Tag: btc

  • Bitcoin Tembus $74.000, Altcoin Ikut Melejit Saat Sentimen Risiko Kembali

    Pasar kripto mengalami reli signifikan pada awal pekan setelah Bitcoin sempat menembus level US$74.000, memimpin kenaikan luas di berbagai aset digital utama. Ether, Solana, dan sejumlah altcoin lainnya mencatat kenaikan hingga 6% dalam satu hari perdagangan.

    Dilaporkan Coindesk, kenaikan ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar global setelah muncul tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

    Bitcoin Pimpin Reli Pasar Kripto

    Bitcoin sempat menembus level resistensi US$74.000 setelah beberapa kali gagal melewati batas tersebut dalam dua pekan terakhir. Aset kripto terbesar ini kemudian diperdagangkan sedikit di atas level tersebut pada perdagangan Senin pagi.

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik sekitar 2,9% dan mencatat kenaikan mingguan sekitar 9,7%.

    Sementara itu, Ether mencatat lonjakan lebih besar dengan kenaikan 7,7% dalam sehari dan sekitar 14,3% dalam sepekan, mencapai harga sekitar US$2.261.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan sekadar squeeze kecil, karena breadth kenaikannya lebar dan altcoin ikut outperform, tanda risk appetite mulai balik.

    “Tapi reli seperti ini tetap rapuh: kalau de-eskalasi Timur Tengah gagal berlanjut atau The Fed kembali terdengar hawkish, pasar bisa cepat kehilangan momentum dan membalikkan euforia risk-on tadi pagi,” jelasnya.

    Altcoin Ikut Menguat

    Reli pasar juga terlihat pada sejumlah altcoin utama. Solana naik sekitar 5,6% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 12% dalam sepekan menjadi sekitar US$93.

    Dogecoin juga mencatat kenaikan hingga menyentuh US$0,10 untuk pertama kalinya sejak awal Maret, dengan kenaikan harian sekitar 4,6% dan kenaikan mingguan sekitar 10,6%.

    BNB naik sekitar 3,8% menjadi sekitar US$683 dengan kenaikan mingguan sekitar 9,5%. Sementara itu, XRP menguat 4,2% menjadi sekitar US$1,47, atau naik sekitar 8,9% dalam tujuh hari terakhir.

    Short Squeeze Picu Lonjakan Harga

    Kenaikan harga kripto juga dipicu oleh fenomena short squeeze di pasar derivatif.

    Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa sekitar US$344 juta posisi trading dilikuidasi dalam 24 jam terakhir yang melibatkan lebih dari 91.000 trader.

    Dari jumlah tersebut, sekitar US$284,9 juta atau sekitar 83% merupakan likuidasi posisi short.

    Posisi short Ether menjadi yang paling terdampak dengan likuidasi sekitar US$127,9 juta, diikuti Bitcoin sekitar US$124,5 juta dan Solana sekitar US$18,5 juta.

    Likuidasi terbesar terjadi pada satu posisi Bitcoin senilai sekitar US$6,94 juta di bursa Bitfinex.

    Baca juga: Sinyal Kripto 16 Maret 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

    Sentimen Makro Dorong Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Reli kripto juga dipengaruhi oleh perubahan sentimen makro global. Ketegangan di Selat Hormuz menunjukkan tanda-tanda mereda setelah dua kapal tanker yang membawa gas petroleum cair berhasil melewati jalur tersebut untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai.

    Pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat sedang berdialog dengan Iran juga turut meredakan kekhawatiran pasar, meskipun Iran membantah adanya permintaan negosiasi atau gencatan senjata.

    Perkembangan tersebut membuat harga minyak dunia turun dari level tertingginya. Harga Brent diperdagangkan sekitar US$104 setelah sebelumnya sempat menyentuh US$106,50, sementara WTI turun di bawah US$100.

    Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah sekitar 0,3% dan kontrak berjangka S&P 500 naik sekitar 0,5%.

    Investor Menanti Pertemuan The Fed

    Meskipun pasar kripto menunjukkan pemulihan, perhatian investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve pada 17–18 Maret.

    Dalam pertemuan tersebut, pasar akan menunggu proyeksi suku bunga terbaru (dot plot) serta pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang dapat memengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga.

    Perubahan kebijakan moneter AS dinilai akan menjadi faktor penting yang menentukan arah likuiditas global dan pergerakan aset berisiko seperti kripto dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca juga: Riset Kripto 9-13 Mar 2026: Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perusahaan Manufaktur Ini Diam-Diam Timbun Bitcoin, Pegang 1.252 BTC

    Perusahaan manufaktur swasta GIGA kembali menambah cadangan Bitcoin dalam neraca keuangannya. Perusahaan tersebut mengungkapkan telah membeli tambahan 38 BTC pada bulan lalu, sehingga total kepemilikan Bitcoin mereka kini mencapai 1.252 BTC.

    Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menggunakan Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang guna meningkatkan ketahanan finansial perusahaan.

    GIGA Tambah Cadangan Bitcoin

    Dalam pengumuman terbarunya, GIGA menyatakan bahwa pembelian terbaru tersebut memperkuat strategi treasury perusahaan yang memanfaatkan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap potensi penurunan nilai mata uang.

    Perusahaan pertama kali mulai mengakumulasi Bitcoin pada Juli 2025 dengan pembelian awal sebanyak 1.129 BTC.

