Tag: btc

  • White Paper ⁠Bitcoin Mejeng di Bursa Efek New York

    Bitcoin white paper karya Satoshi Nakamoto kini secara resmi bisa mejeng dan terpampang jelas di dinding Bursa Efek New York (NYSE). 

    Dokumen yang menjadi cikal bakal industri kripto yang berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System” yang diterbitkan pada Oktober 2008 itu dipajang dalam bingkai mewah, menjadi bagian dari koleksi barang-barang finansial bersejarah di lantai perdagangan NYSE.

    Baca juga: Satoshi Nakamoto Masih Jadi Raja Crypto, Total Kekayaan Capai Rp2 Kuadriliun

    Kenapa White Paper Bitcoin Bisa Terpajang di Bursa Efek New York (NYSE)?

    BitGo Holdings, salah satu perusahaan infrastruktur kripto terbesar yang menyediakan layanan custody, wallet, dan layanan institusional, baru saja melakukan IPO (Initial Public Offering) di Bursa Efek New York (NYSE) dengan ticker $BTGO.

    Sebagai bentuk untuk memperingati momen listing saham mereka di bursa saham paling ikonik di dunia tersebut, BitGo mendonorkan sebuah salinan Bitcoin white paper karya Satoshi Nakamoto yang diberi bingkai rapi kepada NYSE. Bingkai Bitcoin white paper tersebut kemudian dipajang di dinding trading floor NYSE, berdampingan dengan barang-barang finansial bersejarah lainnya.

    BitGo, didirikan pada 2013 oleh Mike Belshe, menurut data Bloomberg perusahaan ini mengelola aset senilai lebih dari $100 miliar dan dikenal sebagai salah satu kustodian paling aman di industri, tanpa catatan breach besar selama lebih dari satu dekade.

    BitGo resmi menjadi perusahaan kripto pertama yang melantai di NYSE di tahun 2026. Dikutip Reuters, BitGo Holdings, berhasil menggalang dana sebesar $212,8 juta melalui penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat. Perusahaan asal Palo Alto, California ini menjual 11,8 juta saham dengan harga $18 per lembar, lebih tinggi dari kisaran yang dipasarkan sebelumnya yaitu $15–$17. Dengan pencapaian ini, valuasi BitGo mencapai sekitar $2,08 miliar.

    Baca juga: IPO BitGo Resmi Melantai NYSE, Saham Sempat Terbang Lalu Melemah

    Penempatan white paper di NYSE dipandang banyak kalangan sebagai tanda mainstream adoption yang semakin matang. Beberapa analis dan pengguna X menyebutnya sebagai bukti bahwa ide-ide yang dulu dianggap aneh atau hanya milik para greek kini menjadi bagian dari arus utama keuangan.

    Dokumen 9 halaman yang ditulis oleh sosok misterius Satoshi Nakamoto telah bertransformasi dari manifesto revolusioner menjadi catatan bersejarah yang dihormati, bahkan di pusat kapitalisme global–Bursa Efek New York.

    Baca juga: Restoran Burger Legendaris AS Ini Borong Bitcoin Rp150 Miliar

    Ternyata Ini Bukan Kali Pertama Ada Bitcoin di Bursa Efek New York (NYSE) 

    Sebelum white paper Bitcoin dipajang di lantai bursa, NYSE juga pernah menjadi tuan rumah bagi patung Satoshi Nakamoto karya seniman Valentina Picozzi.

    Patung tersebut merupakan bagian dari rangkaian instalasi global yang sebelumnya sudah dipamerkan di Swiss, El Salvador, Jepang, Vietnam, dan Miami. NYSE menyebut karya itu sebagai “landasan bersama antara sistem baru dan institusi mapan,” menegaskan bagaimana Bitcoin semakin diterima di pusat keuangan tradisional.

    Mau punya Bitcoin tapi masih bingung muali dari mana? Mulai dari deposit Rp50.000 juga bisa kok! Di exchange Indonesia yang resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto, kamu bisa beli mulai dari Rp1.700 dengan fitur Beli/Jual lho!

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Gambar: X @samcallah





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $88.944, Pasar Uji Support

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $88.944,46 per BTC, melemah sekitar 1,14% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini membawa BTC kembali ke bawah area psikologis $90.000, sebuah level yang dalam beberapa hari terakhir menjadi zona tarik-menarik antara buyer dan seller.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,777 triliun, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto nomor satu dunia, meskipun sentimen jangka pendek terlihat mulai lebih berhati-hati.

    Sementara itu, Tokocrypto mencatat bahwa volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir mencapai $35,57 miliar, sedikit meningkat dibandingkan sesi sebelumnya.

    Aktivitas ini mengindikasikan bahwa penurunan harga bukan sekadar pergerakan tipis, melainkan disertai partisipasi pasar yang cukup besar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin di $89.000, Sinyal Konsolidasi?

    Pergerakan Harga BTC 24 Jam: Gagal Bertahan di Atas $90.000

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak dalam rentang harga $88.486,36 (terendah) hingga $91.100,25 (tertinggi).

    Harga sempat mencoba bertahan di atas $91.000, namun tekanan jual muncul dan mendorong BTC kembali turun ke area $88.000.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa zona $90.000–$91.000 masih menjadi resistance kuat. Sementara itu, area $88.000 mulai berperan sebagai support jangka pendek yang kini sedang diuji.

    Secara intraday, BTC mencatat penurunan sekitar 0,07% dalam satu jam terakhir, menandakan bahwa volatilitas masih relatif terkendali, meski bias pasar cenderung melemah.

