Tag: btc

  • Bitcoin Turun $67.595, Ada Tekanan Jangka Pendek

    Harga Bitcoin hari ini mengalami koreksi tipis dengan penurunan 0,53% dalam 24 jam terakhir, berada di level $67.595,78 per BTC.

    Meskipun demikian, aktivitas pasar tetap tinggi dengan volume perdagangan mencapai $42,04 miliar, menandakan masih kuatnya partisipasi pelaku pasar.

    Pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi jangka pendek, setelah sebelumnya Bitcoin sempat mencatat kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

    Pergerakan Harian: Koreksi Sehat

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat (1/4) bahwa Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar dengan level terendah di $65.950,44 dan tertinggi di $68.495,27.

    Penurunan sekitar $332 (-0,49%) menunjukkan adanya tekanan jual ringan, namun belum mengindikasikan perubahan tren besar. Bahkan, pergerakan 1 jam terakhir yang turun 0,2% mengindikasikan pasar masih relatif stabil.

    Koreksi seperti ini sering dianggap sebagai bagian dari healthy pullback, terutama setelah fase kenaikan sebelumnya.

    Volume Tinggi Jadi Sinyal Penting

    Salah satu aspek menarik dari pergerakan hari ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $42 miliar.

    Volume tinggi dalam kondisi harga turun biasanya mengindikasikan dua kemungkinan, yakni distribusi oleh pelaku pasar besar atau rotasi posisi jangka pendek.

    Namun, volume besar juga bisa menjadi fondasi untuk pergerakan selanjutnya, baik ke atas maupun ke bawah, tergantung arah dominasi pasar.

    Kinerja Campuran di Berbagai Timeframe

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari berbagai periode waktu, performa Bitcoin menunjukkan dinamika yang beragam:

    • 7 hari: turun 4,12%
    • 30 hari: naik 2,01%
    • 60 hari: turun 19,52%
    • 90 hari: turun 22,96%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan dalam jangka pendek, tren jangka menengah masih berada dalam fase koreksi.

    Kenaikan 30 hari yang terbatas juga mengindikasikan bahwa momentum bullish belum sepenuhnya kembali.

    Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07, atau terkoreksi sekitar 46% dari puncaknya.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase penyesuaian setelah siklus bullish sebelumnya.

    Bagi investor jangka panjang, fase ini sering dianggap sebagai periode akumulasi, meskipun tetap disertai volatilitas tinggi.

    Struktur Pasokan Tetap Solid

    Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap kuat dengan karakteristik suplai terbatas:

    • Sirkulasi saat ini: 20,01 juta BTC
    • Maksimum suplai: 21 juta BTC
    • Persentase beredar: 95,28%

    Dengan sebagian besar suplai sudah beredar, tekanan inflasi sangat minimal, menjadikan Bitcoin tetap menarik sebagai aset jangka panjang.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh saat ini mencapai sekitar $1,42 triliun, mencerminkan potensi nilai maksimum.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, beberapa level teknikal menjadi perhatian utama:

    • Support terdekat: $66.000
    • Support kuat: $64.000
    • Resistance terdekat: $68.500
    • Resistance utama: $70.000

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $66.000, maka peluang untuk kembali menguji resistance tetap terbuka.

    Namun, jika level ini ditembus ke bawah, tekanan jual bisa meningkat menuju area support berikutnya.

    Konsolidasi dengan Risiko Tekanan

    Secara keseluruhan, kondisi pasar Bitcoin saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan risiko tekanan jangka pendek.

    Penurunan tipis yang terjadi belum cukup untuk mengubah struktur pasar secara signifikan, namun tetap perlu diwaspadai sebagai tanda melemahnya momentum.

    Arah Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada pergerakan volume, sentimen pasar global, dan respons terhadap level teknikal kunci.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111.000, Sinyal Bullish Kembali Menguat

    Analisa harga BTC hari ini mencerminkan koreksi ringan di tengah aktivitas pasar yang tinggi. Meskipun tren jangka pendek masih relatif stabil, tekanan jangka menengah belum sepenuhnya hilang.

    Investor disarankan untuk memperhatikan level support penting serta memantau volume perdagangan sebagai indikator kekuatan tren selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa BTC Tak Lagi Anjlok Saat USD Naik?

    Bitcoin menunjukkan ketahanan yang tidak biasa di tengah penguatan signifikan dolar AS sepanjang Maret 2026. Indeks Dolar AS (DXY) bahkan berhasil menembus level 100, didorong oleh kenaikan real yield dan ketegangan geopolitik global.

