Tag: btc

  • Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $84.121,85, menguat sekitar +1,97% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

    Kenaikan ini menjadi sinyal awal pemulihan setelah tekanan jual yang mendominasi pasar kripto dalam beberapa hari terakhir.

    Meski demikian, secara keseluruhan Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi, dengan pelaku pasar cenderung berhati-hati menunggu kepastian arah tren berikutnya.

    Menurut catatan Tokocrypto pada Sabtu (31/1), kapitalisasi pasar BTC saat ini berada di kisaran $1,67 triliun, menempatkannya tetap sebagai aset kripto terbesar nomor satu secara global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

    Pergerakan Harga Bitcoin Hari Ini

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak pada rentang harga terendah $81.765,07 dan tertinggi $84.466,36.

    Area ini menjadi zona penting yang mencerminkan tarik-menarik antara tekanan jual dan upaya pembalikan arah oleh pembeli.

    Secara intraday, BTC juga mencatatkan kenaikan +0,35% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya minat beli jangka pendek.

    Sementara itu, perubahan harga harian tercatat +2,14%, memperkuat narasi bahwa Bitcoin sedang mencoba membentuk rebound teknikal.

    Namun, dalam perspektif mingguan, Bitcoin masih mengalami penurunan -6,4%, yang menunjukkan bahwa tekanan jangka menengah belum sepenuhnya berakhir.

    Kinerja Historis BTC: Koreksi Masih Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika ditinjau dari data historis, performa Bitcoin dalam beberapa periode terakhir masih mencerminkan fase koreksi:

    • 30 hari terakhir: turun -4,26%
    • 60 hari terakhir: turun -2,64%
    • 90 hari terakhir: terkoreksi tajam -23,58%

    Penurunan signifikan dalam 90 hari terakhir ini membuat harga BTC masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

    Kondisi tersebut mencerminkan sentimen risk-off yang masih membayangi pasar kripto secara keseluruhan.

    Likuiditas dan Aktivitas Pasar

    Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai $58,77 miliar, menandakan likuiditas pasar masih relatif sehat.

    Tingginya volume ini menunjukkan bahwa meski harga berfluktuasi, minat transaksi terhadap Bitcoin tetap kuat.

    Pasokan beredar Bitcoin saat ini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,15% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Dengan tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum, tekanan inflasi Bitcoin secara struktural tetap sangat rendah, menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,76 triliun, selaras dengan kondisi suplai yang hampir sepenuhnya beredar.

    Analisa Sentimen dan Level Teknis Penting

    Dari sisi teknikal, area $81.000–$82.000 kini menjadi zona support penting yang berhasil dipertahankan. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area ini, potensi rebound lanjutan masih terbuka.

    Sementara itu, level $84.500–$85.000 menjadi resistance terdekat.

    Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, target berikutnya berada di kisaran $88.000–$90.000, yang juga merupakan level psikologis penting bagi pasar.

    Namun, kegagalan menembus resistance dapat membuat Bitcoin kembali bergerak sideways dengan volatilitas tinggi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin mulai bangkit ke level $84.121, didukung oleh kenaikan harian hampir 2% dan volume perdagangan yang tetap solid.

    Meski masih berada dalam tren koreksi jangka menengah, sinyal rebound teknikal mulai terlihat.

    Bagi investor dan trader, fase ini menjadi momen krusial untuk mencermati pergerakan harga di area support dan resistance utama.

    Selama Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan tidak kembali menembus support kunci, peluang pemulihan bertahap tetap terbuka—meski volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan harga BTC dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aplikasi Bitchat Bisa Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet, Gini Caranya!

    Jack Dorsey, pendiri Twitter dan CEO Block, Inc diketahui telah meluncurkan aplikasi Bitchat sejak 2025 lalu, Bitchat sendiri adalah sebuah platform pesan peer-to-peer yang memungkinkan pengiriman pesan terenkripsi tanpa internet. 

    Aplikasi ini dirancang untuk beroperasi melalui jaringan Bluetooth mesh, sehingga pengguna dapat berkomunikasi dan bertransaksi di area tanpa sinyal seluler atau Wi-Fi, seperti selama pemadaman listrik, bencana alam, atau di wilayah dengan pembatasan akses internet. 

    Baru baru ini banyak beredar video aplikasi Bitchat bisa mengirim Bitcoin langsung tanpa

    internet dengan metode peer-to-peer, lalu bagaimana caranya? Simak lebih lengkap yuk!

    Jack Dorsey dan Visi Bitchat

    Jack Dorsey, yang sering disebut sebagai visioner di dunia teknologi, telah lama menjadi pendukung setia Bitcoin. Setelah mundur dari posisi CEO Twitter pada 2021, Dorsey fokus pada pengembangan ekosistem Bitcoin melalui perusahaan Block (sebelumnya Square). Proyek-proyek seperti Bitkey, dompet Bitcoin self-custody, dan Spiral untuk pengembangan open-source Bitcoin, menunjukkan komitmennya terhadap desentralisasi dan kebebasan finansial.

    Bitchat lahir dari eksperimen akhir pekan Dorsey, terinspirasi dari protokol seperti Nostr dan IRC, yang menekankan komunikasi sederhana dan aman tanpa ketergantungan pada server pusat. Dorsey menyatakan bahwa Bitchat adalah eksperimen menuju komunikasi yang sepenuhnya bebas dan tidak bisa diblokir, mencerminkan gagasan tentang Bitcoin sebagai mata uang peer-to-peer elektronik yang dirancang untuk transaksi sehari-hari, seperti yang digagas oleh Satoshi Nakamoto.

