Tag: Bali

  • Speechless! Indahnya Bali dari Lantai 23 Patung Garuda Wisnu Kencana



    Badung

    Setelah melalui proses pembangunan selama 28 tahun, Patung Garuda Wisnu Kencana atau GWK diresmikan. Pengunjung diperkenankan masuk ke lantai 9 dan 23 dan bisa menatap Pulau Bali dari ketinggian.

    Patung GWK boleh dibilang menjadi bangunan termegah di Pulau Dewata. Berlokasi di kawasan Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 September 2018.

    Patung GWK memiliki tinggi sekitar 122 meter dengan lebar 66 meter. Patung itu merupakan mahakarya dari seniman patung asal Bali, I Nyoman Nuarta.

    Keindahan dan kemegahan Patung GWK biasanya dinikmati oleh pengunjung hanya dari luar saja. Menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto dan membuat video.

    Namun, pengalaman tak berakhir di sana. Kini traveler berkesempatan untuk masuk ke patung setinggi 122 meter dan menikmati keindahan Pulau Dewata dari ketinggian. Naik ke lantai 9 dan lantai 23 adalah aktivitas eksklusif yang tak boleh traveler lewatkan.

    Pemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di BaliPemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    “Saat ini pengunjung yang datang sudah bisa masuk ke lantai 9 dan lantai 23. Di dua lantai tersebut sudah banyak konten mengenaiGWK dan bisa diakses menggunakan lift,” kata Operation DirectorGWK Cultural ParkStefanusYonathanAstayasa.


    Memasuki Patung GWK, traveler akan disambut dengan beberapa ogoh-ogoh mini yang dipajang di sisi kanan dan kiri. Untuk naik ke lantai 9 dan 23 traveler wajib menggunakan lift. Tak perlu khawatir, selama tour di dalam patung traveler akan ditemani oleh 1 orang pemandu.

    Untuk masuk ke lantai 9 hanya bisa dibatasi maksimal 30 orang, karena ruangan yang sempit dan demi keselamatan pengunjung.

    Nah, sesampainya di lantai 9, traveler akan disuguhkan berbagai konten menarik tentang proses pembangunan Patung GWK, mulai dari proses ground breaking hingga proses peresmian Patung GWK. Konten yang disajikan juga sangat interaktif, berupa video animasi hingga gambar 3 dimensi.

    Di sini traveler juga akan melihat bagaimana rancangan bangunan dari patung GWK. Bahkan traveler juga bisa menemukan sampel kulit patung GWK dan merasakan teksturnya. Di ujung lorong, traveler juga akan menemukan TV kecil yang menyajikan video animasi tentang GWK Cultural Park.

    Menuju ke lantai 23, traveler akan menggunakan lift berbahan tembus pandang. Dari dalam lift traveler bisa melihat bagaimana struktur dan rangka-rangka baja Patung GWK. Keren banget!

    Setibanya di lantai 23, traveler akan dibuat semakin takjub dengan pemandangan yang disajikan. Terdapat banyak galeri pandang yang dapat traveler gunakan untuk melihat pemandangan Pulau Bali dari berbagai sisi. Galeri pandang ini berada di bagian sayap patung GWK.

    Pemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di BaliPemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Tak hanya itu, di sini traveler akan menemukan beberapa lantai yang diganti dengan kaca, sehingga pengunjung bisa melihat berbagai rangka baja yang ada di dalam bangunan Patung GWK. Traveler juga bisa mengabadikan momen di dalam patung GWK dengan berfoto.

    Jadi, tertarik untuk masuk ke dalam patung tertinggi keempat di dunia ini? Traveler bisa langsung memesan tiket ultimate seharga Rp 300.000/orang. Jangan lewatkan kesempatan istimewa ini ya!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • GWK Cultural Park Punya 15 Pertunjukan Seni, Yuk Catat Jadwalnya!



    Badung

    Selain kemegahan patung-patung raksasa, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park juga menyuguhkan pertunjukan seni dan budaya Bali. Sebanyak 15 pertunjukan khas Bali dijamin bikin terpesona. Yuk catat jadwalnya, jangan sampai ketinggalan!

    GWK Cultural Park boleh dibilang sebuah taman budaya yang menjadi interpretasi atas kekayaan budaya Bali dan menjelma dalam berbagai wujud seni patung, ritual budaya, dan beragam pertunjukan seni khas Bali.

    Berlokasi di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. GWK Cultural Park memiliki 15 pertunjukan yang spektakuler dan kental akan seni budaya Bali.

    Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa, menjelaskan terdapat 15 pertunjukan dengan mengangkat berbagai seni dan budaya Bali. Lokasinya pun beragam, ada di Amphitheater, Lotus Pond, dan Plaza Wisnu.

    “Di sini kita punya Amphitheater dengan kapasitas 800 orang untuk menyuguhkan tarian-tarian khas Bali. Jadi pengunjung yang datang nggak Cuma lihat patung saja, tapi bisa menyaksikan kesenian pali yang spektakuler,” ujar Stefanus.

    Pertunjukan kesenian Bali ada setiap hari dan setiap jam, mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA.

    Pada jam 11.00 WITA pertunjukan pertama dilakukan di Amphitheater, traveler bisa menyaksikan tiga pertunjukan tarian khas Bali. Ada tari Sekar Jepun, tari Kebyar Duduk, dan Topeng Kenyem Manis.

    Pada jam 12.00 WITA, di lokasi yang sama, yaitu Amphitheater traveler bisa menyaksikan kembali beberapa tarian khas Bali. Seperti tari Jauk Keras, tari Oleg Tamulilingan, dan Tari Kebyar Duduk.

    Jam 13.00 WITA, di Amphitheater traveler bisa menyaksikan dua tarian, yaitu tari Sekar Jepun dan tari Jauk Manis. Pukul 14.00 WITA terdapat dua pementasan tarian di Amphitheater, yaitu tari Topeng Monyer dan tari Jauk Manis.