    Pemulihan Melambat, Koreksi Masih Membayangi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 24 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 24 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Melihat performa harga dalam berbagai kerangka waktu memberikan gambaran yang lebih utuh tentang posisi Bitcoin saat ini:

    • 7 hari terakhir: -5,95%
    • 30 hari terakhir: +2,17%
    • 60 hari terakhir: +1,60%
    • 90 hari terakhir: -19,58%

    Data ini menunjukkan bahwa Bitcoin sempat membangun pemulihan moderat dalam satu hingga dua bulan terakhir, namun tekanan koreksi jangka menengah masih sangat terasa.

    Penurunan hampir 20% dalam 90 hari menandakan bahwa BTC masih berada dalam fase penyesuaian setelah periode volatilitas tinggi.

    Sebagai perbandingan, Bitcoin pernah mencetak rekor tertinggi di $126.198,07.

    Dengan harga saat ini, BTC masih terkoreksi sekitar 29% dari all-time high, sebuah jarak yang menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya kembali ke struktur bullish jangka panjang.

    Data Pasar Bitcoin Hari Ini

    Beberapa indikator utama pasar BTC saat ini meliputi:

    • Harga: $88.944
    • Kapitalisasi pasar: ± $1,777–1,790 triliun
    • Volume 24 jam: ± $35,57–37,27 miliar
    • Pasokan beredar: 19,98 juta BTC
    • Total maksimum: 21 juta BTC (≈95,14% telah beredar)
    • Fully diluted market cap: ± $1,882 triliun

    Fakta bahwa lebih dari 95% suplai maksimum Bitcoin telah beredar menegaskan karakter BTC sebagai aset dengan kelangkaan tinggi.

    Dalam banyak siklus pasar, faktor ini sering menjadi fondasi kuat bagi narasi nilai jangka panjang, terutama ketika pasar memasuki fase akumulasi.

    Sentimen Pasar: Dari Optimisme ke Mode Waspada

    Turunnya harga di bawah $90.000 kembali mengubah psikologi pasar menjadi lebih defensif. Banyak pelaku pasar kini memantau apakah BTC mampu mempertahankan area $88.000.

    Jika support ini bertahan, Bitcoin berpotensi membentuk basis konsolidasi baru. Namun, jika level ini ditembus, ruang koreksi dapat terbuka menuju area yang lebih rendah.

    Beberapa faktor yang terus memengaruhi pergerakan Bitcoin antara lain:

    1. Kondisi pasar global dan likuiditas, yang memengaruhi minat terhadap aset berisiko.
    2. Pergerakan institusional, yang kerap tercermin dalam lonjakan volume.
    3. Dominasi Bitcoin, yang menentukan arah arus modal di pasar kripto secara keseluruhan.

    Saat ini, pasar tampak berada dalam mode wait and see, menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum mengambil posisi agresif.

    Prospek Harga BTC: Support Jadi Kunci

    Dalam jangka pendek, dinamika harga Bitcoin akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertahan di atas area support.

    Jika tekanan jual mereda dan volume beli kembali meningkat, BTC berpotensi mencoba retest zona $90.000–$92.000. Namun jika sentimen global memburuk, koreksi lanjutan tidak bisa dikesampingkan.

    Secara historis, fase seperti ini sering menjadi periode transisi: volatilitas menyempit, arah pasar belum jelas, dan pelaku pasar menimbang ulang ekspektasi mereka.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 1%, Bitcoin Menguat ke $90.000

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase pengujian support penting setelah turun ke area $88.900.

    Koreksi 1,14% mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pasar, meskipun minat terhadap BTC tetap tinggi, tercermin dari volume perdagangan yang stabil.

    Pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat krusial dalam menentukan apakah Bitcoin mampu membangun fondasi pemulihan baru, atau justru melanjutkan fase koreksi yang lebih dalam.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin di $89.000, Sinyal Konsolidasi?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $89.894,13 per BTC, mencatat kenaikan tipis sekitar 0,12%–0,14% dalam 24 jam terakhir.

    Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil, di mana tekanan beli dan jual terlihat cukup seimbang.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,796 triliun, Bitcoin tetap kokoh di peringkat pertama aset kripto terbesar di dunia, mempertahankan dominasinya di tengah dinamika pasar kripto global.

    Meski perubahannya kecil, stabilnya harga di area $89.000 menandakan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi, setelah mengalami tekanan koreksi cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 1%, Bitcoin Menguat ke $90.000

    Pergerakan Harga BTC 24 Jam: Range Trading di Bawah $90.500

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak dalam rentang yang relatif terkontrol.

    Tokocrypto mencatat, harga Bitcoin sempat menyentuh level terendah $88.438,45 sebelum kembali menguat hingga mendekati puncak harian $90.220,10.

    Pergerakan ini menunjukkan bahwa area $88.000–$90.000 saat ini menjadi zona krusial yang diperebutkan oleh buyer dan seller.

    Secara intraday, BTC mencatat kenaikan sekitar 0,12% dalam satu jam terakhir, menandakan adanya upaya mempertahankan harga di atas support jangka pendek.

    Namun, belum terlihat dorongan volume yang cukup kuat untuk memicu breakout signifikan ke atas resistance psikologis $90.000–$92.000.

    Kinerja Historis: Pemulihan Jangka Pendek, Tekanan Masih Terasa

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika ditarik ke perspektif waktu yang lebih panjang, performa harga Bitcoin menunjukkan gambaran yang berlapis:

    • 30 hari terakhir: +2,89%
    • 60 hari terakhir: +3,77%
    • 90 hari terakhir: -19,33%
    • 7 hari terakhir: -5,81%

    Data ini mengindikasikan bahwa Bitcoin mulai membangun pemulihan perlahan dalam satu hingga dua bulan terakhir, namun masih berada dalam bayang-bayang koreksi besar yang terjadi dalam 90 hari terakhir.

    Penurunan hampir 20% dalam tiga bulan menegaskan bahwa BTC masih berada dalam fase transisi pasar, belum sepenuhnya kembali ke struktur bullish jangka menengah.

    Sebagai catatan, Bitcoin pernah mencetak rekor tertinggi di $126.198,07.

