Tag: btc

  • Bitcoin Bertahan di $95.087, Turun Tipis

    Harga Bitcoin hari ini tercatat berada di level $95.087,63 per BTC, sedikit melemah 0,16% dalam 24 jam terakhir.

    Meski koreksi tergolong ringan, pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar tengah memasuki fase konsolidasi setelah reli cukup kuat dalam beberapa pekan terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,899 triliun dan volume perdagangan 24 jam sebesar $16,52 miliar, Bitcoin masih kokoh mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu dunia.

    Secara intraday, Tokocrypto mencatat Bitcoin bergerak dalam rentang yang relatif sempit, dengan harga terendah $94.837,51 dan tertinggi $95.598,47.

    Pola ini mencerminkan tarik-menarik antara pembeli yang masih optimistis dan trader jangka pendek yang mulai melakukan aksi ambil untung.

    Pergerakan Harga: Konsolidasi Setelah Kenaikan Bulanan

    Jika dilihat dalam perspektif yang lebih luas, kinerja Bitcoin masih tergolong positif. Dalam 30 hari terakhir, BTC naik 9,17%, sementara dalam 60 hari menguat 3,73%.

    Namun, tekanan masih terlihat pada grafik jangka menengah, dengan penurunan 13,62% dalam 90 hari terakhir.

    Kondisi ini mengindikasikan bahwa Bitcoin sedang berada di fase transisi. Setelah sempat mengalami koreksi besar beberapa bulan lalu, harga kini berusaha membangun struktur yang lebih stabil di area $95.000.

    Bagi pelaku pasar, fase seperti ini sering kali menjadi periode akumulasi sebelum muncul pergerakan besar berikutnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi ke $95.517,Tunggu Arah

    Volume Menurun, Tanda Pasar Menunggu Arah

    Salah satu data penting hari ini adalah volume perdagangan yang relatif moderat di $16,52 miliar.

    Angka ini lebih rendah dibanding periode volatilitas tinggi, menandakan bahwa pasar belum memiliki katalis kuat untuk mendorong pergerakan ekstrem.

    Volume yang mengecil biasanya mencerminkan sikap “wait and see” dari investor.

    Banyak pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi arah: apakah Bitcoin mampu menembus resistance psikologis berikutnya atau justru terkoreksi lebih dalam untuk menguji support yang lebih rendah.

    Posisi Pasar Bitcoin Masih Sangat Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan suplai beredar 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,13% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, Bitcoin semakin mendekati fase kelangkaan penuh.

    Faktor ini menjadi salah satu fondasi utama yang menjaga minat investor jangka panjang.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh Bitcoin saat ini diperkirakan mencapai $1,996 triliun, menunjukkan potensi valuasi maksimal jika seluruh suplai telah beredar.

    Bagi banyak analis, kelangkaan yang semakin nyata ini menjadi argumen kuat mengapa Bitcoin masih dipandang sebagai aset lindung nilai digital dalam jangka panjang.

    Analisis Teknikal Singkat: Area Kritis yang Perlu Diperhatikan

    Dari sisi teknikal, area $94.800–$95.000 saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas zona ini, peluang rebound tetap terbuka.

    Sementara itu, resistance terdekat berada di sekitar $95.600–$96.000. Penembusan yang disertai peningkatan volume bisa membuka jalan menuju area psikologis yang lebih tinggi.

    Perubahan harga 7 hari terakhir yang masih positif 4,96% menunjukkan bahwa tren jangka pendek belum sepenuhnya rusak.

    Namun, minimnya momentum dalam 24 jam terakhir mengisyaratkan bahwa pasar membutuhkan katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.

    Sentimen Pasar: Optimisme Hati-Hati

    Meski hari ini Bitcoin bergerak melemah tipis, sentimen pasar secara umum masih cenderung netral ke positif.

    Kenaikan bulanan hampir 10% menunjukkan bahwa minat beli belum hilang. Investor jangka panjang tampak masih nyaman menahan asetnya, sementara trader jangka pendek lebih aktif memanfaatkan fluktuasi kecil.

    Dalam kondisi seperti ini, berita makroekonomi global, pergerakan pasar saham, serta aliran dana institusional ke produk berbasis Bitcoin bisa menjadi pemicu utama volatilitas berikutnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $95.300, Tren Masih Kuat

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin sedang berada dalam fase konsolidasi di sekitar $95.000, dengan penurunan tipis 0,16% dan volume perdagangan yang relatif menurun.

    Dalam jangka pendek, pasar terlihat menunggu arah baru. Namun secara struktural, Bitcoin masih berada dalam posisi kuat dengan kapitalisasi pasar hampir $1,9 triliun dan suplai yang semakin mendekati batas maksimal.

    Bagi investor dan trader, beberapa hari ke depan akan krusial untuk melihat apakah Bitcoin mampu mempertahankan support dan kembali membangun momentum naik, atau justru mengalami koreksi lanjutan sebelum mencoba reli berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $95.300, Tren Masih Kuat

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan pergerakan yang relatif stabil.

    Di Tokocrypto, hari ini (17/1) Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level $95.300,58 per BTC, naik tipis sekitar 0,11% dalam 24 jam terakhir.

    Meski kenaikannya kecil, Bitcoin tetap bertahan di area harga tinggi, mencerminkan kondisi pasar yang sedang memasuki fase konsolidasi setelah reli signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,903 triliun, Bitcoin masih kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Dominasi ini menegaskan peran BTC sebagai barometer utama pasar kripto global, di mana pergerakannya sering menjadi acuan bagi altcoin dan sentimen investor secara keseluruhan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $96.534, Lanjutkan Tren?

    Pergerakan Harga Bitcoin: Sideways di Area Tinggi

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang $94.259 – $95.801.

    Fluktuasi yang relatif sempit ini menunjukkan bahwa pasar sedang menunggu katalis baru, baik dari sisi makroekonomi maupun sentimen industri kripto.

    Kenaikan harian sebesar $106 mencerminkan bahwa tekanan beli dan jual saat ini cenderung seimbang.

    Investor jangka pendek terlihat berhati-hati, sementara holder jangka menengah hingga panjang masih mempertahankan posisi mereka, sehingga volatilitas menurun dibandingkan periode lonjakan sebelumnya.

    Kondisi seperti ini sering disebut sebagai fase akumulasi atau konsolidasi, di mana harga bergerak datar sebelum menentukan arah berikutnya.

    Tren 30 dan 60 Hari: Momentum Masih Positif

    Meski pergerakan harian cenderung datar, data jangka menengah menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam struktur tren yang positif.

    Dalam 30 hari terakhir, BTC menguat 9,83%, sementara dalam 60 hari naik 6,12%. Angka ini menandakan bahwa reli sebelumnya belum sepenuhnya kehilangan momentum.

    Permintaan masih cukup kuat untuk menjaga harga tetap di atas area psikologis $95.000, yang kini menjadi salah satu level penting yang diawasi pelaku pasar.

    Namun, dalam rentang 90 hari, Bitcoin masih tercatat turun sekitar 11,03%.

    Ini mengindikasikan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari tekanan korektif sebelumnya, dan reli terbaru masih berada dalam fase pemulihan, bukan euforia penuh.

    Volume Perdagangan Turun, Tanda Pasar Menunggu Arah

    Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sekitar $30,41 miliar. Angka ini tergolong besar, tetapi lebih rendah dibandingkan volume pada saat reli agresif.

    Penurunan volume di tengah harga yang stabil biasanya menandakan bahwa pasar sedang “menahan napas”.

    Trader besar cenderung menunggu konfirmasi arah, sementara investor ritel tidak terlalu agresif membuka posisi baru.

    Jika dalam beberapa hari ke depan volume kembali meningkat disertai pergerakan harga yang tegas, itu bisa menjadi sinyal awal apakah Bitcoin akan melanjutkan kenaikan atau justru memasuki koreksi yang lebih dalam.

    Fundamental Bitcoin Tetap Kuat

    Dari sisi fundamental, Bitcoin masih menunjukkan struktur yang sangat solid. Saat ini, jumlah pasokan beredar sekitar 19,98 juta BTC, atau lebih dari 95% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Kondisi ini memperkuat narasi kelangkaan Bitcoin. Dengan sebagian besar suplai telah ditambang, tekanan pasokan baru semakin kecil, sehingga pergerakan harga akan semakin bergantung pada sisi permintaan.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $2 triliun, menggambarkan potensi valuasi maksimal BTC jika seluruh suplai beredar pada harga saat ini.

    Area Penting yang Perlu Diperhatikan

    Secara teknikal, area $94.000 – $95.000 kini menjadi zona support jangka pendek yang penting.

    Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area ini, peluang untuk melanjutkan konsolidasi sehat atau bahkan rebound masih terbuka.

    Sementara itu, zona $96.000 – $98.000 menjadi area resistance terdekat.

    Penembusan bersih di atas level tersebut dengan dukungan volume berpotensi membuka jalan menuju pengujian level psikologis yang lebih tinggi.

    Sebaliknya, jika Bitcoin gagal mempertahankan support dan volume jual meningkat, tidak tertutup kemungkinan harga kembali menguji area bawah sebagai bagian dari koreksi teknikal.

    Baca Juga: Riset Kripto 12-16 Jan 2026: Bitcoin Bullish! Target Harga Berikutnya?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase stabilisasi di sekitar $95.300.

    Meski kenaikan harian sangat tipis, tren 30 dan 60 hari yang masih positif menandakan bahwa struktur pasar belum berubah menjadi bearish.

    Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $1,9 triliun, suplai yang semakin terbatas, dan minat pasar yang masih terjaga, Bitcoin tetap berada dalam posisi kuat.

    Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada apakah BTC mampu keluar dari fase sideways ini dan kembali membangun momentum baru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi ke $95.517,Tunggu Arah

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali mengalami koreksi ringan setelah gagal mempertahankan momentum penguatan di atas area $97.000.

    Tokocrypto mencatat (16/1), harga Bitcoin saat ini berada di level $95.517,14 per BTC, turun sekitar -0,87% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran $1,90 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam tercatat mencapai $50,5 miliar, menandakan aktivitas pasar masih sangat tinggi.

    Pergerakan ini memperlihatkan bahwa meskipun Bitcoin melemah secara harian, minat transaksi belum menurun.

    Investor dan trader masih aktif melakukan akumulasi, distribusi, serta manuver jangka pendek di tengah fase konsolidasi yang sedang berlangsung.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $96.534, Lanjutkan Tren?

    Pergerakan Harian: Koreksi Tipis, Volatilitas Tetap Tinggi

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang $95.103 hingga $97.150.

    Penurunan sekitar $835 per koin mengindikasikan adanya tekanan jual di area atas, namun penurunan relatif terbatas menunjukkan buyer masih berupaya mempertahankan zona psikologis $95.000.

    Menariknya, pada time frame sangat pendek, BTC masih mencatat kenaikan +0,08% dalam 1 jam terakhir.

    Ini mengisyaratkan adanya upaya pemantulan jangka pendek, meskipun belum cukup kuat untuk mengubah struktur pergerakan harian yang masih cenderung datar hingga melemah.

    Kinerja BTC dalam Berbagai Periode

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 16 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 16 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat lebih luas, kondisi Bitcoin saat ini tergolong campuran:

    • 7 hari: +4,89%
    • 30 hari: +9,21%
    • 60 hari: +0,19%
    • 90 hari: -10,72%

    Dalam jangka pendek dan menengah, BTC masih berada dalam fase pemulihan. Kenaikan bulanan lebih dari 9% menunjukkan tren yang relatif konstruktif.

    Namun, dalam rentang 90 hari, harga masih terkoreksi cukup dalam, menandakan bahwa Bitcoin belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang tekanan sebelumnya.

    Kondisi ini membuat pasar berada pada fase “menunggu arah”, di mana pelaku pasar cenderung reaktif terhadap sentimen dan pergerakan teknikal ketimbang agresif mendorong harga ke level baru.

    Struktur Pasar Bitcoin Masih Sangat Kuat

    Dari sisi fundamental pasar, posisi Bitcoin tetap dominan. Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $1,9 triliun, BTC masih menempati peringkat pertama aset kripto global.

    Pasokan beredar kini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,13% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Fakta bahwa mayoritas suplai sudah beredar membuat Bitcoin memiliki karakteristik kelangkaan yang semakin kuat.

    Dalam jangka panjang, struktur ini sering dianggap sebagai salah satu faktor utama yang menopang valuasi Bitcoin, terutama ketika permintaan institusional dan adopsi terus berkembang.

    Jarak dengan Rekor Tertinggi

    Saat ini, Bitcoin masih bergerak jauh di bawah rekor tertingginya di $126.198.

    Artinya, meskipun harga berada di kisaran $95 ribu, BTC masih sekitar 24% lebih rendah dari puncak historisnya.

    Kondisi ini menciptakan dua perspektif di pasar. Di satu sisi, sebagian investor melihat area saat ini sebagai zona konsolidasi sebelum potensi pergerakan besar berikutnya.

    Di sisi lain, trader jangka pendek cenderung lebih berhati-hati karena volatilitas masih tinggi dan arah tren belum sepenuhnya tegas.

    Apa yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya?

    Dalam jangka dekat, perhatian pasar akan tertuju pada dua area kunci:

    • Support: zona $95.000 sebagai penahan koreksi.
    • Resistance: area $97.000–$98.000 sebagai hambatan terdekat sebelum membuka peluang penguatan lanjutan.

    Jika BTC mampu bertahan stabil di atas support dan volume tetap tinggi, peluang konsolidasi sehat masih terbuka.

    Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah $95.000, pasar berpotensi memasuki fase koreksi yang lebih dalam.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat 4,8%: Volume $57 Miliar

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase koreksi ringan di tengah tren pemulihan jangka pendek.

    Dengan harga di $95.517, volume $50 miliar, dan kapitalisasi pasar $1,9 triliun, BTC masih menunjukkan kekuatan struktural meskipun belum menemukan momentum baru yang benar-benar dominan.

    Pasar kini berada pada fase krusial: apakah Bitcoin akan kembali menguat dan menguji resistance berikutnya, atau justru melanjutkan konsolidasi lebih lama sebelum menentukan arah besar selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Menguat ke $96.534, Lanjutkan Tren?

    Harga Bitcoin hari ini kembali menjadi pusat perhatian pasar kripto.

    Berdasarkan data Tokocrypto terbaru pada Kamis (15/1), harga BTC tercatat berada di level $96.534,78 per BTC, menguat +1,33% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini memperpanjang tren positif Bitcoin yang dalam 30 hari terakhir melonjak hingga +12,41%, mencerminkan kembalinya minat beli yang cukup kuat dari pelaku pasar.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,928 triliun dan volume perdagangan harian sekitar $59,64 miliar, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto terbesar dan paling dominan di dunia.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat 4,8%: Volume $57 Miliar

    Pergerakan Harga BTC Hari Ini: Stabil Naik, Volatilitas Tetap Tinggi

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak pada rentang harga $94.583 – $97.860.

    Area ini menunjukkan adanya pertarungan cukup ketat antara pembeli yang mencoba mendorong harga mendekati $100.000 dan penjual yang mulai mengambil untung di area tinggi.

    Secara harian, BTC mencatat kenaikan sekitar $1.266, menandakan bahwa sentimen pasar masih cenderung positif namun hati-hati.

    Meski sempat terkoreksi tipis dalam 1 jam terakhir (-0,41%), struktur pergerakan harga secara umum masih menunjukkan kecenderungan melanjutkan tren naik jangka pendek.

    Kinerja BTC: Bulanan Kuat, Kuartalan Masih Konsolidasi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari data historis:

    • 7 hari: +5,71%
    • 30 hari: +12,41%
    • 60 hari: +1,17%
    • 90 hari: -11,24%

    Angka-angka ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase pemulihan setelah tekanan dalam 3 bulan terakhir.

    Lonjakan kuat dalam sebulan terakhir menjadi sinyal bahwa pasar mulai membangun kembali kepercayaan, meski belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang koreksi jangka menengah.

    Dengan kata lain, BTC saat ini berada di persimpangan antara fase recovery dan potensi awal tren naik lanjutan.

    Data Fundamental: Pasokan Ketat, Dominasi Tetap Kokoh

    Sirkulasi Bitcoin kini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,12% dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Kondisi ini mempertegas narasi klasik Bitcoin: aset langka dengan pasokan sangat terbatas.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) berada di sekitar $2,027 triliun, menandakan bahwa sebagian besar suplai BTC telah beredar.

    Secara fundamental, struktur ini membuat Bitcoin semakin sensitif terhadap lonjakan permintaan, karena ruang ekspansi suplai semakin sempit.

    Tak heran jika setiap peningkatan minat beli cenderung berdampak besar pada pergerakan harga.

    Level Harga Bitcoin yang Jadi Perhatian Pasar

    Dari sudut pandang teknikal berbasis data harga hari ini, beberapa zona kunci yang menjadi fokus pelaku pasar antara lain:

    • Resistance terdekat: $97.800 – $100.000
      Area psikologis ini berpotensi memicu tekanan jual jangka pendek.
    • Support jangka pendek: $94.500 – $95.000
      Jika area ini mampu dipertahankan, struktur tren naik tetap terjaga.
    • Support menengah: sekitar $90.000
      Penurunan ke area ini berpotensi dianggap sebagai koreksi sehat dalam tren yang lebih besar.

    Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh kemampuannya bertahan di atas zona $95.000.

    7Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun 0,83%, Terkoreksi ke $91.259

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase bullish jangka pendek, ditopang oleh kenaikan mingguan dan lonjakan kuat dalam 30 hari terakhir.

    Meski demikian, volatilitas tetap tinggi dan potensi koreksi teknikal masih terbuka, terutama jika tekanan jual di area $98.000–$100.000 semakin kuat.

    Selama BTC mampu bertahan di atas support kunci dan volume tetap stabil, peluang untuk melanjutkan penguatan masih terbuka.

    Namun, kegagalan mempertahankan area ini dapat membawa Bitcoin kembali ke fase konsolidasi.

    Satu hal yang jelas: dengan kapitalisasi hampir $2 triliun dan dominasi pasar yang belum tergoyahkan, pergerakan Bitcoin hari ini tetap menjadi kompas utama bagi arah pasar kripto secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat 4,8%: Volume $57 Miliar

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan pergerakan yang sangat positif di pasar kripto, seperti yang terlihat Toko di Tokocrypto pada Rabu (14/1).

    Ketika artikel ini ditulis, harga Bitcoin tercatat melonjak sekitar 4,8% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan di kisaran $95.444 per BTC.

    Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas pasar, tercermin dari volume perdagangan harian yang mencapai $57,51 miliar.

    Lonjakan tersebut membawa kapitalisasi pasar Bitcoin naik ke sekitar $1,9 triliun, memperkuat posisinya sebagai aset kripto terbesar dunia.

    Sentimen pasar terlihat membaik, terutama setelah Bitcoin berhasil bangkit dari level terendah hariannya di sekitar $91.015 dan sempat menyentuh $96.011 sebelum mengalami koreksi ringan.

    Baca Juga: 600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?

    Pergerakan Harga: Volatil, Tapi Mulai Menguat

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak cukup agresif dengan rentang hampir $5.000. Dari sisi performa waktu, BTC mencatat:

    • Harian: +4,61%
    • 7 hari: +2,54%
    • 30 hari: +6,63%

    Data ini menunjukkan bahwa momentum jangka pendek mulai kembali berpihak pada pembeli.

    Kenaikan mingguan dan bulanan menandakan bahwa Bitcoin sedang mencoba membangun tren pemulihan setelah beberapa bulan terakhir berada dalam tekanan.

    Namun, bila dilihat lebih panjang, Bitcoin masih dalam fase konsolidasi. Dalam 60 hari terakhir, harga relatif stagnan (-0,86%), sementara dalam 90 hari, BTC masih terkoreksi sekitar 14,58%.

    Artinya, reli hari ini lebih tepat dibaca sebagai fase pemulihan, bukan konfirmasi tren bullish besar.

    Volume Tinggi Menjadi Sinyal Penting

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Salah satu sorotan utama dalam analisa harga BTC hari ini adalah lonjakan volume transaksi. Nilai $57,51 miliar menunjukkan pasar sangat aktif.

    Biasanya, kombinasi harga naik dan volume besar mengindikasikan minat beli yang nyata, bukan sekadar pantulan teknikal lemah.

    Volume tinggi juga berarti likuiditas pasar membaik. Hal ini penting karena pergerakan harga menjadi lebih “sehat” dan tidak mudah dimanipulasi oleh transaksi kecil.

    Meski begitu, kondisi ini juga sering diikuti volatilitas tinggi, sehingga pergerakan cepat naik-turun masih sangat mungkin terjadi.

    Fundamental: Suplai Terbatas Tetap Jadi Kekuatan Bitcoin

    Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai sekitar 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,12% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Dengan sebagian besar koin sudah ditambang, Bitcoin semakin memperkuat citranya sebagai aset digital yang langka.

    Pada harga sekarang, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran $1,9 triliun, sementara valuasi terdilusi penuh mendekati $2 triliun.

    Dari sisi fundamental, keterbatasan suplai ini masih menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

    Meski demikian, perlu dicatat bahwa harga Bitcoin saat ini masih cukup jauh dari rekor tertingginya di $126.198.

    Jarak ini menunjukkan pasar belum memasuki fase euforia, melainkan masih berada dalam tahap pemulihan bertahap.

    Area Psikologis dan Arah Selanjutnya

    Secara psikologis, area $95.000–$100.000 menjadi zona penting.

    Jika Bitcoin mampu bertahan stabil di atas $95.000 dan membangun support baru, peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika gagal mempertahankan area ini, pasar berpotensi kembali bergerak sideways atau mengalami koreksi jangka pendek.

    Dengan volume setinggi sekarang, pergerakan tajam di kedua arah tetap perlu diantisipasi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun 0,83%, Terkoreksi ke $91.259

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin sedang berada dalam fase pemulihan yang cukup kuat.

    Kenaikan hampir 5% dalam sehari, ditopang volume besar dan kapitalisasi pasar di atas $1,9 triliun, menunjukkan bahwa minat pasar kembali meningkat.

    Meski tren jangka panjang belum sepenuhnya berbalik bullish, sinyal jangka pendek terlihat positif.

    Fokus pelaku pasar kini tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area $95.000 sebagai pijakan baru sebelum mencoba melangkah lebih tinggi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Asal Mula Proof of Reserves (PoR) Dunia Kripto Ternyata Gara-Gara Ini!

    Proof of Reserves (PoR) telah menjadi salah satu inovasi krusial di dunia kripto, yang tidak hanya meningkatkan transparansi tapi juga melindungi investor dari risiko kebangkrutan exchange

    Dalam artikel ini, akan mengulas asal mula PoR, mulai dari akar masalahnya hingga kasus terbaru yang membuat PoR jadi standar baru di dunia kripto–mulai dari krisis Mt. Gox, hingga kejatuhan FTX.

    Munculnya Ide Proof of Reserves

    Industri kripto dimulai dengan janji desentralisasi dan kebebasan dari institusi tradisional, tapi realitasnya sering kali melibatkan exchange terpusat yang menyimpan aset pengguna. Pada awal 2010-an, exchange seperti Mt. Gox mendominasi pasar Bitcoin, tapi pada 2014, platform ini kolaps karena kehilangan sekitar 850.000 BTC akibat hack dan manajemen buruk.

    Kejadian ini membuat banyak investor kripto sadar, mengenai kurangnya bukti bahwa exchange benar-benar memegang aset yang diklaim ada dan aman di kantong mereka–sehingga mendorong lahirnya diskusi perihal transparansi.

    Paper yang berjudul Beware the Middleman: Empirical Analysis of Bitcoin-Exchange Risk  jadi salah satu dokumen pertama yang membahas Proof of Reserves (PoR) sebagai mekanisme transparansi di dunia kripto–fokusnya untuk membandingkan cadangan aset (assets) dengan liabilitas pengguna (liabilities) dengan kriptografis, sehingga exchange bisa membuktikan solvabilitas mereka.

    Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?

    Penerapan Proof of Reserves Pertama

    Tahun 2014 menjadi momen bersejarah ketika Kraken, salah satu exchange kripto tertua, menjadi yang pertama menerapkan PoR secara praktis. 

    Audit dilakukan oleh Stefan Thomas menggunakan variasi metode Merkle Tree yang diusulkan oleh Greg Maxwell. Metode ini memungkinkan verifikasi individu tanpa memindahkan dana, sehingga mengurangi risiko. 

    Hasilnya, Kraken membuktikan bahwa cadangan Bitcoin mereka melebihi liabilitas pengguna, yang menjadi standar baru untuk transparansi.

    Alasan Kenapa Proof of Reserves Jadi Standar Exchange

    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

    Proof of Reserves (PoR) benar-benar menjadi standar exchange di seluruh dunia setelah kolapsnya FTX pada 2022, di mana exchange FTX ternyata diam-diam menggunakan dana nasabah untuk menutup kerugian Alameda Research, membiayai investasi berisiko, membeli properti mewah di Bahama, serta donasi politik.

    Akibat penyalahgunaan ini, FTX mengalami kerugian miliaran dolar, banyak aset pengguna yang hilang dan FTX dinyatakan bangkrut. Founder FTX, Sam Bankman-Fried (SBF), pun dipenjara 25 tahun di Amerika Serikat setelah dinyatakan bersalah atas tujuh tuduhan penipuan dan konspirasi terkait runtuhnya FTX.

    Belajar dari pengalaman tersebut, Binance di bawah kepemimpinan CZ (Changpeng Zhao) mendorong seluruh exchange untuk mulai mengadopsi Proof of Reserves (PoR) berbasis Merkle Tree. Inovasi pun terus berkembang, termasuk penerapan zero-knowledge proofs (ZK proofs) yang menjaga privasi sekaligus memastikan bukti solvabilitas tanpa harus membuka detail penuh.

    Exchange lokal resmi seperti Tokocrypto pun sudah lama menerbitkan Proof of Reserves (PoR) miliknya yang bisa diakses langsung oleh publik. Tokocrypto menerapkan verifikasi berbasis Merkle Tree dan zk-SNARKs untuk memastikan audit cadangan aset lebih akurat sekaligus menjaga privasi.

    Menurut CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, fitur PoR yang dimiliki oleh Tokocrypto memungkinkan pengguna untuk melakukan self-verification untuk memastikan saldo mereka tercatat dalam perhitungan, dengan prinsip cakupan aset 1:1.

    Baca juga: Tokocrypto Publikasikan Proof of Reserves, Aset Pengguna Tumbuh 2x

    Apa Manfaat dari Proof of Reserves?

    • Tata Kelola yang Baik: Menunjukkan bahwa exchange memiliki tata kelola yang rapi dan transparan.
    • Mencegah Penyelewengan Dana: Membuat praktik fractional reserves (menyimpan cadangan kurang dari kewajiban) hampir mustahil disembunyikan. Ini melindungi industri dari skandal seperti FTX.
    • Sinyal Kepercayaan Publik: Memberikan bukti langsung kepada nasabah bahwa dana mereka benar-benar ada, bukan sekadar klaim.

    Jika kamu ingin mulai berinvestasi atau trading aset kripto, pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku dan dilengkapi dengan Proof of Reserves (PoR) seperti Tokocrypto. 

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!

    Bagaimana Cara Melihat Proof of Reserves?

    Data PoR dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi https://www.tokocrypto.com/id/proof-of-reserves, kamu juga bisa kunjungi laman Tutorial Cara Cek Proof Of Reserves Tokocrypto atau untuk tutorial lebih lengkap cara melakukan verifikasi data Merkle Tree simak video berikut:


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Iran Bergolak, Emas Cetak Rekor $4.600, Sinyal Bitcoin Menuju $100K?

    Gold (emas) mencapai harga tertinggi sepanjang masa di atas $4,600 per ounce pada 12 Januari 2026, karena investor global beralih ke aset perlindungan selama meningkatnya gejolak geopolitik di Iran dan ketegangan politik di AS. Harga kemudian sedikit turun setelah lonjakan tersebut, namun tetap berada di puncak wilayah historis.

    Dilaporkan Coingape, lonjakan harga emas ini terjadi ketika kerusuhan di Iran memasuki minggu ketiga, dengan aksi protes dan pemogokan yang telah menyebar luas sejak akhir Desember akibat lonjakan inflasi dan runtuhnya nilai mata uang nasional. Lembaga pemantau hak asasi mengatakan ratusan orang tewas dan lebih dari 10.000 ditangkap sejak demonstrasi dimulai.

    Menurut laporan Associated Press, sedikitnya 544 orang telah tewas, dan para analis memperingatkan bahwa tindakan keras ini berpotensi memicu krisis keamanan di seluruh Timur Tengah.

    Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi militer jika pasukan Iran terus melakukan tindakan keras terhadap demonstran atau membahayakan sekutu regional serta basis-basis militer AS. Pernyataan ini memicu respons keras dari pejabat Iran yang menyatakan kesiapan mereka untuk perang, sambil juga menunjukkan sikap siap berdialog secara kondisional.

    Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana

    Apa arti lonjakan emas bagi pasar lainnya?

    Analis pasar mengatakan kombinasi risiko yang meningkat dan volume perdagangan yang tipis telah mendorong para investor ke aset “safe haven” seperti emas. Emas dipandang sebagai tempat berlindung ketika ketidakpastian global meningkat, terutama ketika pasar saham dan obligasi bergerak tidak menentu.

    Bitcoin: Bertahan di $90K, Risiko Turun atau Potensi Breakout?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Sementara emas melesat, Bitcoin (BTC) tetap berada di dekat support utama $90.000, dengan momentum yang relatif lemah setelah pemulihan singkat ke sekitar $94.000 awal bulan ini. Para analis mengatakan BTC perlu menembus di atas $94.500 untuk memicu tren kenaikan menuju $100.000. Sebaliknya, penurunan di bawah level support dapat membuka jalan bagi harga turun lebih rendah, sekitar $85.000.

    Seorang analis di X (dulu Twitter) juga mencatat bahwa dalam banyak siklus pasar, kapital pertama kali mengalir ke safe haven tradisional seperti emas sebelum kemudian menuju aset berisiko seperti Bitcoin ketika risiko mereda. Hal ini membuat Bitcoin menjadi salah satu aset yang “berpotensi bergerak besar berikutnya” jika sentimen pasar berubah.

    Baca juga: Bitcoin Kalah di 2025, tapi 2 Tahun Terakhir Masih Imbang dengan Emas


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun 0,83%, Terkoreksi ke $91.259

    Harga BTC hari ini kembali bergerak di zona merah. Berdasarkan catatan Tokocrypto pada Selasa (13/1), Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level $91.259,68 per BTC, terkoreksi sekitar -0,83% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin turun ke kisaran $1,82 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $36,42 miliar, mencerminkan bahwa aktivitas pasar masih relatif tinggi meski tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

    Secara intraday, Bitcoin sempat bergerak di rentang $90.055,02 – $92.227,82.

    Area ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara pembeli yang mencoba menahan harga di atas $90.000 dan penjual yang masih mendominasi pergerakan jangka pendek.

    Meski sempat mencatat kenaikan kecil dalam satu jam terakhir (+0,18%), tekanan 24 jam dan 7 hari terakhir (-2,74%) menandakan tren jangka pendek masih condong melemah.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $92.160, Uji Momentum

    Kapitalisasi Besar, Tapi Momentum Melemah

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,82 triliun, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto nomor satu dunia.

    Jumlah pasokan yang beredar kini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,12% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Kondisi ini menegaskan bahwa Bitcoin semakin mendekati fase kelangkaan maksimalnya, yang secara fundamental sering dianggap positif dalam jangka panjang.

    Namun, dari sisi pergerakan harga, data historis memperlihatkan bahwa tekanan belum sepenuhnya selesai.

    Dalam 30 hari terakhir, harga BTC masih mencatat kenaikan tipis sekitar +1,01%, tetapi jika ditarik lebih jauh, performanya melemah cukup dalam: -7,73% dalam 60 hari dan -18,50% dalam 90 hari terakhir.

    Angka ini menegaskan bahwa pasar Bitcoin saat ini masih berada dalam fase koreksi menengah.

    Jarak Lebar dari Rekor Tertinggi

    Bitcoin pernah mencetak rekor tertinggi di $126.198,07.

    Dibandingkan dengan harga hari ini, BTC masih turun jauh dari puncaknya. Jarak yang lebar ini memberi dua sudut pandang berbeda di kalangan pelaku pasar.

    Sebagian melihatnya sebagai sinyal bahwa tren besar masih melemah, sementara sebagian lain menganggap fase ini sebagai periode konsolidasi panjang sebelum arah tren baru terbentuk.

    Volume perdagangan 24 jam yang masih berada di atas $36 miliar menunjukkan bahwa minat pasar belum surut.

    Likuiditas yang tinggi biasanya mengindikasikan bahwa Bitcoin masih menjadi pusat perhatian investor global, baik untuk aktivitas trading jangka pendek maupun akumulasi bertahap.

    Dinamika Jangka Pendek: Konsolidasi di Atas $90.000

    Secara teknikal, area $90.000 kini menjadi zona psikologis penting. Bertahannya harga di atas level ini mengindikasikan bahwa masih ada minat beli yang mencoba menahan penurunan lebih dalam.

    Namun, selama Bitcoin belum mampu kembali stabil di atas area $92.000 – $93.000, tekanan jangka pendek masih berpotensi berlanjut.

    Pergerakan harga yang fluktuatif dengan kisaran harian lebih dari $2.000 menegaskan bahwa volatilitas tetap tinggi.

    Kondisi seperti ini cenderung dimanfaatkan trader jangka pendek, sementara investor jangka panjang biasanya lebih fokus pada tren besar dan faktor fundamental seperti suplai yang semakin terbatas.

    Gambaran Pasar Bitcoin Saat Ini

    Saat ini Bitcoin menempati peringkat 1 kripto terpopuler di dunia, dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) mencapai sekitar $1,91 triliun.

    Angka ini mencerminkan nilai Bitcoin jika seluruh suplai maksimum telah beredar. Secara struktur, Bitcoin masih berada di posisi dominan dalam ekosistem kripto, dan pergerakannya tetap menjadi acuan utama bagi altcoin.

    Koreksi yang terjadi hari ini memperpanjang fase kehati-hatian pasar.

    Banyak pelaku pasar kini menunggu kepastian arah, apakah Bitcoin akan melanjutkan konsolidasi di area $90.000 atau justru membuka peluang rebound teknikal.

    Baca Juga: 600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?

    Analisa harga BTC hari ini di $91.259 menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan jangka menengah, meskipun volume perdagangan menunjukkan aktivitas pasar yang tetap kuat.

    Dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimum dan dominasi pasar yang masih solid, Bitcoin tetap menjadi aset kripto utama yang paling diperhatikan.

    Dalam jangka pendek, pergerakan BTC kemungkinan masih akan didominasi fase konsolidasi dan volatilitas, sementara arah tren berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas level psikologis penting.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga BTC Dekati US$92K, XRP US$2,08 Jelang Putusan Tarif AS

    Harga Bitcoin dan XRP terpantau bergerak stabil menjelang putusan penting Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kebijakan tarif perdagangan global yang dijadwalkan pada 14 Januari 2026. Pelaku pasar kripto memilih bersikap hati-hati karena keputusan tersebut dinilai dapat memengaruhi sentimen makro dan aliran dana institusional ke aset digital.

    Bitcoin tercatat diperdagangkan di kisaran US$90.550, sementara XRP berada sedikit di atas US$2,08. Pergerakan harga yang relatif sempit mencerminkan sikap wait and see investor global.

    Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global naik tipis 0,12 persen menjadi US$3,09 triliun. Sejumlah altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Dogecoin (DOGE) bergerak tanpa arah yang jelas. Ethereum tetap bertahan di atas level psikologis US$3.000, menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan Coingape, Mahkamah Agung AS sebelumnya hanya merilis satu putusan pada Jumat lalu yang tidak berkaitan dengan kasus tarif. Investor kini menanti keputusan lanjutan pada Rabu, 14 Januari, yang akan membahas legalitas tarif global yang diberlakukan mantan Presiden Donald Trump.

    Kasus ini berfokus pada penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tahun 1977, yang awalnya ditujukan untuk kondisi darurat nasional, namun digunakan untuk memberlakukan tarif impor lintas negara. Putusan tersebut berpotensi menentukan batas kewenangan presiden serta kemungkinan pengembalian dana tarif yang telah dipungut.

    Meski isu ini dinilai signifikan, pasar kripto sejauh ini merespons secara terbatas dan belum menunjukkan lonjakan volatilitas yang berarti.

    Baca juga: Harga XRP Turun ke US$2,05, Pasar Menanti Keputusan CLARITY Act

    ETF Tunjukkan Sikap Hati-Hati Investor Institusi

    Menjelang putusan pengadilan, data ETF menunjukkan sentimen campuran dari investor institusi. Spot Bitcoin ETF mencatat arus keluar bersih sebesar US$250 juta, menandakan kehati-hatian pasar. Namun, beberapa produk justru mengalami akumulasi selektif.

    ETF Bitcoin milik Fidelity (FBTC) mencatat arus masuk bersih sebesar US$7,87 juta, mengindikasikan keyakinan sebagian investor terhadap kekuatan jangka menengah Bitcoin.

    Sementara itu, ETF spot XRP mencatat arus masuk bersih US$4,93 juta, mencerminkan meningkatnya minat terhadap XRP di tengah perkembangan regulasi dan hukum yang mengitarinya.

    Level Harga Penentu Arah Bitcoin dan XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini memiliki area support kuat di US$90.000 dan US$89.000. Jika berhasil menembus resistensi di atas US$92.000, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$93.500 hingga US$95.000. Namun, kegagalan breakout dapat mendorong koreksi ke area US$88.500.

    Adapun XRP masih bergerak dalam fase konsolidasi di atas US$2,08. Penembusan level US$2,10 berpotensi membuka jalan menuju US$2,20 hingga US$2,50. Sebaliknya, penurunan di bawah US$2,00 dapat memicu pelemahan lanjutan hingga US$1,90.

    Menjelang putusan Mahkamah Agung AS, pelaku pasar diperkirakan tetap waspada. Kejelasan arah kebijakan perdagangan global dinilai dapat menjadi pemicu perubahan sentimen dan volatilitas jangka pendek, dengan arus ETF dan faktor makro menjadi penentu pergerakan pasar kripto selanjutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $92.160, Uji Momentum

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali bergerak positif setelah beberapa hari cenderung melemah.

    Berdasarkan data terbaru Tokocrypto pada Senin (12/1), harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di level $92,160.86 per BTC/USD, mencatat kenaikan sekitar +1,62% hingga +1,75% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin kembali menguat ke kisaran $1,84 triliun, mempertegas posisi BTC sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

    Tak hanya harga, aktivitas pasar juga menunjukkan peningkatan. Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sekitar $22,40–$22,48 miliar, menandakan adanya arus transaksi yang lebih aktif dibandingkan sesi sebelumnya.

    Dengan jumlah pasokan beredar 19,97 juta BTC atau sekitar 95,12% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, struktur kelangkaan Bitcoin tetap menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $90.624, Masih Konsolidasi

    Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam Terakhir

    Dalam rentang 24 jam, Bitcoin bergerak dalam kisaran terendah $90,212.02 hingga tertinggi $92,244.41.

    Area ini menunjukkan bahwa pasar sempat menguji tekanan jual di sekitar $90 ribu sebelum akhirnya rebound dan menembus kembali level $92 ribu.

    Secara intraday, BTC mencatat kenaikan sekitar +0,78% dalam satu jam terakhir, menandakan adanya dorongan beli lanjutan.

    Meski begitu, volatilitas masih cukup terasa, dengan pergerakan cepat yang membuka peluang bagi trader jangka pendek sekaligus menuntut kewaspadaan ekstra dari investor.

    Pemulihan Jangka Pendek, Tekanan Menengah Masih Terasa

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari data historis, pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan fase pemulihan jangka pendek di tengah tren menengah yang belum sepenuhnya pulih.

    • Harian: +$1,463.84 atau +1,62%
    • 30 hari: +$1,770.42 atau +1,96%
    • 60 hari: -$9,944.75 atau -9,75%
    • 90 hari: -$21,375.88 atau -18,85%

    Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun BTC berhasil bangkit dalam sebulan terakhir, tekanan korektif pada timeframe 2–3 bulan masih membayangi.

    Dengan kata lain, reli harian saat ini lebih tepat dibaca sebagai upaya membangun fondasi pemulihan, bukan konfirmasi penuh kembalinya tren bullish jangka menengah.

    Posisi Pasar Bitcoin Masih Sangat Dominan

    Dengan peringkat 1 aset kripto global, Bitcoin tetap menjadi barometer utama pasar kripto. Kapitalisasi pasar sebesar $1,838–$1,840 triliun menempatkan BTC jauh di atas altcoin mana pun.

    Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) mencapai sekitar $1,93 triliun, mencerminkan nilai teoretis Bitcoin jika seluruh suplai 21 juta BTC telah beredar.

    Volume harian di atas $22 miliar juga menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin tetap tinggi.

    Rasio volume yang besar terhadap market cap mengindikasikan likuiditas yang kuat, menjadikan BTC sebagai aset kripto paling stabil untuk aktivitas perdagangan skala besar.

    Apa Arti Kenaikan Ini bagi Pasar?

    Kenaikan Bitcoin ke area $92 ribu membawa beberapa implikasi penting:

    1. Uji kepercayaan pasar
      Bertahannya harga di atas $90 ribu memperlihatkan bahwa area tersebut mulai berfungsi sebagai zona psikologis penting. Selama level ini mampu dipertahankan, sentimen jangka pendek cenderung konstruktif.
    2. Potensi konsolidasi sehat
      Dengan performa 7 hari yang masih -1,13%, kenaikan hari ini bisa menjadi bagian dari fase konsolidasi sebelum pergerakan besar berikutnya.
    3. Dampak ke altcoin
      Pergerakan stabil BTC sering menjadi fondasi bagi reli altcoin. Jika Bitcoin mampu menjaga volatilitas tetap terkendali, minat terhadap aset kripto lain berpotensi ikut meningkat.
    4. Jarak dari rekor tertinggi
      Meski menguat, Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi $126,198.07. Jarak ini menjadi pengingat bahwa ruang pemulihan masih luas, namun juga menegaskan tantangan besar untuk kembali ke puncak.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bertahan di $91.021, Menguat Tipis

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin sedang membangun momentum pemulihan di atas $92 ribu.

    Kenaikan harian, volume yang meningkat, serta kapitalisasi pasar yang kembali mendekati $1,84 triliun menunjukkan bahwa minat terhadap BTC belum surut.

    Namun, dengan performa 60 hingga 90 hari yang masih negatif, pasar masih berada dalam fase transisi.

    Investor dan trader disarankan untuk terus memantau reaksi harga di sekitar area $90.000–$92.000 sebagai penentu apakah Bitcoin mampu melanjutkan penguatan atau justru kembali ke fase konsolidasi lebih dalam.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com