Tag: aset kripto

  • Daftar Aset Potensial di Bulan Juni 2023, Saatnya Nabung Kripto!

    Bulan Juni 2023 menjadi waktu yang menarik bagi para penggemar kripto dan investor digital, karena terdapat sejumlah potensi aset kripto yang menjanjikan. Lima bulan pertama tahun 2023 sangat menggembirakan di dunia aset kripto, setelah tahun yang penuh tantangan di 2022, aset digital utama telah mengalami pemulihan yang mengesankan, merevitalisasi pasar, dan menghidupkan kembali optimisme investor.

    Aset kripto terus berkembang dengan cepat, dan bulan Juni ini menawarkan beberapa peluang menarik bagi mereka yang tertarik untuk berinvestasi di dunia digital. Namun, di tengah kekuatan baru ini, sangat menarik untuk mengamati bagaimana sorotan dan potensi di beberapa aset kripto yang kurang dikenal dan lebih terjangkau.

    Memasuki bulan Juni 2023, TokoNews melakukan analisis pasar dan memilih 5 aset kripto dengan harga yang terjangkau dan harus diperhatikan oleh investor untuk melakukan nabung kripto. Namun, perlu diingat bahwa pasar kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Sebelum melakukan investasi, penting untuk melakukan riset yang mendalam.

    Grafik harian PEPE/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian PEPE/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Profil 6 Calon Dewan Komisioner OJK Periode 2023-2028

    Tidak mengherankan, Pepe (PEPE), sensasi koin meme baru, duduk di daftar teratas. Terinspirasi oleh ‘Pepe the Frog’, token kripto ini menyaksikan salah satu lonjakan harga yang paling mengesankan, dengan keuntungannya mencapai +5.000.000% pada satu titik.

    Tetapi koin meme telah turun secara signifikan sejak mencapai puncaknya US$ 0,00000431 pada 5 Mei. Pada waktu penulisan, PEPE berpindah tangan pada US$ 0,00000142, turun lebih dari 11% dalam seminggu terakhir dan lebih dari 67% dari level tertinggi sepanjang masa.

    Jika kamu yakin PEPE dapat melakukan kenaikan meteorik lainnya, seperti bulan lalu, harga saat ini bisa sangat murah. Ingat, ini masih koin meme, yang berarti harganya dipengaruhi oleh hype di platform media sosial dan komunitas kripto online lainnya.

    TRON (TRX)

    Grafik harian TRX/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian TRX/USDT. Sumber: TradingView.

    Aset kripto lain yang mencuri perhatian utama dalam beberapa hari terakhir adalah TRON (TRX). Dikeluarkan oleh Tron Foundation, Justin Sun, TRX telah menduduki puncak daftar aset kripto AltRank pada 24 Mei – yang menggabungkan aktivitas sosial dan pasar aset terhadap pasar kripto lainnya.

    Pada saat penulisan, TRX diperdagangkan pada US$ 0,08, naik sekitar 0,19% pada hari itu. Selama seminggu dan sebulan terakhir, kripto masing-masing naik 9,6% dan 17,9%.

    Stellar (XLM)

    Grafik harian XLM/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian XLM/USDT. Sumber: TradingView.

    Stellar (XLM) telah menjadi salah satu altcoin favorit di kalangan investor kripto untuk sementara waktu, karena reputasinya yang kuat sebagai proyek blockchain yang mapan.

    Perusahaan blockchain baru-baru ini menjalin kemitraan yang signifikan dengan MoneyGram dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) untuk memberikan bantuan keuangan kepada pengungsi Ukraina yang terkena dampak perang melalui pemanfaatan Koin USD Circle (USDC).

    Pada saat publikasi, XLM diperdagangkan pada US$ 0,09, naik sekitar 0,3% dalam 24 jam terakhir. Dalam sebulan terakhir, aset kripto kehilangan sekitar 6,7% dan dapat diperdagangkan dengan harga murah mengingat potensinya untuk meningkat pada kesepakatan kemitraan baru-baru ini.

    VeChain (VET)

    Grafik harian VET/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian VET/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Proyeksi Gerak Pasar Kripto Bulan Juni: Bitcoin dan Kebijakan The Fed

    VeChain (VET) adalah platform berbasis blockchain yang berfokus pada transparansi, ketertelusuran, dan kekekalan untuk data rantai pasokan, memungkinkan bisnis untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi pemalsuan, dan meningkatkan keaslian produk.

    Tim proyek mengumumkan bahwa wallet seluler VeWorld yang baru diluncurkan akan menjadi bagian dari program TestFlight Apple.

    Pada saat penulisan, VET berpindah tangan pada US$ 0,02, naik 1,86% dalam seminggu terakhir. Namun, selama 30 hari terakhir, kripto menurun lebih dari 11%.

    Hedera (HBAR)

    Grafik harian HBAR/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian HBAR/USDT. Sumber: TradingView.

    Hedera (HBAR) populer di kalangan investor kripto karena teknologi ledger terdistribusi uniknya yang dikenal sebagai Hedera Hashgraph. Teknologi ini menawarkan throughput tinggi, biaya rendah, dan keamanan yang kuat, membuatnya menarik untuk berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kasus penggunaan perusahaan.

    Setelah menutup kesepakatan dengan raksasa teknologi seperti LG, Google , IBM, dan Tata, anggota komunitas Hedera berharap adopsi perusahaan yang berkembang ini dapat segera mendorong harga HBAR.

    Pada saat publikasi, HBAR berdiri di US$ 0,06, naik 0,28% pada hari itu. Selama sebulan terakhir, token kripto turun hampir 15%.

    Secara keseluruhan, jika pasar kripto yang lebih luas melanjutkan reli 2023, pemain besar seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) kemungkinan besar akan mendorong sebagian besar aset lainnya naik, termasuk yang harganya di bawah US$ 0,10.

    Meskipun rebound, banyak aset kripto masih diperdagangkan pada posisi terendah multi-tahun yang menarik sebagai akibat dari jatuhnya pasar pada tahun 2022.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Tidak Diatur Bisa Lemahkan Ekonomi Negara

    Pertumbuhan industri investasi aset kripto di Indonesia semakin cepat. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyakini bahwa jika aset kripto tidak diatur bisa berdampak pada pelemahan ekonomi negara.

    Plt Kepala Bappebti, Indrasari Wisnu Wardhana, mengatakan perdagangan aset kripto mengalami peningkatan signifikan, di mana pada 2021 mencapai nilai Rp 859,4 triliun dengan jumlah pelanggan sebanyak 11,2 juta orang atau meningkat 1.222,8 persen dibandingkan pada 2020 yang perdagangan asetnya sebesar Rp 64,9 triliun.

    “Sampai dengan Februari 2022, transaksi aset kripto telah mencapai Rp83,8 triliun dengan jumlah pelanggan 12,4 juta orang atau bertambah 532.102 orang pelanggan dari 2021,” kata Wisnu saat menggelar rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (25/3).

    Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
    Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

    Baca juga: Nasib Ekosistem Kelembagaan Aset Kripto di Indonesia

    Aset Kripto dan Dampaknya kepada Ekonomi Indonesia

    Lebih lanjut, Wisnu mengatakan jika aset kripto tidak diatur bisa berdampak pada pelemahan ekonomi negara dan akan digunakan untuk transaksi ilegal. Masyarakat yang antusias dengan aset kripto akan lari ke platform perdagangan aset kripto atau exchange luar negeri.

    “Apa keuntungannya buat negara dan ketahanan ekonomi? Bisa bayangkan Rp 859 triliun kalau tidak ada exchange (lokal) anak muda ini mau main di mana? Pasti main di luar (negeri), kalau main di luar tidak bisa pakai Rupiah harus cari Dolar. Berarti Rp 859 triliun akan menjadi Dolar. Dampaknya apa? Nilai tukar Rupiah menjadi melemah, karena permintaan akan Dolar meningkat,” ungkap Wisnu.

    Wisnu menegaskan bahwa aset kripto telah diatur dan legal diperdagangkan di Indonesia sebagai komoditi sejak tahun 2019. Bahkan lembaga lainnya, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, BIN, BNN dan BNPT sudah mengetahui aturan tentang aset kripto di Indonesia.

    “Aset kripto ini sebenarnya mulai di tahun 2019, itu adalah hasil keputusan dari Rakor Menko, di situ dihadiri oleh Bank Indonesia, OJK, Kementerian Keuangan, BIN, BNN. Iya jadi awalnya ceritanya gini ada bawa aset kripto ini digunakan untuk mendanai kegiatan ilegal bukan seperti pendanaan terorisme dan transaksi narkotika,” jelasnya.

    Ilustrasi Bappebti.
    Ilustrasi Bappebti.

    Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Pusat Ekonomi Digital Dunia, Lewat Aset Kripto

    Bank Indonesia dan OJK Setuju Bappebti Atur Aset Kripto

    Sesuai Surat Menko Perekonomian Nomor S-302/M.EKON/09/2018 tanggal 24 September 2018 perihal Tindak lanjut Pelaksanaan Rakor Pengaturan Aset Kripto (Crypto Asset) Sebagai Komoditi yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka.

    Aset kripto tetap dilarang sebagai alat pembayaran, namun sebagai alat investasi dapat dimasukan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Dengan pertimbangan, karena secara ekonomi potensi investasi yang besar dan apabila dilarang akan berdampak pada banyaknya investasi yang keluar (capital outflow) karena konsumen akan mencari pasar yang melegalkan transaksi kripto.

    “Sudah dirapatkan berkali-kali BI bilang ini bukan mata uang, kita semua setuju. Ini bukan mata uang berdasarkan Undang-undang Mata Uang hanya Rupiah mata uang yang berlaku di Indonesia. (aset kripto) sebagai pembayaran, OJK juga bilang ini juga bukan keuangan, kita juga setuju. Karena itu masuk sebagai komoditi,” ungkap Wisnu.

    kemudian, aset Kripto terlebih dahulu akan diatur dalam Permendag sebagai komoditi yang diperdagangkan di Bursa Berjangka. Pengaturan lebih lanjut terkait hal-hal yang bersifat teknis serta untuk mengakomodir masukan-masukan dari Kementerian/Lembaga akan disusun aturan pelaksana dalam bentuk Peraturan Bappebti.

    Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Bergantung pada Inflasi AS dan Pembicaraan Batas Utang AS

    Pekan ini adalah minggu yang sibuk untuk pasar kripto, termasuk Bitcoin (BTC), dengan pembicaraan plafon utang AS dan indikator ekonomi untuk mempengaruhi sentimen terhadap keputusan suku bunga bulan Juni oleh The Fed. Indikator ekonomi AS dan pembicaraan plafon utang menjadi fokus utama pergerakan market kripto yang terus tertekan pada pekan ini. 

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan Harga Bitcoin terus turun karena fokus investor beralih ke dolar AS, yang telah melonjak ke level tertinggi dua bulan. Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya untuk sesi keempat berturut-turut pada pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah kekhawatiran berkelanjutan atas kemungkinan gagal bayar utang AS dan data ekonomi makro dan pasar tenaga kerja AS yang optimis. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,34 persen menjadi 104,24 pada akhir perdagangan.

    Anggota parlemen AS diketahui meninggalkan Washington untuk liburan panjang akhir pekan pada Kamis (25/5) tanpa kesepakatan untuk menaikkan plafon utang. Namun, ada laporan positif soal kemajuan menuju peningkatan plafon utang AS, meskipun investor kripto tetap berhati-hati, dengan pembicaraan yang terhenti sebelumnya.

    Indikator Ekonomi

    Sementara dari indikator ekonomi AS memicu taruhan kenaikan suku bunga Fed 25 basis poin pada bulan Juni. Menurut metrik CME FedWatch Tool, kemungkinan kenaikan suku bunga Fed 25 basis poin pada bulan Juni melonjak dari 36,4% menjadi 52,2% pada hari Kamis. Pasar tenaga kerja dan angka PDB yang lebih baik dari perkiraan mendukung pergeseran sentimen pada angka inflasi bulan Mei.

    “Ke depan sentimen terkait plafon utang AS akan tetap menjadi pendorong utama. pasar kripto Ancaman default AS kemungkinan akan membatasi ekspektasi pasar dari kenaikan suku bunga The Fed bulan Juni dan dapat menekan aset berisiko,” kata Fyqieh.

    Perubahan dalam nilai DXY dapat memberikan petunjuk tentang keadaan ekonomi AS dan juga dapat mempengaruhi harga komoditas, saham, dan aset-aset lainnya secara global. Dolar AS mengalami penguatan semenjak 9 mei hingga 26 mei. Penguatan ini disebabkan adanya penurunan suku bunga acuan serta data inflasi yang mengalami turun serta CPI yang menunjukan baik. Akibat penguatan USD ini maka harga Bitcoin sebagai salah satu komoditas mengalami pelemahan selama bulan Mei ini. Diprediksi USD akan koreksi pada bulan Juni akibat adanya isu plafon utang AS.

    Fear & Greed Bitcoin Index by Alternative.me

    Baca juga: Apa yang Terjadi pada Bitcoin dan Ethereum Jika AS Gagal Bayar Utang?

    Indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 49, yang menandakan bahwa sentimen terhadap Bitcoin saat ini berada dalam kondisi netral hingga bearish. Pada minggu sebelumnya, indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 48 yang juga mengindikasikan kondisi netral hingga bearish. Hal ini menunjukkan adanya konsistensi dalam sentimen yang diperlihatkan oleh indeks tersebut, yaitu adanya potensi penurunan harga Bitcoin. 

    Namun, penting untuk diingat bahwa indeks Fear and Greed hanyalah satu faktor dalam menganalisis pasar kripto. Pergerakan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya, seperti berita dan peristiwa terkait kripto secara keseluruhan, adopsi institusional, sentimen pasar global, serta teknikal dan fundamental lainnya.

    Coinglass.com.

    Berdasarkan kapitalisasi pasarnya, aset kripto mengalami penurunan sebesar US$ 51 Miliar. Awalnya berada di US$ 1.102 Triliun. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk berita dan ketidakpastian dalam aspek makro ekonomi. Salah satu faktor yang disebutkan adalah Debt Ceiling AS yang terbatas, yang kemudian akan menghadapi jatuh tempo obligasi pemerintah pada 1 Juni. Hal ini menciptakan ketakutan dan kekhawatiran bagi para investor kripto terhadap platfon utang AS.

    Analisis Pergerakan Harga

    Bitcoin (BTC) Terkonfirmasi Koreksi

    BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Menurut Fyqieh, pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat kemungkinan akan mengalami tekanan bearish dan berpotensi menuju retest garis support di sekitar harga US$ 25.000. Ada indikasi bearish engulfing pada timeframe harian yang berpotensi penurunan ini. Saat ini, Bitcoin sedang menguji kembali area resisten yang sebelumnya berperan sebagai support pada moving average 100 hari. Secara keseluruhan, dari perspektif makro ekonomi, terdapat kemungkinan Bitcoin akan turun di bawah harga US$ 26.000 dalam minggu mendatang.

    “Jika Bitcoin menguat di atas harga US$ 28.000, ada potensi untuk melanjutkan kenaikan harganya ke level lebih dari US$ 30.000 dalam beberapa bulan mendatang. Tetaplah berhati-hati dalam melakukan analisis dan keputusan investasi,” analisa Fyqieh.

    Beta Finance (BETA) Terkonfirmasi Breakout, Bullish segera

    BETA/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan Beta Finance memiliki potensi bullish setelah terjadi breakout dengan candlestick hijau yang kuat dan diiringi oleh volume transaksi yang signifikan. Dalam analisis teknikal, terdapat kemungkinan bahwa pergerakan Beta Finance akan mengalami peningkatan dalam beberapa hari mendatang, dengan potensi keuntungan sekitar 18,71% jika harga Beta mencapai level US$ 0,119. Estimasi ini dapat tercapai, jika ada kekuatan bullish yang kuat dan berkelanjutan dalam beberapa hari ke depan.

    Namun, perlu diingat bahwa dalam perdagangan kripto, pergerakan harga sangatlah dinamis dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Resistensi penting yang perlu diperhatikan berada di sekitar level harga US$ 0,1113, sedangkan support harga terletak di sekitar level US$ 0,1. Level resisten dan support ini dapat mempengaruhi pergerakan harga Beta Finance dan menjadi area yang signifikan untuk dipantau.

    Binance Coin (BNB) Potensi Bearish

    BNB/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Aset Kripto?

    BNB (Binance Coin) adalah mata uang kripto asli dari Binance, salah satu bursa kripto terbesar dan terpopuler di dunia. BNB digunakan untuk membayar biaya transaksi di Binance dan memiliki utilitas tambahan dalam ekosistem Binance serta di luar bursa tersebut. BNB juga memiliki nilai investasi dan fitur pembakaran yang dapat meningkatkan nilai pasar.

    Pergerakan harga BNB diprediksi akan mengalami koreksi yang cukup tinggi yaitu sekitar 5,6% dalam beberapa hari kedepan. Hal ini diakibatkan karena adanya penurunan kapitalisasi pasar seluruhnya baik altcoin maupun Bitcoin. Efek ini membawa altcoin lainnya ikut terkoreksi. Potensi penurunan ini hingga mencapai US$ 294 dan saat ini BNB diperdagangkan di harga US$ 301. Pergerakan bullish bisa saja terjadi ketika BNB melewati resisten terdekat nya pada area harga US$ 306 dan akan menuju resisten selanjutnya di harga US$ 318

    “Potensi bullish untuk BNB saat ini sangat kecil karena launchpad yang biasanya diadakan, sekarang sedang dalam keadaan yang kurang baik sehingga belum tahu kapan Binance akan melanjutkan launchpad-nya. Biasanya jika terhjadi launchpad, BNB bisa menguat 2-6% setelah pengumuman launchpad proyeknya,” pungkas Fyqieh.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

    Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM) menjadi salah dua dari aset kripto yang mencuri perhatian belakangan ini. Bicara soal Paris Saint-German Fan Token sudah pasti tertuju pada salah satu klub sepakbola raksasa asal Prancis, Paris Saint-German.