    Dengan harga saat ini, BTC masih terkoreksi sekitar 28% dari puncaknya, sebuah kondisi yang sering dianggap pasar sebagai zona penentuan: apakah akan melanjutkan pemulihan, atau justru memperpanjang fase sideways.

    Data Pasar Bitcoin Hari Ini

    Dari sisi fundamental pasar, metrik utama Bitcoin saat ini menunjukkan stabilitas yang relatif kuat:

    • Harga: $89.894
    • Kapitalisasi pasar: ± $1,795–1,796 triliun
    • Volume perdagangan 24 jam: ± $34,15 miliar
    • Pasokan beredar: 19,98 juta BTC
    • Total maksimum: 21 juta BTC (≈95,14% telah beredar)
    • Fully diluted market cap: ± $1,887 triliun

    Fakta bahwa lebih dari 95% pasokan maksimum BTC sudah beredar membuat Bitcoin berbeda dari kebanyakan altcoin.

    Kelangkaan inilah yang sering menjadi dasar narasi nilai jangka panjang BTC, terutama di tengah kondisi makroekonomi yang masih penuh ketidakpastian.

    Volume perdagangan harian di atas $34 miliar menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin tetap tinggi, meski volatilitasnya mulai menyempit dibandingkan periode reli maupun dump sebelumnya.

    Menunggu Arah, Bukan Kekurangan Minat

    Stabilnya harga BTC hari ini mencerminkan kondisi pasar yang sedang menunggu katalis.

    Baik investor institusional maupun trader ritel terlihat belum cukup agresif untuk mendorong pergerakan besar, namun juga belum menunjukkan tanda-tanda distribusi masif.

    Beberapa faktor yang saat ini masih memengaruhi pergerakan Bitcoin antara lain:

    1. Arah pasar global dan kebijakan moneter, yang menentukan minat terhadap aset berisiko.
    2. Pergerakan Bitcoin sebagai market leader, yang turut memengaruhi aliran modal ke altcoin.
    3. Psikologi pasar, di mana area $90.000 menjadi batas penting antara optimisme dan kehati-hatian.

    Selama BTC bertahan di atas area support $88.000, struktur jangka pendek relatif masih terjaga. Namun, kegagalan mempertahankan level ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan.

    Prospek Harga BTC: Fase Tenang Sebelum Pergerakan Besar?

    Dalam banyak siklus sebelumnya, fase konsolidasi dengan range sempit sering kali menjadi awal dari pergerakan besar berikutnya.

    Saat ini, Bitcoin menunjukkan ciri klasik fase tersebut: volatilitas menurun, volume stabil, dan harga bergerak di zona yang sama selama beberapa sesi.

    Jika tekanan beli meningkat, pasar akan mengamati apakah BTC mampu menembus dan bertahan di atas $90.500–$92.000.

    Sebaliknya, jika sentimen memburuk, area $86.000–$88.000 berpotensi menjadi support kunci berikutnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi ke $89.474, Pasar Waspada

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi sehat di kisaran $89.000.

    Kenaikan tipis 0,12% mencerminkan pasar yang belum menentukan arah, namun juga belum kehilangan minat.

    Dengan kapitalisasi pasar yang tetap raksasa, pasokan yang semakin terbatas, dan volume perdagangan yang stabil, Bitcoin masih menjadi poros utama ekosistem kripto.

    Pergerakan dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan apakah fase ini menjadi fondasi pemulihan, atau hanya jeda sebelum volatilitas berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Satoshi Nakamoto Masih Jadi Raja Crypto, Total Kekayaan Capai Rp2 Kuadriliun

    Satoshi Nakamoto, sang pencipta anonim Bitcoin, terus menjadi figur paling misterius sekaligus terkaya di dunia cryptocurrency. Dengan estimasi kepemilikan sekitar 1,1 juta BTC yang belum pernah disentuh selama lebih dari 15 tahun, kekayaannya sering disebut mencapai angka fantastis.

    Pada puncak harga Bitcoin di Oktober 2025 (sekitar $126,272 per BTC), nilai aset Satoshi mencapai sekitar $138 miliar USD atau setara dengan lebih dari Rp2 kuadriliun.

    Meskipun harga BTC mengalami koreksi dari harga tertingginya, Satoshi Nakamoto masih memegang tahta sebagai raja crypto Indonesia juga dunia, dengan kekayaan 1 juta Bitcoin yang tersimpan aman on-chain.

    Siapa Raja Crypto Satoshi Nakamoto?

    Satoshi Nakamoto adalah nama samaran yang digunakan untuk menerbitkan whitepaper Bitcoin pada Oktober 2008 dan meluncurkan jaringan pada Januari 2009.

    Ia aktif berkomunikasi di forum hingga akhir 2010, lalu menghilang sepenuhnya. Tidak ada yang tahu identitas aslinya—bisa individu, kelompok, atau bahkan lembaga. 

    Beberapa kandidat yang sering disebut merupakan Satoshi Nakamoto termasuk Hal Finney, Nick Szabo, Craig Wright, atau bahkan tim dari NSA, sampai sekarang tidak memiliki bukti yang kuat untuk meyakinkan publik bahwa mereka adalah Satoshi Nakamoto.

    Estimasi Kekayaan Raja Crypto Satoshi Nakamoto

    Total kekayaan Satoshi Nakamoto dari tahun 2016 sampai hari ini. Sumber: Arkham Intelligence.

    Satoshi memiliki total Bitcoin sebanyak 1.096.358 atau 5.23% dari total suplai Bitcoin. Dengan jumlah Bitcoin yang dimiliki Satoshi Nakamoto ini maka total kekayaannya:

    • Saat Bitcoin dalam harga tertinggi di 2025 ($126,272): $138,5 miliar atau Rp 2.338 triliun (kurs Rp16,880/USD)
    • Saat Bitcoin dalam harga terendah di 2025 ($74,434): $81,7 miliar atau Rp 1.377 triliun
    • Saat Bitcoin dalam harga sekarang ($89,586): $98,3 miliar atau Rp 1.660 triliun

    Meski fluktuasi harga BTC menyebabkan kekayaan Satoshi naik-turun, Satoshi tetap menempati posisi nomor satu sebagai pemegang BTC individu terbesar.

