perlindungan investor. Ketentuan ini diperkirakan akan berdampak pada entitas penerbit stablecoin utama seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan DAI.

    Komisaris SEC Paul Atkins menyambut baik regulasi ini dan menyebutnya sebagai “aturan main yang jelas” untuk industri kripto. Reaksi pasar juga menunjukkan antusiasme positif. Para pemimpin industri menghadiri langsung upacara penandatanganan dan menyoroti potensi undang-undang ini dalam mendorong iklim investasi yang lebih aman dan terpercaya.

    Menurut data CoinMarketCap per 19 Juli 2025, Tether (USDT) masih mendominasi pasar stablecoin dengan kapitalisasi mencapai $160,93 miliar dan harga yang stabil di kisaran $1. Dominasi pasarnya tercatat di angka 4,16%, dengan fluktuasi harga yang sangat kecil selama 90 hari terakhir.

    Pergerakan harga Tether (USDT/USDT) pada Sabtu, 19 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Tether (USDT/USDT) pada Sabtu, 19 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Wawasan dari tim riset Coincu menyebut bahwa kejelasan regulasi akan menciptakan iklim yang lebih sehat bagi pertumbuhan stablecoin dan adopsi teknologi keuangan berbasis blockchain. Peningkatan transparansi dan kepatuhan terhadap hukum juga diharapkan mampu mendorong inovasi yang lebih luas di sektor keuangan digital.

    Sebagai catatan, Undang-Undang GENIUS ini mengikuti langkah Uni Eropa yang lebih dulu mengesahkan kerangka MiCA (Markets in Crypto-Assets) pada 2024. Dengan arah regulasi yang kini semakin jelas, AS diposisikan untuk menjadi pemain sentral dalam peta industri kripto global.

    Baca juga: Trump Beralih Sikap: Kini Dukung RUU Kripto Pasca Kegagalan DPR


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trump Siap Teken RUU Kripto, Regulasi Digital Baru AS Dimulai

    Amerika Serikat berada di ambang tonggak sejarah baru dalam regulasi aset digital. Presiden Donald Trump dijadwalkan akan menandatangani Undang-Undang GENIUS, rancangan undang-undang kripto besar pertama yang disahkan oleh DPR, dalam sebuah upacara resmi besok. RUU ini mengatur penerbitan stablecoin dan mendapat dukungan bipartisan yang kuat, menandai kemenangan signifikan bagi industri kripto.

    Dalam pemungutan suara pada Kamis sore, Undang-Undang GENIUS disahkan dengan dukungan 206 anggota Partai Republik dan 102 anggota Demokrat. RUU ini memberikan kerangka kerja federal yang jelas untuk menciptakan dan mengatur stablecoin—aset digital yang dipatok terhadap dolar AS dan dianggap sebagai penghubung vital antara dunia kripto dan sistem keuangan tradisional.

    Tak lama sebelumnya, DPR juga meloloskan Undang-Undang CLARITY, yang mengatur struktur pasar kripto secara lebih luas. Meskipun sempat diragukan, RUU ini mendapatkan dukungan mengejutkan dari 78 anggota Partai Demokrat, memperkuat momentum bipartisan dan membuka jalan menuju pembahasan di Senat.

    Baca juga: Trump Beralih Sikap: Kini Dukung RUU Kripto Pasca Kegagalan DPR

    “Disahkannya undang-undang stablecoin hari ini menandai pencapaian bersejarah bagi Amerika Serikat, kemenangan gemilang bagi inovasi, dan langkah besar menuju pembentukan kerangka regulasi yang jelas bagi aset digital,” ujar Amanda Tuminelli, Direktur Eksekutif DeFi Education Fund.

    Industri Menyambut dengan Antusias

    Keberhasilan legislatif ini langsung disambut oleh pelaku industri. Beberapa bank besar, termasuk Bank of America, telah menyatakan kesiapan untuk meluncurkan stablecoin mereka sendiri begitu undang-undang resmi berlaku. CEO Bank of America, Brian Moynihan, menyatakan bahwa peluncuran stablecoin “hanya tinggal menunggu waktu dan regulasi.”

    Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa lembaga keuangan konvensional siap menyelami sektor kripto secara lebih dalam, seiring dengan kepastian hukum yang mulai terbentuk.

    Dinamika Politik di Balik “Pekan Kripto”

    Ketiga RUU yang disahkan—GENIUS, CLARITY, dan larangan terhadap Central Bank Digital Currency (CBDC)—merupakan bagian dari “Pekan Kripto”, sebuah inisiatif DPR yang dipimpin oleh Partai Republik dan didukung Gedung Putih. Meskipun sempat hampir gagal karena perpecahan internal terkait klausul anti-CBDC dan isu kontroversial seputar nama Jeffrey Epstein, kompromi berhasil dicapai dengan menyisipkan ketentuan anti-CBDC ke dalam RUU pertahanan nasional.

    RUU anti-CBDC sendiri disahkan dengan margin tipis, mendapat dukungan penuh dari Partai Republik namun ditentang mayoritas Demokrat. Isu ini tetap menjadi topik panas di Senat, mengingat memerlukan dukungan bipartisan untuk bisa lolos.

    Tantangan Selanjutnya di Senat

    Kini, semua mata tertuju pada Senat yang akan membahas versi mereka sendiri dari RUU struktur pasar. Meski jalan masih panjang, dukungan bipartisan yang muncul di DPR menjadi sinyal positif bagi kelanjutan reformasi regulasi aset digital di Amerika Serikat.

    Jika berhasil ditandatangani menjadi undang-undang, langkah ini akan menjadi dasar hukum pertama yang komprehensif dalam sejarah AS terkait kripto, membuka jalan bagi legitimasi industri yang selama ini berada dalam wilayah abu-abu hukum.

    Baca juga: Trump Ancam Rusia dengan Tarif 100% untuk Kesepakatan Damai


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulator Kripto AS Ditunda Lagi! Bikin Industri Deg-degan hingga 2026

    Senat Amerika Serikat kembali menunda pembahasan regulasi cryptocurrency. Komite Perbankan Senat memastikan bahwa dengar pendapat terkait revisi undang-undang struktur pasar kripto tidak akan digelar hingga 2025, sebagaimana dilaporkan CoinDesk pada 16 Desember.

    Dilaporkan Coincu, penundaan ini terjadi di tengah negosiasi bipartisan yang masih berlangsung antara Partai Republik dan Demokrat. Ketua Komite Perbankan Senat, Tim Scott, disebut telah membuat “kemajuan signifikan” dalam pembahasan bersama pihak Demokrat, namun kesepakatan final belum tercapai sehingga pembahasan resmi harus ditunda ke tahun depan.

    Senat AS Menunda Regulasi Kripto

    Keputusan ini berdampak besar pada industri aset digital yang sejak lama menantikan kepastian regulasi, khususnya terkait pembagian kewenangan antara Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC). Pelaku industri berharap adanya kejelasan aturan tahun ini, namun harapan tersebut kembali tertunda.

    Selain negosiasi yang kompleks, fokus legislator terhadap pendanaan pemerintah dan dinamika politik menjelang pemilu paruh waktu turut menjadi faktor penundaan. Akibatnya, sejumlah isu krusial industri kripto belum menjadi prioritas utama di Senat.

    Seorang juru bicara komite menyatakan bahwa diskusi masih berlangsung dalam “itikad baik” untuk menghasilkan kerangka regulasi yang menguntungkan sektor aset digital. Meski demikian, ketidakpastian yang berkepanjangan dinilai berpotensi memengaruhi likuiditas dan stabilitas pasar.