    Fitur Bitchat Aplikasi Konvensional Seperti WhatsApp
    Koneksi Diperlukan Tidak perlu internet/seluler Memerlukan internet atau data seluler
    Keamanan Enkripsi E2E, mode panik Enkripsi E2E, tapi bergantung server
    Desentralisasi Penuh, P2P mesh Terpusat pada server perusahaan
    Transaksi Kripto Bitcoin offline (ujicoba) Tidak ada dukungan native
    Privasi Tanpa akun/nomor Memerlukan nomor telepon
    Jangkauan Terbatas pada proximity (200m+) Global, tapi bergantung koneksi

    Aplikasi ini tidak memerlukan nomor telepon, akun, atau koneksi internet, membuatnya ideal untuk situasi darurat. Di Nepal misalnya, dikutip Forbes, Bitchat telah berkembang pesat selama pemadaman internet akibat protes politik dan diblokirnya platform media sosial besar seperti Instagram dan X, sehingga banyak pengguna memanfaatkan Bitchat untuk melakukan koordinasi di tengah krisis.

    Melalui jangkauan hingga 300 meter antar perangkat, jaringan mesh Bluetooth memungkinkan pesan dan transaksi di-relay melalui beberapa hop (hingga 7 hop), memperluas jangkauan tanpa infrastruktur eksternal.

    Baca juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT? – Tokocrypto News

    Cara Kerja Bitchat untuk Kirim Bitcoin Tanpa Internet

    Baru baru ini banyak beredar video Bitchat yang bisa mengirim Bitcoin langsung tanpa internet dimana cara kerjanya pengguna dapat melakukan transaksi Bitcoin secara offline dengan cara pre-sign di dompet mereka. Transaksi yang sudah ditandatangani ini kemudian dikirim melalui jaringan Bluetooth mesh ke perangkat-perangkat terdekat.

    Transaksi tersebut disimpan sementara dan direlay antar perangkat dalam jaringan mesh dan pada prosesnya bisa melompati beberapa hop, sehingga jangkauan bisa melebihi 300 meter tergantung jumlah perangkat relay. 

    Ketika salah satu node/perangkat dalam jaringan akhirnya terhubung ke internet, misalnya saat sinyal kembali atau ada Wi-Fi, transaksi tersebut otomatis dibroadcast ke jaringan Bitcoin blockchain untuk konfirmasi final.

    Meskipun aplikasi ini tidak benar-benar membutuhkan internet, Bitchat tetap menjadi solusi inovatif untuk melakukan komunikasi atau transaksi kripto di wilayah terpencil, selama pemadaman internet, bencana alam, protes, atau situasi di mana koneksi tradisional terganggu.

    Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi

    Cara Download Aplikasi Bitchat untuk Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet

    Tampilan aplikasi Bitchat di iOS

    Meskipun versi rilis saat ini masih belum bisa memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi Bitcoin secara langsung, kamu bisa mencoba menggunakan aplikasi Bitchat di Android dan Apple Store.

    Cara menggunakannya:

    1. Download Bitchat di Android atau Apple Store.
    2. Berikan izin untuk menggunakan bluetooth di pengkatmu.
    3. Klik #Mesh yang ada di atas untuk kirim chat.
    4. Kamu akan melihat lokasi channel, mulai dari lingkup tetangga sampai negara.

    Manfaat dan Potensi Dampak

    Bitchat menawarkan banyak manfaat, terutama bagi komunitas yang sering mengalami pembatasan internet. Di negara-negara dengan regulasi ketat terhadap kripto atau media sosial, aplikasi ini bisa menjadi alat untuk kebebasan berekspresi dan transaksi finansial. 

    Bagi pengguna Bitcoin, fitur yang memunkinkan kirim Bitcoin tanpa internet tentunya akan memudahkan transfer di acara-acara seperti konferensi kripto atau di daerah pedesaan tanpa akses broadband.

    Kesimpulan

    Peluncuran Bitchat oleh Jack Dorsey menandai era baru dalam teknologi komunikasi dan finansial. Dengan rumor akan adanya fitur tambahan kirim Bitcoin tanpa internet, aplikasi ini tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas kripto, tetapi juga memperkuat prinsip kebebasan dan privasi di dunia digital.

    Bicara soal aksesibilitas, langkah paling nyata untuk ikut mendukung visi Satoshi Nakamoto seperti Jack Dorsey adalah dengan memiliki Bitcoin sendiri. Kamu bisa membeli Bitcoin lewat exchange berizin dan diawasi OJK, seperti Tokocrypto, dapatkan potongan 20% biaya trading tiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali menunjukkan tekanan kuat setelah BTC tercatat turun 6,15% dalam 24 jam terakhir ke level $78.888,59, dipantau Tokocrypto pada Minggu (1/2).

    Penurunan ini memperpanjang tren bearish jangka menengah, di mana Bitcoin telah melemah 11,10% dalam 30 hari dan anjlok lebih dari 27% dalam 90 hari terakhir dari level puncaknya.

    Kondisi ini menandai salah satu fase koreksi terdalam Bitcoin sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, sekaligus menegaskan bahwa sentimen risk-off masih mendominasi pasar kripto secara global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound Mulai Terbentuk

    Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

    Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level terendah $75.815, sebelum mencoba melakukan pemantulan teknikal hingga area $83.951.

    Namun, tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga turun ke bawah $80.000. Secara intraday, pergerakan harga BTC juga masih rapuh.

    Dalam satu jam terakhir, harga tercatat melemah 0,29%, menunjukkan bahwa minat beli jangka pendek belum cukup kuat untuk membalikkan momentum.

    Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sebesar $73,97 miliar, relatif tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.

    Lonjakan volume ini mengindikasikan adanya distribusi agresif, bukan akumulasi, di tengah volatilitas pasar.

    Kapitalisasi Pasar Tergerus Signifikan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Akibat penurunan harga tersebut, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,57 triliun, turun cukup signifikan dari level di atas $1,7 triliun sebelumnya.

    Dengan pasokan beredar 19,98 juta BTC, Bitcoin telah mencapai sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Meski pasokan yang semakin terbatas secara teori mendukung narasi kelangkaan jangka panjang, kondisi makro dan sentimen global saat ini masih menjadi faktor dominan yang menekan harga.