    Dilaporkan CryptoQuant, dalam kondisi normal, penguatan dolar biasanya memberikan tekanan besar terhadap Bitcoin, seperti yang terjadi pada 2022 saat likuiditas global mengetat. Namun kali ini, pergerakan pasar menunjukkan pola yang berbeda.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau dulu dolar kuat cukup buat memukul BTC keras, sekarang struktur pasar terlihat lebih tebal karena ETF spot dan pool stablecoin aktif ikut menyerap tekanan risk-off.

    “Itu bukan berarti BTC otomatis bullish, tapi jelas menunjukkan perubahan rezim: downside makro masih ada, namun arus modal siap deploy membuat pasar lebih tahan banting saat drawdown,” jelasnya.

    Bitcoin lebih stabil di tengah tekanan makro

    Meski belum menunjukkan kenaikan signifikan, penurunan harga Bitcoin relatif lebih terbatas dibandingkan siklus sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan struktur pasar yang membuat Bitcoin lebih tahan terhadap tekanan makro.

    Salah satu faktor utama adalah hadirnya ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Produk ini membuka akses bagi investor institusional untuk masuk ke pasar secara lebih konsisten, menciptakan lapisan permintaan baru yang sebelumnya tidak ada.

    Dengan adanya aliran dana institusional ini, Bitcoin mulai dipandang sebagai bagian dari portofolio investasi, bukan sekadar aset spekulatif.

    Baca juga: Bitcoin Masih Terjebak di Bawah $70K: Sinyal Bearish Berlanjut?

    Likuiditas meningkat, modal siap masuk kapan saja

    Selain itu, aktivitas stablecoin juga mengalami peningkatan signifikan. Data on-chain menunjukkan pertumbuhan jumlah alamat aktif, yang menandakan bertambahnya partisipan sekaligus likuiditas di dalam ekosistem.

    Kondisi ini menciptakan “modal siap pakai” yang dapat dengan cepat masuk ke pasar saat terjadi penurunan harga. Artinya, setiap koreksi berpotensi disambut oleh aliran dana baru, sehingga menahan penurunan lebih dalam.

    Struktur pasar berubah, korelasi lama mulai tidak relevan

    Saat ini, Bitcoin bergerak dalam dua kekuatan utama. Di satu sisi, tekanan makro seperti suku bunga tinggi dan dolar yang kuat masih membayangi. Di sisi lain, permintaan institusional dan likuiditas internal memberikan penopang yang cukup kuat.

    Perubahan ini menunjukkan bahwa hubungan klasik antara dolar dan Bitcoin mulai bergeser. Untuk memahami pergerakan pasar saat ini, analisis tidak lagi cukup hanya melihat korelasi, tetapi juga harus mempertimbangkan arus modal dan struktur likuiditas yang terus berkembang.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Diserbu! JP Morgan dan Konglomerat Global Kunci 1,05 Juta BTC

    Arus dana besar ke Bitcoin (BTC) belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Data terbaru mengungkapkan, 100 perusahaan publik pemilik kas (corporate treasury) terbesar di dunia kini memegang lebih dari 1.058.000 BTC di neraca mereka.

    Kepemilikan ini terus meningkat meski harga Bitcoin bergerak dalam kondisi pasar yang bergejolak.

    Perusahaan publik tumpuk lebih dari 1 juta BTC

    Deretan 100 perusahaan publik dengan kepemilikan BTC terbesar tercatat terus menambah eksposur. Perusahaan seperti Strategy, MARA Holdings, dan Metaplanet masih mendominasi daftar, namun tren akumulasi kini meluas ke berbagai sektor lain.

    Mulai dari perusahaan energi, fintech, hingga konglomerat global, semakin banyak korporasi yang memasukkan Bitcoin ke dalam strategi pengelolaan kas mereka. Langkah ini menunjukkan bahwa Bitcoin kian dipandang sebagai aset yang layak disimpan jangka panjang, terlepas dari fluktuasi harga jangka pendek.

    JP Morgan tambah eksposur lewat ETF Bitcoin BlackRock

    Dilaporkan AMBCrypto, tren akumulasi Bitcoin oleh korporasi tidak hanya datang dari perusahaan yang sejak awal pro-crypto. J.P. Morgan, salah satu bank terbesar di dunia, juga tercatat memperdalam eksposurnya terhadap Bitcoin.

    Mengacu pada data platform analitik Arkham, J.P. Morgan kini memiliki eksposur lebih dari US$300 juta ke Bitcoin melalui ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock. Rinciannya antara lain:

    • Sekitar US$332,8 juta dalam bentuk saham IBIT langsung,
    • Sekitar US$10,7 juta melalui pengelola aset eksternal,
    • Sekitar US$67,8 juta dalam opsi beli (call options),
    • Sekitar US$133,3 juta dalam opsi jual (put options) yang kemungkinan digunakan sebagai lindung nilai (hedging).