    Sementara, Beam adalah aset kripto uang memiliki utilitas sebagai media pertukaran di dunia Decentralized Finance (DeFi). Bagi kamu yang penasaran dengan keunggulan dua aset kripto tersebut, mari simak selengkapnya di artikel ini.

    Paris Saint-German Fan Token (PSG)

    Apa Itu Paris Saint-German Fan Token (PSG)?

    Paris Saint-German Fan Token (PSG) adalah salah satu dari 40 fan token berbagai klub sepak bola internasional di bawah Socios. Socios sendiri adalah platform blockchain yang sering bermitra dengan berbagai organisasi olahraga dan hiburan untuk merilis Fan Token yang didukung oleh Chiliz.

    Project kripto Fan Token PSG ini memungkinkan penggemar memiliki kepentingan dalam pengambilan keputusan klub, mendapatkan hadiah VIP dan membuka akses ke promosi eksklusif, games, chatting serta mendapatkan kesempatan untuk diakui sebagai superfan.

    Paris Saint-German Fan Token (PSG)
    Ilustrasi aset kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG).

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

    Berkat Fan Token, pemegang bisa menerima akses ke pengalaman sekali seumur hidup seperti bertemu dengan pemain, hadir di sesi pelatihan dan banyak lagi. PSG bertindak sebagai pintu gerbang ke setiap kesempatan penggemar Paris Saint-German untuk menunjukkan kesetiaan dan dukungan mereka kepada tim dengan mendapatkan poin hadiah, mendapatkan pengalaman VIP dan membeli merchandise klub.

    Seperti banyak platform kripto lainnya, semakin besar jumlah token yang dimiliki, maka memiliki tingkat pengaruh yang lebih tinggi di tokenbase. Penggemar PSG sekarang dapat berperan dalam kehidupan pemain dan organisasi olahraga dapat terhubung dengan penggemar mereka tidak seperti sebelumnya.

    Apa yang Membuat Paris Saint-German Fan Token (PSG) Unik?

    Fan token ACM unik karena menghubungkan pemain sepak bola yang merupakan seorang selebriti dengan penggemar biasa. PSG adalah token utilitas di Chiliz Chain, sidechain yang dibangun di atas Ethereum, dan terutama digunakan untuk hal-hal berikut:

    • Tata Kelola: Pemegang PSG dapat memberikan suara melalui kontrak pintar pada berbagai jajak pendapat “keputusan penggemar” yang mengikat kontrak yang diterbitkan oleh Paris Saint-Germain.
    • Rewards: Pemegang PSG bisa mendapatkan hadiah dari keterlibatan di Socios.
    • Staking: di masa depan, PSG dapat dipertaruhkan untuk mendapatkan hadiah Non-Fungible Token (NFT).
    Paris Saint-German Fan Token (PSG)
    Ilustrasi aset kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG).

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

    PSG memiliki total pasokan token 20.000.000, di mana 1.288.396 awalnya didistribusikan kepada penggemar klub melalui Penawaran Fan Token. Token yang tersisa dipegang oleh Paris Saint-Germain dan dapat diperoleh dengan berpartisipasi dalam aktivitas komunitas dan Binance Launchpool, serta dengan membeli langsung di bursa.

    Peringkat PSG di situs CoinMarketCap pada Rabu (14/6) jam 08.00 adalah #553, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 20.938.871. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 3.111.216 koin PSG dan maksimal pasokan 20.000.000 koin PSG.

    Beam (BEAM)

    Apa Itu Beam (BEAM)?

    BEAM adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) rahasia yang berjalan pada kombinasi dua protokol blockchain (LelantusMW dan Mimblewimble). Jaringan ini didirikan oleh tokoh-tokoh terkenal di antaranya termasuk Alexander Zaidelson, Alex Romanov dan Amir Aaronson.

    Pada tahun-tahun awal industri aset kripto, transaksi dengan jaringan blockchain publik seperti Bitcoin (BTC) dianggap tidak dapat dilacak. Dengan perkembangan dalam analisis blockchain, menjadi jelas bahwa transaksi sebenarnya dapat dilacak kembali ke pengirim, yang merupakan ancaman besar bagi privasi pengguna.

    Beam (BEAM)
    Ilustrasi aset kripto Beam (BEAM).

    Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

    Untuk mengatasi masalah ini, BEAM menemukan cara inovatif untuk meningkatkan anonimitas transaksi, saldo wallet, dan identitas pengguna. Beam berjalan pada protokol Mimblewimble dan diluncurkan pada Maret 2018.

    Apa yang Membuat Beam (BEAM) Unik?

    Beam memungkinkan partner atau mitra keuangan melakukan transaksi yang aman, stabil, dan andal. Ini membantu menghilangkan masalah salah urus data pengguna, menjaga sistem lebih bersih dan lebih aman. Blockchain Beam dibangun di atas bahasa pemrograman C++ dari awal.

    Wallet pengguna dijaga kerahasiaannya setiap saat dan tidak pernah diungkapkan kepada pihak ketiga mana pun. Pengguna memiliki akses dan kontrol total atas privasi mereka, memutuskan siapa yang dapat mengakses informasi mereka dan apa yang boleh mereka lihat.

    Beam mendukung transaksi khusus dari berbagai jenis, seperti Escrow, Atomic Swaps dan Time-locked. Beam menggunakan algoritma proof-of-work, Equihash yang dipilih karena kapasitasnya untuk menangani sejumlah besar data.

    Beam (BEAM)
    Ilustrasi aset kripto Beam (BEAM).

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Metal (MTL) dan TokenClub (TCT), Apa Utilitasnya?

    BEAM memiliki persediaan maksimum 262.800.000 token, di mana 81.970.000 di antaranya beredar pada Februari 2021. Peringkat BEAM di situs CoinMarketCap pada Rabu (15/6) jam 08.00 adalah #653, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 14.213.180. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 116.453.360 koin BEAM dan maksimal pasokan 262.800.000 koin BEAM.

    Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM).

    Trading PSG/USDT, PSD/BUSD, PSG/BTC, BEAM/USDT dan BEAM/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 14 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran PSG dan BEAM di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Kripto Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER)

    Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) menjadi dua aset kripto yang fokus pada project membangun layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Menariknya, Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) sudah melakukan listing di Tokocrypto sejak tanggal 15 Juli 2022.

    Project Firo merupakan bagian salah satu koin privasi paling awal yang dibuat oleh platform Poramin Insom dan timnya. Firo diluncurkan pada September 2016, dengan nama Zcoin dan token ticker XZC. Sementara, LeverFi adalah platform DeFi yang memungkinkan perdagangan spot dengan leverage.

    Penasaran dengan keunggulan aset kripto Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER), bisa simak artikel di bawah ini.

    Firo (FIRO)

    Apa Itu Firo (FIRO)?

    Firo (FIRO) sebelumnya dikenal sebagai Zcoin, adalah aset kripto yang berfokus untuk menjadi uang digital privat. Pendiri Firo (saat itu Zcoin) adalah Poramin Insom. Dia memperoleh gelar master dalam Information Security dari Johns Hopkins University di mana dia menulis makalah tentang implementasi praktis yang diusulkan dari protokol Zerocoin.

    Chief Operating Officer (COO) Zcoin, Reuben Yap, bergabung dengan proyek ini tidak lama setelah diluncurkan pada tahun 2016 dan sekarang memimpin proyek dalam tujuan strategi, pengembangan, dan penelitian secara keseluruhan.

    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).
    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).

    Baca juga: Kenal Kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG)

    Firo berganti nama dari Zcoin pada Oktober 2020. Firo menciptakan protokol privasi, Lelantus yang memungkinkan pengguna untuk membakar koin mereka dan menebusnya nanti dengan yang baru yang tidak memiliki riwayat transaksi.

    Sebelum Lelantus, itu juga merupakan aset kripto pertama yang mengkode dan meluncurkan implementasi praktis dari protokol Zerocoin yang menjadi salah satu protokol privasi paling umum digunakan, sebelum digantikan oleh Sigma dan kemudian Lelantus setelah kelemahan kriptografi ditemukan di Protokol Zerocoin pada tahun 2019.

    Apa yang Membuat Firo (FIRO) Unik?

    Protokol privasi Firo, Lelantus dan pendahulunya, Sigma, bergantung sebagai bagian dari konstruksi jaringan yang tidak memerlukan pengaturan tepercaya atau asumsi matematika/kriptografi eksotis sementara mempertahankan set anonimitas tinggi.