    Tekanan Jangka Menengah dan Panjang

    Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, performa Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan pelemahan struktural.

    Dalam 60 hari, BTC telah turun 15,66%, sementara dalam 90 hari, penurunan mencapai 27,03%.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi bukan sekadar pullback ringan, melainkan fase penyesuaian pasar setelah reli panjang sebelumnya.

    Investor jangka menengah terlihat masih bersikap defensif, menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali masuk secara agresif.

    Faktor Sentimen dan Psikologi Pasar

    Pelemahan Bitcoin hari ini tidak berdiri sendiri. Secara umum, pasar kripto global tengah berada dalam fase risk-off, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi.

    Ketidakpastian ekonomi global, tekanan likuiditas, serta sentimen kehati-hatian investor turut memperburuk kondisi.

    Dalam situasi seperti ini, Bitcoin yang selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai alternatif justru ikut tertekan karena korelasinya yang masih kuat dengan aset berisiko lainnya.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dari sisi teknikal, area $75.000–$76.000 kini menjadi support krusial. Jika level ini gagal dipertahankan, potensi penurunan lanjutan menuju area psikologis $70.000 terbuka lebar.

    Sementara itu, di sisi atas, area $83.000–$85.000 kini berperan sebagai resistance terdekat.

    Selama Bitcoin belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas level tersebut, tren jangka pendek masih cenderung bearish.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan kuat, dengan penurunan 6,15% dalam 24 jam terakhir dan pelemahan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

    Sentimen risk-off, tekanan teknikal, serta distribusi volume tinggi menjadi faktor utama yang menahan potensi pemulihan harga.

    Bagi pelaku pasar, fase ini menuntut kehati-hatian ekstra. Selama belum ada konfirmasi pembalikan tren atau katalis makro yang jelas, volatilitas Bitcoin diperkirakan masih akan tinggi dalam waktu dekat.

    Level support di area $75.000 menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya bagi aset kripto terbesar di dunia ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok 6%, Tekanan Masih Dominan

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $88.944,46, melemah tajam sekitar 6,71% dalam 24 jam terakhir.

    Penurunan ini menempatkan Bitcoin sebagai salah satu aset kripto utama dengan performa tertekan, seiring memburuknya sentimen pasar secara keseluruhan.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (30/1), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1.641 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam melonjak ke $74,27 miliar.

    Lonjakan volume ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas jual beli, yang umumnya mencerminkan fase volatilitas tinggi dan distribusi aset oleh pelaku pasar.

    Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

    Dalam rentang 24 jam terakhir, BTC sempat bergerak di area terendah $81.071,47 dan tertinggi $88.330,04, sebelum akhirnya bertahan di kisaran USD 88 ribu.

    Meskipun terdapat pemulihan kecil secara intrajam dengan kenaikan 0,74% dalam satu jam terakhir, tekanan jangka pendek masih terlihat dominan.

    Secara mingguan, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 8,54%, sementara dalam periode 30 hari terakhir turun 7,18%.

    Koreksi yang lebih dalam terlihat pada kerangka waktu lebih panjang, dengan penurunan 25,34% dalam 90 hari terakhir.

    Angka ini menandakan bahwa BTC masih berada dalam fase konsolidasi bearish setelah gagal mempertahankan momentum bullish sebelumnya.

    Jauh dari Rekor Tertinggi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Bitcoin saat ini diperdagangkan jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

    Selisih yang cukup lebar ini memperkuat pandangan bahwa pasar masih membutuhkan katalis kuat untuk membalikkan tren turun yang sedang berlangsung.

    Meski demikian, dari sisi fundamental, suplai Bitcoin tetap relatif stabil. Sirkulasi pasokan berada di angka 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,15% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Keterbatasan suplai ini secara historis menjadi salah satu faktor utama yang menopang nilai jangka panjang Bitcoin, terutama saat tekanan jual mulai mereda.

    Volume Tinggi, Tanda Distribusi atau Akumulasi?

    Lonjakan volume perdagangan ke atas $74 miliar menjadi salah satu sorotan utama hari ini.

    Dalam banyak kasus, volume besar yang menyertai penurunan harga dapat menandakan dua kemungkinan: fase distribusi lanjutan atau awal dari proses akumulasi oleh investor besar.

    Jika tekanan jual masih mendominasi, volume tinggi berpotensi mempercepat penurunan menuju level support berikutnya.

    Namun, jika volume ini diiringi dengan stabilisasi harga, ada peluang bahwa pasar mulai membentuk dasar (bottom) jangka pendek.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dari sudut pandang teknikal, area $81.000–$83.000 menjadi zona support krusial yang perlu dijaga oleh Bitcoin.

    Penembusan bersih ke bawah area ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan. Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen bullish jangka pendek, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas area $90.000.

    Pergerakan harga saat ini masih menunjukkan dominasi seller, namun volatilitas yang tinggi membuka peluang bagi trader jangka pendek untuk memanfaatkan pergerakan cepat, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko.

    Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

    Secara umum, kondisi pasar kripto saat ini masih dibayangi ketidakpastian. Koreksi Bitcoin yang cukup dalam turut memengaruhi altcoin, yang umumnya mencatatkan penurunan lebih tajam.

    Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati dan menunggu konfirmasi arah tren berikutnya.

    Meski tekanan jangka pendek masih kuat, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto terbesar dengan kapitalisasi pasar tertinggi tetap menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase tekanan, dengan penurunan harian, mingguan, hingga bulanan yang cukup signifikan.

    Volume perdagangan yang tinggi menandakan meningkatnya aktivitas pasar, namun arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan BTC mempertahankan level support kunci.

    Bagi investor, fase ini menjadi momentum untuk mencermati pergerakan harga dengan lebih disiplin, sementara trader jangka pendek perlu mewaspadai volatilitas yang masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan ringan.