    Struktur posisi tersebut menunjukkan pendekatan yang terukur dan terkelola risikonya. Meski begitu, langkah ini menandai perubahan signifikan dari sikap skeptis yang selama ini diasosiasikan dengan pimpinan bank tersebut terhadap aset kripto.

    Whale Coinbase borong saat harga turun

    Tidak hanya korporasi, pelaku pasar besar (whale) juga tercatat aktif menambah kepemilikan Bitcoin, terutama saat harga turun.

    Indikator Cumulative Volume Delta (CVD) menunjukkan bahwa pesanan spot berukuran besar antara US$10.000 hingga US$1 juta terus tercatat sebagai pembeli bersih sejak titik dasar lokal terbaru. Sementara itu, aliran dana dari investor ritel cenderung datar, dan trader berukuran menengah baru mulai berbalik positif.

    Data on-chain di bursa Coinbase mengindikasikan bahwa whale di platform tersebut tidak menghentikan akumulasi mereka. Ketika harga melemah dan sentimen pasar melemah, pelaku besar justru tercatat menyerap suplai yang ada.

    Ringkasan

    • Lebih dari 1,05 juta BTC kini tercatat di neraca 100 perusahaan publik pemilik kas terbesar.
    • Tren akumulasi meluas ke berbagai sektor, bukan hanya perusahaan yang sejak awal berfokus pada kripto.
    • J.P. Morgan menambah eksposur ke Bitcoin melalui ETF BlackRock IBIT dengan nilai lebih dari US$300 juta dan instrumen derivatif terkait.
    • Whale di Coinbase terus membeli saat harga turun, sementara arus dana ritel masih lemah.

    Pergerakan ini menegaskan satu hal: meski pasar kripto masih fluktuatif, pemain besar—baik korporasi maupun whale, belum berniat meninggalkan Bitcoin.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $67.935, Reli Menguat?

    Harga Bitcoin hari ini menunjukkan penguatan signifikan dengan kenaikan 1,48% dalam 24 jam terakhir, berada di level $67.935,88 per BTC.

    Berdasarkan catatan Tokocrypto pada Selasa (31/3), kapitalisasi pasar tercatat mencapai $1,35 triliun, sementara volume perdagangan melonjak ke $38,34 miliar.

    Kenaikan ini mencerminkan adanya momentum jangka pendek yang mulai menguat, meskipun tren jangka menengah masih dibayangi tekanan koreksi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

    Pergerakan Harian: Momentum Mulai Terbentuk

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang yang cukup luas dengan level terendah di $66.205,39 dan tertinggi di $68.323,62.

    Kenaikan harian sekitar $864 (+1,29%) menunjukkan adanya dorongan beli yang cukup kuat, didukung oleh peningkatan volume perdagangan.

    Meski demikian, pergerakan per jam yang hanya naik 0,12% mengindikasikan bahwa momentum tersebut masih bertahap dan belum sepenuhnya eksplosif.

    Volume Naik, Sinyal Positif

    Salah satu indikator penting dari kenaikan ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $38 miliar dalam 24 jam.

    Volume yang tinggi biasanya menjadi konfirmasi bahwa pergerakan harga didukung oleh partisipasi pasar yang luas, bukan sekadar fluktuasi sementara.

    Hal ini memberikan sinyal bahwa minat beli mulai kembali masuk ke pasar Bitcoin setelah periode tekanan sebelumnya.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 31 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 31 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tren Lebih Panjang Masih Tertekan

    Meski menunjukkan kenaikan dalam jangka pendek, data timeframe yang lebih panjang masih menunjukkan tekanan:

    • 7 hari: turun 3,59%
    • 30 hari: naik tipis 0,4%
    • 60 hari: turun 17,10%
    • 90 hari: turun 23,29%

    Penurunan dalam 60 hingga 90 hari terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dari siklus sebelumnya.

    Dengan kata lain, kenaikan saat ini masih berada dalam konteks pemulihan, bukan tren bullish penuh.

    Meski demikian, harga Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Ini berarti harga masih terkoreksi lebih dari 45% dari puncaknya.

    Kondisi ini sering kali dianggap sebagai fase akumulasi oleh investor jangka panjang, namun juga mencerminkan kehati-hatian pasar secara umum.

    Struktur Pasokan Tetap Kuat

    Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap menunjukkan kekuatan sebagai aset dengan suplai terbatas:

    • Sirkulasi saat ini: 20,01 juta BTC
    • Maksimum suplai: 21 juta BTC
    • Persentase beredar: 95,28%

    Dengan sebagian besar suplai sudah beredar, tekanan inflasi sangat terbatas, yang menjadi salah satu alasan utama Bitcoin dianggap sebagai aset lindung nilai dalam jangka panjang.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh saat ini mencapai sekitar $1,42 triliun, mencerminkan potensi nilai maksimum jika seluruh suplai beredar.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Untuk pergerakan selanjutnya, beberapa level teknikal penting menjadi perhatian:

    • Support terdekat: $66.200
    • Support kuat: $64.000
    • Resistance terdekat: $68.300
    • Resistance utama: $70.000

    Jika Bitcoin mampu menembus resistance di $68.300 dengan volume yang tetap tinggi, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $70.000 akan terbuka.

    Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $66.200, maka tekanan jual bisa kembali muncul.

    Bullish Jangka Pendek, Hati-Hati Jangka Menengah

    Secara keseluruhan, kondisi pasar saat ini menunjukkan bias bullish dalam jangka pendek, didukung oleh kenaikan harga dan volume.

    Namun, tren jangka menengah masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut, terutama dengan adanya penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

    Pasar masih berada dalam fase transisi antara koreksi dan potensi pemulihan.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $107.000: Sinyal Lonjakan atau Koreksi Panjang?

    Setelah melihat analisa harga BTC hari ini, sang raja kripto menunjukkan performa positif dengan kenaikan ke $67.935, didukung oleh volume perdagangan yang meningkat.

    Meski demikian, investor tetap perlu berhati-hati karena tren jangka menengah masih menunjukkan tekanan koreksi.

    Fokus utama saat ini adalah apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan menembus resistance kunci, atau kembali tertekan dalam fase konsolidasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Masih Terjebak di Bawah $70K: Sinyal Bearish Berlanjut?

    Bitcoin masih menunjukkan tekanan pasar setelah gagal menembus level penting yang kini menjadi indikator utama pergerakan harga.

    Bitcoin (BTC) hingga saat ini masih belum berhasil kembali ke atas adjusted realized price, yaitu metrik yang mencerminkan rata-rata harga beli dari suplai yang benar-benar beredar di pasar. Perhitungan ini mengecualikan BTC yang tidak bergerak selama lebih dari 7 tahun, sehingga memberikan gambaran yang lebih relevan terhadap kondisi pasar saat ini.

    Pendekatan ini menyaring aset yang kemungkinan hilang maupun yang disimpan jangka panjang oleh investor yang dikenal sebagai “diamond hands”. Dengan metode tersebut, realized price Bitcoin saat ini berada di kisaran $72.500, yang kini berfungsi sebagai level resistance kuat.

    Sudah dua bulan tertahan di bawah resistance

    Dalam sekitar dua bulan terakhir, Bitcoin terus diperdagangkan di bawah level $72.500 tanpa mampu bertahan di atasnya. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup dominan atau minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga naik secara signifikan.

    Dilaporkan CryptoQuant, kondisi ini juga mengindikasikan bahwa sebagian besar investor aktif berada dalam posisi rugi, yang umumnya terjadi pada fase pasar bearish.

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan ini sinyal yang dingin: pasar belum benar-benar kembali sehat selama BTC masih tertahan di bawah adjusted cost basis aktifnya.

    “Kalau pola historis terulang, fase menyebalkan ini bisa lanjut beberapa bulan lagi dan semua orang yang terlalu cepat teriak bottom bakal digebuk sabar oleh waktu,” analisanya.

    Baca juga: Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga

    Pola historis mengindikasikan potensi tekanan lanjutan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat siklus sebelumnya, Bitcoin biasanya berada di bawah level adjusted cost basis selama 6 hingga 10 bulan sebelum akhirnya berhasil menembus kembali. Saat ini, periode dua bulan masih tergolong awal dibandingkan pola historis tersebut.

    Apabila pola yang sama kembali terjadi, maka pasar berpotensi menghadapi beberapa bulan yang menantang ke depan, dengan harga yang kemungkinan masih bergerak di bawah level $72.500.

    Outlook pasar masih belum pasti

    Meskipun metrik adjusted realized price memberikan insight penting terhadap kondisi pasar, indikator ini tidak dapat memastikan arah pergerakan harga ke depan. Namun, kegagalan Bitcoin untuk menembus level ini memperkuat sentimen kehati-hatian di kalangan investor.

    Untuk saat ini, pergerakan Bitcoin yang masih berada di bawah level tersebut menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase yang belum stabil dan membutuhkan waktu serta katalis tambahan untuk pemulihan.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik Tipis ke Level $67.085

    Harga Bitcoin hari ini tercatat di $67.085,19 per BTC, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,48% dalam 24 jam terakhir.

    Menurut laporan Tokocrypto pada Senin (30/3), kapitalisasi pasarnya berada di level $1,34 triliun, sementara volume perdagangan harian mencapai $24,92 miliar.

    Kenaikan ini menunjukkan adanya stabilisasi jangka pendek, meskipun tekanan koreksi dalam beberapa bulan terakhir masih membayangi pergerakan Bitcoin secara keseluruhan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

    Pergerakan Harian: Rebound Moderat

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang cukup lebar dengan level terendah di $64.971,71 dan tertinggi di $67.364,00.

    Kenaikan sebesar $322,62 (+0,48%) mencerminkan upaya pasar untuk pulih setelah tekanan jual sebelumnya.

    Bahkan dalam timeframe lebih pendek, BTC mencatat kenaikan 0,62% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya dorongan beli jangka pendek.

    Namun demikian, kenaikan ini masih tergolong moderat dan belum menunjukkan momentum bullish yang kuat.

    Kinerja Campuran di Berbagai Timeframe

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari berbagai periode waktu, pergerakan Bitcoin menunjukkan pola yang beragam:

    • 7 hari: turun 2,11%
    • 30 hari: naik 1,78%
    • 60 hari: turun 23,67%
    • 90 hari: turun 22,87%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan dalam jangka pendek hingga menengah (30 hari), tren besar dalam 2–3 bulan terakhir masih berada dalam fase koreksi.

    Dengan kata lain, kenaikan saat ini belum cukup untuk membalikkan tren bearish yang lebih dominan.

    Jarak dari All-Time High

    Bitcoin masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Ini berarti harga saat ini masih terkoreksi hampir 47% dari puncaknya.

    Kondisi ini mencerminkan fase penyesuaian pasar setelah periode bullish sebelumnya, di mana investor cenderung lebih selektif dan berhati-hati.

    Struktur Pasokan dan Dominasi Pasar

    Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar.

    • Sirkulasi saat ini: 20,01 juta BTC
    • Maksimum suplai: 21 juta BTC
    • Persentase beredar: 95,28%

    Tingginya persentase suplai yang sudah beredar menunjukkan bahwa tekanan inflasi dari sisi suplai sangat terbatas. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung nilai jangka panjang Bitcoin.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di sekitar $1,40 triliun, menunjukkan potensi nilai maksimum jika seluruh suplai beredar.

    Likuiditas dan Aktivitas Pasar

    Volume perdagangan harian di kisaran $24,5 miliar menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih cukup kuat, meskipun belum mencapai level euforia.

    Volume ini menjadi indikator penting karena pergerakan harga yang didukung oleh volume tinggi biasanya lebih berkelanjutan.

    Tanpa lonjakan volume, kenaikan harga cenderung bersifat sementara dan rentan terhadap koreksi.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian pasar saat ini antara lain:

    • Support terdekat: $65.000
    • Support kuat: $63.000
    • Resistance terdekat: $67.400
    • Resistance utama: $69.000

    Jika Bitcoin mampu menembus resistance di $67.400 dengan volume kuat, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $69.000 akan terbuka.

    Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $65.000, tekanan jual bisa kembali membawa harga ke level support yang lebih rendah.

    Outlook: Konsolidasi dengan Bias Netral

    Secara keseluruhan, kondisi pasar Bitcoin saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan bias netral.

    Kenaikan tipis dalam 24 jam terakhir memberikan sinyal positif, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

    Pasar masih menunggu katalis yang lebih besar, baik dari faktor makroekonomi, kebijakan moneter global, maupun perkembangan industri kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Sideways di Level $70.813

    Setelah melihat analisa harga BTC hari ini, Bitcoin hari ini mengalami kenaikan moderat ke $67.085, mencerminkan upaya pemulihan jangka pendek.

    Namun, tren jangka menengah masih menunjukkan tekanan koreksi yang signifikan. Dengan kondisi ini, pergerakan harga kemungkinan akan tetap berada dalam fase konsolidasi hingga muncul katalis baru.

    Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci serta memantau volume perdagangan sebagai indikator kekuatan tren selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Emas Rontok, Bitcoin Naik: Tahta Safe Haven Bergeser?

    Pasar global menunjukkan pergeseran menarik di tengah konflik Timur Tengah, di mana Bitcoin dan emas bergerak berlawanan arah.

    Dilaporkan Coingape, data terbaru menunjukkan Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 7% hingga 10% sejak akhir Februari, sementara harga emas justru turun tajam hingga 19% dari sekitar $5.500 ke $4.493. Perbedaan ini memicu kembali perdebatan mengenai peran kedua aset sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik.

    Bitcoin Unggul di Tengah Arus Dana ETF

    Perbedaan kinerja ini tidak lepas dari perubahan arus likuiditas. ETF berbasis emas mengalami arus keluar sebesar $7,9 miliar atau sekitar 54,8 ton, sementara Bitcoin justru mencatat inflow lebih dari $1,1 miliar hanya dalam dua minggu awal konflik. Bahkan pada 2 Maret saja, inflow mencapai $458 juta.