    Pertunjukan terakhir di Amphitheater yaitu pada pukul 15.00 WITA terdapat dua pertunjukan, yaitu tari Oleg Tamulilingan dan tari Barong Bojog. Uniknya di akhir setiap pertunjukan, para pengunjung diberikan kesempatan untuk berfoto bersama dengan para penari.

    Beralih ke lokasi kedua, yaitu Plaza Wisnu. Pada pukul 16.00 WITA, traveler bisa menyaksikan Parade Budaya Bali dengan tajuk The Balinese Ritus. Balinese Ritus adalah sebuah pertunjukan parade yang dikemas dalam bentuk kreasi tari yang menampilkan tata cara keagamaan yang ada di Bali.

    Lokasi terakhir adalah Lotus Pond. Di sini traveler bisa menyaksikan dua pertunjukan, yaitu Joged Bumbung pada pukul 17.00 WITA dan tari Kecak pada pukul 18.00 WITA.

    Tari Joged Bumbung menampilkan dua penari yang menari secara bergantian. Tarian ini juga nantinya akan mengajak para pengunjung untuk “ngibing” atau menari bersama dengan berpasang-pasangan.

    Penutup dari pertunjukan seni di GWK Cultural Park adalah Tari Kecak yang mengisahkan tentang cerita Sang Garuda mencari Tirta Amerta sebagai ganti kebebasan Sang Ibu, Dewi Winata.

    Sembari menonton tari Kecak, traveler juga akan ditemani dengan keindahan matahari yang sudah mulai terbenam di ufuk barat. Cantik banget deh!


    Tak perlu khawatir, untuk menyaksikan semua pertunjukan seni di atas traveler tidak akan dikenakan biaya tambahan, cukup hanya membayar biaya tiket masuk. Tiket masuk mulai dari Rp 125.000/orang untuk tiket reguler, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

    Semakin penasaran dengan spektakulernya pertunjukan seni di GWK Cultural Park, yuk pesan tiketnya dan liburan kemudian. Dijamin liburanmu akan semakin berkesan!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Simak Rute Berwisata di GWK Cultural Park, Jangan Sampai Tersesat!



    Badung

    Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, sebuah taman budaya sebagai bentuk manifestasi warisan budaya Bali, bisa menjadi destinasi yang harus masuk wishlist saat ke Pulau Dewata. Dengan luas sekitar 60 hektare, cek di sini rute berkeliling GWK agar tidak buang tenaga.

    GWK Cultural Park berada di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Untuk mencapai objek wisata ini, traveler harus menempuh sekitar 12 km atau waktu tempuh sekitar 30 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

    GWK Cultural Park menyediakan parkir yang luas, jadi traveler yang membawa kendaraan pribadi tidak perlu khawatir.


    Tak hanya memiliki keunggulan dengan patung raksasa, dengan salah satunya patung GWK nan ikonik, traveler juga bisa menemukan banyak spot foto estetik.

    Patung GWK dibangun selama 28 tahun dan diresmikan pada 22 September 2018. Bahkan, sebelum patung itu benar-benar utuh area itu sudah menjadi jujugan wisatawan.

    Rute Berwisata di GWK Cultural Park

    Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) menjadi patung tertinggi ke-4 di dunia. Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya sekaligus ikon Pulau Bali itu.Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya GWK. (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom))

    Tertarik berkunjung ke GWK Cultural Park namun belum tau rute wisatanya? Jangan khawatir, berikut detikTravel merangkum rute berwisata di GWK Cultural Park.

    Sesampainya di lokasi parkir pengunjung, traveler akan dijemput dengan Shuttle Bus Gratis yang akan membawa traveler ke dua perhentian, yaitu Area Tiket Plaza Bhagawan atau Jendela Bali Restaurant.

    Traveler bisa melakukan pembelian tiket terlebih dahulu. Terdapat beberapa jenis tiket di GWK Cultural Park, yaitu Rp 125.000/orang untuk tiket regular, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

    Setelah melakukan pembelian tiket, traveler bisa langsung memulai perjalanan di GWK Cultural Park. Disambut dengan kolam air mancur bernama Tirta Amerta, sebagai pintu masuk para pengunjung.

    “Untuk pengunjung yang masuk akan disambut dengan kolam air mancur bernama Tirta Amerta, sebagai awal pintu masuk. Ini sesuai dengan kisah Garuda dan Dewa Wisnu,” kata Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa.

    Area pertama yang bisa traveler kunjungi adalah Plaza Kura-Kura. Sebuah taman kecil dengan kolam dan pepohonan yang asri, lengkap dengan hiasan patung kura-kura. Terdapat sosok Dewi Laksmi, sang dewi keberuntungan dan kesuburan di tengah kolam. Di kolam ini traveler bisa mencoba melempar koin sambil mengucapkan harapan.

    Selanjutnya, traveler bisa menaiki beberapa anak tangga untuk melanjutkan perjalanan ke Plaza Wisnu. Di sini traveler bisa menemukan sebuah Patung Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara alam semesta. Oke banget untuk jadi spot foto.

    Tak hanya itu, di sini terdapat sebuah sumber mata air abadi yang ada di Parahyangan Somaka Giri. Uniknya, meskipun berapa di daerah berkapur dan berada di ketinggian, mata air ini tak pernah surut. Konon mata air ini sudah ada jauh sebelum GWK Cultural Park berdiri.

    Sudah selesai mengagumi keajaiban sumber mata air abadi, traveler bisa melanjutkan perjalanan ke Plaza Garuda dengan menuruni beberapa anak tangga. Plaza Garuda menyajikan sebuah patung kepala Garuda yang merupakan tunggangan dari Dewa Wisnu. Ini merupakan salah satu spot foto favorit pengunjung.

    Tak jauh dari Plaza Garuda, traveler bisa menemukan bioskop mini bernama Garuda Sineloka. Di sini traveler bisa menyaksikan film animasi yang mengisahkan perjuangan Garuda Cilik untuk mendapatkan Tirta Amerta. Penayangan film dilakukan setiap jam, mulai pukul 10.30 hingga 19.30 WITA.

