Tag: bercinta

  • 5 Titik Sensitif yang Bisa Bikin Terangsang, Sentuh Agar Sesi Bercinta Makin Nikmat

    Jakarta

    Titik sensitif atau kerap dikenal dengan istilah ‘Erogenous Zone’ adalah area tertentu pada tubuh yang bisa meningkatkan gairah seksual saat disentuh. Ini dapat membantu pasangan suami istri mendapatkan kenikmatan yang lebih besar.

    Namun, beberapa bagian tubuh yang ternyata sensitif sering diabaikan. Edukator seks Kate McCombs menyebut ada zona sensitif yang tidak terduga bisa membawa kenikmatan dalam hubungan seks.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut area tubuh yang bisa dieksplorasi sebagai titik sensitif saat bercinta:


    1. Pergelangan tangan bagian dalam

    Saat bercinta, tangan menjadi salah satu area tubuh yang menarik untuk dieksplorasi. Terutama pada bagian pergelangan tangan dalam.

    “Ada banyak ujung saraf di situ. Tepat pada titik nadi itu, dan itulah tahap pertama ketika tubuh mulai lebih intim,” kata McCombs yang dikutip dari WebMD.

    2. Leher bagian belakang

    Sebagian orang mungkin memiliki titik sensitif di leher bagian belakang. Bagi wanita, leher belakang itu lebih sensitif dibandingkan payudara dan puting.

    Saat diberikan ciuman di leher, bisa memiliki makna sensual dan memicu gairah.

    “Ini adalah area yang seksi karena merupakan area yang rentan,” beber McCombs.

    Untuk memberikan rangsangan di titik ini, bisa dengan ciuman atau saat ciuman bibir, bisa usap dengan lembut pada leher belakang.

    3. Kelopak mata

    Ternyata, kelopak mata menjadi salah satu area sensitif yang bisa dieksplorasi saat berhubungan seks. Kadang stimulasi sensual terbaik bisa berupa sentuhan atau belaian yang menenangkan, serta ciuman pada kelopak mata.

    “Ciuman lembut di kelopak mata dapat mengkomunikasikan tingkat kasih sayang dan pemujaan yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain,” jelas seksolog Veronica Moner, yang dikutip dari She Knows.

    4. Kulit kepala

    Siapa sangka, sentuhan di kulit kepala bisa memberikan ketenangan dan membangkitkan gairah seksual. Cobalah mainkan rambut pasangan, pijat sedikit kulit kepalanya, dan gerakkan ujung jari atau kuku di atasnya.

    5. Lobus daun telinga

    Bagian paling seksi dari telinga adalah lobus atau lobe. Ini terlihat seksi saat wanita melakukan gerakan menyelipkan rambut ke belakang telinga.

    Berikan sentuhan dengan jari atau bibir. Pada sebagian orang memilih menyentuhnya menggunakan lidah, tetapi dianggap kurang disarankan karena terlalu basah.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kata-kata ‘Nakal’ yang Bisa Diucapkan Pasutri saat Bercinta, Seks Jadi Makin Hot

    Jakarta

    Kenyamanan dalam bercinta tentu menjadi dambaan setiap pasangan. Sering dianggap sepele, tetapi salah satu cara untuk membuat ranjang tetap ‘panas’ adalah komunikasi yang baik antar pasangan.

    Dirty talks atau aktivitas mengobrol yang bertujuan untuk memancing gairah satu sama lain. Tentunya, pembicaraan ini harus dua arah dan dimulai dengan menyampaikan hal-hal intim secara halus.

    Dilansir dari Very Well Mind, selah seorang sex educator Alice Lovegood membuat konten dewasa di mana mendapatkan banyak sekali respons dari pengikutnya di Instagram. Berikut adalah 9 jenis dirty talks yang sering digunakan untuk membuat ranjang tetap panas saat bercinta.


    1. Dominasi

    Memberikan kata-kata yang membuat pasangan merasa mendominasi bisa menjadi salah satu cara untuk membuat bercinta lebih intim. Pasalnya, memiliki kekuasaan atas orang lain bisa menambah gairah saat bercinta. Misalnya, ‘Saya akan melakukan apa yang saya inginkan kepadamu, berbaring di sana dan terima saja, mengerti?

    2. Submission

    Memberikan kekuasaan penuh terhadap pasangan juga menjadi salah satu cara untuk dapat menambah gairah bercinta. Kata-kata yang bisa bisa diucapkan kepada pasangan misalnya, ‘bawa aku’.

    3. Pernyataan instruktif

    Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan instruksi secara verbal. Seperti ‘buka kakimu’ atau ‘aku ingin kamu menyentuh dirimu sendiri’.

    4. Pertanyaan seksi

    Memberikan pertanyaan seksi kepada pasangan di atas ranjang bisa dilakukan untuk tetap menjaga keintiman dalam bercinta. Misalnya, ‘apakah terasa enak?’ atau ‘Apakah kamu menyukainya?’.

    5. Penguatan positif

    Memberikan kalimat-kalimat positif kepada pasangan baik sebelum atau sesudah bercinta bisa menambah kehangatan. Misalnya, ‘gadis baik’.

    6. Keintiman dan ikatan emosional

    Pernyataan-pernyataan positif seperti ‘aku mencintaimu’, ‘kamu cantik atau tampan’, atau ‘kamu luar biasa bisa membuat hubungan lebih intim. Sehingga, bercinta akan terasa lebih nyaman.

    7. Kepemilikan

    Pernyataan yang menentukan kepemilikan atas seseorang atau tubuhnya bisa dilakukan untuk menambah gairah saat bercinta. Misalnya, ‘XYZ ini milikku’ atau ‘Aku milikmu seutuhnya’.

    8. Berbicara Fantasi

    Berbicara mengenai fantasi seksual kepada pasangan bisa dilakukan untuk membuat mereka lebih bergairah.

    9. Panggilan refleksif

    Desahan, erangan, atau kata-kata seksual bisa dilakukan untuk ketika bercinta agar suasana menjadi tetap panas. Misalnya, ‘Ohhh’, ‘Yaa’ atau kalimat kuno (positif) yang bagus seperti ‘Ughhhhh’.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Wajib Tahu! 4 Kebiasaan Ini Perlu Dihindari usai Bercinta

    Jakarta

    Berhubungan intim memang menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi pasangan suami istri. Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa setelah berhubungan intim ada hal yang harus dilakukan yakni membersihkan diri terutama area organ intim.

    Alih-alih langsung tidur, wanita sebaiknya langsung menyempatkan buang air kecil sehabis bercinta. Pasalnya, keluarnya urine bisa menjadi cara paling alami untuk membuang kotoran dan menekan risiko masalah kesehatan seperti infeksi saluran kemih (ISK) dan penyakit menular seksual.

    Selain langsung tidur tanpa membersihkan diri lebih dulu, ada sejumlah hal lain yang juga tidak boleh dilakukan setelah berhubungan intim karena bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.


    Dikutip dari Healthshots, berikut penjelasannya.

    1. Mengenakan pakaian ketat saat tidur

    Setelah berhubungan intim, tubuh akan mengalami peningkatan suhu dan mengeluarkan keringat. Sebaiknya hindari menggunakan pakaian ketat, apalagi yang berbahan nilon atau kain sintetis. Hal ini dikarenakan dapat bakteri dari keringat akan tertimbun dan menyebar ke seluruh tubuh.

    Tak hanya itu, gesekan antara kulit dan pakaian yang ketat juga bisa menimbulkan luka lecet di kulit. Jika luka tersebut terpapar bakteri dan kuman yang ada di keringat, maka bisa terjadi infeksi.

    2. Mencuci bagian dalam vagina

    Meski dianjurkan untuk membersihkan diri setelah bercinta, ada satu bagian pada tubuh wanita yang tidak boleh dibasuh menggunakan air atau sabun. Area tersebut adalah vagina bagian dalam.

    Tidak sedikit wanita yang menggunakan shower untuk membersihkan bagian dalam vagina. Padahal, penggunaan sabun ini sangat tidak dianjurkan karena dapat mengganggu pH di dalam vagina.

    Bagian dalam vagina memproduksi semacam bakteri baik yang bertugas untuk membersihkan dan menjaga kesehatan saluran vagina. Membersihkan vagina dengan air atau sabun dapat mengganggu aktivitas bakteri tersebut dan memengaruhi pH dalam vagina. Hal ini dapat meningkatkan risiko seperti infeksi bakteri dan membuat vagina mengeluarkan aroma tidak sedap.

    3. Menggunakan tisu basah

    Menggunakan tisu basah untuk membersihkan miss V juga harus dihindari. Beberapa merek tisu basah mengandung alkohol yang dapat menyebabkan iritasi jika bersentuhan dengan kulit sekitar vagina.

    Selain itu, banyak ginekolog yang sepakat bahwa menggunakan tisu basah untuk membersihkan area kewanitaan dapat mengganggu aktivitas bakteri dalam vagina dan meningkatkan risiko infeksi.

    4. Berendam air hangat

    Berendam air hangat bersama pasangan setelah berhubungan intim mungkin terdengar sebagai sebuah ide yang menyenangkan. Tapi, hal ini ternyata tidak dianjurkan loh.

    Pasalnya, hot tub atau bak air hangat bisa menjadi inkubator bagi bakteri untuk berkembang biak. Berendam terlalu lama memungkinkan bakteri mengakses berbagai bagian tubuh sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

    (Della Monica Stefanni/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Benarkah Bercinta Bikin Tidur Lebih Nyenyak? Begini Penjelasannya


    Jakarta

    Bagi kebanyakan pasangan, bercinta menjadi rutinitas penutup yang dilakukan sebelum tidur malam. Selain memberikan kesenangan dan kenikmatan fisik, berhubungan seksual sebelum tidur juga memiliki manfaat untuk kesehatan, salah satunya bikin tidur nyenyak.

    Dikutip dari Healthline, para ahli mengatakan meskipun tidak ada cukup bukti klinis kuat yang menunjukkan bahwa bercinta membuat seseorang mengantuk, namun mekanisme dasar bahan kimia atau hormon oksitosin ‘hormon cinta’ yang dilepaskan saat berhubungan seks dapat membantu seseorang tidur lebih nyenyak.

    Spesialis tidur dan pendiri Sehatu Sleep di California Utara, Amer Khan mengatakan bahwa pelepasan oksitosin terjadi bersamaan dengan perasaan dan sentuhan kasih sayang yang terhindar dari rasa stres.


    “Hormon lain seperti dopamin, prolaktin, dan progesteron juga terlibat untuk mempengaruhi pikiran yang rileks setelah melakukan hubungan seks yang memuaskan,” cetus Kahn.

    “Tapi setiap orang berbeda, jadi bahan kimia yang masuk ke otak Anda tepat sebelum tidur mungkin menstimulasi dan mendorong bangun atau merangsang tidur,” kata Khan

    Penelitian yang dilakukan di University of Ottawa pada tahun 2016 juga menunjukkan bahwa berhubungan seks sebelum tidur mampu mengurangi stres bahkan mungkin dapat membantu pengidap insomnia memperbaiki jam tidur mereka.

    Namun, Khan memperingatkan, diperlukan lebih banyak penelitian berskala besar untuk mengeksplorasi subjek ini secara lebih rinci.

    “Sebagai dokter tidur, saya menyarankan orang-orang untuk menikmati waktu bersama,” kata Khan.

    “Kebersamaan fisik, emosional, dan mental lebih penting daripada berfokus pada kebutuhan untuk mencapai orgasme sebelum tidur.”

    Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh CQ University di Adelaide, Australia pada tahun 2017 juga menemukan bahwa lebih dari 60 persen dari 282 orang dewasa yang diteliti melaporkan jika tidur mereka terasa lebih nyenyak setelah melakukan hubungan seks yang memuaskan atau mencapai klimaks.

    (Nayla Azalia/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Tips Bakar Lemak dengan Bercinta, Pasutri Wajib Coba!

    Jakarta

    Bercinta merupakan salah satu aktivitas untuk menjaga keharmonisan pasangan suami istri. Selain mempererat hubungan, seks juga bisa menjadi cara untuk membakar banyak kalori atau lemak di tubuh.

    Memang berapa kalori yang terbakar lewat hubungan seks?

    Dikutip dari Business Insider, sebuah riset kecil tahun 2013 menemukan bahwa pria membakar rata-rata 4,2 kalori per menit saat berhubungan seks. Sementara pada wanita, seks ini bisa membantu membakar sekitar 3,2 kalori per menit.


    Namun, mengingat durasi rata-rata hubungan seksual hanya sekitar 5,4 menit, itu berarti tidak banyak kalori yang bisa dibakar.

    Untuk bisa membakar kalori lewat hubungan seks mungkin memerlukan beberapa cara, seperti:

    1. Bisa tambah durasi

    Dalam berhubungan seks, durasi menjadi aspek yang penting. Jika ingin mencoba membakar lebih banyak kalori, cobalah untuk menambah durasinya.

    Pasangan suami istri bisa mencoba hal-hal pelengkap sebelum masuk ke acara inti. Misalnya, memperpanjang durasi untuk ‘pemanasan’ atau foreplay.

    2. Coba posisi seks tertentu

    Salah satu cara yang bisa membantu membakar kalori saat berhubungan intim adalah posisi seks. Cobalah untuk menerapkan posisi seks yang berbeda, terutama yang menuntut kekuatan otot.

    Posisi seks yang bisa dicoba untuk membakar kalori, di antaranya wheelbarrow, standing sex, reverse cowgirl, snake, hingga butter churner.

    3. Bisa berganti posisi

    Untuk bisa membakar kalori lebih banyak, cobalah posisi yang lebih menantang yang bisa melatih bagian otot. Dikutip dari CNN, ini akan membuat kejutan untuk tubuh dan membakar kalori lebih baik.

    Jika sudah berada dalam beberapa posisi seks dan masih merasa lemas, cobalah untuk berganti posisi dengan pasangan.

    4. Lakukan sebelum sarapan

    Kebanyakan orang mungkin lebih suka berhubungan seks saat malam. Tapi, bercinta saat pagi juga boleh dicoba, terutama sebelum sarapan.

    Pada waktu ini, kadar testosteron pria mencapai puncak pada pukul 07.00-08.00 pagi. Kalau bisa meluangkan waktu saat pagi, itu seperti berolahraga.

    5. Konsumsi makanan penambah stamina

    Jika ingin membakar kalori lebih baik saat bercinta, tentu memerlukan asupan yang tepat untuk menambah stamina. Cobalah untuk menambahkan makanan penambah stamina ke dalam makanan harian, seperti seledri, pisang, hingga seledri.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Wajib Tahu, Ini 5 Obrolan ‘Nakal’ Agar Sesi Bercinta Makin Hot

    Jakarta

    Dirty talks atau obrolan nakal bersama pasangan bisa menjadi cara agar sesi bercinta tidak lagi membosankan. Padahal, memulai seks dengan obrolan nakal bisa menimbulkan rasa nyaman.

    Dikutip dari Very Well Mind, dirty talks bertujuan untuk memancing gairah satu sama lain sebelum sesi bercinta. Tentunya, pembicaraan ini harus terjadi dua arah dan dimulai dengan menyampaikan hal-hal intim secara halus.

    Berikut adalah 5 jenis obrolan nakal yang bisa digunakan untuk membuat ranjang tetap panas saat bercinta.


    1. Berbicara soal Fantasi

    Setiap orang mungkin memiliki fantasi seksual yang beragam dan hal ini bisa dibicarakan langsung dengan pasangan agar seks menjadi lebih intim. Berbicara mengenai fantasi seksual kepada pasangan bisa dilakukan untuk membuat mereka lebih bergairah.

    2. Penguatan Positif

    Memberikan kata-kata bernada positif kepada pasangan sebelum bercinta bisa membuat sesi di ranjang menjadi lebih panas. Kata-kata ini bisa merupakan pujian seperti, ‘kamu terlihat cantik atau tampan’, ‘gadis baik’, ‘kamu luar biasa’, dan sebagainya.

    3. Pertanyaan Seksi

    Tidak ada salahnya untuk memulai sesi bercinta dengan memberikan pertanyaan seksi kepada pasangan. Pertanyaan seksi yang tepat dapat membawa pasangan ke dalam seks yang menggairahkan.

    Pertanyaan seksi tersebut bisa seperti ‘apakah terasa enak?’ atau ‘apakah kamu menyukainya?’.

    Sebuah pernyataan yang diberikan ke pasangan untuk menunjukkan kepemilikan bisa menjadi awal yang bagus sebelum sesi bercinta. Pernyataan tersebut bisa meliputi, ‘bagian tubuhku ini milikmu’ atau ‘aku milikmu seutuhnya’.

    5. Panggilan Refleksif

    Desahan, erangan, atau kata-kata seksual bisa dilakukan ketika bercinta. Hal ini untuk membuat gairah pasangan tetap pada puncaknya. Misalnya, ‘Ohhh’, ‘Yaa’ atau kalimat kuno (positif) yang bagus seperti ‘Ughhhhh’.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Paksu Wajib Tahu! 5 Cara Ampuh Bikin Istri ‘Nikmat’ Bercinta Tanpa Rasa Nyeri

    Jakarta

    Saat pasangan suami istri berhubungan intim biasanya ada rasa kenyamanan dan kenikmatan. Namun, ternyata beberapa wanita mungkin merasakan sakit saat bercinta.

    Ada beberapa penyebab yang bisa membuat pasangan merasa kesakitan. Mulai dari nyeri otot karena posisi yang tidak cocok, iritasi atau rasa terbakar pada kulit, atau kondisi ginekologis seperti vaginismus.

    Meski begitu, kondisi seperti ini masih bisa dicegah ataupun diatasi. Dikutip dari Business Insider, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidak sakit saat berhubungan seks.


    1. Lakukan dengan perlahan

    Sebagian orang mungkin memerlukan banyak ‘pemanasan’ sebelum memulainya. Direktur asosiasi Pusat Promosi Kesehatan Seksual di Universitas Indiana, Debby Herbenick, PhD, mengatakan tubuh wanita membutuhkan waktu untuk membuat vagina meregang sepenuhnya.

    “Tubuh membutuhkan waktu untuk memberi ruang bagi vagina untuk mengembang. Vagina dapat meregang dari 4-7 inci (10-17 cm) saat terangsang sepenuhnya,” terang Herbenick.

    Untuk mengatasinya, Herbenick merekomendasikan foreplay selama 20 menit untuk mempersiapkan tubuh dengan baik.

    2. Pastikan menggunakan pelumas yang cukup

    Salah satu penyebab wanita merasa kesakitan saat berhubungan seks adalah vagina yang kering. Ada beberapa penyebabnya, seperti penurunan kadar estrogen, titik-titik tertentu dalam siklus menstruasi, hingga mandi air panas sebelum berhubungan seks.

    Untuk mengurangi rasa sakit, cobalah untuk menggunakan pelumas berbahan dasar silikon atau air. Menghindari pelumas yang mengandung bahan kimia atau pewangi, karena berisiko mengiritasi area kelamin dan kulit.

    3. Coba posisi yang berbeda

    Pada beberapa kasus, posisi seks lebih mungkin menyebabkan rasa sakit. Posisi yang memungkinkan dorongan dalam, seperti doggy style, seringkali menyakitkan bagi wanita.

    Bisa mencoba posisi yang memungkinkan istri lebih mudah mengendalikan kecepatan, seperti woman on top, missionary, atau spooning. Ini bisa mengurangi rasa sakit saat berhubungan seks.

    4. Gunakan alat bantu

    Jika sudah mengubah posisi dan tidak membuat seks lebih baik, cobalah menggunakan bantuan dari alat lain seperti bantal. Bantal sangat bagus untuk membantu menyelaraskan tubuh dalam posisi yang lebih nyaman.

    5. Berhenti berhubungan seks

    Rasa sakit seringkali bisa menjadi sinyal bahwa tubuh perlu istirahat. Tidak ada salahnya untuk mendengarkan tubuh dan berhenti berhubungan seks untuk sementara waktu.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Kebiasaan yang Tak Boleh Dilakukan Usai Bercinta, Bisa Bikin Gairah ‘Anjlok’

    Jakarta

    Setelah berhubungan intim, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari untuk menjaga keharmonisan pasangan suami istri. Tindakan-tindakan tertentu mungkin nampak sepele, tapi dapat berdampak negatif pada keintiman dan kedekatan emosional.

    “Setelah bercinta, jika salah satu pihak mencoba melakukan hal lain yang tidak berhubungan dengan seks, hal itu dapat membuat pasangan merasa tidak diakui,” ucap pakar seks dan hubungan Dr Amitha Mishra dikutip dari India Times, Jumat (30/8/2024).

    Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah berhubungan intim:


    1. Tertidur

    Banyak pasangan suami istri yang mengalami masalah ini. Hal ini tentu merupakan kesalahan besar yang dapat merusak intimasi dalam berhubungan intim.

    Langsung tidur membuat pasangan jadi tidak menikmati secara maksimal kualitas hubungan yang baru dilakukan, khususnya pada faktor suasana hati. Padahal itu merupakan hal paling penting untuk meningkatkan keharmonisan pasutri.

    2. Langsung ke Kamar Mandi

    Bergegas langsung ke kamar mandi setelah berhubungan intim bukanlah hal yang tepat. Mungkin di satu pihak tidak akan merasa keberatan, namun ha ini seperti melupakan bahwa pasangan mungkin masih ingin menikmati suasana setelah bercinta.

    Langsung pergi ke kamar mandi dapat menghilangkan kesenangan dan merusak momen kenikmatan tersebut. Sebaiknya tunggu dulu selama beberapa saat sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi.

    3. Urus Pekerjaan

    Langsung mengurus pekerjaan merupakan hal yang tidak ‘menghargai’ pasangan setelah melakukan hubungan seks. Kenikmatan setelah seks harus dirasakan bersama-sama tanpa adanya intervensi dari manapun, termasuk urusan pekerjaan.

    “Kalau Anda lebih suka bekerja atau membaca buku daripada berpelukan dan bermesraan, Anda benar-benar mengundang masalah ke ‘surga’ seks Anda,” kata Mishra.

    4. Tidur Terpisah

    Beberapa pasutri mungkin memang memiliki kebiasaan tidur terpisah, tapi pada momen tertentu seperti setelah melakukan hubungan seks, sebaiknya hal ini ditinggalkan terlebih dahulu. Setelah bercinta, meninggalkan pasangan adalah ide yang buruk.

    Hal itu tidak hanya mematikan gairah pada malam tersebut, tapi juga dapat merusak intimasi dan gairah bercinta pada malam-malam berikutnya.

    5. Makan

    Mishra juga tidak menyarankan pasangan untuk mencari makanan ke dapur setelah bercinta. Kunci terpenting dalam bercinta adalah pasangan tetap bisa memaksimalkan waktu untuk bersama, bahkan setelah fase menyenangkan itu selesai.

    “Itu merusak seluruh gairah dan akan membuat pasangan merasa bahwa Anda tidak menikmati seks hanya karena lapar dan memikirkan makanan,” ujarnya.

    6. Bawa Anak ke Kamar

    Membiarkan siapapun masuk ke dalam ‘ruangan’ privasi seksual dapat mengganggu kenikmatan bersama. Banyak ibu mungkin memiliki kecenderungan membawa anak tidur bersama di ranjang yang sama.

    Jika itu dilakukan setelah berhubungan seks, menurut Mishra itu dapat memberikan dampak yang buruk pada intimasi pasangan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya pasutri melakukan perencanaan matang terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan intim agar terbebas dari gangguan apapun.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Pasutri Berhenti Bercinta

    Jakarta

    Bagi pasangan suami istri, melakukan hubungan seks secara teratur dapat memperkuat ikatan dan keharmonisan. Terlebih, berhubungan intim memiliki sejumlah manfaat lain pada tubuh.

    Kendati begitu, tidak sedikit juga pasutri yang mungkin tidak mendapatkan sesi hubungan intim secara teratur. Artinya, frekuensi bercinta mereka mungkin berkurang atau bahkan terhenti dalam jangka waktu tertentu.

    Dikutip dari Healthshot, ada beberapa efek yang akan terjadi pada tubuh ketika seseorang berhenti berhubungan seksual. Berikut adalah efek samping yang mungkin terjadi.


    1. Penurunan Libido dan Hasrat Seksual

    Aktivitas seksual yang teratur dapat membantu menjaga libido dan hasrat yang sehat. Sebaliknya, aktivitas seksual atau tidak melakukan seks dapat menyebabkan penurunan libido. Kondisi ini bisa memicu seseorang sulit untuk terangsang dan merasakan hasrat seksual.

    Penurunan hasrat seksual ini dapat menciptakan ‘lingkaran setan’, karena semakin lama jeda tersebut, semakin sulit untuk mendapatkan kembali hasrat awal.

    2. Hubungan Menjadi Renggang

    Keintiman seksual merupakan aspek penting dari hubungan emosional dan ikatan dalam hubungan romantis. Kesenjangan yang berkepanjangan dalam aktivitas seksual dapat membebani hubungan emosional antara pasangan, yang menyebabkan perasaan frustrasi, ketidakpuasan, dan bahkan kebencian.

    Kurangnya keintiman seksual juga dapat memengaruhi kepuasan hubungan secara keseluruhan, komunikasi, dan kedekatan, yang berpotensi mengakibatkan konflik dan penurunan kualitas hubungan.

    3. Vagina Kering dan Nyeri saat Berhubungan Seksual

    Wanita mungkin mengalami kekeringan vagina akibat jarangnya aktivitas seksual. Gairah seksual dan hubungan seksual yang teratur meningkatkan produksi pelumas alami, yang membantu memperlancar penetrasi dan membuat aktivitas seksual lebih menyenangkan. Tanpa rangsangan seksual yang teratur, jaringan vagina dapat menjadi kering dan kurang elastis, yang menyebabkan ketidaknyamanan, nyeri, dan bahkan robekan mikro selama hubungan seksual.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Wajib Tahu! Tips Ampuh Biar Sesi Bercinta Tak Berakhir Hambar

    Jakarta

    Hubungan seks bisa menjadi sesi yang romantis, menyenangkan, dan menggairahkan. Namun, tak jarang pasutri kerap merasa sesi bercinta mereka terasa sedikit membosankan.

    Perasaan hambar ini mungkin lebih banyak dialami oleh pasangan suami istri yang sudah lama menikah. Hal ini bisa saja berbahaya bagi hubungan keduanya jika tidak segera diatasi.

    Lantas, bagaimana cara agar hubungan seksual tidak hambar?


    Dikutip dari laman The Gentleman Journal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat sesi bercinta pasutri kembali menggairahkan. Simak penjelasannya berikut ini.

    1. Coba kirim ‘pesan genit’ ke pasangan

    Minat dan gairah dapat berubah seiring berjalannya waktu. Maka dari itu, perlu menciptakan suasana yang menggoda dan sedikit genit kepada pasangan.

    Cobalah untuk mengirim pesan teks yang menggoda dan lebih genit. Dengan cara ini, bisa membuat pasangan lebih tertarik untuk bermesraan dan membuat hubungan semakin erat.

    2. Luangkan waktu untuk berkencan

    Cobalah meluangkan waktu untuk berkencan, baik yang sudah direncanakan ataupun dadakan. Misalnya menjemput pasangan di tempat kerja, kemudian mengajaknya untuk menghabiskan waktu yang romantis di hotel.

    Mulailah dengan sesuatu yang menyenangkan dan romantis. Setelahnya, biarkan gairah dan fantasi itu muncul dengan sendirinya.

    3. Bisa coba ‘bermain peran’

    Bagi sebagian orang, bermain peran saat akan berhubungan seks menjadi hal yang menyenangkan. Namun, harus diperhatikan apakah pasangan merasa nyaman atau tidak dengan permainan tersebut.

    Orang cenderung goyah dalam sebuah hubungan jika mereka merasa bosan. Maka dari itu, carilah inspirasi dan bertukar pikiran tentang fantasi seks pasangan.

    4. Ungkapkan fantasi seks yang ingin dicoba

    Hubungan seks akan terasa semakin menggairahkan jika diberikan ‘bumbu’ semacam fantasi yang diinginkan pasangan. Bisa dengan memulainya dengan foreplay yang berbeda atau bercinta di tempat yang baru.

    Hal ini dapat membuat pasangan bisa mengekspresikan seks seperti apa yang diinginkan. Misalnya memberikan pijatan halus sambil minum segelas anggur.

    5. Luangkan waktu untuk eksplorasi

    Eksplorasi tubuh sendiri dan pasangan bisa menjadi hal yang menyenangkan. Luangkan waktu kurang lebih 20 menit untuk memfokuskan perhatian satu sama lain.

    Untuk mendukung suasana, bisa dengan menyiapkan lilin beraroma dan musik yang tenang. Selain itu, bisa juga memvariasikan tekanan atau cara menyentuh pasangan dengan berbagai hal, seperti tangan, bibir, atau bulu buatan yang halus.

    6. Cobalah atur jadwal bercinta

    Sebagian orang mungkin lebih menyukai sesi bercinta yang dijadwalkan. Tapi, banyak juga yang lebih suka melakukannya secara spontan.

    Untuk membuat suasana lebih nyaman, cobalah untuk melakukan pendekatan dengan cara yang bervariasi dan mengirim pesan-pesan bernada genit serta intim.

    7. Jangan cuma di kamar tidur

    Untuk membuat hubungan seks tidak hambar, coba untuk lebih bervariasi dalam mencari tempat, posisi, dan teknik foreplay. Banyak pasangan yang cenderung menggunakan tiga posisi seksual atau kurang, dan foreplay yang itu-itu saja.

    Agar sesi bercinta semakin memanas, bisa coba melakukannya di kursi, depan cermin, dan atau variasi lainnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy