Tag: btc

  • Harga Bitcoin Anjlok ke $113 Ribu, Sinyal Bahaya atau Peluang Beli?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di $113.289,10 per BTC/USD, mencatat penurunan -6,66% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasar kini turun menjadi $2,25 triliun USD, dengan volume perdagangan harian melonjak ke $172,73 miliar USD, menandakan meningkatnya aktivitas jual beli di tengah kepanikan pasar.

    Bitcoin kini memiliki pasokan beredar 19,93 juta BTC atau 94,92% dari total suplai maksimum (21 juta BTC), menegaskan bahwa suplai baru yang tersisa semakin menipis.

    Dalam sepekan terakhir, BTC tercatat turun 7,34%, sementara dalam 30 hari terakhir mengalami koreksi -0,76%, menunjukkan tekanan yang mulai terasa setelah reli kuat beberapa bulan sebelumnya.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Terkoreksi Tipis ke $121 Ribu, Ada Potensi Baru?

    Rentang Harga dan Rekor Bitcoin

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak antara harga terendah $104.582,41 dan tertinggi $122.509,66 — rentang yang sangat lebar dan mencerminkan volatilitas ekstrem.

    Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07, harga saat ini telah turun lebih dari 10% dari puncaknya.

    Meski demikian, para analis menilai koreksi ini masih tergolong sehat secara teknikal, terutama setelah lonjakan besar yang terjadi selama kuartal ketiga 2025.

    Faktor-Faktor yang Menyebabkan Penurunan Harga Bitcoin

    1. Realisasi Keuntungan Pasca-Rekor Tertinggi

    Koreksi besar kali ini didorong oleh aksi ambil untung (profit-taking) dari para investor jangka pendek yang telah menikmati kenaikan harga sejak awal tahun.

    Setelah Bitcoin mencetak rekor baru di atas $126.000, banyak trader memilih untuk merealisasikan keuntungan, memicu gelombang jual besar di bursa utama seperti Binance dan Coinbase.

    2. Tekanan dari Likuidasi Leverage

    Data pasar derivatif menunjukkan terjadinya likuidasi posisi long senilai lebih dari $1,2 miliar hanya dalam waktu 24 jam terakhir.

    Lonjakan likuidasi ini mempercepat penurunan harga karena posisi leverage tinggi terpaksa ditutup secara otomatis, memperkuat tekanan jual di pasar spot.

    3. Kecemasan Terhadap Kebijakan The Fed dan Inflasi

    Faktor makroekonomi juga turut menekan pasar. Pernyataan terbaru dari pejabat Federal Reserve (The Fed) yang mengindikasikan kemungkinan penundaan pemangkasan suku bunga kembali menekan sentimen aset berisiko seperti kripto.

    Investor global kini lebih berhati-hati, sementara arus modal beralih sementara ke aset safe haven seperti emas dan obligasi AS.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    4. Aktivitas Whale dan Distribusi Pasar

    Beberapa data on-chain menunjukkan bahwa alamat besar (whale) telah melakukan distribusi BTC ke bursa dalam jumlah besar menjelang penurunan harga.

    Pergerakan ini biasanya menjadi sinyal awal terjadinya koreksi jangka pendek karena tekanan jual meningkat di pasar terbuka.

    Analisis Teknis: Koreksi Masih Dalam Batas Aman

    Secara teknikal, meski koreksi terlihat tajam, Bitcoin masih berada di atas area support utama di $105.000.
    Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang rebound ke $118.000–$120.000 masih terbuka dalam waktu dekat.

    Namun, jika penurunan menembus di bawah $104.000, potensi tekanan lanjutan ke $98.000 tidak dapat diabaikan.

    Indikator RSI (Relative Strength Index) kini mendekati area oversold, menandakan bahwa pasar mungkin sudah mulai jenuh jual dan berpotensi mengalami pembalikan arah.

    Koreksi Sebagai Peluang Akumulasi

    Sementara itu, beberapa analis terkemuka melihat penurunan kali ini bukan sebagai sinyal bahaya, melainkan peluang akumulasi sebelum tren naik berikutnya.

    Menurut analis kripto dari Glassnode, “setiap kali Bitcoin terkoreksi 5–10% setelah mencetak ATH, biasanya diikuti oleh fase konsolidasi sehat sebelum melanjutkan kenaikan baru.”

    Dengan mendekatnya halving event berikutnya pada tahun 2028, banyak investor institusional masih optimistis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang Bitcoin, terutama dengan semakin terbatasnya suplai.

    Baca Juga: Gagal Tembus ATH, Harga Bitcoin Anjlok 2,11% ke Level $122 Ribu

    Koreksi harga Bitcoin ke $113.289 menandai fase penyesuaian alami setelah reli panjang.

    Tekanan dari aksi ambil untung, likuidasi leverage, dan faktor makroekonomi memang mempercepat penurunan, namun secara fundamental, Bitcoin tetap kuat.

    Dengan volume perdagangan tinggi dan dukungan kuat di area psikologis $105.000, banyak pihak menilai ini sebagai peluang beli strategis bagi investor jangka menengah hingga panjang.

    Selama fundamental jaringan tetap solid dan adopsi institusional terus meningkat, Bitcoin masih berpotensi menjadi aset terbaik dekade ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Hari Ini Terkoreksi Tipis ke $121 Ribu, Ada Potensi Baru?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di level $121,037.41 per BTC/USD, mengalami penurunan tipis sebesar –0,74% dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data real-time via Tokocrypto pada Jumat (10/10), kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $2,412 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $72,24 miliar.

    Dari sisi pasokan, Bitcoin yang beredar saat ini berjumlah 19,93 juta BTC, atau sekitar 94,9% dari total maksimum 21 juta BTC.

    Artinya, ruang sisa untuk pencetakan Bitcoin baru semakin terbatas. Ini merupakan faktor yang sering dianggap mendukung kelangkaan dan nilai jangka panjang BTC.

    Selama 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di antara level terendah $119,812 dan tertinggi $123,739, menandakan volatilitas pasar yang relatif terkendali setelah periode kenaikan kuat di bulan sebelumnya.

    Rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin tetap berada di sekitar $126,198, hanya sekitar 4% dari posisi harga saat ini.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Tipis ke $121.000, Momentum Bullish Mulai Melemah

    Perbandingan Harga Bitcoin dalam 30–90 Hari Terakhir

    Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, harga Bitcoin menunjukkan pola campuran:

    • 30 Hari: naik sebesar +8,68%, menandakan tren kenaikan menengah masih terjaga.
    • 60 Hari: turun tipis –0,7%, menunjukkan adanya fase konsolidasi harga.
    • 90 Hari: masih mencatat kenaikan +2,8%, memperlihatkan kekuatan pasar yang relatif stabil meski sempat terkoreksi.

    Secara mingguan, BTC masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan +0,47%, menunjukkan bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk membalik tren jangka pendek.

    Faktor yang Memengaruhi Harga Bitcoin Hari Ini

    1. Aksi Ambil Untung Setelah Lonjakan ke ATH

    Koreksi tipis yang terjadi dalam 24 jam terakhir disinyalir sebagai akibat dari aksi ambil untung (profit-taking) setelah Bitcoin sempat mendekati puncak tertinggi sepanjang masa di kisaran $126.000.

    Investor besar (whales) kemungkinan melakukan penjualan sebagian aset untuk mengamankan keuntungan jangka pendek, menekan harga ke bawah.

    2. Sentimen Makroekonomi dan Suku Bunga AS

    Kebijakan moneter Amerika Serikat terus menjadi katalis utama bagi pasar kripto.

    Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed pada kuartal mendatang masih menjadi faktor pendukung, namun data inflasi terbaru yang lebih tinggi dari perkiraan membuat pelaku pasar bersikap hati-hati.

    Kondisi ini menciptakan volatilitas moderat di aset berisiko seperti Bitcoin.

    3. Arus Dana ETF Spot Bitcoin

    ETF Bitcoin spot yang disetujui sejak awal tahun terus mencatat aliran dana positif, meski dalam beberapa hari terakhir terjadi sedikit arus keluar (outflow).

    Data dari berbagai manajer aset menunjukkan bahwa investor institusional masih mempertahankan eksposur jangka panjang terhadap BTC, menandakan kepercayaan fundamental terhadap aset digital ini tetap kuat.

    4. Dinamika Halving dan Pasokan yang Kian Langka

    Dengan 19,93 juta BTC yang telah beredar, sisa pasokan menuju batas maksimum hanya sekitar 1,07 juta BTC.

    Fenomena block reward halving terakhir pada 2024 telah memangkas imbalan penambangan menjadi setengahnya, memperketat pasokan baru yang masuk ke pasar.

    Dalam jangka panjang, kelangkaan ini sering kali menjadi katalis kenaikan harga, terlebih jika permintaan tetap tinggi.

    5. Aktivitas Pasar Derivatif

    Volume tinggi pada pasar futures dan options BTC juga berperan besar dalam memicu fluktuasi harga.

    Ketika posisi long terlalu mendominasi, pasar sering mengalami short-term correction sebagai mekanisme penyeimbang.

    Koreksi –0,74% dalam 24 jam terakhir kemungkinan merupakan bagian dari siklus teknikal ini.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Prediksi Harga Bitcoin ke Depan

    Secara teknikal, Bitcoin masih berada dalam tren naik jangka menengah. Selama harga mampu bertahan di atas support $118.000, potensi untuk menguji kembali area resistance $125.000–$126.000 tetap terbuka.

    Jika berhasil menembus zona tersebut, peluang menuju target psikologis baru di $130.000 semakin besar.

    Namun, apabila tekanan jual meningkat dan harga menembus support utama di $118.000, Bitcoin berpotensi terkoreksi lebih dalam ke area $112.000–$114.000 sebelum kembali menemukan momentum beli.

    Baca Juga: Gagal Tembus ATH, Harga Bitcoin Anjlok 2,11% ke Level $122 Ribu

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan fase konsolidasi setelah reli panjang menuju level tertinggi baru.

    Dengan kapitalisasi pasar yang menembus $2,4 triliun dan volume perdagangan tinggi, Bitcoin tetap menjadi aset dominan di ekosistem kripto global.

    Meskipun ada tekanan jangka pendek akibat aksi ambil untung dan ketidakpastian ekonomi global, prospek jangka panjang BTC masih positif, terutama dengan suplai yang semakin terbatas dan dukungan institusional yang terus bertumbuh.

    Bagi investor, fase koreksi ini bisa menjadi peluang akumulasi strategis, asalkan tetap memperhatikan indikator teknikal dan dinamika makroekonomi global.

    Seperti biasa, investor disarankan untuk melakukan riset menyeluruh (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.


    Apakah kamu ingin saya tambahkan bagian FAQ SEO (pertanyaan populer tentang harga Bitcoin hari ini) agar artikel ini lebih mudah muncul di hasil pencarian Google News dan Google Discover?

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Reli Belum Usai, Harga Bitcoin Diprediksi Akan Menyentuh Level Ini

    Pergerakan harga sang jawara kripto, Bitcoin (BTC) masih akan terus melanjutkan pendakiannya. Salah seorang analis memandang, jika sesuai rencana, harga Bitcoin akan kembali membukukan level tertinggi sepanjang masa (ATH) baru di kisaran US$135.000 atau sekitar Rp2,24 miliar.

    Pada saat penulisan, harga Bitcoin (BTC) berdasarkan CoinGecko berada di kisaran US$123.943 turun 1,4% dari level tertinggi sepanjang masa (ATH) baru yang tercapai pada Minggu kemarin di kisaran US$125.708.

    Meski demikian, kondisi itu masih menunjukkan pertumbuhan ketimbang harga pada pagi tadi yang berada di kisaran US$122.538.