    Penurunan Pasar di Tengah Ketidakpastian

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 16 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 16 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Situasi ini mengingatkan pada nasib FIT21 Act yang sebelumnya lolos di DPR AS namun terhambat di Senat, sehingga menciptakan ketidakpastian berkepanjangan bagi aset digital utama seperti Bitcoin dan Ethereum.

    Di tengah ketidakjelasan regulasi, pasar kripto juga menunjukkan tekanan. Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level USD 86.381,48 dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 1,72 triliun. Volume perdagangan BTC tercatat turun 10,26% dalam 24 jam terakhir, disertai penurunan harga dalam periode 60 dan 90 hari.

    Riset Coincu menilai penundaan regulasi yang terus berlanjut dapat meredam minat investasi pada proyek aset digital tahap awal. Namun, jika negosiasi bipartisan berhasil mencapai kesepakatan, kerangka regulasi yang lebih jelas berpotensi meningkatkan stabilitas dan kepercayaan di sektor layanan keuangan digital ke depan.

    Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Diam-Diam Menggebrak! SEC Luncurkan Project Crypto, Investor Heboh!

    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengguncang dunia keuangan dengan memperkenalkan “Project Crypto”, sebuah inisiatif besar yang menandai langkah resmi Amerika Serikat menuju integrasi teknologi blockchain dalam sistem pasar nasional. Program yang diumumkan langsung oleh Ketua SEC Paul Atkins itu disebut-sebut sebagai perubahan regulasi paling signifikan dalam industri aset digital selama beberapa tahun terakhir.

    Dalam pidato resminya, Atkins menegaskan bahwa blockchain akan menjadi “peningkatan struktural” bagi infrastruktur keuangan, bukan pengganti total sistem yang ada. Ia menekankan bahwa fokus utama Project Crypto adalah tokenisasi aset, bukan transformasi ke sistem berbasis Bitcoin.

    Modernisasi Aturan Pasar AS

    Dilaporkan Coincu, Project Crypto dirancang untuk memperbarui kerangka regulasi sehingga lebih selaras dengan teknologi on-chain yang semakin berkembang. Rencana ini mencakup:

    • Penyederhanaan aturan terkait self-custody aset digital.
    • Penyelarasan lisensi bagi platform yang menawarkan crypto securities dan aset non-sekuritas.
    • Penciptaan lingkungan regulasi yang lebih stabil untuk memikat inovasi dan modal institusional.

    Langkah ini dinilai sebagai titik balik kebijakan SEC, yang sebelumnya dikenal sangat ketat terhadap industri crypto.

    Respons Pasar: Hati-hati Tapi Optimistis

    Pelaku industri memberikan sambutan hangat namun tetap waspada. Komisaris SEC Hester Peirce memuji inisiatif tersebut sebagai upaya nyata mengurangi hambatan bagi perusahaan aset digital. Pemimpin industri lainnya menilai perubahan ini membawa harapan menuju pendekatan regulasi yang lebih seimbang.

    Meskipun begitu, reaksi pasar masih bercampur. Banyak investor menunggu implementasi teknis dari kebijakan baru ini sebelum mengambil langkah besar.

    Dampak ke Bitcoin: Harga Berfluktuasi, Minat Tetap Tinggi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 7 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 7 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Di tengah pengumuman besar SEC, Bitcoin (BTC) tercatat diperdagangkan pada $89.343,97 dengan kapitalisasi pasar $1,78 triliun. Meski mengalami kenaikan 1,05% dalam 24 jam terakhir, BTC masih mencatat penurunan tajam sebesar 26,75% dalam 60 hari terakhir.

    Para analis dari Coincu Research menyebut Project Crypto berpotensi mempercepat adopsi aset digital oleh institusi besar. Meskipun volatilitas harga masih tinggi, fokus pada tokenisasi diprediksi membuka pintu bagi partisipasi yang lebih luas di masa depan.

