Tag: berhubungan intim

  • Ada Studinya! Orang yang Doyan Tidur Telanjang Punya Kehidupan Seks Lebih Baik


    Jakarta

    Kehidupan seks sangat berperan besar dalam meningkatkan keharmonisan pasangan suami istri. Oleh karena itu, performa seks sangat penting agar kehidupan ranjang bersama pasangan bisa tetap terus panas.

    Sebuah survei yang dilakukan OnePoll di Amerika Serikat pada 2 ribu responden membagi mereka yang suka tidur telanjang dan mereka yang lebih suka tidur menggunakan piyama. Survei ini dilakukan untuk melihat perbedaan dari kepribadian mereka.

    Dikutip dari Daily Mail, mereka yang tidur tanpa busana memiliki kecenderungan lebih suka begadang dan lebih cenderung percaya diri dibandingkan dengan orang yang tidur menggunakan piyama. Dua per tiga dari mereka yang tidur telanjang juga dilaporkan memiliki kehidupan seks yang lebih bahagia dan memuaskan dibandingkan kurang dari separuh pada mereka yang tidur mengenakan pakaian.


    Tak hanya itu, hampir tiga perempat peserta yang tidur tanpa busana mengatakan bahwa cara ini meningkatkan kehidupan seks bersama pasangan. Berdasarkan data National Sleep Foundation, sekitar 12 persen orang di Amerika Serikat tidur tanpa busana.

    Terlepas dari apa yang dikenakan, rata-rata responden hanya bangun dengan perasaan cukup istirahat selama setengah minggu. Mereka mengatakan bahwa rata-rata hanya tidur sepanjang malam sebanyak tiga kali seminggu.

    Hanya kurang dari seperempat responden yang merasa ‘sangat puas’ dengan kualitas tidur mereka. Namun, orang yang tidur telanjang memiliki kecenderungan untuk tidur lebih pulas.

    Selain melihat adanya perbedaan dari tingkat kehidupan seks pada orang yang tidur tanpa atau menggunakan busana, survei ini juga mengungkapkan bagaimana perbedaan kepribadian antara kedua kelompok tersebut.

    55 persen responden yang tidur telanjang memiliki kecenderungan untuk mengalami mimpi buruk lebih banyak. Sementara pada orang yang tidur mengenakan pakaian hanya di angka 44 persen. Orang yang tidur tanpa mengenakan baju cenderung lebih suka film horror, sedangkan orang yang tidur mengenakan piyama cenderung lebih suka film drama.

    Sepertiga responden yang memilih untuk tidur tanpa busana mengungkapkan bahwa ‘lingkungan’ menjadi alasan mereka tidur telanjang. Mereka mengklaim bahwa hal ini dilakukan untuk mengurangi jejak lingkungan atau penggunaan energi. Salah satu contohnya menggunakan lebih sedikit AC untuk menjaga kamar tetap dingin saat tidur.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Nggak Perlu Tiap Hari, Segini Frekuensi Ideal Bercinta Pasutri Kata Ahli


    Jakarta

    Hubungan intim merupakan momen ‘panas’ yang penting untuk setiap pasangan suami istri. Bercinta perlu dilakukan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keharmonisan bersama pasangan.

    Kini yang menjadi pertanyaan adalah berapa kali jumlah hubungan intim ideal yang perlu dilakukan oleh pasangan suami istri? Dikutip dari USA Today, penelitian menunjukkan pasangan yang berhubungan seks setidaknya sekali seminggu cenderung lebih bahagia dibandingkan dengan yang tidak.

    Menurut ahli, satu kali dalam seminggu merupakan batas yang umum. Statistik tersebut merujuk pada seseorang berusia 40-50 tahun. Sedangkan pada seseorang yang berusia 20-30 tahun rata-rata melakukan hubungan intim dua kali seminggu.


    Walaupun begitu, terapis seks dari New York Dr Peter Kanaris mengingatkan pasangan tidak boleh mengandalkan rata-rata tersebut sebagai metrik untuk kehidupan seks mereka yang sesungguhnya. Banyak tidaknya jumlah berhubungan seks dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

    Menurutnya yang terpenting adalah pasangan bisa mencapai kepuasan seks yang terbaik dengan jumlah yang mereka sukai.

    “Apa yang sebenarnya lebih penting daripada pasangan yang terjebak dalam norma statistik untuk menyesuaikan diri mereka dengan hal tersebut adalah melihat perspektif kepuasan seksual. Jika pasangan merasa puas secara seksual, maka itulah tujuannya,” kata Kanaris.

    Lalu bagaimana kalau pasangan menuntut hubungan intim yang lebih banyak atau lebih sedikit? Kanaris mengatakan bahwa ini adalah masalah yang kerap muncul dalam hubungan. Dalam beberapa kasus, hasrat seksual yang lebih rendah dari pasangan dapat menjadi ‘pukulan ego’ bagi sisi lainnya.

    Oleh karena itu, Kanaris menyarankan setiap pasutri untuk melakukan ‘komunikasi intim’ bersama pasangan. Hal ini bertujuan untuk menemukan kepuasan satu sama lain.

    “Dalam pengalaman saya, seseorang dapat menemukan pasangan yang berkomunikasi dengan baik soal membayar cicilan, mengurus anak, dan lainnya, tetapi mungkin memiliki masalah komunikasi yang buruk soal keintiman dan seksualitas,” jelas Kanaris.

    Senada dengan Kanaris, profesor psikologi dari Pepperdine Dr Linda De Villers menuturkan bahwa kepuasan seks harus menjadi tujuan utama setiap pasangan. Jumlah hubungan seks yang memuaskan pada setiap pasangan bisa berbeda-beda.

    “Anda harus melakukan hubungan intim sebanyak yang Anda nyaman bersama pasangan. Jika Anda mengatakan hubungan seks dengan jumlah tertentu memuaskan, itulah jumlah seks yang dibutuhkan,” ujar De Villers.

    Walaupun ada anggapan umum bahwa seks harus dilakukan dengan spontan, De Villers berpendapat hubungan intim juga harus direncanakan. Seperti dalam kasus pasangan yang ingin memiliki anak, dibutuhkan komitmen oleh pasangan agar tujuan tersebut bisa tercapai.

    “Kuncinya adalah bersikap komunikatif dan ekspresif tentang apa yang Anda inginkan secara seksual. Penting untuk belajar menjadi asertif secara seksual dan memiliki hak seksual,” pungkasnya.

    (avk/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ladies! 4 Hal Ini Tidak Boleh Dilakukan Setelah Bercinta, Kenapa Tuh?

    Jakarta

    Beberapa wanita terbiasa langsung tidur setelah bercinta. Misalnya karena kelelahan, atau terlalu lemas sehabis ‘on fire’ pasca sesi berhubungan intim. Padahal sebenarnya, langsung tidur setelah bercinta adalah salah satu hal yang tak boleh menjadi kebiasaan lho.

    Alih-alih langsung tidur, wanita sebaiknya langsung menyempatkan buang air kecil sehabis bercinta. Pasalnya, keluarnya urine bisa menjadi cara paling alami untuk membuang kotoran dan menekan risiko masalah kesehatan seperti infeksi saluran kemih (ISK) dan penyakit menular seksual.

    Selain langsung tidur tanpa membersihkan diri lebih dulu, ada sejumlah hal lain yang juga tidak boleh dilakukan setelah berhubungan intim karena bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.


    Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Bercinta

    Lalu, apa saja hal yang tidak boleh dilakukan setelah berhubungan intim tersebut? Dikutip dari Healthshots, berikut pembahasannya.

    1. Mengenakan pakaian ketat saat tidur

    Setelah berhubungan intim, tubuh akan mengalami peningkatan suhu dan mengeluarkan keringat. Jika mengenakan pakaian ketat, apalagi yang berbahan nilon atau kain sintetis, bakteri dari keringat akan tertimbun dan menyebar ke seluruh tubuh.

    Tak hanya itu, gesekan antara kulit dan pakaian yang ketat juga bisa menimbulkan luka lecet di kulit. Jika luka tersebut terpapar bakteri dan kuman yang ada di keringat, maka bisa terjadi infeksi.

    2. Mencuci bagian dalam vagina

    Meski dianjurkan untuk membersihkan diri setelah bercinta, ada satu bagian pada tubuh wanita yang tidak boleh dibasuh menggunakan air atau sabun. Area tersebut adalah vagina bagian dalam.

    Tidak sedikit wanita yang menggunakan shower untuk membersihkan bagian dalam vagina. Nuyatanya, penggunaan sabun ini sangat tidak dianjurkan karena dapat mengganggu pH di dalam vagina.

    Bagian dalam vagina memproduksi semacam bakteri baik yang bertugas untuk membersihkan dan menjaga kesehatan saluran vagina. Membersihkan vagina dengan air atau sabun dapat mengganggu aktivitas bakteri tersebut dan memengaruhi pH dalam vagina. Hal ini dapat meningkatkan risiko seperti infeksi bakteri dan membuat vagina mengeluarkan aroma tidak sedap.

    3. Menggunakan tisu basah

    Menggunakan tisu basah untuk membersihkan miss V juga harus dihindari. Beberapa merek tisu basah mengandung alkohol yang dapat menyebabkan iritasi jika bersentuhan dengan kulit sekitar vagina.

    Selain itu, banyak ginekolog yang sepakat bahwa menggunakan tisu basah untuk membersihkan area kewanitaan dapat mengganggu aktivitas bakteri dalam vagina dan meningkatkan risiko infeksi.

    4. Berendam air hangat

    Berendam air hangat bersama pasangan setelah berhubungan intim mungkin terdengar sebagai sebuah ide yang menyenangkan. Tapi, hal ini ternyata tidak dianjurkan loh.

    Pasalnya, hot tub atau bak air hangat bisa menjadi inkubator bagi bakteri untuk berkembang biak. Berendam terlalu lama memungkinkan bakteri mengakses berbagai bagian tubuh sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Plis, Jangan Mager! 6 Hal Ini Wajib Dilakukan Setelah Berhubungan Intim

    Jakarta

    Seks adalah aktivitas yang bisa menguras banyak tenaga. Sehingga, tak jarang pasutri yang kelelahan memilih untuk langsung tidur usai ‘bertempur’ di ranjang.

    Padahal, ada banyak hal yang sebenarnya perlu dilakukan setelah berhubungan intim. Terlebih, jika ingin menjaga kesehatan dan terhindar dari risiko infeksi penyakit. Karenanya, pasutri harus menyempatkan diri untuk melakukan sejumlah hal berikut usai berhubungan intim.

    Hal yang Harus Dilakukan Setelah Berhubungan Intim

    Lalu, apa saja sih hal yang harus pasutri setelah sesi bercinta yang panas? Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasannya.


    1. Membersihkan vagina

    Khusus wanita, penting untuk selalu membersihkan vagina setelah berhubungan intim, apalagi jika tidak menggunakan kondom. Dikutip dari WebMD, membersihkan vagina dapat mencegah risiko infeksi, seperti infeksi kandung kemih dan lain sebagainya.

    Namun perlu diingat, cukup bersihkan area luar atau vulva vagina saja. Jangan pernah membersihkan bagian dalam vagina dengan air atau sabun karena justru dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri.

    2. Mencuci tangan

    Selain alat vital, jangan lupa pula untuk mencuci tangan setelah berhubungan intim. Terlebih, jika pasutri saling menyentuh organ intim pasangan saat bercinta.

    Pasalnya, bakteri yang mungkin ada di penis atau vagina bisa berpindah ke tangan. Cucilah kedua tangan dengan air mengalir dan sabun setelah bercinta untuk mencegah penyebaran bakteri.

    3. Buang air kecil

    Saat berhubungan intim, terutama ketika melakukan penetrasi vaginal, bakteri yang menempel di bagian luar organ intim bisa masuk ke uretra, yakni saluran yang mengeluarkan urine dari dalam tubuh. Hal ini dapat meningkatan risiko infeksi bakteri.

    Salah satu cara mengeluarkan bakteri dari saluran tersebut adalah dengan buang air kecil. Karenanya, jangan sampai rasa lelah dan kantuk menunda keinginan untuk ke kamar mandi.

    4. Minum air putih

    Jangan lupa juga untuk minum air putih setelah bercinta. Selain membantu tubuh kembali terhidrasi, minum air putih juga dapat mendorong keinginan untuk buang air kecil. Sehingga, tubuh dapat mengeluarkan lebih banyak bakteri yang bisa menyebabkan infeksi dan peradangan.

    5. Mengganti pakaian

    Aktivitas seksual yang intens akan membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat. Untuk itu, kenakanlah pakaian yang memungkinkan sirkulasi udara, seperti pakaian yang longgar atau berbahan katun.

    Selain itu, hindari mengenakan pakaian berbahan nilon karena dapat memerangkap panas sehingga memungkinkan bakteri untuk berkembang biak.

    6. Mengonsumsi camilan bergizi

    Dikutip dari Allo Health, mengonsumsi camilan ringan yang bergizi, seperti yoghurt, kimchi, pisang, dan coklat hitam dapat membantu memulihkan tenaga setelah aktivitas bercinta yang intens. Khusus wanita, mengonsumsi makanan fermentasi tertentu juga dapat menunjang fungsi bakteri baik yang ada di vagina untuk membersihkan dan menjaga kesehatan organ kewanitaan.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Kesalahan Wanita saat di Ranjang, Bisa Bikin Suami ‘Turn Off’

    Jakarta

    Seks adalah aktivitas yang dapat memberikan kenikmatan tiada tara, baik bagi pria maupun wanita. Tapi terkadang, kualitas aktivitas seksual dapat terganggu oleh sejumlah faktor, termasuk kesalahan yang secara sengaja maupun tidak sengaja dilakukan wanita di ranjang.

    Memang, tidak ada aturan yang mendikte cara melakukan aktivitas seksual. Namun, beberapa kesalahan yang terkesan sepele dapat membuat aktivitas bercinta menjadi hambar dan tak lagi memuaskan. Dampaknya bukan hanya ke pasangan pria saja, tapi wanita juga bisa merasakan hal yang serupa.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut kesalahan fatal yang harus dihindari wanita di ranjang.


    1. Terlalu malu-malu

    Malu-malu saat berhubungan intim adalah hal yang lumrah dirasakan wanita. Tapi jika hal ini terjadi berlarut-larut, justru dapat memengaruhi kualitas seks bersama pasangan loh.

    Sebab, wanita yang terlalu malu-malu soal urusan ranjang akan kesulitan menyampaikan apa yang dia inginkan kepada pasangan. Misalnya, foreplay yang diinginkan, atau posisi bercinta yang membuatnya lebih bergairah. Kebanyakan pria tidak peka terhadap hal-hal seperti itu kecuali mereka diberitahu secara langsung.

    Wanita yang terlalu malu-malu juga cenderung menahan ekspresi atau desahan saat bercinta. Akibatnya, si pria bisa berpikir kalau dia tidak mampu memuaskan pasangannya sehingga memengaruhi kepercayaan diri di ranjang.

    2. Overthinking

    Tak hanya dalam hubungan percintaan, overthinking juga menjadi salah satu kesalahan yang kerap dilakukan wanita saat berhubungan intim. Misalnya, terlalu memikirkan soal teknik dan gaya bercinta yang disukai pasangan, atau khawatir bentuk anggota tubuh tertentu membuat pasangan kurang bergairah untuk bercinta.

    Pikiran-pikiran tersebut justru dapat menghilangkan kenikmatan dari aktivitas seksual itu sendiri. Overthinking juga dapat membuat wanita menjadi tidak fokus di ranjang, sehingga menimbulkan kesan seolah tidak menikmati hubungan intim dengan pasangan.

    Memang, tidak ada salahnya menuruti keinginan pasangan di ranjang untuk membuatnya bahagia. Namun, seks adalah aktivitas yang seharusnya menyenangkan baik bagi pria maupun wanita. Karena itu, wanita juga harus mengutarakan apa yang dia mau dan harapkan dari aktivitas seksual bersama pasangannya.

    Akibatnya, wanita bisa saja terpaksa melakukan hal yang tidak disukai. Lama kelamaan, hal ini dapat membuat bercinta menjadi tak lagi menyenangkan dan bahkan menimbulkan keretakan dalam hubungan.

    4. Pura-pura orgasme

    Salah satu kesalahan paling fatal yang tidak boleh dilakukan wanita saat bercinta adalah pura-pura orgasme. Ada bermacam-macam alasan mengapa wanita pura-pura orgasme, misalnya karena ingin menyenangkan atau mendongkrak kepercayaan diri pasangan, ingin cepat selesai bercinta, dan masih banyak lagi.

    Tak hanya berisiko merusak hubungan dengan pasangan, hal ini juga dapat membuat wanita tak lagi merasakan kenikmatan seksual saat bercinta.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Tips Mengatasi Seks yang Membosankan Biar ‘On Fire’ Lagi Malam Ini


    Jakarta

    Bercinta memang menjadi momen menyenangkan bagi pasangan suami istri. Namun, dalam beberapa kasus rasa bosan juga dapat menerpa pasangan hingga kenikmatan bercinta menjadi terkurang.

    Apa yang bisa dilakukan pasangan suami istri untuk melakukan tersebut? Dikutip dari Healthline, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan momen ‘panas’ di atas ranjang:

    1. Diskusikan Perasaan

    Mendiskusikan perasaan diri dengan pasangan bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk mengembalikan kenikmatan bercinta bersama pasangan. Coba berbicara terbuka dan jujur dengan pasangan, khususnya mengenai soal hubungan seks yang baik dan menyenangkan.


    Penting untuk melakukan pendekatan percakapan dari sudut pandang yang tidak menghakimi. Jika permasalahan ini disebabkan oleh isu medis, menunjukkan dukungan pada pasangan dapat memberikan perbedaan besar.

    Jika merasa sakit hati dengan perubahan dalam kehidupan seks, sangat penting bagi pasangan mengetahui hal tersebut. Mengekspresikan perasaan secara terbuka dapat memberikan kesempatan pada pasangan untuk melakukan perubahan positif.

    2. Mendatangi Profesional

    Mencari pengobatan atau pendapat profesional bisa sangat membantu untuk mengembalikan kenikmatan bercinta yang mulai membosankan. Satu penelitian mengungkapkan bahwa terapi perilaku kognitif dapat meningkatkan fungsi seksual, depresi, dan gejala kecemasan pada pengidap vaginismus.

    3. Luangkan Waktu

    Membuat jadwal untuk berhubungan intim bisa menjadi salah satu cara yang dilakukan. Dalam beberapa kasus, pasangan sudah terlalu lelah beraktivitas sehingga tidak sepenuhnya menikmati waktu berdua.

    Menyisihkan waktu untuk menikmati seks lagi dapat membantu diri untuk merasakan seks yang menyenangkan dan memuaskan.

    4. Mencoba Role-Playing

    Mencoba bermain peran ketika berhubungan intim bersama pasangan bisa menjadi salah satu ‘senjata’ ampuh untuk membuat hubungan seks semakin membara. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2022 mengungkapkan sebanyak 22 persen orang bermain peran ketika berhubungan intim.

    Bermain peran saat bercinta dengan pasangan dapat membuat skenario yang menarik saat berhubungan di lingkungan yang terpercaya. Jika mencoba terbuka dengan pasangan untuk mencobanya, permainan peran dapat membantu meningkatkan komunikasi dan gairah seksual.

    5. Menggunakan Mainan Seks

    Mainan seks atau sex toys dapat menjadi alat bantu yang menyenangkan ketika bercinta bersama pasangan. Ada banyak jenis mainan yang beredar di pasaran.

    Menemukan mainan yang tepat dapat membantu merangsang kedua belah pihak hingga menciptakan performa seks yang lebih baik.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Seksolog Tak Sarankan Pasutri ‘Seks Kilat’ di Bulan Ramadan, Ini Alasannya


    Jakarta

    Bercinta bersama pasangan bisa menjadi hal yang ‘tricky’ untuk dilakukan selama bulan puasa. Terkadang pasutri masih bingung bagaimana menentukan waktu terbaik untuk bercinta selama bulan puasa.

    Bagaimana sih cara agar hubungan pasangan suami istri tetap intim walaupun sudah memasuki bulan puasa? Seksolog Zoya Amirin, MPsi, FIAS membagikan beberapa hal yang mungkin bisa diterapkan pasutri selama bulan puasa.

    “Disarankan menyempatkan waktu sebisa mungkin, kalau bisa dalam sebulan ini empat kali ya bagus. Kalau misalnya dua kali saja, minimal itu sudah oke kok,” ucap Zoya ketika dihubungi detikcom.


    “Yang penting lakukanlah dengan mencari kualitas, bukan hanya, ‘kita harus berapa kali’. Cari gimana caranya berdua bisa mengatasi stres sama-sama, bisa menikmati hubungan seksual ini, akhirnya kan dua-duanya happy,” sambungnya.

    Walaupun menentukan jadwal berhubungan intim lebih sulit, Zoya tidak menyarankan pasutri untuk melakukan seks kilat atau quickie sex. Ia berkata bahwa seks secara spontan dapat mengurangi kualitas dari hubungan bercinta itu sendiri.

    Padahal dengan tingkat stres yang dialami pasangan selama bulan Ramadan, kualitas seks sangat berpengaruh pada kondisi psikologis setiap pasangan. Oleh karena itu, ia menyarankan pasangan suami istri untuk bisa menjadwalkan hubungan intim saat bulan puasa.

    Bukan untuk menjadi beban, perencanaan bercinta yang dibuat dilakukan agar suami dan istri bisa mempersiapkan diri masing-masing secara fokus sebelum akhirnya bercinta. Dengan begitu, kualitas seks yang baik bisa dirasakan oleh kedua belah pihak.

    Keintiman antara pasangan suami istri pun bisa dijaga walaupun dalam bulan puasa.

    “Kalau saya sih sangat-sangat mengusulkan untuk dua-duanya itu membuat waktu ya. Ketika direncanakan, itu berarti sampai hari H-nya nanti kita mengatur suasana hati, apa ya yang dibutuhkan untuk bisa supaya bercinta dengan nikmat saat bulan puasa,” pungkasnya.

    (avk/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ternyata Ini Waktu yang Tepat untuk Berhubungan Intim, Pasutri Perlu Tahu!

    Jakarta

    Hubungan intim atau bercinta merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan pasutri untuk menjaga keharmonisan hubungan. Biasanya, bercinta kerap dilakukan di malam hari, setelah selesai menunaikan segala rutinitas.

    Tapi, malam hari tak melulu menjadi waktu terbaik untuk melakukan aktivitas seksual. Faktanya, ada waktu yang tepat untuk berhubungan intim sehingga memberikan kepuasan yang lebih maksimal.

    Bahkan, waktu yang tepat untuk berhubungan intim tersebut sudah dibuktikan oleh sejumlah studi dan survei. Lantas, kapan sih waktu bercinta terbaik yang dapat memberikan kepuasan maksimal?


    Pagi Hari adalah Waktu yang Tepat untuk Berhubungan Intim

    Dikutip dari laman Daily Mail UK, perusahaan suplemen asal Inggris, Forza Industries, melakukan studi untuk mengetahui waktu terbaik melakukan hubungan seksual. Hasil studi tersebut mendapati kalau pukul 07.30 pagi hari adalah waktu yang paling ideal untuk berhubungan intim.

    Hal ini dikarenakan tingkat energi tubuh berada di puncaknya pada pagi hari, yakni sekitar 45 menit setelah bangun tidur. Sehingga, pasutri memiliki stamina yang cukup untuk berhubungan seks hingga mencapai titik kepuasan maksimal.

    “Tingkat energi berada di puncaknya setelah kita beristirahat, artinya baik pria maupun wanita memiliki lebih banyak stamina,” ungkap penulis studi tersebut, dikutip dari Daily Mail UK, Selasa (21/11/2023).

    Lebih lanjut, studi tersebut mengungkapkan tingkat stres mencapai puncaknya pada pukul 10.45. Sehingga jika menunggu hingga jam tersebut, pasutri akan kehilangan kesempatan terbaik untuk bercinta. Itulah alasan mengapa pagi hari setelah bangun tidur menjadi waktu yang tepat untuk berhubungan intim.

    Hal senada disampaikan oleh pakar seksualitas manusia, Emily Morse, PhD. Dikutip dari situs Women’s Health, melakukan hubungan seks di pagi hari bisa membuat pasutri merasa lebih terkoneksi satu sama lain.

    “Ketika Anda melakukan aktivitas seksual apapun, tubuh akan melepaskan oksitosin, hormon yang menumbuhkan rasa cinta dan keterikatan. Artinya ketika Anda berhubungan intim di pagi hari, Anda akan merasa lebih terikat dengan pasangan sepanjang hari,” ucapnya.

    Seks di pagi hari juga membuat tubuh melepaskan hormon endorfin. Hormon ini dapat memicu perasaan bahagia, menurunkan tekanan darah, hingga mengurangi tingkat stres. Tak heran jika banyak yang menyebut seks sebagai cara terbaik untuk memulai hari.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Rempah Ini Ampuh Bikin Performa Bercinta Makin Hot, Gampang Dicari di Rumah!

    Jakarta

    Banyak orang mencari-cari cara untuk meningkatkan performa bercinta, demi meningkatkan kepuasan pasangan. Sebab tak bisa dipungkiri, kerekatan hubungan pasutri kerap kali dipengaruhi oleh kualitas hubungan seksual.

    Untuk meningkatkan kehidupan bercinta, beberapa jenis bahan herbal bisa dikonsumsi. Tak hanya minim efek samping, rempah-rempah ini mudah didapat dan menawarkan energi afrodisiak. Dikutip dari New York Post, inilah rempah-rempah yang bisa meningkatkan performa saat bercinta.

    1. Kayu Manis

    Rempah ini telah lama dipercaya sebagai afrodisiak alami karena dengan aromanya saja sudah bisa merangsang gairah. Bahkan menurut penelitian, kayu manis dapat meningkatkan jumlah sperma.


    Selain itu, tanaman herbal bisa merangsang reseptor otak dan meningkatkan kadar dopamin yang terkait dengan hasrat dan gairah seksual.

    2. Jahe

    Kandungan gingerol dan zingiberene pada jahe dapat menciptakan gairah bercinta. Awal tahun ini, sebuah studi menemukan bahwa jahe bisa meningkatkan gairah terhadap rangsangan erotis baik pada pria maupun wanita. Efeknya yang menambah gairah bercinta dapat meningkatkan fungsi seksual masing-masing orang.

    3. Vanila

    Dipercaya khasiat afrodisiak vanila berasal dari aroma dan rasa bijinya. Bagi pria, aroma vanila dikaitkan dengan peningkatan gairah seksual yang lebih tinggi daripada aroma lainnya. Sementara pada wanita, vanila memberikan perasaan nyaman dan damai, serta mendorong rasa aman.

    4. Bawang Putih

    Selama berabad-abad, bawang putih banyak digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan stamina dan hasrat seksual. Pasalnya, bawang putih mengandung senyawa allicin dalam kadar tinggi sehingga dapat meningkatkan aliran darah ke organ seks.

    Kandungan antioksidan pada bawang putih juga mengurangi tingkat stres. Mengingat pada banyak kasus, libido seseorang anjlok akibat stres yang mengganggu sehari-hari.

    5. Ginseng

    Menurut salah satu studi, ginseng telah lama diandalkan sebagai afrodisiak sekaligus obat alamai untuk disfungsi seksual.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Jangan Langsung Tidur! Ini 6 Hal yang Wajib Dilakukan Wanita Sehabis Bercinta


    Jakarta

    Beberapa wanita terbiasa langsung tidur sehabis bercinta, misalnya gegara kelelahan atau terbawa suasana saat berpelukan dengan pasangan selepas berhubungan intim. Padahal demi kesehatan organ intim, ada hal-hal yang wajib banget dilakukan setelah bercinta lho.

    Pasalnya, ketika bergairah secara seksual, tubuh akan menghasilkan cairan yang mengandung bakteri. Cairan ini dapat berpindah ke individu lain melalui darah, sperma, cairan Miss V, dan cairan tubuh lainnya. Hal ini adalah sumber penularan penyakit menular seksual yang paling umum.

    Oleh sebab itu, penting sekali untuk menjaga kebersihan Miss V setelah berhubungan seks. Dikutip dari Healthshots, berikut adalah 6 hal yang harus dilakukan setelah seks untuk menjaga kebersihan Miss V.

    1. Buang air kecil

    Langkah paling simpel namun penting setelah berhubungan intim adalah buang air kecil. Pasalnya, buang air kecil membantu membersihkan kuman-kuman yang nantinya dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.


    2. Cebok atau membasuh vagina

    Basuhlah Miss V secara lembut dengan air hangat. Hindari penggunaan air panas, sabun yang keras atau beraroma, dan produk berbahan kimia untuk membersihkan Miss V.

    Cukup bersihkan area luar (vulva) dan tidak perlu melakukan douche (membersihkan bagian dalam Miss V) dengan kuat karena Miss V memiliki mekanisme untuk membersihkan dirinya sendiri. Selain itu, douching hanya akan meningkatkan risiko infeksi.

    3. Ganti pakaian dalam

    Gantilah dengan pakaian dalam yang baru karena pakaian dalam dapat ternoda oleh cairan tubuh yang dapat menimbulkan infeksi. Selain itu, kenakan pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat dengan baik.

    4. Perhatikan ruam

    Segera konsultasikan dengan dokter jika mendapati lesi atau ruam, rasa terbakar saat buang air kecil, atau rasa sakit apa pun pada genital. Pasalnya, hal-hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa kulit mengalami kerusakan.

    5. Waspadai gejala-gejala infeksi

    Jika menemukan gejala-gejala, seperti adanya cairan, rasa sakit, lecet, dan bintik-bintik di dekat area genital, segera periksakan diri. Jangan takut untuk mencari tahu melalui internet, tetapi berkonsultasilah dengan ahlinya.

    6. Bersihkan bagian tubuh lainnya

    Untuk mencegah infeksi, cucilah wajah, mulut, dan gigi dengan benar jika melakukan seks oral.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy