Tag: bitcoin

  • Akankah Bitcoin Kembali Berjaya di Quarter 2 2020?

    Quarter 1 di tahun 2020 ini telah menjadi masa yang fantastis bagi pasar aset kripto. Bak roller coaster, harga Bitcoin terbang di awal Januari hingga puncaknya di sekitar 10.500$ pada bulan Februari, hanya untuk turun ke bawah 4.000 $ dan hampir mendekati “low” di tahun 2019, yaitu 3.300-3.500$.

    Bagaimanakah kira-kira pergerakan Bitcoin di quarter kedua tahun 2020 ini? Akankah halving yang akan terjadi kurang dari 2 bulan lagi menjadi katalis untuk mengembalikan kejayaan raja dari aset crypto? Mari kita lihat dari sisi price action-nya.

    Dilihat di timeframe mingguan, Bitcoin baru saja mengetes support dari 200 MA. Jika momentum bullish lancar, kita dapat menuju ke 50 MA (sekarang di zona 8500-9000 USD).

    Hal ini juga dikonfirmasi dengan terbentuknya candlestick hijau di minggu ini. Candlestick hijau menandakan kuatnya momentum bullish yang mencoba kembali mendominasi pasar

    Perlu Konfirmasi

    Namun, agar hal ini terjadi, perlu ada konfirmasi dulu dari harga bitcoin.

    Konfirmasi yang diperlukan adalah jika minggu ini, atau minggu depan harga Bitcoin ditutup di atas 6900-an USD. Zona 6900 USD merupakan level kunci di TF bulanan yang menjadi penentu ke mana harga akan bergerak di bulan berikutnya.

    Jika di bulan Maret candlestick bitcoin ditutup di atas 6900, kita bisa berharap 8500 bahkan 9000 bisa kembali.

    Namun, jika tidak, maka kita belum bisa terlalu berharap pada raja aset crypto ini karena berarti harga bertahan di zona 6000-an, bahkan bisa kembali ke 5000-an.

    Dengan halving yang semakin mendekat, kita bisa berharap akan adanya kenaikan harga di raja aset crypto ini. Namun, melihat nature dari aset crypto yang volatile, tetap kita perlu berhati-hati dan melindungi modal/ uang kita



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Alasan Harga Bitcoin Hancur Menurut Multicoin Capital

    Penurunan harga Bitcoin yang brutal pekan lalu nampaknya masih sulit dilupakan, meski kini Bitcoin mulai membaik dengan berhasil menyentuh harga $6.137 atau setara dengan Rp100 juta.

    Salah satu yang menyebabkan harga Bitcoin turun drastis adalah ekonomi yang runtuh akibat pandemi virus covid-19. Tetapi, menurut perusahaan investasi crypto Multicapital ada alasan lain yang membuat pasar cryptocurrency dan harga Bitcoin hancur dalam waktu singkat.

    Pasar Cryptocurreny Miliki Struktur yang Lemah

    Menurut perusahaan itu, pasar cryptocurrency memiliki struktur yang lemah, seandainya tetap utuh, Bitcoin tidak akan mudah untuk siap kembali.

    “Jaringan Bitcoin dan Ethereum dalam bentuknya saat ini  tidak dapat beroperasi pada skala global, selama masa krisis, mereka menjadi sangat padat sehingga arbitrageur tidak dapat menjaga harga sejalan diberbagai tempat, menyebabkan dislokasi besar-besaran pada exchange individu,” kata Samani, Cofounder Multicoin Capital

    Ini artinya, karena jaringan Bitcoin dapat kewalahan pada saat penggunaan tinggi, ini dapat menyulitkan untuk memindahkan Bitcoin di antara exchange. Sebagai hasilnya,  pengguna mendapatkan banyak exchange dengan likuiditas kecil yang mengakibatkan fluktuasi harga menjadi liar.

    “Karena harga antar bursa menyimpang, arbitrageur benar-benar tidak dapat menyetorkan BTC pada BitMEX untuk membawa harga sejalan ,” kata Samani lagi.

    Pertukaran berjangka Bitcoin, BitMEX adalah salah satu silo perdagangan utama. Seperti yang dilaporkan Decrypt, $750 juta pada posisi buy tdari trader yang bertaruh harga Bitcoin akan naik dilikuidasi dalam satu hari, ketika harga turun. Selama crash, BitMEX menderita serangan DDoS dan mengalami pemeliharaan dan ini mungkin menyelamatkan Bitcoin dari kehancuran harga yang lebih parah.

    “Pada satu titik, hanya ada $ 20 juta tawaran yang tersisa di seluruh order book BitMEX dan lebih dari $200 juta long positions untuk dilikuidasi. Ini berarti harga BTC sempat jatuh ke $0 seandainya BitMEX tidak turun untuk ‘pemeliharaan, “ ujar Samani

    Menurutnya mengingat posisi sentral BitMex dalam struktur pasar crypto, pergerakan harga hari ini dapat menyebar ke exchange BTC yang lain, karena dengan harga BitMEX jatuh dan pengaruhnya besar pada penemuan harga, ini menyebabkan harga turun lebih rendah.

    Baca juga : 5 Hal Ini Buat Harga Bitcoin Turun Saat Krisis Global dan Pandemi

    Efek dari Penambang Bitcoin

    Penambang Bitcoin juga terpengaruh oleh harga. Ketika harga Bitcoin hancur, para penambang mematikan mesin mereka. Penurunan tingkat hash yang tiba-tiba ini, penghitungan daya menambang Bitcoin baru , menghasilkan blok baru yang lebih lama.

    “Beberapa penambang menutup rig mereka setelah leg pertama turun. Banyak lagi yang dilakukan selama leg kedua turun,” kata Samani.

    Ini membuatnya semakin sulit untuk mengirim crypto di antara exchange, membuat silo lebih jelas dan penurunan semakin parah.

    Hal yang bisa dipelajari dari penurunan harga yang parah pada Bitcoin dan crypto lainnya menunjukan jika infrastruktur pasar crypto masih belum matang, ada banyak ruang untuk diperbaiki dan memiliki banyak peluang untuk investasi.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pencarian Bitcoin di Google Alami Lonjakan

    Aksi jual massal atau sell off  yang berkelanjutan di pasar mata uang kripto membuat aset tersebut memiliki harga yang kurang baik karena jumlah Bitcoin atau aset lainnya justru memenuhi pasar crypto. Hal ini ternyata juga berpengaruh terhadap pencarian di Google, karena pencarian terkait kata kunci Bitcoin mengalami lonjakan.

    Bahkan sebelum harga Bitcoin yang terjun bebas, analis industri juga mempertanyakan apakah investor akan kembali ke BTC di tengah aksi harga yang memburuk. Namun, pencarian di google menjadi angin segar, paling tidak masih banyak orang yang tidak akan keluar dari industri ini meski banyak ketidakstabilan yang dihadapi.

    Kata Kunci Buy Bitcoin Sempat Ungguli Buy Gold

    ‘Seperti yang disorot dalam tweet berikut, permintaan pencarian Google ‘buy gold’ dan ‘buy Bitcoin’ meningkat setelah kekacauan pasar global minggu lalu. Faktanya, minat untuk mengambil posisi dalam Bitcoin sebenarnya sedikit lebih tinggi daripada emas.

    Meskipun volume pencarian untuk istilah ‘buy bitcoin” sejak itu tertinggal di belakang ‘beli emas,’ itu masih lebih tinggi minggu lalu daripada sepanjang Februari atau Maret sejauh ini. Fakta bahwa beberapa orang tampaknya ingin memasuki pasar namun masih memepertimbangkan beberapa faktor, mengingat banyak pula investor yang mulai menarik asetnya dari crypto.

    Data Terbaru Pencarian Buy Bitcoin

    Pada 19/03 pukul 09.57 WIB, pencarian kata kunci buy gold dan buy bitcoin pun cukup dinamis, sekali buy bitcoin mengungguli buy gold. Kemudian, meski beberapa kali mengalami penurunan pencarian kedua keywod tersebut pun kembali naik sedikit demi sedikit.

    BUY bICOIN FIX

    Seperti yang dilaporkan BeInCrypto baru-baru ini, miliaran dolar mengalir keluar dari industri cryptocurrency bersamaan dengan aksi jual di pasar global lainnya membuat beberapa analis mempertanyakan seluruh proposisi nilai Bitcoin. Bahkan orang-orang seperti Tyler Winklevoss telah mempertanyakan gagasan Bitcoin sebagai “emas digital.”

    Sebelumnya, dia adalah salah satu juara teori paling keras. Dampak dari kecelakaan itu telah meninggalkan pasar yang dicekam oleh “ketakutan ekstrem.” Namun dengan masih banyaknya orang yang mencari keyword buy bitcoin, mungkin aset kripto paling populer ini masih diminati meski harganya kini sedang turun.

    Baca juga: Bitcoin Naik Lagi, Pencarian di Google pun Meningkat

    Saat Ini Mungkin Waktu yang Tepat untuk Membeli Bitcoin 

    Seperti yang telah ditunjukkan oleh analis lain, penurunan harga Bitcoin tidak serta-merta membatalkan validitas cryptocurrency. Bahkan, mengingat tanggapan terhadap penurunan pasar saham di seluruh dunia, beberapa membuat kasus bahwa aset digital pasokan tetap sekarang lebih penting daripada sebelumnya:

    Federal Reserve dan Bank of England baru saja memangkas suku bunga dalam upaya untuk merangsang pertumbuhan mengikuti penurunan pasar. Demikian pula, suntikan likuiditas masif juga berfungsi untuk membuat aset dengan total pasokan yang diketahui lebih menarik.

    Sejak tergelincir bersama dengan pasar tradisional minggu lalu, Bitcoin mungkin gagal membuktikan sebagai safe haven asset. Saat ini harga Bitcoin pun masih berada dikisaran Rp76-78 juta.

    Mereka yang terus memegang mata uang digital percaya keberadaannya yang terus berlanjut melalui saat-saat baik dan buruk akan memungkinkan Bitcon membutkikan diri sebagai safe haven asset layaknya emas.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Saham Mungkin Ambruk Lagi, Bitcoin Bisa Melindungi

    Menurut Simon Peters, Analis Pasar di eToro, dengan Bitcoin jatuh kembali di bawah US$5 ribu hari ini, itu adalah titik terendah dalam hampir setahun. Namun, ketika saham mungkin ambruk lagi, Bitcoin bisa jadi pilihan untuk melindungi nilai uang para investor.

    “Bitcoin telah jatuh di bawah US$5 ribu lagi, turun 9 persen untuk hari ini. Ini adalah titik terendah dalam hampir setahun. Aset kripto besar lainnya juga senasib, Ether (ETH) turun 16 persen di US$107 dan Ripple (XRP) tak berdaya di US$0,135,” kata Peters dalam keterangannya melalui e-mail beberapa menit yang lalu.

    Bagi Peters, di beberapa segi, pasar aset kripto tampaknya berkorelasi dengan dinamika pasar tradisional. Dow Jones, S&P 500 dan pasar berjangka Nasdaq semua jatuh tadi malam, setelah The Fed memangkas suku bunga mendekati nol dan meluncurkan pelonggaran kuantitatif senilai US$700 miliar. Langkah itu dibuat guna menstimulus ekonomi Negeri Paman Sam yang kian melemah.

    BERITA TERKAIT  Asal Muasal Lahirnya Logo Bitcoin

    “Saya berpendapat, ketakutan dan emosi yang lebih dominan saat ini, daripada ‘keserakahan’. Dengan stimulus seperti itu saja masih banyak yang sangat khawatir ekonomi global terhenti karena Covid-19. Pun lagi, dengan masih bertambahnya jumlah penderita Covid-19 di luar Tiongkok, kami belum melihat puncaknya. Jadi, khusus pasar saham, kemungkinan akan ada penjualan lebih lanjut yang akan terjadi,” tegasnya.

    Bitcoin Melindungi
    Di titik itu, pertanyaannya adalah ke manakah sentimen investor beralih? Menurutnya, mengingat jumlah stimulus yang besar itu masuk ke pasar dan dengan kemungkinan investor semakin banyak menjual sahamnya, sentimen investor kemudian dapat beralih ke aset yang bisa melindungi uangnya.

    “Pada titik ini mereka mungkin melihat aset yang memberikan lindung nilai terhadap inflasi, seraya mempertimbangkan kebijakan moneter AS terbaru itu. Saya pikir Bitcoin aset kripto lainnya yang berpotensi memberikan manfaat itu,” tegasnya. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Pangkas Suku Bunga, Ini Dampaknya Terhadap Bitcoin

    The Fed pangkas suku bunga acuan dekati nol persen. Bagaimana dampaknya terhadap harga Bitcoin. Berikut wawancara kami dengan Douglas Tan, pelaku pasar modal, sekaligus Pendiri BullWhales.

    The Fed pangkas suku bunga acuan dekati nol persen. Apa pendapat Anda sebagai pelaku pasar saham?

    Secara teoritis pemangkasan suku bunga acuan dari bank sentral merupakan signal dovish, dikarenakan perlu adanya stimulasi moneter terhadap pasar, agar bergairah melakukan aktivitas ekonomi.

    Pemotongan suku bunga ini diharapkan dapat membuat bank komersial lebih murah dalam mendapatkan akses pendanaan dari bank lain untuk menutupi Giro Wajib Minimumnya (GWM), sehingga dapat mematok bunga lebih rendah ke bisnis dan perseorangan (end customer).

    Namun pada praktinya saat ini, keadaan tersebut terbalik, dikarenakan ekspektasi pemangkasan suku bunga tersebut sudah jauh diprediksi pasar beberapa minggu sebelumnya.

    Itu terjadi sebab persepsi mengenai realita lebih nyata dibandingkan realita itu sendiri. Bisa dikatakan persepsi akan penurunan 100 bps suku bunga acuan oleh The Fed menggerakkan pasar terlebih dahulu, daripada pemotongannya itu sendiri.

    Oleh karena itu, pasar merespon dengan negatif “emergency cut” tersebut dengan turunnya hingga ke batas bawah harga index saham futures (SPX Futures) ke level -5 persen.

    Itu yang memberikan signal ketidakpercayaan investor dan pasar terhadap kemampuan bank sentral menangani krisis ekonomi ada di depan mata.

    Apa dampaknya ke ke negara lain?
    Seiring dengan SPX Futures, pasar di berbagai belahan dunia lain seperti Australia (ASX) juga membukukan “senin merah”, di mana mengalami penurunan hingga 10 persen, Shanghai Index hingga -3.5 persen, KOSPI index -3.5 persen, serta Nikkei Index -2.5 persen.

    BERITA TERKAIT  Ramah Terhadap Bitcoin, Bank Sentral Perancis Akan Bikin Uang Digital Sendiri

    Hal ini mencerminkan ketakutan dan pesimisme oleh pemain pasar, meskipun pada beberapa hari selanjutnya bank sentral masing-masing menawarkan paket kebijakan moneter dan pemerintahnya menawarkan paket kebijakan fiskal.

    Pemangkasan itu sangatlah besar?
    Ya, stimulus oleh The Fed bisa dikatakan dalam ukuran jumbo atau besar-besaran, dikarenakan kebijakan moneter yang ditawarkan bukan hanya pemangkasan suku bunga acuan, tetapi juga menawarkan paket kelonggaran moneter sebesar 700 miliar dollar (dalam bentuk treasury dan MBS), reserve requirement yang menjadi 0.

    Itu juga meningkatkan ketersediaan dolar di pasar global bekerjasama dengan bank sentral lainnya dalam bentuk currency swap line.

    Perlu dicatat bahwa paket kebijakan jumbo dari The Fed ini tidak pernah diberlakukan sebelumnya, bahkan pada krisis 2008, sehingga menimbulkan skeptisme pada kalangan pasar mengenai pesimisme The Fed sendiri dalam hal menjalankan dual mandate-nya.

    Bagaimana nasib Indonesia?
    Sejalan dengan Amerika Serikat, pasar saham Indonesia juga membukukan kerugian secara index sebesar -4.5 persen, hampir mengenai batas Auto Rejection Bawah (ARB) yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia.

    Secara garis besar, dampak pelonggaran moneter yang dilakukan oleh The Fed terhadap ekonomi global tidak diapresiasi baik oleh pelaku pasar, karena sama seperti menambah bahan bakar pada mobil yang sama sekali tidak mempunyai ban.

    Dampak ketakutan dan pesimisme pasar diperkirakan akan berlanjut pada beberapa minggu hinggu bulan ke depan, bahkan ketika COVID-19 sudah berhasil diberantas pada beberapa negara maju.

    Lebih jauh, apa makna pelonggaran moneter sebesar US$700 miliar itu?
    Pelonggaran moneter dalam bentuk quantitative easing US$700 miliar memberikan dampak langsung pada suplai uang yang beredar di pasaran. Ia dibagi menjadi 2 kelompok, yakni treasury atau surat utang dan Mortgage Backed Securities (MBS) atau Efek Beragun Aset (EBA).

    BERITA TERKAIT  Ini Sinyal Baru Bitcoin yang Patut Diperhatikan

    Hal ini krusial dalam hal pembelian langsung oleh bank sentral dikarenakan menciptakan permintaan atau order book pembelian di dalam pasar, sehingga tidak menciptakan spread terlalu tinggi pada pasar iliquid di kala krisis ekonomi seperti ini.

    Bayangkan apabila bank-bank komersial yang memiliki aset berupa surat utang atau EBA ingin menjual aset tersebut guna meningkatkan kinerja balance sheetnya, namun tidak ada yang dapat menyerap di pasar.

    Di sinilah The Fed berperan dengan sangat penting, agar pasar surat utang dan pasar EBA tetap kompetitif dan bebas dari masalah likuiditas. hal ini juga berujung pada end customer, guna menjaga keyakinannya akan industri perbankan dalam menyimpan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dipercayakan oleh para Nasabah.

    Apa pendapat Anda soal Bitcoin terkait situasi itu?
    Bitcoin pada saat menjelang hingga konferensi pers oleh Jerome Powell sempat mengalami kenaikan hingga 20 persen dari level US$5.000 ke hampir US$6.000. Namun kenaikan harga tersebut sebelum pasar SPX Futures dibuka pada jam 6 pagi waktu Jakarta.

    Pada saat pasar SPX Futures telah buka dan membukukan penurunan hingga 5 persen, Bitcoin langsung turun, menghapus kenaikan 20 persen tersebut dalam sekejap.

    Bisa dipastikan bahwa Bitcoin meniru pergerakan pasar saham dan pasar saham futures di beberapa negara maju di dunia. Juga terbukti pada pembukaan pasar saham eropa seperti Jerman pada jam 3 waktu Jakarta, ketika DAX membukukan penurunan sebesar 10 persen, Bitcoin juga ikut mengalami penurunan dari level US$5.200 ke level US$4.700.

    Menurut saya, Bitcoin yang lahir dari krisis ekonomi sebelumnya yakni 2008, praktis belum pernah menemui krisis keuangan sepanjang umurnya.

    Banyak pihak yang menganggap Bitcoin digunakan sebagai aset safe haven pun dibuat keliru dengan pergerakan harga Bitcoin yang terakhir ini mengalami penurunan signifikan, bahkan sempat mengalami penurunan drastis sekitar -50 persen dalam sehari pada 13 Maret 2020 lalu.

    Dapat dikatakan Bitcoin sama seperti aset saham dalam hal spekulatif, namun memiliki beta atau risiko inheren yang jauh lebih besar dibandingkan aset pada legacy market seperti saham.

    Bitcoin dapat melihat tren positif atau mengalami rebound hanya ketika pasar legacy seperti pasar saham mengalami rebound juga, tidak dapat melakukan langkah tersebut secara independen untuk saat ini. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dijual Premium di Exchange OTC Cina

    Kemarin, untuk pertama kalinya, Bitcoin diperdagangkan dengan harga premium di platform exchange OTC Tiongkok.

    Cina perlahan tapi pasti mulai menunjukan tanda pemulihan dari virus Covid-19 yang telah menyerang negara itu sejak awal tahun ini, sekarang di tengah kondisi yang mulai stabil di sana negara ini pun memimpin pembelian Bitcoin selama periode bearish pasar crypto.

    Baca juga: Penelitian Digital Yuan Cina Tertunda Karena Covid 19

    Akun twitter  Dovey Wan (@DoveyWan) melaporkan bahwa Tiongkok membeli Bitcoin dengan harga di atas rata-rata. Ini jelas adalah kejadian langka dan merupakan perkembangan baru yang dapat mempengaruhi tren pasar yang mungkin sedang berubah.

    Pada platform perdagangan over-the-counter seperti Huobi OTC, OKEx OTC, dan LocalBitcoins, memperdagangkan BTC secara signifikan dnegan harga yang  lebih tinggi daripada bursa lainnya. Misalnya, harga rata-rata pada Huobi OTC selama 24 jam terakhir adalah sekitar ¥ 39541 ($ 5,638). Harga Bitcoin pada saat yang sama adalah sekitar $4.725.

    Mungkinkah ini menjadi bagian dari ‘paradigma baru?’ Saat Cina pulih dari epidemi coronavirus dan seluruh dunia berjuang, kita bisa melihat perbedaan besar antara pasar cryptocurrency. Cina, untuk saat ini, memimpin dan menunjukkan permintaan tinggi untuk mata uang digital terkemuka.

    Beberapa berspekulasi bahwa ini adalah bukti bahwa Bitcoin telah mencapai puncaknya. Namun, Bitcoin masih turun -13% pada hari itu dan grafiknya menunjukan layaknya pisau yang menukik tajam.

    Meskipun kemungkinan bukan yang terbawah untuk pasar cryptocurrency, perkembangan di Cina ini dapat semakin memperkuat dominasi Asia atas industri blockchain.

    Dampak Harga Premium Bitcoin di Cina Masih Harus Dilihat

    Dengan futures AS memposting -5% sebelum dibuka, minggu depan sepertinya hanya akan bergejolak sebagai yang terakhir. Pekan lalu, pasar beralih dari tertinggi sepanjang masa ke pola bearish hanya dalam 16 hari  dan ini adalah rekor baru. Kemudian penurunan -50% pada hari Kamis untuk sebagian besar pasar cryptocurrency  yang memiliki kemungkinan untuk membuat investor memiliki sentimen negatif terhadap crypto secara permanen.

    Sampai sekarang, Cina berada dalam posisi terkuat untuk pulih setelah menyelesaikan krisis coronavirus di negara mereka sendiri. Kita masih harus melihat apakah harga premium ini berlaku dan apakah ini merupakan indikasi tren baru.

    Jangan lupa bahwa Cina telah berkomitmen untuk memblokir teknologi sebagai bagian dari ‘infrastruktur digital kritisnya.’ Jadi, ada keinginan besar untuk cryptocurrency di negara ini jika pihak yang berkuasa mengizinkan kegiatan tersebut.

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tesla Milik Elon Musk Masih Simpan Rp, 4,3 T Dalam Bentuk Bitcoin

    Tesla, perusahaan milik Elon Musk dalam laporan pendapatan terbarunya mengungkapkan bahwa mereka masih memiliki 9.720 Bitcoin (BTC) di neracanya, bernilai sekitar US$ 275 juta atau Rp 4,3 triliun.

    Laporan akhir kuartal produsen kendaraan listrik tersebut, tidak menyebutkan Bitcoin, menyiratkan bahwa tidak ada konversi ke fiat yang terjadi, yang akan berdampak pada profitabilitas dan saldo kas perusahaan dan biasanya dilaporkan.

    Dikutip The Street, pada puncaknya, perbendaharaan Bitcoin Tesla bernilai US$ 1,5 miliar setelah pengajuan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengungkapkan pihaknya membeli lebih dari 43.000 BTC dengan perkiraan harga rata-rata sekitar US$ 34.000 pada awal tahun 2021.

    Namun Musk segera berubah pikiran. setelahnya, menunjukkan bahwa dia khawatir tentang konsumsi bahan bakar fosil oleh operasi penambangan Bitcoin, dan Tesla menjual sebagian 4.320 BTC dari perbendaharaannya pada kuartal pertama tahun 2021. Tesla kemudian menjual sekitar 75% dari sisa bitcoinnya dengan kerugian harga 48% di kuartal kedua tahun 2022.

    Percaya Bitcoin

    Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: Getty Images.
    Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Harapan Harga Bitcoin Setelah Rumor Persetujuan ETF BTC Palsu

    Tidak jelas dari laporan pendapatan apakah kepemilikan Bitcoin Tesla yang terus-menerus disebabkan oleh keyakinan tentang nilai aset, atau hanya berasal dari keinginan untuk tidak kehilangan lebih banyak investasi BTC daripada yang sudah dimilikinya dengan menjual pada harga di bawah akumulasi awalnya.

    Keputusan Tesla seputar tumpukan Bitcoin diawasi dengan ketat oleh investor karena telah terdokumentasikan dengan baik bahwa terobosan Musk dalam kripto dapat menggerakkan pasar.

    Berita pembelian Bitcoin Tesla pada tahun 2021 mendorong harga BTC ke titik tertinggi sepanjang masa dan upaya berkelanjutannya untuk mengintegrasikan pembayaran ke X, sebelumnya Twitter, juga diawasi dengan ketat oleh sektor kripto.

    Dengan Tesla yang terus mempertahankan tumpukan Bitcoin-nya yang signifikan, mungkin ada alasan untuk terus berharap bahwa mereka dapat segera melanjutkan pembayaran Bitcoin, seperti yang pernah dijanjikan Musk.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harapan Harga Bitcoin Setelah Rumor Persetujuan ETF BTC Palsu

    Harga Bitcoin mengalami perubahan besar pada hari Senin (16/10) setelah laporan palsu tentang persetujuan ETF BTC spot. Namun, tren naik dalam jangka pendek sedang terjadi dalam jangka waktu harian, dan hal ini dapat memicu kemunduran.

    Harga BTC telah mencapai tiga titik tertinggi dalam 50 hari terakhir, dengan level tertinggi terbaru masih dalam formasi. Rumor ETF mendorong BTC untuk menguji ulang level psikologis US$ 30.000 dan saat ini diperdagangkan di sekitar level dukungan US$ 28.369.

    Jika harga Bitcoin menghasilkan penutupan candlestick harian di bawah level support US$ 28,369, hal ini akan mengkonfirmasi masih adanya tren turun yang telah terjadi selama 50 hari terakhir. Dalam kasus seperti itu, pelaku pasar dapat membuka posisi short setelah candlestick harian ditutup di bawah US$ 28.369 dan memperkirakan titik terendah yang lebih tinggi akan terbentuk di sekitar US$ 27.000.

    Yang mendukung pandangan ini adalah divergensi bearish yang dihasilkan oleh dua titik ayunan terakhir harga Bitcoin dan Relative Strength Index (RSI).

    Bitcoin Siap Ambil Langkah Selanjutnya

    Di sisi lain, jika harga Bitcoin menghasilkan penutupan candlestick harian di atas US$ 28.369 dan bertahan di atasnya, skenario pullback pada kerangka waktu harian akan membatalkan. Dalam kasus seperti itu, tren naik dapat mendorong BTC ke level US$ 30.000 dan US$ 32.000.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Inilah Alasan Level Harga Bitcoin US$ 28.000 Sangat Penting

    Pada hari Senin (16/10) lalu, kenaikan Bitcoin membawanya bergerak dengan cepat meluncurkan grafik harga. Setelah beberapa hari dengan kinerja harga yang mengecewakan, Bitcoin akhirnya memulai peningkatan penting yang mendorong altcoin pun mengikutinya.

    Namun pangsa pasar kompetitif Bitcoin terus meningkat sejak Oktober 2022, ketika dominasi Bitcoin mencapai titik terendah hampir setahun yang lalu setelah penurunan panjang dari 71% pada November 2020.

    Dominasi Bitcoin belum setinggi ini sejak Maret 2021.

    Dominasi Bitcoin Melonjak

    Dominasi Bitcoin, ukuran pangsa pasar BTC terhadap semua aset kripto lainnya, mencapai angka 51%. Itu adalah pasar bearish yang tinggi untuk blockchain terpanjang.

    Harga Bitcoin naik pada hari Senin, menambah US$ 30 miliar ke pasar kripto. Dominasi Bitcoin, ukuran pangsa pasarnya, mencapai level tertinggi dalam 31 bulan, menunjukkan kekuatan.

    Lonjakan ini disebabkan oleh minat baru terhadap fundamental Bitcoin, dukungan institusional, dan berkurangnya tekanan jual, sehingga memperkuat posisinya di pasar kripto secara keseluruhan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Siapa Satoshi Nakamoto yang Dikaitkan dengan Bitcoin?

    Satoshi Nakamoto adalah sebuah nama samaran yang telah menyelimuti dunia kripto sejak pengembangan Bitcoin dan rilis whitepaper-nya. Pertanyaan yang telah menggelayuti komunitas kripto selama lebih dari satu dekade adalah: “Siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto?” Bahkan, sejumlah individu juga telah mengklaim sebagai Satoshi Nakamoto.

    Pencipta Bitcoin ini telah menjaga identitasnya dengan sangat rapi selama bertahun-tahun. Salah satu petunjuk yang pasti adalah bahwa Satoshi masih memiliki sejumlah Bitcoin yang signifikan, karena alamat publiknya tercatat dalam blok genesis, yang merupakan blok pertama yang ditambang oleh Satoshi sendiri.

    Pengantar

    Satoshi Nakamoto adalah nama samaran yang muncul pada whitepaper Bitcoin yang diterbitkan pada tahun 2008 dengan judul “Bitcoin: Sistem Uang Tunai Elektronik Peer-to-Peer” (dapat diakses di bitcoin.org). Satoshi mungkin bukanlah penemu teknologi blockchain, tetapi ia adalah orang pertama yang berhasil menggabungkan konsep tersebut menjadi mata uang terdesentralisasi yang revolusioner, yaitu Bitcoin.

    Bitcoin secara resmi diluncurkan pada tahun 2009, tetapi nama Satoshi Nakamoto telah ada dalam komunikasi melalui email dan forum jauh sebelumnya.

    Namun, pada tahun 2011, semua jejak komunikasi Satoshi dengan dunia tiba-tiba menghilang, meninggalkan sejumlah besar pertanyaan tak terjawab mengenai asal-usul Bitcoin.

    Identitas Satoshi Nakamoto

    Sebelum kita dapat mencoba menjawab pertanyaan ini, pertanyaan mendasar lainnya adalah apakah Satoshi Nakamoto adalah satu individu atau sebuah kelompok orang. Sayangnya, bukti konkret sangatlah sedikit, dan sementara banyak orang cenderung memandang Satoshi sebagai individu, spekulasi tentang kemungkinan kelompok seperti tim ilmuwan komputer, ahli kriptografi, dan cypherpunk juga muncul.

    Satoshi sendiri, sebelum menghilang pada tahun 2011, pernah mengklaim dirinya adalah seorang pria Jepang yang lahir pada tanggal 5 April 1975. Namun, kemahirannya dalam bahasa Inggris yang luar biasa telah membuat banyak orang berasumsi bahwa dia berasal dari negara berbahasa Inggris. Selain itu, komunikasinya seringkali terjadi selama jam kerja Eropa, menimbulkan spekulasi bahwa Satoshi mungkin tidak berada di Jepang.

    Dengan berlalunya waktu dan hilangnya komunikasi Satoshi, spekulasi mengenai identitasnya menjadi semakin liar. Banyak individu dan kelompok telah dituduh sebagai Satoshi Nakamoto yang sesungguhnya, meskipun hanya sedikit yang benar-benar terkenal.

    Hal Finney

    Di antara semua kandidat yang pernah dipertimbangkan sebagai Satoshi Nakamoto, nama Hal Finney sering muncul. Hal adalah salah satu pengguna awal Bitcoin dan menjadi penerima transaksi Bitcoin pertama. Selain itu, ia adalah seorang pengembang perangkat lunak dan juga merupakan salah satu anggota cypherpunk asli pada tahun 1990-an.

    Sayangnya, Hal Finney meninggal dunia pada tahun 2014 setelah berjuang melawan penyakit saraf yang membuatnya lumpuh selama beberapa waktu sebelum kematiannya. Meskipun banyak yang menganggapnya sebagai salah satu kandidat paling mungkin, Hal selalu menyangkal bahwa dirinya adalah Satoshi Nakamoto.

    Nick Szabo

    Salah satu kandidat lain yang sering dibahas adalah Nick Szabo, seorang ilmuwan komputer terkenal yang menciptakan konsep mata uang digital “bit gold” beberapa tahun sebelum Bitcoin muncul. Komunikasinya dan pandangannya dalam komunitas cypherpunk banyak bersinggungan dengan gaya dan cara komunikasi yang dimiliki Satoshi, menciptakan spekulasi mengenai identitasnya.

    Nick Szabo telah secara tegas membantah klaim bahwa ia adalah Satoshi Nakamoto, tetapi keraguan tetap ada di kalangan komunitas kripto. Kesamaan antara Nick dan Satoshi bisa jadi kebetulan, atau mungkin bukan.

    Dorian Nakamoto

    Dorian Nakamoto adalah seorang warga Amerika keturunan Jepang yang memiliki nama lahir Satoshi Nakamoto. Ia pernah bekerja sebagai insinyur komputer untuk perusahaan teknologi dan layanan keuangan, dan bahkan tinggal di wilayah yang sama di California dengan Hal Finney selama lebih dari satu dekade.

    Dalam sebuah wawancara, Dorian pernah secara singkat mengklaim keterlibatannya dalam pengembangan Bitcoin, tetapi kemudian ia mencabut klaimnya, menyatakan bahwa ia salah memahami pertanyaan yang diajukan. Sejak itu, ia bersikeras bahwa ia tidak terlibat dalam proyek tersebut dan bahkan tidak memiliki pengetahuan tentangnya.

    Craig Wright

    Craig Wright, seorang ilmuwan komputer dan pengusaha asal Australia, mengklaim pada tahun 2015 bahwa dirinya adalah Satoshi Nakamoto. Klaim ini mendapat dukungan dari beberapa tokoh terkemuka di komunitas Bitcoin, termasuk anggota Bitcoin Foundation dan beberapa pengembang Bitcoin. Namun, banyak yang meragukan klaim Craig Wright ini, dan banyak klaim sebaliknya yang menyatakan bahwa dia tidak mungkin menjadi Satoshi Nakamoto.

    Craig Wright tidak pernah mencabut klaimnya dan bahkan telah mengajukan gugatan hukum terhadap individu-individu yang secara terbuka menuduhnya sebagai penipu di pengadilan Inggris. Pada tahun 2019, dia juga mengajukan hak cipta AS untuk whitepaper dan kode sumber Bitcoin asli, memperdebatkan hak kepemilikan intelektual terkait dengan cryptocurrency ini.

    Berapa Kekayaan yang Dimiliki Satoshi Nakamoto?

    Meskipun identitas asli Satoshi Nakamoto tetap misterius, satu hal pasti, ia memiliki kekayaan yang luar biasa. Para ahli teknologi forensik telah melakukan pelacakan untuk mengidentifikasi tempat penyimpanan bitcoin milik Satoshi, mengungkapkan jumlah kekayaan bersihnya yang mengundang perhatian.

    Sejak peluncuran awal Bitcoin pada tahun 2009, Nakamoto belum pernah menghabiskan sepeser pun dari kripto ini. Ada perkiraan yang bervariasi tentang seberapa banyak Bitcoin yang dimiliki oleh Satoshi, tetapi mayoritas sepakat bahwa jumlahnya sekitar 1 juta Bitcoin (yang pada puncaknya memiliki nilai sekitar $19 miliar). Jumlah sebesar itu menjadikan Satoshi sebagai salah satu miliarder terkaya di seluruh dunia.

    Kesimpulan

    Identitas sebenarnya dari Satoshi Nakamoto masih menjadi subjek perdebatan yang panas. Apakah Satoshi adalah satu individu atau sebuah kelompok? Apakah ia masih hidup atau mungkin sudah meninggal? 

    Tanpa bukti yang konkret, kita mungkin tidak akan pernah tahu dengan pasti siapa Satoshi Nakamoto. Yang pasti, kita dapat meyakini satu hal: Satoshi Nakamoto memiliki jumlah Bitcoin yang sangat besar dan telah memilih untuk menyimpannya dengan tekad yang kokoh.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sempat Berharga $3.700, 4 Hal ini Tunjukkan Harga Bitcoin Masih Miliki Harapan

    Harga Bitcoin (BTC) turun menjadi $3.700 untuk periode singkat pada 12 Maret,  kemudian berada di harga $4.970. Pada 13 Maret, harga pulih dari tren turun utama, mengakhiri hari di $5,563. Ini menunjukan pengembalian harga yang mengesankan karena naik 11% dalam waktu singkat.

    Gejolak pasar baru-baru ini, baik di pasar tradisional atau crypto, telah menimbulkan pertanyaan tentang evolusi harga untuk Bitcoin, serta fitur-fitur jaringan krusialnya. Berikut ini ada empat kunci yang menunjukan jika ada harapan harga Bitcoin naik di tengah ketidakstabilan global.

    Model stock-to-flow tetap utuh

    Melihat model stok-to-flow  yakni model peramalan harga Bitcoin berdasarkan pasokan beredar (stok) dan output produksi baru (flow), harga aktual Bitcoin pada hari Kamis (12/03)  berada di bawah garis perkiraan tetapi dalam ambang batas yang diharapkan.

    Ini bukan pertama kalinya harga Bitcoin turun di bawah model harga 365-das, seperti yang terjadi selama 6 bulan (antara pertengahan November 2018 dan pertengahan Mei 2019), yang berbeda dari perkiraan sejak saat itu.

    Dalam sebuah tweet pada 13 Maret, analis stock-to-flow PlanB mengatakan bahwa “bitcoin bergerak dengan baik di sekitar nilai model”.

    Dengan demikian, menurut PlanB, harga perkiraan tidak berubah mengingat kedekatan peristiwa halving. Model rata-rata 365 hari saat ini memperkirakan harga $ 8.426 pada perkiraan waktu untuk halving yang diprediksi akan terjadi di 9 Mei 2020.

    Baca juga: Harga Bitcoin Ikutin Stick to Flow, 700 Juta Mungkin Jadi Nyata!

    Signal NVT Bitcoin

    Pada hari Minggu, harga Bitcoin berkisar sekitar $5.400, sementara harga realisasi pada sinyal NTV adalah $5.596, menunjukkan bahwa aset berada dalam zona pembelian setelah penurunan harga pada hari Kamis. Saat ini, sinyal NTV berada di 49,5 dengan 45 mewakili skenario oversold.

    Untuk pedagang yang mempertimbangkan pembelian jangka pendek, model menyarankan bahwa ada peluang untuk mendapatkan keuntungan cepat berdasarkan harga yang direalisasikan dan MA 200 minggu. Mempertimbangkan harga MA 200 hari yang berharga $8,587, Bitcoin menunjukkan ruang untuk tumbuh dalam jangka panjang dan halving yang akan datang pada bulan Mei menambah narasi untuk buliish pada aset kripto ini.

    Tingkat Hash Rate Bitcoin Naik

    Tingkat hashrate yakni daya komputasi yang dibutuhkan untuk mengkonfirmasi transaksi pada blockhain Bitcoin dilaporkan turun sejak Maret, setelah mencapai level historis. Namun sejak 11 Maret level hash rate sedikit meningkat, bahkan setelah penurunan drastis harga Bitcoin pada 12 Maret lalu.  Pada 13 Maret hashrate mendekati  110,38 triliun hash per detik. Meningkatnya tingkat hashrate biasanya mengarah pada harga bitcoin naik yang lebih tinggi.

    Baca juga: Bitcoin Capai Tingkat Hash Rate Tertinggi Sepanjang Masa

    Transaksi melonjak pada 12 Maret

    Jumlah transaksi Bitcoin melonjak pada 12 Maret seperti biasa ketika perubahan drastis terjadi. Ada juga lonjakan jumlah Bitcoin yang dikirim dalam USD pada 13 Maret, dan jumlah transaksi harian turun ke level akhir Februari sekitar 277.000 transaksi, mempertahankan pola reguler sejak awal tahun.

    Karena komentar seputar kepercayaan investor pada Bitcoin menimbulkan keraguan, fitur-fitur jaringan Bitcoin yang mendasari mengungkapkan konsistensi meskipun seluruh pasar terganggu oleh gejolak dan ketidakpastian.

    Melihat ke depan, dengan tingkat ketakutan seperti itu di pasar, investor ataupun institusi yang kuat mungkin dapat mencari peluang untuk membeli  BTC dengan harga murah yang membidik hasil positif jangka panjang.

    Namun demikian, pandemi COVID-19 di seluruh dunia dapat terus menyebabkan masalah likuiditas jangka pendek di pasar dan pada akhirnya menyebabkan kondisi ekonomi yang parah sebagai akibatnya.


    Meski begitu, belum ada hal yang pasti apakah Bitcoin akan makin terpuruk atau bisa mengalami kenaikan harga, seperti yang diketahui BTC memiliki tingkat volatilitas yang tinggi dan ini tentu bisa dimanfaatkan bagi para pengguan Bitcoin. Selain itu peristiwa halving juga diprediksi dapat membuat harga Bitcoin kembali meroket.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com