Tag: Bali

  • This Is Bali, Kafe di Ubud, Nyentrik dan Unik Sejak di Pintu Masuk



    Ubud

    Kafe nyentrik yang satu ini berada di Jalan Goutama, Ubud. Desainnya estetik dan mencolok dengan dominasi warna oranye.

    Jika sedang berlibur di Ubud, traveler wajib mampir ke salah satu kafe yang sedang viral. Kafe itu namanya This Is Bali.

    Oliver, pemilik This Is Bali, menyebut pemilihan nama kafe itu berawal dari kecintaannya terhadap Pulau Bali dan berbagai makanan tradisional yang ada di Pulau Dewata.

    Dia memang amat mengagumi Bali dan menyebut Bali sebagai tempat yang kaya akan budaya, keindahan alam, dan kelezatan kulinernya. Makanya, dia betah tinggal di Bali. Sudah 10 tahun dia berada di sana.

    “Saya sudah lama tinggal di Bali, dan mengagumi keindahan Bali terutama dari segi kulinernya. Akhirnya dipilih nama Bali, untuk menggabungkan antara kualitas, budaya, dan kelezatan kuliner dalam satu tempat, yaitu di This Is Bali,” kata Oliver.

    Bangunan yang terlihat mencolok, dengan warna putih bercampur oranye membuat traveler mudah menemukan This Is Bali di antara puluhan bangunan di Jalan Goutama. Kesan estetik dan hangat menjadi kesan pertama saat traveler masuk ke kafe ini.

    This is Bali, kafe nyentrik di Ubud, BaliThis is Bali, kafe nyentrik di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Kafe yang baru dibuka selama delapan bulan ini memiliki dekorasi instagramable dengan sentuhan Bali yang terkesan modern. Oliver menceritakan konsep unik dari kafe ini. Ia ingin membuat sebuah kafe yang hangat dan nyaman bak rumah sendiri. Komplit dengan desain unik khas Bali dengan sentuhan modern.

    “Di Ubud sudah banyak kafe, namun saya punya mimpi untuk membangun kafe seperti home sweet home. Tentu dikolaborasikan dengan konsep khas Bali dan western, mulai dari desain dan menu makanan,” ujar Oliver.

    Di sini traveler akan menemukan tempat duduk yang dibuat dengan konsep anti mainstream. Dari bentuk yang tidak simetris hingga ada yang dibuat bak melayang di udara.

    Memiliki desain yang unik nan estetik membuat This Is Bali juga menjadi spot yang sip untuk berburu foto instagramable. Oliver menyebut, sebagian besar pengunjung pasti mengabadikan momen ketika berkunjung ke kafe ini. Tempat duduk yang dibuat melayang menjadi salah satu spot favorit pengunjung di This Is Bali.

    Soal menu makanan, This Is Bali memadukan menu khas Bali dan western. Mulai dari dessert, signature bowls, hingga minuman yang siap menggoyangkan lidah.

    Beberapa menu favorit khas This Is Bali yaitu Real Balinese Bowl, Coconut Brownies, dan Refreshing Tangerine. Semua menu dibanderol dengan harga mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 97 ribu.

    This Is Bali juga menghadirkan pengalaman unik bagi traveler ketika ingin memesan menu. Traveler akan diberikan kartu dan sebuah stempel yang berisi beberapa pilihan menu dessert di This Is Bali.


    This is Bali, kafe nyentrik di Ubud, BaliThis is Bali, kafe nyentrik di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Step 1, traveler diminta untuk mengambil selembar kartu. Step 2, traveler wajib memilih dessert yang ingin dipesan. Setelah menentukan pilihan, traveler bisa langsung menstempel menu pilihan di atas kartu. Unik ya!

    Karena tempatnya yang estetik dan menunya yang tak kalah lezat membuat kafe ini selalu ramai. Setiap harinya, This Is Bali bisa dikunjungi lebih dari 100 orang.

    Oliver juga menyarankan untuk traveler yang ingin berkunjung bisa melakukan reservasi terlebih dahulu agar tak kehabisan kursi. This Is Bali buka setiap hari, mulai pukul 12.00 hingga 23.00 WITA.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jadi Tempat Wisata dan Lokasi Bunuh Diri



    Badung

    DISCLAIMER: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental terdekat.

    Jembatan Tukad Bangkung kerap jadi tempat wisata karena lokasinya yang indah. Tapi di sisi lain, jembatan ini kerap dipilih orang untuk lokasi bunuh diri.

    Jembatan yang berada di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali ini disebut-sebut sebagai jembatan tertinggi se-Asia Tenggara. Itu karena pilar tertinggi jembatan ini mencapai 71,14 meter, dengan pondasi pilar sepanjang 41 meter di bawah tanah.


    Banyak wisatawan dibuat tertarik untuk singgah. Tidak heran jika jembatan penghubung tiga kabupaten, yakni Badung, Bangli, dan Buleleng ini ramai dikunjungi wisatawan saat hari libur, maupun di akhir pekan.

    Pembangunan Jembatan Tukad Bangkung dimulai sejak tahun 2001. Panjangnya mencapai 360 meter dengan lebar 9,6 meter. Jembatan Tukad Bangkung memangkas jarak sepanjang 6 kilometer (km), dengan tujuan menggantikan jembatan lama yang letaknya berada 500 meter di arah selatan jembatan baru.

    Jembatan Tukad Bangkung kemudian diresmikan penggunaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 28 April 2007. Jembatan Tukad Bangkung menjadi ikon wisata di wilayah ujung utara Gumi Keris.