    Dengan tambahan pembelian baru, total kepemilikan Bitcoin perusahaan kini meningkat menjadi 1.252 BTC.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Nilai Kepemilikan Capai Sekitar $88 Juta

    Pada saat laporan ini disusun, harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$70.654 per koin.

    Dengan harga tersebut, total nilai cadangan Bitcoin milik GIGA diperkirakan mencapai sekitar US$88 juta.

    Besarnya kepemilikan tersebut menjadikan GIGA sebagai salah satu perusahaan swasta dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, ekspansi treasury seperti ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin makin diterima sebagai komponen neraca perusahaan.

    “Jika tren berlanjut, semakin banyak korporasi bisa melihat BTC bukan sekadar instrumen spekulatif, melainkan aset strategis untuk diversifikasi, penyimpanan nilai, dan diferensiasi identitas pasar mereka,” analisanya.

    Posisi GIGA di Daftar Pemegang Bitcoin

    Berdasarkan data dari BitcoinTreasuries.NET, GIGA kini menempati posisi kedelapan sebagai pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan swasta.

    Jika digabungkan dengan perusahaan publik yang juga menyimpan Bitcoin di neraca mereka, GIGA berada di peringkat ke-46 secara global.

    Strategi Perusahaan Gunakan Bitcoin

    Perusahaan menyebut penggunaan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan untuk meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan perusahaan terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu.

    Selain itu, langkah ini juga dipandang sebagai cara untuk melindungi nilai aset perusahaan dari potensi depresiasi mata uang fiat.

    GIGA juga diketahui bergabung dengan organisasi Bitcoin for Corporations sebagai anggota eksekutif pada awal 2026.

    Keanggotaan tersebut bertujuan menunjukkan bagaimana perusahaan industri dapat memanfaatkan Bitcoin dalam neraca keuangan mereka untuk mendukung pertumbuhan bisnis di sektor teknologi konstruksi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rasio MVRV Bitcoin Turun Drastis, BTC Masuk Zona Undervaluation?

    Pergerakan indikator on-chain terbaru menunjukkan sinyal menarik bagi pasar kripto.

    Rasio 365-day MVRV milik Bitcoin (BTC) dilaporkan turun mendekati level yang terakhir terlihat pada akhir 2022, tepat setelah runtuhnya FTX.

    Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi tersebut menandakan valuasi pasar Bitcoin mulai terkompres relatif terhadap realized capitalization, metrik yang sering digunakan untuk menilai apakah suatu aset berada dalam kondisi overvalued atau undervalued.

    Menariknya, pada periode serupa setelah krisis FTX di 2022, harga Bitcoin tercatat mampu melonjak sekitar 67% dalam waktu tiga bulan setelah indikator MVRV memasuki zona rendah tersebut.

    Hal ini membuat sebagian analis mulai membandingkan situasi saat ini dengan fase akumulasi yang pernah terjadi sebelumnya.

    Baca Juga: Bitcoin Sudah Bottom? Data On-Chain Justru Beri Sinyal Berbeda

    Apa Itu Rasio MVRV Bitcoin?

    MVRV (Market Value to Realized Value) merupakan indikator on-chain yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan realized capitalization atau nilai total BTC berdasarkan harga terakhir saat koin tersebut berpindah tangan di blockchain. Secara sederhana:

    • MVRV tinggi → pasar cenderung overvalued, banyak investor berada dalam kondisi profit besar.
    • MVRV rendah → pasar berpotensi undervalued, tekanan jual biasanya mulai melemah.

    Ketika rasio ini turun mendekati level rendah, sering kali pasar sedang berada dalam fase di mana investor jangka panjang mulai melakukan akumulasi.

    Penurunan rasio MVRV saat ini menunjukkan bahwa valuasi pasar Bitcoin telah terkoreksi cukup dalam dibandingkan dengan nilai dasar yang tercatat di jaringan.

    Perbandingan dengan Siklus Pasar 2022

    Pada akhir 2022, pasar kripto mengalami guncangan besar setelah runtuhnya FTX, salah satu bursa kripto terbesar saat itu.

    Peristiwa tersebut dikenal luas sebagai FTX collapse 2022, yang menyebabkan kepercayaan investor terhadap industri kripto anjlok dan memicu koreksi tajam di berbagai aset digital.

    Pada periode itu, rasio MVRV Bitcoin juga turun ke zona rendah yang menunjukkan kapitulasi pasar. Namun setelah fase tersebut berlalu, Bitcoin justru mengalami pemulihan signifikan.

    Grafik dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa setelah indikator tersebut mencapai titik rendah pada 2022, harga BTC kemudian naik sekitar 67% dalam tiga bulan berikutnya.

    Kondisi inilah yang membuat sebagian analis menilai bahwa pasar saat ini bisa berada dalam fase undervaluation potensial yang mirip dengan periode tersebut.

    Faktor Baru yang Membentuk Pasar Saat Ini

    Meski terdapat kemiripan dengan situasi tahun 2022, struktur pasar kripto saat ini memiliki sejumlah perbedaan penting.

    Salah satunya adalah munculnya ETF spot Bitcoin, yang membuka akses investasi institusional ke BTC melalui pasar keuangan tradisional.

    Selain itu, faktor makroekonomi seperti suku bunga global yang masih tinggi juga memengaruhi aliran modal ke aset berisiko, termasuk kripto.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa meskipun indikator MVRV memberikan sinyal menarik, kondisi pasar saat ini tidak sepenuhnya sama dengan siklus sebelumnya.

