Analis aset kripto terkenal, Michaël van de Poppe berbicara tentang Bitcoin (BTC) dan berbagi level kritisnya. Poppe yakin tren naik Bitcoin akan datang dalam waktu dekat.
Bitcoin, aset kripto terbesar di dunia, diperdagangkan pada US$ 27.076 pada saat artikel ini ditulis dan sedang bersiap untuk tren kenaikan yang signifikan, menurut analiskripto terkenal Michaël van de Poppe.
Meskipun altcoin menghadapi kemunduran, Bitcoin telah berhasil mempertahankan tingkat dukungan yang signifikan, menurut analis.
Titik Level Kritis Bitcoin
Dikutip Bitcoin Sistemi, Van de Poppe menyarankan bahwa jika Bitcoin naik di atas US$ 28.000, jalan menuju US$ 35.000-US$ 40.000 dapat dibuka. Analis berpendapat bahwa kenaikan mungkin dimulai dalam skenario ini.
#Bitcoin holding crucial level of support, while #Altcoins getting hammered.
If Bitcoin is able to break back above $28,000, the thesis to $35,000-40,000 might become real.
Yields & Dollar showing weakness due to the War. A positive number from CPI can definitely assist.
Menurut analis tersebut, perang yang sedang berlangsung antara Israel dan Palestina telah menyebabkan melemahnya imbal hasil obligasi dan dolar AS. Namun, Van de Poppe berpendapat angka positif dari Indeks Harga Konsumen (CPI) dapat memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan. CPI di AS akan diumumkan pada hari Kamis (12/10) dinihari.
Analis berpendapat bahwa US$ 27.100 dan US$ 27.300 dapat bertindak sebagai titik terendah sebelum kenaikan. Namun, ia menyatakan bahwa jika wilayah ini hilang, level US$ 26.300 dapat ditargetkan.
Van de Poppe memperkirakan kuartal terakhir tahun 2023 akan menjadi kuartal yang meningkat.
Analisis Harga Bitcoin
Harga BTC telah terjebak di antara rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari pada grafik harian, dengan rata-rata pergerakan pertama terletak di sekitar US$ 27.000 dan yang terakhir di dekat level US$ 28.000.
Saat ini sedang menguji ulang level dukungan US$ 27.500, dan terobosan dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut ke rata-rata pergerakan 50 hari dalam jangka pendek. Di sisi lain, rebound bullish dan penembusan di atas rata-rata pergerakan 200 hari akhirnya dapat membuka jalan bagi pasar untuk menargetkan zona resistensi kritis US$ 30.000 sekali lagi.
Melihat jangka waktu 4 jam, level support US$ 27.500 tampaknya berada di ambang penembusan. Indikator RSI juga menunjukkan nilai di bawah 50%, menunjukkan bahwa momentum kini menguntungkan penjual dalam jangka waktu ini.
Jika terjadi penembusan bearish, area US$ 26.000 akan menjadi target pertama, diikuti oleh zona US$ 25.000, yang dapat dianggap sebagai pilihan terakhir pembeli. Oleh karena itu, keadaan BTC saat ini tidak terlihat baik, dan mungkin akan terjadi kehancuran.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Bitcoin dan Model Stock to Flow telah menjadi dua konsep yang menarik perhatian dunia keuangan selama beberapa tahun terakhir. Bitcoin,aset kripto yang pertama kali diperkenalkan oleh individu misterius bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2009, telah menjadi pusat perbincangan di kalangan investor, ahli keuangan, dan bahkan masyarakat umum.
Sementara itu, Model Stock to Flow adalah sebuah teori yang telah muncul sebagai alat penting untuk menganalisis nilai Bitcoin dalam jangka panjang. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kedua konsep ini dan bagaimana keduanya berhubungan dalam menggambarkan masa depan aset kripto paling terkenal di dunia saat ini.
Apa itu Model Stock to Flow?
Secara sederhana, Model Stock to Flow (SF atau S2F) adalah cara untuk mengukur persediaan sumber daya tertentu. Rasio Stock to Flow menghitung jumlah sumber daya yang tersimpan dalam cadangan dibagi dengan jumlah yang diproduksi setiap tahunnya. Model ini umumnya diterapkan pada sumber daya alam.
Sebagai contoh, mari kita pertimbangkan emas. World Gold Council memperkirakan bahwa sekitar 190.000 ton emas telah ditambang hingga saat ini. Jumlah ini dapat dianggap sebagai “stock” (persediaan). Sementara itu, sekitar 2.500 hingga 3.200 ton emas ditambang setiap tahunnya, yang kita sebut sebagai “flow” (arus). Rasio Stock to Flow dapat dihitung dengan membagi jumlah persediaan dengan jumlah arus.
Semakin tinggi rasio Stock to Flow, semakin sedikit pasokan baru yang memasuki pasar setiap tahunnya. Oleh karena itu, aset dengan rasio Stock to Flow yang tinggi cenderung mempertahankan nilai mereka dalam jangka panjang. Di sisi lain, barang konsumsi dan komoditas industri biasanya memiliki rasio Stock to Flow yang rendah karena mereka dikonsumsi dan habis.
Penting untuk dicatat bahwa tingginya rasio Stock to Flow tidak selalu berarti suatu aset akan berharga. Sebagai contoh, emas memiliki rasio Stock to Flow yang tinggi, bukan karena langkanya emas, tetapi karena produksi tahunannya relatif kecil dibandingkan dengan persediaan yang ada.
Berapa Rasio Stock to Flow Emas?
Secara historis, emas telah memiliki rasio Stock to Flow tertinggi dibandingkan dengan logam mulia lainnya. Sebagai ilustrasi, jika kita membagi total persediaan emas (190.000 ton) dengan produksi tahunan (3.200 ton), kita akan mendapatkan rasio Stock to Flow sekitar 59. Artinya, dibutuhkan sekitar 59 tahun untuk menambang jumlah emas yang setara dengan persediaan saat ini.
