Tag: binance

  • Digaet Binance, Cristiano Ronaldo Akan Luncurkan NFT Eksklusif

    Mega bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, menandatangani kesepakatan sponsorship dengan exchange kripto, Binance. Ronaldo menjadi pesohor terbaru yang menjalin kemitraan bisnis dengan Binance meskipun pasar sedang dilanda krisis.

    Kapten Tim Nasional Portugal yang karirnya mentereng bersama tim elite dunia, seperti Manchester United, Juventus dan Real Madrid, akan bekerja dengan Binance untuk membuat koleksi non-fungible token (NFT) yang akan dijual secara eksklusif.

    “Hubungan saya dengan para penggemar sangat penting bagi saya. Jadi, ide untuk menghadirkan pengalaman dan akses yang belum pernah ada sebelumnya melalui platform NFT ini adalah sesuatu yang saya ingin wujudkan,” kata Ronaldo.

    Sementara CEO Binance, Changpeng Zhao, menyambut baik kerja sama ini. “Cristiano Ronaldo adalah salah satu pesepakbola terbaik dunia dan menjadi ikon di berbagai industri,” jelasnya.

    Kesepakatan Ronaldo dengan Binance terjadi di tengah harga Bitcoin yang turun lebih dari 70% dari harga tertinggi sepanjang masanya pada musim gugur lalu.

    Aksi jual Bitcoin yang terjadi minggu ini telah memicu krisis bagi beberapa pedagang dan pemberi pinjaman terbesar yang memicu ketakutan akan menyebar ke pelaku industri kripto lainnya.

    Rival abadi Ronaldo, Lionel Messi dari Paris Saint-Germain dan timnas Argentina, sebelumnya sudah meneken kerja sama dan menjadi duta merek global untuk perusahaan token penggemar kripto Socios pada Maret.

    Perusahaan dan industri kripto sedang gencar menggaet bintang olahraga atau menjadi sponsor event olahraga dunia yang nilainya bisa mencapai jutaan dolar.

    Pada November 2021, Crypto.com mencapai kesepakatan dengan pemilik dan operator Staples Center di Los Angeles untuk mengganti venue paling terkenal di AS itu menjadi Crypto.com Arena. Kontrak berjangka 20 tahun tersebut bernilai US$ 700 juta.

    Harga kripto terus mengalami penurunan dari level tertingginya pada November lalu meskipun jutaan dolar sudah dihabiskan untuk menarik investor baru. Pemilik kripto yang membeli Bitcoin setelah Super Bowl pada Februari 2022 ditaksir mengalami kerugian sekitar 50 persen.

    Penurunan harga dan perlambatan dalam perdagangan telah memukul pendapatan exchange kripto. Misalnya Coinbase, Gemini dan Crypto.com termasuk di antara perusahaan yang mengumumkan PHK dalam beberapa pekan terakhir.

    Namun, Binance mengatakan perusahaannya secara finansial tetap sehat dan bahkan membuka lowongan untuk 2000 posisi.

    Bintang olahraga yang mempromosikan aset digital atau menjadi brand ambassador kripto tertentu memicu reaksi dari regulator keuangan di beberapa negara.

    Pada November lalu, Binance terlibat perselisihan dengan Komisi Pasar Sekuritas Nasional Spanyol dan bintang sepak bola, Andrés Iniesta atas posting media sosial.

    Kemudian Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (FCA) pada bulan Mei memperingatkan konsumen tentang risiko berinvestasi dalam aset kripto. Peringatan tersebut disampaikan beberapa hari setelah eks pesepakbola, Michael Owen mempromosikan NFT yang dia klaim tidak dapat kehilangan nilai awalnya.

    “Kami melihat beberapa postingan media sosial baru-baru ini mengenai aset kripto dan token yang tidak dapat dipertukarkan. Jika Anda membeli aset kripto, Anda harus siap kehilangan semua uang. Anda berinvestasi,” tulis FCA.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bos Binance: Secara Historis Siklus 4 Tahun, Sekarang adalah Bearish –

    Pendiri dan bos Binance, Changpeng Zhao, berkata musim bearish bagi pasar kripto dapat bertahan untuk waktu lama. Hal tersebut diutarakan Zhao di tengah kondisi pasar yang menghadapi longsor harga besar saat ini.

    Pandangan Bos Binance 

    CEO Binance tersebut menjelaskan industri kripto umumnya mengalami siklus empat tahun yang terdiri dari dua tahun tren bullish disusul oleh dua tahun tren bearish.

    Selama tujuh bulan terakhir, kapitalisasi pasar kripto mengalami penurunan valuasi sebesar US$ 2 triliun. Akibatnya, kapitalisasi kripto mencapai di bawah US$1 triliun.

    Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC), termasuk yang mengalami longsor tajam. BTC menurun 56 persen dibanding awal tahun 2022 dan mencapai harga di bawah harga rekor sebelumnya pada bull market tahun 2017, yakni US$20 ribu.

    Baca juga: Kenalan dengan SpookySwap, DEX Terbesar dalam Jaringan Fantom

    Perusahaan data kripto Glassnode berkata harga BTC dapat turun lebih lanjut sebesar 64 persen. Bila hal tersebut terjadi, BTC akan diperdagangkan pada harga di bawah US$10 ribu.

    Kendati pasar kripto sedang menghadapi panik massal, Zhao tetap percaya diri dan menghimbau investor kripto untuk bersikap positif.

    “Saya tidak membantah kondisi sekarang merupakan bencana yang buruk. Tetapi ketika bencana terjadi, ada pula peluang yang terbuka,” jelas CEO Binance tersebut, dikutip dari Watcher Guru.

    Zhao menambahkan, peluang tersebut mencakup munculnya sosok-sosok terbaik di industri serta perusahaan dengan potensial besar yang diambil alih dengan valuasi murah.

    Sikap Zhao yang positif menjelaskan keputusan Binance untuk membuka lowongan bagi dua ribu posisi di bursa kripto global tersebut. Di saat yang sama, beragam bursa kripto lainnya seperti Coinbase mengumumkan kebijakan untuk memPHK sebagian karyawan dikarenakan kondisi pasar lesu.

    Baca juga: Bank Terbesar Rusia Bersiap Fasilitasi Transaksi Uang Digital

    Bursa Binance tidak bebas dari masalah ketika harga kripto berjatuhan. Penarikan Bitcoin di bursa tersebut ditangguhkan sementara ketika terjadi transaksi yang tersangkut pada bursa. Tidak lama kemudian, penarikan BTC berjalan normal kembali.

    Binance turut mengalami kemajuan dan kemitraan selama beberapa pekan terakhir. Belum lama ini, Binance mengumumkan Triple A mengaktifkan jalur pembayaran kripto global bagi Binance Pay.

    Selain itu, Binance mengumumkan dana sebesar US$500 juta yang akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek web 3.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Disaat Gelombang PHK, Binance Malah Buka Lowongan Kerja Baru

    Pasar tenaga kerja mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir membuat perusahaan kripto berjuang keras melawati masa sulit ini.

    Bulan lalu, exchange Gemini dan Rain Financial mengumumkan PHK dan mengentikan sementara perekrutan baru. Menyusul BlockFi yang mengurangi jumlah karyawannya sebanyak 20% dan exchange Crypto.com memberhentikan 260 stafnya.

    Terkini, exchange terbesar di Amerika Serikat Coinbase menyatakan akan memangkas jumlahnya karyawannya sebanyak 18% atau sekitar 1.100-an pegawai.

    Di tengah kenaikan tingkat inflasi dan permintaan yang melambat, perusahaan fintech secara keseluruhan memangkas lebih banyak pekerjaan pada bulan Mei daripada gabungan empat bulan pertama tahun 2022.

    Meski sedang ramai PHK akibat perlambatan ekonomi dunia, namun hal itu tidak berdampak bagi Binance. Sebaliknya mereka akan membuka lowongan baru.

    Berbicara di hadapan publik pada Consensus 2022 minggu lalu, CEO Binance Changpeng Zhao, mengatakan perusahaannya akan memperluas perekrutan dan fokus pada merger atau akuisisi baru.

    “Kami memiliki kondisi finansial yang sangat sehat, kami sebenarnya sedang memperluas perekrutan sekarang. Jika kita berada di crypto winter, kita justru akan memanfaatkannya, kita akan menggunakannya secara maksimal. Ini bukan pertama kalinya kami melewati musim dingin kripto,” kata Zhao panjang lebar.

    Baca juga: CEO Binance: Musim Dingin Kripto Potensi Baik untuk Bisnis

    Zhao menjelaskan bahwa tidak seperti perusahaan kripto lainnya, Binance menghindari pengeluaran besar untuk biaya promosi seperti iklan Super Bowl atau hak penamaan sebuah event olahraga. Keputusan pada akhirnya membantu Binance untuk tumbuh meskipun kondisi pasar sedang sulit.

    Sebagai contoh, Crypto.com menghabiskan dana sebesar $ 700 juta pada bulan November untuk hak penamaan pertandingan kandang Los Angeles Lakers, Clippers, dan Kings, yang sebelumnya dikenal sebagai Staples Center. Dampaknya, Crypto.com masuk dalam daftar perusahaan yang melakukan PHK.

    Sama halnya dengan Coinbase yang menjajal bisnis olahraga dengan menandatangani kesepakatan kerja sama menjadi mitra platform kripto eksklusif untuk NBA dan WNBA, serta untuk liga afiliasi NBA pada Oktober 2021. Awal bulan ini, Coinbase mengumumkan menghentikan sementara perekrutan dan Senin lalu memutuskan hubungan kerja dengan 1.100-an stafnya.

    Selain rencana perekrutan baru dan fokus pada akuisisi, Zhao mengatakan Binance akan terus berinvestasi di perusahaan lain. Pada bulan Februari, Binance menginvestasikan $200 juta di Forbes untuk membantu ekspansi teknologi blockchain ke sektor baru.

    “Seiring dengan kemajuan teknologi Web3 dan blockchain dan pasar kripto semakin dewasa, kami tahu bahwa media adalah elemen penting untuk membangun pemahaman dan pendidikan konsumen yang luas,” jelas dia.

    Baca juga: Kapan Bear Market Crypto Selesai? Ini Prediksinya

    Terbaru, Binance bekerja sama dengan super app enabler, Splyt memperluas utilitas aplikasinya sebagai alat untuk membayar layanan ridehailing seperti berbagi sepeda, skuter, transfer bandara, transportasi umum, dan bahkan pengiriman makanan.

    Pengguna Binance dapat membayar jasa itu dalam mata uang kripto favorit mereka, tanpa harus mengunduh banyak aplikasi.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Binance: Musim Dingin Kripto Potensi Baik untuk Bisnis

    Market aset kripto sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Banyak analis bilang musim dingin kripto sudah terjadi. Namun, CEO Binance, Changpeng Zhao, menyebut situasi ini baik untuk bisnis di masa depan.

    Pasar kripto terus menggelepar dalam angin puyuh ketakutan inflasi dan ketidakpastian ekonomi dengan Bitcoin, Ethereum dan kripto lainnya sedang berjuang untuk mendapatkan kembali kekuatan yang mereka hilangkan dalam aksi jual dramatis dalam beberapa hari terakhir.

    Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan di bawah US$ 22.000 turun sekitar 2% selama 24 jam terakhir. Penurunan tersebut merupakan kerugian hari kedelapan berturut-turut Bitcoin. Bitcoin telah turun hampir 30% dari nilainya selama sebulan terakhir. Nilai kapitalisasi pasar kripto pun anjlok lebih dari US$ 1 triliun.

    Melihat kondisi market kripto seperti ini, CEO Binance, Changpeng Zhao, yang akrab disapa “CZ,” mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa musim dingin kripto potensi baik untuk bisnis.

    Ilustrasi Binance
    Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

    Strategi Binance saat Bear Market

    Ketika ditanya bagaimana Binance akan berjalan selama musim dingin kripto saat ini menyusul laporan pembekuan perekrutan karyawan di Gemini dan Coinbase, dia menjawab dengan percaya diri.

    “Ini bukan pertama kalinya kami melewati musim dingin kripto. Jika kita berada di musim dingin kripto, itu akan menjadi yang ketiga dan kedua bagi Binance. Jadi ini bukan pertama kalinya kami mengalami ini,” katqa CZ dikutip Cointelegraph.

    Menurut Zhao, saat ini Binance yang merekrut staf baru selama bear market untuk mengambil keuntungan dari kemungkinan bull market berikutnya. “Saat ini jauh lebih baik untuk merekrut, selama pasar bullish, setiap orang memulai proyek mereka sendiri, dan setiap orang dibayar dengan jumlah kompensasi yang di luar akal sehat.”

    “Sekarang pasar lebih seimbang, jadi talenta terbaik tersedia, dan kami ingin merekrut mereka.”

    CEO Binance, Changpeng Zhao

    Ilustrasi Binance
    Ilustrasi Binance. Foto: SOPA IMAGES/LIGHTROCKET VIA GETTY IMAGES.

    Baca juga: CEO MicroStrategy Tepis Isu Margin Call saat Bitcoin Anjlok ke US$ 21.000

    Dunia kripto telah menderita melalui periode penurunan beberapa minggu terakhir ini, tetapi bos Binance masih merekomendasikan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi perusahaan untuk memperluas bisnis dan merekrut talenta terbaik.

    Changpeng melanjutkan dengan menyatakan, “Binance selalu sangat hemat dalam pengeluaran besar, kami tidak mensponsori Super Bowl,” dan “kami tidak membeli hak nama stadion.”

    Sementara itu, banyak perusahaan exchange kripto, seperti Coinbase dan Gemini telah membekukan penerimaan karyawan baru dan melakukan PHK sebagian kecil pegawainya. Perusahaan seperti Crypto.com dan BlockFi juga telah memberhentikan lebih dari 5% karyawan mereka karena kondisi pasar. Platform perdagangan Robinhood juga memecat 9% stafnya pada bulan April lalu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Bantah Tudingan Reuters soal Pencucian Uang

    CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), memberikan tanggapan terhadap pemberitaan Reuters yang menyatakan bahwa exchange kripto terbesar tersebut digunakan sebagai aktivitas pencucian uang senilai $ 2,35 miliar dari 2017 hingga 2021. Laporan investigasi Reuters itu diterbitkan pada Selasa 7 Juni 2022.

    Reuters melaporkan pada September 2020, kelompok peretas Korea Utara yang dikenal dengan nama Lazarus masuk ke bursa kripto Eterbase di Slovakia dan mencuri mata uang virtual senilai $ 5,4 juta. Pencurian itu hanyalah sebagian kecil aksi Lazarus yang menurut Amerika Serikat ditujukan untuk mendanai program senjata nuklir Korea Utara.

    Beberapa jam kemudian, Lazarus membuka setidaknya dua lusin akun anonim di Binance untuk mengkonversi kripto hasil rampokan mereka sekaligus mengaburkan rekam jejaknya. Hanya dalam waktu sembilan menit, Lazarus sukses membuat akun Binance dan memperdagangkan kripto yang dicuri.

    Salah satu pendiri Eterbase, Robert Auxt, menyatakan Binance sendiri tidak tahu siapa yang memindahkan uang dari Eterbase karena sifat akunnya yang anonim. Sementara Eterbase tidak dapat menemukan atau mengembalikan dana yang sudah dicuri.

    Baca juga: 5 Alasan Bitcoin Jadi Investasi Jangka Panjang yang Lebih Baik daripada Emas

    CEO Binance, CZ, mengatakan laporan investigasi Reuters itu pekerjaan yang sia-sia dan tidak berimbang.

    Mengutip data Chainalysis, CZ menjelaskan faktanya sudah jelas bahwa hanya 0,15% dari semua transaksi kripto pada tahun 2021 yang dikaitkan dengan beberapa jenis aktivitas terlarang. Sedangkan menurut PBB, aktivitas terlarang di sektor fiat atau uang tunai jumlahnya diperkirakan sebesar 2-5%, senilai $ 800 miliar hingga $ 2 triliun.

    CZ melanjutkan, bahwa Binance tidaklah sempurna dan pernah melakukan kesalahan di masa lampau. Namun hal tersebut bukan berarti Reuters memiliki hak untuk mengabaikan kewajiban mereka untuk menyuguhkan informasi yang obyektif.

    “Ini bahkan sama sekali tidak berimbang, seharusnya fair dong,” cuit CZ di akun twitternya 11 jam lalu.

    Dia menambahkan bahwa utasnya ini merupakan yang terakhir kalinya sebagai tanggapan Binance kepada Reuters.

    Baca juga: Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

    Dalam utasnya itu CZ menyatakan seiring dengan perbedaan pendapat di antara pembuat kebijakan soal industri kripto, Binance selalu terbuka untuk ruang diskusi, sebisa mungkin mendukung penegakan hukum, dan mengakui bila berbuat salah.

    Dia juga menceritakan setiap minggu dia bisa diwawancari atau diskusi dengan 5 hingga 20 wartawan. Dia menjelaskan ada kalanya dia tidak setuju dengan bagaimana para jurnalis menulis tentang Binance. Namun, itu bukan masalah karena jumlahnya sedikit. Sebaliknya yang menulis secara obyektif jumlahnya lebih banyak.

    “Kritikan yang datang dari luar itu membangun tapi harus dilakukan secara fair dan terbuka,” tulis CZ.

    Di akhir utasnya, CZ mempublikasikan wawancara dirinya dengan Reuters yang dilakukan melalui email sebelum artikel tersebut diterbitkan dengan pesan “Jurnalisme itu sangat penting bagi pertumbuhan kami. Tapi kita harus sepakat untuk pemberitaan yang fair dan akurat sehingga industri kripto semakin maju.”

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Kumpulkan Dana $ 500 juta untuk Investasi di Web3 dan Blockchain

    Binance, platfrom exchange kripto terbesar di dunia, akhirnya berhasil mengumpulkan dana sebesar $ 500 juta atau setara Rp7,2 triliun untuk diinvestasikan ke sejumlah proyek dan startup yang dapat memperluas penggunaan aset kripto, mendorong adopsi teknologi web3 dan blockchain.

    Dana tersebut dikumpulkan dan akan disalurkan melalui Binance Labs, modal ventura yang didirikan oleh Binance. Investor institusi global terkemuka seperti DST Global Partners, Breyer Capital dan beserta perusahaan lainnya turut terlibat dalam pengumpulan dana ini.

    Dilansir Be[in]crypto, Founder dan CEO Binance, Changpeng ‘CZ’ Zhao, mengatakan dalam lingkungan web3, hubungan antara nilai, orang, dan ekonomi, sangat penting. Jika, ketiga elemen ini bersatu untuk membangun ekosistem, itu akan mempercepat adopsi massal dari teknologi blockchain dan kripto.

    “Tujuan dari dana investasi yang baru ditutup (oleh Binance Labs ini) adalah untuk menemukan dan mendukung sejumlah proyek dan para pendiri dengan potensi untuk membangun dan memimpin Web3 di seluruh sektor DeFi, NFT, game, metaverse, sosial, dan banyak lagi,” kata CZ.

    Changpeng Zhao, CEO Binance
    Changpeng Zhao, CEO Binance. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global

    Investasi di Startup Web3 dan Blockchain

    Binance Labs berencana menggunakan modal untuk berinvestasi di startup yang membangun Web3. Konsep Web3 sendiri mengacu pada masa depan dari internet yang lebih terdesentralisasi daripada platform online saat ini, dan menggabungkan blockchain.

    Binance Labs berharap bisa memanfaatkan situasi market kripto yang sedang tumbuh ini untuk menemukan startup yang bisa mengembangkan penggunaan kripto dan adopsinya yang lebih luas. Investasi akan dibagi menjadi pre-seed, early-stage dan growth equity. Dana tersebut akan diinvestasikan dalam token serta saham.

    “Kami mencari proyek dengan potensi untuk mendorong pertumbuhan ekosistem Web3,” kata Direktur eksekutif investasi dan M&A di Binance Labs, Ken Li dikutip CNBC.

    Proyek tersebut dapat mencakup infrastruktur, NFT dan Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Binance memperkirakan saat ini ada sekitar 300.000 hingga 500.000 pengembang Web3 aktif, jumlah yang diharapkan akan tumbuh secara substansial.

    apa itu web3
    Ilustrasi Web3.

    Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Teknologi Web 3.0 dan Penerapannya pada Crypto

    Portofolio investasi Binance Labs termasuk majalah berita bisnis, Forbes dan Sky Mavis, perusahaan di balik permainan NFT populer, Axie Infinity. Binance juga merupakan investor di Terraform Labs, startup yang berbasis di Singapura di balik proyek stablecoin, Terra yang gagal.

    Dalam sebuah wawancara dengan CNBC awal tahun ini, Zhao mengatakan Binance memiliki “miliaran miliaran dolar yang siap untuk diinvestasikan” di Web3. Tren ini telah disambut dengan skeptisisme dari beberapa tokoh terkemuka di bidang teknologi, termasuk Elon Musk dan salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey. Zhao mengatakan dia percaya pada konsep tersebut, tetapi akan membutuhkan waktu untuk mewujudkannya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

    CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengatakan bahwa jika pertukaran (Binance) bangkrut, pengguna Binance akan diprioritaskan untuk pengembalian dana sebelum pemegang saham.

    Komentar ini dikatakan ketika sesi AMA (Ask Me Anything) yang dilakukan pada 21 Mei. Sayangnya sesi AMA ini sudah dihapus dan tidak ada alasan.

    Dalam sesi ini, CZ juga menjelaskan berbagai topik seperti dana pengguna, masa depan Binance Chain.

    Changpeng Zhao mengatakan bahwa Binance tidak pernah mencampurkan dana pengguna dengan dana operasi pialang Binance.

    Dia menekankan jika ada kebangkrutan atau kejadian yang tidak terduga, maka uang atau investasi akan dikembalikan terlebih dahulu ke pengguna.

    Baca juga: Apakah Do Kwon Layak Dipenjara, Atau Keruntuhan Terra Hanya Keteledoran?

    Di dalam pertanyaan AMA ini, CZ juga mengatakan tentang masa depan BNB Chain:

    “Secara jujur, saya tidak terlibat didalam pengambilan keputusan di BNB chain. Saya mempunyai pemahaman teknologi yang terbatas. Yang saya tahu adalah ada trade off antara jumlah node dengan kinerja (saat ini) untuk evolusi blockchain kami.”

    CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

    Ketika ditanya tentang adanya UST dan LUNA lagi di Binance, dia menjawab bahwa ada banyak pertukaran terdesentralisasi di dunia. Jika perdagangan diberhentikan dan harga naik di bursa lain, investor akan mempertanyakan keputusan tersebut.

    Walaupun dia mengetahui UST dan LUNA adalah projek gagal, dia tetap memutuskan untuk melanjutkan perdagangan kedua token tersebut.

    Dia menambahkan:

    “Tidak ada yang memaksa siapa pun untuk membeli hanya karena pialang menyediakan. Ada pembeli dengan toleransi resiko tinggi yang bersedia melakukan perdagangan. Pasar bersikap netral.”

    CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

    Baca juga: Terra LUNA Naik 100% di Tengah Volatilitas yang Gila, Fokus pada Rencana Pemulihan

    Karena LUNA, Binance juga rugi sangat banyak. Ketika LUNA di harga tertinggi, Binance mempunyai $ 1,6 miliar dari LUNA. Namun, dia tidak menjual satu token-pun. Pada tanggal 18 May, investasi Binance di Luna hanya senilai $ 2,7 juta, rugi $ 300.000 karena investasi awal kepada LUNA senilai $ 3 juta.

    CZ juga mengatakan kepada Do Kwon, pencipta LUNA, untuk mengembalikan uang retail investor terlebih dahulu sebelum mengembalikan uang kepada Binance.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dukung Elon Musk, Binance Gelontorkan $ 500 Juta untuk Akuisisi Twitter

    Binance, exchange kripto terbesar di dunia, siap menggelontorkan $ 500 juta untuk mendukung akuisisi Elon Musk terhadap Twitter. CEO Binance, Changpeng Zhao, menyebut dukungan ini sebagai sebuah kontribusi kecil.

    Dalam pengajuan Schedule 13D, beberapa investor, seperti Sequoia Capital ($ 800 juta), Andreessen Horowitz ($ 400 juta), Qatar Holding ($ 375 juta), Fidelity ($ 316 juta), DFJ ($ 100 juta), dan investor-investor terkenal lainnya juga turut memberikan dana untuk rencana akuisisi ini. Larry Ellison memberikan investasi tertinggi sebesar $ 1 miliar.

    Total dukungan para investor itu kira-kira mencapai $ 7,1 miliar. Schedule 13D harus diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS) oleh entitas yang mengakuisisi lebih dari 5% perusahaan.

    Namun, dalam daftar itu tidak ada nama miliarder Arab Saudi Al Waleed bin Talal Al Saud yang ikut mendukung akuisisi dalam bentuk saham Twitter. Ia memiliki 34.948.975 saham TWTR senilai $ 54,20.

    Ilustrasi Elon Musk beli Twiiter
    Ilustrasi Elon Musk beli Twiiter. Foto: Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Image.

    Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

    Elon Musk, Twitter dan Kripto

    Langkah akuisisi Twitter oleh CEO Tesla itu dimulai pada 4 April 2022, saat Musk pertama kali membeli 9,2% saham perusahaan media sosial tersebut. Tak lama setelah itu, ia masuk ke jajaran dewan direksi Twitter.

    Musk kemudian mengajukan penawaran untuk membeli Twitter sepenuhnya dengan tawaran awal sebesar $ 43 miliar. Dan pada 25 April 2022, Twitter akhirnya menerima tawaran dengan nilai sedikit lebih tinggi yaitu $ 44 miliar.

    “Twitter memiliki potensi luar biasa. Saya tidak sabar bekerja dengan perusahaan (ini) dan komunitas penggunanya,” ujar Musk saat itu.

    Musk kemungkinan besar akan menambahkan lebih banyak koin kripto ke Twitter. Gagasan untuk mengintegrasikan lebih banyak komponen kripto sangat penting bagi pemegang Dogecoin, karena orang terkaya di dunia ini dikenal sebagai penggemar DOGE.

    Baca juga: Kenalkan Decentralized Music, Netra Segera Rilis Royalty-sharing Music NFT di TokoMall

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Dominasi Exchange Kripto di Dunia

    Platform perdagangan aset kripto global, Binance dilaporkan mendominasi pasar sebesar 30% dari transaksi exchange di seluruh dunia. Binance mampu mengalah Coinbase, OKX, BeQuant, FTX dan Huobi Global.

    Dilansir CoinDesk, Binance, salah satu pertukaran aset kripto terkemuka di dunia, menangkap 30% dari pangsa pasar volume spot pada bulan Maret 2022. Menurut laporan CryptoCompare, pangsa pasar Binance naik 15% dari bulan Februari 2022.

    Diperkirakan Binance telah menangani transaksi sekitar $ 490 miliar perdagangan spot pada bulan Maret lalu, meningkat 15% dari bulan sebelumnya. Posisi Binance dibuntuti oleh Coinbase (COIN) pada $ 81,9 miliar (turun 12%) dan OKX dengan $ 75,9 miliar (turun 26%).

    “Binance telah memiliki pangsa pasar yang signifikan selama beberapa waktu,” kata Head of Trading Covario, Florian Giovannacci. “Mereka sangat andal (secara teknis), mencakup sejumlah besar token dan menawarkan beberapa likuiditas terbaik, yang menarik volume.”

    Ilustrasi Binance
    Ilustrasi Binance. Foto: SOPA IMAGES/LIGHTROCKET VIA GETTY IMAGES.

    Baca juga: Ahli Prediksi BTC dan ETH akan Tembus Level Tertinggi di Tahun 2022

    Dominasi 30% pangsa pasar Binance pada bulan Maret, hanya sedikit di bawah rekor sebesar 34% yang dicapai pada November 2021. Binance juga memimpin pasar derivatif dengan 52% dari total volume di bulan Maret 2022. Ini diikuti oleh OKX dan Bybit.

    Volume Perdagangan Binance Naik

    Volume perdagangan bulanan Binance selama kuartal I 2022 terus meningkat, meski sentimen pasar kripto berada dalam kondisi bearish. Total volume perdagangan Binance selama kuartal I 2022 sebesar $ 5 triliun.

    Menurut Be[In]Crypto Research, volume perdagangan dari Binance selama kuartal pertama 2022 mencapai sekitar $ 5,54 triliun. Ada kenaikan volume perdagangan sebesar 8%, sekitar $ 5,09 triliun, selama Januari 2021 hingga Maret 2021.

    Ilustrasi Binance.
    Ilustrasi Binance.

    Baca juga: 5 Crypto Potensial di Akhir April: KLV, DSLA, KAVA, SCRT dan GMM

    Variatifnya aset kripto yang tersedia dalam platform Binance, merupakan alasan utama dari kenaikan volume perdagangannya. Beberapa aset kripto yang memberikan kontribusi, meliputi: ApeCoin (APE), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Terra (LUNA), Fantom (FTM) dan STEPN (GMT).

    Biasanya pasangan perdagangan (trading pair) yang paling banyak digemari adalah dengan USDT dan stablecoin milik Binance, BUSD. Pada hari-hari biasa, Binance memiliki volume perdagangan spot empat kali lipat lebih banyak dari pesaing terdekatnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Fakta Penting Tentang Game Telegram Moonbix dari Binance

    Binance, salah satu bursa kripto terbesar, baru-baru ini meluncurkan game mini di Telegram bernama Moonbix. Game ini menawarkan model tap-to-earn, di mana pemain bisa mendapatkan penghasilan dengan keterampilan dan ketepatan waktu. Berikut ini beberapa hal menarik yang perlu kamu ketahui tentang game Moonbix, seperti yang dilaporkan BeInCrypto.

    1. Peluncuran Game Moonbix dan Fokus Binance pada Game Blockchain

    Pada 19 September, Binance memperkenalkan Moonbix, menandai langkah barunya di dunia game play-to-earn (P2E). Game ini hadir di aplikasi mini Telegram dan menampilkan pemain sebagai penjelajah ruang angkasa yang mengumpulkan barang-barang khusus serta menyelesaikan misi untuk mendapatkan poin. Binance juga memanfaatkan tren aplikasi mini di Telegram yang semakin populer, sejalan dengan meningkatnya minat pada game kasual bertema kripto.

    2. Lonjakan Pemain Hingga 15 Juta dalam Satu Minggu

    Hanya dalam waktu seminggu setelah peluncurannya, Moonbix berhasil menarik hampir 15 juta pemain. Angka ini menunjukkan tingginya minat gamer terhadap kombinasi antara hiburan dan peluang mendapatkan penghasilan. Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, Moonbix berada di jalur yang sama untuk menyaingi game tap-to-earn populer lainnya seperti Notcoin dan Hamster Kombat.

    3. Dominasi Pemain Vietnam di Papan Peringkat

    Game Telegram Moonbix Milik Binance.
    Game Telegram Moonbix Milik Binance.

    Baca juga: 3 Airdrop Kripto Gratis untuk Minggu Keempat September

    Pemain asal Vietnam mendominasi papan peringkat Moonbix dan memuncaki daftar “Hall of Fame”. Untuk mendapatkan skor tinggi di game ini bukanlah hal yang mudah, karena pemain harus menyelesaikan misi yang hanya memberi 11.500 poin. Banyak pemain mengandalkan referensi—mendapatkan 10.000 poin tambahan dengan mengajak 10 pengguna baru. Untuk bisa menjadi yang terbaik, pemain harus mengundang antara 100 hingga 300 orang, yang membuat sebagian beralih ke alat-alat curang untuk meningkatkan poin mereka.

    4. Maraknya Penggunaan Alat untuk Curang

    Tidak mengherankan jika banyak pemain menggunakan alat untuk mempercepat permainan di Moonbix, karena gameplay-nya yang menantang. Beberapa pemain menggunakan bot untuk mengotomatiskan permainan melalui beberapa akun sekaligus. Namun, tindakan ini berisiko terkena sanksi, seperti yang terjadi pada game Hamster Kombat yang melarang 2,3 juta pemain karena kecurangan. Selain itu, beberapa pemain membeli akun Telegram massal untuk meningkatkan poin atau referensi secara tidak sah.

    5. Minat Besar dari Ethiopia di Google Trends

    Menurut data dari Google Trends, Ethiopia menjadi negara dengan jumlah pencarian terkait Moonbix tertinggi di dunia, mengalahkan negara lain seperti Afghanistan, Myanmar, Maladewa, dan Pakistan. Popularitas game ini didorong oleh kombinasi tema eksplorasi luar angkasa dan hadiah kripto, yang menarik perhatian pemain dari berbagai belahan dunia. Integrasi dengan Telegram, platform pesan yang banyak digunakan, juga berkontribusi pada peningkatan minat terhadap game ini.

    Penutup: Moonbix dan Pertumbuhan Basis Pengguna Binance

    Salah satu syarat penting untuk bermain Moonbix adalah menyelesaikan verifikasi Know-Your-Customer (KYC). Hal ini membantu Binance meningkatkan jumlah pengguna terdaftar di platform mereka. Dengan potensi besar untuk menarik pemain baru, Moonbix menjadi salah satu cara Binance untuk memperkuat posisinya di sektor P2E dan T2E. Meskipun begitu, Binance tetap harus waspada terhadap potensi masalah ekosistem, terutama terkait kebijakan Telegram yang bisa mempengaruhi game ini di masa depan.



    Sumber : news.tokocrypto.com