Tag: BTC 2021

  • Pengamat: Apple Bisa Saja Juga Beli Bitcoin

    Pengamat keuangan dari RCB Capital Markets mengatakan, bahwa perusahaan Apple bisa saja juga membeli Bitcoin. Pernyataan itu datang bersamaan dengan pembelian Bitcoin senilai US$1,5 milyar oleh Tesla.

    “Apple bisa saja mempertimbangkan untuk membeli Bitcoin, sehingga aset itu menjadi bagian dari neraca keuangan perusahaan. Apple bisa juga memadukan layanan jual-beli Bitcoin di iPhone. Ini yang bisa meningkatkan harga Bitcoin,” kata Mitch Steves dari RCB Capital Markets, dilansir dari Bloomberg, (8/2/2021).

    Baca Juga: Tesla Beli Bitcoin US$1,5 Milyar

    Steves mengatakan, jika Apple membuat bursa aset kripto di iPhone, maka Apple berpotensi meraih pendapatan miliaran dolar.

    “Dengan kekuatan research dan development terbatas saat ini, potensi pendapatan Apple bisa mencapai US$40 milyar secara tahunan,” tegas Steves.

    Bitcoin US$1,5 Milyar
    Kemarin Tesla mengumumkan bahwa telah membeli Bitcoin senilai US$1,5 milyar pada Januari 2021 lalu.

    Tesla memang tak menyebutkan di rata-rata harga berapa mereka membeli Bitcoin. Namun, Anthony Pompliano kemarin memprakirakan Tesla membelinya harga satuan sekitar US$33 ribuan per BTC.

    Catatan lain menyebutkan, bahwa Bitcoin bernilai jumbo itu menggunakan dana dari gross cash Tesla sebesar 7,7 persen.

    Rumor bahwa Tesla pimpinan Elon Musk akan membeli Bitcoin mulai menyeruak sejak Desember 2020 lalu, ketika Michael Saylor CEO MicroStrategy “merayu” Elon untuk juga membeli Bitcoin.

    Hingga pada 4 Februari 2021 lalu, sejumlah perwakilan Tesla turut hadir dalam konferensi “World Now 2021” besutan MicroStrategy. Dalam konferensi itu sejumlah materi terkait Bitcoin untuk perusahaan juga dipaparkan.

    MicroStrategy memang terkenal sebagai perusahaan publik asal AS yang membeli Bitcoin dalam jumlah besar-besaran. Setelah pembelian terbaru senilai US$10 juta belum lama ini, kini perusahaan itu memiliki Bitcoin lebih dari 71 ribu BTC.

    Baca Juga: Oscar Darmawan: Langkah Tesla Beli Bitcoin akan Diikuti Perusahaan Besar

    Harga Bitcoin Menuju US$50 Ribu?
    Kabar Tesla membeli Bitcoin praktis melejitkan harga Bitcoin hingga US$47.570 per BTC (Rp666 juta) pada pagi hari ini (9/2/2021). Itulah rekor tertinggi baru sepanjang masa, setelah 8 Januari 2021 lalu.

    Sebelum kabar Tesla itu, Mike McGlone dari Bloomberg Intelligence meramalkan harga Bitcoin bisa mencapai kapitalisasi pasar hingga US$1 miliar. Itu bermakna harga satuan Bitcoin lebih dari US$50.000 (Rp700 juta).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri Penasihat Keuangan: Bitcoin Memiliki Peluang Investasi Tinggi

    Ditengah keterpurukan harganya saat ini, Bitcoin (BTC) rupanya masih mendapatkan pandangan positif dari pelaku pasar di industr keuangan dan investasi.

    Penasihat keuangan Ric Edelman, pendiri Edelman Financial Engines, belum lama ini telah berbicara tentang investasi Bitcoin dan cryptocurrency dalam sebuah wawancara dengan Yahoo Finance.

    Pada saat pers, harga BTC berada di $33.000-an menurut Tradingview.