Namun, perlu diingat bahwa angka-angka ini adalah perkiraan dan bisa berubah seiring waktu. Faktor seperti peningkatan teknologi tambang atau penemuan deposit baru dapat memengaruhi rasio ini.
Sementara emas memiliki rasio Stock to Flow yang tinggi, Bitcoin juga memiliki karakteristik yang menarik dari segi model ini. Model Stock to Flow Bitcoin telah menjadi topik pembicaraan yang semakin mendalam di kalangan komunitas kripto dan analis keuangan.
Bitcoin adalah aset yang diketahui memiliki persediaan yang terbatas, dengan jumlah total yang akan pernah ada adalah 21 juta bitcoin. Dengan keterbatasan ini, banyak yang mempertimbangkan Bitcoin sebagai “digital gold” (emas digital) dengan rasio Stock to Flow yang tinggi, yang mungkin akan memengaruhi nilai jangka panjangnya.
Dalam artikel ini, kita akan menyelidiki lebih lanjut tentang Model Stock to Flow Bitcoin dan bagaimana konsep ini memainkan peran penting dalam memahami nilai aset kripto yang revolusioner ini.
Stock to Flow dan Bitcoin
Memahami konsep Stock to Flow dalam konteks Bitcoin bisa menjadi kunci untuk menangkap esensi aset kripto ini. Model ini menganggap Bitcoin sebagai komoditas yang langka, serupa dengan emas atau perak.
Emas dan perak telah lama diakui sebagai penyimpan nilai atau store of value. Dalam teori ekonomi, keduanya dianggap mampu mempertahankan nilai dalam jangka panjang karena kelangkaannya dan produksi yang terbatas. Lebih lanjut, penambahan pasokan mereka ke pasar sangat sulit dilakukan dalam waktu singkat.
Pendukung konsep Stock to Flow percaya bahwa Bitcoin memiliki karakteristik yang sama. Bitcoin adalah langka, mahal untuk diproduksi, dan memiliki batasan maksimum pasokan sebanyak 21 juta koin. Selain itu, laju penciptaan pasokan Bitcoin diatur oleh protokol, yang membuatnya sangat dapat diprediksi. Konsep “Bitcoin halving” juga dikenal, di mana jumlah pasokan baru yang masuk ke dalam sistem dipangkas menjadi setengahnya setiap 210.000 blok, sekitar setiap empat tahun.
Total Pasokan BTC yang Ditambang (%) dan Subsidi Blok (BTC).
Mereka yang mempercayai model ini berpendapat bahwa kombinasi semua faktor ini menciptakan aset digital yang langka dan sangat cocok untuk mempertahankan nilai dalam jangka panjang. Selain itu, mereka menunjukkan adanya hubungan statistik yang kuat antara Stock to Flow dan nilai pasar Bitcoin. Proyeksi model ini memperkirakan bahwa harga Bitcoin akan terus meningkat seiring berkurangnya rasio Stock to Flow.
Penerapan model Stock to Flow ke dalam Bitcoin sering dikaitkan dengan PlanB, seorang analis terkenal, dan artikelnya yang berjudul “Modeling Bitcoin’s Value with Scarcity.”
Bagaimana dengan Rasio Stock to Flow Bitcoin?
Saat ini, pasokan Bitcoin yang beredar mencapai sekitar 18 juta bitcoin, dengan tambahan pasokan baru sekitar 0,7 juta bitcoin per tahun. Pada saat penulisan, rasio Stock to Flow Bitcoin berada di sekitar angka 25. Namun, setelah halving berikutnya yang terjadi pada Mei 2020, rasio ini diproyeksikan akan meningkat menjadi angka 50-an.
Grafik di bawah ini menunjukkan hubungan historis antara rata-rata pergerakan selama 365 hari dari Stock to Flow Bitcoin dengan harganya. Grafik juga menandai momen-momen Bitcoin halving pada sumbu vertikal.
Kelemahan Model Stock to Flow
Meskipun Model Stock to Flow menawarkan pendekatan menarik dalam mengukur kelangkaan, penting untuk menyadari bahwa model ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhitungkan. Seperti banyak model lainnya, Model Stock to Flow hanya sekuat asumsi yang mendasarinya.
Model ini bergantung pada asumsi bahwa kelangkaan, seperti yang diukur oleh model, akan secara otomatis mendorong nilai suatu aset. Namun, ada penentang Model Stock to Flow yang berpendapat bahwa model ini gagal jika Bitcoin tidak memiliki atribut atau kegunaan lain selain kelangkaan pasokannya.
Kelangkaan emas, produksi yang dapat diprediksi, dan likuiditas global telah menjadikannya sebagai penyimpan nilai yang relatif stabil jika dibandingkan dengan mata uang fiat yang sering mengalami devaluasi.
200 hari Moving Average dari 180 hari Volatilitas Bitcoin. Sumber: Coinmetrics.io.
Model Stock to Flow juga mengasumsikan bahwa volatilitas Bitcoin akan secara bertahap menurun seiring waktu. Namun, fakta sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin telah dikenal dengan fluktuasi harganya yang signifikan. Volatilitas mungkin akan menurun dalam perspektif makro, namun Bitcoin terus diperdagangkan di pasar yang bebas sejak awal, di mana harga dipengaruhi oleh tindakan pengguna, pedagang, dan spekulan.
Kombinasi antara likuiditas yang relatif rendah dan partisipasi aktor pasar ini dapat membuat Bitcoin lebih rentan terhadap lonjakan volatilitas yang tiba-tiba, dan model ini mungkin tidak dapat memprediksi atau menjelaskan fenomena tersebut.
Selain itu, faktor-faktor eksternal, seperti peristiwa tak terduga dalam ekonomi (dikenal sebagai “Black Swan events”), juga dapat mengganggu kinerja model ini. Penting untuk diingat bahwa data historis tidak dapat mengantisipasi atau menjelaskan peristiwa yang tidak dapat diprediksi.
