Tag: btc

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melonjak $69.173, Sinyal Bullish?

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan penguatan signifikan dalam 24 jam terakhir dengan lonjakan sebesar +3,07% ke level $69,173.92.

    Kenaikan ini menandai perubahan sentimen pasar yang mulai beralih ke arah bullish setelah periode konsolidasi dalam beberapa waktu terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,38 triliun dan volume perdagangan harian melonjak ke $28,26 miliar, aktivitas pasar terlihat meningkat cukup tajam.

    Lonjakan volume ini menjadi indikasi bahwa minat beli kembali masuk ke pasar, memperkuat reli harga yang terjadi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah $66.672, Sinyal Konsolidasi

    Breakout dari Fase Konsolidasi

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup lebar, dari level terendah $66,610 hingga menyentuh puncak $69,527.

    Pergerakan ini menunjukkan adanya breakout dari fase konsolidasi sebelumnya, di mana harga sempat tertahan di kisaran $66.000–$67.000.

    Kenaikan harian sebesar $1.918 atau sekitar +2,86% memperlihatkan dorongan beli yang cukup kuat. Meski dalam satu jam terakhir terjadi koreksi tipis sebesar -0,19%, hal ini masih tergolong wajar sebagai bagian dari proses stabilisasi setelah kenaikan tajam.

    Level $69.000 kini menjadi area krusial yang perlu dipertahankan untuk menjaga momentum bullish tetap berlanjut.

    Pemulihan Jangka Pendek Mulai Terlihat

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 6 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 6 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari perspektif waktu yang lebih panjang, performa Bitcoin mulai menunjukkan tanda pemulihan.

    Dalam tujuh hari terakhir, BTC naik sekitar +2,42%, sementara dalam 30 hari terakhir juga mencatat kenaikan +1,61%.

    Namun, tekanan masih terlihat dalam jangka menengah, dengan penurunan -2,84% dalam 60 hari dan -26,52% dalam 90 hari terakhir.

    Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pemulihan mulai terjadi, pasar masih dalam fase transisi dari tren bearish menuju potensi bullish.

    Pergerakan saat ini bisa menjadi fase awal dari pembentukan tren naik baru, terutama jika didukung oleh volume dan sentimen positif yang berkelanjutan.

    Struktur Fundamental Tetap Solid

    Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap berada dalam posisi yang sangat kuat. Dengan suplai beredar sebesar 20,01 juta BTC atau sekitar 95,30% dari total maksimum 21 juta, kelangkaan aset ini semakin nyata.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) saat ini berada di sekitar $1,44 triliun, mencerminkan potensi valuasi maksimal jika seluruh suplai telah beredar.

    Dominasi Bitcoin di pasar kripto juga masih tinggi, menandakan bahwa aset ini tetap menjadi pilihan utama investor, baik ritel maupun institusional.

    Menuju Level Psikologis $70.000

    Salah satu fokus utama pasar saat ini adalah level psikologis $70.000. Dengan harga yang sudah mendekati angka tersebut, peluang untuk menguji resistance ini semakin besar.

    Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas $70.000 dengan dukungan volume yang kuat, maka momentum bullish berpotensi berlanjut ke level yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika gagal, maka kemungkinan terjadi pullback jangka pendek tetap terbuka.

    Level support terdekat kini berada di kisaran $66.600–$67.000, yang sebelumnya menjadi area konsolidasi.

    Outlook: Bullish Jangka Pendek

    Secara keseluruhan, outlook jangka pendek Bitcoin saat ini cenderung bullish. Kenaikan harga yang didukung oleh volume tinggi menjadi sinyal positif bahwa pasar mulai mendapatkan kembali kepercayaan diri.

    Namun, untuk mengonfirmasi tren naik yang lebih kuat, BTC perlu mempertahankan momentum dan menembus resistance kunci di sekitar $70.000.

    Baca Juga: Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga

    Berdasarkan analisa harga BTC hari ini, lonjakan harga Bitcoin ke $69.173 menjadi sinyal awal kebangkitan momentum bullish setelah periode konsolidasi.

    Dengan dukungan volume yang meningkat dan sentimen pasar yang membaik, peluang untuk melanjutkan kenaikan terbuka lebar.

    Meski demikian, pasar tetap perlu waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek. Dalam kondisi seperti ini, pemantauan terhadap level teknikal kunci dan dinamika volume menjadi faktor penting dalam menentukan arah selanjutnya.

    Bagi investor, fase ini bisa menjadi momen krusial untuk mengamati apakah Bitcoin mampu menembus level psikologis berikutnya dan memulai tren bullish yang lebih berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Michael Saylor Sebut BIP-110 Ancaman Internal Terbesar bagi Bitcoin!

    Pendiri MicroStrategy, Michael Saylor, menyatakan bahwa Bitcoin telah “menang” dalam narasi global sebagai aset digital utama. Namun di balik optimisme tersebut, ia memperingatkan adanya ancaman serius dari dalam ekosistem sendiri, khususnya terkait proposal perubahan protokol BIP-110 yang kini memicu perdebatan besar di komunitas.

