Tag: berhubungan intim

  • 3 Alasan di Balik Istri Sering Pura-pura Orgasme saat Bercinta

    Jakarta

    Ternyata wanita bisa melakukan orgasme palsu atau yang disebut dengan fake orgasms. Tak jarang, mereka berpura-pura mencapai klimaks saat berhubungan seksual. Apa alasannya?

    Dikutip dari laman Time, sebuah penelitian menunjukkan sekitar 80 persen wanita memalsukan orgasmenya. Peneliti seks mengatakan alasan wanita berpura-pura orgasme salah satunya untuk menyenangkan pasangan.

    Di sisi lain, para peneliti di Temple University dan Kenyon College mengamati 481 wanita yang aktif secara seksual. Menurut penelitian, ada 4 faktor utama yang mempengaruhi wanita memalsukan orgasme, di antaranya.


    1. Menyenangkan Pasangan

    Memalsukan orgasme karena mengkhawatirkan perasaan pasangan. Para wanita memilih berpura-pura orgasme demi kesenangan pasangan.

    2. Ketakutan

    Berpura-pura orgasme untuk menghindari emosi negatif yang muncul terkait dengan pengalaman seksual. Beberapa wanita merasa tidak nyaman dengan respons pasangan saat dirinya belum mencapai puncak klimaks atau orgasme.

    3. Membangkitkan Gairah

    Upaya wanita untuk berpura-pura orgasme salah satunya juga demi meningkatkan gairah seks sendiri selama sesi bercinta. Berpura-pura orgasme akan membuat pasangan semakin bergairah, melihatnya bergairah mungkin akan membuat diri sendiri juga bergairah.

    Dikutip dari NBC News, para ilmuwan dari University of Central Lancashire dan University of Leeds, menanyakan serangkaian pertanyaan kepada 71 wanita berusia antara 18 dan 48 tahun. Mereka menganalisis desahan yang dikaitkan dengan gairah seksual, beberapa kategori yang mencakup ‘hening’, ‘erangan’, ‘jeritan’, ‘kata-kata’.

    Bukan tanpa sebab, terungkap alasan wanita menggunakan desahan adalah untuk ‘mempercepat’ pasangan mencapai klimaks. Beberapa alasan dikaitkan dengan perasaan bosan, kelelahan, ketidaknyamanan, dan keterbatasan selama bercinta. Dengan kata lain, suara-suara yang dikeluarkan para wanita itu tidak selalu karena mereka terlalu bersemangat.

    Laki-laki juga bisa melakukan fake orgasme, tapi lebih jarang melakukannya. Dalam penelitian Muehlenhard, sekitar 36 persen pria berpura-pura setidaknya sekali menggunakan ‘desahan’ itu sedangkan wanita sebanyak 61 persen.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Suami Wajib Tahu, Ini 3 ‘Top Secret’ untuk Capai Orgasme pada Wanita


    Jakarta

    Mencapai puncak kenikmatan seksual pada wanita dapat sulit untuk dipahami. Pasalnya, mencapai orgasme pada wanita cenderung lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama ketimbang pada pria.

    Menurut MedlinePlus, hingga 20 persen wanita tidak pernah mengalami orgasme, dan sekitar 50 persen mengatakan bahwa mereka berharap bisa lebih sering mendapatkannya. Meskipun demikian, terdapat beberapa rahasia untuk mencapai kenikmatan tersebut dan membangun hubungan yang lebih erat dengan pasangan.

    Dikutip dari Everyday Health, berikut adalah 3 ‘top secret’ untuk mencapai orgasme pada wanita. Apa saja tuh?


    1. Lakukan Foreplay Lebih Lama

    Kebanyakan wanita membutuhkan banyak stimulasi fisik dan emosional untuk terangsang, terlumasi, dan siap untuk orgasme. Itulah mengapa pemanasan sangat penting.

    Jangan lakukan foreplay secara terburu-buru. Faktanya, pemanasan ini dapat dimulai beberapa jam sebelum berhubungan intim, dan setiap menitnya akan mempersiapkan seorang wanita untuk orgasme. Foreplay dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut.

    Bangun Mood-nya

    Untuk sebagian wanita, rangsangan mental sama pentingnya dengan rangsangan fisik. Pesan menggoda di siang hari dapat membuatnya terangsang. Lilin, bunga segar, dan musik juga dapat menciptakan suasana yang penuh kasih dan sensual. Bagi wanita, kedekatan dan keintiman emosional dapat berujung pada pengalaman seksual yang lebih memuaskan.

    Sentuhan lembut

    Belaian lembut dapat menciptakan gairah seksual pada wanita, seperti memeluk, memegang tangan, atau menyentuh paha. Orgasme pada wanita lebih mungkin terjadi ketika mereka dicium dan disentuh daerah tubuh erotisnya. Payudara adalah zona sensitif seksual, tetapi bukan satu-satunya. Cobalah membelai punggung atau pahanya, atau selipkan jari-jari tangan pada helaian rambutnya.

    Memanfaatkan ciuman

    Berciuman sangat penting dalam foreplay. Cobalah mencium bagian belakang leher atau bahu sebagai permulaan dan jelajahi daerah erotis di tubuhnya. Menemukan tempat baru untuk berciuman yang membuat wanita bergairah juga bisa membantu.

    Berkomunikasi

    Wanita mungkin mengalami kesulitan mencapai orgasme jika mereka tidak merasa aman dan dikenal. Oleh sebab itu, komunikasi di kamar tidur dapat menumbuhkan keintiman, kepercayaan, dan rasa aman satu sama lain. Dengan menggunakan kata-kata yang menunjukkan penghargaan, cinta, dan hasrat, pasangan dapat secara signifikan meningkatkan ikatan, keintiman seksual, dan perasaan puas mereka.

    2. Ketahui ‘Sweet Spot’ pada Wanita

    Terdapat dua tempat pada tubuh yang sangat penting untuk mencapai orgasme pada wanita, yakni klitoris dan G-Spot.

    Klitoris

    Terbuat dari ujung saraf yang sama dengan kepala Mr P, klitoris sangat sensitif dan sebagian besar wanita membutuhkan rangsangan di area ini untuk mencapai klimaks.

    Organ kecil ini memiliki ujung saraf yang tinggi dan dapat ditemukan di dekat bagian atas vulva. Klitoris ditutupi oleh sedikit kulit yang disebut tudung klitoris, yang menjaganya agar tidak dirangsang setiap saat. Jadi, klitoris dapat terangsang dengan disentuh. Setelah dia terangsang, tudung akan menarik kembali dan klitoris akan menjadi tegak.

    G-Spot

    G-spot terletak di dalam Miss V. Area ini adalah sekumpulan ujung saraf yang sangat sensitif yang berada di tengah-tengah antara pembukaan Miss V dan leher rahim.

    Untuk menemukan G-spot, masukkan jari dengan lembut ke dalam Miss V dengan telapak tangan menghadap ke atas, lalu tekuk jari ke atas. Berhati-hatilah karena beberapa wanita senang jika G-spot mereka dirangsang secara langsung, sementara yang lain lebih menyukai sedikit tekanan pada area sensitif ini. Jelajahi berbagai teknik dan tanyakan pada pasangan mana yang paling disukainya.

    3. Cobalah Posisi Seks Terbaik untuk Wanita

    Berdasarkan tips sebelumya dapat diketahui bahwa posisi seks terbaik untuk orgasme wanita adalah posisi yang memberikan rangsangan maksimal pada klitoris atau G-spot. Posisi-posisi ini meliputi:

    Woman on top

    Posisi wanita berada di atas ini memberikan beberapa stimulasi terbaik pada G-spot. Wanita juga dapat menggerakkan tubuhnya dengan cara yang bisa merangsang klitoris.

    Duduk

    Posisi duduk memungkinkan penetrasi yang dalam dan stimulasi klitoris yang baik. Posisi duduk ini juga memberikan kesempatan untuk memperdalam keintiman dengan pasangan.

    Missionary with a twist

    Posisi misionaris dapat dimodifikasikan dengan menempatkan bantal di bawah pinggul. Hal ini dapat menempatkan klitoris pada posisi yang lebih baik untuk stimulasi.

    Spooning

    Posisi di mana pasangan wanita dan pria berbaring menyamping menghadap ke arah yang sama ini memungkinkan pangkal Mr P untuk menstimulasi klitoris, yang juga mudah diakses untuk disentuh dan dimainkan.

    Mencapai orgasme wanita mungkin memerlukan beberapa percobaan dan kesalahan, tetapi jangan lupa untuk bersenang-senang saat mencobanya.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bosan Gaya Bercinta Itu-itu Saja? Biar Tetap ‘On Fire’, 5 Posisi Ini Bisa Dicoba


    Jakarta

    Wajar bila sesekali, pasutri merasa bosan dengan aktivitas seksnya. Mengatasi itu, eksplorasi posisi bercinta bisa menjadi salah satu cara untuk dicoba. Nyatanya, memang ada lho posisi-posisi seru yang bikin hubungan intim pasutri tetap terasa ‘on fire’.

    Memang, komunikasi pasutri agar hubungan romantis tetap terjaga adalah yang utama. Namun seiring itu, tidak ada salahnya mencoba gaya bercinta yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk mengusir kebosanan dalam aktivitas bercinta. Dikutip dari Times Entertainment, berikut beberapa posisi bercinta yang boleh dicoba:

    1. Dirty Laundry

    Posisi ini menjadi salah satu gaya bercinta yang cukup inovatif. Cukup mudah menggunakan posisi dirty laundry, hanya butuh mesin cuci untuk bersenang-senang.


    Pada posisi ini, istri duduk di atas mesin cuci dengan melingkarkan kaki pada pasangan sembari penetrasi berlangsung. Pelukan hingga ciuman bisa menambah kesenangan secara erotis bersama pasangan.

    2. Magic Mountain

    Pada posisi ini, pasutri duduk saling berhadapan dengan kaki ditekuk dan bersandar pada lengan. Tidak ada yang lebih sensual dari Posisi Magic Mountain. Karena dengan posisi ini, kontak mata pasutri bisa terjalin.

    3. Lotus

    Selain dapat melakukan kontak mata secara intens, posisi lotus memungkinkan kedua pasangan untuk memeluk bahkan mencium pasangan. Gaya bercinta ini dilakukan dengan suami duduk bersila dan istri duduk di pangkuannya dengan kaki dilingkarkan ke tubuh pasangan.

    4. Tub fun

    Ketika pasutri ingin menghilangkan stres, posisi tub fun menjadi pilihan yang tepat. Masuklah ke dalam bak mandi bersama pasangan, dengan kaki wanita yang menjuntai keluar dan pria di atas dengan air di sekelilingnya. Banyak orang percaya, posisi ini paling efektif bikin pasutri bersenang-senang sembari menghilangkan stres.

    5. Standing doggy style

    Sebagian besar pasutri mungkin pernah mencoba posisi seks doggy style. Namun biar berbeda dan anti-membosankan, posisi ini juga bisa dilakukan sambil berdiri. Pada posisi ini, istri merentangkan kaki dan membungkuk, sementara pria melakukan penetrasi dari belakang. Pada posisi ini, penetrasi bisa dilakukan dengan dalam maksimal.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Zona Sensitif yang Sering Dilewatkan, Ternyata Bikin Pasangan Auto Klimaks!


    Jakarta

    Menjelajahi tubuh pasangan dan menyentuh zona sensitif dapat meningkatkan gairah seks. Bibir, puting, dan paha mungkin menjadi ‘sweet-spot’ yang telah banyak diketahui orang.

    Ternyata, ada juga bagian tubuh yang sering terlewat, tetapi sebenarnya bisa membuat orang terangsang.

    Dikutip dari WebMD, ini area-area tak biasa yang sensitif terhadap sentuhan atau rangsangan seksual.


    1. Pergelangan Tangan Bagian Dalam

    Karena pergelangan tangan bagian dalam tidak terbiasa disentuh, bagian tersebut bisa menjadi tempat yang menggairahkan.

    “Di sana ada banyak ujung saraf. Tepat di titik denyut nadi, area ini merupakan tahap pertama ketika tubuh mulai terasa lebih intim,” ungkap ahli seks dan pendiri Sex Geekdom Kate McCombs, MPH.

    Mulailah dengan sentuhan lembut, lalu biarkan pasangan merasakan bahwa ia disentuh secara sensual. “Orang-orang sering terburu-buru dalam melakukan rangsangan,” lanjutnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa meluangkan waktu sejenak untuk melakukan kontak mata sembari menyentuh area ini bisa sangat membantu dalam membangun suasana hati.

    2. Bokong

    Mengingat letaknya yang dekat dengan alat kelamin, tidak terlalu mengejutkan bahwa bokong menjadi salah satu area sensitif. Namun, banyak orang meremehkan bokong karena dianggap sudah biasa.

    Meskipun begitu, peneliti seks Zhana Vrangalova, PhD berkata bahwa bagian ini memiliki potensi seksual yang cukup tinggi.

    Untuk memaksimalkan area erotis ini, tanyakan pada pasangan bagaimana dia ingin disentuh di sana. Keras? Lembut? Biarkan mereka memilih.

    3. Kulit Kepala

    Seperti yang diketahui siapa pun yang pernah ke salon, sentuhan di kulit kepala bisa sangat menenangkan. Siapa sangka, hal ini juga bisa membangkitkan gairah.

    Bermainlah dengan rambut pasangan, pijat kulit kepalanya, dan usapkan kuku-kuku Anda di atasnya. Perhatikan bagaimana reaksi pasangan.

    4. Belakang Lutut

    Karena jarang disentuh, bagian lunak di belakang lutut menjadi salah satu area sensitif. McCombs menjelaskan bahwa menyentuh bagian belakang lutut dan mengarah ke paha itu intim dan membuat lebih dekat dengan pusat rangsangan.

    Cobalah menyentuh belakang lutut pasangan dengan lembut saat dia berdir atau, pijatlah area tersebut dengan tekanan yang dalam dan gelitikan secara bergantian.

    5. Cuping Telinga

    “Bagian terseksi dari telinga adalah cupingnya,” kata McCombs. “Gerakan saat menyelipkan rambut di belakang telinga terasa cukup intim.”

    Telinga adalah organ yang sangat sensitif yang punya banyak ujung saraf. Untuk memaksimalkan potensi erotis telinga, McCombs menyarankan untuk menggelitik ujung telinga secara sensual dengan jari.

    Sebagian orang mungkin menganggap sentuhan di beberapa area tersebut dapat membangkitkan gairah, tetapi tidak untuk sebagian lainnya. Maka dari itu, penting untuk berkomunikasi dengan pasangan Anda mengenai apa yang terasa nyaman dan apa yang tidak.

    Penting juga untuk menghormati batasan pasangan dan hanya melakukan aktivitas seksual yang sama-sama disepakati.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Mr P Sulit ‘Berdiri’? 3 Trik Ampuh Saran Dokter Urologi Ini Boleh Dicoba


    Jakarta

    Ada masa ketika penis kesulitan untuk ‘berdiri’. Meski hal tersebut wajar, jika sering terjadi bisa merusak keharmonisan hubungan dengan pasangan.

    Tak hanya itu, ahli urologi dari Spire Southampton Hospital, dr Rowland Rees mengatakan penis yang loyo bisa membuat pria merasa malu dan kurang percaya diri.

    Jika Anda pernah mengalami hal tersebut, tak perlu khawatir. Berikut 3 tips ampuh ala dr Rees agar penis senantiasa perkasa.


    1. Rajin Berolahraga

    dr Rees mengatakan penis yang loyo bisa jadi disebabkan oleh faktor stress atau kurang percaya diri. Dengan rajin berolahraga, maka akan meningkatkan kesehatan mental sehingga terhindar dari stres.

    Tak hanya itu, tubuh juga akan lebih sehat dan fit. Hal ini secara langsung akan meningkatkan rasa percaya diri.

    “Gelisah, kegemukan dan stres bisa memengaruhi kemampuan untuk ereksi dan mempertahankannya,” ujar dr Reese, dikutip dari The Sun, Kamis (17/8/2023).

    2. Menurunkan Berat Badan

    Selain membuat kurang percaya diri, kegemukan ternyata juga bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Karena itu, penting untuk mengadopsi pola makan yang sehat dan seimbang, plus olahraga secara rutin, guna mencegah obesitas, disfungsi ereksi, serta penyakit lainnya.

    3. Berhenti Merokok

    Siapa sangka, merokok ternyata bisa memengaruhi kemampuan penis untuk ereksi. dr Rees menjelaskan merokok bisa mengurangi suplai darah ke seluruh organ tubuh, termasuk penis. Hal ini lah yang membuat penis kesulitan untuk ereksi.