    Baca Juga: Cardano Integrasi dengan Orion, Ini Tujuannya

    Edelman menjelaskan bahwa “sebagian besar profesional keuangan,” yang telah lama berkecimpung dalam bisnis dan “sangat sukses, sangat berbakat, dan berpengalaman,” yang kehilangan peluang dari kelas aset baru karena mereka tidak memiliki pemahaman yang baik tentang cryptocurrency, seperti Bitcoin.

    “Semakin banyak bakat yang Anda miliki, semakin banyak sebutan profesional, semakin banyak gelar sarjana di bidang ini, semakin sulit untuk memahami Bitcoin.”

    Memperhatikan bahwa ia menggunakan “Bitcoin sebagai proxy untuk semua aset digital,” ia juga menekankan betapa pentingnya untuk menyadari bahwa ini adalah kelas aset yang benar-benar baru dan berbeda yang tidak memiliki kesamaan dengan hal lain yang kita kenal seperti saham, obligasi, real estate, minyak, emas, komoditas. Lebih lanjut dia berpendapat:

    “Ini benar-benar baru dan berbeda dan ini adalah kelas aset yang benar-benar baru pertama dalam sekitar 150 tahun … Ini memiliki peluang investasi yang luar biasa.”

    Mengenai bagaimana seseorang harus berinvestasi dalam Bitcoin, Edelman berkata, “Sudah waktunya untuk turun dari nol.” Dia menekankan: “Kita perlu menyadari bahwa Bitcoin dan aset digital adalah aset yang tidak berkorelasi” dengan investasi tradisional, seperti saham dan obligasi, menjadikannya “tambahan ideal untuk portofolio yang terdiversifikasi … Anda menurunkan risiko sambil memberi diri Anda kesempatan untuk meningkatkan kembali.”

    Baca Juga: Bear Atau Bull? Ini Menurut CEO CryptoQuant

    Edelman mengakui bahwa harga Bitcoin sangat fluktuatif dan tidak dapat diprediksi.

    Mike Novogratz, CEO dari Galaxy Investment Partners, mengatakan bahwa dia tidak takut jika BTC turun ke $25.000.

    Bagaimana ia memandang tentu kita tidak sedang membicarakan crypto dan Bitcoin dalam beberapa minggu kedepan, tetapi dalam beberapa bulan bahkan tahun kedepan, karena pandangan jangka panjang dari seorang ahli di bidangnya tentu saja menjadi salah satu tanda bahwa BTC memang memiliki nilai berarti di mata para profesional dan institusi. Masih pusing dengan volatilitas BTC? HODL saja kawan!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Use Cases – Tokocrypto News

    Blockchain berhasil mendapatkan popularitas besar dalam dekade terakhir, berkat bitcoin. Namun, kasus penggunaan blockchain telah berkembang jauh melampaui aset kripto saat ini. 

    Teknologi blockchain muncul sebagai game-changer untuk berbagai industri, seperti industri kesehatan, real estate, logistik, IoT dan sebagainya. 

    Popularitas blockchain dan peningkatan aplikasi industri meroket karena kualitasnya bawaannya, yaitu sebagai buku besar yang terdesentralisasi dan terdistribusi, tidak dapat diubah dan sepenuhnya transparan. Tidak perlu otoritas terpusat untuk mengelola jaringan blockchain. Semua rekan di jaringan dapat memverifikasi informasi yang disimpan dalam buku besar blockchain. Sangat aman dan andal. 

    Baca Juga: Ingin Stop Loss? Gunakan Pola Candlestick Morning Star InI!

    Pada dasarnya, kualitas teknologi blockchain ini menjadikannya salah satu teknologi paling revolusioner. Teknologi blockchain menawarkan banyak kemungkinan kasus penggunaan untuk bisnis di semua industri. 

    Menurut data terbaru, Compound Annual Growth Rate (CAGR)  pasar blockchain global diproyeksikan tumbuh 67,3% mencapai nilai US$ 39,7 miliar antara tahun 2020 hingga 2025. 

