Tag: btc

  • Analis Optimis! Sinyal Emas Tandai Bottom Bitcoin

    Pergerakan Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah muncul sinyal langka dari korelasinya dengan emas. Data terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara Bitcoin dan emas mencapai level terendah dalam tiga tahun terakhir, memicu spekulasi bahwa Bitcoin kemungkinan telah membentuk titik dasar (bottom) pada Maret ini.

    Di saat emas mengalami penurunan selama empat minggu berturut-turut, Bitcoin justru bergerak stabil di kisaran 70.000 dolar AS, menciptakan divergensi yang menarik perhatian pelaku pasar.

    Rasio BTC/Gold Beri Sinyal Historis

    Dilaporkan BeInCrypto, analis melihat bahwa rasio BTC terhadap emas saat ini mengalami penurunan sekitar 70%, level yang sebelumnya sering bertepatan dengan titik terendah siklus pasar. Dalam siklus sebelumnya, penurunan rasio sebesar 86% pada 2014, 83% pada 2018, dan 76% pada 2022 semuanya menandai fase bottom sebelum tren naik dimulai.

    Kondisi saat ini dinilai mulai memasuki fase konsolidasi, yang berpotensi menjadi awal pemulihan harga Bitcoin. Jika rasio ini kembali meningkat, hal tersebut menandakan bahwa Bitcoin mulai mengungguli emas sebagai aset investasi.

    Baca juga: Harga Emas Bergejolak, Investor Justru Borong XAUT dan PAXG

    Korelasi Bitcoin–Emas Capai Titik Terendah

    Data menunjukkan bahwa korelasi antara Bitcoin dan emas turun hingga -0,9, level terendah sejak akhir 2022. Pada periode tersebut, Bitcoin berada di level 15.600 dolar AS sebelum memulai tren kenaikan yang berlangsung lebih dari dua tahun.

    Korelasi negatif yang kuat ini mengindikasikan bahwa kedua aset bergerak berlawanan arah, dan dalam konteks saat ini, memberikan sinyal potensi penguatan Bitcoin dibandingkan emas dalam waktu dekat.

    Di sisi lain, analis teknikal juga melihat bahwa emas sedang membentuk pola bearish yang jarang terjadi, yang secara historis sering diikuti oleh periode pemulihan yang panjang.

    Peran Faktor Makro dan Investor Besar

    Divergensi antara Bitcoin dan emas juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan geopolitik. Bitcoin dinilai telah lebih cepat merespons risiko global, termasuk konflik di Timur Tengah, dibandingkan aset tradisional.

    Selain itu, data menunjukkan bahwa jumlah whale Bitcoin dengan kepemilikan di atas 1.000 BTC mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor besar di tengah ketidakpastian pasar.

    Dalam waktu dekat, rilis data ekonomi seperti PMI dan jobless claims juga akan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah pasar.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa korelasi negatif antara Bitcoin dan emas saat ini menjadi sinyal penting dalam membaca fase siklus pasar. Menurut mereka, kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin mulai berperan lebih kuat sebagai aset alternatif yang tidak sepenuhnya mengikuti pergerakan aset safe haven tradisional.

    Namun, mereka juga mengingatkan bahwa konfirmasi tren tidak hanya bergantung pada satu indikator. Faktor seperti likuiditas global, kebijakan moneter, dan sentimen geopolitik tetap menjadi penentu utama dalam jangka pendek.

    Tim Research Tokocrypto menambahkan bahwa akumulasi oleh whale menjadi indikator positif, tetapi pergerakan harga tetap membutuhkan dukungan dari arus dana yang lebih luas untuk membentuk tren naik yang berkelanjutan.

    Pasar Menanti Konfirmasi Tren

    Dengan kombinasi antara sinyal teknikal, divergensi makro, dan aktivitas investor besar, pasar kini berada pada fase yang krusial. Pelaku pasar akan mencermati apakah Bitcoin mampu mempertahankan stabilitas dan mulai menunjukkan penguatan yang konsisten.

    Jika pola historis kembali terulang, kondisi saat ini berpotensi menjadi titik awal fase baru bagi Bitcoin. Namun, kepastian arah tetap akan bergantung pada perkembangan faktor eksternal dan respons pasar dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Waspada! Serangan AS-Israel Bisa Banting Harga Bitcoin

    Harga Bitcoin kembali menghadapi tekanan setelah konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Meski sebelumnya sempat menguat di atas 71.000 dolar AS, aset kripto terbesar ini kini berisiko mengalami penurunan seiring lonjakan harga minyak global akibat serangan terbaru ke fasilitas energi Iran.

    Perkembangan ini terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan jeda serangan selama lima hari sebagai bagian dari upaya deeskalasi.

    Serangan Energi Picu Lonjakan Harga Minyak

    Dilaporkan Coingape, harga minyak dunia kembali melonjak, dengan Brent crude menembus 102 dolar AS per barel dan WTI naik lebih dari 3% ke level 91 dolar AS. Kenaikan ini dipicu oleh serangan terbaru AS dan Israel terhadap infrastruktur energi Iran, termasuk fasilitas gas dan pembangkit listrik.

    Situasi semakin kompleks setelah Iran membantah adanya pembicaraan damai, serta melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal ke wilayah Israel dan negara Teluk yang menjadi basis militer AS.

    Selain itu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dilaporkan mulai mempertimbangkan keterlibatan langsung dalam konflik, yang berpotensi memperluas eskalasi dan mengganggu pasokan energi global.

    Baca juga: 3 Altcoin Berpotensi Picu Likuidasi Besar di Akhir Maret 2026!

    Bitcoin Tertekan di Tengah Ketidakpastian

    Kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik cenderung mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman, sehingga berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin.

    Meski Bitcoin sempat naik sekitar 4% dalam 24 jam terakhir ke kisaran 70.911 dolar AS, tekanan mulai terlihat kembali. Indikator Coinbase Premium Index juga berubah menjadi negatif, yang mengindikasikan adanya tekanan jual dari investor di pasar Amerika Serikat.

    Di sisi lain, data menunjukkan open interest di pasar futures Bitcoin meningkat, menandakan masih adanya minat dari trader derivatif meskipun kondisi pasar tidak stabil.

    Risiko Koreksi ke Level $68.000

    Pelaku pasar kini mencermati kemungkinan Bitcoin kembali turun ke level 68.000 dolar AS jika tekanan makro terus berlanjut. Kenaikan volume perdagangan hingga 60% dalam 24 jam terakhir menunjukkan meningkatnya aktivitas, namun belum tentu mencerminkan arah yang jelas.

    Beberapa analis juga mengingatkan bahwa siklus pasar Bitcoin masih berpotensi mengikuti pola historis, dengan kemungkinan fase bearish berlanjut hingga akhir tahun.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa pergerakan Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama geopolitik dan harga komoditas seperti minyak.

    Menurut mereka, lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan global dapat meningkatkan tekanan inflasi, yang pada akhirnya memperkecil peluang pelonggaran kebijakan moneter. Hal ini menjadi faktor negatif bagi aset berisiko, termasuk kripto.

    Namun demikian, Tim Research Tokocrypto juga melihat bahwa lonjakan volatilitas ini membuka peluang trading jangka pendek, terutama bagi pelaku pasar yang mampu memanfaatkan pergerakan cepat akibat sentimen global.

    Mereka menekankan bahwa investor perlu mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta indikator pasar seperti aliran dana institusional dan sentimen derivatif untuk menentukan strategi yang tepat.

    Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian

    Dengan konflik yang berpotensi meluas dan belum adanya kepastian terkait upaya damai, pasar kripto diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

    Pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi global, yang kini menjadi faktor utama dalam membentuk sentimen investor.

    Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Rebound $70.498, Bullish Terbentuk?

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pemulihan dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan signifikan sebesar 3,4% ke level $70.498,23.

    Kenaikan ini membawa Bitcoin kembali menembus area psikologis $70.000 setelah sempat tertekan dalam beberapa hari sebelumnya.

    Dengan kapitalisasi pasar yang kini mencapai sekitar $1,41 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $50,65 miliar, pergerakan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas dan minat pasar terhadap aset kripto terbesar di dunia.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $68.237, Bearish Berlanjut?

    Rebound Kuat dari Area Support

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat Bitcoin bergerak dalam rentang harga $67.508,51 hingga $71.782,26.

    Kenaikan dari area bawah ke atas $70.000 menunjukkan adanya reaksi beli yang cukup kuat di level support sekitar $67.500. Area ini sebelumnya menjadi titik krusial yang menahan penurunan lebih dalam.

    Lonjakan harga hingga mendekati $71.800 juga mengindikasikan bahwa momentum bullish mulai kembali terbentuk, meskipun masih menghadapi resistance di area tersebut.

    Volume Meningkat, Sinyal Minat Pasar Kembali

    Salah satu indikator penting dari kenaikan ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $50 miliar dalam 24 jam.

    Peningkatan volume biasanya menunjukkan keterlibatan pasar yang lebih besar, konfirmasi terhadap pergerakan harga, dan potensi kelanjutan tren jika momentum terjaga.

    Dibandingkan periode sebelumnya yang cenderung sepi, kenaikan volume ini menjadi sinyal positif bagi prospek jangka pendek Bitcoin.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Masih dalam Fase Pemulihan

    Meski mengalami kenaikan harian yang kuat, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan:

    • 30 hari: naik 3,69%
    • 60 hari: turun 21,37%
    • 90 hari: turun 19,24%

    Artinya, kenaikan saat ini belum sepenuhnya mengubah tren jangka menengah yang masih bearish. Namun, pergerakan ini bisa menjadi awal dari pembalikan tren jika momentum terus berlanjut.

    Faktor Pendorong Kenaikan

    Beberapa faktor yang kemungkinan mendorong kenaikan harga Bitcoin hari ini antara lain:

    1. Rebound Teknis

    Setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir, BTC memantul dari area support kuat.

    2. Kembalinya Minat Beli

    Volume yang meningkat menunjukkan adanya akumulasi dari pelaku pasar.

    3. Short Covering

    Trader yang sebelumnya membuka posisi jual kemungkinan menutup posisi, mendorong harga naik lebih cepat.

    Level Penting yang Harus Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level kunci:

    • Support utama: $67.500
    • Support lanjutan: $65.000
    • Resistance terdekat: $71.800
    • Resistance utama: $73.000

    Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas $71.800, peluang untuk melanjutkan kenaikan ke area $73.000 akan semakin besar.

    Namun, jika gagal breakout, BTC berpotensi kembali bergerak sideways atau bahkan turun ke area support.

    Selain itu, Bitcoin masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Namun, setiap pemulihan seperti saat ini menjadi langkah penting dalam proses menuju level tersebut.

    Dominasi Pasar Tetap Kuat

    Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%. Dominasi ini menunjukkan bahwa arah pergerakan BTC tetap menjadi acuan utama bagi seluruh pasar.

    Ketika Bitcoin menguat, altcoin biasanya ikut terdorong naik, meskipun dengan tingkat volatilitas yang lebih tinggi.

    Melihat kondisi saat ini, Bitcoin menunjukkan sinyal bullish dalam jangka pendek, namun masih perlu konfirmasi lanjutan.

    Artinya, tren naik mulai terbentuk, tetapi masih rentan terhadap koreksi jika gagal menembus resistance kunci.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $69.198, Tekanan Kembali

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin berhasil rebound ke atas $70.000 dengan dukungan volume yang kuat. Kenaikan 3,4% ini menjadi sinyal awal pemulihan setelah periode tekanan.

    Namun, untuk memastikan tren bullish yang lebih solid, BTC perlu menembus resistance di atas $71.800. Selama level tersebut belum ditembus, pergerakan masih berpotensi fluktuatif.

    Bagi investor, area support di $67.500 dan resistance di sekitar $72.000 menjadi level krusial yang harus diperhatikan dalam menentukan strategi selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Data Ekonomi AS Ini Tentukan Nasib Bitcoin pada Akhir Maret!

    Harga Bitcoin memasuki pekan ini di kisaran 68.000 dolar AS di tengah tekanan sentimen pasar yang masih lemah. Indeks Crypto Fear and Greed bahkan berada di level 8, yang menunjukkan kondisi extreme fear di kalangan investor.

    Dilaporkan BeInCrypto, sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat dijadwalkan pekan ini dan dinilai berpotensi besar memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap pergerakan pasar kripto.

    Flash PMI Jadi Penentu Awal Sentimen

    Data Flash Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor manufaktur dan jasa yang dirilis pada Selasa akan menjadi indikator awal kondisi ekonomi AS di bulan Maret.

    PMI sektor jasa menjadi perhatian utama karena mencerminkan sebagian besar aktivitas ekonomi. Jika hasilnya lebih kuat dari ekspektasi, maka kemungkinan penundaan penurunan suku bunga akan meningkat, yang berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin.

    Sebaliknya, jika PMI manufaktur turun di bawah level 50, hal ini menandakan kontraksi ekonomi dan dapat memicu sikap defensif dari investor di pasar global.

    Data Ketenagakerjaan Bisa Ubah Arah Pasar

    Pada Kamis (227/3), laporan Initial Jobless Claims akan menjadi indikator penting kondisi pasar tenaga kerja. Data sebelumnya menunjukkan angka 205.000 klaim, lebih rendah dari ekspektasi.

    Jika klaim pengangguran meningkat, hal ini dapat memperkuat peluang pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed, yang secara historis cenderung mendukung kenaikan harga Bitcoin.

    Namun, jika data kembali menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja, narasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama akan kembali menguat dan berpotensi menekan pasar kripto.

    Baca juga: Bitcoin Tembus $70.000 Dipicu Isu Damai AS-Iran

    Inflasi dan Sentimen Konsumen Jadi Penutup

    Pada Jumat (28/3), pasar akan mencermati data Consumer Sentiment dan ekspektasi inflasi dari University of Michigan. Kenaikan ekspektasi inflasi dapat menjadi sinyal negatif bagi pasar, karena The Fed kemungkinan akan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

    Selain itu, data cadangan minyak AS yang dirilis pada Rabu juga menjadi faktor tambahan yang perlu diperhatikan. Penurunan cadangan minyak dapat mendorong kenaikan harga energi, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi secara global.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa pekan ini menjadi salah satu periode krusial bagi pergerakan Bitcoin, karena kombinasi data ekonomi dan komentar pejabat The Fed dapat secara langsung memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga.

    Menurut mereka, Bitcoin saat ini berada dalam fase sensitif terhadap data makro, di mana setiap perubahan ekspektasi kebijakan moneter dapat memicu pergerakan harga yang signifikan dalam waktu singkat.

    Tim Research Tokocrypto juga menambahkan bahwa jika data ekonomi menunjukkan pelemahan, peluang pemangkasan suku bunga akan meningkat dan dapat menjadi katalis positif bagi Bitcoin. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperpanjang tekanan terhadap pasar kripto.

    Dalam kondisi ini, pelaku pasar disarankan untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan momentum dari setiap rilis data, karena volatilitas diperkirakan akan meningkat.

    Pasar Menunggu Arah dari Data Ekonomi

    Sepanjang Maret, Bitcoin bergerak dalam rentang 62.000 hingga 76.000 dolar AS. Empat rilis data ekonomi pekan ini berpotensi menjadi penentu apakah harga akan menembus batas atas atau justru mengalami koreksi lebih dalam.

    Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, arah pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada bagaimana data ekonomi tersebut memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed dan sentimen investor global.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus $70.000 Dipicu Isu Damai AS-Iran

    Harga Bitcoin melonjak tajam dan berhasil menembus kembali level psikologis 70.000 dolar AS setelah muncul kabar adanya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya pasar sempat tertekan akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

    Berdasarkan data terbaru, Bitcoin naik lebih dari 4% dari posisi terendah intraday di sekitar 67.000 dolar AS, seiring meredanya ketegangan global.

    Bitcoin Rebound Usai Sinyal Damai

    Dilaporkan Coingape, lonjakan harga Bitcoin terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya telah melakukan pembicaraan yang “produktif” dengan Iran dalam dua hari terakhir. Ia juga menginstruksikan penundaan serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari ke depan.

    Pernyataan tersebut menandai perubahan signifikan dalam konflik yang telah berlangsung selama empat minggu. Sebelumnya, pasar sempat terguncang setelah ancaman serangan lanjutan dari AS, yang menyebabkan Bitcoin turun hingga menyentuh level 67.000 dolar AS.

    Kini, dengan adanya indikasi deeskalasi konflik, pasar kripto merespons positif dan kembali menunjukkan penguatan.

    Baca juga: Sinyal Besar? Perusahaan Kesehatan Akumulasi Bitcoin

    Dampak Geopolitik ke Pasar Kripto

    Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap perkembangan geopolitik global. Ancaman konflik yang meningkat sebelumnya sempat memicu aksi jual, sementara kabar pembicaraan damai langsung mendorong sentimen positif.

    Selain Bitcoin, aset kripto lainnya juga mengalami kenaikan seiring membaiknya kondisi pasar secara keseluruhan.

    Laporan juga menyebutkan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran mencakup sejumlah poin penting, termasuk isu program nuklir Iran. Kedua negara dikabarkan akan melanjutkan dialog dalam beberapa hari ke depan.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa lonjakan Bitcoin ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin dipandang sebagai aset yang sensitif terhadap dinamika makro global, khususnya geopolitik.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut mereka, pergerakan harga saat ini bukan hanya dipengaruhi oleh faktor internal pasar kripto, tetapi juga oleh sentimen global seperti konflik dan kebijakan internasional. Deeskalasi konflik cenderung meningkatkan risk appetite investor, yang kemudian mendorong aliran dana kembali ke aset berisiko seperti kripto.

    Namun demikian, Tim Research Tokocrypto mengingatkan bahwa volatilitas masih berpotensi tinggi, mengingat situasi geopolitik belum sepenuhnya stabil. Jika pembicaraan damai berlanjut dan menghasilkan kesepakatan konkret, pasar berpotensi melanjutkan penguatan.

    Sebaliknya, jika terjadi eskalasi kembali, tekanan terhadap harga Bitcoin dan aset kripto lainnya juga dapat muncul dalam waktu singkat.

    Pasar Masih Menunggu Kepastian

    Pelaku pasar kini mencermati perkembangan lanjutan dari negosiasi antara AS dan Iran sebagai faktor utama yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.

    Dengan kondisi pasar yang masih dipengaruhi sentimen global, arah Bitcoin diperkirakan akan tetap volatil sambil menunggu kepastian lebih lanjut dari perkembangan geopolitik tersebut.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Besar? Perusahaan Kesehatan Akumulasi Bitcoin

    Perusahaan kesehatan yang terdaftar di Nasdaq, Cosmos Health Inc. (COSM), kembali menambah kepemilikan Bitcoin dengan pembelian senilai 600.000 dolar AS. Langkah ini merupakan bagian dari strategi treasury aset digital yang terus dikembangkan perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.

    Dengan pembelian terbaru ini, total investasi Cosmos Health di aset digital kini mencapai sekitar 3,1 juta dolar AS, yang mencakup Bitcoin serta aset kripto lainnya.

    Strategi Diversifikasi Lewat Aset Digital

    Dilaporkan Bitcoin Magazine, Chief Executive Officer Cosmos Health, Greg Siokas, menyatakan bahwa perusahaan melihat aset digital tertentu sebagai kelas aset yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat disiplin dan bertujuan untuk mendiversifikasi neraca keuangan perusahaan.

    Selain itu, kepemilikan kripto juga dinilai dapat memberikan fleksibilitas likuiditas tambahan. Dalam kondisi tertentu, aset digital dapat digunakan untuk mendukung berbagai inisiatif strategis guna meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

    Siokas juga menambahkan bahwa alokasi ke aset digital dilakukan sebagai pelengkap dari ekspansi bisnis inti perusahaan di sektor kesehatan.

    Total Investasi Kripto Terus Bertambah

    Langkah ini melanjutkan strategi yang telah dimulai sebelumnya. Pada Februari 2026, Cosmos Health telah membeli Bitcoin senilai 500.000 dolar AS, sehingga total investasi kripto saat itu mencapai sekitar 2,5 juta dolar AS, termasuk Bitcoin dan Ethereum.

    Perusahaan juga menyatakan tengah mengevaluasi kemungkinan menambah aset kripto lain sebagai bagian dari strategi diversifikasi treasury. Pendekatan ini mencerminkan upaya perusahaan untuk memperluas eksposur terhadap teknologi dan instrumen keuangan baru.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, pembelian ini penting karena memperkuat narasi bahwa Bitcoin makin diterima sebagai aset strategis korporasi lintas skala.

    “Meski nominalnya relatif kecil, sinyalnya tetap relevan: semakin banyak perusahaan yang masuk, semakin luas pula legitimasi BTC sebagai instrumen treasury di sektor publik,” terangnya.

    Bitcoin Sebagai Lindung Nilai

    Sejak akhir 2024, Cosmos Health telah mulai memasukkan Bitcoin ke dalam cadangan perusahaan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi risiko inflasi dan pelemahan nilai mata uang.

    Manajemen perusahaan juga melihat Bitcoin sebagai salah satu cara untuk mendapatkan eksposur terhadap aset dengan potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Selain itu, Cosmos Health tengah mengeksplorasi kemungkinan menerima pembayaran dalam bentuk kripto dari pelanggan.

    Kinerja Perusahaan dan Kondisi Pasar

    Cosmos Health saat ini diperdagangkan di harga sekitar 0,36 dolar AS per saham. Perusahaan menjalankan bisnis kesehatan terintegrasi yang mencakup manufaktur farmasi, produk nutraceutical, distribusi, layanan telehealth, serta riset untuk berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, dan kanker.

    Sementara itu, harga Bitcoin berada di kisaran 71.000 dolar AS setelah sempat menyentuh 73.000 dolar AS pada awal pekan. Langkah Cosmos Health dalam menambah kepemilikan Bitcoin menjadi salah satu indikasi meningkatnya minat perusahaan publik terhadap aset digital sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $68.237, Bearish Berlanjut?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Senin (23/3), Bitcoin diperdagangkan di level $68.237,30, turun sekitar 1,54% secara harian.

    Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan jangka pendek, dengan BTC kini semakin menjauh dari level psikologis $70.000.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin juga turun ke kisaran $1,36 triliun, mencerminkan berkurangnya nilai pasar akibat tekanan jual yang berlanjut.

    Baca Juga: Bitcoin Bertahan di $70K, Tapi Sinyal Ini Bisa Jadi Awal Lonjakan Besar?

    Pergerakan Harga: Konsolidasi di Bawah $70.000

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga $67.372,87 (terendah) hingga $69.561,78 (tertinggi).

    Rentang ini menunjukkan bahwa BTC masih berada dalam fase konsolidasi di bawah level resistance utama. Setelah beberapa kali mencoba naik, harga kembali tertahan dan mengalami penurunan.

    Pergerakan ini mencerminkan bahwa pasar masih belum menemukan momentum kuat untuk membalikkan tren menjadi bullish.

    Tren Historis: Tekanan Jangka Menengah Masih Kuat

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari performa historis, tekanan terhadap Bitcoin masih cukup signifikan:

    • 30 hari: naik tipis 0,34%
    • 60 hari: turun 24,22%
    • 90 hari: turun 22,62%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya pemulihan dalam jangka pendek, tren besar masih berada dalam fase koreksi.

    Selain itu, dalam 7 hari terakhir, BTC tercatat turun 5,85%, menandakan bahwa tekanan bearish masih dominan dalam jangka pendek.

    Faktor Penyebab Pelemahan

    Beberapa faktor yang memicu penurunan harga Bitcoin hari ini antara lain:

    1. Sentimen Risk-Off

    Pasar kripto secara umum masih berada dalam fase hati-hati, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

    2. Resistance Kuat di Area $70.000

    Level $70.000 kembali menjadi penghalang utama. Setiap percobaan breakout gagal, memicu aksi jual dari trader.

    3. Volume yang Belum Kuat

    Volume perdagangan berada di kisaran $28 miliar, relatif moderat dan belum cukup untuk mendorong kenaikan signifikan.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, beberapa level penting menjadi perhatian:

    • Support utama: $67.300
    • Support lanjutan: $65.000
    • Resistance terdekat: $69.500 – $70.000

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $67.300, peluang untuk rebound masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, potensi penurunan ke area $65.000 menjadi lebih besar.

    Sebaliknya, breakout di atas $70.000 akan menjadi sinyal awal perubahan tren ke arah bullish.

    Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Selisih ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan jangka panjang, dengan banyak tantangan yang harus dilalui.

    Dominasi Pasar Tetap Tinggi

    Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan BTC masih menjadi indikator utama bagi aset kripto lainnya.

    Ketika Bitcoin melemah, altcoin cenderung mengalami tekanan yang lebih besar.

    Outlook Jangka Pendek: Bearish dengan Potensi Konsolidasi

    Melihat kondisi saat ini, Bitcoin masih berada dalam tekanan bearish, meskipun ada potensi konsolidasi di area support.

    Pasar membutuhkan katalis positif untuk membalikkan tren, seperti peningkatan volume atau perubahan sentimen makro.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $69.198, Tekanan Jual Kembali Meningkat

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan setelah turun ke level $68.237. Kegagalan menembus resistance di $70.000 menjadi faktor utama yang menahan kenaikan.

    Dengan tren jangka menengah yang masih negatif dan sentimen pasar yang belum pulih, pergerakan BTC dalam waktu dekat kemungkinan akan tetap volatil.

    Bagi investor, level $67.300 menjadi titik krusial yang harus dipantau. Jika bertahan, peluang rebound masih ada. Namun, jika tembus, pasar bisa melanjutkan penurunan ke level yang lebih rendah.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $69.198, Tekanan Kembali

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tekanan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Minggu (21/3), Bitcoin turun sekitar 2,17% dan diperdagangkan di level $69.198,10.

    Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan jangka pendek, setelah sebelumnya BTC gagal mempertahankan posisi di atas level psikologis $70.000.

    Dengan kapitalisasi pasar yang kini berada di kisaran $1,38 triliun, Bitcoin masih menjadi aset kripto terbesar, namun tekanan jual mulai kembali mendominasi.

    Baca Juga: Bitcoin Bertahan di $70K, Tapi Sinyal Ini Bisa Jadi Awal Lonjakan Besar?

    Pergerakan Harga: Gagal Bertahan di Atas $70.000

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga tertinggi $71.051,27 dan harga terendah $68.265,83.

    Kegagalan mempertahankan harga di atas $70.000 menjadi sinyal bahwa resistance di area tersebut masih cukup kuat.

    Setelah sempat menyentuh level tertinggi harian, BTC mengalami penolakan (rejection) yang mendorong harga turun ke bawah.

    Penurunan ini juga diiringi oleh melemahnya volume perdagangan yang hanya mencapai sekitar $25,99 miliar, menunjukkan minat beli yang belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual.

    Tren Historis: Tekanan Masih Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari data historis, pergerakan Bitcoin masih berada dalam tekanan dalam jangka menengah:

    • 30 hari: naik 1,98%
    • 60 hari: turun 23,06%
    • 90 hari: turun 22,21%

    Meski dalam 30 hari terakhir masih mencatat kenaikan tipis, tren penurunan dalam 60 dan 90 hari terakhir menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari koreksi sebelumnya.

    Dalam 7 hari terakhir, Bitcoin juga turun 3,28%, mengindikasikan bahwa tekanan bearish masih berlangsung dalam jangka pendek.

    Faktor Penyebab Penurunan

    Beberapa faktor yang mendorong pelemahan harga Bitcoin hari ini antara lain:

    1. Resistance Kuat di $70.000

    Level $70.000 kembali menjadi batas psikologis yang sulit ditembus, memicu aksi ambil untung (profit-taking) dari trader.

    2. Sentimen Pasar Melemah

    Kondisi pasar kripto secara umum masih dalam fase hati-hati, dengan investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

    3. Volume yang Menurun

    Turunnya volume perdagangan menunjukkan kurangnya dorongan beli yang signifikan, sehingga harga lebih mudah tertekan.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang menjadi perhatian:

    • Support utama: $68.200
    • Support lanjutan: $67.000
    • Resistance terdekat: $70.000 – $71.000

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $68.200, peluang untuk kembali menguji resistance masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, potensi penurunan ke area $67.000 menjadi lebih besar.

    Sebaliknya, breakout di atas $71.000 dapat menjadi sinyal awal pembalikan tren ke arah bullish.

    Saat ini, Bitcoin masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun BTC tetap dominan, perjalanan menuju level tersebut masih membutuhkan waktu dan katalis yang kuat.

    Dominasi Pasar Tetap Tinggi

    Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%. Dominasi ini menunjukkan bahwa pergerakan BTC masih menjadi acuan utama bagi aset kripto lainnya.

    Ketika Bitcoin melemah, altcoin biasanya akan mengalami tekanan yang lebih besar, terutama dalam kondisi pasar yang sensitif terhadap sentimen.

    Outlook Jangka Pendek: Bearish Ringan

    Melihat kondisi saat ini, Bitcoin berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish ringan, sehingga diperkirakan akan bearish ringan.

    Pasar masih membutuhkan katalis positif untuk mendorong pemulihan yang lebih kuat, seperti peningkatan volume atau perubahan sentimen makro.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun Tipis $70.587, Menunggu Arah

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin kembali mengalami tekanan setelah gagal bertahan di atas level $70.000.

    Penurunan ke $69.198 mencerminkan lemahnya momentum bullish dalam jangka pendek.

    Dengan volume yang menurun dan resistance yang kuat di atas, pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh sentimen pasar secara keseluruhan.

    Bagi investor, level support di sekitar $68.200 menjadi area krusial untuk dipantau. Jika mampu bertahan, peluang rebound tetap ada. Namun, jika tembus, pasar bisa memasuki fase koreksi lanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Bertahan di $70K, Tapi Sinyal Ini Bisa Jadi Awal Lonjakan Besar?

    Harga Bitcoin saat ini tercatat berada di kisaran 70.000 dolar AS dan masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 30 hari. Data dari Binance menunjukkan adanya perubahan struktur tren yang cukup signifikan, tercermin dari perbedaan posisi antara moving average jangka pendek, menengah, dan panjang.

    Kondisi ini menandakan bahwa pasar sedang berada dalam fase transisi, di mana harga bergerak di antara area support jangka pendek dan resistance yang lebih kuat dari tren jangka panjang.

    Harga Bertahan di Atas MA 30 Hari

    Dilaporkan Crypto Quant, rata-rata pergerakan 30 hari (MA 30) berada di level sekitar 68.661 dolar AS, yang saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek. Fakta bahwa harga Bitcoin masih berada di atas level ini menunjukkan adanya dukungan beli yang cukup kuat di pasar.

    Dalam analisis teknikal, MA 30 sering digunakan untuk mengukur momentum jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, kondisi pasar umumnya masih menunjukkan kecenderungan positif, meskipun belum sepenuhnya memasuki fase bullish yang kuat.

    Tekanan dari MA Jangka Menengah dan Panjang

    Di sisi lain, Bitcoin masih berada di bawah MA 90 hari yang berada di sekitar 79.815 dolar AS, serta MA 200 hari di kisaran 93.892 dolar AS. Posisi ini menunjukkan bahwa tren jangka menengah hingga panjang masih menghadapi tekanan.

    Kondisi tersebut sering diartikan sebagai fase koreksi atau penyesuaian setelah kenaikan signifikan sebelumnya. Selama harga belum mampu menembus kedua level tersebut, pasar masih berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal yang lumayan sehat buat recovery bertahap karena support jangka pendek mulai terbentuk, tapi belum cukup buat bilang bull trend penuh sudah kembali.