    Selain itu, kenaikan yield obligasi AS 10 tahun ke level 4,415% meningkatkan opportunity cost bagi investor untuk memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil. Kondisi ini mendorong institusi mengurangi eksposur terhadap emas dan beralih ke aset lain seperti Bitcoin.

    Baca juga: XAU₮ Masuk BNB Chain: Akses Emas Tokenisasi Kian Luas

    Struktur Pasar Jadi Faktor Kunci

    Keunggulan Bitcoin juga didukung oleh struktur pasar yang lebih fleksibel. Berbeda dengan pasar tradisional, Bitcoin dapat diperdagangkan 24 jam tanpa henti, memberikan likuiditas yang konsisten bahkan saat pasar lain tutup. Hal ini menjadi faktor penting selama periode volatilitas tinggi akibat konflik.

    Kenaikan harga minyak Brent hingga 40% ke $108 per barel turut mempertekan pasar global dan memperkuat pergeseran alokasi aset oleh investor.

    Tim Research Tokocrypto melihat fenomena ini sebagai indikasi perubahan narasi dalam pasar global. “Bitcoin mulai diposisikan bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai alternatif likuid ketika sistem keuangan tradisional mengalami tekanan,” jelas tim riset.

    Namun, mereka juga menekankan bahwa pergerakan ini bukan berarti Bitcoin sepenuhnya menggantikan emas. “Kenaikan Bitcoin lebih didorong oleh faktor likuiditas dan akses, sementara emas masih memiliki peran sebagai lindung nilai jangka panjang. Ini adalah pergeseran taktis, bukan perubahan permanen,” tambahnya.

    Lebih lanjut, tim riset menyoroti bahwa dominasi ETF dalam menggerakkan harga menunjukkan semakin besarnya pengaruh institusi. “Arus dana institusional kini menjadi penggerak utama. Ketika likuiditas berpindah, harga akan mengikuti dengan cepat,” ujar mereka.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dampak Konflik Meluas ke Struktur Global

    Di luar pasar finansial, konflik juga berdampak pada rantai pasok global. Serangan terhadap fasilitas helium di Qatar yang menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan dunia memicu lonjakan harga dan berpotensi mengganggu industri semikonduktor. Korea Selatan, misalnya, sangat bergantung pada pasokan helium dari Qatar untuk produksi teknologi.

    Selain itu, perubahan juga terlihat dalam sistem pembayaran global. Sebuah kapal yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan menggunakan yuan China sebagai alat pembayaran, menandakan adanya potensi pergeseran dalam mekanisme settlement perdagangan internasional.

    Safe Haven Sedang Berubah?

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa konsep safe haven sedang mengalami evolusi. Bitcoin, dengan karakteristik likuiditas tinggi dan akses global, mulai menarik perhatian sebagai alternatif di tengah krisis. Namun, volatilitas yang masih tinggi membuat posisinya berbeda dibanding emas yang telah teruji selama puluhan tahun.

    Dalam jangka pendek, dinamika Bitcoin vs emas kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh arus likuiditas global, kebijakan moneter, serta perkembangan geopolitik yang masih penuh ketidakpastian.

    Baca Juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga

    Pasar Bitcoin saat ini menunjukkan kondisi yang tampak stabil di permukaan, namun menyimpan kerentanan struktural di dalamnya.

    Data terbaru dari CryptoQuant mengungkap bahwa permintaan Bitcoin kini semakin terkonsentrasi pada satu pemain besar, yaitu Strategy, yang dalam 30 hari terakhir mengakumulasi sekitar 45.000 BTC, laju tercepat dalam hampir satu tahun.

    Permintaan Terkonsentrasi di Satu Pemain

    Di sisi lain, pembelian dari perusahaan treasury lainnya justru anjlok drastis menjadi hanya sekitar 1.000 BTC, turun hingga 99% dari puncaknya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan permintaan secara keseluruhan hampir berhenti, dan pasar kini bergantung pada satu sumber utama.

    Akibatnya, Strategy kini menguasai sekitar 76% dari total kepemilikan Bitcoin di antara perusahaan treasury, mempertegas struktur pasar yang semakin terpusat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur ini kelihatan kuat di permukaan karena satu pembeli besar masih menopang harga, tapi fondasinya rapuh karena breadth demand di luar Strategy nyaris hilang.

    “Kalau pembelian Strategy melambat atau berhenti, pasar bisa langsung menghadapi vacuum permintaan dan itu membuat reli Bitcoin saat ini lebih bergantung pada konsentrasi daripada ekspansi demand yang sehat,” jelasnya.

    Partisipasi Pasar Semakin Menyusut

    Penurunan tidak hanya terjadi pada volume pembelian, tetapi juga pada jumlah partisipan. Semakin sedikit perusahaan yang melakukan akumulasi Bitcoin, mencerminkan melemahnya distribusi permintaan dan berkurangnya kedalaman pasar.

    Data on-chain turut menguatkan kondisi ini, di mana Coinbase Premium yang tidak stabil menunjukkan bahwa permintaan spot, khususnya dari pasar Amerika Serikat, belum pulih secara merata.

    Baca juga: Strategy Siapkan Dana Rp1.000 Triliun untuk Borong Bitcoin?

    Kuat di Permukaan, Lemah di Struktur

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Struktur pasar seperti ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, pembelian konsisten dari pemain besar mampu menjaga harga tetap stabil dan mengurangi tekanan turun. Namun di sisi lain, ketergantungan pada satu entitas menciptakan risiko sistemik.

    Pasar yang sehat seharusnya ditopang oleh permintaan yang tersebar luas, bukan terkonsentrasi. Kondisi saat ini lebih mencerminkan konsolidasi daripada ekspansi.

    Risiko Demand Vacuum Mengintai

    Jika Strategy memperlambat atau menghentikan akumulasinya, pasar berpotensi menghadapi kekosongan permintaan secara tiba-tiba. Tanpa dukungan dari pemain lain, harga Bitcoin bisa kehilangan fondasi penopangnya.

    Situasi ini menegaskan bahwa kekuatan pasar saat ini bukan berasal dari banyaknya pembeli, melainkan dari satu entitas dominan. Di fase seperti ini, pertanyaan penting bukan lagi siapa yang membeli, tetapi siapa yang sudah berhenti membeli.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik Tipis $66.735 Masih Tertekan

    Harga Bitcoin hari ini tercatat di $66.735,61 per BTC, mencatat kenaikan 0,75% dalam 24 jam terakhir, menurut catatan Tokocrypto pada Minggu (29/3).

    Kapitalisasi pasar berada di kisaran $1,33 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $20,42 miliar.

    Kenaikan ini menunjukkan adanya pemulihan jangka pendek, namun jika dilihat dari perspektif lebih luas, tren Bitcoin masih berada dalam tekanan koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Sempat Tiba-Tiba Naik, Reli Sungguhan atau Bull Trap?

    Pergerakan Harian: Stabil dengan Kenaikan Terbatas

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang yang relatif sempit, dengan level terendah di $66.095,80 dan tertinggi di $67.232,86.

    Kenaikan sekitar $527,90 (+0,8%) hari ini mencerminkan stabilisasi harga setelah tekanan jual sebelumnya.

    Namun, pergerakan per jam menunjukkan sedikit pelemahan sebesar -0,21%, mengindikasikan adanya aksi ambil untung jangka pendek.

    Secara umum, kondisi ini menggambarkan pasar yang masih wait and see, tanpa dorongan kuat dari sisi volume maupun katalis besar.

    Tren Lebih Panjang Masih Bearish

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika ditarik ke timeframe yang lebih panjang, tekanan terhadap Bitcoin masih cukup signifikan:

    • 30 hari: turun 1,57%
    • 60 hari: anjlok 24,93%
    • 90 hari: melemah 26,01%

    Penurunan tajam dalam 60 hingga 90 hari terakhir menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi setelah periode bullish sebelumnya.

    Meskipun harga saat ini relatif stabil, tren besar masih belum menunjukkan tanda pembalikan yang kuat.

    Jarak dari All-Time High Masih Jauh

    Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Artinya, harga BTC telah terkoreksi hampir 50% dari puncaknya.

    Hal ini menjadi indikator bahwa pasar masih dalam fase penyesuaian, di mana investor cenderung lebih berhati-hati dan selektif dalam mengambil posisi.

    Struktur Pasar dan Likuiditas

    Dengan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar dan paling dominan di pasar global.

    Sirkulasi suplai saat ini mencapai 20,01 juta BTC, atau sekitar 95,28% dari total maksimum 21 juta BTC. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar suplai sudah beredar, sehingga tekanan inflasi dari sisi suplai relatif terbatas.

    Namun, volume perdagangan harian yang berada di kisaran $20 miliar tergolong moderat dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.

    Tanpa peningkatan volume, pergerakan harga cenderung terbatas dan rentan terhadap volatilitas.

    Sentimen Pasar: Konsolidasi

    Kombinasi antara kenaikan tipis harian dan tren penurunan jangka menengah menunjukkan bahwa pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi.

    Investor tampaknya masih menunggu kepastian arah, baik dari faktor makroekonomi, kebijakan suku bunga global, maupun perkembangan industri kripto itu sendiri.

    Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin biasanya bergerak dalam rentang tertentu sebelum menentukan arah berikutnya: apakah melanjutkan tren turun atau memulai pemulihan yang lebih kuat.