    Meskipun Satoshi Nakamoto tidak melakukan apa pun terhadap aset Bitcoin miliknya, kekayaan Satoshi Nakamoto akan terus bertambah sejalan dengan kenaikan harga Bitcoin.

    Dompet Bitcoin Satoshi Nakamoto masih bertambah dari kiriman Bitcoin tak dikenal. Sumber: Arkham Intelligence.

    Menariknya, hingga saat ini wallet Satoshi masih menerima kirim-kiriman Bitcoin dari berbagai alamat anonim. Sebagian besar transfer tersebut berupa sejumlah kecil dust transactions hingga ratusan atau ribuan dolar sebagai tanda penghormatan dari komunitas.

    Mengapa Satoshi Jadi Raja Crypto?

    • Tidak Pernah Menjual: Tidak seperti whale lain, koin Satoshi tetap diam, tanpa ada pergerakan dari semenjak dirinya menghilang.
    • Dominasi Pasar: Memiliki 1.096.358 atau 5.23% dari total supply Bitcoin yang beredar, yakni maksimal 21 juta.
    • Perbandingan dengan Orang Terkaya Lain: Pada puncak harga Bitcoin, Satoshi mampu melampaui kekayaan Bill Gates (~$134 miliar) dan Michael Dell (~132 miliar).
    • Dampak Potensial: Jika koin-koin ini bergerak atau identitas terungkap, bisa menyebabkan volatilitas pasar Bitcoin. Namun, hingga kini, tidak ada tanda-tanda tersebut.

    Kesimpulan

    Satoshi Nakamoto masih jadi raja crypto Indonesia maupun dunia dengan total kekayaan yang mencapai Rp2 kuadriliun dan akan terus bertambah sejalan dengan harga Bitcoin.

    Kekayaannya bukan berasal dari ambisi pribadi, tetapi karena keberhasilan menciptakan sistem moneter digital yang revolusioner. Sejalan dengan semangat privasi komunitas crypto, sosok paling kaya di dunia kripto adalah yang paling tidak terlihat.

    Selama Bitcoin terus digunakan, ditambang, dan dipercaya, nama Satoshi Nakamoto mungkin akan tetap sebagai miliarder yang membawa era baru keuangan digital.

    Mau punya Bitcoin seperti Satoshi Nakamoto? Yuk beli di exchange Indonesia yang resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Outlook Bitcoin Q1 2026 Target Harga $185.500

    Tiger Research merilis laporan valuasi Bitcoin untuk kuartal pertama (Q1) 2026 dengan target harga sebesar $185.500. Meski target ini mengalami penyesuaian turun dibanding laporan sebelumnya, pandangan bullish jangka menengah hingga panjang tetap dipertahankan. Penurunan lebih mencerminkan perlambatan momentum jangka pendek, bukan perubahan fundamental yang signifikan.

    Makro Ekonomi Masih Mendukung, Namun Momentum Melambat

    Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran $96.000, turun sekitar 12% sejak laporan terakhir pada 23 Oktober 2025. Di balik koreksi tersebut, kondisi makro global sebenarnya masih relatif kondusif.

    The Federal Reserve telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin sebanyak tiga kali sepanjang September hingga Desember 2025. Suku bunga acuan kini berada di rentang 3,50%–3,75%, dengan proyeksi dot plot Desember menunjukkan level 3,4% pada akhir 2026. Meskipun pemangkasan agresif (≥50 bps) dinilai kecil kemungkinannya dalam waktu dekat, arah kebijakan tetap dovish.

    Selain itu, potensi pergantian Ketua The Fed setelah berakhirnya masa jabatan Jerome Powell pada Mei mendatang, terutama jika pemerintahan Trump menunjuk figur yang lebih dovish—dapat memperpanjang siklus pelonggaran moneter.

    Arus Keluar ETF Tekan Harga, Korporasi Justru Akumulasi

    Di tengah membaiknya kondisi makro, minat institusional justru mengalami perlambatan. ETF spot Bitcoin mencatat arus keluar sebesar $4,57 miliar pada November–Desember, yang menjadi arus keluar terbesar sejak produk tersebut diluncurkan. Arus masuk bersih tahunan turun menjadi $21,4 miliar, atau merosot 39% dibanding tahun sebelumnya.

    Meski rebalancing awal tahun mendorong arus masuk kembali, keberlanjutannya masih belum pasti. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan publik terus menunjukkan keyakinan kuat terhadap Bitcoin. MicroStrategy kini menguasai 673.783 BTC, setara dengan 3,2% dari total suplai, sementara Metaplanet dan Mara juga konsisten menambah kepemilikan mereka.

    CLARITY Act Berpotensi Jadi Katalis Baru

    Dari sisi regulasi, CLARITY Act muncul sebagai katalis penting. RUU yang telah disahkan DPR AS ini memperjelas batas kewenangan antara SEC dan CFTC, sekaligus mengizinkan bank untuk menyediakan layanan kustodi dan staking aset digital.

    Jika disahkan di tingkat Senat, dengan pembahasan dijadwalkan pada 15 Januari—undang-undang ini berpotensi membuka pintu bagi partisipasi lebih luas dari lembaga keuangan tradisional yang selama ini menunggu kepastian hukum.

    Likuiditas Global Tinggi, Bitcoin Masih Tertinggal

    Likuiditas global (M2) mencapai rekor tertinggi sejak Q4 2024 dan terus meningkat. Secara historis, Bitcoin cenderung bergerak lebih awal dibanding siklus likuiditas: reli sebelum puncak M2, lalu berkonsolidasi saat likuiditas mencapai puncaknya.

