Pasar kripto berada dalam masa tenang, meskipun ada potensi besar untuk perubahan dramatis dalam waktu dekat, terkait suku bunga The Fed. Bitcoin (BTC), yang saat ini diperdagangkan sekitar US$ 26.638 pada pagi hari Senin (18/9), menunjukkan kenaikan sebesar 0,40% dalam 24 jam terakhir, tetapi belum mampu menciptakan sentimen positif yang kuat di pasar.
Dengan banyak peristiwa besar, pasar kripto sedang bersiap menghadapi minggu yang penuh gejolak. Fokus semua orang saat ini terpusat pada keputusan suku bunga The Fed yang sangat dinanti-nantikan.
Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, para pelaku pasar kripto dengan cemas menanti keputusan The Fed mengenai suku bunga tahun 2023. Setelah mengalami sepuluh kenaikan berturut-turut dan jeda di bulan Juni lalu, suku bunga telah naik menjadi 5,25-5,50% pada bulan Juli.
Keputusan yang akan diumumkan pada hari Rabu (20/9) mendatang akan sangat bergantung pada data CPI AS, terutama inflasi inti. Dengan CPI bulan Agustus yang naik sebesar 3,7% YoY (naik dari 3,2% di bulan Juli) dan CPI Inti sebesar 4,3% (turun dari 4,7% di bulan Juli), baik The Fed maupun pasar masih ragu.
“Ketika Ketua The Fed, Jerome Powell, dan timnya berkumpul pekan ini, mereka tidak akan menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka sudah selesai dengan kenaikan suku bunga, mengingat inflasi yang masih bertahan di atas sasaran 2%,” kata Fyqieh.
Jerome Powell juga dijadwalkan akan mengadakan konferensi pers segera setelah pengumuman, dan keputusan ini akan memiliki dampak besar pada pasar keuangan global.
Meskipun data CPI minggu lalu tidak menghasilkan volatilitas yang signifikan di pasar Bitcoin, pengumuman suku bunga Fed diprediksi akan memicu volatilitas hingga 1% berdasarkan tren terkini.
FedWatch Tool dari CME Group menyebutkan peluang terjadinya skenario kejutan hanya sebesar 2% untuk kenaikan suku bunga lanjutan.Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 26.000, yang jelas jauh di atas level bearish.
Pada saat ini, pasar kripto memasuki minggu yang berpotensi penuh peristiwa penting dengan sentimen yang cenderung lebih tinggi daripada bearish. Hal ini terlihat dari peningkatan indeks Fear and Greed dibandingkan dengan beberapa minggu sebelumnya, dengan nilai pada Senin (18/9) berada dalam kategori “Fear,” sekitar 46 poin.
Analisis Harga Bitcoin (BTC)
BTC/USDT Daily Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.
Pekan lalu, Bitcoin (BTC) telah menunjukkan beberapa tanda kekuatan dengan mencapai level resistance kunci sekitar US$ 26.800. Namun, sayangnya, BTC belum berhasil melakukan breakout dari resistance tersebut, dan pada Senin pagi (18/9) pukul 08:00 WIB, harga Bitcoin berada di sekitar US$ 26.468.
Saat ini, kita akan mengamati kemungkinan pergerakan selanjutnya untuk Bitcoin. Dalam jangka pendek, khususnya menjelang FOMC ada kemungkinan Bitcoin berpotensi bergerak menuju area support dinamis, yang dalam hal ini adalah Moving Average (MA) dengan periode 20, area support ini berada di sekitar US$ 26.100.
Sementara itu, berikut adalah level support US$ 25.000 dan resistance US$ 26.800 yang perlu diperhatikan. Level-level ini adalah titik-titik penting dalam analisis teknis. Jika Bitcoin mampu melewati resistance di US$ 26.800, maka ini bisa menjadi sinyal positif untuk kenaikan lebih lanjut. Di sisi lain, jika harga turun di bawah support di US$ 25.000, ini bisa menunjukkan tekanan jual yang lebih kuat.
Keputusan FOMC dan suku bunga akan menimbulkan beberapa volatilitas, namun Bitcoin kemungkinan akan terus diperdagangkan dalam kisaran US$ 25.000 – US$ 27.000 dalam jangka pendek. Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk berharap pada “bull run” (periode pertumbuhan besar-besaran) dalam pasar ini.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.
Saat ini banyak orang yang melakukan miningBitcoin karena katanya menambang Bitcoin bisa menghasilkan uang. Apa itu mining Bitcoin? Apakah perlu sekop atau peralatan tambang canggih lainnya untuk menambang Bitcoin seperti emas? Mari kita bahas di sini.
Apa itu Mining Bitcoin?
Mining Bitcoin adalah proses memecahkan teka-teki matematika yang rumit yang dilakukan oleh program komputer untuk mendapatkan hadiah berupa BTC. Proses memecahkan teka-teki ini adalah bagian dari proses untuk memverifikasi transaksi di jaringan Bitcoin. Jadi Anda dibayar untuk membantu proses verifikasi yang ada di jaringan blockchain Bitcoin.
Apakah Mining Bitcoin Legal di Indonesia?
Di Indonesia, status hukum khusus tentang mining Bitcoin. Namun, saat ini, dalam peraturan Bappebti ditegaskan bahwa aset kripto (termasuk Bitcoin) dilarang digunakan sebagai alat pembayaran. Namun aset kripto dianggap sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan di bursa berjangka.
Apakah Hasil Menambang Bitcoin Bisa Ditukarkan dengan Uang Rupiah?
Untuk menukar Bitcoin dengan uang Rupiah, Anda hanya perlu :
Membuat akun di crypto exchangeIndonesia : Pastikan crypto exchange tersebut sudah terdaftar di Bappebti dan diawasi oleh pemerintah. Membuat akun di crypto exchange sama seperti membuat akun di bank digital.
Proses KYC: Crypto exchange yang legal selalu melakukan KYC dalam proses pendaftaran, sebelum Anda dapat melakukan penarikan atau menukarkan Bitcoin dengan mata uang Rupiah. Ini melibatkan mengunggah dokumen identitas pribadi seperti KTP dan foto live wajah asli.
Transfer Bitcoin: Setelah akun Anda di bursa kripto aktif, Anda dapat mentransfer Bitcoin yang Anda hasilkan dari dompet digital Anda ke akun di bursa tersebut.
Jual Bitcoin: Jika Anda menjual Bitcoin di Tokocrypto, pilihlah pasangan BTC/IDR untuk melakukan transaksi agar Bitcoin Anda bisa langsung ditukar ke Rupiah.
Penarikan Uang: Setelah berhasil menjual Bitcoin Anda, Anda dapat menarik uang fiat ke rekening bank Anda yang terhubung ke akun di crypto exchange tersebut.
Hal yang perlu Anda ingat adalah nilai Bitcoin sangat fluktuatif, dan harganya bisa berubah secara signifikan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan pergerakan harga Bitcoin sebelum menjual BTC Anda.
Apa Manfaat dan Risiko dari Menambang Bitcoin?
Keuntungan Mining Bitcoin:
Mendapatkan Bitcoin: Anda tidak perlu membeli Bitcoin untuk mendapatkan Bitcoin. Dengan mining, Anda bisa mendapatkan beberapa Bitcoin sebagai imbalan atas usaha komputer Anda.
PassiveIncome: Bukan Anda yang bekerja untuk mendapatkan Bitcoin tapi komputer Anda. Selain itu jika harga Bitcoin naik, Bitcoin yang Anda mining bisa bernilai lebih tinggi di masa depan, sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan.
Risiko Menambang Bitcoin:
Biaya Listrik: Mining Bitcoin memerlukan banyak energi listrik. Ini bisa membuat tagihan listrik Anda naik. Ini bisa ditangani dengan mencari alternatif sumber energi listrik yang lebih murah.
Persaingan Tinggi: Semakin banyak orang yang melakukan mining Bitcoin, semakin sulit mendapatkan hadiahnya. Persaingan tinggi bisa membuat hasil mining lebih rendah.
Biaya Perangkat: Anda perlu membeli perangkat khusus yang mahal untuk mining, seperti GPU atau ASIC.
Apakah Menambang Bitcoin Gratis?
Tidak, mining Bitcoin tidak gratis. Menambang Bitcoin membutuhkan investasi yang cukup besar. Biaya apa saja yang diperlukan untuk menambang Bitcoin?
Komputer Khusus
Anda perlu memiliki komputer khusus yang disebut “rig” atau “miner” yang dirancang khusus untuk mining Bitcoin. Rig ini memiliki perangkat keras yang kuat dan mahal, seperti prosesor grafis (GPU) atau sirkuit terpadu aplikasi khusus (ASIC) yang dirancang khusus untuk mining.
Konsumsi Listrik
Menambang Bitcoin memerlukan banyak listrik karena komputer-komputer ini harus bekerja keras untuk memecahkan teka-teki matematika yang rumit. Kecuali Anda menemukan sumber daya listrik yang murah, mungkin akan membayar mahal untuk biaya listrik.
Biaya Perawatan Komputer dan lainnya
Selain perangkat keras dan listrik, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya perawatan dan pemeliharaan perangkat Anda. Komputer mining bisa panas dan memerlukan pendinginan yang baik.
Biaya Internet
Jangan lupa bahwa perlu akses internet untuk melakukan transaksi menambang Bitcoin. Hitung juga biaya internet ini.
Biaya Transfer
Tergantung wallet crypto dan crypto exchange Anda, bisa jadi ada biaya transaksi yang harus dibayarkan ketika ingin mentransfer Bitcoin yang Anda hasilkan ke dompet digital pribadi, dan saat menjual Bitcoin untuk mendapatkan Rupiah.
Jadi kesimpulannya menambang Bitcoin itu tidak gratis. Meskipun Anda terkesan tidak akan ada pekerjaan fisik berat sehari-hari untuk menambang Bitcoin, bukan berarti tidak ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan.
Apa Peralatan yang Dibutuhkan untuk Menambang Bitcoin?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas ada komputer yang dibutuhkan untuk memecahkan teka-teki matematika. Selain komputer itu ada apa lagi yang dibutuhkan?
Anda harus ingat bahwa menambang Bitcoin bukanlah cara cepat menjadi kaya, karena selain hasilnya bervariasi, persaingan tinggi ada juga investasi yang diperlukan untuk menambang Bitcoin. Jadi jangan lupa mempertimbangkan biaya dan risiko sebelum memutuskan untuk memulai. Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami dasar-dasar mining Bitcoin!
Ini adalah minggu yang penting bagi Bitcoin dan pasar kripto, pasalnya pada pekan ini, Federal Reserve AS (The Fed) akan mengumumkan keputusan suku bunganya. Upaya Bitcoin (BTC) pada reli yang cukup besar berhasil dihentikan pada hari Selasa (19/9), tetapi berhasil mempertahankan level US$ 27.000 selama 24 jam terakhir.
The Fed pada hari Rabu (20/9) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil, namun investor akan memantau proyeksi ekonomi baru dan konferensi pers Ketua Powell untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan masa depan.
Meskipun data inflasi AS yang diumumkan pekan lalu melampaui ekspektasi, BTC tetap tenang dan bertahan di level $26.000. Selain itu, karena tidak ada katalis untuk menaikkan harga BTC dan altcoin, Bitcoin diperdagangkan antara US$ 26.000-US$ 27.000.
Para analis memperingatkan bahwa harga mungkin bergerak turun, menyatakan bahwa keputusan suku bunga FED dapat memberikan tekanan pada aset berisiko seperti aset kripto. Berbicara kepada CoinDesk, analis eToro, Simon Peters mengatakan bahwa keputusan suku bunga FED dapat memberikan tekanan pada aset berisiko seperti kripto.