    Dengan peluncuran Project Crypto, banyak pihak menilai bahwa AS mulai memasuki fase baru, fase di mana aset digital bukan lagi eksperimen pinggiran, melainkan bagian dari sistem keuangan modern.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Crypto Awasi Pencalonan Kevin Hassett sebagai Ketua The Fed

    Kevin Hassett, Kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, muncul sebagai kandidat terdepan untuk Ketua Fed berikutnya dan memicu spekulasi baru di pasar crypto. Menurut laporan Bloomberg, Hassett kini menjadi opsi utama Presiden Donald Trump untuk memimpin The Fed pada 2026, seiring preferensi Trump terhadap kebijakan suku bunga yang lebih rendah.

    Hassett sebelumnya pernah menjadi penasihat Coinbase dan tercatat memiliki lebih dari US$1 juta saham di perusahaan tersebut. Keterlibatan langsungnya dalam industri aset digital, ditambah sikapnya yang dikenal dovish, menjadi perhatian para pelaku pasar crypto.

    Soroti Regulasi Pro Kripto

    Dilaporkan News BTC, Senior investment strategist Bitwise, Juan Leon, menilai peluang Hassett memimpin The Fed akan berdampak bullish bagi aset digital. Ia menyebut Hassett sebagai “dove agresif” yang menilai suku bunga saat ini terlalu tinggi dan mendorong penurunan yang lebih cepat. Leon juga menyoroti peran Hassett dalam kelompok kerja aset digital Gedung Putih yang mendorong regulasi lebih pro-crypto.

    Namun, arah kebijakan The Fed di bawah Hassett tidak dapat dilepaskan dari pengaruh Menteri Keuangan Scott Bessent. Bessent secara terbuka mempertanyakan kerangka operasi “ample reserves” pasca-krisis dan mengisyaratkan perlunya kembali ke model pra-era neraca besar. Felix Jauvin, pembawa acara Forward Guidance, merangkum pendekatan tersebut sebagai kombinasi “FFR dovish, neraca hawkish,” menegaskan bahwa kondisi ini tidak sama dengan era quantitative easing (QE) 2020–2021.

    Skenario tersebut berarti bahwa meski penurunan suku bunga dapat mendukung sentimen risiko, pasar tidak dapat mengandalkan lonjakan likuiditas seperti sebelumnya. Kondisi makro yang lebih longgar dibandingkan periode pengetatan 2022–2023 tetap mungkin terjadi, tetapi tanpa jaminan reli besar yang serentak di seluruh aset berisiko.

    Baca juga: The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember, Apa Artinya bagi Pasar Kripto?

    Sosok yang Dipercaya Trump

    Analis makro EndGame Macro menyatakan bahwa kenaikan Hassett dalam bursa kandidat lebih didorong oleh faktor politik. Ia menilai Hassett unggul karena merupakan sosok yang dipercaya Trump dan karena sering mengkritik The Fed yang dianggap terlalu lamban dan berhati-hati.

    Di platform prediksi Polymarket, peluang Hassett saat ini berada di kisaran 53%, menandai pergeseran dari spekulasi menuju probabilitas yang lebih matang.

    Potensi dampak terhadap pasar crypto akan bergantung pada tiga faktor utama: kecepatan penurunan suku bunga oleh The Fed di bawah Hassett, sejauh mana Bessent mendorong penyederhanaan neraca bank sentral, serta bagaimana pasar menilai risiko inflasi dan fiskal dalam konteks The Fed yang lebih politis.

    Hingga berita ini diturunkan, total kapitalisasi pasar crypto berada pada US$2,96 triliun dan masih bertahan di atas EMA 100-mingguan, menandakan tren jangka panjang yang positif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • China Bongkar Skandal Kripto: AS Diduga Curi 127.000 Bitcoin

    Dunia kripto kembali geger! Pemerintah China baru saja menuduh Amerika Serikat melakukan “peretasan tingkat negara” untuk mencuri 127.000 Bitcoin, senilai lebih dari 13 miliar dolar AS atau sekitar Rp200 triliun.