    BIP-110 merupakan proposal yang mengusulkan perubahan dalam mekanisme konsensus Bitcoin, termasuk pembatasan penggunaan blockchain untuk data non-finansial seperti Ordinals, token BRC-20, dan payload besar lainnya. Proposal ini juga membuka kemungkinan bagi miner untuk lebih fleksibel dalam memilih blok yang valid, tidak semata-mata mengikuti aturan longest-chain.

    Menurut Saylor, risiko terbesar Bitcoin saat ini bukan berasal dari luar, melainkan dari perubahan protokol yang dinilai tidak tepat. Ia menyebutnya sebagai “iatrogenic risk”, istilah medis yang menggambarkan kerusakan yang justru disebabkan oleh tindakan internal.

    Perdebatan Komunitas Makin Memanas

    Menurut BeInCrypto, proposal BIP-110 langsung memecah komunitas Bitcoin menjadi dua kubu besar. Pendukungnya menilai langkah ini penting untuk menjaga identitas Bitcoin sebagai alat pembayaran yang efisien, tanpa terbebani oleh data non-keuangan yang dianggap “mengganggu”.

    Mereka berargumen bahwa penggunaan blockchain untuk hal di luar transaksi finansial dapat meningkatkan biaya transaksi dan membebani node, sehingga merugikan pengguna utama Bitcoin.

    Namun di sisi lain, pihak yang menolak melihat proposal ini sebagai bentuk intervensi berlebihan terhadap sistem yang seharusnya tetap netral. CEO Blockstream, Adam Back, memperingatkan bahwa perubahan ini bisa membuka pintu bagi potensi sensor transaksi di masa depan.

    Kontroversi juga muncul terkait ambang batas aktivasi proposal ini, yang hanya membutuhkan dukungan 55% hash power, jauh lebih rendah dibanding standar umum Bitcoin sebesar 95%. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perubahan besar bisa terjadi tanpa konsensus yang benar-benar kuat.

    Baca juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

    Dampak ke Arah Bitcoin ke Depan

    Perdebatan ini terjadi di tengah perubahan dinamika pasar Bitcoin. Saylor menilai bahwa siklus empat tahunan berbasis halving kini tidak lagi menjadi faktor utama, dan pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh aliran dana institusional, kredit digital, dan sistem keuangan yang lebih luas.

    Di saat yang sama, diskusi terkait BIP-110 semakin relevan karena menyangkut arah fundamental Bitcoin: apakah tetap menjadi sistem moneter sederhana, atau berkembang menjadi platform yang mendukung berbagai eksperimen on-chain.

    Momentum ini juga bertepatan dengan agenda besar seperti Bitcoin Conference 2026 dan pertemuan Federal Reserve pada akhir April, yang dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan harga dan arah kebijakan di ekosistem kripto.

    Adopsi Semakin Luas

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa perdebatan terkait BIP-110 mencerminkan fase penting dalam evolusi Bitcoin. Ketika adopsi semakin luas, perbedaan pandangan mengenai fungsi utama Bitcoin menjadi semakin terlihat.

    Di satu sisi, menjaga kesederhanaan dan efisiensi jaringan adalah hal penting untuk mempertahankan posisi Bitcoin sebagai aset moneter. Namun di sisi lain, inovasi dan eksperimen juga berperan dalam memperluas utilitas dan adopsi.

    Risiko terbesar dari situasi ini bukan hanya pada perubahan teknis, tetapi pada potensi fragmentasi komunitas. Jika tidak dikelola dengan baik, perbedaan pandangan dapat berdampak pada kepercayaan pasar terhadap stabilitas Bitcoin.

    Tim Research Tokocrypto juga melihat investor perlu memperhatikan perkembangan ini sebagai faktor fundamental jangka panjang, karena perubahan pada level protokol dapat memengaruhi persepsi nilai dan keamanan jaringan.

    Peringatan Michael Saylor terkait BIP-110 menyoroti bahwa tantangan terbesar Bitcoin saat ini datang dari dalam ekosistemnya sendiri. Proposal ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut arah masa depan Bitcoin.

    Dengan komunitas yang terbelah dan keputusan yang belum final, perkembangan BIP-110 akan menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipantau oleh pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis $67.103, Masih Konsolidasi

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pergerakan stabil di awal April 2026 dengan diperdagangkan di level $67,103.03.

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat Bitcoin mencatat kenaikan tipis sebesar +0,36%, mencerminkan kondisi pasar yang cenderung konsolidatif di tengah minimnya katalis besar.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,34 triliun, Bitcoin masih kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Namun, volume perdagangan harian yang turun ke kisaran $16,21 miliar mengindikasikan aktivitas pasar yang relatif menurun, sebuah sinyal bahwa pelaku pasar masih menahan diri sambil menunggu arah yang lebih jelas.

    BacaJuga: Truth Social Ajukan ETF Bitcoin dan Ethereum ke SEC

    Pergerakan Harian: Stabil di Zona Konsolidasi

    Dalam rentang 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di antara $66,842 sebagai level terendah dan $67,515 sebagai level tertinggi.

