Tag: BTC 2021

  • Glassnode: Fundamental Bitcoin Masih Kuat

    Kendati harga Bitcoin terus terkoreksi sejak 8 Januari 2021 dan mengalami sideways selama sepekan terakhir, fundamental Bitcoin dinilai masih kuat.

    “BTC memiliki minggu yang relatif stabil, mulai dari US$32.300 dan mengakhiri minggu di US$33.060. Pada Jumat, dengan cepat melonjak hingga lebih dari US$38.000, sebelum turun kembali sebelum akhir hari dan perlahan-lahan menurun selama sisa minggu ini,” menurut Glassnode dalam kajian terbarunya.

    Baca Juga: Senat Amerika Luncurkan Konferensi Inovasi Keuangan, Mengedukasi Crypto ke Pemerintah

    bitcoin

    Untuk skenario bullish, Glassnode menyandarkan pada faktor Rasio Pasokan Stablecoin (SSR) BTC yang telah menurun pada tahun 2021.

    “Lazimnya, karena lebih banyak stablecoin yang diterbitkan. Ketika SSR rendah, ini berarti ada pasokan stablecoin yang besar dibandingkan dengan BTC. Ini mengindikasikan lebih banyak daya beli yang siap mengalir ke BTC dan aset kripto lainnya,” sebut Glassnode.

    fundamental bitcoin

    Baca Juga: BREAKING NEWS! MicroStrategy Serok Bitcoin Lagi, Rp140 Milyar!

    Faktor Grayscale
    Tren naik Bitcoin diperkirakan bisa terjadi berkat jika pembelian Bitcoin dalam jumlah besar oleh Grayscale terus terjadi.

    “Pada tahun 2021 sejauh ini, sekitar 26.000 BTC telah ditambang. Sementara itu, dana investasi aset digital Grayscale Holdings telah mengakuisisi lebih dari 40.000 BTC dalam periode yang sama. Ini berarti, dengan melihat akuisisi Grayscale saja, pasokan BTC yang tersedia dibeli lebih cepat daripada yang diproduksi,” jelasnya.

    fundamental bitcoin

    Glassnode menjelaskan, dengan pasokan BTC yang terus-menerus dibeli oleh investor dan institusi besar, harga dasar baru (new support) mungkin terjadi di level yang lebih tinggi lagi.

    “Pembatasan pasokan yang berkelanjutan ini menempatkan Bitcoin di zona bullish,” pungkas Glassnode.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Elon Musk: Saya adalah Pendukung Bitcoin

    Elon Musk Pendiri dan CEO SpaceX tegas mengatakan bahwa dirinya adalah pendukung Bitcoin.

    “Saya adalah pendukung bitcoin. Saya memang terlambat menyambutnya, tetapi saya adalah seorang pendukung. Saya pikir Bitcoin saat ini berada di ambang penerimaan luas oleh orang-orang di keuangan tradisional. Dan saya pikir Bitcoin adalah hal yang baik,” kata Musk di ruang obrolan Clubhouse hari ini, 1 Februari 2021, dilansir dari Forbes dan Reuters.

    Musk juga mengatakan bahwa banyak orang mengajaknya masuk lebih dalam ke Bitcoin sejak tahun 2013, ketika harga Bitcoin masih di bawah US$100.

    Pernyataan Musk menyusul penyematan tanda pagar #bitcoin di profil Twitter-nya pada 29 Januari 2021 lalu.

    heboh tagar bitcoin di profil twitter elon musk

    Setelah tagar itu,  tidak ada pernyataan terang benderang di Twitter-nya, apakah dia memang mendukung Bitcoin.

    Heboh Tagar Bitcoin di Profil Twitter Elon Musk
    Apapun polah kata Elon Musk di Twitter mampu membuat warganet gempar. Hari ini Elon Musk mengubah bagian profil akun Twitternya dengan tagar #Bitcoin. Ini sekaligus mengingatkan kita terkait akunnya yang pernah diretas pada tahun lalu.

    Gara-gara tagar itu sontak dunia Twitter pun geger, khususnya para pecinta aset kripto nomor wahid itu.

    Entah terkait itu atau tidak, harga Bitcoin pun langsung terkerek ke US$38 ribu pada pukul 16:30 WIB hari ini dari US$32 ribuan pada pukul 15:30 WIB.

    elon musk
    Bitcoin terbang ke US$38 ribu pada pukul 16:00 WIB hari ini. Sumber: Tradingview.com.

    CEO Tesla, Elon Musk baru saja mengubah profil Twitter-nya dengan menghapus kata ‘Dogecoin’ dan memasukkan tagar Bitcoin. Dogecoin merujuk pada aset kripto DOGE yang harganya naik selangit, lebih dari 350 persen dalam tempo 24 jam saja.