    Firo juga merupakan proyek pertama yang menerapkan Dandelion++ pada Oktober 2018. Ini metode penyebaran transaksi yang mencegah pihak ketiga menautkan alamat IP ke transaksi.

    Pada November 2018, blockchain Firo (saat itu Zcoin) digunakan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Partai Demokrat Thailand untuk memilih pemimpin partainya. Dengan lebih dari 127.000 suara yang diberikan secara nasional, ini adalah pemilihan politik berskala besar pertama di dunia yang diadakan di blockchain.

    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).
    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).

    Baca juga: Kenal Kripto Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM)

    Firo menggunakan model konsensus hibrida PoW-Chainlock di mana kuorum dibentuk oleh beberapa ratus masternode yang dipilih secara deterministik (LLMQ) yang melakukan pengukuran/pemungutan suara di seluruh jaringan yang dapat diverifikasi dari aturan “terlihat pertama” dan mengunci di blok yang dilihat pertama.

    Firo (FIRO) memiliki pasokan beredar 12.211.042 koin dan pasokan maksimum 21.400.000 FIRO pada Agustus 2021. Ini mengikuti jadwal distribusi yang sama seperti Bitcoin.

    Peringkat FIRO di situs CoinMarketCap pada Senin (18/7) jam 08.00 WIB adalah #475, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 32.564.579. Ini memiliki pasokan yang beredar 11.282.048 koin FIRO dan maksimal pasokan 21.400.000 koin FIRO.

    LeverFi (LEVER)

    Apa Itu LeverFi (LEVER)?

    LeverFi adalah jaringan pembayaran keuangan terdesentralisasi yang membangun kembali konsep pembayaran tradisional di blockchain. Ini menggunakan sekeranjang stablecoin yang dipatok fiat, yang distabilkan secara algoritmik oleh LEVER sebagai aset cadangannya.

    Token LEVER dibuat untuk memfasilitasi pembayaran yang dapat diprogram dan pengembangan infrastruktur keuangan terbuka. Pada Desember 2020, jaringan tersebut telah melakukan transaksi sekitar US$ 299 miliar untuk lebih dari 2 juta pengguna.

    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).

    Baca juga: Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

    Apa yang Membuat LeverFi (LEVER) Unik?

    LeverFi adalah platform DeFi yang memungkinkan perdagangan spot dengan leverage. Sebelumnya LeverFi bernama Ramp. Investor bisa menyetorkan jaminan untuk berdagang dengan leverage hingga 10x. Pedagang dapat menyetorkan agunan ke protokol farming dan berdagang dengan leverage dan mendapatkan hasil pada saat yang sama.

    LEVER adalah token asli dari proyek. Kasus penggunaan saat ini untuk LEVER meliputi:

    • Tata Kelola: pemegang dapat mengunci LEVER untuk jangka waktu antara 6-48 bulan untuk mendapatkan xLEVER, yang dapat digunakan dalam pemungutan suara tata kelola. Semakin lama periode penguncian, semakin banyak xLEVER yang dihasilkan.
    • Staking: Pengguna dapat mempertaruhkan token xLEVER untuk mendapatkan bagian dari hadiah protokol.
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).

    Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

    Proyek ini terdiri dari komponen utama berikut yang bekerja bersama:

    • Manajer Jaminan: Manajer Jaminan mengatur penyimpanan, penarikan, penilaian, dan perolehan hasil agunan.
    • Manajer Pemberi Pinjaman: Manajer Pemberi Pinjaman mengatur penyimpanan, penarikan, penilaian, dan perolehan hasil aset pinjaman.
    • Manajer Perdagangan: Manajer Perdagangan mengatur pelaksanaan, penyelesaian, perutean perdagangan.
    • Manajer Risiko: Manajer Risiko menghitung kesehatan akun, rasio Loan-To-Value, dan parameter terkait risiko lainnya untuk mengontrol total risiko LeverFi.

    Pada 23 Juni 2022, persediaan token LEVER maksimum dan total adalah 35.000.000.000. Pasokan yang beredar saat ini adalah 16.800.000.000 (48% dari total suplai token).

    Peringkat LEVER di situs CoinMarketCap pada Senin (18/7) jam 08.00 WIB adalah #2773, dengan kapitalisasi pasar langsung tidak tersedia. Ini memiliki pasokan yang beredar tidak tersedia dan maksimal pasokan 35.000.000.000 koin LEVER.

    Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER).

    Trading FIRO/USDT, FIRO/BTC, FIRO/BUSD, LEVER/USDT dan LEVER/BUSD dapat dilakukan mulai tanggal 15 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran ACM dan TRU di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketahui Apa Itu Indikator Stochastic Sebelum Memulai Trading

    Bagi para pegiat dunia aset kripto, khususnya trader, pasti sudah tidak asing dengan istilah indikator. Dalam dunia trading, indikator menjadi hal yang penting dalam mencapai tujuan dari trading itu sendiri. Indikator pada trading sangatlah beragam jenis dan tujuannya. Kali ini, saatnya Anda memahami lebih jauh soal indikator Stochastic, indikator yang cukup populer di kalangan trader karena mudah digunakan dan membawa cuan.

    Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

    Mengenal Stochastic, Indikator yang Digunakan dalam Trading

    Stochastic merupakan sebuah indikator yang dapat menunjukkan sinyal lewat dua garis yang berpotongan, baik sinyal jual maupun beli. Stochastic ini marak digunakan oleh para trader khususnya di aset kripto, karena dapat membantu aktivitas trading.

    Stochastic pertama kali diciptakan pada tahun 1950-an oleh seorang dokter sekaligus trader, bernama George Lane. Ia kemudian terus melakukan pengembangan Stochastic agar grafik pergerakan harga dapat lebih mudah dipahami, dengan menganalisis trend. Berbeda dengan indikator lain, Stochastic hanya menunjukkan angka mulai dari 0 hingga 100, tidak lebih atau kurang.

    Para trader dapat memilih dengan bebas indikator mana yang akan digunakan dari beragam jenisnya. Stochastic sendiri tergolong ke dalam jenis indikator momentum karena trader mengambil keputusan berdasarkan kuat lemahnya momentum. Stochastic berperan memperlihatkan harga trading pada penutupan terakhir dengan cara menghitung selisih harga tertinggi dan terendah dalam periode tertentu.

    Umumnya, Stochastic digunakan oleh para trader kripto yang memiliki tujuan jangka panjang. Selain Stochastic, para trader juga biasanya menggunakan indikator dan metode teknikal lain dalam waktu yang bersamaan agar dapat membandingkan sinyal yang terdeteksi.

    Cara Membaca Indikator Stochastic Saat Trading

    Dalam membaca indikator Stochastic, terdapat berbagai cara yang bisa Anda sesuaikan berdasarkan fungsinya. Ternyata, Stochastic sendiri bisa digunakan dalam tiga fungsi dengan cara membaca yang tentunya juga berbeda, yaitu:

    Overbought berarti terlalu banyak dibeli, menghasilkan harga koin yang sudah terlalu tinggi sehingga berpotensi terjadinya koreksi atau penurunan harga. Sebaliknya, Overheard berarti terlalu banyak dijual, menghasilkan harga koin yang hampir mencapai titik terendah, sehingga berpotensi terjadinya kenaikan harga.

    Dalam menandakan fungsi ini, Indikator Stochastic memiliki titik atas sebesar 80 dan titik bawah sebesar 20 pada grafik. Dengan demikian, indikator akan menandakan kondisi Overbought jika grafik mencapai angka 80 atau lebih dan kondisi Oversold jika grafik berada di angka 20 atau lebih.

    Indikator ini sangat mudah digunakan dalam menunjukkan kondisi Overbought & Oversold. Namun, Anda tidak bisa langsung memutuskan untuk memulai trading begitu saja karena tidak jarang grafik hanya hampir menyentuh, sehingga tidak berhasil mencapai Overbought maupun Oversold. Untuk itu, penting bagi Anda untuk memahami cara membaca indikator berdasarkan fungsi lainnya agar tidak terjadi masalah.

    Indikator Stochastic memiliki dua garis dinamis, yaitu garis %K (signal line) dan %D (trigger line). Jika membahas cara membaca Indikator Stochastic untuk melihat sinyal entry, maka Anda harus mengamati persilangan antara kedua garis tersebut. Sinyal entry sendiri juga terbagi menjadi dua, yaitu sinyal beli dan sinyal jual.

    Terdeteksinya sinyal beli ditandai dengan garis %K yang memotong garis %D dari arah bawah ke atas (Golden Cross). Sementara, sinyal beli akan terlihat saat garis %K yang memotong garis %D dari atas ke bawah (Death Cross). Hal ini disebabkan oleh sifat masing-masing garis, yaitu garis %K yang bersifat fast stochastic dan garis %D yang bersifat slow stochastic.