    Rentang yang relatif sempit ini menunjukkan bahwa BTC sedang berada dalam fase konsolidasi, di mana tekanan beli dan jual cenderung seimbang.

    Kenaikan harian sebesar $232 atau sekitar +0,35% menunjukkan adanya minat beli yang tetap terjaga, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong breakout ke level yang lebih tinggi.

    Bahkan dalam timeframe satu jam, BTC hanya bergerak naik tipis sebesar +0,05%, memperkuat indikasi bahwa pasar masih dalam mode “wait and see”.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 5 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 5 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tren Menengah Masih Dalam Tekanan

    Jika dilihat dalam jangka waktu lebih panjang, Bitcoin masih menghadapi tekanan koreksi.

    Dalam 30 hari terakhir, harga BTC turun sekitar -4,98%, sementara dalam 60 hari dan 90 hari masing-masing melemah sebesar -12,16% dan -27,53%.

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun pergerakan jangka pendek mulai stabil, tren menengah masih belum sepenuhnya pulih.

    Koreksi ini kemungkinan merupakan bagian dari fase normal setelah reli besar sebelumnya, di mana pasar melakukan rebalancing dan konsolidasi.

    Namun, dalam tujuh hari terakhir, BTC mulai menunjukkan sinyal pemulihan dengan kenaikan +0,74%.

    Ini bisa menjadi indikasi awal bahwa tekanan jual mulai mereda, meskipun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren secara menyeluruh.

    Struktur Fundamental Tetap Kuat

    Di balik fluktuasi harga, fundamental Bitcoin tetap solid. Dengan suplai beredar sebesar 20,01 juta BTC dari total maksimum 21 juta, tingkat distribusi telah mencapai sekitar 95,29%.

    Hal ini memperkuat narasi kelangkaan yang menjadi salah satu faktor utama nilai Bitcoin sebagai aset digital.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh saat ini berada di sekitar $1,40 triliun, mencerminkan potensi valuasi maksimal jika seluruh suplai telah beredar.

    Selain itu, dominasi Bitcoin di pasar kripto masih tinggi, menunjukkan bahwa investor tetap menjadikannya sebagai aset utama dalam portofolio kripto.

    Jarak dari Rekor Tertinggi

    Meski stabil, Bitcoin masih berada jauh di bawah rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126,198.07.

    Selisih yang cukup besar ini menunjukkan bahwa ruang pemulihan masih terbuka luas, namun juga menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan bertahap.

    Untuk kembali ke level tersebut, diperlukan kombinasi faktor positif seperti peningkatan adopsi institusional, arus masuk modal baru, serta kondisi makroekonomi yang lebih mendukung.

    Outlook: Menunggu Breakout

    Secara keseluruhan, Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan netral.

    Kenaikan tipis dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya stabilitas, tetapi rendahnya volume perdagangan menjadi indikasi bahwa momentum masih terbatas.

    Dalam jangka pendek, level $66.800 dapat menjadi support penting, sementara area $67.500–$68.000 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

    Jika BTC mampu menembus resistance dengan volume yang meningkat, maka potensi breakout ke level yang lebih tinggi akan semakin besar.

    Namun jika gagal, pergerakan sideways kemungkinan masih akan berlanjut.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Sideways di Level $70.813

    Pergerakan harga Bitcoin hari ini mencerminkan pasar yang sedang mencari arah. Stabilitas di atas $67.000 menjadi sinyal positif, namun belum cukup untuk mengonfirmasi tren bullish baru.

    Bagi investor, kondisi ini menjadi momen untuk mencermati level teknikal kunci dan perkembangan sentimen pasar.

    Dalam ekosistem kripto yang dinamis, fase konsolidasi seperti ini sering kali menjadi awal dari pergerakan besar berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di $66 Ribu, Pemulihan Terlihat

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan stabilitas di awal April 2026 dengan diperdagangkan di level $66,821.22 per koin.

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat aset kripto terbesar di dunia ini mencatat kenaikan tipis sebesar +0,31%, menandakan adanya upaya pemulihan meskipun masih berada dalam tekanan tren jangka menengah.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai sekitar $1,33 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu secara global.

    Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat sebesar $20,26 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang relatif moderat dibandingkan periode volatilitas tinggi sebelumnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $68.926, Tekanan Pendek

    Pergerakan Harian: Konsolidasi di Area Kunci

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran sempit antara $66,432 sebagai level terendah dan $67,296 sebagai level tertinggi.

    Pola ini menunjukkan fase konsolidasi, di mana pasar cenderung menunggu katalis baru sebelum menentukan arah berikutnya.

    Kenaikan harian sebesar $246,74 atau sekitar +0,37% mengindikasikan adanya minat beli yang mulai muncul, meski belum cukup kuat untuk mendorong breakout signifikan.

    Bahkan dalam skala satu jam, harga masih mencatat sedikit koreksi sebesar -0,07%, menandakan adanya tarik-menarik antara buyer dan seller di area harga saat ini.

    Tren Jangka Menengah Masih Tertekan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 4 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 4 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski pergerakan harian terlihat stabil, tekanan masih terasa dalam jangka waktu lebih panjang.

    Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin telah turun sekitar -8,04%, sementara dalam 60 hari dan 90 hari masing-masing mencatat penurunan yang lebih dalam, yakni -15,06% dan -26,75%.

    Data ini mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi setelah sebelumnya mengalami reli signifikan.

    Penurunan bertahap ini juga mencerminkan adanya aksi ambil untung serta rotasi modal ke aset lain di tengah ketidakpastian makroekonomi global.

    Namun, dalam tujuh hari terakhir, BTC mulai menunjukkan tanda pemulihan dengan kenaikan sebesar +1,11%.

    Hal ini bisa menjadi indikasi awal bahwa tekanan jual mulai mereda, meskipun belum cukup kuat untuk membalikkan tren sepenuhnya.

    Struktur Pasar Masih Kuat

    Dari sisi fundamental, posisi Bitcoin tetap solid. Dengan suplai beredar sebesar 20,01 juta BTC dari total maksimum 21 juta, tingkat distribusi telah mencapai sekitar 95,29%.

    Hal ini memperkuat narasi kelangkaan yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) saat ini berada di kisaran $1,40 triliun, menunjukkan potensi valuasi maksimum jika seluruh suplai telah beredar.

    Selain itu, dominasi Bitcoin di pasar kripto masih tetap tinggi, mencerminkan kepercayaan investor yang belum tergoyahkan meskipun volatilitas jangka pendek masih terjadi.

    Jarak dari All-Time High Masih Lebar

    Bitcoin saat ini masih berada jauh di bawah rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126,198.07.

    Selisih yang cukup besar ini menunjukkan bahwa ruang pemulihan masih terbuka lebar, namun juga menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari fase koreksi sebelumnya.

    Untuk kembali ke level tersebut, diperlukan kombinasi faktor positif, mulai dari sentimen makro, arus masuk institusional, hingga perkembangan regulasi global yang lebih ramah terhadap aset kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis $66.735 Masih Tertekan

    Outlook: Menunggu Katalis Baru

    Secara keseluruhan, analisa harga BTC hari ini mencerminkan fase konsolidasi Bitcoin setelah tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

    Kenaikan tipis dalam 24 jam dan tren positif dalam sepekan terakhir memberikan harapan akan potensi pemulihan jangka pendek.

    Namun, untuk mengonfirmasi pembalikan tren yang lebih kuat, pasar masih membutuhkan katalis tambahan, baik dari sisi fundamental maupun sentimen global.

    Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi momen untuk mengamati dengan lebih cermat level support dan resistance kunci, sembari menunggu arah pasar yang lebih jelas.

    Dalam ekosistem kripto yang dinamis, kesabaran dan strategi tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi volatilitas yang ada.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pegang 350.000 BTC, ETF BlackRock Kini Lebih Besar dari Coinbase

    Dominasi exchange kripto mulai mendapat tantangan serius. ETF Bitcoin milik BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT), kini mencatat volume perdagangan harian yang menyaingi Binance dan bahkan melampaui Coinbase hingga dua kali lipat.

    ETF Mulai Geser Peran Exchange

    Berdasarkan data dari Kaiko, IBIT saat ini mencatat volume transaksi harian di kisaran $16 miliar hingga $18 miliar. Angka ini jauh di atas Coinbase yang berada di kisaran $6 miliar–$8 miliar, dan mulai mendekati Binance sebagai pemimpin likuiditas global.

    Dikutip BeInCrypto, lonjakan ini menunjukkan bahwa produk keuangan berbasis regulasi semakin menjadi alternatif utama bagi investor, khususnya institusi, dibandingkan platform kripto tradisional.

    IBIT sendiri kini menguasai sekitar 70% pangsa volume di antara ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat, memperkuat posisinya sebagai pemain dominan dalam kategori ini.

    Baca Juga: BlackRock Lepas $250 Juta ETH, Akankah Harga Ethereum Terkoreksi?

    Volume Tinggi, Tapi Dana Tidak Selalu Masuk

    Meski aktivitas perdagangan IBIT meningkat pesat, aliran dana ke ETF Bitcoin tidak sepenuhnya sejalan. Sepanjang kuartal pertama 2026, ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih sebesar $496 juta.

    Pada dua bulan pertama, tekanan cukup besar dengan total dana keluar mencapai $1,8 miliar, seiring penurunan harga Bitcoin sebesar 23,8%—menjadi performa kuartal pertama terburuk sejak 2018.

    Namun, situasi mulai membaik di bulan Maret dengan masuknya dana sebesar $1,32 miliar, mengakhiri tren negatif yang berlangsung sejak Oktober 2025.

    Aliran Dana Mulai Stabil di Awal April

    Memasuki April, ETF Bitcoin kembali mencatat arus masuk meski masih terbatas. Pada 2 April, total net inflow mencapai $8,99 juta, dipimpin oleh Fidelity FBTC sebesar $7,29 juta.

    Sementara itu, ETF Ethereum justru mengalami tekanan dengan arus keluar mencapai $71,17 juta, termasuk penarikan terbesar dari produk BlackRock ETHA.

    Volume Tinggi Bukan Berarti Permintaan Baru

    Analis menilai tingginya volume perdagangan tidak selalu mencerminkan masuknya dana baru ke pasar. Aktivitas tersebut bisa berasal dari strategi hedging, rebalancing portofolio, atau transaksi jangka pendek.

    Hal ini menjelaskan mengapa volume IBIT melonjak, tetapi secara keseluruhan ETF Bitcoin masih mencatat performa kuartalan yang lemah.

    Tim Research Tokocrypto melihat fenomena ini sebagai tanda perubahan struktur pasar kripto. “Meningkatnya volume ETF seperti IBIT menunjukkan pergeseran preferensi investor, khususnya institusi, dari exchange kripto ke instrumen yang lebih terregulasi,” jelas mereka.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, mereka juga menekankan bahwa volume tinggi belum tentu berarti minat baru.
    “Perlu dibedakan antara aktivitas trading dan arus modal masuk. Saat ini, sebagian besar volume kemungkinan berasal dari strategi manajemen risiko, bukan akumulasi jangka panjang,” tambahnya.

    Dengan capaian volume yang hampir menyamai exchange terbesar dunia, IBIT menjadi bukti bahwa batas antara pasar keuangan tradisional dan kripto semakin tipis.

    Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilitas harga Bitcoin serta kondisi makroekonomi global yang memengaruhi minat investor terhadap aset digital.

    Baca Juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust


    nvestasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah $66.672, Sinyal Konsolidasi

    Harga Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dalam 24 jam terakhir, meski masih berada dalam tekanan ringan.

    Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto (3/4), harga Bitcoin hari ini tercatat di level $66.672,15 per BTC, mengalami penurunan tipis sebesar 0,29%.

    Pergerakan ini mengindikasikan bahwa pasar saat ini tengah memasuki fase konsolidasi, di mana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu katalis baru yang dapat mendorong arah harga selanjutnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun Tipis $70.587, Menunggu Arah

    Pergerakan Harga dalam 24 Jam

    Dalam perdagangan harian, Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup sempit. Harga terendah tercatat di $65.725,26, sementara level tertinggi mencapai $67.387,32.

    Rentang ini menunjukkan adanya keseimbangan antara tekanan jual dan minat beli di pasar.

    Meski sempat mengalami tekanan, Bitcoin berhasil mempertahankan posisinya di atas level $66.000, yang saat ini menjadi area support psikologis penting.

    Selain itu, dalam satu jam terakhir, BTC mencatat kenaikan kecil sebesar 0,06%, memberikan sinyal adanya upaya rebound meskipun masih terbatas.

    Tren Pelemahan Jangka Menengah

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari perspektif waktu yang lebih panjang, tren pelemahan Bitcoin masih cukup terlihat. Dalam 7 hari terakhir, harga BTC turun sebesar 3,01%.

    Sementara itu:

    • Dalam 30 hari: turun 2,17%
    • Dalam 60 hari: turun 11,40%
    • Dalam 90 hari: turun hingga 26,08%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun volatilitas jangka pendek mulai mereda, tekanan jangka menengah masih membayangi pasar.

    Saat ini, harga Bitcoin juga masih cukup jauh dari rekor tertingginya di $126.198,07, menandakan bahwa fase pemulihan penuh belum terjadi.

    Kapitalisasi Pasar dan Likuiditas

    Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap menunjukkan kekuatan sebagai aset kripto terbesar di dunia. Kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar $1,33 triliun, dengan dominasi pasar sebesar 95,29%.

    Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar $35,38 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang masih tinggi meskipun tidak seagresif periode volatilitas sebelumnya.

    Jumlah suplai beredar saat ini berada di angka 20,01 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, memperkuat narasi kelangkaan yang menjadi salah satu daya tarik utama Bitcoin bagi investor jangka panjang.

    Analisa Teknikal: Fase Konsolidasi

    Secara teknikal, Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi di kisaran $65.000 hingga $67.500.

    Level support utama berada di sekitar $65.700, sementara resistance terdekat berada di area $67.300 hingga $68.000.

    Jika harga mampu menembus resistance tersebut, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju level $70.000 akan semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah support, maka potensi koreksi ke area $64.000 perlu diwaspadai.

    Kondisi pasar yang relatif datar ini biasanya terjadi saat investor menunggu kepastian arah, baik dari faktor teknikal maupun sentimen makro.

    Faktor yang Perlu Diperhatikan

    Beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat antara lain:

    • Sentimen pasar global yang masih cenderung berhati-hati
    • Pergerakan volume perdagangan sebagai indikator minat investor
    • Level teknikal kunci yang menjadi acuan trader
    • Arus dana institusional yang dapat memicu volatilitas

    Selain itu, pergerakan altcoin juga dapat memberikan indikasi tambahan terkait kondisi pasar secara keseluruhan.

    Outlook Jangka Pendek

    Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan akan terus bergerak dalam pola konsolidasi. Tanpa adanya katalis besar, pergerakan harga kemungkinan akan tetap terbatas dalam rentang saat ini.

    Namun, jika terjadi lonjakan volume atau perubahan sentimen pasar, maka breakout dari fase konsolidasi ini bisa terjadi dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

    Analisa harga BTC hari ini: Harga Bitcoin yang berada di level $66.672 dengan penurunan tipis 0,29% mencerminkan kondisi pasar yang sedang stabil namun belum menunjukkan arah yang jelas.

    Fase konsolidasi inai menjadi momen penting bagi investor untuk mengamati pergerakan selanjutnya.

    Dengan fundamental yang tetap kuat dan likuiditas tinggi, Bitcoin masih menjadi aset utama di pasar kripto.

    Namun, arah pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus level resistance atau mempertahankan support yang ada.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Bisa Anjlok ke $10.000 Akibat Perang AS-Iran?

    Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menekan pasar kripto. Sejumlah analis memperingatkan bahwa Bitcoin berpotensi mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level $10.000 jika konflik geopolitik terus memburuk dalam waktu dekat.

    Bitcoin Terancam Turun hingga 80%

    Dalam laporan terbaru XWIN Research Jepang melalui CryptoQuant, disebutkan bahwa Bitcoin berpotensi anjlok hingga 80% dalam skenario ekstrem. Kondisi seperti penutupan Selat Hormuz atau perang skala penuh dapat memicu krisis likuiditas global.

    “Dalam skenario ekstrem, dengan pasar saham turun lebih dari 30% dan harga minyak mencapai $150–200, Bitcoin bisa turun ke sekitar $10.000,” tulis analis.

    Pernyataan Trump Picu Tekanan Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan Coingape, tekanan terhadap Bitcoin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik dengan Iran akan meningkat dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

    Pasca pernyataan tersebut, harga Bitcoin turun dari $69.000 ke $67.000. Saat ini BTC berada di kisaran $67.098, dengan tren pelemahan dalam sepekan dan sebulan terakhir.

    Baca juga: Bhutan Obral Bitcoin: Cadangan Anjlok, Proyek Kota Terancam?

    Pasar Global Ikut Terguncang

    Gejolak tidak hanya terjadi di pasar kripto. Indeks S&P 500 turun 0,23%, Dow Jones melemah 0,39%, dan KOSPI Korea Selatan anjlok hingga 4,2%.

    Di sisi lain, harga minyak melonjak 11,4% menjadi $111 per barel, sementara dolar AS menguat. Kondisi ini memperketat likuiditas global dan menekan aset berisiko seperti kripto.

    Level $10.000 Disebut Titik Kritis

    Strategist Bloomberg Mike McGlone juga memperkuat pandangan bearish terhadap Bitcoin. Ia menyebut level $10.000 sebagai area historis penting sejak adanya kontrak futures pada 2017, yang berpotensi menjadi titik stabilisasi pasar.

    Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap faktor global. “Ketegangan geopolitik seperti konflik AS-Iran berpotensi menekan likuiditas global dan meningkatkan volatilitas. Investor cenderung berpindah ke aset yang lebih stabil, sehingga tekanan terhadap Bitcoin semakin besar,” jelas tim.

    Mereka juga menambahkan bahwa struktur pasar saat ini masih rentan.
    “Dalam jangka pendek, Bitcoin berpotensi turun ke area $50.000. Jika tekanan berlanjut dan didukung lemahnya permintaan serta arus keluar ETF, maka penurunan ke kisaran $30.000 masih terbuka,” tambahnya.

    Ketidakpastian Global Masih Berlanjut

    Situasi semakin kompleks setelah Dewan Keamanan PBB menolak rencana pembukaan Selat Hormuz menggunakan kekuatan militer. Penolakan dari Rusia, China, dan Prancis meningkatkan ketidakpastian pasar.

    Dengan meningkatnya risiko geopolitik dan tekanan makroekonomi, pelaku pasar diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi volatilitas Bitcoin dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • New Hampshire Rilis Obligasi Bitcoin: Era Baru Utang Publik Dimulai!

    Langkah baru dalam adopsi institusional kripto kembali muncul dari Amerika Serikat.

    Sebagaimana dikutip dari Coindesk, New Hampshire Business Finance Authority tengah menyiapkan penerbitan obligasi publik pertama yang dijamin oleh Bitcoin, sebuah inovasi yang berpotensi mengubah cara aset digital digunakan dalam sistem keuangan tradisional.

    Obligasi ini bahkan telah mendapatkan provisional rating Ba2 dari Moody’s, menjadikannya salah satu eksperimen paling serius dalam mengintegrasikan Bitcoin ke dalam pasar utang publik (fixed income).

    Baca Juga: Geger! JPMorgan Terbitkan Surat Utang AS Pertama di Blockchain Solana

    Struktur Obligasi Berbasis Bitcoin

    Dalam skema utang berbasis BTC yang dirancang, Bitcoin akan digunakan sebagai jaminan (collateral) utama untuk mendukung penerbitan obligasi.

    Aset BTC tersebut akan disimpan secara kustodian oleh BitGo, salah satu penyedia layanan penyimpanan aset digital terkemuka.

