Tag: btc

  • Tembus $90.000, Momentum Bullish Berlanjut

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah berhasil menguat ke level $90.176,98 per BTC, mencatatkan kenaikan +1,56% dalam 24 jam terakhir.

    Pergerakan ini menegaskan momentum pemulihan jangka pendek Bitcoin, di tengah volatilitas pasar global dan tekanan koreksi yang masih membayangi dalam beberapa bulan terakhir.

    Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai sekitar $1,800 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan dominasi yang masih sangat kuat di pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 1,38% ke $88.683

    Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam Terakhir

    Dalam rentang perdagangan harian, Bitcoin bergerak cukup dinamis dengan harga terendah di $88.418 dan tertinggi menyentuh $90.884.

    Rentang ini mencerminkan adanya minat beli yang konsisten setiap kali harga mengalami koreksi intraday.

    Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat mencapai $45,28 miliar, meningkat dibandingkan hari sebelumnya.

    Lonjakan volume ini menjadi indikasi bahwa kenaikan harga BTC tidak hanya bersifat teknikal semata, tetapi juga didukung oleh partisipasi pasar yang cukup kuat.

    Secara mingguan, Bitcoin telah menguat sekitar +3,12%, menandakan adanya pemulihan bertahap setelah tekanan jual yang mendominasi pergerakan harga dalam dua hingga tiga bulan terakhir.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Kinerja Jangka Menengah Masih Tertekan

    Meski menunjukkan penguatan harian dan mingguan, performa Bitcoin dalam jangka menengah masih berada di bawah tekanan.

    Dalam 30 hari terakhir, BTC tercatat turun sekitar -3,54%, sementara secara 60 hari terkoreksi -15,80% dan 90 hari melemah hingga -27,33%.

    Data ini menunjukkan bahwa reli saat ini masih berada dalam fase pemulihan (relief rally), bukan sepenuhnya konfirmasi tren bullish jangka panjang.

    Namun, konsistensi harga BTC bertahan di atas area psikologis $88.000–$89.000 menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar.

    Analisa Teknikal: Uji Resistance Psikologis

    Dari sudut pandang teknikal, area $90.000 merupakan level psikologis penting.

    Keberhasilan Bitcoin bertahan di atas level ini berpotensi membuka jalan menuju resistance berikutnya di area $92.000 hingga $95.000.

    Namun, jika tekanan jual meningkat, area $88.400 berpotensi menjadi support terdekat yang perlu dipertahankan. Penurunan di bawah level tersebut dapat memicu koreksi lanjutan menuju zona $85.000.

    Pergerakan harga BTC yang relatif stabil dalam satu jam terakhir (-0,08%) mengindikasikan pasar tengah melakukan konsolidasi sehat setelah kenaikan harian yang cukup signifikan.

    Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Harga BTC

    Beberapa faktor fundamental masih menjadi penopang utama pergerakan Bitcoin saat ini, antara lain:

    1. Likuiditas Pasar yang Stabil
      Dengan volume perdagangan di atas $45 miliar, Bitcoin tetap menjadi pilihan utama investor saat volatilitas meningkat.
    2. Pasokan yang Terbatas
      Sirkulasi Bitcoin kini mencapai 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,10% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, memperkuat narasi kelangkaan jangka panjang.
    3. Minat Investor Institusional
      Meskipun belum terjadi lonjakan besar, minat institusi terhadap Bitcoin masih terjaga, terutama sebagai aset lindung nilai dan diversifikasi portofolio.

    Baca Juga: Diam-Diam Borong Bitcoin, Tether Tambah Rp12 Triliun BTC di Awal 2026!

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase pemulihan jangka pendek dengan momentum positif yang cukup solid.

    Kenaikan ke atas level $90.000 menjadi sinyal penting bagi pasar, meskipun tekanan koreksi jangka menengah belum sepenuhnya hilang.

    Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area support $88.000–$89.000, peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka.

    Namun, investor disarankan tetap mencermati volatilitas dan sentimen pasar global yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Diam-Diam Borong Bitcoin, Tether Tambah Rp12 Triliun BTC di Awal 2026!

    Tether kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang bitcoin korporat terbesar di dunia. Penerbit stablecoin USDT tersebut menambah 8.888,88 bitcoin (BTC) ke dompet perbendaharaannya pada awal 2026, dengan nilai sekitar US$780 juta atau hampir Rp12 triliun berdasarkan harga saat ini.

    Penambahan tersebut membuat total kepemilikan bitcoin Tether melampaui 96.000 BTC. Informasi ini disampaikan langsung oleh CEO Tether, Paolo Ardoino, yang menyebut pembelian tersebut merupakan bagian dari alokasi keuntungan kuartal keempat tahun 2025.

    Fokus Perusahaan pada Bitcoin

    Baca juga: Tether Ngebet Akuisisi Juventus Rp17 Triliun, Langsung Ditolak!

    Dilaporkan CoinDesk, langkah ini sejalan dengan kebijakan perusahaan yang diperkenalkan sejak 2023, yakni mengalokasikan hingga 15% dari laba operasional kuartalan yang direalisasikan untuk akuisisi bitcoin. Strategi tersebut menjadikan Tether bukan sekadar pembeli oportunistik, melainkan akumulator bitcoin secara sistematis.

    Berbeda dengan perusahaan lain yang menghimpun dana khusus untuk membeli BTC, Tether menggunakan kelebihan pendapatan internalnya. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mendiversifikasi cadangan tanpa menyentuh aset yang digunakan untuk mendukung kewajiban stablecoin USDT.

    Keuntungan Tether sendiri sebagian besar berasal dari aset likuid penopang USDT, terutama surat utang pemerintah AS jangka pendek dan perjanjian repurchase agreement (repo). Dalam kondisi suku bunga tinggi dan permintaan stablecoin yang kuat, pendapatan operasional Tether ikut meningkat, yang pada akhirnya membuka ruang lebih besar untuk pembelian bitcoin.

    Pembelian Bitcoin Berkala

    Waktu pembelian ini juga menarik perhatian pasar. Bitcoin dilaporkan kesulitan mempertahankan momentum reli di akhir tahun akibat likuiditas yang menipis dan sentimen risiko yang tidak merata. Hingga tengah hari waktu Hong Kong, BTC diperdagangkan di kisaran US$89.000.

    Dengan strategi ini, Tether terus memperkuat eksposurnya terhadap bitcoin sekaligus mempertahankan dukungan utama USDT dalam instrumen yang sangat likuid, menegaskan perannya sebagai pemain kunci di persimpangan pasar stablecoin dan kripto.

    Baca juga: Bukan Negera, Tether Jadi Pemborong Emas Terbanyak di Dunia!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 1,38% ke $88.683

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali mencatatkan penguatan setelah beberapa hari bergerak terbatas.

    Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin saat ini berada di level $88.683,73 per BTC, naik 1,38% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini memberikan sinyal awal pemulihan, meskipun tekanan koreksi jangka menengah masih membayangi pergerakan harga aset kripto terbesar di dunia tersebut.

    Dengan penguatan ini, kapitalisasi pasar Bitcoin naik menjadi sekitar $1.771 miliar, memperkuat posisinya sebagai aset kripto nomor satu secara global.

    Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $20,62 miliar, mencerminkan aktivitas transaksi yang masih cukup aktif meski belum menunjukkan lonjakan signifikan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $87.546, Pasar Cari Arah

    Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam

    Dalam perdagangan harian, Bitcoin sempat bergerak di kisaran $87.399 sebagai level terendah dan menyentuh $89.008 sebagai level tertinggi dalam 24 jam terakhir.

    Rentang pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang relatif moderat, seiring pasar mencoba mencari arah setelah tekanan jual yang cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.

    Kenaikan harga harian sebesar $1.206 menandakan adanya respons positif dari pelaku pasar, terutama dari trader jangka pendek yang memanfaatkan area support kuat di bawah $88.000.

    Namun demikian, pergerakan harga satu jam terakhir menunjukkan koreksi tipis -0,11%, mengindikasikan aksi ambil untung mulai muncul di area resistance terdekat.

    Tekanan Jangka Menengah Masih Terasa

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski menguat hari ini, performa Bitcoin dalam jangka menengah masih berada dalam tekanan.

    Dalam 30 hari terakhir, BTC tercatat turun 4,66%, sementara dalam 60 hari dan 90 hari, koreksi masing-masing mencapai 17,78% dan 27,57%.

    Data ini menunjukkan bahwa reli hari ini belum cukup untuk mengubah tren menurun secara keseluruhan.

    Dari sudut pandang teknikal, kondisi ini mencerminkan fase relief rally, di mana harga memantul sementara setelah tekanan jual yang cukup panjang.

    Untuk membalikkan tren menjadi bullish secara lebih meyakinkan, Bitcoin masih membutuhkan dorongan volume yang lebih besar serta penembusan level resistance psikologis di atas $90.000.

    Volume dan Likuiditas Pasar

    Volume perdagangan Bitcoin sebesar $20,62 miliar tergolong stabil, namun relatif lebih rendah dibandingkan fase volatilitas tinggi sebelumnya.

    Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar menunjukkan bahwa minat pasar masih selektif dan cenderung berhati-hati.

    Kondisi ini mencerminkan sikap investor yang belum sepenuhnya agresif masuk ke pasar, seiring ketidakpastian makroekonomi global dan fluktuasi sentimen terhadap aset berisiko.

    Meski demikian, stabilnya volume di tengah kenaikan harga dapat menjadi indikasi awal akumulasi bertahap.

    Fundamental Bitcoin Tetap Kuat

    Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap berada dalam posisi yang sangat kuat. Pasokan beredar saat ini mencapai 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,10% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Kelangkaan ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang nilai Bitcoin dalam jangka panjang.

    Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1.862 miliar, yang relatif tidak jauh dari market cap saat ini.

    Hal ini menunjukkan bahwa risiko inflasi suplai Bitcoin sangat terbatas dibandingkan banyak aset kripto lainnya.

    Prospek Harga BTC Selanjutnya

    Dalam jangka pendek, Bitcoin berpotensi melanjutkan konsolidasi di kisaran $87.000–$89.000.

    Jika mampu menembus dan bertahan di atas $90.000 dengan dukungan volume yang meningkat, peluang pemulihan lanjutan akan terbuka.

    Namun, jika tekanan jual kembali menguat, area $87.000 berpotensi kembali diuji sebagai support utama.

    Baca Juga: Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan sinyal pemulihan awal dengan kenaikan 1,38% ke level $88.683. Meski sentimen jangka pendek membaik, tren menengah masih perlu diwaspadai.

    Investor dan trader disarankan tetap mencermati pergerakan volume, level resistance kunci, serta sentimen pasar global sebelum mengambil keputusan lanjutan terkait Bitcoin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $87.546, Pasar Cari Arah

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini bergerak melemah dengan koreksi 0,86% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di level $87.546,48 per BTC.

    Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih cenderung berhati-hati, meskipun tekanan jual terlihat lebih terkendali dibandingkan fase koreksi tajam sebelumnya.

    Secara kapitalisasi pasar, Bitcoin saat ini bernilai sekitar $1.748,29 miliar, tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Volume perdagangan harian tercatat mencapai $33,03 miliar, menandakan aktivitas pasar yang masih cukup aktif meski tanpa dorongan momentum kuat.

    Baca Juga: Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

    Pergerakan Harga BTC Masih Konsolidasi

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $87.130 hingga $89.080.

    Area ini mencerminkan fase konsolidasi sempit, di mana pembeli dan penjual masih saling menunggu konfirmasi arah berikutnya.

    Secara historis, tekanan jangka pendek terlihat dari data harian yang mencatat penurunan sekitar $729 atau -0,83%.

    Namun, jika ditarik ke rentang 30 hari, BTC justru masih membukukan kenaikan tipis 0,67%, mengindikasikan bahwa koreksi terbaru belum sepenuhnya merusak struktur harga jangka pendek.

    Berbeda halnya dengan perspektif menengah hingga panjang. Dalam 60 hari terakhir, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 20,78%, dan dalam 90 hari terakhir penurunan mencapai 27,10%.

    Data ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan setelah tekanan besar dari puncak harga sebelumnya.

    Tekanan Jangka Menengah Masih Membayangi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dari sudut pandang teknikal, pelemahan BTC saat ini mencerminkan sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih.

    Harga masih bergerak di bawah area psikologis kuat $90.000, yang kini berperan sebagai resistensi jangka pendek.

    Indikator pergerakan satu jam menunjukkan kenaikan kecil +0,13%, menandakan adanya upaya pantulan jangka sangat pendek.

    Namun, pergerakan tujuh hari yang relatif datar (-0,09%) mengonfirmasi bahwa pasar masih menunggu katalis yang lebih kuat untuk menentukan arah lanjutan.

    Selama Bitcoin belum mampu menembus dan bertahan di atas area $89.500–$90.000, potensi pergerakan akan tetap terbatas dalam pola sideways dengan kecenderungan volatilitas rendah.

    Likuiditas dan Struktur Pasar Tetap Solid

    Meski harga terkoreksi, kondisi fundamental Bitcoin tetap relatif stabil.

    Sirkulasi pasokan BTC saat ini berada di angka 19,97 juta koin, atau sekitar 95,09% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Hal ini menegaskan karakteristik kelangkaan Bitcoin yang masih menjadi daya tarik utama investor jangka panjang.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin tercatat sebesar $1.838,73 miliar, mencerminkan valuasi maksimum apabila seluruh suplai beredar.

    Dengan volume harian lebih dari $33 miliar, likuiditas Bitcoin masih tergolong kuat dibandingkan mayoritas aset kripto lainnya.

    Sentimen Pasar dan Prospek BTC

    Pelemahan harga Bitcoin hari ini lebih mencerminkan fase pendinginan pasar ketimbang sinyal pembalikan tren besar.

    Investor cenderung bersikap defensif setelah volatilitas tinggi dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah BTC gagal mempertahankan momentum di atas level psikologis utama.

    Dalam jangka pendek, fokus pasar akan tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area support di kisaran $87.000.

    Jika level ini bertahan, peluang rebound teknikal masih terbuka. Sebaliknya, penembusan ke bawah dapat membuka ruang koreksi lanjutan menuju support yang lebih rendah.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $88.526, Sinyal Positif

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan jangka menengah yang belum sepenuhnya reda.

    Meski turun 0,86% dalam 24 jam terakhir, struktur pasar Bitcoin tetap solid dengan likuiditas tinggi dan suplai yang hampir maksimal.

    Ke depan, arah pergerakan BTC akan sangat ditentukan oleh sentimen makro pasar kripto dan kemampuan harga menembus kembali area resistensi utama.

    Investor disarankan tetap mencermati volatilitas dan mengelola risiko dengan cermat di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Borong Bitcoin! Metaplanet Tambah 4.279 BTC, Nilai Kepemilikan Rp48 T

    Perusahaan asal Jepang, Metaplanet, kembali menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar. Berdasarkan informasi yang beredar pada Senin (30/12/2025), Metaplanet membeli 4.279 Bitcoin (BTC) dengan nilai sekitar US$375 juta.

    Dengan transaksi tersebut, total kepemilikan Bitcoin Metaplanet kini mencapai 35.102 BTC, yang diperkirakan bernilai sekitar US$3 miliar atau setara lebih dari Rp48 triliun, mengacu pada harga pasar saat ini.

    Pembelian Baru Bitcoin Metaplanet

    Baca juga: Bitcoin Rontok! Tapi Michael Saylor Malah Tambah Beli BTC, Nekat?

    Dari data nilai transaksi yang disampaikan, pembelian terbaru itu mengindikasikan harga rata-rata sekitar US$87.600 per BTC. Sementara itu, jika dihitung dari total nilai kepemilikan dan jumlah Bitcoin yang dimiliki, estimasi harga rata-rata keseluruhan berada di kisaran US$85.500 per BTC.

    Namun demikian, informasi yang tersedia tidak merinci metode pembelian Bitcoin tersebut. Tidak ada penjelasan mengenai apakah transaksi dilakukan melalui pasar terbuka (on-exchange) atau lewat mekanisme over-the-counter (OTC), maupun detail terkait harga eksekusi dan likuiditas pasar.

    Aktif Borong Bitcoin

    Dilaporkan Blockchain.News, Metaplanet dikenal sebagai salah satu perusahaan Jepang yang secara aktif mengalokasikan aset perusahaan ke Bitcoin. Langkah ini menempatkan Metaplanet dalam jajaran korporasi global yang menjadikan aset kripto sebagai bagian dari strategi neraca keuangan mereka.

    Pengumuman penambahan Bitcoin ini kembali menyoroti meningkatnya keterlibatan institusi dalam pasar aset digital, seiring Bitcoin terus dipandang sebagai instrumen lindung nilai dan aset strategis jangka panjang oleh sejumlah perusahaan besar.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $88.526, Sinyal Positif

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin (BTC) kembali bergerak di zona hijau setelah mencatatkan kenaikan 1,85% dalam 24 jam terakhir.

    Saat ini, harga Bitcoin berada di level $88.526,76 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,77 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan, di mana volume transaksi harian Bitcoin mencapai $35,55 miliar.

    Kenaikan volume tersebut mengindikasikan adanya minat beli yang kembali menguat, sekaligus memberi sinyal bahwa pasar mulai merespons positif pergerakan harga BTC dalam jangka pendek.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi ke $87.276, Tekanan Jual Dominasi

    Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam Terakhir

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level terendah di $86.735,54 sebelum akhirnya bergerak naik hingga level tertinggi harian di $89.297,94.

    Pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang masih cukup tinggi, namun dengan kecenderungan harga membentuk struktur kenaikan yang lebih stabil.

    Secara harian, BTC mencatat kenaikan nominal sekitar $1.609, atau setara +1,85%, yang menandakan adanya pemulihan setelah tekanan jual yang sempat mendominasi pasar sebelumnya.

    Bahkan dalam skala mingguan, Bitcoin masih mampu mempertahankan kinerja positif dengan kenaikan 1,72% dalam tujuh hari terakhir.

    Kinerja Jangka Menengah Masih Dalam Tekanan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski penguatan jangka pendek terlihat menjanjikan, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi jangka menengah.

    Dalam periode 60 hari terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar 19,30%, sementara dalam 90 hari terakhir penurunannya mencapai 25,44% dari level sebelumnya.

    Fakta ini menunjukkan bahwa reli harga yang terjadi saat ini lebih bersifat pemulihan teknikal, bukan pembalikan tren besar.

    Harga Bitcoin juga masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, yang menjadi tantangan psikologis besar bagi pasar ke depannya.

    Kapitalisasi Pasar dan Pasokan Bitcoin

    Dari sisi fundamental, kondisi pasokan Bitcoin tetap solid.

    Saat ini, jumlah BTC yang beredar mencapai 19,97 juta, atau sekitar 95,09% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Dengan pasokan yang semakin terbatas, Bitcoin tetap mempertahankan narasi sebagai aset digital yang langka.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,769 triliun, sementara Fully Diluted Market Cap—jika seluruh BTC telah beredar dan diperkirakan mencapai $1,86 triliun.

    Angka ini menunjukkan potensi valuasi jangka panjang Bitcoin jika seluruh suplai maksimum telah masuk ke pasar.

    Sentimen Pasar dan Faktor Pendorong Harga

    Kenaikan harga BTC hari ini juga dipengaruhi oleh sentimen pasar yang mulai membaik, seiring meredanya tekanan jual dan meningkatnya partisipasi pelaku pasar.

    Volume perdagangan yang relatif tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya mencerminkan bahwa investor mulai kembali aktif, baik untuk akumulasi maupun perdagangan jangka pendek.

    Selain itu, stabilitas harga di atas area $86.000–$87.000 memberikan sinyal bahwa level tersebut kini berfungsi sebagai zona support jangka pendek.

    Selama BTC mampu bertahan di atas area ini, peluang untuk menguji kembali resistance di sekitar $90.000 masih terbuka.

    Prospek Bitcoin ke Depan

    Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin masih akan dipengaruhi oleh dinamika sentimen global dan pergerakan volume perdagangan.

    Area di sekitar $89.000–$90.000 menjadi resistance penting yang perlu ditembus untuk melanjutkan tren kenaikan.

    Namun, investor tetap perlu mencermati risiko volatilitas, mengingat tren jangka menengah Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi pasca koreksi.

    Manajemen risiko tetap menjadi kunci, terutama bagi trader jangka pendek.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Tembus $89.900, Sinyal Rebound Menguat

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase pemulihan dengan dukungan volume yang cukup kuat.

    Meski masih menghadapi tekanan jangka menengah, struktur harga jangka pendek mulai membaik.

    Selama BTC mampu bertahan di atas area support utama, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka, meskipun volatilitas masih akan menjadi bagian dari pergerakan pasar kripto ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi ke $87.276, Tekanan Jual Dominasi

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami koreksi signifikan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru, BTC diperdagangkan di level $87.276,75 per USD, melemah sekitar 2,95% hingga 3,01% secara harian.

    Penurunan ini sekaligus memperpanjang fase konsolidasi bearish yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir.

    Meski terkoreksi, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,742 triliun, menempati peringkat pertama secara global.

    Sementara itu, volume perdagangan 24 jam mencapai $42,20 miliar, menandakan aktivitas pasar masih cukup aktif di tengah sentimen yang cenderung berhati-hati.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Tembus $89.900, Sinyal Rebound Menguat

    Tekanan Harga BTC Masih Terlihat Jelas

    Secara harian, BTC mengalami penurunan sebesar $2.707, mencerminkan dominasi tekanan jual dalam jangka pendek.

    Dalam rentang 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di kisaran $86.717,92 hingga $90.299,16, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi meski arah pergerakan cenderung melemah.

    Jika dilihat dari perspektif waktu yang lebih panjang, tren koreksi Bitcoin semakin jelas.

    Dalam 30 hari terakhir, harga BTC turun sekitar 4,1%, sementara dalam 60 hari tercatat anjlok hingga 20,25%. Tekanan semakin terasa pada horizon 90 hari, di mana Bitcoin mengalami penurunan sekitar 23,69%.

    Data ini menegaskan bahwa BTC saat ini masih berada dalam fase penyesuaian harga setelah reli besar sebelumnya.

    Volume Tinggi, Tapi Belum Dorong Pembalikan Tren

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Menariknya, meski harga terkoreksi, volume perdagangan BTC tetap berada di level tinggi, yakni di atas $40 miliar per hari.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin belum surut.

    Namun, tingginya volume saat harga turun sering kali menandakan distribusi atau aksi jual bertahap oleh pelaku pasar besar.

    Dalam 1 jam terakhir, harga BTC sempat mencatatkan kenaikan tipis sekitar 0,42%, mengindikasikan adanya upaya pemulihan jangka sangat pendek.

    Namun, secara keseluruhan, pergerakan ini belum cukup kuat untuk membalikkan tren harian yang masih negatif.

    Jarak Lebar dari Rekor Tertinggi

    Saat ini, harga Bitcoin masih terpaut cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Selisih yang besar ini menegaskan bahwa BTC masih berada dalam fase koreksi besar pasca-puncak siklus sebelumnya.

    Meski demikian, kondisi ini juga membuat sebagian investor jangka panjang mulai mengamati BTC sebagai aset yang berpotensi kembali menarik jika stabilisasi harga mulai terbentuk.

    Fundamental Pasokan Tetap Kuat

    Dari sisi fundamental, pasokan beredar Bitcoin saat ini mencapai 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,09% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Struktur pasokan yang terbatas ini tetap menjadi salah satu kekuatan utama Bitcoin dalam jangka panjang, terutama di tengah meningkatnya narasi kelangkaan digital.

    Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) sebesar $1,832 triliun, valuasi Bitcoin masih mencerminkan kepercayaan pasar terhadap posisinya sebagai aset kripto utama, meski volatilitas jangka pendek tidak terhindarkan.

    Sentimen Pasar dan Prospek Jangka Pendek

    Penurunan harga BTC hari ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cenderung defensif.

    Investor dan trader tampak menunggu konfirmasi arah berikutnya, apakah Bitcoin mampu bertahan di atas area support psikologis $85.000 atau justru melanjutkan koreksi lebih dalam.

    Dalam jangka pendek, pergerakan BTC kemungkinan akan tetap volatil, dipengaruhi oleh dinamika likuiditas global dan sentimen risiko pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis 0,26%, Bergerak Sideways

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dengan tekanan jual yang cukup kuat.

    Meski volume perdagangan tetap tinggi dan fundamental pasokan masih solid, tren jangka pendek hingga menengah belum menunjukkan sinyal pembalikan yang jelas.

    Bagi trader, kondisi ini membuka peluang dari volatilitas harga, sementara bagi investor jangka panjang, fase koreksi dapat menjadi periode observasi strategis sebelum mengambil keputusan lanjutan.

    Seperti biasa, manajemen risiko tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi pergerakan Bitcoin yang dinamis.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Chart Tahunan Bitcoin Tak Pernah Merah Berturut-Turut, Pertanda 2026 Kembali Hijau?

    Dalam dunia kripto, data historis sering digunakan sebagai dasar untuk membaca peluang masa depan. Salah satu pola yang kembali ramai diperbincangkan adalah fakta bahwa chart tahunan Bitcoin tidak pernah mencatatkan candle merah secara berturut-turut. 

    Pola Bitcoin yang muncul dan tercermin dalam pergerakan harga Bitcoin kerap dijadikan rujukan karena mampu mencerminkan pergerakan harga kedepannya. Tapi apakah ini benar-benar akurat?

    Memahami Chart Tahunan Bitcoin

    Chart tahunan Bitcoin merupakan grafik yang menampilkan pergerakan harga dalam satu tahun penuh, sehingga memberikan gambaran tren jangka panjang yang lebih jelas dibanding chart harian atau mingguan. Setiap candle tahunan merekam harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah selama satu tahun kalender.

    Pergerakan harga Bitcoin dalam pola regression band model. Sumber: Bitbo

    Jika dilihat melalui Rainbow Chart misalnya, Bitcoin masih konsisten berada dalam koridor harga logarithmic regression model sejak tahun 2012. Pola ini menunjukkan bahwa meski volatilitas jangka pendek sering terjadi, arah tren makro tetap terjaga dalam kerangka besar.

    Chart tahunan Bitcoin. Sumber: TradingView

    Dari data historis di atas, terlihat bahwa dalam beberapa tahun, Bitcoin sempat ditutup dengan candlestick merah. Namun, tidak pernah ada dua tahun merah yang terjadi secara berurutan. 

    Fase Bitcoin yang kembali bullish pada chart tahunan ditandai oleh pola pemulihan kuat setelah periode koreksi.  Ketika candle tahunan ditutup hijau dan mencetak higher close dibanding tahun sebelumnya, ini bisa menjadi pertanda bahwa mencerminkan dominasi tekanan beli kembali unggul atas tekanan jual.

    Candle tahunan yang kembali hijau sering muncul bersamaan dengan meningkatnya kepercayaan pasar, akumulasi oleh investor jangka panjang, serta membaiknya faktor fundamental seperti adopsi dan likuiditas. Dalam konteks ini, Bitcoin tidak sekadar bergerak naik secara harga, tetapi juga menunjukkan penguatan struktur pasar secara makro.

    Dengan 2025 yang hanya tinggal beberapa hari lagi, jika harga tidak bergerak ke atas yearly open di $93,347 maka bisa dipastikan tahun 2025 akan tercatat sebagai tahun merah bagi Bitcoin dan jika Bitcoin mengikuti pola yang sama maka 2026 memiliki kemungkinan untuk kembali hijau.

    Berikut data lebih detail mengenai pergerakan harga Bitcoin dalam time frame satu tahun:

    Tahun Perubahan Harga Harga Tertinggi Harga Terendah
    2025 -6.28% (Per 29 Desember) $ 126,038 $ 74,652
    2024 +121.1% $ 108,086 $ 38,595
    2023 +155.4% $ 44,746 $ 16,504
    2022 -64.3% $ 48,205 $ 15,521
    2021 +59.6% $ 68,672 $ 28,621
    2020 +304.1% $ 29,282 $ 4,010
    2019 +90.9% $ 13,793 $ 3,380
    2018 -73.3% $ 17,712 $ 3,201
    2017 +1,369% $ 20,089 $ 755.76
    2016 +123.8% $ 979.40 $ 354.91
    2015 +34.4% $ 495.56 $ 171.51
    2014 -57.6% $ 1,017 $ 289.30
    2013 +5,435% $ 1,156 $ 11.75
    2012 +183.5% $ 16.78 $ 3.81
    2011 +1,435% $ 35.76 $ 0.257

    Para investor dan komunitas kripto pun memberikan respon beragam perihal pola ini, ada yang memandangnya sebagai kebetulan biasa, hingga benar-benar percaya bahwa pola tersebut akan kembali terulang—sebagaimana pola empat tahunan Bitcoin yang kembali terulang dengan puncak yang berada di Oktober tepat 1064 hari dari all time low.

    Baca juga: Akun 4chan dari 2023 Ramal BTC Top di 6 Oktober, Siklus 4 Tahunan Terulang?

    Apakah 2026 Akan Menjadi Tahun Hijau Bagi Bitcoin?

    Meskipun pola historis di atas sangat menjanjikan di tahun 2026 nanti, harus diingat bahwa Bitcoin juga memiliki pola dimana Bitcoin selalu mengunjungi all time low, setahun setelah all time high dalam 3 siklus 4 tahunan terakhir—yang mana jika pola ini kembali terulang, maka bottom Bitcoin berpotensi ada di tahun 2026 nanti.

    Pola historis Bitcoin, sumber akun X @spacepixel

    Namun, penting untuk diingat bahwa:

    • Siklus bukan jaminan: Meskipun pola historis menunjukkan ritme yang konsisten, pasar kripto tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti regulasi, geopolitik, dan sentimen global.
    • Manajemen risiko tetap utama: Investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan pola waktu, tetapi juga memperhatikan indikator teknikal, volume, dan data on-chain.
    • Don’t timing the market: Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di pasar kripto besok atau bahkan satu jam ke depan, jadi selalu siapkan strategi jangan FOMO atau YOLO.

    Seperti adagium yang sering kali diungkapkan para investor:

    “History doesn’t repeat itself, but it often rhymes.”

    Sejarah mungkin tidak akan berulang, tapi biasanya memiliki pola, dengan memahami pola masa lalu ini, semoga bisa menjadi alat bantu kamu dalam menyikapi hal yang akan datang dan pernah terjadi.

    Jika kamu ingin melakukan investasi Bitcoin, strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) untuk membeli secara bertahap, bisa menjadi pilihan. Kamu bisa gunakan strateginya dengan fitur DCA yang ada di aplikasi Tokocrypto hanya dengan minimal pembelian Rp20.000 aja lho! Ayo daftar di sini dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan kode TEMUTOKO!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tembus $89.900, Sinyal Rebound Menguat

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan performa yang semakin solid setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin berada di level $89.978,72 per BTC, menguat sekitar 2,61% secara harian.

    Kenaikan ini didukung oleh lonjakan volume perdagangan dan sentimen pasar yang mulai membaik setelah periode tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

    Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar $1.796,75 triliun, menjadikannya aset kripto terbesar dan paling dominan di pasar global.

    Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat di kisaran $22,01–$22,36 miliar, mencerminkan meningkatnya aktivitas transaksi dan minat investor terhadap BTC.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis 0,26%, Bergerak Sideways

    Pergerakan Harga BTC: Momentum Positif dalam Jangka Pendek

    Dalam satu hari terakhir, harga BTC naik sekitar $2.237 atau 2,55%, dengan pergerakan intraday yang cukup agresif.

    Bitcoin sempat menyentuh level terendah harian di $87.394,95, sebelum reli hingga level tertinggi $89.984,52.

    Pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan beli yang kuat, terutama saat harga mendekati area support jangka pendek.

    Secara mingguan, Bitcoin juga mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 1,38% dalam tujuh hari terakhir.

    Bahkan dalam satu jam terakhir, harga BTC masih menguat 0,86%, menandakan momentum bullish jangka pendek masih terjaga.

    Namun, jika dilihat dari perspektif jangka menengah, Bitcoin masih menghadapi tantangan. Dalam 60 hari terakhir, BTC tercatat turun 18,69%, sementara dalam 90 hari mengalami koreksi hingga 21,40%.

    Data ini mengindikasikan bahwa reli saat ini masih berada dalam fase pemulihan dari tekanan sebelumnya, bukan sepenuhnya tren naik jangka panjang.

    Kapitalisasi Pasar dan Struktur Pasokan Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Bitcoin saat ini memiliki jumlah pasokan beredar sekitar 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,09% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Struktur pasokan yang hampir mencapai batas maksimal ini menjadi salah satu faktor utama yang mendukung narasi kelangkaan Bitcoin dalam jangka panjang.

    Jika dihitung berdasarkan suplai maksimum, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) Bitcoin berada di kisaran $1,888,54 triliun.

    Angka ini menegaskan dominasi BTC sebagai aset kripto nomor satu, baik dari sisi valuasi maupun tingkat adopsi global.

    Volume Perdagangan Menguat, Apa Artinya?

    Lonjakan volume perdagangan harian hingga lebih dari $22 miliar menjadi sinyal penting dalam pergerakan harga BTC hari ini.

    Volume yang meningkat biasanya menandakan masuknya kembali minat beli investor; konfirmasi atas pergerakan harga naik; dan potensi kelanjutan tren dalam jangka pendek.

    Namun demikian, volume tinggi juga bisa menjadi awal fase distribusi jika disertai tekanan jual di area resistance psikologis, seperti mendekati level $90.000.

    Sentimen Pasar dan Level Kunci BTC

    Dengan posisi Bitcoin yang kembali mendekati area psikologis $90.000, pasar kini mencermati apakah BTC mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut.

    Jika berhasil, peluang penguatan lanjutan terbuka menuju area resistance berikutnya.

    Sebaliknya, kegagalan bertahan di zona ini dapat memicu aksi ambil untung jangka pendek, mengingat reli yang cukup cepat dalam satu hari terakhir.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi 2%, Tekanan Pendek

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase pemulihan yang cukup kuat, didukung oleh kenaikan harga harian lebih dari 2,6% dan volume perdagangan yang meningkat signifikan.

    Meski demikian, tekanan jangka menengah masih membayangi, sehingga pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan BTC bertahan di atas level psikologis kunci.

    Bagi investor dan trader, disiplin manajemen risiko tetap penting, terutama di tengah volatilitas pasar kripto yang masih tinggi.

    Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah reli ini berlanjut atau hanya sekadar pantulan sementara dari tren koreksi sebelumnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis 0,26%, Bergerak Sideways

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang relatif terbatas.

    Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin berada di level $87.701,00 per BTC, mencatatkan kenaikan tipis +0,26% dalam 24 jam terakhir.

    Meski bergerak positif secara harian, tekanan dari tren jangka menengah masih membatasi ruang kenaikan BTC.

    Bitcoin saat ini tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar $1.751 triliun, menempatkannya di peringkat pertama aset kripto global.

    Namun, volume perdagangan 24 jam tercatat menurun ke kisaran $13,77–13,80 miliar, mengindikasikan berkurangnya agresivitas pelaku pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi 2%, Tekanan Pendek

    Pergerakan Harga BTC: Konsolidasi di Area Kunci

    Dalam 24 jam terakhir, BTC diperdagangkan pada rentang terendah $87.294,83 dan tertinggi $87.888,30.

    Rentang yang sempit ini mencerminkan kondisi pasar yang cenderung menunggu arah, dengan pembeli dan penjual berada dalam posisi seimbang.

    Secara intraday, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat -0,05%, menandakan tekanan jual ringan.

    Sementara itu, secara mingguan, harga BTC masih turun -0,38% dalam 7 hari terakhir, memperkuat indikasi bahwa pasar masih belum menemukan momentum bullish yang kuat.

    Tekanan Terlihat di Timeframe Lebih Panjang

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Jika ditinjau dari perspektif jangka menengah, performa Bitcoin sebenarnya masih berada di bawah tekanan.

    Dalam 30 hari terakhir, harga BTC terkoreksi 3,81%, sementara dalam 60 hari, penurunan mencapai 22,09%. Bahkan dalam 90 hari terakhir, BTC masih melemah 21,57%.

    Koreksi ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase penyesuaian setelah sebelumnya mengalami lonjakan besar dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.

    Sentimen pasar saat ini cenderung berhati-hati, terutama di tengah ketidakpastian global dan minimnya katalis besar dalam jangka pendek.

    Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar

    Bitcoin tercatat pernah mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level $126.198,07. Dengan harga saat ini di kisaran $87.700, BTC masih berada sekitar 30% di bawah ATH.

    Jarak ini menunjukkan bahwa potensi pemulihan masih terbuka, namun membutuhkan dorongan volume dan sentimen yang lebih kuat.

    Area $87.000–$88.000 kini menjadi zona psikologis penting. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level ini, peluang konsolidasi lanjutan tetap terbuka, meski risiko penurunan tetap perlu diantisipasi.

    Fundamental Bitcoin Tetap Solid

    Dari sisi fundamental, struktur suplai Bitcoin tetap menjadi salah satu yang terkuat di pasar kripto.

    Jumlah pasokan beredar saat ini mencapai 19,97 juta BTC, setara dengan 95,09% dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Kelangkaan suplai inilah yang terus menjadi fondasi utama nilai jangka panjang Bitcoin.

    Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin saat ini berada di kisaran $1.841,53 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh BTC telah beredar.

    Faktor kelangkaan ini membuat Bitcoin masih dipandang sebagai lindung nilai digital oleh sebagian investor.

    Sentimen Pasar dan Prospek Bitcoin

    Volume perdagangan yang menurun menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar memilih untuk menunggu konfirmasi arah sebelum masuk lebih agresif.

    Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan volatilitas terbatas.

    Namun, secara historis, fase konsolidasi seperti ini sering kali menjadi fondasi sebelum pergerakan besar berikutnya.

    Arah selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen makro global, pergerakan pasar keuangan tradisional, serta dinamika likuiditas di pasar kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Menguat ke $88.800, Sentimen Mulai Positif

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi di area $87.700, dengan kenaikan harian yang terbatas dan tekanan dari tren jangka menengah.

    Meski volume melemah dan momentum belum kuat, fundamental Bitcoin tetap solid dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimum.

    Bagi investor dan trader, kondisi ini menuntut kehati-hatian dan disiplin manajemen risiko, sembari terus memantau potensi katalis yang dapat menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com