Tag: bitcoin

  • Apa itu Quantum Computing yang Dianggap Acaman Bagi Bitcoin?

    Quantum computing sering disebut sebagai revolusi teknologi berikutnya yang bisa mengubah dunia, termasuk sektor keuangan digital seperti Bitcoin. Tidak seperti komputer biasa yang menggunakan bit (0 atau 1), quantum computer menggunakan qubit yang bisa berada di banyak keadaan sekaligus berkat prinsip superposition. Ini memungkinkan pemrosesan data yang sangat cepat untuk tugas-tugas kompleks.

    Sebagai aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin (dalam konteks aset digital) sering menjadi tolok ukur keamanan blockchain. Jika sekelas Bitcoin saja dapat dibobol, tentunya dampak hal tersebut bisa menjalar ke seluruh ekosistem kripto. Tapi apakah quantum computing benar-benar menjadi ancaman bagi Bitcoin?

    Apa Itu Quantum Computing?

    Gambar quantum computer milik Google. Sumber: Quantum AI

    Quantum computing adalah jenis komputasi yang memanfaatkan prinsip mekanika kuantum, seperti (multiple kemungkinan sekaligus) dan entanglement (keterkaitan antar qubit), untuk memproses informasi. 

    Dari kedua prinsip ini lahirlah qubit (quantum bit), yaitu unit informasi kuantum. Berbeda dengan bit klasik yang hanya bernilai 0 atau 1, qubit dapat berada dalam kombinasi keduanya sekaligus (superposisi), dan dapat saling terhubung secara kuat dengan qubit lain melalui entanglement.

    Kemampuan inilah yang membuat quantum computing secara teori mampu menyelesaikan perhitungan kompleks jauh lebih cepat dibanding komputer klasik (yang dipakai di zaman modern sekarang). Sehingga masalah tertentu yang akan memakan waktu ribuan tahun bagi superkomputer klasik dapat diselesaikan jauh lebih cepat oleh algoritma kuantum.

    Secara sederhana, bayangkan kamu sedang bermain catur dan ingin mencari langkah terbaik.

    Dalam memilih langkah yang terbaik, komputer klasik akan mencoba satu per satu kemungkinan langkah, lalu menghitung konsekuensinya. Proses ini seperti menelusuri cabang pohon langkah catur secara berurutan. Semakin banyak langkah ke depan yang dihitung, semakin lama waktunya.

    Sedangkan dengan quantum computing, komputer kuantum bisa langsung memikirkan akhir dari banyak langkah sekaligus.

    Baca juga: Solana Bersiap Hadapi Komputer Kuantum, Transaksi Anti-Retas Diuji

    Mengapa Dianggap Ancaman bagi Bitcoin?

    Dikutip dari deloitte, Bitcoin bekerja dengan menggunakan kriptografi elliptic curve digital signature algorithm (ECDSA) untuk mengamankan private key dan transaksi. 

    Algoritma Shor pada quantum computing di sisi lain, digadang-gadang mampu memfaktorkan bilangan besar dengan cepat, sehingga dapat mengekstrak private key dari public key yang terekspos di blockchain. Ini berpotensi memungkinkan pencurian dana dari wallet Bitcoin.

    Selain itu, Grover’s algorithm bisa mempercepat serangan terhadap fungsi hash seperti SHA-256. Hasil analisis deloitte, menunjukkan bahwa alamat lama jenis P2PK dan alamat P2PKH yang belum migrasi ke wallet terbaru adalah yang paling rentan.

    Sederhananya:

    • P2PK (Pay-to-Public-Key) adalah format alamat Bitcoin paling awal yang digunakan dari 2009–2010, di mana koin dikirim langsung ke public key penerima.
    • P2PKH (Pay-to-Public-Key-Hash) adalah format yang lebih aman dan umum digunakan, di mana koin dikirim ke hash dari public key, bukan public key langsung.
    Jumlah Bitcoin yang terancam oleh quantum computing. Sumber: Deloitte

    P2PK hingga kini masih menyimpan sekitar 2 juta BTC yang belum pernah dipindahkan. Sementara itu, penggunaan P2PKH meningkat pesat sejak 2010, dengan sekitar 2,5 juta BTC tersimpan di alamat yang pernah digunakan kembali. 

    Secara total, ada lebih dari 4 juta BTC atau sekitar 25% dari seluruh Bitcoin yang berpotensi dicuri jika komputer kuantum mampu menjalankan serangan ini.

    Harga Bitcoin (BTC/USDT) pada tanggal 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto

    Dengan harga saat ini, nilai yang terancam mencapai lebih dari $395,35 miliar USD atau senilai Rp6,62 kuadriliun, lebih besar dari dari APBN Indonesia 2025 yang sekitar Rp3.3 kuadriliun, menjadikan quantum computing ancaman serius bagi keamanan ekosistem Bitcoin.

    Baca juga: Fidelity Outlook 2026: Siklus 4 Tahunan Bitcoin Mungkin Tidak Ada Lagi!

    Bagaimana Quantum Computing Bisa Membobol Bitcoin?

    Ilustrasi bagaimana quantum computer bisa membobol Bitcoin.

    Menurut ABA Banking Journal, quantum computing hanya memerlukan 6 tahap untuk melancarkan serangan terhadap Bitcoin atau aset kripto.

    1. Pengguna mengirim transaksi kripto tapi memakai ulang alamat wallet lama. Akibatnya, public key sudah terlihat di blockchain sebelum transaksi benar-benar selesai.
    2. Komputer kuantum menangkap public key tersebut saat transaksi sedang diproses.
    3. Penyerang menjalankan algoritma Shor untuk menghitung private key dari public key yang terbuka.
    4. Private key berhasil diperoleh.
    5. Penyerang langsung membuat transaksi palsu dengan tanda tangan digital yang tampak sah. Transaksi palsu ini bisa diproses lebih cepat daripada transaksi asli.
    6. Dana akhirnya dialihkan ke wallet penyerang, karena sistem blockchain gagal membedakan mana pemilik asli dan mana yang palsu.

    Status Perkembangan Quantum Computing Saat Ini

    Quantum computing telah mengalami kemajuan pesat sepanjang 2025, menjadi topik yang semakin menonjol di kalangan peneliti, investor, dan komunitas kripto. Meskipun perusahaan seperti IBM dan Google menunjukan adanya perkembangan signifikan, dikutip Chainalysis, teknologi ini masih jauh dari kemampuan untuk memecahkan kriptografi Bitcoin secara efektif.

    Selain itu, untuk menjalankan hacking pada sistem Bitcoin, quantum computer diperkirakan memerlukan ribuan logical qubits fault-tolerant, yang setara dengan jutaan physical qubits setelah memperhitungkan error correction, sementara sistem saat ini hanya memiliki ratusan hingga ribuan qubits dengan error tinggi.

    Pakar memperkirakan cryptographically relevant quantum computers (CRQC) mungkin baru akan muncul pada pertengahan 2030-an atau lebih lambat, memberikan waktu bagi Bitcoin untuk beradaptasi, dan melakukan persiapan diperlukan seperti upgrade jaringan atau transisi bertahap ke alamat yang tahan terhadap quantum.

    Quantum computing saat ini memang diagadang-gadang menjadi ancaman bagi Bitcoin, namun dengan ancaman nyata quantum computing yang diprediksi baru akan muncul di pertengahan tahun 2030, dan sistem keamanan Bitcoin yang masih bisa diperbaharui untuk menghadapi serangan quantum computing, saat ini Bitcoin masih terbukti aman dan tetap menjadi opsi investasi aset kripto nomor 1. Jika kamu tertarik membeli Bitcoin, kamu bisa menggunakan exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto — mulai dengan deposit Rp50.000! Ayo daftar di sini dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan kode TEMUTOKO!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Quantum computers and the Bitcoin blockchain | Deloitte

    Quantum Computing and Cryptocurrency – Chainalysis

    Why quantum matters now for blockchain – News & insight – Cambridge Judge Business School

    Quantum computing and blockchains: Matching urgency to actual threats – a16z crypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Peristiwa Besar yang Bisa Guncang Kripto Januari 2026

    Pasar kripto memasuki Januari 2026 dengan kombinasi optimisme dan kewaspadaan tinggi. Setelah menutup tahun 2025, pasar global kripto mencatat kenaikan 0,79% dalam 24 jam terakhir. Bitcoin bertahan di atas level USD 87.000, sementara Ethereum stabil di atas USD 2.900. Meski demikian, tekanan likuiditas dan sentimen yang terbelah masih membebani altcoin.

    Dilaporkan Coingape, sejumlah agenda besar, mulai dari risiko penutupan pemerintah Amerika Serikat hingga kebijakan suku bunga The Federal Reserve, diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan harga kripto sepanjang Januari 2026. Berikut tiga peristiwa penting yang menjadi sorotan pelaku pasar.

    Risiko Shutdown Pemerintah AS Menguat

    Amerika Serikat menghadapi ancaman penutupan pemerintahan (government shutdown) menjelang tenggat 31 Januari 2026. Kongres diketahui memasuki masa libur Natal tanpa menyepakati anggaran final maupun jadwal pemungutan suara.

    Meski Senat dan DPR telah menyepakati total belanja, perbedaan pendapat terkait distribusi dana masih menghambat kesepakatan. Partai Demokrat menyatakan kesediaan mengikuti batasan anggaran baru, sementara kelompok Republik yang konservatif menolak peningkatan belanja dan menuntut anggaran lembaga tetap.

    Jika tidak tercapai kesepakatan, operasional lembaga federal berpotensi terganggu dan menciptakan ketidakpastian pasar. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi aktivitas regulasi, termasuk pengawasan dan kebijakan terkait industri kripto.

    CLARITY Act dan Isu Cadangan Kripto AS

    Peristiwa krusial lainnya adalah kelanjutan pembahasan Digital Asset Market Clarity Act of 2025 (CLARITY Act). RUU ini telah disahkan DPR dan kini menunggu keputusan Senat. Jika lolos, CLARITY Act akan memperjelas definisi aset digital, membatasi kewenangan SEC terhadap blockchain tertentu, serta menetapkan aturan kepatuhan baru bagi bursa dan broker kripto.

    Regulasi ini berpotensi berdampak besar pada aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, dan XRP yang telah memiliki produk ETF. Pengesahan pada Januari diperkirakan meningkatkan kepastian hukum dan menarik lebih banyak modal institusional.

    Di sisi lain, wacana pembentukan cadangan kripto nasional AS masih menuai perdebatan. Meski mantan Presiden Donald Trump mendukung gagasan tersebut, dukungan di Kongres belum solid. Data Polymarket menunjukkan peluang AS memiliki cadangan Bitcoin sebelum 2027 baru sekitar 27%.

    Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menurun

    Dari sisi makroekonomi, peluang pemangkasan suku bunga pada rapat Federal Reserve Januari 2026 terus menyusut. Data CME FedWatch menunjukkan kemungkinan pemangkasan 25 basis poin hanya 13,3%, sementara peluang suku bunga tetap berada di level saat ini mencapai 86%.

    Penurunan ekspektasi ini dipicu oleh data PDB kuartal III AS yang lebih baik dari perkiraan serta serangkaian pemangkasan suku bunga sepanjang 2025. Pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed New York John Williams, juga mengisyaratkan sikap lebih berhati-hati memasuki 2026.

    Kondisi ini berpotensi menekan pasar kripto, mengingat reli harga sebelumnya banyak didorong oleh kebijakan pelonggaran moneter. Ketika likuiditas kembali mengetat, investor diperkirakan akan menyesuaikan strategi perdagangan mereka.

    Kesimpulan

    Dengan ancaman shutdown pemerintah AS, keputusan penting terkait regulasi kripto, dan arah kebijakan suku bunga The Fed, Januari 2026 menjadi bulan penuh risiko dan peluang bagi pasar kripto. Ketiga peristiwa ini berpotensi memicu volatilitas tinggi sekaligus menentukan arah pasar dalam beberapa bulan ke depan.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis 0,26%, Bergerak Sideways

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang relatif terbatas.

    Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin berada di level $87.701,00 per BTC, mencatatkan kenaikan tipis +0,26% dalam 24 jam terakhir.

    Meski bergerak positif secara harian, tekanan dari tren jangka menengah masih membatasi ruang kenaikan BTC.

    Bitcoin saat ini tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar $1.751 triliun, menempatkannya di peringkat pertama aset kripto global.

    Namun, volume perdagangan 24 jam tercatat menurun ke kisaran $13,77–13,80 miliar, mengindikasikan berkurangnya agresivitas pelaku pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi 2%, Tekanan Pendek

    Pergerakan Harga BTC: Konsolidasi di Area Kunci

    Dalam 24 jam terakhir, BTC diperdagangkan pada rentang terendah $87.294,83 dan tertinggi $87.888,30.

    Rentang yang sempit ini mencerminkan kondisi pasar yang cenderung menunggu arah, dengan pembeli dan penjual berada dalam posisi seimbang.

    Secara intraday, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat -0,05%, menandakan tekanan jual ringan.

    Sementara itu, secara mingguan, harga BTC masih turun -0,38% dalam 7 hari terakhir, memperkuat indikasi bahwa pasar masih belum menemukan momentum bullish yang kuat.

    Tekanan Terlihat di Timeframe Lebih Panjang

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Jika ditinjau dari perspektif jangka menengah, performa Bitcoin sebenarnya masih berada di bawah tekanan.

    Dalam 30 hari terakhir, harga BTC terkoreksi 3,81%, sementara dalam 60 hari, penurunan mencapai 22,09%. Bahkan dalam 90 hari terakhir, BTC masih melemah 21,57%.

    Koreksi ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase penyesuaian setelah sebelumnya mengalami lonjakan besar dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.

    Sentimen pasar saat ini cenderung berhati-hati, terutama di tengah ketidakpastian global dan minimnya katalis besar dalam jangka pendek.

    Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar

    Bitcoin tercatat pernah mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level $126.198,07. Dengan harga saat ini di kisaran $87.700, BTC masih berada sekitar 30% di bawah ATH.

    Jarak ini menunjukkan bahwa potensi pemulihan masih terbuka, namun membutuhkan dorongan volume dan sentimen yang lebih kuat.

    Area $87.000–$88.000 kini menjadi zona psikologis penting. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level ini, peluang konsolidasi lanjutan tetap terbuka, meski risiko penurunan tetap perlu diantisipasi.

    Fundamental Bitcoin Tetap Solid

    Dari sisi fundamental, struktur suplai Bitcoin tetap menjadi salah satu yang terkuat di pasar kripto.

    Jumlah pasokan beredar saat ini mencapai 19,97 juta BTC, setara dengan 95,09% dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Kelangkaan suplai inilah yang terus menjadi fondasi utama nilai jangka panjang Bitcoin.

    Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin saat ini berada di kisaran $1.841,53 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh BTC telah beredar.

    Faktor kelangkaan ini membuat Bitcoin masih dipandang sebagai lindung nilai digital oleh sebagian investor.

    Sentimen Pasar dan Prospek Bitcoin

    Volume perdagangan yang menurun menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar memilih untuk menunggu konfirmasi arah sebelum masuk lebih agresif.

    Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan volatilitas terbatas.

    Namun, secara historis, fase konsolidasi seperti ini sering kali menjadi fondasi sebelum pergerakan besar berikutnya.