“Data penting dari Inggris dan Amerika diharapkan muncul. Saat ini, meskipun kami memperkirakan bank sentral kedua negara akan mengumumkan keputusan suku bunga baru pada akhir minggu ini, pasar mungkin akan tegang dalam beberapa hari ke depan. Meskipun inflasi menurun di kedua negara tersebut, terdapat tanda-tanda bahwa penurunan tersebut mungkin belum sepenuhnya terasa,” kata Peters.
“Seperti aset berisiko lainnya, mata uang kripto sensitif terhadap ekspektasi suku bunga. Oleh karena itu, setiap pernyataan bank sentral yang lebih keras dapat menyebabkan penurunan sentimen investor,” tambahnya.
Kebijakan The Fed
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS akan mengakhiri pertemuan kebijakan dua harinya pada hari Rabu. FOMC secara umum diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan Fed Funds pada kisaran 5,25%-5,50%, namun pelaku pasar akan fokus pada proyeksi ekonomi terkini bank sentral dan konferensi pers pasca-pertemuan Ketua Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk mengenai masa depan. arah kebijakan moneter.
Raksasa manajemen aset, BlackRock memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap datar pada pertemuan FOMC. Prediksi tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar dan diduga oleh para analis menawarkan Bitcoin (BTC) dorongan harga jangka pendek yang berarti.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Menurut Marilyn Watson – kepala Strategi Pendapatan Fundamental Global BlackRock – tingkat target dana federal bank sentral akan tetap sama hingga akhir tahun – melalui pertemuan bulan September, November, dan Desember.
Namun, Watson juga memperkirakan target suku bunga The Fed akan tetap tinggi hingga pertengahan tahun 2024 sebelum serangkaian pemotongan kecil akan menurunkannya sebesar 1% dari level saat ini pada akhir tahun depan.
“Dari segi inflasi sudah moderat, sudah turun, tapi masih di atas target,” kata Watson kepada Bloomberg. “Saya pikir yang perlu kita lihat adalah kemerosotan aktivitas ekonomi… dan saat ini kita belum melihatnya melalui data.”
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Apple akhirnya memperkenalkan seri iPhone 15 baru beserta fitur dan harganya. Jadi, berapa Bitcoin (BTC) yang diperlukan untuk membeli setiap iPhone baru?
Pada acara Apple yang digelar pada Rabu (13/9) dinihari, perusahaan memperkenalkan produk barunya dan seri iPhone 15 dan iPhone 15 Pro. Harga iPhone 15 di Amerika Serikat tidak berubah dan ditetapkan mulai US$ 799 atau sekitar Rp 12,2 juta.
Beli iPhone Pakai Bitcoin
Jadi berapa banyak Bitcoin yang perlu kamu keluarkan untuk membeli iPhone 15 baru dan seri lainnya?
Baik, kami akan memberikan jumlah BTC yang diperlukan untuk membeli iPhone tergantung pada tahun perilisannya. Berikut jumlah Bitcoin yang harus dikeluarkan pada periode tersebut untuk membeli setiap seri baru di hari pertama:
Saat kami menerapkan metode yang sama pada Ethereum, muncul data menarik:
iPhone 6s – 690,41 ETH
iPhone 7 – 52,17 ETH
iPhone 10 – 3,37 ETH
iPhone 11 – 3,70 ETH
iPhone 8 – 2,49 ETH
iPhone 12 – 1,96 ETH
iPhone 13 – 0,24 ETH
iPhone 14 – 0,48 ETH
iPhone 15 – 0,51 ETH
IPhone 15 standar mulai dari US$ 799, sedangkan iPhone 15 Plus yang lebih besar mulai dari US$ 899 atau sekitar Rp 13,8 juta. IPhone 15 Pro akan dijual seharga US$ 999 (RP 15,3 juta), sedangkan iPhone 15 Pro Max yang lebih besar akan dijual seharga US$ 1.199 (RP 18,4 juta).
Keempat model iPhone akan tersedia untuk pre-order pada 15 September dan akan tersedia di toko-toko pada 22 September. Untuk di Indonesia sendiri belum ada kepastian kapan waktu ketersediaan dan harga dari seri iPhone 15.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.
Bitcoin (BTC) dan pasar kripto yang lebih luas terus bergulat dengan sentimen bearish yang berkepanjangan dan menanti munculnya indikator bullish. Hal ini membuat investor waspada terhadap faktor-faktor potensial yang dapat memicu reli. Khususnya, para analis memantau dengan cermat indikator-indikator yang mungkin menandakan berakhirnya pasar bearish.
Secara khusus, seorang analis kripto yang dikenal dengan nama samaran Seth_fin dalam postingan X (sebelumnya Twitter) pada 16 September memicu optimisme dengan mengidentifikasi dua indikator teknis yang mengarah ke masa depan yang berpotensi bullish.
Dalam postingannya, analis mencatat bahwa saluran Bitcoin Gaussian telah berubah menjadi hijau, yang dapat diartikan sebagai sinyal bullish dan kemungkinan pembalikan tren bearish yang ada. Indikator saluran Gaussian adalah alat teknis yang berasal dari konsep statistik yang memprediksi arah tren harga di pasar keuangan.
Kedua, ia menunjukkan bahwa Bollinger Band Width Percentile telah mencapai level terendah, yang mengindikasikan akan terjadi peningkatan volatilitas harga.
“Saluran Bitcoin Gaussian baru saja berubah menjadi hijau, dan kami telah menguji ulang mid-band! Sepertinya pasar beruang mungkin ada di kaca spion. Tapi bukan itu saja! Persentil Lebar Pita Bollinger berada pada titik terendah, menandakan pergerakan EKSPLOSIF yang akan datang!” kata Seth_fin.
Namun, dia merujuk pada signifikansi historis dari peristiwa halving Bitcoin. Peristiwa ini, yang mengurangi imbalan bagi para penambang, secara historis diikuti oleh kenaikan harga yang signifikan. Peristiwa halving terakhir terjadi pada bulan Mei 2020 dan menandai dimulainya kenaikan harga Bitcoin.
Khususnya, peristiwa halving Bitcoin terus dipuji sebagai katalis potensial untuk lonjakan harga bullish. Pada saat yang sama, sorotan tetap tertuju pada perkembangan peraturan, khususnya potensi persetujuan dari Bitcoin Exchange-Traded Fund (ETF) pertama, yang diharapkan dapat menarik modal institusional ke dalam kripto terkemuka tersebut .
Sementara itu, Bitcoin berupaya untuk mempertahankan posisinya di atas level dukungan penting US$ 25.000, memperpanjang periode konsolidasi yang ditandai dengan kegagalan berulang kali untuk menembus angka US$ 30.000.
Bitcoin diperdagangkan di atas US$ 26.000, didorong oleh berita bahwa Deutsche Bank, pemberi pinjaman Jerman, berencana meluncurkan layanan penyimpanan mata uang kripto untuk pelanggan institusional dalam kemitraan dengan perusahaan fintech Swiss, Taurus.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Namun, sentimen pasar tetap gelisah karena perkembangan kasus FTX terkini. Pengadilan kebangkrutan menyetujui FTX untuk memulai likuidasi kepemilikan mata uang kripto yang luas. Perkembangan ini berpotensi berdampak signifikan terhadap dinamika pasar mata uang kripto, yang berpotensi menyebabkan peningkatan volatilitas. Aset penting dalam cache besar ini termasuk token seperti Solana (SOL), Bitcoin, Ethereum (ETH), dan lainnya.
Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan pada US$ 26.548, melanjutkan tren konsolidasi mingguannya. Selama 24 jam terakhir, kripto telah mencatatkan sedikit keuntungan sekitar 0,26%.
Singkatnya, semua perhatian tertuju pada kemampuan Bitcoin untuk mempertahankan harganya di atas angka US$ 26.000, yang dapat membuka jalan bagi potensi lonjakan kenaikan dalam waktu dekat.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.
Penjelajah blockchainBitcoin, yang sering disebut sebagai “blockchain explorer,” adalah salah satu alat kunci dalam ekosistem Bitcoin. Ini adalah platform daring yang memungkinkan pengguna untuk menjelajahi serta menganalisis transaksi, alamat, dan blok dalam jaringan Bitcoin secara transparan.
Menggunakan penjelajah blockchain Bitcoin, individu dapat memahami pergerakan aset digital mereka, melakukan verifikasi transaksi, dan mengikuti perkembangan jaringan secara real-time. Dalam artikel ini, kami akan merinci bagaimana cara memanfaatkan penjelajah blockchain Bitcoin untuk menggali informasi berharga dalam lingkungan mata uang kripto yang terus berkembang.
Transparansi publik adalah konsep sentral dalam dunia mata uang kripto. Salah satu janji besar dari teknologi blockchain adalah kesetaraan akses terhadap informasi tanpa membatasinya hanya pada sejumlah orang yang memiliki keistimewaan tertentu.
Namun, apa arti sebenarnya di balik pernyataan ini? Apakah Anda dapat mengetahui berapa banyak bitcoin yang dimiliki oleh tetangga Anda? Bagaimana Anda bisa melihat dan memverifikasi data publik sendiri? Semua ini akan kita bahas dalam artikel ini. Perlu diingat bahwa meskipun fokus kami adalah pada Bitcoin, Anda juga dapat menemukan penjelajah blockchain yang ditujukan untuk Litecoin, Ethereum, Binance, serta sebagian besar blockchain lainnya.
Pendahuluan
Pernahkah Anda mengalami situasi di mana pembayaran Anda hilang atau seseorang bersikeras telah membayar Anda meskipun sebenarnya belum? Dalam sistem keuangan konvensional, masalah semacam itu seringkali memicu konflik atau bahkan memerlukan intervensi pihak ketiga.
Blockchain memecahkan masalah ini dengan menghadirkan konsep transparansi publik, yang membuat informasi dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja. Untuk blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum, semua informasi dirancang agar dapat dilihat secara publik, yang sangat bermanfaat saat transaksi atau kontrak perlu diidentifikasi dan diverifikasi dengan mudah.
Dalam panduan ini, kita akan menjelajahi dasar-dasar dari sebuah penjelajah blok Bitcoin. Selanjutnya, kita akan melihat transaksi terkenal yang melibatkan Hari Pizza Bitcoin pada tanggal 22 Mei.
Apa Itu Penjelajah Blockchain?
Penjelajah blockchain dapat diibaratkan sebagai mesin pencari yang mengungkapkan informasi tentang keadaan blockchain, baik masa lalu maupun saat ini. Ini menjadi alat yang berguna ketika Anda perlu melacak perkembangan pembayaran tertentu atau memeriksa saldo dan riwayat suatu alamat. Siapa pun dengan akses internet dapat menggunakan penjelajah ini untuk menelusuri semua transaksi blockchain yang bersifat publik.
Bagaimana Penjelajah Blok Bekerja?
Setiap blockchain memiliki Antarmuka Baris Perintah (CLI) yang digunakan untuk berinteraksi dengan database dan mengakses riwayat jaringan. Namun, CLI bukanlah pengalaman yang ramah pengguna bagi kebanyakan orang. Oleh karena itu, sebagian besar blockchain juga menyediakan penjelajah dengan Antarmuka Pengguna Grafis (GUI) yang menyajikan informasi dalam format yang lebih mudah dipahami.
Mari kita telusuri salah satu penjelajah Bitcoin yang sering digunakan: blockchain.com. Selain itu, ada juga alternatif lain untuk Bitcoin seperti blockchair.com dan blockcypher.com.
