Industri investasi aset kripto di Indonesia, kian semakin cepat pertumbuhannya. Data terbaru Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengungkap transaksi investasi kripto di Tanah Air mengalami peningkatan yang sangat pesat, karena hingga Februari 2022 telah mencapai Rp 83,8 triliun.
Plt Kepala Bappebti, Indrasari Wisnu Wardhana, mengatakan perdagangan aset kripto mengalami peningkatan signifikan, di mana pada 2021 mencapai nilai Rp 859,4 triliun dengan jumlah pelanggan sebanyak 11,2 juta investor atau meningkat 1.222,8 persen dibandingkan pada 2020 yang perdagangan asetnya sebesar Rp 64,9 triliun.
“Sampai dengan Februari 2022, transaksi aset kripto telah mencapai Rp83,8 triliun dengan jumlah pelanggan 12,4 juta investor atau bertambah 532.102 orang pelanggan dari 2021,” kata Wisnu saat menggelar rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI dikutip Antara, Kamis (25/3).
Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Wisnu menambahkan, kelembagaan perdagangan aset kripto yang terdiri dari bursa aset kripto, lembaga kliring berjangka, pengelola tempat penyimpanan atau kustodian, pedagang fisik aset kripto dan bank penyimpan sebagai lembaga penyimpan dana pelanggan, belum ada secara keseluruhan.
“Saat ini entitas yang sudah ada adalah calon pedagang aset kripto, di mana sudah ada 18 calon pedagang fisik aset kripto yang terdaftar di Bappepti,” ujar Wisnu.
Bappebti yang berada di bawah Kementerian Perdagangan juga telah menetapkan jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di Indonesia.
“Saat ini yang bisa diperdagangkan sebanyak 229 aset kripto. Namun aset kripto ini akan terus dievaluasi dan mengikuti perkembangan aset kripto,” tutur Wisnu.
Kehadiran bursa kripto di Indonesia tampaknya kembali harus mundur. Padahal sebelumnya Bappebti sudah berencana meluncurkannya sejak akhir tahun 2021 lalu, kemudian mundur dan dijanjikan pada kuartal I 2022. Faktanya, peluncuran bursa kripto akan kembali mundur.
Wisnu mengatakan bahwa dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pembentukan bursa kripto sudah diterima oleh pihaknya. Hanya saja, pandemi COVID-19 dan ada penambahan jumlah pedagang aset kripto membuat proses lebih panjang.
Bappebti kembali harus dikoordinasikan terlebih dahulu. Awalnya calon pedagang fisik aset kripto berjumlah 12, kemudian dicabut 1, dan ditambah 7 sehingga totalnya menjadi 18.
“Mengingat perkembangan terakhir ini pandemi dan segala macam, secara evaluasi dokumen sudah masuk semua, dan sudah kita lihat,” pungkasnya.
Pekan ini, pasar aset kripto mengalami pergerakan harga yang cukup menarik dan dinamis. Berbagai koin dan token terkemuka mengalami fluktuasi signifikan, mencerminkan volatilitas yang melekat dalam pasar kripto. Bitcoin (BTC), sebagai mata uang kripto terbesar dan paling terkenal, mengalami pergerakan harga yang menarik perhatian banyak investor.
Menurut Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, pada awal pekan, harga Bitcoin melanjutkan tren naiknya, mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Namun, pada pertengahan pekan, terjadi koreksi yang membuat harga BTC turun secara tajam. Selain Bitcoin, beberapa koin alternatif seperti Optimism (OP) dan Stacks (STX) juga mengalami pergerakan yang signifikan, menunjukkan tingkat volatilitas yang tinggi di pasar kripto.
“Analisis minggu ini menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti sentimen pasar global, pengumuman berita terkait regulasi kripto, dan aktivitas perdagangan spekulatif berkontribusi terhadap pergerakan harga yang cepat dan tidak stabil,” jelas Fyqieh.
Investor dan trader kripto harus memperhatikan berbagai faktor ini untuk memahami dinamika pasar dan membuat keputusan investasi yang cerdas. Meskipun fluktuasi harga dapat memberikan peluang bagi para trader yang cekatan, juga penting untuk diingat bahwa pasar kripto tetaplah berisiko tinggi, dan investasi harus dilakukan dengan hati-hati dan berdasarkan analisis yang cermat.
Dalam seminggu terakhir, terjadi pergerakan bullish pada aset kripto Bitcoin, yang dipicu oleh narasi dari institusi aset manajemen yang mulai mengajukan proposal spot ETF Bitcoin. Hal ini menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan Bitcoin selama seminggu terakhir, dengan peningkatan harga lebih dari 20%. Kenaikan ini juga diikuti oleh altcoin lainnya seperti Ethereum dan Cardano.
Diprediksi bahwa Bitcoin akan terus mengalami tren bullish dalam waktu dekat, terutama di bulan Juli. Namun, kemungkinan akan terjadi koreksi kecil pada harga Bitcoin, dengan perkiraan turun ke sekitar US$ 28.650, sebelum mengalami tren bullish lanjutan. Area US$ 28.650 ini merupakan level support berdasarkan Fibonacci retracement.
“Setelah periode bullish yang terjadi pada akhir pekan ini, Bitcoin akan memerlukan dukungan untuk mencapai harga yang lebih tinggi, yaitu sekitar US$ 35.000. Diperkirakan bahwa kondisi bullish ini akan berlangsung pada bulan Juli atau awal semester dua tahun 2023,” analisis Fyqieh.
Optimism (OP) Potensi Bullish
Optimism (OP) adalah blockchain layer-dua yang berjalan di atas Ethereum. Optimism memanfaatkan keamanan dari jaringan utama Ethereum dan membantu meningkatkan skalabilitas ekosistem Ethereum dengan menggunakan optimistic rollups. Artinya, transaksi secara terpercaya dicatat di Optimism namun pada akhirnya diamankan di Ethereum.
Berdasarkan TokenUnlocks.app ada 26,9% supply OP yang belum terdistribusi ke pasar, token yang di lock ini hanya tersisa untuk Investor dan Core hingga 2027 yang artinya bahwa ada potensi penurunan untuk OP karena adanya distribusi aset ini ke pasar dalam waktu cukup panjang. Dalam jangka waktu yang dekat, tepat nya tanggal 30 Juni, Optimism akan membagikan sebesar 24.159,191 token OP senilai US$ 27 Juta dollar dengan total supply yang di edarkan sebanyak 0,562%.