    Berikut use case dari beberapa teknologi blockchain yang dikategorikan dalam industri tertentu:

     

     

    Kontrak berbasis blockchain yang diberlakukan secara real time. Dibuat sebagai kesepakatan antara kedua pihak atau lebih tanpa keterlibatan perantara. Smart contract dapat ditemui di seluruh jaringan blockchain yang terdistribusi dan terdesentralisasi. Saat ini smart contract menjadi pokok dalam industri kesehatan, real estate hingga lembaga pemerintah.

     

     

    Industri Internet of Things (IoT) berkembang pesat dengan berbagai perangkat yang terhubung. Jumlah ini akan terus bertambah sehingga akan meningkatkan peretas dapat dengan mudah menembus data anda melalui perangkat yang terhubung. Dengan mengintegrasikan teknologi blockchain di perangkat IoT, kemungkinan pelanggaran data dapat dikurangi secara signifikan.

     

    • Personal Identity Security

     

    Pencurian dan peretasan identitas pribadi adalah kejahatan yang sedang marak terjadi di dunia maya saat ini. Mulai dari meretas data pribadi hingga memalsukan data identitas. Blockchain dapat membantu memerangi kejahatan ini dengan menyimpan informasi pribadi yang penting (seperti nomor KTP, akte kelahiran, alamat, dsb) pada buku besar yang terdesentralisasi dan tidak dapat dirubah.

    Baca Juga: Tiga Koin Ini Melonjak Setelah Listing di Coinbase Pro

     

     

    Kurangnya komunikasi dan transparansi adalah masalah yang sering terjadi dalam dunia logistik. Hambatan ini menjadi nyata karena ribuan perusahaan beroperasi di domain ini. Disinilah transparansi data blockchain sangat berguna bagi industri ini. Teknologi blockchain dapat mengenali sumber data dan mengotomatisasi proses sehingga dapat membangun kepercayaan dan transparansi yang besar dalam dunia logistik.

     

     

    Perusahaan digital media dibebani dengan berbagai tantangan seperti privasi data, pembajakan, kekayaan intelektual, pembayaran royalti dan pelanggaran hak cipta. Dengan melibatkan blockchain dalam digital media, perusahaan dapat melindungi kekayaan intelektual mereka, menjaga integritas data, menargetkan pembayaran dengan tepat dan memastikan artis menerima royalti pada waktunya. 

    Pengaplikasian blockchain dalam berbagai sektor diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan di tahun-tahun mendatang. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Karena Elon, Harga Bitcoin Berpotensi Menjadi US$85 Ribu

    Setelah sempat menclok di US$31 ribu, harga Bitcoin hari ini naik lebih dari 11 persen dalam 24 jam di kisaran US$39 ribu. Jika mampu sentuh di atas US$40 ribu, sasaran berikutnya adalah US$85 ribu.

    Kemarin, Elon Musk pun memastikan Tesla akan menggunakan Bitcoin lagi sebagai alat pembayaran.

    Syaratnya hanya satu, yakni 50 persen tambang Bitcoin dunia harus menggunakan sumber listrik yang ramah lingkungan.

    Sesungguhnya faktor Elon Musk sangat bisa dikesampingkan, karena data harga lebih banyak bicara.

    Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Menggunakan Moving Average

    Per 11 Juni 2021, Bitcoin masih berada di bawah tingkat moving average kunci, tetapi tanda-tanda pemulihan mulai tampak.

    Kajian oleh Decentrader menyoroti tiga indikator on-chain yang menandakan ada tren bullish akan berlanjut bagi Bitcoin terhadap dolar AS.

    Bitcoin telah menjalani satu bulan di bawah moving average 200-hari (200 DMA). Hal tersebut mencemaskan dan sejumlah faktor eksternal seperti sentimen geopolitik berpengaruh terhadap sentimen.

    Harga Bitcoin sempat berada di rentang antara support mingguan US$32 ribu dan resistance 200DMA di harga US$42 ribu.

    Ketidakjelasan setelah harga anjlok serta ketakutan terhadap pengumuman Presiden Biden pada pertemuan G7 terkait kebijakan AS terhadap aset kripto untuk saat ini menahan harga, jelas Decentrader.

    Kendati demikian, sejumlah tolok ukur on-chain menandakan kekuatan dan pemulihan dari fase bearish dalam bull market sedang berjalan.

    Tolok ukur tersebut termasuk sentimen alamat aktif, spent output profit ratio (SOPR) dan deviasi stock-to-flow.

    Baca Juga: Ingin Stop Loss? Gunakan Pola Candlestick Morning Star InI!

    Alamat aktif mengukur apakah Bitcoin terlampau dibeli atau terlampau dijual di harga tertentu relatif terhadap jumlah alamat aktif di blockchain Bitcoin.

    Indikator ini berada di posisi sama setelah bear market pada Desember 2018 dan anjlok pada Maret 2020. Jika pola tersebut berulang, maka harga Bitcoin dapat naik.

    Selain itu, garis proyeksi stock-to-flow turut menunjukkan reli belanjut.

    harga bitcoin

    Jika hal tersebut tidak terjadi, pencipta model ini PlanB berkata itu akan sangat mengejutkan.

    Di tengah harapan Bitcoin dapat menembus US$100 ribu tahun ini, Decentrader memrediksi hanya soal waktu sebelum Bitcoin kembali menguat.

    Kendati reli tidak terlalu kencang saat ini, secara fundamental tidak ada yang berubah dengan Bitcoin.

    “Kita hanya mengalami liputan media yang sangat negatif setelah mengalami reli kuat di awal tahun, sehingga harga dapat berlanjut meningkat ke garis stock-to-flowdi bulan-bulan mendatang. Hal ini berarti rekor baru bagi Bitcoin dapat dicapai sebelum akhir tahun, dimana garis stock-to-flow menandakan harga US$85 ribu” tandas Decentrader.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Alasan Bitcoin Mulai Pulih, Pertanda Baik untuk Pasar Crypto

    Sentimen negatif di sekitar pasar crypto nampaknya masih terus berlanjut, terutama dengan Cina yang masih menebarkan FUD di sekitar pasar.

    Namun, nampaknya saat ini terdapat beberapa pertanda yang dapat menjadi alasan bahwa potensi pemulihan dapat terjadi dalam waktu dekat.

    4 Alasan Bitcoin Mulai Pulih

    Walau saat ini mayoritas investor masih memiliki persepsi negatif, terdapat beberapa data yang dapat membuktikan bahwa Bitcoin dapat mulai pulih.

    Perlu diingat bahwa tidak ada yang mengetahui akhir koreksi ini, namun beberapa data ini dapat menjadi pertanda dan bantuan analisis untuk melihat akhir koreksi.

    1. Indeks Fear & Greed

    Data Indeks Fear & Greed menunjukkan data yang belum pernah terlihat lagi sejak April 2020, dimana saat itu pasar crypto mengalami koreksi dalam.

    Pada saat itu Bitcoin sendiri mengalami koreksi yang cukup dalam yaitu lebih 50% akibat adanya pengumuman pandemi Covid-19.

    Saat itu, mayoritas pelaku pasar menyebut koreksi oleh Bitcoin dan pasar crypto sebagai “Black Thursday” atau “Kamis Kelam”.

    Namun, di sisi positifnya, saat itu adalah saat yang sangat baik untuk melakukan pembelian, walau tidak terlihat jelas pada saat peluang itu terjadi.

    Saat ini, hal yang sama terjadi, dimana koreksi terjadi lebih dari 50%, yang dapat menjadi pertanda pemulihan yang tinggi jika hal yang sama terjadi.

    Baca Juga: 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Investasi Bitcoin di 2021

    Mayoritas investor menganggap hal ini menjadi pertanda untuk melakukan pembelian kembali, walau masih terdapat beberapa yang negatif.

    Tapi hal ini dapat dijadikan pertanda yang cukup baik akibat dalam pasar keuangan, searah cenderung berulang kembali.

    2. Model Stock to Flow

    Selain data Indeks Fear & Greed, Model Stock to Flow (S2F) yang umumnya memprediksi pergerakan Bitcoin, juga memperlihatkan hal yang sama.

    Saat ini model tersebut memprediksi bahwa batas bawah koreksi adalah pada $30.000 atau Rp429,9 Juta.

    Melihat adanya pemulihan dari batas tersebut, Model S2F memprediksi bahwa akan terjadi pemulihan, jika melihat pada pergerakan sejarah prediksi S2F sebelumnya.

    Dalam sejarah Bitcoin, Model S2F dan siklus halving 4 Tahun telah memprediksi pergerakan Bitcoin secara akurat.

    Pernyataan dari PlanB, pencipta model ini, memiliki kesimpulan bahwa kondisi saat ini hanya sebuah koreksi dan pasar apresiasi atau bull market masih akan terus berlanjut.

    Oleh karena itu, jika mengacu pada model ini, saat ini batas bawah pergerakan regresi model masih berada pada Rp429,9 Juta.

    Sebelumnya saat berada pada batas bawah regresi model, Bitcoin mengalami apresiasi yang cukup signifikan, seperti di 2019 dan 2020.

    3. Jumlah Stablecoin di Bursa Meningkat

    Jumlah Stablecoin yang berada di mayoritas bursa dunia saat ini berada pada angka tertingginya yang membuat pertanda adanya pihak besar yang menunggu untuk membeli.

    Namun terdapat kemungkinan lain bahwa angka ini merupakan aliran dana dari investor baru yang baru saja masuk ke dalam ekosistem crypto.

    Tapi melihat data yang beredar saat ini, kemungkinan besar dorongan beli tersebut adalah sebab dari investor besar yang bersiap membeli dalam jumlah besar.

    Sebagai tambahan, John Bollinger, pencipta indikator Bollinger Bands, percaya Bitcoin berada pada batas bawahnya, yang menandakan potensi pemulihan akibat kejenuhan koreksi.

    Semua pertanda ini bergerak menjadi satu untuk membuktikan bahwa terdapat potensi pemulihan oleh Bitcoin dalam jangka pendek.

    Setelah mengalami koreksi yang cukup signifikan, nampaknya saat ini merupakan saat yang tepat untuk Bitcoin mulai pulih kembali.

    Baca Juga: Volatilitas Tinggi Aset Kripto adalah Wajar

    4. Dominasi Bitcoin Mulai Pulih

    Pertanda terakhir adalah dominasi Bitcoin yang angkanya telah mulai mengalami pemulihan kembali ke 47% setelah menyentuh 40%, nilai terendahnya sejak koreksi terjadi.

    Kemungkinan besar pemulihan ini akan terus terjadi terutama dengan semakin turunnya kondisi spekulasi terhadap beberapa Altcoins yang memiliki fundamental buruk.

    Menurut beberapa ahli pasar crypto kondisi spekulasi ini adalah penyabab kondisi crypto semakin buruk dalam koreksi.

    Sehingga dengan mulai meredanya kondisi spekulasi, pemulihan dapat segera terjadi akibat volatilitas dan leverage berlebihan yang mulai menurun.

    Sulit dipahami bahwa crypto-crypto berfundamental kurang baik dan baru tersebut akan bertahan lama melihat spekulasi yang sangat besar di dalamnya.

    Jadi, saat ini asumsi yang beredar di pasar adalah uang telah berpindah dari crypto yang memiliki fundamental buruk ke yang memiliki fundamental baik.

    Aliran dana tersebut membuat potensi dorongan beli kembali kepada Bitcoin dan Altcoins baik lainnya.

    Sehingga aliran dana tersebut dapat membuat pemulihan dan stabilitas kembali di pasar crypto.

    Hal tersebut membuktikan pentingnya melakukan investasi kepada crypto yang memiliki fundamental baik.

    Jadi saat kondisi seperti ini terjadi, investasi masih relatif aman secara jangka panjang.

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menilik Bitcoin Secara Teknikal, Bagaimana Pergerakan Selanjutnya?

    Penurunan harga Bitcoin (BTC) pekan ini membuat pasar cryptocurrency berantakan. Harga BTC yang terkoreksi cukup besar membuat sejumlah altcoin terdampak. Penurunan harga BTC terlihat sejak tanggal 10 Mei hingga 19 Mei 2021, sebesar 49%.

    Secara fundamental ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan harga BTC secara ekstrim ini. Diantaranya adalah efek cuitan dari Elon Musk yang mengisyaratkan dirinya akan berfokus meningkatkan efisiensi transaksi dengan DOGE dan menangguhkan pembelian Tesla menggunakan Bitcoin.

    Selain efek dari Elon Musk, tak lama ini muncul berita bahwa asosiasi perdagangan China melarang aktivitas perdagangan cryptocurrency, hal tersebut serentak direspon oleh penurunan pergerakan harga BTC.

    Meski begitu, banyak spekulasi yang bermunculan bahwa Elon Musk bersama Tesla yang notabene mereka adalah salah satu investor besar pada Bitcoin melakukan aksi jual atau take profit sehingga menyebabkan harga BTC anjlok.

    Namun, hal tersebut dibantah oleh Elon Musk melalui akun Twitter nya. Elon menegaskan bahwa dirinya dan Tesla belum menjual aset BTC mereka.

    Baca Juga: Cuitan Elon Musk Bikin US$ 98 Juta “Menguap” dari Bitcoin

    Isu tersebut menjadi perhatian untuk beberapa big holder BTC lainnya, seperti Michael J. Saylor selaku co-founder dari perusahaan MicroStrategy yang membuat pernyataan bahwa dia bersama MicroStrategy belum menjual aset Bitcoin mereka.

    Pernyataan dari dua tokoh dunia tersebut mendapat respon yang variatif dari kalangan  dunia cryptocurrency, ada yang menanggapi secara positif dan negatif.

    Untuk yang menanggapi secara positif, beranggapan bahwa dengan adanya pernyataan dari dua tokoh tersebut membuat tingkat kepercayaan dunia akan pergerakan harga BTC akan kembali Bullish. Kalangan ini juga percaya BTC akan menyentuh angka $100,000, sehingga kembali memunculkan minat untuk kembali membeli Bitcoin, setelah massive selling beberapa waktu lalu.

    Untuk yang menanggapi secara negatif,  dengan adanya pernyataan dari dua tokoh tersebut, malah meningkatkan ketakutan para BTC Holder lainnya.

    Karena mereka berpikiran bahwa dengan adanya pernyataan dari dua tokoh tersebut belum melakukan aksi ambil untung atau take profit dengan menjual aset BTC mereka, harga BTC sudah turun begitu dalam. Apa yang terjadi apabila para holder BTC yang besar seperti mereka melakukan aksi ambil untung dengan menjual aset Bitcoin nya.

    Baca Juga: Hanya dengan Duduk Manis Bisa Dapat TKO Gratis

    Teknikal Analisis

    Setelah mengalami penurunan yang ekstrim pada tanggal 19 Mei 2021 lalu, pergerakan harga Bitcoin (BTC) berusaha untuk melakukan pullback. Terlihat saat artikel ini dibuat pada tanggal 21 Mei 2021 pukul 10.36 WIB, laju pergerakan BTC sudah mengalami kenaikan sebesar 36% dari penurunan harga pada tanggal 19 Mei 2021.Pada chart Bitcoin/USDT time frame 1 hari, market Binance, pergerakan harga BTC masih dalam laju koreksinya.

    Saat ini pergerakan harga BTC sedang mencoba untuk masuk ke dalam supply area terdekatnya yaitu pada area harga US$42,842-US$45,675. Pada saat laju harga BTC sudah memasuki area ini, ada 2 kemungkinan untuk menentukan pergerakan arah harga BTC kedepannya, yaitu adanya rejection dan breakout.

    1. Rejection

    Apabila pada saat memasuki supply area, pergerakan harga BTC mengalami rejection, maka pergerakan harga BTC akan mengalami koreksi kembali dan kembali ke area harga US$37,000-US$39,000.

    2. Breakout

    Apabila pada saat memasuki supply area, pergerakan harga BTC mengalami breakout atau dapat menembus resistance nya, maka pergerakan harga BTC berpotensi akan terus naik hingga mencapai harga US$49,962.

     

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi di Portalkripto bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hash Rate Bitcoin Cetak ATH Baru

    Tampaknya para penambang Bitcoin kian percaya diri. Hal ini tercermin dari tercetaknya hash rate yang mencapai all time high (ATH) baru.

    Hash rate adalah satuan untuk mengukur tingkat keamanan jaringan blockchain Bitcoin, berdasarkan kekuatan penambangannya secara global.

    Sebagai perbandingan, 1 unit alat tambang Bitcoin lawas, Bitmain Antminer S17 Pro memiliki hash rate sekitar 53 Terahash per detik.

    Alat tambang generasi baru itu diklaim memiliki tingkat efisiensi daya listrik mencapai 39,5 Joule per Terahash.

    Baca Juga: Kemudahan Trading Aset Kripto dengan Aplikasi Tokocrypto

    Berdasarkan data Bitinfocharts, ATH itu berada di kisaran 149,72 Exahash per detik (EH/d) pada 5 Februari 2021 lalu.

    btc ath
    Hash rate Bitcoin mencapai all time high (ATH) baru. Sunber: Bitinfocharts.

    Dalam rentang 3 bulan, hash rate terendah berkisar 103,01 EH/d, pada 15 November 2020.

    btc ath
    Hash rate Bitcoin secara keseluruhan. Sunber: Bitinfocharts.

    Sedangkan dalam 6 bulan terakhir, hash rate terendah adalah 84,95 EH/d pada 27 Oktober 2020.

    btc ath
    Hashrate distribution penambangan Bitcoin secara global, berdasarkan mining pool. Sumber: Blockchain.com.

    Hashrate penambangan Bitcoin secara global masih dikuasai oleh para penambang dari Tiongkok (65,08 persen).

    btc ath
    Hashrate penambangan Bitcoin global. Sumber: CEBI.

    Tiongkok disusul oleh Amerika Serikat (7,24 persen). Wilayah Asia Tenggara masih diwakili oleh Malaysia (4,33 persen) di peringkat ke-5.

    Max Keiser: Hash Rate Bitcoin Menguat Cermin Kepercayaan Diri
    Max Keiser, penghayat Bitcoin, yang juga pemandu acara di Russian Today mengatakan bahwa meningkatnya hash rate Bitcoin belakangan ini mencerminkan kepercayaan diri pemilik Bitcoin dan penambangnya.

    Keiser, yang merupakan pembawa acara “Keiser Report” itu, menjelaskan harga Bitcoin cenderung menyusul hash rate, yang berarti harganya saat ini terlalu rendah. Ia juga menyatakan pertumbuhan hash rate mencerminkan kepercayaan yang tinggi terhadap Bitcoin.

    Hash rate mendahului harga. Hash rate BTC yang meningkat menunjukkan keyakinan mata uang fiat akan segera ambruk. Segera, BTC akan menarik minat meninggalkan uang fiat,” sebut Kaiser pada Juli 2020 silam.

    Seiring bank sentral yang terus menerbitkan uang baru dalam jumlah besar, sangat mungkin kepercayaan publik terhadap uang fiat semakin tergerus dan mendongkrak Bitcoin, katanya.

    Baca Juga: Michael Saylor Sarankan Perusahaan Besar Beli Bitcoin

    Pertama Kali! Harga Bitcoin Lampaui Nilai Hash Rate Penambangannya
    Untuk pertama kali sepanjang sejarah, harga Bitcoin (BTC) melampaui nilai hash rate penambangannya. Apakah ini mencerminkan kepercayaan diri para penambang untuk terus bertahan, di tengah permintaan Bitcoin yang tinggi?

    Capaian itu terjadi ketika pada 7 Januari 2021 lalu, berdasarkan data dari Digitalik. Ketika harga Bitcoin menyentuh US$39.479 dan hash rate-nya mencapai 158,1 Exahash per detik. Tampak pada grafik, garis harga “menyilang” garis nilai hash rate dari arah bawah.

    btc ath

    Dan beberapa hari kemudian, pada 10 Januari 2021, ketika harga turun ke US$38.202, garis hash rate menyilang dari arah bawah garis harga menjadi 161,8 Exahash per detik.



    Sumber : news.tokocrypto.com