    Dilanjutkan dengan perjalanan menuju ke Patung GWK. Untuk sampai ke Patung GWK traveler harus berjalan kaki atau menyewa buggy. Traveler akan melewati festival park, Lotus Pond, dan Titi Banda, sebuah jembatan yang sip jadi spot foto.

    Sesampainya di Patung GWK, bagi traveler yang memiliki tiket Ultimate bisa melanjutkan perjalanan untuk mengeksplor kemegahan patung GWK dengan masuk ke lantai 9 dan lantai 23. Menikmati keindahan Bali dari ketinggian.

    Aktivitas yang wajib dilakukan di Patung GWK adalah berfoto dan membuat video di depan patung setinggi 122 meter. Terdapat dua pilihan spot foto, traveler bisa berfoto di depan patung atau di bagian kiri patung.

    Menjajal GWK Cultural Park bisa traveler tutup dengan menyaksikan berbagai macam pertunjukan seni yang dilakukan di Amphitheater, Lotus Pond, dan Plaza Wisnu. Di pintu keluar traveler juga akan menemukan Kencana Souvenirs dan ASANA Artseum. Traveler juga bisa bersantap dengan pemandangan sunset di Jendela Bali Restaurant.

    Menurut Stefanus, pengunjung rata-rata menghabiskan waktu di GWK Cultural Park selama tiga hingga empat jam untuk bisa mengeksplorasi seluruh area yang ada di taman budaya ini. Bagi traveler yang ingin berkunjung, jangan lupa luangkan waktu untuk menjelajahi setiap sudut GWK Cultural Park ya!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jangan Terlewat, Ini 5 Spot Foto Instagramable di GWK Cultural Park



    Badung

    Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park menjadi destinasi wajib jika traveler berkunjung ke Pulau Bali. Banyak spot foto instagramable.

    Bagi traveler yang sedang merencanakan liburan ke Pulau Dewata. GWK Cultural Park bisa menjadi rekomendasi destinasi wisata paket lengkap. Nggak hanya sajikan kemegahan patung, GWK Cultural Park juga tawarkan 15 pertunjukan seni dan budaya Bali.

    Terletak di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. GWK Cultural Park juga menjadi destinasi sip untuk traveler yang mencari spot foto instagramable. Mulai dari spot foto dengan latar belakang patung hingga studio foto tematik pertama di Bali.

    Berikut 5 rekomendasi spot foto instagramable yang wajib traveler coba di GWK Cultural Park.

    1. Plaza Wisnu

    Lokasi pertama adalah Plaza Wisnu. Terletak di atas bukit, untuk sampai ke sini traveler harus menaiki beberapa anak tangga. Di sini traveler akan menemukan Patung Dewa Wisnu berukuran raksasa yang dikelilingi oleh kolam.

    Patung Dewa Wisnu berukuran raksasa ini menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk berfoto. Kemegahan patung Dewa Wisnu tak jarang membuat wisatawan berdecak kagum.

    2. Plaza Garuda

    Turun dari Plaza Wisnu, traveler akan menemukan Plaza Garuda. Plaza Garuda menyajikan sebuah patung kepala Garuda yang merupakan tunggangan dari Dewa Wisnu. Melambangkan pengorbanan, kesetiaan, dan kepercayaan. Garuda, simbol bangsa Indonesia, mewakili sifat keberanian, kebijaksanaan, kekuatan, dan disiplin.

    Tak hanya sarat akan filosofi, Plaza Garuda juga sip banget nih untuk jadi spot foto. Bahkan tak jarang Patung Garuda ini menjadi latar belakang untuk foto prewedding karena keindahannya.


    3. Patung Garuda Wisnu Kencana

    Spot foto utama dari GWK Cultural Park adalah Patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 122 meter dengan lebar 66 meter. Patung GWK menjadi salah satu spot foto wajib sekaligus spot foto favorit wisatawan yang berkunjung.

    Biasanya pengunjung gemar mengabadikan momen dengan berfoto di depan megahnya Patung GWK. Bahkan di beberapa spot sudah terdapat papan petunjuk yang menandakan dimana saja spot terbaik untuk berfoto di sekitar patung GWK.

    Belum afdol jika traveler tak mencoba masuk ke patung raksasa ini. Traveler diperkenankan masuk ke lantai 9 dan lantai 23 patung GWK. Di dalamnya juga banyak spot foto estetik. Traveler bisa berfoto di atas lantai kaca yang menunjukkan rangka baja dari Patung GWK. Unik dan anti mainstream banget!

    4. Titian Garuda

    Saat ini GWK Cultural Park juga sudah memiliki satu spot baru untuk berburu foto dengan latar belakang Patung GWK. Namanya Titian Garuda. Jembatan Titian Garuda memiliki panjang 239 meter dan dapat menampung beban 500 kilogram per meter persegi.

    Jembatan Titian Garuda menghubungkan Plaza Garuda ke area patung utama GWK. Dari Titian Garuda traveler bisa mengabadikan foto dengan ketinggian yang pas, komplit bersama latar belakang Patung GWK yang megah nan cantik.

    “Kita banyak ada spot foto, tapi saat ini spot terbaik menurut saya adalah Titian Garuda. Itu menghubungkan Plaza Garuda ke Garuda Wisnu Kencana. Di tengah jembatan kita bisa berfoto dengan ketinggian yang pas dan mendapatkan view Patung GWK yang paling eksotis,” ujar Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa.

    5. ASANA Artseum Bali

    Jika sudah puas berfoto di area outdoor, traveler bisa mencoba sensasi berfoto di ASANA Artseum Bali. Salah satu galeri foto dengan lanskap yang unik, terletak di kawasan GWK Cultural Park.

    ASANA Artseum memiliki banyak galeri yang dirancang dengan gaya kreatif, setiap galeri memiliki ciri khas sendiri, mulai dari bergaya khas Bali hingga Jawa. Terdapat sekitar 20 spot foto dan sudah tersedia petugas yang membantu dalam pengambilan foto. Traveler yang ingin mencoba sensasi berfoto di ASANA Artseum dikenakan biaya mulai dari Rp 238.800.

    Sudah tau mau mencoba spot foto apa saja di GWK Cultural Park? Yuk buruan booking tiketnya dan liburan kemudian.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Tempat Wisata Murah Meriah Bali, Rekomendasi Buat Healing



    Denpasar

    Bali tak pernah kekurangan tempat healing murah meriah. Ada 5 pantai yang bisa jadi tempat kamu me time.

    Bagi traveler yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kehidupan dan ingin rehat sejenak, berikut adalah beberapa rekomendasi tempat me time di Bali.

    Menghabiskan waktu untuk diri sendiri sangat bermanfaat ketika kamu merasa jenuh dengan rutinitas harian. Waktu me time ini bisa membantu menjernihkan pikiran dan membuatmu siap untuk kembali ke aktivitas produktif.


    1. Pantai Pandawa

    Pantai Pandawa tak lepas dari daftar destinasi favorit di Bali. Bagaimana keadaannya di tengah pandemi?Pantai Pandawa tak lepas dari daftar destinasi favorit di Bali. Bagaimana keadaannya di tengah pandemi? Foto: Muhammad Ridho

    Pantai Pandawa merupakan salah satu pantai yang dikelilingi oleh keindahan alam yang megah. Pantai ini terletak di antara tebing kapur yang besar sehingga menciptakan suasana yang damai. Pantai ini menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin menghindari keramaian kota Bali dan menikmati suasana alam.

    Pantai Pandawa berlokasi di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Pantai ini berjarak sekitar 3 km dari kawasan wisata Nusa Dua dan Pura Uluwatu.

    Untuk harga tiket masuk menuju Pantai Pandawa Rp 15.000 per orang. Sementara untuk biaya parkir mobil Rp 5.000 dan sepeda motor Rp 2.000.

    2. Pantai Tegal Wangi

    Pantai Tegal Wangi di JimbaranPantai Tegal Wangi di Jimbaran Foto: (Syanti/detikTravel)

    Pantai Tegal Wangi menjadi opsi berikutnya bagi Anda yang sedang mencari tempat me time. Di Pantai ini, Anda bisa menikmati sunset dan keindahan alam. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang halus dan air lautnya yang jernih.

    Pantai Tegal Wangi berlokasi di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali. Harga tiket masuk ke Pantai Tegal Wangi Rp 5.000-Rp 10.000 per orang.

    3. Danau Tamblingan

    Danau Tamblingan dan BuyanDanau Tamblingan dan Buyan Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

    Danau Tamblingan menjadi rekomendasi berikutnya karena danau ini dikelilingi oleh hutan dan berada di dataran tinggi sehingga menciptakan suasana yang sejuk dan menyegarkan. Danau ini adalah salah satu dari tiga danau kembar yang terbentuk di dalam sebuah kaldera besar. Di bagian timur terdapat Danau Buyan dan Danau Beratan yang berurutan.

    Danau Tamblingan berlokasi di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Untuk bisa menikmati keindahan alam Danau Tamblingan, wisatawan dikenakan tiket masuk Rp 10.000 per orang. Sementara untuk tarif parkir sepeda motor Rp 3.000 dan mobil Rp 5.000.

    4. Taman Nasional Bali Barat

    Taman Nasional Bali Barat. (Dok menlhk.go.id)Taman Nasional Bali Barat. (Dok menlhk.go.id) Foto: Taman Nasional Bali Barat. (Dok menlhk.go.id)

    Taman Nasional Bali Barat mencakup berbagai jenis vegetasi, mulai dari hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim, dan hutan hujan dataran rendah, hingga sabana, terumbu karang, padang lamun, pantai berpasir, dan perairan laut yang dangkal serta dalam.

    Wilayah tengah taman nasional ini sebagian besar terdiri dari sisa-sisa empat gunung berapi dari Zaman Pleistosen, dengan Gunung Patas menjadi titik tertinggi di area ini.

    Taman Nasional Bali Barat berlokasi di Jl. Raya Cekik, Gilimanuk, Jembrana. Untuk harga tiket masuk Taman Nasional Bali Barat sebesar Rp 20 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp 200 ribu untuk wisatawan asing.

    5. Pantai Amed

    pantai amedpantai amed Foto: (Jehan Khaleda/d’Traveler)

    Pantai Amed menawarkan pemandangan yang luar biasa, dengan suasana yang tenang jauh dari hiruk-pikuk kota. Pantai ini menjadi lokasi yang ideal untuk menyaksikan matahari terbit atau matahari terbenam.

    Ketika fajar datang, langit berwarna merah muda dan oranye menciptakan pemandangan yang memukau. Sementara saat senja, cahaya matahari yang perlahan memudar di cakrawala memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

    Pantai Amed berlokasi di Desa Amed, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Untuk tiket masuknya saja, cukup membayar Rp 5.000.

    ****

    Baca berita selengkapnya di sini.

    (bnl/bnl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Keajaiban Plaza Kura-Kura, Punya Kolam yang Konon Bisa Kabulkan Permintaan



    Badung

    Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park memiliki taman mungil nan unik, Plaza Kura-kura. Di sini terdapat batu unik seperti kura-kura.

    Di Plaza Kura-Kura, sesuai dengan namanya, traveler akan menemukan banyak pahatan patung kura-kura di dinding kapur. Nuansanya sangat Bali.

    Saat datang, traveler akan disambut dengan tangga dihiasi patung Naga Anantashesa. Terdapat sosok Dewi Laksmi, dewi kemakmuran, kesuburan, dan kedamaian, berdiri dengan anggun di ujung kolam, seolah-olah mengucapkan selamat datang.

    Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa, menceritakan asal usul nama Plaza Kura-Kura. Konon terdapat sebuah batu unik yang berbentuk menyerupai kura-kura, akhirnya dibuatkan sebuah area bernama Plaza Kura-Kura.