    Sering Jadi Lokasi Orang Bunuh Diri

    Berdasarkan catatan tim detikcom, ada beberapa kejadian bunuh diri yang berlokasi di Jembatan Tukad Bangkung. Pada Sabtu (4/12/2023), seorang anggota TNI berinisial INTD (22) asal Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan ditemukan tergantung di jembatan itu.

    Yang terbaru, aksi bunuh diri dilakukan oleh kakak beradik berinisial KS (23) dan PY (5). Mereka melompat dari Jembatan Tukad Bangkung pada Minggu (26/5/2024).

    KS nekat mengajak PY melompat dari jembatan untuk mengakhiri hidup karena motif ekonomi. KS dan PY merupakan dua dari empat bersaudara yatim piatu setelah ayah dan ibu mereka meninggal dunia.

    Selama ini, KS yang merupakan anak kedua merupakan tulang punggung keluarga, sedangkan kakak pertamanya seorang perempuan dan kondisinya sakit-sakitan.

    Jembatan Mau Dipasang Jaring Pengaman

    Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, Wayan Darma berpendapat perlu ada strategi jangka pendek untuk antisipasi kejadian di tempat itu.

    Salah satunya adalah pemasangan jaring di sisi sepanjang jembatan yang bisa jadi solusi pengaman bagi pengunjung. Mengingat pengawasan cukup sulit dilakukan di jembatan tersebut.

    Selain memberi rasa aman, cara ini untuk mengantisipasi tindakan negatif yang mungkin saja bisa dilakukan seseorang. Terlebih, lokasi itu selalu ramai dikunjungi maupun dilintasi pengendara dari berbagai daerah.

    “Wilayah itu ada potensi wisatanya, sehingga harus dijaga. Sekarang banyak orang datang. Tidak jauh dari sana juga ada beberapa objek wisata air terjun. Pemikiran saya sudah perlu ada pengamanan di sana. Ini akan saya sampaikan ke pimpinan. Sebab, itu perlu persetujuan. Saya sampaikan ke bupati melalui sekda,” kata mantan Camat Petang ini.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daya Tarik dan Tips Berkunjung ke Goa Rajo Waterfall



    Bangli

    Bali yang biasanya identik dengan pantainya yang indah, pura, dan kekayaan budaya. Tapi tahukah traveler jika Bali juga mempunyai hidden gems air terjun yang asri nan eksotis?

    Salah satu destinasi air terjun terbaik di Bali adalah air terjun Goa Rajo. Air terjun itu terletak di Kabupaten Bangli.

    Nama Goa Rajo yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “Goa Raja” karena air terjun yang satu ini terletak di dalam gua.

    Goa Rajo waterfall berlokasi di Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali. Traveler diperbolehkan memasuki area air terjun mulai pukul 08.00-18.00 WITA.

    Air terjun Goa Rajo di Bangli, BaliAir terjun Goa Rajo di Bangli, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Untuk sampai ke Goa Rajo waterfall, traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari area parkir, traveler akan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sebelum mengeksplor keindahan Goa Raja waterfall, jangan lupa membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000 per orangnya.

    Gua Rajo tergolong air terjun yang hidden gem. Dari loket pembelian tiket, traveler akan berjalan kaki sejauh sekitar 700 meter atau dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit untuk sampai ke air terjun utama.

    Traveler akan menuruni beberapa anak tangga dan jalan setapak yang kanan-kirinya ada pepohonan yang asri. Sepanjang jalur, traveler akan dibuat takjub dengan pemandangan sungai-sungai kecil, jembatan kayu, dan bebatuan.


    Air terjun Goa Rajo di Bangli, BaliAir terjun Goa Rajo di Bangli, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Di pertengahan jalan, traveler juga akan menemukan Candi Tebing, sebuah candi kecil yang disucikan oleh masyarakat sekitar. Setelah berjalan sekitar 10-15 menit, maka rasa lelah akan terbayar lunas. Traveler akan melihat langsung keindahan air terjun setinggi 55 meter dengan aliran airnya yang deras.

    Penasaran apa saja daya tarik hingga tips berlibur ke Gua Rajo waterfall?

    Berikut daya tarik dan tips saat berkunjung ke air terjun Gua Rajo:

    Daya Tarik Goa Rajo Waterfall

    1. Air Terjun di Dalam Goa

    Air terjun ini terletak di dalam goa yang menjadikannya sangat eksotis dan unik. Ketinggiannya yang menciptakan gemuruh air yang menyenangkan, bersama dengan pencahayaan alami yang berkilauan dari atas, menciptakan suasana yang menakjubkan bagi pengunjung.

    2. Spot Foto Bebatuan yang Ikonik

    Tak jauh air terjun, terdapat bebatuan besar yang unik dan ikonik. Traveler bisa naik ke atas batu dan mengabadikan momen dengan latar belakang air terjun yang eksotis.

    Dengan cahaya alami yang masuk dari atas goa, bebatuan ini menciptakan bayangan-bayangan menarik dan kontras yang sempurna untuk spot foto instagramable.

    “Aku pertama kali ke sini. Air terjunnya unik, karena letaknya di dalam goa. Asri dan cantik banget. Di sekitarnya juga ada bebatuan besar, banyak yang foto di sana, termasuk aku,” ujar salah satu pengunjung, Indah Cahyani.

    3. Kolam Alami yang Menyegarkan

    Traveler yang tak ingin mandi di bawah air terjun, Goa Rajo waterfall memiliki dua buah kolam alami yang airnya tak kalah segar.

    Di pinggir kolam traveler juga akan menemukan satu air terjun mini yang debit airnya tidak terlalu deras. Pinggiran kolam juga terbuat dari batu alam, komplit dengan beberapa bebatuan besar. Menambah kesan alaminya. Kolam alami ini juga menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto.

    “Yang aku suka dari air terjun ini karena ada kolam alaminya. Jadi kita punya pilihan mau bermain di sekitar air terjun atau di kolam alami ini. Kolamnya juga nggak kalah cantik dan airnya seger,” kata Indah.

    Tips Berkunjung ke Goa Rajo Waterfall

    Jika traveler sudah berminat untuk berkunjung ke air terjun yang satu ini. detikTravel memberikan beberapa tips yang bisa traveler terapkan.

    1. Persiapkan Perlengkapan yang Tepat

    Pastikan untuk membawa perlengkapan yang sesuai untuk perjalanan ke air terjun, seperti alas kaki yang nyaman dan tahan air, pakaian yang cocok untuk aktivitas outdoor, serta perlindungan dari sinar matahari seperti topi dan tabir surya.

    2. Perhatikan Cuaca

    Sebelum pergi, periksa ramalan cuaca untuk daerah Bangli. Jika cuaca buruk atau hujan deras, pertimbangkan untuk menunda kunjungan traveler karena jalan menuju air terjun bisa menjadi licin dan berbahaya. Debit air pun akan meningkat saat hujan turun.

    3. Perhatikan Keselamatan

    Ikuti petunjuk keselamatan yang ada di sekitar air terjun. Jangan memanjat tebing atau melakukan aktivitas berisiko lainnya yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain.

    4. Bersiaplah untuk Trekking

    Goa Rajo waterfall membutuhkan sedikit perjalanan trekking untuk mencapainya. Pastikan traveler dalam kondisi fisik yang cukup baik untuk melakukan perjalanan ini.

    5. Jangan Lupa Kamera

    Pastikan untuk membawa kamera atau ponsel untuk mengabadikan momen-momen indah selama perjalanan traveler ke Goa Rajo waterfall.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tertinggi di Asia Tenggara-Tahan Gempa



    Badung

    Tahukah kamu, bahwa jembatan tertinggi se-Asia Tenggara ada di Bali? Berikut fakta-fakta menarik dari Jembatan Tukad Bangkung di Badung:

    Terletak di Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, jembatan ini berada di antara dua bukit, sehingga jembatan berfungsi sebagai penghubung antara daerah di ketinggian bukit tersebut.

    Adapun daerah yang terhubung oleh jembatan ini yaitu Kabupaten Badung, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Bangli. Tentunya jembatan ini penting bagi ketiga warga kabupaten itu.


    Jembatan Tertinggi di Asia Tenggara

    Jembatan Tukad Bangkung diklaim sebagai jembatan tertinggi di Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan pilar tertinggi jembatan ini mencapai 71,14 meter dengan pondasi pilar jembatan yaitu 41 meter di bawah tanah.

    Pembangunan jembatan ini dimulai sejak 2001 dengan panjang jembatan mencapai 360 meter dengan lebar 9,6 meter. Jembatan Tukad Bangkung memangkas jarak sepanjang 6 kilometer (km), dengan tujuan menggantikan jembatan lama yang letaknya berada 500 meter di arah selatan jembatan baru ini.

    Pada 28 April 2007, jembatan ini kemudian diresmikan penggunaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Biaya Pembangunan jembatan ini mencapai Rp 49 miliar dengan menggunakan sistem multiyears yang berasal dari dana APBD Provinsi Bali.

    Fakta Menarik Jembatan Tukad Bangkung

    Jembatan Tukad Bangkung memiliki keistimewaan yaitu selain menjadi jembatan tertinggi, jembatan ini juga sangat kokoh. Menggunakan teknologi balanced cantilever, jembatan ini diperkirakan dapat dipakai hingga mencapai 100 tahun lamanya.

    Kokohnya jembatan ini dapat dilihat dengan konstruksi bangunan yang merupakan konstruksi tahan gempa dengan kekuatan sebesar 7 Skala Richter.

    Masyarakat yang melewati jembatan ini juga dapat menyaksikan keindahan alam sebab dibangun tanpa menggunakan atap. Jembatan Tukad Bangkung juga menyediakan area parkir sehingga untuk masyarakat yang datang berkunjung.

    Bahkan saat ini sudah tersedia banyak warung-warung yang menjual berbagai makanan dan minuman, sehingga wisatawan tidak perlu khawatir kelaparan selama singgah di sana.

    Perawatan Infrastruktur Jembatan

    Pemerintah Provinsi Bali secara aktif melakukan perawatan terhadap kondisi jembatan ini. Pada November 2020, pemerintah telah melakukan perbaikan pada pembatas trails yang ada pada bagian besi pembatas jembatan dan kini menggunakan besi hollow.

    Pengecatan ulang untuk menghilangkan kesan kusam pada jembatan ini juga turut serta dilakukan. Ini menjadi salah satu upaya juga yang dilakukan untuk menghilangkan coretan-coretan akibat aksi vandalisme.

    Cara Menuju ke Jembatan Tukad Bangkung

    Jika Anda ingin berkunjung atau sekadar melewati Jembatan Tukad Bangkung, perjalanan Anda akan memakan waktu sekitar 80 menit dari Ngurah Rai atau sejauh 56 km dari Kota Denpasar.

    Di sekitar jembatan juga terdapat wisata menarik lainnya. Sekitar 5 km dari jembatan Anda bisa bertemu dengan Air Terjun Nungnung. Dengan ketinggian air sekitar 70 meter dengan debit air yang cukup besar menjadikan air terjun ini menjadi tempat wisata yang sangat cocok untuk dikunjungi.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Akasa Specialty Coffee, Tempat Ngopi di Atas Awan dengan View Gunung Batur



    Kintamani

    Satu lagi tempat ngopi yang estetik di daerah Kintamani, Bangli. Di tempat ini, traveler bisa menyeruput segelas kopi dengan bonus pemandangan awan bergumpal-gumpal dan Gunung Batur. Cantik banget!

    Lagi berlibur di daerah Kintamani, traveler wajib menyambangi kafe estetik yang jadi primadona warlok Bali. Namanya Akasa Specialty Coffee. Berlokasi di Jalan Raya Penelokan No.777, Batur Tengah, Kintamani, Bangli.

    Putu Martawan, operasional sekaligus executive chef Akasa Specialty Coffee, menyebut nama kafe itu terinspirasi dari nama anak dari sang owner, yakni Akasa. Kafe itu mulai beroperasi sejak 27 Maret 2019 atau sebelum pandemi.

    Anita, owner Akasa, mempelajari berbagai hal tentang kopi dari sang nenek.

    Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    “Akasa berdiri sejak 27 Maret 2020. Berdiri atas dasar inspirasi owner dari sang nenek yang merupakan pengepul kopi. Akhirnya, owner belajar tentang kopi dan mencoba peruntungan membuka coffee shop di Kintamani. Menggunakan nama sang anak, yaitu Akasa,” kata Martawan.

    Akasa menjadi salah dua coffee shop pertama di daerah Kintamani. Martawan menyebut Akasa menjadi salah satu kafe unik yang berada di kawasan Kintamani. Bahkan banyak pengunjung yang kaget dengan kecantikan interior Akasa.


    Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Kecantikan interior dengan pemandangan lautan awan dan Gunung Batur yang memukau membuat Akasa sempat viral di sosial media. Martawan menyebut, saat viral Akasa melakukan pelebaran kapasitas dan menambah beberapa spot estetik.

    Inspirasi desain interior Akasa yang unik mengangkat konsep perpaduan antara warna terakota dan hitam yang menghadirkan atmosfer yang nyaman dan cozy bagi para pengunjungnya. Beberapa spot unik yang bisa traveler temukan seperti spot sangkar burung hingga jembatan kaca dengan latar belakang Gunung Batur.

    “Tempat yang jadi rebutan saat ini itu tempat duduk yang dekat dengan jembatan kaca. Karena dari sini pengunjung langsung bisa dapet pemandangan Gunung Batur plus spot foto estetik,” ujar Martawan.

    Akasa Specialty Coffee buka mulai pukul 05.30 hingga 19.00 WITA saat weekdays dan 05.30 hingga 20.00 WITA saat weekend. Karena menjadi spot yang oke untuk berburu sunrise, Martawan menyebut, Akasa sudah dipadati pengunjung sejak pukul 05.00 WITA.

    Tak hanya menikmati keindahan sunrise di pagi hari. Martawan menyebut dari Akasa traveler juga bisa menikmati keindahan sunset, melihat perubahan warna langit dan turunnya lautan awan di daerah Kintamani.

    “Rata-rata orang kesini untuk sunrise, tapi jarang orang tau kalau dari Akasa juga bisa menikmati keindahan sunset. Perubahan warna langit dan turunnya awan hingga menutup Gunung Batur,” katanya.

    Menu Akasa Specialty Coffee sudah tak perlu diragukan lagi. Menurut Martawan Akasa selalu melakukan pembaharuan menu setiap empat hingga lima bulan, untuk mengikuti trend pasar. Jika berkunjung, traveler wajib mencoba beberapa menu favorit pengunjung, seperti Nasi Bakar Pindang Sambal Bongkot dan Crispy Chicken Chili Paste. Harga menu makanan di Akasa berkisar antara Rp 38 ribu hingga Rp 85 ribu.

    Untuk menu kopi, Akasa menggunakan 100% arabika dengan konsep “from farm to cup”. Traveler wajib mencoba perpaduan coffee dengan sari buah. Signature menu Akasa, seperti Sunkissed coffee hingga stromso. Harga menu minuman di Akasa berkisar antara Rp 19 ribu hingga Rp 59 ribu.

    Akasa Speciality Coffee menjadi salah satu tempat yang wajib traveler kunjungi jika ingin menjauh dari hiruk pikuk perkotaan. Menghadirkan konsep “Second Home”, Akasa memberikan kenyamanan, dengan bonus view lautan awan dan Gunung Batur yang cantik. Jika traveler kedinginan, Akasa sudah menyediakan selimut. Semua tempat duduknya pun sudah dilengkapi dengan sofa, sehingga membuat ngopimu semakin nyaman.

    Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Martawan mengungkap Akasa tak memberlakukan sistem reservasi atau booking, melainkan sistem first come first service. Setiap harinya, Akasa Speciality Coffee bisa dikunjungi 150 hingga 175 pengunjung dan meningkat dua kali lihat saat weekend atau hari libur.

    Beberapa fasilitas yang disediakan oleh Akasa Speciality Coffee yang dapat traveler nikmati seperti parkir yang luas hingga toilet estetik dengan view gunung.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kengerian Mendatangi Bangunan Kosong di Rumah Hantu Bali, Berani?



    Badung

    Bali tak cuma punya pantai saja. Buat traveler yang punya nyali lebih, saatnya mengujinya dengan mendatangi bangunan kosong di Rumah Hantu Bali. Berani?

    Sensasi horor menjelajahi bangunan kosong di Rumah Hantu Bali ternyata banyak digemari wisatawan saat libur sekolah atau akhir pekan.

    Wahana rumah hantu yang buka sejak Kamis (6/6) itu memang menawarkan kengerian menjelajah gedung kosong di Jalan Raya Kuta nomor 11, Badung, Bali.