    Seperti biasa, cuitan Elon Musk terkait aset kripto selalu bernada samar. Ini bisa dimaklumi karena dia adalah tokoh publik dan setiap huruf dan kata yang disampaikannya bisa mengubah situasi secara signifikan. Lihat saja follower-nya lebih dari 43 juta.

    Baca Juga: Kemudahan Trading Aset Kripto dengan Aplikasi Tokocrypto

    Pomp: Tesla Mungkin Akan Beli Bitcoin
    Menyusul tanda pagar (tagar) Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, pengamat Bitcoin, Anthony “Pomp” Pompliano mengatakan perusahaan Tesla mungkin akan membeli Bitcoin.

    Hal itu dikumandangkan oleh Pompliano, Pendiri Morgan Creek Digital, menyusul penyematan tagar Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, bos besar Tesla.

    “Tesla dan SpaceX yang menambahkan Bitcoin ke neraca keuangan mereka, tidak bisa dihindari,” kata Pompliano berspekulasi, sembari menyitir cuitan Musk, setelah tagar Bitcoin itu ditambahkan.

    Pompliano seakan-akan menyiratkan bahwa Musk mungkin “sudah sadar” bahwa Bitcoin semakin penting dipandang sebagai instrumen investasi demi melawan inflasi, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh MicroStrategy dan sejumlah perusahaan besar lainnya sejak tahun 2020 lalu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hedge Fund: Harga Bitcoin Rp1,6 Miliar di Agustus 2021

    Analis mengatakan dominasi Bitcoin dan Ethereum yang berkembang di pasar crypto adalah sinyal pasar bullish sangat berbeda dari sebelumnya. Data terbaru dari Pantera Capital, perusahaan investasi dan hedge fund, menunjukkan pergerakan harga Bitcoin (BTC) mengikuti lintasan model saham.

    Akibatnya, analis perusahaan tersebut percaya bahwa BTC akan mencapai $115.212 pada 1 Agustus 2021. Angka tersebut membuat Bitcoin mencapai harga tertinggi barunya yang setara dengan Rp1,6 Miliar.

    Bitcoin Diprediksi Mencapai Rp1,6 Miliar

    Apresiasi parabola Bitcoin mungkin telah menempatkan harga sedikit di depan proyeksi model. Namun koreksi 28% minggu ini membuat stagnasi sementara akibat koreksi tajam dan konsolidasi merupakan karakteristik dari pasar bullish.

    prediksi bitcoin

    Model ini berfokus pada dampak harga dari peristiwa halving Bitcoin. Menurut model tersebut, dampak dari penurunan pasokan Bitcoin muncul sekitar 6 bulan setelah halving.

    Sebelumnya, harga Bitcoin turun pada 11 Mei 2020 menuju $8.000 dan 6 bulan kemudian naik ke $15.000. Akibatnya, Bitcoin sedang diambang memasuki reli parabola ke level tertinggi baru sepanjang masa.

    prediksi bitcoin

    Grafik di atas menunjukkan kemajuan harga Bitcoin di hari-hari setelah halving terjadi. Pola serupa berkembang selama dua halving terakhir, hanya saja dengan rentang waktu yang berbeda.

    Kinerja BTC saat ini tampaknya berada dengan siklus pasar 2012-2016. Sehingga terdapat potensi harga Bitcoin dapat naik menuju $300.000 bahkan $400.000 sekitar 450 hari setelah halving 4 Agustus nanti.

    Tanda-tanda Siklus Pasar dari Bitcoin dan Ethereum

    Perbedaan signifikan lainnya antara apresiasi saat ini dengan 2017 adalah komposisi pasar secara keseluruhan dan nilainya. Mayoritas pasar saat ini berkonsolidasi di sekitar Bitcoin dan Ethereum (ETH).

    Hal ini disebabkan oleh investor institusional yang sejauh ini memilih blockchain paling aman untuk terjun mata uang crypto.

    “Apresiasi ini berbeda. Aliran dana besar-besaran dari token spekulatif tinggi yang tidak berfungsi pada tahun 2017 menuju #Bitcoin dan #Ethereum, menjadi penyebabnya, menurut Pantera Capital,” tulis Andy Yee, Direktur Kebijakan Publik untuk Visa di Tiongkok di akun twitternya.

    prediksi bitcoin

    Seperti yang ditunjukkan pada grafik di atas, Bitcoin dan Ethereum memiliki 86% kapitalisasi pasar dan 5.000 koin lainnya memiliki 14%. Sementara BTC mencapai puncaknya pada akhir tahun 2017, dua koin teratas memiliki total 52% dari kapitalisasi pasar.

    Hal ini menunjukkan bahwa BTC dan ETH telah mengkonsolidasikan pangsa pasar mereka selama tiga tahun terakhir. Akibatnya terdapat beberapa alasan yang memungkinan perpindahan dana menjadi lebih kuat.

    Baca juga: Dana Stimulus dan Harga Bitcoin, Terikat Tapi Tidak Erat

    Potensi alasan perpindahan dana ini adalah uang investor institusional yang berfokus pada Bitcoin sebagai titik masuk ke pasar cryptocurrency. Hal ini disebabkan keamanan jaringan dan infrastruktur penambangannya yang luas, serta ekosistem keuangan terdesentralisasi yang sedang berkembang.

    Sebagian besar jaringan tersebut dibangun di jaringan Ethereum. Seperti yang diketahui jaringan Ethereum telah bertanggung jawab juga atas pertumbuhan sektor DeFi.

    Baca juga: Ethereum Tembus $1.000, Diduga Cerminan dari Bitcoin

    Karena ekosistem DeFi terus berkembang, ia juga akan menarik perhatian institusional, yang selanjutnya meningkatkan harga Ethereum. Hal ini disebabkan interaksi dengan kontrak pintar dan platform DeFi di jaringan Ethereum.

    Data dari DefiPulse menunjukkan bahwa total nilai yang terkunci di DeFi sekarang mencapai $29,98 Miliar. Angka ini mendekati level tertinggi sepanjang masa sebesar $23,166 Miliar.

    Arus Dana Institusi Memicu Musim Altcoins

    Bitcoin dan Ethereum saat ini memegang 86% dari kapitalisasi pasar crypto. Jika mengacu pada siklus pasar sebelumnya, ada kemungkinan terjadi aliran dana dari mata uang kripto teratas menuju proyek baru yang menjanjikan.

    Dinamika ini telah membuat analis seperti Raoul Pal membuat pernyataan mengenai aliran dana. Ia memprediksi bahwa setelah Bitcoin dan Ethereum naik, perhatian berikutnya akan tertuju pada altcoins yang berisiko lebih tinggi.

    Baca Juga: Ethereum Mengirim Sinyal Bullish Masif saat Bulls Mengambil Alih

    Media juga melaporkan bahwa Goldman Sachs dikabarkan akan bersiap untuk menawarkan layanan penyimpanan crypto. Sehingga mereka juga dapat mempengaruhi siklus harga berikutnya untuk Bitcoin.

    Arus dana masuk yang berkelanjutan dari investor institusional dapat menjadi katalisator yang mengangkat harga Bitcoin. Selain itu, aliran dana ini juga akan menjaganya untuk tetap sejalan dengan proyeksi model stock-to-flow.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Warga AS akan Dapat Stimulus, Harga Bitcoin Diprediksi …

    Presiden Amerika Serikat  terpilih Joe Biden akan mengumumkan paket stimulus baru minggu depan sebagai upaya untuk memulai ekonomi AS. Paket tersebut senilai $1.400 setara dengan Rp19.680.000 yang berupa cek stimulus individu dan akan berjumlah lebih dari $1,5 triliun.

    Namun komunitas beranggapan jika warga Amerika tidak selalu menggunakan dana tersebut untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan memilih untuk investasi cryptocurrency. Hal ini akan menyebabkan harga crypto atau Bitcoin terkena imbas.


    Setelah Demokrat mengendalikan DPR dan Senat, Presiden terpilih Biden dapat mendorong figur yang lebih tinggi tanpa menghadapi tingkat oposisi yang sama dengan yang dimiliki pemerintahan Donald Trump.

    Baca Juga: Changpeng Zhao: Harga Bitcoin Bisa Rp2,1 Milyar Per BTC Tahun Ini

    Joe Biden pun berjanji untuk menangani pandemi lebih serius daripada presiden saat ini. Paket tersebut akan mencakup sebagian besar pengeluaran rantai pasokan yang bertujuan untuk mendukung program peluncuran vaksin.

    Paket tersebut juga akan menunjuk pendanaan khusus untuk komunitas minoritas. Seorang pejabat transisi menyatakan.

    “Saya pikir Anda akan melihat penekanan nyata pada komunitas yang kurang terlayani ini, di mana ada banyak kerja keras yang harus dilakukan.”

    Stimulus fiskal baru diharapkan dapat meningkatkan inflasi, melemahkan dolar AS dan membawa banyak investor baru ke Bitcoin dan emas.

    “Stimulus Biden dapat menambah sentakan ekstra pada harga bitcoin, tetapi tidak lebih dari mendorong kereta barang yang meluncur,” Jehan Chu,dari Kenetic Capital, dilansir dari Coindesk.

    Rencana Stimulus Biden

    Pemeriksaan stimulus datang di tengah reli bersejarah di pasar cryptocurrency. Kapitalisasi pasar baru-baru ini melonjak melewati $ 1 triliun karena Bitcoin menggandakan lebih dari dua kali lipat hargatertinggi sebelumnya.

    Cryptocurrency terbesar kedua di pasar, Ethereum, juga melihat beberapa aksi harga naik. Pada bulan Maret, ketika putaran pertama pemeriksaan stimulus diumumkan, Bitcoin menguat dari penurunan menjadi $ 3.000.