    Tuduhan ini muncul setelah Pusat Tanggap Darurat Virus Komputer Nasional China (CVERC) merilis laporan mengejutkan: ribuan koin digital milik LuBian Mining Pool, sebuah kolam penambangan Bitcoin asal China-Iran, ternyata berakhir di tangan pemerintah AS.

    4 Tahun Menghilang, Tiba-Tiba Dimiliki Pemerintah AS

    Dilaporkan Cryptopolitan, kasus ini bermula pada Desember 2020, ketika LuBian kehilangan 127.272 Bitcoin akibat serangan masif yang memanfaatkan kelemahan dalam sistem pembuat kunci privat.

    Alih-alih algoritma aman 256-bit, LuBian disebut hanya menggunakan generator 32-bit berbasis Mersenne Twister MT19937-32—celah yang memungkinkan peretas menebak kunci privat hanya dalam miliaran percobaan, bukan triliunan.

    Akibatnya, lebih dari 5.000 alamat dompet berhasil diretas dalam waktu kurang dari dua jam.
    Dana senilai sekitar 3,5 miliar dolar AS pada saat itu lenyap, dan LuBian pun ambruk.

    Namun yang membuat heran, Bitcoin curian itu diam selama empat tahun penuh, tak pernah dijual, dipindahkan, atau dicampur lewat mixer. Hingga pada pertengahan 2024, semua koin itu tiba-tiba berpindah ke alamat baru, yang menurut perusahaan analitik on-chain Arkham, dikendalikan oleh pemerintah AS.

    Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!

    China: “Ini Bukan Penegakan Hukum, Ini Perampokan!”

    Menurut CVERC, langkah ini bukan kebetulan. Mereka menuduh bahwa Departemen Kehakiman AS (DOJ) melakukan operasi diam-diam untuk menguasai Bitcoin curian itu, lalu menggugat pemilik aslinya, Chen Zhi, kepala Prince Group asal Kamboja, pada Oktober 2025.

    “Rantai peristiwa ini menunjukkan sebuah operasi siber tingkat negara yang disamarkan sebagai penegakan hukum,” tulis CVERC dalam laporannya.

    CVERC juga menyebut, perilaku penyimpanan dana itu tidak sesuai dengan perilaku peretas biasa. Biasanya, peretas akan segera menjual atau mencampur koin hasil curian untuk menghapus jejak. Tapi dalam kasus ini, dana malah diam bertahun-tahun, lalu muncul di bawah kendali resmi AS.

    Pemilik Asli Sempat Minta Tebusan Lewat Blockchain

    Chen Zhi tak tinggal diam. Dalam 2021 hingga 2022, ia mencoba berkomunikasi dengan “peretas” lewat pesan yang disematkan di jaringan Bitcoin menggunakan fungsi OP_RETURN.
    Salah satu pesannya berbunyi:

    “Tolong kembalikan dana kami, kami akan memberikan imbalan.”

    Pesan lainnya bahkan berisi alamat email khusus:
    “Hubungi kami di [email protected] untuk membahas pengembalian dana dan imbalan Anda.”

    Sayangnya, tak satu pun mendapat jawaban. Kini, setelah AS menyita seluruh aset itu dan menuduh Chen melakukan aktivitas ilegal, China menuding Washington telah “menipu” dunia kripto.

    Pelajaran Pahit untuk Dunia Kripto

    Terlepas dari perang tudingan antara dua kekuatan dunia, laporan CVERC menutup dengan peringatan keras bagi komunitas kripto global:

    “Jangan ulangi kesalahan LuBian. Gunakan generator acak yang benar, aktifkan multisig, simpan aset di cold wallet, dan pantau aktivitas on-chain secara real-time.”

    Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa di dunia kripto, bahkan miliaran dolar bisa menghilang dalam sekejap, dan siapa pun bisa jadi “peretas,” bahkan negara superpower.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Tengah Hancurkan Perlindungan Investor, Ekonomi AS Bisa Terpuruk!