    Ada sedikit tips bagi Anda yang akan menggunakan indikator ini dalam melihat sinyal entry. Jika persilangan antara kedua garis tersebut terjadi di wilayah Overbought maupun Oversold, maka dapat dipastikan sinyal entry tersebut lebih terkonfirmasi.

    Indikator Stochastic juga dapat digunakan dalam menganalisis Divergence. Divergence sendiri merupakan istilah dalam trading yang memfokuskan pada perbedaan antara pergerakan harga dan indikator, sehingga akan terlihat momentum pergerakannya. Cara membacanya adalah dengan melihat titik puncak (high) dan titik dasar (low) yang terdiri dari garis-garis sinyal. 

    Momentum pergerakan dapat dikatakan melemah apabila posisi high dan low semakin menurun. Sebaliknya, posisi high dan low yang semakin meningkat menandakan momentum pergerakan sedang menguat. Divergence dapat digunakan untuk memprediksi apakah trend harga akan bertahan lama atau justru akan berhenti dan berbalik arah (reverse).

    Keunggulan Indikator Stochastic dan Tips Menggunakannya

    Dari sekian banyak indikator yang bisa digunakan dalam trading, indikator Stochastic memiliki beberapa keunggulan yang menguntungkan, lho. Berikut ini keunggulan dari indikator Stochastic yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para trader.

    • Sensitivitas yang Lebih Tinggi

    Stochastic merupakan indikator yang cenderung lebih sensitif, di mana dapat lebih cepat menangkap sinyal. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan juga Stochastic akan menangkap fake signal atau sinyal palsu. Sehingga, trader perlu pintar-pintar dalam menganalisis garis sinyal, misalnya dengan menggabungkan teknik lain.

    • Mampu Memberikan Sinyal Saat Lemah

    Dikarenakan sifatnya yang sensitif, Stochastic juga dapat memberikan sinyal saat terjadi pelemahan momentum. Saat sinyal lemah ditangkap, trader dapat dengan mudah mengambil keputusan untuk masuk atau keluar dari bursa trading.

    • Adaptif di Kondisi Pasar yang Berbeda

    Selain itu, Stochastic juga memiliki sifat yang mudah beradaptasi dan fleksibel untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar. Misalnya, diaplikasikan pada pasar yang memiliki volatilitas tinggi atau fast-moving.

    Berkat kelebihannya, Stochastic tergolong marak digunakan oleh para trader kripto. Jika Anda akan menggunakan indikator ini, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar trading Anda berbuah untung. Pertama, Anda perlu mengkombinasikan Stochastic dengan indikator lain, seperti Fibonacci atau Moving Average agar tetap bisa mengurangi risiko trading.

    Kedua, Anda harus melakukan analisis pada lebih dari satu time frame atau periode waktu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi false signal yang membuat Anda salah mengambil keputusan, bahkan mengalami kerugian. Ketiga, manfaatkan trendline atau garis tren. Saat Anda sudah menemukan tren harga dan trendline yang valid, Anda bisa lebih mudah membaca sinyal dari Stochastic dan meningkatkan kemungkinan Anda dapat untung.

    Sekarang, bekal ilmu trading Anda sudah semakin lengkap setelah mengetahui apa itu indikator Stochastic beserta cara membacanya. Jika Stochastic dimanfaatkan dengan benar dan diselingi dengan analisis teknikal yang baik, Anda pasti bisa menjemput cuan di akhir masa trading

    Tertarik dengan informasi dan tips lainnya seputar trading aset kripto? Yuk, cari tahu lebih lengkap di website Tokonews milik Tokocrypto sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Altcoin Seasons?, Yuk Kenalan Dengan Istilah Trading Ini

    Kini, dunia aset kripto telah diramaikan oleh banyaknya aset yang menarik dan tentunya potensial, tidak kalah dengan pamor Bitcoin. Banyak investor dan trader yang ikut mencoba peruntungan di berbagai aset kripto tersebut dan membuat dominasinya meluas. Ternyata, tren ini dikenal dengan sebutan altcoin season. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, baca artikel ini sampai selesai!

    Altcoin Season dan Penyebab Terjadinya

    Sebelum membahas mengenai altcoin season, yuk, kenali apa itu altcoin terlebih dahulu. 

    Apa itu Altcoin?

    Altcoin, kependekan dari alternative coin, merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan aset kripto yang diterbitkan dan diperjualbelikan setelah Bitcoin. Seperti namanya, altcoin ini hadir dengan tujuan memberikan alternatif bagi para pegiat aset kripto dalam berinvestasi.

    Apa itu Altcoin Season?

    Jadi, altcoin season atau alt season berarti suatu musim di mana beberapa altcoin teratas memiliki kinerja dan potensi yang sangat baik, bahkan harganya melampaui harga Bitcoin dan US Dollar. Periode alt season ini biasanya dihitung selama 90 hari. 

    Kapan Alt Season Terjadi?

    Alt season pertama kali terjadi pada tahun 2017, di mana Bitcoin sedang dalam perjalanan menuju kejayaannya dan mulai banyak altcoin yang diluncurkan di blockchain Ethereum dengan memanfaatkan smart contract. 

    Hal ini menarik perhatian banyak investor sehingga bermigrasi dan mencari peruntungan di altcoin. Dikutip dari Mail & Guardian, tidak menutup kemungkinan bahwa alt season akan terjadi di penghujung tahun 2021, dengan kenaikan ETH yang signifikan saat ini sebagai katalisnya.

    Apa indikator Alt Season sedang terjadi?

    Jika 75% dari 50 aset kripto teratas pada market cap memiliki kinerja lebih baik dari Bitcoin dalam 90 hari terakhir, maka dapat dikatakan bahwa sedang terjadi alt season. Namun, terdapat beberapa aset kripto yang tidak termasuk dalam 50 aset kripto teratas yaitu Stablecoin, misalnya Tether dan DAI, juga Asset Backed Tokens seperti wBTC, stETH, hingga cLINK.

    Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai apakah saat ini sedang terjadi alt season atau tidak, Anda bisa melihat Altcoin Season Index di situs Blockchain Center.

    Apa Penyebab Altcoin Season?

    Peristiwa ini tidak semerta-merta terjadi begitu saja lho, walaupun memang tidak memiliki penyebab yang pasti. Namun, ada tiga hal yang mendorong terjadinya alt season, nih

    Pertama, maraknya migrasi investor ke altcoin yang disebabkan oleh bull-run pada pasar Bitcoin. Di mana para investor yang mengantongi keuntungan dari Bitcoin akan membelanjakan keuntungan tersebut di pasar altcoin. 

    Kedua, mulai ramai pembaharuan teknologi yang dilakukan oleh proyek kripto termasuk altcoin, salah satu contohnya adalah penggunaan mekanisme Proof of Stake (PoS). 

    Ketiga, pengaruh dari para influencer aset kripto. Sebagai contoh, tweet Elon Musk pada awal 2021 mengenai Dogecoin berhasil membuat harganya meroket.

    tweet dogecoin elon musk 1

    Salah satu cuitan Elon Musk pada April 2021 yang berhasil mendongkrak harga Dogecoin sehari setelahnya

    Selayaknya siklus musim yang berganti dari musim panas menjadi musim dingin, peristiwa ini juga terjadi di dunia kripto, lho. Di mana selain terdapat altcoin season, juga terdapat musim lainnya yang disebut dengan crypto winter. Namun, apa saja perbedaan di antara keduanya? 

    Perbedaan antara Altcoin Season dan Crypto Winter

    1. Berdasarkan pengertian atau definisi

    Sebenarnya, secara terminologi keduanya memiliki arti yang berbeda. Alt season mendefinisikan sejumlah altcoin yang kinerja dan harganya lebih unggul dari pasar Bitcoin. Sementara itu, crypto winter mengacu pada pasar kripto yang mulai dingin dan hilang peminat, bahkan pergerakan harga pun tidak menolong. 

    2. Berdasarkan kondisi pasar

    Berkat definisi tersebut, lahirlah perbedaan selanjutnya, yaitu kondisi pasar. Jika alt season menunjukkan pasar aset kripto yang menghijau terutama yang terjadi pada altcoin, maka crypto winter menunjukkan pasar aset kripto yang lesu khususnya Bitcoin, ditandai dengan penurunan harga sebesar 80 sampai 90 persen dari all-time high.

    3. Berdasarkan periode berlangsungnya

    Perbedaan lainnya adalah periode berlangsungnya. Seperti yang sudah disinggung di atas, alt season umumnya berlangsung selama 90 hari saja. Sementara itu, crypto winter bisa terjadi dan bertahan selama 2 hingga 3 tahun lamanya. Saat pasar sudah kembali diminati dan perdagangan meningkat, maka sebutannya berubah menjadi crypto spring.