    Berdasarkan data terbaru Tokocrypto pada Kamis (29/1), harga Bitcoin tercatat di $88.944,46 per BTC, melemah sekitar 1,14% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini terjadi seiring meningkatnya volatilitas pasar kripto global, di mana pelaku pasar terlihat mulai lebih berhati-hati setelah reli panjang yang membawa BTC mendekati area psikologis $90.000.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,77 triliun, Bitcoin masih kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Namun, dinamika jangka pendek menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi yang sensitif, di mana setiap tekanan jual relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang cukup signifikan.

    Baca Juga: Citrea Luncurkan Mainnet untuk Skalabilitas Bitcoin

    Performa Harian: BTC Masih Bertahan di Atas $88.000

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang $87.612 – $90.439.

    Level ini menandakan bahwa area $87.000–$88.000 mulai berperan sebagai zona support jangka pendek, sementara area $90.000 masih menjadi resistensi kuat yang belum berhasil ditembus secara meyakinkan.

    Secara intraday, Bitcoin sempat mencatat perubahan harga satu jam sebesar +0,07%, menunjukkan adanya upaya pantulan kecil dari tekanan jual.

    Namun secara keseluruhan, tekanan masih mendominasi, tercermin dari penurunan harian sekitar -1,24%.

    Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

    Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat di kisaran $35,57 miliar hingga $43,92 miliar (bergantung pada agregator data), mencerminkan bahwa likuiditas pasar tetap tinggi.

    Tingginya volume di tengah penurunan harga sering kali mengindikasikan adanya distribusi aset, di mana sebagian investor memilih mengamankan profit atau mengurangi eksposur risiko.

    Dari sisi suplai, jumlah BTC yang beredar saat ini sekitar 19,98 juta koin, atau sekitar 95,15% dari total maksimum 21 juta BTC.

    Artinya, sebagian besar suplai Bitcoin sudah berada di pasar, dan laju inflasi tahunan BTC relatif sangat rendah dibanding aset kripto lain.

    Faktor ini masih menjadi salah satu fondasi utama narasi jangka panjang Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital.

    Kinerja Jangka Menengah: Sinyal Campuran

    Melihat data historis, pergerakan BTC menunjukkan sinyal yang cukup beragam:

    • 30 hari: naik sekitar 0,91%
    • 60 hari: turun sekitar 3,03%
    • 90 hari: turun sekitar 19,54%

    Penurunan hampir 20% dalam 90 hari terakhir menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi menengah setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi di $126.198.

    Koreksi sedalam ini secara historis bukanlah hal asing bagi Bitcoin, bahkan sering dianggap sebagai bagian dari siklus pasar.

    Namun, data ini juga menunjukkan bahwa pemulihan jangka pendek masih rapuh.

    Kenaikan tipis dalam 30 hari terakhir belum cukup untuk mengubah struktur tren yang cenderung melemah dalam horizon waktu lebih panjang.

    Struktur Pasar dan Level Penting

    Dari sudut pandang pasar, ada beberapa level kunci yang kini menjadi perhatian trader dan investor:

    • Support terdekat: area $87.000–$88.000
    • Support lanjutan: area psikologis $85.000
    • Resistensi utama: $90.000
    • Resistensi lanjutan: $94.000–$95.000

    Selama BTC masih bertahan di atas area $87.000, peluang konsolidasi masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus dengan volume besar, pasar berpotensi menguji support yang lebih rendah.

    Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen jangka pendek, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas $90.000.

    Breakout yang valid di atas level ini dapat membuka ruang bagi penguatan lanjutan dan mengurangi tekanan psikologis di pasar.

    Sentimen Investor: Menunggu Katalis

    Pergerakan harga yang relatif datar dengan kecenderungan melemah menunjukkan bahwa pasar saat ini berada dalam fase menunggu katalis baru.

    Baik faktor makro, aliran dana institusional, maupun perkembangan regulasi global masih menjadi variabel utama yang dapat mengubah arah harga secara signifikan.

    Di sisi lain, fakta bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin tetap berada di atas $1,7 triliun menunjukkan bahwa minat jangka panjang terhadap BTC belum memudar.

    Investor besar cenderung memandang koreksi sebagai bagian dari siklus, bukan akhir dari tren makro.

    Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bangkit! Bitcoin Menguat 1,63%

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah ringan.

    Harga di $88.944 menempatkan BTC tepat di area krusial antara support dan resistensi.

    Dalam jangka pendek, pasar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Bitcoin bertahan di atas $87.000 atau menembus kembali $90.000.

    Bagi investor, periode seperti ini sering kali menjadi momen untuk lebih fokus pada manajemen risiko dan pemantauan level teknikal utama, sambil menunggu arah pasar yang lebih tegas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan $88.000, Pasar Cari Arah

    Pergerakan Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan fase konsolidasi yang cukup jelas.

    Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin tercatat di level $88.944,46 per BTC, menguat tipis sekitar +0,46% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan minor ini memberi napas sementara bagi pasar setelah periode volatilitas tinggi, meskipun belum cukup kuat untuk membalikkan tren jangka menengah yang masih cenderung melemah.

    Dalam beberapa jam terakhir, BTC bergerak dalam rentang yang relatif lebar, dengan level terendah di $87.228 dan tertinggi di $89.427.

    Rentang ini menegaskan bahwa minat transaksi masih tinggi, tetapi kekuatan beli dan jual terlihat seimbang.

    Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bangkit! Bitcoin Menguat 1,63%

    Kapitalisasi Pasar Tetap Dominan, Aktivitas Perdagangan Masih Tinggi

    Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi Bitcoin kini berada di kisaran $1,77 triliun hingga $1,78 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu dunia.

    Dengan suplai beredar sekitar 19,98 juta BTC, atau 95,15% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, kelangkaan struktural Bitcoin terus menjadi salah satu faktor utama yang menopang valuasinya.

    Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar $38,27 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang tetap padat.

