Tag: btc

  • Analisis Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini

    Salah satu analis ternama di dunia kripto bernama Michaël van de Poppe menyatakan melalui Twitter bahwa Bitcoin pekan ini akan naik tinggi. 

    Menurutnya, pekan ini akan terjadi apresiasi tertinggi sejak tiga bulan terakhir karena harga telah mencapai daerah batas bawah yang kuat setelah koreksi di akhir pekan. Berikut analisisnya. 

    Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi

    Michaël van de Poppe memprediksi bahwa harga Bitcoin akan mengalami apresiasi signifikan bahkan mencapai apresiasi tertinggi sejak tiga bulan terakhir. 

    Ia membuat pernyataan tersebut melalui Twitter pribadinya dimana prediksinya didasari oleh kondisi pasar saat ini. 

    Ia menyatakan bahwa saat ini Bitcoin memperlihatkan potensi apresiasi akibat analisis teknikal serta faktor sentimen berita yang sedang sepi, yang menurutnya menjadi pertanda adanya ruang gerak naik karena tidak ada gangguan berita. 

    Ia merasa investasi harus dilakukan saat tidak ada yang tertarik, merujuk pada kondisi seperti saat ini, di mana tidak banyak berita dan sentimen yang menarik. 

    Menurutnya saat ini juga terlihat ada tanda bullish divergence yaitu kondisi dimana indikator volume bergerak berbeda dengan arah harga. 

    Baca juga: Pertemuan G20 Akan Bahas Aset Kripto dan Uang Digital Bank Sentral

    Poppe melihat bahwa saat ini terjadi bullish divergence akibat harga sedang bergerak turun, namun ia melihat indikator volume beli mulai meningkat.

    Ia juga menyatakan bahwa saat ini Bitcoin telah menutup cela atau gap yang ada di pasar derivatif yaitu kontrak futures tradisional CME dan membuat cela baru. 

    Umumnya suatu cela akan selalu ditutup oleh candlestick baru sehingga membuat potensi adanya pergergerakan arah harga baru.  

    Poppe menandakan apresiasi ini terjadi bersama dengan harga Bitcoin yang telah kembali menyentuh batas bawah yang kuat sehingga potensi apresiasi menjadi semakin besar. 

    Analisis Onchain Mendukung

    Terdapat beberapa analis yang setuju dengan pernyataannya bahwa Bitcoin masih memiliki harapan untuk naik. 

    Mayoritas analis tersebut mendasarkan potensi apresiasi ini dari dua indikator data onchain yaitu Bitcoin MVRV Z-Score dan Bitcoin Reserve Risk. 

    Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya
    Data Bitcoin Reserve Risk

    Kedua data ini memperlihatkan daerah harga Bitcoin yang dianggap baik untuk mulai menjual atau membeli dimana zona merah adalah daerah yang tepat untuk menjual, dan zona hijau tepat untuk membeli. 

    Data Reserve Risk mengukur kepercayaan investor jangka panjang serta mengukur rasio risiko dan keuntungan yang akan didapatkan oleh investor jika membeli pada saat itu. 

    Zona merah menandakan risiko sedang terlalu tinggi dibanding potensi keuntungan, sedangkan zona hijau menandakan risiko sedang rendah dibanding potensi keuntungan yang akan didapatkan jika membeli. 

    Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya
    Data Bitcoin MVRV Z-Score

    Data MVRV Z-Score melihat harga Bitcoin saat ini relatif terhadap harga aslinya. Zona merah menandakan bahwa harga saat ini sedang terlalu mahal dan zona hijau menandakan saat ini harga sedang murah. 

    Saat ini kedua indikator tersebut sedang berada di zona hijau namun dalam jangka waktu yang panjang. 

    Sehingga walau menandakan pergerakan potensi positif, kedua data ini tidak mendukung secara langsung prediksi dari Poppe, karena prediksinya menggunakan jangka waktu pendek, yaitu satu pekan. 

    Sentimen Negatif Membuat Keraguan 

    Analisis dari Poppe mendapatkan banyak tanggapan dari pasar karena membawa harapan bahwa adanya potensi keuntungan. 

    Tapi masih ada beberapa investor dan trader yang memberi tanggapan negatif karena adanya sentimen negatif yang beredar di pasar. 

    Dua sentimen negatif besar yang saat ini sedang membuat banyak investor serta trader ragu adalah kabar dari kasus Mt. Gox dan Celsius. 

    Tercatat bahwa saat ini terdapat sekitar 142.000 BTC yang siap dijual dari program pemulihan korban Mt. Gox, salah satu kasus peretasan Bitcoin terbesar dalam sejarah yang menghilangkan 700.000 BTC. 

    142.000 BTC tersebut dikabarkan akan dijual untuk ganti rugi para korban peretasan bursa Mt. Gox di tahun 2011 hingga 2014. 

    Saat ini masih belum pasti apakah semua akan dijual atau hanya sebagian, karena korban mendapat pilihan untuk menerima ganti rugi dalam Bitcoin, Bitcoin Cash, atau uang fiat

    Selain itu, ganti rugi ini baru akan terjadi pada Agustus 2022, sehingga masih ada kekhawatiran harapan investor terkait kenaikan harga Bitcoin.

    Sentimen negatif kedua yang juga masih menggantung investor kondisi Celsius yang dikabarkan memiliki US$ 531 Juta dalam Wrapped Bitcoin (WBTC) yang siap dijual. 

    Kemungkinan besar WBTC tersebut akan dijual untuk mengganti rugi dan membayar utang kepada kreditur dan investor Celsius. Jika benar dijual maka akan terjadi koreksi yang relatif besar dan prediksi Poppe akan salah.

    Baca juga: Binance Gratiskan Fee Trading Bitcoin, Pengguna: Pertahankan!

    Analisis Bitcoin Naik Bisa Salah!

    Terkait tanggapan dari investor dan trader, salah satu trader di Twitter memberikan pandangannya mengapa kemungkinan besar Poppe akan salah. 

    Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya
    Analisis Harga dari Trader @CryptoTony_

    Trader dengan Twitter @CryptoTony_ memberikan pandangan dimana Bitcoin dapat turun hingga mencapai US$ 15.000 jika terdapat sentimen negatif.

    Untuk saat ini masih belum diketahui mana prediksi yang benar, karena biasanya setiap hari Senin pasar crypto cenderung memiliki volatilitas yang tinggi.

    Tapi investor dan trader perlu berhati-hati dan tidak tergiring opini serta tetap berpegang teguh pada rencana dan manajemen risiko masing-masing. 

    Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul “Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Gratiskan Fee Trading Bitcoin, Pengguna: Pertahankan!

    Pengguna Binance menginginkan exchange aset kripto tersebut untuk mempertahankan layanan bebas transaksi untuk Bitcoin. Pernyataan tersebut berdasarkan hasil jajak pendapat atau polling yang baru-baru ini dilakukan oleh CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ) di Twitter.

    Dalam polling itu, CZ menanyakan apakah pengguna ingin Binance mempertahankan perdagangan tanpa biaya, sambil menunjukkan risiko terkait.

    Hasinya, dari 47.753 responden, sebanyak 65,9% menyatakan ingin melanjutkan transaksi gratis terlepas dari risiko yang melekat. Hal ini tidak mengejutkan mengingat fakta bahwa pedagang kripto biasanya ingin menghilangkan biaya transaksi.

    Sementara, transaksi gratis dapat menarik lebih banyak perdagangan ke Binance, itu juga dapat memengaruhi pendapatannya. Binance adalah pertukaran kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan.

    Terlepas dari banyak keuntungan seputar perdagangan tanpa biaya, CZ menyebutkan ada kerugiannya dalam sistem termasuk wash trading.

    Baca juga: Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Kripto Sebagai Alat Transaksi

    Zhao mencatat bahwa pelanggan dapat menggunakan wash trading untuk mengakses tingkat VIP bursa, akibatnya tingkat utilitas VIP untuk mendapatkan biaya perdagangan menjadi lebih rendah.

    Wash trading adalah tindakan di mana seorang trader kripto bertransaksi dengan wallet lain yang dikendalikan oleh mereka sendiri. Ini biasanya merupakan upaya untuk memanipulasi pasar dan memberi kesan permintaan.

    Zhao mengatakan Binance untuk melakukan beberapa prosedur keamanan yang lebih baik. Prosedur ini mencakup penggunaan kecerdasan buatan untuk mendeteksi perdagangan ilegal.

    Tanggapan Investor 

    Pendiri XCAD Network, sebuah platform Watch2Earn, Oliver Bell, menyambut baik perkembangan tersebut.

    Dia mengatakan jika hasil polling yang menyatakan sebagian besar pengguna Binance menginginkan transaksi gratis dikabulkan, maka akan menarik dan mendorong pengguna baru masuk industri kripto. Dia mengatakan lebih lanjut memang ada kekuarangannya, namun kelebihannya lebih banyak atau dominan.

    Namun, pengguna Twitter lain dengan moniker @VolatilityRob menanyakan apa efek perdagangan tanpa biaya di pasar jika “kekuatan pasar yang signifikan” memutuskan untuk membuang aset mereka. Dia menyertakan hasil screen shot aturan soal persaingan harga yang dikeluarkan oleh Uni Eropa. Salah satunya menyatakan UE akan memonitor dan menginvestigasi pratik-praktik yang anti-kompetsi.

    Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto
    Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Jadi Pedagang Aset Kripto dengan Nilai Transaksi Tertinggi di Indonesia

    Tokocrypto Juga “Gratiskan” Biaya Trading Bitcoin

    Program Zero-Fee Bitcoin Trading ini bisa digunakan untuk seluruh pengguna Tokocrypto. Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BTC yang dapat nikmati mulai 8 Juli 2022. Bitcoin merupakan salah satu aset kripto dengan transaksi terbesar di Tokocrypto, bersama Tether (USDT) dan Ethereum.

    Bear market ini telah menjadi perhatian besar bagi kita semua. Ada banyak investor yang baru merasa bear market, sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk portofolio mereka. Untuk menstimulus market dan memberikan kenyamanan dan kemudahan investor di tengah bear market ini, Tokocrypto membebaskan biaya trading untuk pembelian Bitcoin agar #SiapLebihCuan,” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.

    Ada 6 spot trading pairs yang dibebaskan untuk biayanya mulai dari BTC/BIDR, BTC/BUSD, BTC/DAI, BTC/TUSD, BTC/USDC dan BTC/USDT. Syarat untuk mendapatkan gratis trading fee Bitcoin, pengguna Tokocrypto harus menyelesaikan verifikasi KYC (Know Your Costumer) Level 1.

    Tidak hanya itu, Tokocrypto juga meluncurkan fitur baru, yaitu TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Hadirnya fitur TKO Trading Fee yang memberikan keuntungan untuk para holders TKO. 

    Dengan fitur TKO Trading Fee, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon fee trading ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

    Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait program Zero-Fee Bitcoin Trading bisa simak di link ini dan TKO Trading Fee di link ini.

    Artikel ini telah tayang di PortalKripto.com dengan judul Binance Gratiskan Fee Trading Bitcoin, Pengguna: Pertahankan!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Market Kripto Makin Optimis Melaju, tapi Potensi Bull Trap

    Menjelang akhir pekan, market kripto tampak membuat hati investor senang. Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin cukup mengejutkan, karena mampu melewati level psikologisnya di atas US$ 20.000, setelah alami penurunan yang berat.

    Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (8/7) pukul 12.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 21.943 atau melonjak 7,91% dalam 7 hari terakhir.

    Altcoin lainnya tidak kalah sumringah. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 14,01% ke US$ 1.248 sepekan terakhir. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP bahkan naik lebih dari 6%. Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) meroket lebih dari 5% seminggu terakhir.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan reli singkat yang terjadi pada perdagangan market kripto disebabkan oleh sentimen positif dari risalah yang dikeluarkan oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (7/7) lalu. Investor mengamati reaksi pasar terhadap risalah terbaru tersebut, namun tampaknya berdampak baik bagi market.

    “Investor tampaknya sangat menyukai risalah FOMC, sehingga meredakan kekhawatiran komitmen The Fed untuk pengetatan kebijakan moneter. Kenaikan market kripto juga terjadi pada pasar saham yang semakin berkorelasi selama setahun terakhir,” kata Afid.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

    Penguatan harga aset kripto juga datang dari sentimen positif dari Ethereum yang sukses merapungkan uji coba The Merge terbarunya di jaringan uji coba bernama Sepolia. Kesuksesan ini akan mendekatkan jaringan Ethereum mengubah algoritma konsensusnya dari Proof of Work (PoW) menjadi Proof of Stake (PoS).

    Ada pula kabar dari Celsius yang telah membayar utangnya ke platform Maker sebesar US$ 440 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas Celsius sudah membaik setelah menghentikan proses penarikan (withdrawals) pada dua pekan lalu.

    Selain itu, investor juga masih melakukan strategi buy the dip memanfaatkan situasi makroekonomi yang sedang mereda. Terlihat dari data on-chain exchange terjadi sedikit lonjakan yang menimbulkan harga terkonsolidasi. 

    Market secara keseluruhan masih di masa konsolidasi. Dari data on-chain, aktivitas trading Bitcoin, dari trading volume, long term holder mulai beli. Dari sisi market sekitar 200-400 hari sebelum halving akan ada sedikit koreksi. Kita masih ada di bear market, belum ada tanda-tande reversal,” jelasnya.

    Ilustrasi bear market
    Ilustrasi bear market.

    Baca juga: Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Bitcoin untuk Stimulus Market Kripto

    Afid juga mewanti-wanti akan terjadi bull trap. Investor harus masih menunggu data pekerjaan (Nonfarm Payroll/NFP) AS pada akhir pekan ini dan indeks harga konsumen AS minggu depan. Dua data tersebut seharusnya menandakan laju inflasi dan apakah The Fed terus agresif menaikkan suku bunga ketika pembuat kebijakan bertemu berikutnya pada 26-27 Juli mendatang.

    “Perilisan data NFP AS akhir pekan ini bisa saja membuat harga aset kripto putar balik. Dari data historisnya, pergerakan harga aset kripto selalu kembali lesu setiap ada perilisan data makroekonomi terbaru yang negatif. Kalau, Bitcoin untuk memulai fase bullish harus menembus harga di atas US$ 23.000, untuk saat ini tren harian masih turun,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Bitcoin untuk Stimulus Market Kripto

    Situasi market aset kripto masih dalam tekanan memasuki kuartal III 2022. Kapitalisasi pasar atau market cap kripto kembali di bawah US$ 1 triliun untuk pertama kalinya sejak Januari tahun 2021 lalu di tengah kondisi bear market.

    Bitcoin sebagai aset kripto terpopuler sejagat pun mengalami penurunan hingga 70% saat bear market ini. Bitcoin pernah mencapai All Time High (ATH) dengan harga hingga US$ 68.789 pada bulan November 2021.

    Melihat kondisi market yang bearish dan ingin menciptakan peluang yang besar untuk para investor mendapatkan untung, Tokocrypto membebaskan biaya trading Bitcoin dengan pairing fiat untuk seluruh penggunanya. Benefit ini bisa didapatkan langsung dengan mudah.

    Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto
    Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto.

    Baca juga: 5 Aset Kripto yang Paling Diminati Investor Indonesia

    Program Zero-Fee Bitcoin Trading ini bisa digunakan untuk seluruh pengguna Tokocrypto. Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BTC yang dapat nikmati mulai 8 Juli 2022. Bitcoin merupakan salah satu aset kripto dengan transaksi terbesar di Tokocrypto, bersama Tether (USDT) dan Ethereum.

    Bear market ini telah menjadi perhatian besar bagi kita semua. Ada banyak investor yang baru merasa bear market, sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk portofolio mereka. Untuk menstimulus market dan memberikan kenyamanan dan kemudahan investor di tengah bear market ini, Tokocrypto membebaskan biaya trading untuk pembelian Bitcoin agar #SiapLebihCuan,” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.

    Ada 6 spot trading pairs yang dibebaskan untuk biayanya mulai dari BTC/BIDR, BTC/BUSD, BTC/DAI, BTC/TUSD, BTC/USDC dan BTC/USDT. Syarat untuk mendapatkan gratis trading fee Bitcoin, pengguna Tokocrypto harus menyelesaikan verifikasi KYC (Know Your Costumer) Level 1.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 7 Juli 2022: Kripto Bergerak Hijau

    Tidak hanya itu, Tokocrypto juga meluncurkan fitur baru, yaitu TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Hadirnya fitur TKO Trading Fee yang memberikan keuntungan untuk para holders TKO. 

    Dengan fitur TKO Trading Fee, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon fee trading ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

    Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait program Zero-Fee Bitcoin Trading bisa simak di link ini dan TKO Trading Fee di link ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Nilai Bitcoin yang Kembali Masuk ke Harga $ 30.000

    Bitcoin (BTC) akhirnya kembali meluncur ke titik pivot penting di harga $ 30.000 per keping, setelah reli singkat awal pekan ini menjadi sekitar $ 31.700. Ternyata pergerakan Bitcoin ini masih dipengaruhi oleh sejumlah sentimen negatif.

    Aset kripto terbesar sejagat itu baru-baru ini berpindah tangan sekitar $ 30,100, turun 3,31% pada Kamis (9/6) pukul 9.00 WIB yang terpantau di CoinMarketCap. Sementara, nilai Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, turun 1,4% menjadi $ 1.788.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan Bitcoin masih sangat bergantung dengan kemungkinan hasil pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa pada hari Kamis ini. Dan, ada kemungkinan bank sentral di luar Federal Reserve AS mungkin mulai memegang kendali atas pasar.

    “Investor masih belum menunjukkan tanda-tanda bakal melakukan aksi jual dengan agresif. Pasalnya, mereka mengantisipasi hasil rapat Bank Sentral Eropa hari ini dan perilisan inflasi AS Mei keesokannya,” kata Afid.

    Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

    Lebih lanjut Afid menerangkan, ketika bank sentral mulai menaikkan suku bunga, secara teoritis membuat investor akan menahan uang mereka karena lebih menarik dibandingkan masuk ke investasi yang berisiko, seperti kripto.

    Hal tersebut bisa berimplikasi pada Bitcoin karena harganya biasanya dalam mata uang dolar AS, dan trennya sering kali bertepatan dengan pergerakan greenback versus mata uang regional utama.

    “Jika Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga acuannya, maka The Fed pun kemungkinan bakal ikutan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin bulan ini. Kenaikan suku bunga acuan agresif menaikkan daya tarik instrumen berpendapatan tetap dan nilai Dolar AS,” jelasnya.

    Aset berisiko dipandang tidak menarik di mata investor dan membeli aset kripto menjadi lebih mahal, mengingat harganya selalu diukur dalam denominasi dolar AS. Faktor makroekonomi sangat mempengaruhi keputusan investor institusi untuk keluar-masuk pasar kripto. Dengan demikian, ada kemungkinan harga aset kripto bakal kembali berbalik arah dalam beberapa waktu mendatang.

    Regulasi aset kripto dan angka ekonomi yang lemah jelas membebani sentimen investor dan data derivatif menunjukkan investor Bitcoin menghindari posisi long leverage, ditambah mereka enggan mengambil risiko penurunan.

    Saat ini, jelas bahwa kondisi bear market menetapkan $ 32.000 sebagai level resistance dan penurunan berulang ke level $ 28.200 kemungkinan akan berlanjut.

    Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Agresif, Pasca The Fed Naikkan Suku Bunga Tertinggi

    Market aset kripto ternyata bergerak positif pasca, Bank Sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin alias kenaikan tertinggi sejak tahun 1994. Satu yang mengejutkan, harga Bitcoin yang sempat anjlok ke US$ 20.000, kini bergerak agresif menuju zona hijau.

    Melansir CoinMarketCap pada Kamis (16/6) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) naik 1,57% dalam sehari terakhir menjadi di US$ 22.594. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) juga naik 1,18% ke US$ 1.232 di waktu yang sama.

    Performa mengejutkan dari sejumlah altcoin, seperti Solana (SOL), Polkadot (DOT) dan Dogecoin (DOGE) kompak meroket lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir. Altcoin yang menjadi juara adalah Aragon (ANT) yang meluncur 53,99% dalam sehari terakhir. Selain itu, terdapat pula Basic Attention Token (BAT) yang tumbuh 24,05% di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat ini dampak positif dari keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan untuk menekan inflasi AS yang terus meninggi. Selain itu, investor menangkap kebijakan The Fed ini hanya berdampak sementara, sehingga market kembali bergairah, seperti saham dan kripto.

    “Peningkatan ini memulihkan sebagian besar kerugian yang dialami oleh investor selama enam hari terakhir. Kenaikan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena dalam market ada istilah “sell on rumor buy on news.” Karena ekspektasi suku bunga naik 75 basis poin dan ternyata terjadi, maka investor jual dulu dan beli setelah udah benar naik 75 basis poin,” jelas Afid.

    illustrasi tampilan token bitcoin
    illustrasi tampilan aset Bitcoin.

    Baca juga: CEO Binance: Musim Dingin Kripto Potensi Baik untuk Bisnis

    Investor Kripto Bersikap Tenang

    Kenaikan atau rebound pada market kripto bisa saja tidak terjadi, jika The Fed menaikan suku bunga acuan hingga 100 basis poin, karena investor yang terlanjur melakukan aksi jual, tidak akan kembali beli. Hal ini terjadi ketika pengumuman data inflasi AS pada Jumat (10/5) lalu, investor tidak melakukan aksi beli karena salah prediksi, yang diperkirakan akan turun, tetapi malah meninggi.

    Investor juga perlahan tenang setelah ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa mereka hanya akan mengerek suku bunga acuan dengan kencang pada saaat tertentu saja. Akibatnya, pengetatan kebijakan moneter tersebut hanya untuk sementara dan tidak berencana mengerek suku bunganya secara agresif di jangka panjang.

    “Sinyal terkait kepastian kebijakan moneter tersebut menuntun pelaku pasar kembali ke market kripto dan meninggalkan aset berpendapatan tetap. Aset digital secara signifikan berkorelasi dengan pasar keuangan AS dalam beberapa bulan terakhir, yang keduanya terus melemah,” tutur Afid.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 15 Juni 2022: Kripto Bangkit, tapi Rentan “Sakit”

    Proyeksi harga Bitcoin dan Ethereum Setelah Rebound

    Gerakan rebound ini mungkin hanya sementara, sentimen negatif masih membayangi market kripto. Seperti, Bank Sentral Eropa mengadakan pertemuan yang tidak dijadwalkan untuk mempertimbangkan masalah pasar yang lebih luas, termasuk meningkatnya biaya pinjaman di antara negara-negara berutang di benua itu.

    Sementara itu, industri kripto terus memperhitungkan dampak dari Celsius dan runtuhnya stablecoin TerraUSD (UST) dan token LUNA bulan lalu.

    Jika, bear market masih terus berlanjut harga Bitcoin bisa turun dari zona overhead ini dan mencoba untuk melanjutkan tren dengan menarik pasangan di bawah US$ 20.000. Jika berhasil turun, harga BTC bisa ke level support berikutnya di US$ 17.500 dan kemudian US$ 16.000.

    Sementara, Ethereum bisa menembus di bawahUS $ 1.000, ini akan menandakan dimulainya kembali tren turun. ETH kemudian bisa turun ke US$ 900 di mana pembeli akan kembali mencoba menahan penurunan.

    Baca juga: Harga Bitcoin Bisa Gagal Menjadi US$ 13 Ribu, Ini Syaratnya



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun Lagi, Justru Berpotensi Naik Drastis

    Aset kripto, Bitcoin mengalami gejolak kembali di akhir Juni 2022. Di awal pekan ke-4 Juni, aset kripto terbesar tersebut turun mencapai nilai terendah.

    Nilai tersebut setara dengan angka tertinggi yang pernah tercatat pada 2017 lalu, tepatnya pada angka US$ 19.500 per keping.

    Menyikapi situasi tersebut, pengamat aset kripto, Gareth Soloway justru menggambarkan optimismenya. Ia bahkan memperkirakan nilai Bitcoin akan menembus angka US$ 25.000 hingga US$ 28.000 secara analisis teknis.

    Gareth menjabarkan bahwa terdapat beberapa alasan bahwa situasi terkini merupakan kondisi penurunan jangka pendek. Ia menerangkan bahwa Bitcoin telah mencapai yang lebih rendah dari nilai tertingginya di tahun 2017.

    Pemegang aset kripto saat ini mulai melakukan banyak pembelian dengan asumsi menahan aset. Hal tersebut menunjukkan banyak orang telah cukup banyak kembali mengambil risiko. Gareth berpendapat bahwa hal tersebut akhirnya akan menjadi serangan bunuh diri.

    Baca juga: Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Kripto Sebagai Alat Transaksi

    “Penting untuk memperhatikan dan mengetahui orang-orang berinvestasi pada aset tersebut. Sehingga investor strategis dapat memahami bahwa telah mengikuti arus mayoritas,” ujarnya membuka analisa lanjutan.

    Ia menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi menarik, sebab mayoritas investor saat ini berada dalam posisi merugi. Sehingga keputusan tersebut juga dapat dikatakan sebagai sesuatu yang terlalu berisiko.

    “Bitcoin pada tahun 2009 hanya berharga beberapa pennies. Perbandingan nilainya saat ini tentu sangat menakjubkan,” ujarnya.

    Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang pada aset kripto terkait. Namun Gareth tidak menganggap hal serupa berlaku dalam jangka pendek.

    “Jika dibandingkan dengan momen penurunan Terra LUNA, maka Bitcoin telah kehilangan US$ 14.000 dari nilai sebelumnya,” ujarnya.

    Baca juga: El Salvador Kembali Beli Bitcoin, Saat Bear Market

    Ia menjelaskan bahwa dalam dunia trading, hal tersebut dikenal dengan waktu untuk pendekatan terukur. Situasi tersebut berkaitan dengan penurunan jangka pendek.

    “Sebab durasi tersebut juga akan menjadi perkiraan yang sepadan dengan peningkatan kembali sebuah aset,” ujarnya.

    Ia memperkirakan bahwa Bitcoin akan mengalami peningkatan kembali hingga titik US$ 25.000 sebagai target terdekat. Nilai tersebut berpotensi menjadi nilai stabil untuk beberapa waktu menurutnya.

    “Lalu tren tersebut akan berlanjut dengan gelombang naik-turun berikutnya sebelum penurunan lain yang lebih besar,” ujar Gareth. [Im]

    Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “Bitcoin Turun Lagi, Justru Berpotensi Naik Drastis.“



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenali Perbedaan Ethereum dan Bitcoin

    Selain bitcoin, salah satu mata uang kripto yang saat ini banyak diperbincangkan oleh investor dan trader adalah ethereum. Ethereum banyak dicari setelah harganya yang terus naik dalam satu tahun kebelakang. Dengan umurnya yang baru menginjak 6 tahun pada 2020 ini, nilai ethereum diprediksikan akan terus naik pada tahun-tahun berikutnya.

    Ethereum sendiri mulai dikenalkan oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014, berawal dari seorang penambang bitcoin. Buterin memandang bitcoin bisa digunakan untuk hal yang lebih modern dan lebih besar. Pada saat itu, Buterin dan teman-temannya mulai membuat rancangan Whitepaper tentang proyek tersebut. Buterin menyebutkan bahwa Ethereum dirilis untuk memenuhi kebutuhan transaksi Cross-Chain dan Cross-Platform dengan tujuan utamanya menghancurkan batas-batas transaksi finansial yang ada saat ini dan didominasi oleh perbankan.

    Ethereum sendiri secara sederhana merupakan platform software untuk programmer membangun aplikasi yang menggunakan teknologi blockchain. Pada platform Ethereum, ada mata uang kripto  bernama Ether yang digunakan untuk bertransaksi pada jaringan tersebut. Jadi ethereum merupakan platform aplikasi, yang sebenarnya masuk ke dalam cryptocurrency adalah ether yang merupakan mata uang dari platform Ethereum.

    Sementara itu, bitcoin lebih dahulu ditemukan oleh anonim yang bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Bitcoin juga menggunakan teknologi blockchain dalam sistemnya. Secara sederhana perbedaan dari dua mata uang kripto ini ada pada tujuan dan fungsinya. Bitcoin menawarkan sistem uang elektronik peer-to-peer untuk pembayaran atau transfer Bitcoin. Sementara Ethereum memfokuskan blockchain-nya untuk menjalankan program terdesentralisasi, termasuk salah satunya pembayaran atau transfer Ether. Untuk lebih lengkapnya mari kita bahas bersama.

    Perbedaan Ethereum dengan Bitcoin

    Hampir sama seperti Bitcoin, Ethereum merupakan sistem yang terdesentralisasi. Artinya, tidak ada seseorang ataupun perusahaan yang bisa mengontrol Ethereum. Namun, pada sistem Ethereum terdapat fitur yang paling  berbeda dari bitcoin. Fitur tersebut adalah Smart Contract.

    Smart Contract secara sederhana  merupakan fitur untuk perjanjian antara dua orang dalam bentuk kode pada komputer. Smart contract berada di jaringan blockchain, sehingga data tersebut disimpan di database publik dan tidak dapat diubah.

    Transaksi yang terjadi menggunakan smart contract akan diproses oleh blockchain, sehingga smart contract dapat dikirim secara otomatis tanpa pihak ketiga seperti bank, pemerintah, broker, dan lain sebagainya.  Transaksi hanya terjadi pada kondisi ketika perjanjian terpenuhi. Dengan tidak adanya pihak ketiga, maka tidak ada entitas yang perlu dipercayai dalam menjalankan smart contract tersebut.

    Selain fitur smart contract ada beberapa yang berbeda dari dari kedua mata uang kripto yang sedang naik daun tersebut. Diantaranya adalah: 

    • Generasi Blok: di Ethereum, Generasi Blok pada sistem blockchain memiliki kecepatan 12 detik per blok. Sedangkan pada Bitcoin, Generasi Blok memiliki kecepatan yang jauh lebih lama 10 menit per blok.
    • Kecepatan Transaksi: Karena perbedaan Generasi Blok yang sudah dijelaskan di atas, kecepatan perpindahan blok pada Ethereum berbanding jauh dari Bitcoin, sehingga proses kecepatan transaksinya pun menjadi jauh lebih cepat.
    • Biaya Transaksi: Pada bitcoin, biaya yang dikenakan per transaksi adalah tetap, namun pada Ethereum biaya transaksi berbeda-beda. Tergantung pada daya komputasi yang ada pada saat itu.
    • Fitur transaksi: Pada Ethereum terdapat fasilitas seperti exchanger yang dapat digunakan oleh user untuk menukarkan Ethereum ke bitcoin atau ke mata uang kripto lainnya. Namun, pada Bitcoin hanya mendukung transaksi antar pengguna Bitcoin saja, sehingga penukaran bitcoin ke mata uang kripto lain atau ke mata uang konvensional membutuhkan exchanger seperti Tokocrypto. 
    • Fitur EVM: Pada fitur EVM dapat diaplikasikan dalam platform lainnya sebagai penyedia layanan transaksi berbasis Ether. Evm adalah sebuah proses pencatatan transaksi yang cepat aman dan mudah. Fitur ini juga dapat diimplementasikan pada sistem lainya. 

    Nah itulah perbedaan-perbedan dari ethereum dengan bitcoin. Jika anda ingin memiliki kedua mata uang kripto tersebut anda bisa mengakses websites www.tokocrypto.com atau menghubungi kami lewat media sosial dengan username @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Bitcoin Masih Berjuang di Harga US$ 19.000

    Pergerakan market aset kripto pada hari Senin pertama di bulan Juli 2022, tidak cukup memuaskan. Selama akhir pekan lalu, sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap belum mampu mempertahankan gerakannya ke zona hijau.

    Melansir situs CoinMarketCap pada hari Senin (4/7) pukul 09.00 WIB, ada 7 aset kripto big cap kompak naik sedikit ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Ethereum (ETH) naik 1,21% ke level US$ 1.070. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan XRP mengalami kenaikan masing-masing 1,70%, 2,99% dan 3,32%.

    Sementara, Bitcoin (BTC) turun 0,67% ke US$ 19.191 per keping dalam sehari terakhir. BTC masih berjuang untuk tetap mempertahankan posisinya di level support ini agar tidak terus turun.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto awal pekan ini memang terllihat kurang bergairah. Bitcoin bahkan sedang kritis untuk berjuang tidak turun lebih lanjut di bawah level support-nya.

    Market kripto sedang tidak bergairah selama akhir pekan lalu. Senin pagi ini sebagian besar kripto naik tipis. Investor masih ragu-ragu untuk melakukan aksi beli, sehingga secara keseluruhan market tetap lemah, dengan beberapa volatilitas cenderung datar,” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Baca juga: MicroStrategy Serok Lagi 480 BTC Senilai Rp 148 Miliar

    Menurut Afid, Bitcoin akan mengalami kelanjutan penurunan harga. Sebelumnya, Bitcoin sempat turun di bawah US$ 19.000 pada satu titik pada hari Kamis (30/6) setelah penolakan Securities and Exchange (SEC) AS terhadap dua ETF Bitcoin spot, teguran untuk Three Arrows Capital, karena dana lindung nilai kripto yang bermasalah dan pukulan baru dari indikator ekonomi yang mengecewakan.

    Sejumlah analis percaya Bitcoin akan menembus harga di bawah dukungan sekitar US$ 18.000-US$ 21.000 yang juga terjadi sepanjang Juni. Investor mungkin akan berjuang keras untuk menghindari BTC turun lebih dalam dan menimbulkan kerugian yang lebih tinggi.

    illustrasi tampilan bitcoin
    Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.

    “Penerobosan dari kisaran ini dapat membuat perdagangan Bitcoin ke posisi antara US$ 13.000 hingga US$ 15.000 dan dapat mengirim market kripto ke dalam spiral yang mungkin memerlukan periode waktu yang lebih lama untuk pemulihan,” jelas Afid.

    BTC turun hampir 38% pada bulan Juni untuk mencatat kerugian bulanan terbesar kedua sejak debutnya pada tahun 2009. Menurut Data CoinGecko, Bitcoin diperdagangkan lebih dari US$ 31.000 pada tanggal 1 Juni dan turun ke level US$ 17.700 pada pertengahan bulan, sebelum pulih dan mengakhiri bulan pada US$ 19.209.

    Baca juga: Analis: Waspadai Penjualan Bitcoin Secara Besar-besaran Lagi



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis: Waspadai Penjualan Bitcoin Secara Besar-besaran Lagi

    Tom Lee dari Fundstrat Global Advisor telah membagikan pandangan terbarunya, di mana ia memperkirakan penjualan Bitcoin secara besar-besaran akan terjadi lagi.

    Tom Lee adalah salah seorang analis Bitcoin yang telah membuat beberapa prediksi tepat terkait pergerakan harga kripto utama tahun lalu.

    Salah satunya adalah, harga BTC yang “akan melampaui US$40.000 di tahun ini,” yang ia ungkapkan pada awal tahun 2021 dan terbukti terjadi, bahkan hingga ke ATH terbarunya di kisaran US$68.000.

    Penjualan Bitcoin Besar-Besaran akan Terjadi Lagi

    Berdasarkan laporan U Today, Tom Lee telah mengatakan kepada CNBC bahwa ia telah melihat peluang terjadinya aksi jual besar lagi pada BTC.

    Dalam penelitiannya, Lee meyakini bahwa aksi penjualan besar Bitcoin ini akan menjadi “pencucian” terakhir sebelum menciptakan peluang pembelian yang lebih banyak.

    Baca juga: Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

    Lee pun mengungkapkan bahwa harga BTC dapat turun sebentar di bawah level terendah bulan ini, di sekitar US$ 17.592, berdasarkan data dari BitStamp.

    Memang, jika melirik beberapa minggu terakhir, harga belum dapat membangun pemulihan yang meyakinkan dari level harga tersebut. Sehingga, ada kemungkinan terjadi retest sebelum pasar benar-benar mencoba untuk pulih.

    Selain Lee, Kepala Strategi dari FS Investments, Troy Gayesk, juga melihat adanyan peluang penurunan lanjutan dari harga BTC, meski dia tidak menyebutkan seperti Lee, apakah ini akan menjadi peluang beli baru atau tidak.

    Kekhawatiran Resesi 

    Tampaknya, ada beberapa pandangan analis yang melihat bahwa dorongan bearish masih belum usai. Itu juga masuk dalam pertimbangan adanya kekhawatiran resesi yang masih membayangi investor.

    Selera risiko tidak terbentuk dengan “lega,” yang kali ini kembali berhadapan dengan sikap hawkish dari Ketua the Fed, Jerome Powell, yang membuat dolar AS kembali perkasa dalam dua hari terakhir.

    Baca juga: Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

    Meski begitu, membahas resesi telah membawa kembali kepada pernyataan Robert Kiyosaki, yang telah lama menyarankan untuk membeli lebih banyak emas, perak dan Bitcoin.

    Dari sudut pandangnya, resesi akan terjadi dan membawa nilai dari dolar AS lebih rendah. Ini akan mengangkat nilai dari aset yang dianggap sebagai lindung nilai. Dan menurut Kiyosaki, ketiganya adalah aset yang tepat untuk menghadapi resesi. [st]

    Artikel ini telah tayang di Blockchainmedia.id dengan judul “Analis: Waspadai Penjualan Bitcoin Secara Besar-besaran Lagi



    Sumber : news.tokocrypto.com