    “Pria yang merokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi,” tandas dr Rees.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ternyata Segini Durasi ‘Normal’ Bercinta demi Mencapai Klimaks


    Jakarta

    Survei anggota Society for Sex Therapy and Research mengungkap durasi ‘normal’ berhubungan seks biasanya berlangsung selama tiga sampai tujuh menit. Hubungan seks satu hingga dua menit tergolong terlalu singkat sedangkan durasi seks 10 sampai 30 menit dianggap terlalu lama.

    Dikutip dari Healthline, durasi tersebut terhitung dari mulainya berhubungan seks, di luar sesi foreplay. Sementara, menurut jajak pendapat X yang dikutip dari GQ, pada 2.380 responden, sebanyak 61 persen melakukan hubungan seks yang berlangsung sekitar 5 sampai 10 menit, di luar foreplay. Kemudian 26 persen mengatakan sesi bercinta mereka bisa bertahan lebih dari 11 menit.

    Sejumlah responden menyebut kunci dari durasi yang diinginkan adalah komunikasi antarpasangan. Hal ini penting demi membuat hubungan seks menyenangkan. Sebagian orang menginginkan hubungan seks dengan durasi lama juga sensual, sementara yang lain ingin bercinta secara cepat dan agresif. Kuncinya adalah memprioritaskan kepuasan pasangan saat berhubungan daripada memperhitungkan durasi bercinta.


    Meskipun demikian terdapat beberapa faktor biologis yang mempengaruhi durasi berlangsungnya aktivitas seksual. Mulai dari umur, bentuk penis hingga disfungsi seksual.

    Sentuhan di area tertentu dan posisi bercinta yang dapat memicu klimaks bisa membantu lebih cepat mencapai orgasme. Intinya ekspektasi masing-masing pasangan dan keinginan bersama mempengaruhi berapa lama seks dapat bertahan.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kenapa saat Berhubungan Intim Keluar Darah? Ini Kemungkinan Pemicunya


    Jakarta

    Kala bercinta, pendarahan bisa dialami oleh sejumlah wanita. Hal ini seringkali membuat banyak wanita khawatir, terutama bila sumber darah tersebut bukan dari menstruasi. Banyak yang kerap mempertanyakan kenapa saat berhubungan intim keluar darah dan apakah hal ini ada kaitannya dengan penyaki tertentu? Berikut penjelasannya.

    Dikutip dari Healthline, pada dasarnya pendarahan pada vagina saat atau setelah berhubungan seks merupakan hal yang banyak terjadi. Pendarahan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi vagina yang kering, sobekan pada vagina, infeksi, atau pertumbuhan pada uterus, termasuk pertumbuhan sel kanker atau polip.

    Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin menjadi pemicu saat berhubungan intim keluar darah.


    1. Vagina kering

    Berbagai faktor bisa membuat vagina menjadi kering, salah satunya akibat dari perubahan hormon yang dialami oleh wanita setelah melahirkan, menyusui, atau wanita yang memasuki fase menopause. Selain itu, gesekan dari penetrasi yang dilakukan sebelum ereksi juga bisa menyebabkan luka pada vagina.

    Di luar itu, kemoterapi juga bisa merusak ovarium sehingga tidak lagi memproduksi hormon estrogen dan progesteron yang juga bisa menyebabkan vagina menjadi kering.

    Berhubungan seks saat vagina dalam kondisi kering bisa menimbulkan robekan pada jaringan vagina yang tergolong sensitif. Hal ini bisa membuat terjadinya pendarahan dan menimbulkan rasa sakit saat bercinta.

    2. Kontrasepsi

    Kontrasepsi hormonal juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya pendarahan saat berhubungan seks. Hal ini tergolong normal, terutama saat baru mulai menggunakan atau menggunakan kontrasepsi dalam bentuk alat yang ditanamkan dalam rahim, seperti intrauterine hormonal device (IUD) atau implan. Seiring dengan tubuh yang mulai menyesuaikan, umumnya pendarahan akan berhenti dengan sendirinya.

    Selain itu, beberapa jenis kontrasepsi juga bisa memicu kondisi vagina yang kering. Hal ini juga bisa menyebabkan gesekan yang membuat luka pada vagina sehingga terjadi pendarahan.

    3. Infeksi menular seksual (IMS)

    Beberapa jenis infeksi menular seksual bisa menimbulkan pendarahan, terutama setelah seks. Terlebih jika infeksi ini menyebabkan peradangan atau pembengkakan pada area serviks atau leher rahim yang disebut sebagai servisitis.