    Arah selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen makro global, pergerakan pasar keuangan tradisional, serta dinamika likuiditas di pasar kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Menguat ke $88.800, Sentimen Mulai Positif

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi di area $87.700, dengan kenaikan harian yang terbatas dan tekanan dari tren jangka menengah.

    Meski volume melemah dan momentum belum kuat, fundamental Bitcoin tetap solid dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimum.

    Bagi investor dan trader, kondisi ini menuntut kehati-hatian dan disiplin manajemen risiko, sembari terus memantau potensi katalis yang dapat menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi 2%, Tekanan Pendek

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami koreksi signifikan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data pasar terbaru, Bitcoin diperdagangkan di level $87.400,77 per BTC, turun sekitar 2% secara harian.

    Koreksi ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin menyusut ke kisaran $1,745 triliun, meski posisinya tetap kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Penurunan harga BTC terjadi di tengah meningkatnya volume perdagangan harian yang mencapai $36,71 miliar, mengindikasikan adanya aktivitas jual yang cukup intens dari pelaku pasar.

    Kondisi ini menandakan bahwa volatilitas masih menjadi karakter utama Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir.

    Baca Juga: The Fed Rem Mendadak, Bitcoin Terancam ke US$70.000 di Awal 2026

    Tekanan Harga BTC dalam Jangka Pendek

    Secara intraday, Bitcoin sempat bergerak di rentang $86.628 hingga $89.459, menunjukkan fluktuasi harga yang lebar dalam satu hari perdagangan.

    Level tertinggi tersebut gagal dipertahankan, sehingga mendorong BTC kembali ke zona bawah.

    Dalam perspektif waktu yang lebih panjang, performa Bitcoin masih menunjukkan tekanan yang cukup dalam.

    Dalam 30 hari terakhir, BTC tercatat turun sekitar 4,59%, sementara secara 60 hari, penurunannya mencapai 23,41%.

    Bahkan dalam rentang 90 hari, harga Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 20% dari level sebelumnya.

    Data ini mencerminkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi besar setelah gagal mempertahankan momentum pasca mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198.

    Sentimen Pasar dan Aktivitas Perdagangan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski harga melemah, tingginya volume perdagangan 24 jam menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin tetap kuat.

    Rasio volume yang besar ini sering kali menjadi indikasi bahwa pasar sedang berada dalam fase distribusi atau akumulasi, tergantung pada arah sentimen dominan.

    Saat ini, Bitcoin memiliki sirkulasi pasokan sebesar 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,08% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Keterbatasan suplai inilah yang selama ini menjadi fondasi utama narasi bullish Bitcoin dalam jangka panjang, meskipun harga jangka pendek masih berfluktuasi tajam.

    Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,83 triliun, menunjukkan potensi nilai penuh BTC jika seluruh suplai telah beredar.

    Faktor Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dari sudut pandang teknikal, koreksi harga BTC hari ini memperlihatkan bahwa pasar masih sensitif terhadap tekanan makro dan aksi ambil untung.

    Level $86.000–$87.000 kini menjadi area support penting yang perlu dipertahankan agar tidak terjadi penurunan lebih dalam.

    Sementara itu, area $89.500–$90.000 berpotensi menjadi resistance jangka pendek. Selama Bitcoin belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan korektif masih berpeluang berlanjut.

    Pergerakan harga mingguan yang masih tercatat -0,96% menunjukkan bahwa sentimen pasar belum sepenuhnya pulih, meski tidak berada dalam fase panic selling.

    Prospek Bitcoin ke Depan

    Meskipun tekanan jangka pendek masih mendominasi, fundamental Bitcoin tetap kuat.

    Posisi BTC sebagai aset kripto nomor satu, likuiditas tinggi, serta narasi lindung nilai jangka panjang masih menjadi daya tarik utama bagi investor institusional dan ritel.

    Namun, dalam waktu dekat, pergerakan harga Bitcoin kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi global, kebijakan moneter, serta sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

    Bagi investor, fase koreksi ini sering kali dipandang sebagai periode evaluasi, bukan sekadar penurunan harga.

    Manajemen risiko dan strategi jangka panjang menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas Bitcoin yang masih tinggi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Menguat ke $88.800, Sentimen Mulai Positif

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase koreksi wajar setelah reli sebelumnya.

    Dengan harga di sekitar $87.400, pasar masih mencari arah yang lebih jelas. Selama support kunci mampu bertahan, Bitcoin berpotensi kembali membangun momentum.

    Namun, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat volatilitas masih menjadi faktor utama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Rem Mendadak, Bitcoin Terancam ke US$70.000 di Awal 2026

    Kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) pada kuartal pertama 2026 berpotensi memberi tekanan besar pada pasar kripto. Bitcoin (BTC) diperkirakan bisa turun hingga level US$70.000 dan Ethereum (ETH) melemah ke sekitar US$2.400 apabila The Fed memutuskan untuk menahan pemangkasan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang masih bertahan.

    The Fed tercatat telah memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali sepanjang 2025, mayoritas dilakukan pada kuartal keempat, seiring meningkatnya angka pengangguran dan tanda-tanda inflasi yang mulai melandai. Namun, respons pasar kripto justru berlawanan dengan ekspektasi.

    Ancaman Aksi Jual

    Alih-alih reli, Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah altcoin utama mengalami aksi jual. Total kapitalisasi pasar kripto tercatat menyusut lebih dari US$1,45 triliun dari rekor tertingginya pada Oktober 2025.

    Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed New York John Williams, menegaskan bahwa bank sentral masih bersikap hati-hati dan bergantung pada data terbaru. Williams menyatakan belum melihat urgensi untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat, dengan fokus utama tetap pada penurunan inflasi ke target 2% tanpa merusak pasar tenaga kerja.

    Meski data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada November berada di level 2,63% dan meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga pada awal 2026, ketidakpastian masih membayangi. Gangguan akibat penutupan pemerintahan AS sebelumnya dilaporkan menghambat pengumpulan data oleh Bureau of Labor Statistics, sehingga memunculkan kekhawatiran distorsi data inflasi.

    Ketidakpastian inilah yang dinilai menjadi salah satu penyebab pasar kripto gagal merespons positif pemangkasan suku bunga sebelumnya.

    Chief Operating Officer bursa kripto BTSE, Jeff Mei, memperkirakan bahwa jika The Fed mempertahankan suku bunga sepanjang kuartal pertama 2026, Bitcoin berpotensi turun ke US$70.000, sementara Ethereum bisa melemah hingga US$2.400.

    Tekanan Penurunan Harga

    Namun demikian, tekanan penurunan harga tersebut berpotensi tertahan oleh langkah kebijakan lain The Fed. Sejak 1 Desember, bank sentral AS secara resmi menghentikan kebijakan quantitative tightening dan beralih ke mekanisme rollover penuh untuk obligasi pemerintah dan surat berharga berbasis hipotek yang jatuh tempo.

    Dilaporkan Cointelegraph, The Fed juga meluncurkan Reserve Management Purchases (RMPs) senilai sekitar US$40 miliar dalam bentuk pembelian surat utang jangka pendek. Kebijakan ini dinilai sejumlah analis sebagai bentuk “quantitative easing terselubung” atau stealth QE karena berfungsi menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan.

    Jika RMPs berlanjut hingga awal 2026 meski dalam skala lebih kecil, langkah tersebut dinilai dapat menopang selera risiko investor dan membantu menstabilkan harga aset kripto, meskipun tanpa pemangkasan suku bunga agresif.

    Jeff Mei menambahkan, dengan dukungan arus masuk dana ETF Bitcoin yang diperkirakan menembus US$50 miliar serta akumulasi institusional, harga Bitcoin masih berpeluang naik ke kisaran US$92.000–US$98.000. Sementara itu, Ethereum berpotensi menguat menuju US$3.600, didorong oleh peningkatan teknologi layer-2 dan imbal hasil restaking yang menarik minat pengguna DeFi.

    Baca juga: Turun Mendadak! Dogecoin Anjlok Meski Suku Bunga Dipangkas The Fed


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Menguat ke $88.800, Sentimen Mulai Positif

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali mencatatkan penguatan signifikan di tengah membaiknya sentimen pasar kripto.

    Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin saat ini berada di level $88.837,64 per BTC, naik sekitar +1,33% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini menegaskan upaya BTC untuk melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan koreksi cukup dalam pada timeframe menengah.

    Seiring penguatan harga, kapitalisasi pasar Bitcoin meningkat ke kisaran $1.773–1.774 triliun, memperkokoh posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan peringkat pertama.

    Aktivitas perdagangan juga mengalami peningkatan, dengan volume transaksi 24 jam mencapai sekitar $28,7–28,9 miliar, mencerminkan minat pasar yang mulai kembali menguat.

    Pergerakan Harga BTC: Volatilitas Terkendali, Tren Jangka Pendek Menguat

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak pada rentang terendah $86.866,84 hingga tertinggi $89.287,16.

    Rentang ini menunjukkan volatilitas yang relatif sehat, tanpa lonjakan ekstrem yang sering muncul pada fase euforia berlebihan.

    Secara intraday, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat +0,23%, menandakan tekanan beli masih berlanjut meski dengan laju moderat.

    Sementara itu, dalam 7 hari terakhir, BTC berhasil mencatatkan kenaikan 2,43%, memperkuat sinyal tren jangka pendek yang cenderung positif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 0,58%, Bitcoin Stabil di Atas $87.000

    Performa Bulanan Positif, Tekanan Menengah Masih Terasa

    Menariknya, Bitcoin kini mulai menunjukkan perbaikan pada timeframe bulanan.

    Dalam 30 hari terakhir, harga BTC naik 1,52%, mengindikasikan adanya stabilisasi setelah periode pelemahan sebelumnya.

    Namun, tekanan masih terlihat pada periode yang lebih panjang. Dalam 60 hari, BTC tercatat turun 23,12%, sementara dalam 90 hari, koreksi mencapai 19,02%.

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun pemulihan jangka pendek sedang berlangsung, Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan dari tren turun jangka menengah.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

    Bitcoin sebelumnya mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level $126.198,07. Dengan harga saat ini di kisaran $88.000, BTC masih berada sekitar 30% di bawah ATH.

    Jarak ini menunjukkan bahwa potensi pemulihan jangka panjang masih terbuka, namun memerlukan dorongan sentimen dan likuiditas yang lebih kuat.

    Area $88.000–$90.000 kini menjadi zona psikologis penting. Jika Bitcoin mampu bertahan dan menembus level tersebut secara konsisten, peluang uji level resistance berikutnya akan semakin terbuka.

    Fundamental Bitcoin Tetap Kokoh

    Dari sisi fundamental, Bitcoin masih menunjukkan kekuatan struktural yang solid.

    Jumlah pasokan beredar BTC saat ini mencapai 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,08% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Keterbatasan suplai ini terus memperkuat narasi kelangkaan Bitcoin dalam jangka panjang.

    Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin tercatat sekitar $1.865 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh pasokan BTC telah beredar.

    Struktur suplai yang semakin mendekati batas maksimum menjadi faktor penting yang membedakan Bitcoin dari aset kripto lainnya.

    Sentimen Pasar dan Prospek BTC

    Peningkatan harga yang diiringi lonjakan volume perdagangan menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin mulai kembali tumbuh.

    Meski belum memasuki fase bullish penuh, kondisi ini mencerminkan sentimen yang lebih konstruktif dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

    Dalam jangka pendek, Bitcoin berpotensi melanjutkan pergerakan konsolidasi naik selama mampu bertahan di atas area support kunci.

    Namun, investor tetap perlu mencermati faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi global dan pergerakan pasar keuangan tradisional.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun 0,91% ke $86.915, Sideways?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berhasil menguat ke level $88.800 dengan dukungan volume perdagangan yang meningkat.

    Meski tren jangka menengah masih dibayangi tekanan, sinyal pemulihan jangka pendek mulai terlihat jelas.

    Bagi investor dan trader, kondisi ini dapat menjadi momentum untuk mencermati arah pergerakan Bitcoin dengan lebih strategis, sembari tetap menerapkan manajemen risiko di tengah potensi volatilitas pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Kalah di 2025, tapi 2 Tahun Terakhir Masih Imbang dengan Emas

    Perbandingan antara Bitcoin dan emas kembali menjadi topik hangat di komunitas kripto global menjelang akhir tahun 2025. Narasi “Bitcoin vs emas” ramai dibahas di platform X setelah data terbaru menunjukkan bahwa kedua aset tersebut mencatatkan imbal hasil dua tahunan yang nyaris identik, meskipun pergerakan harganya menempuh jalur yang sangat berbeda.

    Berdasarkan data kinerja persentase hingga akhir 2025, Bitcoin dan emas sama-sama berakhir di level return yang kurang lebih setara dalam periode dua tahun terakhir. Grafik tersebut memperlihatkan bagaimana dua aset yang sama-sama kerap disebut sebagai penyimpan nilai (store of value) justru menunjukkan karakter pergerakan harga yang kontras. Perbedaan ini terutama terlihat dari pola volatilitas dan waktu terjadinya penguatan harga.

    Emas Alami Volatilitas Lebih Tinggi

    Emas tercatat mengalami volatilitas yang lebih tinggi di fase awal periode dua tahun tersebut. Harga logam mulia ini sempat melonjak tajam dalam beberapa fase, namun diikuti oleh koreksi dalam yang cukup signifikan. Pergerakan agresif tersebut berlangsung dalam waktu yang relatif panjang sebelum akhirnya harga emas bergerak lebih stabil dan mendekati level return akhirnya. Kondisi ini mencerminkan peran tradisional emas sebagai aset lindung nilai yang sensitif terhadap perubahan sentimen makroekonomi dan geopolitik.

    Sementara itu, Bitcoin menunjukkan pola yang relatif lebih stabil jika dibandingkan dengan emas dalam periode yang sama. Meski tetap mengalami beberapa fase penurunan harga, tren kenaikan Bitcoin terlihat lebih bertahap dan konsisten, terutama pada paruh akhir periode dua tahun tersebut. Momentum penguatan Bitcoin terbentuk secara perlahan dan berlanjut hingga akhirnya menyamai tingkat return emas di akhir periode pengamatan.

    Namun, jika dilihat secara year-to-date (YTD) sepanjang 2025, emas masih mencatatkan kinerja yang jauh lebih unggul dibandingkan Bitcoin. Data menunjukkan bahwa pada 2025, emas mengungguli Bitcoin hingga sekitar 79 persen. Performa ini memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global, termasuk tekanan geopolitik, kebijakan moneter, dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara.

    Perbandingan Bitcoin dan Emas

    Dilaporkan Crypto News, perbandingan ini kembali memicu komentar dari sejumlah tokoh pasar, termasuk pendukung emas yang selama ini kritis terhadap Bitcoin. Peter Schiff, salah satu pengkritik kripto yang vokal, memanfaatkan momentum ini untuk menyoroti pergerakan harga Bitcoin yang dinilainya masih sangat bergantung pada sentimen pasar berisiko, khususnya saham teknologi. Menurut Schiff, korelasi tersebut mencerminkan kerentanan Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai jangka panjang.

    Meski demikian, data dua tahun terakhir menunjukkan hasil akhir yang relatif seimbang bagi investor yang bersabar. Baik emas maupun Bitcoin sama-sama memberikan imbal hasil positif bagi pemegang aset jangka panjang, meskipun dengan karakter risiko yang berbeda. Emas mempertahankan citranya sebagai aset defensif dengan fungsi perlindungan nilai, sementara Bitcoin tetap dipandang sebagai aset berisiko tinggi dengan potensi imbal hasil besar.

    Perbandingan kinerja ini menegaskan bahwa pilihan antara emas dan Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh tingkat return semata, tetapi juga oleh profil risiko, toleransi volatilitas, serta tujuan investasi masing-masing investor. Menjelang penutupan tahun 2025, diskusi mengenai peran kedua aset ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring perubahan kondisi pasar global dan dinamika sentimen investor.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 0,58%, Bitcoin Stabil di Atas $87.000

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih bergerak stabil di tengah fase konsolidasi pasar kripto global.

    Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin saat ini berada di level $87.744,67 per BTC, mencatatkan kenaikan moderat +0,58% dalam 24 jam terakhir.

    Pergerakan ini mencerminkan upaya BTC mempertahankan momentum positif meskipun tekanan jangka menengah masih membayangi.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1.751,98 miliar, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia dan menempati peringkat pertama dalam daftar aset kripto populer.

    Sementara itu, volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $22,96–23 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang relatif stabil namun belum mengindikasikan euforia besar dari pelaku pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun 0,91% ke $86.915, Sideways?

    Pergerakan Harga BTC: Konsolidasi Setelah Koreksi Besar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak pada rentang terendah $86.411,80 hingga tertinggi $87.956,88.

    Rentang harga yang relatif sempit ini menandakan fase konsolidasi, di mana pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Secara mingguan, Bitcoin mencatatkan kenaikan 1,09%, sementara dalam timeframe harian, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat nyaris stagnan (<0,01%).

    Pola ini menunjukkan berkurangnya volatilitas jangka pendek, sering kali menjadi fase transisi sebelum pergerakan besar berikutnya.

    Namun, jika melihat performa dalam periode yang lebih panjang, tekanan masih cukup terasa. Dalam 30 hari terakhir, harga BTC terkoreksi 0,55%, sedangkan dalam 60 hari, penurunan mencapai 21,26%.

    Dalam 90 hari, BTC masih tercatat turun 19,73%, mencerminkan dampak dari koreksi besar setelah sebelumnya mendekati level tertinggi sepanjang masa.

    Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Signifikan

    Bitcoin pernah mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level $126.198,07.

    Dengan harga saat ini, BTC masih berada lebih dari 30% di bawah ATH, menandakan bahwa fase pemulihan penuh belum sepenuhnya terkonfirmasi.

    Meski demikian, banyak pelaku pasar memandang area di atas $85.000 sebagai zona psikologis penting.

    Bertahannya harga BTC di atas level ini dapat menjadi fondasi kuat bagi potensi rebound lanjutan, selama tidak terjadi tekanan makro atau sentimen negatif besar di pasar global.

    Fundamental Bitcoin Tetap Kuat

    Dari sisi fundamental, Bitcoin masih menunjukkan struktur yang solid.

    Jumlah pasokan beredar saat ini mencapai 19,97 juta BTC, setara dengan 95,08% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Artinya, pasokan BTC yang tersisa semakin terbatas, memperkuat narasi kelangkaan (scarcity) yang selama ini menjadi daya tarik utama Bitcoin.

    Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat sekitar $1.842,64 miliar, mencerminkan valuasi Bitcoin jika seluruh pasokan maksimum telah beredar.

    Kondisi ini menegaskan posisi BTC sebagai aset kripto dengan fundamental paling mapan dibandingkan altcoin lainnya.

    Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

    Pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan sikap hati-hati investor.

    Kenaikan tipis harian menunjukkan adanya minat beli, namun belum cukup kuat untuk mendorong breakout signifikan.

    Di sisi lain, volume perdagangan yang stabil mengindikasikan bahwa pelaku pasar belum sepenuhnya meninggalkan BTC.

    Dalam jangka pendek, Bitcoin berpotensi melanjutkan fase konsolidasi di kisaran $86.000–$88.000.

    Sementara itu, dalam jangka menengah, arah pergerakan BTC masih sangat dipengaruhi oleh sentimen makro, pergerakan pasar saham global, serta dinamika likuiditas di pasar kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Tekanan Jual Muncul, Turun 0,7% ke $87K

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berada dalam kondisi relatif stabil dengan kenaikan tipis harian, meskipun masih dibayangi tren koreksi jangka menengah.

    Bertahannya BTC di atas $87.000 menjadi sinyal positif, namun konfirmasi tren bullish lanjutan masih memerlukan dorongan volume dan sentimen yang lebih kuat.

    Bagi investor, fase ini dapat menjadi momentum untuk mencermati pergerakan pasar dengan lebih selektif, sembari menerapkan strategi manajemen risiko yang disiplin di tengah volatilitas yang masih berpotensi meningkat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Tertekan Jelang Akhir Tahun, Harga Terjebak di $0,12

    Dogecoin (DOGE) mengakhiri Desember dalam kondisi melemah secara perlahan, dengan harga bergerak di sekitar level $0,127 pada Rabu.

    Pergerakan ini mencerminkan tekanan distribusi yang berkelanjutan, bukan aksi jual panik, setelah DOGE gagal pulih pasca breakdown yang terjadi pada musim gugur lalu. Harga kini berada di dekat batas bawah rentang pergerakan beberapa bulan terakhir, menandakan melemahnya keyakinan pasar terhadap kelanjutan tren naik.

    Pergerakan harga Dar Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dar Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Secara teknikal, struktur tren Dogecoin masih berada dalam fase bearish. Harga bergerak di bawah seluruh exponential moving average (EMA) utama, mulai dari EMA 20, 50, 100, hingga 200 hari, yang semuanya kini mengarah ke bawah.

    DIlaporkan Traders Union, EMA 20 di sekitar $0,135 dan EMA 50 di area $0,15 secara konsisten menahan setiap upaya rebound sepanjang November dan Desember. Indikator momentum seperti RSI harian juga bertahan di kisaran akhir 30-an, level yang umum terjadi pada tren turun berkepanjangan tanpa sinyal kelelahan jual.

    Baca juga: Dogecoin Bangkit Lagi? Pola Langka Muncul, Analis Bidik Harga $1,10

    Tekanan Jual Dogecoin

    Tekanan jual juga terlihat pada timeframe intraday. Pada grafik 30 menit, DOGE masih mencetak lower high dan lower low secara konsisten, dengan setiap kenaikan harga cenderung dijual kembali di area $0,13 hingga $0,131. Area $0,125–$0,127 kini menjadi support terdekat yang terus diuji. Jika level ini jebol, harga berpotensi mengarah ke $0,12, bahkan hingga zona psikologis $0,10 yang sebelumnya menjadi area permintaan historis.

    Dari sisi data aliran dana, Dogecoin mencatat arus keluar spot yang konsisten dalam beberapa pekan terakhir, termasuk menjelang 24 Desember. Kondisi ini mengindikasikan proses distribusi, di mana koin berpindah ke bursa, alih-alih akumulasi. Sementara itu, pasar derivatif menunjukkan penurunan open interest seiring turunnya harga, menandakan berkurangnya partisipasi spekulatif, meski rasio long masih mendominasi dan likuidasi lebih banyak menimpa posisi beli.

    Secara keseluruhan, pergerakan Dogecoin saat ini lebih mencerminkan fase koreksi lanjutan daripada awal pemulihan. Tanpa keberhasilan menembus dan bertahan di atas area $0,135 hingga $0,15 dengan volume yang menguat, struktur teknikal masih membuka peluang konsolidasi berkepanjangan atau penurunan bertahap menuju awal tahun depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alarm Bahaya! Harga Solana di US$124 Terancam Jatuh ke US$100

    Harga Solana (SOL) kembali berada di bawah tekanan setelah anjlok tajam dalam beberapa bulan terakhir. Dari puncaknya pada Agustus lalu, harga SOL telah merosot sekitar 50%, menandai masuknya aset kripto ini ke fase bear market.

    Pada perdagangan terbaru, token Solana tercatat berada di kisaran US$124,50. Namun, sejumlah indikator teknikal dan fundamental menunjukkan risiko penurunan lanjutan masih terbuka.

    Aktivitas Jaringan Solana

    Berdasarkan data Nansen, aktivitas jaringan Solana mengalami perlambatan signifikan. Jumlah transaksi turun 10% dalam 30 hari terakhir menjadi 1,79 miliar transaksi. Meski demikian, Solana masih menjadi jaringan paling aktif di industri kripto, dengan total transaksi melampaui gabungan lima blockchain terbesar berikutnya.

    Dilaporkan Crypto News, penurunan juga terjadi pada jumlah alamat aktif yang menyusut 5,7% menjadi 60,1 juta alamat. Yang paling mencolok, pendapatan biaya jaringan (fees) merosot 21% menjadi sekitar US$14 juta.

    Dari sisi ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi), total value locked (TVL) Solana tercatat turun ke US$18,57 miliar, jauh dari puncak tahunan di level US$30 miliar. Meski begitu, TVL dalam denominasi SOL masih menunjukkan tren kenaikan.

    Aktivitas lainnya juga melemah. Volume transaksi yang telah disesuaikan anjlok 30% menjadi US$238 miliar, sementara jumlah pemegang SOL turun 9% menjadi 3,4 juta alamat. Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan, yang membuat sebagian investor keluar dari pasar.

    Baca juga: Harga Solana Tiba-tiba Berbalik Arah! Buka Peluang Lonjakan ke US$144

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Dar Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dar Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Data Nansen juga menunjukkan arus keluar stablecoin dari bursa kripto menurun, dari US$94 miliar pada November menjadi sekitar US$85 miliar saat ini, mengindikasikan berkurangnya minat perdagangan.

    Dari sisi teknikal, grafik harian menunjukkan harga SOL telah jatuh dari US$252,55 pada Agustus ke level saat ini di sekitar US$124 dan bergerak di bawah seluruh rata-rata pergerakan utama. Pola bearish flag yang terbentuk mengindikasikan kelanjutan tren turun, terlebih setelah harga menembus batas bawah pola tersebut.

    Dengan kondisi ini, analis menilai tekanan jual masih berpotensi berlanjut, dengan target penurunan berikutnya menuju level psikologis US$100. Jika tercapai, harga Solana akan mengalami penurunan tambahan sekitar 20% dari posisi saat ini.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com