    “Ini memang bangunan terbengkalai sejak 10 tahun lalu. Bekas toko sepatu ini,” kata Media Relation Rumah Hantu Bali Gita Rosmayanti, Minggu (16/6).

    Tim detikBali sempat menjajal wahana menjelajah bangunan bekas toko sepatu itu. Baru masuk, aura aneh langsung menyergap dan membuat bulu kuduk berdiri.

    Antusiasme pengunjung saat menunggu giliran masuk ke Rumah Hantu Bali, Kuta, Badung, Minggu (16/6/2024). (Aryo Mahendro/detikBali)Antusiasme pengunjung saat menunggu giliran masuk ke Rumah Hantu Bali, Kuta, Badung (Aryo Mahendro/detikBali)

    Kondisi khas bangunan kosong yang kumuh, menambah sensasi keangkeran di wahana itu. Aura mistis semakin terasa saat semakin jauh melangkah memasuki tiap ruangan.

    Entah muncul dari mana, para hantu lalu menyambut dengan keramahan khas alam lain. Dengan suara melengking, mereka mengajak siapapun yang datang untuk tinggal selamanya di dalam bangunan kosong itu.

    “Tiap hari hantunya berbeda. Tergantung temanya. Kalau hari ini temanya suster ngesot,” kata Gita.

    Gita mengatakan Rumah Hantu Bali buka setiap hari mulai pukul 13.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita. Ada dua wahana yang ditawarkan, yaitu wahana menjelajah bangunan kosong dan simulator mobil hantu.

    Harga tiket masuk per wahana hanya Rp 35 ribu saja untuk pengunjung lokal. Sedangkan untuk turis asing, harga tiket masuknya Rp 75 ribu per wahana.

    “Kami menarget turis lokal dan asing karena di Kuta. (Rumah Hantu Bali) untuk semua usia. Anak-anak juga boleh, asal berani saja,” katanya.

    Antusiasme pengunjung saat menunggu giliran masuk ke Rumah Hantu Bali, Kuta, Badung, Minggu (16/6/2024). (Aryo Mahendro/detikBali)Rumah Hantu Bali (Aryo Mahendro/detikBali)

    Ayu Cahya (16), warga Kuta, sempat menjajal wahana simulator mobil hantu. Namun, dirinya tak bertahan lama. Saking takutnya, dia terpaksa menyudahi wahana simulator lebih awal.

    “Sudah nggak kuat. Ketakutan. Pengen nonjok hantunya,” kata Ayu.

    Dia mengaku suka dengan wahana rumah hantu. Namun, baru kali pertama dirinya mencoba simulator mobil hantu itu.

    Setali tiga uang, Diana Blensiska (26), wisatawan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menuturkan baru kali pertama menguji nyali di Rumah Hantu Bali. Karena baru kali pertama, ia tidak dapat membendung rasa takutnya.

    “Masih gemetaran. Tapi, jantung masih aman,” kata Diana berseloroh.

    Menurutnya, Rumah Hantu Bali yang memanfaatkan aura gedung kosong jadi sumber kengerian. Ditambah, sosok para hantu yang seolah tidak ingin lepas darinya.

    “Auranya seperti bikin merinding. Tapi, memang bangunannya terbengkalai, jadi auranya serem,” katanya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pabrik Kata-Kata Joger, Tempat ‘Tolah-Toleh’ Nyentrik Khas Bali, Sejak 1981



    Jakarta

    Pabrik Kata-Kata Joger menjadi salah satu tempat tolah-toleh yang menjadi primadona wisatawan untuk berbelanja. Ya, bukan gocekan, tempat itu betul-betul pusat tolah-toleh.

    “Kami menamakan Joger bukan sebagai pusat oleh-oleh, tapi pusat tolah-toleh,” kata Mr Joger kemudian tertawa.

    Mr Joger adalah salah satu pendiri Pabrik Kata-Kata Joger. Dia berduet dengan Mr Gerhard Seeger.


    Nama Joger diambil dari gabungan si pemilik, yakni Jo dari nama Joseph Theodorus Wulianadi, yang merupakan Mr Joger itu, dan Ger dari nama Mr. Gerhard Seeger.

    “Awalnya toko ini bernama Art & Batik Shop, tapi karena saya suka ngomong, akhirnya saya ubah namanya menjadi Pabrik Kata-Kata Joger. Jadi sekitar tahun 1987 sudah pakai nama itu di T-shirtnya,” kata Mr Joger.

    Pabrik Kata-Kata Joger itu bermula dari sebuah toko di Jalan Sulawesi No. 37Denpasar dengan nama Art & Batik Shop. Kini, Pabrik Kata-Kata Joger berusia 43 tahun pada 2024 ini. Toko oleh-oleh itu didirikan pada 19 Januari 1981.

    “Joger itu sebagai Pabrik Kata-Kata, nanti kata-kata itu akan ditaruh di media macam-macam, contohnya seperti kaos,” kata dia.

    Pabrik Kata-Kata Joger, salat satu pusat oleh-oleh di BaliPabrik Kata-Kata Joger, salat satu pusat oleh-oleh di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Seiring berjalannya waktu, Joger terus berkembang dan menjadi salah satu sentra oleh-oleh nyentrik khas Pulau Dewata. Traveler bisa menemukan Joger di dua lokasi, yakni di Jalan Raya Kuta dan Teman (Tempat Ternyaman) Joger yang berlokasi di Jalan Raya Denpasar-Bedugul KM 37,5.