Di laman depan, Anda akan menemukan sejumlah data tingkat tinggi yang berkaitan dengan blockchain Bitcoin. Informasi ini mencakup harga Bitcoin, perkiraan tingkat hash, jumlah transaksi harian, dan volume transaksi. Selain itu, grafik yang informatif memetakan perubahan harga dan ukuran mempool juga tersedia. Bagian bawah halaman memberikan pemantauan terbaru mengenai blok-blok dan transaksi-transaksi yang sedang berlangsung.
Mari kita bahas dengan lebih mendalam apa yang dapat ditemukan dalam tampilan ini:
Harga: Ini menampilkan perkiraan harga Bitcoin dalam USD dari berbagai pasar. Harap diingat bahwa harga ini bisa bervariasi tergantung pada sumbernya dan tidak selalu mencerminkan harga sebenarnya di bursa tertentu.
Perkiraan Tingkat Hash: Ini adalah perkiraan daya komputasi yang saat ini digunakan oleh para penambang (miner) untuk mengamankan jaringan blockchain. Angka ini dapat dianggap sebagai representasi tingkat keamanan pada blockchain berbasis Proof of Work (PoW).
Jumlah Transaksi: Angka ini menunjukkan jumlah transaksi unik yang berhasil dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir. Untuk dikonfirmasi, transaksi harus dimasukkan ke dalam blok yang telah diverifikasi oleh penambang (blok yang telah ditambang).
Volume Transaksi: Ini mengindikasikan total nilai Bitcoin yang telah dikonfirmasi dalam transaksi dalam 24 jam terakhir. Dalam konteks Bitcoin, angka ini juga mencakup output Bitcoin yang belum digunakan yang dikembalikan ke dompet sebagai kembalian.
Volume Transaksi (Perkiraan): Ini adalah perkiraan volume transaksi sebenarnya yang ditransfer antara dompet Bitcoin unik. Angka ini dihitung dengan mengurangkan Volume Transaksi (seperti yang dijelaskan di atas) dengan perkiraan output yang dikembalikan sebagai kembalian ke dompet sumber.
Ukuran Mempool: Ukuran mempool mencerminkan jumlah total (dalam byte) dari transaksi yang menunggu untuk dimasukkan ke dalam blok. Angka ini mencerminkan aktivitas saat ini di dalam jaringan blockchain dan bisa menjadi indikator biaya yang diperlukan untuk konfirmasi yang lebih cepat.
Blok Terbaru: Ini adalah daftar blok-blok yang telah dikonfirmasi, mulai dari yang terbaru hingga yang lebih lama. Setiap entri mencakup rincian seperti nomor urut blok, waktu penciptaan, dan jika diketahui, nama penambang (miner). Anda juga dapat mengklik nomor urut blok untuk melihat rincian transaksi dalam blok tersebut. Pengklikan pada nama miner akan memberikan informasi mengenai alamat dompet penambang. Harap diingat bahwa alamat publik penambang bisa saja adalah alamat dari sebuah pool penambangan. Jika Anda tidak familier dengan konsep pool penambangan, kami sarankan membaca artikel terkait.
Transaksi Terbaru: Ini adalah daftar transaksi yang sudah divalidasi dan dikirim ke mempool, tetapi belum dikonfirmasi dalam blok yang telah di-tambang.
Selain data-data ini, Anda juga dapat menemukan metrik tambahan mengenai blockchain yang dapat dilacak di halaman ini, termasuk kesulitan jaringan, biaya per transaksi, dan waktu rata-rata konfirmasi. Sejumlah penjelajah blockchain juga memungkinkan Anda untuk terhubung ke API mereka untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Cara Melihat Transaksi 10.000 Bitcoin untuk Pizza
Hari Pizza merupakan sebuah peristiwa bersejarah dalam dunia Bitcoin yang mengingatkan kita pada pembelian dua pizza besar dengan harga 10.000 Bitcoin. Dengan bantuan penjelajah blockchain kami, kita dapat menggali lebih dalam dan menjelajahi detail dari transaksi terkenal ini.
Cukup dengan menyalin hash transaksi ini ke dalam kolom pencarian penjelajah blockchain Bitcoin, Anda akan langsung diarahkan ke halaman transaksi Hari Pizza. Namun, jika Anda tidak ingin repot-repot menyalin dan menempelkan, berikut adalah tautan langsung ke halaman transaksi tersebut.
Di bagian atas halaman, terdapat ringkasan mengenai input dan output dari transaksi tersebut. Di sebelah kiri adalah jumlah Bitcoin yang dibayarkan untuk pizza sebesar 10.000 BTC. Bitcoin ini kemudian dikirim ke satu alamat di sebelah kanan, yang merupakan alamat penerima pizza.
Ringkasan transaksi Hari Pizza. Sumber: blockchain.com
Jika Anda mengklik alamat penerima (di sebelah kanan), Anda dapat melihat riwayat transaksi yang terkait. Anda juga dapat memindai kode QR untuk mendapatkan alamat Bitcoin tersebut. Kode QR ini sangat berguna ketika Anda ingin melakukan pembayaran menggunakan TrustWallet atau dompet kripto seluler lainnya.
Alamat penerima Hari Pizza. Sumber: blockchain.com.
Kembali ke halaman transaksi Hari Pizza awal, Anda bisa menggulir ke bawah untuk memeriksa detail lebih lanjut mengenai transaksi ini. Informasi yang disediakan mencakup hash unik transaksi, status konfirmasi, tanda waktu, jumlah konfirmasi, total input dan output, biaya yang dibayarkan kepada miner, dan informasi lainnya. Perhatikan bahwa terdapat biaya transaksi sebesar 0,99 BTC yang diberikan kepada miner, selain dari 10.000 BTC yang digunakan untuk membeli pizza.
Detail transaksi Hari Pizza. Sumber: blockchain.com.
Klik pada nomor urut blok (57.043) akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai blok yang mencakup transaksi ini.
Blok Hari Pizza. Sumber: blockchain.com.
Seperti yang dapat Anda lihat, blok yang mengonfirmasi transaksi Hari Pizza adalah blok yang relatif minim aktivitasnya. Terdapat hanya dua transaksi dalam blok tersebut, satu adalah transaksi Hari Pizza dan yang lainnya adalah hadiah blok untuk miner.
Garis hijau dan merah di sebelah kanan menunjukkan apakah Bitcoin telah digunakan setelah transaksi ini atau tidak. Pihak yang menjual pizza telah mengirim 10.000 BTC ke alamat lain, sementara alamat miner masih memegang hadiah blok tersebut sebesar 50,99 BTC.
Penutup
Penjelajah blockchain adalah alat yang berguna yang memanfaatkan sifat terbuka dan transparan dari blockchain. Alat ini memberikan informasi berharga mengenai status jaringan, termasuk riwayat transaksi dan alamat-alamat. Ini memungkinkan untuk melacak dan memverifikasi dengan mudah.
Namun, perlu diingat bahwa penekanan pada transparansi total bisa menghasilkan pemetaan riwayat transaksi dan alamat, yang disebut sebagai analisis rantai (chain analysis). Ini dapat mengungkapkan sifat alamat yang sebelumnya tidak diketahui, terutama bagi pengguna yang sering menggunakan alamat yang sama berulang kali (meskipun tidak disarankan). Blockchain publik lainnya, seperti Monero, menawarkan keseimbangan yang berbeda antara transparansi dan privasi.
Setelah memahami dasar-dasar cara kerja penjelajah blockchain, cobalah untuk menjalankan alat ini sendiri. Anda mungkin akan terkejut dengan wawasan yang dapat Anda peroleh!
Pasar kripto dan Bitcoin mengalami apresiasi setelah publikasi data inflasi Amerika Serikat pada Rabu (13/9). Respons terhadap data inflasi ini mencerminkan percampuran sentimen jangka pendek dan jangka panjang yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan trader dan investor terkait masa depan pasar kripto.
Pada hari Kamis (14/9) lalu, pasar kripto tetap relatif stabil karena statistik inflasi AS terbaru menunjukkan peningkatan yang cukup moderat. Harga barang konsumsi secara umum masih terus meningkat, dan pemerintah belum sepenuhnya berhasil mengendalikan inflasi yang terus tinggi.
Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), Indeks Harga Konsumen (CPI) telah naik sebesar 3,7% hingga bulan Agustus tahun ini, melebihi sedikit prediksi ekonom sebesar 3,6%. Pada bulan Agustus, indeks ini naik sebanyak 0,6% secara bulanan, terutama karena kenaikan harga bensin. Meskipun data inflasi inti bulanan juga mengalami kenaikan dari 0,2% menjadi 0,3%, data inflasi inti tahunan menunjukkan penurunan dari 4,7% menjadi 4,3%.
Pasca rilis laporan, Bitcoin (BTC) diperdagangkan sekitar US$ 26.270, mengalami kenaikan sebesar 1,6% dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, Ethereum (ETH) mengalami peningkatan sebesar 1,9% dan diperdagangkan sekitar US$ 1.620. Data inflasi yang meningkat memberikan sentimen negatif bagi Dolar AS yang sedang mengalami penurunan nilai.
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan penurunan nilai Dolar AS memberikan dorongan positif bagi aset berisiko seperti Bitcoin, karena ada korelasi negatif antara nilai Dolar AS dan harga Bitcoin.
“Dengan meningkatnya data inflasi, kepercayaan terhadap ekonomi Amerika mengalami penurunan. Dalam situasi ini, mayoritas investor mencari alternatif untuk melindungi kekayaan mereka, sehingga aset berisiko menjadi pilihan favorit. Namun, dalam jangka panjang, narasi ini dapat berubah,” kata Fyqieh.
Jangka Panjang
Ilustrasi data inflasi dan Bitcoin. Sumber: Securities.io.
Fyqieh melanjutkan pada tingkat jangka panjang, Bitcoin mungkin akan mengalami penurunan kembali karena data inflasi menunjukkan bahwa sebagian besar barang dan jasa pokok mengalami kenaikan harga, yang dapat mengurangi daya beli masyarakat.
“Penurunan kemampuan masyarakat untuk mengeluarkan uang dapat menjadi alasan mengapa harga Bitcoin mungkin turun, karena kebutuhan sehari-hari akan diutamakan daripada berinvestasi. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan volume pembelian dan bahkan munculnya tekanan penjualan saat orang menjual aset kripto mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup,” jelas Fyqieh.
Sementara itu, para pelaku pasar saat ini sedang mengantisipasi kemungkinan The Fed untuk mempertahankan suku bunganya pada pertemuan yang dijadwalkan pada 19-20 September mendatang. Menurut CME FED Watch, meskipun data inflasi berada di atas ekspektasi, kemungkinan tidak ada kenaikan suku bunga pada bulan September diperkirakan sebesar 97%. Ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan FED bulan November lebih seimbang, dengan angka sekitar 40%.
Kenaikan suku bunga dapat berdampak pada pasar kripto dan aset berisiko lainnya. Meskipun telah terjadi penurunan signifikan sejak bulan Juni, inflasi masih berada di atas target tahunan The Fed sebesar 2%.
Saat ini, pasar kripto mendekati akhir pekan dengan tren naik, dan sikap para investor cenderung lebih condong ke arah akumulasi. Hal ini tercermin dari indeks Fear and Greed yang meningkat dibandingkan dengan awal pekan, berada dalam kategori “Fear,” dengan nilai pada Jumat (15/9) sekitar 45 poin.
Analisis Harga Bitcoin (BTC)
BTC/USDT Daily Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.
Dari segi analisis teknikal, saat ini Bitcoin berusaha untuk keluar dari zona koreksinya yang telah berlangsung sejak awal Agustus 2023. Menurut Fyqieh, ada kemungkinan bahwa jika berhasil keluar dari zona koreksi ini, Bitcoin mungkin hanya akan mengalami kenaikan sementara menuju level sekitar US$ 28.200 sebelum menghadapi potensi penurunan kembali akibat kurangnya sentimen positif.