    4. Berdasarkan waktu terjadinya

    Selain itu, perbedaan selanjutnya adalah waktu terjadinya. Jika alt season terakhir kali terjadi pada 2017 hingga awal 2018, maka crypto winter terjadi sepanjang tahun 2018 dan yang paling baru adalah 2021. Sebagaimana yang telah disebutkan, crypto winter lekat dengan kondisi pasar Bitcoin, sehingga ditandai dengan anjloknya harga Bitcoin dalam waktu yang lama.

    Sebenarnya, alt season masih berhubungan dengan crypto winter, terutama yang melibatkan Bitcoin atau Bitcoin winter. Dikarenakan saat alt season terjadi, otomatis harga Bitcoin akan melemah dan berpotensi menyebabkan Bitcoin winter. Akan tetapi, hal ini tentunya tidak selalu terjadi saat harga Bitcoin melemah, ya, karena bisa saja hanya menandakan bearish market. Bitcoin winter hanya terjadi saat harganya jatuh dalam waktu lama dan terlihat sulit untuk bangkit lagi.

    5 Altcoin Terpopuler Sepanjang Tahun 2021

    Setelah membahas altcoin season dan perbedaannya dengan crypto winter, berikut ini sudah kami rangkum 5 altcoin terpopuler sepanjang tahun 2021 yang bisa Anda jadikan referensi:

    1. Ethereum (ETH)

    Sebagaimana yang telah kita semua tahu, bahwa Ethereum (ETH) menjadi salah satu altcoin yang populer di tahun 2021. Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2021, ETH terus melakukan pengembangan yang membuat harganya juga ikut meningkat dan bertahan di peringkat 2 market cap. ETH mencatat all-time high terbarunya pada 9 November 2021 lalu di angka 4,837.59 USD. 

    2. Cardano (ADA)

    Selain ETH, altcoin yang tak kalah melejit adalah Cardano (ADA). Sejak awal kemunculannya di 2017, mekanisme Proof of Stake (PoS) ADA berhasil menarik banyak investor untuk membelinya. Meskipun sempat mengalami pasang surut, ADA berhasil meraih all-time high di angka 3.10 USD pada September lalu dan kini menduduki peringkat 4 sebagai aset kripto terbesar yang ada di market cap.

    3. Solana (SOL)

    Menyusul ADA, di peringkat 6 market cap terdapat altcoin Solana (SOL) yang juga populer sepanjang tahun 2021. SOL memang telah mengalami kenaikan harga di awal tahun, tetapi di pertengahan tahun harganya signifikan meningkat. Hal ini disebabkan adanya inovasi yang dilakukan para developer SOL, membuat SOL banyak diminati. Pada 6 November 2021, SOL mencetak rekor harga tertingginya sebesar 260.06 USD.

    4. Polkadot (DOT)

    Altcoin yang satu ini cenderung lesu di awal 2021. Namun, kini Polkadot (DOT) berhasil menduduki peringkat 8 di market cap. Salah satu penyebabnya adalah peluncuran parachain pada blockchain Polkadot, yang memungkinkan blockchain untuk meng-handle satu juta transaksi per detik dan menjadi lebih terukur dalam koneksi antar blockchain. DOT meraih all-time high sebesar 55 USD pada 4 November 2021 lalu.

    5. Dogecoin (DOGE)

    Dogecoin (DOGE) juga berhasil menjadi altcoin yang paling populer dan menarik perhatian. Altcoin yang juga dianggap sebagai memecoin ini bertengger di peringkat 9 pada market cap. Puncak popularitas DOGE terjadi pada Mei 2021, dengan mencetak all-time high senilai 0.7376 USD. Hal ini dapat terjadi salah satunya berkat cuitan Elon Musk mengenai koin yang berlogo hewan anjing ini. Meski sempat koreksi, DOGE masih menjadi altcoin pilihan di 2021.

    Baca Juga: Harga Dogecoin Melejit, Elon Musk Pemicu Naiknya Dogecoin?

    Sambil menunggu altcoin season yang diprediksi akan terjadi di akhir tahun 2021, Anda bisa mencoba membeli sederet altcoin terpopuler tersebut di Tokocrypto, lho. Yuk, langsung daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda di www.tokocrypto.com sekarang!  Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung juga dengan Group Telegram Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kelas Kripto: Memahami Perbedaan Koin dan Token

    Aset kripto bukanlah istilah yang baru untuk saat ini. Namun, masih ada satu kesalahan umum yang sering terjadi di masyarakat, yaitu salah menyebutkan koin atau token kripto.

    Pada dasarnya, baik koin kripto dan token adalah sama. Tetapi keduanya adalah dua hal yang berbeda. Semua koin adalah token, tapi tidak semua token dianggap koin.

    Menariknya, banyak investor yang tidak tahu apakah mereka membeli token atau koin kripto. Perbedaan utama antara keduannya hanyalah berdasarkan kegunaan atau utilitasnya.

    Mari kita bahas beberapa perbedaan paling signifikan antara token dan koin, jadi kamu akan tahu persis apa yang dimaksud token dan koin kripto, agar tidak bingung lagi.

    Apa itu altcoin seasons
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Kementerian Malaysia Usulkan Kripto Jadi Alat Pembayaran yang Sah

    Apa itu Koin?

    Ketika Bitcoin pertama kali keluar, itu menetapkan standar untuk apa artinya menjadi koin. Ada kualitas yang jelas yang membedakan koin kripto dari token, yang mirip dengan mata uang fiat.

    Sebuah koin ditentukan oleh karakteristik berikut:

    Beroperasi pada blockchain sendiri

    Blockchain melacak semua transaksi yang melibatkan koin kripto asli. Saat kamu membayar seseorang dengan Ethereum, tanda terima masuk ke blockchain Ethereum.

    Jika orang yang sama membayar kamu kembali dengan Bitcoin, tanda terima masuk ke blockchain Bitcoin. Setiap transaksi dilindungi oleh enkripsi dan dapat diakses oleh setiap anggota jaringan.

    Bertindak sebagai “uang”

    Bitcoin diciptakan dengan tujuan tunggal untuk menggantikan uang tradisional. Daya tarik paradoks transparansi dan anonimitas mengilhami penciptaan koin lain, termasuk ETH, NEO, dan Litecoin.

    kamu dapat membeli barang dagangan dan layanan dari banyak perusahaan besar saat ini, seperti Amazon, Microsoft, dan Tesla, menggunakan koin kripto. Bitcoin bahkan menjadi mata uang resmi El Salvador bersama dolar AS.

    Dapat ditambang

    Kamu bisa mendapatkan koin kripto dengan dua cara. Salah satunya melalui penambangan tradisional pada sistem Proof of Work. Pemburu Bitcoin menggunakan metode ini untuk meningkatkan penghasilan mereka.

    Masalahnya adalah tidak banyak Bitcoin yang tersisa untuk ditambang, sehingga prosesnya menjadi lebih sulit setiap hari.

    Metode lainnya adalah Proof of Stake, yang merupakan pendekatan yang lebih modern untuk mendapatkan koin. Ini lebih ringan pada konsumsi energi dan lebih mudah dilakukan. Cardano adalah salah satu koin terbesar yang mengadopsi sistem ini.

    investasi kripto
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Vitalik Buterin Jadi Sampul Majalah Time, Netizen: Terlalu Jelek Buat Orang Kaya

    Apa itu Token?

    Tidak seperti koin, token tidak memiliki blockchain. Sebagai gantinya, mereka beroperasi di blockchain koin kripto lainnya, seperti Ethereum. Beberapa token yang paling popular di Ethereum termasuk BAT, BNT, Tether, dan berbagai stablecoin seperti USDC.

    Tergantung smart contract

    Jika transaksi koin kripto ditangani oleh blockchain, maka token bergantung pada smart contract. Ini adalah serangkaian kode yang memfasilitasi perdagangan atau pembayaran antar pengguna.

    Setiap blockchain menggunakan smart contract-nya. Misalnya, Ethereum menggunakan ERC-20 dan NEO menggunakan Nep-5. Token bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

    Contoh yang bagus dari hal tersebut adalah perdagangan NFT (non-fungible token). NFT adalah barang yang unik, jadi perubahan kepemilikan harus ditangani secara manual. NFT mirip dengan token utilitas.

    Token mewakili aset

    Perbedaan penting lainnya antara token dan koin adalah apa yang mereka wakili. Sementara, koin kripto pada dasarnya adalah versi digital dari uang, token dapat mewakili aset. Sederhananya, token mewakili apa yang kamu miliki, sementara koin menunjukkan apa yang mampu dimiliki.

    Kamu dapat membeli token dengan koin, tetapi beberapa token dapat membawa nilai lebih dari yang mana pun. Misalnya, saham perusahaan. Namun, karena biasanya ada batasan di mana Anda dapat membelanjakan token, token tersebut tidak memiliki likuiditas yang ditawarkan koin.

    Token mudah dibuat

    Hal menarik lainnya tentang token adalah betapa mudah membuatnya. Beberapa jaringan seperti Ethereum menyediakan template di mana kamu dapat menandai token sendiri dan memulai perdagangan.