    Saat ini, ekspansi likuiditas masih berlangsung, sehingga ruang kenaikan lanjutan tetap terbuka. Jika pasar saham dinilai semakin mahal, rotasi modal ke Bitcoin bisa kembali terjadi.

    Penyesuaian Faktor Makro Diturunkan Menjadi +25%

    Meskipun arah makro secara umum tidak berubah, Tiger Research menurunkan faktor penyesuaian makro dari +35% menjadi +25%. Penurunan ini mencerminkan beberapa risiko: melambatnya arus masuk institusional, ketidakpastian kepemimpinan The Fed, serta meningkatnya tensi geopolitik.

    Namun demikian, bobot +25% tetap mencerminkan pandangan positif, didukung oleh ekspansi M2 dan kemajuan regulasi.

    On-Chain Netral: Support Kuat di $84.000, Resistance di $98.000

    Data on-chain mengonfirmasi kondisi pasar yang relatif seimbang. Selama koreksi November 2025, permintaan beli terkonsentrasi di sekitar $84.000, membentuk zona support yang kuat. Sementara itu, level $98.000, yang merupakan biaya rata-rata holder jangka pendek—berfungsi sebagai resistance psikologis.

    Indikator utama seperti MVRV-Z (1,25), NUPL (0,39), dan aSOPR (1,00) telah keluar dari area undervalued dan masuk ke zona keseimbangan. Ini menunjukkan reli berbasis euforia ekstrem mungkin terbatas, namun potensi profit masih terbuka.

    Struktur pasar saat ini juga dinilai lebih sehat dibanding siklus sebelumnya, dengan porsi kepemilikan jangka panjang dan institusional yang lebih besar. Risiko panic selling ala ritel menjadi lebih kecil, dan koreksi cenderung terjadi melalui rebalancing bertahap.

    Target Direvisi ke $185.500, Potensi Kenaikan Masih Sekitar 100%

    Dengan menggunakan kerangka TVM (Total Value Model) untuk Q1 2026, Tiger Research menetapkan valuasi dasar netral Bitcoin di $145.000, turun dari $154.000 pada laporan sebelumnya. Dengan penyesuaian fundamental 0% dan faktor makro +25%, target harga direvisi menjadi $185.500.

    Penyesuaian fundamental dinaikkan dari -2% menjadi 0%, seiring stabilnya aktivitas jaringan dan meningkatnya perhatian terhadap ekosistem BTCFi, yang menyeimbangkan sinyal positif dan negatif.

    Penurunan target ini bukan sinyal bearish. Bahkan setelah revisi, model masih menunjukkan potensi kenaikan sekitar 100% dari level saat ini. Penyesuaian lebih mencerminkan volatilitas jangka pendek, sementara nilai intrinsik Bitcoin dinilai terus meningkat dalam jangka menengah hingga panjang.

    Kesimpulan

    Koreksi terbaru Bitcoin dipandang sebagai rebalancing yang sehat, bukan awal dari tren penurunan struktural. Dengan dukungan makro yang masih positif, potensi katalis regulasi melalui CLARITY Act, serta struktur pasar yang semakin matang, outlook bullish Bitcoin untuk jangka menengah hingga panjang tetap utuh, meski investor perlu bersiap menghadapi volatilitas jangka pendek.

    Baca juga: Outlook Kripto 2026: Suku Bunga Turun, Institusi Masuk, Market Bangkit?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 1%, Bitcoin Menguat ke $90.000

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali menunjukkan penguatan dengan bertahan di area psikologis $90.000, sebagaimana dicatat oleh Tokocrypto pada Kamis (22/1).

    Berdasarkan data perdagangan terbaru, Bitcoin diperdagangkan di level $90.049,92 per BTC, mencatatkan kenaikan +1,08% dalam 24 jam terakhir.

    Pergerakan ini mencerminkan upaya pasar untuk membangun momentum positif setelah tekanan koreksi yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

    Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, Bitcoin saat ini membukukan kapitalisasi pasar sekitar $1,799 triliun, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai kripto nomor satu secara global.

    Penguatan harga ini juga didukung oleh volume perdagangan 24 jam sebesar $53,74 miliar, yang menandakan minat transaksi masih relatif tinggi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi ke $89.474, Pasar Waspada

    Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam Terakhir

    Pergerakan harga Bitcoin (BTCUSDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTCUSDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam rentang perdagangan harian, Bitcoin bergerak cukup volatil dengan mencatatkan harga terendah $87.231,57 dan level tertinggi $90.430,41.

    Dalam 24 jam terakhir, harga BTC sebenarnya sempat menembus level $90.400 sebelum mengalami koreksi tipis.

    Meski demikian, harga masih mampu bertahan di atas area $90.000, yang kini menjadi level psikologis penting bagi pelaku pasar.

    Secara jangka sangat pendek, tekanan jual masih terlihat, tercermin dari penurunan tipis -0,02% dalam satu jam terakhir.

    Namun secara keseluruhan, struktur harga harian masih menunjukkan kecenderungan stabil.

    Kinerja Harga Bitcoin Berdasarkan Periode Waktu

    Jika dilihat dari performa historis, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan dinamika yang kontras antara jangka pendek dan menengah:

    • Hari ini: naik $961,47 (+1,08%)
    • 30 hari terakhir: naik $2.045,25 (+2,32%)
    • 60 hari terakhir: naik $4.004,39 (+4,66%)
    • 90 hari terakhir: turun $20.469,54 (-18,53%)

    Data tersebut mengindikasikan bahwa meskipun Bitcoin masih mengalami koreksi cukup dalam dalam periode tiga bulan terakhir, tren 1–2 bulan terakhir mulai mengarah pada fase pemulihan bertahap.