“Level resistensi terdekat saat ini berada di sekitar US$ 26.755. Namun, BTC terus menguji batas garis tren karena investor merespons harapan Tesla untuk menerima kembali Bitcoin, yang telah membantu meredakan kekhawatiran terkait kemungkinan resesi ekonomi di AS,” ungkap Fyqieh.
Jika Bitcoin berhasil menembus di atas level resistensi US$ 26.755, ini bisa menjadi dukungan untuk pergerakan BTC menuju level US$ 28.000. Meskipun demikian, sentimen bearish masih cukup kuat dan dapat menarik Bitcoin kembali ke garis tren serta level dukungan sekitar US$ 25.506. Perlu diingat bahwa BTC sudah mulai memasuki wilayah overbought.
Selain itu, saat ini volume transaksi masih relatif rendah, dan ada banyak ketidakpastian di pasar kripto, termasuk perihal penjualan aset FTX dalam bentuk Bitcoin. Oleh karena itu, para trader disarankan untuk tetap waspada dan menjalankan manajemen risiko yang bijaksana. Kondisi pasar yang masih rentan terhadap koreksi tiba-tiba karena volume rendah dan tingginya volatilitas menjadikan manajemen risiko yang cermat sangat penting.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.
Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes, telah memberikan wawasan menarik tentang masa depan harga Bitcoin dan hubungannya dengan kebijakan suku bunga Federal Reserve AS.
Menurut Hayes, ada korelasi erat antara kebijakan suku bunga The Fed dan nilai Bitcoin. Dia berpendapat bahwa jika Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga, maka Bitcoin bisa saja mencapai angka spektakuler US$ 70.000 atau sekitar Rp 1 miliar dalam waktu singkat.
Pada awalnya, Hayes meramalkan bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga rendah setelah krisis perbankan pada bulan Maret, yang akan memungkinkan Bitcoin melambung tinggi. Namun, Fed sebaliknya telah meningkatkan suku bunga sebanyak tiga kali sejak saat itu, dengan fokus pada mengendalikan inflasi.
Hentikan Kenaikan Suku Bunga
Hayes mengakui bahwa banyak ekonom telah berusaha memprediksi kapan Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga setelah mengawali prosesnya. Namun, The Fed telah mengambil langkah yang tidak terduga dengan terus menaikkan suku bunga setelah krisis perbankan pada bulan Maret.
Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes prediksi harga Bitcoin. Sumber: Medium.
Hayes menjelaskan, “Sebelumnya, banyak dari kita berpikir bahwa satu-satunya pilihan The Fed adalah menurunkan suku bunga untuk memulihkan sistem perbankan AS dan memungkinkan Bitcoin mencapai US$ 70.000. Namun, The Fed telah meningkatkan suku bunga tiga kali sejak Maret.”
Menurut Hayes, alasan mengapa Bitcoin belum mencapai US$ 70.000 setelah bulan Maret adalah karena perhatian publik lebih tertuju pada langkah-langkah Fed dalam menaikkan suku bunga daripada pada masalah penurunan inflasi.
Harga Bitcoin Menarik
Dia menjelaskan bahwa Bitcoin memiliki hubungan positif dengan kebijakan FED dan faktor makro ekonomi lainnya. Saat ini, suku bunga riil (yang merupakan hasil Treasury AS 2 Tahun dikurangi pertumbuhan PDB nominal) mengindikasikan sinyal positif akan datangnya kenaikan Bitcoin.
Terakhir, Arthur Hayes menyimpulkan bahwa Bitcoin merupakan alternatif yang sangat menarik bagi masyarakat karena menyediakan opsi yang lebih baik dibandingkan sistem perbankan dan investasi tradisional.
Dengan pasokan terbatas sebesar 21 juta dan jaringan pembayaran yang cepat, Bitcoin menjadi pilihan yang logis bagi individu yang ingin berinvestasi di masa depan.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.
Bursa kripto yang bangkrut, FTX, telah menerima izin pengadilan AS pada hari Rabu (13/9) untuk melikuidasi aset kripto yang dimilikinya. Ini adalah sebuah langkah yang menurut perusahaan akan memungkinkannya membayar pelanggan dalam dolar AS dan meminimalkan risiko terkait volatilitas harga di pasar kripto.
Hakim John Dorsey menyetujui proposal FTX pada sidang pengadilan di Wilmington, Delaware, mengizinkan FTX untuk menjual aset kripto hingga US$ 100 juta per minggu dan mengadakan perjanjian lindung nilai dan staking yang akan memungkinkan FTX meminimalkan risiko volatilitas harga, serta mendapatkan keuntungan pasif pendapatan dari aset kripto yang lebih umum seperti Bitcoin dan Rter.
Permintaan FTX didukung oleh komite resmi yang ditunjuk untuk mewakili pelanggannya dalam kebangkrutan, dan oleh komite ad hoc yang mewakili pelanggan non-AS yang memiliki simpanan di bursa internasional FTX.com.
Dampak ke Pasar Kripto
Selama sidang, Dorsey mengesampingkan kekhawatiran yang diajukan oleh dua pelanggan FTX yang mengatakan penjualan FTX dapat menyebabkan jatuhnya harga kripto dan bahwa FTX mungkin tidak memiliki semua kripto yang disimpan di akunnya.
FTX mengatakan dalam pengajuan pengadilan bahwa mereka sangat menyadari risiko bahwa upayanya untuk melikuidasi koin dapat menggerakkan pasar kripto. Dikatakan bahwa pihaknya telah mempekerjakan perusahaan kripto AS, Galaxy sebagai penasihat investasi untuk mengelola risiko bahwa “kebocoran informasi” akan menyebabkan aktivitas short-selling dan penurunan tajam harga kripto.
Dorsey mengizinkan FTX untuk meningkatkan kecepatan likuidasi hingga US$ 200 juta per minggu, jika kedua komite kreditur setuju.