    Hal ini membuat siapa pun yang memiliki sedikit atau tanpa pengetahuan teknis tentang industri kripto bisa menjadi pembuat pasar. Kamu akan menemukan aktivitas yang tinggi dari jenis token di bursa yang terdesentralisasi, seperti Uniswap.

    Kesimpulan Koin dan Token

    Perbedaan antara koin dan token tidak terlalu jauh tetapi orang harus tahu bahwa keduanya tidak sama. Sebagai investor, koin mewakili teknologi yang ingin dipecahkan oleh blockchain, sedangkan token memiliki beragam kasus penggunaan yang harus dipelajari secara individual.

    Pakar pasar mengatakan bahwa jika seorang investor ingin membeli suatu produk, koin adalah yang terbaik dan jika itu adalah layanan, maka token utilitas dapat digunakan.

    Baca juga: Pedagang Aset Kripto Siap Sambut Hadirnya Bursa Kripto di Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pahami Apa itu Marketcap Crypto dan Perannya di Dunia Kripto!

    Pernahkah Anda mendengar tentang marketcap crypto? Melakukan jual-beli aset kripto jelas tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Anda harus melakukan analisis aset untuk meminimalisir risiko rugi. Dengan analisis yang baik, maka peluang mendapat untung pun semakin besar, salah satu caranya bisa lewat marketcap crypto.

    Bagi Anda yang baru terjun ke pasar aset kripto, hal tersebut tentu akan menjadi sangat membingungkan. Apabila ini yang sedang Anda hadapi, sebaiknya mulailah dengan analisis yang tidak terlalu rumit seperti marketcap crypto. Mari simak penjelasannya berikut ini!

    Apa Itu Marketcap Crypto? 

    Marketcap atau market capitalization adalah istilah yang digunakan untuk menyebut nilai keseluruhan saham perusahaan. Metrik ini sering digunakan untuk mengukur berbagai aset, termasuk aset kripto. Dalam dunia kripto, marketcap mewakili performa suatu aset kripto. Jadi, marketcap crypto adalah nilai yang menunjukkan keseluruhan total aset kripto yang ada di pasar.

    Bagaimana Cara Menghitung Marketcap Crypto?

    Cara menghitung marketcap adalah dengan mengali jumlah pasokan koin yang beredar dengan harga aset kripto terkini. 

    Katakanlah Anda ingin mengetahui marketcap Ethereum. Untuk saat ini, ada 119,994,476.25 koin ETH yang beredar. Sedangkan, harga ETH per keping saat artikel ini ditulis adalah 2.768,62 USD. Maka, marketcap Ethereum adalah 119,994,476.25 x 2.768,62 USD = 332.219.106.835 USD. Sangat fantastis, bukan?

    Baca juga: Apa Itu Ethereum? Berikut Panduan Lengkapnya!

    Lalu, berapa jumlah marketcap yang dianggap baik untuk memulai transaksi jual-beli aset kripto? 

    Pada dasarnya, marketcap membagi aset kripto ke dalam tiga jenis, yaitu large-cap, mid-cap, dan small-cap yang lebih lanjut akan dijelaskan di bawah. Ketiga kategori tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing dan menyesuaikan dengan tujuan investor itu sendiri. Apabila investor bertujuan untuk ‘cari aman’, maka aset kripto yang memiliki jumlah marketcap yang amat tinggi lah yang dianggap baik. 

    Sebaliknya, jika investor ingin memperoleh keuntungan dalam waktu singkat, maka aset dengan jumlah marketcap yang kecil pun tidak menjadi masalah, meski tentunya investor berkemungkinan untuk menerima risiko yang lebih besar pula. 

    Mengapa Marketcap Crypto Penting?

    marketcap crypto mobile version

    Apa yang membuat marketcap crypto menjadi alat untuk analisis aset yang penting? 

    Dengan melihat kapitalisasi pasar suatu aset kripto, Anda bisa mengamati performanya, apakah stabil atau tidak. Selain itu, data mengenai marketcap juga terus diperbarui secara real-time sehingga Anda bisa mudah mengamati pergerakannya dari waktu ke waktu, misalnya dengan memanfaatkan situs CoinMarketCap yang telah mengurutkan aset kripto berdasarkan jumlah kapitalisasi pasarnya.

    Jika ingin membandingkan dengan aset kripto lain pun sangat mudah. Jadi, Anda tidak perlu melakukan penghitungan yang rumit karena semua data biasanya sudah disajikan pasar kripto. 

    Selain itu, marketcap juga bisa membantu para investor kripto untuk memprediksi performa suatu aset kripto di masa mendatang. Namun, dalam memprediksi masa depan suatu aset kripto, Anda juga harus sambil menggunakan alat lain seperti tren pasar, sifat dari aset kripto itu sendiri, dan tentunya kondisi finansial Anda.

    Mengapa Marketcap bisa jadi tidak penting?

    Di sisi lain, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa marketcap tidak penting. Mengutip CoinMarketCap, beberapa ahli menyatakan bahwa marketcap crypto merupakan hasil warisan pengetahuan yang diberikan oleh pasar jual-beli saham. Di mana, marketcap bukan merupakan hal utama yang dijadikan sebagai pertimbangan dalam berinvestasi, dikarenakan bisa membuat para investor mengambil keputusan yang keliru. Sebab, aset kripto sebagai instrumen investasi masih tergolong baru dan sifatnya dinamis, berbeda dengan saham.

    Meski marketcap memang sedikit banyak dikatakan bisa mendefinisikan kualitas suatu proyek kripto, tetapi sebenarnya marketcap lebih berhubungan langsung dengan harga aset, di mana sifatnya lebih ke pada penilaian jangka pendek dibandingkan performa keseluruhan. Sehingga, sebagai alat ukur performa, para ahli menyarankan untuk menggunakan marketcap hanya pada dua aset kripto raksasa saja, yaitu Bitcoin dan Ethereum menggunakan strategi weighted-market cap. Kok, begitu? Pasalnya, dua aset tersebut lah yang sudah dianggap ‘kebal’ terhadap volatilitas pasar, tetapi masih lebih fluktuatif dibandingkan saham. 

    Kategori Aset Kripto Berdasarkan Marketcap

    illustrasi marketcap crypto

    Dalam dunia kripto, marketcap juga digunakan untuk mengelompokkan aset kripto yang beredar. Pengelompokan ini bertujuan untuk memudahkan para investor dalam menilai mana aset dengan kapitalisasi tinggi dan mana aset yang kapitalisasinya rendah. Jadi, mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat. Marketcap crypto dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

    1. Large-cap

    Large-cap adalah kategori aset kripto dengan kapitalisasi pasar tinggi. Inilah aset kripto yang dianggap aman untuk investasi karena performanya relatif stabil. Untuk bisa masuk dalam kategori large-cap ini, aset kripto harus memiliki kapitalisasi pasar di atas 10 miliar USD. Contoh aset kripto yang masuk dalam kategori large-cap ini adalah Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    Selain performanya yang terbilang stabil, aset kripto dalam kategori large-cap juga memiliki tingkat likuiditas tinggi. Volume transaksi aset tersebut selalu tinggi dan peminatnya pun banyak. Cara termudah untuk mendeteksi kripto large-cap adalah aset tersebut selalu ada di bursa aset kripto mana pun.

    2. Mid-cap

    Selanjutnya ada mid-cap atau aset kripto dengan kapitalisasi pasar tingkat menengah. Jika dilihat dari performanya, aset yang masuk dalam kategori mid-cap ini tidak terlalu buruk, tapi juga tidak begitu baik. Aset kripto dalam kategori mid-cap ini memiliki nilai kapitalisasi pasar mulai dari 1  hingga 10 miliar USD. Contoh aset mid-cap adalah Cardano (ADA).

    Baca juga: Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

    Kategori mid-cap ini memiliki potensi keuntungan yang besar. Namun, performanya tidak terlalu stabil seperti aset large-cap. Hal ini membuat aset mid-cap memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan large-cap.

    Meski begitu, tidak ada salahnya untuk memilih aset mid-cap sebagai pilihan investasi, terutama jika Anda menginginkan diversifikasi dalam portofolio. Hanya saja, pastikan untuk melakukan penghitungan yang cermat sebelum memilih aset mid-cap agar terhindar dari risiko rugi, ya.

    3. Small-cap

    Terakhir ada kategori small-cap. Aset kripto dalam kategori ini memiliki kapitalisasi pasar mulai dari 100 juta hingga 1 miliar  USD. Performa aset kripto small-cap bisa dibilang fluktuatif dan sulit diprediksi. Bagi Anda investor kripto pemula, sebaiknya menghindari kelompok aset ini. Sebab, risiko kerugiannya lebih besar jika dibandingkan dengan dua kategori sebelumnya, meski terlihat bisa memberikan keuntungan lebih cepat.Walau begitu, beberapa jenis aset small-cap memiliki potensi yang besar. Hal ini menyebabkan performanya bisa tiba-tiba naik sehingga tampak begitu menarik. Fenomena aset small-cap yang mendadak melejit sebenarnya sering terjadi. Salah satunya adalah saat Dogecoin (DOGE) naik drastis setelah CEO Tesla, Elon Musk, membuat tweet mengenai aset kripto tersebut.

    Apakah marketcap crypto bisa terus berkembang?

    Jawabannya adalah bisa. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, marketcap crypto bergantung penuh pada jumlah aset kripto yang beredar dan juga harga yang dimilikinya. Di mana umumnya jumlah peredaran aset berbeda-beda tergantung proyeknya, ada yang diberi kebebasan seperti ETH dan ada yang dibatasi seperti BTC. 

    Sementara itu, harga aset kripto pun bisa berubah-ubah. Beberapa di antaranya mungkin tidak naik dan turun secara signifikan alias cenderung stabil, tetapi harga dari beberapa aset yang lain bisa mengalami terjun bebas saat naik-turunnya.

    Hal ini lah yang menjadi penyebab berubahnya peringkat suatu aset pada CoinMarketCap, antara jumlah peredarannya mengalami perubahan di pasar atau mengalami kenaikan dan penurunan harga aset. Meski begitu, hal ini sulit terjadi kepada beberapa aset teratas, BTC dan ETH misalnya, karena sifatnya sudah terlampau stabil. 

    Bagi Anda yang baru terjun dalam dunia kripto, marketcap crypto bisa menjadi bahan pertimbangan sebagai alat pengukuran performa suatu aset, melengkapi seluruh kegiatan analisis pasar dan harga. Jadi, jangan lupa untuk terus mengikut perkembangan aset kripto untuk memudahkan Anda dalam berinvestasi. Yuk, mulai investasi aset kripto di Tokocrypto dan dapatkan informasi terkini dan terlengkap mengenai dunia kripto hanya di Tokonews juga Komunitas Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Aset Kripto Status (SNT) & DigiByte (DGB), Bisa Datangkan Profit?

    Aset kripto Status (SNT) dan DigiByte (DGB) punya berbagai utilitas yang mendukung konsep desentralisasi di jaringan blockchain. Keduanya punya inovasi masing-masing untuk membuat transaksi lebih cepat dan pengaplikasian aplikasi desentralisasi berjalan baik.

    So, mari berkenalan lebih dekat dengan Status (SNT) dan DigiByte (DGB) yang baru listing di Tokocrypto pada Selasa, 28 Maret 2022.

    Status (SNT)

    Apa itu Status (SNT)?

    Status (SNT) adalah platform perpesanan open-source dan antarmuka seluler yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan DApps yang berjalan di blockchain Ethereum (ETH). DApps berfungsi seperti Play Store untuk Android atau App Store untuk aplikasi iOS, kecuali itu sepenuhnya dibangun di atas teknologi peer-to-peer (P2P).

    Selain messenger, proyek kripto ini juga menyediakan dompet cryptocurrency, yang mendukung ERC-20 dan beberapa token ERC-721 bersama dengan browser web3. Browser membantu publik berinteraksi dengan aplikasi terdesentralisasi di blockchain Ethereum.

    Ilustrasi aset kripto Status (SNT).
    Ilustrasi aset kripto Status (SNT).

    Tujuan akhir Status adalah untuk mempercepat adopsi massal Ethereum DApps. Ini akan dicapai dengan menargetkan segmen pengguna smartphone yang berkembang pesat dan membuat penggunaan DApps menjadi mudah dan intuitif. Selain aplikasi, komunitas Status juga membangun alat infrastruktur yang memberdayakan semua orang untuk bergabung dan membangun web yang lebih baik bersama-sama. Komponen platform utama adalah Incubate, Embark, Studio, Nimbus, dan Keycard.

    Baca juga: Mengenal Kadena dan Highstreet, Aset Kripto Berpotensi Cuan di 2022?

    Apa yang Membuat Status (SNT) Unik?

    SNT adalah token ERC-20 yang dibangun di jaringan Ethereum. Ini adalah token utilitas di dalam platform. Jaringan Status gratis untuk digunakan, tetapi Anda memerlukan SNT untuk mengakses fitur premium aplikasi.

    Status ICO terjadi pada 20 Juni 2017, dan terjual habis dalam sehari. Investor menerima 10.000 untuk 1 ETH. Proyek ini mengumpulkan $99 juta. Pada saat itu, satu SNT berharga $0,03365.

    Peringkat SNT di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) adalah #195, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 262.532.869. Kripto ini memiliki pasokan beredar 3.470.483.788 koin SNT dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Ilustrasi aset kripto Status (SNT).
    Ilustrasi aset kripto Status (SNT).

    Status dirancang untuk berinteraksi dengan DApps di jaringan Ethereum. Pada saat yang sama, ia juga berfungsi sebagai platform perpesanan dan browser web 3.0. Siapa pun yang memiliki akses internet dapat menggunakan aplikasi Status untuk perdagangan bebas, pembayaran P2P, dan komunikasi P2P terenkripsi. Platform ini menggunakan protokol Whisper V5 untuk mendelegasikan node dan mendukung obrolan terdesentralisasi.

    Setiap pengguna dapat menggunakan Status (SNT) untuk:

    • Akses, jelajahi, dan interaksi dengan lebih dari 2000 Ethereum DApps
    • Kirim dan terima pesan P2P terenkripsi.
    • Gunakan untuk pembayaran dan smart contract.
    • Simpan dan kendalikan aset kripto pribadi di dompet Status.

    Baca juga: Mengenal Contentos dan Biswap, Kripto Utilitas untuk Konten Digital & GameFi

    DigiByte (DGB)

    Apa itu DigiByte (DGB)?

    DigiByte adalah perangkat lunak yang dirancang untuk bersaing dengan aset kripto utama seperti XRP dan Litecoin dengan memprioritaskan keamanan siber dan skalabilitas.

    Platformnya menawarkan fitur tambahan yang memungkinkan pengguna untuk mengeluarkan aset, meluncurkan aplikasi, dan menggunakan identitas digital. Selanjutnya, protokolnya dibangun untuk memanfaatkan beberapa algoritma penambangan dan menegakkan kebijakan moneter dengan pasokan maksimum 21 miliar koin DGB.

    DigiByte (DGB) diluncurkan pada tahun 2013 menggunakan mekanisme operasi proof-of-work, yang menggunakan proses yang disebut penambangan untuk menghasilkan token DGB baru dan memproses transaksi DGB.

    Ilustrasi aset kripto DigiByte (DGB).
    Ilustrasi aset kripto DigiByte (DGB).

    3 jaringan blockchain DigiByte, dirancang agar dapat beradaptasi, mendukung beberapa metode penambangan. Lima algoritma penambangan berbeda yang didukung DigiByte adalah Sha256, Scrypt, Skein, Qubit, dan Odocrypt.

    Peringkat DGB di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) adalah #140, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 523.690.815. Kripto ini memiliki pasokan beredar 15.209.843.191 koin DGB dan maksimal pasokan 21.000.000.000 koin DGB.

    Baca juga: Mengenal ApeCoin, Kripto Unik & Eksklusif dari Pendiri NFT Bored Ape Yacht Club

    Apa yang Membuat DigiByte (DGB) Unik?

    DigiByte memungkinkan banyak fitur umum untuk cryptocurrency, memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima koin DGB di seluruh dunia dalam transaksi yang tidak dapat diubah dan tanpa izin.

    Selain itu, jaringan memungkinkan pengguna perangkat lunaknya untuk merancang aplikasi terdesentralisasi (dapps) untuk pelanggan menggunakan rangkaian kontrak pintar khusus.

    Untuk menjaga agar jaringannya tetap sinkron, DigiByte menggunakan variasi mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW) Bitcoin.

    Ilustrasi aset kripto DigiByte (DGB).
    Ilustrasi aset kripto DigiByte (DGB).

    Berbeda dengan industri pertambangan Bitcoin, di mana perangkat keras khusus diperlukan untuk menjadi penambang, pertambangan DigiByte dapat dilakukan melalui perangkat keras tingkat konsumen, memungkinkan audiens yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam jaringannya.

    DigiByte dapat memproses transaksi lebih cepat daripada Bitcoin karena lebih sering menambahkan blok baru ke blockchainnya. Transaksi DigiByte diproses dalam waktu sekitar 15 detik, sedangkan waktu rata-rata untuk memproses satu blok transaksi Bitcoin adalah 10 menit.

    Status (SNT) & DigiByte (DGB) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Status (SNT) & DigiByte (DGB).

    Trading SNT/BTC, SNT/ETH, DGB/USDT, DGB/BUSD & DGB/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 29 Maret 2022 pukul 16.00 WIB. Kini pengguna dapat melakukan deposit/setoran SNT dan DGB di Tokocrypto sebagai persiapan trading.



    Sumber : news.tokocrypto.com