Tag: Bali

  • Monumen Bajra Sandhi di Malam Hari Tetap Cantik Jelita



    Denpasar

    Menikmati keindahan Monumen Bajra Sandhi nggak cuma bisa di siang hari. Di malam hari, monumen di Denpasar ini nggak kalah cantik.

    Monumen Bajra Sandhi, bangunan simbol perjuangan rakyat Bali mempertahankan keutuhan NKRI. memiliki eksterior khas Bali. Monumen ini sarat akan makna dan filosofi ajaran Hindu. Bentuknya pun unik, bagaikan genta (bajra) raksasa yang sering digunakan oleh pendeta Hindu saat merapal mantra.

    Monumen ini memiliki 17 buah anak tangga Kori Agung (pintu utama), delapan buah tiang Agung yang terdapat dalam gedung, dan tinggi monumen dari dasar sampai puncak 45 meter. Menunjukkan tanggal bulan dan tahun Proklamasi Kemerdekaan RI yaitu 17 Agustus 1945.

    Di dalam monumen ini traveler juga bisa menemukan 33 diorama yang menceritakan kisah perjuangan rakyat Bali secara tiga dimensi. Traveler juga bisa menikmati keindahan sekitar monumen dari ketinggian di Ruang Peninjauan.

    Keindahan dan keunikan Bajra Sandhi menarik wisatawan lokal dan turis asing untuk berkunjung, baik sekadar foto atau pun mengulik lebih dalam tentang fasad dan perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa.


    I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menuturkan setiap harinya monument itu dikunjungi sekitar 500 wisatawan.

    Pengunjung yang berwisata ke Bajra Sandhi biasanya ramai datang dari pagi hingga sore hari, menyesuaikan dengan jam buka monumen. Namun tak banyak yang tahu bahwa keindahan arsitektur Bajra Sandhi juga bisa dinikmati di malam hari. Malah, monumen itu cantik dengan dengan lampu sorot.

    Cahaya lampu yang dipancarkan secara artistik menggambarkan keagungan dan kebesaran monumen.

    Kendati mayoritas pengunjung datang pada siang hari, namun pengalaman unik menjelajahi Monumen Bajra Sandhi di malam hari patut dicoba.

    Namun perlu diingat ya traveler, pada malam hari pengunjung tidak dapat masuk ke area dalam Bajra Sandhi, hanya bisa menyaksikan monumen itu dari luar gerbang.

    Jam operasional dan masuk ke Monumen Bajra Sandhi hanya hingga sore hari. Untuk hari Senin-Jumat traveler bisa masuk ke monumen mulai pukul 08.00 – 17.00 WITA, hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA, dan hari Minggu mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA.

    Mau mendapatkan penampakan Bajra Sandhi yang berbeda? Traveler wajib coba berkunjung ke Bajra Sandhi di malam hari. Nggak kalah cantik dan dijamin nggak bakal nyesel deh! Jangan lupa mengabadikan foto ya traveler.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ngopi Bonus View Ijo-ijo di Denpasar, di Sini Tempatnya



    Denpasar

    Coffee shop satu ini terbilang hidden gem. Memang berada di Denpasar, tetapi sedikit tersembunyi dan mengasyikkannya lagi menawarkan view ijo-ijo.

    Kedai kopi itu Nataraka Bali. Bolo, salah satu karyawan di Nataraka Bali, menuturkan nama Nataraka diambil dari nama niang (nenek) pemiliknya.

    “Dulu saat penentuan nama, owner sudah 6 bulan belum menemukan nama yang cocok. Akhirnya didatangi dalam mimpi, dan memilih menggunakan nama Nataraka yang diambil dari nama sang nenek,” kata Bolo.

    Nataraka Bali merupakan sebuah coffee shop yang baru dibuka sejak 18 Januari 2024. Memasuki tempat ini membuat traveler lupa bahwa Nataraka Bali terletak di Kota Denpasar. Suasana tenang komplit dengan rindangnya pepohonan bisa traveler jumpai di sini.

    Kedai kopi ini istimewa dengan view sungai dan nuansa alam yang kental. Kombinasi sentuhan modern dan nuansa Bali, Nataraka menciptakan atmosfer yang coffee shop yang unik dan estetik.


    Nataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di DenpasarNataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Nataraka memiliki nuansa semi outdoor, dengan area indoor dan outdoor yang luas dan langsung menyatu dengan alam. Area outdoor menjadi tempat favorit pengunjung karena banyak pepohonan yang rindang dan syahdu. Oke banget jadi spot foto instagramable.

    Nataraka Bali juga sip untuk traveler yang ingin nongkrong dan work form cafe. Suasananya yang tenang plus view pepohonan yang ijo-ijo, dijamin buat mata semakin segar.

    “Konsep dari Nataraka ini sebenarnya menyatu dengan alam, apalagi di bawah ada sungai. Table kita yang outdoor juga menyatu dengan pepohonan. Rindang banget, cocok untuk yang mau nongkrong atau nugas,” ujar Bolo.

    Nataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di DenpasarNataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Nataraka Bali menjual berbagai menu yang biasanya ada di coffee shop. Namun yang wajib traveler coba adalah menu butterscotch dan sweet soy beef. Harganya pun masih ramah di kantong. Untuk menu makanan harganya berkisar antara Rp 30 ribu hingga 50 ribu dan minuman Rp 29 ribu hingga 35 ribu.

    Nataraka berlokasi di Jl. Dukuh I No.10, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 23.00 WITA. Traveler yang kepo juga bisa mengunjungi sosial media mereka @natarakabali.

    Karena konsepnya yang unik dan estetik, Nataraka Bali tak pernah sepi akan pengunjung. Setiap harinya Nataraka bisa dikunjungi hingga ratusan pengunjung. Bahkan hingga kehabisan table, terutama saat weekend.

    “Hari weekend itu biasanya rame. Orang-orang selesai CFD atau selesai ibadah gereja yang mencari makan ke sini. Tapi sampai saat ini belum bisa menggunakan sistem reservasi. Kita masih menggunakan sistem first come first service,” papar Bolo.

    Mau nongkrong dan ngopi dengan suasana yang ijo-ijo. Yuk langsung cus ke Nataraka Bali. Coffee shopnya estetik, harganya dijamin nggak bikin kantong bolong.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cek Harga Tiket dan Informasi Lain Monumen Bajra Sandhi



    Denpasar

    Denpasar mempunyai satu wisata sejarah yang menyimpan berbagai peristiwa perjuangan rakyat Bali dan arsitekturnya unik. Namanya Monumen Bajra Sandhi.

    I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menjelaskan Monumen Bajra Sandhi merupakan monumen perjuangan rakyat Bali yang dibangun untuk menghormati pahlawan serta menjadi lambang semangat mempertahankan keutuhan NKRI.

    Nama Bajra Sandhi diambil karena bentuk bangunan dari monument ini menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan mantra ketika ada upacara keagamaan.

    Mulai dibangun pada tahun 1987, Monumen Bajra Sandhi diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Sukarnoputri. Kawasan Monumen Bajra Sandhi memiliki luas sekitar 13,8 hektar dengan luas bangunan sekitar 4.900 meter persegi.

    “Tahun 2001 konstruksi Monumen Bajra Sandhi baru selesai dan dilanjutkan dengan pengisian diorama. Diresmikan pada 2003 oleh Ibu Presiden Megawati dan baru dibuka untuk umum tahun 2004,” kata dia.

    Bajra Sandhi juga menjadi salah satu ikon Kota Denpasar yang dikelilingi oleh Lapangan Niti Mandala Renon. Penasaran dengan kemegahan dan aktivitas menarik di Monumen Bajra Sandhi? Yuk simak ulasan dari detikTravel!

    Daya Tarik Monumen Bajra Sandhi

    Monumen Bajra Sandhi memiliki daya tarik tersendiri bagi traveler yang kepo dengan cerita sejarah perjuangan rakyat Bali. Bajra Sandhi juga sip untuk traveler pecinta foto. Lebih lengkapnya, detikTravel mengulas beberapa daya tarik dari Monumen Bajra Sandhi.

    1. Arsitektur yang Unik nan Megah

    Monumen ini memiliki arsitektur yang megah dan indah dengan desain yang menggabungkan unsur-unsur tradisional Bali dan modern. Bentuknya pun unik, menyerupai genta milik para Pendeta Hindu.

    “Dari segi fisik dan arsitektur kita itu unik, berbeda dari yang lain. Bajra Sandhi itu menyerupai genta yang digunakan oleh pendeta untuk menghantarkan upacara agama Hindu,” kata Arsana Yasa.


    2. 33 Diorama dan Ruang Pameran

    Ruang diorama terletak di lantai dua Monumen Bajra Sandhi. Terdapat 33 buah diorama yang menceritakan dan menggambarkan perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Di ruangan ini akan diceritakan secara kronologis dari diorama 1 hingga diorama ke-33.

    3. Spot Foto Estetik dan Instagramable

    Bajra Sandhi memiliki arsitektur yang unik dan khas Bali. Dengan bentuk menyerupai genta, lengkap dengan penggunaan batu berwarna hitam di setiap bangunan. Membuat Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto estetik dan instagramable.

    Favorit pengunjung adalah berfoto di depan Bajra Sandhi dengan latar belakang bangunan monumen. Traveler juga bisa menemukan beberapa spot foto seperti diorama, tangga melingkar, dan beberapa pilar besar yang estetik banget.

    4. Ruang Peninjauan 360 Derajat

    Bagian atas Bajra Sandhi terdapat ruang peninjauan yang memiliki pemandangan 360 derajat. Ruangan ini terletak di Utamaning Utama Mandala, traveler hanya perlu menaiki anak tangga melingkar untuk sampai ke ruangan ini. Di sini traveler bisa merenung dan bersantai sambil menikmati keindahan Kota Denpasar.

    Aktivitas Menarik di Monumen Bajra Sandhi

    Tidak hanya menyimpan cerita sejarah, kawasan monumen yang terletak di Kota Denpasar ini kerap ramai dikunjungi oleh warga dan wisatawan. Berikut aktivitas menarik yang bisa traveler lakukan untuk menghabiskan waktu di Monumen Bajra Sandhi.

    1. Berburu Spot Foto

    Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bajra Sandhi namun traveler tak berburu setiap sudut estetik di monumen ini. Dengan arsitekturnya yang khas, Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto yang estetik dan instagramable. Traveler bisa berfoto dan membuat video di setiap lantainya.

    “Favorit wisatawan itu biasanya di Kori (pintu masuk) dan di tangga,” katanya.

    2. Foto Pre Wedding

    Bajra Sandhi menjadi salah satu spot prewedding favorit bagi wisatawan. Dengan latar belakang bangunan berbentuk genta yang khas.

    3. Menikmati Keindahan Pemandangan Kota Denpasar dari Ketinggian

    Yang tak boleh dilewatkan jika traveler berkunjung ke Bajra Sandhi adalah naik ke lantai atas dan menikmati keindahan pemandangan dari ruang peninjauan. Traveler bisa duduk dan merenung sambil menikmati pemandangan. Jangan lupa mengabadikan momen dengan berfoto dan video ya.

    Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional Monumen Bajra Sandhi

    Monumen Bajra Sandhi berlokasi di Jalan Raya Puputan No.142, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Monumen ini memiliki empat pintu masuk, namun traveler hanya bisa masuk dari pintu selatan.

    Sebelum memasuki Monumen Bajra Sandhi, traveler harus membayar tiket masuk. Berikut rincian harga tiket masuk Monumen Bajra Sandhi.
    • Wisatawan Mancanegara
    a. Dewasa : Rp 100.000/orang
    b. Anak-anak : Rp 50.000/orang
    • Wisatawan Nusantara
    a. Dewasa : Rp 30.000/orang
    b. Anak-anak : Rp 20.000/orang
    • Pengunjung Mahasiswa/Pelajar
    a. Mahasiswa Lokal Bali : Rp 10.000/orang
    b. Mahasiswa Luar Bali : Rp 20.000/orang
    c. Pelajar Lokal Bali : Rp 5.000/orang
    d. Pelajar Luar Bali : Rp 10.000/orang

    Traveler juga bisa melakukan foto shoot untuk prewedding dengan harga Rp 2.000.000 untuk prewedding mancanegara dan Rp 1.000.000 untuk prewedding nusantara.

    Monumen Bajra Sandhi buka setiap hari, kecuali hari-hari besar atau libur resmi. Untuk hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 – 17.00 WITA, hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA, dan hari Minggu mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA.

    Tak jarang monumen ini akan dipadati oleh kunjungan pelajar ketika hari libur tiba. Arsana Yasa menyebut setiap harinya Bajra Sandhi bisa dikunjungi hingga 500 orang.

    Traveler penasaran bagaimana perjuangan rakyat Bali? Semua bisa traveler dapatkan di Monumen Bajra Sandhi. Tak hanya tawarkan cerita sejarah, tapi komplit dengan spot foto estetik.

    (iah/iah)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cantik Menawan… Kafe Penuh Bunga di Sanur



    Jakarta

    Di Sanur, Bali terdapat kafe yang dipenuhi bunga. Keistimewaan lainnya, kedai kopi ini berhubungan erat dengan angka sembilan.

    Dari luar, kafe satu ini sudah memberikan kesan yang berbeda. Disambut dengan bunga bugenvil yang berwarna-warni, khas dari Neun Cafe. Saat memasuki kafe, traveler langsung disambut dengan ruangan berkonsep klasik luxury.

    I Wayan Sudarma, general manager Neun Cafe, menuturkan bahwa nama Neun Cafe diambil dari Bahasa Jerman. Neun berarti sembilan. Segala hal yang berhubungan dengan Neun Cafe akan ada angka sembilan di dalamnya.

    “Nama Neun itu diambil dari Bahasa Jerman yang berarti sembilan. Jadi layout restoran ini dari sudut ke sudut berjarak sembilan, lampu-lampu di sini juga berjumlah sembilan. Bahkan alamat kita juga nomor 9,” kata Sudarma.

    Meskipun berada di Kota Denpasar, Neun Cafe menawarkan konsep yang klasik dengan suasana yang tenang. Itu bikin kafe tersebut cocok untuk bekerja atau hanya sekedar bersantap sembari menikmati indahnya bunga-bunga.

    Nenun Cafe memiliki area semi outdoor. Traveler bisa memiliki tempat duduk di indoor maupun outdoor. Namun favorit pengunjung adalah area outdoor yang menghadap langsung ke area taman.

    Selain kafe, Neun Cafe juga memiliki villa berkonsep klasik luxury villa. Lokasinya pun berdekatan dengan Neun Cafe. Meskipun baru berdiri sejak 2022, safe yang satu menjadi primadona bagi wisatawan yang sedang berwisata ke Bali.

    Neun Cafe memiliki keunikan. Sudarma menyebut Neun Cafe memiliki ambiance kebun yang 60% hingga 70% dihiasi dengan bunga bugenvil yang berwarna-warni. Ini adalah spot foto favorit dari pengunjung, berfoto dengan latar belakang kebun bugenvil yang sedang bermekaran. Luar biasa cantiknya!

    Nggak cuma taman, traveler juga bisa menikmati segarnya berenang di kolam renang Neun Cafe. Cukup berbelanja sekitar Rp 300 ribu untuk 3 hingga 5 orang. Kolam renang ini juga gak kalah estetik loh untuk jadi spot foto.

    “Kita highlight bunga bugenvil ini. Rata-rata pengunjung yang datang, selain makan pasti berburu spot foto. Semua area di sini cocok untuk spot foto, tapi di taman bugenvil dan kolam renang itu favorit,” kata Sudarma.

    Neun Cafe juga memiliki beberapa event yang siap mengisi waktu traveler, seperti live acoustic setiap hari Sabtu dan Minggu. Fasilitas yang ditawarkan pun nggak kalah juara, ada parkir yang luas, mushola, dan toilet.

    Jika berkunjung ke Neun Cafe, traveler juga wajib mencicipi menu andalan dari cafe ini. Ada Balinese nasi rames ala neun cafe, nasi goreng jadoel, dan pizza. Untuk minuman traveler wajib mencicipi Macchiato Coffee, seger banget.

    Nggak perlu khawatir, harga menu di Neun Cafe masih tergolong ramah di kantong. Menu makanan dibanderol dengan harga Rp 30 ribu hingga Rp 150 ribu dan menu minuman dibanderol dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 115 ribu.

    Keunikan Neun Cafe membuatnya tak pernah sepi dari pengunjung. Sudarma mengaku bahkan Neun Cafe bisa full saat weekend datang. “Kalau weekend disini bisa full. Rata-rata pengunjung lebih dari 100 orang,” kata dia.

    Jika traveler ingin menggelar perayaan spesial, bisa mengajukan reservasi melalui akun Instagram @neun.cafe.

    Cafe estetik ini berlokasi di Jalan Duyung, Nomor 9, Sanur, Denpasar Selatan. Tak jauh dari pusat Kota Denpasar, berjarak 10 kilometer atau waktu tempuh sekitar 30 menit. Lokasinya pun mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat plus fasilitas parkir yang luas. Neun Cafe buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 21.00 WITA.

    Kabar baiknya, Neun Cafe akan segera buka di daerah Ubud, loh. Pemandangan sawah digabungkan dengan konsepnya yang klasik. Pasti bakal estetik dan instagramable banget deh!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Meriahkan Hari Raya Nyepi, Ini 6 Ogoh-Ogoh Spektakuler di Kota Denpasar



    Jakarta

    Masyarakat Bali tengah menyambut hari raya Nyepi dengan pawai ogoh-ogoh. Karya seni patung yang gambarkan Bhuta Kala. Berikut enam ogoh-ogoh spektakuler.

    Hari raya Nyepi adalah tahun baru Saka yang dirayakan oleh umat Hindu. Pada 2024, hari raya Nyepi jatuh pada Senin (11/03/2024). Umat Hindu akan melakukan tapa brata penyepian atau empat pantangan.

    Rangkaian hari raya Nyepi terdiri dari tiga hari, hari Pengerupukan, hari raya Nyepi, dan Ngembak Geni.

    Di Bali, hari raya Nyepi identik dengan pembuatan dan pawai ogoh-ogoh yang dilakukan oleh seka teruna teruni di setiap banjar. Nantinya ogoh-ogoh yang sudah dibuat diarak keliling desa ketika Hari Pengerupukan.

    Ogoh-Ogoh juga termasuk seni patung yang berasal dari kebudayaan masyarakat Bali yang menggambarkan kepribadian dari Bhuta Kala. Ogoh-ogoh merupakan sebuah benda yang besar dan berbentuk boneka raksasa.

    Penasaran dengan kemegahan ogoh-ogoh di Kota Denpasar?

    Berikut ogoh-ogoh spektakuler yang ada di Kota Denpasar:

    1. Sura Kasuran karya ST. Eka Pramana Banjar Merta Rauh

    Banjar Merta Rauh berlokasi di Jalan Trijata II No.10, Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Banjar Merta Rauh dengan ST. Eka Pramana pada tahun 2024 membuat ogoh-ogoh bertajuk “Sura Kasuran” dan berhasil meraih Juara III di Kecamatan Denpasar Utara.

    Ogoh-ogoh “Sura Kasuran” menceritakan tentang dua sifat kegelapan yang menjadi dasar munculnya sifat-sifat kegelapan lainnya. Kemabukan (Sura) akan Keberanian (Kasuran) membuat manusia menjadi angkuh. Dua sifat itulah yang membuat manusia jauh dari ajaran Dharma (kebaikan).

    2. Teja Lawa karya ST Yowana Werdhi Banjar Batanbuah

    ST Yowana Werdhi dari Banjar Batanbuah pada tahun 2024 berhasil meraih Juara II di Kecamatan Denpasar Timur. Dengan ogoh-ogoh bertajuk “Teja Lawa”. Banjar Batanbuah berlokasi di Jl. Sulatri No.7, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali.

    Teja Lawa bermakna keberlangsungan hidup setiap makhluk di dunia, bergantung pada teja sebagai komponen utama dalam memproduksi oksigen. Sehingga teja dianggap sebagai gerbang kehidupan yang disebut “lawa”.

    Teja sebagai penanda sang kala, menjadi gerbang keberlangsungan aktivitas manusia. Teja sebagai tanda hidup & matinya segala makhluk yang ada. Tatkala sang teja bersinar tak semestinya itulah tanda gerbang pralaya dibuka. Apabila teja dalam tubuh manusia melebihi yang semestinya, sifatnya akan menyerupai raksasa dan mengantarkannya pada kehancuran juga. Begitupun tumbuhan apabila tidak mendapatkan teja sang surya maka tak akan ada pangan yang diterima. Semua yang bersinar adalah miliknya yang bercahaya (acintya).


    3. Wayabya karya ST. Eka Cita Banjar Abian Kapas Kaja

    Banjar Abian Kapas Kaja berlokasi di Jl. WR Supratman No.115, Sumerta, Kecamatan Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali. Tahun 2024, Banjar Abian Kapas Kaja dengan ST. Eka Cita mengusuh tajuk “Wayabya” pada ogoh-ogoh yang dibuat.

    Wayabya mengupas tentang pelindung rumah atau pekarangan dalam kehidupan sosial religius masyarakat Bali. Wayabya merupakan salah satu kekuatan alam maha agung yang diyakini sebagai tempat memohon perlindungan dan kekuatan atau kawisesan. Adapun yang dipuja adalah Ida Hyang Durga Manik kairing antuk Sang Kala Raksa tumut pareng Sang Bhuta Hulu Kebo.

    4. Bebali Sidakarya karya Banjar Pebean

    Banjar Pebean berlokasi di Jl. Wr. Supratman Gg. Gunung Kawi, Kesiman, Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali. Tahun 2024, Banjar Pebean mengangkat ogoh-ogoh bertajuk “Bebali Sidakarya”. Bebali sidakarya adalah sebuah referensi atau manuskrip yang membahas perihal bagaimana, siapa, dan untuk apa adanya sidakarya.

    Sidakarya yang dimaksud dan ditegaskan pada manuskrip ini adalah ” Perputaran Hyang Rawi Tanpa Tindih Ye Ta Mengaron Maha Kala Sidakarya Puja Ya Ta ” artinya pergerakan matahari yang tidak terbendungkan, itulah disebut Maha Kala yang disebut Sidakarya, karena yang menyelesaikan siang dan malam.

    Mitologi ini di visualkan pada seorang brahmana yang bernama Mpu Kayu Manis yang ibunya dari masab siwa dan ayahnya masab budha yang berusaha menjelaskan kepada seorang raja yang bernama Raja Batatipati. Sidakarya itu sebenarnya adalah Maha Kala.

    5. Podgala karya Banjar Abian Kapas Tengah

    Banjar Abian Kapas Tengah yang berlokasi di Jl. Nusa Indah No.57, Sumerta, Kecamatan Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali mengangkat ogoh-ogoh bertajuk “Podgala”. Ogoh-ogoh ini memakan waktu pembuatan sekitar dua bulan, mulai Januari hingga Februari 2024.

    Podgala berarti penyucian diri. Berawal dari upacara madiksa yang mempunyai tujuan mulia yaitu meningkatkan kesucian diri guna mencapai kesempurnaan dumadi menjadi manusia. Upacara Madiksa ini bermakna seseorang yang dilahirkan kembali untuk dijadikan pemimpin suci bagi umat Hindu di Bali.

    Dalam melahirkan sesuatu yang baik tentunya ada sesuatu kepribadian yang harus bisa dikendalikan seperti tiga sifat dasar pada diri manusia yaitu Tri Guna yang terdiri dari Sattwam (sifat dewasa), Rajas (nafsu, keinginan), dan Tamas (sifat malas,egois, kurang empati). Tiga sifat inilah yang harus dikendalikan atau ditempatkan pada situasi yang tepat. Agar tidak menyalahkan dari arti penyucian diri atau PODGALA.

    6. Laliaran karya ST Gemeh Indah Banjar Gemeh

    Banjar Gemeh berlokasi di Jalan Mayjen Sutoyo, Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali. Pada tahun 2024, Banjar Gemeh membuat ogoh-ogoh yang bertajuk “Laliaran”.

    Ogoh-ogoh bertajuk “Laliaran” diambil dari cerita astronomi yang merupakan ilmu paling tua yang dipelajari manusia. Kegiatan gerak matahari bulan dan bintang membentuk pola pada segala yang bergerak dan tak bergerak di bumi. Selama ribuan tahun pengetahuan ini telah dirumuskan dan ditulis sebagai panduan hidup manusia.

    Di bali hal serupa dilakukan secara spesifik dengan cara menghitung yang tak hanya menghitung salah satu sumbu putaran dari Sang Hyang Rwa Wisesa Surya (matahari) atau Candra (bulan), tapi keduanya yang menjadi tiga bentuk pengingat: hari, wuku, sasih yang saling bertemu.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pura Bukit Gumang, Ratusan Anak Tangga dan Gerbang Raksasa Seolah Menuju Nirwana



    Karangasem

    Pura Bukit Gumang berada di atas bukit. Untuk mencapai pura, pengunjung harus mendaki ratusan anak tangga dan melewati sebuah gerbang raksasa.

    Pura Bukit Gumang dikenal juga dengan Pura Bukit Batu Kursi berada di Desa Adat Bugbug. Pura itu merupakan istana Ida Bhatara Gumang yang juga bernama Sang Hyang Sinuhun Kidul. Dia memiliki permaisuri Dewi Ayu Mas.

    Pura Bukit Gumang berhawa sejuk. Pura itu berada di sekitar 305 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pura itu juga termasuk Dang Kahyangan di Desa Bugbug.

    Rai, koordinator penjaga gapura di Pura Bukit Gumang, menyebut sebelum masuk ke dalam pura dan berfoto, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk dan menggunakan sarung (kamen) serta selendang. Pengunjung juga diimbau untuk mengenakan pakaian yang sopan.

    Melihat dari luar pintu masuk, Pura Bukit Gumang memiliki candi bentar atau gapura kembar dengan ukuran raksasa, tinggi menjulang dan begitu megah. Candi bentar itulah yang menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto.

    Untuk menuju candi bentar itu, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga. Tetapi, jangan khawatir sepanjang perjalanan traveler akan disuguhkan pemandangan pepohonan hijau dan bebukitan.

    Menurut Rai, wisatawan yang berkunjung diperbolehkan naik hingga ke areal pura. Tetapi ada batasannya. Pengunjung yang sedang menstruasi, tidak diperbolehkan untuk naik ke pura.

    “Pura Bukit Gumang ini tinggi, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga. Kalau pengunjung kuat, diperbolehkan naik sampai ke areal pura. Namun, di sini ada ketentuan kalau sedang menstruasi tidak diperbolehkan untuk naik,” kata Rai.

    Jangan kaget, jika nanti traveler bertemu dengan monyet-monyet yang ada di sekitar pura. Tapi tenang saja, karena monyet di sini tidak agresif, kecuali pengunjung membawa makanan.


    Daya Tarik Pura Bukit Gumang

    Pura Bukit Gumang menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib traveler kunjungi di Bali timur. Berikut beberapa daya tarik yang dimiliki oleh Pura Bukit Gumang.

    1. Arsitektur Pura yang Megah

    Arsitektur Pura Bukit Gumang memang tak dapat disangkal keindahannya. Pura ini menampilkan kekayaan seni arsitektur tradisional Bali yang megah. Salah satu ciri khasnya adalah adanya candi bentar atau gapura yang besar dan megah di pintu gerbang.

    Struktur bangunan yang kokoh dan hiasan-hiasan tradisional Bali yang menghiasi setiap sudut pura menambah keagungan dan keelokan tempat ini. Keindahan arsitektur Pura Bukit Gumang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung yang ingin mengagumi keajaiban seni bangunan khas Bali.

    2. Pemandangan Alam Memukau

    Selain keindahan arsitektur, Pura Bukit Gumang juga menawarkan pemandangan alam yang memukau. Terletak di ketinggian, pura ini menawarkan panorama indah yang meliputi hamparan perbukitan yang hijau yang luas dan menakjubkan.

    Pengunjung dapat menikmati kesegaran udara sambil menikmati keindahan alam yang mempesona. Pemandangan alam yang menakjubkan ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung yang datang ke Pura Bukit Gumang.

    3. Bisa Saksikan Sunset dan Berburu Spot Foto

    Pura Bukit Gumang punya banyak spot foto, dengan konsep khas Bali. Terutama di gapura atau candi bentarnya yang megah. Hingga ke areal pura. Salah satu momen yang tidak boleh dilewatkan saat mengunjungi Pura Bukit Gumang adalah kesempatan untuk menyaksikan matahari terbenam. Dengan lokasinya yang berada di bukit, pura ini menawarkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler.

    “Spot foto favorit itu dari bawah sampai atas juga jadi spot foto favorit. Apalagi di pura, itu banyak sekali bisa dapat view, terutama saat sunset. Itu cantik banget,” ujarnya.

    Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

    Pura Bukit Gumang berlokasi di Kabupaten Karangasem tepatnya di Jalan Raya Bugbug, Sengkidu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Pura ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA.

    “Kalau bulan-bulan liburan, biasanya pengunjung banyak. Bisa sampai ratusan pengunjung yang datang. Biasanya ramai pada waktu siang hari,” kata Rai.

    Pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 10.000 untuk domestik dan Rp 20.000 untuk mancanegara. Untuk menyewa satu set kamen dan selendang, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 untuk pengunjung domestik dan Rp 20.000 untuk wisatawan mancanegara.

    Nah, demikian tadi ulasan mengenai Pura Bukit Gumang di Karangasem Bali yang bisa menjadi pilihan traveler untuk berlibur di Bali Timur. Jangan lupa gunakan pakaian yang sopan dan siapkan fisik yang prima ya traveler!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kafe Estetik di Tuban, Punya View Hutan Mangrove



    Badung

    Tak banyak yang tahu, kafe satu ini mempunyai view hutan mangrove yang cantik dan estetik. Namanya Koffietons Mangrove, Tuban.

    Dari luar, kafe ini terlihat seperti kafe pada umumnya. Memiliki tema cozy yang didominasi dengan warna hitam dan tumbuhan hijau di depannya.

    Meskipun berlokasi di kawasan Tuban yang ramai, Koffietons menawarkan suasana yang berbeda. Ketenangan yang berpadu dengan indahnya pemandangan hutan mangrove dapat traveler temui di sini.

    Koffietons Mangrove, Tuban, Badung, BaliKoffietons Mangrove, Tuban, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Memasuki kafe, traveler akan disambut dengan ramah oleh resepsionis kafe dan disajikan mineral water dingin dengan cuma-cuma. Konsepnya yang cozy modern dengan suasana yang tenang membuat Koffietons menjadi tempat favorit untuk nongkrong dan bekerja atau mengerjakan tugas.

    Terdapat banyak pilihan tempat duduk. Namun tempat duduk yang paling menarik di Koffietons Tuban adalah tempat duduk yang menghadap langsung ke hutan mangrove. Lebatnya pohon mangrove dan ketenangan airnya akan membuat traveler betah berlama-lama di kafe ini.

    Tak jarang spot ini menjadi spot favorit pengunjung untuk hunting foto yang kece. Bahkan harus berebutan untuk mendapatkan tempat duduk yang menghadap langsung ke hutan mangrove ini. Cuma ada empat kursi loh!

    Koffietons Mangrove, Tuban, Badung, BaliKoffietons Mangrove, Tuban, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

    Berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai Tuban 33a-34b, Kabupaten Badung, Koffietons Tuban menawarkan pilihan menu beragam. Mulai dari kopi yang strong, kopi susu, hingga menu non kopi lainnya. Tidak lupa traveler juga bisa menikmati pilihan makanan ringan seperti Basque Cheese Cake dan makanan berat seperti Dory Sambal Matah.

    Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Untuk menu minuman mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu dan menu makanan mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 110 ribu. Koffietons Tuban buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 21.00 WITA.


    Dengan segala yang disuguhkan oleh Koffietons Tuban, tidak mengherankan bahwa tempat ini menjadi idola bagi para penggemar kopi dan pecinta spot estetik. Atmosfer yang tenang, pemandangan yang menenangkan, serta hidangan yang menggugah selera, semuanya menyatu dalam sebuah paket komplit di kafe ini.

    Jadi, bagi traveler yang lagi cari tempat nongkrong estetik dan nyaman, Koffietons Tuban adalah jawabannya. Ingat datang lebih awal ya, jangan sampai kehabisan spot terbaik di Koffietons Tuban.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Fakta Tari Kecak, Sumber Inspirasi Soundtrack Avatar The Last Airbender



    Jakarta

    Tari Kecak boleh dibilang sudah tak asing bagi traveler yang pernah berkunjung ke Bali. Ternyata budaya Bali itu menjadi sumber inspirasi soundtrack Avatar The Last Airbender.

    Tari Kecak adalah sebuah seni tradisional Bali yang umumnya ditarikan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk melingkar di sekeliling perapian. Terdapat pula beberapa penari yang menari di tengah lingkaran hingga ke kursi penonton.

    Keunikan gerakan dan keanggunan tari ini menyimpan makna yang dalam dan filosofis. Lebih dari sekadar hiburan, tari Kecak bagi penduduk Bali adalah sebuah bentuk komunikasi spiritual dengan Tuhan dan para leluhur.

    Tari Kecak menjadi salah satu tarian terkenal dari Bali dan menjadi pesona wisata budaya. Tak jarang wisatawan yang datang selalu menonton Tari Kecak sebagai wishlist yang wajib dilakukan.

    Baru-baru ini nama tari Kecak kembali mencuat setelah komposer musik di Avatar The Last Airbender, Jeremy Zuckerman. Ia menyebut soundtrack itu terinspirasi dari Tari Kecak.

    Penasaran dengan tari Kecak khas Bali?

    Berikut 6 fakta menarik tentang Tari Kecak:

    1. Hasil Kolaborasi Seniman Bali dan Seniman Musik Asal Jerman

    Tarian legendaris tari Kecak merupakan karya seni dari seniman tari asal Bali bernama Wayan Lembak. Ia menciptakan tari Kecak bersama dengan Walter Spies, seorang seniman lukis dan musik asal Jerman.

    Wayan Limbak terinspirasi untuk memodifikasi tari Sanghyang menjadi tari Kecak yang bisa diperkenalkan lebih luas ke seluruh dunia.

    2. Mengisahkan Epos Ramayana

    Saat menonton Tari Kecak, traveler akan dibuat merinding. Tarian ini ternyata mengangkat epos Ramayana dengan konsep dramatari. Tari Kecak yang mengisahkan Epos Ramayana, tepatnya pada saat Rahwana berusaha menculik Dewi Sinta dan bagaimana perjuangan Rama untuk menyelamatkan Dewi Sinta.

    Jika ditelaah, tari Kecak menyampaikan pesan moral yang tinggi. Mulai dari pesan keberanian, kesetiaan pasangan, dan strategi yang baik.


    3. Cuma Dimainkan oleh Laki-laki

    Dalam pementasan tari Kecak hanya dimainkan oleh penari laki-laki saja. Bahkan jumlah penari bisa berkisar antara puluhan hingga lebih penari laki-laki yang duduk melingkar. Pementasan semakin meriah dengan irama dan seruan “cak” sembari mengangkat tangan.

    Para penari akan menggunakan kostum yang sederhana, mengenakan kain (kamen) kotak-kotak, menyerupai papan catur. Selain itu, terdapat beberapa tokoh utama Ramayana, seperti Rama, Shinta, Rahwana, dan Hanoman.

    4. Tari Kecak Tak Diiringi Alat Musik

    Jika biasanya tari Bali diiringi dengan gamelan khas Bali. Berbeda dengan Tari Kecak, tarian ini tak diiringi oleh alat musik sama sekali. Tari Kecak diiringi oleh suara seruan “cak”, “cak”, “cak” dari para penari laki-laki yang duduk melingkar.

    Nah, seruan “cak”, “cak”, “cak” inilah yang ternyata menjadi inspirasi soundtrack Avatar The Last Airbender.

    5. Tarian untuk Berkomunikasi dengan Tuhan

    Selain terkenal dengan epos Ramayana, ternyata tari Kecak juga menjadi media berkomunikasi dengan Tuhan dan para leluhur. Kemunculan Tari Kecak juga terinspirasi dari ritual tari sanghyang, sebuah tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur.

    6. Jumlah Penari yang Banyak

    Keunikan tari Kecak juga terletak pada jumlah penarinya yang tak terbatas. Penari inilah yang akan mengiringi pelakon di tengah lingkaran untuk mementaskan epos Ramayana. Tari Kecak bisa ditarikan oleh puluhan hingga ratusan orang. Bahkan, pernah tercatat di Rekor MURI, tahun 2006 tari Kecak pernah ditarikan oleh 5.000 penari.

    Nah, traveler sudah tau kan beberapa fakta menarik tentang Tari Kecak. Kuy nonton Tari Kecak langsung di Pulau Dewata.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bali Cliff Glamping, Staycation Mewah di Bibir Tebing



    Karangasem

    Penginapan di Karangasem, Bali ini boleh dibilang antimainstream. Ini glamping mewah dengan view sunrise dan berada di bibir tebing.

    Tempatnya bernama Bali Cliff Glamping. Berlokasi di Jalan Karangasem – Seraya, Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Sesuai dengan namanya, Bali Cliff Glamping terletak di bibir tebing yang menghadap ke laut lepas.

    Kadek, salah satu karyawan Bali Cliff Glamping, mengatakan Bali Cliff Glamping menjadi glamping pertama di bibir jurang. Di bangun dengan konsep alami yang khas. Memadukan berbagai ornamen kayu pada setiap detailnya. Sesuai dengan konsep glamping atau glamour camping, di sini setiap bangunan didesain menyerupai tenda. Berasa lagi camping beneran deh!

    Bali Cliff Glamping memiliki enam kamar dengan tipe dan bentuk yang sama. Namun, menurut Kadek, setiap kamar memiliki view yang berbeda. Kamar dengan view terbaik adalah kamar di ujung timur karena bisa mendapatkan view sunrise yang menawan.

    “Kita di sini memiliki enam kamar, dengan tipe dan fasilitas yang sama. Yang membedakan hanya dari view saja. Menurut saya kamar terbaik itu yang di ujung timur, karena bisa dapet view sunrise waktu pagi hari,” kata Kadek.

    Memasuki ruangan traveler akan dibuat kaget karena bak masuk ke dalam tenda, komplit dengan kasur dan peralatannya yang nyaman. Interior didesain dengan konsep minimalis dan klasik. Bernuansa coklat.

    Walau terletak di bibir tebing, fasilitas Bali Cliff Glamping ini nggak kaleng-kaleng. Kadek mengatakan, setiap kamar sudah dilengkapi dengan fasilitas double bed, safety box, kamar mandi dalam, air cooler, handuk, dan masih banyak lagi.

    Selama staycation di sini, traveler akan dibuat semakin tenang. Malam hari tak ada suara bising kendaraan. Hanya ada suara jangkrik dan deburan ombak yang memecah malam. Definisi ketenangan yang hakiki.

    Saat bangun di pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 06.30 WITA, traveler bisa langsung bersantai di binbag dan menikmati keindahan matahari yang mulai menampakkan sinarnya. Sembari menikmati teh dan kopi hangat.

    Nah untuk staycation di Bali Cliff Glamping traveler wajib membayar sekitar Rp 850.000 hingga Rp 900.000/ kamarnya. Harga ini sudah termasuk paket breakfast untuk dua orang. Jika ingin menambah ekstra bed akan dikenakan biaya sebesar Rp 300.000.

    Traveler yang kepo dengan kecantikan Bali Cliff Glamping juga bisa mengunjungi akun Instagram mereka @balicliffglamping. Tertarik menginap di bibir tebing?

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hidden Gems di Bali Timur: Pantai Labuan Amuk



    Karangasem

    Bali timur, tepatnya di Kabupaten Karangasem menyimpan banyak permata tersembunyi. Ada pantai cantik bonus view perbukitan yang hijau nan asri.

    Traveler yang berlibur ke Bali timur dijamin nggak akan kehabisan wisata untuk dijelajahi. Mulai dari bukit hingga pantai.

    Salah satu hidden gem yang wajib dikunjungi saat ke Karangasem adalah Pantai Labuan Amuk. Dikenal karena kecantikan alamnya yang mempesona, pantai ini memiliki pasir putih yang bercampur dengan pasir hitam yang lembut.

    Memberikan pemandangan yang menenangkan dengan latar belakang bukit hijau yang memikat. Wilayah pantainya tidak begitu luas, diselingi dengan jalan setapak kayu di sebelah kiri, pantai ini menjadi tempat ideal untuk bersantai sambil menikmati panorama laut yang menakjubkan.

    Pantai ini tergolong hidden gem, karena traveler harus melalui jalan sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil. Namun, pesona alam dan ketenangannya membuat pantai ini worth it untuk bersantai dan menjauh dari kebisingan kota.

    Landskap hijau dari perbukitan dan air pantainya yang jernih, ditemani dengan deburan ombak membuat traveler akan merasa nyaman dan ingin berlama-lama di sini.

    Karena keindahan bawah lautnya yang memukau dan perairannya yang jernih, Pantai Labuan Amuk menjadi surga bagi penggemar snorkeling. Menikmati terumbu karang berwarna-warni dan ikan tropis yang cantik di kedalaman laut. Traveler bisa menemukan penyewaan alat snorkeling di sekitar pantai.

    Bagi traveler yang mau menikmati keindahan alam tapi nggak mau basah-basahan, bisa mencoba aktivitas mancing. Terdapat juga area memancing yang sangat populer, traveler bisa duduk di pinggir jalan setapak sambil memancing dan menikmati indahnya Labuan Amuk.

    Ketika mengunjungi pantai Labuhan Amuk Karangasem, traveler tak perlu khawatir mencari tempat makan. Pasalnya, di sepanjang pantai terdapat banyak warung makan dan penjual makanan ringan. Harganya pun relatif terjangkau, jadi nggak akan buat kantongmu bolong.

    Pantai ini berlokasi di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Lokasinya cukup jauh dari Kota Denpasar, sekitar 42 kilometer atau 1 jam 15 menit perjalanan.

    Labuan Amuk buka setiap hari. Bagi traveler yang berkunjung hanya akan dikenakan biaya parkir mulai dari Rp 5.000 untuk satu kendaraan. Bagi traveler yang ingin berkunjung, detikTravel menyarankan untuk datang di pagi hari saat matahari terbit sekitar pukul 06.30 WITA. Atau bisa di sore hari mulai pukul 16.00 WITA.

    Karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, dan belum banyak yang tahu tentang Pantai Labuan Amuk. Tak banyak wisatawan yang berkunjung ke sini sehingga cocok untuk traveler yang mencari ketenangan.

    Bagi traveler yang berkunjung tetap menjaga keselamatan dan kebersihan ya!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com