    “ Beberapa komunitas mengatakan ini adalah efek langsung dari orang Amerika yang lebih kaya. Mereka tidak selalu membutuhkan bantuan pemerintah dan mereka memilih menghabiskan cek  stimulus untuk investasi cryptocurrency,” tulis berita yang dirilis oleh Beincrypto.

    Demikian pula, putaran terakhir pemeriksaan stimulus $600 yang benar-benar disetujui Kongres telah mulai mengarah ke orang Amerika yang memenuhi syarat. Ini terjadi karena Bitcoin pulih dari koreksi baru-baru ini setelah menetapkan level tertinggi sepanjang masa di $ 41.941 minggu lalu.

    Merangsang Pasar Cryptocurrency

    Pemerintahan baru berusaha menemukan cara untuk membalikkan dampak ekonomi dari pandemi COVID-19. Amerika Serikat adalah salah satu negara yang paling terpukul di dunia menurut statistik resmi.

    Beberapa vaksin sedang dalam proses tetapi ada kekhawatiran proses peluncurannya akan memakan waktu berbulan-bulan. Populasi umum tidak dijadwalkan untuk menerima vaksin sampai Q3.

    Baca juga: Paket Stimulus Covid-19 Didorong Disalurkan Melalui Blockchain

    Ini berarti akan lebih banyak pemeriksaan stimulus berpotensi diberikan kepada orang Amerika sebelum pandemi ini berakhir.

    Jika para investor ritel belum sepenuhnya masuk ke Bitcoin mungkin dengan banyaknya tantangan untuk distribusi vaksin, ekonomi masih butuh waktu untuk pulih hingga stimulus AS yang bisa melemahkan dollar, bisa jadi menjadi kalatlisator untuk kenaikan Bitcoin dan cryptocurrency lain.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Changpeng Zhao: Harga Bitcoin Bisa Rp2,1 Milyar Per BTC Tahun Ini

    Changpeng Zhao (CZ), Pendiri dan CEO Binance mengatakan bahwa harga Bitcoin bisa menjadi US$150.000 per BTC (sekitar Rp2,1 milyar) pada tahun ini.

    “Bisa naik menjadi US$150.000 lalu menjadi US$400.000. Dan aset kripto lainnya juga turut naik,” katanya dilansir dalam wawancara dengan Forkast, Jumat (15/1/2021).

    Perihal harga Bitcoin yang sempat anjlok lebih dari 20 persen, dia mengatakan itu masih sangat wajar.

    Baca Juga: Perusahaan Penasihat Keuangan Borong Bitcoin?

    Apa Penyebabnya akan Naik Terus?
    Menurut CZ permintaan terhadap Bitcoin yang besar sehingga melejitkan harganya, karena dampak pandemi terhadap ekonomi global.

    “Tahun 2020 itu adalah tahun yang ‘sangat gila’. Pandemi COVID-19 menghentikan semua aktivitas ekonomi secara global, ditambah pelonggaran kuantitatif oleh setiap negara. Dari uang dolar AS yang beredar saat ini, sekitar 20-30 persen diterbitkan pada tahun lalu. Dan mungkin negara lain mengikuti pola serupa,” kata CZ.

    Dia berkesimpulan, pada dasarnya jika Anda terus menyimpan mata uang fiat itu, maka daya beli Anda telah terdevaluasi sebesar 20-30 persen.

    Dan CZ setuju, hal itulah yang mendorong sejumlah perusahaan untuk terus membeli Bitcoin, seperti MicroStrategy, Square dan MassMutual.

    Menurut CZ tren adopsi institusional terhadap aset kripto, khususnya Bitcoin, kemungkinan akan meningkat pada tahun 2021 ini.

    Minat itu memang nyata, setidaknya terlihat dari pembelian saham lebih dari 10 persen oleh Morgan Stanley di MicroSrategy pada pekan lalu.

    Morgan Stanley, bank investasi multinasional asal Amerika Serikat kini mempunyai saham sebesar 10 persen di perusahaan MicroStrategy. Perusahaan itu terkenal memiliki Bitcoin terbanyak di dunia, untuk kategori perusahaan publik, yakni 70.470 BTC.

    Berdasarkan dokumen di Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS yang diterbitkan pada 8 Januari 2021, Morgan Stanley telah mengakuisisi 792.627 lembar saham di perusahaan intelijen bisnis MicroStrategy itu.

    Saham sebanyak itu setara dengan 10,9 persen saham di perusahaan yang telah melakukan investasi Bitcoin berskala besar-besaran selama beberapa bulan terakhir.

    Pembelian saham itu terjadi pada 31 Desember 2020. Sedangkan saham MicroStrategy sendiri mengalami kenaikan yang sangat besar, bergerak dari US$289 pada 8 Desember 2020 menjadi US$545 pada 8 Januari 2021.

    Berdasarkan data terkini dari Bitcoin Treasuries, MicroStrategy saat ini menyimpan 70.470 BTC atau lebih dari Rp40,4 triliun!

    Pemilik saham lain di MicroSrategy dalam perusahaan investasi raksasa, Black Rock. Perusahaan asal AS itu juga dikenal beberapa kali membela keunggulan Bitcoin sebagai instrumen melawan inflasi.

    Data dari CNN diterakan, BlackRock memiliki 14,79 persen saham, setara dengan 1.072.819 lembar saham di MicroStrategy.

    Baca Juga: Pantera Capital: Harga Bitcoin Rp1,6 Milyar pada Agustus 2021

    Morgan Stanley Pro Bitcoin
    Morgan Stanley sendiri cukup bullish soal apresiasi publik yang tinggi terhadap Bitcoin. Pada 9 Desember 2020 lalu, Ruchir Sharma, Kepala Strategi Morgan Stanley mengatakan bahwa kehadiran Bitcoin jenis aset kripto lainnya adalah peringatan penting kepada pemerintah soal penerbitan uang fiat yang tak terbatas.

    “Lonjakan harga Bitcoin mungkin masih terbukti menjadi gelembung (bubble), tetapi Bitcoin adalah peringatan pemerintah manapun, terutama di AS yang menerbitkan dalam jumlah yang tak terbatas,” kata Sharma dalam artikel “Will bitcoin end the dollar’s reign?“yang ditulisnya di Financial Times, 9 Desember 2020 lalu.

    Ia juga secara tegas mengatakan, bahwa jangan menganggap bahwa mata uang tradisional Anda adalah satu-satunya penyimpan nilai, atau alat tukar, yang akan dipercaya orang.

    “Orang yang paham teknologi tidak mungkin berhenti mencari alternatif, sampai mereka menemukan atau menciptakannya,” ujarnya.

    Sharma mencoba meyakinkan publik bahwa uang tradisional yang diterbitkan oleh negara sudah gagal.

    Katanya, pejabat AS yakin bahwa, sebagai tanggapan terhadap dampak ekonomi akibat COVID-19, mereka dapat menerbitkan dolar dalam jumlah yang tidak terbatas tanpa merusak status mata uang cadangannya,

    “Tetapi kelas aset baru sebagai pesaing muncul, yakni cryptocurrency/aset kripto yang beroperasi di jaringan peer-to-peer yang tidak diatur oleh negara mana pun. Aset kripto seperti Bitcoin adalah uang alternatif yang demokratis dan desentralistik,” ujarnya.

    Jauh sebelum itu, pernyataan positif Morgan Stanley pernah diutarakan pada tahun 2018 silam, ketika Bitcoin masih terkoreksi sangat parah.

    Katanya kala itu, Investor institusi semakin dalam terlibat di Bitcoin dan uang kripto lain, sementara jumlah investor ritel tetap stagnan.

    Zhao memprediksi itu akan mendorong harga Bitcoin dan aset kripto lainnya naik secara signifikan. Kapitalisasi pasar aset kripto pun bisa naik 100 hingga 1000 kali lipat.

    “Tapi tentu saja, ada juga kemungkinan kita memasuki musim dingin aset kripto lagi, namun peluangnya bisa lebih kecil,” kata Zhao.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pertama Kali Sejak Mei 2021, Bitcoin Kembali Sentuh $50.000

    Akhirnya setelah mengalami bulan-bulan penurunan, raja aset kripto yakni Bitcoin kembali menunjukkan keperkasaannya. Hari ini Bitcoin sentuh harga $50.000 pertama kali sejak Mei 2021, seperti yang kita ketahui di beberapa bulan ke belakang harga BTC merosot lumayan bahkan bahkan sempat terjun ke kisaran $29.000 pada akhir Juni.

    Dengan kenaikan ini harga Bitcoin telah naik lebih dari 72% sejak alami penurunan. Kenaikan harga ini pun merupakan angin segar bagi para trader yang telah melakukan hold aset kripto meskipun harganya sempat turun beberapa waktu lalu.

    Harga Bitcoin (BTC) dilansir dari Cointelegraph kembali ofensif pada Minggu malam, menyentuh $50.000 untuk pertama kalinya sejak Mei dan menandakan bahwa pasar bull dengan cepat mendekati gelombang kedua.

    Baca Juga: Amazon Dorong Harga Bitcoin Naik! Sentimen Positif Lanjutan Setelah The B Word

    Harga BTC memuncak pada $50.270,00 di Bitstamp, setelah naik 3% pada hari itu, menurut Cointelegraph Markets Pro. Cryptocurrency terbesar memiliki total kapitalisasi pasar sebesar $943 miliar. Di Binance harga Bitcoin pun sudah menyentuh $50,220 pukul 11.16 WIB atau setara dengan 724 juta Rupiah.

    Metrik on-chain baru-baru ini menunjukkan bahwa pemerasan pasokan mungkin sudah dekat, dengan pemegang dan institusi jangka panjang memperkuat kepemilikan BTC ketika harga sedang turun. Serangkaian posisi terendah yang lebih tinggi dan sinyal penutupan harian yang positif telah membawa momentum untuk BTC sejak diperdagangkan di kisaran rendah $30.000.

    Bitcoin Naik, Indeks Fear and Greed Berubah

    Sementara itu, Indeks fear and greed Bitcoin, yang didasarkan pada analisis sentimen multifaktorial, telah berubah dari “extreme fear” menjadi “extreme greed ” dalam waktu kurang dari sebulan.

    Pasar cryptocurrency tampaknya telah berubah arah bulan ini, dengan kapitalisasi crypto gabungan saat ini berkisar sekitar $ 2,2 triliun, menurut Coingecko. Sebaliknya, kaplitasasi crypto gabungan turun di bawah $1,3 triliun selama kedalaman aksi pasar bearish bulan Juli.

    Baca Juga: Tertarik Menambang Bitcoin? Yuk, Pahami Caranya!

    Selain Bitcoin, banyak altcoin telah melonjak, beberapa di antaranya adalah Cardano (ADA), Polkadot (DOT) dan Solana (SOL) semuanya mencatatkan keuntungan dua digit untuk minggu ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO CryptoQuant: Bitcoin Menampilkan Metrik Bullish Meskipun Bervolatilitas

    Aksi jual baru-baru ini pada Bitcoin (BTC) tampaknya belum mampu menahan pandangan optimis para analis dan pelaku pasar yang mengusulkan kelanjutan arus Bullish.

    Berbeda dengan tahun 2017 lalu, kini Bitcoin telah menyerap banyak minat institusi dan pemain besar lainnya, bahkan negara seperti El Salvador, sehingga kasus Bullish kali ini banyak dianggap berbeda, lebih kuat.

    Seorang eksekutif puncak di CryptoQuant belum lama ini mengatakan bahwa dia Bullish pada Bitcoin meskipun minggu ini, crypto terkemuka sedang sulit.

    Chief executive officer Ki Young Ju dari perusahaan analisis on-chain mengatakan bahwa beberapa metrik fundamental Bitcoin menunjukkan tanda-tanda kenaikan setelah seminggu yang melihat crypto utama ini turun hampir 15% dari level tertinggi $52.774.

    Baca Juga: Mengintip Kripto Audius (AUDIO) yang Sudah Digandeng TikTok

    Ki Young Ju memberi tahu 245.600 pengikut Twitter-nya bahwa pasokan Bitcoin di bursa mendekati posisi terendah 2021, yang dapat diartikan sebagai sinyal Bullish karena kemungkinan mengurangi risiko aksi jual besar-besaran.

    “Pasokan BTC di bursa akan menembus level terendah sebelumnya. Berharap untuk melihat krisis likuiditas sisi jual lainnya pada Bitcoin.”

    Kepala CryptoQuant juga mengatakan bahwa Whale crypto memindahkan Bitcoin ke bursa derivatif, indikator lain yang berpotensi Bullish.

    “Whale mengirim BTC ke bursa derivatif dari bursa lain untuk mengambil posisi baru atau mengisi margin. Jika Anda melihat data historis, harga naik dalam jangka panjang setelah akumulasinya. Posisi mereka tampaknya merupakan posisi Long.”

    Ki Young Ju sebelumnya telah membuat klaim bahwa dia yakin Bitcoin akan meroket menjadi $100.000 tahun ini.

    “Tidak diragukan lagi itu akan mencapai $ 100.000 tahun ini, tetapi dalam jangka pendek, jika kita tidak melihat tekanan beli yang signifikan dari Coinbase Pro, saya pikir BTC akan Bearish.”

    Menurut beberapa analis lainnya, tahun ini atau tahun depan kuartal dua adalah harga tertinggi untuk BTC. Menurut Lark Davis, kemungkinan besar kuartal pertama atau kedua BTC akan berpindah trend ke bearish.

    Baca Juga: Mengenal CrossFi, Protokol Peminjaman Yang Memperkuat DeFi

    Di Instagram milik Crypto Michael, dia memprediksi kuartal kedua 2022 akan menjadi trend bearish dan akan menjual semua aset crypto miliknya.

    Apakah bisa dipercaya? Kebanyakan orang tidak akan tahu tren bearish sebelum terjadi. Jadi, anda harus menggunakan money management yang benar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kabar Bitcoin dan Industri Crypto di Paruh Tahun 2021

    Bitcoin dan pasar crypto memasuki tengah tahun dengan harga yang masih stagnan dan turun jauh dari all time highnya yg sempat mendekati $65.000. Walau begitu dalam enam bulan pertama tahun hal yang dicapai Bitcoin dan industri crypto lainnya.

    Berikut hal-hal menarik yang terjadi di industri crypto di paruh tahun yang terdiri dari Januari hingga Juni 2021. Selengkapnya..

    Bitcoin Koreksi dan Naik Kembali Hingga $40.000

    Sebelumnya di Januari Bitcoin sempat alami koreksi hingga angka $27.700 dengan harga sebelumnya ada di $34.000 salah satu dugaan kuat penyebab turunnya harga aset ini karena investor ritel yang menjual kepemilikan mereka.

    Walau koreksi, pada akhirnya di bulan ini Bitcoin pun berhasil naik kembali menyentuh $40.000, penyebabnya diduga karena Grayscale membuka kembali jasanya kepada investor baru di tanggal 13 Januari 2021.

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Karya Seni NFT yang Populer!

    Tesla Beli Bitcoin

    Kabar yang cukup mengejutkan di bulan Febaruari adalah Tesla membeli Bitcoin yang bernilai 1,5 Miliar yang membuat harganya naik hingga sekitar $47.500 atau setara dengan Rp665.095.000.

    Keputusan Tesla membeli raja aset crypto ini membuat sentimen di sekitar industri positif, hal ini turut berimbas dengan pergerakan harga termasuk pada altcoin. Selain itu ini menunjukan jika institusi mulai memiliki kepercayaan lebih terhadap Bitcoin.

    NFT Jadi Perhatian

    Bulan Maret adalah waktunya NFT, di bulan ini Non Funtagible Token atau token yang tidak dapat ditukarkan kian populer. Contohnya adalah lukisan Bepple yang memperoleh harga fantastis hingga $6,6 juta dollar.

    Beberapa penyebab yang membuat NFT terkenal adalah keaslian karena hampir tidak mungkin dipalsukan, eksklusifitas yang menjadi nilai lebih bagi para kolektor dan selebritas yang mempublikasikan karya mereka dalam bentuk NFT.

    Baca Juga: 3 Alasan Ini Sebabkan NFT Semakin Populer

    Bitcoin Jatuh Karena Rumor

    Di bulan April salah satu yang menjadi perhatian adalah jatuhnya harga Bitcoin dari $59.000 menuju ke $51.000. Jatuhnya Bitcoin disebabkan oleh berbagai rumor yang beredar salah satunya adalah Menteri Keuangan Amerika Serikat, akan segera menuntut beberapa institusi keuangan besar akibat menggunakan crypto sebagai alat pencucian uang.

    Kemudian ada pula kabar yang menyatakan jika hash rate yang berhubungan dengan mining Bitcoin turun hingga 40% karena ada pemadaman listrik masal di Xinjiang, China. Turunnya harga Bitcoin ini pun diikuti oleh altcoins lain seperti Ethereum dan Binance Coin.

    Meski Turun, Bitcoin Telah Naik 400%

    Ketika sentimen pasar menyatakan Bitcoin sedang mengalami penurunan, namun analis dari ARK Investment menyatakan bahwa kenyataannya Bitcoin masih terlihat naik. Hal tersebut dinyatakan dengan data bahwa dalam satu tahun Bitcoin telah naik lebih dari 400% jika melihat dalam jangka waktu tahunan.

    Ia melihat bahwa apresiasi ini cukup signifikan melihat sebelumnya Bitcoin berada di $9.500 atau Rp136,49 Juta hanya satu tahun yang lalu. Ia menekankan, walau jatuh 40%, Bitcoin sudah naik 400% sejak tahun lalu.

    El Salvador Terima Bitcoin untuk Alat Tukar Sah

    Bulan Juni El Salvador mengumumkan akan menjadikan Bitcoin sebagai alat tukar yang sah, keputusan negara tersebut pun sempat membuat IMF meradang. Namun El Salvador tidak gentar dan terus menjadikan rencana ini jadi kenyataan, negara yang berada di benua Amerika ini diketahui akan membagikan airdrop Bitcoin gratis pada warganya yang memenuhi syarat.

    Keputusan El Salvador ini adalah keputusan yang sangat berani dan bisa menjadi batu loncatan bagi crypto utamanya Bitcoin untuk diadopsi lebih luas di sebuah negara.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Soros dan Morgan Stanley Semakin Kepincut Bitcoin

    Perusahaan yang didirikan oleh George Soros dan perusahaan Morgan Stanley semakin kepincut Bitcoin. Mereka menambah investasi ke perusahaan NYDIG.

    NYDIG, badan usaha yang membantu pembelian Bitcoin senilai US$100 juta oleh perusahaan asuransi MassMutual, telah mendapat pendanaan US$200 juta dari sejumlah investor besar.

    Baca Juga: Meitu Beli Bitcoin dan ETH, Total Rp573 Milyar!

    NYDIG mengumumkan pada Senin (8/03/2021), mendapatka tambahan dana dari Stone Ridge Holdings Group, Morgan Stanley, New York Life, MassMutual, Soros Fund Management dan FS Investments. Investor lama Bessemer Venture Partners dan FinTech Collective juga turut serta.

    “Pihak-pihak yang gabung dalam putaran investasi ini lebih dari sekadar investor, mereka adalah mitra yang kami kenal baik selama bertahun-tahun. NYDIG akan bekerjasama dengan usaha-usaha ini di bidang inisiatif strategis terkait Bitcoin yang mencakup, manajemen investasi, asuransi, perbankan, energi terbarukan dan filantropi,” ujar Robert Gutmann, pendiri dan CEO NYDIG.

    NYDIG mulai tenar di sektor kripto pada Desember 2020 ketika perusahaan tersebut membantu perusahaan asuransi berusia 169 tahun untuk membeli Bitcoin. MassMutual kemudian menanam modal US$5 juta di NYDIG saat itu.

    NYDIG telah menjadi pemain kunci mendorong adopsi Bitcoin oleh kalangan Wall Street, yang beberapa tahun kerap mengkritik keras faedah Bitoin.

    Bulan lalu, Gutmann mengatakan, NYDIG akan mencapai total aset dikelola sebesar US$25 milyar atas nama klien pada akhir 2021.

    Baca Juga: Bloomberg: Harga Bitcoin Bisa US$100 Ribu Tahun Ini

    Dalam pengumuman pada Senin itu, Gutmann menambahkan di bulan-bulan dan kuartal-kuartal ke depan, akan terjadi ledakan inovasi produk-produk dan layanan terkait Bitcoin oleh NYDIG, bermitra dengan para investor baru.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pomp: Tesla Mungkin Akan Beli Bitcoin

    Menyusul tanda pagar (tagar) Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, pengamat Bitcoin, Anthony “Pomp” Pompliano mengatakan perusahaan Tesla mungkin akan membeli Bitcoin.

    Hal itu dikumandangkan oleh Pompliano, Pendiri Morgan Creek Digital, menyusul penyematan tagar Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, bos besar Tesla.

    “Tesla dan SpaceX yang menambahkan Bitcoin ke neraca keuangan mereka, tidak bisa dihindari,” kata Pompliano berspekulasi, sembari menyitir cuitan Musk, setelah tagar Bitcoin itu ditambahkan.

    Baca Juga: Bank of Singapore: Bitcoin Bisa Gantikan Emas, Fiat Tetap Bertahan

    Pompliano seakan-akan menyiratkan bahwa Musk mungkin “sudah sadar” bahwa Bitcoin semakin penting dipandang sebagai instrumen investasi demi melawan inflasi, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh MicroStrategy dan sejumlah perusahaan besar lainnya sejak tahun 2020 lalu.

    Petang hari ini, 29 Januari 2021 Elon Musk menambahkan menjadi tagar #Bitcoin di bagian profilnya. Hal itu itu langsung bikin heboh dunia persilatan Bitcoin.

    Tagar cantik itu pun disusul dengan cuitan Elon yang bikin orang penasaran: “In retrospect, it was inevitable,” tulisnya.

    Polah kata Elon Musk pun langsung dikaiteratkan dengan kenaikan harga Bitcoin di jam yang sama ketika cuitan itu diterbitkan oleh Musk.

    Entah terkait itu atau tidak, harga Bitcoin pun langsung terkerek ke US$38 ribu pada pukul 16:30 WIB hari ini dari US$32 ribuan pada pukul 15:30 WIB.

    Pompliano mungkin menafsirkan itu dan berspekulasi bahwa Elon Musk mungkin sedang mempertimbangkan Bitcoin dan potensi aset kripto itu sulit dihindari di masa depan.

    Elon Musk memang dikenal baik di kalangan penggemar aset kripto, khususnya Bitcoin. Kalimat kecilnya di Twitter bisa bikin jagat maya gegap gempita.

    Sebelumnya di me-mention soal aset kripto DOGECOIN dan dikaitkan dengan kenaikan harganya hingga 350 persen.

    Bahkan kenaikan harga saham GameStop New York Stock Exchange (NYSE) juga dikaiteratkan dengan kalimat Elon di Twitter, yakni: “Gamestonk“. “Stonk“adalah bahasa gaul untuk “stock” alias “saham”.

    tesla dan bitcoin
    Nuansa positif Bitcoin masih terasa pada timeframe 4 jam-an. Sumber: Tradingview.com.

    Ketika artikel ini disusun, harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$37.348 per BTC (Rp522 juta). Pada timeframe 4 jam, sentimen positif masih terasa dan berpotensi melejitkan harga Bitcoin lagi.



    Sumber : news.tokocrypto.com