    Infeksi menular seksual lainnya, seperti klamidia, gonore, herpes, dan trikomoniasis juga bisa menyebabkan iritasi pada serviks yang juga bisa memicu kondisi servisitis.

    Gonore dan klamidia bisa memicu terjadinya radang panggul yang juga bisa menimbulkan pendarahan di antara masa menstruasi, pendarahan saat seks, rasa sakit pada pinggul, dan keputihan atau bau yang tidak biasa. Bahkan, bila tidak diobati, kondisi ini juga bisa menyebabkan infertilitas atau ketidaksuburan.

    4. Polip

    Polip yang tumbuh pada area serviks atau di dalam uterus bisa menyebabkan pendarahan akibat gesekan yang terjadi ketika berhubungan seksual.

    5. Vaginosis bakterialis atau infeksi jamur

    Segala jenis infeksi bisa menyebabkan peradangan dan iritasi pada vagina yang bisa menyebabkan pendarahan. Salah satunya adalah vaginosis bakterialis atau infeksi jamur yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang berlebih.

    6. Kanker serviks

    Pendarahan saat atau setelah seks adalah salah satu gejala utama yang dialami oleh pengidap kanker serviks. Namun, umumnya pendarahan yang disebabkan oleh kanker serviks ini tergolong ringan dan tidak menimbulkan rasa sakit. Pendarahan bisa terjadi akibat gesekan dari aktivitas seksual yang menimbulkan iritasi pada jaringan vagina.

    Pada dasarnya, pendarahan saat seks bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Namun, bila pendarahan ini terus terjadi dan menimbulkan rasa sakit, segera konsultasikan pada dokter untuk mengetahui dengan pasti penyebab kenapa saat berhubungan intim keluar darah.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Hal yang Terjadi pada Miss V Jika Berhenti Bercinta, Nomor 3 Kerap Dialami

    Jakarta

    Bercinta memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh, baik secara fisik maupun mental. Mulai dari memperbaiki kualitas tidur hingga meningkatkan mood, bisa didapatkan dengan melakukan hubungan seks.

    Karenanya, jika seseorang memutuskan beristirahat dalam beberapa waktu untuk tak melakukan hubungan intim, terdapat sejumlah perubahan yang terjadi pada fisik. Salah satunya vagina. Dikutip dari Women Health, berikut penjelasannya.

    1. Elastisitas vagina berkurang

    “Vagina memiliki sifat yang elastis,” ungkap Dr Salena Zanotti, seorang Obstetri-Ginekolog di Avon Pointe Family Health Center di Avon, Ohio. Jika tidak digunakan dalam waktu yang lama, vagina mungkin menjadi sedikit lebih sempit.


    Akan tetapi, vagina akan kembali ke elastisitas aslinya pada wanita yang masih dalam usia pra menopause. Kondisi ini terjadi dikarenakan adanya hormon estrogen yang berperan penting dalam menjaga elastisitas dan pelumasan vagina.

    Wanita pra-menopause masih memproduksi estrogen dalam jumlah yang cukup, sehingga wanita tidak perlu khawatir mengalami kehilangan elastisitas secara permanen meskipun setelah jangka waktu yang lama tanpa berhubungan seks.

    Ketika seorang wanita berhenti melakukan hubungan seks, produksi pelumas alami pada vaginanya akan berkurang. Kondisi ini mengakibatkan vagina menjadi lebih kering dan akan memunculkan rasa tidak nyaman ketika melakukan aktivitas seksual.

    Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan pelumas pribadi, karena dapat membantu mengatasi masalah kekeringan vagina dan meningkatkan rasa nyaman saat berhubungan seksual.

    3. Penetrasi terasa kurang nyaman

    Setelah jeda berhubungan seks, kala berikutnya mungkin akan terasa kurang nyaman saat penetrasi.

    Dipercaya situasi ini terjadi karena faktor psikis, seperti rasa cemas dan tidak percaya diri. Maka dari itu, pastikan memiliki cukup waktu untuk foreplay sebelum penetrasi.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Variasi Bercinta Tepat Sasaran G-Spot, Bikin Orgasme Lebih Intens

    Jakarta

    G-spot merupakan area pada wanita yang sangat sensitif saat berhubungan intim. Karenanya, mengetahui letak dan bermain dengan G-Spot adalah kunci penting memuaskan pasangan.

    Dikutip dari Women’s Health, letak G-spot cenderung cukup dangkal di dalam vagina. Dalam tekstur dan kepadatan, G-spot biasanya terasa berbeda dari bagian liang vagina di sekitarnya. G-spot biasanya sedikit lebih lembut atau kenyal daripada jaringan di sekitarnya, terutama, saat sedang terangsang.

    Sama seperti jaringan genital lainnya, G-spot akan terisi dengan darah saat terangsang yang mengubah kepadatannya.


    “Ketika area itu ditekan (saat masturbasi atau bercinta), terasa enak karena terhubung dengan anatomi internal klitoris dan organ sekitarnya,” kata Shannon Chavez Qureshiz, PsyD, CST, psikolog berlisensi dan terapis seks asal Beverly Hills.

    Berikut 3 posisi seks yang dapat menstimulasi G-spot. Di antaranya:

    1. Rider on top

    “Posisi ini sempurna untuk stimulasi G-spot,” kata Shannon Chavez Qureshiz, PsyD, CST, seorang psikolog berlisensi dan terapis seks yang berbasis di Beverly Hills. Hal ini dikarenakan wanita dapat mengontrol ke dalaman dan sudut, sehingga memungkinkannya untuk mendapatkan titik G-spot.

    2. Reverse rider

    Selain memberikan rasa ‘enak’, posisi ini juga membantu wanita dapat menemukan titik G-spot. Dalam melakukan posisi ini, wanita berada di atas pasangan dengan posisi menghadap ke arah penis. Kemudian sedikit membungkuk ke depan, penis yang dimasukkan akan menggosok dinding perutnya.

    “Jika Anda memiringkan tangan ke depan, penis yang dimasukkan akan dapat bergesekan dengan dinding perut Anda. Dan apa yang ada di dinding perutmu? G-spot Anda!” katanya.

    3. Doggy style

    Posisi doggy style juga bisa dicoba. Posisi merangkak di tempat tidur dengan punggung agak melengkung dan siku menopang badan akan membantu penis mencapai titik G-spot.

    “Memasukkan rangsangan klitoris eksternal, yang mungkin termasuk menggunakan vibrator untuk bantuan, dapat membantu,” katanya.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Adakah Manfaat Menelan Sperma saat Seks Oral? Riset Bilang Gini


    Jakarta

    Seks oral adalah bentuk aktivitas seksual yang dilakukan beberapa pasangan. Ada di antaranya yang mungkin merasa nyaman menelan sperma saat seks oral.

    Perlu diketahui, saat pria ejakulasi, mereka menghasilkan air mani yang mengandung mineral, protein, dan sejumlah kecil sperma.

    Prostat menghasilkan beberapa mineral, asam, dan nutrisi yang terkandung pada air mani, di antaranya:


    • Asam sitrat
    • Asam fosfatase
    • Inositol
    • Kalsium
    • Seng atau zinc
    • Magnesium

    Vesikula seminalis menghasilkan karbohidrat, vitamin dan senyawa pada air mani, di antaranya:

    • Fruktosa
    • Asam askorbat
    • Prostaglandin

    Apakah Aman Menelan Sperma?

    Umumnya, aman-aman saja menelan sperma lantaran tidak ada komponen di dalam air mani yang berbahaya. Namun, ada beberapa kasus yang bisa memicu reaksi alergi terhadap air mani. Ini dikenal sebagai hipersensitivitas plasma seminal.

    Karena air mani adalah cairan tubuh, adapula risiko infeksi menular seksual (IMS), seperti HIV. Orang-orang harus memastikan bahwa mereka melakukan tes IMS sebelum terlibat dalam segala bentuk aktivitas seksual. Penting juga untuk melakukan diskusi terbuka tentang IMS dan menggunakan metode kontrasepsi penghalang untuk mencegah penularan.

    Ada risiko saat melakukan seks oral tanpa menggunakan kontrasepsi. Jika seseorang menelan air mani pengidap IMS, akan berpotensi tertular penyakit tersebut.

    Berikut adalah daftar IMS yang dapat ditularkan melalui seks oral, jika berhubungan seks tanpa menggunakan pengaman:

    • Klamidia
    • Gonorea
    • Sipilis
    • Herpes
    • Virus papiloma manusia
    • HIV
    • Trikomoniasis

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy