Tag: bitcoin

  • Cara Bitcoin Bergerak Lebih Kuat Setelah Krisis Ekonomi

    Dunia sekarang menghadapi krisis keuangan terburuk dalam beberapa dekade. Kekhawatiran akan resesi selama bertahun-tahun telah dimulai. Gejolak ekonomi akan memainkan peran dalam mendorong teknologi Bitcoin dan blockchain menjadi perhatian utama. Terdapat 3 kunci yang akan memainkan peranan tersebut.

    Penerapan Bitcoin akan Terus Meningkat

    Para kritikus mengomentari keputusan Bank Sentral AS untuk mencetak triliunan dolar dalam membantu mengurangi tingkat pengangguran di dalam negara yang semakin meningkat. Langkah ini jelas akan menyebabkan inflasi, yang nantinya akan memiliki dampak luar biasa pada ratusan juta orang di negara-negara berkembang yang mengandalkan Dolar sebagai pelindung nilai terhadap uang fiat nasional mereka yang lemah.

    Sederhananya, selama beberapa dekade, Dolar telah menjadi mata uang terpercaya di luar perbatasan Amerika Serikat. Dengan hegemoni yang sekarang dalam bahaya, Bitcoin dan kripto muncul sebagai sesuatu yang menarik untuk dijadikan sebagai alternatif. Bahkan sebelum krisis saat ini, negara-negara mulai dan semakin merangkul mata uang kripto ini. Apalagi, ketakutan terhadap melemahnya Dolar akan mempercepat proses ini.

    Baca Juga: Bitcoin Belum Menjadi Safe Haven Asset di Tengah Ketidakstabilan Global 

    Perbincangan mengenai Aset Safe Haven Meningkat

    Krisis ekonomi saat ini telah membuktikan bahwa kerangka moneter global saat ini jauh lebih lemah dari yang dibayangkan sebelumnya. Bitcoin telah lama menawarkan alternatif, karena memungkinkan aset disimpan dan digunakan tanpa bergantung pada institusi terpusat.

    Sementara penurunan harga Bitcoin dalam beberapa minggu terakhir mungkin membuat frustasi, pada saat yang sama pemegang Bitcoin dapat dengan tenang mengetahui bahwa koin mereka tidak dapat disita atau didevaluasi oleh otoritas pusat. Fakta ini sangat pasti untuk mendorong adopsi oleh mereka yang sekarang telah kehilangan kepercayaan pada sistem keuangan lama. Terlepas dari nilai sekarang, dalam hal ini Bitcoin terbukti menjadi opsi yang sangat aman untuk menjaga aset.

    Blockchain Akan Semakin Kuat

    Banyak yang telah terjadi dengan altcoin dalam menawarkan sedikitnya halangan dalam ruang mata uang kripto. Beberapa mata uang altsmenawarkan kegunaan dan menjanjikan, tetapi tidak memiliki tujuan yang unik. Sekarang ini adalah waktu yang cocok untuk memperkuat platform blockchain.

    Penampungan kolektif dari altcoin yang terlemah akan menciptakan rally di sekitar trader yang berjanji untuk adopsi massal pada altcoin. Ini akan menguntungkan Bitcoin dan para pesaingnya. Ini juga akan memberikan investor institusional dan pemegang bisnis besar sebuah pilihan jelas ketika mencari platform yang solid untuk digunakan. Proses ini mungkin akan menyakitkan bagi beberapa investor individu dan pendukungnya, tetapi akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dalam pengadopsian blockchain jangka panjang.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penampakan Fase Bull Trap di Bitcoin

    Maret kemarin merupakan bulan yang sangat spektakuler bagi Bitcoin. Anjlok cepat pada 12 Maret 2020, tidak menekan daya beli warga dunia terhadap Raja Aset Kripto itu. Kendati rebound-nya tidak terlalu menyenangkan, karena enggan masuk ke level 7 ribu, namun saya menemui ada sejumlah titik “mantulnya”, termasuk penampakan fase bull trap di Bitcoin.

    Oleh: Muhammad Kurnia Bijaksana
    Analis teknikal aset kripto

    Kita dapat memperhatikan bahwa di timeframe 1 minggu, harga Bitcoin sedang berusaha naik dan berusaha menembus area sekitar US$6.200 setelah terpuruk ke sekitar US$3.900 3 minggu lalu dan gagal menutup di atas US$7100 minggu lalu.

    Skenario Bullish: Tren Naik
    Di timeframe harian, terlihat bahwa Bitcoin sedang membentuk trend naik perlahan. Terlihat dengan terbentuknya Higher Lows dan Higher Highs seperti pada gambar.

    BERITA TERKAIT  Menakar Risiko Investasi Bitcoin

    Skenario Bearish: Hanyalah Retracement
    Namun jika kita lihat di timeframe mingguan, kita dapat lihat bahwa kenaikan 3 minggu lalu hanyalah sebuah koreksi dari penurunan yang sedang terjadi.

    Terlihat bahwa harga Bitcoin telah tertolak tepat di titik 50% fibonacci retracementdan gagal menembus titik harga tersebut di minggu berikutnya.

    Ditambah lagi kemungkinan terjadinya wick-filling yang memungkinkan harga kembali ke titik rendah sekitar US$3.900.

    Kondisi Dunia yang Sedang Kacau
    Harga aset kripto lainnya akan cenderung mengikuti harga Bitcoin dengan pola yang hampir sama. Jika kita amati, di luar pasar aset kripto, semua instrumen keuangan, kecuali emas sedang menunjukkan tanda-tanda bearish yang sangat tinggi di tengah pandemi Covid-19 ini. Akankah harga aset aset kripto mengikuti mereka?

    Walaupun Bitcoin digadang-gadang sebagai “uncorrelated asset” atau harganya tidak terpengaruh oleh instrumen lain (misalkan saham), namun berdasarkan price action belakangan ini, harga aset kripto mengikuti trend instrumen lain seperti index saham DJIA, NIKKEI, IHSG, dan lain sebagainya, yang merupakan cerminan kondisi ekonomi dunia saat ini.

    Bull Trap
    Jika kita menelaah kondisi pasar dunia sekarang, sangatlah meyakinkan bahwa kita sedang berada di fase bull trap, di mana setelah harga turun, orang masih yakin akan naik lagi karena ada kenaikan sekejap (di index Dow Jones ditunjukkan dengan kenaikan seperti pada gambar), hanya untuk turun lagi lebih jauh.

    Penulis meyakini hal ini dikarenakan adanya stimulus ekonomi yang besar, namun kondisi dunia masih belum membaik akibat pandemi Covid-19.

    Trend Indeks Saham Dow Jones.
    Ruang bull trap.

    Kesimpulan
    Beberapa minggu dan bulan ke depan kita dapat melihat apakah benar Bitcoin dan aset kripto lainnya bisa membuktikan dirinya sebagai uncorrelated asset dan safe haven di tengah-tengah krisis global.

    BERITA TERKAIT  Harga Bitcoin Terangsang Tatkala Perang Dagang Kian Tegang

    Bisa jadi sekarang-sekarang adalah masa terbaik untuk berinvestasi di aset kripto, atau mereka akan ikut turun dan hancur seperti instrumen lainnya. [*]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik di Atas Rp 318 Juta, Top Altcoin Raih Keuntungan Dua Digit

    Tahun 2023 dimulai dengan catatan positif karena pasar menunjukkan reli yang luar biasa dengan Bitcoin dan altcoin lainnya menunjukkan keuntungan dua digit. Ini menjadi kabar yang baik untuk investor aset kripto.

    Tahun 2022 secara kolektif adalah salah satu “musim dingin kripto” yang paling sulit dalam sejarah. Jatuhnya harga dan runtuhnya dua raksasa aset kripto yang memiliki market cap besar telah memperburuk keadaan pasar.

    Sementara itu, komunitas kripto juga mengantisipasi reli positif pada 2023, terbukti di awal tahun ini, pasar telah memberikan hasil seperti yang diharapkan investor maupun trader.

    Bitcoin Naik Lampaui Rp 318 Juta

    Harga Bitcoin Bergerak Agresif
    Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

    Baca juga: Kontestan El Savador Pakai Kostum Tema Bitcoin di Miss Universe 2022

    Bitcoin (BTC), yang melayang di sekitar kisaran US$ 16.000, akhirnya kembali menyentuh harga US$ 21.075 selama akhir pekan. Terpantau dari situs CoinMarketCap pada Senin (16/1) pukul 08.30 WIB, harga BTC naik 22,89 persen selama tujuh hari terakhir dan mencapai US$ 21.126 atau sekitar lebih dari Rp 318 juta.

    Tidak hanya Bitcoin, altcoin utama lainnya, termasuk Ethereum, juga menunjukkan keuntungan lebih dari 21,4 persen selama tujuh hari terakhir. Dari level terendah bulanan lalu di kisaran harga US$ 1.160, kini ETH menyentuh US$ 1.566 pada saat artikel ini ditulis.

    Salah satu altcoin utama dengan perolehan terbanyak adalah Solana, yang menunjukkan kenaikan 71 persen selama tujuh hari terakhir capai harga US$ 23,20.

    Kapitalisasi Pasar Kripto

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

    Kenaikan harga BTC juga memompa kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hingga hampir menyentuh US$ 1 triliun. Menurut data Coingecko, kapitalisasi pasar kripto global juga sempai melewati US$ 1,02 triliun.

    Kenaikan kapitalisasi ini tercatat mencapai 15,5 persen year-to-date. Meski demikian, angkanya masih turun 50 persen dari kapitalisasi pasar kripto sebelum runtuhnya ekosistem Terra di US$ 1,88 triliun.

    Kenaikan market kripto pada akhir-akhir ini didorong oleh faktor Consumer Price Index (CPI) atau Indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang diumumkan turun pada Kamis (12/1) malam WIB. Sesuai dengan prediksi para ekonom, CPI Desember turun 0,1 persen dari November menjadi 6,5 persen.

    Pasar kripto secara umum berada dalam reli hijau. Namun, tidak jelas apakah ini adalah akhir dari bear market selama setahun dan awal dari reli bullish penuh.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua CMT Digital: Trading Bitcoin Tetap Kuat Meskipun Kondisi Global Terpuruk

    “Trading Bitcoin tidak jauh berbeda,” menurut kepala perdagangan dan pengembangan bisnis CMT Digital, Brad Koeppen kepada Cointelegraph melalui surat elektronik pada 31 Maret 2020. “Volatilitas dan volume trading menunjukkan kenaikan ketika BTC dijual pada pasar tradisional tetapi volatilitas tinggi bukanlah hal baru dalam Bitcoin.”

    Referensi permasalahan yang terlihat di sekitar bursa crypto saat penurunan besar Bitcoin antara 11 dan 13 Maret, Koeppen mencatat bahwa ini “bukan hal baru” pada pasar crypto.

    Apakah Bitcoin Terpisah dari Pasar Lain?

    Selama penurunan besar-besaran Bitcoin di paruh pertama Maret 2020, koin tampaknya bergerak selaras dengan aksi jual di pasar utama.

    “Saya tidak terkejut bahwa perdagangan Bitcoin sejalan dengan pasar biasa selama krisis ini. Likuiditas sangat mahal sehingga orang berbondong-bondong menjual aset, termasuk Bitcoin.”

    “Terkadang Bitcoin adalah satu-satunya pasar yang terbuka sehingga ada beberapa gerakan dalam Bitcoin yang tidak bergerak bersamaan dengan perpindahan pada pasar biasa, tetapi saya berharap Bitcoin memiliki korelasi yang rendah atau tidak sama sekali dengan pasar biasa dalam jangka panjang”, ujar Koeppen.

    Selama beberapa minggu terakhir, harga Bitcoin telah bergerak sedikit lebih independen dari keseluruhan dari penurunan yang dialami oleh pasar biasa.

    Baca juga: Cara Bitcoin Bergerak Lebih Kuat Setelah Krisis Ekonomi

    Bagaimana Semua Ini Berpengaruh pada Halving Event Bitcoin Mendatang?

    Bitcoin diperkirakan akan menyelesaikan Halving Event sekitar Mei 2020. Beberapa orang melihat peristiwa itu sebagai indikasi bahwa harga akan segera meningkat, dengan catatan bahwa Halving berkaitan erat dengan penurunan jumlah koin baru secara teratur dalam memasuki sistem. Sejarah mencatat, harga aset memang naik setelah Halving Events Bitcoin.

    Ketakutan global terhadap pandemi saat ini, berjalan selaras dengan ketidakpastian yang ada pada pasar biasa. Hal ini dapat menjadi faktor dalam perkembangan pasar crypto mendatang.

    “Halving Events adalah momen yang sangat dinanti-nanti dalam siklus hidup Bitcoin. Saya tidak memiliki pandangan tentang arah harga yang mengarah ke Halving Events tetapi saya berpikir akan ada peningkatan aktivitas di pasar”, ujar Koeppen.

    Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa

    “Pasar Bitcoin penuh dengan orang-orang spekulan dan Halving Events memunculkan lebih banyak trader yang ingin berspekulasi tentang harga ini. Hal tersebut sebenarnya dapat menyebabkan volatilitas yang berkepanjangan di pasar. Saya pikir Halving nanti akan berdampak positif pada harga Bitcoin dalam jangka panjang. Tetapi saya menganggap bahwa peristiwa itu tidak akan terlalu memiliki dampak besar pada harga

    Pasar dan industri perdagangan ini memang memiliki beragam harapan pada peristiwa Halving tersebut. Banyak yang menganggap bahwa Bitcoin sekarang ini adalah arus utama perkembangan aset itu sendiri dibanding dengan peristiwa Halving empat tahun lalu.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenapa Ekonomi Meltdown Bagus Untuk Bitcoin atau Cryptocurrency?

    Dunia sekarang menghadapi krisis keuangan terburuk dalam beberapa dekade, dengan kekhawatiran bahwa ini akan berlanjut untuk beberapa bulan kedepan.

    Namun, gejolak ekonomi ini juga akan memainkan peran kunci dalam mendorong teknologi Bitcoin dan blockchain ke arus utama. Dan, tiga elemen kunci ini akan berperan.

    Adopsi Bitcoin

    Para kritikus telah menerkam keputusan Federal Reserve AS untuk mencetak triliunan dolar untuk membantu mengurangi tingkat pengangguran negara yang semakin meningkat. Langkah ini pasti akan menyebabkan inflasi, yang akan memiliki dampak luar biasa pada ratusan juta orang di negara-negara terbelakang yang mengandalkan Dolar sebagai lindung nilai terhadap flat nasional mereka sendiri yang lemah.

    Sederhananya, selama beberapa dekade, Dolar telah menjadi mata uang keras tepercaya di luar perbatasan Amerika Serikat. Dengan hegemoni yang sekarang dalam bahaya, Bitcoin dan cryptocurrency lainnya akan tampak jauh lebih menarik sebagai alternatif.

    Bahkan sebelum krisis saat ini, negara-negara semakin merangkul crypto. Ketakutan akan melemahnya Dolar hanya akan mempercepat proses ini.

    Narasi Safe Haven Tumbuh

    Krisis ekonomi saat ini telah membuktikan bahwa kerangka moneter global saat ini jauh lebih lemah dari yang dibayangkan sebelumnya. Bitcoin telah lama menawarkan alternatif, karena memungkinkan aset disimpan dan digunakan tanpa bergantung pada institusi terpusat.

    Sementara penurunan harga Bitcoin dalam beberapa minggu terakhir mungkin membuat frustasi, pada saat yang sama para penipu Bitcoin bisa tenang mengetahui bahwa koin mereka tidak dapat disita atau didevaluasi oleh otoritas pusat.

    Fakta ini sangat pasti untuk mendorong adopsi oleh mereka yang sekarang telah kehilangan kepercayaan pada sistem keuangan lama. Terlepas dari nilai sekarang, dalam hal ini Bitcoin terbukti menjadi opsi yang sangat aman untuk menjaga aset.

    Baca Juga: 2 Investasi Terbaik yang Membawa Anda Kaya Raya

    Ruang Blockchain Berkonsolidasi

    Banyak Altcoins tumbuh, dan kebanyakan menjadi penipuan, menghalangi tumbuhnya kepercayaan di ruang cryptocurrency. Sementara beberapa Alts berguna dan bisa dimanfaatkan di dunia nyata. Sekarang adalah waktu di mana konsolidasi di sekitar platform blockchain terkuat harus terjadi.

    Penampungan kolektif dari Altcoin terlemah akan menciptakan rally di sekitar mereka yang memegang janji sejati untuk adopsi massal. Ini akan menguntungkan Bitcoin dan para pesaingnya.

    Ini juga akan memberikan investor institusional dan bisnis besar pilihan yang jelas ketika mencari untuk menemukan platform yang solid untuk merangkul. Proses ini mungkin menyakitkan bagi beberapa investor individu dan advokat, tetapi akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk adopsi blockchain jangka panjang. Bagaimana menurut Anda?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin dan Saham Kembali Bangkit Seiring Perekonomian AS yang Melambat

    Senin, 30 Maret 2020 terbukti menjadi hari yang mengejutkan untuk harga Bitcoin. Aset digital menguat pada 12,73% menjadi $ 6.599 sebelum kembali turun ke $ 6.380 beberapa jam kemudian.

    Meskipun berita surat dari AS mencapai 3.000 kematian akibat pandemi Covid-19 dan hari cuti besar-besaran 500.000 pekerja, beberapa pasar menunjukan peningkatan pada Senin kemarin. Indeks S&P 500 menguat pada 3,35% sementara Dow dan Nasdaq masing-masing naik 3,19% dan 3.62%.

    Sebagaimana dibahas pada analisis baru-baru ini. Harga Bitcoin diprediksi akan naik kembali ke level $ 6.200 untuk menghindari level yang pernah diduduki pada $ 5.870. Posisi $ 6.200 menempatkan harga di atas penurunan nilai trendline dan level 23.6% pada Fibonacci retracement.

    Sebelumnya pada hari yang sama, kontributor Cointelegraph Michaël van de Poppe menyarankan bahwa sekali berada pada level harga $ 6.200. Hal tersebut dapat dengan cepat menaikan harga ke nilai $ 6.600 dan trader akan mencatat pemotongan harga hari ini melalui celah volume dari kisaran $ 6.250 – $ 6.590 dalam indikator VPVR.

    Baca juga: WHO Nyatakan COVID-19 Sebagai Pandemi, Crypto dan Saham pun Anjlok

    Resistensi Bitcoin dan Saham

    Meskipun pada Senin ini keuntungan yang didapatkan mengesankan. Van de Poppe percaya bahwa di bawah $ 6.900 harga Bitcoin akan tetap dianggap turun dan dia mengharapkan harga dalam menghadapi resistensi yang kuat begitu $ 6.600 tercapai.

    Menurut van de Poppe, “skenario pertemuan bull/bear ada di sekitar area $ 6.600” dan dia lebih lanjut menjelaskan bahwa momen ketika area $ 6.600 tidak terpenuhi dan celah CME ditutup. Tekanan lebih lanjut pada penurunan harga diperkirakan akan terus terjadi.

    Dorongan terhadap nilai di atas $ 6.900 tidak akan selalu menjadi obat untuk semua penurunan harga Bitcoin karena terdapat simpul VPVR dengan volume tinggi yang bekisar pada $ 7.200 dan level ini diharapkan berfungsi sebagai resistensi yang kuat.

    Setelah di atas angka $ 7.200, trader akan menetapkan target mereka pada $ 8.000 di mana pergerakan rata-rata berada pada 50 dan 200 hari situasi saat ini.

    Mayoritas dari 10 altcoin teratas juga menunjukan peningkatan moderat karena harga Bitcoin melonja ke $6.600. Ether (ETH) mencatat kenaikan pada level 3,57% sementara Bitcoin SV (BSV) dan Binance Coin (BNB) nilainya bertambah ke level 9,66% dan 5,50%.

    Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan saat ini mencapai $ 180,7 Miliar dan tingkat dominasi Bitcoin pada 65,2%.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Stabil di Atas $ 17.000, Saat Sikap The Fed Kembali Dingin

    Bitcoin (BTC) bertahan stabil karena dolar AS menunjukkan sedikit tanda pemulihan setelah pidato Ketua The Fed, Jerome Powell pada Selasa (10/1) yang mendingin dan menunjukan akan terus bersikap hawkish.

    Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan 1,27% lebih tinggi di US$ 17.412, setelah menyentuh level tertinggi tiga minggu di US$ 17.391 pada hari Senin (9/1), menurut data CoinDesk. Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua, naik hampir 1% menjadi US$ 1.332.

    Powell mengatakan data inflasi baru yang keluar akhir pekan ini akan membantu The Fed memutuskan apakah mereka dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang, menjadi hanya kenaikan seperempat poin daripada peningkatan yang lebih besar.

    Data Ekonomi AS

    Jika data harga konsumen AS yang dirilis pada hari Kamis (12/1) mengkonfirmasi penurunan yang terlihat dalam laporan pekerjaan bulanan terbaru, Presiden Bank Fed Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan kepada wartawan pada hari Senin (9/1) bahwa ia harus menganggap kenaikan seperempat poin “lebih serius dan bergerak ke arah itu.”

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    Setelah hampir satu tahun kenaikan suku bunga agresif yang dirancang untuk memperlambat ekonomi dan membuat inflasi melonjak, The Fed mengatakan mereka didorong oleh perlambatan data pekerjaan dan pertumbuhan upah baru-baru ini yang dapat menandakan inflasi yang lebih dingin ke depan.

    Tetapi mereka enggan untuk menghentikan kenaikan suku bunga atau bahkan turun ke lebih kecil terlalu cepat, karena takut membuat inflasi tinggi dan pada akhirnya memaksa The Fed untuk menaikan suku bunga lebih lanjut.

    Market Kripto Takut

    Dikutip Coindesk, dalam beberapa pekan terakhir, aset berisiko mencerminkan meningkatnya keyakinan bahwa The Fed akan mengakhiri siklus kenaikan suku bunga pada kuartal ini dan beralih ke penurunan suku bunga pada kuartal ketiga. Itu terbukti dari penurunan indeks dolar AS setelah risalah pertemuan The Fed bulan Desember yang baru-baru ini dirilis dan beberapa pejabat Fed mengulangi jalur suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

    “Pastinya, pasar tidak setuju dengan narasi Fed tentang suku bunga yang diambil menjadi 5,00% dan dipertahankan di sana untuk waktu yang lama. Pasar tampaknya menghargai siklus pelonggaran 50bp pada 2H23,” Frantisek Taborsky, ahli strategi valuta asing di ING.

    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

    Baca juga: Analis Beberkan Ini Akan Terjadi Sebelum Harga Bitcoin Naik

    “Dengan asumsi bahwa baik komentar Powell maupun NFIB tidak mematahkan narasi pembangunan Fed yang lebih santai (dan IHK (Indeks Harga Konsumen) AS hari Kamis juga akan menjadi kunci untuk cerita ini), kami berharap momentum tetap terhadap dolar AS,” Taborsky menambahkan.

    Pelemahan dolar AS yang berkelanjutan kemungkinan akan menjadi pertanda baik bagi Bitcoin, membantu aset kripto membangun penembusan bullish baru-baru ini di atas simple moving average (MA) 50 hari.

    “Bitcoin telah melihat tindak lanjut naik sejak menembus di atas MA 50-hari akhir pekan lalu karena momentum jangka pendek yang lebih baik. Penembusan jangka pendek menempatkan resistensi berikutnya di dekat US$ 18.400,” Katie Stockton, pendiri dan mitra pengelola di Fairlead Strategies.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Beberkan Ini Akan Terjadi Sebelum Harga Bitcoin Naik

    Seorang analis dari Bloomberg Intelligence, Mike Mcglone membeberkan pandangan terbarunya terkait peristiwa yang akan terjadi sebelum harga Bitcoin (BTC) akan kembali naik. Menurutnya hal ini patut menjadi perhatian investor dan trader kripto.

    Dikutip U Today, Mcglone menjelaskan terkait faktor apa yang dapat menjadi penunjang kinerja Bitcoin untuk melesat di tahun 2023. Dalam pemaparannya via Twitter, McGlone mengatakan bahwa meningkatnya potensi perlambatan ekonomi global yang parah dapat menjadi faktor pendorong kinerja kripto utama tersebut.

    “Kami beranggapan bahwa Bitcoin lebih mungkin untuk maju dalam sebagian besar skenario, tetapi jika ada indikasi kurva hasil terbalik, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi surut tajam dengan implikasi untuk semua aset,” ungkap McGlone.

    Bitcoin Kembali Turun

    Baca juga: Bloomberg Intelligence Klaim Masa Depan Bitcoin Cerah Tahun 2023

    McGlone menyatakan, yakin harga Bitcoin kemungkinan akan terus tumbuh atau naik tahun ini. Namun, pertama-tama mungkin meninjau kembali level lama di bawah harga saat ini.

    Ia berasumsi Bitcoin kemungkinan akan meninjau kembali level support yang di angka sekitar US$ 10.000 – US$ 12.000, sebelum melanjutkan proyeksinya untuk kenaikan harga yang bertahan lama.

    Perbedaan utamanya dari tahun lalu, Dalam skenario kali ini McGlone yakni The Fed dan sebagian besar bank sentral mungkin terpaksa mulai melonggarkan kekuatan deflasi dari penurunan harga aset. Bitcoin terikat untuk menjadi versi digital emas dan melakukan seperti itu dan seperti obligasi jangka panjang Departemen Keuangan AS.

    Ilustrasi Ethereum.
    Ilustrasi Ethereum.

    Baca juga: Ethereum Shanghai Hard Fork Bakal Rilis Maret 2023, Apa Untungnya?

    Menurut laporan yang sama yang dibagikan oleh McGlone, dia mengharapkan Ethereum (ETH) mengungguli Bitcoin tahun ini. Kinerja kripto terbesar kedua tersebut dibandingkan dengan Bitcoin sangat menjanjikan, kata laporan itu, meskipun tidak ada aksi harga yang besar untuk ETH pada tahun 2022.

    Potensi Ethereum yang menjanjikan mungkin telah diasumsikan karena peningkatan The Merge Ethereum yang telah lama ditunggu-tunggu pada pertengahan September karena jaringan beralih ke protokol konsensus bukti kepemilikan atau proof-of-stake (PoS).

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trend Analysis Mingguan : Bitcoin, Ethereum & Ripple

    BITCOIN

    Harga Bitcoin mengalami pergerakan yang cukup fluktuatif di akhir pekan lalu. Setelah kehilangan dukungan $ 6.000, Bitcoin terjun ke level dukungan yang disebutkan berikutnya, dan sejak itu, melihat kembalinya yang layak ke area harga dari mana terjunnya dimulai. Untuk menyimpulkan ini, itu adalah perjalanan liar kembali ke tujuan yang sama.

    Mengikuti analisis harga terbaru itu, kami menyebutkan bahwa ‘terendah baru’ di bawah $6K akan segera hadir. Akhir pekan ini melihat BTC mencatat $ 5850 sebagai terendah mingguan baru saat ini, dan itu bukan kebetulan.

    Area $ 5900 memegang dukungan kuat karena itu juga tingkat retracement Fibonacci 38,2% dari dump besar 12 Maret. Melihat grafik harian berikut, dua tingkat Fib utama – 38,2% (~ $ 5900) dan 61,8% (~ $ 7168) bermain dengan baik sebagai level support / resistance.

    Secara general, anjuran mingguan untuk BTC ada di posisi sell.

    BTC/USD:
    Support: $6550
    Resistance: $6000

    ETHEREUM

    Menjelang sisi positifnya, level pertama resistance berada di $ 135. Ini segera diikuti oleh resistance di batas atas di $140. Di atas ini, resistensi terletak di $ 146, $ 155, dan $ 165 (bearish .382 Fib Retracement).

    Dari bawah, level pertama dukungan terletak pada $ 130. Di bawah ini, batas bawah segitiga diharapkan memberikan dukungan yang kuat. Di bawah segitiga, dukungan terletak di $ 125, $ 120, $ 110, dan $ 105.

    RSI naik kembali ke level 50 tetapi masih melayang di bawahnya untuk menunjukkan kenaikkan masih belum mengambil kendali dari momentum pasar. Penembusan di atas tidak diragukan lagi akan membantu ETH mulai naik di atas pola konsolidasi ini.

    Secara general, anjuran mingguan untuk ETH ada di posisi sell.

    ETH/USD:
    Support: $130, $123, $120.
    Resistance: $135, $140, $150.

    RIPPLE



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jihan Wu: Setelah Halving, Harga Bitcoin Bisa Naik Tinggi, Tetapi Perlahan

    Jihan Wu, Pendiri dan CEO perusahaan alat tambang Bitcoin, Bitmain mengatakan setelah Halving harga Bitcoin bisa naik lebih tinggi, tetapi lajunya perlahan. Antminer S19 Pro jadi pilihan?

    “Ketika kapitalitasi pasar Bitcoin bertumbuh, volatilitasnya menurun, maka Bitcoin kian stabil. Itu artinya, Bitcoin mungkin tak mengalami lonjakan naik tajam. Betapapun Bitcoin melejit, satu hari nanti akan memuncak di harga tertingginya. Namun, sebelum itu harga akan relatif datar dengan twist di sana-sini dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.

    Ia menambahkan, bahwa bull run Bitcoin mungkin tidak tiba segera setelah tanggal Halving. Kemungkinan akan ada penundaan waktu alias naik perlahan, kata Wu.

    Berbeda dengan pendapat pelaku Bitcoin lain, Wu tidak melihat Bitcoin sebagai aset safe haven di kala ekonomi bergejolak.

    BERITA TERKAIT  Penelusuran Bitcoin Halving 2020 Meningkat Drastis di Google

    Baginya Bitcoin naik turun ibarat papan selancar di antara gelombang-gelombang. Maksud Wu adalah Bitcoin murni berdasarkan arus besar antara permintaan dan penawaran.

    “Seberapa baik Anda berselancar, itu tergantung pada keterampilan Anda,” kata Wu.

    Setengah berpromosi, ia tak enggan mengatakan bahwa alat tambang Bitcoin generasi terbaru Bitmain, yakni Antminer S19 Pro memang disiapkan untuk menghadapi Bitcoin Halving pada Mei 2020 nanti. Diluncurkan pada Februari 2020 lalu, Antminer S19 Pro itu bertenaga 110 Terahash per detik.

    Prakiraaan keuntungan menambang Bitcoin menggunakan Antminer S19 Pro buatan Bitmain.

    “Saya percaya para penambang bisa menggunakan itu untuk melayani pasar Bitcoin selama kurang lebih 3-4 tahun ke depan,” katanya.

    Di atas kertas, Antminer S19 Pro yang berdaya lebih dari 3.250 watt itu, dengan harga Bitcoin saat ini, US$6.319, bisa menghasilkan 0,001988 BTC per hari dengan keuntungan bersih mencapai US$8,34 per hari.

    Tapi perlu waktu kurang dari 12 bulan untuk balik modal alat, yakni US$2.500. Untuk mencapai itu tentu saja dengan memasukkan harga listrik yang murah, yakni US$0,05 dan biaya mining pool sebesar 1 persen. [Bitcoin.com/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com