Tag: beasiswa unggulan

  • Golongan Penerima, Syarat, Berkas Dokumen


    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2025 untuk masyarakat berprestasi sudah dapat dilakukan pada pekan ketiga dan keempat Juli. Sementara, pendaftaran untuk penyandang disabilitas dibuka pada pekan kedua hingga keempat Juli.

    Beasiswa ini diberikan oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

    Lantaran saat ini sudah mendekati pekan kedua Juli, maka detikers yang ingin mendaftar ini bisa melihat kriteria penerima, syarat, dan informasi lainnya tentang Beasiswa Unggulan 2025.


    Golongan Penerima Beasiswa Unggulan 2025

    1. Beasiswa Masyarakat Berprestasi

    • Diperuntukkan bagi masyarakat yang berprestasi pada bidang akademik/nonakademik tingkat internasional dan/atau nasional.
    • Ditujukan bagi masyarakat yang berkontribusi terhadap daya saing bangsa di segala bidang.

    2. Beasiswa Unggulan Penyandang Disabilitas

    Jenis-jenis disabilitas yang eligible untuk mendaftar adalah:

    • Disabilitas fisik
    • Disabilitas intelektual
    • Disabilitas mental
    • Disabilitas sensorik
    • Ragam disabilitas di atas dapat secara tunggal, ganda, atau multi dalam jangka waktu lama yang ditetapkan.

    Syarat Beasiswa Unggulan 2025

    1. Masyarakat Berprestasi

    Pendaftar merupakan masyarakat berprestasi di bidang akademik/nonakademik tingkat internasional dan/atau nasional, dan/atau mempunyai kontribusi terhadap daya saing bangsa dalam segala bidang. Syarat umumnya adalah sebagai berikut:

    • Memperoleh rekomendasi dari institusi terkait
    • Tidak tengah menerima beasiswa sejenis dari sumber lain
    • Belum pernah menempuh pendidikan pada jenjang yang sama
    • Diterima di perguruan tinggi dalam negeri yang sudah terakreditasi minimal B/baik Sekali dan pada program studi terakreditasi atau di perguruan tinggi luar negeri yang diakui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
    • Tidak berstatus sebagai guru, dosen, tenaga kependidikan, dan pelaku budaya
    • Diutamakan untuk kelas reguler
    • Diutamakan mempunyai sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/nonakademik tingkat internasional dan/atau nasional.

    2. Penyandang Disabilitas

    • Diutamakan mempunyai sertifikat yang membuktikan prestasi akademik atau nonakademik
    • Mempunyai surat keterangan dari dokter, ahli, dan/atau lembaga relevan yang menyatakan sebagai penyandang disabilitas sesuai dengan ragam penyandang disabilitas
    • Memperoleh rekomendasi dari institusi terkait
    • Tidak tengah menerima beasiswa sejenis dari sumber lain
    • Belum pernah menempuh pendidikan pada jenjang yang sama
    • Menandatangani surat pernyataan yang menyebutkan dirinya benar masuk dalam mahasiswa berkebutuhan khusus
    • Mempunyai letter of acceptance (LoA) unconditional dari perguruan tinggi untuk mahasiswa baru, atau surat keterangan aktif kuliah dari dekan atau direktur pascasarjana untuk mahasiswa on going di perguruan tinggi dalam negeri
    • Berstatus aktif pada tahun akademik 2025/2026
    • Mempunyai surat keterangan aktif kuliah minimal dari dekan fakultas atau direktur pascasarjana untuk mahasiswa on going
    • Mahasiswa on going program magister/doktoral mempunyai nilai IPK paling rendah 3,25 untuk program S2 dan 3,40 untuk program S3 pada skala 4.
    • Membuat esai dalam bahasa Indonesia dengan ketentuan:

    – Judul/tema esai adalah “Dampak Teknologi Terhadap Karakter Pada Era Digital”

    – Esai ditulis pada kolom esai minimal 1.500 kata dan maksimal 2.000 kata.

    Berkas Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2025

    Peserta dapat mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah semua dokumen syarat ke laman https://beasiswaunggulan.kemendikdasmen.go.id. Ini berkas-berkas yang perlu diunggah:

    1. Beasiswa Masyarakat Berprestasi

    • KTP
    • NPWP
    • KTM (khusus mahasiswa on going) jenjang S1-S3
    • LoA dari perguruan tinggi (khusus untuk mahasiswa baru)
    • Surat keterangan aktif kuliah yang diterbitkan perguruan tinggi (khusus mahasiswa on going)
    • KRS dan/atau kartu rencana studi semester genap[ tahun ajaran 2024/2025 (khusus mahasiswa on going)
    • Ijazah dan rapor terakhir (untuk S1)
    • Ijazah dan transkrip nilai terakhir (untuk S2 dan S3)
    • Sertifikat UKBI yang diterbitkan Badan Bahasa Kemendikdasmen untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri
    • Sertifikat bahasa Inggris untuk tujuan perguruan tinggi luar negeri
    • Rencana studi untuk program magister
    • Proposal penelitian disertasi untuk program doktor
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau institusi terkait
    • Surat pernyataan pendaftar Beasiswa Unggulan
    • Sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/nonakademik tingkat nasional dan/atau internasional (apabila ada).

    2. Beasiswa Disabilitas

    • KTP
    • NPWP
    • KTM (khusus mahasiswa on going) jenjang S1-S3
    • LoA dari perguruan tinggi (khusus untuk mahasiswa baru)
    • Surat keterangan aktif kuliah yang diterbitkan perguruan tinggi (khusus mahasiswa on going)
    • KRS dan/atau kartu rencana studi semester genap tahun ajaran 2024/2025 (khusus mahasiswa on going)
    • Ijazah dan transkrip nilai terakhir
    • Sertifikat UKBI yang diterbitkan Badan Bahasa Kemendikdasmen untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri
    • Rencana studi untuk program magister
    • Proposal penelitian disertasi untuk program doktor
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau institusi terkait
    • Surat pernyataan pendaftar Beasiswa Unggulan
    • Surat pernyataan sebagai mahasiswa berkebutuhan khusus
    • Surat keterangan dari dokter, ahli, dan/atau lembaga relevan yang menyatakan sebagai penyandang disabilitas sesuai ragam disabilitas yang disandang.
    • Sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/nonakademik tingkat nasional dan/atau internasional (apabila ada).

    Jadwal seleksi administrasi hingga wawancara dapat diakses melalui https://beasiswaunggulan. kemendikdasmen.go.id. Informasi panduan pendaftaran juga bisa didapat di sini.

    (nah/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Minimal IPK Buat Daftar Beasiswa Unggulan, Harus Cumlaude?



    Jakarta

    Beasiswa Unggulan adalah salah satu beasiswa yang memberikan syarat minimal IPK bagi pelamar. Lantas, berapa minimal IPK buat daftar Beasiswa Unggulan?

    Seperti diketahui, Beasiswa Unggulan merupakan beasiswa di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang menawarkan pembiayaan penuh selama masa studi serta tunjangan hidup. Beasiswa ini dibuka untuk jenjang S1, S2, dan S3.

    Namun sebelum diterima, pelamar wajib mengikuti seleksi yang mensyaratkan IPK minimal. Berapa IPK yang dibutuhkan agar lulus Beasiswa Unggulan?


    Minimal IPK Buat Daftar Beasiswa Unggulan

    Menurut Pedoman Pendaftaran Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi 2024, pelamar Beasiswa Unggulan harus memenuhi minimal IPK sebagai berikut:

    Mahasiswa on-going S1: IPK paling rendah 3,25 pada skala 4

    Mahasiswa on-going S2: IPK paling rendah 3,25 pada skala 4 dan IPK S1 paling rendah 3,25 pada skala 4

    Mahasiswa on-going S3: IPK paling rendah 3,40 pada skala 4 dan IPK S2 paling rendah 3,40 pada skala 4

    Apakah minimal IPK di atas termasuk cumlaude? Jika melihat dari ketentuan resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), predikat cumlaude diberikan kepada mahasiswa yang nilai indeks prestasi kumulatif atau IPK-nya tinggi dan memenuhi syarat-syarat dari kampus.

    Menurut laman Telkom University, ketentuan IPK cumlaude adalah sebagai berikut:

    3,50-3,79 cumlaude (dengan pujian)
    3,79-3,99 magna cumlaude (dengan kehormatan besar)
    4,00 summa cumlaude (dengan kehormatan tertinggi)

    Jika mengacu pada ketentuan cumlaude di atas, minimal IPK buat daftar Beasiswa Unggulan tidak harus cumlaude.

    Syarat Dokumen Beasiswa Unggulan

    Meski pendaftaran Beasiswa Unggulan 2025 belum dibuka, detikers bisa mulai menyiapkan syarat IPK minimal serta dokumen yang diperlukan di bawah ini:

    Kartu tanda penduduk (KTP)

    Kartu tanda mahasiswa (khusus mahasiswa on-going)

    Surat penerimaan/keterangan lulus/LoA unconditional dari perguruan tinggi (khusus mahasiswa baru)

    Surat keterangan aktif kuliah yang diterbitkan oleh perguruan tinggi (khusus mahasiswa on-going)

    Kartu hasil studi (KHS) semester 1 dan 2 (khusus mahasiswa on-going)

    Ijazah dan transkrip nilai terakhir

    Sertifikat UKBI untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri yang diterbitkan oleh Badan Bahasa Kemendikbud

    Sertifikat bahasa Inggris untuk tujuan perguruan tinggi luar negeri

    Rencana studi bagi program S2

    Proposal penelitian disertasi bagi program S3

    Surat rekomendasi dari akademisi atau institusi terkait

    Surat pernyataan pendaftar Beasiswa Unggulan

    Sertifikat prestasi dan kompetensi.

    Itulah minimal IPK buat daftar Beasiswa Unggulan. Semoga membantu!

    (nir/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Rekomendasi Beasiswa dalam Negeri yang Jarang Diketahui



    Jakarta

    Beasiswa adalah bantuan dana pendidikan yang tentunya jadi incaran banyak mahasiswa. Dengan beasiswa, beban biaya kuliah bisa lebih ringan sehingga mahasiswa dapat lebih fokus belajar.

    Jenis beasiswa yang punya peminat tinggi biasanya berasal dari dalam negeri. Contohnya beasiswa LPDP, Beasiswa Indonesia Bangkit, Beasiswa Pendidikan Indonesia, Beasiswa Unggulan, KIP Kuliah, Beasiswa Bank Indonesia hingga beasiswa sekolah kedinasan.

    Beasiswa-beasiswa tersebut disediakan langsung oleh pemerintah dan dikelola oleh kementerian ataupun lembaga. Tak heran, peminatnya akan tinggi karena seleksi ketat.


    Namun, detikers tak perlu khawatir tidak lolos seleksi beasiswa-beasiswa tersebut. Sebenarnya masih banyak beasiswa kuliah dari dalam negeri yang jarang diketahui, sehingga peminatnya tak sebanyak beasiswa dari pemerintah.

    Ada apa saja? Ini daftar beasiswa dalam negeri yang jarang diketahui.

    1. Beasiswa Cendekia Muda Baznas

    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ternyata punya ragam jenis beasiswa pendidikan untuk siswa hingga mahasiswa, contohnya Beasiswa Cendekia Muda Baznas.

    Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa D4 atau S1 yang menempuh kuliah di perguruan tinggi dalam negeri. Besaran beasiswa ini bisa mencakup total UKT atau subsidi.

    Ada beberapa kategori yang bisa dipilih dalam Beasiswa Cendekia Muda Baznas, mulai dari beasiswa dengan kategori jurusan prioritas; prestasi; aktivis; wirausaha; dan lainnya.

    2. Beasiswa Djitu

    Beasiswa Djitu atau singkatan dari Disiplin, Jujur, Inovatif, Tanggung Jawab, Unggul adalah bantuan pendidikan untuk mahasiswa D3-S1 yang disediakan oleh Yayasan Knouw Kalbe.

    Beasiswa ini khusus menarget perempuan yang sedang menghadapi tantangan sosial-ekonomi. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa dengan jurusan di bidang agrikultur, bisnis, ekonomi, kesehatan, dan STEM.

    Penerima Beasiswa Djitu bisa mendapatkan bantuan hingga Rp 10 juta hingga lulus. Selain itu, ada dana penunjang sebesar Rp 1,2 juta per semester.

    3. Beasiswa Teladan

    Beasiswa Teladan diinisiasi oleh Tanoto Foundation untuk siswa hingga mahasiswa. Bentuk beasiswa Teladan berupa pendanaan kuliah secara fully funded dan biaya hidup bulanan.

    Tak cuma itu, program pengembangan diri dan eksperimen dapat dirasakan penerima Beasiswa Teladan. Sebagaimana tujuannya, beasiswa ini diberikan kepada calon-calon pemimpin muda.

    Ada banyak jaringan universitas penerima Beasiswa Teladan yakni IPB University, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan lainnya.

    4. Beasiswa Bright Scholarship

    Bright Scholarship bisa dicoba bagi mahasiswa on going yang sedang mengalami kesulitan membiayai kuliah. Didanai oleh YBM BRI, beasiswa ini akan menopang UKT dan biaya hidup bulanan awardee.

    Selain itu, Beasiswa Bright Scholarship menyediakan fasilitas asrama bagi mahasiswa. Jika mahasiswa menginginkan jaringan atau pertemanan yang kuat antarawardee, maka beasiswa ini bisa menjadi solusi.

    Hingga saat ini, ada banyak kampus besar yang menjadi mitra YBM antara lain Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan 32 kampus lainnya.

    5. Beasiswa Aperti BUMN

    Apakah detikers berkuliah di kampus naungan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)? Jika demikian, maka bisa mencoba beasiswa satu ini.

    Beasiswa Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (Aperti) menyediakan pembiayaan kuliah dan fasilitas akademik. Selain itu, penerima bisa berkesempatan magang dan bekerja di perusahaan BUMN seperti PLN, Pertamina, Pos Indonesia dan lainnya.

    Adapun kampus yang menyediakan beasiswa Aperti BUMN yakni:

    • Telkom University (Tel-U)
    • Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI)
    • Institut Teknologi PLN (ITPLN)
    • Universitas Pertamina (Uper)
    • Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)
    • Politeknik Semen Indonesia (Polteksi)

    Demikian informasi beasiswa dalam negeri yang jarang diketahui tetapi punya pendanaan yang lumayan. Semoga bermanfaat bagi detikers ya.

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bantuan Pendidikan dari Pemerintah yang Masih Dibuka Tahun Ini



    Jakarta

    Pemerintah Indonesia terus membuka akses bantuan pendidikan untuk pelajar, mahasiswa, dan pendidik di tahun 2025. Berikut program aktif yang masih menerima pendaftaran atau berjalan sepanjang tahun 2025 ini.

    1. Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah)

    Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah adalah program bantuan pendidikan dari pemerintah Indonesia yang secara khusus ditujukan untuk mendukung siswa dengan keterbatasan ekonomi namun memiliki potensi akademik yang kuat agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk memastikan bahwa tidak ada hambatan finansial yang menghalangi talenta terbaik bangsa untuk mengakses pendidikan tinggi.

    Program ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang lulus pada tahun berjalan (2025) atau maksimal dua tahun sebelumnya (2023/2024), dan telah lolos seleksi masuk perguruan tinggi.


    Apa Saja Manfaat KIP Kuliah 2025?

    • Gratis biaya kuliah hingga lulus Rp 2,4 juta hingga Rp12 juta per semester (tergantung akreditasi prodi)
    • Uang saku bulanan: Rp800.000 – Rp1.400.000 (tergantung wilayah perguruan tinggi)

    Jadwal pendaftaran akun siswa KIP Kuliah untuk tahun 2025 telah dibuka dari 3 Februari 2025 hingga 31 Oktober 2025.

    Seleksi KIP-K di penetapan penerima baru dilakukan pada 1 Juli hingga 31 Oktober 2025.

    Informasi lengkap bisa dilihat di sini: https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/panduan

    2. Program Indonesia Pintar (PIP)

    PIP adalah bantuan pendidikan yang diberikan kepada siswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu sesuai ketentuan. Dana PIP diperuntukkan sebagai bantuan biaya pribadi pendidikan seperti transportasi, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan selama bersekolah. Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening atas nama siswa yang telah ditetapkan sebagai penerima PIP pada Surat Keputusan (SK) Pemberian PIP yang diterbitkan Puslapdik Kemendikdasmen.

    Dana Program Indonesia Pintar (PIP) 2025 merupakan bantuan pendidikan yang dicairkan secara bertahap. Lantas, kapan dana PIP 2025 cair?

    Pencairan PIP sendiri baru dimulai 1,5 bulan setelah siswa mengaktifkan kartu PIP. Besaran bantuan yang diberikan tergantung jenjang pendidikan:

    • SD/sederajat: Rp450.000 per tahun
    • SMP/sederajat: Rp750.000 per tahun
    • SMA/SMK/sederajat: Rp1.800.000 per tahun

    Syarat Penerima PIP

    Agar bisa menerima PIP, siswa harus memenuhi kriteria berikut:

    • Terdaftar aktif di sekolah (SD-SMA/SMK)
    • Memiliki NISN yang valid
    • Masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP)
    • Tidak sedang menerima bantuan sejenis lainnya

    Info lebih lanjut bisa dilihat di sini: https://pip.dikdasmen.go.id/

    3. Beasiswa Unggulan 2025

    Beasiswa Unggulan adalah bantuan pendidikan yang banyak dinanti masyarakat. Beasiswa ini disediakan bagi masyarakat berprestasi, penyandang disabilitas, serta pegawai Kemendikdasmen.

    Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan jadwal pembukaan Beasiswa Unggulan 2025. Pendaftaran beasiswa bisa dilakukan mulai 14 Juli 2025.

    Jenis & Sasaran Penerima Beasiswa Unggulan 2025

    • Beasiswa Berprestasi: Putra-putri terbaik bangsa yang diterima di perguruan tinggi dalam atau luar negeri
    • Beasiswa Penyandang Disabilitas: Mahasiswa penyandang disabilitas fisik, intelektual, mental, atau sensorik, baik tunggal, ganda, maupun multi.
    • Beasiswa Unggulan Pegawai: Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemendikdasmen

    Jangka Pemberian Beasiswa Unggulan 2025

    • S1/D4: Maksimal 8 semester
    • S2: Maksimal 4 semester
    • S3: Maksimal 6 semester

    Informasi hingga pendaftaran bisa dilakukan pada laman https://beasiswaunggulan.kemendikdasmen.go.id/.

    4. Beasiswa LPDP

    Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah program beasiswa dari dana abadi yang dikelola di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Penerima beasiswa nantinya akan mendapat pendanaan untuk melanjutkan pendidikan tinggi jenjang magister atau doktoral di kampus dalam dan luar negeri.

    Untuk Juli 2025, LPDP kembali membuka pendaftaran untuk tahap 2 tahun anggaran 2025. Terdapat tiga kelompok besar yang dibuka pada pendaftaran beasiswa LPDP tahap 2 tahun 2025. Ketiganya adalah Beasiswa Umum, Afirmasi, dan Targeted.

    Komponen Dana LPDP Tahap 2 Tahun 2025

    1. Dana Pendidikan

    • Biaya pendaftaran
    • Uang kuliah
    • Tunjangan buku
    • Penelitian tesis/disertasi
    • Seminar internasional
    • Publikasi jurnal internasional

    2. Dana Pendukung

    • Transportasi
    • Aplikasi visa
    • Asuransi kesehatan
    • Kedatangan
    • Biaya hidup bulanan
    • Lomba internasional
    • Tunjangan keluarga (khusus doktor)
    • Keadaan darurat (jika diperlukan)

    Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi LPDP pada tautan https://lpdp.kemenkeu.go.id/ hingga 31 Juli 2025 mendatang.

    5. Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus)

    Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) adalah program strategis untuk memberikan akses bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta.

    Pencairan KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 telah dilakukan secara bertahap sejak Jumat, 4 Juli 2025 lalu. Adapun jumlah penerima bantuan sebanyak 707.622 peserta didik.

    Sama seperti pencairan bulan-bulan sebelumnya, KJP plus bisa digunakan secara tunai dan nontunai. Namun, penggunaan tunai hanya bisa dipakai sebesar Rp 100 ribu setiap bulan. Adapun besaran dana yang diterima murid setiap jenjangnya adalah:

    1. SD/MI

    • Dana personal per bulan: Rp 250 ribu
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 130 ribu

    2. SMP/MTs

    • Dana personal per bulan: Rp 300 ribu
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 170 ribu

    3. SMA/MA

    • Dana personal per bulan: Rp 420 ribu
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 290 ribu

    4. SMK

    • Dana personal per bulan: Rp 450 ribu
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 240 ribu

    5. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

    • Dana personal per bulan: Rp 300 ribu

    Syarat dan cara pendaftaran KJP Plus bisa dilihat di sini: https://kjp.jakarta.go.id/

    Nah, berminat mendaftar bantuan pendidikan yang mana detikers?

    (nwk/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa Unggulan 2025 Ditunda, Jadi Kapan?



    Jakarta

    Hari Minggu, 10 Agustus 2025 dijadwalkan sebagai tanggal pengumuman hasil seleksi administrasi Beasiswa Unggulan 2025. Namun, panitia menginformasikan bahwa pengumuman ditunda.

    “Pengumuman hasil seleksi administrasi Beasiswa Unggulan Tahun 2025 ditunda karena banyaknya pendaftar. Mohon maaf atas penundaan ini,” tulis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada website Beasiswa Unggulan, dikutip Senin (11/8/2025).

    Pendaftaran beasiswa telah dibuka sejak 14 Juli 2025 lalu. Saat ini, rangkaian seleksi sudah memasuki pengumuman hasil seleksi administrasi untuk kemudian dilanjutkan ke seleksi wawancara.


    Dengan adanya penundaan pengumuman hasil seleksi administrasi Beasiswa Unggulan, maka jadwal tahapan selanjutnya pun mengalami perubahan yang akan diinformasikan segera.

    Adapun tanggal pasti pengumuman tidak disebutkan. Namun, peserta bisa memantau secara berkala website https://beasiswaunggulan.kemendikdasmen.go.id/ untuk memastikannya.

    Tahapan Seleksi Beasiswa Unggulan 2025

    Setelah seleksi administrasi, peserta yang lolos akan mengikuti tahapan berikut ini:

    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: Akan diinformasikan pada laman Beasiswa Unggulan segera
    • Seleksi wawancara: Akan diinformasikan pada laman Beasiswa Unggulan segera
    • Pengumuman hasil seleksi wawancara: Akan diinformasikan pada laman Beasiswa Unggulan segera
    • Pembekalan dan penjelasan teknik penanda: Akan diinformasikan pada laman Beasiswa Unggulan segera

    Penetapan Penerima Beasiswa Unggulan 2025

    Dalam laman FAQ Beasiswa Unggulan, penetapan penerima Beasiswa Unggulan 2025 akan dilakukan oleh Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikdasmen. Sedangkan seleksi dilakukan Tim Seleksi Beasiswa Unggulan Puslapdik.

    Nantinya, penerima akan dimonitor oleh Puslapdik selama menerima manfaat beasiswa. Jika awardee terbukti melakukan pelanggaran, maka hak beasiswa bisa dicabut.

    Beasiswa juga menjadi tidak berlaku jika awardee meninggal, mengundurkan diri, menerima beasiswa lain dengan komponen sama, dokumen tidak benar, berhenti kuliah, tidak melaporkan hasil studi, terkena pidana, atau pindah prodi dan kampus atas kemauan sendiri.

    Komponen Pembiayaan Beasiswa Unggulan 2025

    1. Beasiswa Unggulan Berprestasi

    Luar negeri: Biaya pendidikan, biaya hidup.
    Dalam negeri: Biaya pendidikan, biaya hidup, buku.

    2. Beasiswa Unggulan Penyandang disabilitas: Biaya pendidikan, biaya hidup, buku, penelitian, biaya hidup pendamping.

    3. Beasiswa Unggulan Pegawai: Biaya pendidikan, buku, penelitian, biaya hidup, tiket pesawat, dokumen perjalanan, asuransi kesehatan, dan komponen lainnya.

    Demikian pemberitahuan tentang penundaan pengumuman hasil seleksi administrasi Beasiswa Unggulan 2025. Cek berkala website https://beasiswaunggulan.kemendikdasmen.go.id/ untuk mengetahui pengumumannya ya, detikers

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Universitas dengan Penerima Beasiswa Unggulan Terbanyak 2025


    Jakarta

    Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merupakan salah satu program bantuan pendidikan yang kerap menjadi incaran. Penerima beasiswa ini terdiri dari beberapa golongan, di antaranya masyarakat berprestasi dan penyandang disabilitas, serta pegawai Kemendikdasmen.

    Beasiswa Unggulan untuk masyarakat berprestasi khususnya, memiliki alokasi untuk peserta didik jenjang D4 hingga S3.

    Pada program Beasiswa Unggulan 2025 ini ada beberapa universitas dengan penerima beasiswa terbanyak. Apakah di antaranya ada kampusmu?


    Perguruan Tinggi dengan Penerima Beasiswa Unggulan Terbanyak

    Berdasarkan data Forum Awardee Beasiswa Unggulan (FABU) 2025, seperti dikutip melalui keterangan resmi Universitas Brawijaya (UB), ini kampus-kampus dengan penerima Beasiswa Unggulan terbanyak 2025:

    1. Universitas Gadjah Mada (UGM): 143 penerima
    2. Universitas Indonesia (UI): 133 penerima
    3. Universitas Brawijaya (UB): 116 penerima
    4. Institut Teknologi Bandung (ITB): 89 penerima
    5. Universitas Airlangga (Unair): 84 penerima.

    Program Beasiswa Unggulan tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang kuliah di dalam maupun di luar negeri.

    Untuk program D4 atau S1 khususnya, pendaftar disyaratkan merupakan lulusan pendidikan menengah yang lulus pada tahun berjalan atau maksimal lulus dua tahun sebelumnya. Untuk yang baru diterima, wajib menyerahkan surat penerimaan /letter of acceptance (LoA) atau keterangan lulus.

    Bagi yang sedang berstatus kuliah (on going) pada program D4/S1, disyaratkan memiliki IPK minimal 2,75. Peserta juga disyaratkan menyerahkan surat keterangan aktif kuliah, minimal dari dekan fakultas.

    Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Ilhamuddin Nukman, SPsi, MA. mengatakan di kampusnya sendiri menargetkan peningkatan jumlah penerima pada tahun-tahun mendatang.

    “Kami menargetkan agar jumlah awardee dari UB terus meningkat setiap tahun. Semakin banyak mahasiswa yang bisa memperoleh fasilitas pendidikan ini, semakin besar pula kontribusi UB dalam mendukung pendidikan nasional,” ujar Ilhamuddin.

    Namun, pihaknya berencana tidak hanya mengandalkan kerja sama dengan kementerian Pendidikan, tetapi juga membuka peluang untuk perusahaan dan lembaga nonpemerintah. Sehingga, ada lebih banyak beasiswa yang bisa diakses mahasiswa berbagai jenjang.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com