    “Dulu di daerah plaza kura-kura ada sebuah batu yang menyerupai kura-kura. Jadi oleh pengelola yang lama, karena ada batu unik itu akhirnya dibuatlah area dengan nama Plaza Kura-Kura,” kata Stefanus dalam perbincangan dengan detikTravel.


    Plaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, BaliPlaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, Bali Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom

    Ternyata hewan kura-kura juga memiliki hubungan dengan Dewa Wisnu. Stefanus menyebut kura-kura merupakan salah satu bentuk awatara (jelmaan) dari Dewa Wisnu, bernama Kurma Awatara.

    Selain itu, di Plaza Kura-Kura traveler juga akan menemukan sebuah kolam jernih dengan patung Dewi Laksmi yang anggun nan cantik. Menurut kepercayaan Hindu, Dewi Laksmi adalah ibu dari alam semesta sekaligus menjadi pasangan Dewa Wisnu.

    Dewi Laksmi melambangkan sumber kebahagiaan dalam kehidupan keluarga, persahabatan, pernikahan, kekayaan, kesehatan, serta memberkahi dengan kehadiran anak-anak.

    Keajaiban Plaza Kura-Kura tak berhenti di sana. Kolam yang menjadi tempat Dewi Laksmi ini dipercaya memiliki daya magis yang belum terungkap sepenuhnya. Konon para pengunjung bisa melempar koin sambil mengucapkan harapan.

    Plaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, BaliPlaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Bukan cerita belaka, ternyata sosok patung Dewi Laksmi yang berada di tengah kolam juga menjadi saksi bisu dalam terkabulnya harapan pengunjung. Yohana, salah satu pengunjung asal Semarang tahun 2022 mengunjungi Plaza-Kura-Kura.

    Mendengar kisah unik area Plaza Kura-Kura, dengan hati yang penuh harapan, Yohana melemparkan sebuah koin ke dalam kolam dan mengucapkan harapan dengan sungguh-sungguh, memohon untuk menemukan cinta sejatinya.

    Setelah beberapa waktu, alam semesta pun menjawab permohonannya yang tulus. Dia menemukan belahan jiwanya hingga akhirnya melangkah ke pelaminan pada awal tahun 2024.

    “Ada pengunjung yang bercerita. Kami mendapatkan informasi bahwa ada salah satu pengunjung yang beberapa waktu lalu datang ke GWK dan melempar koin di Plaza Kura-Kura sambil berdoa mengharapkan jodoh. Bahkan sekarang sampai ke tahap pernikahan,” kata Stefanus.

    Sedang berlibur di GWK dan mampir ke Plaza Kura-Kura. Melempar koin jadi aktivitas wajib yang tak boleh dilewatkan. Pesan tiketmu sekarang, liburan kemudian!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Museum Pasifika Punya 11 Ruangan, Intip Keunikannya



    Badung

    Berdiri sejak 2006, Museum Pasifika menjadi rumah karya seni Asia dan Pasifik. Sebagai museum kelas internasional, Museum Pasifika punya 11 ruangan, komplit dengan karya seni cantik dan audio guide.

    Laksmi, direktur marketing Museum Pasifika, menuturkan nama Museum Pasifika bermakna museum untuk karya seni Pasifik dan Asia. Berbagai karya seni seperti lukisan dan patung tentang Asia Pasifik.

    Terletak di kompleks Nusa Dua dengan luas bangunan mencapai 9.000 meter persegi, menjadi salah satu monumen seni yang megah di Bali. Dibangun di atas tanah seluas 12.500 meter persegi pada tahun 2006 oleh arsitek terkemuka Bali Popo Danes.

    Museum Pasifika terdiri dari delapan paviliun dan 11 ruang dengan tampilan koleksi yang berbeda-beda hasil karya 150 seniman kondang dari 30 negara. Setiap ruangan memiliki keunikan masing-masing, loh.

    Berikut simak konsep unik setiap ruangan:

    1. Indonesian Room (Ruangan I)

    Ruangan 1 khusus menampilkan karya maestro asal Indonesia. Karya spesial yang ada di ruangan ini adalah 5 lukisan karya Raden Saleh. Museum Pasifika menjadi salah satu museum di Indonesia yang memiliki karya Raden Saleh asli yang banyak.

    Di ruangan Indonesia ini menampilkan karya beberapa maestro, seperti Affandi, Raden Saleh, Ida Bagus Nyoman Rai, Hendra Gunawan, dan sebagainya

    2. Italian Room (Ruangan II)

    Ruangan II menampilkan karya seni seniman Italia di Indonesia. Di sini dipamerkan karya seni dari Gilda Ambron dan Renato Cristiano yang menampilkan lukisan perempuan pada masa penjajahan Belanda. Selain itu, terdapat karya dari maestro Piero Antonio Garriazo yang menggambarkan pemandangan perkampungan zaman dulu dan pemandangan sawah dalam lukisannya.


    3. Dutch Room (Ruangan III)

    Ruangan III ini berfokus untuk menampilkan lukisan pada zaman penjajahan karya pada seniman Belanda. Di sini terdapat diorama yang menggambarkan kehidupan pelukis Belanda yang tinggal di Indonesia pada masa lampau, seperti Paulides, Isaac Israel, Willem Gerard Hofker, dan lainnya.

    Laksmi menyebut karya Isaac Israel tentang penari Jawa Raden Mas Jodjana merupakan karya masterpiece yang ada di ruangan III.

    4. French Room (Ruangan IV)

    Di sini dipajang lukisan karya seniman Perancis yang dulunya tinggal di Indonesia, seperti Paul Gerrard, Pierre Sicard, dan Lea Lafugie, yang ditandai dengan kehadiran makna dalam yang tersirat dalam karya-karya mereka. Terdapat pula 1 karya seni Raden Saleh, karena Raden Saleh mempelajari lukisan itu di Prancis.

    5. Indo-European Room (Ruangan V)

    Ruangan ini menampilkan koleksi lukisan dari seniman Eropa, termasuk dari Jerman, Swedia, dan Inggris. Di samping itu, terdapat pula koleksi surat tulisan dari Ir. Soekarno kepada Le Mayeur, seorang seniman Belgia, yang meminta kesediaannya untuk mengajar melukis kepada calon seniman muda Indonesia, Basuki Abdullah.

    Laksmi menyebut di sini terdapat Lukisan Le Mayeur yang paling besar di Bali. Ia menyebut Le Mayeur hanya membuat 8 lukisan besar, dan salah satunya ada di ruangan V, Museum Pasifika.

    6. Art Exhibition KTT G20 Summit (Ruangan VI)

    Ruangan ini menampilkan karya I Gusti Kobot, salah satu karya seni yang mendapatkan Rekor MURI sebagai lukisan kisah Ramayana terbesar di Indonesia. Dengan ukuran 6m x 4m. Pun ruangan ini menjadi ruang art exhibition KTT G20.

    7. Indochina Room (Ruangan VII)

    Di ruangan ini, terpampang karya seniman dari Laos, Vietnam, Kamboja, dan Hongkong. Lukisan-lukisan yang dipamerkan memiliki kesamaan dengan corak budaya Indonesia, memberikan kesan yang akrab bagi pengunjung.

    8. Asia Room (Ruangan VIII)

    Di sini traveler juga bisa menemukan beberapa karya seni dari Singapura, Tibet, Jepang, China, Thailand, Malaysia, dan Philipines.

    9. Vanuatu Pacific Room (Ruangan IX)

    Karya dari negara kepulauan di Pasifik ini ditampilkan di ruangan ini. Kebanyakan karyanya berupa patung, artefak, peninggalan perahu kayu dan ragam lainnya. Laksmi menyebut di ruangan ini terdapat tiga tengkorak manusia asli, komplit dengan ceritanya.

    10. Polynesia Room (Ruangan X)

    Karya berupa patung, artefak, baju besi perang, perahu bekas dan lainnya dari Oseania dan Samudera Pasifik ada di ruangan ini. Terdapat beberapa patung besar karya Polgogang dari Tahiti.

    11. Exhibition Room (Ruangan XI)

    Ruangan ini menyimpan beberapa lukisan, salah satunya lukisan besar tentang Jepang karya Bernard Buffet. Terdapat karya seni dari India, China, dan Pacific Oceania.

    Tak perlu khawatir, ketika traveler berkeliling museum, terdapat audio guide yang berisi rekaman suara penjelasan masing-masing ruangan dan karya. Jadi dijamin nggak bakal bosan deh!

    Jadi kapan nih traveler berkunjung ke Museum Pasifika. Nggak Cuma menyimpan karya seni zaman dulu, tapi cocok untuk museum date dan banyak spot fotonya juga loh!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • The Grand Lagunas, Wahana Permainan Seru di Hutan Batur Selatan



    Bangli

    Jika traveler sedang berlibur ke Kintamani, Bali dan mencari destinasi wisata yang menyuguhkan lebih dari sekadar pemandangan indah dan wahana yang menarik, The Grand Lagunas adalah jawabannya.

    Terletak di Hutan Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Bangli, The Grand Lagunas adalah kawasan Wisata Hutan Terpadu yang berlatar alam yang indah dan balutan keunikan design yang penuh estetika beserta atraksi alam dan buatan yang spektakuler.

    Dengan Hutan Batur yang rimbun sebagai latar belakang, traveler dapat menikmati suasana sejuk dan segar sambil mencoba berbagai atraksi menarik yang tersedia.

    Eka, manager The Grand Lagunas menjelaskan cerita unik dibalik berdirinya destinasi ini. Bermula dari inisiatif warlok hingga dikembangkanlah rekreasi keluarga dengan mengedepankan konsep keberlanjutan.

    “Pemikiran wahana liburan keluarga ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan pelestarian alam. Pendirian wahana ini dimulai dari inisiatif masyarakat lokal yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan beberapa organisasi non-pemerintah yang peduli lingkungan. Kami mengembangkan konsep wisata yang menggabungkan pendidikan lingkungan dan rekreasi keluarga,” kata Eka.

    Uniknya lagi, seluruh permainan yang dibangun di The Grand Lagunas benar-benar memanfaatkan pepohonan. Tanpa ada menebang pohon di Hutan Batur Selatan.

    The Grand Lagunas berlokasi sekitar 77 kilometer dari Bandara I Gusti Ngurah Rai atau dengan waktu tempuh sekitar dua jam untuk sampai ke destinasi ini. Tak perlu jauh masuk ke hutan, The Grand Lagunas mudah dijangkau karena berada di tepi jalan Denpasar – Kintamani.

    Penasaran ada apa saja di wahana rimba, The Grand Lagunas?

    Yuk simak serba-serbi berwisata di The Grand Lagunas!

    Menjajal Wahana Permainan Seru

    Belum afdal jika berkunjung ke The Grand Lagunas tapi tak mencoba semua wahana seru yang disediakan. Berikut 6 wahana yang wajib traveler coba di The Grand Lagunas.


    1. Rainbow Slide

    Wahana pertama dan yang wajib banget traveler coba adalah Rainbow Slide. Eka menyebut, The Grand Lagunas adalah destinasi pertama yang menyajikan keseruan rainbow slide di Bali.

    Traveler akan merasakan sensasi meluncur di atas jalur seluncur yang berwarna-warni menggunakan ban. Memberikan pengalaman meluncur yang menyenangkan dan penuh warna. Cocok untuk segala usia, Rainbow Slide adalah favorit bagi anak-anak dan juga orang dewasa.

    Setiap pengunjung diperkenankan untuk mencoba wahana rainbow slide sebanyak 3 kali. Tak perlu khawatir, karena saat memainkan wahana ini traveler akan diawasi oleh para petugas. Jangan lupa abadikan momen dengan foto dan video ya!

    2. Swing

    Tak jauh dari rainbow slide, traveler akan menemukan dua ayunan raksasa. Dengan pemandangan hutan di sekitarnya, wahana swing ini memberikan sensasi berayun tinggi di udara dengan latar belakang yang memukau.

    3. Flying Fox

    Meluncur dari ketinggian dengan Flying Fox adalah salah satu atraksi paling mendebarkan di The Grand Lagunas. Menikmati sensasi terbang di atas hutan rimbun dengan pemandangan yang luar biasa. Wahana ini memberikan pengalaman adrenalin yang tidak boleh dilewatkan.

    Untuk mencoba wahana ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 50.000 per orang.

    4. Tree Top

    Tree Top menawarkan petualangan di atas pohon dengan berbagai rintangan yang menantang. Traveler bisa berjalan di atas jembatan gantung, melewati jaring, dan berbagai tantangan lainnya di antara pepohonan tinggi.

    Tak perlu takut, selama bermain traveler akan berada di bawah pengawasan para petugas dan menggunakan alat keselamatan berstandar internasional. Ingin menjelajah puncak pohon, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 80.000 per orang.

    5. Keranjang Sultan

    Wahana yang sempat viral ini juga ada di The Grand Lagunas. Keranjang Sultan adalah wahana unik di mana traveler bisa duduk di dalam keranjang besar yang digantung tinggi. Dengan pemandangan hutan sekeliling yang menakjubkan, wahana ini memberikan pengalaman berayun yang santai namun penuh dengan keindahan alam.

    Untuk mencoba wahana ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 80.000 per orang. Namun, sayangnya saat ini keranjang sultan sedang dalam proses perbaikan, jadi traveler belum bisa mencoba wahana hits ini.

    6. ATV Sports

    Bagi traveler yang suka petualangan, ATV Sports adalah pilihan sempurna. Mengendarai ATV di jalur-jalur menantang di sekitar hutan memberikan pengalaman berkendara yang seru dan mendebarkan. Traveler tak perlu takut lumpur, karena lintasan ATV di The Grand Lagunas kering dan tidak berlumpur.

    Untuk mencoba ATV, traveler harus merogoh kocek yang cukup dalam, mulai dari Rp 900.000 untuk 1 orang dan Rp 1.200.000 untuk 2 orang dengan durasi 1 jam 40 menit. Biaya ini sudah termasuk sepatu, helm, pelindung siku, pemandu ATV, dan lainnya.

    Tak hanya wahananya yang menarik, The Grand Lagunas juga menawarkan beberapa spot foto menarik. Ada sangkar burung, dengan latar belakang hutan pinus khas Kintamani.

    Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Operasional

    Terletak di Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, The Grand Lagunas adalah destinasi wisata hutan yang menawarkan berbagai wahana menarik. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Eka menyebut setiap pengunjung rata-rata menghabiskan waktu sekitar 1 hingga 2 jam.

    “Biasanya rata-rata pengunjung menghabiskan waktu di sini itu 1 sampai 2 jam. Kalau dari kita rekomendasiin datang sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA,” katanya.

    Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, yaitu Rp50.000 per orang. Dengan tiket ini, traveler dapat menikmati berbagai wahana seru seperti swing, climbing net, rainbow slide, jungle, dan climbing tree.

    Beberapa fasilitas yang bisa traveler nikmati adalah parkiran yang luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua, restoran, dan welcome drink.

    Bingung liburan kemana saat long weekend? The Grand Lagunas menjanjikan pengalaman wisata yang menyenangkan dan penuh petualangan khususnya bagi rombongan keluarga, dari anak-anak hingga orang dewasa.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kebon Vintage Cars, Garasi 190 Mobil Klasik, Surga Pehobi Otomotif di Bali



    Denpasar

    Bali nggak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya. Traveler pecinta otomotif kini mempunyai destinasi yang wajib dikunjungi, Garasi yang menjadi rumah 190 mobil klasik.

    Destinasi itu bernama Kebon Vintage Cars Bali. Ini merupakan destinasi wisata ‘rumah’ bagi mobil-mobil klasik.

    Tempat ini merupakan milik Jos Dharmawan, yang seorang pehobi ratusan mobil klasik. Dia mulai hobi mengoleksi mobil klasik sejak 1996.

    Jos menyebut mulanya ia hanya memiliki sebuah garasi untuk menyimpan seluruh koleksi mobilnya, namun sejak pandemi Covid-19 bangunan yang mulanya adalah garasi pribadi, akhirnya disulap menjadi Kebon Vintage Cars yang dibuka untuk umum.


    Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, BaliKebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Kini, Kebun Vintage Cars mengoleksi 190 mobil antik. Namun, total mobil antik yang sudah dimiliki oleh Jos sekitar 250 mobil antik. Sebagian sedang disiapkan untuk masuk ke Kebun Vintage Cars.

    Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini adalah Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

    Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, BaliKebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Mobil Tertua Berusia 107, Ada Juga Milik Fatmawati

    Salah satu mobil tertua yang ada di Kebon Vintage Cars adalah Ford model T berwarna biru, keluaran tahun 1917. Uniknya lagi, mobil berwarna biru yang sudah berusia 107 tahun itu masih bisa menyala dan digunakan.

    Beberapa mobil antik yang dipajang di Kebon Vintage Cars Bali memiliki kisah spesial. Salah satunya mobil berwarna hitam dengan merek Plymouth Hudson Hornet keluaran tahun 1948.

    Pada Surat BPKB nya tertera nama Fatmawati yang merupakan istri presiden RI pertama, Sukarno. Mobil itu didapatkan oleh Jos pada tahun 2006 dengan harga Rp 9 juta.

    Dari 190 mobil yang ada di Kebon Vintage Car, 50% mobil masih bisa menyala dan 30% mobil di sini juga masih bisa digunakan. Bahkan, tak jarang mobil-mobil antik ini dibawa untuk mengikuti touring ke berbagai daerah.

