Tag: btc

  • Harga Bitcoin (BTC) Menguat ke $106.816: Menuju Rebound $110.000?

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan sinyal penguatan setelah sempat melemah dalam beberapa pekan terakhir.

    Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Sabtu (18/10), harga Bitcoin saat ini berada di level $106.816,22 per BTC, mengalami kenaikan +1,78% dalam 24 jam terakhir.

    Sedangkan kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $2,13 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $83,34 miliar USD.

    Kenaikan ini menandai pergerakan positif setelah fase konsolidasi panjang di bawah $105.000 yang terjadi sejak awal bulan.

    Dalam waktu satu jam terakhir, BTC masih mencatat koreksi tipis sebesar -0,39%, menandakan adanya tekanan jual jangka pendek, meski sentimen pasar mulai berbalik arah.

    Baca Juga: Konflik China-AS Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

    Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam Terakhir

    Dalam periode 24 jam terakhir, harga terendah Bitcoin tercatat di $103.598,43, sementara harga tertingginya mencapai $107.541,12.

    Rentang pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar spot dan derivatif.

    Secara historis, Bitcoin masih berada 9,63% di bawah harga tiga bulan lalu, di mana sempat menyentuh rekor tertinggi di $126.198,07.

    Penurunan jangka menengah ini masih menjadi perhatian investor besar (whales) yang cenderung berhati-hati dalam menambah posisi.

    Namun, dengan sirkulasi pasokan mencapai 19,94 juta BTC atau sekitar 94,93% dari total maksimum 21 juta BTC, tekanan suplai baru di pasar semakin terbatas, suatu kondisi yang biasanya menydukung kenaikan harga jangka panjang.

    Analisis Tren: Sinyal Rebound Mulai Terlihat

    Secara teknikal, penguatan harian sebesar 1,78% menjadi sinyal bahwa Bitcoin mulai membentuk support kuat di kisaran $103.000–$105.000.

    Jika momentum ini terus berlanjut, level resistance terdekat berada di $108.000, dan target psikologis utama di $110.000 bisa segera diuji.

    Dari sisi fundamental, permintaan institusional kembali meningkat setelah adanya sentimen positif dari pasar ETF kripto di AS. Investor juga menilai bahwa kebijakan moneter The Fed yang cenderung stabil memberi ruang bagi aset berisiko seperti Bitcoin untuk menguat kembali.

    Namun demikian, volatilitas tetap menjadi faktor dominan. Dalam 30 hari terakhir, BTC mengalami koreksi -8,85%, sementara dalam 90 hari terakhir harga turun -9,63%.

    Kondisi ini mengindikasikan pasar masih dalam fase “penyesuaian” sebelum potensi tren bullish berikutnya.

    Prospek dan Pandangan Pasar

    Para analis memperkirakan bahwa Bitcoin berpotensi bergerak stabil di kisaran $105.000–$110.000 dalam jangka pendek, dengan kemungkinan rebound menuju $115.000 jika volume perdagangan terus meningkat.

    Sementara itu, kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya kini mencapai $2,24 triliun, menunjukkan besarnya potensi nilai ekonomi yang masih dapat terealisasi dari total pasokan maksimal BTC.

    Di sisi lain, beberapa trader masih bersikap konservatif mengingat adanya tekanan eksternal dari kondisi makroekonomi global dan fluktuasi likuiditas pasar kripto.

    Namun, mayoritas pelaku pasar sepakat bahwa Bitcoin masih memegang peran sentral sebagai aset digital paling dominan dan tahan lama.

    Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Anjlok 4,45%, Terdorong Sentimen Negatif Bitcoin

    Secara keseluruhan, penguatan harga Bitcoin hari ini memberikan sinyal positif bagi investor setelah periode penurunan yang cukup panjang.

    Dengan fundamental jaringan yang solid, adopsi institusional yang meningkat, serta keterbatasan pasokan, BTC berpotensi mempertahankan momentum bullish menuju akhir tahun 2025.

    Bagi investor jangka panjang, kondisi ini dapat menjadi peluang akumulasi, sementara trader harian disarankan tetap waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto.

    harga bitcoin hari ini, harga btc terbaru, analisis bitcoin, pergerakan harga btc, bitcoin 2025, harga btc usd, kapitalisasi pasar bitcoin, tren harga kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Konflik China-AS Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

    Harga Bitcoin (BTC) terus mengalami penurunan pada hari Jumat, merosot di bawah $109.000 karena gelombang baru penghindaran risiko mencengkeram pasar global.

    Penurunan ini terjadi ketika pasar global menjadi defensif, dengan ekuitas melemah, obligasi menguat, dan emas mencapai rekor tertinggi baru.

    Terakhir diperdagangkan 2,4% lebih rendah pada hari ini di sekitar $108.503, dan turun lebih dari 10% dalam seminggu terakhir.

    Saham Asia mencerminkan kerugian Wall Street semalam, dengan investor mundur dari aset berisiko setelah tanda-tanda tekanan kredit muncul kembali di antara bank-bank regional AS.

    Sentimen di pasar ekuitas juga terpukul oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok. 

    Beijing pada hari Kamis menuduh Washington memicu kepanikan atas kontrol ekspor tanah jarangnya dan menolak seruan Gedung Putih untuk melonggarkan pembatasan tersebut, yang mengguncang kepercayaan pasar yang sudah rapuh.

    Baca Juga: Akankah Bitcoin Drop di Bawah US$100.000 dalam Waktu Dekat? 3 Chart Ini Punya Jawaban

    Keterangan diantara kedua negara adikuasa itu mengakibatkan gelombang likuidasi yang melebihi $19 miliar.

    Aksi jual tersebut melanda berbagai token utama, membuat investor waspada terhadap penurunan lebih lanjut.

    Kekhawatiran Jangka Panjang

    Sementara itu, Cryptonews melaporkan pada Jumat (17/10) bahwa kekhawatiran di pasar tradisional semakin memperkuat nada kehati-hatian.

    Runtuhnya First Brands Group dan Tricolor Holdings memicu kembali kekhawatiran akan kerugian kredit tersembunyi, sementara penurunan nilai akuntansi yang terkait dengan penipuan di Zions Bancorp dan Western Alliance menghapus lebih dari $100 miliar nilai pasar perbankan AS dalam satu hari.

    Dengan meningkatnya kekhawatiran kredit, dua aset tradisional: emas dan perak, melanjutkan reli mereka ke level tertinggi baru.

    Bitcoin, yang sering disebut-sebut sebagai emas digital, belum mengikuti jejaknya, jatuh 6,3% selama seminggu terakhir, penurunan tertajam sejak Maret.

    Baca Juga: Crypto Black Friday, Biang Dibalik Anjloknya Harga Bitcoin

    Pergerakan Harga Bitcoin Semakin Mencerminkan Pasar Tradisional

    Dom Harz, salah satu pendiri BOB, mengatakan semakin terintegrasinya Bitcoin dengan keuangan arus utama dapat menjelaskan keselarasannya yang lebih erat dengan pasar yang lebih luas.

    Harz menambahkan bahwa adopsi institusional akan mempercepat inovasi dalam keuangan terdesentralisasi berbasis Bitcoin.

    “Institusi-institusi yang memegang BTC ini ingin memanfaatkan kegunaan Bitcoin dan memanfaatkan aset mereka dengan mengintegrasikan BTC secara aman ke dalam protokol DeFi,” ujarnya.

    Untuk saat ini, kemampuan Bitcoin untuk bertahan di atas ambang batas $110.000 kemungkinan besar akan bergantung pada katalis makroekonomi.

    Para pedagang tetap berhati-hati, mencermati sinyal dari Federal Reserve AS mengenai suku bunga dan bagaimana ketegangan perdagangan dapat memengaruhi selera risiko menjelang kuartal terakhir tahun ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Bitcoin Anjlok? Menelisik Akar Kejatuhan Harga

    Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian pasar global ketika harga mendadak terjun tajam di tengah likuidasi besar-besaran dan ketidakpastian investor.

    Dalam fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya, pasar kripto mengalami likuidasi posisi leverage senilai sekitar USD 20 miliar, peristiwa terbesar dalam sejarah industri ini.

    Baca Juga: Konflik China – AS Kembali Memanas, Harga Bitcoin Merosot di Bawah $109.000

    Likuidasi Leverage Besar-Besaran: Pemicu Kejatuhan Harga

    Faktor utama yang langsung menekan harga Bitcoin adalah aksi likuidasi posisi leverage yang masif.

    Banyak trader yang menggunakan leverage (meminjam modal untuk memperbesar eksposur) terkena margin call ketika harga bergerak melawan posisi mereka.

    Pada momen tersebut, posisi beli (long) dipaksa ditutup, memicu penjualan berantai yang mendorong harga semakin turun.

    Karena posisi leverage cenderung berisiko tinggi, lonjakan volatilitas seringkali memicu likuidasi massal di pasar kripto.

    Dalam kasus kali ini, likuidasi senilai USD 20 miliar menunjukkan bahwa eksposur spekulatif sangat tinggi sebelum tekanan jual datang.

    Ambil Untung (Profit-Taking) & Sentimen Global

    Sebagian dari tekanan jual juga datang dari trader dan investor yang mengambil keuntungan, terutama setelah lonjakan harga sebelumnya.

    Ketika pasar memasuki zona overbought atau ketika target keuntungan tercapai, sebagian investor memilih menjual ke bagian pasar yang lebih aman.

    Selain itu, tekanan makroekonomi dan ancaman geopolitik turut memperburuk suasana pasar risiko: ketidakpastian kebijakan moneter (suku bunga), konflik global, atau dinamika pasar tradisional dapat membuat investor kripto menjadi lebih berhati-hati.

    Semua ini berkontribusi terhadap tekanan jual tambahan.

    Peran Likuiditas dan Permintaan Struktural

    Meskipun harga jatuh secara dramatis, analisis dari Glassnode dan CryptoQuant menyebut bahwa di balik gelombang jual ada unsur permintaan struktural yang relatif stabil.

    • Whale accumulation: investor besar (whales) terus mengakumulasi BTC bahkan selama tekanan turun, menunjukkan bahwa sebagian modal besar tetap percaya pada jangka panjang.
    • Aliran ke ETF & stablecoin: aliran masuk ke ETF Bitcoin mencapai USD 3,5 miliar, dan pasokan USDT meningkat tajam sebesar hampir USD 15 miliar dalam 60 hari terakhir — ini menunjukkan bahwa modal baru (atau modal yang berpindah) masih masuk ke ekosistem kripto.
    • Dengan demikian, likuiditas & modal institusional tidak sepenuhnya keluar meskipun terjadi tekanan jual besar. Permintaan struktural ini bisa bertindak sebagai “bantalan” terhadap penurunan yang lebih ekstrem.

    Perspektif Berbeda: Reset vs Potensi Titik Balik

    Perbedaan interpretasi antara Glassnode dan CryptoQuant mencerminkan suasana pasar yang hati-hati:

    • Glassnode melihat peristiwa ini sebagai semacam “purge struktural” — pasar dibersihkan dari posisi spekulatif, sehingga pasar kembali ke fase defensif sebelum stabilisasi dan pemulihan.
    • CryptoQuant lebih optimistis: mereka menyoroti level penting USD 115.000 (realized price) sebagai titik kunci pengembalian ke trend bullish. Bila Bitcoin mampu menembus dan mempertahankannya, bullish continuation bisa kembali aktif.

    Kedua lembaga menyepakati bahwa proses pemulihan butuh waktu — kecepatan rebound akan bergantung pada transformasi permintaan struktural menjadi aksi risiko baru atau pembelian aktif.

    Apa yang Bisa Ditunggu Investor dan Trader?

    Beberapa poin yang patut diperhatikan:

    • Level support & resistance kritis: USD 115.000 dianggap sebagai resistance psikologis & teknis penting. Jika tembus, sinyal bullish semakin kuat.
    • Perhatikan aliran dana ke ETF & stablecoin: apabila aliran ini terus berlanjut, itu bisa menjadi indikator bahwa modal institusional masih tertarik ke Bitcoin.
    • Volatilitas & likuidasi tetap berisiko tinggi: dalam kondisi pasar ekstrem, aksi leverage masih bisa memicu shock tambahan.
    • Waktu pemulihan: pasar mungkin butuh waktu konsolidasi — rebound tidak akan instan.

    Baca Juga: Akankah Bitcoin Drop di Bawah US$100.000 dalam Waktu Dekat? 3 Chart Ini Punya Jawaban

    Penurunan harga Bitcoin baru-baru ini terutama dipicu oleh likuidasi leverage skala besar, aksi ambil untung, dan sentimen pasar yang lebih berhati-hati.

    Namun, di balik tekanan tersebut, permintaan struktural, mulai dari whales, aliran ETF, dan suplai stablecoin, bertindak sebagai penahan agar tekanan jual tak semakin parah.

    Kedepannya, pemulihan Bitcoin akan sangat tergantung pada apakah modal institusional dan investor besar kembali berani mengambil risiko, serta apakah pasar mampu melewati resistance kunci seperti USD 115.000.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trader Kripto Dulang Profit Rp2,66 Triliun saat Market Crash Akibat Trump

    Seorang crypto whale sukses mengantongi lebih dari US$160 juta profit setelah bertaruh dengan tepat pada crash harga Bitcoin dan Ethereum baru-baru ini.

    Pada 11 Oktober, platform analisis blockchain Lookonchain melaporkan bahwa seorang holder Bitcoin jangka panjang telah membuka lebih dari US$1,1 miliar posisi short pada dua aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Bagaimana Crash Bitcoin Membuat Trader Ini US$160 Juta Lebih Kaya

    Sang trader secara efektif bertaruh bahwa kedua aset ini akan turun harganya meski ada momentum bullish baru-baru ini.

    Hanya dalam 30 jam, prediksi itu terbukti benar—harga Bitcoin dan Ethereum anjlok tajam, menghasilkan profit terealisasi sekitar US$160 juta bagi sang trader.

    Timing manuver ini seketika memantik spekulasi apakah sang whale memiliki wawasan alias insight awal seputar perubahan ekonomi makro yang akan datang dan memicu crash pasar yang lebih luas.

    Pada Jumat (10/10), Trump mengumumkan tarif 100% atas impor Cina dan kontrol ekspor baru yang menargetkan industri perangkat lunak kritis.

    Tarif tersebut, yang menurut jadwal bakal berlaku per 1 November, membuat investor di pasar tradisional maupun kripto panik, menyebabkan aksi jual besar-besaran pada aset-aset berisiko.

    Menurut data BeInCrypto, harga Bitcoin crash hingga serendah US$105.262 sebelum pulih ke US$111.052 pada waktu publikasi.Adapun barisan aset utama lainnya seperti Ethereum, Solana, Dogecoin, dan XRP mengikuti lintasan serupa. Koreksi tajam mereka memicu angka likuidasi harian tertinggi yang pernah tercatat.

    Faktanya, lebih dari 1,6 juta trader terbantai likuidasi, menyapu US$19,31 miliar posisi hanya dalam 24 jam, menurut data CoinGlass.

    Crypto Market Record Liquidation.
    Likuidasi Rekor Pasar Kripto | Sumber: Coinglass

    Trader long—mereka yang mengantisipasi kenaikan harga lebih lanjut—menanggung sebagian besar kerugian, total US$16,82 miliar. Trader short, meskipun terjadi penurunan, juga kehilangan tambahan US$2,5 miliar.

    Bitcoin menyumbang US$5,37 miliar dari total likuidasi, diikuti oleh Ethereum dengan US$4,43 miliar. Trader Solana kehilangan US$2 miliar, sementara trader HYPE dan XRP kehilangan masing-masing US$890,37 juta dan US$708,24 juta.

    Di tengah volatilitas, decentralized exchange (DEX) Hyperliquid muncul sebagai venue likuidasi terbesar, menangani US$10,3 miliar atau sekitar 53% dari semua likuidasi. Bybit menyusul dengan US$4,65 miliar, sementara Binance dan OKX mencatat masing-masing US$2,39 miliar dan US$1,21 miliar.

    Peristiwa ini menegaskan bagaimana guncangan geopolitik dan perdagangan berskala whale dapat dengan cepat membentuk ulang dinamika pasar kripto. Dalam situasi seperti itu, bahkan trader berpengalaman pun bisa terpapar pada kerugian masif ataupun keuntungan luar biasa.

    Bagaimana pendapat Anda tentang trader mujur yang sukses cuan 160 juta dolar kala crash pasar imbas tarif Trump ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Oluwapelumi Adejumo
    Editor:
    Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Akankah Bitcoin Drop di Bawah US$100.000 dalam Waktu Dekat? 3 Chart Ini Punya Jawaban

    Koreksi terbaru Bitcoin mengguncang trader. Harga BTC amblas dari atas US$120.800 ke hampir US$102.000 sebelum bangkit kembali hampir 9% ke atas US$111.000. Sementara altcoin seperti Ethereum dan XRP crash lebih dari 13%, koreksi Bitcoin sebesar 7% pada waktu publikasi menunjukkan bahwa aset ini bertahan jauh lebih baik — mengisyaratkan adanya kekuatan mendasar bahkan di tengah likuidasi masif.

    Namun, pertanyaan besar tetap ada: Bisakah Bitcoin bertahan di atas US$100.000, atau apakah harga akan turun lebih rendah dari level psikologis kunci ini dalam waktu dekat? Tiga chart punya jawabannya.

    Holder Naik dan Veteran Tetap Tenang di Tengah Crash

    Adapun tanda support pertama datang dari perilaku holder on-chain.

    Kendati terjadi crash, total jumlah holder Bitcoin membludak dari 56,92 juta menjadi 56,98 juta sejak Jumat (10/10). Fenomena ini menunjukkan bahwa investor menambah eksposur saat harga turun. Itu khas keyakinan dip-buying, bukan panic selling.

    Bitcoin Holders Increase
    Peningkatan Holder Bitcoin: Santiment

    Spent Coins Age Bands (SCAB) turut mendukung hal ini. Metrik ini melacak usia coin yang dipindahkan, singkatnya, apakah holder lama atau baru yang membelanjakan Bitcoin mereka.

    Saat crash dimulai pada 10 Oktober, SCAB keseluruhan berada di sekitar 17.100 BTC, sementara band 180–365 hari (merah) berada di dekat 9.995 BTC, dan band 365 hari–2 tahun (biru) mendekati 2.452 BTC.

    Saat aksi jual berlangsung, SCAB keseluruhan melonjak tajam menjadi 23.086 BTC, mengonfirmasi lonjakan aktivitas pembelanjaan di kalangan holder baru.

    Sebaliknya, band merah sedikit menurun ke 9.646 BTC, dan band biru anjlok tajam ke 535 BTC — bukti jelas bahwa holder jangka panjang tetap tenang.

    Ini berarti panic selling sebagian besar dipimpin oleh wallet baru atau menengah, sementara holder veteran terus HODL. Dan veteran biasanya bertahan kecuali mereka memperkirakan penurunan harga monumental, seperti sesuatu di bawah US$100.000.

    Bitcoin Spent Coins Age Band Metric
    Metrik Usia Koin yang Dibelanjakan Bitcoin: Santiment

    Tatkala holder jangka panjang tetap tidak aktif dan total basis holder bertambah, biasanya itu menandakan bahwa strong hand menggantikan weak hand di pasar. Itulah jenis reset yang menstabilkan penurunan berbasis sentimen sebelum reli berikutnya.

    Setup Harga Bitcoin Berbalik dari Bearish ke Bullish

    Aksi harga Bitcoin menceritakan kisah yang lebih jelas. Crash terbaru ini bukan murni didorong sentimen — melainkan mengikuti setup teknikal yang umumnya menandai titik balik.

    Penggerak utamanya adalah divergensi bearish pada Relative Strength Index (RSI), yang mengukur momentum beli dan jual pada skala 0 hingga 100.

    Divergensi terbentuk ketika RSI dan harga bergerak ke arah berlawanan — misalnya, ketika harga membuat higher high tetapi RSI membuat lower high. Pola ini biasanya menandakan momentum melemah sebelum pembalikan.

    Itulah yang terjadi antara pertengahan Juli dan awal Oktober. Bitcoin mencetak high baru di chart, tetapi RSI gagal mengonfirmasinya, membuat lower high.

    Hasilnya adalah koreksi tajam sebesar 19,1% (10/10), hampir identik dengan penurunan lebih dari 14% awal tahun ini yang juga dipicu divergensi. Setup semacam ini menunjukkan betapa kuatnya reaksi Bitcoin terhadap sinyal RSI.

    Bitcoin Price Divergence
    Divergensi Harga Bitcoin: TradingView

    Kini, pola tersebut berbalik. Antara 25 September dan 11 Oktober, muncul divergensi bullish — harga mencetak lower low sementara RSI membuat higher low. Ini mengisyaratkan tekanan jual mulai kehilangan kekuatan, dan momentum mungkin perlahan terbangun untuk rebound.

    Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan mendekati US$111.600, sejajar dengan level Fibonacci 0,5 (US$111.400). Penutupan harian di atas level ini bisa mengonfirmasi kekuatan baru menuju US$113.600, US$116.800, dan US$120.800.

    Bitcoin Price Analysis
    Analisis Harga Bitcoin: TradingView

    Titik invalidasi berada di bawah US$109.100, dengan eksposur downside terbatas di US$106.400 dan US$101.900, membuat penurunan di bawah US$100.000 kecil kemungkinannya dalam jangka pendek. Hanya candle harian yang ditutup di bawah US$101.900 yang bisa menyeret harga Bitcoin di bawah US$100.000.

    Bagaimana pendapat Anda tentang peluang harga Bitcoin (BTC) untuk drop ke bawah US$100.000 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Ananda Banerjee
    Editor:
    Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Permintaan Struktural Tahan Bitcoin dari Likuidasi $20 Miliar

    Pasar kripto baru saja mengalami gelombang likuidasi terbesar dalam sejarah, dengan posisi leverage senilai $20 miliar terhapus dalam waktu singkat.

    Aksi likuidasi masif ini memicu volatilitas tajam, terutama pada Bitcoin, yang sempat tertekan ke kisaran harga di sekitar $112.700 sebelum stabil kembali.

    Namun, meskipun pasar diguncang, para pengamat mencatat bahwa permintaan struktural tetap menjadi pilar penahan, terutama dari dompet besar (whales), likuiditas stablecoin yang terus bertambah, serta aliran masuk dana ke produk ETF Bitcoin spot.

    Menurut data dari Glassnode, likuidasi besar ini sebenarnya merupakan pemusnahan spekulasi berlebih yang disebut sebagai “purge” pasar, yang menyisakan peserta pasar yang lebih hati-hati dan terstruktur.

    Sementara itu, CryptoQuant menyoroti bahwa supply USDT naik sekitar $15 miliar dalam 60 hari terakhir, memicu arus modal ke dalam ekosistem kripto.

    Baca Juga: Dominasi Bitcoin Kembali Menguat, Altcoin Season Mulai Memudar!

    Whale Accumulation & Arus Masuk ETF

    Walau tekanan jual dominan, beberapa indikasi on-chain menunjukkan bahwa para whale malah melakukan akumulasi. Mereka memanfaatkan harga turun untuk membeli kembali posisi besar.

    Selain itu, dana institusional melalui ETF Bitcoin spot juga mencatat arus masuk signifikan, yang menunjukkan bahwa modal besar masih percaya pada jangka panjang Bitcoin.

    Menurut laporan CoinDesk pada Rabu (15/10), penembusan konsisten di atas level realisasi rata-rata sekitar $115.000 bisa menjadi sinyal awal fase bullish baru.

    Pergerakan Harga & Respons Pasar Asia

    Di kawasan Asia, pasar dibuka dengan tekanan jual namun tak meninggalkan optimisme karena adanya sinyal bahwa likuidasi telah menyingkirkan posisi spekulatif.

    Meski demikian, sentimen global, terutama pernyataan pejabat AS dan ketegangan perdagangan, turut memicu kekhawatiran investor.

    Bitcoin sempat merosot di sesi awal dan berada di bawah level $110.000, sebelum pemulihan parsial. Sedangkan Ethereum juga mengalami tekanan, turun lebih dari 3,7%, seiring berkurangnya open interest di pasar derivatif dan tekanan ambil untung setelah penolakan di area resistance.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor Penahan & Katalis Potensial

    1. Likuiditas Stablecoin yang Meningkat
    Pertumbuhan supply USDT menjadi katalis penting. Dengan lebih banyak likuiditas masuk ke dalam sistem, peluang aliran masuk ke aset kripto seperti Bitcoin meningkat.

    2. Akumulasi Whale & Investor Institusional
    Meskipun likuidasi besar terjadi, akumulasi dari pemegang besar membantu menjaga tekanan negatif tetap terkendali.

    3. Penurunan Leverage & Posisi Spekulatif
    Likuidasi berskala besar menghapus posisi spekulatif yang terlalu berisiko, menyisakan pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.

    4. Level Teknis Kritis
    CryptoQuant menyebut level $115.000 sebagai zona realisasi rata-rata yang harus dijaga untuk mendukung momentum kenaikan selanjutnya. Jika Bitcoin bisa bertahan di atas level ini, pasar bisa menghindari koreksi lebih dalam.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Kembali Naik ke $115.827, Ini Alasannya

    Momen likuidasi senilai $20 miliar memang mengguncang pasar. Namun di balik aksi jual yang luas, terdapat fondasi struktural yang masih solid: likuiditas stablecoin tinggi, akumulasi dari whale, dan ekspektasi institusional melalui ETF spot.

    Pasar kini dalam fase transisi antara penyesuaian risiko dan kesiapan untuk rebound. Jika Bitcoin mampu mempertahankan level kritis (sekitar $115.000), peluang menuju fase bullish berikutnya jelas terbuka.

    Namun, jika tekanan eksternal kembali meningkat — seperti suku bunga atau geopolitik — konsolidasi atau koreksi lebih lanjut tetap menjadi risiko nyata.

    Investor disarankan untuk tetap waspada, memantau data on-chain dan arus ETF, serta mengambil posisi dengan manajemen risiko yang cermat dalam fase pasar yang sangat fluktuatif ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Black Friday, Biang Dibalik Anjloknya Harga Bitcoin

    Pada tanggal 10–11 Oktober 2025, pasar mata uang kripto mengalami salah satu kejatuhan terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir.

    Oleh sejumlah komunitas kripto, peristiwa ikonik tersebut dijuluki sebagai Crypto Black Friday.

    Hanya dalam beberapa jam saja, lebih dari $19,5 miliar dalam posisi leverage hilang, menyebabkan Bitcoin turun hingga 8,4% dan mengguncang kepercayaan investor di seluruh dunia.

    Awal Mula

    Mulanya, kondisi ini berawal dari reaksi pedagang terhadap pengumuman tarif 100% AS untuk barang-barang China yang dengan cepat mengungkap keretakan yang jauh lebih dalam dalam sistem.

    Hal ini menunjukkan bagaimana perdagangan otomatis, likuiditas tipis, dan kelemahan struktural berpadu untuk memicu reaksi berantai di seluruh bursa.

    Tanda-tanda kejatuhan itu muncul setelah Presiden Trump mengonfirmasi tarif baru yang tinggi pada impor China, yang memicu kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dan kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat.

    Para pedagang bergegas melepas posisi berisiko, yang mengakibatkan likuidasi cepat dalam Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Wrapped Beacon ETH (WBETH), dan Solana berbasis Binance-Smart (BNSOL).

    Namun, kepanikan geopolitik saja tidak menjelaskan bagaimana miliaran dolar lenyap begitu cepat. Para analis mengatakan faktor teknis dan struktural memperkuat peristiwa tersebut.

    Likuiditas di seluruh bursa luar biasa rendah, dan beberapa pengguna Binance melaporkan akun dibekukan selama aksi jual.

    Pinjaman berulang dengan leverage tinggi dan pelepasan sementara stablecoin USDE memperburuk keadaan, menciptakan serangkaian penjualan paksa.

    Binance kemudian mengonfirmasi masalah sistem dan menawarkan kompensasi kepada pengguna yang terdampak.

    Kelemahan Teknis Memperparah Kejatuhan BTC

    Selama aksi jual, CoinGlass (situs analitik kripto) menghadapi serangan proksi canggih yang sempat menonaktifkan akses ke data dan layanannya.

    Gangguan ini menambah kebingungan pasar saat para pedagang berebut mendapatkan informasi waktu secara real-time.

    Pada saat yang sama, serangkaian transaksi luar biasa besar terjadi beberapa saat sebelum beberapa pembaruan oracle.

    Oracle, sistem yang memasukkan harga dunia nyata ke dalam kontrak pintar blockchain, bahkan sempat salah memberi harga pada aset tertentu, yang memicu likuidasi otomatis di beberapa pasangan perdagangan.

    Kesalahan harga tersebut juga menyebabkan beberapa stablecoin kehilangan patokannya untuk sementara, sehingga menciptakan peluang singkat di mana bot arbitrase dan pedagang frekuensi tinggi dapat memperoleh keuntungan.

    Dalam hitungan menit, jutaan dolar berpindah antar bursa karena sistem otomatis merespons volatilitas, yang memperdalam kejatuhan pasar.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 14 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 14 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dugaan Serangan Terkoordinasi

    Tidak semua orang percaya bahwa ini adalah kejatuhan organik. Beberapa analis berpendapat bahwa pola perdagangan dan waktu pembaruan oracle menunjukkan adanya manipulasi yang disengaja.

    Data menunjukkan bahwa de-pag yang paling ekstrem memengaruhi pasangan dengan jadwal pembaruan yang diketahui, sementara posisi short skala besar ditempatkan tepat sebelum kaskade likuidasi dimulai.

    Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa pelaku pasar tertentu mungkin telah mengeksploitasi struktur pasar kripto itu sendiri dengan menggunakan sistem otomatis dan mekanisme leverage untuk merekayasa volatilitas.

    Alibinya adalah, alih-alih meretas dompet atau mencuri dana, penyerang dapat memanipulasi pasar dengan mengeksploitasi perilaku yang dapat diprediksi dalam oracle, bursa, dan algoritma.

    Meski begitu, pakar lain berpendapat bahwa ini hanyalah pasar yang terlalu banyak berutang sebagai reaksi terhadap stres.

    Ketika pedagang menanggung terlalu banyak utang dan sentimen berubah secara tiba-tiba, likuidasi berjenjang dapat terjadi tanpa campur tangan eksternal apa pun.

    Namun jika melihat sifat acara yang disinkronkan di berbagai bursa, mekanisme sepertinya ini terus memicu perdebatan.

    Hal yang Terungkap dari Kejatuhan Pasar Kripto

    Crypto Black Friday telah menyingkapkan betapa rapuhnya ekosistem aset digital meskipun ukurannya semakin besar.

    Dengan $19,5 miliar hilang dalam hitungan jam, peristiwa tersebut menunjukkan betapa cepatnya risiko dapat menyebar ketika sistem sangat bergantung pada leverage, perdagangan otomatis, dan kumpulan likuiditas yang tidak transparan.

    Bursa seperti Binance telah meluncurkan audit internal dan berjanji untuk meningkatkan transparansi, tetapi para ahli memperingatkan bahwa ini hanyalah perbaikan jangka pendek.

    Tantangan sesungguhnya terletak pada mendesain ulang sistem inti, termasuk bagaimana leverage dikelola, bagaimana oracle memasukkan data, dan bagaimana likuiditas didistribusikan di seluruh pasar.

    Insiden ini telah memperbarui seruan untuk pengawasan on-chain yang lebih baik dan standar global untuk manajemen risiko kripto.

    Agar pasar senilai triliunan dolar dapat matang, para analis mengatakan inovasi harus diimbangi dengan perlindungan yang lebih kuat terhadap guncangan sistemik dan manipulasi canggih.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tren Bitcoin 13-17 Oktober 2025: Bocoran CPI

    Minggu ini kebetulan garis kita akurat, walau tanpa data dan sebenernya semakin tak ada data semakin gampang prediksinya karena artinya pemerintah tak punya uang dan hanya akan memiliki uang dari menggandakan uang yang ada yang pada ujungnya adalah inflasi. 

    Secara Data:

    1. Pada artikel minggu lalu saya tulis tak ada data 6-10 Oktober 20025 karena AS sedang Shutdown, Tiongkok sedang Libur Musim Semi dan Korea Selatan merayakan Chuseok, tetapi saya tetap memprediksi Bitcoin naik dengan 1 x koreksi, namun koreksi itu salah prediksi yang seharusnya hari Senin ternyata terjadi di hari Selasa atas alasan PM Baru Jepang yang cenderung melonggarkan kebijakan sehingga terjadi arus modal keluar besar sekali. Bitcoin ATH dan Yen jatuh ke 151, hal ini kita tulis di langganan. 

    2. Pada dasarnya saya tak bisa membahas data karena pemerintah AS shut down, tetapi Pemerintah Tiongkok telah kembali dari libur panjang, Tetapi pada hari Kamis ini ada Powell Berpidato dan Tiongkok suntik 1 Trilyun Yuan. Efeknya adalah Pump, dump and pump. Pump karena Jam Asia, Dump karena menanti Powell berpidato dan Pump karena Powell Dovish

    3. Unmich Naik.

    Saya ingatkan sekali lagi bahwa Analisa saya cenderung telat seminggu karena pencernaan data saya terlalu cepat sedangkan pasar perlu standar ina ini….

    Data Minggu Depan

    Mari kita bedah data minggu depan, Saya prediksi Minggu depan cenderung koreksi 

    Senin 13 Oktober 2025 

    Tak ada data. 

    Tapi saya sedang mengamati produksi minyak OPEC, jadinya ditambah berapa: 

    Pada dasarnya Minyak harus bullrun dengan penambahan demand akibat melonggarnya kebijakan moneter diseluruh dunia dari Swiss yang bunganya 0% hingga Jepang yang tak mampu menaikkan suku bunga ditambah AS yang bahkan kata Miran, Fed berkesempatan untuk membuat neutral rates di 0.5%, Saya kira tak ada alasan emas untuk

    koreksi walau sudah tinggi. Analisa ini sejalan dengan analisa Warren Buffet yang bahkan dapat dikatakan kita lebih akurat karena setelah pembelian saham minyak OXY oleh Warren Buffet, OXY longsor hingga -20%. Menurut saya ini kesempatan. Tapi saya belum ada cuan karena masih sangkut. 

    00.00 WITA – Trade Balance USD Tiongkok

    Jika Trade balance dalam USD naik, maka artinya expor Tiongkok lebih dominan daripada impor yang artinya Yuan menguat, maka itu, jika Yuan menguat DXY jatuh. Tetapi ada hal yang saya tak bisa prediksi yaitu, kapan Pemerintah AS berhenti shut down?

    Menurut saya candle hari Senin akan dominan koreksi di jam AS namun naik di jam Asia. 

    Selasa, 14 Oktober 2025

    07.50 WITA M3 Money Supply Jepang

    Setelah kemenangan PM baru, Yen akan cenderung terus melemah, namun pelemahan Yen tidak serta menjadi penguatan Bitcoin, karena saat Yen jatuh DXY naik akibat sifat safe heaven-nya.

    Yen dijual oleh masyarkat Jepang untuk ditukar dollar, sehingga dollar menguat. Tetapi saat ketemu Fed yang Dovish maka DXY melemah, sehingga menjadi bensin Bitcoin, perlu waktu dan proses mencerna yang berarti lagging. Sabar. Pelemahan DXY dan Yen tidak seinstant DXY karena makanan utama Bitcoin adalah Dollar. 

    09.30 WITA – CPI Tiongkok

    Jika AS maju, Tiongkok ga bisa maju, jika Tiongkok maju maka AS mundur. Ilmu ini valid disetiap sendi perekonomian global, maka inflasi AS yang naik, harus diimbangi inflasi Tiongkok yang naik juga. Saya prediksi inflasi Tiongkok naik karena lebih dari 3 minggu Tiongkok suntik tanpa penarikan.

    Seharusnya inflasi Tiongkok diatas -0.4% atau sekitar -0.1%. Perhatikan, dengan berbagai macam stimulus itu, jika inflasi Tiongkok masih minus atau Deflasi, itu artinya Bitcoin semakin naik karena diperlukan uang yang jumlahnya lebih banyak dari stimulus trilyunan Yuan yang sudah di gelontorkan sekarang, bukankah itu pilihan antara enak dan enak banget?

    09.30 WITA – PPI Tiongkok

    PPI yang turun artinya deflasi, yang artinya pemerintah harus segera menaikkan demand agar rakyat bisa bekerja dan makan, ini juga antara enak dan enak banget, jika PPI naik Bitcoin naik jika PPI Tiongkok turun Bitcoin naik. 

    Walaupun saya optimis, tetapi masalahnya ada pada Pemerintah AS yang shutdown. Sehingga gerak Bitcoin dapat dimirorring pada belanja aset management, saya pikir Bitcoin masih akan koreksi di Selasa. 

    Rabu, 15 Oktober 2025

    20.30 WITA – CPI AS

    Inflasi Tiongkok yang naik akan dibarengi Inflasi AS yang lebih naik lagi, inilah arti dari menjaga pertumbuhan ekonomi Tiongkok dengan melemahkan dollar – Growing Economy with dollar weakening costs. Bagaimana caranya?

    Tiongkok menerbitkan Surat utang dalam bentuk dollar, mengambil dollar di pasar, kemudian membaginya ke dua hal yaitu, meminjamkan dollar hasil surat utang ke negara yang membutuhkan namun dengan janji mengembalikannya dalam bentuk Yuan sehingga otomatis cadevnya berganti dari dollar, serta membeli emas dari bank sentral yang menjual emasnya karena keperluan menjaga kestabilan Rupiah, dan Tiongkok menambah cadev emasnya. Mana buktinya?

    FX Reserve Tiongkok naik, bukti bahwa Perdagangan luar negeri Tiongkok masih dominan daripada dalam negeri dan Cadangan Emas Tiongkok kembali meroket, tanda bahwa Tiongkok sedang membuang dollarnya selain Cadev untuk membeli emas. Tiongkok bahkan di curigai akan mempegging Yuan dengan emas. 

    Jadi menurut saya inflasi AS akan naik, tetapi semua prediksi ini bubar jika ternyata datanya tidak dikeluarkan akibat pemerintah shutdown. Tapi saya kesampingkan hal itu dan Bitcoin akan naik disini:

    Kamis, 16 Oktober 2025

    20.30 WITA – Retail Sales AS

    Jika Retail Sales AS naik maka DXY naik jika Retail Sales AS turun maka DXY turun, Shutdown adalah tanda bahwa belanja pemerintah berhenti, logikanya retail Sales turun. 

    PPI AS

    Narasinya adalah Fed harus potong suku bunga, dan Fed cenderung lebih mempertimbangkan PPI daripada CPI. CPI adalah inflasi ke konsumen sedangkan PPI adalah inflasi ke produsen. Maka itu disini kita punya pilihan bahwa jika PPI naik artinya stimulus sudah cair, namun jika PPI turun akan membuat Fed panik, apapun hasil PPI disini akan melemahkan DXY. Alasannya Fed tak punya amunisi lagi. 

    22.00 NAHB Housing Market Index

    National Association of Home Builders adalah Asosiasi kontraktor pembangunan rumah baru, jika turun maka artinya ekonomi jelek, dan angkanya yang sudah hina di 30-an berarti bahwa AS sebenernya sudah resesi namun tidak mengaku.

    NAHB menjadi dasar saya menentukan data perumahan kedepan seperti Housing Starts, New Home Sales, Existing Home Sales, Pending Home Sales dan Building Permit. Jika NAHB naik maka DXY naik, jika NAHB turun maka DXY turun. Kira-kira begini candle hari Kamis:

    Jumat, 17 Oktober 2025

    20.30 WITA – Housing Starts

    Housing starts adalah Jumlah Rumah yang dibangun untuk mendapatkan Hodler Dollar baru yang berjanji mati memegangnya walaupun nilainya turun terus. Mencicil rumah yang harganya naik terus dengan uang yang nilainya turun terus lalu bangga bahwa harga rumahnya naik karena dirasa menguntungkan padahal itu hanya ilusi saja.

    Jika Housing Starts naik maka DXY naik, jika Housing Starts turun, maka Bitcoin yang naik. Saya prediksi Housing Starts naik karena NAHB naik akibat Trump mau mengeluarkan subsidi pembelian rumah baru. 

    Kira-kira begini candle Bitcoin: 

    Perhatikan ini:

    Perhatikan ya, garis ini belum retest dan boleh jadi akan retest, kemungkinannya tinggi jika dibarengi oleh Penjualan receh Blackrock serta Penjualan Besar Fidelity. 

    MACD sudah mulai menunjukkan perlambatan pembelian, Saham AVIC Tiongkok yang naik boleh jadi menjadi pertanda bahwa Perang Iran isreal sudah dekat. 

    Ingat, analisa saya cenderung selalu telat seminggu. Jadi prediksi koreksi ini masih akan berlaku 2 minggu yang disebabkan oleh hal yang saya tak bisa tahu lebih awal seperti Perang Iran isreal, Naiknya harga minyak dan kekacauan akibat Shutdown. Namun jika kejadian luarbiasa itu dikesampingkan, Bitcoin masih akan naik seperti garis biru. 

    Terimakasih sudah membaca, Selalu lakukan analisa sendiri dan ini bukan nasehat keuangan. 

    Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Kembali Naik ke $115.827, Ini Alasannya

    Harga Bitcoin (BTC) kembali melambung, meski beberapa hari sebelumnya sempat mengalami penurunan yang cukup dalam.

    Berdasarkan data pasar terbaru yang dipantau via Tokocrypto pada Senin (13/10), harga Bitcoin hari ini berada di level $115,827.68 per BTC, atau naik 5,31% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar menyentuh $2,3 triliun USD.

    Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar kripto kembali bergerak ke arah positif, didorong oleh peningkatan permintaan investor institusional dan sentimen makroekonomi yang membaik.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok ke $110.000, Pasar Kripto Diterpa Sentimen Negatif

    Bitcoin Kembali Pulih dari Tekanan Koreksi

    Setelah sempat terkoreksi di bawah $110.000 pekan lalu, Bitcoin kini berhasil menembus kembali level psikologis $115.000.

    Dalam 24 jam terakhir, harga BTC bergerak di kisaran terendah $109.729 hingga tertinggi $115.955, menunjukkan volatilitas yang tinggi namun positif.

    Secara mingguan, Bitcoin masih mencatat penurunan -6,66%, tetapi penguatan harian yang signifikan ini memberi sinyal pemulihan yang solid.

    Volume perdagangan yang mencapai $93,85 miliar menegaskan kembalinya minat beli investor setelah periode tekanan jual.

    Kapitalisasi Pasar Kripto Ikut Menguat

    Dengan total pasokan beredar 19,93 juta BTC dan kapitalisasi pasar $2,308 triliun, Bitcoin tetap menjadi pemimpin tak tergoyahkan di pasar aset digital.

    Kenaikan harga BTC juga berdampak langsung pada reli altcoin besar seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL), yang ikut bergerak positif mengikuti momentum bullish.

    Analis menilai, jika Bitcoin mampu bertahan di atas level $115.000 selama beberapa hari ke depan, peluang menuju resistance berikutnya di $118.000–$120.000 terbuka lebar.

    Sebaliknya, penurunan di bawah $112.000 dapat memicu fase konsolidasi baru di kisaran $108.000–$110.000.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 13 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 13 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

    Kenaikan tajam harga Bitcoin kali ini didorong oleh beberapa faktor fundamental dan makro, di antaranya:

    1. Optimisme terhadap kebijakan moneter global.
      Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan inflasi mulai melambat, memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut. Kondisi ini memberi ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk kembali menguat.
    2. Arus masuk modal institusional.
      Laporan dari beberapa bursa besar mengindikasikan adanya peningkatan volume pembelian dari investor institusional, termasuk dana lindung nilai (hedge fund) dan manajer aset kripto. Banyak pihak memanfaatkan momentum koreksi sebelumnya untuk melakukan akumulasi.
    3. Penguatan sentimen ETF Bitcoin.
      ETF berbasis Bitcoin yang terdaftar di Amerika mencatat peningkatan arus masuk bersih dalam dua hari terakhir, menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap potensi jangka panjang Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai (store of value).
    4. Perkembangan adopsi global.
      Sejumlah negara, termasuk di kawasan Amerika Latin dan Asia, terus memperluas penggunaan kripto untuk transaksi lintas batas. Hal ini semakin memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset digital paling likuid dan terpercaya di pasar global.

    Momentum Bullish Baru?

    Beberapa analis dari platform riset kripto seperti Glassnode dan Santiment menilai kenaikan kali ini merupakan indikasi awal dari recovery jangka menengah.

    Data on-chain menunjukkan peningkatan jumlah alamat aktif dan arus masuk Bitcoin ke dompet jangka panjang (long-term holders), menandakan kepercayaan investor terhadap kenaikan harga dalam waktu dekat.

    Namun demikian, pasar masih perlu berhati-hati terhadap potensi volatilitas lanjutan, terutama jika indeks dolar AS kembali menguat atau jika sentimen makro global memburuk.

    Dalam skenario terburuk, Bitcoin berpotensi kembali menguji zona support $110.000 sebelum melanjutkan tren naik.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Terkoreksi Tipis ke $121 Ribu, Ada Potensi Baru?

    Bitcoin Siap Menyambut Fase Kenaikan Berikutnya

    Dengan fundamental yang terus membaik, sentimen investor yang pulih, dan dukungan kuat dari faktor makro, Bitcoin kini kembali berada di jalur bullish.

    Jika momentum ini berlanjut, bukan tidak mungkin BTC akan kembali mendekati rekor tertingginya di $126.000 dalam waktu dekat.

    Bagi investor, fase ini bisa menjadi momen strategis untuk re-entry dengan manajemen risiko yang ketat. Meski volatilitas masih tinggi, arah tren jangka menengah tampak mulai jelas: Bitcoin kembali memimpin reli pasar kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Anjlok ke $110.000, Pasar Kripto Diterpa Sentimen Negatif

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan setelah sempat menguat di awal pekan.

    Berdasarkan data real-time via Tokocrypto pada Minggu (13/10), harga Bitcoin saat ini berada di $110,781.10 per BTC, mencatatkan penurunan sekitar -1,5% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasarnya kini mencapai $2,208 triliun, sementara volume perdagangan harian tercatat sebesar $92,02 miliar USD.

    Tekanan global akibat kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya sentimen risiko membuat investor kripto kini berada dalam mode waspada.

    Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan mingguan Bitcoin yang kini mencapai -10,51%, memperlihatkan bahwa aset kripto terbesar di dunia tersebut tengah berada dalam fase konsolidasi yang cukup berat di tengah ketidakpastian makroekonomi global.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok ke $113 Ribu, Sinyal Bahaya atau Peluang Beli?

    Koreksi Harga: Sinyal Tekanan Jangka Pendek

    Dalam 24 jam terakhir, pergerakan harga Bitcoin berada pada kisaran $109.715 hingga $113.080, dengan tekanan jual yang meningkat menjelang pembukaan pasar AS.

    Secara historis, Bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level $126,198.07, yang sempat disentuh pada pertengahan tahun 2025.

    Data menunjukkan, Bitcoin telah kehilangan sekitar $10.008 atau -8,29% dalam kurun waktu 90 hari terakhir.

    Meskipun pergerakan ini belum menunjukkan pembalikan tren mayor, namun secara teknikal, level $109.000 kini menjadi area support penting yang diawasi oleh para trader institusional.

    Faktor Penyebab Tekanan Harga Bitcoin

    Beberapa faktor utama yang memicu penurunan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir antara lain:

    1. Penguatan Dolar AS dan Kebijakan The Fed

    Indeks Dolar AS (DXY) yang terus menguat di atas 105 poin memberikan tekanan signifikan pada aset berisiko, termasuk kripto.

    Investor cenderung mengalihkan dana ke aset lindung nilai konvensional seperti obligasi dan emas, terutama setelah pernyataan Federal Reserve yang kembali menegaskan sikap “higher for longer” terhadap suku bunga.

    2. Kekhawatiran Terhadap Tarif Dagang Baru AS-China

    Langkah pemerintahan Trump untuk memberlakukan tarif impor 100% terhadap produk China memicu gejolak baru di pasar global.

    Sentimen risk-off meningkat, dan aset kripto seperti Bitcoin terkena imbasnya karena dianggap berisiko tinggi dalam situasi ketidakpastian geopolitik.

    3. Penurunan Likuiditas Pasar Kripto

    Volume perdagangan 24 jam Bitcoin yang kini berada di bawah $100 miliar menandakan penurunan partisipasi pasar.

    Hal ini diperburuk dengan meningkatnya likuidasi posisi leverage di bursa derivatif, yang menciptakan efek domino penurunan harga dalam jangka pendek

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 12 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Teknis: Area Support dan Potensi Rebound

    Dari perspektif teknikal, Bitcoin kini mendekati zona support kuat di $109.000–$108.500.

    Jika level ini mampu bertahan, potensi rebound menuju $115.000–$118.000 terbuka lebar. Namun, bila tekanan jual terus berlanjut, penurunan menuju area $105.000 bahkan $100.000 bisa saja terjadi.

    Indikator RSI (Relative Strength Index) berada di kisaran 42, menunjukkan pasar mulai mendekati kondisi jenuh jual (oversold).

    Situasi ini seringkali menjadi sinyal awal potensi pembalikan arah, meskipun volatilitas yang masih tinggi.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Terkoreksi Tipis ke $121 Ribu, Ada Potensi Baru?

    Momentum Konsolidasi Sebelum Tren Baru?

    Harga Bitcoin di kisaran $110.000 saat ini menggambarkan fase transisi pasar antara koreksi dan konsolidasi.

    Tekanan dari faktor eksternal seperti tarif perdagangan dan kebijakan moneter AS membuat investor memilih menunggu arah yang lebih jelas.

    Jika pasar mampu bertahan di atas $109.000 dalam beberapa hari ke depan, peluang pembalikan menuju zona hijau cukup terbuka.

    Namun, jika tekanan jual berlanjut, investor perlu bersiap menghadapi penurunan lanjutan menuju level psikologis $100.000.

    Bagi investor jangka panjang, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk melakukan akumulasi terukur, mengingat fundamental Bitcoin masih kuat dan adopsi institusional terus meningkat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com