Tag: bola

  • Blaugrana Menang 4-0, Naik ke Puncak Klasemen


    Jakarta

    Barcelona menang 4-0 atas Athletic Bilbao dalam pertandingan di Camp Nou. Hasil ini membawa Barcelona menggeser Real Madrid dari puncak klasemen.

    Laga Barcelona vs Bilbao di pekan ke-13 LaLiga digelardi Camp Nou, Sabtu (22/11/2025) malam WIB. Blaugrana sudah unggul 2-0 pada babak pertama lewat gol Robert Lewandowski dan Ferran Torres.

    Fermin Lopez membawa Barcelona menambah keunggulannya pada paruh kedua. Torres lantas mencetak brace di menit-menit akhir untuk memantapkan kemenangan tuan rumah.


    Berkat kemenangan ini, Barcelona naik ke puncak klasemen Liga Spanyol dengan 31 poin dari 13 laga. Mereka unggul selisih gol atas Real Madrid yang baru akan bertanding melawan Elche pada Senin (24/11/2025) dini hari WIB.

    Jalannya Pertandingan

    Barcelona sudah membuka keunggulan saat laga baru berjalan empat menit. Memanfaatkan kesalahan lini belakang Bilbao, Robert Lewandowski merebut bola dan melepaskan tembakan keras dengan kaki kiri untuk menjebol gawang Unai Simon.

    Lamine Yamal yang bergerak di sisi kanan kotak penalti Bilbao mencoba mencari ruang tembak. Namun, penyelesaian akhir Yamal tak begitu menyulitkan Unai Simon.

    Ferran Torres melepaskan umpan lambung yang diteruskan Fermin Lopez. Unai Simon meresponsnya dengan memblok upaya Fermin.

    Ferran Torres sempat menjebol gawang Bilbao usai menerima umpan terobosan dan melewati Unai Simon. Namun, gol dianulir wasit karena Torres lebih dulu terjebak offside.

    Peluang bagus didapat Bilbao pada menit ke-37. Nico Williams mengirim umpan kepada Unai Gomez yang ada di depan gawang. Gomez meneruskannya dengan tendangan voli, tapi bola diblok Joan Garcia.

    Barcelona menggandakan keunggulan pada injury time babak pertama. Lamine Yamal yang ada di sisi kanan mengirim bola kepada Ferran Torres yang berlari di sisi seberang lapangan.

    Torres kemudian melepaskan tembakan ke arah gawang. Meski sempat ditepis Unai Simon, bola tetap bergulir masuk ke gawang Bilbao.

    Babak kedua baru berjalan tiga menit, Barcelona sudah membobol gawang Bilbao. Kali ini giliran Fermin Lopez yang memanfaatkan kesalahan lini belakang lawan.

    Bilbao semakin terpuruk usai salah satu pemainnya, Oihan Sancet, mendapat kartu merah pada menit ke-53. Sancet diusir wasit usai melanggar Fermin Lopez.

    Unggul jumlah pemain, Barcelona semakin memegang kendali permainan. Bilbao pun tidak banyak menyulitkan Joan Garcia.

    Barcelona lantas memantapkan kemenangannya menjadi 4-0 lewat gol kedua Torres di menit ke-90. Torres menerima umpan terobosan dari Yamal dan menggiring bola hingga ke kotak penalti sebelum menaklukan Unai Simon.

    Gol ini awalnya tidak disahkan oleh wasit karena Torres dinilai offside. Namun, setelah VAR melakukan pengecekan, gol dinyatakan sah.

    Susunan Pemain

    Barcelona: Joan Garcia; Kounde, Cubarsi, Eric (Bernal 74′), Martin; Balde (Araujo 46′), Olmo (Raphinha 81′), Torres, Yamal, Fermin (Casado 64′); Lewandowski (Fernandez 64′)

    Athletic Bilbao: Unai Simon; Gorosabel, Vivian, Laporte, Yuri; Galarreta (Rego 55′), Jauregizar (Vesga 68′), Berenguer (Boiro 68′), Sancet, N Williams (Navarro 56′); Unai Gomez (Guruzeta 56′)

    (nds/bay)



    Sumber : sport.detik.com

  • Gol Bunuh Diri Menangkan Los Colchoneros 1-0


    Getafe

    Getafe vs Atletico Madrid berakhir dramatis dalam lanjutan LaLiga 2025/2026. Los Colchoneros menang 1-0 lewat gol bunuh diri.

    Bertanding di Estadio Coliseum, Getafe, Senin (24/11/2025) din hari WIB, laga berjalan ketat sejak awal. Getafe dan Atletico saling balas melancarkan tekanan.

    Getafe banyak mengancam lewat Luis Milla dan Juian Iglesias. Sementara tim tamu membalas lewat Nico Gonzalez dan Antoine Griezmann. Meski begitu, tak ada gol tercipta hingga babak pertama rampung.


    Di babak kedua, sejumlah pergantian dilakukan Atletico. Pelatih Diego Simeone mengganti Julian Alvarez dan Koke, guna menambah daya gebrak.

    Meski begitu, tak ada ancaman yang membuahkan gol. Hingga akhirnya Atletico Madrid memecah kebuntuan ke gawang Getafe pada menit ke-82.

    Atletico berhasil unggul 1-0 lewat gol bunuh diri. Domingos Duarte malah mengirim masuk bola ke gawang sendiri saat berusaha mengantisipasi umpan tarik Giacomo Raspadori.

    Getafe nyaris saja menyamakan skor di masa injury time. Mauro Arambari hampir bikin gol andai bola sepakannya tak kena tiang gawang kas

    Hasil ini membuat Atletico masih bertahan di peringkat 4 klasemen Liga Spanyol dengan 28 poin dari 13 laga. Sementara Getafe tertahan d peringkat 7 dengan 17 poin dari 13 laga.

    Susunan Pemain

    Getafe: David Soria, Domingos Duarte, Abdel Abqar (Kiko Femenia 77′), Djene, Diego Rico, Juan Iglesias (Juanmi 87′), Mauro Arambarri, Luis Milla (Javi Munoz 90′), Mario Martin (Alex Sancris 86′), Adrian Liso (Coba da Costa 76′), Borja Mayoral

    Atletico Madrid: Juan Musso, Clement Lenglet, Jose Maria Gimenez, Koke (Alexander Sorloth 59′), Matteo Ruggeri (Conor Gallagher 69′), Nahuel Molina, Alex Baena, Pablo Barrios, Nicolas Gonzalez (David Hancko 69′), Marcos Llorente (Antoine Griezmann 14′), Julian Alvarez (Giacomo Raspadori 59′)

    (yna/ran)



    Sumber : sport.detik.com

  • Kartu Merah Terbaru Antony: Salto Hantam Wajah Lawan


    Jakarta

    Antony kena kartu merah saat laga Real Betis kontra Girona. Itu jadi kartu merah keempat dalam kariernya.

    Real Betis vs Girona di lanjutan Liga Spanyol, Minggu (23/22) tuntas sama kuat 1-1. Vanat bawa tuan rumah unggul duluan, disamakan Valentin Gomez.


    Petaka buat Antony di injury time. Sang winger Real Betis berniat melakukan tendangan salto tapi berujung kena wajah lawan, Joel Roca!

    Ketika bola melayang di udara, Roca lebih dulu menanduknya. Kaki Antony telat, jadinya menghantam Roca.

    Wasit sempat memberi kartu kuning ke Antony. Namun setelah mengecek VAR dan dinilai sebagai pelanggaran serius, maka berubah jadi kartu merah langsung!

    Antony jarang-jarang dihukum kartu merah. Itu menjadi kartu merah keempat sepanjang kariernya, sebelumnya pernah dihukum di Sao paulo, Ajax, dan Real Betis.

    Antony masih jadi jagoan Betis di awal musim ini. Pemain asal Brasil itu sudah kemas enam gol dan dua assist dari 12 laga.

    (aff/rin)



    Sumber : sport.detik.com

  • Lamine Yamal Masuk Puskas Award, Real Betis Sindir Pakai Gol Antony


    Jakarta

    Lamine Yamal masuk dalam nominasi Puskas Award 2025 dengan gol cut inside. Real Betis menyindirnya pakai gol Antony, yang serupa!

    FIFA sudah umumkan 11 nominasi Puskas Award 2025 pada 14 November kemarin. Ada wakil dari Indonesia, yakni Rizky Ridho dengan gol dari tengah lapangan.


    Pemain Barcelona, Lamine Yamal pun masuk nominasinya. Yamal mencetak gol ke gawang Espanyol dengan gerakan khasnya cutinside.

    Yamal menggiring bola dari sisi kanan, lalu bergerak ke tengah. Dirinya kemudian lepas tembakan melengkung yang menusuk ke pojok atas gawang.

    Real Betis menyindir gol Lamine Yamal yang masuk Puskas Award 2025 itu. Sebabnya, pemainnya, Antony juga pernah mencetak gol serupa!

    Itu dilakukan Antony ketika hadapi tuan rumah Espanyol pada Maret 2025. Antony menusuk ke tengah dari sisi kanan, lalu menyepak bola melengkung ke dalam gawang. Gol itu pun dramatis karea dicetak pada menit ke-90 dan jadi penentu kemenangan 2-1.

    Lebih cakep mana, gol Yamal atau Antony?

    (aff/ran)



    Sumber : sport.detik.com

  • Klub Divisi Dua Spanyol Ejek Gol Lamine Yamal yang Masuk Puskas Award


    Jakarta

    Real Betis sudah ejek Lamine Yamal yang masuk nominasi Puskas Award 2025 dengan gol Antony. Giliran klub klub divisi dua, Cadiz ikutan!

    FIFA sudah umumkan 11 nominasi Puskas Award 2025 pada 14 November kemarin. Ada wakil dari Indonesia, yakni Rizky Ridho dengan gol dari tengah lapangan.


    Lamine Yamal, pemain Barcelona turut masuk dalam nominasi tersebut. Yamal mencetak gol ke gawang Espanyol dengan gerakan khasnya cut inside.

    Yamal menggiring bola dari sisi kanan, lalu bergerak ke tengah. Dirinya kemudian lepas tembakan melengkung yang menusuk ke pojok atas gawang.

    Real Betis sudah mengejek Lamine Yamal dengan mem-posting video cuplikan gol Antony. Sama-sama lawan Espanyol, Antony melepas tembakan melengkung setelah cut inside.

    Kini giliran klub Divisi Segunda alias divisi kedua di Spanyol yang ikutan ejek Lamine Yamal. Itu adalah Cadiz!

    Cadiz mem-posting cuplikan gol Javier Ontiveros. Ontiveros lakukan cut inside dari sisi kiri, bergerak ke tengah, lalu menyepak bola persis seperti golnya Yamal, juga Antony.

    Lucunya, Cadiz turut bersimpati dengan Real Betis karena Antony tidak masuk nominasi Puskas Award 2025. Ada-ada saja…

    (aff/raw)



    Sumber : sport.detik.com

  • Edero Militao Cedera, Absen Dua Pekan


    Madrid

    Kabar tidak sedap didapat Real Madrid terkait kondisi bek tengahnya Eder Militao. Militao harus menepi dua pekan karena cedera.

    Cedera itu didapat Militao saat membela Timnas Brasil di laga friendly kontra Tunisia di Lille. Pada laga yang tuntas 1-1 itu, Militao tiba-tiba terjatuh saat menerima bola di tengah lapangan.

    Dia kemudian mengerang kesakitan dan harus mendapat perawatan tim medis, sebelum digantikan Fabricio Bruno pada menit ke-60. Setelah melalui pemeriksaan lebih lanjut bersama tim medis Madrid, Militao rupanya mengalami masalah di otot aduktor kaki kanannya.


    Cedera itu mengharuskan Militao untuk menepi paling tidak dua pekan. Cedera ini tentu memukul Militao mengingat dia baru rutin bermain musim ini, setelah mendapat cedera ACL keduanya pada November tahun lalu.

    Militao absen hingga akhir musim sebelum bermain lagi di Piala Dunia Antarklub lalu. Absennya Militao ini juga menambah panjang daftar pasien Madrid setelah partnernya Dean Huijsen juga amengalami cedera pangkal paha saat membela Timnas Spanyol.

    Eduardo Camavinga dan Kylian Mbappe juga mundur dari Timnas Prancis karena cedera hamstring serta engkel. Tapi, keduanya diharapkan main saat Madrid melawat ke markas Elche hari Minggu.

    Yang masih perlu perawatan adalah Antonio Rudiger, Aurelien Tchouameni, Dani Carvajal, dan Franco Mastantuono.

    (mrp/adp)



    Sumber : sport.detik.com

  • Mastantuono Kagumi Vinicius


    Madrid

    Franco Mastantuono kagum dengan Vinicius Jr. Ia tak hanya kagum dengan penampilan Vinicius di lapangan tapi juga sikapnya di ruang ganti.

    Franco Mastantuono didatangkan Real Madrid dari River Plate musim panas ini. El Real harus mengeluarkan dana sebesar 45 juta euro untuk menembus gelandang asal Argentina ini.

    Pemain 18 tahun ini tak butuh waktu lama untuk mendapat kepercayaan dari pelatih Madrid, Xabi Alonso. Mastantuono mendapatkan banyak menit bermain di Madrid.


    Ia telah mencatatkan 12 penampilan bersama Madrid di musim ini. Mastantuono mampu mengemas satu gol dan satu assist.

    Mastantuono mengaku sangat senang bisa bermain dengan Madrid yang dipenuhi banyak bintang. Ia banyak belajar dari para bintang Los Blancos.

    Salah satu bintang Madrid yang dikagumi Mastantuono adalah Vinicius Jr. Mastantuono tak hanya kagum pada penampilan Vinicius di lapangan tapi juga sikapnya di ruang ganti.

    Meski beberapa pihak menuding Vinicius pemain yang bermasalah. Apalagi, sayap asal Brasil ini beberapa kali marah ketika diganti Alonso. Namun tak demikian di mata Mastantuono.

    Mastantuono mengungkap Vinicius sudah meminta maaf setelah marah akibat diganti. Ia juga menegaskan Vinicius juga bukan anti kritik. Menurutnya, Vinicius merupakan sosok yang menyenangkan dan salah satu pemimpin di ruang ganti.

    “Vinicius adalah orang yang luar biasa yang menerima banyak kritik atas perilakunya, tetapi dia membawa kegembiraan ke ruang ganti dan selalu siap bermain. Tentu saja, dia akan marah, seperti kita semua, jika dia ditarik keluar. Mungkin itu bukan cara yang tepat untuk menanganinya. Namun, dia segera mengakuinya dan tahu bahwa dia sangat penting bagi tim dan merupakan salah satu kapten. Dia meminta maaf, dan itu saja. Hal-hal seperti ini terjadi dalam sepak bola,” ujar Mastantuono dikutip dari Football Espana.

    (pur/mrp)



    Sumber : sport.detik.com

  • Saya Fans Madrid, tapi Pemain Terbaik Tetap Messi


    Jakarta

    Gelandang Real Madrid Franco Mastantuono menyebut Lionel Messi sebagai pemain terbaik. Meski membela Madrid, Mastantuono tidak ragu mengakui Messi sebagai GOAT.

    Mastantuono gabung Madrid dari River Plate pada musim panas lalu. Pesepakbola berusia 18 tahun itu langsung mencuri perhatian di hari pertamanya sebagai pemain Madrid dengan menyebut legenda Barcelona Lionel Messi sebagai pemain terbaik.

    Penilai Mastantuono tidak berubah meski kini sudah mendeklarasikan diri sebagai penggemar Madrid. Ia juga bersyukur bisa punya kesempatan belajar dari Messi selama di timnas Argentina.


    “Saya penggemar Real Madrid, saya di klub terbesar di dunia, tapi bagi saya, pemain sepakbola terbaik, yang terbaik di dunia, selalu Messi, dan tetap akan begitu sampai dia pensiun,” ujar Mastantuono kepada Cadena SER.

    “Saya berkesempatan main bareng di timnas dan itu sungguh luar biasa. Pemain yang mengagumkan yang bikin Anda tak bisa berkata-kata setiap kali dia menyentuh bola.”

    “Itu luar biasa, bahkan teman-teman setimnya masih kaget dengan apa yang dia lakukan. Dan itu juga bikin saya kaget. Saya sudah pernah main bareng pemain-pemain berbakat, tapi bersamanya jadi pengalaman belajar sehari-hari.”

    “Ini soal menyaksikannya dan mencoba meniru apa yang dia lakukan. Anda belajar banyak darinya. Saya berterima kasih untuk perlakuannya kepada saya, dia banyak membantu saya,” katanya.

    (nds/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Soal Mbappe yang Sering ‘Hilang’ di Laga-laga Besar


    Jeddah

    Kylian Mbappe kerap melempem ketika Real Madrid menghadapi lawan-lawan kuat. Karim Benzema punya saran untuk juniornya di Timnas Prancis itu.

    Sejak pindah musim lalu ke Madrid, Mbappe langsung membuktikan diri sebagai mesin gol baru klub. Dia sudah bikin 62 gol dan tujuh assist dari 75 laga, termasuk 18 gol dari 16 pertandingan musim ini.

    Jika rasio gol itu mampu dipertahankan, bukan tak mungkin Mbappe akan memecahkan rekor gol Cristiano Ronaldo. Sayangnya, Mbappe kerap “menghilang” ketika Madrid melakoni laga-laga besar.


    Contoh saja saat menghadapi Liverpool di Liga Champions, Mbappe tidak bisa berkutik di dua pertemuan dan gagal mengeksekusi penalti. Madrid juga kalah dua-duanya.

    Lalu ketika bertemu Arsenal di Liga Champions musim lalu, Mbappe tidak bisa berbuat banyak melihat Madrid disikat.

    Di musim ini saat dibantai 2-5 oleh Atletico Madrid, Mbappe cuma bisa bikin gol pembuka dan setelah itu tak berkutik. Padahal saat bertemu Barcelona, Mbappe cukup tajam dengan empat gol dari empat laga.

    Inkonsistensi Mbappe di laga besar jadi sorotan Benzema. Menurutnya, Mbappe harus bisa lebih tampil fokus dan lepas saat melakoni laga-laga tersebut.

    “Soal kemampuannya mencetak gol tidak diragukan lagi. Dia akan mencetak banyak gol di Real Madrid,” ujar Benzema seperti dikutip ESPN.

    “Dia harus lebih fokus di momen-momen saat Real Madrid membutuhkannya karena dia punya segalanya untuk itu,” sambungnya.

    “Ada laga-laga di mana Mbappe tidak bisa menguasai bola. Kita berharap Kylian selalu bikin gol setiap memegang bola. Seperti itulah Real Madrid. Real Madrid membutuhkannya, dan dia harusnya bisa mencetak gol di laga-laga lawan Atletico Madrid, Liverpool… tim-tim ini main bertahan dan dia harus lebih baik, untuk bisa tampil oke di situasi seperti itu.”

    (mrp/ran)



    Sumber : sport.detik.com

  • Filosofi Tiki-Taka dan Dominasi Era Messi

    Jakarta

    FC Barcelona, atau yang dikenal sebagai Barca, merupakan salah satu klub sepakbola terpopuler dan ikonik di dunia. Tidak hanya karena prestasi yang memukau di lapangan, klub ini juga dikenal sebagai simbol kebanggan publik Catalan yang notabene turut menjadi identitas tersendiri.

    FC Barcelona dikenal memiliki slogan “Mes que un club“. Artinya, ‘lebih dari sebuah klub’. Slogan ini selalu melekat pada FC Barcelona dan sering ditampilkan dalam spanduk besar saat pertandingan di dalam kandang.

    Agar lebih mengenal dekat klub yang satu ini, berikut detikSport telah merangkum sejarah terbentuknya, hingga filosofi permainan di era Johan Cruyff hingga Lionel Messi. Yuk, disimak rangkumannya berikut ini.


    Sejarah Barcelona FC

    FC Barcelona lahir pada 22 Oktober 1899 dengan diprakarsai oleh sekelompok pemain Swiss, Catalan, Jerman, dan Inggris yang terdiri dari 11 orang dan dipimpin oleh Joan Camper.

    Dalam sejarah berdirinya, FC Barcelona banyak memproduksi pemain dari akademi sendiri. Nama akademi tersohor itu adalah La Masia, yang berdiri pada tahun 1979. Akademi ini menjadi kawah candradimuka para pemain muda bertalenta dalam memupuk kemampuan olah bolanya, sekaligus menjaga asa bisa memainkan peran penting dalam kesuksesan klub di masa depan.

    Selama perjalanan klub ini, FC Barcelona juga dikenal memiliki rivalitas yang kuat dengan klub sepak bola asal Spanyol, Real Madrid. Oleh karenanya, pertandingan antar kedua klub ini disebut sebagai El Clasico. Sebuah ‘Pertandingan Klasik”.

    Pada Februari 1929, Real Madrid dan Barcelona berhadapan untuk pertama kali di Stadion Les Corts, kandang Blaugrana setelah dua musim berlalunya Liga Spanyol. Dalam pertandingan tersebut, Real Madrid harus keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.

    Rivalitas semakin panas pada musim 1934/35, dimana Barcelona menang telak 5-0 di Les Corts. Kemudian dibalas kembali oleh Real Madrid dalam laga di Stadion Chamartin dengan skor 8-2.

    Puncak rivalitas keduanya berada pada era 1940-1950-an, tepatnya pada 15 Februari 1950, El Clasico disiarkan di televisi Spanyol. Pada saat itu, Real Madrid menang atas Barcelona dengan skor 1-0 berkat legenda seperti Ferenc Puskas dan Alfredo dI Stefano.

    Persaingan sengit kedua klub sepakbola ini tidak hanya mengenai siapa yang menang di pertandingan El Clasico, namun juga mengenai jumlah trofi. Latar belakang nuansa politik di masa lalu juga masih ikut membayangi nuansa rivalitas Barcelona dan Real Madrid.

    Filosofi “Tiki-Taka” Barcelona FC, Cruyff, hingga Messi

    FC Barcelona dikenal memiliki gaya main tersendiri, antara lain lewat oper-operan pendek akurat. Ini tidak lepas dari peran serta Akademi La Masia dan seorang sosok dengan nama Johan Cryuff.

    Johan Cryuff bermain untuk Barcelona pada tahun 1973-1978. Selama bermain, pesepakbola asal Belanda itu berhasil menjuarai La Liga pada tahun 1973-1978 dengan total sebanyak 143 penampilan dan 48 gol.

    Dutch footballer Johan Cruyff (1947 - 2016) of Dutch team Ajax Amsterdam, in Wembley Stadium, London, UK, 1st June 1971.  (Photo by R. Powell/Daily Express/Getty Images)Johan Cruyff. Foto: R. Powell/Daily Express/Getty Images

    Ia kemudian melatih Barca pada 4 Mei 1988-18 Mei 1996. Selama menjadi pelatih, Johan Cryuff terkenal sebagai tokoh revolusioner sepanjang sejarah untuk Barcelona. Sebagai seorang pelatih, taktik Johan Cryuff dipengaruhi oleh sistem Total Football yang dikuasainya selama bermain di timnas Belanda di bawah arahan mantan pelatihnya, Rinus Michels.

    Gaya ofensif ala Johann Cruyff itu kemudian ikut mempengaruhi gaya main Barcelona, yang pada prosesnya ikut berdampak pada kelahiran sebuah skema dengan nama Tiki-Taka.

    Gaya bermain dengan oper-operan pendek antarpemain tersebut membawa Barcelona sempat mendominasi persepakbolaan Eropa,secara khusus ketika dilatih Pep Guardiola di periode 2008 sampai dengan 2012, yang berbuah 14 gelar juara.

    Pada masa itu pula Tiki-Taka Barcelona mencuatkan sejumlah bintang. Ada satu yang sinarnya paling benderang melampaui terangnya bintang-bintang lain: Lionel Messi.

    Lionel Messi adalah sosok sentral di Barcelona yang diperkuatnya pada rentang waktu 2003-2021. Tidak kurang dari 34 trofi diraihnya bersama klub Catalan tersebut, dalam mendominasi persepakbolaan pada saat itu.

    ZURICH, SWITZERLAND - JANUARY 10:  Lionel Messi (l) of Argentina and Barcelona FC receives the men's player of the year award from his club coach Pep Guardiola (r) during the FIFA Ballon d'or Gala at the Zurich Kongresshaus on January 10, 2011 in Zurich, Switzerland.  (Photo by Michael Steele/Getty Images)Lionel Messi menerima Ballon d’Or dari Pep Guardiola. Foto: Getty Images/Michael Steele

    Trofi Lionel Messi di Barcelona:

    • La Liga (10)
    • Copa del Rey (7)
    • Piala Super Spanyol (7)
    • Liga Champions (4)
    • Piala Super Eropa (3)
    • Piala Dunia Antarklub FIFA (3)

    Jumlah tersebut belum termasuk pencapaian-pencapaian Messi secara individu selama di Barcelona, termasuk mayoritas dari delapan Ballon d’Or yang dikoleksinya dalam karier sejauh ini.


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com