    “Nah mobil di sini 50% masih bisa hidup, tapi untuk yang bisa hidup dan jalan itu 30% dari semua mobil. Kadang kita bawa untuk touring juga, tapi akan dicek dulu kondisinya agar aman jika dibawa touring jauh,” kata Jos.

    Sudah tahu kan ada apa saja di Kebon Vintage Cars? Bagi traveler pehobi otomotif dan kolektor mobil klasik, Kebon Vintage Cars surganya mobil klasik. Jangan lupa selalu patuhi aturan ya traveler!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Fakta Kebon Vintage Cars dan Jam Operasional



    Jakarta

    Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali dibuka untuk umum, lho. Jam operasional dan harga tiketnya bisa cek di sini ya.

    Tempat itu menjadi rumah 190 mobil klasik milik Jos Dharmawan, yang seorang pehobi ratusan mobil klasik. Dia mulai hobi mengoleksi mobil klasik sejak 1996.

    Jos mengatakan awalnya ia hanya memiliki sebuah garasi pribadi untuk menyimpan seluruh koleksi mobilnya, kemudian dibuka untuk umum setelah pandemi Covid-19.


    Kini, Kebun Vintage Cars mengoleksi 190 mobil antik. Namun, total mobil antik yang sudah dimiliki oleh Jos sekitar 250 mobil antik. Sebagian sedang disiapkan untuk masuk ke Kebun Vintage Cars.

    Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini adalah Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

    Tak hanya menjadi ‘rumah’ ratusan mobil antik, setiap sudut garasi mobil ini sip banget untuk jadi spot foto.

    Simak fakta-fakta yang menjadi daya tarik Kebon Vintage Cars. Simak juga harga tiket dan jam operasionalnya.

    Daya Tarik Kebon Vintage Cars

    1. Menyimpan 190 Mobil Antik

    Jos, pemilik Kebun Vintage Cars, mulai menggeluti hobi mengoleksi mobil antik pada 1996. Hingga kini, Kebun Vintage Cars sudah mengoleksi 190 mobil antik yang dipajang.

    Tidak semua mobil antik milik Jos disimpan di sana. Dia memiliki 250 mobil antik dan sedang disiapkan mengisi setiap sudut Kebun Vintage Cars.

    Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini seperti, Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

    2. Ada Mobil Berusia 107 Tahun

    Salah satu mobil tertua yang ada di Kebon Vintage Cars adalah Ford model T berwarna biru, keluaran tahun 1917. Uniknya lagi, mobil berwarna biru yang sudah berusia 107 tahun itu masih bisa menyala dan digunakan.

    3. 50% Mobil Masih Menyala

    Dari 190 mobil yang ada di Kebon Vintage Car, 50% mobil masih bisa menyala dan 30% mobil di sini juga masih bisa digunakan. Bahkan, tak jarang mobil-mobil antik ini dibawa untuk mengikuti touring ke berbagai daerah.

    “Nah mobil di sini 50% masih bisa hidup, tapi untuk yang bisa hidup dan jalan itu 30% dari semua mobil. Kadang kita bawa untuk touring juga, tapi akan dicek dulu kondisinya agar aman jika dibawa touring jauh,” kata Jos.

    4. Simpan Mobil Milik Ibu Negara Indonesia, Fatmawati

    Beberapa mobil antik yang dipajang di Kebon Vintage Cars Bali memiliki kisah tersendiri. Salah satunya mobil berwarna hitam dengan merek Plymouth Hudson Hornet keluaran tahun 1948.

    Pada Surat BPKB nya tertera nama Fatmawati yang merupakan istri presiden RI pertama, Sukarno. Mobil ini didapatkan oleh Jos pada tahun 2006 dengan harga Rp 9 juta.

    5. Spot Foto Estetik

    Menampilkan ratusan mobil antik dengan warna dan bentuk yang beragam, membuat Kebun Vintage Cars juga cocok untuk spot foto. Tak hanya mobil, traveler juga akan menemukan beberapa barang antik.

    Jos menyebut setiap sudut Kebun Vintage Cars sangat oke menjadi spot foto. Namun ia merekomendasikan beberapa spot, seperti di bagian outdoor terdapat beberapa mobil jeep dengan latar belakang drum dan dekat dengan box-box telepon zaman dulu.

    Ruangan di Kebon Vintage Cars

    Kebon Vintage Cars memiliki luas sekitar 8 are dan memiliki beberapa ruangan yang menjadi garasi bagi mobil-mobil klasik koleksi Jos Dharmawan. Mulai dari Hall 1, hall 2, hall 3, dan bagian outdoor.

    Setiap ruangan memiliki koleksi mobil yang berbeda, sesuai dengan tahun dan mereknya. Ada hall khusus mobil pre-warr, hall khusus tahun 1940 hingga 1948, tahun 1950 hingga 1957, hall khusus truk, hingga hall khusus Chevrolet, dan hall khusus jeep.

    Menurut Jos, isi dari setiap hall juga akan diubah atau dirotasi setiap tiga bulan. Jadi traveler akan menemukan konsep Kebon Vintage Cars yang berbeda setiap tiga bulan.

    Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk

    Garasi mobil klasik ini berlokasi tak jauh dari pusat Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Tegal Harum No 13, Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

    Untuk melihat berbagai koleksi mobil antik ini, setiap pengunjung dikenakan harga Rp 100.000 untuk dewasa, Rp 50.000 untuk anak-anak, dan gratis untuk anak di bawah enam tahun.

    Kebon Vintage Cars buka setiap hari, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA. Jos mengatakan bagi traveler yang berkunjung diperkenankan untuk menyentuh mobil. Namun dilarang untuk naik atau masuk ke dalam mobil, untuk menghindari kerusakan.

    Sudah tau kan ada apa saja di Kebon Vintage Cars? Bagi traveler penghobi otomotif dan kolektor mobil klasik, Kebon Vintage Cars surganya mobil klasik. Jangan lupa selalu patuhi aturan ya traveler!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com