    “Selama BTC belum bisa reclaim MA 90 hari dan apalagi MA 200 hari, pasar masih lebih cocok dibaca sebagai fase penyembuhan dan akumulasi daripada tren naik yang benar-benar aman,” jelasnya.

    Baca juga: Bukan Main! Metaplanet Kumpulkan Dana Raksasa demi Tambah Bitcoin

    Indikator Z-Score Tunjukkan Fase Konsolidasi

    Data tambahan menunjukkan bahwa Z-Score Bitcoin berada di sekitar -0,57, yang merupakan nilai negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa harga saat ini berada di bawah rata-rata historis dalam model analisis tersebut.

    Nilai negatif pada Z-Score umumnya dikaitkan dengan kondisi pasar yang sedang dalam fase konsolidasi atau akumulasi. Dalam beberapa kasus, fase ini menjadi periode sebelum terjadinya pergerakan harga yang lebih besar.

    Pasar Masih Menunggu Konfirmasi Arah

    Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan keseimbangan antara tekanan jangka pendek dan hambatan jangka panjang. Interaksi antara berbagai moving average menjadi indikator penting yang terus diperhatikan oleh pelaku pasar untuk menentukan arah tren selanjutnya.

    Selama harga tetap berada di atas MA 30 namun belum mampu menembus MA 90 dan MA 200, pasar diperkirakan masih akan bergerak dalam fase transisi sebelum menentukan arah yang lebih jelas ke depan.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Main! Metaplanet Kumpulkan Dana Raksasa demi Tambah Bitcoin

    Perusahaan treasury Bitcoin asal Jepang, Metaplanet, mengumumkan berhasil menghimpun dana sebesar 40,8 miliar yen atau sekitar 255 juta dolar AS dari investor institusional global. Pendanaan ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk mempercepat akumulasi Bitcoin dalam jangka panjang.

    Langkah ini juga dilengkapi dengan skema tambahan yang berpotensi meningkatkan total pendanaan hingga sekitar 531 juta dolar AS, memperkuat posisi Metaplanet sebagai salah satu pemain utama dalam kepemilikan Bitcoin korporasi.

    Struktur Pendanaan dengan Skema Premium

    Dilaporkan Coindesk, Metaplanet melakukan penerbitan saham baru dengan harga 2% di atas harga pasar, yang kemudian dipasangkan dengan warrant berharga premium 10%. Jika warrant tersebut dieksekusi, perusahaan berpotensi memperoleh tambahan dana sebesar 44,5 miliar yen.

    Selain itu, perusahaan memperkenalkan struktur warrant baru berbasis mNAV (multiple to net asset value), yang menghubungkan pelaksanaan warrant dengan nilai aset bersih perusahaan. Dalam skema ini, warrant hanya dapat dieksekusi jika harga saham berada minimal 1,01 kali dari nilai aset bersih yang dimodifikasi.

    Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap penerbitan saham baru tetap memberikan nilai tambah terhadap kepemilikan Bitcoin per saham, sekaligus menjaga kepentingan investor.

    Baca juga: Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

    Strategi Menekan Dilusi Saham

    Untuk menghindari dilusi yang berlebihan, Metaplanet juga memutuskan untuk menangguhkan warrant lama yang mewakili hingga 210 juta saham. Langkah ini diambil guna memprioritaskan struktur pendanaan baru yang dinilai lebih efisien dan selaras dengan strategi akumulasi Bitcoin.

    Dengan strategi ini, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pendanaan dan perlindungan nilai bagi pemegang saham.

    Fokus Perluas Cadangan Bitcoin

    Dana yang diperoleh akan digunakan terutama untuk meningkatkan cadangan Bitcoin perusahaan. Metaplanet menargetkan kepemilikan jangka panjang hingga 210.000 BTC, mempertegas ambisinya dalam mengadopsi strategi treasury berbasis aset kripto.

    Saat ini, Metaplanet tercatat sebagai perusahaan dengan cadangan Bitcoin terbesar keempat di dunia, dengan total kepemilikan mencapai 35.102 BTC.

    Respons Pasar dan Pergerakan Harga

    Saham Metaplanet ditutup naik sekitar 5% pada perdagangan Senin, seiring dengan kenaikan harga Bitcoin yang berhasil menembus level 73.000 dolar AS. Kenaikan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap langkah agresif perusahaan dalam memperkuat eksposur terhadap Bitcoin.

    Ke depan, strategi pendanaan dan akumulasi yang dilakukan Metaplanet akan menjadi perhatian pelaku pasar, terutama dalam melihat bagaimana peran perusahaan publik dalam mendorong adopsi Bitcoin secara lebih luas.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com