    Untuk mengurangi risiko volatilitas harga Bitcoin, struktur ini dilengkapi dengan mekanisme overcollateralization sebesar 1,6x.

    Artinya, nilai Bitcoin yang dijaminkan harus 60% lebih tinggi dari nilai obligasi yang diterbitkan.

    Selain itu, terdapat sistem forced liquidation yang akan secara otomatis menjual jaminan BTC jika rasio loan-to-value (LTV) memburuk melewati batas tertentu.

    Mekanisme ini dirancang untuk melindungi investor dari risiko penurunan harga Bitcoin yang tajam.

    Menariknya, pihak otoritas juga menegaskan bahwa tidak ada dana publik negara bagian yang digunakan untuk menjamin pembayaran obligasi ini, sehingga risiko tetap berada dalam struktur transaksi, bukan pada anggaran pemerintah.

    Uji Nyata Integrasi Kripto dan Keuangan Tradisional

    Langkah ini menandai fase baru dalam evolusi Bitcoin sebagai aset finansial. Selama ini, BTC lebih sering digunakan sebagai aset treasury perusahaan atau sebagai underlying dalam produk ETF.

    Namun, penggunaan sebagai jaminan dalam instrumen utang publik membuka dimensi baru dalam integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

    Dengan adanya rating dari Moody’s, produk ini juga mendapatkan validasi awal dari lembaga pemeringkat kredit global, sesuatu yang jarang terjadi dalam dunia kripto.

    Potensi Masuk ke Pasar Fixed Income

    Jika struktur obligasi ini berhasil menarik minat investor dan berjalan sesuai rencana, dampaknya bisa sangat besar.

    Bitcoin berpotensi masuk ke pasar fixed income, sebuah sektor yang jauh lebih besar dan mapan dibandingkan pasar kripto itu sendiri.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ini merupakan tonggak penting dalam adopsi institusional.

    “Bitcoin tidak lagi hanya dipakai sebagai treasury asset atau ETF underlying, tapi mulai diuji sebagai jaminan dalam instrumen utang publik yang diperingkat lembaga kredit utama. Kalau struktur seperti ini lolos pasar, BTC bisa pelan-pelan masuk ke kanal fixed income tradisional, dan itu level integrasi yang jauh lebih dalam daripada headline adopsi biasa,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa penggunaan Bitcoin dalam instrumen utang publik dapat membuka jalur baru bagi integrasi aset digital dalam sistem keuangan global.

    Risiko dan Tantangan

    Meski inovatif, skema ini tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Volatilitas harga Bitcoin menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi stabilitas struktur obligasi.

    Selain itu, penerimaan investor terhadap instrumen berbasis kripto masih menjadi tanda tanya, terutama di kalangan investor institusional yang cenderung konservatif.

    Regulasi juga menjadi faktor kunci. Kejelasan hukum dan perlindungan investor akan sangat menentukan apakah model ini dapat direplikasi di wilayah lain..

    Baca Juga: Oklahoma Lebih Dekat Sahkan RUU Cadangan Strategis Bitcoin

    Penerbitan obligasi publik berbasis Bitcoin oleh New Hampshire Business Finance Authority menandai langkah berani dalam mengintegrasikan kripto ke dalam pasar keuangan tradisional.

    Dengan dukungan rating dari Moody’s dan struktur mitigasi risiko yang ketat, proyek ini menjadi uji nyata bagi masa depan Bitcoin di sektor fixed income.

    Jika berhasil, model ini tidak hanya akan memperluas use case Bitcoin, tetapi juga membuka jalan bagi adopsi yang lebih dalam di tingkat institusional—melampaui sekadar narasi dan menuju implementasi nyata dalam sistem keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun $66.599, Tekanan Jangka Pendek

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tekanan dalam perdagangan terbaru.

    Berdasarkan data terkini dari Tokocrypto pada Kamis (2/4), harga Bitcoin hari ini berada di level $66.599,38 per BTC, mencatat penurunan sebesar 2,24% dalam 24 jam terakhir.

    Pelemahan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati di tengah kondisi makro dan dinamika pasar kripto global.

    Secara intraday, BTC sempat diperdagangkan di kisaran tertinggi $69.230,36 sebelum akhirnya terkoreksi hingga menyentuh level terendah di $66.502,62.

    Pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup signifikan, terutama setelah gagal mempertahankan momentum di atas area resistance psikologis $69.000.

    Baca Juga: Harga Bitcoin (BTC) Menguat ke $106.816: Menuju Rebound $110.000?

    Tekanan Jangka Pendek Masih Terlihat

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami penurunan harga sebesar $1.486,81 atau sekitar 2,18%. Sementara dalam rentang waktu yang lebih panjang, tekanan terlihat semakin jelas.

    Selama 7 hari terakhir, BTC telah melemah sebesar 5,98%, menandakan tren koreksi jangka pendek yang mulai terbentuk.

    Jika melihat data historis, performa Bitcoin dalam 30 hari terakhir juga menunjukkan pelemahan sebesar 2,56%.

    Bahkan dalam 60 hari, penurunan mencapai 15,41%, dan dalam 90 hari terakhir tercatat turun hingga 24,98%.