    Volume yang besar di tengah pergerakan harga yang sempit sering diartikan sebagai fase akumulasi atau distribusi, di mana pelaku pasar besar mulai memposisikan diri sambil menunggu arah yang lebih tegas.

    Kinerja Historis: Sideways Jangka Pendek, Koreksi Masih Terasa

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat kinerja dalam beberapa horizon waktu:

    • 24 jam: +0,46%
    • 7 hari: -0,33%
    • 30 hari: -1,12%
    • 60 hari: -1,84%
    • 90 hari: -19,54%

    Data ini menunjukkan bahwa Bitcoin saat ini berada dalam fase sideways.

    Pergerakan jangka pendek relatif datar, namun secara 90 hari, BTC masih mencatat koreksi hampir -20%, menandakan tekanan jangka menengah belum sepenuhnya pulih.

    Kondisi seperti ini sering mencerminkan periode transisi pasar, ketika euforia mulai mereda dan pelaku pasar beralih ke pendekatan yang lebih selektif, baik untuk akumulasi jangka panjang maupun trading berbasis volatilitas.

    Area Teknis Penting: Support dan Resistance

    Secara naratif teknikal, zona $87.000–$88.000 kini menjadi area support jangka pendek yang krusial. Selama harga mampu bertahan di atas wilayah ini, peluang konsolidasi sehat masih terbuka.

    Penembusan ke bawah berpotensi memicu tekanan lanjutan, terutama jika disertai lonjakan volume jual.

    Di sisi atas, area $89.500 hingga $90.000 menjadi resistance terdekat. Level ini bukan hanya batas teknis, tetapi juga psikologis.

    Keberhasilan BTC bertahan di atas $90.000 akan menjadi sinyal penting bahwa pasar mulai membangun momentum baru.

    Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar

    Bitcoin saat ini masih berada cukup jauh dari rekor tertingginya di $126.198.

    Jarak yang signifikan ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase penyesuaian pasca volatilitas ekstrem.

    Bagi investor jangka panjang, kondisi seperti ini kerap dianggap sebagai fase pembentukan ulang tren.

    Namun bagi trader jangka pendek, situasi ini berarti pergerakan harga masih rawan berubah cepat mengikuti sentimen.

    Sentimen Pasar: Menunggu Katalis

    Secara umum, pergerakan Bitcoin hari ini mencerminkan pasar yang masih menunggu katalis.

    Kenaikan tipis tidak diikuti dengan lonjakan impulsif, menandakan bahwa pelaku pasar cenderung menahan diri.

    Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin sering berperan sebagai indikator utama kesehatan pasar kripto secara keseluruhan.

    Apabila BTC mampu membangun support yang kuat dan volume mulai meningkat pada fase kenaikan, hal itu berpotensi membuka jalan bagi reli lanjutan di pasar kripto.

    Sebaliknya, jika tekanan kembali meningkat dan support jebol, fase konsolidasi bisa berubah menjadi koreksi lanjutan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi ke $88.944 Akibat Tekanan Menengah

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih bertahan di area $88.000 dengan pergerakan terbatas.

    Kenaikan tipis 24 jam memberi sinyal stabilisasi, namun data historis memperlihatkan bahwa tekanan jangka menengah belum sepenuhnya hilang.

    Zona $87.000–$90.000 akan menjadi medan krusial dalam menentukan arah Bitcoin berikutnya.

    Selama harga bergerak di kisaran ini, pasar kemungkinan tetap berada dalam mode menunggu, sambil mencari kepastian apakah Bitcoin siap membangun momentum baru atau masih perlu waktu untuk konsolidasi lebih dalam.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa harga BTC hari ini: Bangkit! Bitcoin Menguat 1,63%

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan pergerakan positif Bitcoin yang kembali mencatatkan pemulihan moderat.

    Aset kripto terbesar di dunia ini diperdagangkan di Tokocrypto pada Selasa (26/1) di kisaran $88.944 per BTC, menguat sekitar 1,63% dalam 24 jam terakhir atau setara kenaikan lebih dari $1.400.

    Kenaikan ini datang setelah Bitcoin sempat bergerak di area bawah $87.000, menandakan adanya respons beli di zona support jangka pendek.

    Meski demikian, pemulihan harian ini belum sepenuhnya menghapus tekanan dalam jangka menengah.

    Dalam tujuh hari terakhir, Bitcoin masih tercatat melemah sekitar 3,93%, sementara dalam 90 hari performanya masih tertekan lebih dari 21%.

    Data ini menunjukkan bahwa reli hari ini lebih tepat dibaca sebagai pantulan (technical rebound) di tengah struktur pasar yang masih fluktuatif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi ke $88.944 Akibat Tekanan Menengah

    Rebound dari Area Bawah, Pasar Masih Berhati-hati

    Secara intraday, Bitcoin bergerak di rentang $86.981 – $88.769, mencerminkan volatilitas yang masih relatif tinggi.

    Zona bawah di sekitar $87.000 terlihat memicu minat beli, yang kemudian mendorong harga kembali mendekati area $89.000.

    Namun, menariknya, reli ini terjadi di tengah sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih. Banyak pelaku pasar masih bersikap defensif, tercermin dari pergerakan mingguan yang masih negatif dan rotasi dana yang cenderung cepat antara aset besar dan stablecoin.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,77 triliun, Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto. Dominasi ini membuat pergerakan BTC menjadi barometer utama sentimen investor terhadap aset digital secara keseluruhan.

    Volume Perdagangan Naik, Minat Pasar Tetap Aktif

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam mencapai sekitar $41,2 miliar, angka yang tergolong tinggi dan menandakan aktivitas pasar tetap ramai.

    Lonjakan volume dalam fase pemulihan sering diartikan sebagai tanda bahwa pasar belum “mati suri”, melainkan masih berada dalam fase penyesuaian harga.

    Volume yang kuat memberi dua sinyal. Di satu sisi, ia menunjukkan adanya partisipasi beli yang mendukung pemulihan.

    Di sisi lain, volume besar juga bisa mencerminkan perdagangan jangka pendek dan aksi keluar-masuk cepat, yang berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi.

    Dalam kondisi seperti ini, pergerakan Bitcoin kerap berlangsung cepat, dengan kenaikan yang bisa segera diikuti koreksi tajam apabila tidak didukung sentimen lanjutan.

    Gambaran Teknikal: Rebound, Tapi Tren Belum Sepenuhnya Berubah

    Dari perspektif teknikal, kenaikan 1,63% hari ini membantu Bitcoin menjauh dari area terendah pekanan. Namun, struktur pasar belum sepenuhnya menunjukkan pembalikan tren yang kuat.

    Area $90.000 kini menjadi zona psikologis penting. Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang untuk membangun fase konsolidasi yang lebih sehat akan terbuka.

    Sebaliknya, kegagalan menembus area ini berpotensi membuat BTC kembali bergerak sideways atau bahkan menguji ulang support di bawah.

    Sementara itu, rentang $86.000–$87.000 dapat dianggap sebagai zona support jangka pendek yang kini diawasi ketat oleh pelaku pasar.

    Penurunan kembali ke bawah area tersebut akan memperbesar risiko lanjutan koreksi.

    Konteks Lebih Luas: Pemulihan di Tengah Tekanan Jangka Menengah

    Meski Bitcoin menguat hari ini, data 60 hari (-2,83%) dan 90 hari (-21,25%) menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar pasca-koreksi.

    Dalam siklus seperti ini, pergerakan naik harian sering muncul sebagai respons teknikal, bukan langsung sebagai awal tren bullish baru.

    Banyak investor jangka panjang cenderung menunggu konfirmasi tambahan, baik berupa stabilisasi harga, pola akumulasi, maupun dukungan sentimen makro yang lebih kondusif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Gagal Bertahan di $90.000

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin mampu bangkit 1,63% dari area bawah, didukung volume perdagangan yang tetap tinggi.

    Pemulihan ini memberi sinyal bahwa minat pasar masih ada dan support jangka pendek bekerja.

    Namun, secara struktur, Bitcoin masih berada dalam fase rebound di tengah tren yang belum sepenuhnya pulih.

    Level psikologis $90.000 dan support $87.000 menjadi dua titik kunci yang kemungkinan besar akan menentukan arah berikutnya.

    Arah pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat menentukan apakah reli ini hanya pantulan sementara atau awal dari fase pemulihan yang lebih solid.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT?

    Hyperliquid Foundation diketahui tidak lama kemarin melakukan donasi sebesar 10.000 HYPE atau setara dengan $254.000 ke ZachXBT. Menjadikan donasi dari Hyperliquid ini donasi kedua terbesar yang pernah diterima ZachXBT dari institusi blockchain

    Sumber gambar: X @0x_Lens

    Bagi yang belum tahu siapa itu ZachXBT, ZachXBT dikenal sebagai detektif on-chain, yang sering melakukan penelusuran tindak kriminal seperti hacking, dan rug pull yang melibatkan blockchain secara gratis melalui laman sosial media miliknya, seperti di akun X @zachxbt.

    Donasi dari Hyperliquid sendiri terjadi tak lama setelah ZachXBT mengungkap pencuarian dana $282 juta dalam bentuk LTC & BTC melalui social engineering pada hardware wallet yang terjadi tanggal 10 Januari 2026.

    Baca juga: CEO Bank of America: Bunga Stablecoin Bisa Bikin $6 miliar Keluar Sistem Perbankan!

    Siapa ZachXBT? Profil Lengkap Sang Investigator Blockchain

    ZachXBT merupakan akun anonim yang sering kali membongkar kasus peretasan, penipuan, skema ponzi hingga rug pull di dunia blockchain dan kripto secara gratis.

    ZachXBT dominan aktif di X dengan akun @zachxbt dan di Telegram grup pribadi miliknya. Akunnya sendiri sudah ada dari tahun 2015, namun ia diketahui baru aktif melakukan penelusuran layaknya seorang detektif digital mulai dari sekitar tahun 2021.

    Dikutip dari bio-nya “Scam survivor turned 2D investigator”  ZachXBT menggambarkan dirinya sebagai “penyintas rug pull” yang membuat pengalaman kehilangan dana akibat skema penipuan di masa-masa awal dirinya terjun ke dunia kripto tersebut memicu obsesi untuk memahami kemana perginya uang yang raib.

    Popularitasnya semakin melonjak berkat konsistensi dalam membongkar kasus-kasus besar, hingga kini ia memiliki hampir 1 juta pengikut di X, dan 91.982 subscribers di Telegram peribadi miliknya. 

    ZachXBT menjadi salah satu contoh bagaimana solidnya komunitas kripto dan donasi seperti dari proyek-proyek kripto besar seperti Hyperliquid ini membantu mendanai operasinya agar bisa terus dibagikan kepada komunitas kripto global secara gratis.

    Contoh Kasus yang Pernah Diungkap ZachXBT

    ZachXBT sering bekerja lebih cepat daripada agen penegak hukum, menggunakan data on-chain untuk melacak aliran dana curian ke exchange atau wallet anonim.

    Ia juga menjabat sebagai advisor di Paradigm, firma VC crypto terkemuka, tapi tetap independen dalam investigasinya. 

    Berikut contoh kasus yang pernah diungkap oleh ZachXBT:

    ZachXBT Bongkar Perampokan Brutal $4,3 Juta Crypto di Inggris

    Pada Juni 2024, seorang remaja asal Inggris bernama Faris Ali (alias Zay/Tommy) diduga mengoordinasikan perampokan brutal berbasis crypto senilai lebih dari $4.3 juta melalui home invasion di Inggris.