    “Kedua toko Joger menawarkan produk yang sama. Hanya perbedaanya kalau di Teman Joger (Toko Joger di daerah Luwus) itu memiliki lahan parkir yang lebih luas, sehingga cocok untuk pengunjung yang datang dengan rombongan,” ujar Mr Joger.

    “Good morning, selamat pagi” sapaan khas yang akan traveler dengan ketika memasuki toko Joger. Sapaan ini dicetuskan langsung oleh Mr. Joger sejak 1981. Traveler yang datang pada siang atau sore hari akan tetap mendengar sapaan yang sama. Lucu ya!

    Tak hanya disambut dengan sapaan yang unik, traveler juga akan mendapati beberapa kata-kata unik dan nyentrik di tembok Joger. “Di tembok itu juga kita tuangkan kata-katanya, jadi di tembok kita banyak kata-kata macem-macem. Tentu itu menarik orang,” ujarnya.

    Toko Joger memiliki dua bagian. Bagian pertama yang terletak di depan, menawarkan oleh-oleh kerajinan khas Bali. Pada bagian ini traveler akan menemukan sandal, gantungan kunci, hiasan, dan berbagai oleh-oleh yang terbuat dari kayu.

    Memasuki bagian kedua yang terletak di lantai 2, traveler akan melewati sebuah kolam ikan. Di bagian kedua ini traveler bisa memborong berbagai barang fashion khas Joger. Seperti topi, celana, kaos, jam tangan, dan masih banyak lagi.

    Interior ruangan pun dibuat estetik sehingga tak jarang pengunjung menjadikan beberapa lokasi sebagai tempat berburu foto instagramable. Mr. Joger menuturkan ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, menggembirakan, memuaskan, menyehatkan, dan membahagiakan untuk pengunjung yang datang ke Joger.

    Masuk ke Pusat Kata-Kata Joger, traveler tak perlu khawatir kantong bolong. Harga barang Joger relatif terjangkau. Dengan uang 5 ribu rupiah, traveler sudah bisa membawa pulang oleh-oleh gelang dan gantungan kunci.

    Untuk kaos khas Joger yang sudah dihiasi dengan berbagai tulisan nyentrik dan menggelitik dibanderol sekitar Rp 96.000 hingga Rp 125.000 dengan berbagai ukuran. Hanya di Joger saja traveler bisa menemukan jam tangan mundur, yang jarum jamnya bergerak ke kiri. Unik ya!

    Pabrik Kata-Kata Joger Bali buka setiap hari mulai pukul 10.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA. Menurut Mr. Joger, pabrik kata-kata ini bisa dikunjungi sekitar 3.000 pengunjung.

    Toko nyentrik ini hanya memiliki cabang di Bali loh! Jadi, kapan traveler akan berburu kaos khas Joger? Siap-siap tertawa saat membaca kata-katanya.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nonton Tari Kecak-Mobil Klasik di Pantai Kuta



    Badung

    Traveler yang liburan ke Bali kini bisa menikmati atraksi baru, yaitu nonton tari kecak di pinggir pantai Kuta dan lihat deretan mobil klasik.

    Masa liburan telah tiba, banyak orang yang memanfaatkan momen ini untuk menghabiskan waktu dengan bersantai bersama keluarga ataupun dengan teman.

    Bali masih jadi destinasi yang digandrungi. Daya tarik budaya dan keindahan alam masih jadi salah satu alasan ramainya Bali setiap musim liburan tiba.


    Sebuah pusat perbelanjaan di Kuta, Bali, yakni Discovery Mall Bali pun menghadirkan pertunjukan tari kecak secara gratis untuk traveler. Pertunjukan itu digelar persis di pinggir pantai.

    “Pada masa liburan ini, Discovery Mall Bali punya daya tariknya tersendiri untuk menarik wisatawan baik yang berasal dari domestik maupun mancanegara. Di sini diadakan pertunjukan tari kecak Bali secara gratis yang dapat ditonton oleh wisatawan,” ujar Dendi Satrio, owner Bikini Garage dan Pengurus Bidang Sosial PPMKI Bali, Selasa (25/6/2024).

    Pertunjukan tari Kecak ini sengaja digelar untuk menaikkan pengunjung Discovery Mall Bali dan juga memberikan manfaat dengan skala lebih besar bagi Bali dan bagi Indonesia.

    “Diadakannya event ini selain untuk menarik wisatawan, juga ditujukan untuk menaikkan taraf pariwisata di Bali, sehingga akan lebih banyak usaha-usaha lokal yang maju di sini. Ke depannya diharapkan taraf pariwisata se-Indonesia juga dapat berkembang secara pesat. Selain itu, kita juga bisa mengenalkan budaya nusantara terutama budaya Bali kepada wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” kata Dendi.

    Discovery Mall Kuta BaliPertunjukan tari Kecak di Discovery Mall Kuta Bali Foto: (dok. Istimewa)

    Selain pertunjukan tari kecak, ada satu lagi atraksi di dalam Discovery Park Kuta Bali yaitu Discovery Park Kebon Vintage atau disingkat DKV.

    DKV ini berkonsep taman vintage yang dapat membawa pengunjung merasakan vibes-vibes masa lalu. Kebon vintage di Discovery Park Bali ini masih dalam tahap persiapan.

    Rencananya, di dalam DKV tersebut akan terdapat berbagai barang-barang kuno dan antik mobil-mobil kuno koleksi dari Jos Dharmawan selaku pemilik Kebon Vintage Car Bali.

    DKV ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung ke Discovery Park Kuta Bali, baik pengunjung domestik maupun internasional.