    Dalam langkah yang mengejutkan banyak pihak, Securities and Exchange Commission (SEC) di bawah pimpinan Paul Atkins dikritik keras karena dianggap sedang menghancurkan perlindungan investor yang telah menjadi misi utama lembaga ini sejak 1934.

    Menurut Dennis M. Kelleher, Amanda Fischer, dan Benjamin Schiffrin dari Better Markets, perubahan ini bukan sekadar soal investor kecil atau regulasi niche seperti ESG atau DEI. Dampaknya meluas hingga seluruh pasar finansial dan ekonomi AS.

    Sejak awal kepemimpinan Atkins, SEC bergerak menjauh dari tujuan historisnya untuk melindungi investor dan pasar, dan malah lebih fokus melindungi kepentingan manajemen dan industri keuangan. Ini termasuk pembatasan hak investor untuk mengajukan gugatan, pengurangan keterbukaan informasi, dan melemahkan alat pengawasan seperti Consolidated Audit Trail (CAT). Bahkan tindakan penegakan hukum terhadap potensi penipuan dan industri kripto kini jauh berkurang.

    Dampak Ekonomi AS

    Baca juga: Akankah XRP Capai ke $5, Jika SEC Setujui ETF Bulan Ini?

    Akibatnya, investor berisiko menghadapi informasi yang lebih sedikit, keputusan investasi yang salah arah, dan pasar yang kurang efisien. Langkah-langkah ini juga berpotensi merusak proses pembentukan modal, harga aset yang adil, dan bahkan standar hidup masyarakat Amerika. Kritik tajam muncul karena banyak kebijakan ini diambil tanpa konsultasi publik atau transparansi memadai, termasuk pencabutan aturan terkait pengungkapan ESG dan gaji eksekutif, serta pembatasan akses investor terhadap tindakan hukum kolektif.

    Yang lebih mengkhawatirkan, SEC kini mempermudah investor ritel masuk ke pasar privat tanpa proteksi yang memadai. Dengan dorongan legislasi yang memungkinkan penerbit crypto menawarkan token hingga miliaran dolar tanpa pengungkapan signifikan, investor publik berisiko menghadapi kerugian besar tanpa jalur hukum yang jelas.

    Sementara itu, CAT, alat utama untuk memantau pasar dan mencegah manipulasi, dihadapkan pada upaya pemangkasan data dan pembiayaan, mengurangi kemampuan SEC untuk menegakkan hukum.

    Secara keseluruhan, pergeseran ekstrem SEC dari perlindungan investor ke kepentingan korporasi dan manajemen dapat menggerus kepercayaan pada pasar keuangan AS, menurunkan efisiensi pasar, dan mengancam ekonomi secara keseluruhan.

    Jika tren ini berlanjut, bukan hanya investor yang rugi—semua warga Amerika bisa merasakan dampaknya melalui penurunan kekayaan, kesempatan, dan standar hidup.

    Baca juga: SEC Akhirnya Setujui 21Shares ETF Solana, Jalan Terbuka Menuju $300?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Shutdown Pemerintah AS: 3 Altcoin Ini Bakal Tulis Ulang Sejarah

    Pemerintahan Amerika Serikat telah memasuki penutupan (shutdown) federal besar pertamanya dalam lebih dari 6 tahun. Hal ini menimbulkan tanya soal bagaimana pasar kripto bakal merespons. Akankah itu menirukan shutdown Januari 2018 silam, yang juga terjadi setelah jeda 5 tahun, atau akankah aset digital menampilkan ketangguhan yang lebih baik kali ini?

    BeInCrypto menganalisis 3 altcoin yang menonjol selama shutdown awal 2018 dan ke mana mereka bisa menuju sekarang.