    Pelaku menyamar sebagai kurir pengiriman, memaksa korban mentransfer aset kripto di bawah ancaman senjata setelah memanfaatkan kebocoran data yang mengungkap identitas dan lokasi korban.

    ZachXBT mengungkap identitas pelaku lewat chat Telegram bocor, foto bukti, ENS domain farisali.eth, serta bukti on-chain. Berkat kerjasama dengan korban dan polisi, Metropolitan Police menyita hampir seluruh dana curian, dan Faris beserta dua rekannya divonis di Sheffield Crown Court pada 2025.

    Baca juga: Hacker Paksa YouTuber Sebar Malware Penambangan Kripto

    Cara ZachXBT Melakukan Metode Investigasi

    Menurut ccn, semua yang dilakukan ZachXBT bisa terjadi berkat sistem open ledger blockchain, yang mencatat setiap transaksi secara publik dan dapat diakses oleh siapa saja, ada pun beberapa cara yang digunakan ZachXBT adalah sebagai berikut:

    • Menghubungkan dompet dengan skema penipuan: Dengan sengaja menautkan dompet kripto ke sebuah scam, ZachXBT mampu mengungkap pelaku dan memberi peringatan kepada komunitas.
    • Melacak aliran dana: Dengan menelusuri pergerakan dana antar-wallet, ZachXBT dapat mengidentifikasi pola yang tidak biasa dan potensi tanda bahaya.
    • Mendeteksi pola mencurigakan: Melalui analisis transaksi dan pencocokan data dari berbagai sumber, ZachXBT menemukan anomali yang bisa menjadi indikasi penipuan.

    ZachXBT sangat terampil dalam melacak pergerakan dompet dan menghubungkan titik-titik data untuk mengungkap scam, rug pulls, skema Ponzi, serta aktivitas ilegal lainnya. 

    Dedikasinya dalam membongkar proyek-proyek yang menipu investor, mencuri dana, atau memanipulasi pasar, ditambah dengan upaya edukasi yang ia lakukan, menjadikan ZachXBT sosok yang dihargai dalam komunitas kripto.

    Bagi kamu yang tertarik melihat bagaimana ZachXBT beraksi, kamu bisa langsung kunjungi profile ZachXBT di X @zachxbt atau gabung di channel Telegram miliknya yang tertera di profile X.

    Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi

    Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koreksi ke $88.944 Akibat Tekanan Menengah

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan.

    Berdasarkan data terbaru, harga BTC hari ini tercatat di level $88.944,46 per BTC, turun sekitar -1,24% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan jangka pendek, sekaligus mencerminkan sikap pasar yang masih berhati-hati setelah reli besar di akhir tahun lalu.

    Meski penurunan harian terlihat relatif moderat, struktur pergerakan harga Bitcoin menunjukkan bahwa aset kripto terbesar ini masih berada dalam fase konsolidasi lemah.

    Dalam 7 hari terakhir, Tokocrypto mencatat harga BTC turun sekitar -5,1%, sementara secara 90 hari, harga sudah terkoreksi lebih dari -22,76%, menandakan tekanan jangka menengah belum sepenuhnya mereda.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin di $89.000, Sinyal Konsolidasi?

    Kapitalisasi Pasar Masih Kokoh, Tapi Momentum Belum Pulih

    Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran $1,75 triliun hingga $1,77 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

    Jumlah BTC yang beredar mencapai 19,98 juta koin, atau sekitar 95,15% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Fakta ini menegaskan bahwa Bitcoin semakin mendekati fase kelangkaan penuh dari sisi suplai.

    Dari sisi aktivitas, volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar $35,57 miliar hingga $44,52 miliar, menunjukkan pasar masih aktif meski minat spekulatif cenderung lebih selektif.

    Volume yang relatif stabil di tengah penurunan harga sering mengindikasikan adanya tarik-menarik antara pembeli jangka panjang dan trader jangka pendek.

    Pergerakan Harga 24 Jam: Volatilitas Tetap Tinggi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 26 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 26 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $86.003 sebagai level terendah dan $88.862 sebagai level tertinggi.

    Rentang ini mencerminkan volatilitas yang masih cukup tinggi, meskipun belum mampu menembus area psikologis $90.000 secara meyakinkan.

    Dari perspektif teknikal naratif, area $86.000 – $88.000 kini menjadi zona yang diawasi sebagai support jangka pendek.

    Jika area ini gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi membawa BTC menguji support yang lebih rendah.

    Sebaliknya, pemulihan di atas $90.000 akan menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai membangun kembali kepercayaan diri.

    Kinerja Historis: Jangka Pendek Sideways, Jangka Menengah Masih Tertekan

    Melihat data historis:

    • 24 jam: -1,24%
    • 30 hari: +0,36%
    • 60 hari: -3,51%
    • 90 hari: -22,76%

    Angka-angka ini menggambarkan bahwa Bitcoin saat ini berada dalam fase sideways lemah.

    Dalam sebulan terakhir, pergerakan relatif datar, namun tekanan 60 hingga 90 hari masih menunjukkan bahwa BTC belum sepenuhnya pulih dari fase koreksi besar.

    Kondisi ini umumnya identik dengan periode akumulasi atau distribusi, di mana pasar menunggu katalis yang cukup kuat untuk menentukan arah berikutnya.

    Jarak Lebar dari Rekor Tertinggi

    Bitcoin saat ini masih cukup jauh dari rekor tertingginya di $126.198.

    Selisih yang besar ini memperkuat persepsi bahwa pasar sedang berada dalam fase penyesuaian valuasi setelah periode volatilitas ekstrem.

    Bagi investor jangka panjang, jarak dari all time high (ATH) sering dilihat sebagai fase pembentukan ulang tren.

    Namun bagi trader jangka pendek, situasi ini berarti peluang tetap ada, tetapi disertai risiko pergerakan cepat di kedua arah.

    Faktor Psikologis dan Arah Pasar

    Secara umum, pergerakan BTC di bawah $90.000 menempatkan pasar dalam kondisi menunggu.