    Level Penting yang Perlu Diperhatikan

    Beberapa level kunci yang menjadi perhatian pelaku pasar saat ini antara lain:

    • Support terdekat: $66.000
    • Support lanjutan: $64.000
    • Resistance terdekat: $67.200
    • Resistance kuat: $69.000

    Jika Bitcoin mampu menembus resistance di atas $67.200 dengan volume yang meningkat, peluang untuk melanjutkan kenaikan akan terbuka.

    Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $66.000, tekanan jual bisa kembali mendominasi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

    Kenaikan harga Bitcoin hari ini memberikan sinyal positif jangka pendek, namun belum cukup untuk mengubah tren besar yang masih bearish.

    Dengan tekanan koreksi dalam 2–3 bulan terakhir dan volume yang belum solid, pasar masih berada dalam fase konsolidasi.

    Dengan analisa harga BTC hari ini, investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci serta menunggu konfirmasi arah pasar berikutnya sebelum mengambil keputusan besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cadangan Anjlok, Proyek Kota Terancam?

    Pemerintah Kerajaan Bhutan kembali melakukan penjualan Bitcoin dalam jumlah besar, menambah tekanan pada cadangan aset digital negara tersebut.

    Dilaporkan Coindesk, dalam transaksi terbaru, Bhutan memindahkan 519,707 BTC senilai sekitar $36,75 juta ke alamat eksternal, melanjutkan tren penjualan yang semakin agresif sepanjang 2026.

    Penjualan Bitcoin Tembus $150 Juta di 2026

    Sejak awal tahun, total Bitcoin yang keluar dari dompet pemerintah Bhutan telah mencapai sekitar $152 juta. Aktivitas ini meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, termasuk transfer besar senilai $72 juta dalam satu minggu, yang menjadi periode paling aktif dalam sejarah transaksi Bitcoin negara tersebut.

    Jika sebelumnya Bhutan hanya menjual dalam kisaran $5 juta hingga $15 juta per transaksi pada Januari dan Februari, kini nilainya melonjak menjadi $35 juta hingga $45 juta per transaksi sepanjang Maret.

    Cadangan Bitcoin Turun Drastis

    Penjualan berkelanjutan ini membuat kepemilikan Bitcoin Bhutan turun signifikan dari puncaknya sekitar 13.000 BTC pada akhir 2024 menjadi hanya 4.453 BTC saat ini. Penurunan ini setara dengan sekitar 66% dari total cadangan awal.

    Nilai portofolio juga ikut tertekan, dari sempat mencapai $1,88 miliar kini tersisa sekitar $315 juta, dipengaruhi oleh kombinasi aksi jual dan penurunan harga Bitcoin dari $119.000 ke kisaran $70.000.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Diduga Gunakan Skema OTC dengan QCP Capital

    Data menunjukkan bahwa sebagian transaksi Bitcoin Bhutan secara konsisten mengarah ke QCP Capital, perusahaan trading berbasis di Singapura. Pola ini mengindikasikan adanya skema penjualan terstruktur melalui jalur OTC (over-the-counter), bukan sekadar penjualan terbuka di pasar.

    Pendekatan ini memungkinkan Bhutan menjual dalam jumlah besar tanpa memberikan tekanan langsung terhadap harga pasar.

    Proyek Ambisius Terancam

    Penurunan cadangan ini juga menimbulkan pertanyaan terhadap komitmen Bhutan dalam proyek Gelephu Mindfulness City. Pada Desember 2024, pemerintah berjanji mengalokasikan hingga 10.000 BTC untuk mendanai proyek tersebut. Namun dengan sisa kepemilikan saat ini di bawah 4.500 BTC, target tersebut dinilai sulit dicapai tanpa menghentikan atau membalikkan tren penjualan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto yang paling penting di sini bukan cuma Bhutan jual BTC lagi, tapi cara jualnya terlihat makin terstruktur dan makin agresif.

    “Kemunculan berulang QCP Capital sebagai counterparty membuat ini lebih mirip distribusi OTC yang disengaja daripada buang barang panik, dan itu berarti pasokan negara yang biaya perolehan-nya nyaris nol masih jadi overhang nyata di pasar Bitcoin,” analisanya.

    Bitcoin Jadi Sumber Pendapatan Negara

    Menariknya, seluruh Bitcoin yang dimiliki Bhutan berasal dari aktivitas mining berbasis tenaga hidro, yang berarti biaya produksinya relatif mendekati nol. Hal ini membuat setiap penjualan menjadi keuntungan langsung bagi negara, yang ekonominya sangat bergantung pada ekspor energi ke India.

    Meski demikian, percepatan penjualan dalam skala besar memunculkan spekulasi mengenai strategi jangka panjang Bhutan terhadap aset kripto, serta dampaknya terhadap proyek-proyek berbasis Bitcoin yang sebelumnya telah diumumkan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com