    “Meski MVRV rendah tidak otomatis berarti reversal instan, indikator ini tetap penting karena menandakan perubahan risk-reward jangka panjang ketika tekanan jual mulai melemah dan akumulasi mulai muncul. Bedanya dengan 2022, pasar sekarang juga dibentuk oleh suku bunga tinggi, ETF spot Bitcoin, dan strategi akumulasi korporasi, sehingga jika skenario undervaluation ini bertahan, dampaknya bisa lebih terkait rotasi modal institusional daripada sekadar technical bounce biasa,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Apa Artinya bagi Investor?

    Bagi investor kripto, rasio MVRV sering dianggap sebagai indikator siklus pasar jangka panjang.

    Ketika indikator ini berada di zona rendah, sebagian pelaku pasar mulai melihat peluang untuk melakukan akumulasi dengan asumsi bahwa tekanan jual mulai mereda.

    Namun penting untuk dicatat bahwa MVRV bukanlah indikator timing yang sempurna. Pasar dapat tetap berada di zona undervaluation untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya mengalami pembalikan tren.

    Selain itu, kondisi makro global serta sentimen terhadap aset berisiko juga masih memainkan peran besar dalam menentukan arah harga Bitcoin.

    Baca Juga: Bitcoin Konsolidasi di $70K, Waspada Lonjakan Supply Shock

    Turunnya rasio 365-day MVRV Bitcoin ke level yang mendekati periode pasca kolaps FTX membuka kembali diskusi mengenai potensi undervaluation di pasar kripto.

    Jika pola historis kembali terulang, kondisi ini bisa menjadi sinyal awal fase akumulasi baru.

    Namun dengan hadirnya faktor baru seperti ETF spot Bitcoin dan perubahan dinamika makroekonomi global, pergerakan pasar kali ini kemungkinan akan dipengaruhi oleh aliran modal institusional yang lebih besar.

    Bagi investor, indikator ini menjadi salah satu metrik penting untuk memantau apakah pasar Bitcoin sedang berada dalam fase kapitulasi, konsolidasi, atau awal siklus pemulihan baru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $74 Ribu, Bullish Menguat

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif dalam perdagangan kripto global.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Senin (16/3), harga Bitcoin hari ini berada di kisaran $73.935 per BTC, mencatat kenaikan sekitar 3,19% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin naik hingga sekitar $1,48 triliun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat mencapai $36,07 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi di tengah reli harga.

    Pergerakan ini juga menandai kelanjutan tren bullish jangka pendek setelah BTC mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

    Baca Juga: Rasio MVRV Bitcoin Turun Drastis, BTC Masuk Zona Undervaluation?

    Performa Harga Bitcoin dalam 24 Jam

    Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar dengan harga terendah $71.282 dan harga tertinggi $74.395.

    Rentang ini menunjukkan adanya volatilitas yang cukup aktif di pasar, dengan tekanan beli yang cukup kuat untuk mendorong harga mendekati level $74 ribu.

    Secara harian, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar $2.385 atau 3,33%, menandakan meningkatnya minat beli dari investor.

    Selain itu, dalam skala waktu yang lebih pendek, harga BTC juga masih menunjukkan momentum positif:

    • Perubahan 1 jam: +0,56%
    • Perubahan 24 jam: +3,33%
    • Perubahan 7 hari: +9,07%

    Kinerja ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan jangka pendek setelah sebelumnya mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

    Performa Bitcoin dalam Beberapa Bulan Terakhir

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meskipun tren jangka pendek terlihat positif, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan dari koreksi yang terjadi sebelumnya.

    Dalam periode waktu berbeda, pergerakan harga BTC tercatat sebagai berikut:

    • 30 hari: naik sekitar 7,62%
    • 60 hari: turun sekitar 23,22%
    • 90 hari: turun sekitar 14,04%

    Data tersebut menunjukkan bahwa reli terbaru kemungkinan merupakan bagian dari fase rebound pasar setelah penurunan tajam dalam dua bulan terakhir.

    Di sisi lain, Bitcoin juga masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) yang berada di sekitar $126.198.

    Struktur Pasokan Bitcoin Tetap Terbatas

    Salah satu faktor fundamental yang terus menjadi daya tarik Bitcoin adalah struktur pasokan yang terbatas.

    Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95,25% dari total pasokan maksimum sebesar 21 juta BTC.

    Kelangkaan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Bitcoin sering dianggap sebagai aset digital yang memiliki karakteristik mirip emas, karena suplai yang terbatas dapat menciptakan tekanan harga ketika permintaan meningkat.

    Dengan kapitalisasi pasar yang terdilusi penuh mencapai sekitar $1,55 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan di pasar.

    Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga

    Beberapa faktor utama yang sering memengaruhi pergerakan harga Bitcoin antara lain:

    1. Sentimen Pasar Kripto

    Ketika pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan tren positif, Bitcoin biasanya menjadi aset pertama yang mengalami lonjakan permintaan.

    2. Aktivitas Investor Institusional

    Dalam beberapa tahun terakhir, minat dari investor institusional terhadap Bitcoin semakin meningkat. Hal ini dapat memperkuat stabilitas dan likuiditas pasar.

    3. Faktor Makroekonomi

    Perubahan kebijakan suku bunga global, inflasi, serta kondisi ekonomi dunia juga sering memengaruhi aliran modal ke aset kripto.

    Level Penting yang Perlu Dipantau Trader

    Dalam jangka pendek, beberapa level harga menjadi perhatian utama para trader.

    • Resistance terdekat: sekitar $74.000 – $75.000
    • Support penting: sekitar $71.000

    Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas area resistance tersebut, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

    Namun jika harga gagal mempertahankan momentum, BTC berpotensi kembali melakukan konsolidasi di area support.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 16 Maret 2026: Momentum Terjaga BTC ke $73.000

    Harga Bitcoin hari ini naik sekitar 3,33% ke kisaran $74 ribu, menunjukkan bahwa sentimen bullish masih mendominasi pasar kripto dalam jangka pendek.

    Dengan kapitalisasi pasar mendekati $1,48 triliun dan volume perdagangan harian di atas $36 miliar, BTC tetap menjadi aset digital paling berpengaruh di industri kripto.

    Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas pasar serta faktor makroekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Konsolidasi di $70K, Waspada Lonjakan Supply Shock

    Struktur pasar Bitcoin saat ini menunjukkan titik penting yang dapat menentukan arah pergerakan harga selanjutnya. Data on-chain terbaru menunjukkan adanya tekanan suplai yang semakin menyempit, sementara permintaan dari investor institusional tetap kuat.

    Dilaporkan Crypto Quant, sejumlah analis menyebut kondisi ini sebagai fase “coiled spring”, yaitu situasi ketika pasokan koin yang tersedia di pasar semakin terbatas, sehingga berpotensi memicu lonjakan harga apabila permintaan meningkat.

    Level $70.417 Jadi Titik Penting Pasar

    Harga Bitcoin yang mampu bertahan di sekitar level US$70.417 dinilai menjadi titik infleksi penting dalam struktur pasar saat ini.

    Pada level tersebut, pasar menunjukkan indikasi perpindahan risiko dan likuiditas dari investor ritel ke investor institusional. Kondisi ini terjadi ketika tekanan jual dari investor ritel mulai melemah, sementara institusi justru memperkuat posisi mereka.

    Fenomena ini menciptakan profil risiko dan peluang yang tidak seimbang bagi investor, karena jumlah koin yang tersedia di pasar semakin terbatas sementara permintaan tetap tinggi.

    Data On-Chain Tunjukkan Ketimpangan Permintaan

    Sejumlah indikator on-chain memperlihatkan adanya ketimpangan antara suplai dan permintaan di pasar Bitcoin.

    Data menunjukkan bahwa investor ritel saat ini mengalami tekanan besar dengan kerugian realisasi sekitar 68,95% dalam volume transaksi yang tercatat.

    Di sisi lain, investor institusional justru menyerap sekitar 42.200 BTC, jumlah yang sekitar 5,7 kali lebih besar dibandingkan akumulasi investor ritel yang tercatat sekitar 7.300 BTC.

    Selain itu, entitas besar juga dilaporkan telah mengakumulasi sekitar 33.902 BTC dalam periode 60 hari terakhir.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, inti sinyalnya adalah asimetri supply-demand: koin makin sedikit tersedia di pasar, sementara permintaan institusional tetap tangguh.

    “Jika level US$70.417 mampu dipertahankan, kombinasi retail capitulation, outflow tinggi, dan akumulasi entitas besar bisa memicu supply shock yang agresif dan membuat risk-reward BTC menjadi sangat menarik bagi allocator modal besar,”

    Aliran Bitcoin Keluar dari Bursa Meningkat

    Data aliran dana juga menunjukkan peningkatan arus keluar Bitcoin dari bursa kripto.

    Netflow harian mencatat sekitar 6.667 BTC keluar dari bursa, yang biasanya menandakan bahwa investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang.

    Penurunan pasokan di bursa sering kali dipandang sebagai indikator berkurangnya tekanan jual dalam jangka pendek.

    Sementara itu, indikator Puell Multiple yang berada di level 0,68 juga menunjukkan kondisi yang secara historis sering dikaitkan dengan fase dasar siklus pasar.

    Potensi “Supply Shock” di Pasar Bitcoin

    Dengan semakin sedikitnya koin yang tersedia untuk diperdagangkan dan meningkatnya aktivitas akumulasi oleh institusi, sejumlah analis menilai pasar Bitcoin berpotensi menghadapi apa yang disebut sebagai “supply shock”.

    Supply shock terjadi ketika permintaan meningkat sementara pasokan yang tersedia sangat terbatas, sehingga harga dapat bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan keseimbangan pasar.

    Kombinasi antara likuiditas yang semakin menipis dan permintaan institusional yang stabil membuat sebagian pelaku pasar menilai bahwa tekanan kenaikan harga berpotensi meningkat dalam periode mendatang.

    Namun demikian, arah pergerakan harga Bitcoin tetap akan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global serta dinamika permintaan investor di pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $71.335, Momentum Menguat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Sudah Bottom? Data On-Chain Justru Beri Sinyal Berbeda

    Harga Bitcoin menunjukkan ketahanan di tengah ketegangan geopolitik global, namun sejumlah indikator on-chain mengisyaratkan bahwa pasar kemungkinan belum mencapai titik dasar (bottom) yang sesungguhnya. Analis menilai pasar saat ini berada dalam fase “stress test”, di mana investor institusional memainkan peran dominan dalam siklus ini.

    Dilaporkan Crypto Quant, berbeda dengan siklus sebelumnya yang banyak digerakkan oleh investor ritel, proses pembentukan dasar harga kali ini diperkirakan berlangsung lebih lama karena dipengaruhi strategi manajemen risiko institusi besar.

    Investor 6–12 Bulan Masih Rugi

    Salah satu indikator penting berasal dari kelompok investor yang memegang Bitcoin selama 6 hingga 12 bulan. Data menunjukkan bahwa harga rata-rata pembelian kelompok ini berada di sekitar US$100.000.

    Dengan harga Bitcoin saat ini masih jauh di bawah level tersebut, sebagian besar investor di kelompok ini berada dalam posisi rugi.

    Dalam siklus pasar sebelumnya, titik dasar biasanya terbentuk ketika kurva biaya pembelian kelompok ini mulai mendatar. Namun saat ini kurva tersebut masih menunjukkan tren naik, yang menandakan adanya potensi tekanan jual dari investor yang ingin keluar di harga impas.

    MVRV Belum Masuk Fase Kapitulasi

    Indikator lain yang diamati adalah rasio Market Value to Realized Value (MVRV), yang saat ini berada di sekitar 1,2.

    Level ini sering dianggap sebagai zona nilai yang menarik bagi investor jangka panjang untuk melakukan strategi dollar-cost averaging (DCA). Namun secara historis, titik dasar siklus biasanya terjadi ketika MVRV turun di bawah angka 1,0.

    Baca juga: Harga Bitcoin Tembus $70.000, Tapi Pasar Justru Semakin Pesimis?

    Ketika rasio tersebut berada di bawah 1, pasar biasanya memasuki fase kapitulasi, yaitu kondisi ketika banyak investor menjual aset mereka dalam kondisi rugi akibat tekanan pasar yang ekstrem.

    Karena kondisi tersebut belum terjadi, sebagian analis menilai pasar belum mencapai fase “max pain” yang sering menjadi titik balik pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kesimpulan gambar ini tajam: yang ada sekarang lebih cocok disebut value bottom untuk akumulasi jangka panjang, bukan structural bottom yang bersih.

    “Dua jalur yang dipetakan sama-sama berat, entah crash cepat yang memaksa likuidasi dan menyelesaikan proses dalam 1–2 bulan, atau fase “great boring” di mana BTC menggiling di rentang US$60.000–US$80.000 cukup lama sampai uang baru menua menjadi LTH, mungkin sampai akhir 2026 atau 2027. Jadi secara objektif, pasar boleh mulai murah, tapi belum sehat,” analisanya.

    Dominasi Investor Jangka Panjang Masih Terbatas

    Struktur pasar juga menunjukkan bahwa kontribusi investor jangka panjang masih relatif rendah.

    Secara historis, dasar harga yang kuat biasanya terbentuk ketika pemegang Bitcoin lebih dari dua tahun menguasai lebih dari 20% dari realized capitalization pasar.

    Saat ini proporsi tersebut masih berada di sekitar 15%, yang berarti dukungan dari modal jangka panjang masih belum cukup kuat untuk membentuk dasar pasar yang stabil.

    Peran Investor Institusional

    Dalam siklus kali ini, investor institusional memegang peran yang jauh lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

    Meski institusi cenderung tidak bereaksi panik seperti investor ritel, mereka tetap terikat pada berbagai aturan manajemen risiko dan kepatuhan internal.

    Jika harga berada terlalu lama di bawah harga pembelian atau terjadi tekanan likuiditas pada produk investasi mereka, institusi tetap dapat terpaksa melakukan penjualan.

    Dua Skenario Menuju Bottom

    Analis melihat dua kemungkinan skenario menuju pembentukan dasar harga Bitcoin.

    Skenario pertama adalah penurunan tajam yang memicu likuidasi besar-besaran, sehingga investor dengan harga beli tinggi keluar dari pasar. Meski menyakitkan, skenario ini biasanya mempercepat terbentuknya dasar harga dalam waktu relatif singkat.

    Skenario kedua adalah fase konsolidasi panjang di mana Bitcoin bergerak dalam kisaran sekitar US$60.000 hingga US$80.000 selama periode yang lebih lama.

    Dalam skenario ini, investor baru secara bertahap berubah menjadi pemegang jangka panjang, sehingga memperkuat struktur pasar sebelum fase kenaikan berikutnya.

    Meski beberapa indikator menunjukkan Bitcoin sudah memasuki zona nilai bagi investor jangka panjang, analis menilai bahwa dasar pasar secara struktural kemungkinan belum terbentuk sepenuhnya. Untuk saat ini, volatilitas di kisaran US$60.000 hingga US$70.000 masih berpotensi berlanjut sebelum pasar menentukan arah tren berikutnya.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $71.676, Momentum Terjaga

    Pergerakan Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tren positif dalam perdagangan terbaru.

    Berdasarkan data pasar terkini via Tokocrypto, harga BTC hari ini berada di level $71.676,47, mencatat kenaikan sekitar 0,84% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stabil. Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,43 triliun, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Selain itu, aktivitas perdagangan Bitcoin juga tetap tinggi dengan volume transaksi harian mencapai sekitar $21,42 miliar, menandakan bahwa minat investor terhadap aset kripto terbesar ini masih kuat.

    Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang relatif stabil dengan harga terendah $70.339,59 dan harga tertinggi: $71.781,46

    Pergerakan ini menunjukkan bahwa Bitcoin berhasil mempertahankan posisinya di atas level psikologis $70.000, yang saat ini menjadi salah satu area support penting dalam analisis teknikal.

    Sementara itu, dalam jangka waktu yang lebih pendek, perubahan harga dalam satu jam terakhir tercatat naik sekitar 0,22%, menandakan adanya dorongan beli yang masih aktif di pasar.

    Performa Bitcoin dalam Berbagai Periode

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 15 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 15 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat performa Bitcoin dalam beberapa periode waktu, tren jangka pendek terlihat cukup positif. Berikut ringkasan performa harga BTC:

    • 24 jam: +0,84%
    • 7 hari: +6,75%
    • 30 hari: +8,15%
    • 60 hari: -24,51%
    • 90 hari: -20,09%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin sempat mengalami koreksi tajam dalam dua hingga tiga bulan terakhir, tren jangka pendek mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan.

    Kenaikan lebih dari 6% dalam satu minggu terakhir juga menunjukkan adanya peningkatan sentimen positif di kalangan investor kripto.

    Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $71.335, Momentum Menguat

    Kapitalisasi Pasar dan Pasokan Bitcoin

    Bitcoin tetap menjadi aset digital dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia kripto.

    Beberapa indikator pasar utama Bitcoin saat ini antara lain:

    • Kapitalisasi pasar: sekitar $1,43 triliun
    • Volume perdagangan 24 jam: sekitar $21,68 miliar
    • Pasokan beredar: 20 juta BTC
    • Pasokan maksimum: 21 juta BTC

    Artinya, sekitar 95,25% dari total suplai Bitcoin sudah beredar di pasar.

    Kelangkaan suplai ini menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak investor menganggap Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai (store of value) yang mirip dengan emas digital.

    Jarak Harga dengan Rekor Tertinggi

    Meskipun harga Bitcoin saat ini berada di atas $71.000, nilainya masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Perbedaan ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase pemulihan setelah koreksi besar yang terjadi sebelumnya.

    Namun bagi sebagian analis, kondisi ini juga membuka peluang bagi potensi kenaikan jangka panjang jika adopsi Bitcoin terus meningkat.

    Level Support dan Resistance Penting

    Dalam analisis teknikal jangka pendek, beberapa level harga penting yang saat ini diperhatikan trader antara lain:

    Level support:

    Level resistance:

    Jika Bitcoin mampu menembus resistance di sekitar $72.000, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $75.000 akan semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika harga turun kembali di bawah $70.000, pasar berpotensi memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

    Sentimen Pasar Kripto

    Kenaikan harga Bitcoin biasanya menjadi indikator penting bagi kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

    Ketika BTC menunjukkan momentum positif, banyak altcoin cenderung mengikuti arah pergerakan tersebut karena meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar.

    Selain itu, Bitcoin juga sering dianggap sebagai barometer utama bagi sentimen industri kripto global.

    Prospek Harga Bitcoin

    Secara keseluruhan, analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih mempertahankan momentum bullish dalam jangka pendek.

    Kenaikan harga yang stabil dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa pasar mulai menemukan keseimbangan setelah periode volatilitas sebelumnya.

    Dalam waktu dekat, perhatian investor kemungkinan akan tertuju pada kemampuan Bitcoin menembus resistance di sekitar $72.000.

    Jika level tersebut berhasil dilewati dengan volume perdagangan yang kuat, Bitcoin berpotensi melanjutkan reli menuju area harga yang lebih tinggi.

    Namun jika gagal menembus resistance tersebut, pasar kemungkinan akan bergerak sideways dalam rentang harga yang lebih sempit sambil menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $71.335, Momentum Menguat

    Pergerakan Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif dalam perdagangan terbaru.

    Berdasarkan data pasar terkini via Tokocrypto pada Sabtu (14/3), harga BTC hari ini berada di level $71.335,87, naik sekitar 2,78% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat beli di pasar kripto setelah beberapa periode volatilitas sebelumnya.

    Selain itu, Bitcoin juga berhasil mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,42 triliun.

    Dengan volume perdagangan harian mencapai $45,69 miliar, aktivitas pasar menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi pusat likuiditas dan perhatian investor di sektor kripto global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $71.335, Uji Zona Resistance

    Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar, yakni $69.230,15 (terendah) hingga $71.995,03 (tertinggi).

    Rentang tersebut menunjukkan adanya tekanan beli yang cukup kuat ketika harga sempat turun di bawah $70.000, sebelum akhirnya kembali naik dan mendekati level $72.000.

    Secara intraday, pergerakan harga relatif stabil dengan perubahan harga 1 jam terakhir sebesar -0,09%, yang mengindikasikan fase konsolidasi setelah lonjakan harga sebelumnya.

    Bagi trader jangka pendek, area sekitar $70.000 hingga $72.000 kini menjadi zona penting untuk menentukan arah pergerakan Bitcoin berikutnya.

    Performa BTC dalam Berbagai Periode Waktu

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat performa dalam periode yang lebih panjang, pergerakan Bitcoin menunjukkan dinamika yang cukup menarik.

    Performa harga BTC:

    • 24 jam: +2,78%
    • 7 hari: +1,04%
    • 30 hari: +5,62%
    • 60 hari: -22,49%
    • 90 hari: -21,08%

    Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin mengalami koreksi cukup dalam dalam dua hingga tiga bulan terakhir, tren jangka pendek mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

    Kenaikan dalam periode 30 hari sebesar lebih dari 5% mengindikasikan bahwa pasar mulai kembali menemukan momentum positif setelah fase koreksi sebelumnya.

    Kapitalisasi Pasar dan Pasokan Bitcoin

    Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto dengan sejumlah metrik fundamental yang kuat. Beberapa indikator utama pasar Bitcoin saat ini antara lain:

    • Kapitalisasi pasar: $1,426 triliun
    • Volume perdagangan 24 jam: $45,69 miliar
    • Pasokan beredar: 20 juta BTC
    • Total pasokan maksimum: 21 juta BTC

    Artinya, sekitar 95,25% dari total suplai Bitcoin sudah beredar di pasar. Hal ini membuat Bitcoin semakin mendekati batas maksimum pasokannya.

    Bagi banyak investor, kelangkaan suplai ini merupakan salah satu faktor utama yang mendukung narasi Bitcoin sebagai aset digital dengan karakteristik mirip emas digital.

    Jarak dengan Rekor Harga Tertinggi

    Meski saat ini harga Bitcoin kembali menguat, nilainya masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Selisih yang cukup besar antara harga saat ini dan rekor tertinggi menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase pemulihan setelah periode koreksi besar sebelumnya.

    Namun bagi sebagian analis, kondisi ini juga membuka peluang bagi potensi kenaikan jangka panjang jika tren adopsi dan arus modal ke pasar kripto terus meningkat.

    Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

    Dalam analisis teknikal jangka pendek, beberapa level harga penting yang saat ini diperhatikan trader antara lain:

    Level support:

    Level resistance:

    Jika Bitcoin berhasil menembus resistance di sekitar $72.000, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area $75.000 akan semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah $70.000, pasar kemungkinan akan memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang sebelum menentukan arah berikutnya.

    Sentimen Pasar Kripto

    Sentimen pasar kripto saat ini cenderung lebih positif dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

    Kenaikan harga Bitcoin sering kali menjadi indikator awal meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar kripto secara keseluruhan.

    Ketika BTC bergerak naik dengan volume perdagangan tinggi, aset kripto lain biasanya ikut mendapatkan dorongan sentimen.

    Karena itu, pergerakan Bitcoin tidak hanya penting bagi investor BTC saja, tetapi juga bagi keseluruhan ekosistem kripto.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $70.000, Tapi Pasar Justru Semakin Pesimis?

    Prospek Bitcoin ke Depan

    Secara keseluruhan, analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase pemulihan jangka pendek setelah periode koreksi sebelumnya.

    Kenaikan hampir 3% dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk ke pasar, didukung oleh volume perdagangan yang cukup besar.

    Dalam jangka pendek, perhatian investor kemungkinan akan tertuju pada apakah Bitcoin mampu menembus level resistance di sekitar $72.000 atau justru kembali terkoreksi menuju area support.

    Jika momentum bullish terus berlanjut, Bitcoin berpotensi melanjutkan reli menuju level harga yang lebih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Tembus $70.000, Tapi Pasar Justru Semakin Pesimis?

    Harga Bitcoin kembali bertahan di atas level US$70.000, namun sentimen pasar masih menunjukkan keraguan terhadap potensi pemulihan yang berkelanjutan. Banyak investor justru mengambil posisi bearish meski harga aset kripto terbesar tersebut berhasil pulih dari penurunan sebelumnya.

    Dilaporkan Crypto Quant, kondisi ini terjadi di tengah situasi makroekonomi dan geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian, termasuk ketegangan yang memengaruhi perdagangan minyak dunia. Lingkungan seperti ini biasanya membuat aset berisiko, termasuk kripto, lebih sulit menunjukkan performa yang kuat.

    Sentimen Pasar Masih Skeptis

    Meskipun Bitcoin berhasil kembali ke atas US$70.000, sebagian besar pelaku pasar belum sepenuhnya yakin bahwa reli tersebut akan berlanjut dalam jangka panjang.

    Banyak investor masih melihat kondisi global sebagai faktor penghambat bagi aset berisiko. Akibatnya, sebagian besar pelaku pasar memilih bersikap hati-hati atau bahkan mengambil posisi yang mengantisipasi penurunan harga.

    Sikap skeptis ini terlihat jelas di pasar derivatif, terutama melalui indikator funding rate yang mencerminkan posisi trader di kontrak futures.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, ketika funding rate mencapai level ekstrem dan konsensus pasar terlalu condong ke satu arah, sering kali sudah terlambat untuk ikut posisi tersebut.

    “Artinya, skeptisisme pasar yang tinggi justru bisa menjadi bahan bakar upside jika BTC mampu mempertahankan rebound, karena likuidasi posisi short berpotensi mendorong harga naik lebih jauh. Jadi sinyal gambar ini paradoksal: sentimen masih jelek, tapi justru karena itu potensi squeeze menjadi lebih besar,” analisanya.

    Baca juga: Bitcoin Harus Tembus Level Ini Dulu, Baru Bull Market Dimulai?

    Funding Rate Negatif di Pasar Derivatif

    Data dari Binance menunjukkan bahwa funding rate Bitcoin terus berada di wilayah negatif selama sekitar satu pekan terakhir.

    Funding rate negatif biasanya menandakan bahwa lebih banyak trader membuka posisi short dibandingkan posisi long.

    Beberapa nilai funding rate bahkan mencapai level ekstrem. Pada 10 dan 11 Maret, misalnya, funding rate di Binance tercatat turun di bawah -0,006.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas posisi terbuka di pasar derivatif saat ini condong ke arah taruhan penurunan harga Bitcoin.