    Tron (TRX)

    Tujuh tahun lalu, Tron tidak masuk di antara top 10 aset kripto, namun masih memiliki kapitalisasi pasar US$4,6 miliar. Selama penutupan AS yang terakhir, TRX menjadi salah satu yang paling menderita, anjlok 17% hanya dalam 24 jam karena sentimen pasar berubah sangat bearish.

    Kali ini, kondisinya nampak berbeda sebab pasar kripto secara luas menunjukkan resiliensi yang lebih besar. Tidak seperti pada 2018, aset digital telah matang dan kurang bergantung pada peristiwa politik AS. Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto naik US$66 miliar, menandakan kepercayaan investor yang membaik.

    Analisis Harga TRX.
    Analisis Harga TRX | Sumber: TradingView

    Harga Tron saat ini parkir di US$0,338, mengincar potensi pergerakan melewati resistance US$0,345. Bila momentum terus terbangun, TRX bisa mencatat kenaikan lebih lanjut. Bahkan jika kekuatan bullish terhenti, altcoin ini diperkirakan akan berkonsolidasi di atas level support ini.

    Aave (AAVE)

    AAVE mencerminkan reaksi Tron selama penutupan pemerintahan AS sebelumnya, di mana altcoin itu anjlok hampir 20% dalam sehari. Namun, kondisi saat ini berbeda secara signifikan, karena pasar kripto yang lebih luas menunjukkan kedewasaan dan ketahanan yang lebih besar, membuat terulangnya crash brutal itu kurang mungkin di lanskap saat ini.

    Chaikin Money Flow (CMF) mengindikasikan arus masuk yang deras ke AAVE, yang mencerminkan ledakan permintaan investor. Arus masuk modal ini bisa mengimbangi sentimen bearish yang terpicu oleh ketidakpastian politik. Andaikata momentum berlanjut, AAVE bisa naik menuju US$300. Ini terjadi jika berhasil menembus level resistance US$295 yang telah membatasi kemajuan naiknya baru-baru ini.

    Analisis Harga AAVE.
    Analisis Harga AAVE | Sumber: TradingView

    Seumpama sentimen negatif kembali, AAVE mungkin bakal terseok-seok untuk mempertahankan posisinya. Adapun breakdown alias aksi turun ke bawah support US$277 akan membuka pintu untuk kerugian lanjutan, sekaligus berpotensi menyeret token ke US$259 atau bahkan lebih rendah lagi. Tren turun seperti itu akan serta-merta membatalkan prospek bullish dan menyoroti kerentanan baru dalam aksi harga AAVE.

    Enam tahun lalu, Chainlink menempati peringkat ke-87 di antara top 100 aset kripto dengan kapitalisasi pasar sederhana US$310 juta. Hari ini, LINK sudah memiliki valuasi US$15 miliar, menyoroti pertumbuhan eksponensial serta relevansinya yang meningkat di ekosistem blockchain.

    Pada 2018, LINK menderita penurunan 22% selama shutdown pemerintah, tetapi kondisinya berbeda sekarang. Indikator MACD menandakan crossover bullish di depan, menunjukkan momentum yang lebih solid. Setelan alias konfigurasi teknis ini menyiratkan bahwa si altcoin mungkin mampu mencegah terulangnya crash sebelumnya dan sebaliknya justru mempertahankan pergerakan naik dalam waktu dekat.

    Analisis Harga LINK.
    Analisis Harga LINK | Sumber: TradingView

    Adapun kenaikan bullish yang berakselerasi bisa mengantarkan LINK melewati US$23,4 dalam waktu dekat. Ada potensi pula apresiasi harga meluas ke level resistance US$25,81. Namun, risiko tetap ada apabila sentimen bergeser secara negatif. Aksi turun tersebut bakal membuat LINK terpelanting ke US$19,91 atau bahkan US$17,31, yang akan membuyarkan prospek bullish serta memicu kehati-hatian investor.

    Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin yang wajib masuk watchlist pasca dimulainya shutdown pemerintah AS ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Aaryamann Shrivastava
    Editor:
    Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com