    Investor jangka menengah terlihat mulai kembali masuk, meskipun masih dengan pendekatan yang hati-hati.

    Tekanan Mingguan Masih Terasa

    Dalam skala mingguan, Bitcoin masih mencatatkan penurunan -6,42% dalam tujuh hari terakhir.

    Koreksi ini menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya hilang, terutama dari investor jangka pendek yang memanfaatkan reli harga untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking).

    Namun, selama BTC mampu bertahan di atas area support kuat di bawah $88.000, peluang konsolidasi dan penguatan lanjutan masih terbuka.

    Kondisi Pasokan dan Fundamental Bitcoin

    Dari sisi fundamental, Bitcoin saat ini memiliki pasokan beredar sebesar 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,14% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Kelangkaan suplai ini tetap menjadi salah satu faktor utama yang menopang nilai Bitcoin dalam jangka panjang.

    Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) tercatat sebesar $1,890,57 triliun, mencerminkan valuasi Bitcoin apabila seluruh suplai maksimum telah beredar di pasar.

    Bitcoin juga masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) di level $126.198,07.

    Jarak yang lebar ini membuka ruang spekulasi bahwa potensi kenaikan jangka panjang masih tersedia, selama sentimen makro dan adopsi institusional tetap mendukung.

    Baca Juga: Drama Tarif Trump Berlanjut, Bitcoin Kehilangan Level Kunci $90.000

    Analisis dan Prospek Pergerakan BTC

    Kenaikan harga BTC hari ini menunjukkan bahwa pasar masih berupaya mempertahankan struktur bullish jangka pendek.

    Area $90.000–$90.500 kini menjadi zona krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan stabil di atas resistance tersebut dengan dukungan volume yang kuat, peluang penguatan menuju level yang lebih tinggi akan terbuka.

    Sebaliknya, kegagalan mempertahankan area ini berpotensi memicu koreksi lanjutan menuju support di kisaran $88.000.

    Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor dan trader disarankan untuk tetap mencermati pergerakan volume, reaksi harga di area resistance, serta faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi global dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi ke $89.474, Pasar Waspada

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) masih berada dalam fase koreksi setelah mengalami tekanan jual dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (21/1), harga Bitcoin saat ini berada di level $89,474.75 per BTC/USD, turun sekitar 2,94% secara harian.

    Koreksi ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar di tengah volatilitas pasar kripto global.

    Meskipun melemah dalam jangka pendek, kapitalisasi pasar Bitcoin masih bertahan kuat di angka $1,787.55 miliar USD, menjadikannya aset kripto dengan peringkat pertama berdasarkan nilai pasar.

    Volume perdagangan harian juga tergolong tinggi, mencapai $57.21 miliar USD, menandakan aktivitas transaksi yang masih intens di pasar.

    Pergerakan Harga Bitcoin 24 Jam Terakhir

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak cukup fluktuatif dengan harga terendah $87,814.93 dan harga tertinggi $91,997.55.

    Rentang pergerakan ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan jual dan upaya rebound dari sisi pembeli.

    Secara intraday, BTC sempat mencatatkan kenaikan kecil sebesar +0,08% dalam 1 jam terakhir, namun belum cukup kuat untuk membalikkan tren koreksi harian.

    Penurunan harga ini juga berdampak pada performa mingguan, di mana BTC tercatat melemah -6,06% dalam 7 hari terakhir.

    Kinerja BTC dalam Jangka Menengah

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat performa historis, analisa harga BTC hari ini memberikan gambaran yang cukup beragam:

    • 30 hari terakhir: Naik $529.54 (+0,6%)
    • 60 hari terakhir: Menguat signifikan $5,498.58 (+6,55%)
    • 90 hari terakhir: Turun tajam $19,336.51 (-17,77%)

    Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin sempat mengalami reli dalam dua bulan terakhir, tekanan koreksi jangka menengah masih cukup dominan.

    Hal ini menjadi sinyal penting bagi investor untuk lebih selektif dalam mengambil posisi.

    Fundamental Pasar Bitcoin Masih Kuat

    Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap menunjukkan struktur pasar yang solid. Pasokan yang beredar saat ini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,14% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Keterbatasan suplai ini masih menjadi salah satu faktor utama yang menopang nilai jangka panjang Bitcoin.

    Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (Fully Diluted Market Cap) tercatat sebesar $1,878.94 miliar USD, mencerminkan potensi nilai BTC jika seluruh pasokan telah beredar di pasar.

    Selain itu, meskipun harga saat ini masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126,198.07, banyak analis menilai fase konsolidasi ini sebagai bagian dari siklus pasar kripto yang wajar.

    Sentimen Pasar dan Prospek Bitcoin

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa sentimen pasar cenderung netral ke bearish dalam jangka pendek. Tekanan jual masih terlihat, namun volume perdagangan yang tinggi mengindikasikan minat pasar belum menghilang.

    Bagi trader jangka pendek, volatilitas ini membuka peluang trading dengan manajemen risiko yang ketat. Sementara itu, investor jangka panjang masih memantau area support kuat di bawah $88.000 sebagai potensi zona akumulasi.

    Ke depan, arah pergerakan Bitcoin akan sangat dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi global, arus dana institusional, serta perkembangan regulasi aset kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $92.394, Tekanan Kembali

    Secara keseluruhan, analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase koreksi namun tetap mempertahankan fundamental pasar yang kuat.

    Dengan kapitalisasi besar, suplai terbatas, dan volume perdagangan tinggi, Bitcoin masih menjadi aset kripto utama yang menarik untuk dipantau.

    Namun, investor dan trader disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan selalu menerapkan strategi manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Flat $92.000, Investor Wait and See

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin (BTC) masih bergerak relatif stabil meskipun tekanan jual jangka pendek masih terasa.

    Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Selasa (20/1), harga Bitcoin saat ini berada di level $92,312.98 per BTC/USD, mengalami penurunan tipis sekitar -0,28% dalam 24 jam terakhir.

    Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang cenderung berhati-hati di tengah dinamika global dan sentimen investor yang belum sepenuhnya pulih.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,845 triliun, Bitcoin masih kokoh di posisi teratas sebagai aset kripto paling bernilai di dunia.

    Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar $29,99 miliar, menandakan aktivitas transaksi masih cukup aktif meskipun volatilitas mulai mereda dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

    Baca Juga: Restoran Burger Legendaris AS Ini Borong Bitcoin Rp150 Miliar

    Pergerakan Harga BTC Hari Ini

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh harga terendah di $92,137.32 dan harga tertinggi di $93,358.98.

    Fluktuasi yang relatif sempit ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi, di mana pelaku pasar menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Secara jangka pendek, perubahan harga BTC tercatat:

    • 1 jam: -0,14%
    • 24 jam: -0,28%
    • 7 hari: +1,29%

    Kenaikan dalam periode mingguan memberi sinyal bahwa tekanan beli masih ada, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong harga menembus level resistensi utama.

    Kinerja BTC dalam 30 hingga 90 Hari

    Jika melihat data historis, performa Bitcoin menunjukkan dinamika yang menarik.

    Dalam 30 hari terakhir, BTC mencatat kenaikan sebesar $4,338.15 atau +4,93%, sementara dalam 60 hari naik +7,54%.

    Namun, dalam jangka 90 hari, harga Bitcoin masih terkoreksi cukup dalam sebesar -14,65%, turun sekitar $15,856.17.

    Koreksi ini menunjukkan bahwa meskipun tren jangka menengah mulai membaik, Bitcoin masih dalam fase pemulihan dari tekanan besar sebelumnya.

    Investor jangka panjang cenderung melihat kondisi ini sebagai area akumulasi, sementara trader jangka pendek lebih berhati-hati menghadapi potensi volatilitas lanjutan.

    Data Pasokan dan Kapitalisasi Pasar

    Saat ini, pasokan Bitcoin yang beredar mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,13% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Dengan pasokan yang semakin mendekati batas maksimal, kelangkaan Bitcoin tetap menjadi faktor fundamental utama yang mendukung nilainya dalam jangka panjang.

    Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (Fully Diluted Market Cap) tercatat sebesar $1,939.84 triliun, mencerminkan potensi nilai Bitcoin apabila seluruh suplai maksimum telah beredar di pasar.

    Rekor Tertinggi dan Prospek ke Depan

    Bitcoin sebelumnya mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di $126,198.07. Dibandingkan level saat ini, harga BTC masih berada cukup jauh dari ATH tersebut.

    Namun, banyak analis menilai bahwa fase konsolidasi seperti sekarang sering kali menjadi fondasi bagi pergerakan besar berikutnya.

    Ke depan, pergerakan harga Bitcoin akan sangat dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi global, kebijakan suku bunga, arus dana institusional, serta perkembangan regulasi kripto.

    Jika tekanan jual mereda dan minat beli kembali meningkat, BTC berpotensi melanjutkan tren naik secara bertahap.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $92.394, Tekanan Kembali

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih bertahan kuat di atas level psikologis $92.000, dengan volatilitas yang relatif terkendali.

    Meskipun koreksi jangka pendek masih terjadi, fundamental Bitcoin tetap solid, didukung oleh pasokan terbatas dan kapitalisasi pasar yang besar.

    Bagi investor dan trader, kondisi ini menjadi momen penting untuk mencermati pergerakan selanjutnya sebelum mengambil keputusan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $92.394, Tekanan Kembali

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin kembali berada di bawah tekanan.

    Di Tokocrypto, harga Bitcoin tercatat di level $92.394,15 per BTC, atau melemah 2,76% dalam 24 jam terakhir.

    Penurunan ini memangkas sebagian kenaikan yang sempat terbentuk sebelumnya dan menandakan bahwa pasar kripto kembali diliputi sentimen hati-hati.

    Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,845 triliun dan volume perdagangan 24 jam mencapai $30,03 miliar, aktivitas transaksi masih tergolong tinggi.

    Lonjakan volume di tengah penurunan harga sering diartikan sebagai meningkatnya aksi jual, baik dari trader jangka pendek maupun investor yang mengamankan profit.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 19 Januari 2026: Bitcoin Koreksi di Bawah $95.000

    Tekanan Intraday: Dari $95.491 Turun ke Area $92.000

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat bergerak di kisaran yang cukup lebar. Harga tertinggi tercatat di $95.491,51, sebelum akhirnya tertekan hingga menyentuh level terendah $92.089,25.

    Penurunan tajam dari area atas ini memperkuat indikasi bahwa zona $95.000 kini berperan sebagai resistance kuat.

    Koreksi harian sebesar $2.624 menunjukkan bahwa volatilitas masih tinggi.

    Meski begitu, pergerakan ini belum menghapus struktur pasar sepenuhnya, melainkan menempatkan Bitcoin kembali ke area psikologis krusial di sekitar $92.000–$93.000.

    Kinerja Historis: Bulanan Positif, Kuartalan Masih Lemah

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika ditarik lebih jauh, performa Bitcoin masih terlihat campuran. Dalam 30 hari terakhir, BTC masih mencatat kenaikan 4,88%, menandakan bahwa tren jangka pendek belum sepenuhnya bearish.

    Namun, tekanan lebih jelas terlihat pada timeframe menengah, dengan penurunan 15,73% dalam 90 hari terakhir.

    Sementara itu, dalam 60 hari, pergerakan relatif datar dengan koreksi tipis 0,22%.

    Data ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase transisi, di mana investor belum sepenuhnya menentukan apakah Bitcoin akan kembali membangun tren naik yang kuat atau melanjutkan fase koreksi yang lebih panjang.