    Minimnya impuls kuat menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menilai ulang keseimbangan antara risiko dan potensi imbal hasil.

    Dalam situasi seperti ini, Bitcoin sering bertindak sebagai barometer pasar kripto.

    Jika BTC mampu membentuk support yang kuat dan volume mulai meningkat pada fase kenaikan, potensi pemulihan pasar kripto secara lebih luas akan ikut terbuka.

    Sebaliknya, pelemahan lanjutan berpotensi memperpanjang fase defensif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Gagal Bertahan di $90.000

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih bergerak dalam tekanan moderat, dengan kecenderungan konsolidasi di bawah level psikologis $90.000.

    Kapitalisasi pasar yang besar dan suplai yang hampir maksimum tetap menjadi fondasi kuat, namun dari sisi momentum, pasar masih menunggu sinyal baru.

    Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan, terutama di sekitar zona $86.000 hingga $90.000, akan menjadi kunci untuk menentukan apakah BTC siap membangun fase pemulihan, atau justru melanjutkan koreksi jangka menengah.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Gagal Bertahan di $90.000

    Harga Bitcoin hari ini tercatat berada di level $88.944,46 per BTC, mengalami penurunan sekitar -0,78% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini kembali menempatkan Bitcoin di bawah level psikologis $90.000, mempertegas bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

    Dalam pantauan Tokonews via Tokocrypto pada Minggu (25/1), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,77 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar $35,57 miliar.

    Aktivitas transaksi yang relatif tinggi menunjukkan bahwa minat pasar masih kuat, namun dominasi tekanan jual membuat setiap upaya pemulihan belum mampu bertahan lama.

    Baca Juga: White Paper ⁠Bitcoin Mejeng di Bursa Efek New York

    Pergerakan Harian: Volatil, Tapi Tanpa Arah Jelas

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang $88.711 – $89.736.

    Rentang yang relatif sempit ini menggambarkan kondisi pasar yang ragu-ragu, di mana pembeli dan penjual saling menahan kekuatan.

    Di satu sisi, area bawah $88.700 menjadi zona yang cukup aktif yang memunculkan pantulan jangka pendek.

    Namun di sisi lain, setiap kali harga mendekati area $89.700–$90.000, tekanan jual kembali muncul dan membatasi kenaikan.

    Secara intraday, perubahan harga satu jam terakhir menunjukkan kenaikan kecil +0,22%, menandakan adanya upaya stabilisasi.

    Meski demikian, gambaran besarnya masih didominasi tren lemah, tercermin dari penurunan 7 hari sebesar -6,43%.

    Kinerja Jangka Waktu Lebih Panjang Masih Tertekan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika ditinjau lebih luas, performa Bitcoin menunjukkan dinamika yang kontras:

    • 30 hari: +0,23% (hampir stagnan)
    • 60 hari: +1,97% (pemulihan terbatas)
    • 90 hari: -22,79% (koreksi tajam)

    Data ini memperlihatkan bahwa Bitcoin memang mulai mencoba membangun dasar harga dalam dua bulan terakhir, namun belum mampu menghapus tekanan besar dari koreksi tiga bulanan.

    Penurunan hampir 23% dalam 90 hari menandakan bahwa pasar masih dalam fase penyesuaian setelah periode volatilitas tinggi.

    Meski demikian, harga Bitcoin saat ini juga menunjukkan bahwa raja kripto tersebut belum kehilangan minat struktural.

    Bertahannya kapitalisasi pasar di atas $1,7 triliun menegaskan bahwa BTC masih menjadi pusat likuiditas dan referensi utama pasar kripto global.

    Jarak dengan Rekor Tertinggi Masih Lebar

    Bitcoin saat ini masih terpaut cukup jauh dari rekor tertingginya di $126.198. Secara persentase, BTC telah turun lebih dari 29% dari puncak tersebut.

    Jarak ini sering dipandang dua arah oleh pelaku pasar: sebagai beban psikologis yang membatasi reli, sekaligus ruang spekulatif jika sentimen kembali pulih.

    Dalam siklus kripto, fase seperti ini kerap menjadi periode penting untuk menentukan apakah pasar akan membentuk basis akumulasi jangka menengah, atau justru melanjutkan tren koreksi.

    Struktur Pasar dan Pasokan

    Bitcoin saat ini memiliki pasokan beredar sekitar 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,14% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Artinya, tekanan dari sisi suplai baru relatif kecil. Pergerakan harga Bitcoin saat ini lebih banyak ditentukan oleh sentimen, arus modal, dan aktivitas perdagangan, bukan oleh inflasi token.

    Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh sekitar $1,86 triliun, Bitcoin tetap mendominasi ruang kripto dan menjadi tolok ukur utama bagi pergerakan altcoin.

    Level-Level Penting yang Menjadi Perhatian

    Dalam jangka pendek, beberapa zona harga kini menjadi fokus utama pelaku pasar:

    • Support terdekat: $88.000 – $88.500
    • Area konsolidasi: $88.700 – $89.700
    • Resistance psikologis: $90.000
    • Resistance lanjutan: $92.000 – $94.000

    Selama harga masih tertahan di bawah $90.000, struktur pasar cenderung dibaca sebagai sideways bearish.

    Sebaliknya, penutupan harga yang konsisten di atas area tersebut berpotensi mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih positif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Pasar Uji Support

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi lemah, dengan tekanan jual yang belum sepenuhnya hilang.

    Meski volume perdagangan relatif tinggi dan harga mulai membangun basis di area $88.000–$89.000, pasar belum melihat katalis kuat untuk mendorong pemulihan berkelanjutan.

    Dalam kondisi seperti ini, volatilitas tetap menjadi karakter utama.

    Pergerakan Bitcoin ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan support kunci serta respon pasar terhadap setiap upaya menembus kembali level $90.000.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com