    “Kami juga sangat menanti-nanti Discovery Park Kebon Vintage yang sekarang dalam tahap persiapan. Adanya DKV ini bisa membuat kita para pengunjung merasakan dunia yang bertemakan zaman dahulu. Semoga langkah baru ini menarik pencinta mobil klasik dan unik untuk menikmatinya,” pungkasnya.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Desa Wisata Taro, Desa Kuno di Gianyar, Bali



    Gianyar

    Desa Wisata Taro merupakan desa kuno di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Budaya dan tradisi masih terjaga.

    Desa Taro hanya berjarak sekitar dua jam dari Denpasar. Desa itu berada di ketinggian 600-750 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang membuat udaranya sejuk.

    Desa Taro adalah pemukiman yang dirintis oleh Rsi Maharsi Markendya. Dia datang ke Bali di abad ke tujuh. Markendya merabas hutan, membangun pemukiman dan persawahan dengan sistem irigasi yang disebut subak.

    Desa Taro mendapat julukan “Bhumi Sarwa Ada” yang berarti serba ada. Julukan yang sesuai, karena desa itu memiliki berbagai kekayaan alam dan budaya yang bisa memikat hati banyak wisatawan. Bagi Rsi Markandya, desa itu juga memuliki segala hal yang diinginkan dan dibutuhkan saat dia membangun mendirikan kawasan itu. Tanah subur, air melimpah, udara sejuk, alam yang indah, dll.


    Selain itu, desa tersebut dijuluki Pusering Jagat atau pusat semesta.

    Sejak 2017, Desa Taro telah menjadi desa wisata. Melalui pondasi Tri Hita Karana, yaitu menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, Desa Wisata Taro memilih tema destinasi yang berhubungan dengan alam dan spiritual.

    “Mulai tahun 2017 akhir, kita garap semua destinasi itu 2018. Pembuatan masterplan dan menggali potensi itu sudah mulai di 2017. Akhirnya 2019 sudah mulai launching destinasi wisata,” ujar I Wayan Gede Ardika, pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro.

    Mengusung konsep ‘Eco Spiritual Destination’, Desa Taro menyajikan berbagai destinasi alam dan spiritual yang menjadi keunikan dan warisan budaya masyarakat setempat. Perpaduan antara tradisi spiritual dan keindahan alam akan membuat siapapun terpikat.

    “Kami ingin membangun konsep desa wisata yang berkelanjutan, sehingga mengusung konsep ‘Eco Spiritual Destination’. Kami menginginkan semuanya masih lestari dan menjadi warisan turun temurun, pariwisata adalah bonusnya,” kata Ardika.

    Kemudian, pada 2023, Desa Taro masuk dalam daftar Programme di United Nations World Tourism Organization (UNWTO) 2023.

    4 destinasi wisata unggulan yang wajib traveler kunjungi di Desa Taro yang antara lain:

    1. Pura Agung Gunung Raung

    Pura Agung Gunung Raung merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat yang ada di Bali. Keberadaan pura ini sangat erat kaitannya dengan perjalanan suci Rsi Markendya. Pura Agung Gunung Raung memiliki keunikan tersendiri, dimana umumnya persembahyangan menghadap ke timur, namun di pura ini persembahyangan menghadap ke arah barat

    2. Konservasi Lembu Putih

    Desa Taro adalah satu-satunya desa di Bali yang memiliki taman konservasi lembu putih, satwa yang dihormati dan disucikan. Lembu Putih dipercaya sebagai hewan suci sekaligus sebagai kendaraan Dewa Siwa.

    Lembu Putih yang ada di Desa Taro dirawat dan dikonservasi untuk menjaga kelestariannya, karena sering digunakan dalam upacara agama.

    3. The Fireflies Garden

    The Fireflies Garden merupakan kawasan penangkaran kunang-kunang yang dikelola oleh Desa Taro. Di sini traveler bisa menemukan banyak kunang-kunang yang cantik.

    Terletak di sekitar persawahan dengan udara dan air yang bersih membuat kunang-kunang mampu tumbuh dan berkembang di sini. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah di sore hingga malam hari.

    4. Semara Ratih Delodsema Village

    Semara Ratih Delodsema Village adalah sebuah restoran berkonsep alami yang sudah dibuka sejak 2020. Semara Ratih Delodsema Village menawarkan sensasi bersantap di tengah bentang alam yang cantik, ditemani gemericik air sungai.

    Tak jauh dari restoran, traveler juga bisa menemukan sebuah mata air suci yang dapat digunakan untuk melukat.

    Tak hanya menawarkan berbagai destinasi menarik. Desa Wisata Taro juga menawarkan beberapa paket aktivitas wisata yang bisa traveler coba.

    Berikut paket wisata di Desa Taro

    1. Paket Tirta Yatra

    Paket Tirta Yatra menawarkan traveler untuk mengunjungi situs-situs tonggak perjalanan suci Ida Maharsi Markandya pada abad ke-7. Paket ini akan mengajak traveler untuk melukat di Semara Ratih, mengunjungi Pura Agung Gunung Raung, Pura Sanghyang Tegal, dan Duwe Lembu Putih.

    Dengan membayar harga Rp 300.000 per orang, sudah termasuk banten, sari Jro Mangku, punia, pemandu wisata, nasi yasa, dan coffee break. Traveler juga bisa memilih lokasi untuk bersantap, mulai dari Semara Ratih hingga di Taman Lembu Putih.

    2. Paket Desa Wisata

    Paket wisata ini akan mengajak traveler untuk mengunjungi beberapa Objek Wisata yang menjadi ikon Desa Wisata Taro dan Sharing Session Bersama Pokdarwis Desa Wisata Taro. Dengan membayar harga Rp 195.000 per orang, traveler akan diajak ke beberapa objek wisata pilihan, coffee break, makan siang, dan sharing session.

    3. Paket Studi Banding

    Paket studi banding ini akan mengajak traveler untuk berkunjung ke pengelolaan sampah yang diaplikasikan menjadi pertanian organik di Desa Taro. Untuk mencoba paket ini traveler dikenakan harga sebesar Rp 195.000 per orang.

    Traveler akan mendapatkan berbagai fasilitas menarik, seperti coffee break sebanyak 2 kali, berkunjung ke fasilitas pengelolaan material & kebun organik desa taro, makan siang, dan sharing session.

    4. Paket Cycling Desa Taro

    Desa Taro juga menawarkan paket cycling yang mengajak traveler untuk bersepeda melewati daerah pertanian, pemukiman warga, hingga beberapa destinasi wisata yang menjadi ikon Desa Taro.

    Traveler bisa memilih tiga jenis paket cycling, yaitu paket 1, 2, dan 3 dengan harga Rp 250.000 per orang dan minimal 5 orang. Setiap paket memiliki rute yang berbeda-beda, jadi pastikan memilih paket yang sesuai ya traveler!

    5. Paket Trekking Desa Taro

    Paket Trekking Desa Taro mengajak traveler untuk jalan-jalan berkeliling Desa Taro, mulai dari pemukiman penduduk, hingga ke objek wisata yang menjadi ikon desa ini. Traveler bisa memilih tiga jenis paket trekking, yaitu paket 1 dan 2 dengan harga Rp 250.000 per orang dan minimal 5 orang.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Lembu Putih Hewan Sakral di Desa Taro, Tidak Disembelih, Tidak Diperjualbelikan



    Gianyar

    Lembu putih menjadi salah satu warisan sejarah yang ada di Desa Taro. Hewan itu dianggap sebagai ‘duwe’ dan disucikan oleh masyarakat setempat.

    Desa Taro adalah salah satu desa wisata di Pulau Dewata yang berprinsip ‘An Eco Spiritual Destination’. Dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, Desa Wisata Taro memiliki banyak kawasan konservasi.

    Salah satunya adalah Konservasi Lembu Putih, lembu itu sangat disakralkan oleh masyarakat Desa Taro. Keberadaan Lembu Putih itu dikaitkan dengan kedatangan Ida Maha Rsi Markandeya di abad ke tujuh. Dia pendiri Desa Taro.

    “Dahulu lembu putih itu dilepas di Desa Taro, bisa masuk ke rumah warga. Tapi tahun 2011 sudah mulai kita konservasi karena banyak yang ke desa tetangga, jadi agar lebih mudah memantau jumlahnya akhirnya kita konservasi,” kata I Wayan Gede Ardika, pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro.

    Lembu putih itu disucikan oleh masyarakat setempat sebagai simbolisasi kehadiran Dewa Siwa. Lembu putih dipercaya sebagai kendaraan suci Dewa Siwa.

    Uniknya lagi, di Desa Taro, lembu putih betina dipanggil Ida Ayu dan yang jantan dipanggil dengan Ida Bagus. Saat ini, terdapat 56 ekor lembu putih yang dikonservasi oleh Desa Taro.

    “Kawasan konservasi lembu putih itu tahun 2019 sudah dikembangkan jadi objek wisata. Di Desa Taro sudah ada 56 ekor lembu putih. Biasanya kalau ada yang mati pasti juga ada yang lahir. Kalau yang betina itu dipanggil Ida Ayu dan yang jantan dipanggil Ida Bagus,” kata Ardika.

    Menurut Ardika, lembu putih yang ada di Desa Taro tidak boleh disembelih, tidak boleh diperjualbelikan, dan tidak boleh dikonsumsi. Lembu putih yang dikonservasi hanya khusus untuk upacara keagamaan seperti Mepurwa Daksina dan Memineh Empehan Lembu.

    Di kawasan konservasi lembu putih juga terdapat konservasi beberapa tanaman obat dan tanaman yang biasa digunakan untuk kegiatan upacara agama Hindu.


    “Kita juga melakukan konservasi untuk tanaman obat, tanaman langka, dan tanaman upacara. Ada juga konservasi berbagai jenis pisang,” kata dia.

    Tidak hanya lembu putihnya yang disakralkan, tetapi beberapa unsur hewan ini seperti kotoran, urin, susu, dan air mata lembu putih itu disakralkan. Hasil dari lembu putih itu dijadikan sarana upacara maupun terapi pengobatan herbal/non medis.

    Lembu putih di Desa Wisata Taro, Gianyar, BaliLembu putih di Desa Wisata Taro, Gianyar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    “Kita punya produk Bio Taro, yaitu produk olahan dari kotoran lembu putih, bisa digunakan untuk pupuk atau pestisida alami. Kita ada produk biogas dari kotoran lembu putih juga, ada briket yang digunakan untuk pupuk,” kata Ardika.

    Traveler yang sedang berkunjung ke Desa Wisata Taro wajib mencoba berkunjung ke kawasan konservasi yang satu ini. Terdapat beberapa aktivitas menarik, seperti perkemahan, memberi makan Lembu Putih, outbound, dan outing. Terdapat juga wisata edukasi berbagai jenis tanaman.

    Selain itu, juga terdapat taman ruang terbuka hijau yang sangat luas dan asri serta areal bermain anak-anak, bale bengong dan wantilan serbaguna. Untuk masuk ke kawasan konservasi ini, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 per orangnya.

    Jika traveler tertarik untuk outbound, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 150.000 per orang, sudah termasuk pemandu, makan siang, dan berbagai peralatan lainnya.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com