Kesimpulan
Model Stock to Flow memberikan pandangan yang menarik dalam mengukur hubungan antara pasokan dan produksi suatu aset, dan biasanya diterapkan pada logam mulia dan komoditas. Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa konsep ini dapat berlaku untuk Bitcoin, memandangnya sebagai sumber daya digital yang langka. Berdasarkan analisis ini, Bitcoin memiliki potensi sebagai aset penyimpan nilai dalam jangka panjang.
Namun, perlu diingat bahwa setiap model memiliki keterbatasan dan tergantung pada asumsi yang digunakan. Selain itu, Bitcoin masih relatif baru dalam dunia finansial, dan model-model seperti Stock to Flow mungkin memerlukan lebih banyak data historis untuk memastikan keakuratannya. Selama perjalanan Bitcoin berlanjut, akan terus ada perdebatan dan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas dan relevansi Model Stock to Flow dalam mengukur nilai dan kelangkaan aset ini.
Salah satu pendiri BitMEX, Arthur Hayes blak-blakan yakin harga Bitcoin akan melonjak antara US$ 750.000 atau sekitar Rp 11 miliar dan US$ 1.000.000 (Rp 15 miliar) per koin dalam waktu sekitar 3 tahun.
Dilaporkan Crypto Potato, Hayes menjelaskan saat ini dunia keuangan sedang mendekati pasar bullish terbesar dalam sejarah manusia.
Prediksinya, yang jauh lebih bullish dibandingkan prediksi kebanyakan analis, bertumpu pada tesis makroekonomi bahwa semua aset keuangan akan mengalami ledakan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pasar Bitcoin akan Bullish
Dalam sebuah wawancara dengan Impact Theory yang diterbitkan pada hari Selasa (3/10), Hayes mengeklaim bahwa harga Bitcoin akan terus diperdagangkan sideways mendekati US$ 25.000 (Rp hingga US$ 30.000 tahun ini, sebelum naik melampaui level tertinggi sebelumnya di US$ 69.000 pada akhir tahun 2024.
Keuntungan tahun depan akan didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang menjadikan suku bunga riil menjadi negatif, memberikan insentif kepada investor untuk terus mencari imbal hasil di bidang ekonomi yang lebih berisiko, seperti kripto.
Faktor bullish lainnya termasuk momen Bitcoin halving yang akan datang pada bulan April, dan potensi peluncuran lebih banyak ETF Bitcoin spot oleh manajer aset besar – termasuk BlackRock di Amerika Serikat.
Menurut Hayes, saat itulah “kegembiraan sesungguhnya dimulai.”
“Target kenaikan saya adalah level US$ 750.000 hingga US$ 1.000.000, dalam jangka waktu 2026,” kata analis tersebut. “Saya yakin ini akan menjadi pasar bullish terbesar dalam aset keuangan yang pernah kita lihat dalam sejarah manusia.”
“Prediksinya tidak hanya berlaku untuk Bitcoin: Nasdaq, S&P500, indeks saham lainnya, dan berbagai bentuk properti juga akan melambung tinggi. “Kita akan menghadapi banyak harga yang konyol di luar sana, dan tidak hanya di kripto,” katanya.
Booming Investasi AI
Hayes juga memperkirakan bahwa pemerintah akan mencetak lebih banyak uang daripada yang pernah mereka lakukan dalam sejarah umat manusia untuk melakukan pengendalian kurva imbal hasil sehingga pasar obligasi global tidak runtuh. Pencetakan uang ini akan dikombinasikan dengan gelombang hype terbaru seputar kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan “boom mania teknologi terbesar yang pernah kita lihat.”
Sebagai pendukung AI dan kripto, Hayes sebelumnya telah menulis esai yang menyatakan bahwa AI akan memilih BTC sebagai mata uang aslinya, karena kebutuhannya akan uang terdesentralisasi untuk melakukan operasi sehari-hari.
Hayes berencana untuk mengerahkan lebih banyak modal ke kedua sektor tersebut setelah Federal Reserve mengambil kebijakan suku bunga yang lebih rendah.
“Saya tidak mencoba menentukan kapan hal itu akan terjadi,” katanya. “Mereka akan sangat jelas mengenai apa yang mereka lakukan, dan pertanyaannya adalah apakah Anda memercayai mereka atau tidak.”
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Bitcoin telah menunjukkan kekuatan yang mengesankan pada awal bulan Oktober, yang dikenal dengan sebutan “Uptober” atau bulan kebangkitan dalam dunia kripto. Harganya melonjak hingga mencapai US$ 28.500, mendorong harapan akan adopsi yang lebih luas setelah perdagangan kontrak berjangka EthereumExchange Traded Fund (ETF) dimulai baru-baru ini.
Namun, dalam 24 jam terakhir, BTC mengalami penurunan sebesar 2.5% dan kembali ke level US$ 27.550. Penurunan ini juga terlihat pada sebagian besar altcoin, seperti Ethereum (ETH) yang turun 4,1%, Binance Coin (BNB) yang merosot 2%, Dogecoin (DOGE) yang turun 2,7%, dan Cardano (ADA) yang mengalami penurunan sebesar 2,2%.
Mengomentari penurunan ini, Cici Lu McCalman, pendiri konsultan Blockchain Venn Link Partners, menjelaskan, “Situasi makroekonomi yang masih menekankan pada kenaikan suku bunga memengaruhi pertumbuhan Bitcoin secara singkat. Kenaikan suku bunga obligasi Treasury AS menimbulkan tekanan pada Bitcoin, dan Federal Reserve (FED) memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengendalikan inflasi.”
“Ekspektasi akan peningkatan suku bunga semakin menguat. Kondisi keuangan yang lebih ketat menjadi penghalang negatif bagi saham dan mata uang kripto,” jelas McCalman.
Gejolak Bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Kemudian, Lucas Kiely, kepala investasi Yield App, juga memberikan pandangannya kepada Coindesk, mengatakan, “Secara historis, Oktober telah menjadi bulan yang menguntungkan bagi pasar mata uang kripto. Bitcoin hanya mengalami kerugian pada bulan Oktober sebanyak dua kali sejak tahun 2013, dan kita berharap tren positif ini akan berlanjut tahun ini.
“Meskipun demikian, kita perlu tetap hati-hati terhadap pergerakan harga saat ini. Kita harus mengingat bahwa reli besar biasanya memerlukan dorongan eksternal yang kuat untuk terjadi, dan saat ini kita masih menanti katalis yang mungkin akan memicu pergerakan signifikan.”
Akhirnya, analis dari Bitfinex juga mengevaluasi potensi kenaikan Bitcoin. Menurut mereka, investor jangka panjang terus menambah kepemilikan mereka, yang meningkatkan permintaan secara keseluruhan.
Mereka juga menunjukkan bahwa “BTC di tangan pemegang jangka panjang terus mencapai puncak baru sementara pemegang jangka pendek melakukan penjualan. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan volatilitas dalam pasar mata uang kripto dalam waktu dekat.”
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Honda, perusahaan raksasa otomotif Jepang, telah bermitra dengan sistem pembayaran blockchain, FCF Pay untuk memungkinkan pelanggan membeli produk dalam kripto, bukan mata uang fiat tradisional.
Dilaporkan Crypto Potato, beberapa kripto yang diterima adalah dua aset terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), serta Ripple (XRP), Shiba Inu (SHIB), Binance Coin (BNB), Polkadot (DOT), dan banyak lagi.
Perlu disebutkan bahwa penawaran Honda juga mencakup beberapa memecoin eksotis seperti Pepe Coin (PEPE), Floki Inu (FLOKI), Bone ShibaSwap (BONE), Doge Killer (LEASH), dan lainnya.
Adopsi Kripto
Sistem pembayaran terkemuka, FCF Pay, telah mengadopsi aset kripto utama termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Ripple, serta koin meme seperti Shiba Inu, Dogecoin, dan PepeCoin. Kolaborasi yang dilakukan Honda tidak hanya untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, tetapi juga memaksa Jepang menjadi yang terdepan dalam industri Web3.
Kemitraan antara Honda dan FCF Pay, serta kolaborasi penting lainnya, mewakili langkah signifikan menuju adopsi mata uang kripto dan integrasi blockchain.
Sebelumnya, kolaborasi Honda dengan Animoca Brands menunjukkan visi yang luas. Hal ini mengisyaratkan bahwa Honda bertujuan untuk memadukan teknologi, hiburan, dan produk mereka menjadi sebuah pengalaman yang kohesif. Masa depan mungkin melihat pembeli mobil tidak hanya membeli kendaraan, namun melangkah ke dunia imbalan dan keterlibatan kripto.
Bisa di Indonesia?
Pada tahap pertama ini, pembayaran FCF hanya tersedia untuk warga negara Amerika Serikat, namun akan diperluas ke negara lain di masa depan. Di Indonesia sendiri, kripto tidak diperbolehkan menjadi alat pembayaran yang sah.
Skema pembayaran sesuai dengan FCF Pay, pelanggan di AS dapat mengharapkan biaya sebesar US$ 3 + 2% dalam aset kripto saat melakukan pembayaran. Selain itu, pelanggan dapat membayar sewa dan menyewa mobil atau sepeda motor Honda menggunakan kripto.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Analisis pola segitiga dapat membantu trader dan investor dalam mengidentifikasi titik masuk dan keluar potensial dalam trading Bitcoin. Biasanya, breakout harga dari pola segitiga adalah sinyal penting yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan trading.
Dalam dunia yang dinamis dan serba cepat dari investasi dalam cryptocurrency, para trader dan investor selalu mencari cara untuk mendapatkan keunggulan. Salah satu alat yang paling berguna dalam analisis teknikal adalah pola segitiga.
Pola segitiga adalah fenomena umum dalam grafik harga Bitcoin yang dapat memberikan petunjuk berharga tentang kemungkinan pergerakan harga di masa depan.
Dalam artikel ini, kita akan memahami apa itu pola segitiga dalam grafik Bitcoin, mengidentifikasi jenis-jenisnya, dan belajar bagaimana memanfaatkannya untuk mengambil keputusan trading yang lebih bijak.
Apakah Anda seorang trader berpengalaman atau baru memasuki dunia cryptocurrency? pemahaman yang kuat tentang pola segitiga adalah kunci untuk sukses dalam mengelola risiko dan mencapai tujuan investasi Anda.
Apa itu Pola Segitiga dalam Grafik Bitcoin?
Pola segitiga dalam grafik Bitcoin adalah salah satu pola harga yang sering muncul dalam analisis teknikal. Pola ini ditemukan dalam grafik harga aset, seperti grafik candlestick, dan terdiri dari dua garis tren yang bergerak menuju satu sama lain, membentuk bentuk segitiga.
Pola segitiga dapat memberikan petunjuk tentang kemungkinan pergerakan harga di masa depan. Ada tiga jenis pola segitiga utama yang sering ditemui dalam grafik Bitcoin:
Segitiga Simetris
Dalam pola ini, garis tren atas dan bawah bergerak menuju satu sama lain dengan sudut yang hampir sama. Hal ini mencerminkan konsolidasi pasar saat trader menunggu breakout harga yang signifikan. Pola ini bisa mengindikasikan ketidakpastian pasar.
Segitiga Naik (Ascending Triangle)
Pola ini memiliki garis tren bawah yang cenderung mendatar, sementara garis tren atas cenderung naik. Ini bisa menunjukkan bahwa permintaan semakin kuat daripada penawaran, dan harga mungkin bergerak naik setelah breakout.
Segitiga Turun (Descending Triangle)
Dalam pola ini, garis tren atas cenderung mendatar, sementara garis tren bawah cenderung turun. Ini bisa menunjukkan bahwa penawaran semakin kuat daripada permintaan, dan harga mungkin bergerak turun setelah breakout.
Langkah-langkah Trading Menggunakan Pola Segitiga
Pemahaman Pola Segitiga
Langkah pertama adalah memahami jenis pola segitiga yang muncul dalam grafik Bitcoin. Apakah itu segitiga simetris, segitiga naik, atau segitiga turun? Pemahaman yang baik tentang pola ini adalah kunci untuk menggunakannya secara efektif.
Identifikasi Pola
Perhatikan grafik harga Bitcoin dengan cermat untuk mengidentifikasi pola segitiga yang mungkin muncul. Ini melibatkan penggambaran garis tren atas dan bawah dari pola tersebut.
Konfirmasi Breakout
Tunggu hingga harga Bitcoin benar-benar melakukan breakout dari pola segitiga. Breakout adalah saat harga melewati salah satu dari dua garis tren (atas atau bawah) dengan cukup kuat. Sebagian trader menunggu konfirmasi breakout, yaitu penutupan harga di luar pola selama beberapa candlestick.
Tentukan Arah Pergerakan Harga
Setelah breakout, tentukan apakah harga Bitcoin akan bergerak naik atau turun. Pada segitiga naik, breakout ke atas bisa mengindikasikan potensi kenaikan harga, sementara breakout ke bawah dalam segitiga turun bisa mengindikasikan potensi penurunan harga.
Tetapkan Level Stop Loss dan Take Profit
Manajemen risiko sangat penting dalam trading. Tentukan level stop loss (batasan kerugian yang dapat diterima) dan take profit (tingkat keuntungan yang ingin dicapai) sesuai dengan toleransi risiko dan target trading Anda.
Pengelolaan Modal
Pastikan Anda hanya menginvestasikan sejumlah modal yang dapat Anda tanggung kehilangannya. Jangan melebihi batasan ini dalam trading.
Monitor dan Evaluasi
Setelah masuk ke dalam posisi trading, terus pantau pergerakan harga Bitcoin. Reevaluasi posisi Anda jika ada perkembangan yang signifikan. Juga, perhatikan faktor-faktor berita atau peristiwa yang dapat memengaruhi pasar kripto.
Catatan dan Pembelajaran
Setelah trading selesai, catat hasilnya dan pelajari dari setiap perdagangan, baik itu menguntungkan atau merugikan. Ini akan membantu Anda terus memperbaiki strategi Anda seiring waktu.
Gunakan Alat dan Indikator Tambahan
Selain pola segitiga, Anda juga dapat menggunakan alat dan indikator lain seperti moving averages, RSI, dan MACD untuk mendukung analisis Anda.
Tentu, berikut adalah beberapa tips dan sumber daya tambahan yang dapat membantu Anda dalam menafsirkan pola segitiga dengan lebih baik:
Tips dan Sumber Daya Tambahan
Buku dan Materi Edukasi
Buku-buku tentang analisis teknikal dan pola harga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pola segitiga dan strategi trading. Ada banyak sumber daya edukasi online juga yang dapat membantu Anda memahami konsep ini.
Software Charting
Gunakan perangkat lunak charting seperti TradingView atau MetaTrader yang dilengkapi dengan alat untuk menggambar dan mengidentifikasi pola segitiga secara lebih mudah. Ini juga sering dilengkapi dengan indikator teknikal yang berguna.
Forum dan Komunitas
Bergabunglah dengan komunitas trader kripto atau forum diskusi online yang fokus pada analisis teknikal. Diskusi dengan trader lain dapat membantu Anda memperoleh wawasan tambahan dan mendapatkan perspektif yang berbeda.
Pelatihan dan Seminar Online
Banyak pelatihan dan seminar online yang tersedia di internet, yang diajarkan oleh trader berpengalaman. Ini dapat memberikan panduan praktis dan studi kasus langsung tentang penggunaan pola segitiga dalam trading.
Analisis Fundamental
Kombinasikan analisis teknikal dengan analisis fundamental untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang aset kripto yang Anda perdagangkan. Peristiwa dan berita yang memengaruhi pasar dapat menjadi faktor penting.
Menggunakan Multiple Timeframes
Selain memeriksa grafik jangka waktu yang Anda perdagangkan, lihat juga time frame yang lebih besar dan lebih kecil. Ini dapat membantu mengkonfirmasi pola segitiga dan memberikan konteks yang lebih luas.
Pantau Volume Perdagangan
Volume perdagangan yang tinggi selama breakout pola segitiga bisa menjadi tanda kuatnya pergerakan harga. Selalu perhatikan volume saat mengkonfirmasi breakout.
Perhatikan Sentimen Pasar
Analisis sentimen pasar melalui media sosial, forum, dan berita dapat memberikan wawasan tentang ekspektasi pasar yang mungkin mempengaruhi pergerakan harga.
Praktekkan Dengan Akun Demo
Sebelum menggunakan uang sungguhan, gunakan akun demo untuk berlatih menerapkan analisis pola segitiga dalam kondisi pasar yang simulatif. Ini dapat membantu Anda memperoleh kepercayaan diri sebelum trading secara nyata.
Manajemen Risiko yang Ketat
Terapkan manajemen risiko yang ketat dengan menentukan stop loss dan take profit dengan bijak. Jangan tergoda untuk mengabaikan aturan manajemen risiko dalam kegembiraan trading.
Pastikan kamu hanya terlibat dalam investasi dan perdagangan kripto di platform yang memiliki reputasi baik, seperti Tokocrypto. Dengan beragam fitur yang handal dan ekosistem yang luas, aktivitas perdagangan kripto menjadi lebih simpel dan aman.
Setelah awal yang kuat di bulan Oktober dan melewati US$ 28,000, harga Bitcoin (BTC) telah memasuki retracement besar dengan penurunan sebesar 1,87% dan diperdagangkan sekitar US$ 27.576 pada waktu berita ini dimuat. Penurunan harga baru-baru ini terjadi karena lonjakan imbal hasil obligasi telah mengurangi permintaan akan investasi berisiko.
Pada hari Senin (2/10), Bitcoin melampaui angka US$ 28.500, didorong oleh meningkatnya optimisme mengenai adopsi kripto yang lebih luas setelah peluncuran dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) AS berdasarkan kontrak berjangka Ethereum. Namun, produk-produk ini tidak menghasilkan antusiasme sebesar produk-produk Bitcoin yang diperkenalkan pada tahun 2021.
Berbicara tentang perkembangannya, Cici Lu McCalman, pendiri penasihat blockchain Venn Link Partners berkata :
“Peningkatan harga hanya berlangsung singkat karena kondisi makro masih hawkish terhadap suku bunga. Kenaikan imbal hasil Treasury AS membebani Bitcoin.”
Imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10-tahun mendekati tingkat yang belum pernah terjadi sejak tahun 2007, mencerminkan meningkatnya antisipasi terhadap kenaikan suku bunga jangka panjang oleh Federal Reserve (The Fed) untuk memerangi inflasi. Kondisi keuangan yang lebih ketat ini menimbulkan tantangan bagi aset seperti saham dan kripto.
Menurut Presiden The Fed Cleveland, Loretta Mester, ada kemungkinan menaikkan suku bunga Fed sekali lagi pada tahun ini. Dia menekankan bahwa keputusan kebijakan akan dipengaruhi oleh kemajuan aktual menuju tujuan mandat ganda The Fed.
Hal tersebut termasuk mengevaluasi apakah kemajuan substansial dalam inflasi di AS yang diamati selama tiga bulan terakhir terus berlanjut dan apakah kondisi pasar tenaga kerja, meskipun moderat, tetap kuat.
Ada Nasib Baik Buat Bitcoin Kali Ini?
Secara historis, kuartal keempat merupakan periode yang baik bagi Bitcoin (BTC) dan pasar kripto yang lebih luas untuk jangka waktu yang lama. Bitcoin telah mengalami lonjakan nilai sebesar 67% pada tahun ini, menandai pemulihan sebagian dari penurunan signifikan pada tahun 2022. Namun, nilai tersebut masih jauh dari nilai tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 69.000 yang dicapai selama pandemi.
Analis merasa nyaman dengan tren musiman historis Bitcoin, dengan Oktober secara historis menjadi bulan yang kuat untuk mata uang kripto. Selama dekade terakhir, Bitcoin rata-rata mengalami peningkatan sebesar 24% di bulan Oktober, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin dan XRP. Sumber: FX Empire.
Menurut Kaiko, dominasi Bitcoin dalam lanskap perdagangan kripto AS semakin meningkat, menyumbang 71% volume perdagangan di bursa Amerika pada bulan September. Angka ini melampaui angka 66% yang tercatat selama turbulensi perbankan di bulan Maret.
Salah satu kemungkinan alasan pergeseran ini adalah pedagang institusional berpotensi beralih ke Bitcoin karena meningkatnya imbal hasil riil dan memburuknya sentimen risiko global, seperti yang dikemukakan oleh Kaiko.
Pada hari Senin, Bitcoin memberikan terobosan kuat di atas US$ 28.000 meningkatkan harapan untuk reli berikutnya ke US$ 31.000 . Namun, penurunan hari Selasa (3/10) ini di bawah US$ 27.900 menunjukkan bahwa kenaikan tidak sepenuhnya terkendali.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Sepanjang bulan September, pergerakan harga Bitcoin sebagian besar terbatas pada kisaran perdagangan yang sempit, menunjukkan periode konsolidasi. Namun, lonjakan pasar baru-baru ini bisa memperkuat prediksi harga BTC menuju US$ 30.000 atau sekitar Rp 465 juta.
Bitcoin tampaknya membaik pada Oktober, bulan yang terkenal karena menggambarkan pembalikan bullish yang kuat. Sejak tahun 2013, kripto utama ini telah menyelesaikan bulan Oktober dengan kenaikan delapan dari 10 kali lipat, sehingga memicu prospek untuk bulan yang positif.
Miles Deutscher, yang men-tweet grafik kinerja bulanan rata-rata Bitcoin, menyatakan bahwa secara historis, Oktober dan November adalah bulan-bulan dengan kinerja tertinggi untuk Bitcoin.
Komunitas kripto kini mulai bangkit dengan ekspektasi akan adanya bulan Oktober yang bullish, yang dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai “uptober”.
Positif untuk Bitcoin
Performa rata-rata bulanan Bitcoin (BTC). Sumber: Miles Deutscher.
Michael van de Poppe, seorang analis kripto, bersikap bullish pada bulan Oktober serta kuartal yang solid yang mungkin didorong oleh persetujuan ETF dan lonjakan pra-halving, memperkirakan bahwa Bitcoin dapat mencapai US$ 30.000.
Bitcoin baru saja mencatatkan bulan September hijau pertamanya sejak tahun 2016. Bulan September yang lalu ini menandai bulan September terkuat yang pernah dialami Bitcoin dalam tujuh tahun terakhir.
Dikutip U Today, Ran Neurer , seorang trader kripto, menyoroti pentingnya penutupan positif bulan September untuk Bitcoin. “Terakhir kali Bitcoin berakhir pada bulan September di tahun sebelum separuhnya, kami kembali mengalami reli sebesar 70% pada kuartal terakhir tahun ini—yaitu pada tahun 2015,” katanya.