FTX mengatakan dalam pengajuan pengadilan hari Senin (11/9) bahwa mereka memiliki US$ 3,4 miliar dalam kripto, termasuk US$ 1,16 miliar dalam Solana, US$ 560 juta dalam Bitcoin, dan US$ 192 juta dalam Ethereum.
FTX mengajukan kebangkrutan pada November 2022 setelah adanya klaim bahwa mereka menyalahgunakan dan kehilangan simpanan kripto pelanggan senilai miliaran dolar. FTX telah memulihkan lebih dari US$ 7 miliar aset untuk membayar kembali pelanggan.
Sebelum keputusan ini resmi keluar, investor kripto memulai minggu ini dengan gelisah tentang kehancuran pasar yang akan segera terjadi karena FTX melepaskan kepemilikan kripto senilai US$ 3,4 miliar. Tapi para analis mengatakan kekhawatiran tersebut kemungkinan besar berlebihan.
Dilaporkan CoinDesk, Kepala Riset FalconX, David Lawant menunjukkan bahwa simpanan kripto FTX adalah investasi ventura dengan penguncian yang mencegah penjualan aset, dan juga akan ada batasan pada penjualan aset, sehingga mengurangi dampak pasar. “Kemungkinan besar reaksi terhadap potensi penjualan FTX dilebih-lebihkan dan pasar menjadi tenang sejak saat itu,” ujar Lawant.
Jeff Dorman, kepala investasi di perusahaan investasi aset digital Arca, mengatakan bahwa pelaku pasar pada awalnya bereaksi berlebihan terhadap potensi dampak penjualan. “Cara pembuat pasar dan pedagang kripto menjalankan pasokan FTX menunjukkan kesalahpahaman total tentang cara kerja proses penjualan sindikasi,” kata Dorman.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.
Harga Bitcoin (BTC) terpantau naik pada Kamis (14/9) pagi dan diperdagangkan di atas US$ 26.000 atau sekitar Rp 400 juta mengikuti rilisnya data inflasi AS terbaru bulan Agustus 2023. Aset kripto terbesar di dunia ini memperoleh kembali level dukungan US$ 26.000 pada Rabu (13/9) sore dan menyentuh level tertinggi harian di atas US$ 26.370 pada Kamis pagi dini hari.
Meskipun berhasil merebut kembali batas utama US$ 26.000, momentum Bitcoin tampaknya telah melemah pada hari Selasa (12/9), namun “masih cukup kuat untuk mempertahankan sebagian besar dari apa yang diperoleh kembali setelah pemantulan,” Keith Alan, Co-founder Material Indicators dikutip Forkast News.
Bitcoin masih menghadapi berbagai resistensi teknis, termasuk “death cross” antara rata-rata pergerakan sederhana 50 hari dan 200 hari – yang saat ini berada di US$ 27.444 dan US$ 27.670. Serta rata-rata pergerakan 100 hari pada US$ 28.292 yang menguraikan batas atas kisaran, menurut Alan.
Sementara, Ethereum (ETH) juga naik untuk mendapatkan kembali level US$ 1.600 atau sekitar Rp 24 juta, tetapi masih diperdagangkan 1,64% lebih rendah dalam tujuh hari terakhir. Kripto teratas kedua mencapai level tertinggi 24 jam di US$ 1.619.11 pada Selasa malam.
Semua 10 token kripto non-stablecoin teratas lainnya naik, dengan Solana (SOL) menjadi ujung tombak para pemenang dengan kenaikan 24 jam lebih dari 2%.
Data Inflasi AS
Reli ‘tipis’ pasar kripto tersebut mengikuti rilis indeks harga konsumen (CPI) AS pada hari Rabu (13/9), yang menunjukkan percepatan tingkat inflasi tahunan pada bulan Agustus, sementara CPI inti yang tidak termasuk harga pangan dan energi menunjukkan perlambatan. Saham berjangka AS diperdagangkan lebih tinggi, setelah Wall Street ditutup bervariasi pada hari Rabu.
(CPI) bulan Agustus naik 0,6%, sejalan dengan ekspektasi ekonom sebesar 0,6% dan naik dari 0,2% di bulan Juli. Pada basis tahun-ke-tahun, inflasi CPI naik menjadi 3,7% dibandingkan perkiraan sebesar 3,6% dan dari 3,2% pada bulan sebelumnya.
CPI inti – yang tidak termasuk biaya pangan dan energi – naik 0,3% dibandingkan ekspektasi ekonom sebesar 0,2% dan dibandingkan 0,2% pada bulan sebelumnya. Pada basis tahun-ke-tahun, CPI inti turun menjadi 4,3%, sejalan dengan perkiraan ekonom dan turun dari 4,7% pada bulan Juli.
The Fed menggunakan CPI, Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi, dan data tenaga kerja AS untuk menginformasikan keputusan kebijakan suku bunganya. Bank sentral akan bertemu minggu depan untuk memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga untuk mengembalikan inflasi tahunan menjadi 2%.
Sentimen FTX
Harga Bitcoin dan Ether sempat anjlok pada Kamis pagi waktu setempat di Asia setelah bursa kripto FTX yang bangkrut menerima persetujuan pengadilan untuk menjual aset kripto senilai US$ 3,4 miliar. Penjualannya dibatasi hingga US$ 100 juta per minggu, yang dapat diperpanjang hingga US$ 200 juta.
Kepemilikan kripto FTX saat ini termasuk US$ 1,16 miliar dalam SOL Solana dan US$ 560 juta dalam Bitcoin, menurut pengajuan pengadilan pada hari Senin.
Meskipun ada likuidasi FTX, harga kripto sebagian besar tetap stabil. Semua 10 kripto non-stablecoin teratas lainnya membukukan keuntungan dalam 24 jam terakhir. SOL memimpin kenaikan, yang naik 2,70% menjadi US$ 18,43 tetapi kehilangan 6,70% untuk minggu ini.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.