OP/USD TF 4H by Fyqieh Fachrur Rossy. Sumber: TradingView.com.
Pergerakan harga Optimism (OP) diprediksi akan mengalami tren bullish dalam waktu mendatang. Saat ini, diperlukan konfirmasi breakout dari pola bullish penant untuk OP, yang mungkin terjadi pada tanggal 23 Juni 2023.
“Jika OP berhasil breakout dari harga US$ 1,3776, diprediksi bahwa akan terjadi tren bullish menuju harga US$ 1,847, dengan perkiraan keuntungan sebesar 36.95%. Namun, untuk konfirmasi lebih lanjut bahwa OP akan mencapai harga US$ 1,847, diperlukan konfirmasi yang lebih lanjut, yaitu jika Optimism berhasil menembus harga di atas US$ 1,511 dan menutup candlestick harian di atas level tersebut,” terang Fyqieh.
Sebaliknya, jika OP mengalami breakdown di bawah US$ 1,31, diprediksi bahwa Optimism akan mengalami penurunan lanjutan dengan target penurunan menuju harga US$ 1,15, dengan estimasi kerugian sebesar 14.29%.
Stacks (STX) Potensi Bullish
STX/USD by Fyqieh Fachrur Rossy. Sumber: TradingView.com.
Stacks adalah sebuah lapisan untuk smart contracts pada Bitcoin yang memungkinkan penggunaan Bitcoin sebagai aset dan penyelesaian transaksi pada blockchain Bitcoin. Bitcoin merupakan aset terdesentralisasi terbesar, paling berharga, dan tahan lama. Lapisan Stacks membuka potensi nilai sebesar US$ 500 miliar dalam bentuk Bitcoin dengan menggunakan Bitcoin L1 sebagai penyelesaian untuk aplikasi terdesentralisasi.
Semua transaksi pada lapisan Stacks secara otomatis di-hash dan ditetapkan pada Bitcoin L1. Blok-blok Stacks diamankan oleh 100% kekuatan hash Bitcoin. Untuk dapat mengubah urutan blok/buku transaksi Stacks, seorang penyerang harus melakukan reorganisasi (reorg) pada jaringan Bitcoin.
Pergerakan stack diprediksi akan bullish di bulan juli, hal ini atas dampak dari BRC-20 yang mulai menjadi tren untuk kripto antusias yang berdiri diatas jaringan blockchain Bitcoin.
“Untuk penutupan weekly candlestick STX berada diposisi merah dengan target koreksi di harga US$ 0,667 dan kembali bullish hingga target US$ 1,12 di bulan juli. Untuk saat ini STX sebenarnya sudah dikondisi breakoutbullish dan diprediksi akan masih bullish dalam sebulan ke depan,” pungkas Fyqieh.
Jika menggunakan fitur Price Alert di Tokocrypto, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Pergerakan aset kripto pada Rabu (28/9) siang tampak mulai kembali lesu tak berdaya. Padahal sehari sebelumnya pada Selasa (27/9), market bergerak merona di zona hijau. Apa yang menyebabkan penurunan kali ini?
Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 6,36% ke US$ 18.769 per keping, dan turun 1,25% selama seminggu terakhir.
Sementara, Ethereum (ETH) turun lebih dalam sebesar 7,09% ke US$ 1.284 di waktu yang sama dan ambles 3,93% sepekan terakhir. Altcoin lainnya, XRP sangat prihatin anjlok 10,08%, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) turun harga lebih dari 5% di waktu yang sama.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang kembali bergelojak yang disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, investor semakin menghindari market, setelah beberapa pejabat The Fed, silih berganti menyampaikan komentar yang menegaskan niatan untuk terus mengetatkan kebijakan moneternya.
“Dalam beberapa hari terakhir ini, sentimen negatif datang dari pejabat The Fed yang mengeluarkan komentar bahwa The Fed perlu mengerek suku bunga lebih tinggi lagi untuk sementara waktu demi mengendalikan inflasi,” kata Afid.
Menurutnya, komentar-komentar tersebut sangat mempengaruhi market kripto dan saham. Rentetan komentar itu memperkuat sinyal bahwa The Fed tidak akan segera mengubah pandangan moneternya. Jika otoritas moneter tersebut bertindak terlalu hawkish, maka pertumbuhan ekonomi AS bisa menjadi taruhannya.
Saham dan Kripto Ambles
Pergerakan aset kripto terlihat terpengaruh oleh market saham AS yang berkinerja buruk pada Selasa (27/9) lalu. Hal itu mengindikasikan investor sedang menghindari investasi aset berisiko.
“Hal ini dapat dimaklumi mengingat investor kripto selalu mengacu pada pasar saham AS untuk melihat selera risiko investor secara umum. Secara indeks saham AS sedang terpukul juga oleh komentar dari beberapa pejabat The Fed yang menegaskan pentingnya pengetatan kebijakan moneter demi meredam inflasi,” ungkap Afid.
Di samping itu, market kripto terpukul oleh penguatan nilai indeks Dolar AS (DXY) yang terpantau pada pukul 13.00 WIB menyentuh level 114,69 atau menanjak 0,51% dibanding kemarin. Banyak investor yang mulai melepaskan kepemilikan kriptonya dan menghentikan akumulasi untuk beralih ke dolar AS yang jadi aset safe haven.
Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, walaupun sempat kembali menyentuh level psikologisnya di US$ 20.000, itu belum membantu untuk terus bullish. BTC akhirnya harus kembali turun.
Area support Bitcoin saat ini pada level US$ 18.125. Jika harga Bitcoin kembali bounce kemungkinan menargetkan kenaikan ke level US$ 19.610.
Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan September ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Cardano (ADA)
Analisis teknikal Cardano (ADA).
Kripto Cardano (ADA) masuk dalam daftar aset kripto bullish pekan ini akibat efek dari Vasil hard fork yang membawa peningkatan pada kinerja dan kemampuan yang signifikan ke jaringan blockchain-nya.
Di samping itu, token ADA juga didaftarkan sebagai salah satu aset yang mendukung layanan manajemen aset kripto yang berbasis di Swiss yang bernama Swissborg. Dua sentimen ini yang bisa menguatkan harga ADA ke depan.
Afid mengungkapkan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus melaju menuju harga US$ 0,48. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,48 hingga US$ 0,51 atau naik 15-18% dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 14.727.760.035. Jumlah koin yang beredar 34.240,.097.834 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.
2. XRP (XRP)
Analisis teknikal XRP (XRP).
XRP juga masuk dalam daftar aset kripto potensi bullish pekan ini. Sentimen yang menguatkannya dalah berasal dari kelanjutan gugatan SEC terhadap Ripple yang kian mendekati kejelasan.
Kepala Eksekutif Ripple, Brad Garlinghouse, mengatakan perusahaannya percaya diri bergerak menuju kemungkinan kesimpulan yang adil dari gugatan pengadilannya melawan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Hal tersebut sedikit membuat investor optimis dengan XRP
Dari analisis teknikalnya, XRP sedang mengalami koreksi dalam saat ini. Namun, kemungkinan besar fase bull mencoba untuk mendorong XRP bergerak ke atas level resistance overhead di US$ 0,47. Jika tembus, maka kenaikan akan kembali mencoba untuk melewati rintangan overhead dan mendorong XRP ini ke US$ 0,48 dan kemudian ke US$ 0,51.
Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 21.276.300.584. Jumlah koin yang beredar 49.900.666.456 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.
Polymath (POLY) bisa mendekati fase bullish. Saat ini, POLY memegang skor analisis teknis jangka panjang yang unggul dari 80% aset kripto. Investor jangka panjang yang menggunakan strategi beli dan tahan akan sangat relevan ketika mengalokasikan aset mereka.
Peringkat POLY di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #117, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 248.680.993. Jumlah koin yang beredar 924.998.413 koin POLY dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV).
4. Reserve Rights (RSR)
Analisis teknikal Reserve Rights (RSR).
Reserve Rights (RSR) didorong sentimen positif dari peluncuran mainnet Reserve Protocol yang kemungkinan akan diselenggarakan pada 10 Oktober mendatang. Reserve Protocol yang baru ini akan sangat menguntungkan komunitas dan investor.
Nilai RSR telah menikmati kenaikan nilai selama seminggu terakhir untuk mengantisipasi peluncuran mainnet yang akan datang. Pergerakan RSR dilihat dari analisis teknikalnya, bisa terus bergerak naik ke US$ 0,30 dalam beberapa waktu mendatang yang menjadi level resistensinya
Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #93, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 354.708.880. Jumlah koin yang beredar 42.302.323.974 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.
5. Avalanche (AVAX)
Analisis teknikal Avalanche (AVAX).
Pergerakan nilai AVAX bisa bullish pada pekan ini, disebabkan oleh pengumuman Avalanche Labs tentang kolaborasi terbarunya dengan Chainlink (LINK). Menurut informasi resminya, Chainlink akan membantu AVAX tumbuh di sektor NFT, GameFI, dan Defi.
Mengingat situasi pasar saat ini, kolaborasi ini akan menguntungkan keduanya. Kemungkinan nilai AVAX akan naik mengingat semangat investor menyambut kolaborasi ini.
Peringkat AVAX di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 5.022.791.614. Pasokan yang beredar 295.902.231 koin AVAX dan maksimal pasokan 720.000.000 koin AVAX.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. Terra Classic (LUNC)
Analisis teknikal Terra Classic (LUNC).
Tren harga Terra Classic (LUNC) memiliki potensi bearish, setelah berjuang untuk mendapatkan kembali kendali atas ekosistem Terra. Afid melihat prospek LUNC tetap bearish dalam jangka waktu panjang.
Hal tersebut terlihat setelah ada sentimen negatif, mulai dari surat perintah penangkapan Do Kwon, Pendiri dan CEO Terraform Labs. Kemudian, ada transfer mencurigakan lebih dari 3.000 BTC atau sekitar US$ 60 juta terdeteksi setelah Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan tersebut.
Peringkat LUNC di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #31, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.672.723.040. Jumlah koin yang beredar 6.151.072.613.161 koin LUNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.
TerraClassicUSD (USTC) juga punya peluang yang sama dengan LUNC untuk potensi bearish pekan ini. Faktor sentimen negatif yang dapat menekan harga juga sama, dari transfer ribuan BTC yang mencurigakan oleh Do Kwon dan kemungkinan besar masalah lanjutan yang akan muncul.
Peringkat USTC di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #107, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 293.665.832. Jumlah koin yang beredar 9.816.095.840 koin USTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.
3. Nexo (NEXO)
Analisis teknikal Nexo (NEXO).
Kripto NEXO kemungkinan akan potensi bearish dengan sentimen negatif yang berasal dari kabar Nexo sedang menghadapi berbagai tuduhan dari delapan negara bagian AS yang berbeda.
Tuduhan itu berkaitan dengan klaim bahwa Nexo diduga gagal mendaftarkan “Earn Interest Product” sebagai jaminan dan menawarkannya kepada klien dalam bentuk akun yang menghasilkan bunga. Kabar ini membuat NEXO, token kripto asli dari Nexo bisa memiliki sentimen buruk.
Peringkat NEXO di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #71, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 495.022.710. Jumlah koin yang beredar 560.000.011 koin NEXO dan maksimal pasokan tidak tersedia.
4. Reef Finance (REEF)
Analisis teknikal Reef Finance (REEF).
Reef Finance (REEF) mengalami masa sulit baru-baru ini, tetapi telah menunjukkan kekuatan besar yang bangkit dalam jangka waktu yang lebih pendek. Reef finance telah berjuang untuk tetap bullish karena harga turun dari tertinggi sepanjang masa US$ 0,3 menjadi US$ 0,0048.
Peringkat REEF di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #178, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 105.266.158. Jumlah koin yang beredar 20.132.169.041 koin REEF dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Harga token yang berkaitan dengan Chiliz telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, karena kinerja token penggemar yang kuat. Misalnya, token penggemar Santos FC Fan Token (SANTOS) telah meningkat lebih dari 40% dalam 24 jam terakhir. Namun, ke depan kemungkinan akan ada penurunan karena sudah membentuk pola grafik overbought.
Peringkat SANTOS di CoinMarketCap pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WIB adalah #264, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 82.230.001. Jumlah koin yang beredar 4.550.000 koin SANTOS dan maksimal pasokan 30.000.000 koin SANTOS.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Harga Bitcoin telah mencapai wilayah support yang signifikan pada Selasa (20/6), dan akan menguji level resisten kuatnya di posisi US$ 27.000 atau sekitar Rp 406 juta. Apa sinyal bullish akan berlanjut?
Bitcoin (BTC) dan Eterehum (ETH) memulai hari perdagangan dengan warna hijau, masing-masing naik 1,7% menjadi US$ 26.816, sementara Eter naik 0,7% menjadi US$ 1.736. Sementara pasar tetap optimis bahwa BlackRock akan berhasil dengan aplikasinya untuk dana yang diperdagangkan di bursa spot Bitcoin.
Dikutip Coindesk, Analis Pasar Senior dengan OANDA, Craig Erlam, mengatakan dalam sebuah catatan bahwa Bitcoin masih terlihat “rentan,” namun masih menganggap ada bull case untuk BTC, hanya saja belum terealisasi.
“Bitcoin berakhir minggu lalu dengan cukup positif setelah turun ke posisi terendah tiga bulan pada hari Rabu (14/6), tetapi terus terlihat rentan terhadap penurunan lebih lanjut,” kata Erlam.
“Tren dua bulan tidak menguntungkan, dan aliran berita juga tidak membantu situasi. Ini merupakan tahun yang luar biasa dan tetap lebih dari 50% lebih tinggi, jadi ini bukanlah situasi yang mengerikan.”
Secara garis besar, Erlam skeptis bahwa harga bitcoin akan naik secara signifikan dalam beberapa bulan mendatang di tengah berita ekonomi dan industri yang tidak pasti. Penurunan baru-baru ini, menurutnya, hanyalah fase koreksi dalam pasar bull optimis secara keseluruhan.
Setelah tahap koreksi konsolidasi yang diperpanjang, harga Bitcoin mulai turun sedikit dan mengalami penurunan 20% (dari tertinggi tahunan US$ 31.000 ke titik terendah US$ 24.800 baru-baru ini).
Namun, setelah koreksi, harga telah mencapai support psikologis yang signifikan di US$ 25.000 di sepanjang garis tren saluran yang lebih rendah.
Namun, reli bearishimpulsif dapat terjadi, jika harga turun di bawah wilayah ini, karena tekanan jual mungkin meningkat secara substansial. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa rata-rata pergerakan 200 hari, dukungan kuat untuk harga, saat ini terletak di bawah batas bawah saluran, kira-kira di US$ 23.900, dan mungkin menahan Bitcoin dari penurunan lebih lanjut.
Analisa Harga Bitcoin
Harga Bitcoin telah bergerak volatil sejak ditolak dari wilayah US$ 31.000 dan mulai terjun. Baru-baru ini, selama tren turun, mencapai garis tren yang lebih rendah, berdiri di US$ 24.700, dan menemukan dukungan.
Di sisi lain, kisaran Fibonacci 61,8%-50% juga sejalan dengan garis tren yang lebih rendah, memberikan support yang kuat. Akibatnya, Bitcoin mengalami pembalikan dan memulai reli bullish impulsif.
Saat ini, harga mencoba menembus di atas ambang batas atas resisten, duduk di US$ 27.000 atau sekitar Rp 406 juta, dan jika penembusan berhasil, reli bullish akan segera terjadi. Oleh karena itu, perhentian Bitcoin berikutnya mungkin adalah wilayah resistensi substansial sebesar US$ 30.000 dalam skenario ini.
Perkembangan menarik terjadi ketika Bitcoin turun di bawah harga pembelian rata-rata pemegang jangka pendek. Situasi ini berpotensi mendorong pemegang tersebut untuk menjual BTC mereka setelah mencapai titik impas.
Namun, bertentangan dengan ekspektasi, pemegang jangka pendek melihat ini sebagai peluang untuk mengakumulasi BTC dengan relatif murah, sehingga menghasilkan peningkatan. Akibatnya, kripto kini telah menembus di atas Harga Realisasi Pemegang Jangka Pendek.
Pastikan kamu hanya melakukan Nabungkripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Perkembangan pasar global yang dinamis menyebabkan permintaan akan lebih banyak barang dan jasa di seluruh dunia. Untuk memenuhi kebutuhan yang berkembang ini, produsen bertujuan untuk menciptakan produk dengan keunggulan kompetitif untuk memenuhi permintaan pasar dan dipromosikan melalui strategi promosi dan pemasaran yang efektif.
Pada tahun 2021, kinerja ekspor Indonesia telah mencapai rekor angka melampaui kinerja ekspor tertinggi pada tahun 2011. Pencapaian ini merupakan momentum pertumbuhan ekspor yang perlu dipertahankan dan digenjot di tahun-tahun mendatang. Penanganan efektif pandemi COVID-19 yang didukung program vaksinasi nasional berhasil menekan jumlah kasus baru di Indonesia.
Kondisi ini menjadi faktor optimistis, dan Kementerian Perdagangan RI kembali menghadirkanTrade Expo Indonesia 2022 dalam format hybrid. Ini akan memperluas eksposur peluang bagi eksportir Indonesia untuk berinteraksi dan bertransaksi dengan pembeli baik secara langsung maupun melalui media digital.
Trade Expo Indonesia tahun ini bertema:
“Strengthening Global Trade for Stronger”.
Dimana acara tersebut akan diselenggarakan sebagai berikut:
Hari: Rabu – Minggu
Tanggal: 19.10.2022 – 23.10.2022
Tempat: Jl. BSD Grand Boulevard No.1, Pagedangan, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten 15399
Acara ini adalah bagian dari acara G20 dengan tema B20 yang mengkhususkan program para pebisnis. Didukung dari berbagai kementrian dan di selenggarakan oleh Kementrian Perdagangan.
Sebagai agenda promosi tahunan, Trade Expo Indonesia 2022 akan menampilkan pameran, forum bisnis, konseling bisnis, dan business matching. Acara tersebut akan menampilkan beberapa paparan teknologi blockchain diantaranya: Web3, NFT, DAO, Metaverse, DeFI, GameFi, SocialFi, dan lainnya. Acara dan pameran ini juga bertepatan dengan event Kepresidenan G20 yang diadakan di Indonesia.
Pada hari pertama, Fovourse sebagai Event Organizer untuk Expo Blockchain dan Crypto, akan membuka hari pertama dengan menghadirkan beberapa pembicara dan juga penelis. Untuk lebih lengkapnya mengetahui para speaker dan panelis, dalam di liat pada link berikut ini.
Investasi aset kripto saat ini masih naik daun dan bisa saja akan semakin menjamur. Tak heran jika semakin banyak orang dari berbagai kalangan yang mulai menunjukkan ketertarikannya pada jenis investasi satu ini. Bila Anda salah satunya, ada baiknya Anda melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum terjun ke dalam investasi aset kripto. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan adalah belajar crypto.
Namun, tidak melulu soal harga dan modal, belajar crypto dari sisi edukasi dan psikologis juga diperlukan. Yuk, simak selengkapnya!
10 Hal yang Perlu Anda Cari Tahu Saat Belajar Crypto
Sebagai seorang investor, tentu Anda perlu tahu ke mana uang Anda diinvestasikan. Maka dari itu, penting untuk belajar crypto dan mengetahui apa itu aset kripto bila Anda ingin mengucurkan dana ke dalam dunia kripto ini.
Sebelum memahami tentang aset kripto, Anda perlu lebih dahulu mengenal apa itu blockchain. Ditinjau dari segi bahasa, blockchain terdiri dari dua kata yakni block dan chain. Block berarti kumpulan data. Tiap data tersebut saling terhubung melalui chain atau rantai kriptografi.
Mudahnya kita bisa menganggap blockchain sebagai buku besar yang merupakan sistem pencatatan setiap transaksi yang tersimpan dalam database digital dan selalui diperbaharui secara real time.
Lalu apa hubungannya blockchain dengan aset kripto?
Memahami aset kripto
Aset kripto merupakan sebuah aset digital yang berjalan di atas sistem blockchain. Bila memiliki aset kripto, Anda bisa menggunakannya untuk melakukan transaksi virtual berbasis jaringan internet. Aset kripto dinilai memiliki keamanan tingkat tinggi karena perlindungannya menggunakan sandi-sandi rahasia yang rumit, namanya kriptografi. Dari sini jugalah nama aset kripto itu berasal.
Jika sudah mengenal apa itu aset kripto, langkah berikutnya sebelum mulai berinvestasi adalah melihat sisi hukum aset kripto.
Mempelajari apakah aset kripto itu legal atau tidak?
Aset kritpo dinyatakan legal merujuk pada peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Komoditi Berjangka (BAPPEBTI) sejak 2019.
Namun yang perlu digarisbawahi adalah aset kripto di Indoensia legal sebagai komoditas yang diperdagangkan bukan sebagai alat pembayaran. Ini tercantum pada Peraturan Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.
Mengetahui apakah aset kripto itu haram atau tidak?
Untuk pernyataan ini, beberapa ulama di Indonesia memiliki beberapa pandangan yang berbeda. Melansir dari keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ada 3 poin terhadap pembahasan apakah aset kripto halal atau tidak. Diantaranya:
Penggunaan aset kripto (cryptocurrency) sebagai mata uang hukumnya haram, karena gharar (transaksi yang mengandung ketidakpastian), dharar (merugikan salah satu pihak), dan bertentangan dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia nomor 17 tahun 2015.
Aset kripto sebagai komoditi/aset digital dapat menjadi tidak sah diperjualbelikan apabila mengandung gharar, dharar, qimar (spekulatif)dan tidak memenuhi syarat sil’ah secara syar’i, yaitu: ada wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik dan bisa diserahkan ke pembeli.
Aset kripto sebagai komoditi/aset yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas, maka hukumnya sah untuk diperjualbelikan.
Sedangkan dilansir dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), Yenny Wahid, pendiri Islamic Law Firm (ILF) dan Direktur Wahid Foundation menyatakan bahwa uang kripto dinilai halal oleh sebagian pihak karena sistem mata uang kripto justru lebih terbebas dari riba dibanding bank konvensional. Hal ini dikarenakan sistem blockchain uang kripto ini menjalankan transaksi langsung tanpa perantara.
Mempelajari aset kripto yang ingin Anda beli
Mengenal aset kripto yang ingin Anda investasikan adalah hal utama yang wajib Anda lakukan sebelum mulai berinvestasi. Anda bisa melakukannya dengan mencari tahu bagaimana aset ini bekerja, sistem apa yang dipakai, serta bentuk-bentuk aset kripto yang beredar.
Saat ini, sudah banyak artikel informatif yang bisa menjadi acuan Anda ketika belajar crypto. Salah satunya artikel-artikel dari Tokocrypto. Dengan membaca berita terkini serta tips dalam melakukan investasi aset kripto, perjalanan Anda sebagai investor juga akan lebih mudah.
Mempelajari risiko investasi aset kripto
Setiap investasi memiliki risiko, begitu pula dengan aset kripto. Setelah mengenal aset kripto yang ingin Anda investasikan tadi Anda bisa mulai mengukur risiko investasinya.
Apa saja yang membuat aset kripto berisiko? Berikut di antaranya:
Tingginya fluktuasi aset kripto
Secara umum fluktuasi atau naik-turunnya nilai aset kripto sangatlah tinggi atau bersifat volatile. Jika nilai suatu aset kripto melonjak tinggi dalam satu hari, tidak menutup kemungkinan aset ini akan terjun bebas pada hari berikutnya.
Tanpa underlying asset
Tidak hanya fluktuasi tinggi, aset kripto juga tidak memiliki aset keuangan yang dijadikan acuan dasar dari harga derivatif (underlying asset). Tidak adanya underlying asset ini akan mempertaruhkan keamanan serta kendali aset kripto.
Maraknya kejahatan dan penipuan
Selain itu, sama dengan instrumen investasi lainnya yang dapat ditemukan banyak penipuan, dalam investasi aset kripto juga kerap ditemui, seperti penipuan berkedok ICO (Initial Coin Offering), modus pump and dump atau penipuan marketing, dan penipuan ketika melakukan transaksi.
Mempelajari risk/reward ratio
Risk/reward ratio pada kripto merupakan sebuah metrik pengukuran yang bisa membantu para trader aset kripto dalam meminimalisasi risiko dan memaksimalkan profit yang diperolehnya. Dikarenakan bertujuan untuk memperoleh keuntungan, metrik ini pun banyak digunakan dan dianggap sebagai salah satu metrik terkuat yang ada di dunia kripto, lho!
Sebab, metrik ini bisa bekerja dengan menggunakan dua komponen saja, yaitu stop loss dan take profit. Cara kerja dari risk/reward ratio ini adalah dengan menghitung secara matematis mengennai potensi kenaikan dan penurunan yang sekiranya akan terjadi pada suatu aset kripto, dengan memanfaatkan harga masuk, perintah stop loss dan take profit. Jadi, selain tujuannya yang bisa menarik perhatian trader, penggunaannya pun cenderung mudah dan akurat sehingga cocok untuk trader pemula.
Menghitung jumlah uang yang aman untuk diinvestasikan
Ketika mulai berinvestasi, ingatlah untuk memakai uang dingin. Uang dingin merujuk pada uang yang diperkirakan tidak akan terpakai dalam jangka pendek untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini guna menghindari arus kas yang berantakan bila nilai investasi Anda menurun.
Lantas, bagaimana cara menghitung uang dingin?
Sederhananya, Anda bisa mulai dengan membuat ilustrasi berdasarkan pendapatan yang Anda peroleh tiap bulannya. Komponen yang harus ada dalam ilustrasi tersebut adalah pendapatan bulanan, operasional, dana darurat, investasi, dan lain-lain yang bisa disesuaikan dengan hobi atau kebiasaan Anda. Uang dingin tersebut bisa Anda peroleh berdasarkan sisa dana setelah dikurangi dengan pengeluaran operasional yang sifatnya primer.
Setelah mengurangi dengan biaya operasional, sisa dana ini lah yang disebut dengan ‘uang dingin’, di mana nantinya akan Anda alokasikan sebagian untuk investasi. Sebenarnya, tidak ada aturan yang pasti mengenai nominal uang dingin seseorang. Namun, Anda bisa menggunakan hitungan persentase seperti misalnya 50% pendapatan akan disisihkan untuk biaya operasional, dan 50% sisanya alias ‘uang dingin’ untuk dana darurat, investasi dan lainnya.
Kripto merupakan aset yang terbilang baru. Maka dari itu, kegiatan pertukarannya pun masih terbatas. Ini membuat banyak oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi tersebut untuk melakukan penipuan. Bila Anda baru mulai berinvestasi, berhati-hatilah. Pastikan Anda memilih platform pertukaran aset kripto yang legaldan telah terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), seperti Tokocrypto.
Memahami tantangan psikologis saat trading
Masalah psikologis yang sering dihadapi saat orang akan berinvestasi dan trading adalah FOMO (Fear of Missing Out). Meski banyak orang sudah berinvestasi, jangan memaksakan diri jika diri Anda belum siap berinvestasi.
Tips satu ini juga berlaku ketika Anda sudah memiliki sebuah aset kripto. Biasanya, akan ada aset yang sedang naik daun dan mengundang investor untuk membeli asetnya. Sebelum memutuskan untuk ikut membeli, pelajari terlebih dahulu aset kripto itu. Hal ini juga akan melindungi Anda dari adanya tindak penipuan.
Begitu pula sebaliknya, ketika banyak orang yang menjual aset, jangan langsung ikut-ikutan menjualnya juga. Pastikan Anda sudah mengerti apa yang akan Anda lakukan, serta risiko apa yang bisa Anda dapatkan dari tindakan tersebut.
Sebab, saat ini pihak-pihak termasuk market maker yang tidak bertanggung jawab terus berkeliaran, di mana mereka memanfaatkan kondisi FOMO pada trader pemula ini dan dengan sengaja membuatnya mengalami kerugian. Maka dari itu, pastikan Anda selalu menambah pengetahuan baru tentang aset kripto, salah satunya dengan membaca tips and trick hingga panduan pembelajaran kripto di Tokonews.
Nah, itu dia sepuluh tips yang perlu Anda ketahui sebelum terjun ke dunia investasi aset kripto. Yuk, bergabung juga dengan komunitas Tokocrypto di Discord untuk belajar crypto bareng!
Market kripto sasat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Namun, masih banyak analis yang meyakinkan, market akan kembali bull run, sehingga nilai Bitcoin (BTC) bisa capai all time high (ATL) baru di tahun 2025.
Ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone mengatakan Bitcoin bakal menyentuh harga ATH terbaru sektiar US$ 100.000 atau Rp 1,5 miliar pada tahun 2025. Hal tersebut dinilai dapat terwujud, setelah kondisi makroekonomi saat ini yang sedang dibayangi inflasi tinggi berakhir.
“Bitcoin bagi saya, ini masalah waktu sebelum mencapai US$ 100.000. Fakta kuncinya adalah bahwa adopsi dan permintaan meningkat. Dengan begitu harga akan melambung, dan sekali lagi ini hanya masalah waktu sekarang,” kata McGlone dikutip Kitco News.
Adopsi dan Permintaan Bitcoin
Menurut McGlone, pemicu Bitcoin untuk bergerak naik akan terhubung dengan meningkatnya adopsi dan permintaan. BTC dan aset kripto lainnya secara umum berpotensi tampil paling atas di antara semua kelas aset instrumen investasi saat ini.
Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.
Ia berdalih, aset kripto dapat membawa keuntungan tambahan karena memiliki teknologi dengan pertumbuhan tercepat. Web3 dan blockchain akan menjadi kunci adopsi kripto di masa depan.
“Bitcoin kemungkinan akan menjadi emas digital baru. Tapi akan membutuhkan waktu karena status kripto andalan saat ini masih sebagai aset berisiko, dan tentunya akan membutuhkan waktu untuk dihilangkan,” jelas McGlone.
Crypto Winter dan The Fed
McGlone juga membandingkan kondisi pasar kripto saat ini, dengan fenomena gelembung dot-com di tahun 2000, yang mana aset tertentu muncul di atas sementara yang lain hancur. Namun, ia pun juga menyampaikan bahwa kebijakan The Fed mungkin akan memainkan peran kunci dalam mengakhiri kondisi saat ini.
“Kuncinya adalah kripto merupakan kuda tercepat dalam perlombaan. Mereka memiliki keunggulan teknologi yang berkembang pesat dan menantikan masa depan yang akan terus mereka hargai. Ini seperti tahun 2000 semuanya turun dan sebenarnya, bahkan lebih buruk dari tahun 2000 karena pasar obligasi benar-benar diperdagangkan dengan baik saat itu,” tuturnya.
Menurutnya, Bitcoin dan pasar kripto umum telah terjebak dalam kondisi ekonomi winter global. Bitcoin telah babak belur pada tahun 2022, dengan harga berjuang untuk diperdagangkan bisa mencapai di bawah US$ 20.000.
“Ini bukan crypto winter saja, ini adalah winter bagi makroekonomi global. Saya pikir kripto hanyalah sebagian kecil dari itu, tetapi itulah mengapa saya pikir makronya luar biasa,” ujar McGlone.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.
McGlone turut mengomentari peluang Ethereum (ETH) membalik Bitcoin dalam waktu dekat, terutama setelah peningkatan The Merge. Menariknya, ahli strategi tersebut mencatat Ethereum pada akhirnya mungkin mengambil alih Bitcoin tetapi tidak saat ini.
Pergeseran Ethereum yang telah lama dinanti-nantikan dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake akhirnya terjadi minggu lalu dan, tentu saja, merupakan salah satu topik yang paling banyak dibahas di ruang kripto.
McGlone juga di antara mereka yang berpikir bahwa transisi menerima terlalu banyak publisitas, dan itulah yang akan berdampak negatif pada penilaian token dalam jangka pendek. Ia mengharapkan harga ETH naik menjadi US$ 6.000 atau sekitar Rp 90 juta pada tahun 2025.
“Saya pikir gambaran besar tentang Ethereum adalah merevolusi keuangan seperti futures dan ETF, tetapi sekarang kita melewati The Merge ini, dan sekarang kita harus khawatir tentang potensi hambatan di jalan, yang kita semua tahu terjadi dengan teknologi semacam ini,” pungkasnya.
Pembahasan Indonesia bisa menjadi salah satu negara crypto hub di dunia tengah ramai diperbincangkan, khususnya dalam acara Think-20 (T-20) Indonesia Summit 2022 yang digelar di Bali pada tanggal 4-6 September 2022.
T20 merupakan salah satu engagement groups dari G20 yang menjadi bank ide dan mengumpulkan rekomendasi dari para analis hingga pemikir. Salah satu Keynote Speakeryang hadir dalam acara tersebut, yakni Ketua MPR RI sekaligus Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo.
Bamsoet menjelaskan potensi Indonesia menjadi hub kripto dunia, khususnya di wilayah Asia Tenggara. Menurutnya, agar perkembangan aset kripto bisa dimaksimalkan perlu dipersiapkan infrastruktur pengaturan dan pengawasan yang Komprehensif.
“Misalnya dengan menghadirkan Digital Future Exchange sebagai bursa kripto resmi. Langkah ini membutuhkan komitmen dari segenap pemangku kepentingan, khususnya Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan, untuk duduk bersama dan merumuskan kerangka kebijakan yang komprehensif dan implementatif,” kata Bamsoet di Bali, Selasa (6/9).
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menghadiri soft launching Tambang Digital Indonesia di Jakarta, Minggu (13/3/22).
Senada dengan Bamsoet, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, juga meyakini potensi Indonesia dalam perkembangannya menjadi pusat inovasi kripto dan blockchian di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya Indonesia sendiri punya regulasi dan pasar yang potensial untuk mendukung hal itu.
“Meningkatnya pengguna kripto yang sangat luar biasa dan memiliki potensi bisa mendorong pengelolaan industri yang lebih baik. Maka dari itu, perlu dukungan berbagai stakeholder untuk memajukan industri kripto di Tanah Air. Aset kripto ini memiliki potensi besar di ekosistem digital. Transaksi kripto juga sudah dikenakan pajak. Jika dilihat dari jumlah transaksi bisa diketahui berapa banyak kontribusi yang bisa diberikan kepada negara,” kata pria yang akrab disapa Manda.
Market Indonesia yang Potensial
Market Indonesia dilihat sebagai pasar yang potensial, terlebih sudah ada lebih dari15,57 juta investor kripto per Juli 2022. Nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia pun tercatat sebesar Rp 232,4 triliun di waktu yang sama. Potensi itu tentu akan dimanfaatkan oleh para perusahaan investor untuk menanamkan modalnya di developer kripto atau blockchain lokal.
Sementara dari hasil survei Finder Crypto Adoption yang dilakukan di 26 negara pada Agustus 2022 melaporkan bahwa kepemilikan aset kripto orang Indonesia mencapai 29,8 juta dengan persentase 16 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 15 persen.
“Secara angka investor kripto dalam negeri masih bisa terus tumbuh, walau diterpa crypto winter. Saat ini angkanya masih sekitar lebih dari 4% dari jumlah populasi sekitar 270 juta penduduk Indonesia. Penetrasi kripto bisa dioptimalkan mengedepankan inklusivitas,” jelas Manda.
Kemudian dari sisi bisnis industri aset kripto juga masih menjanjikan. Adanya aksi korporasi dari startup decacorn, GoTo yang mengakuisisi Calon Pedagangan Aset Kripto, membuktikan bahwa masih ada ruang untuk perkembang. Di samping itu, banyaknya project aset kripto lokal juga menjadi indikator eskalasi bisnis kripto di Indonesia, dari sisi talenta hingga teknologi.
Ilustrasi aset kripto.
Regulasi yang Komprehensif
Manda menjelaskan regulasi yang komperhensif dan tidak mengekang inovasi menjadi landasan bagi pelaku pasar industri kripto untuk mengembangakan bisnisnya, mencakup perdagangan fisik aset kripto, startup blockchain, Web3 dan lainnya. Terlebih potensi bisnis di dalam negeri masih menjanjikan.
“Keterbukaan pemerintah ini sangat baik untuk pertumbuhan industri kripto dan blockchain. Namun, perlu beberapa adjustment untuk memperkuat ketahanan industri menuju ke arah yang lebih transparan, efisien, dan efektif. Ke depannya, tentu memiliki visi menciptakan industri aset kripto yang sehat,” terangnya.
Dalam laporan Forex Suggest, Indonesia disebut terapkan tarif pajak kripto yang terendah, mengambil tempat kedua sebagai negara yang membebankan investor retail hanya 0,1% pajak capital gain atas keuntungan kripto. Transaksi kripto juga dikenakan pajak pertambahan nilai di Indonesia berdasarkan undang-undang baru ini.
Ilustrasi investasi aset kripto di Indonesia.
Industri aset kripto di Indonesia saat ini terus mengalami pertumbuhan, walaupun ada dampak yang signifikan dari situasi bear market yang banyak disebut sebagai crypto winter. Melihat situasi market yang sangat volatil ini, tentu diperlukan keputusan-keputusan yang rasional untuk tetap terus bertahan dalam memperkuat industri.
Dilihat secara global, adanya tren sejumlah exchanger yang mulai terguncang karena terdampak oleh kondisi pasar yang bearish. Saat ini terjadi sejumlah platform exchange kripto dengan skala kecil, rela diakuisisi oleh perusahaan kripto yang lebih besar. Di sisi lain, ada fenomena exchange kripto yang bisnisnya menyiratkan tanda-tanda akan kolaps.
“Maka dari itu, diperlukan penguatan regulasi yang tepat untuk membuat industri semakin sehat dan mampu bertahan dari situasi saat ini. Kami selalu mendukung semua stakeholder menciptakan iklim ekosistem yang sangat sehat, efisien, efektif,” pungkas Manda.
Setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (8/9), putra pertamanya menduduki tampuk tertinggi Britania Raya dengan gelar Raja Charles III. Raja baru itu sempat memberikan pandangannya terkait teknologi blockchain yang menjadi backbone dari aset kripto.
Dikutip Cyptonomist, Raja Charles III dapat mengantarkan perkembangan baru di dunia blockchain. Meskipun dia sepertinya tidak pernah berbicara tentang masalah ini selama pidato resmi, Pangeran Wales saat itu pada tahun 2019 secara terbuka menyebut blockchain sebagai sesuatu hal yang menarik.
Pada saat itu, Raja Charles III berada di Berlin dan bertemu dengan sekelompok kecil orang di jalan. Salah satu yang hadir menanyakan pendapatnya tentang Bitcoin, dan kemudian apa pendapatnya tentang blockchain.
Untuk kata Bitcoin, sang raja tidak bereaksi, mungkin menunjukkan bahwa dia tidak akrab dengan aset kripto, tetapi untuk kata blockchain dia bereaksi dengan menyatakan bahwa dia pikir itu adalah perkembangan yang menarik.
“Perkembangan yang menarik.”
Raja Charles III
Permaisuri Camilla dan Raja Charles III dalam pertemuan Dewan Aksesi untuk menyatakan Charles sebagai Raja baru di dalam St James Palace di London, Inggris, Sabtu (10/9/2022). Foto: AFP/Pool/Jonathan Brady.
Tidak diketahui persis apa yang dia pikirkannya sekarang setelah dia menjadi Raja, tetapi Charles selalu menunjukkan minat pada hal-hal baru, terutama dalam solusi alternatif untuk yang utama.
Misalnya, dia selalu menjadi pendukung pengobatan alternatif, dengan mengorbankan posisinya yang dianggap kontroversial. Akan tetapi, harus dikatakan bahwa selama beberapa dekade ia tampaknya telah mengurangi posisinya yang dianggap lebih ekstrem.
Mengingat bahwa Raja di Inggris tidak memerintah, dan oleh karena itu dapat mempengaruhi kebijakan negara hanya secara sangat kecil, ia mungkin terus mengembangkan ide-ide alternatif secara pribadi, tanpa mempengaruhi kebijakan arus utama dengan cara apa pun.
Mengingat hal ini, sulit untuk membayangkan dia mengekspos dirinya lagi pada isu-isu yang masih dianggap topik hangat seperti aset kripto, sementara kemungkinan besar pernyataannya akan menjadi semakin institusional dan pro-pemerintah.
Ilustrasi aset kripto di Britania Raya. Foto: Shutterstock.
Untuk saat ini, strategi kebijakan Inggris mengenai aset kripto dan blockchain terbuka tetapi tidak terlalu permisif. Artinya, negara tersebut ingin memainkan peran utama di Eropa dalam industri kripto, terutama dengan memanfaatkan dominasi bursa sahamnya di benua itu atas negara lain.
Jadi tentu saja tertarik pada pasar kripto, tetapi di sisi lain, otoritas Inggris telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran tentang risiko yang ditimbulkan dengan membuka pasar ini terlalu banyak kepada investor dan spekulan ritel amatir yang berisiko kehilangan uang karena ketidakmampuan belaka.
Ada suatu waktu, sampai beberapa tahun yang lalu, ketika London menjadi salah satu ibu kota kripto Eropa, tetapi seiring waktu Swiss mengambil banyak daya tarik dari Inggris justru karena sedikit lebih permisif dan kurang fokus untuk melindungi investor.
Selain itu, crypto hub lainnya bermunculan di seluruh dunia, termasuk Dubai, sehingga peran London di sektor kripto selama beberapa tahun terakhir agak berkurang.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatatkan transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia saat ini cukup menjanjikan. Meski begitu, jika dibanding tahun lalu memang ada penurunan.
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, kembali menyampaikan perdagangan aset kripto merupakan bagian dari ekonomi digital yang sedang berkembang di Indonesia. Konsep kripto dan blockchain nantinya akan memberikan dampak positif, serta pengaruh luas dan intensif dalam berbagai sektor.
“Aset kripto akan mengubah pola-pola pengaturan ekonomi perdagangan lama dari berbasis otoritas negara menjadi otoritas pasar dan komunitas. Maka dari itu, aset kripto harus teratur dan terlembaga, serta harus di bawah pengaturan negara,” kata Wamendag dalam keterangan resminya.
Kemendag mencatat pertumbuhan nilai transaksi perdagangan maupun jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia sangat luar biasa. Pada 2021, keseluruhan nilai transaksi aset kripto telah menyentuh Rp859,4 triliun atau tumbuh sebesar 1,223 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk periode Januari—Juli 2022, nilai transaksi yang terjadi sebesar Rp232,45. Sementara, jumlah pelanggan terdaftar hingga Juli 2022 mencapai 15,6 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 693 ribu pelanggan per bulan.
Jerry menjelaskan, meskipun harga aset kripto sedang mengalami penurunan, namun tidak mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen ini. Fenomena penurunan harga ini juga merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari suatu mekanisme pasar pada industri aset kripto.
Kuatkan Regulasi Aset Kripto
Bappebti terus memperkuat regulasi dan mengatur industri aset kripto dalam sejumlah peraturan agar menciptakan ekosistem perdagangan fisik aset kripto yang transparan, efisien, dan efektif dalam suasana persaingan yang sehat.
Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
Seperti diterbitkannya Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan ini merupakan pembaruan sekaligus mencabut Perba Nomor 7 Tahun 2020.
Pada Perba Nomor 7 Tahun 2020, terdapat 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan. Kemudian, dengan diterbitkannya Perba Nomor 11 Tahun 2022, maka jumlah tersebut meningkat menjadi 383 jenis.
“Perkembangan nilai transaksi maupun pelanggan aset kripto yang luar biasa ini perlu untuk terus dikawal bersama agar perdagangan fisik aset kripto di Indonesia tetap berada di koridor yang benar,” pungkas Wamendag.