    Data ini mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah periode volatilitas tinggi sebelumnya.

    Kapitalisasi Pasar Tetap Kuat

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 2 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 2 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski mengalami koreksi harga, kapitalisasi pasar Bitcoin masih berada di level yang sangat besar, yakni sekitar $1,33 triliun.

    Hal ini menegaskan posisi Bitcoin sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan dominasi pasar mencapai 95,29%.

    Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar $38,73 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi.

    Likuiditas yang kuat ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga meskipun terjadi tekanan jual.

    Dengan jumlah suplai beredar sebesar 20,01 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC, kelangkaan aset ini tetap menjadi salah satu faktor fundamental yang mendukung nilai jangka panjang Bitcoin.

    Jarak dari Rekor Tertinggi

    Saat ini, harga Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertingginya di $126.198,07. Selisih yang signifikan ini menunjukkan bahwa ruang pemulihan masih terbuka lebar, namun juga menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya kembali ke fase bullish yang kuat.

    Kondisi ini sering kali dimanfaatkan oleh investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi bertahap, terutama ketika harga berada dalam fase koreksi seperti saat ini.

    Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan

    Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga Bitcoin saat ini antara lain:

    • Sentimen pasar global: Ketidakpastian ekonomi makro masih menjadi faktor utama yang memicu aksi jual
    • Profit-taking: Investor yang sebelumnya masuk di harga lebih rendah mulai merealisasikan keuntungan
    • Level teknikal: Kegagalan menembus resistance kuat memicu tekanan jual lanjutan

    Selain itu, volatilitas tinggi yang menjadi karakteristik pasar kripto juga turut mempercepat pergerakan harga dalam waktu singkat.

    Outlook: Konsolidasi atau Lanjutan Koreksi?

    Dalam jangka pendek, Bitcoin masih berpotensi melanjutkan fase konsolidasi di kisaran $65.000–$69.000.

    Jika level support di sekitar $66.000 tidak mampu bertahan, maka kemungkinan koreksi lebih dalam ke area $64.000 bisa terjadi.

    Namun di sisi lain, jika BTC mampu kembali menembus dan bertahan di atas $69.000, peluang untuk rebound menuju $70.000 ke atas akan semakin terbuka.

    Bagi investor, kondisi saat ini menjadi momen penting untuk memperhatikan level support dan resistance kunci, serta mengelola risiko dengan baik di tengah volatilitas pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

    Penurunan harga Bitcoin ke level $66.599 mencerminkan tekanan jangka pendek yang masih membayangi pasar kripto.

    Meski demikian, fundamental kuat dan kapitalisasi pasar yang besar menunjukkan bahwa BTC tetap menjadi aset utama dalam ekosistem kripto.

    Dengan dinamika pasar yang terus berkembang, pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan support dan sentimen global yang memengaruhi minat investor.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 2 April 2026: Tunjukan Tren Pemulihan

    Pasar kripto hari ini, (2/3) kembali menunjukkan tanda pemulihan pada 2 April 2026, didorong oleh sentimen geopolitik yang mulai mereda. Bitcoin berhasil menembus level $68.000 setelah Donald Trump mengklaim melalui Truth Social bahwa Iran mengajukan permintaan gencatan senjata. Pernyataan ini meningkatkan optimisme pasar, terutama dengan kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz yang krusial bagi stabilitas ekonomi global.

    Di tengah rebound tersebut, sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. STO memimpin dengan kenaikan ekstrem 112% ke Rp7.813,56, diikuti token D yang naik 102% ke Rp223,73. Ontology (ONT) juga menguat 43% ke Rp1.942,54. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Pantauan Altcoin Potensial Saat Pasar Rebound 2 April 2026

    • STO menguat signifikan 112% dengan posisi harga terbaru Rp7,813.56.
    • D catat lonjakan sebesar 102% dan kini berada di level Rp223,73.
    • ONT naik 43%, saat ini diperdagangkan di angka Rp1.942,54.

    Trump: Iran Minta Gencatan Senjata, Bitcoin Melonjak

    • Unggahan Truth Social Trump klaim permintaan damai dari Iran.
    • Trump pertimbangkan damai jika Selat Hormuz dibuka kembali.
    • Bitcoin tembus $68.000 merespons pernyataan tersebut.

    Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

    STO fluktuasi 166,9% akibat aksi whale dan fitur baru

    • Whale akumulasi 25,5 juta STO ($4,85 juta) dalam 20 jam.
    • Stone Wallet rilis fitur QR, dongkrak utilitas produk.
    • Volume dagang & Open Interest melonjak tajam.

    Prediksi SOL Jika BTC Tembus $80.000 pada April 2026

    • SOL bertahan di $80 di tengah pemulihan pasar.
    • BTC ke $80.000 berpotensi picu lonjakan besar SOL.
    • Pertumbuhan on-chain dukung prospek positif jangka panjang SOL.

    Baca juga: Riset Kripto 23-27 Mar 2026: Bitcoin Lesu, Krisis Minyak Global Ancam RI


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com