    Volume Meningkat, Pasar Didorong Aksi Jual

    Salah satu sorotan utama hari ini adalah volume perdagangan yang menembus $30 miliar.

    Dibanding hari-hari dengan pergerakan datar, angka ini tergolong tinggi dan mengindikasikan meningkatnya aktivitas pasar.

    Volume besar yang disertai penurunan harga sering kali mencerminkan distribusi, yaitu kondisi ketika sebagian pelaku pasar melepas asetnya.

    Namun di sisi lain, volume tinggi juga dapat menjadi awal dari fase akumulasi jika pembeli mulai masuk di area harga yang dianggap menarik.

    Posisi Fundamental: Bitcoin Tetap Dominan

    Meski harga terkoreksi, posisi Bitcoin secara fundamental masih sangat kuat.

    Dengan suplai beredar 19,98 juta BTC, sekitar 95,13% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, tingkat kelangkaan Bitcoin semakin nyata.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh saat ini berada di kisaran $1,94 triliun, mencerminkan potensi valuasi maksimum jika seluruh suplai telah beredar.

    Faktor suplai terbatas inilah yang masih menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    Analisis Teknikal Singkat: Support Krusial di $92.000

    Dari sudut pandang teknikal, area $92.000 kini menjadi support jangka pendek yang sangat penting.

    Penembusan kuat ke bawah level ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan menuju zona psikologis yang lebih rendah.

    Sebaliknya, jika Bitcoin mampu bertahan dan membentuk pantulan dari area ini, peluang rebound tetap terbuka, dengan resistance terdekat kembali berada di kisaran $94.500–$95.500.

    Kenaikan di atas zona tersebut, terutama jika disertai lonjakan volume beli, dapat menjadi sinyal awal pemulihan.

    Perubahan harga 7 hari terakhir yang masih positif 0,8% menunjukkan bahwa secara mingguan pasar belum sepenuhnya kehilangan keseimbangan, meskipun tekanan harian sedang mendominasi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di $95.087, Turun Tipis

    Analisa harga BTC hari ini menegaskan bahwa Bitcoin sedang menghadapi fase koreksi aktif, dengan penurunan 2,76% ke level $92.394 dan volume perdagangan yang meningkat signifikan.

    Pasar tampak tengah menguji kekuatan support penting, sementara pelaku pasar menanti apakah area ini akan menjadi titik balik atau justru membuka jalan bagi penurunan lanjutan.

    Dalam situasi seperti ini, kehati-hatian tetap menjadi kunci. Beberapa hari ke depan diperkirakan akan sangat menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya, apakah kembali membangun momentum naik atau melanjutkan tekanan yang lebih dalam.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Restoran Burger Legendaris AS Ini Borong Bitcoin Rp150 Miliar

    Jaringan restoran burger asal Amerika Serikat, Steak ’n Shake, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan pembelian Bitcoin senilai 10 juta dolar AS atau sekitar Rp150 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengonversi arus kas harian restoran menjadi cadangan aset kripto perusahaan.

    DIlaporkan BeInCrypto, pembelian tersebut menandai fase terbaru dari inisiatif “Bitcoin-to-Burger” yang diluncurkan pada Mei 2025. Melalui program ini, Steak ’n Shake secara langsung mengalihkan pendapatan operasionalnya ke dalam bentuk Bitcoin, sekaligus mengintegrasikan aset digital ke dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

    Bitcoin Dianggap Sistem Keuangan Berkelanjutan

    Manajemen perusahaan menyebut strategi ini sebagai sistem yang “berkelanjutan”, di mana peningkatan kualitas makanan mendorong kenaikan pendapatan, lalu keuntungan tersebut dialokasikan kembali ke cadangan Bitcoin perusahaan.

    Berdasarkan data internal, pendekatan tersebut menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang tahun lalu, Steak ’n Shake mencatat pertumbuhan penjualan same-store dua digit, yang diklaim sebagai yang terbaik di industri restoran cepat saji. Perusahaan menyebut adopsi Bitcoin sebagai faktor utama yang memungkinkan kinerja tersebut.

    “In 2025, Steak ’n Shake achieved double-digit same-store sales growth, the best in the industry. Becoming a Bitcoin company gave our business a major boost,” ungkap manajemen perusahaan dalam pernyataan resminya.

    Tak hanya itu, Steak ’n Shake juga menegaskan posisinya sebagai perusahaan berbasis Bitcoin sepenuhnya. Meski dalam jajak pendapat internal sebanyak 53 persen responden mendukung penambahan Ethereum (ETH) sebagai metode pembayaran, manajemen secara tegas menolak opsi tersebut dan tetap mempertahankan kebijakan Bitcoin-only.

    Strategi ini dinilai sebagai upaya untuk membangun loyalitas dari komunitas kripto yang memiliki pandangan ideologis kuat terhadap Bitcoin.

    Integrasi Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Integrasi Bitcoin juga merambah ke sistem ketenagakerjaan. Sejak Oktober lalu, perusahaan memperbarui sistem penggajian sehingga sekitar 10.000 karyawan dapat menerima sebagian gaji mereka dalam bentuk Bitcoin. Kebijakan ini mencerminkan pandangan perusahaan bahwa Bitcoin layak diperlakukan sebagai penyimpan nilai setara mata uang fiat.

    Didirikan pada tahun 1934, Steak ’n Shake kini mengoperasikan ratusan gerai di Amerika Serikat dan berbagai negara lain. Investasi Bitcoin terbarunya menegaskan posisi perusahaan sebagai outlier di industri kuliner tradisional, sekaligus menunjukkan upaya serius dalam memodernisasi merek lama dengan mengaitkan masa depan finansialnya pada aset kripto terbesar di dunia.

    Baca juga: Beli Bitcoin Rp 2 Juta Setiap Bulan Berapa Laba dalam 1, 3, dan 5 Tahun?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com