Prediksi Bitcoin
Selama enam minggu terakhir, harga Bitcoin telah menghadapi resistensi dari garis tren overhead ini pada tiga kesempatan terpisah, yang menggambarkan bahwa para pedagang telah memanfaatkan lonjakan bullish untuk menjual. Perdagangan hari ini tidak berbeda; meskipun terjadi kenaikan intraday sebesar 0,7%, harga menghadapi peningkatan tekanan jual di sekitar US$ 27.200.
Hal ini menghasilkan kandil yang panjang dan melengkung, mengisyaratkan kemungkinan terjadinya pembalikan bearish dalam waktu dekat. Jika harga turun di bawah level terendah US$ 26.671 yang ditetapkan pada 29 September, penurunan lebih lanjut menuju level US$ 25.000 akan semakin mungkin terjadi.
Namun, sentimen bullish yang ada menunjukkan potensi hasil lain. Jika candle harian berhasil ditutup di atas level resistensi utama ini, kita dapat melihat harga pulih dengan cepat sebesar 4% untuk mencapai level resistensi berikutnya di US$ 28.200, selaras dengan garis tren menurun dari harga tertinggi sebelumnya.
Penembusan pasti di atas titik ini dapat berfungsi sebagai indikator kuat dari pemulihan yang lebih tahan lama, berpotensi mendorong harga BTC melewati tonggak psikologis signifikan sebesar US$ 30.000 atau sekitar Rp 465 juta.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Pasar kripto memberikan kejutan bagi para trader dan investor dengan harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) yang tiba-tiba melonjak di awal bulan Oktober 2023. Harga Bitcoin dan Ethereum tiba-tiba melonjak hampir 4% hanya dalam waktu 15 menit, memicu prediksi optimis untuk sisa bulan Oktober yang akan datang.
Lonjakan mendadak ini membuat Bitcoin mencapai level US$ 28.000, tetapi kemudian mengalami penolakan (rejection) dan saat ini, pada hari Senin (2/10) pagi, berada di kisaran angka US$ 27.900. Sementara itu, harga Ethereum naik sebanyak 4,7% dalam lonjakan singkat, melampaui angka US$ 1.750.
Pergerakan yang tiba-tiba ini membingungkan sebagian besar pelaku pasar, namun banyak yang menyambut optimis momen ini sebagai langkah yang sejalan dengan apa yang dikenal sebagai “Uptober” dalam dunia kripto. “Uptober” adalah istilah yang merujuk pada bulan Oktober yang biasanya menjadi momen bullishbagi harga Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.
Bitcoin Uptober
Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, perlu ditekankan bahwa sejak tahun 2013, Bitcoin telah mengalami kenaikan delapan kali lipat dari sepuluh bulan Oktober sebelumnya, memberikan prospek yang positif. Data kinerja bulanan rata-rata Bitcoin menunjukkan bahwa secara historis, Oktober dan November adalah bulan-bulan dengan kinerja tertinggi bagi Bitcoin.
“Berdasarkan analisis, terdapat beberapa faktor yang mendorong lonjakan Bitcoin dan pasar kripto pada awal Oktober ini. Salah satu pendorongnya adalah meningkatnya ekspektasi dari pelaku pasar, terutama setelah Bitcoin ditutup dengan kenaikan harga untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir pada bulan September,” kata Fyqieh.
Data Santiment tentang pergerakan whale Bitcoin. Sumber: Santiment
Data dari Santiment pada hari Minggu (1/10) mengindikasikan bahwa “whale” Bitcoin, yaitu individu yang memiliki 10 hingga 10.000 BTC, telah mengakumulasi jumlah tertinggi sepanjang tahun 2023, mencapai 13,03 juta BTC. Santiment memperkirakan reli Bitcoin akan berlanjut di bulan Oktober berdasarkan akumulasi ini di dompet BTC dan USDT utama.
Selain itu, sentimen bullish yang mendominasi bulan Oktober, bersama dengan prospek kuat untuk kuartal IV 2023, dapat dipicu oleh persetujuan ETF Ethereum futures dan potensi produk ETF Bitcoin spot disetujui oleh SEC. Namun, sebagian besar analis memperkirakan persetejuan ETF BTC spot paling mungkin akan terjadi pada Januari 2024.
“Isu mengenai lonjakan harga pra–halving atau enam bulan sebelum halving juga turut mendorong optimisme ini, dengan banyak pelaku pasar mulai menginvestasikan secara bertahap pada Bitcoin. Data dari Santiment menunjukkan bahwa sejumlah besar “whale” telah mengumpulkan Bitcoin dan Tether dalam enam minggu terakhir,” jelas Fyqieh.
Lebih lanjut Fyqieh menjelaskan, faktor lain yang berpengaruh adalah ketiadaan penutupan (Shutdown) pemerintahan di AS dan kenaikan indeks utama Wall Street dalam pekan sebelumnya, berhubungan dengan penghentian kenaikan imbal hasil Treasury menjelang laporan inflasi utama yang akan dirilis pada 12 Oktober mendatang.
“Kenaikan pasar kripto juga telah mempengaruhi sentimen pelaku pasar, yang terlihat dari Bitcoin Fear & Greed Index yang naik dari 48 menjadi 50 poin dalam kategori Netral. Hal ini menunjukkan bahwa investor dan trader mulai merasa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan di pasar kripto,” tutur Fyqieh.
Perlu diperhatikan oleh pelaku pasar minggu ini adalah pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dijadwalkan pada hari Senin (2/10), yang biasanya akan mempengaruhi pergerakan pasar kripto. Selain itu, data laporan pekerjaan AS (US jobs report) juga perlu diperhatikan karena dapat memberikan indikasi mengenai data inflasi AS yang akan dirilis minggu depan.
Analisis Harga Bitcoin (BTC) Potensi Naik dan Sideways
Selama bulan September, pergerakan harga Bitcoin sebagian besar terbatas pada kisaran perdagangan yang sempit, menunjukkan adanya periode konsolidasi. Selama periode ini, garis tren menurun terus berlanjut. Namun, baru-baru ini, terjadi lonjakan pasar yang telah mendorong harga BTC untuk mencoba menembus penghalang overhead ini, memicu harapan akan dimulainya fase bullish baru.
Apabila candle harian berhasil ditutup di atas level resistensi utama ini, kita dapat mengharapkan pemulihan harga sekitar 4% dengan mencapai level resistensi berikutnya di US$ 28.200. Hal ini juga sejalan dengan garis tren menurun dari harga tertinggi sebelumnya.
Penembusan pasti di atas titik ini dapat berfungsi sebagai indikator yang kuat terhadap pemulihan yang lebih berkelanjutan, dan memiliki potensi untuk mendorong harga BTC melampaui tonggak psikologis yang signifikan, yakni US$ 30.000.
Namun, perlu diperhatikan bahwa rata-rata pergerakan 200 hari dan resistensi yang kuat di US$ 28K memiliki pengaruh yang signifikan. Oleh karena itu, kemungkinan penolakan harga untuk kembali ke level US$ 25K juga tetap ada.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Harga Bitcoin dan Ethereum bergerak positif menjelang penutupan bulan September 2023. Bahkan, harga BTC berhasil menembus di atas level US$ 27.000 atau sekitar Rp 418 juta.
BTC sebelumnya naik menjadi US$ 27.300 pada Kamis (28/9) dan sedikit turun ke level US$ 26.951 pada Jumat (29/9), namun masih terpantau melonjak selama 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) juga sempat mengungguli Bitcoin, naik 4,8% menjadi US$ 1.660, namun ketika artikel ini dipublikasi sedikit turun di level US$ 1.651.
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan pasar kripto dan harga Bitcoin yang menunjukkan tanda-tanda kenaikan pada jangka waktu pendek adalah hasil dari faktor-faktor yang kompleks, termasuk narasi tertentu yang berkaitan dengan perubahan dalam tekanan ekonomi makro serta banyak momentum positif di dalam ranah kripto.
“Dalam konteks ini, perlu diperhatikan bahwa pergerakan Bitcoin dan Ethereum saat ini harus diawasi dengan ketat untuk menjaga stabilitasnya di sekitar level resistensi kritis, yang akan menentukan arah tren dalam beberapa hari mendatang,” kata Fyqieh.
Pertama-tama, dari perspektif ekonomi makro, terlihat bahwa perkembangan positif di pasar kripto berlangsung seiring dengan sedikitnya perbaikan dalam indeks saham AS. Hal ini dapat dikaitkan dengan penurunan imbal hasil Treasury AS yang berjangka 10 tahun dari puncak tertingginya dalam 16 tahun terakhir. Pergerakan ini menciptakan situasi di mana investor mencari alternatif investasi yang lebih menarik, termasuk aset kripto seperti Bitcoin.
Kemudian, Fyqieh menambahkan penurunan harga minyak dari level tertingginya pada tahun 2023 juga berkontribusi pada perasaan optimisme di pasar, mengingat minyak sering kali dianggap sebagai indikator penting dalam ekonomi global.
“Di samping itu, depresiasi greenback AS juga memberikan dorongan kepada pasar kripto, karena aset digital seperti Bitcoin cenderung mendapatkan keunggulan saat mata uang fiat melemah,” jelas Fyqieh.
Di sisi lain dari industri kripto, Coinbase memberi angin segar untuk meluncurkan perdagangan berjangka kripto di seluruh dunia. Pengumuman ini dapat membawa lebih banyak trader ke ekosistem kripto untuk memberi manfaat bagi Bitcoin dan meninggikan kepercayaan investor. Coinbase sendiri akan meluncurkan cabang internasional untuk meningkatkan pendapatan karena volume perdagangan spot menurun seiring dengan penurunan pasar kripto.
Salah satu kabar baik yang mengejutkan adalah Valkyrie Investments menerima persetujuan SEC untuk ETF Ethereum Futures pertama. Jadwal persetujuan SEC yang dipercepat juga mengisyaratkan upaya lembaga tersebut untuk menjaga stabilitas pasar, jika terjadi penutupan (shutdown) dari pemerintah AS. Awal pekan ini, SEC telah menunda keputusan mengenai aplikasi ETF Bitcoin spot lainnya, termasuk salah satu dari Ark 21Shares, dana yang dimiliki oleh investor teknologi Cathie Wood.
Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Jumat, 29 September 2023. Sumber: Alternative.me.
Banyaknya sentimen positif yang mengalir ke pasar kripto telah mengubah Bitcoin Fear and Greed Index menjadi positif. Pada Jumat (29/9), indeks ini berhasil keluar dari kategori Fear dan naik ke posisi Neutral dengan angka 48 poin, menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan sehari sebelumnya.
Hal ini menurut Fyqieh menggambarkan bahwa investor dan pelaku pasar sedang mencari peluang dalam kondisi yang lebih seimbang, di mana rasa takut tidak lagi mendominasi sentimen.
“Dalam situasi seperti ini, para pelaku pasar mungkin merasa lebih percaya diri untuk melakukan transaksi dan mengambil posisi di pasar, mengindikasikan peningkatan minat dan keyakinan terhadap prospek Bitcoin dalam waktu dekat,” terang Fyqieh.
Namun, perlu diingat bahwa pasar kripto tetaplah tidak terduga, dan analisis yang cermat tetap diperlukan untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Seperti dalam jangka pendek masih ada FUD dari kedaluwarsa kontrak opsi Bitcoin yang semakin dekat.
“Kondisi ini umumnya akan menjadi sentimen negatif untuk Bitcoin karena seluruh biaya dibayarkan dengan Bitcoin. Perdagangan derivatif kripto bersiap menghadapi berakhirnya opsi triwulanan dan bulanan pada hari Jumat (29/9) waktu setempat,” peringatkan Fyqieh.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.