    Analis kripto independen, Tri Agung Prasetyo atau yang kerap dikenal sebagai “Opung” di komunitas Telegram BeInCrypto Indonesia memandang, pergerakan Bitcoin saat ini sudah sesuai dengan sejumlah skenario harga.

    Analisis harga Bitcoin

    Dalam analisisnya, ia menilai bahwa skenario harga Bitcoin yang melejit dari kisaran US$108.000 ke level tertinggi baru di level US$125.000, lalu kemudian terkoreksi ke US$122.000, sudah sesuai dengan ekspektasi.  Nah prediksi rencana harga Bitcoin berikutnya akan menunjukkan rangkaian pergerakan volatilitas yang signifikan.

    Bitcoin Masih Akan Naik Dalam Jangka Pendek

    Menurutnya, aktivitas Bitcoin masih belum selesai. Aset kripto nomor wahid itu akan melanjutkan kenaikan jangka pendeknya dari level US$122.000 menuju US$128.000. Kondisi itu menunjukkan momentum bullish yang kuat dalam fase ini.

    “Namun setelah mencapai puncak di kisaran US$128.000, harga Bitcoin diperkirakan akan mengalami koreksi tajam, yang jika sesuai dengan prediksi akan berada di level US$117.000 untuk menguji support yang lebih rendah,” jelasnya.

    Tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya. Karena Opung melihat, dari titik itu harga BTC secara jangka panjang akan memantul kuat sebagai sinyal rebound dari kisaran US$117.000 dan membidik level tertinggi baru di kisaran US$135.000.

    Secara keseluruhan, lanjutnya rencana ini menggambarkan pola pergerakan naik-turun-naik yang ekstrem. Di mana target akhir US$135.000 baru akan tercapai setelah melewati koreksi yang cukup dalam.

    Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi reli harga Bitcoin (BTC) terbaru ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Artikel ditulis & diedit oleh Adi Wiratno

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Turun Tipis ke $121.000, Momentum Bullish Mulai Melemah

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Kamis (9/10/2025), turun tipis sebesar -0.27% ke level $121,729.70 per BTC, memperpanjang koreksi ringan yang terjadi sejak awal pekan.

    Meskipun masih bertahan di atas level psikologis $120 ribu, tren pelemahan ini menandakan meningkatnya tekanan jual jangka pendek di pasar kripto global.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (9/10), kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di angka $2.43 triliun USD, dengan volume perdagangan harian sebesar $63.08 miliar USD.

    Sementara itu, jumlah sirkulasi Bitcoin tercatat mencapai 19.93 juta BTC, mendekati batas maksimal 21 juta BTC.

    Baca Juga: Gagal Tembus ATH, Harga Bitcoin Anjlok 2,11% ke Level $122 Ribu

    Pergerakan Harga dan Level Teknis

    Dalam 24 jam terakhir, BTC sempat menyentuh level tertinggi $124,167.09 sebelum terkoreksi ke posisi terendah harian di $121,119.18.

    Penurunan ini menandakan adanya aksi ambil untung (profit-taking) di kalangan investor setelah Bitcoin gagal menembus rekor tertingginya di $126,198.07 yang tercapai bulan lalu.

    Secara teknikal, grafik harga menunjukkan momentum bullish yang mulai melemah. Indikator Relative Strength Index (RSI) harian bergerak di kisaran 47–49, mendekati area netral, menandakan potensi konsolidasi dalam waktu dekat.

    Sementara itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD) mulai menunjukkan sinyal negatif tipis, yang dapat menjadi indikasi awal perubahan tren ke arah sideways atau bearish ringan.

    Analisis Teknis Singkat Bitcoin (30 Hari Terakhir)

    Indikator Nilai Interpretasi
    Harga Saat Ini $121,729.70 Koreksi ringan
    Support Utama $120,000 Jika jebol, potensi ke $117,500
    Resistance Utama $124,500 Area uji bullish jangka pendek
    RSI (14D) 48.7 Netral
    MACD Histogram -0.00023 Momentum melemah
    SMA 30 Hari $122,900 Harga di bawah rata-rata jangka pendek

    Berdasarkan grafik tersebut, harga Bitcoin terlihat berfluktuasi di antara level support $120K dan resistance $124.5K.

    RSI (Relative Strength Index) berada di zona netral (sekitar 50), menandakan momentum belum terlalu jenuh beli atau jual.

    Sementara itu, MACD menunjukkan sinyal konsolidasi, tanpa adanya divergensi signifikan yang menandakan tren kuat

    Faktor Penyebab Penurunan Bitcoin

    Beberapa faktor yang memicu pelemahan harga Bitcoin kali ini antara lain:

    1. Koreksi Pasar Global
      Sentimen pasar keuangan global melemah akibat kekhawatiran suku bunga AS yang masih tinggi. Investor cenderung menahan diri dari aset berisiko seperti kripto dan kembali ke aset aman (safe haven).
    2. Likuidasi Leverage di Pasar Derivatif
      Dalam 24 jam terakhir, lebih dari $120 juta posisi long Bitcoin terlikuidasi di bursa derivatif utama. Hal ini menekan harga lebih jauh dan memicu aksi jual lanjutan di kalangan trader jangka pendek.
    3. Dominasi Bitcoin yang Stagnan
      Meskipun Bitcoin masih menguasai lebih dari 52% kapitalisasi pasar kripto, aliran dana baru cenderung beralih ke sektor altcoin berkapitalisasi menengah, seperti Solana dan Avalanche, yang menunjukkan volatilitas lebih tinggi.
    4. Minimnya Katalis Fundamental
      Tidak ada katalis besar yang mendorong harga BTC naik dalam beberapa hari terakhir. Aktivitas jaringan Bitcoin tetap stabil, namun tingkat hash rate dan transaksi on-chain belum menunjukkan pertumbuhan signifikan.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 9 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 9 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Proyeksi Harga Bitcoin

    Secara jangka pendek, Bitcoin berpotensi bergerak sideways antara $120,000 hingga $124,500 selama beberapa hari ke depan.

    Jika tekanan jual meningkat dan harga menembus support $120,000, BTC berisiko turun ke area $117,000–$115,000 sebelum memantul kembali.

    Namun, analis dari beberapa lembaga riset on-chain menilai bahwa fundamental Bitcoin tetap kuat dalam jangka panjang.

    Faktor seperti meningkatnya adopsi institusional, ETF Bitcoin spot, dan permintaan dari pasar Asia dapat menjadi katalis baru dalam kuartal keempat 2025.

    Koreksi saat ini lebih bersifat teknikal daripada fundamental. Selama Bitcoin tetap di atas $118K, tren makro bullish masih utuh.

    Baca Juga: Selangkah Lagi, Bitcoin Sentuh Rekor Tertinggi Baru

    Penurunan harga Bitcoin hari ini menandakan adanya fase konsolidasi alami setelah reli kuat dalam dua bulan terakhir.

    Dengan tekanan jual yang moderat dan volume perdagangan yang stabil, peluang rebound masih terbuka jika pasar global kembali positif.

    Namun, para investor disarankan untuk memantau level support $120,000 dengan cermat, karena penembusan di bawah titik ini bisa memicu koreksi lebih dalam menuju $117,000.

    Sebaliknya, jika Bitcoin berhasil menembus resistance $124,500, potensi uji ulang ke $126,000–$128,000 akan terbuka lebar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gagal Tembus ATH, Harga Bitcoin Anjlok 2,11% ke Level $122 Ribu

    Setelah mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, harga Bitcoin (BTC) justru tergelincir 2,11% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran $122.010 per BTC.

    Penurunan ini menandai momen koreksi penting setelah reli kuat selama beberapa minggu terakhir yang mendorong Bitcoin naik lebih dari 10% dalam 30 hari terakhir.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di $2,43 triliun USD, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $79,8 miliar.

    Meskipun secara teknikal masih menunjukkan tren naik jangka menengah, sinyal overbought dan aksi ambil untung investor besar (whale) menjadi pemicu utama pelemahan harian kali ini.

    Koreksi Sehat Setelah Dekati Rekor All-Time High

    Dalam 24 jam terakhir, harga BTC sempat menyentuh puncak $125.184 sebelum akhirnya turun ke $120.681, membentuk pola “long upper shadow” pada grafik harian.

    Kondisi tersebb menjadi indikasi kuat bahwa tekanan jual meningkat saat harga mendekati area psikologis $126.000, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Bitcoin.

    Koreksi ini sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Dalam konteks teknikal, Bitcoin masih mempertahankan struktur uptrend jangka menengah.

    Secara historis, setiap kali BTC mendekati area ATH, terjadi rejection sementara akibat aksi ambil untung.

    Pergerakan Harga BTC:

    • Harga saat ini: $122.010
    • Tertinggi 24 jam: $125.184
    • Terendah 24 jam: $120.681
    • Perubahan 7 hari: +6,55%
    • Perubahan 30 hari: +10,03%

    Analisis Penyebab Penurunan Bitcoin

    Beberapa faktor memicu turunnya harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir, di antaranya:

    Aksi Ambil Untung di Dekat Level Rekor

    Banyak investor besar (whale) dan institusi memilih untuk mengunci keuntungan setelah BTC menyentuh area $125K, sehingga menimbulkan tekanan jual signifikan. Likuiditas pasar meningkat tajam di area tersebut.

    Data Makroekonomi AS dan Kekuatan Dolar

    Rilis data ekonomi AS yang menunjukkan penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi mendorong investor global untuk sementara menjauh dari aset berisiko, termasuk kripto. Ini membuat Bitcoin terkoreksi bersama mayoritas altcoin besar.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 8 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 8 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kenaikan Likuidasi di Pasar Derivatif

    Menurut data Coinglass, lebih dari $190 juta posisi long Bitcoin telah dilikuidasi dalam 24 jam terakhir — terutama di Binance dan OKX. Lonjakan likuidasi ini memperkuat tekanan jual jangka pendek di pasar spot.

    Grafik Analisis Teknikal Bitcoin (BTC/USD)

    Berikut ringkasan analisis teknikal terbaru:

    Indikator Nilai Sinyal
    RSI (14) 62.4 Netral – masih di atas zona overbought
    MACD +0.00075 Bullish melemah
    SMA 50 $110.420 Support dinamis
    SMA 200 $93.580 Uptrend jangka panjang
    Support kunci $120.000 – $118.500
    Resistance utama $125.500 – $126.200

    Interpretasi:
    Bitcoin masih berada dalam tren naik jangka menengah, namun momentum bullish mulai kehilangan tenaga. RSI yang menurun dari zona overbought menandakan potensi konsolidasi antara $120K–$123K sebelum menentukan arah baru.

    Jika harga menembus di bawah $120.000, risiko koreksi menuju $117.000–$115.000 akan meningkat. Sebaliknya, breakout meyakinkan di atas $126.000 dapat membuka peluang menuju $130.000–$135.000.

    Proyeksi Pergerakan Bitcoin

    Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan akan bergerak sideways dalam kisaran $120.000–$125.000 sambil menunggu katalis baru. Beberapa faktor yang bisa memengaruhi arah pergerakan selanjutnya meliputi:

    • Data inflasi dan suku bunga The Fed yang akan dirilis pekan depan.
    • Aliran dana ETF Bitcoin Spot yang masih fluktuatif.
    • Dominasi Bitcoin terhadap altcoin, yang saat ini sedikit menurun ke 58%.

    Secara teknikal, struktur bullish masih utuh, namun pasar memerlukan volume pembelian yang lebih besar untuk menembus rekor baru.

    Jika tekanan beli meningkat dan resistansi $126K tertembus, BTC berpotensi melanjutkan reli menuju zona target $130K–$135K.

    Baca Juga: Selangkah Lagi, Bitcoin Sentuh Rekor Tertinggi Baru

    Rejection Wajar Sebelum Lonjakan Baru

    Penurunan harga Bitcoin sebesar -2,11% kali ini tampaknya merupakan koreksi sehat setelah reli panjang menuju level tertinggi tahun ini.

    Selama BTC tetap bertahan di atas support psikologis $120.000, prospek jangka menengah masih positif.

    Investor jangka panjang dapat melihat momen ini sebagai peluang akumulasi, sementara trader harian perlu waspada terhadap volatilitas tinggi akibat likuidasi besar-besaran di pasar derivatif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Selangkah Lagi, Bitcoin Sentuh Rekor Tertinggi Baru

    Bitcoin (BTC), sang raja kripto, kembali menunjukkan taringnya di pasar aset digital.

    Dalam 24 jam terakhir, harga BTC naik 0,42% dan kini diperdagangkan di level $124.385,94, mendekati rekor tertingginya di $126.198,07.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,48 triliun, Bitcoin semakin memperkokoh dominasinya sebagai aset digital paling berharga di dunia.

    Kenaikan ini juga menandai tren positif yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin melonjak 12,58%, sementara dalam 90 hari terakhir, aset ini telah mencatat kenaikan mengesankan sebesar 14,79%.

    Baca Juga: Reli Terus Berlanjut, Harga Bitcoin Tembus $123.000

    Analisis Pergerakan Harga Bitcoin

    Menurut data terkini, pergerakan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir memperlihatkan volatilitas sehat antara $123.340 hingga $126.198.

    Volume perdagangan mencapai $68,57 miliar, menandakan minat pasar yang tetap tinggi meski terjadi sedikit aksi ambil untung di level puncak.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin yang kini mendekati $2,6 triliun menegaskan bahwa sentimen investor terhadap aset digital ini masih sangat bullish.

    Dengan pasokan beredar 19,93 juta BTC dari total maksimum 21 juta, tekanan pasokan semakin ketat, memperkuat momentum kenaikan harga.

    Faktor Pendorong Lonjakan Harga BTC

    Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap kenaikan harga Bitcoin kali ini antara lain:

    1. Dukungan Institusional yang Kian Menguat
      Perusahaan besar dan lembaga keuangan terus memperluas eksposurnya terhadap Bitcoin, baik melalui ETF spot BTC maupun alokasi portofolio jangka panjang. Data terbaru menunjukkan peningkatan arus masuk dana institusional ke pasar kripto sebesar lebih dari $500 juta dalam sepekan terakhir.
    2. Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga The Fed
      Spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada kuartal terakhir 2025 mendorong investor beralih ke aset berisiko seperti kripto. Bitcoin menjadi pilihan utama karena sifatnya sebagai penyimpan nilai (store of value) di tengah pelemahan dolar AS.
    3. Peningkatan Aktivitas Jaringan dan Transaksi On-chain
      Aktivitas jaringan Bitcoin meningkat signifikan, terutama dari transaksi berbasis Ordinals dan Lightning Network. Lonjakan aktivitas ini memperkuat nilai utilitas jaringan dan mendukung optimisme investor terhadap fundamental BTC.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 7 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 7 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Teknikal Bitcoin

    Bitcoin kini berada dalam tren naik (uptrend) yang kuat. Harga BTC masih berada di atas garis Exponential Moving Average (EMA) 50 dan 200 hari, yang mengindikasikan momentum kenaikan masih dominan.

    RSI yang mendekati 70 menunjukkan potensi overbought jangka pendek, namun belum ada sinyal pembalikan tren signifikan.

    Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan

    Dalam jangka pendek, Bitcoin berpotensi menguji kembali resistance di level $126.500. Jika berhasil menembus batas tersebut, target berikutnya berada di kisaran $130.000 – $135.000.

    Sebaliknya, jika terjadi koreksi teknikal, area $122.000 – $121.500 diperkirakan menjadi zona support kuat yang dapat menahan tekanan jual.

    Dalam jangka menengah (Q4 2025), proyeksi pasar masih sangat optimistis. Dengan kemungkinan The Fed melonggarkan kebijakan moneter dan meningkatnya minat investor institusional, harga Bitcoin berpotensi menembus level psikologis $150.000 pada akhir tahun ini.

    Baca Juga: Crypto Fear and Greed Index Naik Tajam! Bitcoin Melesat ke $125.000

    Kenaikan Bitcoin ke level tertinggi baru menegaskan posisinya sebagai aset paling tangguh di pasar kripto.

    Kombinasi antara dukungan institusional, sentimen makro yang positif, dan tekanan pasokan yang semakin ketat menjadikan BTC sebagai aset unggulan dalam siklus bullish kali ini.

    Bagi investor dan trader, momentum ini bisa menjadi peluang emas — namun tetap perlu waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek.

    Bitcoin memang sedang bersinar terang, dan semua mata kini tertuju pada apakah aset digital ini mampu menembus rekor baru di atas $130.000 dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Kembali di Jalur Bullish: Kapitalisasi Pasar Tembus $2,46 Triliun

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di level $123,684.34 per BTC, dengan kapitalisasi pasar raksasa mencapai $2,464.81 miliar USD.

    Meskipun mencatat penurunan minor sebesar -0.39% dalam 24 jam terakhir, tren jangka menengah dan panjang Bitcoin tetap menunjukkan kekuatan bullish yang signifikan.

    Dalam rentang 90 hari terakhir, BTC sudah melonjak +14.63%, dan bahkan mencatat kenaikan +11.48% dalam 30 hari terakhir.

    Volume perdagangan 24 jam sebesar $77.84 miliar USD menandakan aktivitas pasar yang tetap tinggi, menegaskan posisi Bitcoin sebagai aset digital paling populer dan dominan di dunia.

    Baca Juga: Reli Terus Berlanjut, Harga Bitcoin Tembus $123.000

    Analisis Kinerja Harga Bitcoin

    Data harga menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis dalam 24 jam terakhir:

    • Harga Tertinggi (High): $125,559.21
    • Harga Terendah (Low): $122,459.36
    • Perubahan 7 Hari: +10.62%
    • Rekor Tertinggi (ATH): $125,559.21

    Meskipun Bitcoin sempat terkoreksi tipis dari puncaknya, pergerakan saat ini masih berada di area konsolidasi sehat di atas zona psikologis $120,000 yang menjadi area pertahanan penting bagi para investor jangka panjang.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 6 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 6 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Penyebab Kenaikan Bitcoin

    Kenaikan Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir didorong oleh sejumlah faktor fundamental dan sentimen positif pasar global:

    1. Minat Institusional Kembali Menguat
      Banyak laporan menunjukkan lembaga keuangan besar kembali menambah eksposur terhadap BTC. Arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot di AS meningkat secara signifikan sejak awal bulan, menandakan peningkatan permintaan dari investor institusional.
    2. Kebijakan Moneter Global yang Longgar
      Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan telah memperkuat daya tarik aset berisiko, termasuk Bitcoin. Investor kini melihat BTC sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang fiat.
    3. Halving Bitcoin 2024 Masih Beri Dampak Positif
      Efek pasca-halving masih terasa. Penurunan suplai BTC baru yang masuk ke pasar terus menciptakan tekanan pasokan yang menahan harga tetap tinggi.
    4. Sentimen Pasar Kripto yang Pulih
      Kinerja positif Ethereum, Solana, dan token-token utama lainnya turut memperkuat kepercayaan investor terhadap sektor kripto secara keseluruhan, mengangkat momentum Bitcoin sebagai pemimpin pasar.

    Analisis Teknikal Bitcoin: Konsolidasi Sebelum Breakout Baru

    Berdasarkan indikator teknikal terkini:

    • Support Utama: $122,000 – $120,500
    • Resistance Kunci: $125,500 (ATH) dan $128,000
    • Indikator RSI (Relative Strength Index): berada di kisaran 64 — menunjukkan momentum bullish masih kuat namun mulai mendekati area jenuh beli.
    • Moving Average 50-Hari: tetap di bawah harga pasar, menandakan tren jangka menengah masih positif.

    Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $125,500, maka target teknikal berikutnya berpotensi menuju $130,000–$135,000.

    Namun, kegagalan bertahan di atas $122,000 bisa memicu koreksi jangka pendek ke area $118,000 sebelum rebound berikutnya.

    Proyeksi Harga Bitcoin

    Dalam jangka pendek, analis memperkirakan harga BTC masih akan bergerak bullish moderat dengan dukungan kuat dari investor ritel dan institusional.

    • Target Jangka Pendek (Q4 2025): $130,000 – $138,000
    • Target Jangka Menengah (2026): $160,000 – $180,000
    • Target Jangka Panjang (2030+): $250,000 ke atas, seiring dengan meningkatnya adopsi global dan integrasi BTC ke sistem keuangan tradisional.

    Baca Juga: Melambung Tinggi! Harga Bitcoin Tembus $122.000, Siap Ukir Sejarah

    Bitcoin saat ini tengah memasuki fase penting menuju potensi rekor tertinggi baru.

    Dengan kapitalisasi pasar yang menembus $2,46 triliun, permintaan institusional yang terus meningkat, serta dukungan teknikal yang kuat, BTC berpotensi memperpanjang tren bullish-nya dalam waktu dekat.

    Meskipun volatilitas jangka pendek tetap tinggi, momentum pasar menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi aset utama dalam ekosistem kripto global, dan setiap koreksi tampaknya hanya menjadi kesempatan bagi investor untuk “buy the dip.”


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Reli Terus Berlanjut, Harga Bitcoin Tembus $123.000

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali menunjukkan taringnya di arena pasar kripto global, sekaligus menegaskan dominasi BTC sebagai raja kripto.

    Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Minggu (5/10), harga BTC hari ini berada di level $123,848.34 per BTC, mencatat kenaikan +1,57% dalam 24 jam terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,46 triliun, Bitcoin semakin memperkokoh posisinya sebagai aset digital terbesar di dunia, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai $40,53 miliar.

    Kenaikan ini memperpanjang tren positif BTC dalam beberapa minggu terakhir, di mana aset kripto unggulan ini telah meningkat lebih dari 11% dalam 30 hari terakhir dan 12,79% dalam seminggu.

    Level tertinggi intraday tercatat di $124.278,72, hanya sedikit di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $124.457,12 yang menandakan bahwa reli baru mungkin hanya tinggal menunggu waktu.

    Baca Juga: ETF Bitcoin Banjir Modal, Harga BTC Siap Melonjak Menuju $165.000!

    Faktor Pendorong Lonjakan Harga Bitcoin

    Beberapa faktor utama diyakini menjadi pendorong utama kenaikan harga BTC kali ini:

    1. Optimisme Pasar atas Kebijakan Moneter Global
      Investor menilai bahwa bank sentral utama, termasuk The Federal Reserve, mulai melunakkan sikap hawkish-nya. Prospek pemangkasan suku bunga pada kuartal pertama 2026 menjadi katalis bagi aset berisiko, termasuk kripto, untuk kembali naik daun.
    2. Institusionalisasi Pasar Kripto yang Kian Matang
      Semakin banyak lembaga keuangan besar, mulai dari BlackRock hingga Fidelity yang meningkatkan eksposur terhadap ETF Bitcoin Spot. Arus dana institusional yang stabil terus menambah likuiditas dan memperkuat fundamental harga BTC.
    3. Halving Effect yang Mulai Terasa
      Meski peristiwa halving sudah terjadi beberapa bulan lalu, efek deflasi terhadap pasokan BTC kini semakin jelas. Penurunan reward bagi penambang mendorong kelangkaan pasokan di pasar spot, memperkuat tekanan beli di tengah permintaan yang tinggi.

    Analisis Teknis Bitcoin: Tren Naik Masih Kuat

    Secara teknikal, pergerakan BTC menunjukkan pola uptrend yang solid. Berdasarkan grafik harian, harga Bitcoin saat ini menembus area resistance utama di $122.000, yang sebelumnya menjadi batas psikologis kuat.

    Selain itu, support terdekat kini berada di kisaran $120.000, sementara resistance berikutnya diproyeksikan di $125.500 – $127.000.

    Indikator RSI (Relative Strength Index) berada di area 65–70, menandakan momentum beli yang masih kuat meski mendekati level overbought.

    Sedangkan Moving Average (MA 50 dan MA 200) membentuk pola golden cross, menjadi sinyal teknikal bullish yang menandakan kelanjutan tren kenaikan jangka menengah.

    Proyeksi Harga BTC ke Depan

    Jika momentum bullish ini bertahan, para analis memperkirakan Bitcoin berpotensi menembus rekor tertinggi baru di atas $125.000 dalam waktu dekat.

    Beberapa proyeksi menempatkan target jangka menengah di $135.000 – $140.000, terutama jika aliran dana dari ETF spot terus berlanjut dan dolar AS melemah secara global.

    Namun, investor tetap diingatkan untuk mewaspadai potensi koreksi jangka pendek. Setelah reli tajam seperti ini, pasar biasanya melakukan konsolidasi antara $120.000 – $122.000 sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 5 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 5 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Fundamental Bitcoin Tetap Kokoh

    Dari sisi fundamental, Bitcoin terus menunjukkan kekuatan luar biasa.

    Sirkulasi pasokan saat ini mencapai 19,93 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC — artinya 94,9% dari seluruh BTC sudah beredar.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh diperkirakan mencapai $2,59 triliun, menandakan potensi pertumbuhan yang masih luas.

    Likuiditas global BTC terus meningkat dengan aktivitas on-chain yang melonjak dan transaksi lintas jaringan yang efisien berkat adopsi teknologi layer-2 seperti Lightning Network.

    BTC Siap Uji Level Baru di Atas $125.000

    Kenaikan harga Bitcoin ke kisaran $123.000 bukan sekadar reli teknikal jangka pendek, melainkan hasil kombinasi antara sentimen makro, peningkatan partisipasi institusional, dan kekuatan fundamental yang semakin solid.

    Dengan momentum yang masih kuat dan dukungan teknikal yang positif, BTC tampak siap menantang rekor tertinggi baru dalam waktu dekat.

    Jika tren ini berlanjut, Bitcoin berpotensi memasuki fase “price discovery” baru yang dapat membawa harga ke kisaran $130.000–$140.000 menjelang akhir tahun.

    Bagi investor, fase ini bisa menjadi kesempatan emas, sekaligus peringatan untuk tetap waspada menghadapi volatilitas pasar kripto yang tak terduga.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altseason Q4 2025 Dimulai? Bitcoin Kehilangan Dominasi

    Pasar kripto kembali bergemuruh, Bitcoin kehilangan dominasi. Kapitalisasi pasar altcoin dilaporkan telah mencapai sekitar $1,15 triliun, memicu spekulasi bahwa altseason Q4 2025 resmi dimulai. Data terbaru menunjukkan Ethereum (ETH) semakin unggul dibandingkan Bitcoin (BTC), sementara dominasi BTC terus melemah ke level terendah dalam setahun.

    Menurut grafik yang dipublikasikan oleh ourcryptotalk, altcoin berhasil keluar dari kisaran support $1,0 triliun hingga $1,15 triliun. Pergerakan ini menandakan kenaikan sekitar 15% sepanjang 2025, menambah optimisme pelaku pasar.

    ETH Pimpin Pergerakan, Bitcoin Kehilangan Dominasi

    Dilaporkan Coinfomania, Ethereum kini menunjukkan performa lebih kuat terhadap Bitcoin. Indeks kekuatan relatif (RSI) ETH/BTC melonjak ke level 60,99, naik signifikan dari level terendah 44 di pertengahan September. Artinya, dalam beberapa pekan terakhir ETH berhasil mengungguli BTC dengan peningkatan kekuatan relatif 38,6%.

    Sementara itu, dominasi Bitcoin anjlok menjadi 58%, turun lebih dari 12% dari puncaknya di 66% pada paruh pertama 2025. Data ini memperlihatkan adanya rotasi modal besar-besaran dari BTC ke altcoin, sebuah pola klasik yang biasanya menandai dimulainya altseason.

    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 4 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 4 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Bitcoin Dominance Naik Lagi! Sinyal Pemulihan Besar di Depan Mata?

    Jejak Historis: Pola yang Sama Terulang

    Fenomena ini bukan hal baru. Pada 2017, kapitalisasi pasar altcoin melonjak dari $50 miliar menjadi $300 miliar, sementara dominasi BTC jatuh ke 33%. Pada 2021, altcoin besar seperti Solana dan Cardano ikut meroket, mendorong total kapitalisasi altcoin menembus $1,5 triliun ketika dominasi BTC melemah ke 40%.

    Kini, dengan dominasi BTC di 58% dan kapitalisasi altcoin di $1,15 triliun, banyak analis percaya pasar altcoin masih punya ruang tumbuh hingga 50% lebih tinggi jika rotasi modal terus berlanjut.

    Apa yang Memicu Tren Ini?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 4 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 4 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tiga faktor utama diyakini mendukung narasi altseason kali ini:

    1. Arus masuk institusional ke ETF spot Ethereum, yang tercatat sebesar $234 juta pada 3 Oktober.
    2. Kebangkitan sektor DeFi, yang kembali menarik likuiditas ke berbagai protokol berbasis ETH.
    3. Rotasi musiman Q4, yang secara historis sering mendorong reli altcoin.

    Dengan kombinasi indikator teknis — penguatan ETH terhadap BTC, penurunan dominasi Bitcoin, dan lonjakan kapitalisasi altcoin, pasar kripto memasuki tahap yang sangat mirip dengan awal altseason di siklus-siklus sebelumnya.

    Meski begitu, risiko tetap ada. Dominasi Bitcoin bisa berbalik arah dengan cepat, sementara sentimen pasar masih sangat sensitif terhadap berita regulasi global. Namun, untuk sementara, sinyal altseason tampak semakin jelas di penghujung 2025.

    Baca juga: AI Select Token: BNB, AVAX, Hingga HEMI Masuk Radar Hari Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Melambung Tinggi! Harga Bitcoin Tembus $122.000, Siap Ukir Sejarah

    Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan dominasinya di pasar kripto global dengan kenaikan signifikan yang membawa harganya menembus level $122.041,28.

    Dalam 24 jam terakhir, aset digital terbesar di dunia ini mengalami peningkatan +1,34%, sementara dalam rentang 90 hari terakhir, BTC sudah melonjak hampir 13%, menandakan tren bullish yang semakin solid menjelang kuartal akhir 2025.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,43 triliun USD dan volume perdagangan harian mencapai $83,19 miliar USD, Bitcoin kembali mengukuhkan statusnya sebagai aset paling dominan di dunia kripto, menguasai hampir separuh total kapitalisasi pasar global aset digital.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Melonjak ke $120 Ribu, Menuju ATH Baru

    Data Kunci Kinerja Bitcoin

    • Harga saat ini: $122.041,28
    • Kenaikan 24 jam: +1,54%
    • Kenaikan 30 hari: +9,63%
    • Kenaikan 90 hari: +12,98%
    • Tertinggi 24 jam: $123.944,70
    • Rekor tertinggi sepanjang masa (ATH): $124.457,12
    • Kapitalisasi pasar: $2,43 triliun
    • Volume perdagangan 24 jam: $83,19 miliar

    Faktor Utama di Balik Lonjakan Harga Bitcoin

    1. Optimisme Pasar Global dan Permintaan Institusional

    Kenaikan harga Bitcoin didorong oleh meningkatnya minat investor institusional terhadap aset digital setelah gelombang baru ETF Bitcoin spot terus mencatat arus masuk positif.

    Data pasar menunjukkan peningkatan volume perdagangan besar dari bursa utama seperti Coinbase dan Binance, menandakan akumulasi besar oleh pelaku pasar kelas atas.

    Selain itu, ketegangan geopolitik dan ketidakpastian makroekonomi global membuat investor kembali beralih ke Bitcoin sebagai “safe haven digital” yang tahan inflasi.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 4 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 4 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    2. Momentum Bullish dan Tren Teknis Kuat

    Secara teknikal, pergerakan harga Bitcoin membentuk pola ascending channel, menandakan konsolidasi menuju breakout.

    Dengan harga saat ini yang hanya terpaut kurang dari $2.500 dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH), tekanan beli terus meningkat seiring keyakinan pasar bahwa BTC akan segera menembus rekor tersebut.

    Indikator Moving Average (MA50 dan MA200) menunjukkan tren jangka menengah dan panjang yang tetap bullish, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di kisaran 65–70 — menunjukkan momentum kuat namun masih memiliki ruang untuk reli lanjutan sebelum jenuh beli.

    3. Faktor On-Chain: Penurunan Pasokan di Bursa

    Menurut analisis data on-chain, jumlah Bitcoin yang tersimpan di bursa sentral (CEX) terus menurun ke level terendah dalam lima tahun terakhir.

    Ini menandakan bahwa lebih banyak investor memilih untuk memegang aset mereka di wallet pribadi — sinyal klasik bahwa tekanan jual menurun dan potensi kenaikan harga meningkat.

    Selain itu, aktivitas whale (pemegang besar) meningkat dalam dua minggu terakhir, di mana dompet besar melakukan pembelian signifikan saat harga masih di kisaran $118.000–$120.000.

    Analisis Teknikal: Siap Tembus All-Time High

    Level Teknis Nilai (USD) Keterangan
    Support 1 $119.000 Level psikologis bawah yang menahan tekanan jual
    Support 2 $115.500 Zona aman sebelum pembalikan tren
    Resistance 1 $124.000 Mendekati rekor tertinggi sebelumnya
    Resistance 2 (Target Baru) $130.000 Potensi breakout besar jika menembus ATH

    Dengan volume perdagangan yang tinggi dan tren harga yang konsisten naik, kemungkinan besar Bitcoin akan menguji ulang level $124.457,12 (ATH) dalam waktu dekat.

    Jika berhasil menembusnya dengan volume besar, BTC berpotensi menuju $130.000–$135.000 dalam beberapa minggu mendatang.

    Proyeksi Jangka Panjang Bitcoin

    Berdasarkan analisis beberapa lembaga riset kripto dan laporan dari Bloomberg Intelligence, proyeksi harga Bitcoin dalam jangka menengah hingga panjang tetap positif:

    • Akhir 2025: Potensi mencapai $150.000
    • 2026–2030: Prediksi konservatif menempatkan BTC di kisaran $250.000–$300.000
    • Skenario ekstrem bullish: Jika adopsi institusional terus meningkat, BTC dapat menembus $500.000 dalam dekade ini

    Baca Juga: Bitcoin Dominance Naik Lagi! Sinyal Pemulihan Besar di Depan Mata?

    Bitcoin di Ambang Sejarah Baru

    Kenaikan harga Bitcoin hingga menyentuh $122.000 menandai momentum baru bagi pasar kripto global.

    Dengan dukungan teknikal yang solid, arus modal institusional yang meningkat, dan penurunan pasokan di bursa, semua indikator menunjukkan bahwa BTC tengah bersiap mencetak rekor tertinggi baru.

    Jika tren ini berlanjut, Bitcoin bukan hanya akan menembus batas psikologis $125.000 — tetapi juga membuka babak baru reli besar yang dapat mengguncang seluruh pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com