    Short Position Bisa Jadi Bahan Bakar Kenaikan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski terlihat sebagai sinyal bearish, kondisi funding rate negatif juga dapat membuka kemungkinan lain bagi pergerakan harga Bitcoin.

    Secara historis, ketika mayoritas pasar berada di satu arah yang sama, kondisi tersebut terkadang justru menjadi pemicu pergerakan berlawanan.

    Jika harga Bitcoin terus naik, posisi short yang terbuka di pasar dapat terlikuidasi secara bertahap. Likuidasi tersebut memaksa trader membeli kembali Bitcoin untuk menutup posisi mereka.

    Proses ini sering menciptakan efek yang dikenal sebagai short squeeze, di mana kenaikan harga dipercepat oleh likuidasi posisi bearish.

    Dengan demikian, meskipun banyak investor saat ini masih meragukan pemulihan Bitcoin, posisi short yang besar di pasar justru berpotensi menjadi bahan bakar tambahan bagi kenaikan harga jika tren bullish berlanjut.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $71.335, Uji Zona Resistance

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (13/3), BTC saat ini diperdagangkan di sekitar $71.335 per koin, naik sekitar 2,78% dalam sehari.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin kembali menembus $1,42 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Sementara itu, aktivitas perdagangan juga tetap tinggi, dengan volume transaksi harian mencapai $45,69 miliar.

    Penguatan harga ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap Bitcoin masih kuat, meskipun pasar kripto sebelumnya mengalami fase koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

    Baca Juga: Bitcoin Harus Tembus Level Ini Dulu, Baru Bull Market Dimulai?

    Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar.

    Data menunjukkan bahwa BTC sempat menyentuh level terendah di $69.230, sebelum naik hingga mencapai puncak harian sekitar $71.995.

    Saat ini harga berada di kisaran $71.300, menandakan bahwa pasar sedang mencoba mempertahankan momentum kenaikan setelah menembus kembali area psikologis $70.000.

    Dalam jangka sangat pendek, pergerakan harga terlihat relatif stabil. BTC hanya mengalami perubahan sekitar -0,09% dalam satu jam terakhir, yang menunjukkan fase konsolidasi setelah reli yang cukup cepat.

    Performa Bitcoin dalam Beberapa Periode

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari performa dalam berbagai periode waktu, Bitcoin menunjukkan tren yang beragam.

    Dalam 7 hari terakhir, BTC tercatat naik sekitar 1,04%, menandakan pemulihan perlahan setelah volatilitas sebelumnya.

    Sementara itu, dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin mengalami kenaikan sekitar 5,62%, menunjukkan adanya peningkatan sentimen positif di pasar kripto.

    Namun, jika melihat periode yang lebih panjang, Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan setelah koreksi besar.

    Dalam 60 hari terakhir, BTC turun sekitar 22,49%, dan dalam 90 hari terakhir terkoreksi sekitar 21,08%.

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun tren jangka pendek mulai menguat, pasar masih berusaha pulih dari tekanan sebelumnya.

    Kapitalisasi Pasar dan Suplai Bitcoin

    Bitcoin saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $1,426 triliun, menjadikannya aset digital dengan nilai terbesar di industri kripto.

    Jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95,25% dari total suplai maksimum sebesar 21 juta koin.

    Karena suplai Bitcoin terbatas, banyak investor menganggap aset ini sebagai penyimpan nilai jangka panjang, sering disebut sebagai “emas digital”.

    Jika seluruh suplai maksimum telah beredar, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,49 triliun.

    Jarak dari Rekor Harga Tertinggi

    Meskipun saat ini berada di kisaran $71.000, harga Bitcoin masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $126.198.

    Perbedaan ini menunjukkan bahwa BTC masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan jika tren bullish kembali terbentuk di pasar kripto global.

    Namun sebelum menuju level tersebut, Bitcoin harus mampu menembus beberapa zona resistance penting di kisaran $72.000 hingga $75.000.

    Level Support dan Resistance yang Perlu Dipantau

    Dalam analisis teknikal jangka pendek, ada beberapa level harga penting yang menjadi perhatian trader.

    Area $70.000 saat ini berfungsi sebagai support psikologis utama bagi Bitcoin. Jika level ini mampu dipertahankan, BTC berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance di sekitar $72.000.

    Jika harga berhasil menembus zona tersebut, target berikutnya bisa berada di kisaran $74.000 hingga $75.000.

    Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun kembali di bawah $70.000, pasar berpotensi menguji support berikutnya di sekitar $68.000 hingga $69.000.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $69.500 Meski Pasar Tertekan

    Prospek Pergerakan Bitcoin

    Secara keseluruhan, kenaikan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya pemulihan sentimen di pasar kripto.

    Volume perdagangan yang tetap tinggi menandakan bahwa aktivitas investor masih kuat, baik dari trader jangka pendek maupun investor jangka panjang.

    Jika momentum beli dapat dipertahankan, Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan dan mencoba menembus kembali zona resistance utama di sekitar $72.000.

    Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga masih kemungkinan dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global, arus modal di pasar kripto, serta dinamika sentimen investor.

    Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, pergerakan Bitcoin tetap menjadi indikator utama arah pasar kripto secara keseluruhan, termasuk bagi berbagai altcoin yang biasanya mengikuti tren yang dibentuk oleh BTC.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com